IST/SUMUT POS
TANGKAP: Tim Kejari Tebingtinggi mengamankan pelaku pemerasan yang ‘menjual’ nama Kasipidus Chandra ke mapolres.
TANGKAP: Tim Kejari Tebingtinggi mengamankan pelaku pemerasan yang ‘menjual’ nama Kasipidus Chandra ke mapolres. IST/SUMUT POS
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Mengaku sebagai Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebingtinggi, Indra Syahbuddin Saragih memeras Kepala Dinas Kominfo Tebingtinggi, Dedi Siagian. Alhasil, Kasipidsus gadungan ini pun dibekuk Tim Intel Kejari Tebingtinggi, Senin (16/9) lalu.
“PELAKU kita tangkap setelah menyaru sebagai Kasipidsus Kejari Tebingtinggi dan untuk memeras Kepala Dinas Kominfo Kota Tebingtinggi,” terang Kajari Tebingtinggi, Mochammad Novel, Jumat (20/9).
Dijelaskan Novel, pelaku merupakan warga Jalan Ir H Juanda Kota Tebingtinggi. Kejadian bermula saat pelaku Indra menghubungi Dedi Siagian, melalui pesan AhatsApp, Senin (9/9).
“Uda sombong kali sekarang yah, macam uda betul kali pengelolaan dana dinas mu itu, dari Kasi Pidsus Kejari Tebingtinggi, Chandra,” tulis pelaku seperti yang dikirim kepada Dedi Siagian.
Mendapat pesan menohok tersebut, Dedi Siagian kemudian menelpon pelaku.
“Bukan, sombong pak, hanya saja saya sedang berada di Palembang, nanti kita ketemu pak, hari Rabu (11/9),” bilang Dedi.
Rabu (11/9), pelaku kembali menelepon Dedi dan menanyakan apa sudah di kantor.
“Kalau sudah saya mau minta bantuan dana sebesar Rp10 juta, untuk biaya saya selama di Kejati Sumateta Utara,” tutur Novel seperti yang disampaikan Dedi Siagian menirukan ucapan pelaku.
Namun, Dedi Siagian tidak begitu saja menyanggupi permintaan pelaku.
“Kalau uang segitu saya mana ada pak, tapi kalau Rp1 juta saya ada,” kata Dedi Siagian kepada pelaku.
Mendengar pengakuan Dedi Siagian, pelaku buru-buru ‘menyambar’ tawaran itu sambil menentukan lokasi pertemuan.
Namun, pelaku mengaku tidak bisa datang. Ia akan mengutus anggotanya untuk menjemput uang ke Dedi Siagian.
Sekira pukul 16.00 WIB, Dedi Siagian menghubungi pelaku dan mengatakan dia tidak bisa datang juga karena ada kesibukan.
“Nanti anggota saya yang akan mengantar uang itu,” kata Dedi Siagian kepada pelaku.
Kemudian, Dedi Siagian mengutus anggotanya berinisial AS untuk menemui anggota pelaku bernisial IR di depan PDAM Tirta Bulian, Jalan KF Tandean Kota Tebingtinggi.
“Kedua orang suruhan itu pun akhirnya bertemu dan melakukan serah terima uang,” kata Novel.
Selanjutnya, Senin (16/9), pelaku kembali menghubungi Dedi Siagian. Kali ini pelaku meminta uang sebesar Rp350 ribu, dengan alasan memperbaiki komputer.
Merasa curiga, kemudian Dedi Siagian memerintahkan anggotanya untuk mengecek apa betul Kasipidsus Kejari Tebingtinggi meminta uang itu.
Setelah dikonfirmasi, Kasipidsus Kejari Tebingtinggi Chandra, membantah pernah menerima uang sebesar Rp1 juta rupiah dari Dedi Siagian.
Mengetahui ada yang mengaku sebagai dirinya, Kasipidsus Chandra kemudian mengajak Dedi Siagian untuk bekerjasama menangkap pelaku. Dedi Siagian memberikan uang Rp350 ribu yang diminta pelaku.
Dihari yang sama, sekira pukul 15.00 WIB, Dedi Siagian menghubungi pelaku. Dedi meminta bertemu di tempat sebelumnya.
“Pelaku kemudian mengiyakan permintaan si Dedi,” sebut Novel.
Sekira pukul 15.30 WIB, pelaku dan Dedi pun bertemu di tempat sebelumnya. Namun sebelum pertemuan terjadi, pihak Kejari Tebingtinggi sudah mengintai gerak-gerik pelaku dari jarak 20 meter.
“Setelah menerima uang sebesar Rp 350 ribu dari Dedi, kemudian pihak Kejari Tebingtinggi langsung mengkap pelaku. Kemudian dibawa ke Polres Tebingtinggi untuk di proses hukum,” jelas Novel.
“Barang bukti yang berhasil kita amankan uang sebesar Rp1.350 juta dan 1 buah handphone andorid yang digunakan sebagai alat komunikasi pelaku dengan korban,” kata AKP Rahmadani.(ian/ala)
ist
COMEBACK: Legimin Raharjo kembali memperkuat PSMS saat dijamu Persita, Minggu (22/9). Kehadiran Legimin diharapkan bisa membantu PSMS curi poin.
ist
COMEBACK: Legimin Raharjo kembali memperkuat PSMS saat dijamu Persita, Minggu (22/9). Kehadiran Legimin diharapkan bisa membantu PSMS curi poin.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ambisi PSMS Medan untuk kembali masuk empat besar pada pekan ini, tampaknya sulit terwujud. Pasalnya, mereka akan bertandang ke markas Persita Tangerang di Sport Center Kelapa Gading, Minggu (22/9) besok.
PSMS saat ini berada di posisi kelima klasemen sementara Wilayah Barat. Tim berjuluk Ayam Kinantan itu mengoleksi 28 angka dari 17 pertandingan. Mereka tertinggal satu angka dari PSCS di peringkat empat dan hanya unggul satu angka dari Perserang, serta dua angka dari Babel United di posisi enam dan ketujuhn
Untuk tetap menjaga peluang lolos ke delapan besar, PSMS wajib mengalahkan Persita. Tapi meraih kemenangan di kandang Pendekar Cisadane bukanlah tugas mudah. Apalagi tuan rumah sedang dalam tren bagus.
Persita meraih kemenangan dalam dua laga terakhir di kandang. Mereka mengalahkan Sriwijaya FC dan Persiraja Banda Aceh. Tim asuhan Widodo C Putro tersebut pasti membidik kemenangan ketiga beruntun.
Pelatih PSMS Jafri Sastra sadar tuan rumah bukanlah lawan mudah. Namun, dia tetap optimis untuk meraih poin dengan kerja keras dan keberuntungan.
“Persita tim yang solid. Tapi kami akan tetap coba bekerja lebih keras lagi, untuk membawa pulang poin demi poin di sisa laga musim ini. Kami harus tetap yakin dan selalu optimistis,” ujarnya.
Untuk menghadapi laga ini, Jafri Sastra sudah menyiapkan beberapa strategi. “Kami sudah mempersiapkan taktik dan strategi. Mudah-mudahan kita beruntung pada pertandingan ini,” harapnya.
Pelatih berusia 54 tahun itu terus meningkatkan kerja sama antar pemain dalam situasi menyerang maupun saat bertahan. Dia juga membenahi finishing yang masih bermasalah. “Finishing memang masih bermasalah. Saat melawan Blitar, kita memiliki banyak peluang, tapi gagal menjadi gol,” ungkapnya.
PSMS bakal kembali diperkuat Legimin Raharjo pada laga ini. Kapten tim ini sempat absen saat melawan Blitar United, karena akumulasi. Kehadiran Legimin diharapkan bisa meningkatkan permainan, meski Bayu Tri Sanjaya masih diragukan karena cedera.
“Semua pemain sudah siap. Hanya Bayu yang latihan terpisah. Dia masih pemulihan cedera. Tapi tidak masalah, masih ada penggantinya,” sebutnya.
Sedangkan Persita kembali membidik kemenangan pada laga ini. Mereka tidak mau kehilangan poin di kandang. “Bermain di kandang, kami tidak ingin kehilangan poin,” ujar pelatih Persita Widodo C Putro.
Widodo tidak peduli timnya memiliki waktu istirahat yang lebih singkat. “Kalau kita bicara cukup, ya ini harus kita lakukan. Saya tidak bisa bicara bahwa ini tidak cukup karena seperti dan sebagainya, sebab jadwalnya sudah ditentukan begitu, mau tidak mau kita ini harus jalankan,” tegasnya.
Persita dipastikan akan kembali mengandalkan Sirvi Arfani untuk menjebol gawang PSMS. Sriker berusia 27 tahun ini telah mencetak 12 gol dan memimpin top skor Liga 2 musim ini. (dek)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemeriksaan kedua terhadap Benny Harianto Sihotang, tersangka kasus dugaan penipuan sebesar Rp1,7 miliar, batal digelar Jumat (20/9). Penyidik Subdit II Harta Benda, Bangunan dan Tanah.
(Hardabangtah) Reskrimum Polda Sumut menyatakan akan menghentikan kasus tersebut. Alasannya, pelapor telah berdamai dan mencabut laporan pengaduannya.
Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian, membenarkan pelapor telah mencabut laporan. “Iya betul. Para pihak (pelapor dan terlapor/tersangka) sudah berdamai,” ujar Andi Rian saat dikonfirmasi via seluler, Jumat (20/9).
Disinggung alasan berdamai antara pelapor dan tersangka, Andi Rian enggan membeberkan. Dia menyarankan untuk bertanya langsung kepada pihak pelapor atau tersangka. “Tanya sama para pihak (pelapor dan tersangka) dong,” ucapnya.
Karena pelapor mencabut pengaduan, Poldasu akan segera mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). “(SP3) menunggu pemeriksaan tambahan terhadap korban, baru kemudian dilaksanakan gelar perkara,” tukasnya.
Senada, Kasubdit II/Hardabangtah, AKBP Edison Sitepu, mengatakan pelapor dan tersangka sudah datang membawa surat perdamaian pada Kamis (19/9). “Mereka juga memberikan keterangan. Selanjutnya, pelapor mencabut laporan pengaduannya,” ungkap Edison.
Menurut Edison, pihaknya tidak bisa memaksakan kasusnya tetap lanjut dan mengirim berkas perkara ke pengadilan. Sebab jika tetap dilakukan, akan sulit dipertanggungjawabkan. “Tidak ada dasar untuk melanjutkan kasusnya karena mereka sudah berdamai dan mencabut laporan. Lain halnya dengan kasus pembunuhan atau pemerkosaan. Artinya dalam kasus ini, untuk mencari keadilan tidak harus di pengadilan,” sebutnya.
Ia menyebutkan SP3 dalam kasus ini belum dikeluarkan. “Minggu depan akan dilakukan gelar pekara kasus tersebut. Setelah itu, kemungkinan akan diterbitkan SP3,” tandasnya.
Terpisah, Benny Sihotang yang coba dihubungi via telepon seluler, pesan singkat, dan whatsapp mengenai kasus yang menimpanya, tidak menjawab panggilan seluler, pesan singkat maupun whatsapp.
Sbelumnya, Benny Sihotang –yang baru saja dilantik sebagai anggota DPRD Sumut— ditetapkan sebagai tersangka atas laporan Rusdi Taslim, dalam kasus penipuan sebesar Rp1,7 miliar. Rusdi Taslim melaporkan perkara ini tertanggal 15 Februari 2018 terkait proyek revitalisasi Pasar Horas Pematangsiantar tahun 2018, dengan pagu sebesar Rp24 miliar.
Direktur Utama PD Pasar Horas saat itu dijabat yang Benny Harianto Sihotang, memenangkan perusahaan milik Fernando Nainggolan alias Moses bersama Rusdi Taslim.
Selanjutnya, Benny Sihotang disebutkan meminta uang kepada Rusdi Taslim. Rusdi menyuruh anggotanya bernama Didit Cemerlang, untuk memberikan uang kepada Fernando Nainggolan alias Moses, lewat rekening. Tetapi proyek pembangunan Pasar Horas tidak kunjung ada alias fiktif. Akibat kejadian itu, Rusdi Taslim mengaku mengalami kerugian Rp1,7 miliar.
Merasa jadi korban penipuan, Rusdi Taslim melaporkan kasus itu ke Polda Sumut yang kemudian ditangani Subdit IV/Renakta. Namun karena penanganannya dinilai lambat, kasus diserahkan ke Subdit II/Harbangtah. (ris)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim Pemeriksa Inspektorat telah selesai melakukan pemeriksaan kasus hilangnya uang Rp1,6 miliar di pelataran parkir Kantor Gubsu.
Selanjutnya, dalam waktu secepatnya akan dirampungkan naskah hasil pemeriksaan. Lalu setelah ekspos internal, kemudian Inspektorat segera menyampaikan laporan ke Gubernur Sumatera Utara (Gubsu).
“Kita akan sampaikan kepada Pak Edy setelah semua (pemeriksaan) selesai dilaksanakan,” kata Inspektur Sumut Lasro Marbun menjawab wartawan, Jumat (20/9).
kumen pendukung yang sebelumnya telah disita sewaktu pemeriksaan. Selanjutnya Inspektorat akan menyiapkan naskah untuk diberikan kepada gubernurn Setelah itu, pihaknya akan mempublikasikan apa hasil yang telah didapatkan selama proses pemeriksaan dilakukan. “Tim akan menyiapkan naskah terlebih dahulu, setelah itu baru akan diberikan kepada Pak Edy dan baru akan dipublikasikan. Kita upayakan pekan depan,” imbuhnya.
Inspektorat sendiri sebelumnya telah memeriksa 30 aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga honorer dilingkungan Pemprovsu dalam kasus raibnya uang miliaran rupiah itu. “Bukti-bukti juga sudah kami kumpulkan, dimana ada 23 berkas yang diamankan,” pungkasnya.Sementara, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi masih menekankan kepada jajarannya untuk mengusut tuntas kasus raibnya uang Rp 1,6 miliar dari dalam mobil yang terparkir di pelataran depan kantor Gubsu, Senin (9/9) lalu.
Edy kembali menegaskan kepada pejabat yang bertugas dan berwenang terkait hilangnya uang tersebut agar bertangungjawab penuh. “Saya minta itu diusut sampai selesai. Yang pastinya, yang berwenang dan bertugas di situ harus bertanggungjawab,” katanya.
Ia pun hingga kini masih menunggu hasil pemeriksaan internal Inspektorat dan penyelidikan dari pihak kepolisian. “Tanya sama Inspektorat. Dia melaporkan dan sudah memeriksa sampai dengan 30 saksi,” ujarnya. Dirinya mengaku belum bisa menyampaikan hasil apapun kepada publik terkait uang untuk pembayaran honor Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Sumut itu.
Sementara, penyelidikan yang dilakukan Polrestabes Medan hingga kini juga belum mampu mengungkap hilangnya uang Rp1,6 miliar tersebut. Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto yang dikonfirmasi wartawan menyebutkan, sampai saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan. “Artinya, kita tetap melakukan upaya penyelidikan terhadap kejadian pencuriannya. Tapi juga kita akan ungkap kelalaian daripada si pembawa uang ini,” ucap Agus, Jumat (20/9).
“Sampai saat ini masih penyelidikan. Kasusnya ditangani Polrestabes Medan,” sambungnya.
Sementara itu, Kapolrestabes Medan, Kombes Dadang Hartanto, saat ditanya mengenai sudah sejauh mana hasil penyelidikan setelah mengantongi identitas para pelaku uang hilang di Kantor Gubsu mengaku akan menyampaikannya sendiri. “Nanti akan saya sampaikan perkembangannya,” ujar Kapolrestabes Medan Dadang Hartanto. (prn/bbs)
ist
WAWANCARA: Gubsu Edy Rahmayadi bersama Pangdam I/BB menjawab pertanyaan wartawan, usai rapat koordinasi Karhutla di Kantor Gubsu, Jumat (20/9).
WAWANCARA: Gubsu Edy Rahmayadi bersama Pangdam I/BB menjawab pertanyaan wartawan, usai rapat koordinasi Karhutla di Kantor Gubsu, Jumat (20/9).
MEDAN, SUMTUPOS.CO – Kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau, menyebabkan 10 daerah di Sumut berkabut. Dampak kabut asap ini mengakibatkan jarak pandang terganggu. Selain itu, juga menyebabkan iritasi mata dan kulit, gangguan saluran pernafasan, (ISPA) dan memperberat penyakit kronis dan jantung.
KEPALA Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumut, Riadil Akhir Lubis menyampaikan hal itu dalam Rapat Koordinasi Karhutla di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Medan, Jumat (20/9). Rapat ini dihadiri Gubsu Edy Rahmayadi, Pangdam I/BB Mayjen TNI MS Fadhilah, Wakapolda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, mewakili unsur Forkopimda lainnya, bupati/walikota se-Sumut, BPBD Sumut dan kabupaten/kota, serta kalangan pengusahan
Selain itu, kata Riadil, dampak asap juga mengakibatkan berkurangnya jarak pandang antara 1 – 5 km dan terganggunya penerbangan, seperti di Bandara Aek Godang Padang Lawas Utara dan Bandara Silangit, Tapanuli Utara.
Mengenai langkah pencegahan, Riadil menyebut, pihaknya siap melakukan pembagian masker, imbauan memakai kacamata, posko karhutla, penyediaan informasi melalui BMKG dan BPBD serta ajakan jangan melakukan pembakaran di pekarangan dan di sekitar kebun dan hutan.
Hingga periode September ini, juga ditemukan 83 hotspot pada 19 kabupaten/kota di Sumut. Secara khusus pada tiga hari terakhir, ada 8 titik api yang berada di Asahan, Dairi, Humbahas, Labuhanbatu, Padang Lawas Utara dan Tapanuli Tengah.
Untuk menghindari dampak buruk Karhutla tersebut, Gubsu Edy Rahmayadi meminta seluruh komponen pemerintah dan masyarakat peduli terhadap dampak Karhutla. “Setiap kabupaten/kota harus membentuk posko kesehatan akibat asap Karhutla dan membagikan masker kepada masyarakat yang terdampak,” tegas Edy.
Hujan yang turun beberapa hari terakhir, kata Edy, menjadi penyelamat sehingga dampak kabut asap tidak begitu parah. “Memang dampak yang kita rasakan kecil, karena kita diselamatkan hujan. Sumatera Utara sedang sering hujan, kalau tidak kita bisa jadi penyumbang asap. Saya pernah meninjau langsung lokasi kebakaran hutan, hanya 10 menit saja tidak tahan, bayangkan betapa menderitanya warga yang merasakan berhari-hari,” terang Edy.
Untuk penanggulangan Karhutla, Gubsu juga mengingatkan pentingnya kerja sama antara TNI, Polri dan Pemerintah untuk memantau hotspot (titik api) di lapangan, dan senantiasa mempedomani instruksi Presiden Nomor 11 tahun 2015 tentang peningkatan pengendalian Kahutla dan Peraturan Perundang-undangan terkait pengendalian Karhutla. “Saya harap dengan rapat yang terbatas ini bisa mencegah meluasnya kebakaran hutan, “ tegas Edy yang juga Dansatgas Karhutla.
Kepada pihak berwajib, Gubsu pun berpesan agar segera mencari dan mendapatkan pelaku. “Kepada Polisi saya sudah minta untuk segera mencari dan mendapatkan para pelaku, kita akan lakukan tindakan tegas, hingga pada pencabutan izin bila memang ada perusahaan yang lalai yang mengakibatkan Karhutla,” terang Edy.
Para pengusaha yang hadir, juga diminta turut andil dalam menjaga hutan. “Saya tidak mau berburuk sangka, kepada pengusaha tolong bantu dan ikut jagalah hutan kita, saya tak mau menuduh, yang saya inginkan bapak-bapak berpartisipasi untuk mencegah ini, karena kebanyakan kebakaran hutan terjadi didekat usaha bapak,” tegasnya.
Edy juga meminta para bupati/walikota mengaktifkan Satgas Karhutla dan melibatkan masyarakat secara intensif. Kepala daerah harus siaga penanggulangan Karhutla di wilayahnya. Dalam keadaan mendesak atau darurat, kepala daerah dapat menggunakan belanja tidak terduga untuk memenuhi kebutuhan daerah atau masyarakat. Serta mendukung penegakan hukum terhadap pelaku Karhutla.
Pangdam I/BB Mayjen TNI MS Fadhilah menyampaikan, terjadinya Karhutla 95 % karena ulah manusia. “Kebakaran hutan ini 95 persen karena ulah manusia, ada yang tingkatnya kecil hingga tingkat korporasi, motivasinya pun beragam, ada motivasi karena tuntutan ekonomi, ada juga yang termotivasi melakukan Karhutla karena urusan politik. Untuk itu semua berpikirlah untuk melakukan terbaik, kita cinta Sumut, kita hidup di sini, mari kita jaga hutan kita. Mari kita bergandengan tangan selamatkan bumi kita dan anak anak kita, karena yang menjadi korban adalah generasi penerus bangsa,” ujarnya.
Sementara itu, Wakapolda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto menyampaikan, untuk wilayah Sumut ada tiga daerah yang rawan Karhutla dan perlu diwaspadai, yakni Mandailing Natal, Labuhanbatu Selatan, dan Taman Nasional Gunung Leuser. “Saat musim kemarau, tiga lokasi tersebut rawan terjadi Karhutla, namun Taman Nasional Gunung Leuser yang berada di dekat Bahorok bisa diatasi karena sering terjadi hujan,” terangnya.
Deteksi Terakhir, Tak Ada Hotspot di Sumut
Sementara dari hasil pengamatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Medan terhadap perkembangan titik panas (hotspot) dan penyebaran kabut asap melalui pengamatan Satelit Aqua dan Terra, jumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (81-100 persen) di Provinsi Sumatera Utara dalam tiga hari terakhir, sebanyak satu titik yakni di Kabupaten Tapanuli Tengah. Namun dari pantauan terakhir, hotspot tersebut sudah tidak tampak lagi.
“Beberapa hari terakhir, memang ada terlihat titik panas di sana. Tapi karena itensitas curah hujan di Sumut yang saat ini sedang tinggi, hal itu justru dapat mengatasi titik panas di sana,” kata Kepala Bidang Data BMKG Medan, Erida kepada Sumut Pos, Jumat (20/9).
Asap yang sampai di wilayah Sumatera Utara, sebut Erida, memang diperkirakan merupakan akumulasi dari asap akibat kebakaran hutan di wilayah Sumatera Utara sendiri dan dari Provinsi tetangga. Hal ini didukung dengan pergerakan angin yang dominan dari arah Tenggara hingga selatan yang membawa partikel asap ke arah utara termasuk wilayah Medan.
“Jadi asap memang sudah terdeteksi di Kota Medan dengan satelit dan diprediksi sebagai asap kebakaran hutan dari luar Sumut. Untuk prospek ke depan, hotspot dan kabut asap masih perlu diwaspadai meskipun dalam beberapa hari kedepan wilayah Sumatera Utara cenderung hujan dengan intensitas ringan hingga sedang,” terangnya.
Berdasarkan hal-hal tersebut, maka BMKG mengimbau agar masyarakat dapat mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker jika beraktifitas di luar rumah, tetap waspada namun tidak perlu terlalu cemas. “Kami tadi sudah rapat dengan Pak Gubernur (Sumut). Alhamdulillah, Kota Medan tidak terlalu terkena paparan asap. Namun begitu, kami tetap mengimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga kesehatan dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila harus berada diluar ruangan,” tandasnya.
Nelayan Tak Melaut
Para nelayan di Medan Belawan, Labuhan dan Marelan terpaksa mengurungkan niat untuk pergi melaut. Pasalnya, selain relatif tingginya gelombang ombak, jarak pandang hanya 20 meter ke depan yang disebabkan kabut asap dari kebakaran hutan di sejumlah daerah di Pulau Sumatera dan Kalimantan.
Akibatnya, ratusan kapal ikan pun tertonggok di sejumlah tangkahan, terutama di Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (PPSB) Gabion, Belawan Lama dan Sungai Deli, Medan Marelan. Yusuf (45), warga Jalan Young Pana Hijau, Medan Marelan mengatakan, kondisi ombak yang relatif tinggi di atas dua meter sebenarnya, bisa diharungi nelayan, namun karena terbatasnya jarak pandang 20 meter akibat kabut asap, menimbulkan kekhawatiran bagi nelayan bila terjadi tabrakan antar kapal yang sedang berlayar.
“Kalau masalah ombak, nelayan masih bisa menyiasati bila siang hari, namun kalau keterbatasan jarak pandang, itu yang dikhawatirkan nelayan karena takut terjadi tabrakan dengan sesama kapal ikan maupun kapal niaga atau tanker yang sedang berlayar,” ujar Yusuf.
Syamsul Bahri Nasution, pedagang ikan yang setiap hari membeli ikan hasil tangkapan para nelayan di tangkahan Jalan Yong Panah Hijau Lingkungan 7 Kelurahan Labuhandeli, Medan Marelan membenarkan, jika sebagian besar nelayan tidak melaut karena tingginya gelombang ombak dan terhalang jarak pandang yang hanya 20 meter.
“Kemarin, sejumlah nelayan yang sudah berangkat melaut kembali ke pangkalan, karena tingginya ombak dan jarak pandang hanya 20 meter,” ujar Syamsul. Kalau pun ada nelayan yang tetap pergi melaut, hanya melakukan penangkapan ikan di pinggir saja, untuk menghindari gelombang ombak dan jarak pandang dampak kebakaran hutan.
Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kota Medan, Isa Albasir mengatakan, hampir 90 persen nelayan tidak melaut saat ini, karena ombak relatif tinggi ditambah dampak asap dari kebakaran hutan yang menghalangi jarang pandang nelayan hanya 20 meter ke depan. “Saat ini ada 90 persen nelayan Kota Medan yang mengambarkan kapalnya, karena dan dampak tingginya ombak dan kabut asap,” ujar Isa Albasir. (prn/map/mbc)
MENDAYUNG: Personel Marinir dari Yonmarhanlan I Belawan, mendayung peahu karet saat mengikuti try-out renang dan dayung di Danau Toba, Jumat (20/9).
MENDAYUNG: Personel Marinir dari Yonmarhanlan I Belawan, mendayung peahu karet saat mengikuti try-out renang dan dayung di Danau Toba, Jumat (20/9).
SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO – Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) I Belawan, Sumatera Utara menggelar try-out bagi anggotanya untuk berenang dan mendayung di Danau Toba, Jumat (20/9). Mengambil titik start di Pelabuhan Feri Tigaras, Kabupaten Simalungun, puluhan anggota pasukan elite TNI AL itu berenang dan mendayung hingga Pelabuhan Simanindo di Pulau Samosir Pelepasan peserta try-out renang dan dayung marinir itu dilakukan
oleh Komandan Yonmarhanlan I Letkol (Mar) James Munthe M.Tr. Hanla, Kepala Dinas Potensi Maritim (Kadispotmar) Lantamal I Belawan Letkol (Mar) Felix Pakpahan, serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sumut Baharuddin Siagian. Ada juga pemuka masyarakat dan Kepala Desa Tigaras Mika Jaya Sitio yang ikut melepas peserta try-out renang dan dayung di danau kaldera terbesar di dunia itu.
James Munthe dalam sambutannya mengatakan, ada dua sasaran dalam kegiatan itu. Yang pertama adalah untuk melatih anggota Korps Marinir sekaitan dengan hari ulang tahun ke-74 Tentara Nasional Indonesia (HUT TNI) . “Kegiatan ini digelar dengan harapan bisa meningkatkan ketahanan fisik prajurit,” ujar James Munthe, kepada media.
Adapun sasaran kedua dalam kegiatan itu adalah memulihkan aktivitas turisme di Danau Toba yang merosot pasca-tragedi tenggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun pada 16 Juni 2018. “Menggalakkan kembali pariwisata di kawasan Danau Toba, khususnya di alur pelayaran kapal dari Tigaras ke Simanindo, pasca-tenggelamnya KM Sinar Bangun,” ucapnya.
Munthe menjelaskan, jarak antara Pelabuhan Feri Tigaras di Simalungun hingga Pelabuhan Simanindo di Kabupaten Samosir mencapai 8 kilometer dan melewati salah satu titik terdalam di Danau Toba. Meski demikian, puluhan anggota Yonmarhanlan I Belawan yang berenang dan mendayung sudah membuktikan rute itu aman.
Tim dayung Yonmarhanlan I Belawan mencapai garis finis di Pulau Samosir dengan catatan waktu 1 jam 5 menit. Adapun tim renang tim renang mencapai titik akhir dalam waktu 2 jam 20 menit.
“Danau Toba aman bagi wisatawan yang hendak menyeberang dalam menikmati masa liburan asalkan tetap mengikut aturan yang ada dan menjaga kearifan lokal,” katanya.
Lomba renang dan mendayung perahu karet bertujuan untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat, bahwa Danau Toba aman bagi wisatawan yang hendak menyeberang dalam menikmati masa liburan, dengan tetap mengikut aturan yang ada dan menjaga kearifan lokal.
“Dengan ini, kita berharap Danau Toba dapat berkembang bagi wisatawan. Mari kita bangkitkan budaya dan destinasi Danau Toba untuk menjadi daya tarik bagi wisatawan asing,” pungkas James.
Kadispora Sumut, Baharuddin Siagian dalam sambutannya mengapresiasi upaya Yonmarhanlan I Belawan menggelar try-out selam dan renang di Danau Toba. “Kami berharap para turis merasa aman dan dapat menikmati keindahan alam yang ada di sekitar Danau Toba,” katanya.
“Atas nama Pemerintah Sumut, semoga renang dan dayung ini berjalan lanca dan aman, tetap semangat patriotisme TNI AL tetap terjaga,” pungkas Baharuddin.
Kepala Desa Tigaras Mika Jaya Sitio mengatakan, kegiatan pariwisata di daerahnya menjadi lesu pasca-karamnya KM Sinar Bangun. Karena itu Mika ikut senang dengan kegiatan yang diinisiasi Yonmarhanlan I Belawan itu.
“Kami berharap kegiatan ini sangat membantu memulihkan pariwisata di Tigaras yang lesu pasca-tragedi KM Sinar Bangun. Selama ini kami sudah berupaya semaksimal mungkin mengembalikan gairah pariwisata di Danau Toba, khususnya di alur pelayaran Tigaras ke Simanindo. Kegiatan positif ini menjadi daya tarik terhadap kunjungan wisatawan,” tutup Mika Jaya.
Tebar Bibit Ikan Emas di Tigaras
Sehari sebelumnya, Kamis (19/9) siang, puluhan anggota Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) I Belawan, Sumatera Utara dipimpin langsung Komandan Yonmarhanlan I Letkol (Mar) James Munthe, menebar bibit ikan emas di Danau Toba.
Sejumlah tokoh agama dan pemuka masyarakat Simalungun juga hadir pada penaburan bibit ikan emas di danau kaldera terbesar di dunia itu. Antara lain Pendeta Jack Marpaung dan Pendeta Edison Panjaitan.
Doa mengawali kegiatan itu, selanjutnya tak kurang 10 ribu bibit ikan emas dalam kantong-kantong plastik dilepas ke Danau Toba. “Penaburan bibit ikan emas ini adalah wujud kepedulian terhadap pelestarian ikan di perairan Danau Toba,” ujar James.
Pendeta Jack Marpaung dalam sambutannya mengapresiasi kepedulian pasukan elite yang terkenal dengan baret ungunya itu, terhadap Danau Toba. “Saya sangat salut dan bangga dengan kepedulian yang dilakukan oleh TNI AL dalam hal ini marinir di Perairan Danau Toba ini,” ujar pendeta yang juga dikenal sebagai penyanyi rock itu. (fac/ara/jpnn)
TRIADI/sumut pos
JARINGAN LISTRIK: Petugas PLN UP3 Medan saat melakukan pemeliharaan jaringan listrik.
JARINGAN LISTRIK: Petugas PLN UP3 Medan saat melakukan pemeliharaan jaringan listrik. TRIADI/sumut pos
MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Medan kembali melakukan pemeliharaan jaringan listrik di Kota Medan, mulai hari ini, Sabtu (21/9) hingga Kamis (26/9).
Adapun pemeliharaan tersebut berada rayon PLN Medan Johor, Medan Baru, Medan Kota, dan Selatan. Adapun pemeliharaan jaringan listrik di rayon tersebut menyebabkan terjadinya pemadamann
Seperti hari ini, Sabtu (21/9), pemadaman terjadi di Jl. Karya Bakti, Jl. Mawar, Jl. Cinta Rakyat, Jl. Cempaka, Jl. Anatariksa, Jl. Karya perbatasan, komplek purna bakti, Komplek Paskhas, Jl. Jamin Ginting, Jl. Mesjid Syuhada, Jl. Bunga Ester, Jl. Bunga Kantil, Jl. Dwi Warna, Jl. Saudara, Jl. Rebab, Jl. Bunga Mawar, Jl. Sembada, Jl. Bunga Kenanga, Jl. Bunga Wijaya, Jl.Karya Bakti,Jl.Karya Tani,Jl.Karya Wisata,Asrama Haji,Kantor Kejaksaan Tinggi.
Kemudian, Jl. Patriot, Jl. Amal, Jl. Merak, Jl. Rajawali, Jl. Sunggal, Perkampungan Kodam, Jl. Tagwa, Jl. Abadi, Jl. Kesatria, Jl. Kiwi, Jl. Kaswari, Jl. Titi Bobrok, Jl. Kutilang, Jl. Sei Batang Hari, Jl. Beo, Jl. Garuda, Simpang Sei Sekambing, Jl. Sekip, Jl. Agus Salim, Jl. Surau, Jl. Pabrik Tenun, Jl. H. Adam Malik, Jl. Mayang, Jl. Rambung, Jl. Waringin, Jl. Tualang, Jl. Sikambing, Jl. Damar, Jl. Merbau, Jl. Meranti, Jl. Gatot Subroto, Jl. Kota Baru Pajak Petisah, Jl. Razak, Jl. Guru Patimpus, Jl. Manggis, Jl. Pepaya, Jl. Kelapa.
Lalu, JL. Diponegoro, Jl. T. Daut,, Jl. Hang Tuah, Jl. Hang Kesturi, Jl. Hang Jebat,Jl. Cik Ditiro, Jl. Kartini, Ktr Gubsu, Ktr BII, Ktr Dep Keuangan, Univ Metodis SMAN.1, JL.Kejaksaan , Jl. Candi Biara, Jl. Candi Prambanan, Jl. T. Umar, Jl. Kediri, Jl. Tumapel, Jl. Taruma, Jl. Jl.KPT. Maulana Lbs, Jl. Raden Saleh, Swalayan Maju Bersama, Jl. Yos Sudarso, Jl. Alfalah, Jl Mukhtar Basri, UMSU, Jl. Karantina, Jl. Bukit Barisan, Jl. Gaharu, Jl. Perintis, Jl. Timor, Jl. Sutomo, Jl. Sena, Jl. M. Said, Jl. Sejati, Jl. Arif Lubis.
Selanjutnya pada Selasa (24/9), pemadaman terjadi di BCA Jl. Krakarau, Jl. GB Josua, Jl. Thamrin, Jl. Sei Kera, Jl. Malaka, Jl. Madong lubis, Jl. Sumatera, Jl. Singa, Jl. Gajah, Jl. Parapat, Jl. Penyabungan, Jl. Ayahanda, RS Royal Prima, Jl. Panci, Jl. Rantang, Jl. Ceret, Jl. Sendok, Jl. Cangkir, Jl. Gelas, Jl. Pabrik Tenun sebagian, Jl. Periuk, Jl. Kuali, Jl. Tinta, Jl. Agenda, Jl. Sampul, Jl. Notes, Jl. Buku, Jl. Kertas, Jl. Jangka, Jl. Darussalam, Jl. Sei Arakundo, Jl. Pasar Melintang, Jl. Sei Batu Gingging Ujung, Jl. Sei Silau.
Kemudian, Swalayan Maju Bersama, Jl. Yos Sudarso, Jl. Alfalah, Jl Mukhtar Basri, UMSU, Jl. Karantina, Jl. Bukit Barisan, Jl. Gaharu, Jl. Perintis, Jl. Timor, Jl. Sutomo, Jl. Sena, Jl. M. Said, Jl. Sejati, Jl. Arif Lubis, Jl.Seksama, Jl. Selamat, Jl. Harapan Pasti, Jl. Bahagia Bypas, Jl. Saudara, Jl. Air Bersih, Jl. Sempurna, Jl. Turi, Jl. Bahagia, Jl. Pelajar, Jl. Jaati II, Jl. Jati III, Jl. AR Hakim, Jl. Halat.
Sedangkan pada Rabu (25/9), pemadaman di wilayah Jl. Jermal 15. Sementara pada Kamis (26/9), pemadaman di wilayah Jl.Karya Jaya, Jl.Eka Surya,JL.Eka Warni,Jl Karya Kasih,Jl.Karya Darma, jl.Eka Rasmi, Jl. Namorambe Gg. Becek. Jl.Karya Wisata Ujung.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan pemadaman ini,” ujar Manager Bagian Jaringan PLN UP3 Medan, Hasudungan Siahaan. (rel/ila)
istimewa/sumut pos
SALAMI: Kepala BKD&PSDM Kota Medan, Muslim Harahap, menyalami salah satu ASN yang ikut ujian.
SALAMI: Kepala BKD&PSDM Kota Medan, Muslim Harahap, menyalami salah satu ASN yang ikut ujian.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemko Medan melalui Badan Kepegawaian Daerah & Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD&PSDM) Kota Medan menggelar Ujian Penyesuaian Kenaikan Pangkat di lingkungan Pemko Medan Tahun Anggaran 2019 di Gedung Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik &Tenaga Kependidikan (P4TK), Jalan Setia Budi Medan, Kecamatan Medan Helvetia, Jumat (20/9).
Ujian yang diikuti sebanyak 126 peserta dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut dibuka Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH diwakili Kepala BKD&PSDM Kota Medan Muslim Harahap. Nantinya, para peserta akan menerima materi dasar dan mekanisme umum pelaksanaan ujian oleh narasumber yang dihadirkan yakni dari Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional VI Medan.
Wali Kota dalam sambutannya yang disampaikan Kepala BKD&PSDM Muslim Harahap mengatakan ujian kenaikan pangkat merupakan bentuk perhatian Pemko Medan sekaligus memberi kesempatan bagi ASN agar dapat mengembangkan potensi dan kapasitasnya untuk naik pangkat melalui ujian. Dengan harapan, dapat diperoleh dan terbentuk ASN yang mumpuni dan kompeten sehingga memberi dampak signifikan dalam tatanan birokrasi pemerintahan.
“Ujian ini menjadi wujud kepedulian Pemko Medan untuk memberi kesempatan bagi ASN agar dapat menaiki dan memperoleh kenaikan pangkat yang sesuai dengan pendidikan dan kompetensinya. Oleh karenanya, kami berharap para peserta dapat mengikuti ujian dengan sungguh-sungguh sehingga dapat menjawab sejumlah pertanyaan dengan teliti dan benar,” kata Muslim.
Selain untuk kenaikan pangkat, Muslim mengungkapkan, ujian tersebut juga untuk membentuk karakter ASN yang kapabilitas dan berintegritas serta memiiliki loyalitas tinggi dalam bekerja sehingga mampu memberi sumbangsih untuk mendukung percepatan pembangunan kota yang nantinya bermuara pada kesejahteraan masyarakat.
“ASN merupakan seorang abdi negara dan abdi masyarakat yang bertugas sebagai pelayan bagi masyarakat. Untuk itu, jika nantinya seluruh peserta lulus dalam ujian dan berhasil memenuhi kualifikasi, hendaknya dapat berbuat, bertindak dan berlaku sesuai tingkatan pendidikan dan pangkat yang diemban. Jadilah contoh dan mitra yang baik sehingga tupoksi dapat berjalan dengan maksimal,” pesannya.
Sebelumnya, Kabid Pengembangan SDM Saleh Adrian dalam laporannya menjelaskan tujuan ujian ini secara umum untuk memberi kesempatan ASN dalam kenaikan pangkat di instansi masing-masing. Ujian ini bilang Saleh berlangsung selama satu hari dan diikuti sebanyak 126 peserta dari golongan II D dan III D. (map/ila)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penurunan kelas sebanyak 615 Rumah Sakit dari tipe B ke tipe C di Indonesia akhirnya memberikan dampak negatif bagi pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Begitupun dengan 26 RS yang ada di Sumatera Utara, termasuk beberapa di antaranya merupakan Rumah Sakit yang ada di Kota Medann
Imbas dari turunnya kelas RS dari tipe B ke tipe C di sejumlah RS di Kota Medan, mayoritas dokter praktik di beberapa RS yang turun kelas itu memilih bermigrasi ke rumah sakit yang memiliki kelas lebih tinggi, yakni tipe B dengan alasan kesejahteraan para dokter.
Akibatnya, sejumlah RS yang turun kelas dari tipe B ke tipe C tersebut langsung kekurangan tenaga dokter. Padahal, keberadaan tenaga medis berupa dokter praktik merupakan hal yang sangat vital karena menjadi pondasi awal dari pelayanan kesehatan itu sendiri.
Menyikapi hal ini, anggota DPRD Medan dari Fraksi Golkar, Mulia Asri Rambe alias Bayek menyampaikan kemirisannya. Menurut Bayek, hal ini menjadi salah satu barometer bobroknya pelayanan sejumlah RS di Kota Medan saat ini.
“Miris, di saat kita ingin pelayanan kesehatan di Kota Medan semakin meningkat, justru di saat itu RS kita malah kekurangan tenaga dokter yang sejatinya menjadi salah satu tonggak utama pelayanan kesehatan. Ini ada apa? Ini jadi salah satu barometer betapa buruknya pelayanan kesehatan di Kota Medan,” ujar Bayek kepada Sumut Pos, Jumat (20/9).
Untuk itu, kata Bayek, ini harus menjadi momen penting bagi pemerintah untuk semakin peduli terhadap pelayanan RS di Kota Medan. Selain itu, Pemerintah Pusat juga harus bertanggungjawab dari dampak yang terjadi atas keputusan mereka menurunkan kelas sejumlah 615 RS di Indonesia.
“Kenapa diturunkan? Tentu kan ada sebabnya dan Kementerian Kesehatan lebih tahu menilainya. Tapi pemerintah pusat juga tidak boleh lepas tangan atas dampak negatif ini. Harusnya tetap ada regulasi dari pemerintah kepada RS agar turunnya kelas RS tidak berdampak kepada turunnya honor para dokter yang pada akhirnya membuat mereka ‘kabur’ ke RS yang lebih tinggi kelasnya,” ujarnya.
Namun, lanjut Bayek, nasi sudah menjadi bubur, para dokter telah terlanjur bermigrasi ke RS yang kelasnya lebih baik dan RS yang turun kelas harus rela kehilangan para dokternya. Saat ini yang harus menjadi fokus pemerintah Kota Medan adalah mencari jalan keluar agar sejumlah RS itu kembali mendapatkan tenaga dokter yang mencukupi.
“Apapun alasannya, kebijakan pemerintah tidak boleh merugikan masyarakat. Kalau masyarakat mau berobat, dokternya harus ada, itu tugas RS dan Pemko harus menekankan itu kepada semua RS yang turun kelas itu. Terserah apakah dengan mengembalikan dokter yang telah bermigrasi atau dengan mendatangkan dokter-dokter yang baru, yang penting masyarakat yang mau berobat bisa dilayani,” lanjutnya.
Terakhir, tegas Bayek, Pemko Medan tidak boleh tinggal diam akan hal ini. Mereka harus segera berkoordinasi dengan sejumlah RS yang kekurangan tenaga medis tersebut dan mencari jalan keluar untuk mengatasi persoalan ini. Termasuk, soal kesejahteraan para dokter yang saat ini masih bekerja di RS tipe C dan D, mereka juga harus turut diperhatikan kesejahteraannya agar tetap dapat bekerja secara profesional.
“Turunnya kelas RS itu tentu ada indikatornya dan Pemko Medan juga harus turut mengevaluasi semua RS yang ada di Kota Medan agar dapat berbenah. Tujuannya jelas, agar RS yang turun kelas itu bisa direkomendasikan kembali untuk naik kelas dan agar RS yang kelasnya sudah baik saat ini dapat mempertahankan bahkan meningkatkan pelayanannya,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, adapun 10 RS di Sumut turun kelas yakni, RS Jiwa Prof M Ildrem Medan dari kelas A turun ke B; RSU Permata Madina Panyabungan dari kelas C ke D; RS Bhayangkara Tebing Tinggi dari kelas C ke D; RSU Siti Hajar Medan dari kelas C ke D; RS AL Dr Komang Makes Belawan dari kelas C ke D; RSU Martha Friska Medan dari kelas B ke C; RSU Martha Friska Multatuli Medan dari kelas B ke C; RSU Permata Bunda Medan dari kelas B ke C; RSU Bahagia Medan dari kelas C ke D; RSUD Padang Sidimpuan dari kelas B ke C.
Sedangkan 16 RS yang mendapat pendampingan Dinkes yakni, RSUD dr Husni Thamrin; RSU Ibu Kartini; RSU Setio Husodo; RSU Wiro Husada; RSU Bunda Mulia; RSU Bethseda GKPS; RSU Karya Husada; RSIA Mina Husada; RSUD Lukas Hilisimaetano; RSU Lagi Kartika; RSU Tiga Bersaudara; RSU Mina Padi; RSK Bedah Accuplast; RSU Muhammadiyah; SK Ginjal Rasyida dan RSU Bethseda. (map/ila)
markus/sumut pos
KE ATAS: Wali Kota Medan, Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin menunjukkan bagian atap Gedung Warenhuis kepada Kapoldasu, Irjen Pol Drs Agus Andrianto.
Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin menunjukkan bagian atap Gedung Warenhuis kepada Kapoldasu, Irjen Pol Drs Agus Andrianto. Markus/sumut pos
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Upaya Pemko Medan untuk menata Gedung Warenhuis dan kawasan sekitarnya di Jalan Hindu, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat mendapat dukungan Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Agus Andrianto SH MH. Jumat (20/9), Pemko Medan dan Polda Sumut bekerja sama melakukan pembersihan di lokasin
gedung bersejarah yang dulunya merupakan bangunan supermarket pertama di Kota Medan tersebut.
Sebelum gotong royong dilakukan, Kapolda Sumut lebih dulu memimpin apel yang dihadiri Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH, Sekda Kota Medan Ir Widiya Al-rahman MM serta sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan. Sebagai tanda simbolis dimulainya aksi bersih-bersih, Kapolda selanjutnya menyerahkan peralatan gotong royong kepada dua orang personel.
Usai apel, Kapolda dan Wali Kota selanjutnya mendengar penjelasan Kadis Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Kota Medan Benny Iskandar. Dalam penjelasan singkatnya, Pemko Medan akan mengembalikan Gedung Warenhuis sebagai bangunan heritage, termasuk memperlihatkan gambar Gedung Warenhuis usai ditata nantinya berikut wilayah sekitarnya.
Setelah itu Wali Kota dan Kapolda Sumut memasuki Gedung Warenhuis untuk melihat langsung kondisi bangunan bersejarah tersebut. Keduanya tampak kagum dengan desain dan arsitektur bangunan peninggalan Belanda sekalipun kondisinya sudah banyak yang rusak. Sebagai wujud kepedulian untuk mengembalikan Gedung Warenhuis sebagai salah satu bangunan cagar budaya di Kota Medan, Wali Kota dan Kapolda Sumut sempat mengecet tiang bangunan.
Kemudian Wali Kota dan Kapolda berjalan kaki menuju Pasar Hindu yang lokasinya tidak jauh dari Gedung Warenhuis. Di belakang Pasar Hindu ternyata terdapat bangunan Madrasah Al Washliyah yang dibangun 30 Nopember 1930 dan kini dijadikan sebagai museum. Direcanakan, bangunan Madrasah itu juga akan direvitalisasi bersama Masjid Bengkok yang berada di Jalan Masjid.
Aksi bersih-bersih Pemko Medan bekerja sama dengan Polda Sumut berjalan dengan lancar. Seluruh petugas yang terlibat tampak penuh semangat membersihkan Gedung Warenhuis dan kawasan sekitarnya. Di samping itu, pembersihan serupa juga dilakukan di seputaran Kantor Pos yang berada di kawasan Titik O Kota Medan (kawasan Lapangan Merdeka). Aksi bersih-bersih ini mendapat apresiasi penuh warga sekitar, sebab mereka ingin melihat kembali Gedung Warenhuis seperti masa kejayaannya dulu.
Kapolda Sumut menyampaikan ucapan terima kasih kepada Wali Kota atas dilaksanakannya aksi bersih bersama di lokasi Gedung Warenhuis. Sebab, kegiatan ini dinilai sebagai bentuk kehadiran negara bagi masyarakat dalam upaya menghadirkan kembali Kota Medan yang pernah dijuluki sebagai Parijs Van Sumatera.
“Kita punya banyak warisan bersejarah di Kota Medan, salah satunya Gedung Warenhuis. Apabila kita rawat dengan baik tentunya akan menjadi ikon Kota Medan. Untuk itu mari kita rawat dan lestarikan seluruh bangunan bersejarah sehingga menjadi bangunan heritage. Dengan demikian akan menarik perhatian wisatawan baik lokal maupun mancanegara,” kata Kapolda.
Kapolda selanjutnya menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemko Medan dalam melakukan penataan di Kota Medan. Salah satu buktinya hingga kini Pemko Medan telah menumbangkan sekitar 4.500 papan reklame bermasalah yang ada. Atas dasar itulah, Polda Sumut beserta seluru jajaran siap mendukung penuh upaya Pemko Medan tersebut.
Sementara itu Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH juga menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan yang telah diberikan Kapolda Sumut beserta seluruh jajaran dalam rangka melakukan penataan selama ini, termasuk upaya mengembalikan bangunan bersejarah menjadi cagar budaya.
“Dukungan yang telah diberikan Bapak Kapolda beserta seluruh jajaran tentunya semakin memotivasi kita dalam melakukan penataan di Kota Medan.Sebab, Pemko Medan tidak dapat melakukan penataan sendiri tetapi harus mendapat dukungan semua pihak. Tidak hanya Polda Sumut, juga seluruh lapisan masyarakat sehingga Kota Medan akan menjadi lebih baik ke depannya,” ungkap Wali Kota.
Berkat dukungan yang telah diberikan Polda Sumut, lanjut Wali Kota, upaya penataan yang dilakukan Pemko Medan bersama OPD terkait mulai membuahkan hasil diantaranya penertiban papan reklame bermasalah, parkir liar, terminal liar, kebersihan, pedagang kaki lima serta mengembalikan bangunan bersejarah menjadi cagar budaya.
“Alhamdulillah hasil dari penataan yang dilakukan, kita mulai merasakan hasilnya. Untuk itu kita berharap agar Polda Sumut beserta seluruh jajaran terus mendukung Pemko Medan dalam melakukan penataan sehingga keinginan menjadikan Kota Medan sebagai Parijs Van Sumatera dapat terwujud,” harapnya.
Terkait dengan penataan Gedung Warenhuis, Wali Kota ingin menjadikan bangunan bersejarah itu sebagai salah satu ikon membanggakan di Kota Medan. Dengan demikian Kota Medan tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata kuliner saja tetapi juga wisata heritage yang menarik di Tanah Air. “Jika ini terwujud, saya optimis jumlah wisatawan yang datang mengunjungi Kota Medan akan lebih banyak lagi ke depannya,” jelasnya.
Setelah melihat pelaksanaan bersih-bersih di lokasi Gedung Warenhuis berjalan lancar, Wali Kota dan Kapoldasu selanjutnya berjalan kaki menuju Kantor Pos yang juga menjadi salah satu objek pembersihan. Kantor pos yang dibuka tahun 1911 merupakan salah satu bangunan heritage yang dimiliki Kota Medan dan masih berdiri dengan kokoh hingga kini.
Tidak hanya melihat tim gabungan Pemko Medan dan Polda Sumut tengah bekerja membersihkan seputaran Kantor Pos, Wali Kota dan Kapolda Sumut juga ikut mengecet dinding depan dekat pintu masuk bangunan Kantor Pos yang diarsiteki Snuyp, oleh salah seorang diarsiteki oleh Snuyf, salah seorang arsitek Belanda. Selain Kantor Pos, air mancur yang berada di depannya juga ikut dibersihkan karena masuk cagar budaya yang dimiliki Kota Medan. (map/ila)