Home Blog Page 5151

Pengalihan Pengelolaan Sarana Olahraga, Dispora Medan Sudah Ajukan Perwal

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Medan sudah mengajukan Peraturan Walikota (Perwal) terkait pengalihan pengelolaan sarana dan prasarana olahraga.

Hal ini sekaitan Peraturan Pemerintah (PP) No18 yang menyebutkan sarana olahraga dialihkan ke Dispora. Saat ini sarana dan prasarana masih dikelola Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Medan.

“Perwal itu sudah cukup lama diajukan, setahu saya Perwal itu sudah diajukan oleh Kadis sebelumnya,” ujar Kepala Dispora Kota Medan, Syahrul Effendi Rambe.

Syahrul mengaku, hingga saat ini pihaknya belum mengetahui sudah sampai dimana proses perwal tersebut berjalan. “Soal itu saya kurang tahu, nanti akan coba saya tanyakan. Kan saat ini saya baru saja dilantik sebagai Kadispora Medan, biar saya pelajari dulu. Sepengetahuan saya, Perwalnya sampai sekarang masih di godok dan terus dalam pembahasan,” katanya.

Untuk itu, lanjutnya, pihaknya berharap agar Perwal tersebut dapat segera dibuat dan diberlakukan. “Harapan kita ya secepatnya lah, lebih cepat kan lebih baik,” lanjutnya.

Terkait masalah anggaran untuk kedua sarana olahraga tersebut yang sudah terlanjur dialokasikan untuk Dinas Kebersihan dan Pertamanan serta Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (PKPPR), Syahrul menyebutkan bahwa hal itu bukan lah sebuah masalah.

“Soal itu gak ada masalah. Kan nanti bisa diatur di P-APBD 2019. Kalau nantinya baru ada Perwalnya di akhir tahun berartikan tinggal dialokasikan untuk Dispora Medan untuk anggaran 2020, jadi tidak ke OPD lain lagi,” pungkasnya.

Menanggapi hal itu, anggota komisi II DPRD Medan, Rajuddin Sagala menyebutkan, Pemko Medan bekerja terlalu lambat dalam membuat kebijakan seperti Perwal dan aturan lainya. Padahal, Perwal tersebut sangat berpengaruh terhadap kinerja tiap-tiap OPD.

“Sangat kita sayangkan memang, itu PP-nya sebenarnya sudah lama, tapi sampai sekarang gak juga dibuat Perwalnya. Pemko Medan lambat dalam urusan seperti ini, padahal ini kan menyangkut kinerja OPD nya sendiri. Kalau begini kan jadi tumpang tindih antar satu OPD dan OPD lainnya,” ucap Rajuddin.

Selain itu, lanjut Rajuddin, pihak OPD juga seharusnya punya inisiatif untuk mengajukan Perwal di awal, begitu PP yang bersangkutan sudah ada. “Tapi kalau sudah pernah diajukan, ya kontrol terus. Pantau kenapa Perwal nya belum dibuat, karena inikan sangat berpengaruh terhadap kinerja OPD itu sendiri. Kepala OPD harus pro aktif bila ada Perwal yang mereka butuhkan dalam meningkatkan kinerjanya,” ujarnya.

Dilanjutkan Rajuddin, hal ini bukan hanya akan berpengaruh terhadap kinerja OPD itu sendiri, melainkan juga berpengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Sudah dari dulu saya ingatkan ke Pemko, kalau ada Perwal yang mau dibuat ya segera dibuat, biar segera dibahas dan disahkan. Karena apa? Sangat banyak Perwal yang nantinya sangat berpengaruh terhadap PAD kota Medan,” paparnya.

Rajuddin berharapm Pemko Medan agar segera membuat Perwal terkait sarana Olahraga tersebut dapat segera dibuat. “Kami akan desak Pemko Medan supaya segera buat Perwal itu. Gak bisa dibiarkan lama-lama, Stadion Teladan dan Kebunbunga butuh diurus dan dirawat agar menjadi kebanggaan warga Kota Medan dan memberikan PAD bagi kota Medan,” pungkasnya. (map/ila)

Pengibaran Bendera Merah Putih Sebulan Penuh

Dzulmi Eldin, Walikota Medan
Dzulmi Eldin S MSI MH, Walikota Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH meminta kepada seluruh warga agar mengibarkan bendera Merah Putih satu tiang selama satu bulan, terhitung mulai hari ini, Kamis (1/8) hingga sabtu (31/8). Pengibaran bendera ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 Tahun 2019 yang jatuh, Sabtu (17/8).

Mantan Wakil Wali Kota dan Sekda Kota itu menyebutkan, pengibaran bendera dilakukan di depan rumah seluruh warga mulai pukul 06.00-18.00 WIB. “Saya harap sekali agar seluruh warga Kota Medan dapat melaksanakannya,” kata Wali Kota, Rabu (31/7).

Wali Kota juga menginstruksikan kepada seluruh camat agar memerintahkan lurah dan kepala lingkungan yang ada di wilayah kerjanya masing-masing supaya menyebarluaskan informasi pengibaran bendera Merah Putih kepada masyarakat di wilayah kerjanya masing-masing. Dengan demikian masyarakat mengetahuinya sehingga dapat melaksanakannya.

Selain itu, lanjut Wali Kota lagi, para camat diminta juga untuk memantau pengumuman pengibaran bendera serta pelaksanaannnya di lapangan. “Laporkan hasil pemantauan yang dilakukan langsung kepada saya!” tegasnya.. Tidak hanya depan rumah warga, kata Wali Kota, penmgibaran bendera Merah Putih juga dilakukan di depan kanor instansi pemerintah/swasta, TNI/Polri, perusahaan negara maupun swasta, perguruan tinggi, sekolah-sekolah serta toko-toko. (map/ila)

Wujudkan Kesetiakawanan Sosial Pemuda

istimewa/sumut pos BERSAMA: Kabid Layanan Pemuda Dispora Medan, Suryadi SE MM bersama peserta Fasilitasi Bhakti Sosial Kepemudaan 2019.
BERSAMA: Kabid Layanan Pemuda Dispora Medan, Suryadi SE MM bersama peserta Fasilitasi Bhakti Sosial Kepemudaan 2019.
istimewa/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Medan melaksanakan Fasilitasi Aksi Bhakti Sosial Kepemudaan 2019 di Medan Labuhan, 25 Juli lalu. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan kesetiakawanan sosial bagi pemuda Kota Medan.

Bhakti sosial ini meliputi pemeriksaan kesehatan gratis berupa pemeriksaan gular darah, kolestrol dan asam urat. Kemudian penyuluhan sanitasi air, penyuluhan bahaya narkoba bagi siswa SMP, penyuluhan kesehatan gigi bagi siswa SD dan penanaman 1.000 pohon di Kampung Nelayan, Medan Labuhan.

Kadispora Medan Syahrul Efendi Rambe SSos MAP mengatakan, kegiatan ini melibatkan pemuda untuk melakukan aksi bersentuhan langsung dengan masyarakat. Kemudian memberikan pelayanan dan pengetahuan kepada masyarakat.

“Ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan kesetiakawanan sosial di kalangan pemuda. Kita ingin pemuda selaku generasi penerus bangsa harus memiliki rasa empati yang tinggi,” ujarnya.

Kadispora berharap kegiatan ini memberikan nilai yang positif bagi masyarakat di Kecamatan Medan Labuhan. “Jadikan kegiatan ini sebagai pengabdian pemuda kepada masyarakat Kota Medan, khususnya Medan Labuhan.” pesannya.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan dan melestarikan lingkungan serta menjauhi narkoba. “Semoga nantinya masyarakat Kota Medan memiliki derajat kesehatan tinggi, bebas dari narkoba dan bebas dari masalah lingkungan,” paparnya.

Ketua Panitia Doni Fariq SE melaporkan, bhakti sosial ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta pemuda Kota Medan agar lebih peka terhadap perubahan yang terjadi di lingkungannya. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 25 Juli dengan target sasaran 300 orang dari siswa SD dan SMP Yaspi, siswa SMKN 12 Medan, tim medis dari Akper/Akbid Nusantara, Palang Merah Remaja Medan, Paskibraka Medan dan Pasgana Medan. (dek/ila)

Pegawai PD Pasar 9 Bulan Tak Gajian, DPRD Dairi: Audit Segera PD Pasar

RUDY SITANGGANG/SUMUT POS TEMUI BUPATI: Karyawan PD Pasar Dairi menemui Bupati Dairi, Eddy KA Berutu menuntut pencairan gaji mereka yang sudah 9 bulan tidak dibayar.
TEMUI BUPATI: Karyawan PD Pasar Dairi menemui Bupati Dairi, Eddy KA Berutu menuntut pencairan gaji mereka yang sudah 9 bulan tidak dibayar.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

SIDIKALANG, SUMUTPOS.CO – Menindaklanjuti pengunduran diri 3 jajaran direksi PD Pasar karena tak mampu membayar gaji pegawai, Pemerintah Kabupaten Dairi menunjuk pelaksana Direktur Perusahaan Daerah (PD) Pasar dari jajaran badan pengawas.

“Sudah ada namanya dan sudah diajukan kepada Bupati untuk ditandatangani,” ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Dairi, Sebastianus Tinambunan, Rabu (31/7).

Dikatakannya, surat pengajuan calon pelaksana Direktur PD Pasar sudah disampaikan ke Bupati, meski belum diterbitkan.

Jajaran badan pengawas PD Pasar Kabupaten Dairi, yakni Edward Hutabarat yang juga Kepala Inspektur, Edward Siburian dan Partogi Purba. Lanjutnya, ada kemungkinan perekrutan direksi PD Pasar akan dipercepat. Artinya, pelaksana bertugas hingga terpilihnya direksi definitif.

“Kami sudah memanggil divisi perusahaan itu, dan mereka menyatakan tidak mengundurkan diri dari PD Pasar. Yang mundur itu hanya jajaran direksi,” sebutnya.

Sebastianus menambahkan, mundurnya jajaran direksi, tidak menghilangkan pertanggungjawaban selama melaksanakan tugasnya.

“Mereka harus siap dipanggil saat pelaksanaan audit. Pemkab Dairi sudah menyurati dan meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), untuk mengaudit seluruh pekerjaan pimpinan PD Pasar periode 2015-2020,”terangnya.

Sedangkan untuk gaji pegawai, lanjut Sebastianus, akan dibayarkan dari tagihan piutang.

“Mereka berkomitmen untuk melakukan penagihan dari pedagang. Berapa tagihan yang dapat, dibayarkan lah gaji sesuai dana yang ada,” ungkapnya.

Sekdakab Dairi juga mengimbau pedagang untuk membayarkan retribusi yang menunggak. Bahkan, sesuai laporan divisi PD Pasar, banyak pedagang yang menunggak, ada yang dua tahun. Pedagang harus membayar, bila tidak akan digusur dari kios dan digantikan pedagang lain.

“Pedagang yang bandal bayar retribusi, silahkan angkat kaki. Kios itu akan diberikan kepada pedagang yang lain,” tegasnya.

Terpisah, anggota DPRD Dairi, Resoalon Lumban Gaol menpertanyakan mundurnya tiga direksi PD Pasar Sidikalang.

Ia menilai, mundurnya pimpinan PD Pasar tersebut, tidak jentelmen, karena mundur dari jabatan saat kondisi perusahaan terpuruk, bahkan pegawainya tidak gajian hingga 9 bulan. “Harusnya mereka mundur saat kondisinya baik, baru itu jentelmen,”imbuhnya.

Resoalon mendesak Pemkab Dairi, untuk segera melakukan audit.

“Harus jelas berapa asset yang mereka terima dari periode sebelumnya, dan demikian setelah mereka mundur. Jangan mereka mundur, tanggungjawab pekerjaan selama ini tidak ada,”pungkasnya. (mag-10/han)

Sosialisasi Bahaya Narkoba di SMA Negeri I Sipispis, Iptu Bringin: Racun yang Menghancurkan Setiap Segmentasi Kehidupan

SOPIAN/SUMUT POS PAPARKAN : Kapolsek Sipispis, Iptu Bringin Jaya ketika menyampaikan paparannya terkait bahaya penyalahgunaan narkoba kepada pelajar.
PAPARKAN : Kapolsek Sipispis, Iptu Bringin Jaya ketika menyampaikan paparannya terkait bahaya penyalahgunaan narkoba kepada pelajar.
SOPIAN/SUMUT POS

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Kapolsek Sipispis Polres Tebingtinggi, Iptu Bringin Jaya bersama jajarannya menggelar sosialisasi tentang bahaya penyalahgunaan narkotika kepada para pelajar di SMA Negeri 1, Desa Sipispis, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdangbedagai, Rabu (31/7).

Selain mendapatkan pengetahuan soal peredaran gelap narkoba dan jenis-jenisnya, para pelajar itu juga diberi pemahaman terkait efek dan ciri-ciri perilaku pengguna barang haram tersebut.

Iptu Bringin Jaya mengatakan, narkoba itu sejatinya adalah racun yang mampu menghancurkan setiap segmentasi kehidupan manusia. “Oleh karenanya, kami selaku pihak kepolisian wajib melindungi segenap generasi muda sedini mungkin, agar tercegah dari penggunaan narkoba,” ujarnya.

Di hadapan para pelajar, Iptu Bringin Jaya juga menyatakan, peredaran barang terlarang itu tidak mengenal siapa dan apa pun profesinya, karena semua memiliki peluang untuk terjebak ke dalam lembah hitam narkoba. “Polri, khususnya Polsek Sipispis akan rutin melakukan penyuluhan terkait bahaya dan pencegahan narkoba. Hal itu semata-mata dilakukan demi menyelamatkan generasi penerus terhadap ancaman yang mematikan dari barang haram tersebut,” tegas Baringin.

Kapolsek Sipispis Iptu Baringin Jaya berharap, agar pihak sekolah juga ikut berperan aktif dalam memproteksi siswa-siswinya dari bahaya narkoba.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Sipispis Rasiman Purba menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada jajaran Polsek Sipispis yang telah meringankan langkahnya untuk memberikan penyuluhan terkait penyalahgunaan narkoba.

Menurutnya pihaknya sangat tertarik, antusias dan sepakat dengan adanya penyuluhan ini. Semoga, kegiatan serupa dapat terus dilakukan ke sekolah-sekolah lainnya di Kecamatan Sipispis. (ian/han)

PTPN 1 Langsa Dituntut Bayar Rp3,9 M

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PTPN 1 Langsa dituntut membayar utang denda pembelian pupuk senilai Rp3,9 miliar lebih oleh dua rekanan selaku kreditur, yakni CV Tunas Pelita Jaya dan CV Dwi Putra Mandiri. Utang denda tersebut berdasarkan adanya perjanjian jual beli pupuk jenis Majemuk NPK, Mg+TE pada 2013 antara PTPN 1 Langsa dan dua rekanan itu.

Kuasa hukum Pemohon CV Tunas Pelita Jaya Muhammad Basir Pardede, yang juga kuasa CV Dwi Putra Mandiri kepada wartawan di Medan, Selasa (30/7) mengatakan, kasus hukum antara CV Tunas Pelita Jaya dan PTPN 1 terkait perjanjian jual beli pupuk No. 01.7/X/SJAN/049/2013 tgl 1 April 2013 dengan jumlah 802.150 kg, total harga Rp6.218.667.875 untuk kebun Cot Girek.

Kemudian surat perjanjian No. 01.7/X/SJAN/046/2013 tgl 1 April 2013 sebanyak 489.500 kg seharga Rp3.741.003.750 dan surat No. 01.7/X/SJAN/045/2013 tgl 1 April 2013 sebanyak 676.320 kg, harga Rp5.162.241.375.

“Total utang PTPN 1 selaku termohon Rp15.121.913.000, dan termohon baru membayar utang pokok saja. Sedangkan denda keterlambatan sejak 2015 belum dibayarkan,” ujarnya mengatakan denda utang kepada CV Tunas Pelita Jaya Rp2,2 M lebih. Sedangkan utang PTPN 1 kepada kreditur lain, yakni CV Dwi Putra Mandiria yang diakui PTPN 1 Langsa Rp1,7 M lebih sehingga keseluruhan Rp3,9 M lebih. “Utang denda lahir karena keterlambatan pembayaran perjanjian,” sebut Basir Pardede.

Sebelumnya, saat sidang putusan perkara Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) No: 15/Pdt.Sus-PKPU/2019/PN Niaga Mdn antara PTPN I Langsa dengan CV Tunas Pelita Jaya dan CV Dwi Putra Mandiri, Rabu (24/7) sore di ruang sidang Cakra Utama PN Medan, pengacara Pemohon menyanggah pembacaan putusan dibacakan Majelis Hakim diketua Abdul Azis. “Izin majelis hakim, putusan majelis bacakan sudah ada pada kami dan sama, jadi kami walk out dari persidangan ini, “ujar M Basir Pardede, pengacara Pemohon.

Sebelum pembacaan putusan, situasi pengadilan tegang karena pengacara Pemohon meminta ketemu Ketua PN Medan Djaniko Girsang mengenai putusan yang telah beredar pada saat sidang putusan belum di laksanakan.

M Basir Pardede menduga putusan itu telah dikondisikan dan dibuat oleh pengacara Termohon, yang selanjutnya jadi putusan akhir untuk dibacakan di persidangan. “Kami kecewa atas putusan majelis hakim yang diduga melakukan permainan,” katanya.

“Sebelum sidang kami menemui ketua PN Medan untuk memperlihatkan putusan yang telah kami terima, kemudian kami menanyakan langsung keabsahan hasil putusan sidang yang telah dibacakan hakim. Putusan kami terima sekira pukul 12:15 melalui pesan WhatsApp, makanya kami heran dan mempertanyakan itu kepada ketua PN Medan,” kata dia.

Ia mengatakan, pesan WhatsApp diterima mereka sama persis dengan putusan dibacakan majelis hakim, dan alat bukti dimiliki Pemohon yang menguatkan dugaan bahwa putusan itu telah disiapkan sebelumnya oleh kuasa hukum termohon, sehingga patut diduga putusan tidak dibuat oleh majelis hakim. (azw)

Nias Barat dan Tapteng, Terbanyak Penderita Gizi Buruk

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sumatera Utara (Sumut) belum bebas dari gizi buruk. Pola makan yang tidak tepat, menjadi penyebab munculnya masalah ini. Berdasarkan prevalensi gizi buruk di Sumut dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, ditemukan dua daerah tertinggi kasus gizi buruk, yaitu Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Nias Barat.

Sesuai prevalensi gizi buruk di Sumut, terdapat dua aspek penilaian, yakni tidak seimbangnya berat badan dengan usia sebanyak 5,37 persen, dan tidak seimbangnya berat badan dengan tinggi badan sebanyak 4,57 persen.

Di Tapteng, proporsi prevalensi kasus gizi buruk yakni tidak seimbangnya berat badan dibandingkan usia sebanyak 10,33 persen dan tidak seimbangnya berat badan dibandingkan tinggi badan 9,17 persen. Sedangkan di Nias Barat 12,57 persen untuk berat badan dibandingkan usia.

Sementara di Medan sendiri, ada 4,8 persen untuk kasus gizi buruk berupa tidak seimbangnya berat badan dibandingkan usia. Lalu sebanyak 4,3 persen tidak seimbangnya berat badan dan tinggi badan.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sumut, Teguh Supriyadi mengaku, angka kasus gizi buruk memang mulai mengalami penurunan. Namun, penuruan yang terjadi tidak begitu signifikan. “Bila sudah di angka 0 baru berhasil, karena kita masih ditemukan kasus gizi buruk. Meskipun begitu, saat ini kepala desa telah tanggap dalam menangani kasus ini,” ujarnya baru-baru ini.

Teguh juga mengaku, selama ini upaya dari pihaknya jika ditemukan kasus gizi buruk pada anak langsung ditangani oleh puskesmas. Anak tersebut dirawat dan diberi makanan bergizi dengan dana desa. “Kita dari provinsi membantu transport dan bantuan lainnya berbentuk barang, seperti makanan dan susu. Sebab kasus gizi buruk yang diperlukan adalah makanan bergizi,” ujarnya.

Dia melanjutkan, di puskesmas nantinya anak yang mengalami gizi buruk akan dicek dan diawasi terus sampai pulih kembali. Bahkan, apabila perlu dirawat atau dirujuk segera dibawa ke rumah sakit. Tapi, biasanya bila ada komplikasi atau anak disertai penyakit lainnya.

“Kendala selama ini yang dihadapi, sering telatnya mendapat penanganan dari pihak kesehatan. Sebab selama ini orang tua tidak terbuka dan rata-rata kurang peduli dengan anaknya. Jadi, tiba-tiba anak sudah sakit dan umumnya terjadi pada mereka yang memiliki kehidupan kurang mampu, dan ini masalah sosial juga. Namun demikian, kita sudah ada akses seperti dana desa dalam penurunan angka gizi buruk di Sumut,” tukasnya.

Terpisah, ahli gizi dari Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK-USU), Dr dr Dina Keumala Sari mengatakan, penyakit gizi buruk yang masih ada menghambat lahirnya anak-anak cerdas Indonesia. Pembiaran penyakit gizi buruk kepada anak dapat berdampak pada lemah dalam berpikir dan menghambat pertumbuhan tinggi badan anak (stunting). “Kalau persoalan ini tak tuntas-tuntas, tentu kita tidak mencapai anak-anak Indonesia yang berkualitas. Kita tak bisa bersaing dengan negara lain,” ujarnya.

Menurut Dina, cara mengatasi persoalan gizi buruk tentu diharapkan peran pemerintah lebih intens mencari tahu penyebabnya ke seluruh desa. Ada tiga penyebab, yaitu sosial ekonomi (taraf hidup warga), pengetahuan, dan dukungan medis serta paramedis.

“Harus ditelusuri dulu apa penyebabnya. Kalau pemerintah mau, bisa dengan cepat terselesaikan itu. Tiap daerah ini berbeda-beda faktornya,” jelas dia. (ris/han)

RSU Dolok Sanggul Turun Kelas dari C ke D, Dr Netty: Penilaian Tidak Objektif

DOLOK SANGGUL, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 72 unit rumah sakit di Sumatera Utara yang direkomendasi turun kelas oleh Kementerian Kesehatan melalui Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, salah satunya adalah RSUD Dolok Sanggul Kabupaten Humbang Hasundutan, dari C ke D.

Mendapat rekomendasi turun kelas rumah sakit yang dipimpinnya, Direktur RSUD Dolok Sanggul dr Netty Simanjuntak mengaku keberatan. “Tentu kita keberatan, karena tidak objektif dalam penyesuaian tipe rumah sakit,”tegas dr Netty menjawab Sumut Pos, ketika ditanya perihal penurunan kelas rumah sakit yang dipimpinnya.

Disebutkan dr Netty, RSUD Dolok Sanggul yang turun kelas dari C ke D sesuai dengan kode RS 1205035, melalui surat rekomendasi Kemenkes Nomor: surat HK.04.01/I/2963/2019, perihal penyesuaian kelas rumah sakit.

Dikatakannya, tindak lanjut penurunan kelas tersebut, pihaknya akan menyurati Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, selaku pihak yang menerbitkan surat rekomendasi penurunan. Sebab, kata Netty, penurunan kelas yang dilakukan pihak Kementerian Kesehatan, sangat keliru. Karena kriteria RSUD Dolok Sanggul sudah terpenuhi menjadi kelas C, yang selama ini sudah terus berbenah diri.

Ia menguraikan dari sumber daya manusia dan aplikasi sarana dan prasarana alat kesehatan (aspak) serta Sumber Daya Manusia-nya. “Semuanya di atas 75 persen, sedangkan Aspak di atas 80 persen, dan ini sudah melampaui standar 60 persen,”bilangnya.

“BPJS saja sudah mengakui bobot rumah sakit ini 80 persen, sementara standarnya 60 persen, demikian SDM di atas 75 persen,”tegasnya lagi.

Selain itu, RSUD Dolok Sanggul juga telah memiliki Spesialis Jantung, Bedah Mulut,Kebidanan, Hemodialisa serta CT SCAN. Namun, dari uraian itu, kata dia, rumah sakit masih kekurangan dokter spesialis anak dasar. Dan pihaknya sudah mengajukan ke Kementerian Kesehatan. “ Itu sudah dilakukan MoU tahun lalu, artinya apa yang kurang di rumah sakit ini, kita peduli,” kata Netty.

Ketika disinggung, dengan adanya penurunan tipe rumah sakit dari C ke D akan berdampak terhadap pelayanan rumah sakit, dr Netty menyakinkan tidak.

Menurut dia, hanya akan berdampak terhadap klaim BPJS hingga mempengaruhi keuangan. Sebab, manajemen rumah sakit sudah menjadi Badan Layanan Umum Daerah. “Bagi kami penurunan tipe rumah sakit tidak akan berdampak terhadap pelayanan, akan berjalan seperti biasa. Hanya masalahnya, klaim terhadap BPJS yang akan berdampak dan mempengaruhi keuangan rumah sakit. Sebab klaim tadi akan dibayarkan sesuai dengan tipe rumah sakit,” katanya.

“Kalau seperti ini, BLUD sangat terganggu. Sementara kami diharapkan jadi rumah sakit yang berdiri sendiri. Dari sisi keuangan, kita terganggu atas penurunan tipe ini,”pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Bupati Humbang Hasundutan Saut Parlindungan Simamora yang dikonfirmasi sekaitan itu, mengaku belum mengetahui surat keputusan dari Kementerian Kesehatan tersebut.

Namun, kata dia, persoalan itu secepatnya akan dibicarakan untuk dapat diselesaikan. “ Memang rumah sakit ini banyak masalahnya, mulai dari pelayanan hingga kerapian. Kalau kita sebut apa-apa saja, itu namanya ikut mencoreng nama baikku,”tandasnya. (mag-12/han)

100 Lansia Terima Tali Asih

SOPIAN/SUMUT POS BERIKAN: Sekdako Tebingtinggi Marapusuk Siregar didampingi OPD dan Kadis Sosial M Syah Irwan ketika memberikan bantuan tali asih kepada lansia.
BERIKAN: Sekdako Tebingtinggi Marapusuk Siregar didampingi OPD dan Kadis Sosial M Syah Irwan ketika memberikan bantuan tali asih kepada lansia.
SOPIAN/SUMUT POS

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 100 lansia menerima bingkisan tali asih, susu tinggi kalsium dan biskuit serta senam sehat lansia pemeriksaan kesehatan gratis dari Dinas Sosial Kota Tebingtinggi, dalam kegiatan HUT ke-23 Lansia tahun 2019 di Halaman Dinas Sosial, Jalan Gunung Lauser Kota Tebingtinggi, Selasa (30/7).

Mewakili Wali Kota Tebingtinggi, Sekdako Marapusuk Siregar mengucapkan terimakasih kepada para undangan yang dapat hadir, khususnya para lansia yang senantiasa dalam kea daan sehat walafiat, penuh dengan semangat pengabdian un tuk memberikan sumbangsihnya kepada negara dan bangsa.

Menurutnya, peringatan lansia, pada hakikatnya adalah momentum bagi kita semua untuk senantiasa memperhatikan keberadaan para lansia baik terkait kehidupan sehari-harinya, kondisi sehatnya, kesejahteraanya maupun kebutuhan psikologisnya.

“Untuk itu diperlukan upaya-upaya sinergis dan strategis melalui program-program yang pro lanjut usia, dalam rangka memberdayakan lansia, agar lebih sehat, produktif, kreatif, mandiri dan sejahtera di kota Tebingtinggi yang sangat kita cintai ini,” ujar Marapusuk Siregar.

Marapusuk meminta kepada seluruh lansia untuk senantiasa memberikan sumbangan pemikiran dan menularkan ilmu atau pengalamannya yang positif, yang sedikit banyaknya dapat memperbaiki meluruskan serta memajukan Kota Tebingtinggi. Sekdako juga berharap, semoga peringatan hari lansia ke 23 tahun 2019 ini akan menjadi suplemen dan semangat bagi seluruh lansia untuk berkiprah dalam pembangunan, sekaligus menjadi motivasi bagi generasi muda untuk berpartisipasi dalam pembangunan.

Sementara itu, Kadis Sosial Kota Tebingtinggi, M Syah Irwan MKes mengatakan, kegiatan ini jadi momentum dalam pembinaan kepada lansia, sedangkan untuk rangkaian kegiatan Hut Lansia ke 23 adalah senam lanjut usia dan pemeriksaan kesehatan gratis untuk gula darah kolestrol dan asam urat. Kegiatan ini diharapkan akan menghasilkan yang terbaik dalam pembinaan lansia, dan lansia tidak menjadi permasalahan dalam keluarga. (ian/han)

Pameran Pekan Inovasi Sumut 2019, Pertamina Pangkalansusu Tampilkan Kerajinan Purun dan Sulam Pita

IST/ SUMUT POS CENDERAMATA: Kepala SKK Mikas Perwakilan Sumbagut, Evicenia Darwis bersama KKKS menyerahkan cenderamata produk kerajinan mitra binaan Pertamina Pangkalansusu kepada Wagubsu, H Musa Rajeksyah.
CENDERAMATA: Kepala SKK Mikas Perwakilan Sumbagut, Evicenia Darwis bersama KKKS menyerahkan cenderamata produk kerajinan mitra binaan Pertamina Pangkalansusu kepada Wagubsu, H Musa Rajeksyah.
IST/ SUMUT POS

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – SKK Migas Perwakilan Sumbagut dan KKKS, di antaranya Pertamina EP Pangkalansusu ambil bagian dalam pameran Pekan Inovasi dan Investasi Sumatera Utara (PIS) tahun 2019 di Lapangan Merdeka.

Dalam kegiatan tersebut, SKK Migas Perwakilan Sumbagut bersama KKKS di antaranya Aset I Pertamina EP Pangkalan menampilkan produk mitra binaan program CSR dari kelompok pengrajin purun “Serasi” dan pengrajin sulam pita “Srikandi Kahyangan,”

Relation & Formalitys Staf SKK Migas Perwakilan Sumbagut, Rusmidah, mengatakan, tujuan mengikuti pameran PIS 2019, dalam rangka memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang kegiatan hulu migas di Sumatera Utara.

Selain itu, lanjut Rusmidah, pihaknya juga mengharapkan dukungan Pemerintah Daerah Sumut, terkait kelancaran kegiatan hulu Migas di Provinsi Sumatera Utara.

Rusmidah menambahkan, dalam rangka mendukung visi dan misi Gubernur Sumatera Utara, khususnya dalam peningkatan investasi, pihaknya terus berupaya dan berinovasi untuk meningkatkan produksi migas guna mendukung tersedianya kebutuhan energi industri “Sebagaimana diketahui, SKK Migas sangat berkepentingan terhadap hal tersebut, mengingat wilayah kerja Esplorasi dan Eksploitasinya berada di wilayah Sumatera, khususnya Sumaetra Utara.”sambung Rusmidah, menirukan sambutan yang disampaikan Kepala SKK Migas Perwakilan Sumbagut, Evicenia Darwis saat acara pembukaan PIS 2019

Dalam rangkaian PIS 2019 itu, pihaknya juga memberikan pemahaman kepada siswa tentang proses Eksplorasi dan Eksploitasi melalui program “SKK Migas School Field Trip.”

Pertamina Pangkalansusu juga melaksanakan program Edukasi Migas kepada 20 orang siswa dan guru pendamping di SMA Negeri 1 Babalan Kabupaten Langkat.

“Selama 4 hari berlangsungnya pameran Pekan Inovasi dan Investasi Sumut (PIS) tahun 2019, produk-produk yang dipamerkan oleh para kelompok pengrajin binaan Pertamina dalam stan Pertamina EP Pangkalansusu sangat mendapat perhatian dari masyarakat,”terang Rusmidah. (yas/han)