Home Blog Page 5144

Perampok Uang Rp411 Juta Irian Supermarket Ditangkap, Polisi Tembak Eksekutor

IST/SUMUT POS HEBOH: Swalayan Irian Super Market pasca perampokan mobil vendor pengisian ATM, Kamis (1/8).
HEBOH: Swalayan Irian Super Market pasca perampokan mobil vendor pengisian ATM, Kamis (1/8).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua pelaku perampokan uang Rp411 juta milik Irian Supermarket berhasil ditangkap personel gabungan Polsek Medan Kota dan Polrestabes Medan, Jumat (2/8) dini hari. Kedua pelaku berinsial MP dan A disebut-sebut merupakan mantan karyawan supermarket tersebut.

“MEREKA (kedua pelaku) mantan karyawan, sebelumnya sering mengantar (uang ke bank). Tapi, mereka sudah dipecat sebulan yang lalu,” ujar salah seorang pegawai Irian Supermarket ketika ditemui wartawan usai dimintai keterangan oleh penyidik di Mapolsek Medan Kota, Jumat (2/8) siang.

Namun sayang, pegawai yang meminta namanya tidak dimuat di koran itu tak banyak memberi keterangan. Tetapi, sumber sempat menyebut, pelaku berinisial MP ditembak.

“Dia (pelaku MP) yang bertugas merampas uang (eksekutor). Sedangkan yang satu lagi (pelaku A) menunggu di sepeda motor,” ucapnya yang kemudian pergi.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha tak menampik pelaku telah ditangkap. “Benar, tersangkanya sudah ketangkap ya,” kata Putu yang dihubungi wartawan.

Pun begitu, Putu masih enggan menjelaskan secara detail penangkapan terhadap pelaku. Selain itu, membeberkan identitas mereka dan juga motif para pelaku melakukan aksi kejahatannya.

“Nanti Kapolda Sumut yang paparkan,” ucapnya.

Menurut Putu, aksi siang nekat bolong itu tidak sedikit pun melakukan kekerasan.

“Tidak ada kekerasan atau ancaman dalam aksi itu,” akunya.

Putu mengatakan, para pelaku membawa kabur uang senilai Rp411 juta dari petugas pengisi ATM saat hendak memasukkannya ke mobil Isuzu Panther hitam dengan nomor polisi B 1005 SKV.

Dalam rekaman CCTV (Closed Circuit Television) yang beredar, tampak seorang pelaku mengikuti seorang petugas vendor dari Abacus yang memanggul karung berisi uang. Sedangkan seorang pelaku standby (bersiap) di atas sepedamotor.

Begitu eksekutor merampas uang dari tangan petugas vendor, keduanya langsung tancap gas meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP).

Petugas dan beberapa rekannya serta penarik becak yang berada di lokasi sempat berusaha mengejar pelaku. Namun, pelaku sudah keburu tancap gas.

“Pelaku ini memanfaatkan kelengahan korban dan langsung mengambil tas yang berada di depan brankas saat akan dimasukkan. Lalu dia membawa lari uang tersebut,” tandasnya.(ris/ala)

Akiat Coba Perkosa Istri Teman

FACHRIL/SUMUT POS PERKOSAAN: Akiat yang coba memperkosa istri temannya diamankan di sel Polres Pelabuhan Belawan.
PERKOSAAN: Akiat yang coba memperkosa istri temannya diamankan di sel Polres Pelabuhan Belawan.
FACHRIL/SUMUT POS

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Pagar makan tanaman. Pribahasa ini pantas ditujukan kepada Akiat (50). Pasalnya, warga Lorong 36, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan ini tega coba memperkosa istri temannya sendiri.

Peristiwa itu terjadi di rumah korban berinisial AN (25), Jalan Besar Hamparanperak, Kecamatan Hamparanperak, Selasa (9/7) lalu. Saat itu, Akiat datang ke rumah korban dan berdalih bertemu dengan suami korban, TM.

Saat itu, TM tidak berada di rumah dan korban berada seorang diri di rumah. Akiat yang sudah sering mengunjungi rumah korban tidak langsung beranjak, ia duduk santai di teras rumah tersebut.

Kuat dugaan, Akiat yang sudah memiliki istri ini memang sudah merencanakan niat jahat. Saat korban masuk ke kamar, pelaku juga ikut masuk ke kamar.

Dengan syahwat yang menggebu-gebu, pelaku menerkam tubuh korban di kamar. Pelaku kemudian membekap mulut korban dan coba memerkosanya.

Korban melawan. Namun, Akiat menarik baju korban yang ingin menyelamatkan diri.

Akibatnya, pakaian korban koyak dan langsung berteriak minta tolong. Pelaku pun panik dan langsung kabur.

“Kalau saya tidak teriak, mungkin dia (pelaku) tidak kabur. Waktu dia mau memerkosa saya, sempat saya lawan makanya baju saya sempat koyak,” cerita korban mengisahkan peristiwa menjijikan tersebut, Jumat (8/2).

Tak terima, korban mengadukan perbuatan Akiat ke suaminya. Kemudian, korban bersama suaminya melaporkan kejadian itu ke Mapolres Pelabuhan Belawan.

Berbekal laporan korban, polisi kemudian melakukan penyelidikan. Seminggu kemudian, pelaku akhirnya diringkus polisi dari tempat persembunyiannya. Kini pelaku telah mendekam di sel tahanan Mapolres Pelabuhan Belawan.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Jerico Lavian Chandra mengatakan, pihaknya sudah mengamankan pelaku dari tempat persembunyian. Pelaku telah terbukti melakukan percobaan pemerkosaan.

“Pelaku sudah kita tahan, berkasnya sudah lengkap. Kita akan segera limpahkan kasusnya ke pengadilan,” katanya.(fac/ala)

Warga Sunggal Jual Ekstasi ke Polisi

AGUSMAN/SUMUT POS TUNTUTAN: Fendy Saputra alias Liang, terdakwa pengedar ekstasi menjalani sidang tuntutan, Jumat (2/8).
TUNTUTAN: Fendy Saputra alias Liang, terdakwa pengedar ekstasi menjalani sidang tuntutan, Jumat (2/8).
AGUSMAN/SUMUT POS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Fendy Saputra alias Liang (18) dengan pidana selama 9 tahun penjara denda Rp1 miliar subsider bulan kurungan.

Pria keturunan ini dinyatakan bersalah karena mengedarkan 22 butir ekstasi dalam sidang di ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (2/8).

“Terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 Ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” ucap JPU Juliana Tarihoran.

Usai membacakan tuntutan, Ketua Majelis Hakim Richard Silalahi memberikan waktu seminggu kepada terdakwa untuk menyampaikan pembelaan.

Dalam dakwaan disebutkan, warga Jalan Binjai Dusun 5 Km 10,5 Gang Mesjid Kelurahan Paya Geli, Kecamatan Sunggal, Deliserdang, ditangkap pada 17 Februari 2019 di Jalan Sisingamangaraja. Tepat di depan kampus UISU.

Sebelumnya, dua anggota dari Polda Sumut yang mendapat informasi menyaru sebagai pembeli untuk menangkap terdakwa.

Awalnya, petugas yang menghubungi terdakwa memesan 3 butir ekstasi berlogo diamond. Namun, terdakwa hanya memiliki ekstasi tanpa logo (No Name).

“Kemudian, harga disepakati Rp180 ribu per butirnya. Mereka sepakat bertemu di depan kampus UISU,” kata Jaksa.

Saat melakukan transaksi di dalam mobil, petugas langsung menangkap terdakwa. Selain mengamankan 3 butir ekstasi, petugas juga menemukan 22 butir ekstasi dari saku sebelah kiri terdakwa.

“Terdakwa mengakui bahwa barang tersebut diperoleh dari Dwi dan Ozi (DPO),” pungkasnya. (man/ala)

Teman Satu Sel Dibunuh karena Suka Mencuri, Keluarga Korban Minta Pertanggungjawaban Kalapas

SOPIAN/SUMUT POS SEMAYAMKAN: Jasad korban pembunuhan Dedi Sanjaya disemayamkan di rumah kakaknya.
SEMAYAMKAN: Jasad korban pembunuhan Dedi Sanjaya disemayamkan di rumah kakaknya.
SOPIAN/SUMUT POS

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Kasus pembunuhan di dalam Lapas Kelas II B Kota Tebingtinggi berbuntut panjang. Keluarga korban Dedi Sanjaya menuntut pertanggungjawaban Kalapas, Theo Adrianus Purba. Sebab menurut keluarga, pihak lapas sudah melakukan kelalaian hingga menyebabkan kematian korban.

BUKAN itu saja, keluarga juga menyalahkan pihak lapas karena tidak memberitahukan kematian korban. Informasi korban tewas malah diterima dari orang lain.

“Bahkan waktu dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan, pihak lapas juga tidak minta izin kepada keluarga korban,” beber kakak korban, Evi (30) warga Jalan Kunyit, Kelurahan Tanjung Marulak Hilir, Kecamatan Rambutan Tebingtinggi, Jumat (2/8).

“Kami dapat kabar adik kami meninggal dari kawannya yang menelepon dari dalam lapas,” sambung Evi.

Evi juga menyesalkan dengan autopsi yang tidak diberitahu kepada pihak keluarga. Mewakili pihak keluarga, Evi mengaku tidak terima dengan autopsi yang tidak ada informasi sebelumnya itu.

“Jelas saja kami takut kalau organ tubuh bagian dalam adik kami hilang setelah autopsi. Atas kejadian ini, pihak keluarga akan menuntut Lapas Kelas II B Tebingtinggi karena melakukan kelalaian,” tegasnya.

Sementara itu, Kalapas Kelas II B Kota Tebingtinggi Theo Adrianus Purba enggan menemui sejumlah awak media.

Sebelumnya diberitakan, berdalih kesal dengan teman sekamarnya yang selalu mencuri, seorang narapidana (Napi) Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kota Tebingtinggi, Rabu (31/7) nekat membunuh teman satu selnya. Saiful Bahri memukuli Dedi Sanjaya menggunakan broti hingga tewas. (ian/ala)

Sumut Alami Inflasi 0,88 Persen

Syech Suhaimi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut
WAWANCARA: Kepala BPS Sumut, Syech Suhaimi saat diwawancari wartawan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sumatera Utara (Sumut) pada bulan Juli 2019 mengalami inflasi sebesar 0,88 persen. Begitu juga seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi ini, mengalami inflasi.

Untuk bulan Juli 2019, inflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga sebesar 1,88 persen, disusul Medan 0,95%, Pematangsiantar inflasi 0,29 persen, dan Padangsidimpuan sebesar 0,06 persen.

“Dari gabungan 4 kota IHK di Sumut pada Juli 2019 tersebut, Sumut inflasi sebesar 0,88%. Inflasi Sumut lebih tinggi dibandingkan rata-rata inflasi nasional 0,31%,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Syech Suhaimi kepada wartawan di Kantor BPS Sumut di Jalan Asrama Medan, Kamis (1/8) siang.

Suhaimi menjelaskan, inflasi di Medan sebesar 0,95 persen atau terjadi peningkatan indeks dari 144,92 pada Juni 2019 menjadi 146,30 pada Juli 2019, disebabkan adanya peningkatan harga sebahagian besar kelompok pengeluaran yaitu kelompok bahan makanan sebesar 3,29%, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,09%.

Kemudian kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar naik sebesar 0,07%, kelompok sandang 1,23%, kelompok kesehatan 0,09%, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga 0,43%. Sementara itu kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan menunjukkan penurunan indeks sebesar 0,24%.

“Komoditas utama penyumbang inflasi di Medan antara lain cabai merah 21,43%, emas perhiasan 2,71%, tarif pulsa ponsel 1,19%, daging ayam ras 1,74%, sawi putih 10,94%, dencis 2,16%, dan upah pembantu rumah tangga 0,71%,” papar Suhaimi.

Kemudian, inflasi pada Juli 2019 ini menyebabkan inflasi kumulatif (Juli 2019 terhadap Desember 2018) masing-masing kota seperti Sibolga menjadi 5,57%, P. Siantar inflasi 2,90%, Medan inflasi 5,61%, dan P. Sidimpuan 2,75%. Dengan demikian, laju inflasi kumulatif gabungan 4 kota IHK di Sumut inflasi 5,21%.

“Inflasi ini juga menyebabkan laju inflasi year on year (yoy) masing-masing kota, Sibolga 6,71%, P. Siantar 3,93%, Medan inflasi 6,68%, dan P. Sidimpuan inflasi 3,84%. Hal ini menyebabkan laju inflasi year on year Sumut sebesar 6,28%,” pungkasnya.(gus)

Dukung Gaya Hidup Digital Penuh Manfaat, Kartu Kredit BNI Telkomsel Diluncurkan

Kartu Kredit BNI Telkomsel: Direktur Sales Telkomsel Ririn Widaryani (dua kanan), VP Analytics & Market Research Riny Novitriyanti (dua kiri), Direktur Bisnis Konsumer BNI Tambok P Setyawati (tiga kanan), GM Divisi Bisnis Kartu BNI Okki Rushartomo (kanan), Chief Marketing Officer Finarya Edward Killian (kiri) dan Direktur Mastercard Indonesia Tommy Singgih (tiga dari kiri) saat peluncuran produk co-branding berupa Kartu Kredit BNI Telkomsel di Jakarta, (2/8).
Kartu Kredit BNI Telkomsel: Direktur Sales Telkomsel Ririn Widaryani (dua kanan), VP Analytics & Market Research Riny Novitriyanti (dua kiri), Direktur Bisnis Konsumer BNI Tambok P Setyawati (tiga kanan), GM Divisi Bisnis Kartu BNI Okki Rushartomo (kanan), Chief Marketing Officer Finarya Edward Killian (kiri) dan Direktur Mastercard Indonesia Tommy Singgih (tiga dari kiri) saat peluncuran produk co-branding berupa Kartu Kredit BNI Telkomsel di Jakarta, (2/8).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Telkomsel dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI meluncurkan produk co-branding berupa Kartu Kredit BNI Telkomsel yang telah dibekali banyak keuntungan, dan beragam inovasi produk serta layanan demi memenuhi kebutuhan masyarakat urban Indonesia yang semakin mobile dan dinamis.

Keuntungan dari Kartu Kredit BNI Telkomsel ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh nasabah BNI maupun pengguna Telkomsel yang menggunakan layanan paska bayar Telkomsel (Kartu Halo). Peluncuran Kartu Kredit BNI Telkomsel tersebut disampaikan dalam Press Conference yang dilaksanakan di Jakarta, Jumat (2 Agustus 2019). Hadir pada kesempatan tersebut Direktur Sales Telkomsel, Ririn Widaryani dan Direktur Bisnis Konsumer BNI Tambok P Setyawati.

“Telkomsel menyambut baik kerja sama kolaborasi antara Telkomsel dengan BNI. Hal ini merupakan salah satu upaya transformasi Telkomsel menjadi digital telco company, yang senantiasa mengutamakan produk dan layanan yang customer-centric,” ujar Ririn.

Dikatakannya, Kartu Kredit BNI Telkomsel akan memberikan banyak keuntungan untuk mendukung gaya hidup digital masyarakat yang semakin berkembang dengan pemanfaatan teknologi seluler dan berbagai layanan digital. “Selain itu, kolaborasi Telkomsel dan BNI ini juga merupakan wujud komitmen kami dalam mengakselerasikan perkembangan ekosistem digital di Indonesia, dengan memberikan akses yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia untuk memanfaatkan jaringan berkualitas Telkomsel yang hadir hingga pelosok negeri,” paparnya.

Sementara, Direktur Bisnis Konsumer BNI Tambok P Setyawati mengatakan, BNI terus berusaha untuk memberikan banyak keuntungan bagi nasabah ataupun mitra yang berkerjasama. “Mulai hari ini, Kartu Kredit BNI Telkomsel sudah dapat dinikmati oleh Pelanggan Setia dan Pegawai Telkomsel Serta Nasabah BNI. Kerja sama antara BNI dan Telkomsel, merupakan salah satu langkah nyata bahwa BUMN hadir untuk memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat dalam hal kemudahan untuk bertransaksi,” ujarnya.

Beberapa fitur yang menguntungkan bagi pemegang Kartu Kredit Telkomsel BNI adalah cash-back untuk pembayaran tagihan Kartu Halo Telkomsel dan Kartu Platinum BNI. Cash-back yang diberikan dapat mencapai Rp500.000 untuk tagihan Kartu Halo dalam dua bulan pertama penggunaan kartu kredit.

Pemegang kartu juga bisa mendapatkan paket Kartu Halo Spesial Cobrand BNI Telkomsel dengan berbagai keunggulan mulai dari kuota data hingga 200GB, telepon hingga 1.500 menit, serta kuota data roaming hingga 1GB setiap bulan.

Selain itu, dengan paket Kartu Halo Spesial Cobrand BNI Telkomsel ini pelanggan akan menjadi pelanggan spesial Telkomsel dengan keuntungan tambahan, berupa Telkomsel POIN lebih banyak hingga 3X, fasilitas akses Airport Lounge dengan menukar 1.000 Telkomsel POIN, serta voucher diskon untuk pembelian smartphone sampai dengan Rp100.000.

Pemegang kartu BNI Telkomsel juga dapat menikmati berbagai promo menarik di berbagai toko atau merchant yang bekerjasama dengan kartu kredit BNI yang meliputi cicilan 0% hingga 24 bulan, diskon, serta cash-back dan berbagai penawaran menarik lainnya. (rel)

Selain itu, tersedia juga reward saldo LinkAja yang akan diberikan setelah pengajuan Kartu Kredit BNI Telkomsel yang disetujui hingga sebesar Rp750.000. (rel)

Kartu Kredit BNI Telkomsel bisa didapatkan oleh nasabah BNI dan pelanggan kartu Halo Telkomsel dengan mudah. Caranya adalah dengan mengunjungi website BNI atau Telkomsel dan melakukan pengisian e-form pengajuan Kartu Kredit BNI Telkomsel. Informasi lebih lanjut mengenai produk ini bisa didapatkan di www.bni.co.id atau BNI Call 1500046.

Penerbitan Kartu Kredit BNI Telkomsel tersebut akan menambah jumlah kartu kredit BNI yang telah diterbitkan sebelumnya. Dimana hingga Juni 2019, jumlah Kartu Kredit BNI yang telah beredar mencapai 1.85 juta kartu. (rel)

Khusus bagi Agen dan pangkalan Elpiji, Pertamina Terapkan Pembayaran Nontunai

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS ELPIJI: Berbagai ukuran gas elpiji yang dijual di salah satu pangkalan di Medan.
ELPIJI: Berbagai ukuran gas elpiji yang dijual di salah satu pangkalan di Medan.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I menerapkan Cashless Payment atau pembayaran nontunai bagi agen dan pangkalan elpiji semakin diterapkan di Sumut. Dengan sistem ini, bisa memantau stok elpiji disetiap agen.

“Sistem ini memungkinkan agen dan pangkalan melakukan transaksi pemesanan maupun pembayaran elpiji secara non tunai. Sebelumnya, transaksi dan pencatatannya dilakukan secara manual,” ungkap Unit Manager Communication & CSR PT Pertamina MOR I kepada wartawan di Medan, Jumat (2/8) siang.

Roby menjelaskan, lewat sistem ini, keandalan stok elpiji di agen dan pangkalan makin meningkat. Akibat adanya verifikasi jumlah tabung elpiji yang dibeli sesuai dengan harga tabung yang dibayarkan.

“Konsumen dipastikan membeli elpiji 3 kg sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) jika membeli di pangkalan resmi Pertamina. Transaksi non tunai ini memungkinkan pangkalan melakukan pemesanan dan pembayaran elpiji pada agen melalui mobile dan SMS banking,” jelas Roby.

Keuntungan lainnya, agen elpiji dapat melakukan pencatatan transaksi secara waktu nyata (real time) dan otomatis sehingga lebih akurat. Di sisi lain, sistem ini juga meningkatkan sisi keamanan serta Pertamina dapat meningkatkan monitoring penyaluran elpiji pada agen dan pangkalan.

Ke depannya, sistem ini juga akan mendukung penerapan distribusi elpiji tertutup yang rencananya diterapkan pemerintah melalui Kementerian ESDM pada tahun depan.

“Saat ini dari total 223 agen elpiji di Sumut, 212 agen telah menerapkan cashless payment system. Sementara untuk pangkalan elpiji, sejumlah hampir 7.000 dari total 9.150 pangkalan elpiji sudah menerapkan,” kata Roby.

Pihaknya juga optimis, hingga akhir tahun 2019 seluruh pangkalan elpiji di Riau telah menerapkan sistem ini. Sedangkan untuk wilayah Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I Sumbagut, sebanyak 461 dari total 489 agen atau 94 persen sudah menerapkan sistem ini. Untuk pangkalan, lebih dari 16 ribu dari total 21 ribu atau 76 persen sudah menerapkannya. Akhir tahun ini ditargetkan seluruh agen dan pangkalan di wilayah MOR I sudah 100 persen menerapkan.

Pada setiap aplikasi bank ini, terhubung host-to-host dengan Sistem Monitoring Penyaluran LPG 3kg (Simol3k) Pertamina. Integrasi sistem ini juga mempermudah Pertamina dalam memonitor penyaluran elpiji 3 kg yang disalurkan baik kepada Agen maupun pangkalan.

Adapun hingga Juli 2019, konsumsi elpiji bersubsidi 3kg di wilayah Sumut mencapai hampir lebih dari 18,7 juta tabung. Sedangkan konsumsi elpiji non subsidi Bright Gas 5,5 kg dan 12 kg mencapai hampir 350 ribu dan lebih dari 109 ribu tabung.(gus/ila)

Tim Hisab Rukyat Sumut Observasi Hilal

man/sumut pos LIHAT HILAL: Tim Hisab Rukyat Sumut Observasi Hilal Awal Dzulhijjah, Kakanwil Kemenag Sumut, Iwan Zulhami bersama Kepala BMKG Balai Besar Wilayah I, Edison Kurniawan,Kabag Agama Pemprovsu saat observasi Hilal, Kamis (1/8).
LIHAT HILAL: Tim Hisab Rukyat Sumut Observasi Hilal Awal Dzulhijjah, Kakanwil Kemenag Sumut, Iwan Zulhami bersama Kepala BMKG Balai Besar Wilayah I, Edison Kurniawan,Kabag Agama Pemprovsu saat observasi Hilal, Kamis (1/8).
man/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim Hisab Rukyatul Sumut melaksanakan Rukyatul Hilal awal Dzulhijjah 1440 H, di anjungan lantai 9 Kantor Gubernur Sumut, Kamis (1/8) petang. Sedangkan untuk penetapan 1 Dzulhijjah (Hari Raya Idul Adha 1440 H), menunggu keputusan pusatn

Hasilnya, sebagian wilayah Indonesia tinggi hilal sudah berada di atas ufuk mar’i antara: +01° 51′ 11″ (Jayapura, Papua) sampai dengan +03° 40′ 37″ (Obs Pantai Lhoknga Aceh), sudah memenuhi kriteria imkan rukyat +02° diatas ufuk mar’i.

“Berdasarkan hasil observasi, penetapan 1 Dzulhijjah 1440 H jatuh pada hari Jumat tanggal 2 Agustus 2019 M,” ungkap Kepala Kanwil Kemenag Sumut, Iwan Zulhami.

Dia menjelaskan, kegiatan Rukyatul Hilal Awal Dzulhijjah 1440, berdasarkan Surat Direktur Jenderal Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama RI Nomor: B.1050/Dt.|Il.l/1/HK.O3.2/04/2019 tanggal 10 April 2019, tentang perintah untuk melaksanakan rukyat hilal awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah 1440 H di seluruh wilayah Indonesia.

“Untuk Provinsi Sumatera Utara kita laksanakan di Anjungan Lantai 9 Kantor Gubernur Sumatera Utara ini, yang diprakarsai oleh Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara melalui Tim Hisab Rukyat Provinsi Sumatera Utara bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Balai Besar Wilayah Medan,” jelasnya.

Dikatakannya, kerja sama ini dimaksudkan agar usaha merukyat hilal Awal Dzulhijjah 1440 H, sebagai wujud nyata komitmen pemerintah dalam melaksanakan perintah syar’iy. Selain itu, penentuan penanggalan awal bulan qomariah yang menyangkut pelaksanaan ibadah syar’iy yang menurut perhitungan hisab, hilal kemungkinan dapat dirukyat di seluruh wilayah Indonesia karena sudah berada di atas ufuk mar’i.

“Maka pelaksanaan Rukyatul Hilal Awal Dzulhijjah 1440 H yang kita laksanakan, sebagai dasar acuan penetapan kapan jatuhnya tanggal 1 Dzulhijjah 1440 H untuk menetapkan Hari Raya Idul Adha 1440 H (tanggal 10 Dzulhijjah 1440 H) berdasarkan ketentuan syar’iy,” pungkas Iwan.

Observasi ini turut dihadiri, Kakanwil Kemenag Sumut Iwan Zulhami, Ketua Tim Hisab dan Rukyat Sumut H Asro, Kepala BMKG Balai Besar Wilayah I Medan, Edison Kurniawan dan Kabid Agama Pemprovsu. (man/ila)

Penggusuran Warkop Elisabeth, Langkah Pemko Tak Tepat

Sutan Siregar/sumut pos SEPI: Suasana warung pedagang Warkop Elisabeth pasca penertiban, tampak sepi, Jumat (2/8)
SEPI: Suasana warung pedagang Warkop Elisabeth pasca penertiban, tampak sepi, Jumat (2/8)
Sutan Siregar/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Usai penggusuran oleh ratusan personel Satpol PP kota Medan, puluhan lapak warkop Elisabeth tak terlihat lagi seperti biasa. Baik tenda-tenda, maupun meja-meja yang biasa.

berada di depan RS Santa Elisabeth itu sudah habis dan hanya menyisakan sejumlah steling bekas dari sisa-sisa penggusuran pada Kamis (1/8) yang lalu di depan RS.

Pantauan Sumut Pos, Jumat (2/8) sore yang biasanya merupakan waktu mulai ramainya pengunjung Warkop, tak tampak satu pun lagi pedagang berjualan disana. Begitupun dengan personil Satpol PP kota Medan dan sejumlah aparat kepolisian, tidak ada satupun lagi yang terlihat.

Ketua Komisi III DPRD Medan, Boydo HK Panjaitan menjelaskan, bahwa langkah penggusuran yang dilakukan oleh Pemko Medan tidak lah tepat. Sebab, Pemko Medan seharusnya melakukan pengkajian lebih dalam sebelum melakuakan penggusuran tersebut.

“Kalaupun mau digusur, harusnya ada kajian mendalam dulu. Pemerintah harus terlebih dahulu mempertimbangkan efek negatif yang dirasakan pedagang apabila mereka digusur. Pemerintah harusnya mempersiapkan relokasi untuk para pedagang lalu melakukan penggusuran,” ujarnya.

Untuk itu, kata Boydo, pihaknya meminta para pedagang untuk segera mengirimkan suratnya ke pihak DPRD Sumut untuk bisa membantu memfasilitasi persoalan tersebut dengan pihak Pemko Medan.

“Kami minta para pedagang untuk tidak mengambil langkah-langkah yang salah, tapi menempuh jalur yang tepat. Kami minta mereka untuk mengambil langkah pengaduan resmi kepada kami di dewan, nanti kami yang akan memperjuangkan mereka ke Pemko Medan untuk bisa direlokasi ketempat yang layak untuk mereka bisa berdagang dan kembali menghidupi keluarganya,” pungkasnya. (map/ila)

Stok Darah PMI Medan Aman, Tersedia 1.872 Kantong

file/SUMUT POS DARAH: Petugas PMI Medan menunjukkan kantong darah pendonor saat gelar acara donor darah, beberapa waktu lalu. di Garuda Plaza Hotel, Medan, Selasa (19/1). Dalam kegiatan tersebut, pengunjung hotel tertarik mendonorkan darahnya untuk program kemanusiaan.
DARAH: Petugas PMI Medan menunjukkan kantong darah pendonor saat gelar acara donor darah, beberapa waktu lalu. di Garuda Plaza Hotel, Medan, Selasa (19/1). Dalam kegiatan tersebut, pengunjung hotel tertarik mendonorkan darahnya untuk program kemanusiaan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Stok darah Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan mengklaim aman hingga sebulan ke depan. Jumlah stok darah yang tersedia sebanyak 1.872 kantong, yang terdiri dari golongan darah A, B, AB dan O.

Kepala Seksi Pelayanan Teknik Laboratorium dan BDRS UTD PMI Medan, dr Ira Fitrianti Putri Lubis mengatakan, stok kantong darah tersebut sudah siap pakai sejak 1 Agustus 2019 kemarin. Awalnya, tersedia 1.820 kantong darah lengkap (whole blood) dari 4 golongan yang ada.”Sejak tanggal 1 Agustus stok dari sudah tersedia 1.820 kantong, dengan rincian golongan darah A 553 kantong, B 399 kantong, AB 135 kantong, dan O 733 kantong,” ungkap dr Ira, Jumat (2/8).

Selain itu, sambung dia, tersedia juga untu stok PRC (Packed Red Cell) atau sel darah merah sebanyak 52 kantong. Namun, ketersediaan sel darah merah ini belum lengkap semua dari golongan darah yang ada. “Untuk sel darah merah golongan darah A 24 kantong, B 3 kantong, AB kosong dan O 25 kantong. Meski belum lengkap, stok darah ini terus berganti. Sebab ada pengeluaran atau pemasukan darah setiap harinya,” ujar dr Ida.

Menurutnya, dengan jumlah stok darah tersebut maka paling tidak sampai akhir bulan aman dan bahkan awal bulan depan. Akan tetapi, dengan catatan meski berkurang tetap ada yang masuk. Namun, jika tidak ada pemasukan sama sekali maka bisa saja stok darah tersebut hanya bertahan 10 atau 20 hari saja.

Ia menyebutkan, untuk mendapatkan stok darah ini pihaknya memperoleh dari para pendonor di seluruh Kota Medan yang tergabung pada beberapa aksi bakti sosial. Mulai dari donor darah yang diadakan oleh instansi, komunitas, rumah ibadah, perusahaan-perusahaan, organisasi, dan lain sebagainya.

“Selain di PMI sendiri ya yang terus membukan donor darah, stok didapat dari aksi-aksi yang memang rutin menyelenggarakan kegiatan donor darah. Selain itu, ada juga dari mobile unit atau kegiatan di luar kantor,” paparnya.

Disinggung golongan darah apa saja yang paling banyak diminta, dr Ira menyatakan, paling banyak masih didominasi golongan darah O. Sebab, golongan darah O ini menjadi golongan darah terbanyak di seluruh dunia. “Meski begitu, permintaan untuk golongan darah lainnya juga berbeda setiap harinya. Terkadang, golongan darah B atau A. Namun setiap bulannya pasti paling banyak golongan darah O,” pungkasnya. (ris/ila)