istimewa/sumut pos
Direktur Utama PDAM Tirtanadi, Trisno Sumantri
Istimewa/sumut pos Direktur Utama PDAM Tirtanadi, Trisno Sumantri
MEDAN, SUMUTPOS.CO – PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara mengingatkan seluruh masyarakat untuk waspada dan tidak mempercayai informasi terkait penerimaan pegawai, tenaga kontrakn
maupun buruh harian lepas PDAM Tirtanadi yang akhir-akhir ini beredar di publik. Hal ini menyusul ditemukannya sebuah informasi yang mengatasnamakan PDAM Tirtanadi untuk mengikuti seleksi dengan meminta sejumlah uang agar diterima menjadi pegawai, tenaga kontrak maupun buruh harian lepas di PDAM Tirtanadi.
“Saat ini PDAM Tirtanadi tidak ada melakukan rekrutmen. Untuk itu kami imbau kepada masyarakat untuk berhati-hati terhadap informasi yang mengatasnamakan PDAM Tirtanadi,” tegas Direktur Utama PDAM Tirtanadi, Trisno Sumantri kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (8/7).
Trisno memastikan, informasi penerimaan pegawai, tenaga kontrak maupun buruh harian lepas yang saat ini beredar di masyarakat adalah penipuan. “PDAM Tirtanadi tidak akan bertanggung jawab atas penipuan yang dilakukan orang tak bertanggungjawab yang mengatasnamakan PDAM Tirtanadi,” sebut Trisno lagi.
Untuk itu, dia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih cermat dan waspada serta tidak mudah percaya dengan berita-berita yang tidak jelas kebenarannya. Apalagi bila ada pungutan sejumlah uang dalam proses rekrutmen, maka dapat dipastikan itu adalah Penipuan. Bila nantinya PDAM Tirtanadi melakukan rekrutmen Pegawai akan diumumkan di media cetak maupun di media sosial resmi PDAM Tirtanadi dan PDAM Tirtanadi tidak pernah memungut biaya apapun dalam proses rekrutmen pegawai tersebut. (adz)
MENDUNG:
Awan hitam menyelimuti langit Kota Medan, Jumat (6/7). Berdasarkan data BMKG, dalam sepekan ini Kota Medan bakal diguyur hujan meski memasuki musim kemarau.
MENDUNG:
Awan hitam menyelimuti langit Kota Medan, Jumat (6/7). Berdasarkan data BMKG, dalam sepekan ini Kota Medan bakal diguyur hujan meski memasuki musim kemarau.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Balai Besar Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I-Medan memprediksi, cuaca di Kota Medan akan diwarnai hujan hingga sepekan ke depan atau pekan ini. Meskipun, saat ini sedang memasuki musim kemarau.
Prakirawan BMKG Wilayah I-Medan, Endah Paramita mengungkapkan, hujan yang bakal terjadi masih dalam kategori ringan hingga sedang. Selain itu, juga hujan lokal. “Hujan diperkirakan terjadi pada siang, sore dan malam hari, dengan kecepatan angin 20 km/perjam dan suhu udara 23 derajat celcius,” ujarnya, Senin (8/7).
Menurutnya, hujan ringan dan hujan lokal yang bakal mewarnai ini terjadi lantaran melihat kondisi sinoptiknya daerah pertemuan angin terdapat di Sumut. Angin di perairan Sumatera Bagian Utara umumnya bertiup dari barat daya hingga barat laut. “Diprediksi hujan tidak hanya terjadi di Medan saja, tetapi sejumlah daerah di Sumut,” sebutnya.
Sedangkan dari data yang ada, lanjutnya, sebenarnya saat ini sudah memasuki musim kemarau. Suhu udaranya mencapai 33 derajat celcius dengan kelembaban 65 hingga 95 persen.
Sedangkan Kepala bidang Data dan Informasi BMKG Medan, Syahnan mengatakan, bulan Juni yang lalu diprediksi BMKG Medan sebagai musim peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Hal itu pun tampak dari intensitas hujan yang semakin tinggi sejak akhir bulan Mei hingga Juni yang lalu.
Namun berbeda dengan bulan Juli ini, BMKG Kota Medan memprediksi bahwa bulan Juli akan memasuki musim kemarau.
“Mulai dari akhir bulan Juni kemarin dan bulan Juli ini kita prediksi akan memasuki musim kemarau. Suhu udara maksimal diprediksi akan mencapai 36 derajat celsius. Tapi kalau suhu rata-rata berkisar 34 sampai 36 derajat celsius,” ucap Syahnan kepada Sumut Pos, Senin (8/7).
Namun, kata Syahnan bukan berarti tidak terjadi hujan selama musim kemarau di Kota Medan dan seluruh wilayah lainnya di Sumatera Utara. “Tetapi intensitas hujannya yang jauh menurun. Bisa nanti sampai 10 hari lebih tidak terjadi hujan, kalaupun terjadi kita prediksi sebagai hujan ringan hingga sedang,” ujarnya.
Bila pun terjadi hujan, kata Syahnan, maka potensi hujan itu akan lebih besar terjadi dari siang hingga malam hari. Keadaan ini disebutkan Syahnan, diprediksi BMKG Medan akan terus berlanjut hingga awal September mendatang. “Kita prediksi kondisi ini akan berlangsung hingga awal September,” terangnya.
Untuk itu, kata Syahnan, pihaknya mengimbau agar seluruh masyarakat dapat lebih memperhatikan kondisi di sekitarnya, karena cuaca kemarau bisa saja berpotensi menyebabkan kebakaran atau mengganggu kesehatan.
“Kondisi kemarau itu masih dalam batas normal namun akan lebih baik bila masyarakat lebih waspada dengan kondisi kemarau saat ini,” pungkasnya. (ris/map/ila)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Stok blangko Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Medan kosong. Oleh karenanya, masyarakat yang melakukan pengurusan atau pemohon diberikan resi atau SIM sementara sebagai pengganti.
Kanit SIM Satlantas Polrestabes Medan, AKP Joko Lelono mengaku, kosongnya blangko SIM baru terjadi hari ini (kemarin, red). Penyebabnya, Joko mengaku tidak mengetahui. “Itu (penyebabnya) dari Korlantas (Korps Lalu Lintas) kita enggak ngerti. Kita sudah memasang pengumuman di kantor dan juga media sosial bahwa blangko SIM sedang kosong. Jadi, masyarakat yang mengurus SIM diberikan resi sebagai SIM sementara,” akunya yang dihubungi, Senin (8/7).
Diutarakan Joko, resi yang diberikan berlaku selama dua bulan ke depan. Apabila masa berlaku telah habis, maka bisa diperpanjang lagi jika stok blangko masih juga kosong. “Kalau ketersediaan blangko sudah ada, maka pemohon dihubungi untuk datang ke kantor mengganti resi dengan SIM yang asli,” ujarnya.
Ia menyebutkan, kebutuhan blangko SIM di Satlantas Polrestabes Medan dalam sehari tergantung pemohon. Jika dirata-ratakan kemungkinan sekitar 400 hingga 500 SIM per harinya untuk pengurusan baru dan memperpanjang.
“Mudah-mudahan kosongnya blanko SIM bisa diatasi dalam waktu dekat, agar secepatnya bisa didistribusikan kepada para pemohon. Kami meminta maaf kepada masyarakat karena material blanko SIM telah habis, sehingga sedikit mengganggu kenyamanan para pemohon,” ujarnya. (ris/ila)
fachrils/sumut pos
RETAK: Dinding rumah warga yang mengalami retak diduga akibat getaran dari PLTU Sicanang.
Fachrils/sumut pos RETAK: Dinding rumah warga yang mengalami retak diduga akibat getaran dari PLTU Sicanang.
BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Sejumlah rumah yang rusak akibat aktivitas Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Sicanang Belawan, dikabarkan belum ada realisasi perbaikan dari pihak PT PLN. Namun hal itu dibantah pihak PLN maupun warga setempat.
Berdasarkan keterangan pihak PLN, Pejabat K3 dan UPK Belawan, M Yahya mengatakan, bahwa sudah memberikan bantuan CSR kepada masyarakat setempat yang berdampak getaran.
“Berdasarkan keterangan Pak Kepling 9, warga Sicanang dapat bantuan CSR,” ujar Yahya yang ditemani SPV.SDM & Umum, Buchari, Staf SDM dan Umum, Muchtar, Asman Humas dan Komunikasi PLN UIKSBU, M Abrar Ali, Humas PLN Kitsu, Probo dan beberapa perwakilan dari warga Lingkungan 9 dan 5.
Salah satu bantuan CSR, lanjut Yahya, memberikan bantuan 3 perahu boat untuk Gapokan Bahari yang menerima, melalui ketuanya, Anwar. Bantuan tersebut diserahkan pada tahun 2018.
“Masyarakat mana yang mau demo seperti yang diberitakan di Koran? Itu sudah kami tanyakan langsung ke Anwar,” kata Yahya yang mengaku bertemua Anwar dan warga pada tanggal 7 Juli 2019 kemarin.
Sedangkan soal ganti rugi rumah retak-retak, lanjutnya, pihaknya menyarankan agar menanyakan langsung ke masyarakat. Sebab, PLN sudah melakukan perbaikan sisip rumah warga yang retak.
Sementara itu, perwakilan warga, Subagio alias Asmadi. Ia mengaku tahu persis permasalah itu memang sumbernya dari PT AKI. Unit generatornya menimbulkan suara bising dan getaran. Waktu itu diadakan pertemuan dengan Muspika setempat, PLN dan PT AKI. Pertemuan itu di kantor Camat setempat selama tiga kali. Solusinya, mereka membuat cerobong asap yang dibuang ke air sehingga suaranya berkurang.
”Rumah-rumah retak memang akibat dampak. Tapi di saat terjadinya pertemuan warga dengan pihak PLN dan PT AKI serta Muspika, terjadi kompensasi. Akhirnya keluar dana kompensasi sekitar Rp365 juta. Lalu dalam kompensasi itu warga minta air gratis. Ini terjadi tahun 2016 lalu,” ujar warga Lingkungan 9 ini.
Dana kompensasi itu, lanjutnya, dialihkan ke pemasangan pipa air karena warga butuh air bersih. Dan hal ini merupakan kerja sama PT PLN bersama PT AKI dan PDAM. Sedangkan dana kompensasi yang disalurkan untuk pemasangan air sebesar Rp300 juta, selebihnya Rp65 juta dibagi-bagikan ke masyarakat yang terdampak. “Dana Rp65 juta tak mungkin dibagi per orang. Jadi diambil inisiatif buat tenda, mesin genset, dan kursi di dua lingkungan, yakni lingkungan 9 dan 5. Masing-masing lingkungan satu. Jumlah kursi ada 100-150 kursi per lingkungan di dua lingkungan,” paparnya.
Sehingga, lanjutnya, atas kompensasi itu, masalah sudah clear. Kemudian, PLN melakukan perbaikan rumah warga yang retak-retak dengan menyisip dinding yang retak didempul dikoordinir kelurahan, termasuk kediamannya. “Kalau menurut kami, masalah ini sudah selesai. Masyarakat juga sudah menikmati air bersih atas kompensasi dari PLN,” tegasnya.
Jika memang ada masyarakat yang protes meminta kompensasi, lanjutnya, seharusnya duduk bersama kembali untuk membahas persoalan itu kepada warga yang berdampak. “Jangan mengatasnamakan warga, lalu ada LSM menggertak mau demo. Warga yang mana ini yang mau demo? Kita semua sudah sepakat karena sudah menerima kompensasi di tahun 2016,” paparnya.
Meskinya, lanjutnya dia, jika ada tuntutan warga kembali, semua warga harus duduk bersama untuk membicarakan dan sosialisasi kembali. “Harusnya, jika tak mau kompensasi waktu itu, ya tolak. Jangan sudah diterima kompensasi, dinikmati warga, tiba-tiba diungkit kembali,” pungkasnya.
DLH Segera Kirim Tim Pengawas
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, Armansyah Lubis mengaku, pihaknya belum mengetahui hal itu. “Saya belum tahu itu, itukan persoalannya di masa Kadis yang lama, saya sendiri baru 3 bulan dilantik menjadi kepala dinas lingkungan hidup (kota Medan),” ucap Armansyah kepada Sumut Pos, Senin (8/7).
Namun begitu, kata Armansyah, dirinya akan segera mempelajari persoalan untuk bisa memberikan tindaklanjut kepada pihak-pihak yang harus bertanggungjawab. “Tapi akan segera saya pelajari persoalan ini. Apa hasil rekomendasi dari tim pengawas DLH kota Medan dan kenapa begitu. Lalu kenapa belum ada realisasi perbaikan rumah yang rusak itu,” tegasnya.
Untuk itu, kata Armansyah, dirinya akan segera memanggil tim pengawasnya untuk bisa melakukan peninjauan kembali ke lokasi yang dimaksud. “Nanti kita akan lihat apakah benar rekomendasi dari DLH untuk memperbaiki rumah-rumah itu sudah mereka indahkan atau belum. Kalau ternyata memang tidak ada perbaikan, nanti kita akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menindaklanjuti hal ini,” ujar Armansyah. (map/ila)
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sumut, Arsyad Lubis.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sumut, Arsyad Lubis.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Arsyad Lubis tengah dalam sorotan tajam. Ini sekaitan kinerjanya yang melempem selama diamanahkan sebagai pejabat utama di Disdik Sumut. Arsyad dinilai tak becus karena tidak mampu meningkatkan mutu pendidikan di Sumut, dan bahkan menjadikan pendidikan Sumut saat ini menjadi tidak bermartabat.
Demikian disampaikan Direktur Advokasi Lembaga Kajian Pendidikan Sumatera Utara (LKPSU), Muhammad Akbar kepada wartawan, Senin (8/7). Dalam catatan LKPSU, kata dia, tercatat ada beberapa kesalahan fatal yang dilakukan Arsyad selama menjabat sebagai kepala Dinas Pendidikan Sumut.
Mulai dari dibawa-bawanya perangkat institusi Dinas Pendidikan Sumut ke politik praktis saat Pemilihan Gubernur Sumut 2018n
kasus pungutan liar (pungli) di Langkat dan terakhir soal amburadulnya pelaksanaan Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online.
Menurut Akbar, tiga kesalahan fatal tersebut terkesan dibiarkan saja oleh gubernur dan wakil gubernur. Hal ini membuat pendidikan di Sumut menjadi tidak bermartabat. “Kita patut menduga, kalau pak gubernur memback-up Arsyad agar tetap menjadi Kadis Pendidikan Sumut,” katanya.
Jika Gubernur Edy Rahmayadi menutup mata terkait kondisi pendidikan di Sumut, sambungnya, maka hal ini akan menjadi preseden buruk bagi wajah pendidikan di wilayah ini. “Atas dasar ini kami mendesak agar Gubsu mencopot Arsyad Lubis sebagai Kadisdik Sumut,” katanya.
Lebih lanjut ia menilai, akan sulit ke depan bagi Gubernur Edy Rahmayadi jika tidak melakukan evaluasi birokrasi di tubuh Dinas Pendidikan Sumut. Menurutnya, bagaimana sistem pendidikan di Sumut bisa maju jika dikelola dengan cara-cara yang tidak profesional dan kental penyalahgunaan kekuasaan.
“Kondisi pendidikan di Sumut sudah melebihi ambang batas kewajaran, dan bisa dikatakan dalam pengelolaannya sudah tidak wajar. Jika ini terus dibiarkan dan tidak ada evaluasi dari gubernur, bagaimana kita mau bicara tentang Sumut 20-30 tahun ke depan, sementara kita tahu bahwa pendidikan menjadi kunci cikal bakal bekal sumber daya manusia yang berkualitas,” pungkasnya. (prn/ila)
markus/sumut pos
RUSAK: Jalan Pintu Air IV di Kwala Bekala, Medan Johor, tampak rusak.
Markus/sumut pos RUSAK: Jalan Pintu Air IV di Kwala Bekala, Medan Johor, tampak rusak.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jalan Pintu Air IV yang berada di Kelurahan Kwala Bekala, Medan Johor, merupakan akses utama menuju kebun binatang Kota Medan, kondisi jalannya sempit dan rusak parah.
Ditanyai mengenai hal itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) kota Medan, Isa Anshari kepada Sumut Pos menjelaskan, proses perbaikan jalan di Jalan Pintu Air IV tersebut sedang memasuki tahapan proses lelang pengerjaan.
“Untuk perbaikan jalan di Pintu Air IV sudah masuk paket di tahun ini. Sekarang sedang dalam proses lelang pengerjaannya. Selesai proses lelang jalan tersebut segera kita perbaiki,” ucap Isa Anshari kepada Sumut Pos, Senin (8/7).
Sedangkan lamanya waktu pengerjaannya, Isa menyebutkan, pihaknya akan mengejar waktu pengerjaannya di bulan Agustus mendatang. “Ini sedang kita kejar proses lelangnya, supaya bulan depan (Agustus) bisa langsung dikerjakan. Untuk panjang jalan rusak yang mau kita perbaiki sekitar lebih kurang 1 kilometer,” katanya.
Untuk jalan sempit itu, lanjut Isa, belum dilakukan pelebaran jalan. Untuk tahun ini pihaknya hanya akan melakukan perbaikan jalan di kawasan tersebut, bukan pelebaran jalan seperti yang juga dikeluhkan oleh para pengunjung.
“Yang kami kerjakan tahun ini ya perbaikan jalannya yang rusak, bukan untuk pelebaran jalannya yang sempit. Untuk pelebaran jalan itu kan bukan ranahnya Dinas PU karena kan harus ada proses ganti rugi terhadap tanah masyarakat sekitar yang lahannya akan diaspal untuk pelebaran jalan,” pungkasnya.
Menanggapi hal itu, Ketua komisi IV DPRD Medan, Abdul Rani mengatakan, bahwa benar saat ini proses perbaikan jalan Pintu Air IV kota Medan sedang dalam proses lelang di Dinas PU Kota Medan. “Kalau mereka bilang jalannya (Pintu Air IV) sedang dalam proses lelang, saya benarkan itu karena baru-baru ini memang sudah kami bawa dalam rapat. Proses lelangnya sedang berjalan dan tinggal menunggu pemenang lelang,” ucap Abdul Rani kepada Sumut Pos, Senin (8/7).
Namun, kata Abdul, bila hingga Agustus mendatang pihak Dinas PU tidak kunjung melakukan perbaikan seperti yang dijanjikan, maka pihaknya akan kembali memanggil dan mendesak Pemko Medan untuk segera melakukan pengerjaan terhadap jalan tersebut.
Terkait jalan sempit, Abdul Rani menjelaskan, memang pelebaran jalan tersebut belum masuk dalam anggaran di tahun ini. “Itu belum ada rencana di tahun ini dan itu urusannya ke Dinas Perkim (PKPPR) bukan Dinas PU. Akan coba kita usulkan juga nanti pelebaran jalan itu di tahun depan. Kita fokus saja dulu untuk perbaikan jalannya di tahun ini. Kita lihat keseriusan Dinas PU untuk mengerjakannya di bulan depan,” pungkasnya. (map/ila)
istimewa/sumut pos
BERSAMA:
Ketua DPD PWRI Sumut, Masdar Limbong, foto bersama peserta pelatihan jurnalistik di Stadion Café, Sabtu (6/7).
Istimewa/sumut pos BERSAMA: Ketua DPD PWRI Sumut, Masdar Limbong, foto bersama peserta pelatihan jurnalistik di Stadion Café, Sabtu (6/7).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jurnalis senior dari televisi nasional berbagi ilmu dengan para peserta pelatihan jurnalistik televisi dasar yang digelar medankutv, di Stadion Café, Jalan Jati II Medan, Sabtu (6/7). Kegiatan yang menjadi program kerja redaksi medankutv ini mengangkat tema; “Pelatihan Jurnalistik Televisi Dasar Berpenghasilan dari You Tube”.
Pelatihan jurnalistik yang diikuti 30 peserta dari 20 kabupaten/kota se-Sumatera Utara ini, dibuka oleh Ketua DPD Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Sumut Masdar Limbong dan dihadiri Wakil Ketua DPD PWRI Sumut Anshari Siregar, serta Sekretaris DPD PWRI Sumatera Utara Asrul Siregar.
Dalam sambutannya, Masdar Limbong mengatakan, seorang wartawan itu harus betul-betul bisa menjaga kode etik jurnalistik, karena tugas seorang jurnalis adalah memberikan informasi kepada masyarakat luas dengen berpihak kepada kebenaran. Masdar Limbong yang juga Ketua STAI Al Hikmah Medan ini berharap, para peserta dapat mengikuti pelatihan dengan baik dan dapat menerapkannya di lapangan.
Ketua panitia pelaksanaan pelatihan jurnalistik televisi dasar, Wilman Sialagan mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu program kerja dari redaksi medanku tv, yang direncanakan akan terus di lakukan untuk menambah pengetahuan serta pengalamana yang di dapat dalam tugas peliputan berita.
Wilman Sialagan juga mengucapkan terima kasih kepada peserta yang telah hadir dari berbagai daerah. “Semoga pelatihan ini nantinya dapat bermanfaat bagi rekan-rekan di daerah, serta kedepannya redaksi medankutv, akan terus berkoordinasi dengan peserta agar terus melakukan tugas jurnalistik yang sebenar-benarnya,” pungkasnya.
Pelatihan jurnalistik televisi dasar berpenghasilan dari Yuo Tube ini dipandu oleh narasumber yang profesional di bidangnya yang berasal dari televisi nasional, seperti Agus Supratman yang memberikan materi tentang bagaimana seorang jurnalis bisa mendapatkan penghasilan dari You Tube.
Kemudian Ferari, memberikan materi tentang teknik-teknik pengambilan gambar. Serta Zulfahmi yang memberikan materi tentang peliputan di zona merah. Selesai pelatihan, dilanjutkan dengan pembagian sertifikat dan berfoto bersama narasumber. (adz/ila)
Surya/sumut pos
DIABADIKAN: Ketua SYF, M. Hariansyah diabadikan bersama Bupati Sergai Soekirman saat melakukan audiensi di Kantor Bupati.
Surya/sumut pos DIABADIKAN: Ketua SYF, M. Hariansyah diabadikan bersama Bupati Sergai Soekirman saat melakukan audiensi di Kantor Bupati.
Sergai Youth Forum (SYF) menggelar audiensi dengan Bupati Serdang Bedagai, Soekirman, dalam rangka membahas peran pemuda dalam memajukan bangsa di Kantor Bupati Serdang Bedagai.
Audiensi ini diterima langsung oleh Bupati Serdangbedagai, Soekirman didampingi staf ahli daerah, Santun Banjarnahor, serta perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).
Menurut Ketua SYF, M. Hariansyah, hal-hal yang dibahas dalam audiensi tersebut mengenai masalah-masalah yang berkutat pada generasi muda, antara lain maraknya penyalahgunaan narkotika dan dunia pendidikan.
“Atas dasar keresahan kita dalam melihat pemuda hari ini yang terjebak hal-hal negatif, saya bersama teman-teman mendirikan Sergai Youth Forum guna menyalurkan energi positif ke generasi muda,” kata Hariansyah, Senin (8/7).
Lebih jauh Hariansyah menjelaskan, bahwa penataan desa juga menjadi salah fokus mereka karena banyak pemuda desa yang sudah terjerumus ke hal-hal negatif.
“Melihat dana desa yang mengucur deras seharusnya desa sudah mampu berkembang dan maju. Namun lagi-lagi kita ketahui persoalan SDM sangat berperan dalam mengelola dana desa untuk digunakan dan dimanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu SYF menawarkan dan memaparkan salah satu program kepada Bupati Sergai bertajuk “Rembuk Pemuda Desa (RPD)”.
“RPD ini adalah bentuk pelatihan yang ditujukan kepada para pemuda desa agar mereka mampu memajukan desanya dan memiliki kepekaan untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi oleh desa mereka. Sehingga nantinya pemuda yang telah dibekali melaui pelatihan dapat menjadi inisiator perubahan di desanya masing-masing dan menciptakan produk unggulan desa yang dikelola melalui Bumdes,” jelasnya.
Tawaran inipun disambut baik oleh Soekirman. “Saat ini kita memang kekurangan pemuda-pemuda yang memiliki kemauan dan kepedulian terhadap daerahnya. Hal-hal semacam ini harusnya terus diberdayakan dan digencarkan sehingga jika semakin banyak pemuda yang bergerak maka semakin cepatlah majunya daerah tersebut,” kata Soekirman.
Selain menawarkan program RPD, SYF juga memberitahukan program-program kerja mereka ke depan seperti Sergai Mengabdi, Pantai Timur Camping Festival, Jambore Osis, Bank Sampah dan Festival Desa.
Mendengar hal itu, Bupati Serdang Bedagai langsung memberikan wadah untuk melaksanakan program kerja yang disusun oleh SYF, salah satunya adalah bergabung dalam Kemah Pemuda Sergai. (sur)
ist
Diulosi: Plt Bupati Asahan, H Surya BSc dan Setdakab diulosi saat hadiri Perayaan 40 Tahun HKBP Gambir Baru Resort Kisaran, Minggu (7/7).
ist Diulosi: Plt Bupati Asahan, H Surya BSc dan Setdakab diulosi saat hadiri Perayaan 40 Tahun HKBP Gambir Baru Resort Kisaran, Minggu (7/7).
KISARAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan hadiri Perayaan Peserta Parolopolopon 40 Tahun Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Gambir Baru Resort Kisaran, Minggu (7/7).
Dalam sambutannya Ketua Panitia penyelenggara Hasoloan Sianipar mengucapkan terima kasih atas kehadiran rombongan Pejabat Asahan itu dan menyatakan mendukung program Pemkab Asahan mewujudkan Visi Misi Kabupaten Asahan Religius, Sehat, Cerdas, dan Mandiri.
Sementara Plt Bupati Asahan, H Surya BSc mengatakan agar kita selalu bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan karunia-Nya dan selalu memberikan kesehatan, dan menjaga rasa persatuan dan kesatuan antar umat beragama di Kabupaten Asahan
“Sebagai Insan yang beriman, marilah kita senantiasa memanjatkan Puji dan Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang tiada hentinya melimpahkan Karunia-Nya sehingga kita dapat bertatap muka pada kegiatan ini dalam keadaan sehat selalu serta menjaga persatuan dan kesatuan antar umat beragama di Kabupaten Asahan,” ujar H. Surya B,Sc
Diakhir acara, Presiden HKBP Darwin Tampubolon memberikan ulos kepada Plt Bupati Asahan H. Surya BSc dan Sekdakab Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar S.Sos, MSi menandakan bahwasahnya jamaah HKBP akan mendukung Plt Bupati Asahan dalam menjalankan program-program kerja di Kabupaten Asahan. (omi)
ist
TERBAKAR: Villa Mess Wisata Purba Mergana di Bukit Puncak Gundaling Berastagi dilahap si jago merah, Senin (8/7) sekira pukul 09.00 WIB.
ist TERBAKAR: Villa Mess Wisata Purba Mergana di Bukit Puncak Gundaling Berastagi dilahap si jago merah, Senin (8/7) sekira pukul 09.00 WIB.
KARO, SUMUTPOS.CO – Villa Mess Wisata Purba Mergana di Bukit Puncak Gundaling Berastagi dilahap si jago merah, Senin (8/7) sekira pukul 09.00 WIB. Villa tersebut diketahui milik Perwira Purba (48) warga Desa Rumah Berastagi Kecamatan Berastagi.
Info yang dihimpun, kebakaran ini terjadi dalam hitungan menit. Warga Berastagi heboh melihat kepulan asap membumbung tinggi dari arah Bukit Gundaling. Tak lama berselang, api mulai berkobar.
Oleh warga, peristiwa itu pun diteruskan ke Polsek Berastagi. Menerima laporan tersebut, Kapolsekta Berastagi AKP Pawang Ternalem Sembiring dan anggotanya pun meluncur ke lokasi sembari menghubungi pihak Damkar milik Pemkab Karo.
Saksi mata Jupentus Peranginangin (20) yang bekerja sebagai tukang parkir di sekitar lokasi mengaku, api tiba-tiba saja membesar di bagian atap villa. Warga sekitar sempat ingin berbondong-bondong memadamkan api. Namun usaha mereka sia-sia karena villa berada di perbukitan yang sulit dijangkau. Alhasil, warga hanya bisa menonton dari kejauhan.
Sekira pukul 09.30 WIB, 4 unit truk damkar tiba di lokasi melakukan pemadaman dibantu polisi. Setengah jam berselang, api berhasil dijinakkan. Menurut keterangan polisi, api diduga berasal dari arus pendek (korsleting). Saat kejadian villa tengah kosong. Meski tak ada korban jiwa dan luka, namun peristiwa ini menimbulkan kerugian material mencapai 200 juta rupiah. Saat ini polisi telah memasang garis polisi dan mengamankan 3 potong broti dan 1 lembar seng sebagai barang bukti. (deo)