32 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 5241

Terkait Tersangka Togel Kabur dari Tahanan, IPW Minta Kapolres Humbang Hasundutan dan Kapolsek Parlilitan Dicopot

ist KABUR: Freddy Barasa, tersangka yang kabur dari sel tahanan Polsek Parlilitan.
ist
KABUR: Freddy Barasa, tersangka yang kabur dari sel tahanan Polsek Parlilitan.

Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane meminta Kapolri untuk mencopot jabatan Kapolres Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbas) AKBP Rahmani Dayan dan Kapolsek Parlilitan, AKP B Simanungkalit.

Permintaan Neta ini terkait tahanan kaburnya seorang tersangka togel dari sel tahanan Polsek Parlilitan pada tahun 2017, hingga saat ini belum juga ditangkap. Hal itu diungkap Neta saat diminta tanggapanya sekaitan, Jumat (21/6) via telepon.

Neta menyebutkan, kaburnya tahanan itu merupakan bagian dari kecerobohan luar biasa dan juga memalukan citra kepolisian setempat. Dan itu, harus diusut tuntas oleh Polda Sumut.

Menurutnya, ada tiga faktor penyebab kaburnya tahanan. Pertama, karena kondisi sel tidak memadai, kedua penjagaan buruk, ketiga dikarenakan adanya kolusi antara oknum ke tahanan yang lari.

“Sebenanrya ketika penjagaan mereka bagus, itu pasti tahanan tidak gampang melarikan diri. Jadi ada beberapa faktor kenapa bisa melarikan diri, kondisi sel tidak memadai, sistim penjagaan buruk dan bisa ada kolusi dengan oknum disitu. Jadi ini harus diusut dengan serius jangan dibiarkan,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, ia meminta agar Kapolri dan Kapolda Sumatera Utara mencopot posisi Kapolres Humbang Hasundutan, AKBP Rahmani Dayan karena tidak berhasil menangkap pelaku. Dan juga mencopot Kapolsek Parlilitan, karena dinilai ceroboh dalam menjalankan tugas.

“Harus diusut dimana sumber masalahnya kalau memang ada oknum terlibat harus ditindak, tetapi tidak terlepas dari situ Kapolseknya harus dicopot dari jabatannya karena menangkap itu perlu waktu dan biaya,” tegas Neta.

Neta mempertanyakan ketegasan Kapolda Sumatera Utara dalam memberikan sanksi kepada Kapolres dan Kapolsek. Sebab, terkait soal sanksi, menurutnya, harusnya jabatan Kapolres yang belum berhasil menangkap tahanan tersebut sudah seharusnya dicopot. Dan jabatan Kapolsek, turut demikian.

“Karena kalau tidak ada tindakan tegas dan pembiaran, ini meresahkan masyarakat dan sangat mencedera keadilan masyarakat. Jadi kinerja Kapolres harus dievaluasi dan diadakan mutasi di jajaran polres itu, mulai dari reserse nya bila perlu , Kapolresnya diganti dicopot , supaya kasus itu tidak menjadi tung gakan dan bisa cepat diselesaikan,” katanya.

Sebab, tambahnya, jika sanksi tegas diberikan, maka akan ada efek jera.

“ Pencopotan itu harus dilakukan supaya harus ada efek jera hukuman terhadap mereka . Tapi kalau tidak ada, ini hukuman ecek-ecek. Jadi harus ada sanksi tegas agar polisi lain hati-hati dan tidak ada lagi kecerobohan. Kalau di Jakarta, dipolsek ada tahahan kabur, Kapolseknya langsung dicopot,” pungkasnya.

Terpisah, Kapolres Humbang Hasundutan AKBP Rahmani Dayan dikonfirmasi sekaitan itu, melalui Kasubag Humas Aiptu S Purba mengaku sampai saat ini pihaknya masih melakukan pengejaran.

“ Belum, ini masih pengejaran,” kata Purba singkat via telepon.

Sebelumnya, Kapolsek Parlilitan AKP B Simanungkalit kepada wartawan mengaku siap menerima konsekuensi pasca kaburnya tahanannya tersebut.

Apalagi, tersangkanya belum tertangkap juga.

”Konsekuensinya, apapun perintah pimpinan harus dilaksanakan, “ katanya saat dihubungi, Sabtu 11 November 2017 lalu lalu.

Ia menegaskan, masalah jabatan sudahlah resiko dan harus dijalani. Apalagi, hal itu adalah kewenangan pimpinannya. Bahkan, sebelum tertangkap Freddy, tersangka yang lari dari sel tahananya itu, menurutnya tidak ada kata mundur.

“Kalau istilah mundur tidak ada, egak ada istilah egak mampu. Namun kita tetap eksis bekerja, “ tandasnya.

Disisi lainya, ia menegaskan, bahwa personilnya sudah bekerja dan siap perintah tanpa melakukan pembangkangan.

Perlu diketahui, Freddy Barasa kabur dari sel tahanan, tidak ada kerusakan sama sekali. Mulai dari sel hingga gembok.

Ketika disinggung, Kapolsek ini pun juga membenarkan.

“ Ya, egak ada kerusakan,” akuinya. Sambil menambahkan, hanya pada kelalaian personil jaganya.

Dia menjelaskan, kaburnya Freddy, diduga saat personilnya usai memberikan makan siang dan gembok posisi terkunci. “ Kemungkinan gembok dipikir anggota sudah terkunci, “ kata dia.

Disinggung, apakah ada unsur kesengajaan, Kapolsek ini membantah. “ Yang jelas bang, ini sudah diperiksa dari Polda,” imbuhnya.

Sebelumnya, penangkapan Freddy ini berkat informasi masyarakat. Dimana, Freddy kerap melakukan perjudian toto gelap yang sebagai juru tulis dikampungnya.

Freddy pun ditangkap pada 24 September 2017 lalu. Tidak hanya Freddy, salah seorang warga juga turut diamankan yang dilakukan secara bersamaan.

Namun, berselang hari kemudian, teman Freddy malah dibebaskan. Sementara, Freddy tetap ditahan.

Disinggung soal itu, Kapolsek membenarkan. Ia menerangkan, teman Freddy dibebaskan karena tidak cukup bukti.

”Egak ada itu. Memang waktu itu sesuai informasi masyarakat. Tapi yang satu tidak ada pembuktian dia pemain. Kalau ada berita-berita tahanan, itu egak benar,” bantahnya. (mag-12/han)

Resedivis Pembobol Swalayan Alfamidi Tanjung Morawa Ditembak

Ahmad Sofian Harahap alias Ucok Salim alias Kocu
Ahmad Sofian Harahap alias Ucok Salim alias Kocu

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Ahmad Sofian Harahap alias Ucok Salim alias Kocu (35) harus menahan rasa sakit karena di lutut kaki kananya bersarang proyektil peluru polisi, karena ditembak hendak melarikan diri.

“Ampun Pak, tobat tak mau lagi melakukan kejahatan,” bilang Ahmad Sofian, warga Lingkungan III Kelurahan Tanjungmorawa Pekan, Kecamatan Tanjungmorawa, kepada wartawan ketika ditemui di Ruang Sat Reskrim Polres Deliserdang, Jumat (21/6).

Diakui residivis kasus ganja ini, ia bersama gerombolannya membobol Alfamidi, yang terlebih dahulu direncanakan di belakang rumah Erwin, salah seorang temannya, empat hari sebelum lebaran 2019 lalu.

Bersama Dani dan Reza, mereka pun beraksi dengan membobol atap Alfamidi. Selanjutnya, barang toko seperti rokok, parfum, susu berhasil digondol keempat pelaku.

Dari pengakuan Ahmad Sofian Harahap, membobol toko Alfamidi merupakan ide Erwin yang saat ini masih buron bersama Dani dan Reza.

“Erwin dan Reza yang menjual rokok itu ke kawasan Medan. Dari hasil penjualan rokok itu, aku dapat Rp700 ribu yang aku gunakan untuk biaya kebutuhan sehari-hari,” sebut Ahmad Sofian Harahap

Lanjutnya, dari 14 kasus yang melibatkan dirinya, Ahmad Sofian Harahap hanya ingat beberapa aksi saja, yaitu pernah membobol Alfamart di Simpang Permina Kecamatan Tanjung Morawa. Mencuri genset dari sebuah rumah yang terletak disamping apotik Winata Kecamatan Tanjung Morawa, mencuri pakaian anak-anak milik pedagang kaki lima di Tanjung Morawa Pekan, mencuri mobil pikup dekat Pasar Inpres Tanjungmorawa. “Semua hasil penjualan barang curian itu aku gunakan untuk biaya kebutuhan keluarga,” ujarnya

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Deliserdang, AKP Bayu Samara SIk menyebutkan, jika pihaknya masih terus mengembangkan kasus ini. “Ada 14 tempat kejadian perkara yang terindikasi melibatkan tersangka Ahmad Sofian Harahap. Sedangkan tiga temannya masih buron,” sebut. (btr)

Jatam dan YPDK Ajak Warga Diskusi Tentang Dampak Tambang

RUDY SITANGGANG/SUMUT POS DISKUSI:Ratusan masyarakat Desa Pandiangan, Kecamatan Lae Parira, Kabupaten Dairi mengikuti diskusi dengan topik daya rusak tambang timah hitam PT DPM.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
DISKUSI:Ratusan masyarakat Desa Pandiangan, Kecamatan Lae Parira, Kabupaten Dairi mengikuti diskusi dengan topik daya rusak tambang timah hitam PT DPM.

SIDIKALANG, SUMUTPOS.CO – Seratusan warga Desa Pandiangan Kecamatan Lae Parira, Kabupaten Dairi mendapat pemahaman tentang daya rusak pertambangan.

Kegiatan yang diselenggarakan Jatam dan Yayasan Diakonia Pelangi Kasih (YPDK) Parongil, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, digelar di Desa Pandiangan, Rabu (19/6).

Dijelaskan salah satu Diakonis YPDK, Monika Siregar, diskusi terkait daya rusak kehadiran pertambangan terhadap masyarakat sangat dibutuhkan.

Dipilihnya Desa Pandiangan tempat diskusi, karena desa tersebut ma suk dalam wilayah konsesi kontrak karya PT Dairi Prima Mineral.

“Pemahaman masyarakat tentang daya rusak tambang masih minim,”kata Monika.

Karena itu pula, sambung Monika, diskusi tersebut dianggap sangat penting, agar masyarakat dapat pemahaman. Jatam maupun YPDK akan melakukan diskusi ke setiap desa sekitar tambang. Desa Pandiangan dipilih untuk yang pertama melakukan tempat diskusi karena bersebelahan dengan pusat tambang yang ada di Dusun Sopokomil Desa Longkotan.

Dalam diskusi terungkap, berbagai permasalahan yang akan timbul dan berdampak ketersediaan sumber air. Disebutkan Monika, ketika perusahaan tambang hitam sudah beroperasi, sumber air di Desa Pandiangan akan hilang.

Sementara itu, Ahmad Saini, pembicara dari Jatam menerangkan, daya rusak bukan masalah solusi dan ganti rugi, tetapi bagaimana menjaga lingkungan untuk dapat diwariskan ke generasi kita.

“Oleh karena itu, Pertambangan tidak boleh hadir di wilayah kehidupan kita. Tidak ada kepastian dan tang gung jawab penuh untuk pemulihan wilayah yang terkena daya rusak dari pengusaha maupun penguasa,”kata Saini.

Rainim Purba, Ketua Organisasi Perempuan (OP) dampingan YPDK mengajak masyarakat bersatu menolak kehadiran PT DPM di Dairi.

“Kita sebagai rakyat harus punya prinsip untuk memperjuangkan desa kita bersama, untuk menolak tambang dan tidak menerima uang sepeser pun ketika pihak perusahaan datang menyuap kita,”ajaknya.

Rainim juga berharap tidak hanya OP yang yang berjuang, tetapi semua elemen masyarakat yang ada di Desa Pandiangan ini sepakat berjuang menolak pertambangan.

Hal senada dikatakan Sarah Naibaho dari Yayasan Diakonia Pelangi Kasih menegaskan, YPDK siap mendukung rakyat dalam penolakan kehadiran tambang di Dairi.

“Mari kita belajar bersama untuk menyusun dan mengkonsep setiap strategi yang akan kita lakukan selanjutnya. Karena ini bukan hanya bercerita kehidupan segelintir orang, tetapi banyak orang yang akan terkena daya rusak jika tambang hadir di Dairi,”pungkasnya. (mag-10)

Deliserdang Ikuti Evaluasi Penilaian Program Smart City

ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS DIABADIKAN: Kadis Kominfo Deliserdang, Haris Binar Ginting didampingi Kabid TIK, Ronald Manurung diabadikan bersama Tim penguji dalam Evaluasi Penilaian Program Smart City di Hotel Aston Banyuwangi Provinsi Jawa Timur.
ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
DIABADIKAN: Kadis Kominfo Deliserdang, Haris Binar Ginting didampingi Kabid TIK, Ronald Manurung diabadikan bersama Tim penguji dalam Evaluasi Penilaian Program Smart City di Hotel Aston Banyuwangi Provinsi Jawa Timur.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Kabupaten Deliserdang satu dari 75 peserta se-Indonesia yang mengikuti evaluasi tahap I penilaian program Smart City tahun 2019 oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) yang berlangsung Selasa-Kamis (18-20) di Hotel Aston Banyuwangi Provinsi Jawa Timur.

Indikator evaluasi tahap I program Smart City Tahun 2019, adalah Quick Win Smart City dan dimensi Smart City masing-masing Kabupaten/Kota. Dan sejauh mana implementasinya terhadap masyarakat.

Terkait Indikator tersebut, Kadis Kominfo Deliserdang, Haris Binar Ginting didampingi Kabid TIK, Ronald Manurung memaparkan perkembangan Smart City Deliserdang di hadapan para tim penguji dari UI, ITB, UGM, Perbanas Jakarta, dan Kemkominfo.

Ditambahkanya, Kabupaten Deliserdang terpilih dan ditetapkan dalam 100 Program Smart City di Indonesia, karena melakukan berbagai Inovasi seperti GDSM (Gerakan Deliserdang Membangun) bidang Infrastruktur, Program Cerdas (Percepatan Rehabilitasi dan Apresiasi Terhadap Sekolah), Program Ceria (Percepatan Penurunan Kematian Ibu dan Anak).

Kemudian, program bedah rumah tidak layak huni menjadi layak huni bagi warga yang tidak mampuh. Kesemuanya, program ini mengandalkan kekuatan tiga pilar pembangunan, yaitu Pemerintah, Masyarakat, dan Partisipasi pihak Swasta.

Dalam paparannya, Haris Binar Ginting menjelaskan, bahwa konsep pembangunan ini masih tetap dipertahankan Pemkab Deliserdang.

Selanjutnya, terkait Quick Win Smart City Tahun 2018 hasil Bimtek Smart City yang telah dituangkan di dalam Master Plan Smart City Kabupaten Deliserdang.

Dijelaskannya, Quick Win Kenang Lemu (Kenali Deliserdang Lewat Museum) sebagai obyek wisata unggulan dan juga sarana belajar siswa sekolah terus ditingkatkan sarana dan prasarana, serta pelayananya terhadap masyarakat.

Sedangkan Quick Win Jumpa Madu (Jemput Sampah-Terima Duit) peningkatan infrastruktur manajemen pengelolaan persampahan menggunakan sistem dan aplikasi yang menghubungkan masyarakat dengan berbagai unit pengelolaan sampah, sehingga dimungkinkan proses penjualan dan penjemputan sampah hingga ke rumah masyarakat terus di sosialisasikan melalui kelompok-kelompok masyarakat.

Kemudian, Quick Win Mesra Bertuah (Mewujudkan Sekolah Ramah Anak Melalui Orangtua dan Sekolah) sebuah program pendidikan yang komprehensif dan terintegrasi untuk mewujudkan sekolah ramah anak melalui beberapa kegiatan, seperti outdoor class day, mural dinding sekolah, pembelajaran aktif dan menyenangkan terus dilakukan pembenahan. Untuk Quick Win Tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Deliserdang mengangkat “Taman Buah” sebagai tempat rekreasi tanpa di pungut bayaran, dan sekaligus tempat edukasi kepada masyarakat. Sementara itu, evaluasi terhadap dimensi Smart City seperti, Smart Governance, Smart Branding, Smart Economy, Smart Living, Smart Society, dan Smart Environment Pemkab Deli Serdang terus melakukan pembenahan dengan melibatkan Perangkat Daerah, dan BUMD agar terus menggali potensi dan berinovasi agar Implementasi Smart City ini dapat dirasakan masyarakat, dan masyarakat pun dapat memanfaatan berbagai aplikasi yang telah dipersiapkan oleh masing-masing Perangkat Daerah dan BUMD.

Dalam mensosialisasikan aplikasi yang sudah tersedia, Pemkab Deliserdang juga memanfaatkan radio milik Pemkab Deliserdang dalam bentuk Iklan Layanan Masyarakat.

Untuk Pengembangan dan Pembangunan infrastruktur TIK, Pemkab Deliserdang masih melakukan secara bertahap dengan menggunakan APBD, dan kedepannya akan melibatkan partisipasi pihak swasta. Pemaparan Kadis Kominfo Kabupaten Deliserdang inipun mendapat apresiasi yang sangat memuaskan dari tim penguji.(btr/han)

Kepala Bappeda Kota MedaBaru, Irwan Ritonga, Prioritaskan Infrastruktur, Pendidikan dan Kesehatan

PELANTIKAN: Kepala Bappeda Kota Medan, Irwan Ritongan, saat dilantik Wali Kota Medan, Drs Dzulmi Eldin, Kamis (20/6).
PELANTIKAN: Kepala Bappeda Kota Medan, Irwan Ritongan, saat dilantik Wali Kota Medan, Drs Dzulmi Eldin, Kamis (20/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Bappeda Kota Medan yang baru dilantik pada Kamis (20/6) kemarin, Irwan Ritonga, akan memprioritaskan infrastruktur, pendidikan dan kesehatan dalam pembangunan Kota Medan. “Prioritas pembangunan Kota Medan saat ini adalah infrastruktur, pendidikan dan kesehatan. Untuk itu, saya yang baru saja dilantik juga akan memprioritaskan hal tersebut untuk membangun kota Medan,” ucap Irwan Ritonga kepada Sumut Pos, Jumat (21/6).

Menurut Irwan, infrastruktur, pendidikan dan kesehatan memanglah merupakan bagian terpenting dari pembangunan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kota Medan.

“Sebagai kota besar tentu Kota Medan harus terus memperbaiki diri dalam hal pembangunan infrastruktur. Kalau infrastruktur kota membaik, tentu perekonomian juga secara otomatis akan meningkat. Apalagi, pemerintah pusat juga sedang menggalakkan pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia sebagai bagian dari pembangunan bangsa,” ujarnya.

Begitupun dengan kesehatan dan pendidikan, lanjut Irwan, pihak Pemko Medan akan terus meningkatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan dikota Medan. “Ini juga sangat vital, bila warga kota Medan tidak sehat dan terus mengeluhkan kesehatan maka tentu akan sulit bagi kita untuk maju. Pendidikan juga begitu, SDM dikota Medan harus terus dibangun dengan tingkat dan kualitas pendidikan yang memadai dikota Medan. Itu yang mau kita kejar saat ini,” terangnya.

Untuk di tahun 2020, lanjut Irwan, kemungkinan besar pihaknya masih akan berfokus dengan hal ini. “Tahun depan pun tampaknya masih fokus dengan hal ini, banyak PR yang harus kita kerjakan terkait infrastruktur, pendidikan dan kesehatan dikota Medan. Tapi bukan berarti aspek lain tidak diperhatikan, tetap akan kita perhatikan” imbuhnya. Sebagai contoh, dijelaskan Irwan, untuk peningkatan kesehatan pihaknya akan melakukan peningkatan terhadap sejumlah puskesmas dikota Medan. “Kami akan tingkatkan sejumlah Puskesmas dikota Medan menjadi rumah sakit tipe C. Begitupun dengan pengembangan rumah sakit pirngadi, kami akan lakukan dengan metode KPBU (Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha). Sedangkan untuk meningkatkan pendidikan, salah satunya kami akan terus meningkatkan penerapan pendidikan berbasis komputer,” pungkasnya. (mag-1/ila)

Wagubsu Tampung Aspirasi Masyarakat Desa Suka Jadi Sergai

IST SILATURAHIM: Wagubsu Musa Rajekshah dan Bupati Sergai, Soekirman bersilaturahim dan saling bertukar pikiran, di Masjid Al-Ikhsan, Desa Suka Jadi, Kecamatan Pantai Cermin, Sergai, Jumat (21/6).
IST
SILATURAHIM: Wagubsu Musa Rajekshah dan Bupati Sergai, Soekirman bersilaturahim dan saling bertukar pikiran, di Masjid Al-Ikhsan, Desa Suka Jadi, Kecamatan Pantai Cermin, Sergai, Jumat (21/6).

PANTAI CERMIN, SUMUTPOS.CO – Disela-sela kesibukannya sebagai Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu), Musa Rajekshah tetap menjalankan perintah agama. Bahkan, aktivitas dakwah yang sudah setahun terakhir digelutinya, semakin gencar dilakukan karena dipandang sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Seperti pada Jumat (21/6), Wagubsu Musa Rajekshah dan rombongan melakukan itikaf di Masjid Al-Ikhsan, Desa Suka Jadi, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdangbedagai.

Di sela-sela waktu beribadah, pria yang akrab disapa Ijeck ini menyempatkan diri berinteraksi sambil mendengar aspirasi masyarakat.

Aspirasi yang didengarnya, langsung disampaikan kepada kepala daerah ataupun organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Seperti pada saat di Sergai, Ijeck langsung menyampaikan aspirasi masyarakat kepada Bupati Sergai Soekirman di Masjid Al-Ikhsan.

“Pak bupati, tadi pagi saya sempat menghampiri masyarakat Desa Suka Jadi, mereka memohon jalan di Dusun 3, Desa Suka Jadi ini diaspal, panjangnya lebih kurang 1,5 kilometer,” tutur Ijeck kepada Soekirman.

Karena memang pembangunan jalan desa merupakan tanggung jawab pemerintah Kabupaten, Soekirman yang mendengar aspirasi masyarakat yang disampaikan Ijeck, langsung menyanggupi.

Soekirman pun sempat mengungkapkan kekaguman atas sosok Ijeck yang masih menyempatkan waktu untuk berdakwah, di tengah kesibukannya sebagai Wagubsu. (prn/han)

Bank Sumut Berangkatkan 1.200 Nasabah Naik Haji

MANASIK HAJI: Pimpinan Cabang PT Bank Sumut Binjai, Budi Anshari Nasution menghadiri pemberangkatan 67 nasabah untuk melaksanakan manasik haji di Asrama Haji, Jumat (21/6).
MANASIK HAJI: Pimpinan Cabang PT Bank Sumut Binjai, Budi Anshari Nasution menghadiri pemberangkatan 67 nasabah untuk melaksanakan manasik haji di Asrama Haji, Jumat (21/6).

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 67 calon jemaah haji yang mendaftar dari PT Bank Sumut Cabang Binjai, mengikuti manasik haji akbar di Asrama Haji Medan, mulai 21-23 Juni mendatang. Sedangkan se-Sumatera Utara, ada 1.200 jemaah.

Pimpinan Cabang PT Bank Sumut Binjai, Budi Anshari Nasution, di Halaman Kantor Bank Sumut, Jalan Sudirman, Kecamatan Binjai Kota, Jumat (21/6), mengungkapkan bahwa tahun 2019 PT Bank Sumut Cabang Binjai memberangkatkan sebanyak 67 calon jemaah haji, dan untuk Sumatera Utara memberangkatkan 1.200 calon jemaah haji. Dikatakannya, kegiatan manasik haji merupakan kegiatan tahunan PT Bank Sumut sejak tahun 2006. Fasilitas tersebut diberikan kepada calon jemaah yang menabung di PT Bank Sumut, melalui tabungan IB Makbul. Selain itu, calon jemaah haji itu juga diberikan fasilitas berupa uang saku sebesar 100 Riyal, dan perlengkapan yang dibutuhkan oleh para jemaah.

“Manasik haji merupakan salah satu kegiatan yang penting diikuti oleh calon jemaah haji, sebagai pelatihan awal dan pemanasan. Ibadah haji adalah ibadah yang memerlukan kekuatan fisik yang baik, maka para jemaah harus menjaga kesehatan,” kata Budi.

Sementara itu, Wali Kota Binjai HM Idaham, melalui Asisten I Pemko Binjai Otto Harianto, berterimakasih kepada PT Bank Sumut Cabang Binjai yang telah menyelenggarakan kegiatan manasik haji akbar, ia meyakini bahwa manasik haji sangat membantu jemaah saat berada di tanah suci kelak, mengingat jemaah akan mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat saat mengikuti manasik haji.

“Pemerintah Kota Binjai berharap seluruh calon jemaah haji dapat menjaga kesehatan, agar nantinya dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar. Direncanakan Binjai tergabung dalam kloter 12 yang direncanakan berangkat ke tanah suci pada 23 Juli mendatang,” ungkap Otto. (ted/han)

Sidang Sengketa Pilpres 2019, Disebut Bagian dari Saksi 01, KPU Protes

BERSAKSI: Saksi dari Tim Hukum Paslon 01 memberi kesaksian pada sidang sengketa Pilpres di MK, Jumat (21/6).
BERSAKSI: Saksi dari Tim Hukum Paslon 01 memberi kesaksian pada sidang sengketa Pilpres di MK, Jumat (21/6).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sidang lanjutan perkara perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019 kembali digelar. Dalam sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan saksi dari pihak terkait, terjadi perdebatan antara Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan dengan anggota Tim Hukum Prabowo-Sandi, Teuku Nasrullah. Adapun perdebatan itu menyoal kehadiran KPU, Bawaslu dan DKPP dalam pelatihan saksi Jokowi-Ma’ruf, Ihwal adanya perdebatan itu bermula saat Nasrullah bertanya ke Anas Nashikin, saksi yang dihadirkan tim hukum Jokowi-Ma’ruf.

Pertanyaan itu terkait acara pelatihan mentor saksi paslon 01.

“Acara TOT (training of trainers) terbatas dan tertutup untuk saksi 01. Tadi anda sebut hadir KPU, Bawaslu dan DKPP?” tanya Nasrullah ke Anas, di ruang sidang MK, Jakarta, Jumat (21/6).

Atas pertanyaan tersebut, Anas mengaku perwakilan KPU, Bawaslu, dan DKPP hadir di acara pelatihan mentor saksi. Menurut dia, pewarkilan penyelenggara Pemilu itu hadir dalam kapasitasnya sebagai pemberi materi. “Lalu, KPU memberikan materi apa?” tanya Nasrullah kepada Anas.

Menjawab pertanyaan tersebut, Anas menjelaskan, perwakilan KPU berbicara tentang tata kerja dan tata kelola lembaga penyelenggara pemilu terkait dengan pelaksanaan pesta demokrasi.

Tak puasa dengan jawaban Anas, Nasrullah pun lantas kembali menghujani saksi ini dengan pertanyaan lanjutan. Dia merasa heran Anas mengundang KPU dan Bawaslu meskipun acara itu bersifat tertutup internal.

“Kenapa saudara menghadirkan KPU dan Bawaslu? Apa saudara sudah menempatkan KPU bagian tidak terpisahkan?” tanya Nasrullah ke Anas.

Atas pertanyaan tersebut, Komisioner KPU Wahyu Setiawan geram dan menyampaikan protes di dalam persidangan. Wahyu tidak terima pertanyaan Nasrullah yang mengesankan KPU menjadi bagian paslon tertentu.

“Izin Yang Mulia. Kami keberatan dengan pernyataan dan pertanyaan Pak Nasrullah yg menyatakan seolah KPU menjadi bagian dari paslon tertentu,” ucap Wahyu.

Lebih lanjut, Wahyu juga meminta Nasrullah mencabut pertanyaannya ke Anas. Sebab, pertanyaan Nasrullah bakal menjadi pertimbangan hakim memutus sidang. “Saya mohon dicabut (pertanyaan anda), Pak Nasrullah,” ungkap dia.

Mendapat sanggahan dari pihak KPU, Nasrullah mengaku tidak akan mencabut pertanyaannya. “Saya tidak akan mencabut pertanyaan itu. Karena itu acara pelatihan mentor saksi untuk saksi 01, tertutup dan terbatas,” ungkap dia.

Wahyu pun memberi klarifikasinya. Menurut dia, KPU juga akan hadir di acara paslon 02, jika mendapat undangan. “Yang Mulia, kami selalu hadir apabila diundang peserta pemilu. Kami juga hadir apabila diundang 02,” ungkap Wahyu.

Untuk mengakhiri perdebatan itu,Hakim MK Manahan Sitompul langsung mengambil alih jalannya sidang. DIa meminta Wahyu dan Nasrullah tidak berdebat tanpa izin Hakim MK.

“Ini jangan jawab langsung. Hargai majelis.Tadi pertanyaan itu sudah ditujukan ke saksi. Saya kira ini tidak ada masalah,” tandas Manahan melerai perdebatan.

Saksi Keberatan Menjawab

Saksi dari tim hukum Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin, Anas Nashikin, sempat enggan menjawab pertanyaan dari tim hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Anas meminta izin pada majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK) untuk tidak menjawab.

Awalnya salah satu anggota tim hukum Prabowo-Sandiaga, Teuku Nasrullah, menanyakan tentang materi ‘Kecurangan Bagian dari Demokrasi’ yang dibawakan Anas dalam training of trainers (ToT) yang digelar Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf pada Februari 2019. Namun Anas menyebut bahwa hal itu bukanlah judul dari materi. “Benar disampaikan di situ bahwa dalam acara itu sehingga Anda membuat judulnya itu ‘Kecurangan Bagian dari Demokrasi’?” tanya Nasrullah pada Anas dalam sidang di MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (21/6).

“Maaf kami luruskan, bukan judul yang mulia, itu hanya salah satu, satu halaman slide dari materi yang kami disampaikan,” jawab Anas.

Nasrullah melanjutkan pertanyaannya soal hal tersebut. Dia bertanya apakah presentasi tersebut merupakan asumsi dari Anas bila pemilu itu penuh dengan kecurangan. “Apakah itu Anda mengasumsikan bahwa pemilu itu penuh dengan kecurangan? Apakah termasuk pemilu 2019 itu Anda asumsikan penuh dengan kecurangan?” tanya Nasrullah.

“Tadi sudah saya jawab. Tadi sudah saya jawab. Justru itu kami lakukan dengan harapan tidak ada lagi kecurangan di Pemilu 2019 karena kami telah mampu mengantisipasinya,” jawab Anas kemudian.

“Saudara ingin mengatakan pemilu-pemilu sebelumnya curang?” tanya Nasrullah lagi.

“Saya tidak mengatakan begitu, tetapi bahwa ada modus-modus kecurangan yang pernah terjadi dan itu disampaikan oleh pemateri,” jawab Anas lagi.

Nasrullah kemudian menanyakan tentang modus-modus kecurangan Pemilu 2014. Namun Anas enggan menjawabnya hingga ditengahi hakim konstitusi Manahan MP Sitompul. “Tadi saya sudah sebutkan ada beberapa jenis kecurangan sebelum, pada hari H maupun setelah pemungutan suara,” kata Anas.

Anas sempat berhenti berbicara kemudian meminta izin pada majelis hakim. “Yang mulia, mohon izin, untuk yang lebih detail begini, bolehkah saya mengajukan keberatan untuk menjawab,” imbuh Anas.

Hakim konstitusi Manahan lalu meminta Anas menjawab pertanyaan dengan lebih simpel. Anas pun akhirnya memberikan jawaban. “Begini ya tadi yang ditanyakan tolong dijelaskan apakah pemilu 2014 yang dimaksud pemohon sehingga saksi ini ragu untuk menjawabnya,” kata Manahan.

“Apakah saudara tahu atau ada dalam pemberian materi kecurangan-kecurangan yang dialami pada pemilu 2014?” tanya Nasrullah pada Anas kemudian.

“Seingat saya di dalam slide itu tidak menyebutkan pemilu 2014, jadi tidak spesifik tetapi kami menyebutkan di situ ada modus-modus kecurangan di dalam pemilu,” jawab Anas.(jpc/dtc)

PSPS vs PSMS, Misi Poin Perdana

sutan siregar/sumut pos TUMPUAN: Mohamadou Al Hadji akan jadi tumpuan di lini belakang PSMS Medan bersua PSPS.
sutan siregar/sumut pos
TUMPUAN: Mohamadou Al Hadji akan jadi tumpuan di lini belakang PSMS Medan bersua PSPS.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PSMS Medan bakal melakoni laga perdana Liga 2 musim 2019 dengan bertantang ke markas PSPS Pekanbaru di Stadion Kaharuddin Nasution, Sabtu (22/6) sore ini. Ayam Kinantan ingin mencuri poin dari laga ini.

Pelatih PSMS Abdulrahman Gurning mengaku belum mengetahui kekuatan PSPS. Meski sempat bertemu dalam laga uji coba, beberapa waktu lalu, namun Gurning memprediksi permainan tuan rumah akan membaik. “Sebagian pemain PSPS sudah kita hadapi pada uji coba kemarin. Tapi ada juga pemain baru. Artinya, kita tidak bisa memandang enteng,” ujar Gurning, Jumat (21/6).

Namun, Gurning optimis PSMS bisa mencuri poin perdana di Pekanbaru. Salah satu faktor yang menguntungkan Ayam Kinantan adalah minimnya persiapan tuan rumah. “Persiapan PSPS minim. Ini merupakan keuntungan bagi kita,” sebutnya.

Sedangkan Asisten Pelatih PSMS Medan, Eddy Syahputra dalam temu pers, juga optimis mencuri poin di kandang PSPS. “Ini laga perdana kami di Liga 2. Sebab itu, kami datang untuk mencari poin,” ujar Eddy Syahputra, didampingi kapten tim PSMS Medan, Legimin Rahardjo.

Untuk mengamankan poin, PSMS Medan akan menurunkan pemain-pemain seniornya. “Tentu tidak mudah mencari poin di kandang lawan, sebab itu kami akan memainkan pemain-pemain senior, beruntung kami memiliki pemain sarat pengalaman seperti Legimin dan sejumlah pemain berpengalaman lainnya yang siap tampil dalam laga ini,” ujar Eddy Syahputra.

Eddy Syahputra berharap pertandingan berlangsung dalam kondisi fair playa, termasuk dalam kepemimpinan wasit yang diharapkan bisa netral dalam memimpin pertandingan. “Kami berharap wasit netral dalam memimpin pertandingan ini, sehingga pertandingan bisa berlangsung dalam atmosfir bagus dan fair play,” tambah Eddy Syahputra.

Kapten tim PSMS Medan, Legimin Raharjo menyatakan para pemain sudah siap menghadapi laga ini, meski mereka harus bermain di hadapan pendukung PSPS Pekanbaru. “Saya rasa kami siap menghadapi laga ini, sebab kami sudah dipersiapkan cukup lama,” tambah Legimin.

Sedangkan kubu PSPS tidak mau kalah. Pelatih PSPS, Bona Simanjuntak menegaskan timnya harus memenangkan laga kandang mereka. “Jelas lah, ini laga perdana di kandang. Kami bermain di hadapan publik dan pendukung kami sendiri, tentu harus meraih kemenangan atau poin penuh,” kata Bona Simanjuntak didampingi pemainnya Herianto.

Tampil di hadapan pendukung sendiri tentu menambah motivasi meraih kemenangan, sehingga PSPS yang banyak didominasi pemain muda pasti akan tampil dengan semangat juang tinggi. (dek)

Kebakaran di Pabrik Mancis Binjai, Korban Bertumpuk di Pintu Depan yang Terkunci

HANGUS
Warga dan keluarga korban menyaksikan jenazah para korban yang hangus terpanggang akibat kebakaran yang meludeskan Pabrik Mancis di Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Langkat, Jumat (21/6)

BINJAI, SUMUTPOS.CO – DUKA di wajah Sofian (36), suami dari Yuli Fitriani (35), pekerja di pabrik perakitan korek api gas (mancis) di Jalan T Amir Hamzah, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Jumat (21/6), begitu terasa ketika melapor ke posko Ante Mortem Tim DVI Polda Sumut di Rumah Sakit Bhayangkara, Jalan Wahid Hasyim, Medan. Di hadapan petugas, ia tak cuma memberi keterangann

akan ciri-ciri fisik istrinya yang menjadi korban. Anak pertamanya, Sifa Oktaviana (10), juga ikut terbakar dalam kejadian memilukan yang setidaknya menelan 30 korban jiwa.

“Istri dan anak saya jadi korban, anak pertama saya. Tadi sudah saya laporkan ciri fisiknya ke petugas untuk identifikasi jenazah,” sebutnya.

Menurut dia, istrinya sudah bekerja kuranglebih 4 tahunan di sana. Sepengetahuannya, istrinya itu bekerja merakit mancis/korek api. “Kalau menurut cerita mendiang istri saya, mereka merakit mancis, mengisi gas memasang batu mancisnya,” ungkap Sofian.

Ketika ditanya kenapa anaknya bisa ikut menjadi korban, Sofian mengaku memang hal itu sudah hal yang lumrah. Para pekerja yang didominasi perempuan di pabrik itu banyak membawa anak-anak bekerja di sana. “Tapi memang harusnya anak saya dijaga sama neneknya. Kebetulan saja hari ini neneknya sedang ada pesta, jadi dia memilih makan siang di sana (lokasi kebakaran),” sebutnya.

Sofian menyebut, saat kejadian seluruh korban tampak bertumpuk di pintu depan pabrik yang terkunci teralis besi. Ia mengatakan, jasad istri, anaknya dan sejumlah korban lain ketika ditemukan bertumpuk saling berpelukan. “Gak kebayang bagaimana takutnya mereka kala itu, tidak tahu mau ke mana. Pintu dikunci, jendela juga terkunci. Mau didobrak juga nggak bisa, namanya perempuan. Itu sangat saya sayangkan, kenapa pemilik pabrik tak membuat akses keluar lain yang lebih safety. Harusnya anak dan istri saya juga korban lain masih bisa selamat,” kesalnya.

Sementara itu, keluarga korban kebakaran lainnya, Sainten (53), ibu dari Yunita Sari (30) dan dua anaknya Vinkza Parisyah (10) Runisa Syakila (2), begitu terpukul mendengar kabar anak dan dua cucunya itu jadi korban kebakaran di pabrik itu. Ia tak pernah menyangka, Yunita dan dua anaknya bakal meninggal dengan kondisi yang mengenaskan, gosong terpanggang.

Yunita sendiri merupakan anak pertama Sainten. Ia anak pertama dan memiliki tiga orang adik. Di hadapan petugas, Sainten memboyong tiga adik Yunita. “Anak saya ada 4, Yunita ini anak pertama, ini adik-adiknya semua ikut,” ungkap Sainten.

Dari keterangan Sainten, anaknya itu sudah bekerja selama kuranglebih 5 sampai 6 tahun di pabrik tersebut. Menurutnya tidak ada firasat buruk sebelum akhirnya mereka mendapatkan kabar tewasnya Yunita dan anak-anaknya. “Tidak ada firasat aneh sebelum kejadian ini. Mulanya malah kami mendapat kabar kalau Yunita cuma kecelakaan sama anak-anaknya, ternyata lain kabar yang kami dapat,” ungkapnya.

Namun, ada yang tak biasa sebelum ketiganya meninggal dalam insiden kebakaran itu. Anak Yunita yang pertama, Vinkza Parisyah sempat mengunggah foto-foto dirinya bersama ibu dan adiknya ke media sosial facebook. “Cuma sempat tadi sebelum kejadian si Vinka foto-foto sama adiknya yang masih 2 tahun dan mamaknya bertiga. Itu pagi-pagi. Seperti sebuah pertanda kenang-kenangan mereka,” ungkap Sainten.

Begitupun, kata Sainten, pihaknya sudah ikhlas akan kepergian anaknya dan cucunya itu. Namun, yang ia sayangkan kenapa pemilik pabrik mengunci pintu depan. “Ini setidaknya jadi pembelajaran lah. Jangan lagi ada kejadian begini. Harusnya pengusaha juga memperhatikan keselamatan pekerjanya juga,” pungkas Sainten.

Diketahui setidaknya ada 30 jenazah yang diautopsi di RS Bhayangkara. Polisi masih menerima data dari keluarga korban untuk diuji guna mengetahui identitas masing-masing korban. (dvs)