MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setelah melakukan aksi unjuk rasa pada Selasa (15/10) lalu, FORGAMMKA (Forum Pergerakan Mahasiswa dan Pemuda Karo) akhirnya secara resmi membuat pengaduan terkait dugaan perjalanan dinas fiktif anggota DPRD Karo ke Polda Sumatera Utara, Kamis (24/10). Surat pengaduan tersebut ditujukan ke Kapolda Sumatera Utara, Kabid Propam, Irwasda dan Dirreskrimsus serta tembusan Kapolri dan Irwasum Mabes Polri. Dalam surat tersebut dilampirkan juga temuan-temuan dan data yang dapat dijadikan polisi untuk pengembangan kasus ini.
Pengurus FORGAMMKA Yakub Sitepu dan Nhov Terakapta kembali meminta Polda Sumatera Utara agar segera menangani kasus dugaan perjalanan dinas fiktif anggota DPRD Karo tersebut. “Dengan dugaan modus yang digunakan serta kerugian negara yang diakibatkan perilaku anggota DPRD Karo ini selama bertahun tahun tidak tersentuh hukum. Ini sudah harusnya sudah menjadi atensi penegak hukum untuk mengusut dan memberi efek jera,” ujar Yakub Sitepu kepada wartawan, kemarin. (dek)
SEIRAMPAH, SUMUTPOS.CO – Setelah melewati proses panjang, areal HGU PTPN III (Persero) seluas lebih kurang Ha di Desa Tambak Cekur, Kecamatan Serba Jadi Serdang Bedagai yang selama ini dikuasai oleh masyarakat penggarap, akhirnya dieksekusi oleh Pengadilan Negeri Sei Rampah pada Hari Kamis (24/10). Upaya ini diambil setelah PTPN III (Persero) Kebun Sarang Giting memenangkan gugatan di tingkat Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung.
Kasubag Humas PTPN III (Persero), Ali Imran Lubis, dalam keterangan siaran persenya menyampaikan bahwa puluhan personel keamanan beserta pengamanan internal PTPN III (Persero) dibantu Serikat Pekerja Perkebunan (SP Bun) mengamankan proses eksekusi ini. “Eksekusi ini bisa berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan dan halangan dari pihak manapun. Eksekusi ini merupakan pelaksanaan atas putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht) sehingga harus dihormati oleh semua pihak” tegas Ali.
Proses eksekusi ini dilakukan merujuk pada penetapan eksekusi dari Pengadilan Negeri Sei Rampah nomor : 01/Del.Eks/2019/PN.Srh Jo. Nomor : 12/Pdt.G/2012/PN TTD yang didasarkan surat penetapan dari Pengadilan Negeri Tebing Tinggi nomor 01/EKS/2019/PN Tbt Jo. Nomor 12/Pdt.G/2012/PN. TTD.
Seperti diketahui bahwa pada tahun 1992 areal seluas + 10 Ha yang terletak di Desa Tambak Cekur tersebut mulanya menjadi sengketa antara PTPN III (Persero) dengan Marudut Cs, di mana areal tersebut termasuk ke dalam HGU PTPN III (Persero) Kebun Sarang Giting dan Marudut Cs mengkalim areal tersebut merupakan tanah leluhur mereka.
Tahun 2012, Marudut Cs menggugat areal + 10 Ha tersebut ke PN Tebingtinggi dan PN Tebing Tinggi mengeluarkan amar putusan bahwa gugatan Marudut Cs ditolak karena surat kepemilikan lahan tidak sah. Selanjutnya menghukum Marudut Cs untuk menyerahkan lahan tersebut kepada PTPN III (Persero). (rel/ila)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Rencana penempatan Kabareskrim Komjen Idham Azis sebagai calon tunggal Kapolri dinilai akan lebih memperkuat sinergi antara TNI dan Polri. Sebab, jenderal bintang tiga tersebut selama ini dikenal dekat dengan kalangan TNI dan low profile.
“Saya kira pemilihan Pak Idham sebagai Kapolri akan membuat sinergi TNI/Polri semakin kuat. Apalagi saya dan beliau pernah bekerja bersama dalam pengamanan wilayah Jakarta,” ujar Kepala Staff Umum (Kasum) TNI, Letjend Joni Suprianto, kepada wartawan, Senin (28/10).
Untuk diketahui bahwa kerja sama itu terjadi ketika Joni menjabat sebagai Pangdam Jaya dan Idham Azis menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya. Mereka bahu-membahu dalam mengamankan wilayah Jakarta. Terbukti kerjasama tersebut membuahkan hasil yang baik, dimana wilayah Jakarta kondusif.
Joni menambahkan bahwa moment yang paling berkesan terjadi ketika dirinya dan Idham Azis bersinergi untuk mengamankan agenda internasional seperti Asian Games dan Asian Para Games. “Di saat itulah kami menunjukkan bahwa TNI/Polri begitu kompak dalam pengaman Jakarta yang sedang dikunjungi atlet-atlet terbaik Asia. Sehingga dunia internasional dapat melihat Indonesia aman,” katanya.
Dia mengatakan sebagai mitra kerja, dirinya pasti akan mensuport sang Kapolri baru. “TNI pasti akan mendukung penuh Pak Idham dalam mengamankan negara,” papar mantan Wakil Kepala BAIS ini.
Menurut Joni, dirinya mengenal betul sosok Idham Azis karena sering berdiskusi dalam beberapa pekerjaan. “Pak Idham adalah sosok pejabat yang tidak gila publikasi. Dia bukan orang yang suka cari panggung dan mau ngetop sendiri, dia sadar bahwa pekerjaan menjaga ibu kota adalah pekerjaan yang harus dikerjakan banyak orang dan harus diselesaikan secara bersama,” katanya.
Lulusan Akmil 1986 ini menambahkan bahwa meski bukan berdarah Jawa, Idham Azis sangat menjunjung pepatah Jawa yang berbunyi “sepi ing pamrih rame ing gawe (bekerja keras namun tak mengharapkan pujian atau penghargan).
“Jadi kerjanya ikhlas-ikhlas saja. Dia selalu fokus pada pekerjaannya,” tutur pria kelahiran Gunung Kidul, Yogyakarta ini.
Dia sangat yakin di bawah kepimpinan Idham Azis, Polri akan semakin maju dan profesional. “Pak Idham adalah seorang pemimpin yang sangat percaya kepada anak buahnya dan dia pasti akan mendelegasikan wewenang dengan baik kepada bawahannya.
“Dia sosok pemimpin humble (rendah hati –Red) dan selalu percaya kepada anak buahnya. Ini sebuah kemampuan yang jarang dimiliki seorang pemimpin,” katanya.
Joni juga terkesan dengan sikap Idham Azis yang setia kawan. Menurut Kasum TNI ini, Idham rela mengambil rute sedikit memutar hanya demi mengantar dirinya pulang ke rumah dinas Pangdam Jaya di Menteng, Jakarta Pusat.
Joni mengatakan, hal tersebut selalu dilakukan seusai acara di Lanud Halim Perdanakusuma, misalnya setelah melepas Presiden yang melakukan perjalanan dinas ke luar negeri.
Joni menyatakan jika dia hendak pulang ke rumah dinas di Menteng dan Idham juga akan pulang ke rumah dinas Kapolda di Menteng, maka Idham bakal mengantarnya sampai tujuan dulu baru dia pulang.
“Pak Idham selalu mengantar saya pulang dulu. Mungkin bagi orang itu hanya sebuah pekerjaan sepele, namun itu menunjukkan betapa tingginya rasa persahabatan beliau,” katanya.(rel/adz)
LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 20 dari 50 orang anggota DPRD Kabupaten Deliserdang periode 2019-2024, mengajukan permohonan pinjaman ke Bank Sumut.
“Baru 20 orang yang mengajukan permohonan pinjaman, dan 8 orang sudah dicairkan,”ungkap Sekwan DPRD Deliserdang, Rahmat, akhir pekan lalu ketika dikonfirmasi Sumut Pos.
Dijelaskan Rahmat, bukan hal yang baru jika anggota DPRD mengajukan pinjaman ke Bank Sumut. Bahkan periode sebelumnya juga ramai-ramai mengajukan pinjaman.
Disebutkan Rahmat, ada berbagai alasan anggota DPRD lain belum ikut mengajukan pinjaman, salah satunya menunggu gajian pertama. Ada pula karena belum berkomunikasi dengan sang istri.
Memang sebagai persyaratan mengajukan permohonan pinjaman ke Bank Sumut, adalah Surat Keputusan pelantikan anggota DPRD. Kemudian diketahui Sekretariat DPRD. Dan diketahui Suami-Istri.
Sementara itu, seorang anggota DPRD yang sudah melakukan peminjaman ke Bank Sumut, mengaku melakukan pinjaman untuk menutupi biaya kampanye sewaktu Pemilu lalu. “Dipakai untuk menutupi utang. Sewaktu Pemilu lalu meminjam dari saudara. Sebagian itu lagi, untuk dibelikan aset berupa properti,” ungkap anggota DPRD yang tak mau identitasnya dipublikasikan.
Diakuinya lagi, jika dirinya saja sudah 2 kali meminjam ke Bank Sumut, karena uang dipakai untuk investasio. Soalnya bila menunggu atau uang gaji ditabung bisa tak kesampaian. “Tak kelihatan uangnya kalau setiap bulan ditabung. Tapi kalau ambil pinjaman kan langsung keliatan. Saya bisa ambil pinjaman Rp1,4 miliar,”pungkasnya.
Namun berbeda alasan dengan anggota dewan lainnya. Meminjam uang ke Bank Sumut, merupakan bagian strategi mengamankan “investasi” politik. Karena kewenangan pimpinan Partai sangat kuat ada kecenderungan pergantian antar waktu bisa saja terjadi sewaktu waktu.
“Kalau terjadi hal pemencatan dilakukan partai, maka modal sewaktu kampanye saat pemilu uda balek modal,”ucap seorang anggota dewan lain, namanya tak mau disebutkan karena alasan etika. (btr/han)
RUSAK:
Warga bergotong- royong memperbaiki rumah warga yang rusak diterjang angin puting beliung.
RUSAK:
Warga bergotong- royong memperbaiki rumah warga yang rusak diterjang angin puting beliung.
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada Sabtu (27/10) dinihari, mengakibatkan tiga rumah di Dusun II, Desa Sendang Rejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, rusak diterpa angin puting beliung.
Tidak hanya memporak porandakan rumah warga, tanah longsor juga terjadi di Dusun Sukadame, Desa Beruam Kecamatan Kuala, Langkat. Akibat longsoran tanah, mengakibatkan akses jalan di sana terisolasi.
Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Binjai, Nata Syahputra mengatakan, ketiga rumah yang rusak, dua mengalami rusak berat dan sedang serta satu rusak ringan. Dari data yang dihimpun, rumah yang rusak berat dan sedang milik Joko Susanto (40) dan rumah milik Sumpeno (40), lalu rumah Juremi yang rusak ringan. “Rumah rusak berat bagian atapnya terbang, sebagian bangunannya juga ambruk. Sedangkan yang rusak ringan rumah milik Juremi (60) ini hanya sebagian atapnya terbang karena angin puting beliung,” katanya.
Akibat bencana alam ini, tambahnya, pemilik rumah harus mengungsi sesaat sebelum rumah mereka dibangun kembali. “Kita tengah berupaya memperbaiki rumah-rumah yang rusak akibat diterpa puting beliung,” jelasnya.
Meski tidak ada korban jiwa, salah satu korban dalam kondisi hamil dan balita. Merekapun mendapatkan perawatan secara medis dan makanan serta dilarikan ke Puskesmas Pembantu (Pustu) setempat. “Ibu hamil dan balita dalam kondisi sehat-sehat saja,” kata Kepala UPT Puskesmas Sambirejo, Arlina Prihhesti.
Untuk tempat tinggal sementara, para korban bisa menumpang di rumah tetangga yang masih punya hubungan keluarga. “Sejauh ini mereka sudah kembali ke rumah dan mereka akan tinggal dirumah saudara mereka yang tak jauh dari kediaman mereka,” katanya.
Terpisah, Kepala BPBD Langkat, Irwan Syahri mengatakan, informasi yang mereka himpun kejadiannya pada dini hari, sekira pukul 23.30 WIB. Angin puting beliung terjadi bersamaan dengan hujan lebat.
“Kejadiannya tadi malam, ada tiga rumah terdampak angin puting beliung. Tidak ada korban jiwa. Kabar yang heboh tidak ada yang perlu dibesar-besarkan lah, masih kategori wajar. Para korban selamat saat ini bantuan jug sudah diberikan,” katanya.
Pihak BPBD Langkat sudah memberikan bantuan makanan siap saji dan membantu korban membersihkan puing-puing reruntuhan rumah. Camat, kepala desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas sudah berada di lokasi kejadian menyambangi para korban.
Kepala BPBD Langkat, juga mengingatkan warga tetap waspada selama musim hujan dan angin yang tidak bisa terprediksi. “Imbauan kita warga tetap waspada, karena angin ini belum bisa diprediksi, beda dengan banjir atau gempa yang sudah ada alatnya, terlebih cuaca belakangan memang terbilang extrim,” pungkasnya.
Angin kencang disertain hujan yang mengakibatkan rusaknya tiga rumah di Desa Sendang Rejo, Kecamatan Binjai, Langkat. Dari data yang berhasil dikumpulkan dilapangan, kata Irwan Syahri, terdapat juga pohon tumbang di Jalan Lintas Sumatera Utara, Langkat yang mengakibatkan 1 unit mobil tanki tertimpa pohon tumbang.
Juga terjadi banjir di lingkungan lV, Kelurahan Bela Rakyat, Kecamatan Kuala, Langkat, dikarenakan meluapnya sungai begumit. “Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini,” katanya.
Sementara, kata dia, tanah longsor juga terjadi di Dusun Sukadame, Desa Beruam, Kecamatan Kuala. Akibat tanah longsor dari kiri kanan tebing sempat menutup akses jalan. Anggota dilapangan sudah berusaha bekerja semaksimal mungkin, baik memotong pohon yang tumbang dan membersihkan serta membantu para korban.
“Anggota juga telah berkoordinasi dengan camat, babinsa dan babinkatibmas untuk bersiaga dan mendata kerusakan akibat bencana ini,” tegasnya. (bam/han)
AMBIL FORMULIR: Ihwan Ritonga, Maruli Siahaan, dan Hamdan Simbolon sudah mengambil formulir pendaftaran ke Partai Gerindra Kota Medan, Jumat (25/10) lalu.
AMBIL FORMULIR: Ihwan Ritonga, Maruli Siahaan, dan Hamdan Simbolon sudah mengambil formulir pendaftaran ke Partai Gerindra Kota Medan, Jumat (25/10) lalu.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Ketua DPRD Medan, Ihwan Ritonga memastikan bakal ikut penjaringan bakal calon (Balon) Wali Kota Medan yang dilakukan DPC Partai Gerindra. Buktinya, dia telah mengambil formulir pendaftaran sebagai bakal calon Wali Kota Medan ke Sekretariat DPC Partai Gerindra, Jumat (25/10) pekan lalu.
Hal ini diakui Ketua DPC Gerindra Medan, Bobby Oktavianus Zulkarnain kepada Sumut Pos, Minggu (27/10). Menurut Bobby, di hari pertama dibukanya pendaftaran penjaringan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan oleh partainya, sudah ada tiga bakal calon yang mendaftar. Selain Ihwan Ritonga, ada juga nama Maruli Siahaan, dan Hamdan Simbolon.
“Baru saja kita buka, sudah ada tiga tokoh yang mendaftar sebagai bakal calon Wali Kota dan Wakil Walikota Medan. Kita sangat yakin, akan lebih banyak tokoh yang mengambil formulir dan mendaftarkan diri ke DPC Gerindra Medan. Apalagi waktunya masih cukup panjang, yaitu sampai tanggal 15 November nanti,” kata Bobby.
Untuk itu, Bobby mengundang para tokoh masyarakat Kota Medan yang berniat maju sebagai Balon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan untuk datang dan mendaftarkan diri ke sekretariat DPC Gerindra Medan. Karena, pendaftaran Balon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan itu, kata Bobby, terbuka untuk umum. Bukan hanya kader Gerindra saja, namun juga untuk tokoh-tokoh nonkader.
“Kita buka untuk umum, bagi siapa saja yang merasa terpanggil untuk membangun Kota Medan, kita persilahkan untuk mendaftar di kantor Sekretariat DPC Gerindra Medan di Jalan Abdul Manaf Lubis, di Gaperta. Silahkan ambil formulir disana, isi dan serahkan kembali, terakhir tanggal 15 November,” jelasnya.
Sebelumnya, Ketua Tim Penjaringan Partai Gerindra Kota Medan, Budi Azhar Siregar, menyebut kalau Dahnil Anzar Simanjuntak telah menjalin komunikasi dengan dirinya mengenai rencana pengambilan formulir bakal calon wali kota. “Dahnil kemungkinan besar pekan depan hadir untuk mengambil formulir. Sepertinya dia akan datang langsung,” kata Budi.
Ia menegaskan, sampai hari ini pihaknya belum bisa menyatakan dukungan kepada sosok tertentu. Sebab, belum ada keputusan DPP Partai Gerindra. Selain itu, mekanisme penjaringan juga masih dalam proses. “Siapapun yang mendapat mandat dari DPP, akan didukung oleh struktur partai. Usulan nama itu memang dari daerah, tapi keputusan ada di DPP,” tegasnya.
Sebelumnya, Ihwan Ritonga berulang kali menyatakan kesiapannya untuk mancalonkan diri sebagai Wali Kota Medan. “Sebagai kader, tentu saya akan ikuti mekanisme yang ada,” katanya, beberapa waktu lalu.
Ihwan mengatakan, keinginannya bertarung di Pilkada Medan bukan hanya karena kepentingan pribadi. Menurutnya, ada dorongan masyarakat yang datang kepadanya untuk bisa ikut membangun Kota Medan. “Kalau partai mengizinkan, tentu saya bersedia maju. Secepatnya akan diambil formulir dan mendaftar,” jelasnya. (map)
DANAU TOBA: Suasana di Danau Toba pada malam hari. Kementerian PUPR menargetkan, pembangunan infrastruktur di Danau Toba tuntas tahun 2020.
DANAU TOBA: Suasana di Danau Toba pada malam hari. Kementerian PUPR menargetkan, pembangunan infrastruktur di Danau Toba tuntas tahun 2020.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono menyatakan, pembangunan infrastruktur di kawasan Danau Toba dan empat kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) super prioritas lainnya, dipastikan bakal selesai pada akhir tahun 2020. Hal ini sesuai dengan pesan Presiden Joko Widodo saat pelantikan dan Rapat Kabinet Terbatas sebelumnya.
“Kami pastikan tahun 2020 dari Kementerian PUPR anggarkan Rp7,6 triliun dan dari Kementerian perhubungan sekitar Rp2,5 triliun untuk investasi langsung APBN untuk pembangunan infrastruktur KSPN,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Jakarta, Minggu (27/10).
Basuki juga mengaku telah menggelar pertemuan dengan beberapa menteri lainnya untuk membahas permasalahan tersebut, Sabtu (26/10) lalu. Menurut dia, pertemuan ini pada dasarnya merupakan ajang berbagi informasi antara Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengenai program prioritas di bidang pariwisata.
“Harapannya, dengan berbagi tugas ini bisa terjalin sinergi yang baik agar dukungan infrastruktur di lima KSPN yang sudah kami bangun bisa menyelesaikan dan langsung dimanfaatkan oleh Kementerian BUMN dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta didukung dengan investasi,” ucap Basuki. Senada dengan Basuki, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, koordinasi ini diperlukan untuk meningkatkan inisiatif baru terhadap fungsi-fungsi keusahaan seperti investasi di beberapa wilayah KSPN. “Contohnya sudah ada program bagus di Labuan Bajo, saya usulkan format ini bisa dilakukan di beberapa tempat lain, karena tidak mungkin mengandalkan dana APBN. Jadi kita mendorong investasi di KSPN Super Prioritas,” ujar Budi.
Dukungan infrastruktur KSPN yang dibangun Kementerian PUPR pada 2020 mencakup konektivitas, sumber daya air, perumahan dan permukiman. Seperti di KSPN Danau Toba, dukungan infrastruktur bidang sumber daya air yang dibangun antara lain pelebaran Tano Ponggol dan penyediaan air baku Kawasan Parapat.
Bidang konektivitas di antaranya peningkatan jalan Lingkar Samosir dan Jalan Standar Panji – Bts Samosir – Dolok Sanggul. Bidang Permukiman di antaranya adalah penataan Kawasan Parapat dan pembangunan SPAM Ajibata. Bidang Perumahan di antaranya pembangunan baru Rumah Pariwisata Swadaya dan Rusun Pekerja di Kabupaten Toba Samosir.
Kolaborasi Menpar Baru dan BOPDT
Sementara, Pengamat Pariwisata Sumut, Wahyu A Pratomo mengaku optimis di tangan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, KSPN Danau Toba dapat berkembang pesat menjadi objek wisata kelas dunia. Dia beralasan, Wishnutama merupakan pemimpin yang memiliki kreativitas dan prestasi dalam bidang publikasi. “Pak Wisnu adalah orang yang kreatif. Pariwisata merupakan bidang yang menuntut ide ide kreatif. Rasanya beliau adalah orang yang tepat,” sebut Wahyu.
Dengan kondisi ini, Wahyu berharap kolaborasi antara Wishnutama dengan Badan Otoritas Pariwisata Danau Toba (BOPDT), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dan 8 Kabupaten se-kawasan mampu bekerjasama untuk meningkatkan dan mengembangkan dunia pariwisata di Danau terbesar di Asian Tenggara itu.
“Kerja sama antara Pak Wisnu dan Pak Arie Dirut (Direktur Utama) BOPDT dan pihak lainnya, akan berjalan baik dan dapat mewujudkan pariwisata danau toba lebih baik guna mencapai 1 juta kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman),” ungkapnya.
Wahyu mengungkapkan, banyak pekerjaan rumah (PR) yang direncanakan oleh Presiden Jokowi dalam pengembangan Danau Toba dalam segi pembangunan yang ditargetkan selesai pada tahun 2020 mendatang. “Pasti pertumbuhan pariwisata mendorong juga pertumbuhan ekonomi. Tapi, harus diiringi dengan ekonomi kreatif untuk dapat berjalan dengan baik. Karena, selain pemerintah ada keterlibatan masyarakat didalamnya selaku pelaku usahanya,” pungkasnya.(bbs/gus)
SUMUTPOS.CO – Mantan finalis puteri Pariwisata Indonesia 2016, Putri Amelia Zahraman, digerebek dan terciduk prostitusi di Kota Batu pada Jumat 25 Oktober 2019 akhir pekan kemarin. Artis ini pernah dinobatkan sebagai Miss Sport Tourism Indonesia 2016/2017 dan Puteri Pariwisata Indonesia Berbakat 2016/2017 Putri Amelia ditangkap Subdit Jatanras Direskrimsus Polda Jatim bersama dua orang lainnya, di sebuah hotel wilayah Kota Batu, Malang, Jawa Timur, Jumat (25/10) malam. Seorang pelaku laki-laki merupakan pemesan, seorang lainnya merupakan penyedia layanan bernama Julendi alias Endi (51).
Saat ditangkap, ketiganya dalam keadaan tengah berhubungan badan. Dalam penggerebekan juga diamankan sejumlah barang bukti. Antara lain berupa uang tunai, ponsel, celana dalam, kondom bekas, dan billing hotel.
Putri Amelia sendiri enggan dikaitkan dengan jabatan publik figur apapun. Ia juga merasa keberatan bilamana beberapa berita menyangkut pautkan namanya dengan ajang pencarian bakat Putri Indonesia. Pasalnya, ia tidak pernah mengikuti ajang Putri Indonesia. “Saya bukan puteri Indonesia seperti yang diberitakan, di ajang puteri pariwisata 2016, saya juga kalah,” katanya.
Saat menyampaikan keterangannya, PA mengenakan topi dan masker. PA mengaku bekerja sebagai freelance yang menggarap sejumlah proyek bersama teman-temannya.
Dalam kesempatan itu, PA meminta maaf kepada semua pihak yang dirugikan atas peristiwa tersebut. “Saya minta maaf kepada keluarga, kerabat dan semua teman-teman saya,” ujarnya.
Setelah sempat diperiksa selama 24 jam sebagai saksi di Mapolda Jatim, Putri Amelia kemudian pada Minggu dinihari dipulangkan ke Jakarta. Sementara itu, Polda Jatim menetapkan JL mucikari yang menjajakan PA kepada pria hidung belang sebagai tersangka.
Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan membenarkan penetapan status tersangka JL. “Penyidik kami telah menetapkan inisial JL sebagai tersangka kasus prostitusi online,” ujarnya.
Putri Amelia lahir di Kota Balikpapan 26 Juni 1996. Ia sudah banyak meraih penghargaan dan prestasi, seperti Winner Best National Costume Miss Tourism Queen of The Year International at Shanghai China 2016/2017. Sebagai Miss Tourism Queen of The Year Indonesia 2016/2017, icon Putri Danau Toba Kementerian Pariwisata RI 2016/2019, Putri Pariwisata Indonesia 3rd Runner Up 2016/17, Miss Sport Tourism Indonesia 2016/2017.
Ia juga meraih penghargaan lain, seperti Putri Pariwisata Indonesia Berbakat 2016/2017, Duta Earth Hour Balikpapan 2017, Puteri Pariwisata Kaltim 2016, Duta Wisata 3rd Runner Up 2016, Duta IM3 1rd Runner Up 2014, Duta IM3 Favorit 2014, Winner The Best Host CBD Pekan Raya Balikpapan 2013.
Sebelum itu, Putri juga adalah seorang Purna Paskibraka Kota Balikpapan 2012 dan peraih The Best Field Commander Junior Kaltim Marching Festival 2009.
Putri Amelia syuting setiap hari di Studio TVRI sebagai vocalis bersama Home Band Anasto Ramadhan, serta bersama Host Acara Ricky Perdana & Ricky Komo dalam acara Nongkrong Sahur di TVRI setiap hari pukul 03.00 WIB. (bbs)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Masyarakat yang menunggu-nunggu pengumuman rekrutmen Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) harus bersabar. Hingga Minggu (27/10) malam, informasi seleksi CPNS tak kunjung dikeluarkan. Padahal rencana semula, pengumuman dilakukan pada Jumat (25/10) pekan lalu.
Bahkan, website untuk pendaftaran CPNS baru, yakni situs sscasn.bkn.go.id memang sudah bisa dibuka, namun hanya terlihat tampilan halaman depan saja. Di sana, terdapat tiga pilihan kategori seleksi, yakni SSCN Papua Barat, SSP3K dan SSCN Dikdin. Akses ke pendaftaran CPNS (jalur umum) hingga tadi malam tidak bisa diakses.
Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan mengatakan, pengumuman rekrutmen CPNS baru memang tidak jadi dibuka mulai 25 Oktober. Menurut dia, informasi dibukanya pendaftaran CPNS baru menunggu pengumuman dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB). “Nampaknya kawan-kawan di Kementerian PAN-RB harus menyampaikan dulu (informasi rekrutmen CPNS baru, Red) kepada menteri PAN-RB yang baru,” jelasnya.
Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo mengumumkan Kabinet Indonesia Maju pada Rabu (23/10). Posisi menteri PAN-RB berganti dari Syafruddin ke Tjahjo Kumolo. Pergantian tersebut mungkin saja memengaruhi jadwal rangkaian rekrutmen CPNS baru. Ridwan berharap masyarakat bersabar.
Merujuk timeline rangkaian rekrutmen CPNS baru, jadwal pengumuman penerimaan dilaksanakan pada pekan keempat Oktober. “Pekan keempat Oktober kan sampai minggu depan,” jelasnya.
Ridwan mengatakan, total kuota jalur CPNS adalah 79.768 orang. Perinciannya, instansi pusat 17.519 orang dan instansi daerah 62.249 orang. Meski nama resminya seleksi CPNS 2019, tes berbasis komputer mungkin baru bisa dilaksanakan tahun depan.
Sementara itu, Kepala Biro Kepegawaian Kemenkes Yuti Suhartati menuturkan, ada sekitar 2.230 formasi yang bakal dibuka tahun ini di Kemenkes. Meski belum ditabulasi, Yuti mengatakan, formasi tersebut mayoritas untuk jabatan fungsional dan non kesehatan yang bekerja di lingkungan Kemenkes serta unit pelaksana teknis (UPT). “Jabatan fungsional seperti dokter, perawat, bidan, fisioterapi, dan lainnya. Kalau yang non kesehatan, misalnya, pranata komputer, statistik, dan arsiparis,” jelasnya.
Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo mengaku masih memerlukan waktu untuk memeriksa kesiapan program rekrutmen CASN.
Hal ini dilakukan agar penerimaan CPNS 2019 benar-benar sesuai dengan kebutuhan. Tjahjo bilang tak ingin ada rekrutmen berlebih. “Ini sedang saya bahas. Kami seleksi dulu, jangan sampai nanti antara kebutuhan dan droping tidak tepat, kami ingin tepat,” terang Tjahjo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (24/10) lalu. (jpc/bbs)
DIPULANGKAN: Sekdaprovsu Sabrina bersama Tim Pemprov tiba di Bandar Udara Kualanamu, Deliserdang, Minggu (27/10), usai membawa seorang warga Indonesia asal Kabupaten Karo yang menjadi korban pekerja di bawah umur dengan nama Sondang R A Pasaribu (15 tahun) di Penang, Malaysia.
Biro Humas Dan Keprotokolan Setdaprovsu /Veri Ardian
DIPULANGKAN: Sekdaprovsu Sabrina bersama Tim Pemprov tiba di Bandar Udara Kualanamu, Deliserdang, Minggu (27/10), usai membawa seorang warga Indonesia asal Kabupaten Karo yang menjadi korban pekerja di bawah umur dengan nama Sondang R A Pasaribu (15 tahun) di Penang, Malaysia. Biro Humas Dan Keprotokolan Setdaprovsu /Veri Ardian
SUMTPOS.CO – Seorang gadis remaja berusia 15 tahun, menjadi korban pekerja migran di bawah umur di Penang, Malaysia. Namanya Sondang Rohana Agustina Pasaribu, asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Untuk menyelamatkannya, Tim Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatea Utara (Sumut) diutus Gubernur Edy Rahmayadi ke Penang, Malaysia.
Awalnya, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Penang, Malaysia menyurati Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, tentang seorang pekerja migran asal Sumut, yang mengalami masalah ketenagakerjaan di Penang.
Atas surat tersebut, Gubsu memerintahkan Tim Pemprov Sumut berangkat ke Penang. Tim terdiri atas Sekdaprov Sumut Sabrina, Kadis PPPA Sumut Nurlela dan Kabag Humas Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut Muhammad Ikhsan.
Mereka diperintahkan untuk membawa pulang Sondang Rohana ke Sumut.
Sabtu (26/10), Tim Pemprov Sumut pun berangkat ke Penang dan mengunjungi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Penang, Malaysia. Di sana, tim mengurus segala keperluan administrasi pemulangan Sondang Rohana ke Sumut. Termasuk passport yang masih ada pada majikannya.
“Tim melobi majikan korban bernama Tan Eng Cong, di daerah Taman Pekaka Pulau Penang, Nomor 17. Tujuannya, agar passport dan hak-hak Sondang yang sudah bekerja selama ini, dapat segera diberikan. Tim juga memediasi Sondang dengan majikannya, agar passport dan hak-haknya segera dapat diberikan,” ungkap Sabrina.
Upaya tersebut berbuah manis. Tim berhasil membawa pulang Sondang Rohana Agustina Pasaribu (15) kembali ke Sumut. Korban pekerja migran di bawah umur itu tiba di Bandar Udara Kualnamu Deliserdang, Minggu (27/10), bersama Sekdaprov Sumut Sabrina, Kadis PPPA Sumut Nurlela, dan Kabag Humas Muhammad Ikhsan.
Mereka disambut oleh petugas dari Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Sumut, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Karo Suang Karo-Karo, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindugan Anak Kabupaten Karo Hartawaty, dan Bibi korban M Boru Pasaribu.
Sabrina menyerahkan Sondang kepada Pemkab Karo beserta keluarganya yang datang. “Ini jadi satu pembelajaran bagi kita terutama pemerintah daerah, aparat serta keluarga. Semoga tidak terulang kembali di masa mendatang,” kata Sabrina di Kualanamu, saat serah terima Sondang kepada Pemkab Karo dan keluarganya.
Sabrina juga berpesan agar Pemkab Karo memastikan Sondang sampai rumahnya di Kecamatan Berastagi, Kabupaten Tanah Karo dengan selamat.
Kepada keluarga korban, Sabrina berpesan, agar berhati-hati menerima tawaran kerja di luar negeri. Apalagi Sondang masih di bawah umur. Sondang sendiri tidak diperkenankan masuk ke Malaysia hingga 5 tahun ke depan.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Karo Suang Karo-Karo, mengapresiasi bantuan Pemprov Sumut yang telah membantu memulangkan Sondang. Ia juga berharap agar kejadian seperti yang dialami Sondang tidak terulang kembali.
“Saya mewakili Pemkab Karo mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan Pemprov untuk penjemputan anak kami Sondang, ke depan hal ini jangan terulang kembali,” kata Suang.
Sondang Rohana berterima kasih kepada Gusbu, lantaran telah mengirimkan tim untuk memulangkan dirinya ke Sumatera Utara. “Terima kasih Pak Gubernur yang telah mengirimkan tim untuk memulangkan saya dari Penang,” ucap Sondang terharu.
Sementara ayah korban, Herman Pasaribu yang mengaku sengaja ikut melakukan penjemputan, karena pihaknya sudah rindu pada korban. “Sudah berbulan-bulan kami tidak bertemu dan berkumpul, dan selama ini juga kami sangat khawatir akan nasib anak kami , di negeri penang Malaysia,” ungkapnya.
Sebelumnya, korban berhasil diajak ke Malaysia oleh sponsor/agen yang masih saudara sepupuk ibu dan korban memanggil bibi yang bernama Jullie dan Nurlisna Simanjutak, kemudian dibuatkan paspor Imigrasi Tanjungbalai.
Selanjutnya korban berangkat ke Malaysia para tanggal 10 April 2019 naik kapal ke Port Klang. Sesampainya di Port Klang dijemput oleh agen Malaysia atas nama Juliana dan dibawa ke rumah majikan bernama Tan Eng Hong, di daerah Taman Pekaka Pulau Penang, Nomor 17, untuk dipekerjakan.
“Enam bulan kemudian tepatnya , pada 22 Oktober 2019 yang bersangkutan melarikan diri dari rumah majikannya dan di antar ke KJRI Penang oleh WNI yang menemukannya di sekitar Taman Pekaka,” imbuhnya.
Oleh Satgas Citzen Service KJRI Penang telah berhasil menyelesaikan kasus SRA dengan bantuan Kepolisian Pulau Penang dan Satgas sedang memproses administrasi pemulangan korban dengan pihak lmigrasi Malaysia Pulau Penang, ke daerah asalnya di Berastagi akibat korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di wilayah Sungai Dua Pulau Penang. (rel/deo)