Home Blog Page 49

Pangdam I/BB Buka Bakti TNI AD untuk Rakyat dI Nias

PEMBUKAAN: Pangdam I/BB, Mayjen TNI Hendy Antariksa bersama lainnya secara resmi membuka kegiatan Bakti TNI AD untuk Rakyat di wilayah Kepulauan Nias, Rabu (6/5).//Istimewa/Sumut Pos
PEMBUKAAN: Pangdam I/BB, Mayjen TNI Hendy Antariksa bersama lainnya secara resmi membuka kegiatan Bakti TNI AD untuk Rakyat di wilayah Kepulauan Nias, Rabu (6/5).//Istimewa/Sumut Pos

MEDAN – Panglima Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan (Pangdam I/BB), Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Hendy Antariksa bersama Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Bobby Afif Nasution secara resmi membuka kegiatan Bakti TNI Angkatan Darat (AD) untuk Rakyat di wilayah Kepulauan Nias, Rabu (6/5).

Usai acara pembukaan, Pangdam Hendy menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah melalui TNI AD dalam membantu masyarakat, khususnya di daerah kepulauan dan wilayah terpencil.

“Kegiatan Bakti TNI AD ini dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota di Kepulauan Nias, meliputi pembangunan berbagai infrastruktur seperti jembatan gantung, jembatan Bailey, jembatan beton, jembatan Aramco, pipanisasi air bersih, sumur bor, rumah tidak layak huni (RTLH), rehabilitasi sekolah dan rumah ibadah, serta pembukaan jalan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selain pembangunan fisik, kegiatan ini juga mencakup pelayanan sosial kepada masyarakat, antara lain pelayanan kesehatan berupa pemberian kaki palsu, operasi katarak, pengobatan masal, serta pembagian sembako.

“Kegiatan karya bakti serupa juga dilaksanakan di wilayah Tapanuliutara (Taput), Humbanghasundutan (Humbahas), Toba, dan Samosir,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Bobby mengapresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa sinergi antara TNI AD dan Pemerintah Daerah (Pemda) sangat penting dalam mempercepat pembangunan di wilayah Kepulauan Nias.

“Melalui kegiatan Bakti TNI AD ini, kita harapkan dapat memberikan dampak positif langsung bagi masyarakat, baik dari segi kesehatan, infrastruktur, maupun kesejahteraan,” ujarnya. (dwi/azw)

Imigrasi Belawan Tindak WN Malaysia Tanpa Paspor

WNA: Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan memindahkan warga negara asing asal Malaysia ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Medan, Selasa (5/5/2026). (Dok : Imigrasi Kelas II Belawan)
WNA: Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan memindahkan warga negara asing asal Malaysia ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Medan, Selasa (5/5/2026). (Dok : Imigrasi Kelas II Belawan)

Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan menindak seorang warga negara asing (WNA) asal Malaysia berinisial MH yang diketahui masuk ke wilayah Indonesia secara nonprosedural tanpa dokumen perjalanan yang sah.

Sebagai tindak lanjut penanganan, petugas Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) memindahkan deteni tersebut ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Medan, Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Pemindahan dilakukan sebagai bagian dari upaya pengawasan dan penegakan hukum keimigrasian terhadap keberadaan orang asing di wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan.

Dari hasil pemeriksaan awal, MH tidak mampu menunjukkan paspor maupun dokumen perjalanan resmi saat dimintai keterangan oleh petugas imigrasi. Petugas kemudian melakukan serangkaian pemeriksaan administrasi sebelum proses pemindahan dilaksanakan.

Pemeriksaan tersebut meliputi verifikasi identitas, dokumen pendetensian, hingga kelengkapan administrasi lainnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang keimigrasian.

Setelah seluruh administrasi dinyatakan lengkap, petugas Inteldakim membawa deteni menuju Rudenim Medan dengan pengawalan ketat serta tetap mengedepankan standar operasional prosedur (SOP) pengamanan.

Selama proses pemindahan, petugas memastikan seluruh tahapan berjalan tertib dengan mempertimbangkan aspek keamanan, keselamatan, dan penghormatan terhadap hak-hak dasar deteni.

Setibanya di Rumah Detensi Imigrasi Medan, dilakukan serah terima resmi dari petugas Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan kepada petugas Rudenim Medan yang dituangkan dalam Berita Acara Serah Terima sebagai bentuk pertanggungjawaban administratif dan hukum.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan Eko Yudis Parlin Rajagukguk, mengatakan pemindahan deteni tersebut merupakan bagian dari tugas dan fungsi keimigrasian dalam melakukan pengawasan terhadap orang asing sekaligus penegakan hukum di wilayah Indonesia.

“Pemindahan deteni ini kami laksanakan sesuai prosedur yang berlaku dengan mengedepankan aspek keamanan dan ketertiban. Hal ini sejalan dengan arahan pimpinan Bapak Hendarsam Marantoko dalam mewujudkan pelayanan dan penegakan hukum yang optimal melalui semangat Imigrasi untuk Rakyat,” ujar Eko, Kamis (7/5/2026).

Menurutnya, Imigrasi tidak hanya berfokus pada pelayanan keimigrasian kepada masyarakat, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga kedaulatan negara melalui pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas warga negara asing di Indonesia.

Eko menegaskan, pengawasan keimigrasian dilakukan secara intensif guna memastikan seluruh warga negara asing yang berada di Indonesia mematuhi aturan hukum yang berlaku, termasuk terkait dokumen perjalanan, izin tinggal, dan tata cara masuk ke wilayah Indonesia.

“Setiap tindakan administratif keimigrasian dilakukan secara profesional dan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku. Kami juga terus meningkatkan pengawasan terhadap keberadaan orang asing guna menjaga ketertiban dan keamanan,” katanya.

Ia menambahkan, koordinasi antarinstansi terus diperkuat guna mendukung pelaksanaan tugas pengawasan dan penegakan hukum keimigrasian bersama aparat penegak hukum maupun lembaga terkait lainnya.

Pemindahan deteni ke Rudenim Medan juga dilakukan agar proses penanganan lanjutan terhadap yang bersangkutan dapat berjalan sesuai mekanisme yang berlaku, termasuk pendalaman pemeriksaan dan penentuan tindakan administratif keimigrasian berikutnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Petugas memastikan proses dilakukan secara humanis namun tetap tegas dalam menjalankan aturan hukum keimigrasian. (san/ila)

Rekomendasi DPRD atas LKPJ 2025, Pemkab Karo Siap Tindak Lanjuti

PARIPURNA: Wakil Bupati Karo dan Ketua DPRD foto bersama dalam rapat Paripurna.
PARIPURNA: Wakil Bupati Karo dan Ketua DPRD foto bersama dalam rapat Paripurna.

KARO – Pemerintah Kabupaten Karo menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh rekomendasi DPRD terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Karo Tahun Anggaran 2025. Hal ini disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Karo yang digelar di Kantor DPRD Karo, Senin (4/5/2026).

Rapat paripurna tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Karo, Iriani Br. Tarigan, dengan agenda laporan gabungan komisi, pengambilan keputusan, serta penetapan rekomendasi DPRD terhadap LKPJ Bupati Karo.

Bupati Karo Antonius Ginting diwakili oleh Wakil Bupati Karo Komando Tarigan, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada DPRD atas perhatian, masukan, dan rekomendasi yang diberikan sebagai bagian dari fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan daerah.

Wabup Karo menyebut terdapat sejumlah catatan penting yang menjadi perhatian bersama untuk perbaikan ke depan, di antaranya peningkatan kualitas pelayanan publik, optimalisasi pendapatan daerah, serta percepatan pembangunan infrastruktur.

Selain itu, sektor kesejahteraan masyarakat juga menjadi sorotan, terutama pada bidang pertanian, pariwisata, dan UMKM, serta penguatan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Karo menegaskan kesiapan untuk melakukan langkah-langkah perbaikan secara konkret. Di antaranya melalui penyempurnaan perencanaan dan penganggaran agar lebih efektif dan tepat sasaran, peningkatan pengawasan serta evaluasi program, hingga penindaklanjutan rekomendasi DPRD secara konsisten sesuai aturan perundang-undangan.

Pemkab Karo juga menilai rekomendasi DPRD sebagai bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan daerah. Karena itu, sinergi antara eksekutif dan legislatif akan terus diperkuat demi mendorong pembangunan yang lebih optimal dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Rapat paripurna tersebut turut dihadiri Sekda Kabupaten Karo Gelora Kurnia Putra Ginting, jajaran Forkopimda, anggota DPRD, staf ahli bupati, para asisten Sekda, kepala perangkat daerah, serta camat se-Kabupaten Karo. (deo/ila)

Jenazah Warga Binjai di Kamboja Ditindaklanjuti KBRI, Keluarga Kini Terkendala Biaya Pemulangan

TUNJUKKAN FOTO: Kiki Tresia saat menunjukkan foto bersama sang suami ketika diwawancarai di rumahnya, Jalan Nenas, Gang Nenas I, Kelurahan Sukaramai, Binjai Barat. (Teddy Akbari/Sumut Pos)
TUNJUKKAN FOTO: Kiki Tresia saat menunjukkan foto bersama sang suami ketika diwawancarai di rumahnya, Jalan Nenas, Gang Nenas I, Kelurahan Sukaramai, Binjai Barat. (Teddy Akbari/Sumut Pos)

BINJAI – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja mulai menindaklanjuti kabar meninggalnya warga Kota Binjai, Sumatera Utara, Rasdi Fauzi yang sebelumnya diduga terlantar di mes tempat kerjanya di Poipet, Kamboja.

Namun di tengah harapan keluarga untuk memulangkan jenazah ke tanah air, persoalan baru muncul. Keluarga kini harus menghadapi tingginya biaya pemulangan jenazah yang disebut mencapai ratusan juta rupiah.

Istri almarhum, Kiki Tresia mengaku telah dihubungi pihak KBRI terkait proses pemulangan jenazah suaminya dari Kamboja.

“Pihak KBRI ada menghubungi saya dan mereka nanyakan biaya untuk mengurus kepulangan jenazah suami dari Kamboja,” ungkap Kiki, Rabu (6/5/2026).

Kepada pihak KBRI, Kiki meminta waktu untuk berembuk bersama keluarga terkait kemungkinan pembiayaan pemulangan jenazah tersebut. “Saya bilang, biar kami rembukkan dulu dengan keluarga,” katanya.

Dengan kondisi ekonomi keluarga yang terbatas, Kiki mengaku bingung mencari biaya pemulangan jenazah sang suami.

“Kita tahu, untuk biaya bawa pulang jenazah suami saya tidak kecil, butuh uang yang banyak. Dengan kehidupan saya seperti ini mana mungkin sanggup,” sambungnya lirih.

Tak hanya KBRI, Dinas Sosial Kota Binjai juga disebut telah memberikan respons atas kondisi yang dialami keluarga almarhum. Menurut Kiki, petugas Dinsos Binjai sempat mendatangi rumahnya.

“Pagi tadi ada petugas dari Dinas Sosial Binjai datang ke rumah. Dan kemudian saya ditelepon petugas Dinas Sosialnya, saya bilang tetap minta jenazah suami saya dipulangkan ke Indonesia,” katanya.

Meski demikian, Dinsos Binjai disebut belum memiliki anggaran yang cukup untuk membantu proses pemulangan jenazah dari luar negeri. “Mereka bilang dana dari Dinas Sosial enggak cukup, tapi coba dirapatkan,” ujar Kiki.

Karena itu, ia berharap ada bantuan dari pemerintah maupun para dermawan agar jasad suaminya bisa dipulangkan ke tanah air.

“Sampai detik ini, saya dan keluarga sangat menginginkan jasad suami saya bisa dibawa pulang ke tanah air,” ucapnya penuh harap.

Diketahui, Rasdi Fauzi berangkat ke Kamboja pada Februari 2025 demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Sebelumnya, ia sempat menganggur selama empat bulan dari pekerjaannya sebagai sales marketing.

Warga yang tinggal mengontrak di Jalan Nenas, Kelurahan Sukaramai, Binjai Barat itu kemudian mendapat tawaran pekerjaan dari rekannya yang lebih dulu berada di Kamboja, diduga berkaitan dengan praktik judi scam.

Meski sempat dilarang keluarga, Rasdi tetap memilih berangkat ke Kamboja. Namun perjalanan tersebut berakhir tragis. Rasdi dilaporkan meninggal dunia pada Minggu (3/5/2026) di Kamboja dan jenazahnya disebut sempat terlantar selama tiga hari di tempat kerjanya.

Duka yang dialami Kiki pun semakin mendalam. Selain kehilangan suami di tahun 2026, ia juga diketahui baru kehilangan buah hatinya pada tahun sebelumnya. (ted/ila)

Fraksi Golkar DPRD Sumut, Kolaborasi Ironman Group Diyakini Tarik Wisatawan Mancanegara

Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumut, Aswin Parinduri
Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumut, Aswin Parinduri

MEDAN-Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumatera Utara, Aswin Parinduri, mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) di bawah kepemimpinan Gubernur Muhammad Bobby Afif Nasution yang menjalin kolaborasi dengan Ironman Group untuk mendorong sektor pariwisata daerah ke level internasional.

Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi terobosan penting dalam memperkuat daya saing pariwisata Sumut, khususnya kawasan Danau Toba sebagai destinasi super-prioritas nasional.

“Kami melihat ini sebagai langkah maju. Dengan bermitra dengan pihak internasional, Danau Toba berpotensi menjadi destinasi unggulan yang mampu menarik wisatawan mancanegara,” ujarnya pada wartawan, Kamis (7/5).

Ia menilai, keberhasilan pengembangan sektor pariwisata tidak hanya diukur dari suksesnya penyelenggaraan even, tetapi juga dari dampak ekonomi dan sosial yang dapat dirasakan masyarakat sekitar.

“Dukungan seluruh elemen masyarakat sangat penting. Kita berharap kegiatan-kegiatan internasional ini benar-benar memberikan efek berganda bagi pelaku UMKM, sektor perhotelan, transportasi, hingga ekonomi kreatif masyarakat,” katanya.

Ia optimistis kolaborasi internasional itu akan menjadi pintu masuk bagi Sumatera Utara untuk semakin dikenal dunia, sekaligus memperkuat posisi Danau Toba sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Sementara itu, berdasarkan penelusuran Mistar, Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumatera Utara telah menyiapkan berbagai agenda besar sepanjang tahun 2026. Sejumlah kegiatan tersebut tercantum dalam Rencana Umum Pengadaan (RUP) dengan total anggaran miliaran rupiah untuk mendukung promosi pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.

Beberapa agenda yang telah disiapkan di antaranya Jasa Penyelenggara Acara Drag Race Sumatera Utara dengan anggaran Rp300 juta, Festival Seni Sumatera Utara Rp1 miliar, Festival Budaya Sumatera Utara Rp2,5 miliar, serta Geo Festival 2026 sebesar Rp2,5 miliar.

Selain itu, terdapat pula anggaran Rp2 miliar untuk berbagai kegiatan pendukung lainnya, termasuk Festival Seni dan Budaya Daerah di lima lokasi yakni Tatabuse, Sibandan, Sipuan, Kardapak, dan Bahlike sebesar Rp500 juta, serta Festival Seni dan Budaya Huta Na Martua sebesar Rp200 juta.

Pemprov Sumut juga mengalokasikan anggaran untuk sejumlah event olahraga dan hiburan, seperti Drag Race Sumatera Utara 2 di Simalungun Rp300 juta, Drag Race Sumatera Utara 3 di Deliserdang Rp300 juta, acara Berkarya Sumatera Utara Rp800 juta, hingga Pawai Mobil Hias Rp200 juta.

Tak hanya itu, dukungan terhadap event internasional juga terlihat dari pengalokasian anggaran pendukung Acara Aquabike sebesar Rp1 miliar dan Trail of the Kings by UTMB sebesar Rp1 miliar.

Di sektor digital dan generasi muda, Pemprov Sumut turut menyiapkan Kejuaraan E-Sports 2026 dengan anggaran Rp400 juta, serta kegiatan perjalanan pengenalan atau famtrip senilai Rp714,8 juta guna memperkuat promosi destinasi wisata Sumatera Utara.

Rangkaian agenda tersebut menunjukkan keseriusan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam membangun ekosistem pariwisata yang terintegrasi, sekaligus menjadikan Sumut sebagai salah satu pusat destinasi wisata dan sport tourism terbesar di Indonesia. (map/azw)

Wali Kota Tebingtinggi Buka Pelayanan MOP 2026, Iman Target Raih Kembali Ikon KB Pria

SAPA MASYARAKAT: Wali Kota Tebingtinggi, Iman Irdian Saragih menyapa dan bersalaman dengan masyarakat saat membuka kegiatan Pelayanan Metode Operasi Pria (MOP) Tahun 2026 di Aula RSUD  Kumpulan Pane, Rabu (06/05/2026), Azan purba / sumutpos.
SAPA MASYARAKAT: Wali Kota Tebingtinggi, Iman Irdian Saragih menyapa dan bersalaman dengan masyarakat saat membuka kegiatan Pelayanan Metode Operasi Pria (MOP) Tahun 2026 di Aula RSUD  Kumpulan Pane, Rabu (06/05/2026), Azan purba / sumutpos.

TEBINGTINGGI – Pemerintah Kota Tebingtinggi berkomitmen mengulang masa kejayaan sebagai ikon program Keluarga Berencana (KB) Pria. Hal ini ditegaskan Wali Kota Tebingtinggi, H Iman Irdian Saragih, saat membuka kegiatan Pelayanan MOP (Metode Operasi Pria) Tahun 2026 di Aula Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr H Kumpulan Pane, Rabu (6/5).

Dalam sambutannya, Iman menyampaikan bahwa program KB pria telah terbukti efektif menekan angka kelahiran dan laju pertumbuhan penduduk. Lebih dari itu, program ini dinilai berhasil mentransformasi pandangan masyarakat mengenai pentingnya nilai sebuah keluarga, kesejahteraan dan ketahanan keluarga.

Iman juga mengenang kembali pencapaian historis di mana pada Tahun 2006 silam, Kota Tebingtinggi pernah menjadi ikon untuk pelaksanaan MOP.

“Hal ini semoga menjadi motivasi kepada kita untuk membangkitkan semangat dalam meraih penghargaan dan mengulang kesuksesan kita pada masa yang lalu. Dan pada tahun 2025, Kota Tebingtinggi mendapat penghargaan kelompok KB Pria Terbaik III tingkat Sumatera Utara,” ujar Iman.

Apresiasi khusus juga disampaikan kepada para akseptor yang secara sukarela berpartisipasi. Iman berharap mereka dapat menjadi motivator bagi pria lainnya di Kota Tebingtinggi untuk tidak ragu ikut serta dalam program serupa di masa mendatang.

Kepada pihak RSUD dr H Kumpulan Pane, Iman menginstruksikan agar memberikan pelayanan medis terbaik dan maksimal bagi seluruh peserta.

“Kepada pihak RS Kumpulan Pane, saya mengucapkan terima kasih karena telah ikut memfasilitasi kegiatan ini. Berilah pelayanan yang terbaik kepada calon akseptor yang berpartisipasi mensukseskan program ini,” kata Iman.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (PPKB), Dedi Parulian Siagian, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan ini merujuk pada Undang Undang (UU) No 52 Tahun 2009 serta Rencana Kerja Dinas PPKB 2026.

Selain untuk meningkatkan partisipasi pria dalam ber-KB secara gratis dan berkualitas, momentum ini juga digelar dalam rangka memperingati HUT Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-75 Tahun 2026.

“Tercatat sebanyak 40 akseptor mengikuti program MOP dan 25 akseptor mengikuti Metode Operasi Wanita (MOW). Sasarannya adalah Pasangan Usia Subur (PUS),” papar Kadis PPKB.

Kadis PPKB juga menambahkan bahwa pelaksanaan Kontap MOW dijadwalkan berlangsung pada Kamis (07/05) esok hari mulai pukul 07.00 WIB. Ia juga menghimbau agar para akseptor dapat hadir dalam keadaan berpuasa.

Kegiatan tersebut ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada para akseptor dan sesi foto bersama. Turut hadir dalam acara ini Sekdako Erwin Suheri Damanik, Kadis Kesehatan dr Fitri Sari Saragih, Kadis PUPR Tora Daeng Masaro, Kadis Pendidikan Muhammad Deni Saragih, Ketua IBI Kota Tebingtinggi Asrinab, serta jajaran Camat atau yang mewakili. (mag-3/azw)

Sihar Sitorus Dorong Program “1 Puskesmas 1 Psikolog” Jadi Agenda Nasional

JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI, Sihar Sitorus, mendorong program “1 Puskesmas 1 Psikolog” menjadi agenda nasional sebagai langkah memperkuat layanan kesehatan mental masyarakat. Menurutnya, negara harus hadir dalam menangani krisis kesehatan jiwa yang kini semakin meluas di berbagai lapisan masyarakat.

Sihar menilai persoalan kesehatan mental di Indonesia bukan masalah yang muncul secara tiba-tiba, melainkan terbentuk sejak lama akibat pola pengasuhan, tekanan sosial, hingga minimnya perhatian kebijakan publik terhadap layanan kesehatan jiwa.

“Ke-19 juta orang yang kini menanggung beban gangguan mental itu bukan gagal sendiri. Mereka tumbuh dalam sistem yang tidak pernah menyiapkan layanan untuk mereka. Kebijakan yang abai terhadap kesehatan jiwa bukan kebijakan yang netral, ia meninggalkan luka,” kata Sihar dalam keterangannya di Jakarta.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), lebih dari 19 juta penduduk Indonesia berusia di atas 15 tahun mengalami gangguan mental emosional, sementara sekitar 12 juta lainnya mengalami depresi.

Sihar juga menyoroti tingginya angka penyalahgunaan narkoba dan minuman keras yang dinilai berkaitan erat dengan persoalan kesehatan mental yang tidak tertangani. Data Badan Narkotika Nasional (BNN), BRIN, dan BPS tahun 2023 mencatat sebanyak 3,3 juta penduduk Indonesia usia 15–64 tahun menyalahgunakan narkoba, dengan peningkatan signifikan pada kelompok usia muda.

“Kita tidak bisa terus-menerus mendekati masalah narkoba dan miras hanya dengan pendekatan hukum dan represif. Banyak dari mereka mencari pelarian karena tidak punya ruang untuk bicara dan tidak ada psikolog yang bisa mereka datangi,” ujarnya.

Menurut Sihar, generasi muda menjadi kelompok paling rentan dalam krisis kesehatan mental saat ini. Survei Kesehatan Jiwa Remaja Nasional (I-NAMHS) mencatat lebih dari 15,5 juta remaja Indonesia mengalami masalah kejiwaan, sementara 2,45 juta lainnya telah terdiagnosis gangguan jiwa.

Namun, akses layanan kesehatan mental masih sangat terbatas. Dalam survei yang sama, hanya 2,6 persen remaja dengan masalah kesehatan mental yang mengakses layanan konseling atau fasilitas kesehatan jiwa dalam 12 bulan terakhir.

“Generasi muda kita sedang menanggung beban yang luar biasa. Tekanan akademik, tekanan ekonomi, dan dampak media sosial itu nyata. Ketika mereka butuh pertolongan, negara belum hadir di sana,” kata Sihar.
Ia menilai Indonesia sebenarnya memiliki sumber daya yang cukup untuk menjalankan program tersebut. Saat ini terdapat lebih dari 10.292 puskesmas di seluruh Indonesia, sementara setiap tahun sekitar 14.700 sarjana psikologi lulus dari berbagai perguruan tinggi.

“Kita punya gedungnya. Kita punya orangnya. Yang tidak kita punya adalah keputusan untuk menyatukan keduanya demi rakyat. Program 1 Puskesmas 1 Psikolog bukan ide baru yang sulit, ia adalah keputusan kebijakan yang selama ini belum diambil,” ujarnya.

Sihar membandingkan kebutuhan layanan kesehatan mental dengan langkah pemerintah melalui program Badan Gizi Nasional (BGN) yang fokus pada pemenuhan gizi masyarakat.
“Untuk kesehatan fisik, pemerintah sudah bergerak. Tapi manusia bukan hanya tubuh, ia juga jiwa. Generasi Emas 2045 tidak akan terwujud jika kita membangun badan yang sehat di atas kondisi mental yang rapuh,” katanya.

Sebagai anggota Komisi IX DPR RI, Sihar menyatakan akan mengawal isu tersebut melalui legislasi dan pengawasan anggaran. Ia juga mendorong pemerintah daerah mengambil langkah proaktif melalui penganggaran APBD, rekrutmen tenaga psikolog lokal, serta kerja sama dengan perguruan tinggi.
“Psikolog harus hadir di tengah masyarakat, di puskesmas yang sudah ada, di kecamatan-kecamatan mereka. Ini bukan kemewahan. Ini adalah tanggung jawab negara,” pungkasnya.

Kunker di Gunungsitoli, Muhammad Nuh Komitmen Kawal Aspirasi Daerah ke Tingkat Pusat

Anggota DPD RI asal Sumatera Utara KH Muhammad Nuh MSP saat diterima Wakil Wali Kota Gunungsitoli Martinus Lase SH didampingi Sekda dan pejabat lainnya di Ruang Rapat I Kantor Wali Kota Gunungsitoli, Selasa (5/5/2026).
Anggota DPD RI asal Sumatera Utara KH Muhammad Nuh MSP saat diterima Wakil Wali Kota Gunungsitoli Martinus Lase SH didampingi Sekda dan pejabat lainnya di Ruang Rapat I Kantor Wali Kota Gunungsitoli, Selasa (5/5/2026).

GUNUNGSITOLI, SumutPos.co– Pemerintah Kota Gunungsitoli secara resmi menerima kunjungan kerja dalam rangka reses Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Utara, KH Muhammad Nuh MSP, di Ruang Rapat I Kantor Wali Kota Gunungsitoli, Selasa (5/5/2026). Pertemuan strategis ini menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan berbagai kendala pembangunan, mulai dari keterbatasan fiskal hingga isu konektivitas udara.

Wakil Wali Kota Gunungsitoli, Martinus Lase SH, didampingi Sekretaris Daerah, menyambut baik kehadiran perwakilan pusat tersebut. Dalam sambutannya, Martinus menegaskan, kehadiran DPD RI membawa harapan besar bagi percepatan pembangunan di daerah yang saat ini masih memiliki keterbatasan anggaran.

“Kedatangan DPD RI ini membawa angin segar bagi kami. Kami sangat berharap aspirasi yang disampaikan hari ini dapat disalurkan secara efektif ke pemerintah pusat sehingga menghasilkan manfaat nyata yang langsung dirasakan masyarakat,” ujar Martinus.

Martinus secara terbuka memaparkan kondisi fiskal Gunungsitoli yang masih sangat bergantung pada dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurutnya, tanpa intervensi pusat, daerah akan mengalami kesulitan besar untuk berkembang, meskipun memiliki potensi alam yang subur dan menjanjikan.

Salah satu poin krusial yang disoroti Wakil Wali Kota adalah tingginya harga tiket pesawat. Masalah ini dinilai menjadi hambatan utama dalam mobilitas masyarakat serta sangat membebani urat nadi perekonomian dan konektivitas daerah. Ia meminta agar pemerintah pusat memberikan perhatian khusus terhadap persoalan transportasi udara tersebut.

Sementara itu, Anggota DPD RI KH Muhammad Nuh MSP menjelaskan, kunjungan ini merupakan bagian dari tugas konstitusional Komite IV DPD RI. Fokus utamanya mencakup pengawasan APBN, perpajakan, perbankan, perdagangan, hingga sektor koperasi.

“Kami ditugaskan turun langsung ke lapangan untuk menyerap aspirasi dan melihat kondisi riil di daerah. Segala masukan, usulan, dan identifikasi masalah yang kami peroleh hari ini akan dikoordinasikan dan diperjuangkan di tingkat pusat,” tegas Muhammad Nuh.

Dalam sesi dialog yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menyampaikan beragam isu strategis lainnya, di antaranya usulan kenaikan gaji ASN serta tingginya harga tiket pesawat. Permasalahan keterbatasan akses air bersih di beberapa wilayah.

Terkait dana desa yang mengalami pemotongan hingga 58% serta kendala penyelesaian pembangunan kantor desa akibat pembatasan regulasi. Serta kenaikan harga Dexlite yang berdampak pada operasional alat berat pengelolaan sampah di Dinas Lingkungan Hidup.

Menanggapi hal tersebut, Muhammad Nuh juga mencatat dinamika pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah. Ia mengingatkan pentingnya pengawasan agar program tersebut tidak memicu inflasi atau kenaikan harga kebutuhan pokok yang dapat memberatkan warga.

Kegiatan yang berlangsung akrab ini diakhiri dengan penyerahan cinderamata dari Pemerintah Kota Gunungsitoli kepada Anggota DPD RI sebagai bentuk apresiasi. Sinergi ini diharapkan mampu menjadi jembatan yang memperkuat posisi daerah dalam mendapatkan porsi pembangunan yang lebih merata dari pemerintah pusat.

Hadir dalam pertemuan tersebut para Kepala Perangkat Daerah (PD) di lingkup Pemko Gunungsitoli, para Camat, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait lainnya. (adz)