Home Blog Page 5028

Hypotermia, Pendaki Sibayak Tewas

EVAKUASI: Tim gabungan dan Basarnas Medan saat mengevakuasi Reza Fauzi dari puncak Gunung Sibayak, Minggu (22/9). SOLIDEO/SUMUT POS
EVAKUASI: Tim gabungan dan Basarnas Medan saat mengevakuasi Reza Fauzi dari puncak Gunung Sibayak, Minggu (22/9).
SOLIDEO/SUMUT POS

KARO, SUMUTPOS.CO – Reza Fauzi (28) warga Jalan Adi Mencirim, Desa Medan Krio, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, akhirnya tewas usai kejang-kejang saat mendaki gunung Sibayak, Minggu (22/9).

Paur Humas Polres Tanah Karo, Aiptu J. Sitepu mengungkapkan, sekitar pukul 10.30 WIB, personel Polsek Simpang Empat menerima informasi dari masyarakat tentang adanya pendaki mengalami hypotermia saat melakukan pendakian di Gunung Sibayak. Hipotermia adalah kondisi ketika suhu tubuh menurun drastis hingga di bawah 35 derajat celcius.

Nah ketika suhu tubuh berada dibawah normal (37 derajat Celsius), fungsi sistem saraf dan organ tubuh lainnya akan mengalami gangguan.

Jika tidak segera ditangani, kondisi hypotermia dapat mengakibatkan gagal jantung, gangguan sistem pernapasan, dan bahkan kematian.

Tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Simpang Empat, Basarnas, Koramil Simpang Empat, Polisi Kehutanan, Basarnas Medan, Ranger Sibayak dan masyarakat, berhasil mengevakuasi korban turun dari Gunung Sibayak sekitar pukul 12.45 WIB. “Sekira pukul 12.45 WIB, korban dapat dibawa turun dengan menggunakan mobil Dinas Kehutanan Tahura, dalam kondisi sekarat. Namun sampai di Rumah Sakit Amanda Berastagi, korban dinyatakan dokter sudah meninggal dunia. Pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,”sebut Sitepu.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun kepolisian, diketahui korban mendaki Gunung Sibayak bersama tiga rekannya, Raka Army Kavadryanto, Gamal Samadu Hasibuan, dan Nanda Syaputra, ketiganya penduduk Kecamatan Medan Krio, pada Minggu dinihari. Perlu diketahui, Gunung Sibayak berada sekitar 80 kilometer dari Medan. Suhu di puncak gunung ini bisa mencapai 15 derajat pada malam hari, sedangkan siang hari bisa mencapai 25 derajat atau lebih. (deo/han)

Kapolsek Berandan Paparkan Bahaya Narkoba

ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS PEMAPARAN: Kapolsek Pangkalan Brandan, Iptu Danil Saragih saat memaparkan bahaya narkoba.
PEMAPARAN: Kapolsek Pangkalan Brandan, Iptu Danil Saragih saat memaparkan bahaya narkoba.
ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Narkoba adalah musuh kita bersama, dan bisa merusak semua lini kehidupan. Hal itu disampaikan Kapolsek Pangkalan Berandan, Iptu Danil Saragih kepada peserta Latihan Kepemimpinan Dasar (LKD) bagi pengurus OSIS SMK dan SMA Harapan Babalan Pangkalan Berandan, Sabtu(21/9).

Dikatakan Danil, narkoba tidak hanya mengancam orang dewasa. Anak-anak, pelajar dari SD hingga mahasiswa. Kepada peserta LKD, Kapolsek Pangkalan Berandan memperkenalkan jenis-jenis narkoba, seperti daun ganja, sabu, ekstasi, kokain, heroin dan lainnya.”Yang sangat mengkhawatirkan, peredarannya sudah sampai ke dusun-dusun,”imbuhnya.

Bila mengonsumsi narkoba, semua jaringan saraf akan rusak yang bisa mengakibatkan kematian. “Ancaman bagi semua pelaku narkoba itu, paling kecil di atas 5 tahun dan paling besar hukumuman seumur hidup hingga hukuman mati,”pungkasnya.

Ketua Panitia kegiatan LKD SMA dan SMK Harapan Babalan, Budi Ismuliadi SPd mengatakan, kegiatan dilaksanakan selama dua hari, Sabtu(21/9) dan Minggu (22/9) siang. (yas/han)

Kembalikan Ikon Kota Binjai, Ikatasbi Bagikan 3.000 Bibit Rambutan

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Ikatan Alumni Taman Siswa Binjai (Ikatasbi) membagikan 3.000 bibit rambutan kepada masyarakat di empat kecamatan di Kota Binjai. Pembagian ini sebagai bentuk kepedulian Ikatasbi kepada Kota Binjai agar kembali memiliki ikon.

Ketua Ikatasbi, Sutrisno mengatakan, Kota Rambutan sudah menjadi sebutan lain untuk menyebut Kota Binjai. Tetapi, pada kenyataannya produksi rambutan di Kota ini sangat minim. Bahkan, rumah yang memiliki pohon rambutan saat ini bisa dihitung dengan jari saja.

“Waktu saya masih kecil, semua rumah di Kota Binjai memiliki pohon rambutan, jadi saat musim rambutan masyarakat banyak yang berjualan,” ujarnya saat acara Ikatasbi Berbagi dengan pembagian Bibit Rambutan di Binjai, Minggu (22/9). Dijelaskannya, rambutan dari kota Binjai sudah sangat terkenal, bukan hanya di Sumatera Utara, tetapi hingga ke pulau Jawa. Hal ini dikarenakan rasa dan bentuk rambutan Binjai lebih baik bila dibandingkan dengan rambutan dari daerah lain.

Rambutan Binjai terkenal karena rasanya yang manis, dan kulit rambutan yang tebal dan kenyal, tidak berserabut sehingga lebih mudah disantap. “Untuk mendapatkan bibit ini, kita sampai meminta kepada Kementerian Lingkungan,” tambahnya.

Sutrisno mengatakan, selain mengembalikan ikon Kota Binjai, juga bertujuan untuk membantu perekonomian masyarakat, terutama para kaum ibu. Sementara itu, Ketua DPRD Binjai, H Noor Sri Syah Alam Putra mengapresiasi Ikatasbi ini untuk mengembalikan ikon Kota Binjai. Pihaknya siap bergandeng tangan menjadikan Binjai sebagai kota terdepan di Sumut. (ram)

Taman Buah Diusulkan Terima Sertifikasi RBRA

TERIMA: Wabup Deliserdang, MA Yusuf Siregar menerima dokumen hasil audit Tim Auditor, Hendri Tamara dan Ety Nurhayati disaksikan Kadis Perkim, Khairum Rijal dan Kepala Bappeda Haris Pane serta lainnya di Lubukpakam.
TERIMA: Wabup Deliserdang, MA Yusuf Siregar menerima dokumen hasil audit Tim Auditor, Hendri Tamara dan Ety Nurhayati disaksikan Kadis Perkim, Khairum Rijal dan Kepala Bappeda Haris Pane serta lainnya di Lubukpakam.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Auditor dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, mengusulkan Taman Buah Lubukpakam mendapatkan sertifikasi Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA).

“Selama tiga hari, semua hasilnya baik. Jika ada sesuatu yang kurang, pihak pengelola langsung melakukan perbaikan. Taman Buah Lubukpakam mendapat nilai 445, tertinggi dari 3 kabupaten lainnya,” kata Hendri Tamara bersama Eti Nurhayati, Auditor Kementerian dalam pertemuan penilaian standarisasi dan sertifikasi RBRA untuk percepatan Kabupaten Layak Anak di Kantor Bupati, Lubukpakam, Jumat (20/9).

Diungkapkan Hendri dan Eti, nilai 445 merupakan tertinggi dari 3 Kabupaten/Kota terbaik tahun lalu, yakni RBRA Hulu Sungai Selatan, RBRA Mojokerto dan RBRA kudus. Namun tahun ini, Taman Buah Lubukpakam tertinggi dari 27 Kabupaten/Kota yang ikut sertifikasi.

Selama melakukan audit, lanjut Hendri, semua perwakilan OPD melakukan sumbangsih dalam menentukan penilaian.

“Semua komit dukung RBRA baik Bupati, Sekda, Asisten dan para OPD. Dan yang luar biasa dari Dinas Perkim yang tak pernah berhenti lakukan perbaikan, ada temuan langsung diperbaiki,”bebernya.

Sementara sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sumut, Muna Lubis berharap dengan acara ini aka membawa Deliserdang menjadi Kabupaten Layak Anak.

“Mudah-mudahan Deliserdang dapat terbaik, dan dibawa ke tingkat nasional dan mendapat RBRA,” ungkapnya.

Sementara mewakili Bupati Deliserdang, Darwin Zein menyambut baik acara standarisasi dan sertifikasi RBRA tersebut.

“Saya ucapkan terimakasih dan hendaknya membawa kebaikan bersama bagi kita semua di Deliserdang,”pungkasnya. (btr/han)

Patumbak Kampung Gelar MTQ dan Festival Nasyid

rel/sumut pos PEMBUKAAN: Pengguntingan Pita Oleh Kades Ahmad Arifin SH Bersama Camat Saat Pembukaan MTQ dan Festival Nasyid di Desa Patumbak Kampung
PEMBUKAAN: Pengguntingan Pita Oleh Kades Ahmad Arifin SH Bersama Camat Saat Pembukaan MTQ dan Festival Nasyid di Desa Patumbak Kampung.
rel/sumut pos

PATUMBAK, SUMUTPOS.CO – Camat Patumbak Danang Purnama Yuda SSTP MAP berterima kasih terhadap Kepala Desa (Kades) Patumbak Kampung Ahmad Arifin SH, dan juga kepada masyarakat dalam pelaksanaan MTQ dan Festival Nasyid di Desa Patumbak Kampung.

Hal tersebut diutarakan oleh Danang saat menghadiri Pembukaan MTQ dan Festival Nasyid Tingkat Dusun se-Desa Patumbak Kampung disertai pengguntingan pita, di Masjid Al-Ismailiyah Desa Patumbak Kampung, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang, Sabtu (21/9).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kecamatan Patumbak, Seilla Dewina Siregar, Ahmad Arifin SH (kades), Siti Holijah Lubis Ketua PKK Desa, Abdillah Gurning,Siti Halimah, Asran BPD, AR Siregar Babinsa 15/DT, Aiptu Mhd Aman Bhabinkabtimas Polsek Patumbak, Ridho Nst Reskrim Polsek Patumbak, FKDM Kecamatan Patumbak, Kader PKK, Kadus, Ka-KUA,Dewan Juri, tokoh agama juga tokoh masyarakat dan peserta lomba.

Dengan pelaksanakan MTQ dan Festival Nasyid di Desa Patumbak Kampung Kecamatan Patumbak ini, semoga nanti anak-anak kita dapat menghasilkan qori dan qoriah yang berprestasi nantinya di tingkat Desa sampai Tingkat Kecamatan maupun tingkat Kabupaten.

“Ini kemajuan yang sangat luar biasa saya sangat bangga karena desa patumbak kampung di kecamatan patumbak melaksanakan kegiatan seperti ini. Saya berharap kegiatan positif seperti ini terus dilakukan dan ditingkatkan,” tutur Camat.

Di samping itu juga lanjutnya, kegiatan ini bisa mencari bibit-bibit anak yang berkualitas, karena anak-anak juga merupakan tanggung jawab kita bersama.

Kades Patumbak Kampung Ahmad Arifin SH, mengatakan tujuan kegiatan MTQ dan Festival Nasyid adalah untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT serta meningkatkan masyarakat cinta Alquran dan seni budaya Islam.

Sementara, Ketua Panitia pelaksana MTQ dan Festival Nasyid Tingkat Dusun se-Desa Patumbak Kampung Asran, yang juga Ketua BPD menjelaskan, bahwa pelaksanaan MTQ dan Festival Nasyid ini dilaksanakan dari tanggal 21-22 September 2019, memperebutkan tropi bergilir Kepala Desa Patumbak Kampung, adapun pesertanya berasal dari 6 dusun. (rel/azw)

Mall Podomoro Jadi Pelanggan PGN Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mall Podomoro City yang direncanakan beroperasi pada Oktober mendatang menjadi pelanggan Perusahaan Gas Negara (PGN) Medan.

Masuknya mall Podomoro ini menyatakan bahwa hampir seluruh pusat pembelanjaan modern di Medan sudah menjadi pelanggan PGN.

Sales Area Head PGN Medan, Saeful Hadi menyatakan mall Podomoro yang menjadi pelanggan pada umumnya sama seperti pusat pembelanjaan lainnya, yaitu untuk tenant makanan. 

“Biasanya untuk restoran, tapi dipusatkan pada manajemen mall,” ujarnya.Dijelaskannya, untuk kerja sama antara Podomoro City Mall dan PGN Medan saat ini hanya untuk pusat pembelanjaannya saja.

Sedangkan untuk apartemen belum ada perjanjian ke arah tersebut.Saeful mengatakan, pada umumnya penggunaan bahan bakar di apartemen masih minim.

Karena biasanya, yang tinggal di apartemen jarang masak sehingga tidak terlalu memberikan kontribusi untuk PGN.

“Memang ada apartemen yang menggunakan gas bumi seperti di Jakarta dan Surabaya. Tapi, kaau di Medan, sepertinya itu belum terlalu tren. Ya, karena pada umumnya yang tinggal di apartemen jarang masak ya,” ungkapnya.

Saeful mengatakan hampir seluruh mall yang ada di Medan sudah menjadi pelanggan PGN Medan, seperti Sun Plaza, Thamrin Plaza, Cambridge Plaza, Plaza Medan Fair, Lippo Mall, dan lainnya.

Ini menyatakan bahwa pihak industri sudah mengetahui penggunaan bahan bakar gas bumi lebih menguntungkan dan aman bila dibandingkan dengan bahan bakar lainnya.

“Bukan hanya di Medan, hampir semua pusat pembelanjaan di Indonesia yang ada PGN nya, lebih memilih menggunakan gas bumi bila dibandingkan dengan bahan bakar lain, ya karena itu, lebih aman dan murah,” ujarnya.

Hingga Juli 2019, jumlah pelanggan PGN Medan sebanyak 22.887, yang terdiri dari pelanggan Rumah Tangga (RT) sebanyak 22.356, Pelanggan Kecil (PK) sebanyak 398, dan pelanggan Komersial dan Industri sebanyak 133. (ram)

GrabFood, Platform Pesan Antar Makanan ‎No 1 di 6 Negara Asian

MEDAN, SUMUTPOS.CO -‎ GrabFood terus berkembang untuk melayani keinginan masyarakat dengan baik. Sebagai platform pesan antar makanan terbesar dengan pertumbuhan terpesat di Asia Tenggara‎ (Asian). GrabFood juga mendorong pertumbuhan UMKM, termasuk di Kota Medan maupun Sumatera Utara (Sumut).

Menurut penelitian pasar yang dilakukan oleh Kantar, GrabFood adalah platform pengiriman makanan #1 yang paling sering digunakan di 6 negara Asia Tenggara. Saat ini GrabFood tersedia di Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

“GrabFood merupakan pilar utama pertumbuhan Grab di Indonesia dan kami sangat senang mengumumkan bahwa kami segera menjadi layanan pesan-antar makanan terbesar di Indonesia pada akhir kuartal ini,” sebut President of Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, Sabtu (21/9).‎

Diluncurkan dalam versi beta pada tahun 2016. Ridzki menjelaskan GrabFood telah berkembang dari satu negara dan dua kota pada Januari 2018, menjadi 221 kota di enam negara saat ini dan merupakan satu-satunya pemain regional yang menyediakan layanan pesan-antar makanan di seluruh Asia Tenggara.

“Sejak bulan Juni 2018 hingga bulan Juni 2019, nilai pendapatan kotor (GMV) GrabFood di Asia Tenggara berkembang pesat sebesar 900%. Pada paruh pertama 2019 saja, GMV GrabFood di Indonesia naik hingga tiga kali lipat, sedangkan GMV di Vietnam, Thailand, dan Filipina meningkat lebih dari empat kali lipat,” jelas Ridzki.

Saat ini di Indonesia, pangsa pasar GrabFood hampir mencapai 50%. Angka tersebut naik dari 15% sejak satu tahun yang lalu dan akan segera menjadi platform pesan-antar makanan terbesar di Indonesia pada akhir kuartal ini.

“Saat ini GrabFood telah berhasil menjadi platform pesan-antar makanan pilihan utama bagi masyarakat Indonesia,” ungkap Ridzki.

Menurut penelitian konsumen oleh Kantar, GrabFood adalah platform pesan-antar makanan #1 yang paling sering digunakan di Indonesia. 57% orang Indonesia mengatakan GrabFood adalah platform pesan-antar makanan yang paling sering mereka gunakan, diikuti oleh merk pesaing lainnya sebesar 42% (Q2 2019, April – Juni).

GMV GrabFood mengalami pertumbuhan pesat sebanyak tiga kali lipat pada semester awal tahun ini, menempatkan GrabFood sebagai platform pesan-antar makanan terbesar di Indonesia pada akhir kuartal ini. Hal ini juga didukung oleh pertumbuhan pesat dari kota-kota besar di luar Jakarta seperti Surabaya, Medan, dan Bandung yang mengalami pertumbuhan GMV hampir empat kali lipat, tentunya didukung dengan strategi hyperlocal yang kuat.

Pesatnya pertumbuhan GrabFood di Indonesia juga dapat dikaitkan dengan kehadiran berbagai merchant restoran cepat saji dan berbagai pilihan makanan lokal yang dikenal dan dicintai oleh masyarakat Indonesia. Sejak tahun ini, jumlah mitra merchant yang terdapat di GrabFood meningkat dua kali lipat dan memberikan konsumen lebih banyak lagi pilihan makanan untuk dinikmati.

GrabFood juga telah memperkenalkan konsep cloud kitchen, dan baru saja meresmikan GrabKitchen kesepuluh di Indonesia. GrabKitchen merupakan bagian integral dalam pertumbuhan GrabFood di Indonesia. GrabFood berencana untuk memperluas jaringan cloud kitchen miliknya secara signifikan, dengan membuka lebih dari 50 GrabKitchen yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia pada akhir tahun ini.

“Kami bangga dapat tumbuh bersama mitra merchant kami, mulai dari merk terkemuka nasional dan internasional, hingga ke warung-warung lokal, dan siap memperkokoh kemitraan kami untuk mempersembahkan kuliner terbaik di Indonesia melalui layanan GrabFood,”‎ pungkasnya. (gus)

The Daily Wash Hadir di Jalan Panglima Denai

Grand Opening Outlet The Daily Wash di Jalan Panglima Denai Kota Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – The Daily Wash terus berkembang dengan pesat di Kota Medan. Terbukti, outlet laundry koin tersebut terbanyak di Indonesia dengan total 22 outlet, mengalahkan kota-kota besar di tanah Air seperti Jakarta.

“Kita terbanyak dengan to‎tal 22 outlet, Jakarta jumlahnya tidak sampai di situ. Dengan jumlah keseluruhan di Indonesia sebanyak 60 outlet,” ungkap Chief Executive Office Daily Wash Laundromat Indonesia, Lianto Tim kepada wartawan saat Grand Opening Outlet ‎The Daily Wash di Jalan Panglima Denai Kota Medan, Sabtu (21/9).

Outlet The Daily Wash di Jalan Panglima Denai dimiliki Steven.

Lianto menjelaskan pembukaan outlet baru, pasti terlebih dahulu dilakukan analisis kebutuhan atau pasar bagi masyarakat untuk mencuci baju. Jadinya, tidak sembarangan untuk membuka outlet baru.

“Di Jalan Denai ini pemukiman cukup padat dan ramai. Itu menjadi salah satu sasaran market kita,” tutur Lianto.

Ia mengatakan lokasi outlet baru inisangat strategis. Karena dekat Kampus Paska Sarja Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Selain masyarakat umum, segment market diincar adalah mahasiswa yang kos atau ngontrak di kawasan kampus untuk mencuci pakaiannya.

“Sampai akhir tahun 2019 ini, bisa sampai 10 outlet lagi akan kita buka lagi. Itu melengkapi target perusahaan kita, sampai 80 outlet seluruh Indonesia. Sudah banyak tempat-tempat discreening dan tahap seleksi,” pungkasnya.

Grand Opening Outlet The Daily Wash di Jalan Panglima Denai Kota Medan.

Sementara itu, pemilik Outlet The Daily Wash di Jalan Panglima Denai, Steven mengatakan usaha laundry ‎franchisee ini memiliki prospek yang bagus ke depannya sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Karena, memberikan kemudahan dalam urusan mencuci pakaian.‎‎

“Saya melihat bahwa perkembangan bisnis laundry koin ini sangat baik, karena menjawab kebutuhan masyarakat yang selama ini mencari kemudahan dalam urusan mencuci pakaian,” sebut Steven.

Dengan harga ekonomis, Steven mengatakan pihaknya dengan memberikan harga promosi dengan mencuci pakaian seberat 7 kilogram dibandrol Rp 10 ribu sudah termasuk untuk mengiringkan pakaian, yang dicuci.

Selain di Jalan Panglima Medan, Steven juga sudah membuka outlet yang sama di Jalan Veteran.‎“Tentunya ke depan, saya bisa terus mengembangkan bisnis ini, dan ada rencana membuka satu cabang lagi di tahun ini,” tandas Steven. (gus)

Gelandang Serang PSMS ‘Gendut’, Natanael Bersaing ke Tim Inti

triadi wibowo/sumut pos LEWATI: Natanael Siringo-ringo mencoba melewati pemain PSCS Cilacap di Stadion Teladan Medan, baru-baru ini.
LEWATI: Natanael Siringo-ringo mencoba melewati pemain PSCS Cilacap di Stadion Teladan Medan, baru-baru ini.
Triadi wibowo/sumut pos

Seiring masuknya striker baru ke skuad PSMS Medan, posisi gelandang serang pun ‘gendut’. Hal ini menyebabkan Natanael Siringo-ringo, yang sempat jadi andalan di lini serang, harus bersaing masuk tim inti pada setiap laga yang bakal dilakoni Ayam Kinantan.

Ilham Fathoni yang kerap jadi duetnya di sektor serangan, pun kini harus mengisi posisi second striker. Mau tak mau, yang paling siap di antara mereka berdua, baru diturunkan oleh sang Pelatih Jafri Sastra, untuk memperkuat skuad. Dirasa tak siap, maka sang pemain pun harus rela hanya jadi penghangat kursi cadangan.

Ini terbukti, saat PSMS bentrok Blitar Bandung United di Bandung, Selasa (17/9) lalu. Natanael hanya duduk di bangku cadangan hingga laga usai. Berbeda dengan pertandingan sebelumnya, saat meladeni PSCS Cilacap di Stadion Teladan Medan, Natanael diturunkan, meski sebagai pemain pengganti. Dan di 2 laga terakhir, sang pelatih memang lebih memilih Ilham untuk diturunkan sebagai second striker, yang dipasangkan dengan Tri Handoko.

Terkait hal ini, Natanael pun tetap optimistis bisa memberikan permainan terbaiknya jika kembali dipercaya pelatih. Namun dia mengaku, hal tersebut memang hak prerogatif pelatih, dan dia wajib mengikuti instruksi.

“Pasti ada persaingan, dan tentu yang terbaik diturunkan pelatih. Terpenting PSMS tetap bisa menghasilkan poin. Dan semoga tren positif ini bisa kami pertahankan,” tutur Natanael, Jumat (20/9).

“Saya akan terus berikan yang terbaik. Tapi itu semua keputusan pelatih, dan jika dipercaya, saya selalu siap untuk memberikan yang terbaik,” imbuhnya, seraya berharap, para pendukung PSMS, terus memberikan support, agar bisa meraih target terdekat, yakni lolos ke babak 8 besar.

Sementara itu, Pelatih PSMS, Jafri Sastra mengatakan, jika PSMS ingin lolos ke babak 8 besar, target awalnya harus masuk 4 besar klasemen Liga 2 2019 Wilayah Barat. “Kami masih optimis. Makanya di sisa 5 laga ini, kami harus benar-benar memanfaatkannya (meraih poin),” tegasnya.

Hal ini mengingat, persaingan poin tim-tim di Wilayah Barat, sangat ketat, khususnya di papan atas klasemen. Di posisi puncak Sriwijaya FC kokoh dengan 34 poin. Disusul Persita Tangerang dengan 31 poin di posisi kedua. Persiraja Banda Aceh mengamankan peringkat ketiga dengan 30 poin. Dan 4 besar dipungkasi PSCS Cilacap dengan 29 poin.

PSMS yang berada setingkat di bawah PSCS, masih mengoleksi 28 poin. Meski memiliki selisih 6 poin dari Sriwijaya, namun PSMS hanya berbeda satu poin dari PSCS. Artinya, posisi PSCS masih bisa digusur, tentunya dengan hasil-hasil positif dari laga sisa yang dilakoni Ayam Kinantan.

Seperti diketahui, di 5 laga sisa, PSMS masih punya 2 pertandingan kandang, dan 3 laga kandang. Semoga hasil positif terus direngkuh tim kebanggaan warga Kota Medan ini hingga akhir musim. (bbs/saz)

Melawan Saat Ditangkap, Tulang Kaki Pengedar Sabu Ditembak

IST/SUMUT POS KETERANGAN: Kapolres Batubara, AKBP Robin Simatupang memberikan keterangan kepada wartawan.
KETERANGAN: Kapolres Batubara, AKBP Robin Simatupang memberikan keterangan kepada wartawan.

BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Polres Batubara kembali mengungkap 6 kasus peredaran narkotika di wilayah hukumnya. Dari 7 tersangka yang diamankan, 1 orang terpaksa ditembak karena melawan petugas.

“Ya, seorang tersangka terpaksa kita tembak karena melawan petugas saat akan ditangkap,” ujar Kapolres Batubara, AKBP Robin Simatupang, Jumat (20/9).

Kapolres kemudian merinci hasil tangkapan personelnya. Muhammad Syahril alias Saril (29) ditangkap Sabtu (14/9). Warga Dusun III Desa Simpang Gambus Kecamatan Lima Puluh ditangkap di rumahnya dengan barang bukti sabu seberat 0,36 gram.

“Kemudian, Mahyudin alias Yuyun ditangkap pada Rabu (16/9). Dari tangan warga Desa Simpang Gambus, Kecamatan Lima Puluh ini disita 1 paket kecil sabu. Tersangka mengaku sabu didapat dari Joko Purwadi alias Joko (DPO),” sebut kapolres.

Selain itu, petugas menangkap Khairul Amri alias Lui (36) di Dusun II, Desa Tanjung Seri, Kecamatan Laut Tador, Batubara. Dari warga Dusun IV, Desa Mekar Sari, Kecamatan Laut Tador itu disita sabu seberat 1,36 gram beserta seperangkat alat hisapnya.

“Selanjutnya, Jumat (16/9) di Dusun III Desa Simpang Gambus Kecamatan Lima Puluh diamankan Jamil (28). Dari warga Dusun IV, Desa Titi Merah, Kecamatan Lima Puluh Pesisir itu disita satu paket sabu seberat 0,12 gram dan kaca pirex,” sebut kapolres.

Kemudian, polisi menangkap Joko Purwadi alias Joko (26). Dari warga Dusun IV, Desa Bulan Bulan, Kecamaatan Lima Puluh Pesisir ini,petugas menyita barang bukti 5,45 gram sabu.

“Tersangka diringkus Kamis (17/9) sekira pukul 17.00 WIB berdasarkan pengembangan kasus narkoba sebelumnya yang diringkus dari sebuah bengkel di Jalinsum Desa Simpang Gambus, Kecamatan Lima Puluh,” ujar kapolres.

Petugas terpaksa menembak kaki tersangka. Sebab, saat akan ditangkap tersangka melawan dan mencoba melarikan diri.

Tembakan petugas di betis mengenai tulang kaki tersangka. Akibatnya, tersangka terpaksa dirawat di rumah sakit.

“Terakhir, kita menangkap Ferry Satria dan Chandra Mirando Nainggolan. Kedua warga Desa Perkebunan Tanah Gambus tersebut ditangkap Senin (14/9) di Divisi 3 Perkebunan Tanah Gambus,” sebut kapolres.

Pada kesempatan tersebut, AKBP Robin Simatupang kembali menegaskan komitmen pemberantasan narkoba.

“Saat ini hampir bisa dikatakan bahwa bandar besar narkoba sudah tidak ada lagi di Batubara. Yang ada sekarang tinggal kurir atau pengecer yang mencoba mengambil alih peredaran narkoba,” terang Simatupang.

Simatupang mengatakan, saat ini pasokan narkoba yang masuk ke Batubara dari luar. Seperti, Medan dan Batubara.

“Sedangkan dari laut sudah dikunci agar tidak masuk,” pungkasnya.(mag-14/ala)