Home Blog Page 480

Asah Kemampuan Digitalisasi, Tim PKM Polmed Latih Guru SMK PAB 2 Helvetia Membuat Game Menggunakan Unity

Tim PKM Polmed foto bersama guru-guru SMK PAB 2 Helvetia usai pelatihan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam upaya meningkatkan kompetensi guru-guru di bidang teknologi kreatif, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Medan (Polmed) menggelar pelatihan penggunaan aplikasi Unity untuk membuat game.

Pelatihan ini dilaksanakan di SMK PAB 2 Helvetia Medan, yang memiliki konsentrasi Game dalam salah satu kejuruannya, Sabtu (28/9/2024) mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Peserta pelatihan, yang terdiri dari para guru SMK PAB 2 Helvetia, mengikuti workshop ini dengan antusias.

“Dalam era teknologi yang semakin berkembang pesat, game telah menjadi salah satu media edukasi yang efektif, dan pelatihan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan kepada guru dalam mengintegrasikan unsur pembelajaran melalui game,” kata Ketua Tim PKM Friendly, S.T., M.T., didampingi anggota Harizahayu, M.Sc., Zakaria Sembiring, M.Sc. dan Rahmat Widia Sembiring M.Sc, Phd.

Menurut Friendly, pelatihan ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman lebih mendalam tentang pembuatan game berbasis 2D dan 3D. “Diharapkan pelatihan ini dapat menjadi bekal bagi para guru untuk menerapkannya dalam proses belajar-mengajar di sekolah,” harapnya.

Pada pelatihan ini, lanjut Friendly, guru-guru mendapatkan bimbingan langsung tentang bagaimana menggunakan Unity, sebuah platform yang sudah banyak dikenal dalam pengembangan game baik skala kecil maupun besar.

“Penggunaan Unity dipilih, karena popularitas dan fleksibilitasnya dalam mendukung berbagai jenis platform, mulai dari desktop hingga mobile, sehingga dapat dimanfaatkan dalam pembuatan game edukasi berbasis 2D dan 3D,” terangnya.

Para peserta diperkenalkan pada dasar-dasar pemrograman yang diperlukan untuk membangun lingkungan game, termasuk pengenalan fitur-fitur utama Unity seperti animasi karakter, pemrograman interaksi, dan pengaturan antarmuka pengguna.

Setiap materi yang disampaikan didukung dengan contoh nyata pembuatan game sederhana yang dapat diaplikasikan ke dalam proses pembelajaran, seperti game kuis, simulasi, hingga permainan berbasis fisika.

Sekolah SMK PAB 2 Helvetia Medan yang berlokasi di Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara ini, menurut Friendly, sangat terbuka dan mendukung penuh inisiatif ini, karena mereka melihat potensi besar pengembangan game dalam menarik minat siswa serta memperdalam pembelajaran.

Setelah pelatihan berlangsung dengan sukses, tahap evaluasi dilakukan dengan cara yang unik. Para guru diberi kesempatan untuk menerapkan materi yang telah mereka pelajari dalam pembuatan proyek game sederhana yang kemudian diterapkan kepada siswa.

“Evaluasi utama dari pelatihan ini dilakukan dengan menilai hasil karya siswa yang dihasilkan setelah guru-guru tersebut mengajarkan konsep-konsep pembuatan game yang mereka peroleh. Hasil karya siswa tersebut menunjukkan kemajuan signifikan dalam hal kreativitas dan pemahaman mereka akan dunia pemrograman dan pengembangan game,” ungkapnya.

Hal ini membuktikan bahwa pelatihan semacam ini tidak hanya meningkatkan kemampuan guru, tetapi juga membawa dampak positif langsung bagi siswa, yang kini lebih antusias dan termotivasi dalam belajar melalui metode yang lebih interaktif. “Workshop ini diharapkan akan menjadi langkah awal dari serangkaian pelatihan lainnya yang bertujuan untuk mengintegrasikan teknologi kreatif dalam pendidikan di SMK PAB 2 Helvetia Medan,” pungkasnya. (adz)

Kejari Binjai Sempat Sita Aset, Terpidana Korupsi Baru Bayar Uang Pengganti

Intelijen Kejari Binjai/Sumut Pos DIGIRING: Juanda Prastowo, terpidana korupsi Dishub Binjai saat digiring usai diciduk Tim Satgas Intelijen Reformasi Inovasi Kejagung.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Negeri Binjai akhirnya menerima uang pengganti dari terpidana korupsi atas nama Juanda Prastowo. Uang pengganti yang diterima Korps Adhyaksa usai penyidik melakukan penyitaan terhadap aset berupa gudang terpidana di Kelurahan Cengkeh Turi, Binjai Utara, Kamis (3/10/2024) siang.

“Awalnya tidak kooperatif (terpidana), tidak mau membayar. Jadi, kita lakukan langkah-langkah hukum yaitu melaksanakan sita eksekusi. Setelah kita lakukan pencarian terhadap harta bendanya, kita temukan gudang atas nama yang bersangkutan,” ujar Kajari Binjai, Jufri ketika dikonfirmasi usai pemusnahan barang bukti, Jum’at (4/10/2024).

Jufri menjelaskan, Juanda Prastowo, terpidana korupsi pada Dinas Perhubungan Kota Binjai akhirnya membayar uang pengganti senilai Rp353.166.850 usai penyidik menyita asetnya. Menurut Jufri, Korps Adhyaksa diberi kewajiban untuk mencari harta benda terpidana dan melakukan penyitaan.

Setelah dilakukan pelacakan, Kejari Binjai menemukan harta terpidana berupa gudang yang kemudian dilakukan penyitaan.

“Nah setelah kita sita eksekusi, terpidana melalui penasehat hukumnya mengembalikan kerugian negara tersebut,” kata Jufri.

Penyetoran uang pengganti yang dilakukan Juanda Prastowo menjadi bentuk pemulihan kerugian keuangan negara dari perkara tindak pidana korupsi pada Dishub Binjai tahun 2021 oleh Kejari Binjai.

“Kerugian negara sudah lunas, tinggal nanti denda yang belum dibayar,” pungkasnya.

Dalam putusan kasasi yang dijatuhkan kepada Juanda, terpidana korupsi yang merupakan mantan Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Perhubungan Kota Binjai dijatuhkan pidana selama 4 tahun kurungan penjara. Selain itu, Juanda juga dijatuhi denda Rp100 juta subsider 3 bulan kurungan penjara.

Juanda Prastowo, buronan Kejaksaan Negeri Binjai akhirnya diciduk Tim Satuan Tugas Intelijen Reformasi Inovasi Kejaksaan Agung yang bekerjasama dengan Intelijen Kejaksaan Negeri Binjai, Selasa (30/7/2024) pukul 18.00 WIB. (ted/han)

Akibat Sering Nonton Pornografi, Seorang Ayah Tega Setubuhi Putri Kandungnya

DITANGKAP. Tersangka MS (34) saat ditangkap Satreskrim Polres Dairi.Istimewa.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Resor Dairi (Polres) menangkap pria berinisial MS(34) pelaku persetubuhan terhadap putri kandungnya berinisial, A(12).

Kapolres Dairi AKBP Agus Bahari melalui Kasat Reskrim AKP Meetson Sitepu, Jumat (4/10/2024) menyampaikan, pengungkapan kasus itu saat korban di bawa bibinya kerumah Kepala Desa.

“Dirumah Kades, bibi korban memberitahu kepada ibu korban bahwa putrinya disetubuhi MS. Kemudian, Ibu korban langsung menanyakan ke korban, dan korban pun mengaku sudah disetubuhi ayahnya itu,”papar Kasat Reskirim.

Selanjutnya, Ibu korban melaporkan kejadian dimaksud ke Polres Dairi. AKP Meetson mengatakan, setelah menerima hasil pemeriksaan dan visum dari rumahsakit, penyidik langsung menetapkan MS sebagai tersangka dan ditangkap.

Pengakuan tersangka, aksi bejat itu dilakukanya di perladangan dan rumah. Pelaku mengaku, hawa nafsunya timbul saat korban sering keluar tanpa busana setelah selesai mandi.

“Tersangka juga kerap menonton film porno, sehingga hal tersebut membuat hawa nafsunya semakin bertambah, ” jelasnya.

Atas perbuatanya, tersangka dijerat pasal 76D Jo pasal 81 Ayat (1), (3) Jo pasal 76E Jo Pasal 82ayat(1),(2) dari undang-undang Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 1 gahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun, dan ditambah sepertiga dari ancaman hukuman, mengingat tersangka MS adalah ayah kandung dari korban, pungkasnya. (rud).

Kejari Binjai Musnahkan Barang Bukti, Didominasi Perkara Narkotika

BELENDER: Kajari Binjai, Jufri (tengah) saat blender narkotika jenis sabu.(Teddy Akbari/Sumut Pos)

BINJAI , SUMUTPOS.CO- Kejaksaan Negeri Binjai memusnahkan barang bukti (BB) yang telah berkekuatan hukum tetap, Jum’at (4/10/2024). BB yang dimusnahkan berasal dari 122 perkara dan dari jumlah ini, narkotika yang mendominasi.

Kajari Binjai, Jufri menjelaskan, pemusnahan BB ini merupakan langkah atau tahapan dalam pelaksanaan sebuah putusan pengadilan.

“Ini merupakan eksekusi terhadap barang bukti, putusan majelis hakim dimusnahkan. Kalau dirampas negara, koordinasi kepada KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang),” kata Jufri.

Pemusnahan BB dilakukan turut mengundang unsur forkopimda. Sebab, kata Jufri, tidak boleh dilakukan secara internal saja yang tentunya dapat menimbulkan kecurigaan.

Jufri menambahkan, 122 perkara berasal dari kurun waktu Februari sampai September 2024. Rinciannya, narkotika ada 110 perkara, orang dan harta benda ada 7 perkara, keamanan dan ketertiban umum ada 5 perkara dan lainnya.

Adapun narkotika yang dimusnahkan yakni, Sabu 760,18 gram, pil ekstasi 5.102 butir, ganja 8744,84 gram yang berasal dari 110 perkara dan 2 senjata api. “Ini adalah pemusnahan kedua di tahun ini dan Insya Allah akan dilaksanakan pemusnahan di akhir tahun, sekali lagi,” sambung Jufri.

Dia juga mengakui, perkara narkotika tetap yang mendominasi dalam pemusnahan tersebut. Bahkan, jumlah barang bukti yang dimusnahkan pun cukup signifikan.

“Dan juga ada 2 senjata api yang dimusnahkan dalam perkara UU Darurat. Pemusnahan ini dalam wujud pertanggungjawaban kita kepada publik bahwa kejaksaan tidak main main dalam menangani setiap perkara,” bebernya.

Barang bukti narkotika yang dimusnahkan terlihat dalam keadaan tersegel. Menurut Jufri, hal tersebut menunjukkan sikap Korps Adhyaksa dalam menangani perkara tindak pidana.

“Kejaksaan sebagai eksekutor, tentu akan melaksanakan tugas ini secara profesional, akuntable dan terbuka,” pungkasnya. (ted/han)

Bawaslu Sumut Gandeng Publik Laporkan Praktek Politik Uang

RAPAT: Kordinator Divisi Humas Bawaslu Sumut Saut Boangmanalu saat membuka Rapat Dalam Kantor (RDK) sesi pertama Bawaslu Sumut yang dilaksanakan di Sekretariat Bawaslu Toba, Selasa (01/10/2024). FOTO: ISTIMEWA/SUMUT POS

TOBA, SUMUTPOS.CO – Guna mencegah terjadinya politik uang dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2024 Bawaslu Sumut terus gencarkan gerakan Lawan Politik Uang dengan melaporkan ke Bawaslu setiap potensi yang ada.

Hal itu dikatakan oleh Kordinator Divisi Humas Bawaslu Sumut Saut Boangmanalu saat membuka Rapat Dalam Kantor (RDK) sesi pertama Bawaslu Sumut yang dilaksanakan di Sekretariat Bawaslu Toba, Selasa (1/10/2024).

“Kami akan terus menyisir setiap jengkal kekuatan rakyat, kekuatan publik untuk bersama Bawaslu mencegah pergerakan politik uang pada Pemilihan Serentak 2024. Hari ini dari tempat ini kita yang berada dalam forum ini oraganisasi pemuda, pemilih pemuda, insan per, para tokoh agama dan masyarakat kita mulai aksi cegah dan lapor setiap potensi politik uang dilingkungan kita masing-masing. Rangkul semua saudara dan tetangga untuk ikut serta”, ucap Saut.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Bidang Organisasi dan Kerja Sama Komunitas Penyuluh Antikorupsi (KOMPAK) Sumatra Utara Hendrik Sitanggang menyarankan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatra Utara bersama Komisi Pemberantasan Korupsi hendaknya mengedepankan pencegahan.

“Bawaslu bersama dengan KPK mengedepankan pencegahan dalam membangun optimis melawan politik uang. Selama ini Bawaslupun sudah kelihatan menindak dan mencegah melalui Gerakan Tolak Politik Uang (Getolpun),” ucap Hendrik.

Dia menambahkan media sebagai corong informasi dan komunikasi berperan untuk mengedukasi masyarakat.

“Tolak ikut sebarkan pemberitaan ujaran kebencian. Dengan sistem yang baik pemilu diharapkan tetap terjaga,” tegasnya.

Senada dengan Hendrik, Koordinator Divisi Humas dan Data Informasi Bawaslu Sumut Saut Boangmanalu mengatakan untuk memberantas politik uang hendaknya juga harus mengedepankan pencegahan.

“Bawaslu butuh tim sukses yang bersih dan masyarakat untuk ikut memberantas politik uang. Bawaslu harus tetap optimis, terus tetap melangkah ke depan. Masyarakat yang menerima politik uang biasanya karena faktor kebutuhan hidup,” ungkapnya.

Anggota Bawaslu Toba Thomson Manurung menambahkan untuk menyukseskan Pilkada serentak dia mengajak seluruh elemen masyarakat agar berperan serta mengawasi pemilu.

“Ambil hak pilih sebagai warga negara Indonesia. Bawaslu mengajak masyarakat menysukseskan pemilu. Pemilih pemula berperan untuk berhak memilih dan menolak politik uang. Politik uang merupakan ancaman atau perusak demokrasi,” ucap Thomson.(san)

Korupsi Alih Fungsi Hutan Tele, Mantan Camat Harian Dituntut Jaksa 2 Tahun Penjara

TUNTUTAN: Eks Camat Harian, Waston Simbolon menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Medan, Jumat (4/10). FOTO: AGUSMAN/SUMUT POS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mantan Camat Harian, Waston Simbolon dituntut jaksa 2 tahun penjara. Dia dinilai terbukti atas kasus korupsi alih fungsi hutan Tele, untuk pembukaan lahan pemukiman dan pertanian di Desa Partungko Naginjang, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ahmad Hawali dalam nota tuntutannta, perbuatan Waston dinilai melanggar Pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah menjadi UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Menuntut, menjatuhkan pidana kepada terdakwa Waston Simbolon oleh karena itu dengan pidana penjara selama 2 tahun,” tegas JPU dalam sidang di ruang Cakra 7 Pengadilan Tipikor Medan, Jumat (4/10).

Jaksa juga menuntut Waston untuk membayar denda sebesar Rp100 juta. Dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan.

Menurut JPU, hal-hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam melestarikan hutan lindung. “Hal-hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum dan terdakwa mengakui perbuatannya,” kata JPU.

Setelah mendengarkan tuntutan, majelis hakim diketuai As’ad Rahim Lubis, menunda persidangan hingga pekan depan, dengan agenda pembacaan nota pembelaan (pledoi) dari terdakwa.

Diketahui, perkara yang menyeret Waston ini merupakan hasil pengembangan dari perkara yang menjerat mantan Bupati Samosir, Mangindar Simbolon, sebelumnya.

Akibat perbuatan korupsi secara bersama-sama tersebut, keuangan negara mengalami kerugian sebesar Rp32.740.000.000, berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumut. (man/han)

6 Langkah Mengatasi Genteng Bocor, Ini Tipsnya!

SUMUTPOS.CO – Genteng bocor akan menjadi masalah serius, terutama saat musim hujan. Bila dibiarkan dalam jangka waktu lama, genteng bocor akan membuat bagian atap rumah menjadi rusak. Genteng bocor juga membuat para penghuni rumah menjadi tidak nyaman dan terganggu. Selain itu, tetesan airnya juga dapat merusak furniture hingga kondisi rumah.

Nah, untuk mengatasi genteng yang bocor ada beberapa cara efektif yang bisa Anda lakukan. Berikut ini ulasannya:

1. Pengecekan Secara Rutin
Sebelum rumah Anda kebanjiran karena genteng bocor, sebaiknya Anda melakukan pengecekan secara rutin pada genteng Anda secara menyeluruh. Fokuskan pada titik-titik rawan seperti sambungan, sudut, dan talang air.

2. Ganti Genteng yang Rusak
Solusi genteng bocor yang pertama adalah dengan mengganti genteng yang sudah retak atau rusak.

3. Lapisi Genteng dengan Semen
Selain menggunakan waterproofing, cara mengatasi genteng bocor berikutnya adalah dengan semen. Utamanya, bila retaknya agak besar, maka semen bisa jadi opsi terbaik.

4.Ganti Jenis Genteng
Solusi genteng bocor yang terakhir adalah dengan mengganti seluruh bagian genteng di rumah.

5. Penambahan Ventilasi Udara
Pastikan rumah memiliki ventilasi udara yang cukup untuk menghindari kelembaban berlebih di dalam atap. Sirkulasi udara yang baik dapat mencegah terbentuknya kondensasi.

6. Renovasi Konstruksi Atap
Jika kebocoran disebabkan oleh konstruksi atap yang tidak kuat, pertimbangkan untuk merenovasi. Jadi sebaiknya lakukan renovasi menggunakan material yang lebih tahan lama.

Setelah Anda mengetahui beberapa cara mengatasi genteng bocor, sebaik melakukan perawatan pada bagian atap serta bagian rumah yang lain, agar bangunan rumah selalu dalam kondisi yang bagus.(bbs/han)

PLN UP3 Padangsidimpuan Dorong Industri Minyak Kelapa Sawit Gunakan Listrik PLN

Petugas penyambungan PLN UP3 Padangsidimpuan, memastikan trafo distribusi yang terpasang telah siap dipergunakan penyambungan permohonan pasang baru PT. Karya Agung Sawita (PT. KAS) dengan daya 240 KVA, pada Kamis (03/10).

Padangsidimpuan – PLN UP3 Padangsidimpuan berhasil mendukung penggunaan energi ramah lingkungan dengan melakukan penyambungan Pasang Baru untuk pelanggan Tegangan Menengah (TM) PT Karya Agung Sawita (PT KAS) dengan daya 240 KVA, pada Kamis (04/10). PT. KAS, yang merupakan pabrik pengolahan kelapa sawit yang berlokasi di Desa Hutaraja Lama, Kecamatan Sosa, Kabupaten Padang Lawas, kini dapat beroperasi menggunakan listrik PLN yang lebih bersih dan efisien.

Penyambungan listrik ini merupakan bagian dari upaya PLN dalam mengurangi ketergantungan pada genset berbahan bakar fosil yang sebelumnya digunakan oleh PT. KAS. Langkah ini merupakan kontribusi PLN dalam mendukung energi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Suardi selaku manager teknik PT. Karya Agung Sawita menyampaikan apresiasinya terhadap pelayanan PLN.

“Kami bersyukur PLN telah memasang listrik di tempat usaha kami. Alhamdulillah, listrik langsung menyala, dan besok kami bisa beroperasi. Terima kasih kepada PLN,” ujar Suardi.

Sebelumnya, pabrik tersebut mengandalkan genset berbahan bakar solar untuk operasional sehari-hari. “Sebelumnya, kami harus menyediakan solar dalam jumlah besar, yang ketersediaannya pun sering kali terbatas. Selain itu, biaya pemeliharaan genset, oli, dan sparepart, serta pembayaran operator genset cukup tinggi. Dengan listrik PLN, kini operasional menjadi lebih praktis, bersih, dan efisien,” ujarnya.

Manajer PLN UP3 Padangsidimpuan, Yessi Indra, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya mendukung penggunaan energi bersih, tetapi juga membantu menekan biaya operasional pabrik.

“Dengan beralih dari genset berbahan bakar fosil ke listrik PLN, kami mendukung terciptanya lingkungan yang bebas emisi, bersih, dan hijau. Penggunaan listrik lebih menguntungkan dibandingkan genset yang memerlukan solar dan mengeluarkan emisi yang tidak ramah lingkungan,” jelasnya.

General Manager PLN UID Sumatera Utara, Saleh Siswanto, menambahkan bahwa program ini merupakan implementasi dari nilai AKHLAK BUMN, khususnya dalam hal kolaborasi.

“Kolaborasi dengan para pelanggan industri seperti PT Karya Agung Sawita adalah wujud nyata dari upaya bersama menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan efisien. Kami berharap langkah ini dapat menjadi contoh bagi industri lain untuk beralih ke energi yang lebih bersih,” pungkas Saleh Siswanto. (ila)

BP3MI Gelar FGD Peluang Kerja Skema Penempatan di Jepang

FGD: BP3MI Sumut saat menggelar kegiatan FGD, di Ballroom I Hotel Emerald Garden Medan, Kamis (3/10). Sumut Pos/Dokumen Pribadi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Sumatera Utara (BP3MI Sumut) menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) peluang kerja keluar negeri skema penempatan P to P Negara Jepang, di Ballroom I Hotel Emerald Garden Medan, Kamis (3/10).

Dalam acara tersebut, BP3MI Sumut juga mengundang langsung, Atase Tenaga Kerja dari Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia, Tanaka Ittetsu sebagai narasumber utama dalam kegiatan itu.

Turut hadir, Pengantar Kerja Ahli Muda, Viktor Fernando Parulian selaku perwakilan Direktorat Penempatan non Pemerintah Kawasan Asia Afrika BP2MI. Dan juga Perwakilan P3MI yang ada di wilayah Sumut sebanyak 75 orang.

Kepala BP3MI Sumut, Harold Hamonangan dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini merupakan kesempatan yang berharga karena pada forum diskusi ini, diharapkan P3MI mendapatkan pencerahan dan memperluas wawasan terkait skema penempatan P to P ke Negara Jepang melalui perusahaan-perusahaan pelaksana penempatan PMI (P3MI) yang ada di wilayah Sumut.

Sementara itu, Atase Tenaga Kerja dari Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia, Tanaka Ittetsu mengatakan, peluang kerja khususnya ke Negara Jepang merupakan proses penempatan skema P to P akan melibatkan peran agensi penempatan di Indonesia yang disebut P3MI agensi penempatan di Jepang.

“P3MI merupakan lembaga yang telah memiliki izin atau lisensi resmi untuk melaksanakan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke luar negeri, sedangkan JEPSP merupakan lembaga yang telah memiliki izin atau lisensi resmi dari Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang, untuk melaksanakan penempatan tenaga kerja asing di Jepang,” katanya.

Adapun, lanjutnya, pembukaan skema P to P ini sekaligus menjawab kebutuhan dari Organisasi Pemberi Kerja Jepang (Japanese Accepting Organization/JAO) dan PMI terhadap jasa perusahaan penempatan. “Dengan demikian, diharapkan jumlah penempatan PMI sebagai SSW ke Jepang dapat meningkat,” imbuhnya.

Perwakilan Direktorat Penempatan non Pemerintah Kawasan Asia Afrika BP2MI, Viktor Fernando Parulian memaparkan, bahwa peran BP2MI sesuai dengan amanat Undang-Undang (UU) Nomor 18 tahun 2017. “Disampaikan kepada para perwakilan P3MI di wilayah Sumut untuk melihat peluang kerja ke negara Jepang melalui skema P to P,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan zoom meeting bersama Second Secretary of Protocol and Consular Affairs of Indonesian Embassy di Tokyo, Ni Kadek Yuni Ernawati. Ia mengungkapkan, peluang kerja di Jepang sangat terbuka lebar. “Harapannya masyarakat Indonesia semakin banyak yang berminat untuk berkerja ke luar negeri khususnya ke Negara Jepang,” tandasnya. (dwi/han)

Baharuddin Siagian Blusukan ke Pasar Limapuluh Kota, dan Ngopi Bareng Bersama Warga

BLUSUKAN: Cabup Batubara H Baharuddin Siagian saat blusukan dengan pedagang di Limapuluh mendapat dukungan, Rabu(2/9) di Pasar Limapuluh Kota. Foto:/Liberti H Haloho.

BATUBARA,SUMUTPOS.CO – Calon Bupati Batubara Nomor Urut 02 H Baharuddin Siagian, SH,MSi menyapa masyarakat di pasar Limapuluh Kota, ke Toko-Toko di sepanjang Kota Limapuluh dan Ngopi bareng dengan warga Limapuluh di Kedai Kopi JM di Pusat Kota Limapuluh, Rabu(2/9).

Kedatangan Baharuddin pagi itu disambut antusias oleh para pedagang dan pengunjung pasar. Bahar juga banyak menerima keluhan dan berdialog dengan para pedagang.

Amatan Sumut Pos, Baharuddin bersama rombongan tiba di Pasar Limapuluh sekira pukul 09.00 WIB, Setelah turun dari mobil, langsung menyalami para pedagang dan pengunjung pasar yang menyambutnya.

Di pasar itu, Baharuddin, juga membeli barang dagangan pedagang, sambil berdialog dan menyerap aspirasi pedagang dan memberikan Cenderamata .

Demikian juga saat Baharuddin menyapa para pedagang di sepanjang Toko-Toko di Kota Limapuluh. Dengan komunikasi yang sederhana dan familys, Ia mendapat respon positif dari para pedagang.

Sejumlah pedagang, seperti Sri dan Rahmat sampaikan keluhan, seperti Jalan di pelataran belakang pasar Limapuluh becek dan belum dibangun.

Selain itu, sebut Rahmat, Pemerintah membiarkan dan tidak membangun 3 lorong pasar Limapuluh dan terkesan kumuh,padahal bangunan itu masih Bangunan di masa Kabupaten Asahan.

Para pedagang menyampaikan aspirasinya dan memberikan harapan kepada Cabup Baharuddin Siagian agar Pasar Limapuluh Kota menjadi maju dan berkembang seperti sediakala ramai.

Usai blusukan di Pasar Limapuluh, Bahar juga sempatkan ngopi di Kedai Coffee Jonny Manurung disingkat JM, yang terletak
di Bilangan Pusat Kota Limapuluh dan tampak terlihat disana sejumlah Tokoh-Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat Limapuluh, Tokoh Wanita Seperti, Bang Hares (Mandor), Herman Nainggolan, Bang Bang Attak, Victor Siagian, Peye Br Simanjuntak, Dra Idha Nasution.

Cabup Batubara H Baharuddin Siagian saat diwawancarai Sumut Pos, Rabu(2/9) usai blusukan dan ngopi di Warung JM mengatakan, .“Alhamdulillah, blusukan tadi antusias dan sambutan pedagang dan pengunjung di Pasar Limapuluh luar biasa, mereka sudah menyampaikan berbagai aspirasinya bahwa mereka berharap agar Pasar Limapuluh menjadi maju dan berkembang seperti dahulu kala yang diketahui Pasar Limapuluh dahulu adalah pasar yang ramai pengunjungnya.

Menurut Bahar, setelah berkunjung dan melihat langsung kondisi Pasar Limapuluh, bila dirinya terpilih menjadi Bupati Batubara kita akan jadikan Pasar Limapuluh menjadi Pasar Induk,”sebutnya.

Nah, kenapa demikian, lanjut Bahar, menurutnya, dengan adanya Pasar Induk tentunya nanti pedagang di semua Pasar-Pasar Tradisionil akan beli bahannya ke sini tidak lagi ke kabupaten lain atau ke kota lain. Itu yang tidak boleh. Sehingga, tercoverlah ekonomi di Batubara jadinya. Bukan dimatikan Pasar Tradisionil yang lainnya.

“Apalagi diketahui Kota Limapuluh sebagai Kota transit ke daerah lain. Itu sangat tepat,”terang Baharuddin.

Jadi, Pemerintah hadir di Batubara membangun membuat Pasarnya bagus, aksesnya lancar, harganya bisa bersaing dengan harga di daerah lain.

“Segitu harga didaerah lain segitu juga harga di tempat kita. Kenapa, bisa lebih mahal !,”serunya.

Apalagi, Sementara kita diketahui, saat ini akses lebih baik dan lancar, ada jalan arteri, ada jalan tol dan Limapuluh kota transit pula ke daerah daerah lain. Kita pilih yang mana. Tentunya, hadirnya pemerintah untuk mengatur sirkulasi barang masuk dan keluar.

“Kan tidak mungkin pedagang- pedagang belanja ke tempat lain sementara harga disini bersaing. Harusnya, lebih murah ditempat kita. Kita punya Tanjung Tiram. Intinya, bagaimana orang beli ke tempat kita. Jadi kita harus kelola dengan bagus. Satu saja Pasar Induk di Satu kabupaten tentunya menjadi andalan mengerakkan ekonomi rakyat,”terang Bahar sembari katakan, Pedagang-pedagang itukan mau makan juga kan, makanya kita fasilitasi,”imbuhnya.

Baharuddin jug merasa senang dengan koalisi Partai pengusungnya, ada 5 Anggota DPR RI, ada 24 DPRD Kabupaten Batubara dan ada 2 DPRD Sumut. seperti, Ir Yadhi Khoir Harahap (PAN) dan Rahadian(PKS).

“Dua DPRD Sumut, Yadhi Khoir dan Rahadian, keduanya paling rajin bawa Pokir. Begitujuga, kita punya 5 anggota DPR RI. Ini yang harus ditingkatkan, efesiensikan. Pastikan dia ada di 5 departemen seperti, Departemen Pendidikan ,Departemen Perikanan dan Kelautan, Departemen Perindustrian dan Perdagangan dan lainnya,”sebutnya.

Ia juga mengatakan bila dirinya dipercaya dan diberi amanah oleh rakyat Batubara menjadi Bupati Batubara kita akan bangun Pasar Induk di Limapuluh. “Ada Program pemerintah revitalisasi Pasar. Makanya, betul betul merevitalisasi pasar, jangan merevitalisasi ecek-ecek,”pungkasnya.(mag-3/han).