30 C
Medan
Tuesday, February 3, 2026
Home Blog Page 4649

Razia Pekat Tahun Baru 2020, 32 Wanita Belia Positif Pengguna Narkoba

TENANGKAN: Kasatpol PP Binjai Otto Harianto (kemeja putih) menenangkan keluarga yang terjaring operasi pekat.
TENANGKAN: Kasatpol PP Binjai Otto Harianto (kemeja putih) menenangkan keluarga yang terjaring operasi pekat.
TENANGKAN: Kasatpol PP Binjai Otto Harianto (kemeja putih) menenangkan keluarga yang terjaring operasi pekat.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Operasi penyakit masyarakat yang dilakukan tahun baru 2020 oleh Satuan Polisi Pamong Praja bersama TNI-Polri mengangkut 55 orang. Operasi pekat tersebut menyisir hotel kelas melati dan kos-kosan, Senin (30/12) malam dan Selasa (31/12) pagi.

Mayoritas 55 orang yang terjaring tersebut berasal dari kos-kosan yang ada di Kota Binjai. Dari jumlah ini, 32 orang dinyatakan positif pengguna narkoba.

Mereka yang positif menjalani rehabilitasi di tempat rehab Mutiara Abadi Binjai (MAB), Jalan Jenderal Gatot Subroto, Binjai Barat. Kamis (2/1) siang, terjadi keributan.

Mereka yang korban penyelaan narkotika itu dikurung di Gedung MAB. Bahkan diantara mereka menjerit histeris minta dipulangkan. “Mak, pulang mak, mak pulang mak,” jerit para perempuan yang diamankan di panti rehab narkotika tersebut.

Akibat jeritan histeris itu menimbulkan keriuhan dan mengundang perhatian Pemerintah Kota Binjai. Kepala Satpol PP Binjai Otto Harianto didampingi Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum, Arif Sihotang tiba di lokasi.

Kedua pejabat tersebut mendinginkan suasana. ”Separuh lebih perempuan yang positif menggunakan narkoba sebanyak 19 orang. Dan rata-rata usia mereka masih belasan tahun, kelahiran 2000, 1999, 2001. Selebihnya laki-laki,” kata Otto.

Ditambahkan Mantan Kepala Bagian Hukum Pemko Binjai ini. Pihaknya menjamin kepada keluarga yang direhab bahwa anak-anak mereka akan dipulangkan, Jum’at (3/1). Syaratnya, ada keluarga yang menjamin dengan membawa berkas seperti kartu keluarga.

“Anak saya kemarin ditangkap dibawa ke BNN malam hari sudah lepas dia gak langsung pulang kena tangkap lagi jadi KK asli di BNN. Kek mana itu pak, tanya keluarga yang diamankan. Besok semua bawa penjamin dan KK yang di BNN nanti diurus bagaimana assesmentnya. Pak Wali rencananya besok langsung akan beri pembinaan bagaimana proses mereka agar dipulangkan ke keluarga,” jawab Otto. (ted/btr)

Istri Diselingkuhi, Paman Otaki Pembunuhan Keponakan

TSK: Tiga dari empat pelaku paman membunuh ponakannya dipaparkan di Mapolres Belawan.
TSK: Tiga dari empat pelaku paman membunuh ponakannya dipaparkan di Mapolres Belawan.
TSK: Tiga dari empat pelaku paman membunuh ponakannya dipaparkan di Mapolres Belawan.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Tak terima istri diselingkuhi, seorang paman tega membunuh ponakannya. Pembunuhan itu dialami M Ikhsan Ilahi (20) warga Dusun Malem Diwa Dusun Matang Lada Seunudon Kabupaten Aceh Utara.

Korban tewas dengan luka 33 tusukan ditemukan di perkebunan Tebu Klumpang Kecamatan Hamparan Perak berhasil diungkap Polres Pelabuhan Belawan.

Otak pelaku pembunuhan paman korban, Ridwan(44) bersama mertuanya, Rahmad Ipong (66) dan Aris (34). Sedangkan AS masih berstatu daftar pencari orang (DPO).

Kapolres Belawan AKBP Ramadhani Dayan, Selasa (31/12) mengatakan terungkapnya indentitas korban setelah petugas Satreskrim melakukan penyelidikan.

“Usai beberapa hari kejadian petugas yang melakukan penyelidikan akhirnya berhasil mengungkap indentitas mayat pria yang ditemukan tewas dengan 33 tusukan,” ujarnya didampingi Kasat Reskrim, AKP Jerico Lavian Chandra.

Disebutkannya dalam pengungkapan ini petugas Polres Belawan telah mengamankan tiga pelaku. Ketiganya memiliki peran berbeda dalam menghabisi nyawa korban.

“Dia (Ridwan) merupakan paman korban sekaligus otak pelaku merencanakan pembunuhan. Sementara Rahmad Ipong mencari eksekutor untuk membunuhnya. Sedangkan Aris sang pembunuh untuk menghabisi nyawa korban,” terang mantan Kapolres Humbahas ini.

Sekaitan dengan itu kata Dayan akibat perbuatan para pelaku ketiga tersangka terancam hukuman seumur hidup.

“Para pelaku dijerat Pasal 340 KUHPidana dengan ancaman seumur hidup. Bukan itu saja, sang eksekutor diberikan tindakan tegas terukur karena berupaya kabur saat dilakukan penangkapan,” tandasnya. (fac/btr)

Dua Pelaku Penculikan Warga Didor Polisi

TEMBAK: Dua pelaku penculikan (tengah) ditembak kakinya karena melawan petugas.
TEMBAK: Dua pelaku penculikan (tengah) ditembak kakinya karena melawan petugas.
TEMBAK: Dua pelaku penculikan (tengah) ditembak kakinya karena melawan petugas.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Petugas Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai membekuk dua pelaku penculikan dan penyekapan Surjit Singh (32) warga Dusun V, Desa Lah Mulgap, Selesai pada Selasa (31/12) dini hari. Keduanya Wijay alias Citut (33) warga Jalan Limau Manis, Tanjung Morawa dan Andika Natal Sitorus (22) warga Aek Nauli, Kampung Padang, Labuhanbatu.

“Keduanya dibekuk di Jalan Sei Buluh, Sei Rampah, Serdangbedagai, Selasa (31/12),” jelas Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Wirhan Arif, Kamis (2/1).

Informasi diperoleh kedua tersangka mulanya datang ke rumah korban sembari marah-marah dengan meng genggam sebilah parang sepanjang kurangg lebih 50 centimeter. Kedua tersangka marah-marah yang menyoal keberadaan adik korban.

Diduga adik korban memiliki utang dengan kedua tersangka. Karena korban tidak memberikan keterangan yang baik.

Singkatnya, kedua tersangka lalu menyekap dan membawa korban meninggalkan Selesai, Langkat.” Tersangka membawa paksa korban dan memasukkan korban ke dalam mobil dan membawa korban. Kemudian tersangka menelpon seseorang yang bagian dari keluarga korban dengan mengancam akan membunuh korban. Jika korban tidak bisa pertemukan adik korban dengan mereka,” beber Wirhan.

Tindak pidana penculikan tersebut dilaporkan ke Mapolres Binjai. Jajaran Satreskrim kemudian membentuk tim dan bergerak cepat melakukan penyelidikan.

Kasat menambahkan penyelidikan yang dilakukan polisi menuai petunjuk. Keduanya berhasil ditangkap. Namun, kata dia, saat dilakukan pengembangan, kedua tersangka berupaya melarikan diri.

“Tembakan peringatan yang diberi petugas tidak diindahkan. Kemudian petugas melakukan tindakan tegas dan terukur mengenaik kaki sebelah kiri dan kanan kedua tersangka,” beber Wirhan.

Sesampai di Binjai, keduanya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Djoelham untuk mendapat perawatan medis.”Saat ini kedua tersangka sudah di Polres Binjai guna penyidikan lebih lanjut,” pungkasnya.

Kedua tersangka disangkakan Pasal 328 Subsider Pasal 333 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun kurungan penjara. (ted/btr)

Antisipasi Penyalahgunaan Narkoba di Malam Pergantian Tahun, Poldasu Razia Tempat Hiburan Malam

RAZIA: Petugas Polsek Medan Baru saat melakukan razia narkoba terhadap pengendara yang melintas di depan Plaza Medan Fair, Jalan Gatot Subroto, Minggu (29/12) dini hari. idris/sumu tpos
RAZIA: Petugas Polsek Medan Baru saat melakukan razia narkoba terhadap pengendara yang melintas di depan Plaza Medan Fair, Jalan Gatot Subroto, Minggu (29/12) dini hari. idris/sumu tpos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mengantisipasi penyalahgunaan narkoba di malam pergantian tahun baru, Direktorat Reserse Narkoba (Ditres Narkoba) Polda Sumut akan melakukan razia pada Tempat Hiburan Malam (THM).

Direktur Ditres Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Hendri Marpaung melalui Wakil Direktur, AKBP Frenky Yushandi mengatakan, pihaknya memberi perhatian serius untuk mengantisipasi penyalahgunaan narkoba khususnya di malam pergantian tahun baru.

“Kita terus melakukan upaya mengantisipasi dengan mencegah suplai dan memperkecil ruang gerak terjadinya penyalahgunaan narkoba, khususnya pada momen malam tahun baru. Untuk itu, akan melakukan razia terhadap tempat hiburan malam,” tegas Frenky.

Namun sayangnya, Frenky tidak menjelaskan tempat hiburan malam di mana saja yang akan dirazia. “Razia akan dilakukan di tempat hiburan malam ataupun tempat wisata saat malam pergantian tahun,” ujarnya tanpa mau merinci.

Menurut Frenky, razia yang akan dilakukan sangat penting sebagai pencegahan dan antisipasi dalam rangka upaya preemtif, preventif dan represif. Hal ini juga dilakukan di jajaran satuan wilayah.

“Upaya preemtif itu sifatnya berupa pencegahan tingkat pertama terhadap potensi gangguan berupa imbauan, sosialisasi, penyuluhan dan lain sejenisnya. Kemudian, preventif sifatnya pencegahan lanjutan terhadap ancaman gangguan yang dapat berubah menjadi gangguan nyata. Sedangkan represif berupa penindakan terhadap situasi gangguan nyata berupa penegakan hukum,” paparnya.

Frenky menambahkan, selain akan melakukan razia, pihaknya juga akan melakukan peningkatan frekuensi patroli. Begitu juga di tempat kerawanan lainnya seperti di jalanan, melalui pemeriksaan kendaraan bermotor terhadap roda dua maupun roda empat.

Terpisah, Kapolsek Medan Baru, Kompol Martuasah Tobing mengatakan, mengantisipasi peredaran narkoba menjelang malam pergantian tahun baru, pihaknya melakukan razia terhadap pengendara yang melintas di depan Plaza Medan Fair kawasan Jalan Gatot Subroto, Minggu (29/12) dini hari. Razia juga dilakukan untuk mengantisipasi tindak kejahatan serta penyakit masyarakat lainnya.

“Selama pelaksanaan razia, tidak ada ditemukan tindak pidana narkoba, curas, curat, curanmor, dan lainnya. Hanya saja, didapati 4 pengendara yang tak memiliki kelengkapan surat kendaraan sehingga ditilang,” ujar Martuasah.

Selain razia, lanjut dia, dilakukan patroli blue light di wilayah hukum Polsek Medan Baru dengan menyusuri Jalan Juanda, Mongonsidi, Gatot Subroto, Sekip, Pabrik Tenun, Ayahanda, Darussalam, Gajah Mada, S Parman, dan sebagainya. (ris/ila)

Gas Bumi di Medan Melimpah

PASANG PIPA: Petugas PGN Area Medan menggali tanah untuk memasang pipa aliran gas di Jalan By Pass Kualanamu, Tanjungmorawa, beberapa waktu lalu.
PASANG PIPA: Petugas PGN Area Medan menggali tanah untuk memasang pipa aliran gas di Jalan By Pass Kualanamu, Tanjungmorawa, beberapa waktu  lalu.
PASANG PIPA: Petugas PGN Area Medan menggali tanah untuk memasang pipa aliran gas di Jalan By Pass Kualanamu, Tanjungmorawa, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Indonesia saat ini mengalirkan sebanyak 300 MMSCFD (juta standar kaki kubik per hari) ke Singapura. Padahal, Indonesia membutuhkan persediaan gas yang besar.

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Redy Ferryanto mendukung penuh rencana pemerintah menghentikan ekspor gas ke Singapura. Apalagi rencana itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan nasional.

“Selama untuk kebutuhan domestik, kita dukung. Kita juga punya fasilitasnya (produksi) tapi itu kan keputusan politik dan strategis dari pemerintah (ekspor). Itu kalau dialihkan ke dalam negeri bisa membangun 5 sampai 6 pabrik pupuk. Bisa untuk utilisasi 2 sampai 3 kilang. Jadi kalau begitu keputusan politiknya kami terima (stop ekspor),” ujarnya di Jakarta.

Seperti diketahui, Indonesia mengalirkan gas ke Singapura dari Lapangan Suban Blok Corridor yang digarap ConocoPhillips. Kebutuhan gas Singapura selama ini dipasok dari Blok Corridor yang dikerjakan ConocoPhillips.

“Gas masih banyak di Sumatera, suplai ke Singapura berakhir 2023 akan kami tarik ke dalam negeri,” kata Arifin Tasrif bulan lalu.

Division Gas Distribution Management Regional (Head GDMR III) PGN, Ari Armay Syah aman karena realisasinya masih sedikit sedangkan kapasitas volume yang dimiliki sangat besar, terutama di Medan sekitarnya.

Ari Armay Syah mengatakan total pasokan gas bumi PGN yang selalu tersedia di tiga titik serah wilayah Medan sekitarnya mencapai 15-16 MMCFD. Pekanbaru ada 16-17 MMCFD, Batam ada alokasi untuk PLN 20-30 MMCFD dan untuk jaringan PGN sekira 30 MMCFD atau total Batam sekira 60-an MMCFD. “Sedangkan Dumai masih uji coba,” ungkapnya.

Ia menjelaskan GDMR III mencakup empat wilayah yakni Medan dengan panjang pipa 688 km, Dumai 46 km, Pekanbaru 10,1 km dan Batam sekira 161 km. “Untuk gas di Medan sudah terpenuhi dari sumur-sumur pasokan yang ada di sini,” terang Ari.

Pelayanan kita, tambahnya, jual beli gas dari pemasok sampai titik serah yang disepakati. Kalau di Medan Medan ini titik serahnya ada tiga yakni di Sicanang Belawan, Wampu dan Pantai Pakam Timur. Medan dengan tiga titik serah, secara geografis menguntungkan karena potensi migas ada di Pulau Sumatera. Tentu beda dengan Batam yang merupakan pulau tersendiri sehingga memanfaatkan gas dari Sumsel. Sedangkan pelanggan Batam cukup besar karena umumnya industri di sana memanfaatkan gas PGN.

Dari tiga titik serah di Medan itu nanti gas tersebut dikelola melalui prosedur ke pelanggan industri, komersial dan rumah tangga. Pasokan di tiga titik serah itu sangat mencukupi untuk kebutuhan gas industri. “Batasan kita dari mulai titik serah ke pelanggan,” kata Ari.

Di titik serah Sicanang ini menurut Ari, PGN menerima pasokan sebesar 6-7 MMCFD, sementara di titik serah Wampu diterima 6 MMCFD. Sedangkan pasokan terkecil diterima di titik serah Pantai Pakam Timur sebesar 0,6 MMCFD. Pokoknya pasokan gas yang ada di titik serah cukup untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Kalau pun ada anomali masalah di salah satu titik serah, bisa digantikan dari titik serah lainnya. “Inilah keuntungan Medan,” ungkapnya.

Untuk menjaga pasokan tersedia dan terpelihara dengan baik, Ari mengatakan pihaknya senantiasa mengawasi selama 24 jam. “Ini sesuai dengan fungsi kami melayani dari pasokan ke pelanggan,” katanya.

Untuk itu, tim yang bekerja memastikan data-data penyaluran baik di jaringan atau pelanggan tetap terjaga selama 24 jam. Di Medan misalnya, bisa dilihat berapa penyaluran dan tekanan jaringan selama 24 jam yang disebut Gas Manajemen Center.

Sales Area Head PGN Medan Saeful Hadi menambahkan saat ini jumlah pelanggan di wilayah kerjanya mencapai 24.509 terdiri dari rumah tangga 23.983, pelanggan kecil 392, industri dan komersial 134. Realisasi penjualan rata-rata 13,5 MMBTUD.

“Banyak juga pelanggan kita yang merupakan UMKM, terutama kuliner. Ya, kita pasti mendukung kinerja industri dalam negeri, terutama yang berada di daerah,” ungkapnya. (ram)

PKS Siapkan Penantang untuk Bobby

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Langkah Bobby Afif Nasution diperkirakan bakal mulus menjadi salah satu peserta dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Medan 2020. Polularitas yang disandangnya sebagai menantu Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, diperkirakan akan memudahkan Bobby mendapatkan restu pengurus pusat partai politik untuk maju sebagai bakal calon Wali Kota Medan.

Karenanya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tak ingin Bobby melawan kotak kosong Untuk itu, PKS Kota Medan akan menyiapkan ‘penantang’ untuk Bobby dalam merebut kursi orang nomor satu di Pemko Medan. “Kemungkinan besar PKS akan usung calon lain. Kita sudah komunikasi ke semua partai, komunikasi kita terus jalan. Yang pasti, kader PKS harus maju,” ujar Rajuddin Sagala, Ketua Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) DPD PKS Kota Medan, kepada wartawan, Senin (30/12).

Wakil Ketua DPRD Medan itu menegaskan, partainya tetap akan mengusung kadernya saat Pilkada nanti. Saat ini, ungkapnya, sudah ada 3 nama kandidat dikirim ke DPP. “Yang jelas kita usung kader. Kita sudah kirim 3 nama ke DPP. Ketiganya itu, Tifatul Sembiring, Salman Alfarisi dan Haryanto,” ungkapnya.

Untuk diketahui, PKS memiliki 7 kursi di DPRD Medan. PKS harus berkoalisi dengan partai lain yang memiliki minimal 3 kursi untuk bisa mengusung pasangan calon wali kota dan wakil wali kota di Pilkada Medan 2020.

Bobby Nasution sendiri telah menyatakan niatnya maju di Pilkada Medan. Suami Kahiyang Ayu itu bahkan telah mendaftar ke PDIP dan Partai Golkar. Teranyar, Bobby bertemu dengan Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Pertemuan itu pun mendapat beragam reaksi dari sejumlah petinggi parpol di Sumut, khususnya Kota Medan.

Ketua DPC Partai Gerindra Medan, Bobby O Zulkarnain mengatakan, dengan bertemunya Prabowo dengan Bobby, maka peluang Bobby Nasution untuk bisa diusung Partai Gerindra sangat besar. “Kami selaku pengurus dan kader di Kota Medan tunduk dan patuh serta bertanggung jawab untuk mengamankan memenangkan calon yang direstui oleh Ketua Umum Partai di pilkada Kota Medan 2020 mendatang,” jelasnya.

Mengenai Ihwan Ritonga, kader Partai Gerindra yang telah menyatakan keinginan maju di Pilkada Medan diakuinya memiliki peluang yang sama. “Apakah keduanya akan dipasangkan, kita tidak tahu,” bebernya.

Ihwan Ritonga Tetap Optimis

Sementara, Ihwan Ritonga menanggapinya santai. Menurutnya, pertemuan antara Prabowo dan Bobby bukanlah hal yang luar biasa dan merupakan kepastian atas sikap politik Gerindra di Pilkada Medan. “Jadi pertama, pertemuan itukan kita anggap sebagai bentuk silaturahmi. Silaturahmi itukan biasa, itu memang ciri Partai Gerindra yang selalu terbuka dengan semua pihak. Itu silaturahmi biasa, ya tentu itu sah-sah saja,” ucap Ihwan kepada Sumut Pos, Senin (30/12).

Ihwan tak menampik, tidak tertutup kemungkinan Gerindra bisa mengusung Bobby di Pilkada Medan. Namun Ihwan juga mengatakan, ia masih begitu optimis bisa mendapatkan restu dari DPP Gerindra untuk maju di Pilkada Medan, tahun depan. “Ya siapa saja bisa diusung karena Gerindra terbuka bagi siapa saja. Tapi disisi lain Gerindra ini merupakan partai kader, yang tentu saja akan memprioritaskan kadernya untuk bisa diusung. Alhamdulillah saya merupakan kader Gerindra, dan kita yakin bahwa pak Prabowo dan teman-teman di DPP dapat menilai secara objektif,” sebutnya.

Saat ditanyakan tentang peluang dirinya untuk dipasang dengan Bobby pada Pilkada Medan, Ihwan tak mau berandai-andai. Ihwan kembali mengatakan, bahwa ia masih optimis untuk diusung di Gerindra di Pilkada Medan. “Oh, itu saya belum tahu, dan saya pikir ini bukan saatnya saya untuk berandai-andai. Belum ada pembicaraan partai ke arah itu dan saat juga belum mendapatkan perintah ke arah itu. Apakah saya mau dipasangkan atau menjadi wakil beliau (Bobby), saya tak mau berandai-andai soal itu. Itu terlalu jauh, kita masih optimis DPP akan menilai secara objektif,” tandasnya. (map)

Hari Ini, Hasil Sanggah CPNS Pemprovsu Diumumkan, 89 Penyanggah CPNS Binjai, 11 Jadi MS

Ilustrasi
UJIAN: Para peserta CASN 2018 lalu mengikuti ujian seleksi. Tak jauh beda dengan tahun lalu, ujian seleksi kompetensi dasar (SKD) menggunakan sistem CAT.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Binjai mengumumkan hasil dari 89 pelamar yang menyanggah verifikasi berkas. Dari 89 penyanggah tersebut, 11 pelamar berubah menjadi memenuhi syarat.

Artinya, 11 pelamar tersebut berhak mengikuti tahapan selanjutnya usai pemberkasannya dinyatakan lengkap “Peserta yang dinyatakan lulus seleksi administrasi atau memenuhi syarat, berhak mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Mereka diminta mencetak Kartu Tanda Pesefta Ujian pada https://sscn.bkn.go.id dengan login menggunakan akun masing-masing, terhitung mulai tanggal 27 Desember 2019,” kata Kepala Bidang Kepegawaian dan Mutasi Binjai, Hendra Januar, Senin (30/12).

Pengumuman hasil sanggahan CPNS ini juga sudah diunggah di website resmi Pemko Binjai. “Silahkan pelamar yang awalnya tidak diluluskan menjadi diluluskan untuk mengunduhnya,” kata dia.

Tentang jadwal dan lokasi pelaksanaan tahapan selanjutnya yakni SKD, akan diumumkan lebih lanjut. BKD Binjai masih menunggu pengumuman dari Panitia Seleksi Nasional. “Nanti diumumkan. Kepada para peserta diminta untuk selalu memantau perkembangan informasi tentang penerimaan CPNS Pemerintah Kota Binjai Formasi Tahun 2019 melalui website resmi atau website BKN,” jelasnya.

Menurut Hendra, sanggahan bukan sarana atau wadah memperbaiki berkas. “Contoh ada pelamar lupa upload transkip lalu diupload. Bukan begitu. Nah, banyak pelamar yang mengira begitu. Intinya itu masa sanggahan untuk mengoreksi verifikator yang harusnya diluluskan, tapi tidak diluluskan,” tukasnya.

Terpisah, sejumlah pelamar CPNS terus memantau website. Salah satunya pelamar asal Langkat, Sumut, Maisi Noni. Pelamar CPNS asal Padang Tualang ini mengaku terus menunggu kabar penerimaan CPNS dari website SSCN.

Dia sedikit menyesalkan karena pengumuman yang disampaikan molor dari jadwal. “Aturan mau diumumkan kemarin terkait verifikasi berkas pada 10 Desember 2019. Namun akhirnya, diumumkan pada 19 Desember 2019,” kata dia di Stabat, Minggu (29/12). Ia sangat senang dinyatakan lulus verifikasi berkas.

“Artinya, saya berhak ikut ujian. Cuma, sampai sekarang belum dapat korban di mana lokasi ujian,” tambah dia.

Menunggu jadwal dan lokasi SKD, gadis lulusan S1 Bimbingan Konseling ini fokus membaca buku-buku soal CPNS. Diprediksi, ujian akan digelar pada Februari 2020. “Formasi yang saya ambil, guru bimbingan konseling di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh,” pungkasnya.

CPNS Pemprovsu Umumkan Hasil Sanggah

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berencana akan mengumumkan hasil sanggah dalam proses rekrutmen CPNS 2019 di lingkungan Pemprovsu, pada hari ini, Selasa (31/12). Para pelamar diminta melihat pengumuman melalui website resmi Pemprovsu, di https://www.sumutprov.go.id.

“Insyaallah besok (hari ini, Red) kami umumkan hasil sanggah melalui website. Dari situ nanti pelamar dapat melihat jawaban dari pansel terhadap sanggahan yang mereka sampaikan sebelumnya,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Setdaprovsu, Syahruddin Lubis menjawab Sumut Pos, Senin (30/12).

Ia menyatakan, hasil sanggah tersebut sekaligus memastikan berapa jumlah pelamar yang memenuhi syarat (MS) ataupun tidak memenuhi syarat (TMS). “Iya benar, nanti akan terlihat juga siapa yang MS dan TMS. Dimana dari jumlah yang sudah berdasarkan hasil verifikasi administrasi sebelumnya,” katanya.

Tahapan rekrutmen CASN 2019 ini masih panjang. BKD masih menunggu arahan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. “Informasinya pelaksanaan SKD (Seleksi Kompetensi Dasar) melalui sistem CAT (Computer Assisted Test), dilakukan Februari mendatang,” katanya.

Beberapa waktu lalu, BKD Setdaprovsu sudah mengumumkan hasil seleksi administrasi pelamar CASN. Dari pelamar yang mendaftar sebanyak 14.546 orang, yang lulus (MS) administrasi sebanyak 12.169 orang dan yang tidak lulus (TMS) sebanyak 2.377 orang.

Mengenai lokasi dan waktu pelaksanaan CAT akan disampaikan melalui https://sscn.bkn.go.id dan https://www.sumutprov.go.id.

Seperti diketahui, sesuai tahapan penerimaan CASN 2019; pembukaan pendaftaran dilakukan mulai 11-26 November; verifikasi berkas dari 13 November-12 Desember, penutupan pendaftaran dari 26 November-10 Desember, penutupan verifikasi pada 12 Desember; pengumuman hasil seleksi administrasi pada 12-16 Desember; dan masa sanggah pada 16-26 Desember.

Pelaksanaan SKD mulai 27 Januari-28 Februari 2020; Pengumuman hasil SKD pasa 22-23 Maret 2020; pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) pada 25 Maret-10 April 2020; penyampaian hasil seleksi pada 27-30 April 2020; pengumuman hasil seleksi pada 1 Mei 2020; usul penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP) pada 1 Mei-15 Juni 2020. (ted/prn)

Penumpang dari Luar Negeri Meningkat

Ilustrasi

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – MENJELANG perayaan pergantian tahun, jumlah penerbangan internasional di Bandara Kualanamu mulai mengalami peningkatan, Senin (30/12). Namun, peningkatan arus penumpang hanya terjadi untuk penerbangan kedatangan, bukan keberangkatan.

Dari informasi yang dikumpulkan di posko monitoring angkutan Natal dan Tahun Baru di Kualanamu, tercatat untuk Minggu (29/12), kedatangan jumlah penumpang naik 7 persen. Sementara untuk pesawat naik 5 persen dibanding tahun sebelumnya. Dalam satu hari tercatat ada 3.134 orang penumpang yang datang, sementara pada tahun sebelumnya hanya 2.924 orang.

Penurunan juga terjadi untuk keberangkatan internasional, sama seperti fenomena pada penerbangan domestik. Jika pada tahun lalu keberangkatan internasional dalam satu hari mencapai 3.511 penumpang, kini turun menjadi 3.396 penumpang. Jumlah penumpang terbanyak tercatat pada penerbangan dari dan ke Malaysia.

Untuk keberangkatan hanya turun 1 persen saja dimana biasanya 8.818 penumpang kini 8.701 penumpang. Senior Manager Operation and Service Bandara Kualanamu, Muh Suwito, mengakui saat ini terjadi penurunan penumpang dibanding tahun sebelumnya. “Semenjak pertengahan Desember 2018 sampai sekarang ini memang terjadi penurunan penumpang mulai dari 10 sampai 20 persen. Mulai tanggal 10 Desember 2019 rata-rata minus (turun) 10 persen. Domestik dan internasional sama-sama saja, turun,” kata Suwito.

Menurut Suwito, terjadinya penurunan penumpang pesawat saat ini disebabkan berbagai faktor, di antaranya harga tiket yang dianggap lebih mahal dibandingkan sebelumnya. Meskipun sudah ada berbagai kebijakan dari pemerintah terkait tarif tiket pesawat. “Tapi ada juga penyebabnya lainnya, mungkin sarana jalan khususnya di Sumatera kan sudah bagus, jadi banyak pemudik lewat darat. Selain itu, sudah ada tol,” kata Suwito.

Sementara untuk member kenyamanan para penumpang pesawat, pilot dan kru pesawat di Bandara Kualanamu, menjalani tes urine yang dilakukan BNNK Deliserdang bersama PT Angkasa Pura II, Otoritas Bandara Wilayah II Medan , Polresta Deliserdang, dan Direktorat Narkoba Polda Sumut, Senin (30/12) sore. Satu persatu pilot dan pramugari diambil sampel urinenya.

Kegiatan ini dipimpin Wakapolresta Deliserdang AKBP Julianto Sirait , Wadirnarkoba Polda Sumut AKBP Frengky, Duty Manager Badara Kualanamu Supri dan Kepala BNNK Deliserdang AKBP Safwan Khayat. Kepada wartawan, Safwan Khayat menjelaskan, kegiatan ini untuk memastikan apakah kru pesawat pemakai narkoba atau tidak. Kegiatan ini diakui untuk memberikenyamanan pada penumpang pesawat.

“Ya kan banyak nyawa yang dibawa makanya kita cek. Hasilnya dari 20 orang yang dites semuanya nihil. Sebelum cek urine dengan alat celup dilakukan dulu pemeriksaan fisik seperti di mata dan mulut oleh tim dokter kita yang memang sudah bidangnya (tahu pengguna narkoba atau tidak). Tapi dari dua orang yang dicurigai, alhamdulillah hasilnya negatif,” kata Safwan.

3.868 Penumpang Tiba di Belawan

Puncak arus mudik Tahun Baru 2020 terjadi di Pelabuhan Belawan, Senin (30/12) siang pukul 14.10 WIB. Sebanyak 3.868 penumpang menggunakan jasa angkutan KM Kelud tiba di Terminal Bandar Deli, Pelabuhan Belawan. Kedatangan armada laut dari Tanjung Priok dan Kijang ini merupakan angkutan akhir tahun 2019 menjelang liburan Tahun Baru 2020.

Kepala Pelni Cabang Medan, Luthfi mengatakan, untuk hari terakhir kedatangan KM Kelud dari Tanjung Priok dan Kijang tujuan Belawan masih menjalani lonjakan. Akomidasi laut itu akan kembali berangkat menuju Kijang dan Tanjung Priok dengan membawa sebanyak 3.200 penumpang. “Untuk keberangkatan perdana pada awal tahun, KM Kelud kembali melakukan keberangkatan dari Belawan tujuan Batam pada 5 Januari 2020 mendatang. Untuk saat ini, belum ada kendala dan masalah untuk kapal yang membawa arus mudik akhir tahun ini,” ungkap Firdaus.

Selama mudik Nataru, Pelindo 1, Syahbandar Utama Belawan dan Navigasi Perhubungan Laut menyediakan bus gratis bagi penumpang dari Terminal Bandar Deli Pelabuhan Belawan tujuan Terminal Amplas dan Pinang Baris.

155.945 Penumpang Gunakan KA

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) I Sumut mencatat, pada pelaksanaan Angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru), masyarakat menggunakan kereta api sudah mencapai 155.945 penumpang. Humas PT KAI (Persero) Divre I Sumatera Utara, M Ilud Siregar kepada wartawan mengungkapkan, lonjakan penumpang sudah terlihat pada hari ke-11 Natura, Minggu (29/12) kemarin.

“Tahun 2018 dengan total keseluruhan 166.170 Penumpang, sementara dengan periode yang sama tahun 2019 dengan total keseluruhan155.945 Penumpang atau persentase 94 persen,” sebut Ilud.

Ilud menginformasikan kepada para penumpang untuk membawa barang bagasi sesuai aturan yang berlaku dan barang-barang dengan berat dan volume dianggap masih dapat dibawa ke dalam kereta untuk disimpan di rak bagasi atas, di ruang depan tempat duduk penumpang, di bagian ujung kereta atau tempat lainnya. “Untuk ukuran dan berat maksimum barang bagasi setiap penumpang kereta api dengan ukuran maksimum 100 dm3 dengan dimensi 70 cm x 48 cm x 30 cm, berat maksimum 20 kilogram,” ungkap Ilud. (btr/fac/gus)

Medan-Berastagi-Kabanjahe Diprediksi Macet, Gunakan Jalur Alternatif

File/SUMUT POS MACET: Kemacetan terjadi di Jalan Jamin Ginting Km 12.5, Agustus lalu. Kemacetan tersebut disebabkan banyaknya warga Kota Medan yang memanfaatkan masa liburan ke kawasan Berastagi, Karo.
MACET: Kemacetan terjadi di Jalan Jamin Ginting Km 12.5, Agustus lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Arus lalu lintas dari Medan menuju Berastagi dipresiksi bakal mengalami kemacetan parah pada puncak perayaan malam tahun baru 2020. Karenanya, Dinas Perhubungan (Dishub) Sumatera Utara (Sumut) telah menyiapkan jalur alternatif bagi masyarakat yang ingin merayakan malam pergantian tahun di kota wisata tersebut. Masyarakat pun diimbau agar menggunakan jalur alternatif tersebut.

UNTUK ruas Medan-Berastagi-Kabanjahe-Tigapanah, pengguna jalan dapat menghindari kemacetan di Kota Berastagi dan Pajak Roga, melalui jalur Medan-Tongkoh-Desa Basam-Barus Jahe-Tiga Jumpa-Sukamalu-Tiga Panah. Lalu guna menghindari kemacetan di warung wajik yang berada di ruas jalan Medan-Berastagi, bisa melalui jalan Medan-Tongkoh-Simpang Pelawi (penjual bunga)-Desa Jaranguda-Hotel Sibayak-Berastagi.

Selanjutnya ruas Berastagi-Kabanjahe untuk menghindari kemacetan di Pajak Roga, bisa melalui Berastagi-Jalan Udara-simpang Gurusinga-Desa Korprin

keluar di simpang Korpri (Rumah Sakit Umum Amanda). Pada ruas Medan-Berastagi-Kabanjahe-Sidikalang, untuk menghindari kemacetan di Pasar Tigapanah, pemudik dapat melalui jalur alternatif Medan-Tongkoh-Desa Basam-Barus Jahe-Tigajumpa-Sukanalu-Sinaman, keluar di simpang Sinaman menuju Sidikalang.

Kemudian terakhir, untuk ruas Kabanjahe-Berastagi-Medan guna menghindari kemacetan di jalur Kabanjahe-Berastagi, jalur alternatif yang telah disediakan yakni dari Kabanjahe-simp. Rumah Kabanjahe-Desa Kaban-simpang Desa Gurusinga, keluar di Jalan Udara.

“Namun memang jalur alternatif setelah sampai di Sibolangit belum ada sejauh ini. Baik dari Berastagi maupun dari Medan. Umumnya hanya jalur utama itu saja yang dapat dilalui,” kata Kadishub Sumut, Abdul Haris Lubis menjawab Sumut Pos, Senin (30/12).

Menurutnya, pelebaran jalan menuju Sibolangit tersebut akan prioritas dilakukan di 2020 oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perusahaan Rakyat. Termasuk rencana pembangunan fly over menuju Berastagi sebagai jalur alternatif lainnya.

“Begitupun mengenai detil rencana tersebut ada di Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut. Sepengetahuan saya, pekerjaan pelebaran jalan pada titik itu akan dilakukan tahun depan,” ujar mantan Kadis BMBK Sumut itu.

Ia mengimbau kepada para pemudik dan masyarakat yang berlibur di tahun baru ini dapat mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik sebelum bepergian. Antara lain kendaraan dipastikan laik buat dikendarai, dan fisik si pengendara harus benar-benar fit. “Jika mengantuk di perjalanan sebaiknya berhenti untuk beristirahat, jangan memaksakan diri menyetir. Kendaraan juga mesti dicek semua sebelum dipakai,” katanya.

Pihaknya, juga telah menyediakan petugas dengan berkoordinasi bersama instansi terkait secara terpadu selama musim Nataru ini. “Ya, di posko-posko yang sudah ditentukan petugas kita ready di sana. Dan memang momen Nataru ini kami lakukan secara terpadu, jadi semua instansi terkait terlibat semua. Termasuk pada titik-titik rawan bencana yang telah disiapkan alat berat,” katanya.

Jalan Inti Kota Medan Direkayasa

Rekayasa lalu lintas juga akan dilakukan Satlantas Polrestabes Medan di sejumlah ruas jalan inti kota, Selasa (31/12). Selain rekayasa arus lalu lintas, beberapa jalan juga dilakukan buka tutup pada saat malam pergantian tahun baru 2020.

Kasatlantas Polrestabes Medan AKBP Juliani Prihartini mengatakan, rekayasa dan buka tutup arus lalu lintas dilakukan untuk meminimalisir kemacetan. Pasalnya, diprediksi masyarakat akan memadati Lapangan Merdeka Medan untuk menikmati malam pergantian tahun. “Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap malam tahun baru banyak masyarakat bersama keluarganya yang berdatangan ke Lapangan Merdeka. Untuk itu, guna menimalisir kemacetan maka dilakukan rekayasa arus lalu lintas,” ujar Juliani, Senin (30/12).

Disebutkan mantan Kapolsek Medan Timur ini, ruas jalan yang akan dilakukan rekayasa arus di antaranya Jalan Puteri Hijau depan Podomoro yang biasanya bisa ke kiri menuju Jalan Guru Patimpus, nantinya bisa juga ke kanan Jalan Perintis Kemerdekaan. Kemudian, dari Jalan Merak Jingga belok kanan menuju Jalan Perintis Kemerdekaan.

Selanjutnya, dari Jalan Gaharu belok ke kiri Jalan Perintis Kemerdekaan. Berikutnya, arus lalu lintas Jalan Jawa satu arah menuju Jalan MT Hariono. Karenanya, arus lalu lintas dari Jalan MT Hariono dapat melalui Jalan Sutomo. “Untuk persimpangan yang akan dilakukan buka tutup yaitu Jalan Imam Bonjol dan Jalan Raden Saleh, Jalan Palang Merah dan Jalan Ahmad Yani, Jalan Perniagaan dan Jalan Palang Merah, Jalan Kereta Api dan Jalan Pulau Pinang, Jalan Pulau Pinang dan Jalan Guangzhou,” terang Juliani.

Ia menambahkan, diimbau kepada masyarakat untuk bersabar dan hati-hati menggunakan jalur alternatif sehingga tidak terkendala untuk mencapai tujuan. “Kepada masyarakat, kami memohon maaf tentunya atas ketidaknyamanan dalam mengendarai kendaraan. Hal ini dilakukan demi kepentingan masyarakat juga, sehingga tidak terjadi kemacetan total,” tandasnya.

Pool Bus Padat, Terminal Sepi

Sementara, pantauan Sumut Pos di kawasan Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan, Senin (30/12), para pemudik memadati sejumlah pool bus. Begitu juga dengan kawasan Jalan Jamin Ginting dan TB Simatupang (Pinangbaris), sejumlah pool bus dengan tujuan Dairi dan Tanah Karo tampak penuh penumpang yang ingin mudik ke kampung halamannya.

Walau tidak sepadat di kawasan Jalan Sisingamangaraja, Jamin Ginting dan TB Simatupang, sejumlah Pool Bus jurusan Medan-Aceh di kawasan Jalan Gagak Hitam (Ringroad) dan Jalan Asrama Kota Medan juga tampak cukup padat. Hal ini juga terjadi karena banyaknya masyarakat yang ingin memanfaatkan waktu libur akhir tahun baru ini sebagai momen liburan keluarga.

Namun, momen jelang Tahun Baru ini tidak memberikan dampak apapun bagi peningkatan jumlah penumpang di dua terminal tipe A Kota Medan, yakni Terminal Amplas dan Pinangbaris. “Kalau peningkatan penumpang pada arus mudik Natal dan jelang Tahun Baru ini ya jelas terlihat, tapi di pool bus, bukan di terminal. Kalau kondisi terminal Amplas dan Pinangbaris ya tetap memprihatinkan, tak ada penumpang disana karena semua penumpang perginya ke pool bus bukan ke terminal,” ucap kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan, Iswar S kepada Sumut Pos, Senin (30/12).

Hal itu terjadi, kata Iswar, sebab belum berfungsinya kembali kedua terminal tersebut kepada fungsi terminal yang semestinya. Itu sebabnya, pihaknya berfokus untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar segera membangun kedua terminal tersebut di tahun 2020. “InshaAllah di tahun 2020 pasti dibangun, kalau sekarang kita tak bisa paksakan angkutan agar masuk terminal mengingat kondisi terminal kita saat ini yang tidak memadai. Tapi nanti bila sudah dibangun, pasti akan ditertibkan karena sudah tidak ada alasan lagi bagi mereka untuk tidak mau masuk terminal,” ujarnya.

Namun saat ini, terang Iswar, pihaknya di bawah koordinasi Dishub Sumut tetap mengharuskan angkutan antar kota agar masuk kedalam terminal untuk melakukan inspeksi keselamatan (ramp check). “Karena itu sudah terkait keselamatan penumpang, itu wajib kita lakukan. BNN juga terus melakukan tes kesehatan pada para sopir angkutan, mereka wajib bebas Narkoba,” terangnya.

Dilanjut Iswar, saat ini pihaknya berfokus untuk membantu menertibkan arus lalu lintas yang ada di Kota Medan, terkhusus pada titik-titik yang terdapat pool bus, sebab pada kawasan tersebut arus lalu lintas tampak sangat padat hingga mengganggu arus lalu lintas. “Itu sebabnya personel kita justru banyak yang saya kerahkan ke luar terminal karena banyak terjadi kemacetan akibat membludaknya penumpang. Termasuk parkiran yang tidak beraturan, semua kita atur agar tertib dan tidak menggangu arus lalu lintas. Terkait soal angka penumpang dan selanjutnya, itu ranah Dishub Provinsi sebagai koordinator, karena arus mudik ini kan soal perjalanan antar Kota bahkan antar provinsi,” tandasnya. (prn/ris/map)

Tinjau Korban Banjir, Bupati Labura Jatuh ke Sungai

Kayu Gelondongan Indikasi Illegal Logging

TERCEBUR: Bupati Labura, Kharuddin Syah Sitorus tercebur ke Sungai Siria-ria, Desa Pematang, Kecamatan Na IX-X, Kabupaten Labura, yang sedang deras, Minggu (29/12).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Banjir bandang yang menerjang tiga desa di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) pada Minggu (29/12) dinihari, terindikasi akibat adanya pembalakan liar hutan di wilayah itu. Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengaku segera mendalami pemicu banjir bandang yang membawa banyak kayu gelondongan itun

“Mengingat banyaknya potongan-potongan kayu, berarti ada sesuatu (dugaan illegal logging). Tapi ini harus dibuktikan. Ada sesuatu di atas, nanti dicek,” katanya didampingi Wagubsu, Musa Rajekshah, menjawab wartawan di Kantor Gubernur Sumut, Senin (30/12).

MENCARI:
Warga mencari korban yang hanyut diantara bongkahan batu dan batang-batang kayu saat banjir bandang menerjang tiga desa di Labuhanbatu Utara, Minggu (29/12).

Edy mengaku sudah memerintahkan jajaran terkait guna mengecek lokasi hutan yang rusak di Labura. Jika ditemukan ada penebangan secara ilegal, baik oleh masyarakat maupun perusahaan, ia berjanji menyeretnya ke ranah pidana.

Berdasarkan laporan yang ia terima, saat ini situasi di Labura usai banjir melanda sudah membaik. Lima korban hilang belum ditemukan sampai dengan saat ini.

Ia juga meminta Pemkab Labura untuk merelokasi warga yang berada di desa yang mengalami kerusakan terparah. “Dua desa yang cukup parah, mungkin nanti akan direlokasi,” ujarnya.

Pemprov sendiri, sambung dia, sudah bertindak cepat guna memberi bantuan kepada korban yang terkena banjir. Selain logistik dan alat berat, juga telah membentuk posko utama yang dibantu personel TNI dan Polri. “Tim sudah di sana, kemudian logistik sudah disalurkan. Lalu alat berat juga sudah diturunkan,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, banjir bandang di Dusun Siria-ria A dan B, Desa Pematang dan Desa Hatapang, Kecamatan NA IX-IX, Kabupaten Labura, telah meluluhlantakkan beberapa desa, menghanyutkan sejumlah rumah, jembatan penyeberangan orang, jalan raya, dan areal pertanian.

Kemarin, Gubsu rencananya berangkat meninjau desa yang dilanda banjir. Namun karena helikopter milik Bansarnas tidak bisa diterbangkan, Gubsu harus melalui jalur darat yang memakan waktu tempuh lama.

BPBD Sumut sendiri telah menurunkan Tim Search and Rescue (SAR) untuk melakukan pencarian terhadap lima orang yang hilang, diduga terbawa banjir bandang di tiga desa di Labura. “Pencarian masih berlangsung. Tim SAR sejak pukul 06.00 WIB tadi sudah bergerak mencari di lokasi,” kata Kepala BPBD Sumut, Riadil Akhir Lubis.

Kelima orang sekeluarga itu — terdiri dari ayah, ibu, dan tiga orang anak— belum ditemukan pascahanyutnya rumah mereka terbawa banjir bandang. “Kepala desa setempat mengatakan ada di satu rumah yang hanyut itu, satu keluarga hilang. Dua orang tua dan tiga anaknya,” katanya.

Lokasi pencarian itu jauh dari ibu kota kecamatan, tepatnya di kaki Gunung Bukit Barisan. Jarak tempuhnya sejauh 2 jam jalan kaki dalam kondisi normal. “Sementara akses sulit akibat banjir,” katanya.

Belasan rumah juga dilaporkan rusak berat, jembatan besar di jalan kabupaten hancur, jembatan kecil hanyut, longsor sepanjang 100 meter dengan kedalaman 5 meter dan kerusakan lahan pertanian diperkirakan seluas 5 hektare karena tertimbun kayu dan bebatuan besar.

Bencana alam di Labura ini turut mendapat perhatian dari Anggota DPRD Sumut, Zeira Salim Ritonga. Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Labuhanbatu, ia mengucapkan turut prihatin atas bencana alam yang menerpa daerahnya itu.

“Banjir bandang di Desa Hatapang ini artinya alam mengingatkan masyarakat. Dari video yang diunggah ke medsos facebook, ada penebangan hutan di sana yang dilakukan oleh oknum perusahaan,” katanya.

Zeira menyayangkan pengusaha dan Pemda Labura yang selama ini tidak mengindahkan keluh kesah masyarakat setempat. “Saya kira yang bertanggung jawab adalah yang menerbitkan IUP pada perusahaan logging di kawasan hutan Hatapang tersebut. IPK-nya harus dicabut apabila terbukti melanggar aturan,” katanya.

Politisi PKB ini meminta Dinas Kehutanan Sumut melakukan pengawasan ketat terhadap para pemegang IUP dan IPK. Dan Pemkab Labura, tegasnya, juga mesti bertanggungjawab atas kerusakan daerah akibat bencana alam terlebih jika ada kesalahan dalam pemberian izin pemakaian kawasan hutan.

“Kami khawatir oknum pengusaha sering salah menggunakan izin dengan bermain mata terhadap oknum pemda setempat. Akibat penebangan hutan secara besar-besaran di Labura, tentu akan memberikan dampak buruk pada lingkungan di Labura. Baik longsor, banjir, dan pergeseran tanah. Pemkab Labura saya kira mesti bertanggungjawab atas peristiwa ini,” pungkasnya.

Bupati Labura Tercebur ke Sungai

Sementara itu, Bupati Labuhanbatu Utara (Labura), Kharuddin Syah Sitorus, terjatuh dan tercebur ke arus sungai Siria-ria di Desa Pematang, Kecamatan Na IX-X, Kabupaten Labura, yang sedang deras, Minggu (29/12). Insiden itu terjadi saat orang nomor satu di Labura tersebut ingin menyeberangi sungai lewat jembatan darurat,hendak meninjau korban banjir bandang di dua desa.

Kejadian ini terekam dalam sebuah video yang diupload ke media sosial. Kontan saja video itu menjadi viral.

Peristiwa semula ketika Bupati Kharuddin bersama rombongan mendatangi lokasi yang terdampak banjir bandang. Dalam video tampak Bupati berjalan kaki di antara serakan puing material yang terbawa arus banjir bandang di tepian sungai tersebut.

Ketika hendak menyeberangi sungai yang berarus deras dan bercampur lumpur pekat, Bupati yang mengenakan topi hitam dan kaos hitam bergambar tengkorak berjalan melewati jembatan kecil yang terbuat dari dua bilah bambu dengan pegangan berupa seutas tambang.

Tepat berada di tengah, diduga jembatan darurat itu bergoyang. Akibatnya Bupati kehilangan keseimbangan. Ia tercebur ke dalam arus dan nyaris hanyut. Beruntung, ia tetap berpegangan dengan tali jembatan. Ajudan dan sejumlah aparat kepolisian kontan turun ke sungai melakukan evakuasi.

Kepala Dinas Kominfo Labura, Sugeng, membenarkan peristiwa itu. Dikonfirmasi, Senin (30/12) dia menyebutkan, saat itu Bupati hendak menjenguk warganya yang tertimpa musibah banjir bandang. “Bupati hendak menjenguk warga Desa Pematang,” kata Sugeng.

Akibat terjatuh ke sungai, bupati menjadi basah kuyup. Namun tidak ada luka.

“Bupati selalu peduli dan empati kepada warga. Khususnya, akibat kejadian banjir bandang yang menimpa warga Labura,” tandasya.

Sugeng mengatakan, saat ini Tim Search and Rescue (SAR) sedang menyisir lokasi banjir bandang mencari satu keluarga yang hilang diduga terseret arus air. Satu keluarga terdiri ayah, ibu dan 3 anaknya dinyatakan hilang setelah terjadi banjir bandang yang melanda dua desa. Yakni Desa Hatapang dan Desa Pematang, kecamatan NA IX-X, Labura.

“Satu keluarga yang dinyatakan hilang sedang dicari. Apakah terbawa arus air atau gimana,” ucapnya.

Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumut, Dana Tarigan, menjelaskan banjir bandang diduga dipicu rusaknya sistem ekologi kawasan tersebut. Pemerintah setempat diminta agar menjelaskan pemicu bencana itu. “Jika ekologi sudah rusak, maka terjadi banjir bandang. Jangan selalu menyalahkan hujan. Tetapi karena daya tampung air tidak seimbang disebabkan alam sudah kritis,” jelasnya.

Menurutnya, Pemkab Labura mesti melakukan investigasi menyelidiki penyebab banjir bandang. Karena banjir membawa banyak gelondongan kayu. “Jika di hulu sungai terjadi tindak kejahatan ilegal logging, agar diproses sesuai hukum,” tegasnya.

Jika Pemkab setempat tidak mengindahkan dan mempublikasikan penyebab banjir bandang, ia menyebutkan, Walhi Sumut akan turun ke lokasi dan melakukan investigasi. Dan jika ditemukan indikasi kejahatan lingkungan, akan dilanjutkan ke proses hukum. (prn/fdh)