Home Blog Page 5154

Kasek se-Kabupaten Langkat Ikuti Seminar Pendanaan Pendidikan

ILYAS EFENDY/ SUMUT POS SAMBUTAN:Ketua MKKS SMA-SMKN dan swasta Langkat, Drs Sudiatmatman, M.Pd memberikan sambutan dalam acara Seminar Pendanaan Pendidikan kepada seluruh Kasek se-Kabupaten Langkat.
SAMBUTAN:Ketua MKKS SMA-SMKN dan swasta Langkat, Drs Sudiatmatman, M.Pd memberikan sambutan dalam acara Seminar Pendanaan Pendidikan kepada seluruh Kasek se-Kabupaten Langkat.
ILYAS EFENDY/ SUMUT POS

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Kepala sekolah (Kasek) SMAN-SMKN dan swasta mengikuti seminar pendanaan pendidikan yang digelar di SMA Swasta Harapan Stabat, Selasa (30/7).

Seminar yang dihadiri Kadisdik Sumatera Utara diwakili staf ahli bidang kurikulum, Saud Aritonang, Kacabdis Stabat Robby Rezeqi, ketua MKKS SMK Negeri dan Swasta H.Tri Wahyu Amami, ketua MKKS SMAN dan Swasta Sudiatman, perwakilan Kapolres Langkat, Kasubagkum AKP Maraganti Panggabean, mewakili Kejari Stabat, Kasi Intel Ali Ibrahim dan Forum Komite SMK -SMA.

Ketua panitia penyelenggara Seminar Pendanaan Pendidikan SMAN-SMKN dan swasta, Syafrizal Amri S.Pd mengatakan, tujuan kegiatan ini untuk membekali para Kasek dengan berbagai pengetahuan dalam mengelola pendidikan di sekolahnya masing-masing, terkait pendanaan untuk menopang program pendidikan di luar dana BOS. Sehingga nantinya tidak menyalahi dan melanggar hukum. “Diharapkan semua Kepala Sekolah memiliki pengetahuan yang sama tentang cara-cara mendapatkan dana untuk menopang kegiatan-kegiatan pendidikan di SMK dan SMAN maupun Swasta, tetapi tidak menyalahi norma-norma hukum,” sebut Syafrizal.

Ditambahkan Syafrizal, pihaknya menghadirkan nara sumber dari Dinas Provinsi Sumatera Utara, Drs Saud Aritonang, MHum. Kasubagkum Polres Langkat, AKP Maraganti Panggabean, SH MH dan Kasintel Kejari Stabat, Ali Ibrahim mengajak seluruh Kasek untuk aktif mengikuti dan mendengarkan pemaparan yang disampaikan para narasumber, agar nantinya memahami tentang pendanaan di sekolah masing-masing.

Sementara itu, Ketua MKKS SMA-SMKN maupun swasta, Drs Sudiatman, MPd mengharapkan kegiatan seminar bermanfaat bagi kita para Kasek dalam menjalankan tugas mengelola pendidikan di SMA maupun SMK. Kegiatan Seminar Pendanaan Pendidikan ini diakhiri tanya jawab secara bergantian para Kasek yang hadir. (yas/han)

Wawako Binjai Buka Sosialisasi Sekolah dan Puskesmas Ramah Anak

teddi/sumut pos SOSIALISASI: Wakil Wali Kota Binjai, Timbas Tarigan saat membuka Sosialisasi Sekolah dan Puskesmas Ramah Anak, Selasa (30/7).
SOSIALISASI: Wakil Wali Kota Binjai, Timbas Tarigan saat membuka Sosialisasi Sekolah dan Puskesmas Ramah Anak, Selasa (30/7).
Teddi/sumut pos

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Wakil Wali Kota (Wawako) Binjai, H Timbas Tarigan membuka acara Sosialisasi Pembentukan Sekolah Ramah Anak dan Puskesmas Ramah Anak Kota Binjai tahun 2019 di Ruang Rapat III Balai Kota, Selasa (30/7).

Tujuan dari kegiatan ini, untuk mensosialisasikan sekolah ramah anak di Kota Binjai, serta meningkatkan pelayanan puskesmas ramah anak, sehingga terwujud Kota Binjai sebagai Kota Layak Anak (KLA).

“Kita sadar betul bahwa anak adalah investasi yang paling baik yang harus diperhatikan. Kalau anak-anak kita dididik dari awal secara benar, difasilitasi secara benar. Saya yakin ke depannya anak-anak ini akan menjadi generasi yang gemilang,” jelas Timbas.

Timbas juga mengingatkan kepada OPD yang hadir agar serius dalam mengikuti sosialisasi ini. Semua masukan yang diberi oleh narasumber dapat diterapkan di Kota Binjai.

“Untuk narasumber yang sudah hadir, saya berharap dapat memberikan masukan, ilmu-ilmu, dan motivasi yang mana dapat diterapkan di Kota Binjai ini. Sehingga dapat menjadikan Kota Binjai menjadi kota layak anak,” lanjut Timbas.

Sementara, Hj Marhamah selaku perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumatera Utara, mengapresiasi Kota Binjai yang telah menginisiasi pertemuan dalam rangka pembentukan penguatan sekolah ramah anak.

“Saya yakin 100 persen Kota Binjai bisa menjadi Kota Layak Anak, karena sudah ada langkah atau tindakan yang kita bangun bersama guna mencapai tujuan tersebut”, ujar Marhamah.

Kegiatan sosialisasi Pembentukan Sekolah Ramah Anak dan Puskesmas Ramah Anak di Kota Binjai tahun 2019 akan dilaksanakan pada Selasa (30/7) sampai Rabu (31/7) dengan jumlah peserta sebanyak 70 orang. (ted/han)

Rp8,1 Miliar Dana Kelurahan Dicairkan

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Dana kelurahan tahap pertama di Kabupaten Deliserdang senilai Rp8,1 miliar telah dicairkan oleh Pemkab Deliserdang. Dana tersebut bersumber dari APBD Deliserdang Rp2.937.414.683 dan Dana Alokasi Umum (DAU) Rp5.181.932.000.

“Sudah dicairkan pada tahap pertama untuk 14 kelurahan yang ada di Deliserdang sebesar Rp8.119.346.683,” kata Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (PKAD) Deliserdang, Drs Agus Ginting MSi, Selasa (30/7).

Dijelaskan, kelurahan yang terbanyak ada di Kecamatan Lubukpakam untuk Kabupaten Deliserdang dengan jumlah 7 Lurah.

Di antaranya, Kelurahan Lubukpakam I dan II mendapat alokasi sebesar Rp623.870.000, Kelurahan Lubukpakam III Rp579.332.000, Kelurahan Lubukpakam Pekan Rp612.286.000, Kelurahan Syahmad Rp509.587.000, Kelurahan Paluh Kemiri Rp521.659.000, Kelurahan Petapahan Rp500.025.683 dan Kelurahan Cemara Rp595.710.000.

Tiga kelurahan di Kecamatan Delitua yaitu, Kelurahan Delitua sebesar Rp585.736.000, Kelurahan Delitua Timur Rp544.246.000 dan Kelurahan Delitua Barat Rp593.500.000. Dua kelurahan di Kecamatan Percut Seituan, yakni Kelurahan Kenangan sebesar Rp638.528.000 dan Kelurahan Kenangan Baru Rp692.635.000.

Satu kelurahan di Tanjungmorawa yaitu Kelurahan Pekan Tanjungmorawa menerima alokasi sebesar Rp533.990.000. Kemudian satu kelurahan di Kecamatan Galang, yaitu Kelurahan Galang Kota menerima sebesar Rp588.362.000.

Asisten Satu Pemkab Deliserdang, Dedy Maswardi mengaku bawa instansi teknis tentang dana kelurahan bukan kewenangannya.

“Memang benar bukan ranah kita. Di ketentuan, masih menunggu tahun anggaran. Jadi sementara masih diserahkan ke kelurahan dan camat sebagai kuasa pengguna anggaran. Sebagian besar kabupaten, termasuk kita (Deliserdang) masih menyerahkan ke pengguna anggarannya yaitu Lurah atau Kuasanya Camat,” katanya singkat.

Camat Percut Seituan, Khairul Azam yang dimintai komentarnya membenarkan dua kelurahan di wilayahnya, yaitu Kelurahan Kenangan dan Kelurahan Kenangan Baru sudah menerima dana kelurahan. Masing-masing katanya berkisar Rp600 jutaan. Namun untuk infrastruktur belum berani kedua kelurahan di wilayah kerja camat itu mengajukan, karena belum mengetahui petunjuk teknis dan cara penggunaan.

“Rencana tiga tahapan untuk pencairan dana kelurahan. Infrastruktur kemungkinan belakangan nanti. Jadi tiga tahap mengambil uangnya,” imbuhnya. (btr/han)

Kolaborasi Telkomsel Bersama Mitra Device Akselerasikan Penguatan Ekosistem Digital Indonesia

  • Kemudahan Pelanggan Membeli Device Terbaru dengan Paket Bundling Layanan Broadband dan Digital Terdepan Telkomsel di 80 GraPARI dan 1.200 Toko Mitra Device
  • Cashback Hingga Rp 2 Juta (Cashback Promo, Telkomsel Poin) serta Paket Bundling Kuota Internet Hingga 70Gb Setiap Pembelian di GraPARI

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Telkomsel berkolaborasi dengan beberapa Mitra Device Nasional dan Lokal dengan menggelar bundling device 4G di 80 GraPARI dan lebih dari 1.200 toko mitra device di seluruh Indonesia. Kolaborasi yang kuat bersama mitra device ini memudahkan pelanggan Telkomsel dalam mendapatkan berbagai merk smartphone dengan banyak diskon, cashback hingga Rp 2 juta, paket data TAU hingga 70Gb, paket data Halo Kick hingga 60Gb, dan bonus paket data 4G hingga 30Gb khusus bagi pelanggan yang migrasi kartu 4G.

Direktur Sales Telkomsel, Ririn Widaryani mengatakan,“Melalui program bundling dengan paket data Telkomsel kami menyediakan ragam pilihan bundling smartphone 4G berkualitas dengan kuota data yang besar dan harga terjangkau.

Program ini kami lakukan sebagai wujud komitmen dalam membangun digital ekonomi di Indonesia dengan device yang resmi dengan kualitas terbaik serta kualitas layanan terbaik dari kami.

Selain itu program bundling ini kami selenggarakan sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan agar pelanggan dapat menikmati jaringan yang lebih cepat dengan 4G LTE Telkomsel.”

“Pembeli paket bundling ini tentunya semakin nyaman dalam menikmati digital lifestyle terbaik berkat dukungan lebih dari 197.000 BTS di seluruh Tanah Air. Kami berkolaborasi dengan mitra device kami yaitu Erajaya Group, Telesindo Shop, Selular Shop, dan beberapa mitradevice lokal yang akan hadir di 80 GraPARI dan lebih dari 1.200 toko mitra device di seluruh Indonesia.

Kolaborasi yang kuat dengan mitra device kami ini semakin mempertegas komitmen kami dalam menambah warna baru bagi masyarakat Indonesia bahwa GraPARI sebagai pusat layanan terintegritas, yang menyediakan pilihan smartphone berkualitas dan pengalaman pelanggan untuk mencoba langsung layanan digital Telkomsel seperti MAXstream, Dunia Games, Langit Musik dan linkAja,” lanjut Ririn.

Tersedia berbagai macam smartphone berkualitas dan resmi dari mitra device Erajaya Group, Telesindo Shop, Selular Shop, Apollo, SKA, MMS dan Hapeworld yang akan di-bundling mulai dari harga dibawah Rp 1 juta hingga diatas Rp 10 juta. Selama program bundling ini, pelanggan Telkomsel akan mendapatkan cashback hingga Rp 2 juta yang bisa didapatkan dengan menukarkan Telkomsel POIN (sampai 31 Desember 2019) serta pelanggan yang melakukan pembelian device di GraPARI dan toko mitradevice selama 7 hari (mulai tanggal 30 Juli hingga 5 Agustus 2019). Pelangggan akan semakin mudah dapat melakukan pembelian device tersebut melalui transaksidigital payment dengan LinkAja.

Pelanggan juga akan mendapatkan pilihan paket berdasarkan jenis simcard-nya baik postpaid (kartuHalo) maupun prepaid (simPATI, Kartu As, dan LOOP). Dengan membeli paket bundling ini, pelanggan bisa sepuasnya internetan dengan harga ekonomis sesuai kebutuhan melalui skema sebagai berikut:

–          Bundling postpaid Halo Kick Gold dengan kuota internet 30Gb, paket telepon 100 menit on-net 40 menit off-net, dan 200 SMS

–          Bundling postpaid Halo Kick Platinum dengan kuota internet 60Gb, paket telepon 200 menit on-net 80 menit off-net, dan 400 SMS

–          Bundling prepaid TAU Dynamic dengan kuota internet 13Gb, paket telepon 150 menit on-net dan bonus konten di aplikasi MAXstream

–          Bundling prepaid TAU Regular dengan kuota internet hingga 70Gb

–          Bundling prepaid TAU Lite dengan kuota internet hingga 7Gb, paket telepon hingga 70 menit on-net, dan 700 SMS dengan harga cukup Rp 10 saja

–          Untuk aktivasi paket data ini, pelanggan cukup menghubungi *363*13# atau mengakseshttps://www.telkomsel.com/bundling

Selain paket bundling postpaid dan prepaid tersebut, pelanggan juga bisa mendapatkan bonus kuota internet 4G hingga 30GB khusus pelanggan yang melakukan ganti kartu 4G selama 6 bulan. Program bundling ini akan berlangsung hingga 31 Desember 2019.

Selain itu, Telkomsel juga hadir di 1.200 toko mitra devicetersebut dengan memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk mendapatkan layanan khusus dari Telkomsel, meliputi ganti kartu, isi ulang pulsa dan pembayaran melalui layanan self-service MyGraPARI, migrasi/ganti kartu 4G, serta penukaran Telkomsel POIN.

***

Bupati dan DPRD Taput Teken Nota Kesepakatan KUA-PPAS APBD 2020

Bupati Taput Nikson Nababan dan pimpinan DPRD saat menyerahkan nota kesepakatan bersama tentang KUA- PPAS APBD 2020

TAPUT, SUMUTPOS.CO – Bupati Tapanuli Utara (Taput) Drs Nikson Nababan MSi bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat menandatangani nota kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2020 pada rapat paripurna yang diaksanakan di kantor DPRD Taput, Senin (29/7).

“KUA-PPAS merupakan bagian dari siklus pembangunan daerah yang tahapannya telah diatur dalam Permendagri 33 tahun 2019 tentang pedoman penyusunan APBD tahun anggaran 2020. Kami ucapkan terima kasih kepada pimpinan dan anggota DPRD yang telah melakukan pembahasan rangkaian proses penyusunan rancangan KUA-PPAS sampai ditandatanganinya nota kesepakatan ini,” kata Bupati Nikson Nababan dalam sambutannya usai penandatanganan KUA-PPAS.

Ia mengatakan, dengan telah ditandatanganinya nota kesepakatan KUA dan PPAS APBD Taput tahun 2020, maka satu tahapan penting dalam siklus pembangunan daerah telah dilalui.

“Semoga pembahasan lanjutan tentang APBD tahun anggaran 2020 akan berjalan lancar dan tepat waktu,” katanya.

Ketua DPRD Taput Ir Poltak Pakpahan mengatakan, ditandatanganinya nota kesepakatan tentang KUA-PPAS APBD Taput tahun anggaran 2020 merupakan ketentuan konstitusional sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Dan secara substansional merupakan evaluasi atas pengelolaan keuangan pemerintah daerah mulai dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pengendalian serta pengawasan.

“Maka itu kembali kami ingatkan kepada pihak eksekutif khususnya tim anggaran pemerintah daerah serta seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemkab Taput, hendaknya menjadikan dokumen KUA-PPAS sebagai pedoman dan acuan dalam menyusun Rancangan APBD 2020,” ujarnya

Sebelumnya, dalam paripurna tersebut, badan anggaran DPRD Taput yang diwakili Marconis Siregar menyampaikan sejumlah pendapat, saran dan usulan dalam penyusunan RAPBD Taput 2020. (as/osi/msg/sp)

Warga Pandan Keluhkan Debu dari Truk Penambang Galian C

Badan jalan Faisal Tanjung Pandan tertutup debu yang sangat tebal. (Foto: Zatam/New Tapanuli) 

TAPTENG, SUMUTPOS.CO – Usaha tambang mineral non-logam dan batuan galian C di Kelurahan Sihaporan, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), sepertinya masih semrawut. Hal ini terlihat dari aktivitas tambang di sepanjang jalan baru. Tidak sedikit mobil pengangkut tanah hasil kerukan keluar masuk tanpa korelasi yang jelas. 

Sepanjang Jalan Faisal Tanjung menuju Kantor Polres Tapanuli Tengah, dihiasi debu-debu yang beterbangan. Kondisi ini membuat masyarakat sekitar resah, mereka terganggu dengan debu dari truck yang melaju di jalanan. Jika musim penghujan, aktivitas galian yang diduga illegal ini juga akan mengakibatkan jalan berlumpur.

Parahnya lagi, infrastruktur jalan yang lebih dikenal dengan nama jalan baru itu ternyata sudah banyak yang rusak. Tidak sedikit ditemukan jalan berlobang dan menganga akibat proyek tersebut. Sangat ekstrim jika pengguna jalan melintas. 

“Lihatlah ini bang, selain berdebu jika musim penghujan jalan ini seperti kubangan kerbau. Bahaya juga kalau malam melintasinya, maulah tergelincir,” kata Pasaribu,  warga sekitar Senin (29/7).

Masih kata Pasaribu, jika hal ini terus dibiarkan, tidak mustahil warga sekitar akan terjangkit penyakit infeksi saluran pernafasan akut. Partikel debu yang mencemari udara akan merusak lingkungan, tanaman, hewan dan manusia. Partikel-partikel tersebut sangat merugikan kesehatan manusia. Pada umumnya udara yang telah tercemar oleh partikel dapat menimbulkan berbagai macam penyakit pneumoconiosis.

“Setiap hari kita selalu menghirup udara yang mengandung partikel debu,” kesalnya. 

Oleh karena itu, Pasaribu bersama warga lainnya meminta kepada pihak terkait agar kiranya aktivitas galian C tersebut  ditertibkan dan menindak pemilik tambang yang tidak memiliki izin eksplorasi dan produksi.

Hingga berita ini dikirimkan, pemilik tambang galian C dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP) Provinsi Sumatera Utara, belum berhasil. di konfirmasi. (ztm/osi/msg/sp)

2020, Tapteng Fokus ke Sektor Pertanian

Pengenalan padi Salibu dilakukan di Kabupaten Tapteng.

TAPTENG, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) targetkan pada tahun 2020 nanti, petani di daerah ini akan mendapatkan bibit Padi Salibu yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para petani.

Kepala Bappeda Tapteng Basyri Nasution melalui Sekretaris Bappeda Tapteng Budi Basa Siregar mengatakan, pada tahun 2020 ini akan difokuskan peningkatan sektor pertanian dan kelautan demi mendorong ketahanan pangan.

“Kita harus memajukan teknologi pertanian. Hal ini mendorong ketahanan pangan, sebagaimana sosialisasi ini berupa inovasi Padi Salibu yang dapat diterapkan di Kabupaten Tapanuli Tengah,” kata Budi saat menggelar Sosialisasi Inovasi dan Teknologi Budidaya Padi Salibu di Ruang Rapat Bappeda Tapteng, baru-baru ini.

Pada kesempatan itu, juga dijelaskan manfaat dan kemudahan budidaya Padi Salibu yang tentunya akan dapat meningkatkan hasil produksi petani.

“Tahun 2020, kita akan membuat inovasi dan teknologi budidaya Padi Salibu. Kegitan ini sangat bermanfaat, ini akan meningkatkan kesejahteraan petani. Kami harap sosialisasi ini dapat memberi pengalaman dan pengetahuan bagi kita agar produksi pertanian di Kabupaten Tapanuli Tengah semakin meningkat,” ucapnya.

Sementara, Kabid Litbang Awaluddin Napitulu menyampaikan bahwa melalui inovasi budidaya Padi Salibu ini direncanakan tahun 2020 para Petani Tapteng telah mendapatkan bibitnya.

“Tujuan sosialisasi inovasi dan teknologi budidaya Padi Salibu adalah terlaksananya program penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tahun 2019 dan terselenggaranya kegiatan koordinasi penelitian, dan pengembangan dengan hasil yang baik,” tuturnya.

Kepala Dinas Pertanian Tapteng Iskandar diwakili Kabid Penyuluhan Ampuan Naibaho menyampaikan bahwa, sektor pertanian dan perikanan merupakan prioritas utama Pemkab Tapteng saat ini.

“Mari kita penuh semangat mengikuti sosialisasi ini dimana inovasi budidaya Padi Salibu ini memiliki banyak kelebihan terkait produktifitasnya untuk peningkatan kesejahteraan petani,” kata Ampuan.

Adapun Narasumber pada sosialisasi itu, penemu langsung Teknologi Padi Salibu, yaitu Penyuluh Pertanian Madya pada Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat Rumsyah, dan narasumber dari Dinas Pertanian Tapteng.

Sosialisasi itu juga turut dihadiri jajaran Pejabat dan Staf Bappeda Tapteng, Dinas Pertanian Tapteng, Dinas Ketahanan Pangan Tapteng, Dinas Kominfo Tapteng, PPL, masyarakat petani sawah, dan peneliti. (dh/osi/msg/sp)

DPRD Labuhanbatu Minim Gunakan Hak Inisiatif Pembuatan Perda

Kantor DPRD Kabupaten Labuhanbatu.

RANTAUPRAPAT, SUMUTPOS.CO – Hingga penghujung masa jabatan tahun 2014-2019, kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Labuhanbatu terkesan minim mengunakan hak inisiatif usulan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda).

Jikapun ada, Perda tentang kedudukan, tugas pokok, hak dan kewajiban DPRD. Perda internal ini, juga sebagai usulan pihak eksekutif sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis di Sekretariat DPRD.

“Ya, Perda itu usulan OPD teknis. Dari Sekretariat dewan,” ungkap Kepala Bagian (Kabag) Hukum Setdakab Labuhanbatu, Siti Hafsah Silalahi, Senin (29/7) kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya.

Menurutnya, sempat ada tiga Ranperda usulan legislatif. Yakni, Ranperda Corporate Social Responsibility (CSR), Ranperda Standarisasi Penerimaan dan Penempatan Tenaga Kerja Putra Daerah dan Ranperda tentang Penyelenggaraan Pendidikan.

“Tapi belum ada yang dijadikan lembaran daerah,” sebutnya.

Ranperda Pendidikan, kata Siti, masih tahap ekseminasi di Pemprovsu. Demikian halnya ranperda CSR sedang proses pengajuan ke Pemprovsu.

Sementara, di pihak eksekutif sedang mengusulkan sejumlah ranperda. Diantaranya tentang ranperda inovatif. Jika hingga akhir jabatan kalangan DPRD Labuhanbatu ketiga ranperda tersebut belum ada yang dijadikan Peraturan Daerah, maka terindikasi kerugian negara.

“Ya, itu sudah potensi merugikan negara,” ujar Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Reformasi (Ampera), Isa Ansari di Rantauprapat.

Sebab, menurutnya guna menyelesaikan Ranperda menjadi Perda tersebut, kalangan dewan membentuk Pansus. Pansus itu dikabarkan telah empat kali study banding ke sejumlah daerah.

“Untuk menyempurnakan naskah Perda, Pansus berulangkali studi banding ke beberapa daerah. Diantaranya, ke Kota Bandung, Kabupaten Bangka Tengah dan Kota Pekanbaru. Tentu menyedot anggaran yang tidak sedikit,” jelasnya.

Apalagi, naskah-naskah itu juga bersifat akademik. Tentu, bekerjasama dengan sejumlah universitas ternama. Jika sejak tahun 2015 hingga kini belum juga rampung, bakal mencoreng wajah Labuhanbatu. (bud/rah/msg/sp)

Warga Aek Horsik Heboh, Ada Mayat Tertutup Karung di Parit

Jenazah Armanuddin Malau saat disemayamkan di rumah duka di Kelurahan Muara Nibung, Kecamatan Pandan, Tapteng. (ZATAM/NEW TAPANULI)

TAPTENG, SUMUTPOS.CO – Warga Dusun IV Desa Aek Horsik, Kecamatan Badiri, Tapanuli Tengah (Tapteng) heboh dengan penemuan sesosok mayat di dalam parit, Senin (29/7/19) sekira pukul 13.00 WIB.

Saat ditemukan, jasad pria itu tertutup karung plastik di Jalan Sibolga-Padangsidimpuan, tepatnya di depan tambak udang Pardede.

Belakangan diketahui, sosok mayat tersebut bernama Armanuddin Malau (26), warga Lingkungan IV Kelurahan Muara Nibung, Kecamaran Pandan, Tapanuli Tengah.

Informasi dihimpun, penemuan mayat pria yang disebut-sebut mengidap penyakit sawan air itu bermula saat seorang pemulung yang mencari barang rongsokan sedang melintas.

Saat berada di sekitar tambak udang Pardede, pemulung yang belum diketahui identitasnya ini melihat sebuah karung. Selanjutnya ia berhenti dan bermaksud mengambil karung tersebut.

Namun saat menggeser karung, ternyata di baliknya ada sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki. Selanjutnya pemulung tersebut memberitahukan kepada warga sekitar yang melintas bahwa ada sesosok mayat dalam parit. Satu di antara beberapa masyarakat yang mendatangi lokasi penemuan mayat mengenal korban. Warga kemudian melaporkan penemuan mayat tersebut kepada pihak keluarga.

Sekira pukul 13.30 WIB, Rupran Malau, abang kandung korban, datang. Ia bersama warga lainnya mengevakuasi mayat tersebut ke rumah keluarga di Kelurahan Muara Nibung, Kecamatam Pandan, untuk disemayamkan. Pengakuan pihak keluarga, selama hidupnya almarhum Armanuddin Malau menderita penyakit sawan air. Keluarga juga menyebutkan tidak keberatan atas meninggalnya korban.

Hingga kemarin sore, belum ada keterangan remi dari Polres Tapanuli Tengah terkait kejadian. Paur Humas Polres Tapteng Iptu Rensa Sipahutar yang di hubungi melalui aplikasi WhatsApp, belum berhasil dikonfirmasi.(ztm/msg/sp)

Warga Asahan Ditangkap di Jalan

Tersangka diapit Timsus Gurita Polres Tanjungbalai.

TANJUNGBALAI, SUMUTPOS.CO – Ingin bergaya hidup mewah dengan membeli pakaian dari hasil kejahatan, Andi Gunawan (29), warga Batu 9, Kecamatan Tanjungbalai, Kabupaten Asahan, diringkus oleh Personel Timsus Gurita Polres Tanjungbalai, Minggu (28/719) sekira pukul 18.00 wib.

Tersangka berprofesi sebagai nelayan ini diringkus di Jalan Sipori- Pori, Kelurahan Kapias Pulau Buaya, Teluk Nibung, Tanjungbalai. Tersangka diamankan saat mengendarai sepeda motor ketika akan pulang ke rumahnya.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai mengatakan pengungkapan kasus ini berdasarkan laporan polisi nomor : LP/18/VII/2019/SU/TJB/sek Teluk Nibung tanggal 27 Juli 2019, dengan korban Desi Novita (25), karyawan Indomaret warga Dusun 4, Desa Asahan Mati, Kecamatan Tanjung Balai, Kabupaten Asahan.

Ceritanya, Jumat (26/7) korban yang berkerja sebagai Karyawan Indomaret yang terletak di Jalan Yos Sudarso, Lingkungan I, Kelurahan Kapias Pulau Buaya, Teluk Nibung memarkirkan sepeda motor Yamaha Juliter Z warna hitam BK 6951 BAD di halaman Indomaret tersebut.

Ia terkejut saat selesai berkerja sekitar pukul 23.00 wib, kretanya tidak berada di tempat parkir. Korban bersama teman-temannya berusaha mencari namun tidak berhasil. Merasa sepeda motornya telah dicuri, korban pun membuat laporan polisi ke Polsek Teluk Nibung.

Tersangka awalnya tidak mengaku telah melakukan pencurian sepeda motor namun setelah bukti dan keterangan diberikan petugas, akhirnya tersangka mengakui perbuatannya.

Sepeda motor hasil curiannya tersebut berhasil ditemukan petugas di sebuah bengkel milik Sahbani Azmi dan hasil interogasi petugas kepada pemilik bengkel menerangkan bahwa kenderaan tersebut digadaikan oleh tersangka kepada karyawan bengkel yang berisial ISS.

ISS ini menggadaikan kenderaan tersebut, Sabtu (27/7) sekira pukul 16.00 wib yakni satu hari setelah tersangka mencuri kenderaan tersebut.

Tersangka menggadai kenderaan tersebut senilai Rp 700ribu namun tertulis pada kwitansi senilai Rp 1juta. Artinya pada saat tersangka nantinya menebus gadai kreta itu wajib membayarkan senilai Rp 1 juta kepada ISS sebagai jasa uangnya selama digadaikan dan untuk meyakinkan ISS bahwa kendaraan tersebut tidak dalam masalah.

Tersangka beralasan bahwa kenderaan tersebut punya temannya yang mana surat-surat kenderaan tersebut hilang, maka untuk meyakinkan ISS dibuat kwitansi penerimaan gadai serta mengizinkan KTP serta wajahnya tersangka dipoto oleh ISS.

Kepada petugas, tersangka mengatakan bahwa uang hasil curian tersebut dibelikannya pakaian seperti 1 potong kemeja lengan panjang warna merah maroon, 1 potong celana panjang warna biru, 2 potong celana dalam dan barang bukti ini disita petugas sebagai barang bukti karena dibeli atas hasil tindak kejahatan.

AKBP Irfan Rifai menambahkan bahwa terhadap penerima gadai yakni ISS, petugas akan melakukan pendalaman tentang alat bukti, apakah yang bersangkutan dapat atau tidak dijadikan sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana sebagai penadah sesuai pasal 480 KUHPidana. Pihaknya kini masih melakukan pencarian terhadap ISS untuk proses lebih lanjut. (ck04/rah/msg/sp)