Home Blog Page 479

PKM Polmed Bantu Usaha Susu Kambing Etawa Melalui Inovasi Mesin Pencincang Pakan di Desa Bangun Sari Baru Deliserdang

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Berternak Kambing merupakan suatu usaha yang dapat memberikan peningkatan ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat di Deliserdang umumnya, dan di Desa Bangun Sari Baru pada khususnya.

Pasalnya, beternak kambing memiliki keunggulan dibanding ternak jenis lainnya, karena kambing mudah untuk dipelihara, cepat berkembang biak, memiliki pasar yang selalu tersedia setiap saat dan memerlukan modal yang relatif sedikit bila dibandingkan ternak ruminasi yang lebih besar seperti sapi.

Peternakan kambing yang selama ini dilakukan sangat dipengaruhi oleh keberadaan pakan yang biasa diperoleh dari perkebunan dilingkungan sekitar yang semakin hari berkurang kapasitasnya karena alih fungsi lahan.

Selama ini, kambing diberikan pakan berupa rumput rumputan hijau daun singkong dan rumput gajah akan tetapi banyak sisa makanan yang terbuang karena tidak dapat dikonsumsi secara maksimal oleh hewan ternak seperti tangkai tangkai singkong bagian ujung dan batang rumput gajah. Oleh sebab itu pencacahan sangat perlu dilakukan untuk meminimalisir pakan yang terbuang, kendala lain adalah perlunya pengemasan susu kambing secara higienis.

Melihat fenomena yang ada, Dosen Polmed melalui Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) memberikan alat pencacah pakan ternak kambing dan alat penutup gelas plastic dengan system pemanas kepada peternak Kambing yang ada diDesa Bangun Sari Baru, Tanjung Morawa, Deli Serdang, pada Sabtu (28/9). Tim juga memberikan pelatihan pembukuan keuangan secara sederhana kepada mitra.

Tujuan dari dilaksanakannya PKM ini adalah untuk membantu para peternak untuk mengoptimalisasi kebutuhan pakan ternak yang diharapkan dan untuk mengurangi pakan yang tidak termakan (mubazir), juga bertujuan agar keuangan mitra tidak tercampur dengan uang rumah tangga, sehingga mitra dapat menjalankan usahanya lebih efisien dan efektif.

Peternak kambing yang diwakili oleh Abu Daud, merasa gembira bisa mendapatkan bantuan berupa mesin pencacah pakan dan edukasi pembukuan sederhana dari para dosen Polmed. Da berharap, kegiatan ini dapat berjalan secara kontinyue setiap tahunnya.

PKM Polmed ini didanai oleh DIPA Politeknik Negeri Medan. Diketuai oleh Dr Ir Surya Dharma, ST, MT dengan anggota Ir. Abdul Razak MT, Indri Dhitisari, SE, M.Si dan Lia Hartika, SH, M.Kn dengan dibantu oleh beberapa Mahasiswa. (adz)

Transformasi Digital Usaha Kopi di Desa Sirumbia: Tingkatkan Efisiensi Keuangan dan Pemasaran melalui Pelatihan PKM

KARO, SUMUTPOS.CO – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Medan (Polmed) menggelar pelatihan dan pendampingan kelompok usaha kopi di Desa Sirumbia, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumut, dalam penggunaan laporan keuangan berbasis digital serta pemasaran digital.

Fokus utama pelatihan ini adalah memberikan pemahaman dan keterampilan praktis dalam mengelola laporan keuangan secara digital dan merancang strategi pemasaran yang efektif melalui platform mobile.

Kegiatan yang digelar tim PKM Polmed yang diketuai Rizki Syahputra, S.E.,M.Si ini, melibatkan para pelaku usaha kopi di Desa Sirumbia, yang mayoritas masih mengelola keuangan secara manual.

“Dalam pelatihan ini, peserta diperkenalkan dengan berbagai aplikasi keuangan berbasis mobile yang mudah diakses dan digunakan,” kata Rizki Syahputra didampingi anggota pengabdian Andam Lukcyhasnita, S.Ds.,M.Ds, Arif Ridho Lubis, B.IT., M.Sc.IT, dan Gabriel Ardi Hutagalung, S.T., M.Kom.

Menurut Rizki, tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pencatatan keuangan, sehingga usaha yang dikelola dapat lebih berkembang dan profesional.

“Selain pendampingan dalam laporan keuangan digital, para peserta juga diberikan pelatihan pemasaran digital. Peserta dilatih untuk mendesain materi pemasaran yang menarik dan kreatif menggunakan perangkat mobile, seperti pembuatan poster, video pendek, dan konten media sosial,” paparnya.

Lebih lanjut disampaikannya, pelatihan ini bertujuan agar para pelaku usaha dapat memanfaatkan teknologi digital untuk mempromosikan produk mereka, baik di pasar lokal maupun luar daerah.

Pelatihan ini mendapat antusiasme yang tinggi dari peserta. Mereka menyadari pentingnya beradaptasi dengan teknologi modern agar usaha mereka dapat bersaing di era digital.

Para peserta merasa terbantu dengan pendampingan yang diberikan, terutama dalam penggunaan aplikasi yang sebelumnya tidak pernah mereka gunakan. Mereka optimis bahwa keterampilan yang diperoleh akan berdampak positif pada perkembangan usaha mereka di masa depan.

Melalui kegiatan PKM ini, diharapkan kelompok usaha di Desa Sirumbia dapat lebih mandiri dan kompetitif dalam mengelola keuangan serta memasarkan produk mereka secara digital.

“Kegiatan ini juga merupakan bagian dari komitmen tim pengabdian masyarakat untuk terus memberdayakan masyarakat desa melalui pendidikan dan pelatihan berbasis teknologi, sehingga mampu menghadapi tantangan ekonomi di era globalisasi,” pungkas Rizki. (rel/adz)

BMC Nilai Paslon Bahar-Syfrizal Paling Tepat Menjawab Tantangan Anak Muda

DEKLARASI: Batubara Milineal Center (BMC) deklarasikan untuk mendukung pasangan calon Baharuddin Siagian, SH, MM-Syafrizal, SE,MAP menjadi Bupati-Wakil Bupati Batubara Periode 2024-2029. .Foto:/Liberti H Haloho/Sumut Pos

BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Puluhan Kaula Muda mudi yang menamakan dirinya, Batubara Milineal Center (BMC) mendeklarasikan diri mendukung Pasangan Calon Baharuddin Siagian, SH, MM-Syafrizal, SE,MAP menjadi Bupati-Wakil Bupati Batubara Periode 2024-2029 pada Pilkada Batubara 2024.

Kordinator Batu Bara Milenial Center ( BMC ) Datuk Lima Puluh Muhammad Hanafi S.sos ditemui Sumut Pos, Jumat (4/9) di Limapuluh, mengatakan deklarasi ini merupakan dukungan para kaula muda yang tergabung dalam Batubara Milineal Center (BMC).

Menurut Muhammad, milenial sangat berperan penting dalam hal pembangunan dan kemajuan daerah khususnya di Kabupaten Batubara.

“Kita lihat hari ini masih banyak yang kurang dari segi pendidikan, pembangunan, ekonomi dan kesehatan,”sebutnya.

Dari tiga Paslon yang maju dalam kontestasi Pilkada Batubara, sebutnya, Pasangan Calon (Paslon) No Urut 2 H Baharuddin Siagian, SH, MSi-Syafrizal,SE,MAP merupakan pasangan yang paling tepat untuk menjawab tantangan dan permasalahan anak muda dan milenial pada hari ini.

“Sehingga anak anak milenial di kabupaten Batubara Bara ini tidak lagi menjadi Objek Politik, Tetapi menjadi Subjek Politik dan terlibat Langsung didalamnya,”terangnya.

Ia juga menilai Paslon Baharuddin Siagian-Syafrizal atau Bahagia Saza miliki jejak rekam yang baik dari beberapa pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Batubara yang ada.

Masih dalam sambutannya mengatakan bahwa di dalam Pilkada Kabupaten Batubara 2024 ini kita harus mendepankan Politik Riang Gembira biar semua masyarakat Kabupaten Batubara menjadi bahagia , dan siap berjuang untuk memenangkan Paslon no 2 Baharuddin dan Safrizal sebagai Bupati dan Wakil Bupati Batubara 2024-2029.(mag-3/han)

Kepala Humas USU: Wartawan Harus Profesional

Kampus USU Jalan dr Mansyur Medan (Dokumen Humas USU)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Universitas Sumatera Utara (USU) berharap wartawan yang bertugas di lapangan dapat melakukan tugas-tugas jurnalistiknya dengan cara-cara yang profesional. Hal itu disampaikan Kepala Kantor Hubungan Masyarakat (Humas), Promosi dan Protokoler USU Amalia Meutia, Sabtu (5/10), saat menanggapi adanya oknum wartawan yang diduga menyalahgunakan profesinya untuk memeras atau menyebarkan berita bohong.

Amalia menegaskan, selama ini hubungan universitas dengan para jurnalis yang bekerja di lingkungan USU terjalin dengan baik, apalagi mereka yang merupakan bagian dari alumni USU, dan media yang memiliki surat tugas resmi untuk melakukan aktivitas jurnalistiknya. Namun, tak dapat dipungkiri di luar itu ada juga wartawan lainnya yang melakukan aktivitas jurnalistiknya.

“Sebagai lembaga publik, kami menghargai kerja para wartawan dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya. Tapi, kami juga menyayangkan, apabila ada oknum yang justru berusaha melakukan upaya-upaya tidak baik, seperti upaya melakukan pemerasan dengan ancaman, dengan menyebarkan berita bohong,” ungkap Amalia.

Karena itu, Amalia menegaskan, pihaknya tidak akan mentolerir perilaku yang demikian. Sebab di samping mencederai profesi wartawan, hal itu juga berdampak buruk bagi citra institusi.

“Baru-baru ini ada oknum wartawan yang mencoba melakukan hal tersebut, jadi saya rasa, bila semakin meresahkan, kami akan pertimbangkan untuk mengambil langkah-langkah lanjutan, seperti ke dewan pers, atau kalau medianya ternyata abal-abal, kami bisa melapor ke pihak berwajib, dengan menunjukkan bukti-bukti percakapan upaya pemerasan,” tegasnya.

USU, menurut Amalia, sangat menghormati profesi jurnalis yang selama ini telah menjadi mitra sangat baik untuk menaikkan reputasi USU di tengah masyarakat. Serta memberikan kritik yang konstruktif dalam rangka membangun iklim dunia pendidikan berkualitas dengan aspek-aspek keterbukaan informasi.

“Hanya saja, jika ada oknum wartawan yang mencoba melakukan upaya-upaya mendeskreditkan USU dengan pemberitaan bohong, USU tidak akan tinggal diam. Apalagi bila sudah sangat meresahkan dan berpotensi merusak citra USU,” jelasnya.

Amalia juga berharap peran aktif Dewan Pers untuk senantiasa melakukan edukasi kepada humas-humas institusi, agar tidak takut melaporkan oknum-oknum wartawan yang mencoba menyalahgunakan profesinya.

“Saya rasa, Dewan Pers juga perlu terus berupaya untuk memberantas oknum wartawan dan media yang berlabel abal-abal,” harapnya.

Dia juga berterima kasih kepada para jurnalis yang selama ini telah bekerja secara profesional. Sebagai sebuah lembaga publik, USU tentu membuka ruang kepada rekan-rekan jurnalis untuk melakukan konfirmasi terkait pemberitaan.

“Kritik yang membangun tentu akan membuat USU menjadi lebih baik ke depan. Dan karya jurnalistik yang mengedepankan profesionalisme akan terus kami dukung sebagai bagian dari Tri Dharma Pendidikan,” kata Amalia lagi.

Masyarakat, imbuh Amalia, juga diharapkan dapat lebih cerdas dalam memilih dan memilah agar tak terjebak dalam penggiringan opini. Apalagi dimuat oleh media yang tidak terverifikasi Dewan Pers dengan jurnalis yang belum bersertifikasi.

“USU selalu berkomitmen untuk menjaga transparansi, integritas, dan akuntabilitas dalam setiap aspek pengelolaanya, demi mendukung visi pendidikan perguruan tinggi yang berkualitas. Terima kasih atas dukungan semua pihak, termasuk jurnalis, yang memahami langkah-langkah kami dalam mempertahankan kredibilitas USU sebagai satu lembaga pendidikan terkemuka di Indonesia,” pungkasnya. (rel/saz)

Tim PKM Polmed Berikan Mesin Pencacah, Fermentasi Pakan, Pupuk Organik, dan Pelatihan Laporan Keuangan kepada Peternak Kambing Lentera Farm

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Dosen Polmed Kembali melakukan pengabdian kepada masyarakat. Kali ini yang menjadi mitra adalah Kelompok Peternak Kambing Lentera Farm yang berada di Tanjung Morawa, Deliserdang.

Dalam pengabdian ini, para dosen Polmed memberikan mesin pencacah, fermentasi pakan, pupuk organik, dan pelatihan laporan keuangan kepada Peternak Kambing Lentera Farm.

Ketua Tim Pengabdian, Rihat Sebayang ST, MT menjelaskan, sebelumnya mereka telah melakukan wawancara dengan Peternak Kambing Lentera Farm. Dari wawancara itu, muncul beberapa permasalahan yang dihadapi para peternak.

Seperti pemberian pakan ternak yang diarit tanpa dicincang, sehingga pakan ternak yang diberikan sering mubazir. Waktu terbuang dengan sia-sia, karena dalam manajemen pemberian yang belum benar. “Hal ini disebabkan karena mitra belum memiliki alat mesin pencincang rumput,” kata Rihat Sebayang melalui pesan tertulisnya, Sabtu (5/10).

Menurut Rihat, para peternak itu tidak memahami dalam hal pemberian pakan ternak kambing yang benar. “Kendala yang sering ditemui jika musim hujan, maka rumput hijau akan melimpah dan pakan ternak mudah untuk dipenuhi,” katanya.

“Namun, pakan hijau tersebut dan akan menjadi terhambat ketika area tumbuhnya tergenang air, sehingga rumput tersebut akan sulit diarit,” imbuhnya.

Dia juga mengungkapkan, pengetahuan para peternak terhadap ilmu manajemen usaha melalui pengolahan pakan ternak produktif dengan fermentasi menggunakan efektif mikroorganisme (EM 4) pada hasil pencincangan untuk meningkatkan bobot daging pada kambing juga masih minim.

“Kelompok Peternak Lentera Farm juga belum memahami dalam proses fermentasi kotoran kambing untuk dapat menghasilkan pupuk organik yang berkualitas dan memiliki nilai jual yang tinggi,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Rihat, selama ini mitra juga belum memahami bagaimana caranya melakukan pembukuan yang benar dan merasa sulit dalam usaha pengembangan bisnisnya.

Melihat permasalahan mitra tersebut, sebut Rihat, tim PKM yang ia ketuai bersama tiga orang anggota yakni Eli Safrida, SE, M.Si, Raya Puspita Sari Hasibuan, SE, M.Si dan Rahmadani, SE, M.Si dengan dibantu lima orang mahasiswa, berinisiatif melakukan pengabdian kepada masyarakat, khususnya peternak Lentera Farm Tanjung Morawa.

Pada kegiatan yang digelar pada Hari Minggu (22/9) itu, mereka memberikan peralatan rancang bangun mesin pencacah rumput kepada Lentera Farm sebagai media pengolahan pakan ternak sebelum dilakukan fermentasi.

“Selama ini,, mitra langsung memberikan pakan ternak tanpa mencincang hasil aritan rumputnya, sehingga rumput yang tidak dimakan kambing akan terbuang sia-sia (mubazir). Untuk itu, tim memberikan pelatihan manajemen pengolahan pakan ternak yang baik sehingga dapat meningkatkan bobot pada kambing,” bebernya.

“Tim juga memberikan pengetahuan kepada mitra proses penggemukan kambing dengan cara rumput yang sudah dicincang lalu dilanjutkan dengan proses fermentasi sehingga akan menghasilkan pakan ternak yang dapat meningkatkan bobot kambing,” imbuhnya lagi.

Selain itu, lanjut Rihat, tim juga memberikan pelatihan kepada mitra terkait pengolahan kotoran hewan (kohe) yang berasal dari kotoran kambing agar menjadi pupuk organik yang bernilai jual tinggi dengan menggunakan Efective Microorganisme (EM4). “Mitra juga diberikan pelatihan tentang pembuatan laporan sederhana berbasis aplikasi yang dapat didownload melalui playstore pada HP mitra,” ungkapnya.

Tim berharap, dengan kegiatan pengabdian yang dibiayai DIPA Politeknik Negeri Medan ini, kesejahteraan kelompok Peternak Kambing Lentera Farm ke depannya akan semakin baik.

Mulyono, seorang anggota Lentera Farm, mengucapkan banyak terima kasih kepada Tim PKM Polmed. “Semoga kegiatan ini dapat dilakukan lagi tahun depan,” harapnya. (adz)

Zeira Salim Ritonga Sosialisasi Rancangan Perda Provinsi Sumut di Desa Kampung Pajak

SOSIALISASI: Anggota DPRD Sumut Zeira Salim Ritonga, SE menggelar sosialisasi Perda tentang ketentraman masyarakat dan ketertiban umum. FOTO: INDRA/SUMUT POS

LABURA, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Sumut Zeira Salim Ritonga, SE menggelar sosialisasi rancangan peraturan daerah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tentang ketentraman masyarakat dan ketertiban umum.

Sosialisasi tersebut dilaksanakan di Desa Kampung Pajak, Kecamatan NA IX-X, Kabupaten Labuhan batu Utara (Labura) Jumat (4/10/2024) sore.

Kegiatan tersebut dihadiri lebih kurang seratusan peserta yang sebagian besar terdiri dari kaum emak – emak. Hadir juga Kepala Desa Kampung Pajak Dahrul Tanjung.

Dalam sambutannya, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menerangkan masyarakat harus mengetahui apa itu tentang ketentraman masyarakat dan ketertiban umum.

Ia berharap, menjelang ajang pemilihan kepala daerah (Pilkada ) baik itu Gubernur maupun Bupati, masyarakat jangan berselisih paham dengan dukungannya masing- masing.

“Jangan karena beda pilihan kita jadi terpecah belah cukuplah sampai disitu, jagalah silaturahim ini, karena silaturahim itu sampai akhir hayat kita”, ucap anggota Dewan tersebut .

Kata sambutan juga disampaikan tokoh masyarakat setempat H. Tua Matondang dan Kepala Desa Dahrul Tanjung.

Ke- dua tokoh itu mengucapkan terima kasih kepada Zeira Salim Ritonga dapat hadir di Desa Kampung Pajak , untuk melakukan sosialisasi Ranperda tentang Ketentraman Masyarakat dan Ketertiban Umum bagi masyarakat .(Ind/han)

Eks Pemain Timnas Indonesia U-20 Ditangkap Terkait Kasus Dugaan Korupsi UINSU Tuntungan

DITANGKAP: Mantan pemain Timnas Indonesia U-20, IR (tengah), saat ditangkap di Kota Tangerang, Banten. (Cabjari Pancurbatu/Sumut Pos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Eks pemain Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-20 tahun 2005 berinisial IR ditangkap tim kejaksaan di Kota Tangerang, Banten. Dia ditangkap terkait kasus dugaan korupsi rehabilitasi tembok pagar dan pembangunan gapura Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Tuntungan TA 2020.

Kepala Cabjari Deliserdang di Pancurbatu, Yus Iman Mawardin Harefa mengatakan, dalam melakukan penangkapan itu pihaknya dibantu oleh Tim Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangerang Selatan (Tangsel).

“Kami dibantu Tim Intelijen Kejari Tangsel mengamankan penyedia pekerjaan pembuatan gapura UINSU atas nama IR,” katanya, Jumat (4/10) sore.

Lebih lanjut, kata dia, setelah melakukan serangkaian pemeriksaan sebagai saksi di Kejari Tangsel, IR ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan.

IR yang juga mantan pemain sepak bola Arema Malang (sekarang Arema FC) dan PSDS Deliserdang itu ditangkap di kediamannya saat tengah bersantai.

“(Tersangka) mantan (pemain) Timnas sepak bola (Indonesia). (Ditangkap saat) sedang santai di rumahnya di Tangerang, kita bawa langsung di Kejari Tangsel untuk diperiksa,” jelasnya.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, kini pihaknya membawa tersangka menuju Kota Medan untuk diproses lebih lanjut. Menurutnya, saat dilakukan penangkapan, tersangka kooperatif atau tidak ada melakukan perlawanan.

“Tidak ada (perlawanan saat ditangkap), kooperatif. Sekarang kami di Bandara Soekarno–Hatta menuju Bandara Kualanamu,” sebutnya.

Dalam kasus ini, IR merupakan tersangka baru. Sebelumnya Jaksa telah menetapkan lima tersangka yang kini telah menjadi terdakwa. Sebab, kelimanya saat ini sedang diadili di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan.

Kelima terdakwa yang dimaksud di antaranya, yaitu Zainul Fuad (57) sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Irwansyah (54) sebagai Agen Pengadaan Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ).

Kemudian, ada Surbakti (46) sebagai Konsultan Perencana dan Pengawas, Mulyadi (40) sebagai pelaksana pekerjaan rehabilitasi pagar, dan Muhammad Yusuf (39) sebagai seseorang yang menyiapkan perusahaan Konsultan Pengawas dan Perencana untuk kedua pekerjaan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa kelimanya telah melakukan korupsi secara bersama-sama yang mengakibatkan keuangan negara merugi sebesar Rp795 juta lebih. (man/han)

Telkomsel Sukses Uji Coba Teknologi Biometrik di GraPARI, Dukung Kebijakan Kominfo dalam Peningkatan Keamanan Data Pribadi Pelanggan

Telkomsel menjadi salah satu pelopor inovasi layanan registrasi kartu Prabayar menggunakan teknologi biometrik pengenalan wajah yang dirancang untuk meningkatkan keamanan dan akurasi saat pelanggan melakukan registrasi kartu melalui MyGraPARI dan GraPARI Online.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sebagai penyedia layanan telekomunikasi digital terpercaya di Indonesia, Telkomsel terus berinovasi untuk menghadirkan solusi teknologi terkini untuk memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh pelanggan. Dalam rangka upaya mendukung kebijakan pemerintah dan memperkuat keamanan serta akurasi proses registrasi kartu SIM prabayar, Telkomsel menjadi salah satu pelopor dalam melaksanakan uji coba teknologi biometrik pengenalan wajah (face recognition).

Teknologi ini diterapkan untuk memfasilitasi proses registrasi kartu prabayar dan ganti kartu melalui mesin layanan mandiri Telkomsel, MyGraPARI dan GraPARI Online (https://graparionline.telkomsel.com/home), menghadirkan layanan yang lebih aman, cepat, dan efisien bagi pelanggan.

Langkah ini sejalan dengan komitmen Telkomsel untuk menghadirkan solusi teknologi terkini yang tidak hanya mempermudah dan mempercepat proses validasi pelanggan, tetapi juga memperkuat perlindungan data pribadi. Telkomsel sendiri sejak peluncuran MyGraPARI pada 2015 secara bertahap telah menerapkan teknologi scan eKTP dan fingerprint untuk validasi identitas pelanggan dalam melakukan penggantian kartu SIM secara cepat, akurat, dan mudah.

Teknologi biometrik pengenalan wajah diharapkan dapat melengkapi metode validasi yang telah ada, seperti penggunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Kartu Keluarga (KK), sehingga menghadirkan pengalaman registrasi yang lebih aman, cepat, dan nyaman.

Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Wayan Toni Supriyanto, turut hadir dalam acara ini dan menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif dan kesiapan Telkomsel dalam menerapkan teknologi biometrik pengenalan wajah untuk proses registrasi kartu Prabayar. “Setiap penyelenggara jasa telekomunikasi diwajibkan untuk menerapkan prinsip Know Your Customer (KYC) guna memastikan perlindungan data pribadi pelanggan.

Melalui teknologi biometrik face recognition, kami berharap tantangan terkait validasi identitas dapat teratasi secara efektif. Kami juga sangat berharap bahwa seluruh penyelenggara jasa telekomunikasi dapat melaksanakan kewajiban ini dengan sebaik-baiknya. Sebagai regulator,  kami mengapresiasi langkah Telkomsel yang telah mematuhi dan menjalankan peraturan ini dengan penuh komitmen dan tanggung jawab, demi terciptanya ekosistem telekomunikasi yang lebih aman dan terpercaya,” jelas Wayan Toni.

Direktur Sales Telkomsel, Adiwinahyu Basuki Sigit mengatakan, “Telkomsel bangga menjadi salah satu pelopor dalam gelaran uji coba registrasi kartu Prabayar menggunakan teknologi biometrik pengenalan wajah (face recognition). Inovasi ini sejalan dengan visi dan misi Telkomsel untuk terus menghadirkan konektivitas, layanan dan solusi yang inovatif dan unggul serta mengutamakan kemudahan, kenyamanan, dan keamanan bagi seluruh pelanggan.

Teknologi biometrik ini tidak hanya memudahkan proses registrasi, tetapi juga mendukung penerapan standar Know Your Customer (KYC)  yang diterapkan operator telekomunikasi untuk memastikan validitas data pelanggan serta mengurangi risiko penipuan dan penyalahgunaan identitas pelanggan yang kerap terjadi di era digital saat ini.”

Uji coba teknologi ini diimplementasikan di GraPARI Online dan MyGraPARI, di mana pelanggan dapat melakukan registrasi kartu prabayar dan ganti kartu dengan lebih mudah dan aman melalui proses yang telah terjamin keakuratannya. Teknologi biometrik pengenalan wajah (face recognition) ini bekerja dengan cara memverifikasi identitas pelanggan melalui pemindaian wajah yang dicocokkan dengan data kependudukan yang ada di Dukcapil, memastikan bahwa pelanggan yang mendaftar merupakan pemilik identitas yang sah.

Telkomsel berkomitmen untuk menjaga integritas dan keamanan data pribadi pelanggan sebagai bagian dari penerapan tata kelola perusahaan yang baik Good Corporate Governance (GCG) serta implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang senantiasa menjadi pedoman utama dalam menjalankan bisnisnya secara berkelanjutan.

Telkomsel juga terus berupaya untuk menghadirkan pelayanan terbaik bagi seluruh pelanggan melalui adopsi teknologi terkini yang mampu meningkatkan pengalaman dan kenyamanan pelanggan.

Komitmen tersebut diwujudkan tidak hanya melalui inovasi seperti MyGraPARI dan GraPARI Online yang memungkinkan pelanggan untuk melakukan berbagai transaksi secara mandiri, seperti registrasi kartu, ganti kartu, dan pembayaran tagihan, dengan lebih cepat dan praktis, kehadiran Asisten Virtual Veronika yang dilengkapi dengan teknologi AI turut memperkaya pengalaman digital pelanggan, memberikan kemudahan akses layanan kapan saja dan di mana saja. Melalui solusi berbasis teknologi ini, Telkomsel terus memastikan bahwa setiap pelanggan mendapatkan layanan yang lebih personal, responsif, dan akurat.

“Melalui penerapan teknologi biometrik pengenalan wajah, Telkomsel optimis bahwa inovasi ini akan semakin meningkatkan akurasi dalam proses registrasi kartu SIM serta secara efektif mencegah penyalahgunaan data pelanggan, termasuk dalam berbagai modus penipuan dan aktivitas ilegal, seperti judi online.

Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Telkomsel untuk menciptakan ekosistem telekomunikasi yang lebih aman, terpercaya, terlindungi bagi seluruh masyarakat Indonesia. Ke depannya, melalui implementasi ragam teknologi terkini, kami berharap dapat berperan aktif dalam mendukung keamanan data pelanggan dan meminimalkan risiko kejahatan digital,” tutup Sigit. (rel)

PLN UP3 Sibolga Tingkatkan Keandalan Listrik

Manager PLN UP3 Sibolga, Dwita Aswiyanti Syafitri memimpin briefing sebelum pekerjaan dimulai, pada Kamis (3/10).

SIBOLGA, SUMUTPOS.CO – PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sibolga terus berkomitmen untuk mempermudah akses listrik bagi masyarakat serta meningkatkan keandalan jaringan di wilayah Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, pada Kamis (3/10/2024), PLN ULP Sibolga Kota sukses melaksanakan Pemeliharaan Pekerjaan Sisip Tiang HUTM (Jaringan Tegangan Menengah) guna memastikan pasokan listrik yang stabil dan andal.

Pemeliharaan ini meliputi beberapa pekerjaan teknis, seperti penggantian tiang HUTM dengan tiang baru berukuran 12 meter berkontruksi C1/C1, penggantian 9 buah pin isolator yang mengalami flash over, serta pembenahan kabel jaringan tegangan rendah sebanyak 2 plong.

Total ada 12 personel teknis dan 5 pegawai pengawas yang terlibat dalam pekerjaan ini, termasuk pengawas K3, dengan tetap mengedepankan prosedur keselamatan kerja yang ketat. Keselamatan kerja menjadi prioritas utama dalam seluruh operasional PLN, guna memastikan tidak hanya keberhasilan pekerjaan, tetapi juga kesehatan dan keselamatan para petugas di lapangan.

“PLN UP3 Sibolga terus berupaya untuk meningkatkan kepuasan pelanggan di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga dengan menjaga keandalan jaringan. Pemeliharaan Pekerjaan Sisip Tiang ini adalah bagian dari perencanaan kami untuk memastikan kualitas layanan kelistrikan yang optimal bagi masyarakat,” ujar Dwita Aswiyanti Syafitri, Manager UP3 Sibolga.

Ia juga menambahkan bahwa PLN akan terus berupaya memberikan kontribusi yang signifikan dalam melayani kebutuhan listrik masyarakat, dengan tetap mengutamakan K3 sebagai prinsip dasar operasional di lapangan. “Pekerjaan kami tidak hanya fokus pada hasil akhir, tetapi juga memastikan seluruh petugas berangkat sehat dan pulang dalam kondisi sehat tanpa kecelakaan kerja,” jelas Dwita.

Menanggapi keberhasilan ini, General Manager PLN UID Sumatera Utara, Saleh Siswanto, menyoroti pentingnya kolaborasi sebagai salah satu nilai AKHLAK BUMN yang dijunjung tinggi oleh PLN.

“Kolaborasi yang kuat antara tim di lapangan, pengawas, serta dukungan penuh dari seluruh pihak terkait sangat penting untuk memastikan bahwa pekerjaan dilakukan dengan optimal dan selamat. Kami bangga dengan kinerja tim yang terus menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat, sekaligus menjunjung tinggi prinsip-prinsip keselamatan,” ujar Saleh.

Melalui pemeliharaan jaringan yang terencana dan terukur, PLN tidak hanya berkomitmen untuk memberikan pasokan listrik yang andal, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung perkembangan infrastruktur kelistrikan yang lebih aman dan efisien bagi masyarakat. (ila)