Warga menunjukkan nenas yang berbentuk kipas. (f/ist)
SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO – Masyarakat Nagori Silau Marawan, Kecamatan Dolok Silau, Simalungun dihebohkan dengan penemuan nenas berbentuk kipas di salahsatu ladang warga.
Nenas yang ditemukan itu kemudian dibawa ke kampung dan diperlihatkan kepada masyarakat.
Riel Peraginagin bersama Iwansen Sembiring warga sekitar mengatakan, nenas itu mereka temukan berawal ketika mau memetik nenas untuk dimakan. Namun terlihat ada yang aneh. Daunnya lebat berbentuk kipas.
Hal ini kemudian menjadi perbincangan di tengah-tengah masyarakat. Sebab sudah puluhan tahun, tanaman nenas sepert ini baru pertama kali ditemukan.
Konon warga menyebut nenas itu bukan sembarangan nenas. Yang mana nenas itu dulunya langka. Bahkan, nenas itu dulunya disebut kembar seribu yang dipersembahkan untuk Raja.
Sehingga nenas tersebut tidak dimakan oleh masyarakat. Tetapi hanya diperlihatkan dan disimpan. (ros/msg/sp)
Korban saat dibawa ke RSUD Djasamen Saragih untuk dilakukan otopsi, Senin (29/7/19).
SIANTAR, SUMUTPOS.CO – Minggu malam menjadi hari terakhir bagi Irma Suryani (29) warga Dusun I Damuli Pekan, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labura bersama anak-anaknya. Senin dini hari sekira pukul 01.00 WIB, ibu dua anak ini ditemukan keluarga dengan kondisi tak bernyawa di rumah mereka.
Informasi dihimpun dari adik korban saat berada di Ruang Forensik RSUD Djasamen Saragih mengatakan, pihak keluarga tidak mengetahui persis penyebab korban bisa meninggal dunia.
“Kronologisnya belum tau bang. Begitu kakak kami temukan dalam keadaan meninggal, keluarga langsung membuat laporan ke polisi,” kata adik korban, Senin (29/7/19).
Hanya saja, katanya, Minggu (28/7) sekira pukul 22.00 WIB, hujan disertai petir melanda Dusun I Damuli Pekan. Bahkan, petir malam itu sempat menyambar parabola korban.
“Malam itu hujan deras disertai petir. Sekira pukul 22.00 WIB, aku masih melihat suami kakak itu duduk-duduk di teras dengan wajah yang sedikit pucat. Tapi kami tidak tau apa yang terjadi malam itu,” kata pria itu yang juga tetangga korban.
Dia pun tidak terlalu menghiraukan dan masuk ke dalam rumah. Namun sekira pukul 01.00 WIB, tiba-tiba suami korban menggedor pintu rumah mereka dan mengabari kalau korban sudah meninggal.
“Lihat dulu adekmu itu bang, katanya. Kami pun bergegas pergi ke sana. Setibanya di sana, kami sudah menemukan kakak di tempat tidur dalam keadaan tidak bernyawa,” terangnya.
Sementara Dokter Forensik RSUD Djasmen Saragih Reihard Hutahayan mengatakan, di tubuh korban ditemukan luka lecet di bagian leher. Luka tersebut mungkin disebabkan benda tumpul.
“Soal apakah itu dijerat atau bukan, pihaknya masih menunggu identifikasi dari pihak kepolisian. Kita masih menunggu hasil pemeriksaan PA atau Patologi Anatomi (racun) kelabolaratorium,” jelasnya.
Penemuan mayat itu dibenarkan Kapolsek Kualahulu Asmon Bupitra SH. Hanya saja pihaknya belum bisa memaparkan secara rinci kronologis kejadian. Sebab masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
“Benar. Sekarang kasus ini sedang ditangani pihak kepolisian. Soal kronologis belum bisa kita paparkan. Namun saat ditemukan korban sudah berada di atas tempat tidur. Yang melapor sama kita suami korban,” ujarnya.
Untuk sementara, kasus ini masih dalam penyelidikan polisi karena diduga mengarah kepada pembunuhan, sehingga dilakukan otopsi di RSUD Djasaman Saragih Pematangsiantar. Selama ini korban bekerja sebagai pegawai di Puskesmas Linggar Jati, Labura. (mag03/des/msg/sp)
Kepala Dinas Pendidikan Siantar Eddy Nuah Saragih.
SIANTAR, SUMUTPOS.CO – Tidak hanya di Simalungun, ternyata di Kota Siantar juga masih banyak ditemukan guru PNS yang belum sarjana. Diperkirakan ada 70 guru PNS yang belum sarjana.
Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Pendidikan Siantar Eddy Nuah Saragih. Ia mengatakan ada sekitar 70 guru PNS (Guru SD dan Guru SMP) yang belum sarjana.
Menurut Eddy pihaknya masih melakukan pendataaan bersama BKD soal berkas-berkas guru-guru PNS.
“Sekitar 70 orang ada guru PNS yang belum sarjana. Dan kita masih mengumpulkan data,” ujar Eddy.
“Soal dana sertifikasi, kita tidak ada temuan BPK. Namun memang soal aturan guru PNS harus sarjana, harus ditata lagi. Makanya sekarang kita lagi mengumpulkan berkas,” terangnya.
Sejumlah guru PNS yang belum sarjana didominasi guru yang masa tugasnya tidak lama lagi, atau mau pensiun. Akan tetapi, kalau memang tidak bersedia kuliah lagi, maka mau tidak mau tidak bisa jadi guru lagi.
“Distafkan lah nanti. Karena mamang harus sarjana,” ujarnya.
Setelah semua data guru dihimpun, maka Dinas Pendidikan akan koordinasi ke BKD dan selanjutnya disampaikan kepada Walikota untuk mengeluarkan surat keputusan.
“Jadi kita tunggulah ya,” tutup Eddy Nuah.
Sebagaimana diketahui dalam Undang-undang Nomor nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, tepatnnya di Pasal 8 dan 9 disebutkan bahwa Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Kemudian di Pasal 9 disebutkan Kualifikasi akademik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 diperoleh melalui pendidikan tinggi program sarjana atau program diploma empat.
Undang-undang nomor 14 Tahun 2005 ini disahkan mulai tanggal 30 Desember 2005. Dan pada tahun 2015 merupakan batas akhir (deadline). Dengan demikian, pemerintah memberikan waktu selama 10 tahun kepada guru PNS untuk mengambil program sarjana atau diploma 4. (pra/des/msg/sp)
net
SELEBRASI: Para penggawa Timnas U-15 Indonesia saat selebrasi.
SELEBRASI: Para penggawa Timnas U-15 Indonesia saat selebrasi.
CHONBURI, SUMUTPOS.CO – Indonesia menghajar Singapura dengan skor 3-0 pada matchday kedua Grup A Piala AFF U-15. Laga ini digelar di Institute of Physical Education Chonburi Campus Stadium, Thailand, Senin (29/7) sore WIB.
Indonesia sempat mendapat peluang di 10 menit awal. Alexandro Felix Kamuru melepas tendangan bebas, namun bola liar dari eksekusi itu gagal dimanfaatkan rekannya.
Peluang bagus didapatkan Wahyu Agong di menit 13, saat menerima umpan cut-back dari Faizal Shaifullah di sisi kanan. Hanya saja bola tembakan kerasnya masih menerpa tiang gawang sebelah kanan.
Indonesia berhasil membuka keunggulan 1-0 di menit 19. Alfin Farhan mengirim umpan silang ke depan gawang Singapura. Marselino Ferdinan, yang berdiri bebas berhasil menanduk bola ke gawang Veer Karan. Tim besutan Bima Sakti ini, kembali mengancam di menit 30. Bola tendangan bebas Alfin masih bisa ditepis kiper Singapura.
Singapura kesulitan memberi ancaman ke gawang Indonesia. Mereka malah nyaris kebobolan di injury time lewat serangan balik, namun bola tembakan Faizal masih bisa ditepis Veer. Tak ada gol tambahan hingga turun minum. Indonesia memimpin 1-0.
Di babak kedua, Indonesia mendapat peluang dari skema sepak pojok. Kadek Arel Priyatna berhasil menyambar bola dengan sundulan, namun masih bisa ditangkap oleh kiper.
Indonesia memperbesar keunggulan menjadi 2-0 di menit 71. Berawal dari kemelut di kotak penalti Singapura, Wahyu Agong Drajat Mulyono mendapat bola dan melepaskan tembakan yang menghujam gawang Veer.
Indonesia menambah gol jadi 3-0 di menit 79. Muhammad Valeron melakukan penetrasi ke kotak penalti Singapura, yang berhasil diteruskan menjadi gol oleh Faizal. Dan tak ada gol tambahan hingga laga tuntas.
Indonesia kini mengumpulkan 6 poin dari 2 laga. (dtc/saz)
SELEBRASI
Kapten PSMS Medan Legimin Raharjo selebrasi bersama rekannya di Stadion Teladan Medan. PSMS diharapkan mampu menjaga rekor tandangnya saat dijamu Babel United, Minggu (28/7) sore.
SELEBRASI
Kapten PSMS Medan Legimin Raharjo selebrasi bersama rekannya di Stadion Teladan Medan. PSMS diharapkan mampu menjaga rekor tandangnya saat dijamu Babel United, Minggu (28/7) sore.
PSMS Medan sudah melupakan kekalahan kontroversial 1-0 dari Babel United di Stadion Depati Amir, Pangkal Pinang, Minggu (28/7) lalu. Kini Ayam Kinantan fokus menghadapi laga selanjutnya bentrok Sriwijaya FC di Stadion Teladan Medan, Kamis (1/8) mendatang.
Pada laga pekan ke-8 Liga 2 2019 Wilayah Barat tersebut, PSMS kalah lewat gol semata wayang Fikri Ardiansyah menit 85.
Kapten PSMS Legimin Raharjo, mengaku kecewa dengan hasil laga tersebut, dan sejumlah keputusan wasit yang dinilai merugikan Ayam Kinantan. Setidaknya, ada 2 hal yang merugikan PSMS pada pertandingan itu, pertama Dimas Sumantri yang dilanggar di area terlarang Babel United menit 75, serta gol kontroversi Fikri di menit 85, yang tetap disahkan oleh wasit.
Legimin pun meminta seluruh rekan setimnya untuk melupakan kejadian menyakitkan tersebut, dan mengalihkan fokus ke laga selanjutnya kontra Sriwijaya.
“Tentu kami kecewa dengan hasil itu. Memang ada sejumlah keputusan wasit yang merugikan PSMS. Tapi mungkin wasit ada penilaian tersendiri. Rekan setim saya harap sudah melupakan kekalahan tersebut. Sekarang kami harus konsentrasi buat pertandingan selanjutnya,” ungkap Legimin, Senin (29/7).
“Pertandingan itu (lawan Babel United) cukup bagus untuk kedua tim, karena sama-sama banyak menciptakan peluang gol. Namun kami masih kurang beruntung,” imbuhnya.
Sebelumnya, usai laga, Pelatih PSMS Abdul Rahman Gurning, juga mengaku kecewa atas kekalahan timnya, mengingat gol yang tercipta merupakan kontroversial. Dia menilai, gol yang diciptakan Babel belum masuk ke gawang, namun wasit justru menganggap sudah terjadi gol. “Kami kalah. Tapi kami tidak terima kalau golnya seperti itu. Bolanya belum masuk, tapi wasit langsung menilai itu gol. Sayang tidak siaran langsung, seharusnya bisa dilihat bola itu sudah masuk atau belum,” jelasnya.
“Makanya kami tidak terima kalah dengan gol kontroversial itu,” tegas Gurning lagi.
Selain itu, Gurning menilai, wasit terlihat terlalu berpihak kepada tim tuan rumah. Beberapa keputusan sangat merugikan skuad Ayam Kinantan. “Banyak faktor kami kalah. Selain wasit, lapangan juga tidak mendukung. Lapangan tidak rata, berpasir, kemudian tanahnya lembek, jadi sepatu itu seperti tenggelam. Lapangan tidak layak untuk pertandingan,” bebernya.
“Keputusan wasit kelihatan sekali mendukung tuan rumah. Ketika PSMS melakukan pelanggaran sedikit saja, langsung peluit. Tapi ketika Babel melanggar sampai ditolak-tolak, enggak ada pelanggaran. Kami merasa janggal dengan kekalahan ini,” imbuh Gurning.
Sementara itu, dikabarkan Sriwijaya bakal terbang ke Medan, siang ini (30/7). Laskar Wong Kito memboyong 18 pemain. Adapun para pemain tersebut, yakni 2 penjaga gawang Galih Sudaryono dan Hendra Mole. Kemudian 7 bek, Ambrizal, Bruno Casimir, Akbar Zakaria, Yericho Chistiantoko, Rahmat Juliandri, M Zaka, dan Zamzani. Ada 6 pemain tengah, Hafit Ibrahim, Ryan Wiradinata, Edy Gunawan, Siswanto, Monieaga, dan Eka Hera. Dan 3 pemain depan, Yongky Aribowo, Ahmad Ihwan, serta Rizky Dwi Ramadhana.
Mereka ditemani tim pelatih, yang terdiri dari Pelatih Kas Hartadi, Asisten Hartono Ruslan, Pelatih Fisik Didik Listiyantoro, dan Pelatih Kiper Ferry Rotinsulu.
Dari head to head, Sriwijaya masih unggul dari PSMS. Dari 14 pertemuan, Sriwijaya tercatat 7 kali menang, dan imbang 3 kali di semua ajang.
Meski demikian, Kas Hartadi mengaku tak mau jemawa. “Karena sekarang semua sudah berubah. Kami hanya fokus pada tim. Kami berharap pemain tetap kerja keras saat menghadapi PSMS,” pungkasnya. (bbs/saz)
BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos
HADIR: Kepala BI Sumut, Wiwiek Sisto Widayat (Kanan) saat menghadiri Road To Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Sumut di Hotel Adi Mulia, Medan.
HADIR: Kepala BI Sumut, Wiwiek Sisto Widayat (Kanan) saat menghadiri Road To Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Sumut di Hotel Adi Mulia, Medan. BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bank Indonesia (BI) menilai Sumatera Utara (Sumut) memiliki potensi ekonomi syariah maupun industri halal yang sangat besar. Bila diterapkan, setidaknya akan membantu perekonomian masyarakat.
Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumatera Utara (KPw Sumut) Wiwiek Sisto Widayat mengatakan dari sisi konsumsi produk-produk halal seperti makanan dan minuman, serta fashion memberikan kontribusi terhadap Produk Regional Domestik Bruto (PDRB) sekitar 15-20 persen per tahun di tanah air ini.
“Selain itu, pesantrennya juga banyak dan kemampuan untuk melakukan konsumsi juga besar, sehingga Sumut memiliki potensi yang cukup besar dalam memberikan kontribusi dalam ekonomi syariah,” sebut Wiwiek kepada wartawan, usai dalam kegiatan Road To Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Sumut dengan tema “ Peranan Industri Kreatif Halal dan Konsep Halal Tourism”, di Hotel Adi Mulya Medan, Senin (29/7) siang.
Wiwiek mengungkapkan bahwa ekonomi dan keuangan syariah merupakan salah satu konsep ekonomi tidak hanya untuk umat Islam, tetapi menjadi konsep ekonomi yang memang harus didorong bersama-sama untuk bisa tumbuh dan berkembang di Indonesia dengan penduduk mayoritas Islam.
Secara global Indonesia merupakan salah satu negara yang pemeluk agama Islamnya terbesar, tetapi disadari ekonomi syariah belum berkembang dibandingkan negara-negara lain yang pemeluk Islamnya sedikit, seperti negara Malaysia.
Dia mengatakan, berdasarkan catatan Thomson Reuters (Perusahaan informasi yang dibentuk melalui pembelian Reuters oleh Thomson Corporation), meskipun Indonesia belum menjadi yang terbesar, namun sudah semakin besar dan masuk dalam rangking 10 besar konsumsi halal dunia.
“Memang kita belum bisa mengalahkan Malaysia yang ekonomi syariahnya semakin maju dan besar. Tetapi kita di dalam proses, Insya Allah kalau ekonomi syariah kita bergerak menjadi besar, ini akan mengalahkan Malaysia, karena dari sisi penduduk lebih besar dari Malaysia,” katanya.
Menurut catatan Tompson lagi, konsumsi populasi Indonesia di dalam produk halal jumlahnya juga cukup tinggi yaitu mencapai USD218 M atau sekitar 20 persen dari PDB nasional, terutama dari sisi makanan, minuman dan fashion.
“Belum lagi dari sisi pengembangan halal tourism, tentu ini akan bisa lebih besar lagi. Namun bagaimana kita bisa mengembangkannya. Kalau ini kita kembangkan terus, ekonomi syariah pasti akan lebih besar dan berkembang mengingat konsumsi dan penduduk Indonesia cukup besar dan bertambah,” tegasnya.
Kalau untuk di Sumut sendiri, lanjutnya, BI melakukan pendekatan dengan UMKM yang terkait dengan syariah dan pesantren. Ini salah satu sentra untuk kegiatan ekonomi syariah.
“Baru-baru ini kita ke Pesantren Raudhatul Hasanah Jl. Jamin Ginting, di sana ada UMKM yang kita kembangkan berupa packing roti, laundry dan ke depan air kemasan untuk mengembangkan produk-produk syariah. Ini akan terus kita kembangkan, untuk mencari sumber-sumber ekonomi syariah baru untuk dikembangkan,” ujarnya.
Di Sumut ada beberapa potensi unggulan yang bisa terus dikembangkan yaitu makanan dan minuman.
“Makanan dan minuman merupakan salah satu hal besar yang memberikan kontribusi besar kepada PDRB kita. Kedua, fashion maupun industri pengolahan yang berkaitan dengan fashion, serta potensi wisata halal,” tandasnya. (gus/ram)
TUNJUK: Masyarakat menunjukkan aplikasi Nyebrang Yuk!. Selain untuk memesan tiket, aplikasi ini juga bisa digunakan untuk melihat jadwal keberangkatan.
BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Pelindo 1 menyeimbangi kemajuan digitalisasi dengan meluncurkan aplikasi Nyebrang Yuk! untuk mengakses pemesanan tiket kapal laut secara online.
Aplikasi ini diluncurkan di Gedung Daerah Tanjungpinang, Kepulauan Riau yang dihadiri Plt. Gubernur Kepulauan Riau Isdianto, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri Gunawan, Wali Kota Tanjungpinang yang diwakili Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Irwan, Direktur Operasi dan Komersial Pelindo 1 Syahputera Sembiring, dan General Manager Pelindo 1 Cabang Tanjung Pinang Arif Indra Perdana, Minggu (28/7).
Aplikasi Nyebrang Yuk! sudah bisa dinikmati oleh masyarakat yang berangkat dari Terminal Sri Bintan Pura menuju Batam. Selain itu, bisa juga ke berbagai daerah tujuan lainnya, seperti Tanjung Balai Karimun, Galang, Moro, Tanjung Batu, Pulau Bukit, Tajur Biru, Sei Tenam, Senayang, Pancur, Cempa, Mensana, Dabo Singkep (Jago).
“Nyebrang Yuk! untuk pertama kali diimplementasikan di Terminal Penumpang Sri Bintan Pura dengan langkah awal menggandeng perusahaan pelayaran Marina Group. Selanjutnya aplikasi ini akan bekerja sama dengan para operator pelabuhan dan perusahaan pelayaran lainnya di seluruh wilayah di Indonesia untuk menggunakan aplikasi ini. Tujuan digitalisasi ini untuk layanan yang cepat, tepat, dan akurat yang semakin memudahkan masyarakat,” terang Direktur Operasi dan Komersial Pelindo 1, Syahputera Sembiring.
Senada dengan hal tersebut, Plt. Gubernur Kepri Isdianto turut mengapresiasi aplikasi gagasan Pelindo 1 yang semakin memudahkan masyarakat.
“Aplikasi ini menjadi wujud keseriusan Pelindo 1 dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama menggunakan dan memanfaatkan aplikasi ini, dan semoga akan ada berbagai inovasi baru dari Pelindo 1 dalam memberikan layanan terbaik untuk masyarakat,” jelas Isdianto.
Aplikasi Nyebrang Yuk! ini mampu memberikan data penumpang secara digital di setiap pelayaran yang divalidasi menggunakan kartu identitas penumpang secara realtime. Aplikasi ini sudah bisa diunduh melalui Google Play dan akan hadir di App Store pada pertengahan bulan Agustus.
Aplikasi yang mudah dioperasikan ini membuat masyarakat bebas memilih kapal dan destinasi yang diinginkan yang dilengkapi dengan berbagai pilihan metode pembayaran elektronik (cashless).
Selain melalui aplikasi Nyebrang Yuk!, masyarakat juga bisa membeli langsung tiket kapal laut di Terminal Penumpang Sri Bintan Pura melalui Self Service Kiosk serta bisa langsung mencetak boarding pass secara mandiri baik membeli tiketnya melalui Self Service Kiosk ataupun aplikasi Nyebrang Yuk!.
Untuk memudahkan masyarakat dalam memesan tiket kapal laut, mari para perusahaan pelayaran dan operator pelabuhan untuk menggunakan Nyebrang Yuk! bersama-sama serta untuk turut mendukung Gerakan Nasional Non Tunai yang dicanangkan pemerintah. Aplikasi Nyebrang Yuk! dan Self Service Kiosk mendukung Kota Tanjungpinang dalam mengembangkan konsep smart city.
“Aplikasi ini menjadi pilot project untuk seluruh pelabuhan penumpang di Indonesia yang juga diharapkan mampu mendorong sektor pariwisata yang mampu memudahkan wisatawan untuk membeli tiket secara online dari mana saja. Kini nyebrang makin gampang karena dengan Nyebrang Yuk!, masyarakat tinggal Pilih, Bayar, dan Nyebrang,” tutup Syahputera Sembiring. (fac/ram)
SILANGIT, SUMUTPOS.CO – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, untuk membangun Danau Toba sebagai destinasi wisata berkelas dunia, dibutuhkan perencanaan dan pengelolaan yang matang. Bukan itu saja, investasi yang dibutuhkan juga cukup besar. Jokowi pun menargetkan tahun 2020 mendatang Danau Toba harus sudah menjadi objek wisata kelas dunia.
KEDATANGAN Presiden Jokowi dan rombongan disambut Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, unsur Forkopimda Sumut dan sejumlah kepala daerah di Bandara Silangit, Senin (29/7) sore sekira pukul 16.40 WIB. Ditemani Ibu Negara dan sejumlah menteri di antaranya Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Presiden Jokowi langsung meninjau Geosite Sipinsur di Humbang Hasundutan, Senin (29/7).
Jokowi yang datang menggunakan kemeja warna putih, terlebih dulu melakukan rapat bersama para menteri. Usai rapat, Jokowi juga sempat berfoto bersama dengan latar belakang panorama alam Danau Toba. Presiden dan rombongan juga mengunjungi dermaga Muara Taput sebelum melanjutkan pertemuan bersama para Bupati se-kawasan Danau Toba di hotel sekaligus menginap.
“Inikan kita sudah ke sini (Danau Toba), dalam rangka memutuskan dan merencanakan pengelolaan Danau Toba sebagai sebuah destinasi wisata yang betul-betul berkelas. Tapi produk di sini harus diperbaiki. Betul-betul menjadi tempat yang wajib dikunjungi (wisatawan). Ada 28 destinasi di sini. Ada yang betul sejarah, budaya, dan alam,” kata Jokowi kepada wartawan.
Presiden juga mengungkapkan, pembangunan Kawasan Danau Toba (KDT) pemerintah sudah mengucurkan anggaran besar yang bersumber dari APBN. Ada sebanyak Rp3,5 triliun yang dikucurkan untuk menunjang pembangunan KDT. “Ini membutuhkan investasi besar. Membutuhkan anggaran dari APBN besar. Sehingga kombinasi APBN dan investasi sehingga menggerakan Danau Toba sebagai wisata yang berkelas,” ujarnya.
Disinggung soal lingkungan Danau Toba tercemar dengan keberadaan kerambah jaring apung (KJA). Jokowi mengatakan, harus dikaji secara keseluruhan. Karena, membangun pariwisata harus melihat keseluruhannya. Termasuk mengkaji izin KJA tersebut, apakah izinnya dicabut atau tidak. “Soal lingkungan, ya nanti. Memang perbaikan produk itu tidak hanya urusan mengenai tempat wisata, tapi juga lingkungan harus kita urus total. Soal pencabutan izin keramba, saya sampaikan bisa sebagian, bisa seluruhnya. Ya dilihat dulu sebelah mana yang dibutuhkan untuk wisata dan rakyat,” ungkap Jokowi.
Mantan Wali Kota Solo ini menilai, membangun Danau Toba menjadi objek wisata kelas dunia harus dilakukan secara bertahap. Dengan itu, memerlukan waktu dengan pengerjaan dilakukan sejak 2019 dan diperkirakan akan selesai pada tahun 2020, mendatang. “Fisik sudah keliahatan. Investasi akan masuk. Kita bekerja mulai 2019 selesai 2020. Jalan di keliling samosir sebagian sudah kita tunjukkan. SDM, kemasan, brand, differensiasi sama Bali juga, semua. Satu-satu nanti diurus semua,” bebernya.
Selain itu, Pemerintah Indonesia juga membangun Sumber Daya Manusia (SDM), yakni masyarakat sekitar Danau Toba, agar menjadi pelaku pariwisata profesional ke depannya. Hal ini, dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih bagi bagi masyarakat. “Termasuk pembangunan SDM, yang terintegrasi itu semuanya, produknya, nanti kemasannya membanguna brandnya (seperti) apa dengan Bali, dengan Mandalika,” pungkasnya.
Menpar: Percepat Infrastruktur
Menteri Pariwisata Arief Yahya menyampaikan target percepatan infrastruktur untuk pariwisata Danau Toba yang mendapat dana tambahan sebesar Rp 2,2 triliun di hadapan Bupati Toba Samosir. Menurutnya, percepatan infrastruktur dan utilities untuk pariwisata ditargetkan presiden selesai di 2020.
Selain Bupati Tobasa Darwin Siagian, pada acara makan malam di rumah dinas bupati tersebut, hadir juga beberapa pejabat daerah setempat. Mulai dari Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor, Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan dan Kadispar Kabupaten Samosir Daulat Nainggolan, Mittar Manurung, Kadis LH Toba Samosir serta Marandus Sirait, dan Kordinator Taman Eden 100.
“Anggaran ini terbesar dibandingkan tiga destinasi super prioritas lain. Selain untuk percepatan infrastruktur untuk pariwisata, juga untuk program prioritas dalam pengembangan 3A (Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas) di Danau Toba,” ujar Arief.
Menurut Arief, aplikasi dari atraksi adalah sedang dibangunnya aplikasi UNESCO Global Geopark (UGG). Arief mengatakan akan dibangunnya 16 Geosite yang tersebar di seluruh kabupaten di sekitar Danau Toba dan dikembangkan yang mengarah pada standar kualifikasi sertifikasi UGG.
Sementara untuk aksesibilitas, Arief menjelaskan bahwa akan ada peningkatan kapasitas pengunjung melalui bandara. Jika dulu bandara hanya dibangun untuk 100.000 kunjungan per tahun, maka melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, ia meminta agar kapasitas ditingkatkan menjadi 500.000 per tahun. “Target kunjungan wisman Danau Toba dan Provinsi Sumut ditetapkan sebesar satu juta Wisman. Pada tahun 2018 jumlah pengunjung Silangit sendiri sudah mencapai 420.000 dan diproyeksikan segera tembus ke 500.000 di tahun 2019,” ucap Arief.
Selain aksesibilitas udara, aksesibilitas laut juga terus dikembangkan. Menurut Arief, saat ini Kementerian Perhubungan sudah membangun empat dermaga dan didukung dengan dua kapal penyebrangan. Satu kapal sudah beroperasi yaitu KMP Ihan Batak, sementara satu lainnya direncanakan mulai beroperasi tahun ini. “Sedangkan tol akan dilanjutkan sampai Tebing Tinggi, Siantar, Parapat, dan Tapanuli Tengah,” kata Arief.
Lanjut Arief, terkait amenitas, groundbreaking hotel dan resort di area Danau Toba akan dilakukan di bulan September 2019. Menurut Arief, pembangungan hotel dan resort ini memiliki nilai investasi sebesar Rp7 triliun.
Arief juga menambahkan, rata-rata pertumbuhan PAD di delapan kabupaten sekitar Danau Toba adalah sebesar 79 persen akibat tumbuhnya sektor Pariwisata. Hal ini membuktikan pariwisata relatif lebih mudah, murah, dan cepat untuk menghasilkan devisa dan meningkatkan pendapatan masyarakat. “Saya berharap para bupati di sekitar Danau Toba kompak untuk pengembangan pariwisata dengan semangat bersatu untuk Danau Toba,” pungkas Arief.
Percantik Tiga Dermaga
Pemerintah juga melakukan berbagai program untuk meningkatkan pariwisata di sekitar Danau Toba, termasuk mempercantik dermaga, membangun waterfront city (penataan kawasan tepi danau) serta membangun jembatan Tano Ponggol sebagai ikon wisata.
“Di Tomok ada beberapa hal yang harus kami kerjakan terutama penataan Tomok sendiri. Di sana ada tiga dermaga yang akan kami kerjakan. kalau dermaganya itu mungkin tahun 2020 karena harus didesain dulu,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau Pulau Samosir, Senin (29/7).
Menurut Basuki, diantara ketiga dermaga tersebut akan dihubungkan dengan jalan pedestrian sehingga orang juga bisa melintas di atas Danau Toba. Selain itu, ujar Basuki, ada beberapa pasar yang oleh Pemda setempat akan dipindahkan sehingga akan ditata sebagai kawasan wisata termasuk pasar suvenir.
Untuk daerah Pangururan, lanjutnya, akan dilakukan penataan Kampung Ulos Hutaraja di mana beberapa rumah di daerah pusat tenun di Samosir akan direhabilitasi. “Kemudian ada waterfront city di Panguruan akan di desain dulu,” sebut Basuki.
Sementara itu, alur Tano Ponggol mempunyai lebar rata-rata 25 meter dalam kondisi dangkal dan di beberapa bagian mengalami penyempitan hingga tinggal 8 meter. Alur Tano Ponggol akan dilakukan pelebaran menjadi 80 meter sepanjang 1,5 kilometer.
“Inikan (jembatan lama) tidak bisa lewat perahu, maka akan kita coba lebarkan 80 meter, dalamnya kita dalamkan, dan jembatannya juga akan kita bikin supaya kapal pesiar juga bisa keliling Pulau Samosir secara penuh. Ini saya kira akan kita kerjakan dan sekarang sudah 74 persen tinggal nanti sampai akhir tahun bisa selesai,” bebernya.
Disebut Basuki, kontrak pekerjaan itu dimulai Desember 2017 dan akan selesai Desember 2019 dengan anggaran mencapai Rp320 miliar. (gus/prn/dtc/bbs)
istimewa
TINJAU: Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana saat meninjau Geosite Sipinsur di Humbahas, Senin (29/7).
TINJAU: Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana saat meninjau Geosite Sipinsur di Humbahas, Senin (29/7). istimewa
KEMENTERIAN Perhubungan (Kemenhub) terus mengembangkan sejumlah infrastruktur transportasi guna mendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di Danau Toba. Selain mengembangkan 12 pelabuhan penyeberangan, Kemenhub juga akan membangun 5 kapal besar untuk melayani masyarakat dan wisatawan menyeberangi salah satu danau vulkanik terbesar di dunia ini.
“Kita akan kembangkan sejumlah infrastruktur transportasi di sini, seperti di Pelabuhan Muara ini,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Senin (29/7).
Menurutnya, total investasi yang telah dikeluarkan sampai dengan tahun 2020 yaitu sekitar Rp600 miliar. Adapun, 12 pelabuhan penyeberangan yang ada di kawasan Danau Toba akan dikembangkan yaitu Pelabuhan Balige, Muara, Ambarita, Ajibata, Simanindo, Tigaras, Sipinggan, Onanrunggu, Onanbaru, Neinggolan, Pakkara, dan Marbuntoruan.
Menurutnya, saat ini prioritas dari pemerintah adalah memberikan dukungan di daerah Danau Toba untuk menjadi 10 Bali Baru sama seperti Labuan Bajo, Kuta Mandalika, Belitung, Kepulauan Seribu, Wakatobi, Tanjung Lesung, Morotai, Borobudur dan Bromo.
Lebih lanjut, dia mengungkapkan, pihaknya membangun 5 kapal besar untuk melayani angkutan penyeberangan di Danau Toba. Satu diantaranya yaitu Kapal Motor Ihan Batak sudah siap digunakan setelah dua tahun proses pembangunan. Namun, dia akan tetap memperhatikan kapal-kapal kecil milik masyarakat.
“Selain membangun 5 kapal, Kemenhub juga memberdayakan kapal di sini. Ini bagian dari penghidupan masyarakat jadi kita harus perhatikan juga bahwa masyarakat tidak boleh tersingkirkan. Kita buat kapal-kapal besar tapi kapal kecil masyarakat tetap dioperasikan dengan memperhatikan aspek keselamatan,” jelasnya.
Dia menargetkan pada 2020, pengembangan sarana dan prasarana transportasi di Danau Toba sudah siap semuanya.”Paling penting adalah kita memberikan prioritas kepada danau toba untuk menjadi bali baru. Kita lihat pembangunan sudah dua tahun ini kota lakukan. Kapal ikan batak sudah siap dan kita akan koordinasi dengan fungsi yang lain. Kita harapkan 2020 sudah siap semua,” ungkap Menhub Budi.
Ditjen Perhubungan Darat memberikan dukungan transportasi darat untuk pengembangan KSPN Danau Toba, meliputi pembangunan 12 pelabuhan yang terdiri dari satu pembangunan pelabuhan danau yang akan selesai tahun 2019, enam pembangan pelabuhan selesai tahun 2020, satu pelabuhan lanjutan dan empat pembangunan baru.
Sedangkan untuk pengadaan kapal yaitu satu Kapal Ro-Ro telah selesai tahun 2018, satu unit Kapal Ro-Ro selesai tahun 2019, satu unit Kapal Ro-Ro selesai tahun 2020 dan dua unit bus air selesai tahun 2020.
Kemudian, pengadaan fasilitas perlengkapan jalan KSPN Danau Toba tahun 2019-2020 yaitu lingkar dalam Pulau Samosir, Ruas Jalan Kabanjehe-Sidikalang, Ruas Jalan Nasional di Kab. Simalungun dan Ruas Jalan D. Merangir- P. Siantar – Parapat.
Selanjutnya, penyediaan delapan lintasan angkutan antarmoda dan fasilitas pendukung KSPN Danau Toba Tahun 2019 dan 2020
yaitu, Lintasan Silangit – Ajibata Via Sibisa/Kaldera, Lintasan Silangit – Tarutung, Lintasan Silangit – Dolok Sanggul, Lintasan Ajibata – P. Siantar (Stasiun Kereta Api), Lintasan Teluk Nibung – Ajibata, Pelayanan Shuttle Balige, Pelayanan Shuttle Parapat, dan Pelayanan Shuttle Tapanuli Utara (Huta Ginjang).
2020, Runway Bandara Sibisa 1.900 Meter
Selain pelabuhan penyeberangan, Kemenhub juga akan memperpanjang landasan pacu atau runway Bandara Sibisa. Hal ini untuk meningkatkan konektivitas transportasi di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, perpanjangan runway dari 1.200 meter menjadi 1.900 meter ini ditargetkan selesai pada tahun 2020. “Tahun 2020 ditargetkan selesai, sehingga pesawat komersial yang lebih besar seperti ATR -72 yang membawa wisatawan dapat mendarat langsung ke sini. Karena bandara ini dekat dengan Parapat yang merupakan pintu masuk kawasan Danau Toba,” jelas Budi seperti yang tertera dalam keterangan tertulis, Senin (29/7).
Menurut Budi, pengembangan bandara Sibisa diperlukan untuk membagi penerbangan dengan Bandara Silangit. Menurutnya, Bandara Silangit dengan Sibisa memiliki jarak hampir 200 km. “Dengan jarak itu memang sudah selayaknya ada satu bandara yaitu Bandara Sibisa. Bandara Silangit akan melayani pesawat komersial yang besar, sedangkan di Sibisa melayani pesawat yang lebih kecil seperti ATR-72,” kata Budi.
Bandara Sibisa merupakan bandara perintis yang telah dibangun sejak era Presiden Soeharto pada Tahun 1977. Dioperasikan pertama kali pada 15 November 2006, yang ditandai dengan penerbangan perdana maskapai Susi Air rute Medan ke Sibisa.
Namun, hal tersebut bertahan hingga Ferbuari 2007, dan kemudian setelah itu ditutup. Setelah 12 tahun, pada Jumat, 12 April 2019 penerbangan dibuka kembali yang ditandai dengan uji coba pendaratan pesawat perdana di Bandara Sibisa.
Bandara Sibisa saat ini melayani satu penerbangan di Hari Jumat dengan Rute Bandara Sitoli, Nias – Bandara Sibisa, Danau Toba yang dilayani maskapai Aviastar.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Nama menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Afif Nasution santer dikabarkan bakal maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Medan 2020.
Bobby Nasution sendiri belum memberi jawaban pasti soal rencana dirinya maju dalam Pilkada Kota Medan 2020. Saat menghadiri syukuran atas terpilihnya Jokowi-Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 di Medan, Minggu (28/7), suami Kahiyang Ayu ini mengaku belum ada pembahasan yang mengarah dirinya akan maju dalam pemilihan Wali Kota Medan mendatangn
“Dari keluarga belum ada ngomongin itu. Ya, kalau diminta masyarakat pasti kami ucapkan terima kasih,” ujar Bobby.
Jika ada keinginan dan permintaan masyarakat untuk maju di Pilkada Medan, dia terlebih dahulu akan meminta restu ke pihak keluarga. “Pasti, kami bicara sama keluarga dulu. Kami pasti diskusi dulu sama keluarga,” pungkasnya.
Menyikapi kemungkinan bakal majunya Bobby sebagai calon Wali Kota Medan, Bendahara DPC PDI Perjuangan Medan, Boydo HK Panjaitan mengaku sudah mendengar kabar tersebut.
“Iya, kami sudah dengar kabar itu. Tapi, ya masih sebatas kabar-kabar lalu saja, bukan kabar resmi dari pimpinan pusat atau DPD Sumut,” kata Boydo kepada Sumut Pos saat ditemui di gedung DPRD Medan, Senin (29/7).
Akan tetapi, Boydo yang juga merupakan ketua Komisi III DPRD Medan menyebutkan, pihaknya di DPC lebih berkeinginan agar yang diusung partainya dalam Pilkada Medan 2020 mendatang adalah kader internal PDI Perjuangan dan merupakan kader lokal. “Sampai saat ini kami sangat berkeinginan agar yang maju dalam Pilkada Kota Medan dari PDIP itu ya kader internal kami sendiri, khususnya kader lokal kami yang ada di Sumut dan khususnya Medan,” ujar Boydo.
Alasannya jelas, kata Boydo. Kader internal dan lokal, dinilai lebih mengerti akan permasalahan yang dihadapi oleh warga Kota Medan. “Tentu kader yang di Sumut dan di Medan itulah yang akan lebih paham tentang karakter orang Medan, masalah orang Medan dan solusi yang terbaik untuk warga Kota Medan. Yang tahu masalah Medan ya jelas orang Medan dan yang sehari-hari berdomisili serta beraktivitas di Medan,” jelasnya.
Namun begitu, kata Boydo, semua kemungkinan masih terbuka lebar. Artinya, siapapun yang nantinya dipilih oleh partai untuk maju dalam Pilkada kota Medan 2020, tentu hal itu sudah merupakan keputusan atas pertimbangan yang matang dari partai. “PDIP itu partai yang selalu terbuka kepada siapapun.
Artinya, siapapun punya kesempatan untuk bergabung dan diusung PDIP selama dinilai orang tersebut adalah orang yang berkompeten dalam membangun bangsa dan khususnya Kota Medan ini. Maka siapapun nantinya yang diusung partai tentu karena partai menilainya sebagai yang berkompeten. Namun begitu, sampai saat ini kami di DPC masih berkeinginan untuk mengusung kader internal dan lokal kami sendiri,” tutupnya. (map)