BERSAMA: Muhammad Rizal saat bersama pendukungnya.ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS.
BERSAMA: Muhammad Rizal saat bersama pendukungnya. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS.
Muhammad Rizal terpilih sebagai Kepala Desa Pelawi Selatan, setelah mendapatkan suara terbanyak dari dua rivalnya dalam Pilkades Serentak Kabupaten pada Jumat (23/8).
Terpilih kembali sebagai Kades Pelawi Selatan, M Rizal mengaku pada masa kepemimpinannya lima tahun mendatang akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) Desa.
“Infrastruktur masih banyak yang harus kita benahi, seperti Jalan Singapore, Gang Wakap, Gang Umar dan lainnya yang ada di Desa Pelawi Selatan,”ungkap Rizal, Minggu (25/8).
Selain infrastruktur, lanjut M Rizal, dirinya akan meningkatkan SDM dengan cara memberdayakan usaha-usaha kreatif warga, misalnya home industri dan usaha ekonomi masyarakat. “Lima tahun ke depan, ini insya Allah semua rencana itu akan kita realisasikan. Peran penting masyarakat juga sangat diharapkan,”tandasnya.
Dengan kedua prioritas utama tersebut, sambung Kades dua priode ini, diharapkan nantinya akan bermanfaat untuk seluruh masyarakat.
“Artinya tingkat ekonomi rakyat dapat berkembang secara maksimal, yang akhirnya terciptalah kesejahteraan sebagaimana yang kita inginkan,”pungkasnya. (yas/han)
Chef Caesar Andry Priatno saat memandu hands on experience dengan menu masakan Gelato Ketan Item pada acara APCA Indonesia Media Special Cooking Class di APCA Indonesia, Alam Sutera, Sabtu (24/8).
Chef Caesar Andry Priatno saat memandu hands on experience dengan menu masakan Gelato Ketan Item pada acara APCA Indonesia Media Special Cooking Class di APCA Indonesia, Alam Sutera, Sabtu (24/8).
TANGERANG, SUMUTPOS.CO – Saat ini tren kuliner lebih mengarah kepada resep-resep klasik yang divariasikan hingga akhirnya menghasilkan satu menu hidangan yang baru dan unik tanpa menghilangkan ciri khas menu klasik tersebut.
Selain itu konsep kuliner yang unik dan tampilan yang instagramable menjadi daya tarik tersendiri bagi kaum millenial. Sentuhan modernisasi menjadikan kuliner tradisional kembali terangkat dan ‘naik kelas’ khususnya bagi kaum urban. Seperti Martabak Manis 8 Rasa dan Kue Cubit Topping Kekinian yang sempat booming serta membuka banyak peluang bisnis kuliner.
Memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Academy of Pastry and Culinary Arts (APCA) Indonesia sebagai salah satu sekolah pastry dan kuliner internasional di Indonesia memperkenalkan kembali kuliner tradisional nusantara yang dibalut dengan sentuhan modern. Melalui para Chef profesional yang juga merupakan instruktur di APCA Indonesia, mereka bercerita mengenai kuliner tradisional yang memiliki nilai kenangan tersendiri. Bukan hanya itu, kuliner-kuliner tradisional tersebut dikemas kembali menjadi lebih modern dengan teknik memasak yang tinggi.
Bertajuk ‘APCA Indonesia Media Special Cooking Class’ menu-menu spesial dihadirkan, diantaranya Bhinneka Bahari Dabu Dabu, Archipelago Chocolate, Ketan Item Gelato dan Petit Gateau Modern Klapertart. Bertempat di APCA Indonesia, Alam Sutera, Chef Andy Ramadhan, Chef Christian Dewabrata, Chef Caesar Andry Priatno dan Chef Glenn Nethanael Peter memperkenalkan kuliner khas nusantara bernuansa modern.
Kekayaan bahari Indonesia diceritakan oleh Chef Andy Ramadhan melalui olahan hasil laut yang memberikan sensasi baru tersendiri dalam Bhinneka Bahari Dabu Dabu. Bahan-bahan seperti ikan kakap merah, udang dan gurita diolah dan disajikan dengan sambal khas Manado yakni dabu-dabu. Penggunaan gurita sebagai pengganti cumi-cumi selain unik, juga memiliki kandungan protein yang tinggi, sedangkan sambal dabu-dabu yang rasanya pedas dan segar, menjadi pilihan tepat untuk hidangan olahan hasil laut.
Dabu-dabu dimodifikasi lebih modern dengan teknik memasak yang dikembangkan, karena setiap bahan dasarnya diolah masing-masing terlebih dahulu. Seperti tomat di-comfit (slow cooking dengan oil) dan kemangi diekstrak dengan oil kemudian minyaknya dijadikan mayones. Sedangkan cabe rawit dan paprika diasap terlebih dahulu sebelum diolah menjadi sauce.
Chef Christian Dewabrata menyajikan Archipelago Chocolate yaitu 4 varian cokelat yang dipadukan dengan rasa kuliner tradisional. Beberapa kuliner dan minuman khas Indonesia seperti Wedang Ronde, Rempeyek, Bajigur dan Nasi Uduk dikemas dalam chocolate pralines.
Kekayaan rempah serta bahan khas masakan nusantara yang mudah kita temukan sehari-hari, dan mengurangi penggunaan perisa buatan menjadi alasan pemilihan bahan hidangan cokelat ini. Teknik khusus digunakan untuk meng-ekstraksi bahan-bahan seperti santan, sereh, kacang tanah, bawang goreng dan daun jeruk untuk menjadi bahan isian (ganache) dari Archipelago Chocolate.
Untuk cold dessert sendiri, ada ketan hitam yang ditampilkan lebih modern dalam bentuk gelato tanpa menghilangkan rasa khas nusantara yang otentik. Chef Caesar Andry Priatno ingin mengenang kudapan khas yang sering disajikan sang ibunda ketika masih anak-anak yaitu bubur ketan hitam.
Selama ini kita mengenal bubur ketan hitam atau bubur pulut hitam yang merupakan hidangan penutup dengan cita rasa manis, dan bisa disajikan dalam keadaan dingin maupun hangat. Kali ini dalam Ketan Item Gelato, Chef Caesar akan menggunakan ketan hitam sebagai bahan dasar utama gelato bersama kelapa parut dan daun pandan.
Gelato atau ‘ice cream’ khas Italia terbuat dari campuran susu rendah lemak, memiliki tekstur yang lebih halus dari ice cream, padat, dan creamy. Dalam pembuatan gelato perlu menambahkan soft mix dan soft ice, yang merupakan bahan konsentrat dan pelembut yang aman dikonsumsi.
Chef Glenn Nethanael Peter mengangkat Klappertaart sebagai classic dessert khas Manado yang telah disajikan di keluarganya lebih dari dua generasi. Resep Klappertaart yang sudah turun-temurun ini dimodifikasi dengan teknik memasak dan tampilan penyajian yang lebih modern dalam Petit Gateau Modern Klappertaart. Petite Gateau sendiri diambil dari bahasa Perancis yang bermakna kue kecil atau individual cake.
Jika biasanya dipanggang, kali ini Klappertaart disajikan lebih modern dengan cara didinginkan saja. Kelapa tetap menjadi bahan utama, namun ditambah cokelat sebagai bahan isian. Selain itu, cokelat juga dijadikan poin presentasi yang unik untuk Klappertaart ini. Cokelat akan dibentuk seperti batok kelapa yang akan melingkupi Klappertaart di sisi luar sehingga menonjolkan nuansa dari kelapa sebagai bahan utama Klappertaart.
Hadir sejak Januari 2019, APCA Indonesia memiliki misi untuk menghasilkan Chef yang memiliki skill bertaraf internasional serta dapat bersaing di pentas global serta mencetak tenaga profesional yang siap terjun di industri kuliner. Baru-baru ini, APCA Indonesia berhasil menjuarai kompetisi Indonesia Pastry Cup 2019 dan akan mewakili Indonesia di Asian Pastry Cup 2020 di Singapura yang merupakan rangkaian kompetisi World Pastry Cup 2021 di Lyon, Prancis.
Director & Executive Chef APCA Indonesia, Louis Tanuhadi berharap melalui kegiatan ini, media dapat membantu menyampaikan kepada masyarakat agar mengenal kembali ragam kuliner tradisional. “Saat ini tidak banyak Chef yang secara khusus memiliki spesialisasi di kuliner Indonesia. Sebagai sekolah kuliner berlevel internasional, APCA Indonesia ingin membawa kuliner tradisional agar dapat diterima masyarakat dunia”, ujar Louis. (rel/adz)
Sutradara Film Gundala, Joko Anwar, berdiri paling kanan, bersama sejumlah pemain film, foto bersama fans di Medan, Sabtu (24/8/2019).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jagad perfilman Indonesia menambah daftar jagoan lokalnya. Setelah Si Buta dari Goa Hantu, jagoan bergelar Gundala menjadi pembuka rangkaian film-film patriot tanah air, yang akan digarap Bumilangit.
“Gundala menjadi terobosan buat perfilman
Indonesia. Ini adalah genre baru. Mengangkat superhero lokal yang diangkat dari
karakter komik Indonesia era 70-an,” kata Sutradara Film Gundala, Joko Anwar,
dalam sesi talkshhow di Main Atrium Manhattan
Times Square Medan, Sabtu (24/8).
Ikut menyapa warga Medan para
pemeran film ‘Gundala’ seperti Lukman Sardi, Tanta Ginting, Zidni Hakim, dan
Putri Ayudya. Di Medan, film ini akan diputar tanggal 29 Agustus, tetapi
tiketnya sudah bisa dibeli sejak sekarang.
Joko Anwar berbagi kisah
pembuatan ‘Gundala’ dari komik ke layar lebar dan kenapa film ini wajib
ditonton warga Medan.
“Gundala itu
sosok pahlawan asli Indonesia, yang diciptakan oleh almarhum Harya Suryaminata
atau dikenal dengan nama Hasmi, yaitu Gundala Putra Petir (1969). Gundala
diciptakan Hasmi menyusul populernya cerita pahlawan super di dunia komik pada
tahun 1960-an,” kata Joko, yang juga menjadi penulis cerita.
Ide kekuatan
Gundala didapat dari tokoh legenda Jawa Ki Ageng Sela, yang diceritakan bisa
menangkap petir. Sementara bentuk fisik Gundala sendiri mendapat inspirasi dari
bentuk karakter The Flash ciptaan Gardner Fox dari DC Comics.
Film kolosal yang
melibatkan 1.800 pemain, dan tempat syuting hingga 70 lokasi, Joko Anwar mengatakan,
kembalinya karakter ciptaan Hasmi ke layar lebar ini diharapkan dapat
memperlihatkan ke generasi baru bahwa Indonesia mempunyai karakter jagoan yang
layak dibanggakan.
“Setelahnya akan ada
film-film lain dari karakter yang ada di Jagat Sinema Bumilangit yang siap
diproduksi filmnya dan dikenalkan kepada masyarakat. Ada 8 jagoan, yang akan
digarap hingga tahun 2025,” kata anak Medan ini, dengan nada mantap.
Film ‘Gundala’ bercerita
tentang Sancaka telah hidup di jalanan sejak orang tuanya meninggalkannya.
Menjalani kehidupan yang berat, Sancaka bertahan hidup dengan memikirkan
keselamatannya sendiri. Ketika keadaan kota makin buruk dan ketidakadilan
berkecamuk di seluruh negara, Sancaka harus memutuskan, apakah dia terus hidup
menjaga dirinya sendiri atau bangkit menjadi pahlawan mereka yang tertindas.
Poster film Gundala, yang akan tayang mulai 29 Agustus 2019.
Menurut
Joko, dirinya butuh waktu 4 bulan untuk menyelesaikan skenario Gundala. Jalan
cerita diperbarui agar lebih cocok dengan zaman sekarang.
“Kostum
Gundala di versi film dibuat secara 3D di Amerika Serikat. Kostum ini dibuat
perusahaan yang sama dengan yang membuat kostum Daredevil. Kalau versi komik
ada celana dalam merah di luar, pada di film ini tak ada. Topeng Gundala juga
diganti dengan kacamata dan masker penutup mulut,” katanya.
Manhattan Times Square XXI
kebagian menjadi salah satu lokasi bioskop yang telah dijual tiket pre-sale.
Dua lokasi lagi adalah Ringroad Citywalks XXI dan Centre Point XXI. Tiket untuk
tanggal 29 dan 30 Agustus mulai dibuka sejak beberapa hari lalu.
Masing-masing bioskop
membuka lima kali jam tayang, mulai dari jam 11 pagi sampai 9 malam. Tiga
lokasi ini adalah bioskop yang sudah mempunyai fasilitas Dolby Atmos. Sebagai
film pertama yang memakai teknologi ini, tentu lebih afdol jika menonton
‘Gundala’ dengan cara terbaiknya.
Bumilangit Studios,
Screenplay Films bekerja sama dengan Legacy Pictures dan Ideosource
Entertainment mempersembahkan film ‘Gundala’ yang akan tayang 29 Agustus 2019.
Film
Gundala yang menawarkan action khas Indonesia, dibintangi sejumlah aktor Indonesia,
yakni Abimana Aryasatya sebagai Gundala, aktor senior Lukman Sardi sebagai Ridwan Bahri. Lukman Sardi yang dalam film itu
berperan sebagai politikus mengatakan, senang terlibat dalam film ini karena
sutradaranya mampu mengarahkan pemain tanpa kerumitan.
Tanta Ginting yang berperan
sebagai Ito Marbun, preman pasar, juga mengakui hal serupa.
Zidni Hakim, anak Binjai yang
berperan sebagai Dirga Utama, menyebut film Gundala sebagai pengalaman
pertamanya main film. “Saya dikasih waktu 3 bulan untuk belajar karakter saya,”
katanya.
Putri Ayudya yang berperan sebagai
istri Dirga Utama, memuji Joko Anwar sebagai sutradara hebat karena mampu
mendekatkan seluruh pemain yang ‘sangat banyak’.
“Saya sendiri terkejut dengan banyaknya pemain yang terlibat,” katanya seraya tersenyum. (mea)
DAFTAR: Peserta senam sehat PGN sedang mendaftar sebelum acara sosialisasi dan senam sehat dimulai.
DAFTAR: Peserta senam sehat PGN sedang mendaftar sebelum acara sosialisasi dan senam sehat dimulai.
DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) Medan mengadakan sosialisasi dan senam bersama dengan pelanggan rumah tangga (RT) di Halaman Depan Kantor Pengelola Cemara Asri di Jalan Cemara Boulevard B1 medan Estate, Deliserdang, Jumat (23/8).
Sales Area Head PGN Medan, Saeful Hadi mengatakan sosialisasi ini bertujuan untuk mengedukasi kembali pelanggan terkait safety penggunaan gas bumi untuk pelanggan rumah tangga dan pelanggan kecil.
“Kegiatan sosialisasi ini sudah menjadi kegiatan aktif kita. Sebelum menjadi pelanggan atau pada awal menjadi pelanggan kita sudah mengedukasi melalui sosialisasi. Nah, saat ini kita menyegarkan kembali ingatan pelanggan terkait dengan safety atau keselamatan,” ujarnya.
Dijelaskannya, pelanggan yang ada di Kompleks Cemara Asri merupakan pelanggan rumah tangga yang sudah lama. Tepatnya, sejak kompleks ini sudah mulai beroperasional pada tahun 2003 yang lalu. Soosialisasi ini menjadi pilihan agar pelanggan rumah tangga menginggat kembali terkait keamanan untuk menunjang keselamatan pelanggan PGN.
“Kita jelaskan, bila ada yang mencium bau gas, matikan melalui meteran, kemudian segera hubungi call center kita di 1500645,” ungkapnya.
Senam sehat menjadi pilihan PGN Medan untuk mengumpulkan para ibu rumah tangga yang menjadi pelanggan. Karena senam sehat sudah menjadi kegiatan rutin bagi ibu rumah tangga di kompleks perumahan ini.
“Untuk di Cemara Asri ini kita pilih senam. Karena ibu rumah tangganya suka. Tetapi, untuk daerah lain belum tentu. Hanya saja, dari pantauan kita, ibu-ibu rumah tangga senang kegiatan senam bersama karena mereka berkumpul dan langsung memiliki kegiatan,” ungkapnya.
Saeful mengatakan kegiatan sosialisasi dan senam bersama ini mendapat sambutan hangat dari pelanggan. Setidaknya ada ratusan peserta yang ikut dalam kegiatan ini.
Seperti yang diungkapkan oleh pelanggan PGN Medan, Ibu Tatik yang sudah menjadi pemakai gas bumi sejak belasan tahun. Mengenai kegiatan sosialisasi ini, menurutnya edukasi ini membuat dirinya kembali mengingat berbagai informasi penting.
“Saya senang dan menyambut hangat kegiatan ini. Saya bahkan sudah mulai lupa dengan hal-hal yang terkait dengan keamanan untuk menunjang keselamatan pelanggan, mungkin karena belum ada kejadian ya. Sekarang, saya sudah ingat lagi tentang berbagai informasi,” ungkapnya.
Dari mulai acara berlangsung hingga berakhir, Tatik dan pelanggan lain terus mengikuti acara mulai dari awal hingga berakhir.
“Saya banyak bertanya, karena sudah mulai lupa. Tapi bukan saya saja, yang lain juga banyak bertanya kok,” tutupnya.
Selain sosialisasi, PGN Medan juga memberikan buku saku “Petunjuk Praktis Keselamatan Gas Bumi bagi Rumah Tangga” serta pembagian stiker “Keselamatan Penggunaan Gas Bumi” dan pemberian doorprize bagi pelanggan yang beruntung.
Ke depannya, PGN Medan juga akan melakukan sosialisasi kepada pelanggan rumah tangga yang ada di Kelurahan Skip, Helvetia, Martubung, dan berbagai daerah yang ada pelanggan RT. (rel)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) berhasil meraih penghargaan sebagai TOP GRC 2019 #4 Stars dan Direktur Utama PGN Gigih Prakoso Soewarto dinobatkan sebagai The Most Committed GRC Leaders 2019 di ajang Top Governance Risk & Compliance Summit 2019 yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta (22/08).
Penghargaan TOP GRC 2019 mengusung tema “Sustaining Through Integrated GRC” dan melibatkan 500 perusahaan di Indonesia. Penilaian dilakukan oleh tim independen yang berlangsung sejak Februari – Juli 2019.
“Kami bersyukur dan bangga atas penghargaan yang berhasil diraih PGN dalam ajang Top GRC 2019. Ini merupakan hasil kerjasama dan bukti komitmen seluruh insan PGN untuk menjalankan tata kelola perusahaan yang baik di setiap proses bisnis perusahaan,” jelas Gigih Prakoso di Jakarta, Kamis (22/8).
TOP GRC 2019 merupakan ajang penilaian untuk Governance, Risk & Compliance terintegrasi yang diimplementasikan perusahaan dalam rangka pencapaian tujuan perusahaan.
Sekretaris perusahaan PGN, Rachmat Hutama mengatakan, dalam upaya mencapai tujuan sebagai perusahaan energi kelas dunia, PGN senantiasa menjalankan tata kelola perusahaan yang baik dalam seluruh proses bisnis. Hal ini juga berlaku terhadap entitas anak perusahaan PGN.
“Prinsip tata kelola perusahaan yang baik harus menjadi DNA bagi setiap insan PGN di semua level manajemen. Komitmen inilah yang semakin memperkuat posisi PGN sebagai pionir pemaanfaatan gas bumi selama lebih dari setengah abad ini,” kata Rachmat.
Lebih lanjut Rachmat menegaskan, PGN secara rutin setiap minggu melakukan pemantauan dan assessment kinerja seluruh pekerja, baik di operasional kantor pusat, area serta perwakilan luar negeri terkait dengan kinerja pekerja tersebut.
Seluruh pekerja wajib melakukan assessment ini dengan menjawab kuesiner yang dikirimkan melalui media elektronik. Dalam prosesnya, setiap kepala bagian bidang masing-masing wajib mengetahui kinerja SDM nya.
Dengan assessment ini, kinerja setiap pekerja dapat dipantau, sehingga pemenuhan terhadap Key Performance Indicators (KPI) dapat dimonitor.
“Assessment ini akan mendorong setiap pekerja untuk terus mencapai level terbaiknya. Perusahaan juga memberikan reward and punishment sesuai dengan kinerja yang terukur dengan parameter yang jelas,” tambah Rachmat.
Sebagai subholding gas, PGN telah membangun dan mengelola jaringan gas sepanjang 10 ribu kilometer (km) dan pipa jaringan gas rumah tangga sepanjang 3.838 km.
Pengelolaan niaga gas bumi mencapai 900-950 BBTUD dengan jumlah pelanggan lebih dari 300 ribu dari berbagai segmen pasar mulai UMKM, Industri, Rumah Tangga, Kelistrikan hingga transportasi. (rel/ram)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mengantisipasi penyakit menular yang dibawa dari Arab, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Medan mengimbau jamaah untuk mengenakan masker, sepulang dari Tanah Suci. Termasuk keluarga jamaah haji yang menyambut.
“Selama di dalam pesawat, fasilitas AC jamaah haji akan dibuat sedingin mungkin untuk mendinginkan suhu tubuh jamaah. Begitupun saat tiba di bandara, AC bus akan dibuat sedingin mungkin. Begitu turun dari bus menuju ke Asrama Haji Medan, di Aula Madinatul Hujjaj sudah tersedia dua peralatan pengukur suhu badan yang bisa mendeteksi penyakit yang dibawa dari Arab Saudi,” kata Kasubbag Humas Kementerian Agama Sumut, Abdul Azhim kepada Sumut Pos, Jumat (23/8).
Apabila alat pengukur suhu panas menunjukkan warna merah, tim dokter kesehatan akan membawa si jamaah ke klinik kesehatan Asrama Haji. “Nantinya bertanggungjawab itu dokter Jiad Batubara,” sebutnya.
Ketua Tim Kesehatan dokter Jiad Batubara mengatakan, pihaknya telah mengantisipasi bawaan penyakit dari jamaah sepulang dari Arab Saudi. “Ya kita siapkan sarana dan prasanalah. Ambulance, obat-obatan, dan rujukan. Itu aja,” ucapnya.
Dia menyebutkan, umumnya jamaah akan membawa penyakit infeksi saluran pernapasan atas. Untuk mendeteksi penyakit bawaan lainnya, pihaknya telah menyediakan pengukur suhu tubuh.
“Kita pemantauannya nanti malam (Jumat) di Aula 1 diukur suhunya. Nanti malam juga beri arahan untuk jamaah haji,” katanya.
Untuk itu, dia mengimbau kepada jamaah dan keluarga jamaah untuk mengenakan masker selama 14 hari ke depan. “Agar tidak menularkan penyakit ke keluarganya. Malah 21 hari sekarang, bukan 14 hari lagi,” pungkasnya.
Sebagaimana diberitakan, kloter 1 asal kota Medan yang berjumlah 388 jamaah rencananya tiba Jumat malam sekira pukul 21.45 Wib kemarin, di Bandara Kualanamu. (man)
DEBUT: Bruno Casmir akan mengawali debutnya bersama PSMS kontra PSPS, Sabtu (24/8) sore.
DEBUT: Bruno Casmir akan mengawali debutnya bersama PSMS kontra PSPS, Sabtu (24/8) sore.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – PSMS Medan akan melakoni laga perdana putaran kedua Liga 2 musim 2019 dengan menjamu PSPS Riau di Stadion Teladan, Sabtu (24/8) hari ini. Ayam Kinantan akan bermain menyerang untuk meraih kemenangan.
Kemenangan memang harga mati bagi PSMS pada laga ini. Tambahan tiga angka akan membawa Legimin Raharjo dkk kembali di posisi empat besar klasemen wilayah Barat.
Saat ini posisi Ayam Kinantan berada di posisi kelima dengan 20 angka dari 11 laga. Mereka tertinggal empat angka dari Sriwijaya FC di puncak klasemen dengan 12 laga.
Pelatih PSMS Abdul Rahman Gurning sendiri sadar dengan posisi tersebut. Untuk itu, tidak ada kata imbang atau kalah dalam kamusnya.
“Kita harus memaksimalkan pertandingan melawan PSPS. Tidak ada kata seri atau kalah. Posisi kita berat di klasemen, sudah keluar dari empat besar,” tegas Gurning pada konferensi pers di Kebun Bunga, Jumat (23/8).
Untuk mewujudkan ambisi itu, Gurning telah menginstruksikan pemainnya agar menyerang dari awal pertandingan. “Kita harus menyerang dari awal untuk meraih kemenangan. Kesalahan selama ini seperti tegang di awal laga, mudah-mudahan tidak terulang lagi,” jelasnya.
Gurning mengaku tidak cemas meski tidak akan diperkuat top skornya Ilham Fathoni yang menjalani akumulasi kartu. Dia mengaku masih memiliki Ronggur atau Tri Handoko, yang baru didatangkan pada bursa transfer kemarin.
“Penampilan pemain baru lumayan bagus. Di lini depan, kita memiliki Ronggur. Jika Ronggur tumpul, kita masih memiliki Tri Handoko. Kedua pemain tersebut lumayan bagus,” tambahnya.
Pelatih berusia 61 tahun itu juga sedikit lega dengan kedatangan kiper Alfonsius. Mantan kiper Barito Putra tersebut diharapkan bisa lebih baik dari Choirun Nasirin, yang juga mendapat larangan bermain.
“Alfonsius merupakan pemain Liga 1, tentu tidak diragukan lagi kemampuannya. Begitu juga di lini pertahanan, semoga Bruno Casimir tidak memiliki masalah sebelum laga,” harapnya.
Sementara itu, PSPS datang ke Medan dengan motivasi tinggi. Tim berjuluk Askar Bertuah tersebut membidik kemenangan di Teladan. “Meski kami tamu, kami optimis meraih kemenangan di Medan,” tegas pelatih PSPS, Raja Faisal.
Raja Faisal optimis karena memiliki modal ke Medan. Selain kembalinya beberapa mantan pemain mereka, Faisal juga mengaku sudah mengetahui kelemahan PSMS. “Kami sudah melihat bagaimana kekuatan PSMS. Saya optimis bisa mengalahkan mereka,” tegasnya. (dek)
batara/sumut pos
CICILAN PERTAMA: Kejaksaan Negeri Deliserdang menunjukkan uang Rp12,97 miliar sebagai cicilan pertama pengganti kerugian negara atas kasus pengalihan aset negara dari pengusaha Mujianto, Jumat (23/8) . Mujianto memperoleh bagian 74 hektare lahan eks HGU PTPN II di Helvetia, yang disita negara dari pengusaha Tamin Sukardi. Uang ini dititipkan ke BRI Cabang Lubuk Pakam.
CICILAN PERTAMA: Kejaksaan Negeri Deliserdang menunjukkan uang Rp12,97 miliar sebagai cicilan pertama pengganti kerugian negara atas kasus pengalihan aset negara dari pengusaha Mujianto, Jumat (23/8) . Mujianto memperoleh bagian 74 hektare lahan eks HGU PTPN II di Helvetia, yang disita negara dari pengusaha Tamin Sukardi. Uang ini dititipkan ke BRI Cabang Lubuk Pakam. batara/sumut pos
DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Negeri Deliserdang mengeksekusi putusan Mahkamah Agung, yang menetapkan dua lokasi tanah eks HGU PPN II yang dijual pengusaha Tamin Sukardi, dikembalikan kepada pihak swasta.
Sebagian kepada Dewan Pengurus Al-Washliyah, sebagian lagi kepada pengusaha bernama Mujianto. Untuk mengganti kerugian negara, Mujianto telah mencicil pembayaran sebesar Rp12,9 miliar.
“KEJAKSAAN Negeri (Kejari) Deliserdang telah mengeksekusi lahan eks PTPN II Kebun Helvetia seluas 106 hektare di Pasar 4, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhandeli, Kabupaten Deliserdang, sesuai putusan MA yang berkekuatan hukum tetap,” sebut Kepala Kejari Deliserdang Harly Siregar, Jumat (23/8) pagi pukul 08.30 WIB.
Eksekusi dilaksanakan sesuai surat putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 1331.K/PID.SUS/2019. Mahkamah Agung memutuskann
lahan eks HGU PTPN II Kebun Helvetia seluas 106 hektare dikembalikan kepada Dewan Pengurus Al – Washliyah seluas 32 hektare, dan lahan seluas 74 hektare menjadi hak kuasa PT Agung Cemara Realty (ACR) melalui Mujianto selaku direktur.
Harly Siregar mengatakan, eksekusi barang bukti tanah terhadap perkara tindak pidana Tamin Sukardi, sudah diserahkan kepada yang bersangkutan, sebagaimana diputuskan Mahkamah Agung.
Disinggung soal kasus yang menjerat Tamin Sukardi adalah ranah tipikor, kenapa ada objek perdata yang diputuskan? Orang nomor satu di Kejari Deliserdang ini mengaku, ia hanya menjalankan tugas sebagai eksekutor.
“Dalam putusan Mahkamah Agung, ada disebutkan uang pengganti sekitar Rp132 miliar yang akan diserahkan ke negara. Sehingga ada kewajiban hukum yang harus diberikan Mujianto untuk membayar kekurangan ke kas negara. Jadi atas putusan Mahkamah Agung ini, apabila ada upaya hukum lain terhadap putusan yang diputuskan, maka objek itu harus dieksekusi terlebih dahulu. Apabila ada yang dirugikan dengan putusan ini, silakan melakukan gugatan. Kami hanya eksekutor,” pungkas Harly.
Atas putusan uang pengganti sekitar Rp132 miliar tersebut, menurut Harly, Mujianto telah melakukan pencicilan pengganti kerugian negara sebesar Rp12,9 miliar. “Uang itu diterima pada hari ini Jumat (23/8),” terangnya.
Berdasarkan putusan MA tersebut, Kejaksaan Negeri Deliserdang memasang spanduk eksekusi terhadap dua objek lahan tersebut di Pasar 4, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhandeli, Deliserdang.
Eksekusi dibacakan oleh Kasi Pidsus Kejari Deliserdang, Afriz Chair, dengan pengawalan dari petugas Polres Pelabuhan Belawan dan Polsek Medan Labuhan serta TNI.
Sebelumnya, MA telah mengadili Tamin Sukardi dan memvonis hukuman penjara, dalam kasus penjualan tanah eks HGU PTPN II sebagai aset negara, hingga dinilai merugikan negara. Dalam kasus ini, Mahkamah Agung menghukum Tamin eks Direktur PT Erni Putra Terari dengan 5 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan. Hukuman itu lebih rendah dari putusan Pengadilan Tinggi Medan yang menghukum Tamin dengan 8 tahun penjara.
MA juga menghukum Tamin untuk membayar uang pengganti sejumlah Rp132,468 miliar, dengan catatan paling lama dalam waktu satu bulan sesudah putusan berkekuatan hukum tetap. Jika tidak membayar, maka harta bendanya disita dan dilelang oleh Jaksa untuk menutupi uang pengganti tersebut. Ketentuannya, apabila terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi, maka dipidana dengan pidana penjara selama 2 tahun.
Selain terjerat dalam kasus penjualan aset negara, Tamin juga dihukum 6 tahun penjara dalam kasus penyuapan terhadap hakim PN Medan.
Terpisah, Kapolsek Medan Labuhan, AKP Edy Safari mengatakan, polisi dan TNI hadir untuk memberikan pengamanan proses eksekusi yang dibacakan Kejari Deliserdang. Sebelumnya, mereka telah mengamankan 2 pria dan 1 wanita yang mencoba melakukan onar di lahan yang dimenangkan PT ACR dan PB Al – Washliyah.
“Kita berharap proses pemagaran yang dilakukan pemenang dapat dilakukan secara persuasif, dan bisa memberikan santunan kepada masyarakat secara manusiawi, agar tidak terjadi keributan di masyarakat nantinya,” sebut Edy Safari.
Pascapembacaan eksekusi, sejumlah warga yang telah mendirikan bangunan di areal tersebut, merasa kekhawatiran melakukan gerakan unjuk rasa ke Kantor DPRD Sumatera Utara.
Dikembalikan ke Kas Negara
Setelah menerima cicilan pembayaran dari Mujianto, Kejaksaan Negeri Deliserdang menyetor uang Rp12,97 miliar tersebut, ke kas negara sebagai pengganti kerugian negara.
Uang itu adalah pengganti kerugian negara yang harus dibayar Mujianto sebesar Rp103,78 miliar. Pembayaran dilakukan dengan tenggang waktu selama 24 bulan, dengan cara 8 kali pembayaran angsuran. Cicilan pada Jumat (23/8) sebesar Rp12,97 miliar itu masih angsuran pertama.
Hingga pembayaran dilunasi, PT Agung Cemara Reality milik Mujianto wajib memberikan jaminan sertifikat hak milik No 222 tanah dan bangunan kantor PT ACR di Jalan Jendal Sudirman Kota Medan. Lahan dan bangunan seluas 1.430 meter ini dianggap bernilai sama sebagai jaminan.
Adapun uang pengganti dititipkan di Bank BRI Cabang Pembantu Lubuk Pakam di Deli Serdang
Acara penyerahan dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri Deli Serdang Harly Siregar, SH, M.Hum, Kasi Intel Kejari Deliserdang, Kasi Pidsus Kejari Deliserdang, Tim Intel Kejari Deliserdang, Tim Pidsus Kejari Deliserdang, Perwakilan PT ACR dan KCP Bank BRI Lubuk Pakam di Deliserdang.
Hormati Putusan MA
Putusan MA yang menyerahkan tanah sitaan Tamin Sukardi seluas 106 hektare kepada swasta, menuai pro kontra. Kendati dianggap janggal, semua pihak diminta menghormati putusan MA tersebut.
“Kalau keberatan, ada mekanisme lain, apakah PK (peninjauan kembali). Kalau kita menerima keputusan hakim, artinya kita menghargai hakim sebagai wakil Tuhan di muka bumi,” ucap pengamat hukum, Julheri Sinaga kepada Sumut Pos.
Julhari sendiri mengatakan tidak sependapat dengan putusan majelis hakim. Namun dia tetap meminta semua pihak menghormati putusan hakim.
Tentang mengenai keengganan pihak kejaksaan melakukan PK, yang disebut Kasipidsus Kejari Deliserdang terbentur aturan Mahkamah Konstitusi, menurut Julhari tidaklah berdasar. Kata dia, PK merupakan upaya hukum luar biasa dan diatur oleh undang-undang.
“PK itukan hak juga, sepanjang ada dasarnya kenapa tidak? Enggak ada larangan untuk PK kok dan itu diatur di KUHP,” katanya.
KTM Sumut Kecewa
Terkait putusan MA ini, Sekjend Komite Tani Menggugat (KTM) Sumut, Syaifal Bahry SE, mengaku kecewa. Menurutnya, berdasarkan salinan putusan 6 lembar yang diperolehnya, terdapat kekeliruan terhadap peralihan lahan negara kepada pihak swasta.
“Lahan itu ‘kan milik negara. Kenapa Mahkamah Agung menetapkan aset negara ini kepada Al-Washliyah dan PT ACR? Harusnya lahan itu dikembalikan ke negara. Kasus ini sudah jelas ranah Tipikor yang dirugikan negara, bukan pihak swasta. Jadi putusan tentang pengalihan lahan negara ke pihak swasta kita duga ada kekeliruan,” ucap Sefal.
Menurut Sefal, pada tahun 2000 telah dibentuk Tim B Plus yang diketuai oleh Gubernur Sumatera Utara pada masa kepemimpinan T Rizal Nurdin dengan melibatkan BPN dan Kejaksaan. Saat itu diputuskan mana lahan PTPN yang HGU-nya masih diperpanjang dam tidak diperpanjang, meliputi Kabupaten Deliserdang, Sergai, Langkat dan Kota Binjai.
Ditetapkan, lahan seluas 5.876,06 yang dikelola PTPN, HGU-nya tidak diperpanjang. Lahan PTPN II Kebun Helvetia di Kecamatan Labuhandeli, Kabupaten Deliserdang termasuk yang HGU-nya tidak diperpanjang, dengan luas 193,94 hektare.
“Dari luas 193,94 hektere untuk Kebun Helvetia yang HGU-nya tidak diperpanjang itu, sudah termasuk bagian dari lahan 106 hektare yang menjerat Tamin Sukardi,” jelas Sefal.
Diterangkan aktivis petani ini, setelah dibetuknya Tim B Plus, diterbitkannya SK Nomor 42/HGU/BPN/2002 tentang lahan eks HGU yang tidak diperpanjang untuk dikembalikan ke Pemrov Sumatera Utara. Untuk itu, Gubernur Sumatera Utara yang saat ini dijabat Edy Rahmayadi tidak tinggal diam membiarkan lahan itu dialihkan ke swasta.
“Tanah itu adalah tanah negara yang beraspek publik. Yang kewenanganya diserahkan kepada Gubernur sesuai dengan SK Nomor 42/BPN/2002 dan lahan itu didistribusikan sesuai matrik tahun 2002,” pungkasnya.
Adanya keputusan Mahkamah Agung tentang pengalihan lahan itu ke Dewan Pengurus Al – Washliyah d PT Agung Cemara Realty (ACR) tidak termasuk dalam daftar matrik tahum 2002 oleh pantia Tim B Plus. Padahal dalam keputusan Tim B Plus menetapkan lahan eks HGU diperuntukkan kepada tuntutan rakyat, garapan rakyat, permohonan masyarakat adat, permohonan pensiun perkebunan, RUTR WK dan USU.
“Sesuai dengan keputusan itu, Gubernur hasil mengambil tindakan mengambil kembali lahan itu. Kami sebagai rakyat menduduki lahan itu berdasarkan operasional agraria membangun kesejahteraan untuk rakyat yang dikategorikan sebagai penggarap. Jadi, Gubernur bisa menuntut secara hukum atas perampasan tanah negara yang diputuskan oleh Mahkamah Agung,” tegas Sefal.
Diutarakan Sefal lagi, keputusan Mahkamah Agung yang mengalihkan lahan ke swasta, menurutnya tidak tepat. Sebab sebelumnya Tamin Sukardi yang menguasai lahan negara telah dijerat oleh Kejagung. Anehnya, Mahkamah Agung malah menyerahkan lahan itu ke Al – Washliyah dan PT ACR. Ia menduga tidak ada dasar korelasi penetapan putusan tersebut.
“Ini pertanyaan besar. Apalagi ada pernyataan Kejaksaan dari Deliserdang belum lihat salinan dari Mahkamah Agung. Kita minta Bapak Persiden dan KPK tidak diam dengan kasus ini,” tegas Sefal.
Sebelumnya, saat proses hukum terhadap Tamin Sukardi berjalan di PN Medan, terungkap bahwa manajemen PTPN 2 telah membatalkan penghapusbukuan 106 hektar eks HGU di Desa Helvetia, Kecamatan Labuhandeli, Deliserdang. Dalam agenda sidang di PN Medan itu, hadir Direktur PTPN 2 Teten Djaka Triana sebagai saksi mengenai lahan eks HGU PTPN 2 seluas 106 hektare itu. (man/fac/btr)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Khusus untuk kepala daerah hasil Pilkada Serentak 2020, masa jabatannya maksimal hanya 4 tahun. Demi gelaran Pilkada Serentak 2024 berikutnya agar serentak se-Indonesian
Menanggapi kebijakan tersebut, tiga bakal calon wali kota Medan, Sakhyan Asmara, Ihwan Ritonga, dan Edy Ikhsan mengaku tidak mempermasalahkannya.
Meski mengaku tidak mempermasalahkan, Sakhyan Asmara mantan Deputi Menpora Bidang Pengembangan Pemuda ini mengatakan, idealnya masa jabatan seorang kepala daerah adalah lima tahun, sesuai ketentuan Undang-undang saat ini.
“Kenapa lima tahun? Hitung-hitungan itu sudah cocok untuk seorang kepala daerah. Itulah yang ideal. Kalau empat tahun, nanti ada pekerjaan yang tersisa,” katanya menjawab Sumut Pos, Jumat (23/8).
Pekerjaan tersisa dimaksud, menurut Sakhyan, terkait rencana pembangunan baik nasional maupun daerah yang selalu mengacu pola lima tahunan. Artinya, pola lima tahun masa bakti kepala daerah menurutnya jangan lagi dirombak, meski di satu sisi akan diberi kompensasi gaji untuk jabatan yang dikurangi tersebut.
“Kenapa waktu yang ideal apalagi dengan sistem demokrasi kita saat ini? Karena ada calon kepala daerah yang tidak punya latar belakang dan pengetahuan tentang birokrasi. Misalnya dia dari kalangan pengusaha atau politisi tulen yang belum masuk di DPR,” tutur mantan akademisi USU ini.
Oleh karenanya, kata dia, perlu ada orientasi individual bagi calon kepala daerah yang belum punya pengalaman. Sedangkan bagi kada yang sudah punya pengalaman, bisa langsung bekerja dan melebur dengan sistem yang sudah ada.
“Tetapi jika hanya empat tahun bertugas, dia akan mengalami perhitungan yang tanggung. Sebab seluruh pembiayaan mulai APBN, APBD, RPJMN, RPJMD baik jangka pendek, menengah dan panjang, hitung-hitungan rotasinya itu lima tahunan. Kalau dibuat empat tahun, akan membuat perputaran yang pincang. Rotasinya tidak maksimal. Jadi nanti jalannya ‘geludak geluduk’,” papar Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi “Pembangunan” (STIK-P) Medan tersebut.
Sakhyan Asmara diketahui serius mempersiapkan diri memperebutkan kursi wali kota Medan, termasuk dukungan dari partai politik. Seabrek pengalamannya memimpin sejumlah instansi di pemerintahan, baik provinsi dan kementerian, serta berbagai organisasi.
Apakah aturan masa jabatan kepala daerah empat tahun membuat semangatnya kendor untuk mencalonkan diri sebagai wali kota Medan 2020 mendatang? Sakhyan menegaskan tidak akan mundur sedikit pun.
“Tentang waktu empat atau lima tahun, itu bukan pribadi saya yang melihat. Ini ‘kan untuk kepentingan pembangunan daerah, dalam rangka menyejahterakan masyarakat. Persiapannya itu butuh waktu yang cukup. Misalkan pembangunan sarana dan prasarana itukan membutuhkan waktu. Hitung-hitungannya itu memang sudah lima tahun. Kalau empat tahun itu terlalu cepat, dan enam tahun juga terlalu lama. Kalaupun saya nanti terpilih, bagi saya mau empat atau lima tahun (menjabat), tidak masalah,” papar dia.
Sakhyan sendiri sebelumnya mengaku sudah berkomunikasi dengan 10 partai politik yang memiliki kursi di DPRD Kota Medan. Sebab, partai yang memiliki kursi akan menjadi lokomotif pertarungan karena bisa mengusung pasangan calon.
“PDIP dan Gerindra bisa mengusung sendiri, PKS harus koalisi, PAN begitu juga. Kalau ditanya sama saya mana strategis, semua strategis. Tapi ada hitungan-hitungan perahu (partai) mana yang bisa konstan melaju sampai finish. Nggak usah kencang kali. Tapi konstan, bisa memenangkan pilkada,” ujarnya.
Ihwan: Tidak Masalah
Senada dengan Sakhyan Asmara, balon Wali Kota Medan, Ihwan Ritonga, tidak mempersoalkan regulasi masa jabatan 4 tahun tersebut. Alasannya, kata Wakil Ketua DPRD Medan dari Fraksi Gerindra ini, wacana pemilu serentak 2024 sudah lama dibahas.
“Itu ‘kan sebenarnya memang sudah lama sekali dibahas, jauh sebelum Pemilu 2019 kemarin. Saya fikir tujuannya memang baik, ya sudah kota hormati keputusan itu. Jadi kalau soal sosialisasi, karena ini sudah cukup lama dibahas, saya fikir semua pihak harusnya sudah mengetahui terkait regulasi ini,” ucap Ihwan Ritonga kepada Sumut Pos, Jumat (23/8).
Ditanya mengenai wacana banyaknya pro dan kontra atas keputusan tersebut, Ihwan menyebutkan, masyarakat Kota Medan sudah sangat cerdas dan kritis untuk menilai Wali Kota mana yang mampu atau yang tidak dalam membangun Kota Medan.
“Kota Medan bisa berkembang pesat dalam waktu 4 tahun. Memang semakin lama waktu yang kita punya dalam membangun Kota Medan, tentu itu semakin baik. Tapi jangan lupa, banyak juga kepala daerah yang punya waktu panjang bahkan sampai 2 periode penuh (10 tahun), tapi tak mampu berbuat banyak untuk daerah yang dipimpinnya,” tegas Ihwan.
Menurutnya, pemahaman soal masalah, solusi serta rencana yang matang terkait penyelesaian masalah, sistem yang mendukung dalam membangun serta ketegasan dalam memimpin adalah bagian-bagian yang takkan bisa dipisahkan dalam membangun satu daerah. Khususnya Kota Medan yang dinilainya banyak ‘memikul’ beragam masalah.
“Jadi kalau semua itu sudah dimiliki oleh pemimpin yang nantinya terpilih pada Pilkada Medan 2020, Insyaallah Kota Medan pasti cepat berkembang. Jangankan 4 tahun, dalam waktu 2 tahun saja kalau Kota Medan ‘diurus’ dengan benar, pasti bisa sudah terlihat berkembang. Dan masyarakat tak butuh waktu selama 4 tahun untuk menilai apakah pemimpin Kota Medan itu layak atau tidak disebut sebagai Wali Kota Medan yang mampu memimpin,” tutupnya.
Nama Ihwan Ritonga belakangan disebut-sebut sebagai salah satu calon kuat untuk maju sebagai Bakal Calon Wali Kota Medan. Sejumlah pengamat politik bahkan menilai bahwa wacana itu realistis. Ikhwan dinilai sebagai salah satu tokoh muda berpengaruh di Kota Medan, memiliki pengalaman yang mumpuni dalam menyelesaikan berbagai persoalan di Kota Medan dalam posisinya sebagai wakil ketua DPRD Medan. Ia juga kembali terpilih sebagai anggota DPRD Medan periode 2019-2024 pada Pemilu 2019 yang lalu dengan perolehan suara terbesar.
Partai Gerindra yang berhasil meraih 10 dari 50 kursi atau 20 persen dari total kursi di DPRD Medan pada pemilu 2019 yang lalu, disebut akan semakin memuluskan langkahnya untuk maju pada Pilkada Medan 2020. Sebab dengan perolehan 10 kursi tersebut, Gerindra dapat mengusung Ihwan Ritonga tanpa harus berkoalisi terlebih dahulu dengan partai politik lainnya.
Selaion Kota Medan, 22 Kabupaten/Kota lainnya di Sumatera Utara juga akan mengikuti Pilkada serentak tahun 2020. Artinya, ada 23 kepala daerah terpilih pada Pilkada 2020 yang hanya akan menjabat maksimal 4 tahun hingga 2024.
Senada dengan dua balon kada lainnya, balon wali kota Medan yang berencana maju dari jalur independen, Edy Ikhsan, juga mengungkapkan dirinya tidak akan mundur mesti aturan periodenisasi seorang kepala daerah berkurang setahun. Ia menyebut, tetap menatap proses-proses politik ke depan dengan kacamata positif.
“Saya akan baca dan dalami aturan tersebut terlebih dahulu untuk melihat legal reasoningnya. Dan kita akan tetap menatap proses-proses politik ke depan dengan kacamata positif, sembari terus melakukan kalkulasi internal dan eksternal,” ujar akademisi USU ini.
Dengan percaya diri Edy menyebut, saat blusukan ada kerinduan masyarakat akan sosok kepala daerah dari rakyat biasa. “Dari satu pertemuan ke pertemuan yang saya jalani dengan kelompok warga, ada kerinduan mereka untuk memiliki calonnya sendiri yakni calon dari rakyat.
Saya inikan maju karena dukungan kelompok-kelompok rakyat dan kelas menengah yang menginginkan sebuah perubahan yang hakiki untuk Kota Medan. Tentunya saya akan terus menjaga prinsip independensi dengan basis suara yang mendukung saya. Soal ke depan (peluang lobi parpol), nanti kita lihat secara lebih cermat,” katanya. (prn/map)
istimewa
THE KALDERA: The Kaldera Nomadic Toba Nomadic, yang digagas Kemenpar dan BPODT di kawasan Danau Toba. Kinerja BPODT dinilai perlu didorong agar maksimal.
THE KALDERA: The Kaldera Nomadic Toba Nomadic, yang digagas Kemenpar dan BPODT di kawasan Danau Toba. Kinerja BPODT dinilai perlu didorong agar maksimal.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rencana Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi membentuk Tim Danau Toba, dipertanyakan oleh Anggota Komisi B DPRD Sumut. Pasalnya, tim-tim yang menangani Danau Toba sudah ada. Baik yang diinisiasi pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi.
“Kita patut mempertanyakan apa alasan Gubsu membentuk tim khusus Danau Toba itu. Toh sudah ada Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba (BPODT)n
dan Badan Pelaksana Geopark Kaldera Toba (BPGKT). Kenapa tak beliau dorong saja kinerjaBPODT dan BPGKT saja, yang hingga kini kinerjanya belum maksimal?” tanya anggota Komisi B DPRD Sumut, Richard Sidabutar menjawab Sumut Pos, Jumat (23/8).
Menurut Richard, yang terpenting saat ini adalah Gubsu menekankan kepala daerah se-kawasan Danau Toba untuk menguatkan fungsi koordinasi, salah satu menekan pencemaran limbah agar kualitas air danau terbesar se Asia Tenggara tersebut tetap terjaga.
“Banyak tim kalau dia (Gubsu) tak bisa mengeksekusi, buat apa? Perkaranya sekarang adalah, bagaimana Pemprov duduk bersama melakukan sinergi, sinkronisasi, koordinasi dan eksekusi. Jadi Gubsu sebagai kepala pemerintahan, mengundang para bupati se-kawasan Danau Toba. Kemudian dia buat kegiatan, dia paparkan ini agenda jangka pendeknya, jangka menengah dan jangka panjangnya,” katanya.
Termasuk soal isu lingkungan, hemat Richard, Gubsu mesti fokus dengan pekerjaan yang mau dilakukan. Apakah menangani keramba jaring apung (KJA), limbah ternak, atau soal pemanfaatan tata ruang yang menyalahi aturan di kawasan tersebut. “Untuk pengembangan kawasan Danau Toba ‘kan sudah dibentuk dua tim? Pertama BPODT di bawah pemerintah pusat.
Kedua, BPGKT di bawah Pemprovsu. Sampai hari ini ‘kan kita UNESCO belum mengesahkan Danau Toba sebagai situs warisan budaya. Ini saja dulu didorong. Jangan tim baru itu tidak maksimal nanti,” kata politisi Partai Gerindra itu.
Jika kedua tim yang sudah ada itu kinerjanya tidak maksimal, maka Gubsu harus segera mengevaluasinya. Bila perlu, Gubsu merombak pejabat struktural di badan tersebut dan merekomendasikan pergantiannya ke pusat. “Soal Danau Toba misalnya, jika memang BPODT tidak signifikan kerjanya, kita dorong Gubsu supaya membuat rekomendasi meminta pusat mengganti direkturnya,” katanya.
Tentang kinerja BPODT, politisi ini mengaku publik belum melihat hasil kerja yang signifikan meski meski sudah empat tahun terbentuk. Padahal seharusnya badan yang didirikan berdasarkan Peraturan Presiden 2016 itu berada di posisi terdepan mengakselerasi pengembangan dan pembangunan Danau Toba, demi menjadi destinasi wisata kelas dunia.
Tetapi hasil kerjanya belum jelas .
Demikian halnya BPGKT yang oleh Pemprovsu didirikan guna mendorong agar kawasan Danau Toba yang berada di delapan kabupaten secepatnya masuk ke dalam Global Geopark UNESCO, hingga kini belum terwujud.
Sudah bertahun-tahun hingga sekarang GKT tidak kunjung diakui UNESCO bergabung ke dalam taman bumi dunia. “Padahal begitu besarnya perhatian Presiden Jokowi terhadap pengembangan dan pembangunan Danau Toba. Tetapi tidak sejalan dengan apa yang dilakukan BPGKT dan BPODT. Terlebih kepada BPODT, cukup besar otoritas yang diberikan sesuai dengan Perpres,” katanya.
Hal senada disampaikan Ketua Komisi E DPRD Sumut, Robert Lumban Tobing. Kata dia, Danau Toba sudah jelas dijadikan sebagai kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN). Karena itu limbah dan pencemaran yang ada di kawasan itu harus ditertibkan.
“Keberadaan KJA di perairan Danau Toba harus disingkirkan. Karena KJA-KJA itu ternyata menimbulkan limbah yang mencemari air danau. Pak Menteri Luhut sudah mengatakan agar KJA ditertibkan,” katanya.
Terkait BPODT, ia meminta agar bekerja maksimal dengan program-program kerjanya, mewujudkan peningkatan pariwisata di kawasan Danau Toba. “Anggaran telah dikucurkan pemerintah pusat. Maka hasilnya harus dirasakan. Mari sama-sama kita selamatkan dan rawat Danau Toba ciptaan dan anugerah Tuhan, agar menjadi kebanggaan masyarakat Sumut dan Indonesia,” pungkasnya.
BPODT Sambut Tim Danau Toba
Terpisah, Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba (BPODT) menyambut baik dibentuknya tim Danau Toba oleh Gubsu, Edy Rahmayadi. “Ya bagus, ada tim Danau Toba dibentuk oleh pak Gubernur Sumut. Jadinya pembangunan lebih maksimal,” ungkap Direktur Utama (Dirut) BPODT, Arie Prasetyo kepada Sumut Pos, Jumat (23/8).
Arie mengharapkan tim Danau Toba bentukan Gubsu dapat bersinergi dengan BPODT untuk bersama-sama membangun dan mengembangkan Danau Toba menjadi objek wisata kelas dunia, yang wajib dikunjungi wisatawan mancanegara (wisman).
“Artinya, dari sisi akademisi dan pemerintah bersama ikut serta di dalamnya,” tutur Arie.
Arie mengatakan, tim Danau Toba Pemprovsu harus fokus untuk percepatan dan pengembangan Danau Toba. Dengan itu, apa dikerjakan bisa berjalan dengan baik sesuai dengan diprogramkan.
“Aku juga dapat penugasan baru untuk mempercepat pembangunan. Kita akan membuat pokja. Percepatan ini kalau bisa fokus dengan pengembangan Danau Toba, dalam hal infrastruktur hingga fasilitas penunjang objek wisata,” jelas Arie.
Tugas BPODT yakni membangun lahan BPODT, fokus penyelesaian lahan, komunikasi investor, termasuk percepatan pembangunan infrastruktur.
Ia mengakui, pembangunan setahun belakangan ini agak lambat karena terkendala penyelesaian lahan. Namun ia berjanji akan segera tuntas dalam waktu dekat.
“Setelah Presiden datang di Danau Toba, diminta cepat pembangunannya dari Kementerian PUPR dan Kementerian lainnya. Kami BPODT tengah berkomunikasi dengan investor untuk membangun fasilitas seperti hotel-hotel mewah dan lainnya,” pungkasnya. (prn/gus)