32 C
Medan
Wednesday, April 15, 2026
Home Blog Page 5210

Menjaga Suplay Listrik agar Lancar, PLN UP3 Medan Lakukan Pemeliharaan Jaringan Listrik

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PERBAIKI JARINGAN: Petugas teknisi PLN memperbaiki listrik di Medan, beberapa waktu lalu. di Jalan Karya Wisata Medan, Senin (30/1) Pemadaman masih terjadi di sebagian wilayah Kota Medan, akibat adanya perbaikan instalasi listrik.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PERBAIKI JARINGAN: Petugas teknisi PLN memperbaiki listrik di Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Medan kembali melakukan pemeliharaan jaringan listrik mulai hari ini, Sabtu (6/7) hingga Kamis (11/7). Adapun jenis pekerjaan dari pemeliharaan listrik tersebut, mulai dari rabas-rabas pohon hingga penggantian komponen listrik yang dibutuhkan. Sebab, jika ranting pohon menyentuh kabel listrik, akan menyebabkan aliran listrik terganggu bahkan bisa menyebabkan pemadaman beberapa saat.

Sedangkan saat melakukan pemeliharaan listrik, PLN terpaksa memadamkan listrik di wilayah yang tengah dilakukan pemadaman. Seperti pemeliharaan yang dilakukan hari ini, pemadaman terjadi di Jl. Palang Merak , Jl. Kol Sugiono, Jl. Mangkubumi. Jl. Mesjid, Jl. Cakrawati, Jl. Pemuda, Jl. Suprapto, Jl. Multatuli, Gg. Saijah, Jl. Imam Bonjol Rumdin Wakapoldasu, Jl. Kesawan, Jl. Perniagaan, Kantor Analisa, Bank Mandiri, Jl. Kumango..

Kemudian di wilayah Jl. Thamrin, Jl. Sumatera, Jl. Wahidin, Jl. Merbabu, Jl. Kalianda, Jl. Asia, Jl. Yosrizal, Jl. Gandi, Jl. Tembaga, Jl. Ampas, Jl. Berlian, Jl. STM, Jl. Sakti Lubis Sebagian, Jl. Teladan Barat sebagian, Jl. HM Joni Sebagian, Jl. PON.

Pemeliharaan selanjutnya pada Selasa (9/7) dengan wilayah padam di Jl.Tritura, ASRAMA WIDURI,Jl.SM.Raja, Jl. Bajak II s.d Jl. Bajak VIII, Jl. Garu VI s.d Garu VIII RS. MITRA MEDIKA, Jl. Swadaya, Jl. Bromo, Jl. Perjuangan Toba III, Jl.Sepakat, Jl. Iklas, Jl.AR.Hakim, Perum UBUD, Ktr Koramil Medan Area selatan, Univ Terbuka.

Selanjut, pemeliharaan pada Rabu (10/7), dengan lokasi padam di Jl.Karya 2, Jl. Karya Setuju, Jl. T Amir Hamzah, Jl. Gereja, Jl. Meranti, Jl. Sekip, Jl. H. Adam Malik, Jl. Gatot Subroto sebagian, Jl. Guru Patimpus sebagian, Jl. Pabrik Tenun sebagian, Jl. Surau, Jl. Razak, Jl. Merbau Baru, Jl. Kota Baru III Petisah, Jl. Waringin, Jl. Rambung, Jl. Kenari, Jl. Sikambing, Jl. Kelapa, Jl. Manggis. Pada Kamis (11/7), dengan wilayah padam Jl. Namorambe Gg. Becek. Jl.Karya Wisata Ujung. (ila)

Bingung Soal Temuan Selisih Utang, Mata Anggarannya Tidak Disebutkan, Kadishub Humbahas Surati BPK RI Sumut

ilustrasi
ilustrasi

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Dinas Perhubungan Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) menyurati Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumut, terkait adanya temuan mata anggaran tahun 2018 yang tidak sinkron.

Kadishub Humbahas Jaulim Manullang mencontohkan, adanya temuan belanja modal ke pembayaran utang pihak ketiga.

“Ho dang bingung haroa (kaulah, apa tidak bingung-red), utang ke pihak ke 3 Rp461 juta, temuan Rp449 juta, itu kan nggak matching,”ungkap Jaulim kepada Sumut Pos lewat pesan singkat yang dilayangkan, Jumat (5/7).

Jaulim mengatakan, seharusnya BPK menyebut nama mata anggaran temuan tersebut. Apakah karena kelebihan anggaran belanja modal, atau karena adanya pembayaran pihak ketiga.

“Temuan BPK tidak menyebut nama anggarannya, hanya menyebut lebih anggaran belanja modal sebesar Rp449 juta, itu yang membuat kami bingung. Jadi sudah kami jawab ke BPK, namun belum ada jawaban,” ujar Jaulim.

Kemudian, lanjut Jaulim, untuk pembayaran pihak ketiga sudah dibayarkan. “Utang pihak ketiga itu sebesar Rp461 juta, dan sudah dibayarkan,” katanya.

Disinggung apakah ada mata anggaran siluman di Dinas Perhubungan, Jaulim mengakui tidak ada. “Tidak ada,” ujarnya.

Hanya saja, Jaulim mengaku membuat surat ke BPK karena permasalahaan jumlah angkanya tidak sesuai. “Angkanya yang buat bingung, tidak match,” katanya.

Jaulim juga mengakui, permasalahaan angka tersebut tersebut sudah disampaikan kepada Komisi B DPRD Humbahas dalam Rapat Dengar Pendapat. “ Saat kita tanya ke pihak Dishub tentang perbedaan temuan BPK itu, mereka tidak bisa jawab dan malah kebingungan,”kata Ketua Komisi B Moratua Gajah kepada wartawan di kantornya.

Menurut Moratua, ada tiga mata anggaran yang jumlahnya besar, namun berbeda-beda. Tapi temuan BPK hanya satu. “Ada angka menurut temuan BPK senilai Rp 449.684.551,00, menurut laporan realisasi anggaran (LRA) oleh Dishub senilai Rp461 juta, sementara yang mereka bayarkan kepada pihak ketiga Rp 338 juta,” ungkap Moratua.

Terpisah, Kepala BPKPAD Jhon Harry Marbun dikonfirmasi terkait hal itu, melalui Kepala Bidang Anggaran, Maradu Naiputupulu, tidak dapat menjawab. “; Saya lagi sakit lae, flu. Semua keluargaku juga ikut lae karena cuaca ini,” ujar Maradu lewat telepon. (mag-12)

Disdik Madina Gelar Kegiatan Lomba Pengawas SD dan SMP Berprestasi

ismed/sumut pos SAMBUTAN:Kadis Pendidikan Madina, Jamila Harahap, SH memberi sambutan pada Lomba Pengawas SD dan SMP Berprestasi tahun 2019.
ismed/sumut pos SAMBUTAN:Kadis Pendidikan Madina, Jamila Harahap, SH memberi sambutan pada Lomba Pengawas SD dan SMP Berprestasi tahun 2019.

MADINA, SUMUTPOS.CO – Guna meningkatkan semangat, kualitas dan mutu pendidikan, Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menggelar kegiatan Lomba Pengawas SD dan SMP berprestasi se-Madina.

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh pengawas sekolah tersebut dibuka oleh Kadis Pendidikan, Madina Jamila Harahap, SH di Jalan Bakti ABRI Ujung Panyabungan, Kamis (15/7).

Kadis Pendidikan Madina, Jamila Harahap, SH menyampaikan, bahwa pendidikan sangat dibutuhkan untuk masa depan anak-anak kedepanya. Karena dengan pendidikan, menentukan masa depan dan majunya salah satu daerah. “Oleh karena itulah kita harus dituntut untuk lebih giat lagi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Madina. Dengan kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan semangat dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Madina,” sebut Jamila Harahap SH.

Bagi pengawas terbaik yang menjadi juara dalam kegiatan ini akan menjadi utusan Kabupaten Madina, untuk tampil ditingkat Provinsi. ”Oleh karena itu, diharapkan untuk kebersediaannya dan mempersiapkan diri. Dengan doa, semoga kita sampai ketingkat nasional nantinya,” ujar kepala Dinas pendidikan.

Dalam kesempatan itu, Panitia kegiatan Ira Shanty Dalimunthe, SSos melaporkan maksud dan tujuan kegiatan yang berlangsung adalah untuk memberi penghargaan kepada pengawas sekolah berprestasi pada tingkat kabupaten, meningkatkan kreatifitas, prestasi dan dedikasi pengawas dalam melakukan pengawasan untuk mewujudkan pendidikan yang berkemajuan.

Lanjut disampaikan, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kebanggaan, komitmen dan pembangunan karir pengawas sekolah sesuai dengan tugas fungsi pokoknya. Serta untuk meningkatkan peta kompetensi pengawas dan mutu pengawas sekolah.

Peserta kegiatan untuk pengawas SD, sebanyak 17 peserta utusan wilayah dan peserta untuk pengawas tingkat SMP sebanyak 10 peserta,” ujar Ira Shanty Dalimunthe S.Sos. (mag-7/han)

Kasus Pembangunan TRB & TSS di Madina, Mahasiswa Desak Kejatisu Tetapkan Tersangka

ilustrasi
ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ratusan mahasiswa dari Dewan Pengurus Pusat Ikatan Mahasiswa Tapanuli Bagian Selatan (DPP IMA-Tabagsel) berunjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Jalan AH Nasution Medan, Kamis (4/7).

Dalam unjuk rasa ini, sekitar 300 lebih mahasiswa turun untuk menuntut agar Kejatisu menetapkan tersangka kasus Pembangunan Taman Raja Batu (TRB) dan Tapian Siri-siri Syariah (TSS) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Pembangunan TRB dan TSS ini diduga merugikan uang negara senilai Rp20 miliar.

Koordinator aksi, Wildan Lubis meminta agar pihak Kejatisu untuk hadir bersama dan menjabarkan seperti apa kasus yang telah berjalan setahun ini.

“Sampai sekarang tersangka dugaan kasus korupsi pembangunan TRB dan TSS di Kabupaten Madina belum juga ditetapkan. Selain itu, kepada Kejatisu agar segera memanggil Bupati Madina karena diduga kuat sebagai aktor intelektual pembangunan TRB dan TSS,” ujarnya.

Tak hanya itu, sambung dia, Kejatisu diminta untuk serius terhadap penetapan tersangka pembangunan TRB dan TSS di Madina.

“Katanya habis Pemilu 2019 akan ditetapkan tersangkanya. Namun, sampai tahapan Pemilu selesai masalah ini belum juga selesai,” ucapnya.

Menurut dia, jika Kejatisu tidak mampu menangani kasus ini supaya memberikan andil kepada KPK RI. Sebab, permasalahan ini semakin terus akan menjadi polemik antara mahasiswa dan Kejatisu.

Sekitar satu jam lebih berorasi yang juga ditandai dengan kumandang adzan serta membawa replika keranda, aksi ratusan mahasiswa ini diterima oleh pihak Kejatisu. Aksi mahasiswa diterima Asisten Intelijen Kejatisu, Leo Simanjuntak.

Leo mengaku, akan diumumkan penetapan tersangka dalam kasus ini pada hari Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa.

“Kejaksaan sampai hari ini masih sanggup menangani perkara ini, dan perkara ini telah kami tembuskan pada KPK RI. KPK pun punya kewenangan untuk mensupervisi kejaksaan tinggi bila ada keterlambatan yang disengaja dalam kasus ini,” ujarnya.

Sementara, Leo yang diwawancarai berterimakasih kepada mahasiswa dengan adanya aksi unjuk rasa ini. Kata dia, aksi mahasiswa merupakan bentuk dukungan terhadap kejaksaan tinggi untuk menuntaskan perkara ini.

“Mudah-mudahan secepatnya kasus kerugian negara ini tuntas, dan kami segera mengumumkan siapa tersangka dalam kasus tersebut. Saksi-saksi sudah cukup banyak dan banyak ahli juga nantinya yang akan menentukan siapa tersangka dalam kasus ini,” akunya.

Disinggung berapa kerugian negara dalam kasus ini, Leo tak menjelaskan secara pasti dan beralasan sedang pemeriksaan. Begitu juga dengan nama-nama tersangka.

“Kalau saksi penyidik yang tahu ya, karena saya selaku Asintel. Begitu juga dengan nama tersangka sedang dilakukan pemeriksaan,” tukasnya. (azw)

Masyarakat Tebingtinggi Berdesakan Cairkan PKH

sopian/sumut pos BERDESAKAN: Ratusan masyarakat penerima program PKH berdesakan saat untuk mencairkan bantuan PKH di Bank Mandiri, Jumat (5/7).
Sopian/sumut pos
BERDESAKAN: Ratusan masyarakat penerima program PKH berdesakan saat untuk mencairkan bantuan PKH di Bank Mandiri, Jumat (5/7).

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Ratusan masyarakat dari Kecamatan Tebingtinggi dan Kecamatan Tebingsyahbandar, Kabupaten Serdangbedagai, memadati Bank Mandiri, Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi. Kedatangan mereka untuk mencairkan dana Program Keluarga Bencana (PKH), Jumat (5/7).

Salah seorang penerima PKH, Sumiyem (57) warga Desa Kuta Baru, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Serdangbedagai mengaku sudah menerima dana bantuan PKH selama 2 tahun.

Dikatakannya, pencairan bantuan PKH dilakukan per 3 bulan sekali. Dalam setahun, penerima PKH menerima 4 kali dan setiap pencairan sebesar Rp500 ribu.

Sumiyem tak lupa berterimakasih kepada pemerintah melalui Kementerian Sosial.

“Kalau cuma dari gaji buruh tani, tidaklah cukup untuk hidup,”kata Sumiyem.

Sementara Humas Bank Mandiri Kota Tebingtinggi, Hafiz menjelaskan, ramainya masyarakat penerima PKH untuk mencairkan dana PKH karena antusias saat mendengar dana PKH sudah bisa dicairkan.

“Kami dari manajemen Bank Mandiri berharap agar semuanya berjalan lancar, jangan saling dorong dan di mohonkan kepada penerima PKH, agar tidak membawa anak kecil,”bilangnya. (ian/han)

Alwashliyah Medan Satukan Visi dengan NU Bangun Keumatan

istimewa DIABADIKAN: Ketua PD Al Washliyah Medan Drs H A’zam Nasution didampingi pengurus bersama para pengusus PC NU Medan.
istimewa
DIABADIKAN: Ketua PD Al Washliyah Medan Drs H A’zam Nasution didampingi pengurus bersama para pengusus PC NU Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengurus Daerah (PD) Al Jamiyatul Washliyah Medan siap menyatukan pandangan dengan pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Medan dalam membangun keumatan di kota Medan. Hal itu menjadi visi bersama saat silaturahmi pengurus Al Washliyah Medan ke kantor PC NU Medan, di Jalan Palang Merah, Jumat (5/7).

Ketua PD Al Washliyah Medan Drs H A’zam Nasution mengatakan, silaturahim ini sengaja digelar ke ormas-ormas Islam yang ada di kota Medan dengan tujuan menyatukan visi dan misi untuk membangun penguatan umat di berbagai bidang.

Turut hadir Ketua Majelis Pendidikan Dedi Suhairi dan Sekretaris Majelis Dakwah, H Mu’as Tanjung.

“Alhamdulillah kita dapat berkumpul dengan saudara-saudara kita pengurus PCNU Medan. Sebelumnya kami sudah mengunjungi FPI dan Muhammadiyah. Jadi kehadiran kami di sini dengan maksud silaturahim bagaimana menyatukan pendapat sehingga keumatan ini dapat terbangun kembali. Kontestasi politik setahun belakangan ini membuat banyak umat berjalan sendiri-sendiri. Kami berharap pertemuan ini jadi ajang kita lebih baik,” kata A’zam.

“Kepentingan umat lebih besar buat kita dari pada kepentingan lainnya. Selain itu silaturahim ini kita gelar agar alih generasi. Sudah saatnya kita berbicara lagi di masjid-masjid sebagai tonggak mempersatukan umat. Mungkin selama ini ada yang terlupaka,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Medan Burhanuddin SE mengatakan, pada dasarnya tak ada perbedaan antara Nahdlatul Ulama dan Al Washliyah. “Kita sama-sama berpaham Ahlul Sunna wal Jamaah. Lewat silaturahim ini kita harapkan bisa saling bertukar komunikasi. Ada program keumatan yang bisa kita satukan kenapa tidak karena visi misi kita tidak jauh berbeda. Apalagi jelang kontestasi politik di Medan. Kita harapkan kota Medan ini bisa lebih maju dan tidak stagnan seperti sekarang. Saling bertukar pandangan tentang pembangunan jamaah di Medan,” kata Burhanuddin.

Burhanuddin mengatakan PCNU Medan sendiri baru dilantik pada 9 April 2019. PCNU Medan kini sudah mengembangkan lagi sayapnya di kota ini setelah sempat tenggelam 10 tahun.

“Sekarang kami sudah ada 21 kecamatan, 8 majelis wakil cabang sampai ke tingkat ranting. Banyak program yang kami bangun. Kami harus belajar banyak ke Al Washliyah dan Muhammadiyah mengelola bisnis pendidikan. Insya Allah ke depannya kami bisa mengikuti jejak di bidang itu dan bidang lainnya,” tambahnya.

PD Al Washliyah Kota Medan juga bersilaturrahmi ke PD Muhammadiyah Kota Medan pada tanggal 2 Juli 2019 di kantor PDM Kota Medan, disambut oleh ketua Muhammadiyah Anwar Sembiring, sekretaris dan unsur pengurus lainnya. (dek)

Pemkab Asahan Raih Penghargaan Paramesti

ilustrasi
ilustrasi

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan meraih penghargaan Paramesti dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia tahun 2019.

Penghargaan tersebut diberikan, karena Pemkab Asahan telah menetapkan Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur tentang pengendalian konsumsi hasil tembakau.

“Ini merupakan apresiasi yang harus menjadi upaya peningkatan implementasi Perda tentang pengendalian konsumsi tembakau,” kata Kadis Kesehatan Kabupaten Asahan, dr Aris Yudhariansyah MM, Kamis (54/7), kepada Sumut Pos di ruang kerjanya, Jalan Mahoni, Kecamatan Kisaran Barat.

Disebutkan Aris, Pemerintah Kabupaten Asahan melalui Perbup nomor 71 tahun 2018 yang tertuang dalam Bab IV pasal 7 tentang Kawasan Tanpa Rokok.

“Sejauh ini kawasan tanpa rokok yang tertuang dalam Perbup tersebut meliputi kawasan publik yang dianggap urgen, seperti tempat dan fasilitas layanan kesehatan, sarana pendidikan, tempat ibadah, kawasan tempat bermain anak anak, kawasan tempat bekerja serta tempat tempat umum yang dianggap perlu,”bilang Aris.

Dimana, sambung Aris, penghargaan dan piagam Paramesti dari Menteri Kesehatan RI akan diterima pada, Kamis 11 Juli 2019 mendatang, yang langsung diserahkan Direktur Pencegahan dan pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, di gedung Kementerian Kesehatan RI di di Jakarta.

“Setelah tanda penghargaan tersebut diterima, Pemkab Asahan segera mengemplementasikan bunyi Perda tersebut melalui Perbub,” bilangnya.

Implementasi bunyi Perda melalui Perbup itu sebagai upaya untuk menjaga ketertiban, kebersihan dan keindahan serta adanya kawasan bebas asap rokok.

“Peraturan yang tertuang pada Perda maupun Perbup dimaksud bukan untuk diberlakukan hanya untuk para perokok, namun peraturan dimaksud untuk orang yang tidak merokok, agar dapat menghirup udara segar tanpa adanya gangguan asap rokok,”terang Aris.

Untuk itulah, Aris mengatakan ada 104 macam racun yang masuk ke dalam tubuh perokok. Dan saat asap dikeluarkan ada 1.500 racun.

“Hal ini yang mengakibatkan perokok lebih rentan kesehatannya ketimbang orang yang tidak merokok,”terangnya. (omi)

Burung & Durian Ilegal Asal Malaysia Dimusnahkan

Barang Ilegal dari luar negeri di musnahkan
Barang Ilegal dari luar negeri di musnahkan

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Balai Karantina Pertanian (BKP)Kelas II Medan memusnahkan sejumlah komoditas pertanian ilegal asal Malaysia, Jumat (5/7).

Komoditas pertanian yang dimusnahkan tersebut, sebelumnya berasal dari sitaan petugas Karantina.

Adapun komoditas yang dimusnahkan adalah 22 ekor burung Wambi, 48 kilogram durian, 20 kilogram benih sayuran dan 0,025 kilogram benih Cabai.

Komoditas tersebut masuk tanpa dilengkapi dokumen resmi melalui bandara KNIA, dalam kurun waktu bulan Mei hingga Juni tahun 2019.

Pemusnahan tersebut dilakukan dengan cara dibakar di Kantor Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan, di Desa Pasar V Kebun Kelapa, Kecamatan Beringin.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan, Hafni Zahara MSc mengatakan, komoditas yang dimusnahkan dengan cara dibakar adalah hasil penahanan saat masuk melalui Bandara Kualanamu dari luar negeri .

“Petugas kami terpaksa menahan media pembawa karantina pertanian tersebut, dikarenakan tidak dilengkapi dokumen kesehatan saat masuk bandara KNIA, dan bukan melalui tempat pemasukan resmi yang telah ditetapkan sesuai dengan permentan no. 42 tahun 2012” ujarnya.

Hafni juga menekankan, pihaknya akan lebih intensif lagi menjaga produk produk pertanian yang masuk melalui bandara KNIA. (btr)

Idaham Berencana Kembangkan Ikan Pengasapan di Binjai

KUNJUNGI: Wali Kota Binjai, HM Idaham bersama istri mengunjungi sentra usaha pembuatan ikan asap Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Selasa (2/7).
KUNJUNGI: Wali Kota Binjai, HM Idaham bersama istri mengunjungi sentra usaha pembuatan ikan asap Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Selasa (2/7).

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Binjai HM Idaham bersama Ketua TP PKK Hj Lisa Andriani mengunjungi sentra usaha pembuatan ikan asap Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Selasa (2/7). Kunjungan itu dilakukan di sela-sela mengikuti rapat kerja nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) XIV di Kota Semarang, Jawa Tengah, yang berlangsung sejak 1 Juli 2019 sampai 5 Juli 2019.

Didampingi Camat Semarang Utara Aniceto Magno da Silva dan istri, Idaham bersama rombongan meninjau proses pembuatan ikan asap yang sudah dikenal sebagai kuliner khas Kota Semarang dan berdialog dengan Zaenuri, Ketua Paguyuban Panggang Mangut di Bandarharjo.

Dijelaskan Zaenuri, bahan baku ikan asap adalah ikan berukuran besar. Antara lain ikan cakalang, pari, mayung, dan tongkol. Caranya, ikan dibersihkan, dagingnya dipotong kecil kemudian dilakukan pengasapan. Ikan asap biasanya diolah jadi mangut, yaitu masakan berkuah kental dan pedas.

Namun, kata Zaenuri, tidak hanya daging ikan saja yang punya nilai ekonomi. Karena bagian insang ikan dijemur hingga kering, dan jadilah kerupuk ikan yang harganya mencapai Rp150 ribu – Rp600 ribu per kilo. Bahkan pemasarannya pun sampai ke Singapura dan Cina.

“Tulang ikan dikumpulkan untuk dijual kepada pengepul untuk diolah sebagai pakan ternak, “ jelas Zaenuri yang memiliki 30 orang anggota dan rata rata telah menggeluti usaha pengasapan ikan secara turun menurun.

Sebelumnya, Camat Aniceto telah menjelaskan tentang potensi ekonomi dari pengasapan ikan yang telah ada sejak tahun 1970-an. Ikan asap yang dijual di pasar pasar Kota Semarang biasanya sudah ludes sebelum tengah hari karena tingginya minat pembeli.

Sementara, Wali Kota HM Idaham mengaku sangat senang dapat mengunjungi usaha pengasapan ikan Bandarharjo. Binjai juga dapat mengembangkan usaha sejenis dengan memanfaatkan potensi perikanan yang ada.

Nantinya restoran dan rumah makan bisa berinovasi untuk menciptakan menu makanan berbahan ikan asap.

“Jadi rumah makan pun punya daya tarik, karena ikannya tidak cuma dibakar atau digoreng, “ kata Idaham. (ted)

Meriahkan HUT Kota Medan, Grab Dukung Gelaran Medan Great Sale 2019

CENDERAMATA: Executive Director Grab Indonesia, Ongki Kurniawan memberikan cinderamata kepada Wali Kota Medan Dzulmi Eldin pada pembukaan Medan Great Sale 2019 di Istana Maimun, Senin (1/7) malam.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Grab, everyday super app terkemuka di Asia Tenggara bersama dengan Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengumumkan kolaborasinya dalam menyukseskan penyelenggaraan Medan Great Sale 2019. Kolaborasi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan HUT Kota Medan ke-429.

Pembukaan acara Medan Great Sale 2019 berlangsung di Istana Maimun dengan penekanan tombol sirine secara bersama-sama ketika dimulainya pesta kemeriahan HUT Kota Medan ke-429, pada Senin (1/7) malam.

Pembukaan dilakukan oleh Wali kota Medan Dzulmi Eldin S yang didampingi Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution, Kadis Pariwisata Kota Medan Agus Suryono, Executive Director Grab Indonesia, Ongki Kurniawan. Selain itu, dihadiri juga oleh Head of Business Area, Igel Zibriel, Head of Business Development Region Sumatera, Husni Ali dan seluruh asosiasi pariwisata di kota Medan.

Executive Director Grab Indonesia, Ongki Kurniawan mengungkapkan, Grab ingin mendekatkan setiap orang dengan berbagai hal yang berarti bagi mereka, termasuk kemudahan transportasi. “Kami senang dapat mendukung gelaran Medan Great Sale 2019 yang menjadi salah satu agenda tahunan Pemko Medan yang paling dinanti masyarakat. Partisipasi kami dalam kegiatan ini merupakan wujud komitmen Grab sebagai everyday super app, untuk menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kegiatan sehari-hari dan menghadirkan lebih banyak layanan harian, kenyamanan ekstra serta aksesibilitas lebih besar untuk para pelanggan,” ungkap Ongki Kurniawan dalam sambutannya.

Diutarakan Ongki, untuk memudahkan mobilitas masyarakat ke Medan Great Sale 2019, Grab menyediakan promo perjalanan 42 persen hingga Rp5.000 yang berlaku untuk layanan GrabCar, GrabBike. Tak hanya, disediakan juga diskon 42 persen pemesanan makanan hingga Rp30.000 yang berlaku untuk layanan GrabFood di wilayah Medan dengan menggunakan kode promo khusus ‘HUTMDN’.

Ongki menyebutkan, dalam Medan Great Sale 2019 masyarakat Medan dan wisatawan yang berkunjung akan ditawarkan berbagai program menarik. Grab juga turut memberi dukungan termasuk program bagi-bagi voucher Grab di beberapa pusat perbelanjaan di Kota Medan, seperti Lippo Plaza Medan Fair, Lippo Sun Plaza, Lippo Plaza Medan, Brastagi Supermarket Tiara, Brastagi Supermarket Gatot Subroto, Thamrin Plaza dan Merdeka Walk.

“Bagi setiap pengunjung yang datang ke tempat tersebut menggunakan Grab, lalu berbelanja dengan minimal pembelian Rp250.000 (berlaku akumulasi), maka dapat menukarkan bukti perjalanan dan struk belanja dengan voucher Grab sebesar Rp50.000 di booth Grab yang sudah disediakan,” sebutnya.

Lebih lanjut Ongki mengatakan, Grab merupakan everyday super app terkemuka di Sumatera Utara yang menyediakan pelanggan dengan berbagai layanan termasuk GrabBike, GrabCar, GrabExpress dan GrabFood. Berdasarkan hasil penelitian Riset Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategis, Grab telah berkontribusi sebesar Rp48,9 triliun bagi perekonomian Indonesia.

“Sejalan dengan visinya sebagai everyday super app dan strategi open platform, tambahnya, saat ini Grab menyediakan berbagai layanan untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat di Indonesia. Mulai dari layanan transportasi roda dua dan empat, pengantaran bingkisan, pembayaran digital, hingga layanan pesan-antar makanan dan barang belanjaan,” imbuhnya. (ris)