BINJAI, SUMUTPOS.CO – Partai Golkar selangkah lebih maju dari partai lain dalam Pilkada Kota Binjai yang digelar tahun depan. Di saat partai lain masih bingung mencari sosok yang bakal diusungn
partai berlambang pohon beringin ini pede mengusung kader seniornya Zainuddin Purba sebagai bakal calon Wali Kota Binjai periode 2020-2025.
Melalui rapat pleno diperluas di sekretariat DPD Partai Golkar Kota Binjai, Jalan Candra Kirana, Kelurahan Satria, Binjai Kota, Senin (22/7), Zainuddin Purba sebagai bakal calonn
Wali Kota Binjai yang diusung partai berlambang pohon beringin tersebut. Selain itu, DPD Golkar Binjai juga mengajukan tiga nama untuk menjadi Ketua DPRD periode 2019-2024 di Kota Rambutan.
Ketiga nama tersebut yakni Noor Sri Alamsyah Putra, H Muhammad Yusuf, dan Norasiah. Plt Ketua Golkar Sumut, Ahmad Doli Kurnia Tanjung menjelaskan, rapat pleno diperluas ini merupakan perintah konstitusi dari DPP Partai Golkar. “Ada lima yang akan dibahas. Evaluasi Pemilu tahun 2019, pemilihan dan penetapan calon pimpinan DPRD Kota Binjai, penetapan Calon Wali Kota Binjai, dukungan kepada Ketua Umum Partai Golkar Pusat dan konsolidasi organisasi,” ungkapnya.
“Golkar belum pernah keluar dari 2 besar di Pemiu. Kita mau di setiap Pemilu ada peningkatan. Contohnya 2014 dapat 5 kursi, 2019 dapat 6 kursi. Untuk peningkatan, kita harus bicarakan dari saat ini,” tambah dia.
Kepada Zainuddin Purba, Doli berpesan, sebagai bakal calon wali kota pada Pilkada 2020 mendatang, harus segera melakukan aksi maksimal dan sepenuh hati. “Jangan main tanggung. Main sepenuh hati, sampah darah penghabisan,” ujar dia.
Sementara, Zainuddin Purba menyatakan siap maju dan bertarung di Pilkada Binjai 2020. Bahkan, dia juga sudah mengutarakannya secara lisan kepada Doli terkait ambisinya menyongsong Pilkada 2020. “Ada keinginan Kakanda Doli agar kader Golkar untuk maju tampil di Pilkada,” ujar dia.
Karenanya, pria yang akrab disapa Pak Uda ini meminta dukungan dan doa restu kepada kader serta masyarakat untuk bertarung di Pilkada 2020 mendatang. “Saya akan berusaha menjadikan Kota Binjai menjadi kota terbaik kelima di Indonesia,” pungkasnya. (ted)
pran hasibuan/sumut pos
RAKOR: Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) tindaklanjut percepatan pengembangan destinasi pariwisata Danau Toba di Ruang Rapat Lantai 2 Selatan, Gedung Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta Pusat, Senin (22/7).
Pran hasibuan/sumut pos RAKOR: Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) tindaklanjut percepatan pengembangan destinasi pariwisata Danau Toba di Ruang Rapat Lantai 2 Selatan, Gedung Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta Pusat, Senin (22/7).
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menggandeng Grab dan Go-Jek untuk mempromosikan pariwisata Danau Toba. Selain menjadi promotor, kedua platform tersebut juga akan menyediakan paket perjalanan khusus untuk wisatawan Danau Toba.
MENTERI Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, kedua aplikator ojek online (ojol) tersebut akan difasilitasi untuk mengimplementasikan paket wisata Danau Toba. “Grab & Go-Jek juga mau.
Jadi mereka bikin paket dua, tiga, empat hari sekaligus menggunakan platform mereka mempromosikan (Danau Toba),” kata Luhut usai Rapat Koordinasi (Rakor) tindaklanjut percepatan pengembangan destinasi pariwisata Danau Toba di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (22/7).
Menurut Luhut, Grab dan Go-Jek akan manfaatkan fasilitas saja. “Mereka kan sekali launch aplikasi bisa jutaan lihat. ‘Kan promosi gratis,” terang Luhut.
Sejauh ini baru Grab yang mengajukan minatnya tersebut dan menyampaikannya dalam rapat bersama Luhut, kemarin. “Mereka (Grab) yang menawarkan diri. Kita kebetulan sudah buat, mereka (Grab) bilang kami boleh nggak masuk? Ya boleh sekali, menawarkan paket turis ke sini, ke sini,” jelas Luhut.
Menurut Luhut, Danau Toba akan menjadi tempat pertama. Jika berhasil, pemerintah akan mencoba menerapkannya ke 4 destinasi wisata prioritas lainnya, yaitu Candi Borobudur, Mandalika, Bunaken, dan Labuan Bajo.
Luhut mengaku, ide kerja sama ini bukanlah usulan pemerintah. Grab yang datang terlebih dahulu menawarkan kerja sama dengan pemerintah. Menurutnya, ketertarikan Grab untuk ikut mengembangkan Danau Toba tidak terlepas dari peluang yang akan didapatkan di Danau Toba dan kesuksesannya meraup pasar saat ini di kawasan sekitar danau Toba.
Dengan begini, Luhut meyakini, kerja sama ini bakal berdampak semakin dikenalnya destinasi wisata prioritas di Indonesia. Apalagi pengguna aplikasi Grab mencapai jutaan orang.
Akan tetapi, sebelum melakukan promosi pemerintah akan memperbaiki dan memaksimalkan infrastruktur pariwisata di Danau Toba terlebih dahulu. “Nah sekarang kita perbaiki di tourist destination-nya itu, dan kebetulan sedang kita jalankan bersama-sama kementerian terkait,” imbuh dia.
“Sekarang kan lagi dirancang (perencanannya). Tapi kalau jalannya nggak siap, tempat WC nggak siap, tempat makan nggak siap kan malah promosi jelek. Jadi sekarang masih kita siapkan,” tambahnya.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi ditemui di tempat yang sama juga mengamini hal tersebut. Budi mengatakan, Grab akan membantu promosi wisata Danau Toba. “Grab itu setahu saya cuma akan membantu untuk marketing lah, promosi,” ujar Budi.
Dalam pengembangan wisata tersebut, Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan mengalokasikan Rp2 miliar untuk subsidi bus yang melayani rute menuju Danau Toba. Subsidi tersebut akan berlaku selama satu tahun. “Kita subsidi untuk kendaraan-kendaraan bus yang nanti akan layani masyarakat termasuk turis ke Danau Toba di beberapa tempat,” ucap Budi.
“Kita hanya men-support dananya saja. Dananya sekitar Rp2 miliar untuk satu tahun, sedikit,” pungkas dia.
Wagubsu Musa Rajekshah juga mengatakan, Grab akan mempromosikan pariwisata Danau Toba tersebut melalui jaringan dan pelanggan Grab yang sudah ada. “Grab tadi pertama membantu promosikan daerah wisata pariwisata melalui jaringan dan juga kan memang jaringan yang sudah ada followers tetapnya ya. Kedua membantu transportasi melalui media online. Tapi fokus utama Grabnya itu membantu promosi daerah wisata dan promosi angkutan,” terang Musa.
Ada 25 titik baru destinasi wisata yang akan dikembangkan pemerintah. Hal ini guna menggenjot industri pariwisata. “Ada 25 titik, (destinasi pariwisata baru) tadi penjelasan dan semuanya itu memang otorita Danau Toba yang akan menangani secara komprehensif,” papar Musa.
Wagubsu Minta Dukungan Pusat
Sementara dalam Rakor tindaklanjut percepatan pengembangan destinasi pariwisata Danau Toba di Ruang Rapat Lantai 2 Selatan, Gedung Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, yang dihadiri para menteri dan kepala daerah se-kawasan Danau Toba, serta para pengusaha dan berbagai pihak terkait lainnya kemarin, Wagubsu Musa Rajekshah mengharapkan dukungan pemerintah pusat dalam pengembangan wisata Danau Toba sebagai destinasi wisata prioritas dan superprioritas.
Antara lain dalam pembangunan infrastruktur pendukung, seperti pembangunan jalan tol Medan–Tebingtinggi–Siantar–Parapat, pembangunan outer ringroad Samosir, pengembangan Bandara Kualanamu dan Silangit-Sibisa, serta pengembangan pelabuhan guna memperlancar akses ke Danau Toba.
“Pembangunan infrastruktur pendukung merupakan salah satu yang terpenting. Karena itu, kami sangat mengharapkan dukungan dari pemerintah pusat,” ujar Wagubsu yang karib disapa Ijeck ini.
Selain itu, kata Ijeck, juga dibutuhkan pembangunan fasilitas umum dan sosial, seperti fasilitas ibadah, restoran, tourism information centre, toilet bersih, parking area di setiap objek wisata, hotel bintang, serta kios souvenir atau centra UKM.
Persoalan lingkungan juga menjadi perhatian, seperti peningkatan kualitas air danau dengan pengurangan keramba jaring apung, pengendalian limbah domestik (pemukiman), pengendalian limbah industri, pengendalian sampah dan pengendalian kerusakan hutan. “Persoalan limbah ini juga penting, karena itu, kami mohon bantuan dari pemerintah pusat,” katanya.
Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan menyampaikan, sebagaimana harapan Presiden Joko Widodo mengenai peningkatan kawasan wisata di Indonesia, Pemerintah Pusat sangat serius untuk mengembangkan destinasi wisata di Tanah Air. Termasuk Danau Toba yang sudah ditetapkan menjadi destinasi wisata prioritas dan super prioritas.
Tentang pembangunan infrastruktur pendukung di Danau Toba, Menko minta para bupati yang berada di kawasan Danau Toba untuk menyampaikan program dan apa saja yang dibutuhkan. Pemerintah pusat akan serius membantu pembangunannya, dengan syarat Pemda juga serius bekerja sama. “Pemda juga harus serius dan mau bekerja sama,” ujar Luhut.
Pada kesempatan itu, Luhut juga meminta para kementerian terkait untuk berkoordinasi dan membantu Pemda untuk membangun destinasi wisata di Danau Toba. Sehingga pembangunan Danau Toba menjadi destinasi wisata kelas dunia dapat terwujud.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Sofyan Djalil mengatakan, pihaknya di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman akan terus melakukan pengembangan, dalam upaya mempercepat pembangunan Danau Toba sebagai salah satu destinasi pariwisata prioritas.
Dia bahkan mengaku, pemerintah menggandeng pihak jasa transportasi online Grab, yang disebut-sebut memiliki program terkait langkah promosi bagi Danau Toba tersebut. “Grab itu salah satu yang punya program tentang promosi berbagai negara dan daerah, dan Pak Luhut ingin mendengar apa yang bisa dikontribusikan,” kata Sofyan usai rapat.
Mengenai upaya apa saja yang nantinya akan dilakukan pemerintah untuk mempromosikan Danau Toba, Sofyan mengaku, ada banyak cara untuk melakukan hal tersebut. Namun yang terpenting menurutnya, bagaimana saat ini pemerintah bersama para pihak terkait bisa mempersiapkan kawasan Danau Toba tersebut sebagaimana mestinya sebuah destinasi wisata prioritas. “Banyak sekali (cara promosinya). Artinya kan sekarang ini apa yang perlu dilakukan, pertama yakni dalam rangka mempersiapkan kawasan itu. Banyak opsinya, tapi kan harus pilih,” ujarnya.
Saat ditanya fokus apa yang sebenarnya dibahas dalam rapat perihal Danau Toba kali ini, Sofyan hanya menjelaskan, pemerintah akan membuat para turis domestik dan mancanegara bisa tertarik, dan menjadikan Danau Toba sebagai tujuan wisatanya. “Yang penting adalah supaya destinasi turis di Danau Toba itu bisa langsung kita jual dan menarik turis yang cukup,” kata Sofyan.
Mengenai peran Kementerian ATR/BPN sendiri, Sofyan memastikan bahwa apapun yang berkaitan dengan masalah pertanahan, termasuk dalam hal pembebasan lahan, maka hal itu akan menjadi urusan bagi kementeriannya. “Kalau urusan tanah semua di BPN. Kalau ada kendala lahan dan macam-macam, kita selesaikan,” ujarnya. (prn)
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Proses penyidikan kasus OTT pemotongan insentif pegawai pemungut pajak Badan Pengelokaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Siantar terus bergulir. Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) menjadwalkan pemeriksaan secara bergilir terhadap Wali Kota dan Sekda Kota Pematangsiantarn
“Pemanggilan yang dilakukan ini, merupakan panggilan yang pertama. Besok (hari ini, Red) jadwal pemanggilannya,” ungkap Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja yang dikonfirmasi wartawan, Senin (22/7).
Sementara itu, untuk Wali Kota Pematangsiantar, Hefriansyah Noor, jelas Tatan, pemeriksaan yang dijadwalkan penyidik terhadapnya akan dilakukan pada pekan depan. Begitupun jurubicara Polda Sumut ini belum mendapatkan informasi valid kapan hari dan tanggalnya. “Untuk wali kota minggu depan jadwalnya. Ini juga merupakan pemanggilan pertama,” jelasnya.
Kendati begitu, Tatan menerangkan, keduanya diperiksa bukan sebagai tersangka, melainkan masih berstatus sebagai saksi. Sementara itu, Kasubdit III/Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut, Kompol Roman S Elhaj ketika ditemui Sumut Pos kemarin siang di depan gedung Ditreskrimsus mengamini kemungkinan akan ada tersangka baru dalam kasus OTT di BPKAD Kota Pematangsiantar.
“Kemungkinan bakal ada tersangka baru ada, kita lihat dulu bagaimana nanti hasil penyidikannya. Kalau ditemukan bukti-bukti mengarah ke pejabat lain akan kita tetapkan,” ungkap Roman berbicara normatif.
Dirinya menyebut proses penyidikan masih panjang. Tak mau berandai-andai, apakah Wali Kota Pematangsiantar bisa jadi tersangka, Roman lebih menyebut tunggu hasil penyidikan. “Kita lihat terlebih dahulu hasil penyidikannya bagaimana, kalau memang ditemukan bukti-bukti mengarah ke sana, bisa saja itu. Begitupun nanti apa hasil yang kita dapat,” sebutnya.
Berhembus kabar, ada aliran dana transferan rekening dari Kepala BPKAD ke Wali Kota Pematangsiantar. Ditanya, apakah penyidik sudah memeriksa itu, Roman menyatakan belum. “Untuk saat ini belum, tapi nanti kita lihat apakah diperlukan untuk itu,” pungkas nya.Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sumut Kombes Pol Rony Samtana mengaku, dalam kasus itu, sejauh ini pihaknya telah memeriksa sebanyak 20 orang saksi. Sedangkan dari jumlah saksi yang diperiksa, pihaknya baru menetapkan 2 orang tersangka, yakni Bendahara BPKAD Pematang Siantar Erni Zendrato, dan Kadis BPKAD Pematang Siantar Adyaksa Purba. (dvs)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penggagas pemekaran Provinsi Nias, Arota Lase yang juga anggota DPRD Sumatera Utara Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut 8 mengklaim, usulan Nias sebagai daerah otonomi baru (DOB) selangkah lebih maju ketimbang usulan pemekaran DOB lain di Sumut.
Menurut dia, saat ini tinggal menunggu pencabutan kebijakan DOB saja oleh presiden, Provinsi Nias otomatis akan terbentuk.
“Memang kami yang enam orang sekarang ini masih mau membahasnya lagi. Waktunya saja ini yang belum pas. Sebenarnya kalau pemekaran (Nias) tinggal menunggu pencabutan moratorium dari presiden, sebab semua syarat usulannya sudah lolos sejak 2014,” katanya menjawab Sumut Pos, Senin (22/7).
Dirinya mengaku mengetahui persis perjalanan usulan Provinsi Nias. Dimana ia pada waktu itu masih sebagai anggota DPRD Gunung Sitoli. “Ingat saya waktu itu (2014) tinggal diputuskan saja oleh pimpinan DPR RI. Namun nggak tahu kenapa muncullah kebijakan moratorium oleh presiden (SBY) saat itu,” katanya.
Tak hanya itu, sambung politisi Golkar ini, usulan pemekaran Nias waktu itu masuk dari 24 DOB se-Indonesia yang sedang diproses oleh pemerintah pusat. “Jadi ya tinggal menunggu moratorium aja karena semua sudah kita lewati (prosedurnya). Apa persyaratannya juga sudah lengkap, mulai dari rekomendasi gubernur, persetujuan ketua dewan dan hal lainnya,” katanya.
Atas kondisi tersebut, pihaknya hanya bisa mendesak supaya presiden segera mencabut kebijakan moratorium DOB. “Kita memaklumi mungkin Pak Jokowi saat ini sedang sibuk. Tapi kita tetap mendesak agar moratorium DOB di masa beliau yang kedua, bisa dicabut nantinya. Karena dari semua usulan pemekaran daerah di Sumut, Nias adalah yang paling siap,” katanya.
Ia menambahkan, jika memungkinkan melihat alokasi waktu masa tugas yang ada pada pihaknya, memang diperlukan upaya jemput bola lagi ke pemerintah pusat. “Inilah yang sedang kami bahas berenam. Apakah diperlukan lagi konsultasi untuk menanyakan posisioning usulan Provinsi Nias ke Jakarta,” ujarnya.
Jumlah Penduduk Belum Cukup
Kolega Lase di DPRD Sumut, Fatonowa Waruwu sebelumnya mengungkapkan pesimisme terkait pemekaran Provinsi Nias. Ia mengatakan, ada aturan terkait DOB yang sekarang ini tak bisa dipenuhi Nias untuk menjadi sebuah provinsi. “Untuk pembentukan DOB juga dilihat dari jumlah penduduk, luas wilayah dan lainnya. Inikan mesti kita cermati lagi perkembangannya, karena menurut saya jumlah penduduk Nias sekarang belum memenuhi ketentuan yang diminta itu,” ujar politisi Partai Hanura tersebut.
Ia berpendapat, kemungkinan ada terjadi perubahan regulasi menyangkut DOB di Indonesia sebelum masa pengusulan Provinsi Nias sebelumnya. Makanya sebelum melakukan upaya dan langkah lainnya, mereka ingin membicarakannya di tingkat internal dulu. “Kita khawatir ketika berkonsultasi dengan Kemendagri ataupun DPR RI nantinya, ternyata ada regulasi atas persyaratan pemekaran yang membuat usaha kita mentah di sana. Untuk itu perlu saya kira kami yang ada berenam keterwakilan dari Nias membicarakannya terlebih dahulu,” kata Fatonowa.
Meski demikian, ia menambahkan, tujuan mulia dari pemekaran Provinsi Nias sebagai pemerataan pembangunan dan tercapainya kesejahteraan masyarakat Nias, terlebih dari aspek perekonomian. “Mana tahu dari diskusi kami berenam itu nantinya, syarat yang sudah diusulkan tempo hari tidak ada perubahan dapat kemudian ditindaklanjuti kembali.
Sebab konteksnya beda waktu perjuangan (pemekaran Provinsi Nias) dahulu dengan sekarang. Saya pun baru baca sepintas aturan perundangannya, yang salah satunya ada menyoal luas wilayah dan jumlah penduduk. Jangan pula karena hal yang mendasar itu tidak terpenuhi, lantas usulan kita menjadi sia-sia,” katanya. (prn)
agusman/sumut pos
TIBA: Pasutri Calhaj asal Kabupaten Simalungun, saat tiba di Asrama Haji Medan, Selasa (22/7).
Agusman/sumut pos TIBA: Pasutri Calhaj asal Kabupaten Simalungun, saat tiba di Asrama Haji Medan, Selasa (22/7).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jamaah calon haji (calhaj) kloter 11 asal Kabupaten Simalungun dan Kota Pematangsiantar, tiba di Asrama Haji Medan, Senin (22/7). Keseluruhan jamaah yang berjumlah 312 orang tersebut, telah selesai menjalani cek kesehatan.
Menurut keterangan Kakan Kemenag Simalungun, Sakianda Siregar, melalui Kasi Haji Amrisyam, calhaj Kabupaten Simalungun berjumlah 168 orang.
Lima diantaranya sudah berangkat pada kloter 5 bersama jamaah asal Kota Medan. “Jadi yang gabung di kloter 11 tingga 163 orang lagi,” sebut Amri.
Lebih lanjut Amri mengatakan, persiapan jamaah haji telah rampung , baik suntik meningitis, suntik influenza, penerbitan buku kesehatan, manasik haji sebanyak 8 kali di kecamatan, dua kali di kabupaten, pembagian jatah koper, pembagian regu dan rombongan, hingga penyelesaian SPMA (Surat Panggilan Masuk Asrama). “Seluruh jamaah sudah siap untuk diberangkatkan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, dia juga mengatakan, Bupati Simalungun JR Saragih memberikan uang saku kepada calon jamaah haji Kabupaten Simalungun sebesar Rp1,5 juta per orang. “Uang saku ini untuk keperluan jamaah salama menjalani ibadah di Makkah,” imbuhnya.
Selain itu, calhaj tertua dan termuda untuk jamaah pria yang berasal dari Kabupaten Simalungun, atas nama Muhammad Mudakir (95) warga Kecamatan Dolok Batu Nanggar. Sedangkan jamaah termuda, bernama Muliadi (44), warga Kecamatan Bandar. Kemudian, calhaj wanita tertua, bernama Mijem Usia (85) Kecamatan Gunung Malela. “Dan jamaah wanita termuda, Maisarah Nasution Usia (38) warga Kecamatan Ujung Padang,” sebutnya.
Sementara itu, terkait waiting list (daftar tunggu) jamaah asal Kabupaten Simalungun sebanyak 2.539 jamaah. Dengan perkiraan jika mendaftar hari ini, akan menunggu sampai 17 Tahun.
Sementara itu, Kakan kemenag Kota Pematangsiantar, Hasbi, melalui Kasi Haji, Ratnawati Nasution mengatakan, jumlah calhaj Kota Siantar sebanyak 149 orang. Keseluruhan calhaj juga telah dilakukan cek kesehatan sebelum masuk ke Asrma Haji.
Jual Lembu untuk Berangkat Haji
Muhammad Mudakir (95), bersama istrinya Rusinah (75), menjadi calon jamaah haji (calhaj) tertua kloter 11 asal Kabupaten Simalungun. Ia tiba bersama 393 calhaj lainnya yang berasal dari Medan, Simalungun, Pematang Siantar dan Kodam 1/ BB yang akan berangkat ke Tanah Suci Makkah pada Selasa (23/07) ini.
Meski sudah tua renta serta kurang berfungsinya pendengaran, tak menghalangi Mudakir berangkat haji bersama istri tercinta. Terlihat ia masih segar bugar, meski selalu ditemani salah satu Petugas Kesehatan Haji, Azwar. Namun, ia tak merepotkan banyak orang, barang bawaannya untuk persiapan haji dibawanya sendiri tanpa harus dibopong dan tanpa menggunakan kursi roda.
Bahkan, Mudakir tidak ada mengeluh sakit apapun, walau harus berjalan kaki menuju Asrama penginapannya di Madinah Al Munawwarah Asrama Haji Embarkasi Medan. Ia terlihat senang, sebab masih mampu berangkat haji.
Mudakir mengisahkan, pengalamannya mengumpulkan dana haji hingga bisa berangkat haji bersama istri. Menurutnya, sejak Tahun 1980 an, ia berjualan lembu serta bekerja di perkebunan sawit. Sementara istrinya menjadi juru masak di perusahaan tempatnya bekerja. “Sudah banyak lembu yang terjual, ada ribuan ekor, karena sejak tahun 1980 an kita ternak lembu,” ujar Mudakir.
Istrinya, Rusinah sambil menitikkan air mata menuturkan perjuangannya mengumpulkan dana haji sedikit demi sedikit. “Gak sanggup saya menceritakannya, beratlah perjuangan kami untuk bisa naik haji. Sedikit demi sedikit kami kumpulkan uang hingga bisa naik haji,” tutur Rusinah sambil menyeka air matanya.
Mudakir dan Rusinah berharap tiba di Tanah Suci Makkah dalam keadaan sehat walafiat serta selamat hingga tiba kembali ke tanah air. “Doakan saja kita jadi haji mabrur ya,” pesan Rusinah.
Adapun, jumlah jamaah haji yang berangkat pada 23 Juli 2019, sebanyak 393 orang, ditambah 5 orang petugas, yakni TPHI, TKHI, dan petugas yang mendampingi jamaah haji. Mereka akan dilepas oleh kepala daerah asal masing-masing jamaah haji pada pukul 08.00 WIB dan berangkat menujù Bandara Kuala Namu Deliserdang, pada pukul 13.15 WIB.
Sebelum berangkat, mereka menginap terlebih dahulu di Asrama Haji Embarkasi Medan selama 1 hari. Total jamaah haji yang sudah berangkat ke Tanah Suci Makkah sebanyak 10 Kloter, yakni 3.888 orang. (man)
SIDIKALANG, SUMUTPOS.CO – Penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Dairi kian mengkhawatirkan. Terbukti, dalam dua hari petugas Satresnarkoba Polres Dairi bisa meringkus empat orang tersangka dari dua tempat berbeda.
Keempat tersangka masing-masing, Ances Ambrosius Sihombing (33) warga Jalan Batu Kapur, Kelurahan Kuta Gambir; Samuel Sihombing (47) warga Desa Hutarakyat; Jhonson Manalu (33) warga Desa Belang Malum, Kecamatan Sidikalang dan Toni Wijaya Nasution (24) warga Desa Boang Manalu, Salak, Pakpak Bharat.
Kasat Narkoba Polres Dairi AKP Robinson Ginting membenarkan penangkapan itu. Keempat tersangka sudah ditahan di Mapolres Dairi.
Dijelaskan Robinson, pengungkapan kasus itu bermula dari laporan masyarakat. Jumat (19/7) sekira pukul 20.30 WIB, petugas mendapat informasi ada pesta narkoba di rumah Merlep Naibaho. Tepatnya di Jalan Sidikalang-Parongil, Desa Berampu.
Selanjutnya, tim ke lokasi dan menggerebek rumah tersebut. Di sana, petugas mengamankan Ances Ambrosius Sihombing, Samuel Sihombing dan Jhonson Manalu.
“Sedangkan pemilik rumah Merlep Naibaho berhasil kabur,” sebut Ginting.
Selain tersangka, petugas mengamankan barangbukti 1 paket narkotika jenis sabu, alat hisap (bonk) dan mancis.
“Hasil tes urine, ketiga tersangka positif menggunakan narkoba. Pengakuan ketiganya, mereka hanya memakai dan yang membeli Merlep Naibaho. Merlep Naibaho masih kita cari,” jabar Ginting.
Di tempat berbeda, petugas kembali mengamankan Toni Wijaya Nasution. Tersangka diamankan di Jalan Runding, Keluarahan Batangberuh, Sidikalang, Minggu (21/7) sekira pukul 9.30 WIB.
“Dari tersangka kita amankan barangbukti sabu seberat 0,30 gram. Tersangka juga mengaku hanya pemakai,” tuturnya.
AKP Robinson Ginting menegaskan, penyalahgunaan narkotika di Dairi sudah mulai mengkhawatirkan. Data mulai bulan Januari-Juli 2019, ada 15 kasus (penindakan) dengan tersangka 17 orang termasuk satu orang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Dairi bermarga B.
ASN itu diamankan dan ditahan pada bulan Juni 2019. Dari 17 tersangka, 1 orang perempuan.
“Kita harus sama-sama memberantas narkoba. Kami harapkan dukungan masyarakat,” tandasnya.(mag-10/ala)
IST/SUMUT POS
DIRAWAT: Wira Sitepu dirawat di Puskesmas Selesai usai dibantai warga karena ketahuan akan mencuri lembu seorang warga di Pasar IV, Dusun Sencaki, Desa Padang Cermin, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat.
IST/SUMUT POS DIRAWAT: Wira Sitepu dirawat di Puskesmas Selesai usai dibantai warga karena ketahuan akan mencuri lembu seorang warga di Pasar IV, Dusun Sencaki, Desa Padang Cermin, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat.
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Usai dipergoki mencoba curi lembu, Wira Sitepu (28) diamuk massa, Senin (22/7) dini hari. Warga Jalan Aman Damai, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat itu nyaris tewas. Nyawanya diselematkan petugas Kepolisian yang cepat datang ke tempat kejadian perkara (TKP).
PERISTIWA terjadi di Pasar IV, Dusun Sencaki, Desa Padang Cermin, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat. Polisi langsung cepat memboyongnya ke Polsek Selesai.
Kasubbag Humas Polres Binjai, Iptu Siswanto Ginting, membenarkan peristiwa itu. Ia mengatakan, amuk massa dipicu aksi Wira dan rekan-rekannya mencuri lembu peliharaan Buhari (36) warga di lokasi kejadian.
“Sekira pukul 02.00 Wib, korban mengaku sedang menonton televisi. Namun karena korban melihat cahaya senter dari belakang rumahnya, dia curiga ada maling,” ungkapnya.
Kecurigaan Buhari terbukti. Sebab setelah korban membuka pintu belakang rumah, dia justru memergoki kehadiran sekelompok pria tidak dikenal sedang mengeluarkan lembu dari kandang.
“Menyadari hal itu, spontan saja korban berteriak maling, serta berupaya mengejar para pelaku ke arah perladangan warga,” tutur Siswanto.
Sebaliknya, begitu mendengar teriakan korban, warga yang bermukim di sekitar kawasan itu segera berhamburan keluar dari rumah. Mereka langsung mengejar komplotan tersebut.
Nahas bagi Wira, ia kalah cepat dari rekan-rekannya yang lain. Alhasil, dia pun ditangkap dan menjadi bulan-bulanan warga.
“Beruntung bagi pelaku, dia selamat dari maut, setelah anggota Opsnal Unit Reskrim Polsek Selesai, segera datang ke lokasi kejadian dan bergegas mengamankannya,” kata Siswanto.
Setelah diamankan polisi, Wira selanjutnya dibawa menuju Puskemas Selesai untuk menjalani perawatan medis. Sebab, wajah dan sekujur tubuhnya penuh luka setelah dihajar warga.
Wira terpaksa mendapat empat jahitan di kepala akibat luka robek yang cukup parah. Bahkan, Wira terpaksa opname akibat pendarahan dan luka memar pada mata, hidung, bibir, punggung, perut, tangan dan kakinya.
“Sementara ini, pelaku masih menjalani perawatan medis di Puskemas Selesai, sebelum nanti dibawa menuju Mapolsek Selesai, untuk menjalani proses pemeriksaan,” ungkap Siswanto.
Saat ini, Polsek Selesai tengah mendalami dugaan keterlibatan Wira dan rekan-rekannya dalam sindikat pencurian hewan ternak di Kecamatan Selesai.
Khusus dalam kasus tersebut, Polsek Selesai turut mengamankan barang bukti lembu yang nyaris dicuri. Selain itu, petugas juga mengamankan dua helai pakaian milik Wira.
“Terkait kasus ini, Polsek Selesai sendiri mempersangkakan WS melanggar Pasal 363 ayat (1) butir pertama Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, tentang pencurian hewan ternak dengan pemberatan,” sebut Siswanto.
Kata Siswanto, Wira terancam tujuh tahun penjara.(bam/ala)
FACHRIL/SUMUT POS
PERLIHATKAN: Dua dari delapan pengguna dan pengedar narkoba memperlihatkan barang bukti sabu.
FACHRIL/SUMUT POS
PERLIHATKAN: Dua dari delapan pengguna dan pengedar narkoba memperlihatkan barang bukti sabu.
BELAWAN, SMUTPOS.CO – Polsek Medan Labuhan menggerebek permukiman padat penduduk di Lingkungan 19, Kelurahan Mabar Hilir, Medan Deli. Sebanyak 8 pengguna dan pengedar narkotika jenis sabu-sabu diamamkan.
Mereka yang diamankan masing-masing berinisial RS (25), TW (43), AW (30), EP (33), HN (41), AS (57), DP (35) dan OT (18).
Kapolsek Medan Labuhan, AKP Edy Safari membenarkan pihaknya melakukan penangkapan terhadap para pengedar sabu-sabu.
“Iya benar. Saat ini mereka tengah menjalani pemeriksaan lanjut di Mapolsek Medan Labuhan,” ujar AKP Edy Safari via seluler, Senin (22/7).
Dijelaskannya, penangkapan para pengedar narkotika jenis sabu ini berdasarkan informasi dari masyarakat yang menyebutkan di lokasi yang dimaksud kerap terjadi peredaraan narkotika.
“Berbekal informasi tersebut, Kanit Reskrim, Iptu Bonar Pohan bersama personelnya langsung melakukan penyisiran dan berhasil mengamankan delapan pengedar narkotika jenis sabu-sabu dari lokasi terpisah,” jelas mantan Kasat Narkoba Polres Belawan.
Selanjutnya, Edy menerangkan, usai diamankan para tersangka dilakukan test urine. Hasilnya, seluruh urine tersangka positif mengandung methamphetamine.
“Seluruh pelaku dinyatakan positif setelah petugas melakukan test urine,” terang mantan Kasat Narkoba Polres Deliserdang ini.
Selain para tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti satu paket sabu, kaca pirex, timbangaan, mancis, tujuh telepon seluler dan uang tunai sebesar Rp. 2.160.000. Mereka langsung diboyong ke Mapolsek.
“Para tersangka disangkakan melanggar Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2005 tentang penyalahgunaan Narkotika,” tandas mantan Kapolsek Tanjung Morawa ini.(fac/ala)
IST/ SUMUT POS
KOMPAK: Tengku Muhammad Fadly dan Muhammad Daud kompak edarkan sabu.
IST/ SUMUT POS
KOMPAK: Tengku Muhammad Fadly dan Muhammad Daud kompak edarkan sabu.
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Personel Unit Reskrim Polsek Tanjungpura meringkus dua tersangka pemilik narkotika jenis sabu, Minggu (21/7).
Kedua tersangka masing-masing berinisial, Tengku Muhammad Fadly (34) warga Jalan Khairil Anwar, Gang Makmur, Kelurahan Tanjungpura, Kecamatan Tanjungpura dan Muhammad Daud (45) warga Dusun II, Desa Lalang, Kecamatan Tanjungpura, Langkat.
“Ya benar. Kedua pelaku kita amankan dari Gang Berkah, Dusun I, Desa Pekubuan, Kecamatan Tanjungpura, Sabtu (20/7) sekitar pukul 12.30 WIB,” tutur Kapolsek Tanjungpura AKP M Yusuf Surbakti, Minggu (21/7).
Dari lokasi, petugas juga mengamankan barang bukti, satu lembar kertas yang dilipat, 8 plastik klip bening transparan berukuran kecil berisi sabu seberat 1,36 gram dan tiga plastik klip bening kosong.
“Awalnya kita mendapat informasi bahwa lokasi penggerebekan kerap dijadikan tempat transaksi jual beli narkoba. Setelah kita telusuri benar dan kita lakukan penggerebekan,” jelas AKP Yusuf.
Menurut kapolsek, kedua tersangka dipersangkakan melanggar pasal 114 Ayat (1) Subs 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009, tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara selama lima tahun.
“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka kini diamankan di Mapolsek Tanjungpura untuk pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut ,” tegas AKP Yusuf.(yas/ala)
ist
KETERANGAN: Kasatres Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Raphael memberi keterangan.
ist KETERANGAN: Kasatres Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Raphael memberi keterangan.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Satuan Narkoba Polrestabes Medan menggerebek sebuah kampung narkoba di Jalan Garuda Perumnas Mandala, Gang Nuri 18, Kecamatan Medan Denai, Senin (22/7). Dalam penggerebekan itu petugas berhasil mengamankan 4 orang diduga tersangka pengedar narkoba jenis sabu.
Empat tersangka pengedar sabu tersebut adalah Rahmad Reza (41) bersama bong, kaca pirex dan puluhan bungkus plastik kosong yang tersimpan dalam tas kecil warna hijau. Kemudian Jaka Aginta (26) seorang mekanik. Darinya ditemukan 5 paket sabu dan dua plastik bening kosong.
Tersangka lainnya, Emilia Sadria Rambe (17). Darinya ditemukan satu paket sabu yang terbungkus dalam plastik bening dan satu unit Hp samsung yang tersimpan dalam dompet warna hitam.
Terakhir, Irham alias Boleng (29). Darinya ditemukan tiga paket sabu yang terbungkus dalam plastik bening, satu plastik bening kosong dan satu unit Hp.
Kasat Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo SIK mengatakan, penggerebekan itu dilakukan berkat adanya laporan yang mengatakan di sebuah rumah sering dilakukan transaksi dan memakai narkoba begitu juga judi Jekpot.
“Salah satu dari 4 tersangka seorang wanita dan satu tersangka atas nama Rahmad Reza, memang sudah target kita yang sudah kita incar,” kata Raphael.
Dari penangkapan itu, petugas mengamankan dua unit sepeda motor Vario putih BK 4776 AFO dan Spacy hitam BK 5527 YAQ. Pantauan di lokasi saat penangkapan, tampak puluhan warga menyaksikan penggrebekan tersebut.(dvs/ala)