MEDAN, SUMUTPOS.CO – Adam dan Malik kini kesehatannya semakin membaik pascaoperasi pemisahan dempet perut di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik, Medan. Kedua bayi asal Tapanuli Utara (Taput) ini sudah bisa bermain satu sama lainnya. Makan dan minum. Bahkan, berjalan-jalan di sore hari menggunakan stroller barunya, yang merupakan hadiah dari dermawann
“Kondisinya sangat baik, mereka bermain bersama satu sama lain, makan dan minum. Berat badannya normal, tumbuh seperti bayi pada umumnya,” kata Sekretaris Tim Dokter Penanganan Adam dan Malik, dr Rizky Adriansyah SpA, akhir pekan lalu.
Rizky juga mengatakan, bekas luka operasi masih memerlukan perawatan. Perawatan yang dimaksud luka biasa seperti ganti perban.
Kasubag Humas RSUP H Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak (Rosa) menambahkan, Adam dan Malik sudah dipindahkan ke ruangan lain tempat semula dirawat sejak Senin lalu. Namun, tetap di ruang isolasi dengan pengawasan khusus.
“Kondisinya sangat sehat, direncanakan pasien sudah bisa pulang berobat jalan minggu depan (pekan ini, red). Adam dan Malik sekarang sudah kembali ke ruangan awal di perinatologi,” tutur dia.
Sebelumnya, bayi kembar siam dempet perut yang kini berusia 7 bulan lebih berhasil dipisah oleh tim medis RSUP H Adam Malik melalui operasi, Selasa (23/7) siang. Keduanya menjalani proses operasi pemisahan sekitar lima jam. Persiapan panjang selama tujuh bulan yang dilakukan pihak rumah sakit akhirnya berbuah manis dan keduanya kini bisa beraktifitas masing-masing. (ris/azw)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Taruna-taruni Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Sekolah Penerbangan Angkasa Nasional (SPAN) Medan mengikuti latihan dasar militer (Latsarmil) yang dilaksanakan di Mako Paskhas TNI AU Jalan Sari Rejo, Medan Polonia. Kegiatan yang dilaksanakan selama lima hari ini, sejak 30 Juli hingga 3 Agustus 2019, diikuti 20 taruna-taruni Tahun Ajaran 2019/2020.
Sambutan Kepala Sekolah (Kepsek) SPAN Medan, Dody Arisandy SPd dalam acara penutupan Latsarmil di lapangan Paskhas, Sabtu (3/8), mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan program pendidikan SPAN Medan dan wajib diikuti seluruh taruna-taruni di awal tahun pelajaran.
“Kegiatan ini bukan pendidikan militer, hanya mengajarkan dasar militer untuk menciptakan mental yang kuat serta disiplin bagi para taruna. Diharapkan melalui kegiatan ini taruna-taruni semakin disiplin dalam hal apapun,” kata Dody.
Dody juga yakin, dengan materi yang diberikan para instruktur yang meliputi pembinaan kejuangan, pengetahuan, dan keterampilan dasar yang meliputi permildas, serta pembinaan jasmani, diharapkan para taruna-taruni SPAN Medan semakin kompak dan disiplin. Tidak hanya di lingkungan sekolah, tapi juga di sekitar lingkungan kehidupannya.
Vivi Megayanti selaku Operasional/Humas SPAN Medan menambahkan bahwa selama dalam pelatihan, taruna-taruni dikarantina berada di dalam kamp. Dengan begitu, sikap kedisiplinan akan mampu memberikan sebuah hasil yang sangat positif.
“Pelatihan ini hanya mengajarkan dasar militer untuk menciptakan disiplin bagi para taruna. Mengingat sebuah keberhasilan diawali dari sikap kedisiplinan di dalam dirinya,” ujar Vivi. Sementara itu, beberapa taruna yang sempat diwawancarai wartawan mengatakan, mereka sangat senang mengikuti kegiatan ini. Mereka merasa kegiatan ini membuat mereka semakin rapi dan kompak. Selain itu tingkat kedisiplinan mereka juga meningkat. (map/azw)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tokoh masyarakat Sumatera Utara, Rustan Effendi (RE) Nainggolan mengatakan persoalan antara Gubsu Edy Rahmayadi dan sejumlah mahasiswa Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) sebaiknya dipandang sebagai dinamika antara bapak dan anaknya sendiri.
“Pak Gubsu kan pemimpin kita, orang tua kita, bapak dari adik-adik GMKI itu. Jadi, memang sebaiknya tidak perlu harus sampai berlanjut menjadi persoalan hukum. Semua pihak, terutama adik-adik GMKI akan bisa mengambil pelajaran dari persoalan yang telah terjadi,” ujarnya kepada wartawan akhir pekan kemarin.
Dikatakannya, penghormatan kepada orang tua merupakan ajaran pokok semua agama, bagian dari budaya luhur sebagai bangsa. Di sisi lain, orang tua juga diajarkan untuk mengayomi dan menyayangi anak-anaknya. Anak-anak muda ini, karena demikian semangatnya barangkali saat menyampaikan aspirasi mereka terkait Danau Toba, hemat RE Nainggolan, sampai terjadi kerusakan pagar kantor gubernur.
“Pak Gubsu sendiri mengambil langkah tegas membawa persoalan itu ke ranah hukum, dengan membuat pengaduan ke polisi. Tentu tidak ada yang salah dengan langkah-langkah hukum. Hukum adalah penglima kita. Akan tetapi, kita yakin Pak Gubsu juga punya kearifan, dengan hati yang dingin bisa mengambil pendekatan lain terhadap anak-anak beliau di GMKI,” katanya.
Kesempatan itu, mantan Sekda Provinsi Sumut mengingatkan agar jangan sampai dinamika antara Gubsu dan GMKI membuat masyarakat terdiskresi dari persoalan pencemaran di Danau Toba, yang merupakan isu yang sesungguhnya.
“Kita yakin dan sudah lihat sendiri, Pak Gubsu seiring sejalan dengan pemerintah pusat dalam memberi prioritas dan perhatian terhadap kawasan kebanggaan Sumut ini. Biarlah riak-riak itu sebagai bagian dari dinamika antara seorang bapak yang punya kearifan dan anak-anaknya yang kadang-kadang terbakar semangat,” katanya yang berharap GMKI termasuk melalui para seniornya, juga tidak perlu merespons dengan pengaduan balik.
“Itu hanya akan menjauhkan kita dari tujuan-tujuan awal kita yang baik. Bila bapak dan anak ini malah terjebak makin jauh ke dalam konflik, yang senang nanti ya, para perusak Danau Toba itu, dan juga orang-orang yang ingin membuat Sumut tidak nyaman, tidak bermartabat dan orang yang ingin memecah belah,” katanya.
RE berharap dan yakin, Gubsu akan mempertimbangkan ulang pengaduan tersebut karena ia memang seorang pemimpin yang arif, yang menempatkan diri di atas semua golongan. “Di sisi lain, ini juga pelajaran berharga bagi adik-adik kita di GMKI, dan mahasiswa Sumut secara umum, agar lebih bisa mengendalikan diri tidak terpancing emosi saat menyalurkan aspirasi,” pungkasnya. (prn/azw)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pascaditertibkan tim gabungan Pemerintah Kota Medan, eks pedagang kaki lima di kawasan Rumah Sakit (RS) Elisabeth mengadu ke ke Komisi D DPRD Sumatera Utara, Minggu (4/8) sore.
Sejumlah keinginan disampaikan pedagang dalam kesempatan itu, dimana tujuannya supaya dapat berjualan kembali di lokasi semula.
Kepada Ketua Komisi D DPRDSU, Sutrisno Pangaribuan, perwakilan pedagang, Perlin Pangaribuan, meminta agar mereka dipertemukan dengan aparatur Pemko Medan, terutama Wali Kota Dzulmi Eldin serta Dinas Koperasi dan UKM guna mempertanyakan kenapa mereka digusur. “Tidak pernah kami menyebabkan terjadinya kemacetan, ada petugas Dinas Pertamanan dan polisi selalu berjaga di sana,” ungkap dia.
Diungkapkan, sebelumnya pada 2012 saat PT PGN membantu para pedagang dengan menyumbangkan gerobak, Wali Kota Medan Rahudman Harahap, memperkenankan secara resmi para pedagang berusaha di depan rumah sakit.
Ditandai dengan berdirinya koperasi pedagang Taman Ahmad Yani yang disahkan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Akan tetapi menimbulkan pertanyaan kenapa kemudian dilakukan penggusuran pada 1 Agustus lalu. Disebutkan alasan penggusuran adalah kemacetan yang mengakibatkan terhalangnya ambulance melintas keluar atau masuk menuju RS.
Pedagang lain, Hodman Pangaribuan mengatakan, penggusuran itu merupakan musibah besar bagi keluarganya. “Bagi saya ini musibah besar bagi keluarga. Mulai zaman Baktiar Ja’far saya sudah memperjuangkan pedagang. Namun sekarang saya diintimidasi Ketua DPR Medan Hendri Jhon. dia mengatakan akan saya gusur semua, ternyata benar,” sebutnya.
Pengancaman itu, kata dia bahwa bisnis Coffe Dante milik Henry Jhon tidak berjalan karena adanya Warkop Taman Ahmad Yani. “Mohon agar kami semua kembali bisa berjualan, dan kami siap memenuhi permintaan instansi untuk penataan. Ada kepentingan oknum dari pihak lain dengan rumah sakit Elisabeth sehingga kami digusur, termasuklah Hendry Jhon Hutagalung,” katanya.
Menanggapi pengaduan para pedagang, Sutrisno menyatakan pemerintah tidak bisa berbuat semena-mena melakukan penggusuran dan membuat rakyat menangis. Pertemuan dengan pedagang menghasilkan rekomendasi yang berisi sejumlah poin yang intinya ingin mendesak wali kota Medan memperbolehkan kembali para pedagang Taman Ahmad Yani berjualan. (prn/azw)
Pertama, mendorong Wali Kota Medan Dzulmi Eldin segera mengembalikan dan menata pedagang Taman Ahmad Yani. Mengembalikan aktivitas warung Taman Ahmad Yani seperti semula dengan penataan sesuai yang berlaku.
Kedua, pedagang mematuhi seluruh aturan yang berlaku. Ketiga, semua menjaga termasuk para pedagang bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Keempat, pedagang solid dan bersatu. Selesaikan persoalan antar pedagang sembari menata koperasi.
“Ini merupakan sikap resmi DPRD Sumut, meminta wali kota mengaktifkan kembali seluruh aktivitas warung pedagang Taman Ahmad Yani (RS Elisabeth),” tegas Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut itu. “Kami juga meminta pedagang solid dan bersatu, agar semua persoalan bisa diatasi sembari melakukan penataan koperasi pedagang.
Dan akan kami tuliskan dan tujukan ke ketua DPRD Provinsi Sumut yang merupakan sikap resmi kami dan selanjutnya diberikan kepada gubernur Sumut,” tegas mantan aktivis mahasiswa GMKI Medan tersebut. (prn/azw)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Lingkungan Hidup Sumatera Utara (DLHSU) melakukan pengecekan lapangan atas limbah PT Allegrindo Nusantara, yang kerap dituding banyak pihak langsung dibuang ke dasar Danau Toba. Hasilnya, perusahaan tersebut tak langsung membuang limbahnya ke Danau Toban
“Hasilnya, kami (DLHSU) tidak mendapati air limbah yang langsung dibuang ke Danau Toba, tetapi diolah dalam fasilitas IPAL yang beroperasi dengan baik,” ujar Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLHSU, Mariduk Sitorus menjawab wartawan, Minggu (4/8).
Dia mengungkapkan, dari hasil pengecekan langsung pihaknya ke lokasi perusahaan ternak babi di Dusun Sahala Nagori Urung Pane, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun itu, Manajer Lingkungan PT Allegrindo Nusantara, Budi Simbolon menerangkan bahwa fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Allegrindo sudah memenuhi standar pengelolaan limbah sesuai ketentuan yang ada dan beroperasi dengan baik.
“Lewat fasilitas limbah itu, kotoran ternak babi yang dialirkan dari kandang, diolah menjadi limbah padat dan limbah cair. Limbah padat diolah lagi menjadi pupuk kompos dan limbah cair diolah lagi menjadi air yang kadar keasamannya (Ph) sudah memenuhi baku mutu lingkungan, yakni di bawah 7,” kata Mariduk.
Sementara pupuk kompos dibagikan secara gratis kepada masyarakat untuk pertanian. Dan air hasil proses (air dari limbah yang sudah diproses) digunakan kembali sebagai minuman ternak babi dan untuk membersihkan kandang dari kotoran babi itu sendiri.
Selajutnya air sisa proses itu ditampung dalam reservoar. Lalu air sisa proses itu juga ditampung di bak penampung yang di dalamnya ada ikan peliharaan. “Tetapi air itu bukan limbah melainkan air limbah yang sudah melalui pengolahan di IPAL. Mengapa dibuang, adalah karena reservoir tidak mampu menampung melimpahnya debit air.
Air sisa proses yang dibuang itu mengalir ke parit induk di dusun itu, bersamaan dengan air hujan yang mengalir dari hulu seperti persawahan dan parit-parit kecil yang ada di dusun itu. Muaranya semua ke Danau Toba,” katanya menirukan jawaban pihak Allegrindo.
Namun dipastikan lagi, bahwa air sisa proses yang dibuang itu sudah memenuhi kualitas baku mutu lingkungan. Selain karena melalui hasil pengolahan di IPAL, Dinas Lingkungan Hidup juga memeriksa kualitas baku mutu lingkungan air sisa proses itu. “Hasilnya memenuhi kualitas baku mutu lingkungan, sesuai pengecekan dan pemeriksaan Dinas LH Simalungun,” sambungnya.
Lantas ke mana limbah berupa kotoran ternak babi tersebut dibuang? Mariduk menjawab limbah berupa kotoran ternak dari kandang dialirkan melalui dari saluran utama ke elevator screen. Di elevator screen, dipisahkan antara limbah padat dan limbah cair. Limbah padat dimasukkan ke press screw atau mesin pres untuk pemadatan. Sementara limbah cair dialirkan ke bak equalisasi untuk menjalani proses pembersihan.
“Dari bak equalisasi, selanjutnya ke bak pra sedimentasi dan ke bak I an-aerob selama 21 hari untuk pengendapan sekaligus menangkap gas metan. Dari bak I an-aerob kemudian ke bak an-aerob untuk pemisahan partikel dalam lumpur dari air,” terangnya.
Kemudian air dipompa ke bak aerob atau penampungan dan selanjutnya diolah lagi ke bak pra aerasi untuk penjernihan. Di situ, bakteri dihidupkan agar membunuh partikel sehingga air jernih. Setelah itu, air itu kemudian dialirkan ke bak penampungan untuk diendapkan lagi melalui penyaringan menggunakan material batu dan pasir. Selepas itu barulah dikeringkan untuk mendapatkan partikel-partikel.
Kemudian prosesnya lanjut ke bak II aerob dan selanjutnya dipompa ke aerasi kompresor untuk kembali mendapatkan partikel. Setelah itu masuk ke aerasi terakhir lalu dialirkan ke clarifier.
Dari clarifier diakirkan lagi ke sain filter untuk proses penjernihan kembali melalui material tawas, arang dan ijuk lalu diturunkan ke reservoar, dimana kadar keasaman airnya (ph) sudah dibawah 7. Dari reservoar, air sudah bersih dan digunakan untuk minum terbak babi dan membersihkan kandang.
“Sementara partikel-partikel yang didapatkan setelah melalui pengeringan, siap menjadi pupuk kompos untuk digunakan masyarakat setempat memupuki tanaman pertanian seperti jeruk, kopi, sayuran, cabai, jahe dan lainnya,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, dalam rangkaian Kunker Presiden Jokowi ke Tapanuli bagian Utara, 29-31 Juli kemarin, mengatakan akan menutup izin perusahaan-perusahaan perusak Danau Toba, termasuk Allegrindo. Desakan pencabutan izin terhadap Allegrindo juga pernah disuarakan sejumlah lembaga dan kelompok mahasiswa di Sumut. (prn)
gusman
BERANGKAT: Faisal Ridoan Rangkuti dan Ibunya, Masraya Matondang, akan berangkat ke Tanah Suci, Minggu (4/8).
BERANGKAT: Faisal Ridoan Rangkuti dan Ibunya, Masraya Matondang, akan berangkat ke Tanah Suci, Minggu (4/8).
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kedatangan jamaah haji ke Arab Saudi masih terus berlangsung, mendekati masa puncak haji. Jumlah jamaah haji Indonesia yang tiba di Arab Saudi telah lebih dari 200.000 orang. Hingga Minggu (4/8), jumlah jamaah yang tiba di Tanah Suci mencapai 201.820 jamaah.
Mereka berasal dari 501 kelompok terbang atau kloter. Ini Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama, Minggu (4/8) pukul 05.55 Waktu Arab Saudi (WAS).
Sementara itu, jumlah jamaah haji yang telah meninggal dunia mencapai 55 jamaah. Delegasi Amirul Hajj yang dipimpin Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim mengungkapkan, pihaknya sangat bersyujur atas menurunnya jumlah jamaah haji yang wafat pada tahun ini. “Jadi kita bersyukur di hari yang sama dibanding dengan tahun yang lalu angka kematian jamaah haji kita menurun,” kata Lukman Hakim.
Dia mengatakan, menurunnya angka jamaah yang wafat ini seiring gencarnya aksi promosi dan preventif yang dilakukan tim kesehatan.
Sementara itu, calon jamaah haji (calhaj) kloter 22 asal Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Kota Medan, tiba di Asrama Haji Medan, Minggu (4/8) siang. Kloter 22 yang berjumlah 333 calhaj ini, merupakan kloter terakhir yang akan di berangkatkan ke Tanah Suci.
Di antara seluruh calhaj tersebut, salah satunya jamaah asal Kota Medan, berkesempatan diwawancarai Sumut Pos. Namanya, Faisal Ridoan Rangkuti (34) warga Jalan Mandala By Pass, Medan.
Dalam keberangkatannya ke Tanah Suci, ia mendampingi ibunya, Masraya Matondang binti Marahalim Matondang (55).
Faisal bercerita, seharusnya sang ayah lah yang menemani ibunya tersebut, ke Makkah. Namun, Allah SWT berkehendak lain, empat bulan menjelang keberangkatan, sang ayah dipanggil Allah.
“Jadi ada kebijakan dari Kementerian Agama, bahwasannya bisa digantikan sama ahli waris atau anak kandungnya. Jadi saya ditelepon sama Kementerian Agama Kota Medan, bahwasannya saya yang akan menggantikan porsi almarhum ayah,” ungkap Ridoan.
Di waktu yang singkat itu, kata Faisal, dirinya tak menemui hambatan apapun dalam proses menggantikan porsi ayahnya. Atas izin Allah SWT, katanya, dia bisa berangkat haji. “Semuanya tidak disangka-sangka, belum ada niat memang untuk ke situ (haji). Tapi ini memang udah ketentuan Allah SWT, mungkin inilah yang terbaik untuk saya. Dan bagi almarhum ayah, saya dapat nanti mendoakannya di sana,” terangnya.
Sesampainya di Makkah nanti, Faisal berharap bisa mendoakan anak istri, keluarga maupun seluruh masyarakat Indonesia.
Faisal melanjutkan, almarhum ayahnya merupakan seorang pedagang rumah makan (RM) Rangkuti, di Jalan Mandala By Pass No 31 Medan. “Dan saya sekarang sebagai anak yang paling besar, yang meneruskan apa yang jadi amanah keluarga besar kepada saya,” pungkas anak pertama dari dua bersaudara ini.
Sementara, sang ibu, Masraya Matondang bercerita, saat itu ia merasa terpukul atas berpulangnya sang suami. Pada hal waktu itu, ia dan almarhum sudah sempat melakukan manasik. “Bulan 3 tanggal 10 (2019), suami saya meninggal. Sudah manasik kami itu 4 bulan. Anak saya menggantikan almarhum berangkat haji,” kenangnya.
Sebagaimana kebanyakan calon jamaah haji, iapun berkeinginan menjadi hajjah yang mabrur. “Mudah-mudahan terlaksanalah yang wajib dan sunah-sunah. Suami sudah dibadalkan hajinya sama ustadz. Kemudian mendoakan anaklah supaya menjadi anak yang soleh,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Calhaj kloter 22 ini, akan diberangkatkan ke Tanah Suci, dari Bandara Kualanamu, pada Senin (5/8) siang. (jpn/man)
BALI BARU: Danau Toba menjadi salah satu dari 10 Bali Baru yang dikembangkan pemerintah untuk menarik wisatawan.
BALI BARU: Danau Toba menjadi salah satu dari 10 Bali Baru yang dikembangkan pemerintah untuk menarik wisatawan.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata di Danau Toba dan sekitarnya dikebut. Percepatan pembangunan sebagai tindak lanjut hasil kunjungan kerja Presiden Joko Widodo yang menginstruksikan percepatan pembangunan di kawasan destinasi super prioritas tersebut.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Pariwisata Danau Toba di Jakarta, akhir pekan lalu meminta semua kementerian dan lembaga terkait untuk bergerak cepat membangun infrastruktur.
“Arahan Presiden untuk dieksekusi secepat-cepatnya, untuk para investor juga harus segera membangun,” kata Luhut di Jakarta. Luhut turut memastikan Kementerian PUPR segera mengeksekusi arahan Presiden Jokowi terkait infrastruktur di Danau Toba dan pengembangan sektor pariwisatan
“Target pada 2020 infrastruktur dasar atau sarana dan prasarana menunjang kawasan pariwisata atau Otorita Danau Toba dan wilayah sekitarnya direalisasikan,” katanya menambahkan.
Luhut juga menyinggung soal permasalahan keramba jaring apung yang dinilai memicu pencemaran lingkungan. Ia meminta kementerian lembaga cepat menindaklanjuti masalah itu agak kenyataman wisatawan dapat dibenahi dengan tepat.
Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan kesiapan para investor untuk groundbreaking pembangunan hotel di zona otorita Danau Toba pada tahun ini.
“Ada komitmen dari investor mengenai dimulainya pembangunan fisik. Groundbreaking Glamorous Camping atau Glamping pada 10 Oktober 2019 serta Groundbreaking Luxurious Hotel ditargetkan pada 20 April 2020,” kata Menpar.
Sementara itu, dari sisi pembangunan yang dilakukan pemerintah, Arief mengatakan pembangunan infrastruktur pendukung akan dimulai pada September 2019 mendatang.
Pemangku Kepentingan Harus Kompak
Sementara ,itu, DPRD Sumatera Utara memberi sejumlah masukan kepada para pemangku kepentingan se-kawasan Danau Toba atas pengembangan Danau Toba menuju pariwisata bertaraf internasional. Salah satu penekanan pentingnya yaitu, harus selalu bersinergi dan kompak mewujudkan program yang telah disusun.
“Masyarakat Sumut umumnya dan masyarakat seputar Danau Toba khususnya sangat bersyukur atas perhatian presiden yang luar biasa untuk pengembangan Danau Toba. Baik pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota sekitar Danau Toba harus menyambut dukungan presiden ini dengan rasa syukur dan bekerja bersama-sama. Jangan lagi ada ego sektoral yang selama ini dipertontonkan masing-masing, sehingga semua jalan sendiri-sendiri,” ujar Anggota Komisi E DPRD Sumut, Juliski Simorangkir menjawab Sumut Pos, Minggu (4/8).
Menurutnya, pariwisata Danau Toba harus dikelola secara serentak dan melibatkan semua stakeholder dan paling penting harus seiring sejalan. Terlebih perhatian dan keseriusan pemerintah pusat bukan main-main dalam hal pengembangan pariwisata Danau Toba, dan sudah mulai diimplementasikan.
“Presiden baru-baru ini berjanji akan menggelontorkan dana Rp2,5 triliun untuk pembangunan infrastruktur Danau Toba dan pengembangan sistem parawisata termasuk pemberdayaan masyarakat untuk sadar wisata sehingga Danau Toba menjadi destinasi internasional. Presiden bahkan mengatakan Danau Toba harus berkelas,” ucapnya.
Politisi Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Dapil Sumut 9 ini mencontohkan, adapun sejumlah program peningkatan destinasi wisata Danau Toba yang sudah berjalan hingga kini seperti inner ringroad Samosir. Di mana, sudah dikerjakan dan sudah menjadi jalan nasional mulai dari Tele sampai mengelilingi Pulau Samosir dan progresnya masih jalan termasuk jembatan Tano Ponggol yang menyatukan air Danau Toba di Pangururan tengah on progres.
“Begitupun jalan tol Tebingtinggi-Parapat sudah dimulai. Serta pembangunan beberapa dermaga dan penyediaan kapal penyeberangan sudah dianggarkan. Dan presiden sudah menekankan agar swasta segera masuk untuk pembangunan hotel berkelas internasional di lokasi yang sudah disiapkan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba seluas 500 hektare di Sibisa,” paparnya.
Oleh karenanya, lanjut Juliski, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota sekarang ini lebih baik fokus menyiapkan sumber daya manusia dan mengedukasi masyarakat untuk sadar wisata. Di samping itu, seluruh stakeholder juga diminta memerhatikan kebersihan kawasan Danau Toba, salah satunya ialah toilet.
“Sadar wisata maksudnya masyarakat bisa menerima kehadiran turis mancanegara dan lokal dengan ramah dan sopan santun. Pemda se-kawasan dan juga pemprov, mulai fokus di tahun ini pada kebersihan dan kesehatan seputar Danau Toba termasuk menyiapkan WC bersih dan baik diberbagai tempat. Hari ini kalau kita berkunjung ke Danau Toba suasana sangat gersang dan kotor mencari WC yang layak pun sangat susah di tempat-tempat umum,” ujarnya.
Dengan komitmen bersama itulah, kata dia, harapan menjadikan Danau Toba sebagai pariwisata berkelas internasional mampu terwujud. Dan semua kegiatan yang mendukung pembangunan secara merata se-kawasan destinasi Danau Toba, juga menjadi lebih mudah direalisasikan.
“Kuncinya ya harus kompak. Masyarakat turut dilibatkan dan diberi pemahaman akan manfaat dari program pembangunan. Dengan begitu pemerataan pembangunan jadi mudah kita ciptakan dan rasakan manfaatnya di waktu mendatang,” pungkasnya.
Ketua Komisi E DPRD Sumut, Robert Lumban Tobing juga sependapat soal ini. Dia menyebut wacana pengembangan pariwisata Danau Toba akan dapat terwujud bilamana seluruh stakeholder kompak menjalankan program yang sudah ada tersebut.
“Tentunya semua hal yang menyangkut pembangunan di provinsi yang kita cintai ini, harus didukung dan dikawal pelaksanaannya. Apalagi Danau Toba kan sudah masuk KSPN dan harapan kita seluruh elemen masyarakat ikut untuk mengawalnya. Hal ini penting supaya rencana pembangunan yang sudah dicanangkan, bukan untuk komoditi politik semata,” kata politisi Partai Gerindra itu.
Pihaknya juga meminta sebagai koordinator wilayah, Pemprovsu cepat tanggap akan semua kondisi menyangkut KSPN Danau Toba. Saling bergandengan tangan dan bahu membahu dengan pemda se kawasan agar target satu juta wisatawan mancanegara dapat tercapai tahun ini.
“Kalau kita tidak kompak, sebagus apapun program yang dibuat tidak akan jalan. Pemprov dan seluruh pemda harus jalan bersama, begitu juga dengan masyarakat harus dilibatkan. Dengan demikian semua pihak akan merasakan manfaat dari pengembangan KSPN Danau Toba,” katanya. (bbs/prn)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dzulmi Eldin membuat keputusan yang mengejutkan. Wali Kota Medan ini menyatakan tidak akan maju dalam Pilkada Medan 2020. Meski keputusan itu mengejutkan sejumlah partai politik, namun mereka menghargai atas keputusan Eldin tersebut.
Salah satu partai pendukung Eldin, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah mengetahui kabar tidak majunya kembali Eldin. “Iya, saya baru baca tadi beritanya di grup WA saya, udah banyak di-share juga tadi saya lihat. Katanya memang tidak bakal maju lagi,” ucap ketua DPC PKS Medan, Salman Alfarisi kepada Sumut Pos, Minggu (4/8).
Salman mengatakan cukup terkejut dengan kabar itu. Namun, dirinya menghormati sikap ataupun langkah yang diambil oleh Dzulmi Eldin dalam Pilkada tahun depan. “Agak terkejut juga, walaupun sebenarnya tak ada yang harus diherankan, itukan hak politik seseorang mau maju kembali ataupun tidak. Makanya, tentu kita harus menghormati sikap beliau itu. Intinya, PKS selalu menghormati hak politik orang lain, termasuk Eldin. Baik itu memutuskan untuk maju kembali ataupun tidak, semua keputusan yang akan kami hormati,” ujar Salman.
Namun, apapun itu keputusan Dzulmi Eldin, lanjut Salman, semoga akan menjadi yang terbaik untuk Kota Medan maupun untuk Dzulmi Eldin secara pribadi. “Tentu beliau punya penilaian sendiri, apa yang terbaik untuk dirinya maupun untuk Kota Medan. Kalau itu yang dinilainya sebagai langkah yang terbaik, ya kita akan doakan agar yang terbaik untuk Kota Medan,” harap Dilanjutkan Salman.
Lain halnya dengan Partai Gerinda yang mencurigai pernyataan Eldin sebagai strategi politik. Partai Gerindra tidak mau percaya begitu saja atas pernyataan Eldin. “Saya sudah dengar kabar itu, tapi persoalannya kami tidak langsung percaya begitu saja. Jujur saja, tiba-tiba dia (Eldin) ngomong gitu, kan curiga kita, ada apa makanya dia tak mau maju lagi?” kata Ketua DPC Gerindra Medan, Bobby Zulkarnain kepada Sumut Pos, Minggu (4/8).
Sebab, kata Bobby, hingga saat ini pihaknya tidak menemukan alasan yang rasional untuk Eldin memutuskan tidak mau mencalonkan pada Pilkada tahun depan. “Secara matematik politik, dia itu petahana, ada banyak keuntungan yang dia dapatkan apabila memutuskan untuk maju kembali. Selain itu, secara undang-undang dia juga berhak untuk maju kembali. Jadi heran juga kita kalau dia tidak maju lagi,” jelas Bobby.
Bobby mengaku, pihaknya justru menaruh curiga atas pernyataan Eldin tersebut. “Jujur kita curiga ini strategi politik. Ya kita lihat lah, asal jangan ternyata bagian dari strategi saja. Ujung-ujungnya rupanya maju lagi, dengan alasan masyarakat Kota Medan masih menginginkan dirinya untuk maju lagi, kan bisa saja. Politik itu kan dinamis, apapun bisa saja terjadi,” kata Bobby.
Pun begitu, lanjut Bobby, pihaknya tidak menaruh khawatir atas maju atau tidaknya kembali Dzulmi Eldin dalam Pilkada Kota Medan 2020. Justru dia berharap, agar di sisa masa jabatan Eldin yang tinggal satu tahun ke depan, agar dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan kinerjanya.
“Intinya, kalaupun Eldin maju kembali ataupun tidak, itu bukan masalah buat Gerindra. Saya pribadi menilai walaupun petahana, Eldin bukan lah lawan yang berat buat pesaingnya. Makanya, dalam sisa waktu masa jabatannya di periode ini yang hanya sekitar satu tahun lagi, Eldin harus berbenah,” ujar Bobby.
Ketua DPW Partai Nasdem Sumut, Iskandar menghargai keputusan Dzulmi Eldin. Menurutnya, yang menjadi alasan Dzulmi Eldin tidak maju karena ingin ada regenerasi kepemimpinan. “Ini kan masih panjang prosesnya, politik dinamis. Kalau pada perjalanannya tokoh muda yang dimaksud itu tidak ditemukan, tentu Nasdem berharap beliau tetap bersedia maju,” katanya, ketika dikonfirmasi, Minggu (4/8).
Misalnya, lanjut Iskandar, ada tokoh muda, potensial untuk bisa diusung. “Tapi partai koalisi tidak mau, atau sosoknya sendiri tidak mau, kan susah. Kalau pada perjalanannya tidak ditemukan tokoh itu, kami berharap Pak Eldin bersedia maju (berubah pikiran),” kata Iskandar.
Iskandar menilai, Medan di bawah kepemimpinan Dzulmi cukup baik. Hal itu dapat dilihat dari penataan kota seperti perbaikan trotoar/pedestrian, penataan reklame, jalan-jalan sudah mulai bagus. “Kelemahan Pak Eldin, dia itu bekerja dalam senyap, tidak terlalu banyak publikasi, jadi banyak hal yang tidak tersampaikan ke masyarakat,” ungkapnya.
Selain Dzulmi Eldin, ia melihat ada beberapa tokoh lain dari kalangan internal maupun eksternal yang masuk radar Partai Nasdem untuk bisa diusung pada Pilkada Medan 2020. Antara lain, Bakhtiar Ahmad Sibarani yang menjabat Bupati Tapteng, ada Afif Abdillah (anak dari mantan Wali Kota Medan Abdillah), dan menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution. “Dari ekternal ada Bobby Nasution, menantu Pak Jokowi. Tapi itu semua masih sangat cair, karena Nasdem hanya punya 4 kursi di DPRD Medan. Masih butuh 6 kursi tambahan untuk bisa mengusung pasangan calon,” paparnya.
Sementara, PDIP belum mengetahui perihal sikap Eldin yang tidak mau maju kembali pada Pilwako Medan 2020.”Saya belum tahu kabar itu, ini lah baru tahu karena dikabarin Sumut Pos, ya terkejut juga saya,” aku Ketua DPC PDIP Medan, Hasyim SE kepada Sumut Pos, Minggu (4/8).
Namun begitu, lanjut Hasyim, pihaknya menyebutkan bahwa bila kabar itu benar adanya, maka hal itu merupakan hak politik Dzulmi Eldin yang harus dihormati oleh setiap pihak.
“Kalau itu benar, kami dari PDIP pastinya akan menghormati sikap yang diambil oleh beliau. Mungkin beliau merasa sudah cukup dalam memimpin Kota Medan dan berbuat untuk Kota Medan kan tidak harus jadi Wali Kota,” ujar Hasyim.
Begitu juga Ketua DPD PDIP Sumut, Japorman Saragih, mengaku belum mendengar secara langsung keputusan Dzulmi Eldin yang tidak akan maju di Pilkada Medan 2020. Sebagai salah satu partai pengusung pasangan Dzulmi Eldin-Akhyar Nasution pada Pilkada Medan 2015.
Ia menyebut merasa memiliki tanggung jawab. Sehingga, partai yang dipimpinnya merasa perlu mendengarkan langsung keputusan itu dari orang yang bersangkutan. “Tentu, nanti akan kita panggil dia, untuk berkomunikasi mengenai keputusan tersebut,” katanya ketika dikonfirmasi, Minggu (4/8).
Apapun keputusan Dzulmi Eldin, Japorman tentu akan menghargainya. Sebab, itu merupakan hal politik pribadi seseorang. Namun, ia menduga usia menjadi salah satu alasan keputusan itu diambil. “Mungkin karena usia, bisa saja. Di usia saat ini beliau mau istirahat. Pasti keputusan itu diambil berdasarkan pertimbangan yang matang,” kata dia.
Mantan Wakil Ketua DPRD Sumut ini menyebut, partainya membuka peluang terhadap sejumlah nama atau bakal calon (Balon) wali kota yang telah bermunculan. “Tentu kader prioritas, tapi dengan siapapun kami terbuka, khususnya nama-nama yang sudah bermunculan,” ujar Japorman.
Wakil Ketua DPD Golkar Sumut, Iswanda Ramli buka suara mengenai keputusan Dzulmi Eldin yang tidak maju di Pilkada 2020, meski berstatus petahana dan elektabilitasnya masih tertinggi dari para bakal calon. Ia pun menghargai keputusan tersebut, dan mendoakan yang terbaik untuk Dzulmi Eldin di masa yang akan datang.
Dengan tidak majunya petahana, kata Iswanda Ramli, maka peluang wajah-wajah baru muncul semakin besar. “Saatnya anak-anak muda tampil menjadi calon pemimpin,” ujarnya, ketika dihubungi, Minggu (4/8).
Wakil Ketua DPRD Medan ini menyakini Dzulmi Eldin akan tetap bekerja keras di sisa masa jabatanya meski tidak maju di Pilkada Medan.”Masa jabatan beliau sampai Februari 2021, masih banyak waktu untuk bekerja memperbaiki wajah Kota Medan ke depannya,” ujarnya.
Sekretaris DPD Golkar Sumut, Riza Fakhrumi, menyebutkan bahwa dirinya juga belum mengetahui kabar tersebut. Namun, bilapun kabar itu benar adanya, maka pihaknya tidak akan ambil pusing terkait hal itu. “Ya sudah lah, biar saja, itu kan haknya dia (Dzulmi). Kalau memang tidak mau maju lagi di Pilkada ya sudah, gak ada masalah itu. Apalagi sama Golkar, itu gak jadi masalah,” kata Riza.
Dikatakan Riza, Golkar tidak akan ambil pusing dengan keputusan Eldin yang tidak mau maju kembali. “Karena apa? Seandainya pun Eldin maju kembali, belum tentu juga Golkar akan mengusung ataupun mendukung Eldin untuk Pilkada tahun depan. Jadi itu bukan masalah,” kata Riza.
Diketahui, Dzulmi Eldin membuat keputusan yang mengejutkan. Wali Kota Medan ini menyatakan tidak akan maju dalam Pilkada Medan 2020. Padahal, elektabilitasnya paling tinggi di antaranya para bakal calon wali kota yang sudah menyatakan diri siap maju.
“Saya sudah berketetapan hati untuk tidak (maju pilkada). Cukuplah,” kata Eldin kepada saat menghadiri Festival Pesona Lokal yang digelar Adira Finance, di Lapangan Merdeka, Medan, Sabtu (3/8).
Eldin mendorong para generasi muda untuk maju Pilkada Medan. Tentu dengan harapan Kota Medan bisa jauh lebih baik lagi ke depannya.”Kita dorong anak-anak muda, generasi muda kita. Harapan kita lebih baik lagi, tentunya kalau yang mau maju lagi, ini, pilkada ini, tentunya bagi generasi muda, orang-orang yang bisa berbuat lebih dari saya, tentunya itu yang saya harapkan yang bisa menjadikan perubahan-perubahan fundamental di Kota Medan ini,” paparnya. (map/mbc)
sutan siregar/sumut pos
BEREBUT: Ilham Fathoni berebut bola dengan pemain Sriwijaya FC di Stadion Teladan, Medan, Kamis (1/8).
BEREBUT: Ilham Fathoni berebut bola dengan pemain Sriwijaya FC di Stadion Teladan, Medan, Kamis (1/8). sutan siregar/sumut pos
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hasil putaran pertama Liga 2 musim ini, ternyata belum memuaskan PSMS Medan. Mereka pun akan berbenah saat jendala transfer putaran kedua dibuka mulai 15 Agustus mendatang.
RAIHAN PSMS pada putaran pertama ini tidak terlalu buruk. Hingga pekan kesembilan, tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut berada di posisi kedua dengan 17 poin. Mereka tertinggal satu angka dari Persiraja di puncak dan hanya unggul selisih gol dari Sriwijaya FC di posisi kedua.
Meski begitu, posisi tersebut belum aman. Pasalnya, selisih poin dengan pesaing di bawah cukup sengit. PSMS hanya unggul tiga angka dari peringkat delapan.
“Persaingan di Wilayah Barat memang sengit. Hingga pekan ke sembilan, selisih antara pemuncak klasemen dengan peringkat delapan hanya beda tipis,” ujar Sekretaris Umum PSMS, Julius Raja kepada Sumut Pos, Jumat (2/8).
Melihat persaingan sengit ini, PSMS harus berbenah pada putaran kedua nanti. “Kalau ingin lolos, kita harus berbenah pada putaran kedua nanti. Kita harus mendatang pemain berkualitas,” paparnya.
Julius mengungkapkan, jendela transfer pemain putaran kedua akan mulai dibuka 15 Agustus hingga 23 Agustus mendatang. Untuk mendatangkan pemain berkualitas, PSMS pun harus bergerak dari sekarang.
“Rencananya kita akan melakukan pertemuan dengan tim pelatih besok (hari ini, red). Kita akan meminta masukkan pemain-pemain yang ingin didatangkan. Karena apapun ceritanya, keputusan pemain berada di tangan pelatih,” ungkapnya.
Selain, menunggu usulan pemain dari pelatih, manajemen PSMS sendiri sudah merancang beberapa skenario untuk mendatangkan pemain berkualitas. Mereka akan berusaha mengembalikan mantan pemain yang memperkuat Ayam Kinantan pada Liga 1 musim lalu.
“Beberapa pemain kita musim lalu yang sekarang bermain di tim Liga 1, akan kita pulangkan. Kalau tidak bisa dikontrak, maka kita akan datangkan dengan status pinjaman. Toh, di sana juga mereka jarang main,” tambah pria yang akrab dipanggil King ini.
King mengakui sudah menjalin komunikasi dengan beberapa manajemen Liga 1, terkait peminjaman pemain tersebut. Namun, dia enggan menyebutkan nama-nama tim tersebut. “Tunggu saja, tak enak kalau dipublikasi,” pungkasnya. (dek)
CHONBURI, SUMUTPOS.CO – Indonesia membenam Filipina dengan skor 4-0 dalam lanjutan Piala AFF U-15 Chonburi Campus Stadium 1, Thailand, Jumat (2/8) sore WIB. Hasil ini membuat peluang Garuda Muda ke semifinal semakin besar.
Dalam laga ini, Indonesia tampil dominan dan mengurung pertahanan Filipina sejak menit pertama. Kerja keras Indonesia baru berbuah hasil di menit ke-25. Marselino Ferdinan melesakkan gol lewat tembakan voli keras dari luar kotak penalti.
Indonesia cuma butuh lima menit, Indonesia menambah gol melalui Wahyu Agong. Marcell Januar Putra memperbesar keunggulan Merah Putih melalui titik penalti menit ke-38.
Di babak kedua, Filipina masih dalam tekanan Indonesia. Meski terus menyerang, Indonesia baru bisa mencetak gol di menit ke-65 melalui Alexandro Kamuru.
Kemenangan ini membuat Indonesia untuk sementara naik ke puncak klasemen Grup A Piala AFF U-15 dengan 10 poin. Untuk Filipina, kekalahan ini membuat mereka semakin terbenam di dasar klasemen dan dipastikan tersingkir. (bbs/dek)