24 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 5287

Massa GNKR Demo hingga Malam

sutan siregar/sumut pos DEMO: Massa yang tergabung dalam GNKR Sumut saat unjukrasa di depan kantor DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan, Jumat (24/5). Dalam aksi ini, mereka menolak hasil Pemilu 2019.
sutan siregar/sumut pos
DEMO: Massa yang tergabung dalam GNKR Sumut saat unjukrasa di depan kantor DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan, Jumat (24/5). Dalam aksi ini, mereka menolak hasil Pemilu 2019.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Massa Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) Sumut yang terdiri dari sejumlah elemen masyarakat, kembali menggelar aksi Jumat (24/5) siang. Kali ini, mereka menyasar kantor DPRD Sumut di Jalan Imam Bonjol Medan. Bahkan hingga tadi malam, sekira pukul 20.06 WIB, mereka masih bertahan di depan gedung dewan.

Pantauan Sumut Pos tadi malam, masa melaksanakan salat Isya berjamaah dan dilanjutkan dengan tarawih berjamaah. Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF) Sumut, Ustad Heriansyah bertindak sebagai imam salat. Belum diketahui sampai kapan massa akan tetap bertahan.

Sebelumnya, Ketua Presidium GNKR Sumut, Rabualam Syahputra membacakan 5 poin tuntutan aksi mereka. “Pertama, batalkan putusan KPU yang menyatakan kemenangan paslon 01,” katanya.

Poin kedua, kata dia, mendiskualifikasi paslon 01 karena melakukan kecurangan. Ketiga, membebaskan tahanan politik cabut semua laporan terkait UU ITE, UU Makar, UU Pencucian uang. Keempat, investigasi terhadap korban Pemilu dan penembakan rakyat oleh aparat kepolisian. Dan terakhir, kembalikan kedaulatan rakyat sekarang juga.

Dalam aksi itu, Ketua GNPF Ulama Sumut, Ustad Heriansyah saat berorasi sekaligus menyampaikan tausiahnya di depan seluruh massa yang dikawal ketat ratusan personel gabungan Polri dan TNI mengatakan, aksi ini untuk memperjuangkan kebenaran dan melawan kezaliman yang mereka nilai telah merajalela di Indonesia.

“Kita datang ke sini bukan untuk kepentingan politik, tapi untuk melawan kezaliman. Karena sebaik-baiknya Jihad adalah menyampaikan kebenaran didepan para penguasa yang zalim,” teriak Heriansyah dari atas mobil komando disambut oleh teriakan takbir oleh massa yang hadir.

Dalam kesempatan itu, Heriansyah juga menyampaikan kemirisannya saat para penguasa tidak lagi menunjukkan rasa empati terhadap meninggalnya 8 orang yang turut dalam aksi 22 Mei untuk menolak hasil pengumuman KPU yang dinilai penuh kecurangan.

“Para penguasa saat ini bersikap dingin atas meninggalnya saudara-saudara kami di Jakarta dalam aksi itu. Usut tuntas kasus terbunuhnya mereka, jangan diam saja dan pura-pura tidak tahu,” katanya.

Selain itu, Heriansyah juga meneriakkan agar seluruh masyarakat untuk tidak takut melawan kezaliman yang sudah sewenang-wenang terjadi di Indonesia. Masyarakat diminta untuk bersama-sama membela bangsa, membela keutuhan NKRI dan membela para Ulama dari segala bentuk kriminalisasi dan kezaliman.

Selain Ustad Heriansyah, massa dari mahasiswa juga menuntut agar pihak-pihak yang berwajib untuk segera mengusut tuntas kematian ratusan petugas KPPS dalam proses pemilihan umum 2019. “Ada ratusan orang saudara-saudara kita yang mati dalam proses pemilu serentak tahun 2019 ini, ada banyak kejanggalan. Usut tuntas kematian mereka, usut sampai selesai,” teriaknya.

Selain sejumlah mahasiswa, kaum wanita yang mereka sebut sebagai kaum emak-emak turut hadir dalam aksi tersebut. Salah satu peserta aksi yang mewakili kaum emak-emak berteriak bahwa mereka tidak pernah takut untuk melawan kriminalisasi yang terus ditujukan terhadap para ulama di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara.

“Kami emak-emak sudah tidak bisa tinggal diam, kami pun ikut turun melawan kezaliman. Kami siap membela agama ini, kami siap membela para Ulama. Para wakil rakyat, turunlah dari gedung itu, kami yang pilih kalian. Kalian jangan diam saja, dengarkan kami, temui kami disini. Perjuangkan kebenaran bersama-sama kami,” teriak emak-emak.

Pantauan Sumut Pos, sebelum Ustad Heriansyah menyampaikan tausiahnya, kerumunan massa sempat mengamuk dan meminta aparat kepolisian yang mengawal mereka saat itu untuk segera menurunkan spanduk yang telah terpampang sebelumnya di pepohonan didepan gedung DPRD Sumut. Sebelumnya, spanduk itu sendiri merupakan spanduk dari sekelompok massa lainnya yang menyatakan penolakan mereka terhadap kelompok yang menamakan ‘People Power’. Sejumlah aparat kepolisian pun menurunkan spanduk itu.

Atas aksi itu, jalan Imam Bonjol Medan diseputar gedung DPRD Sumut terpaksa harus diblokir dan dilakukan pengalihan jalur. Pantauan Sumut Pos, sejak pagi ratusan aparat kepolisian dan TNI telah bersiap-siap dan berjaga di dalam kawasan komplek gedung DPRD Sumut guna mengantisipasi aksi demo tersebut.

Mahasiswa Demo KPU Binjai

Aksi juga digelar puluhan mahasiswa Kota Binjai yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di depan Kantor KPU Binjai, Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Limau Mungkur, Binjai Barat, (24/5). Mereka membawa bendera, spanduk dan keranda mayat yang bertuliskan 550 anggota KPPS tewas. Massa menuntut, KPU dapat menjelaskan dan mengklarifikasi terkait tewasnya anggota KPPS.

Menurut Kordinator aksi Septian Hermawan, dalam orasinya, terkait kasus meninggalnya kurang lebih 600 petugas KPPS diminta untik membentuk lembaga independen mengungkap fakta. Massa juga meminta KPU segera memperbaiki administrasi yang bobrok sehingga mengakibatkan salah penghitungan dan mengevaluasi kinerjanya. “Kami mahasiswa juga menolak sistem pemerintahan diktator dan meminta KPU menjalankan demokrasi sesuai Undang-Undang. Menuntut TNI, Polri, ASN agar bersikap netral dan kami juga menuntut pemerintah serta DPR mengevaluasi pemilu serentak yang terburuk sepanjang sejarah,” tandasnya.

Tak lama melakukan aksi, Ketua KPU Binjai Zulfan dan anggota komisioner lainnya menemui massa. Komisioner penyelenggara pemilu menyampaikan bahwa tidak didapati petugas pemilu yang meninggal dunia di Kota Rambutan. “Petugas Pemilu di Binjai ada beberapa yang sakit, tetapi sudah kembali ke rumah. Terkait tindak lanjut terhadap para petugas, KPU sudah berikan santunan, baik bagi yang meninggal dunia, cacat ringan maupun tetap,” tandas Zulfan.

Di akhir orasi, belasan massa HMI dan komisioner KPU Binjai menggelar tabur bunga pada replika keranda (tempat mayat) yang dibawa oleh massa. Orasi ditutup dengan doa bersama dan massa membubarkan diri dengan tertib.(mag-1/ted)

Jelang Mudik Lebaran, Harga Tiket Pesawat Masih Mahal, Bus dan Kapal Laut Jadi Pilihan

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masih tingginya harga tiket pesawat, membuat para pemudik bakal beralih ke angkutan darat dan laut. Karenanya, penumpang bus dan kapal laut diprediksi bakal mengalami lonjakan yang cukup tajam tahun ini.

“Penumpang angkutan laut yang pada tahun lalu menurun, tahun ini diprediksi meningkat karena tumpahan dari angkutan udara. Ternyata tarif batas bawah dan batas atas belum signifikan untuk tiket pesawat. Masih di atas Rp2 jutaan,” kata Koordinator Posko Pemantauan dan Pengawasan Angkutan Lebaran 2019, Agustinus Panjaitan menjawab Sumut Pos, Jumat (24/5) malam.

Hal ini disampaikannya usai menghadiri Rapat Koordinasi Persiapan Lebaran 2019, bersama stakeholder terkait di Polda Sumut kemarin. “Ya, via jalan (darat) dan laut akan meningkat jumlah penumpang. Prediksi kita naik 3-4 persen tahun ini untuk jalan, dan laut sampai 10 persen,” sambungnya.

Secara kapasitas armada selama Lebaran, Dishub menegaskan, tidak ada kendala apapun. Artinya selama arus mudik dan arus balik nanti berlangsung, sangat mencukupi kebutuhan masyarakat untuk mudik ke kampung halaman. “Contohnya armada, hitungan kita masih sekitar 740-an unit siap melayani penumpang, dengan kapasitas kursi 1,4 juta lebih perhari. Jadi masih sangat memadailah,” katanya.

Bahkan, kata dia, via angkutan laut dari Pelabuhan Belawan ke Batam sudah ada penambahan trip sebanyak tiga trip, baik saat arus mudik maupun arus balik. “Di samping itu, kita sedang persiapan cek kondisi kendaraan pada 29 Mei nanti. Dimana sekaligus dengan tes urine seluruh sopir angkutan darat. Nantinya melibatkan instansi kesehatan, kepolisian, BNN dan lainnya. Lokasinya di Terminal Pinang Baris dan Terminal Amplas,” katanya.

Kabid Evaluasi dan Pengembangan Perkeretaapian Dishub Sumut ini menambahkan, nanti untuk penempatan personil dalam rakor tersebut sudah disepakati masing-masing instansi ada menugaskan petugasnya. “Itu ada titik-titiknya, baik di jalan provinsi ataupun ruas nasional. Kemudian ada pembatasan untuk mobil barang beroperasi, yang dimulai pada 30 selama tiga hari. Dan paska arus mudik juga ada pembatasan selama tiga hari,” terangnya.

Selain itu, Dishub Sumut juga akan melakukan monitoring tarif berdasarkan ketentuan yang lama. Sebab setiap tahun didapati keluhan masyarakat atas penerapan tarif dari pihak perusahaan transportasi. “Ini upaya antisipasi kita atas harga yang sudah ditetapkan. Selain itu kita juga akan melakukan cek kesiapan kapal di Danau Toba. Baik kapal tradisional maupun komersil untuk penyebrangan. Yang terpenting standar keamanan seperti life jaket mesti dipenuhi,” katanya.

KPPU Tetap Selidiki Dugaan Kartel

Terkait masih tingginya tarif tiket pesawat, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan melakukan penyeledikan adanya indikasi kartel pada kenaikan harga tiket tersebut. Komisioner KPPU, Guntur Syahputra Saragih berjanji akan menuntaskan kartel kenaikan harga tiket pesawat penerbangan nasional tersebut, sudah masuk di tingkat penyeledikan. Termasuk langkah-langkah penyeledikan terus dilakukan saat ini. “Kasus ini sudah dua kali ekspos oleh investigator kami,” ungkap Guntur kepada wartawan di Medan, Kamis (23/5) kemarin.

Guntur mengungkapkan, dalam waktu dekat investigator KPPU juga akan melakukan ekspos internal untuk ditentukan, apakah sudah bisa masuk pemberkasan atau belum. “Kalau memang dugaan ini terbukti, kami akan secepatnya menggelar persidangan,” sebut Guntur.

Menurutnya, sanksi sudah diatur dalam UU Nomor 5 Tahun 1999 berupa denda sebesar Rp 25 miliar bagi pihak yang melakukan kartel. “Secara aturan, pelaku usaha bersama dengan pelaku usaha yang bersaingan dilarang menetapkan harga. Kesepakatan terhadap harga termasuk pelanggaran,” pungkasnya.

52.910 Tiket KA Ludes

Sementara, sepekan menjelang mudik lebaran, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre I Sumut mencatat, tiket yang sudah terjual sebanyak 52.910 kursi atau 35 persen dari total 152.152 seat, yang siapkan pada pelaksanaan angkutan arus mudik Lebaran 2019. Manager Humas PT KAI Divre I Sumut, M Ilud Siregar kepada Sumut Pos mengatakan, diperkirakan lonjakan penumpang akan terjadi pada 31 Mei 2019 atau H-5 Lebaran. Mengingat sudah memasuki cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah.

“Pemesanan tiket kereta api Lebaran Sumut 2019 terus naik hingga arus mudik nantinya. Untuk itu, gunakan secepatnya dengan pemesan untuk tiket kereta yang masih tersisa ini,” tutur Ilud, Jumat (24/5).

Ilud menjelaskan, puluhan ribu tiket yang ludes terjual itu untuk kelas eksekutif, bisnis, dan ekonomi berbagai jurus di Sumut. Namun, penjualan tiket sudah dilakukan PT KAI lebih awal sejak 25 Febuari 2019, lalu. Sedangkan, untuk KA Siantar Ekspres baru bisa dipesan H-30 dan KA Sri Lelawangsa atau go show. “Manajemen KAI berharap, calon penumpang bisa memesan jauh hari tiket keberangkatan mudik maupun balik di Lebaran agar segera mendapatkan kepastian tiket atau tempat duduk kereta api,” jelas Ilud.

Ia mengungkapkan, untuk puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada Minggu, 9 Juni 2019 atau H+3 Lebaran. Untuk memberikan pelayanan terbaik pada arus mudik lebaran ini, PT KAI akan menyiapkan petugasnya selama 24 jam. “Kemudian, KAI Divre I Sumut menyediakan kurang lebih 17.728 tempat duduk untuk KA jarak jauh dan KA lokal setiap harinya,” jelas Ilud.

Dia menegaskan, menghadapi peningkatan jumlah pengunjung channel penjualan tiket, KAI Divre I Sumut telah melakukan langkah antisipasi berupa tuning dan optimalisasi database sistim ticketing.

Kemudian, menambah ‘application server’ dan ‘bandwidth’ internet sebanyak dua kali lipat dari hari biasa. Menurut Ilud, Langkah itu bertujuan agar proses pemesanan tiket dapat berjalan dengan lancar.

Ilud berharap masyarakat dapat menjadikan kereta api sebagai moda transportasi pilihannya pada angkutan Lebaran tahun ini. Dengan kenyamanan dan keamanan yang diberikan. “Kami memberikan pelayanan terbaik dan maksimal selama angkutan lebaran,” pungkasnya.

Ada 74 Titik Rawan Macet di Sumut

Sementara dari Rakor Lintas Sektoral Ops Ketupat Toba 2019 dalam agenda Kesiapan Pengamanan Idul fitri 1440 H di Sumut yang bertempat di Aula Catur Prasetya Mapolda Sumut, terungkap ada 74 titik rawan macet di Sumut. Diantaranya berada di Kota Binjai, Medan dan Pelabuhan Belawan.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, dari paparan yang didapat titik rawan macet seperti di Binjai ada 3 lokasi, Pelabuhan Belawan 5 lokasi dan Kota Medan 17 Lokasi. “Total ada 74 Lokasi kerawanan macet di Sumut,” sebut Tatan, Jumat (24/5).

Sementara itu, untuk titik-titik pasar tumpah terdata ada sebanyak 103 lokasi di seluruh provinsi Sumut. “Sementara itu untuk masjid dengan kapasitas 400-1000 jamaah terdata ada sebanyak 2.199 lokasi yang harus di antisipasi mulai dari keamanan dan potensi kemacetan yang terjadi,” ungkapnya.

Sedangkan untuk aksi kriminalitas, masih menjadi perhatian Polisi di Kota Medan. Gangguan keamanan yang berpotensi terjadinya diantaranya pencurian pemberatan (Curat), curanmor, dan narkoba. “Untuk ukurannya se-Sumut adalah di Kota Medan, karena apa yang terjadi di kewilayahan hulunya itu Kota Medan,” sebutnya.

Dalam rapat koordinasi itu, ancaman bencana alam masih akan terjadi di wilayah Pantai Barat. Masyarakat diimbau agar lebih berhati-hati dengan resiko bencana alam yang bisa saja terjadi. “Kemudian juga tidak slow respon terhadap ancaman teror dan penyebaran radikalisme di wilayah Sumut,” sebutnya.

Ia mengatakan, dalam pengamanan Hari Raya Idul Fitri ini Polri mengerahkan 7.760 personel yang tersebar diseluruh jajaran, serta beberapa instansi terkait yang akan ikut membantu seperti TNI, Satpol-PP, Pemadam kebakaran, SAR, Serta pramuka juga akan turut didalamnya.

Tak cuma itu, masalah lain yang dihadapi dalam Hari Raya Idul Fitri kali ini diantaranya beberapa ruas jalan yang masih rusak untuk dilewati kendaraan bermotor. “Kemudian ancaman gangguan terorisme setiap saat yang perlu diwaspadai oleh semua pihak,” sebut Tatan.

Sementara dari data intelijen yang dikumpulkan Polda Sumut ada beberapa poin yang menjadi perhatian diantaranya aksi teror, bencana alam dan aksi unjuk rasa serta demo yang menjulur ke anarkis. “Ini yang kita antisipasi agar nantinya tidak terjadi dan menganggu kenyamanan perayaan Hari Raya Idul Fitri nantinya,” pungkas Tatan. (prn/gus/dvs)

Terkait Dugaan Makar, 2 Kali Mangkir, Romo Bakal Dijemput Paksa

istimewa Raden Muhammad Syafii, Anggota Komisi III DPR RI
istimewa
Raden Muhammad Syafii, Anggota Komisi III DPR RI

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPR RI dari Partai Gerindra asal Sumut, Raden Muhammad Syafi’i dua kali mangkir dari panggilan penyidik Polda Sumut terkait kasus dugaan makar.

Karenanya, Polda Sumut tengah menyiapkan surat panggilan ketiga, disertai surat penjemputan paksa.

“Muhammad Syaf’i alias Romo tidak memenuhi panggilan kedua untuk diperiksa sebagai saksi di Ditreskrimum Polda Sumut. Anggota DPR RI ini diperiksa terkait dugaan perkara makar yang terjadi di Masjid Raya Jalan Sisingamangaraja Medan. Hari ini, pemanggilan kedua untuk diperiksa tapi dia tidak hadir,” kata Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan, Jumat (24/5).

Diterangkan Nainggolan, Romo tak hadir memenuhi panggilan penyidik dengan dalih sedang berada di Jakarta. “Tadi kuasa hukumnya hadir untuk menyampaikan alasan ketidakhadirannya. Alasannya, Romo sedang berada di Jakarta,” ujarnya.

Ditanya kapan pemanggilan ketiga akan dilakukan, juru bicara Polda Sumut ini tak memberi tanggal pasti. Namun, menurutnya pemanggilan ketiga itu akan dilakukan sesegera mungkin. “Katanya, dalam waktu dekat, pihak penyidik akan melakukan pemanggilan ketiga terhadap Romo disertakan membawa surat penjemputan untuk (Romo) diperiksa,” terang Nainggolan.

Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Andi Rian juga membenarkan soal kabar pemanggilan terhadap Romo. Ia tak menampik memang sudah dua kali dilayangkan pemanggilan terhadap Anggota Komisi III DPR RI ini. “Iya sudah dua kali kita panggil untuk diperiksa terkait dugaan kasus makar. Hari ini panggilan ke-2 tapi yang bersangkutan tidak hadir sementara untuk panggilan pertama sudah kita layangkan beberapa hari yang lalu,” akunya.

Menurut informasi yang diperoleh wartawan, Romo diperiksa karena memberi ceramah di Masjid Raya Medan. Dalam ceramahnya, diduga Romo melakukan makar. Selain Romo, kabarnya polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi-saksi lain terkait kasus dugaan tindak pidana makar. Informasi yang didapat, ada sekira 6 orang yang terancam dipersangkakan kasus makar. (dvs)

Realisasi Pajak Daerah Sudah 25 Persen dari Target

Triadi Wibowo/Sumut Pos REKLAME: Ratusan papan reklame di salah satu ruas jalan Kota Medan. Saat ini retribusi pajak sudah mencapai 25 persen dari target.
Triadi Wibowo/Sumut Pos
REKLAME: Ratusan papan reklame di salah satu ruas jalan Kota Medan. Saat ini retribusi pajak sudah mencapai 25 persen dari target.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Realisasi pajak daerah Kota Medan hingga pertengahan Mei tahun ini (per tanggal 22) tercatat sudah mencapai 25 persen dari target. Realisasi yang diperoleh sekitar Rp360,5 miliar.

“Penerimaan pajak yang diperoleh hingga 22 Mei 2019 sudah mencapai 25 persen dari target. Realisasi yang diperoleh sekitar Rp360,5 miliar dari pajak restoran, pajak bumi bangunan, pajak hotel, pajak hiburan dan BPHTB,” ujar Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Medan, Suherman, kemarin.

Diakuinya, memang realisasi ini mengalami penurunan tetapi tidak siginifikan dibanding dengan tahun lalu sebesar Rp390,4 miliar. Artinya, selisih sekitar Rp30 miliar lebih.

Menurut Suherman, penurunan penerimaan pajak ini disebabkan beberapa faktor. Pertama, karena menurunnya realisasi pajak hiburan yang disebabkan tempat hiburan malam tidak beroperasi selama bulan puasa. Padahal, sumbangan pajak tempat hiburan malam cukup besar.

Meski begitu, sambung dia, pihaknya menggenjot potensi pajak sektor lain sehingga dapat seimbang. “Sumbangan pajak hiburan yang menurun baru bisa diketahui bulan depan, karena saat ini masih dalam tahap pencatatan,” ucapnya.

Selain itu, sambung dia, faktor kedua yang menjadi penyebab menurunnya realisasi adalah tidak lagi mengutip pajak reklame. Sebab, pajak reklame mulai tahun ini menjadi kewenangan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (Dinas Perizinan) Medan.

“Realisasi tahun ini tidak termasuk pajak reklame, karena sudah bukan lagi kewenangan kita (BPPRD) melainkan Dinas Perizinan. Padahal, kontribusi tahun lalu pajak reklame yang didapat (periode Januari-Mei 2018) cukup lumayan sebesar Rp4 miliar,” katanya.

Dikatakan Suherman, berbeda dengan pajak hiburan yang turun, pajak restoran justru mengalami kenaikan. Sumbangan pajak restoran terhadap realisasi hingga Mei tahun ini sebesar Rp75,69 miliar. “Pajak restoran lumayan besar sumbangannya, bahkan penerimaan yang diperoleh mengalami kenaikan dibanding tahun lalu sebesar Rp60,40 miliar periode yang sama. Artinya, naik sekitar Rp15 miliar lebih,” paparnya.

Lebih lanjut Suherman mengatakan, meningkatnya realisasi pajak restoran dipengaruhi secara tidak langsung oleh laju pertumbuhan restoran di Medan yang cukup banyak. Otomatis, potensi pajak menjadi meningkat. Berbeda dengan hotel dan tempat hiburan, pertumbuhannya cenderung lambat. Apalagi, melihat situasi politik yang hingga kini kian panas.

“Meski baru 25 persen yang dicapai, namun kami yakin rentang waktu yang tersisa bisa merealisasikan target. Kami optimis target itu bisa tercapai sebab masih banyak potensi pajak yang bisa diraih. Akan tetapi, tentunya harus dengan kerja keras seluruh petugas,” harapnya.

Tak hanya mengandalkan petugas, tambah Suherman, pihaknya juga menggunakan teknologi dengan memasang alat tapping box. “Alat itu dipasang pada tempat-tempat yang strategis atau potensial bagi wajib pajak, misalnya di restoran, hotel, bioskop dan lainnya. Dengan begitu, perolehan pajak yang dicapai bisa maksimal,” imbuhnya.

Terpisah, Ketua Komisi C DPRD Medan, Boydo HK Panjaitan mengatakan, BPPRD harus lebih meningkatkan lagi kinerjanya. Diharapkan, tahun ini dapat melampaui target. “Jangan sampai terulang lagi tak capai target seperti tahun lalu. Untuk Tahun ini harus tercapai target yang telah ditetapkan,” ujarnya. (ris/ila)

Mahasiswa Demo Persoalkan Mutasi Pejabat Pemprovsu, Gubsu: Proses Assesement Selektif

TERIMA PENDEMO: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi didampingi Wakil Gubernur, Musa Rajekshah, menerima belasan pendemo di Ruang Wartawan (Press Room), Kantor Gubernur Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Jumat (24/5).
TERIMA PENDEMO: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi didampingi Wakil Gubernur, Musa Rajekshah, menerima belasan pendemo di Ruang Wartawan (Press Room), Kantor Gubernur Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Jumat (24/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menemui belasan pendemo yang menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Jumat (24/5).

Menjawab tuntutan terkait kebijakan mutasi pejabat, Gubernur menjelaskan bahwa proses assessment berjalan selektif.

Dalam tuntutannya, mahasiswa mempertanyakan pengambilan keputusan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi terkait pelantikan pejabat Eselon II, sekaligus mutasi dan evaluasi posisi jabatan yang mereka sebut ‘non job’. Menurut mereka, beberapa nama yang diangkat sebagai pimpinan OPD di jajaran Pemprov Sumut diduga bermasalah, meskipun tidak dijelaskan secara rinci oleh mahasiswa.

Begitu juga soal assessment yang dijalankan dengan mendatangkan para ahli (profesor) guna menyeleksi para pejabat agar sesuai antara kemampuan dengan jabatan yang akan diemban. Mahasiswa juga mempertanyakan prosesnya, mengingat hal itu dilakukan melibatkan pihak akademisi.

Menjawab itu, Gubernur menegaskan bahwa tuntutan mahasiswa terkait pejabat yang diduga bermasalah, dirinya meminta kepastian dan bukti. Sebab jika tidak, maka tuduhan yang tidak mendasar bisa juga berimplikasi hukum sebagai pencemaran nama baik.

“Ini kita pakai hukum positif. Tidak bisa kita menuduh begitu saja. Kalau memang ada bukti, laporkan ke saya, langsung kita proses, penjarakan dia. Tetapi jangan asal tuduh dan katanya saja,” kata Gubernur, saat menerima pengunjukrasa di Ruang Wartawan (Press Room), Kantor Gubernur Sumut.

Sementara, soal assessment atau proses seleksi para pejabat sebelum diambil keputusan mutasi atau promosi jabatan, Gubernur juga menegaskan bahwa hal itu berjalan sesuai dengan aturan yang ada. Dicontohkannya seperti membentuk panitia seleksi (pansel), melibatkan para guru besar (akademisi) dari berbagai kampus dengan disiplin ilmu masing-masing.

“Yang seleksi itu bukan saya, ada guru besar/profesor yang menilai dan menyeleksi. Jadi bukan saya yang seleksi. Tetapi memang assessment itu untuk saya (Gubernur),” tegas Edy Rahmayadi didampingi Wakil Gubernur Musa Rajekshah.

Dari pansel tersebut, lanjut Gubernur, dipilih beberapa nama sesuai peringkat masing-masing. Adapun hasilnya mengeluarkan peringkat untuk satu jabatan tertentu. Pun begitu, dirinya menjelaskan bahwa sebagian besar yang terpilih adalah yang menempati peringkat pertama. Sebab ada kriteria yang dipilihnya.

“Yang pertama itu intelektual, kemudian psikologis. Jadi kalaupun intelek (cerdas), kita lihat tabiatnya. Yang jelas, hampir semua yang peringkat satu itu saya pilih,” jelas Edy.

Sementara selain tuntutan tersebut, perwakilan mahasiswa yang disampaikan Fauzi (ITM) bahwa mereka mendukung upaya Gubernur-Wakil Gubernur menjadikan Sumut Bermartabat. Sehingga seluruh jajaran OPD harus diisi oleh orang yang berkompeten dan bersih.

“Kami mendukung pemerintahan ini melalui pengumpulan seribu tandatangan, agar bisa terwujud Sumut bermartabat,” ujar Fauzi, yang selanjutnya membubarkan diri bersama belasan rekannya yang lain.

Turut hadir pada kesempatan itu Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sabrina, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kaiman Turnip, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Anthony Siahaan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Zonny Waldi, dan Plt Kabiro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut Mhd Fitriyus. (prn/ila)

Revitalisasi Pasar Inpres Belawan Masih Terganjal Penghapusan Aset

file/sumut pos Benny Iskandar
file/sumut pos
Benny Iskandar

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Proyek revitalisasi Pasar Inpres Belawan di Jalan Bunga, Kelurahan Belawan II, Medan Belawan, belum juga terealisasi. Proyek yang sudah dianggarkan pada APBD 2019 ini masih terganjal masalah penghapusan aset yang belum juga tuntas.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (Dinas Perkim-PR) Medan, Benny Iskandar mengaku, seharusnya saat ini sudah tahap persiapan tender. Namun, karena penghapusan aset belum selesai sehingga harus tertunda.

“Pencatatan asetnya harus dihapuskan dari bangunan lama ke bangunan yang baru. Memang begitu mekanismenya, kalau mau bongkar bangunan tersebut maka harus dihapuskan nilai asetnya,” ujar Benny, kemarin.

Setelah penghapusan aset selesai, sambung dia, kemudian harus dilelang kepada pihak ketiga. Namun, lelang dilakukan oleh PD Pasar bukan Dinas Perkim-PR. “Kami sudah menyurati PD Pasar dan Sekda agar mempercepat proses penghapusan aset tersebut. Akan tetapi, hingga sekarang belum tuntas,” akunya.

Tak hanya itu, lanjut Benny, kendala lain belum diremajakan bangunan pasar tradisional tersebut adalah tempat relokasi. “Memang tempat relokasi sudah ada, tak jauh dari lokasi pasar yang akan dibangun. Namun, masih ada yang perlu dilengkapi seperti air dan listrik karena belum terpasang. Sebab, awalnya tidak perlu ada air dan listrik karena sifatnya sementara sehingga operasional pasar tidak sampai malam. Namun, ternyata pedagang butuh itu misalnya untuk memotong dan segala macamnya,” papar dia.

Benny mengaku, pihaknya sudah koordinasi dengan PD Pasar mengenai penyediaan listrik. Sedangkan air pihaknya yang menangani. “Listrik dan lainnya PD Pasar yang menyediakan. Kalau masalah air, kita yang tangani,” tuturnya.

Ia berharap penghapusan aset dapat segera tuntas sehingga bisa dilelang. Sebab, jangan sampai terlalu lama karena seperti pembangunan RS Tipe C di Labuhan sempat menunggu 2 bulan lantaran penghapusan aset belum selesai.

“Seharusnya bulan Juli 2018 pembangunan RS Tipe C sudah dikerjakan, tapi ternyata September baru mulai dibangun. Bahkan, lebih lama lagi Pasar Kampung Lalang sampai setahun baru selesai penghapusan asetnya karena pedagang tidak mau direlokasi. Makanya, kita minta jaminan pedagang direlokasi baru bisa kita lelangkan,” terangnya.

Benny menambahkan, koordinasi terakhir dengan PD Pasar, bulan Juni selesai penghapusan asetnya. Untuk itu, apabila ada jaminan pedagang direlokasi maka bisa langsung dikerjakan.

Sementara, Direktur Utama PD Pasar Medan, Rusdi Sinuraya mengatakan, revitalisasi Pasar Inpres Belawan tinggal menunggu kelengkapan fasilitas di tempat relokasi. Fasilitas tersebut seperti air, listrik, kamar mandi dan lainnya. “Kalau sudah lengkap dan dipasang fasilitas tersebut di tempat relokasi, maka segera mungkin pedagang dipindahkan. Selanjutnya, bangunan pasar yang lama dilelangkan dan kemudian dibangun,” ujar Rusdi.

Diutarakan Rusdi, beberapa tahapan tersebut diperkirakan tuntas pada Juli mendatang. Dengan begitu, pembangunan gedung baru pasar bisa dikerjakan. “Bulan Juli kita targetkan selesai tahapan-tahapan seperti penghapusan aset, relokasi dan kelengkapannya. Setelah itu, pasar langsung dibangun,” pungkasnya. (ris/ila)

Kapolda Sumut Mutasi 159 Pamen Sejajaran

file/sumut pos AKBP MP Nainggolan
file/sumut pos
AKBP MP Nainggolan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 159 personel Polri di jajaran Polda Sumatera Utara dimutasi. Mutasi ini tertuang dalam Surat Telegram Nomor : ST/497/V/KEP./2019 yang dikeluarkan tanggal 22 Mei 2019 serta ditandatangani oleh Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto.

Para personel Polri yang dimutasi antara lain, AKBP Paulus Hotman Sinaga, Penyidik Madya 2 Ditresnarkoba Polda Sumut diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Sumut.

Kemudian, Kompol Victor Ziliwu Sesspripim Polda Sumut diangkat dalam jabatan baru sebagai Kanit 4 Subdit II Ditreskrimsus Polda Sumut.

AKBP Suprayogi, Peyidik Madya 1 Ditresnarkoba Polda Sumut dimutasi sebagai Pamen Polres Binjai (dalam rangka penugasan Ka BNN Kota Binjai). Dia menggantikan Ka BNN Kota Binjai sebelumnya, AKBP Safwan Khayat yang dimutasi sebagai Ka BNN Kabupaten Deliserdang.

AKBP Saharudin Bangko, Ka BNN Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dimutasi sebagai Pamen Ditresnarkoba Polda Sumut. Penggantinya AKBP Ramlan yang sebelumnya menjabat sebagai penyidik madya 1 Ditreskrimsus Polda Sumut.

Mutasi juga terjadi di jabatan Kapolsek. Kompol Kristian Sianturi, Kapolsek Medan Area diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasubbagharbangling Yanma Polda Sumut. Penggantinya Kompol Anjas Asmara Siregar, sebelumnya Kanit 3 Subdit III Ditreskrimum Polda Sumut.

Kompol Rosyid Hartanto, Kapolsek Medan Labuhan dimutasi sebagai Pamen Polres Pelabuhan Belawan (dalam rangka Diksespimmen TA 2019). Penggantinya AKP Edy Safari yang saat ini menjabat sebagai Kasat Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Belawan.

AKP Sukarman, Kapolsek Muara Batang Gadis Polres Madina diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasat Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Belawan. Posisi yang ditinggalkannya diisi oleh AKP Suyana, sebelumnya Kasubbagprogar Bagren Polres Madina.

Kompol Faidil Zikri, Kapolsek Percut Sei Tuan dimutasi sebagai Pamen Polrestabes Medan (dalam rangka Diksespimmen TA 2019). Posisi yang ditinggalkan Faidil diisi oleh Kompol Subroto, sebelumnya Kasubbaghumas Bagops Polrestabes Medan.

Kompol Anggoro Wicaksono, Wakapolres Labuhanbatu dimutasi sebagai Pamen Polres Labuhanbatu (dalam rangka Diksespimen TA 2019). Penggantinya Kompol H Rokhmat, Kasi Propam Polrestabes medan. Posisi yang ditinggalkan rokhmat diisi AKP Abdul Mutholib, sebelumnya Kasubbagminops Bagops Sat Brimob Polda Sumut.

Kompol Ronni Bonic, Wakasat Reskrim Polrestabes Medan diangkat dalam jabatan baru sebagai Kanit 4 Subdit I Ditreskrimsus Polda Sumut. Penggantinya Kompol Aron Tamba, sebelumnya Kapolsek Berastagi Polres Tanah Karo. Posisi yang ditinggal Aron diisi AKP Pawang Ternalem yang menjabat Kasat Sabhara Polres Tanah Karo.

AKP Teuku Fatir Mustafa, Kasat Reserse Narkoba Polres Deliserdang diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasat Reskrim Polres Langkat. Dia bertukar posisi dengan Kasat Reskrim Polres Langkat sebelumnya, AKP Juriadi.

Terakhir, Kompol Eko Triyulianto Kanit 2 Subdit III Ditreskrimum Polda Sumut diangkat dalam jabatan baru sebagai Kanit 5 Subdit III Ditreskrimum Polda Sumut, menggantikan Kompol Daniel Somanonasa. Posisi yang ditinggal Eko diisi AKP Muhammad Firdaus, sebelumnya Paur 2 Korsis SPN Polda Sumut.

Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, dikonfirmasi Jumat (24/5), membenarkan mutasi tersebut. Dikatakan Nainggolan, alih tugas dan jabatan dilingkungan Polri merupakan hal yang biasa dan proses manajemen SDM serta proses manajemen operasional fungsi Kepolisian.

“Benar. Mutasi seperti ini akan terus berlangsung sesuai kebutuhan dalam rangka pembinaan personel dan peningkatan kinerja untuk memenuhi kebutuhan dinamisasi organisasi Polri, sekaligus untuk penyegaran organisasi serta pengembangan karir yang bersangkutan,” pungkas Nainggolan. (dvs/ila)

Pencurian Barang Milik Kapal Marak di Pelabuhan Belawan

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Aksi pencurian barang berharga milik kapal yang sedang sandar dermaga Pelabuhan Belawan, kembali marak. Akibatnya, awak kapal dan perusahaan bongkar muat (PBM) resah.

Informasi diperoleh Jumat (24/5), pelaku pencurian diduga merupakan oknum buruh pelabuhan dan orang- orang tertentu yang dapat masuk bebas ke pelabuhan. Mereka bisa ke atas kapal untuk melakukan pencurian pada siang atau malam hari.

Umumnya, pelaku mencuri pipa tembaga sonding kapal dan minyak oli kapal yang berada dalam drum. Selain itu barang berharga milik anak buah kapal (ABK) tidak luput dari pencurian. “Yang penting pantang lalai, maka apapun bisa hilang di pelabuhan ini,” kata pria berusia 43 tahun tak mau namanya dikorankan.

Pria yang merupakan salah seorang pengurus perusahaan bongkar muat (PBM) ini mengaku, pihaknya sering menjadi pihak yang dibebankan untuk mengganti setiap barang yang hilang.

“Padahal selama ini kami sebagai PBM telah menggunakan tenaga Marinir untuk mengawal barang. Sedangkan pengamanan kapal seharusnya urusan agen kapal, jangan lagilah dibebankan ke kami kalau ada kehilangan di kapal,” katanya

Pihaknya sudah berulangkali meminta setiap peristiwa pencurin tersebut dilaporkan ke polisi dalam hal ini Polres Pelabuhan Belawan dan Syahbandar, namun dengan alasan prosesnya lama dan akan kena biaya, laporan dimaksud tidak dilakukan. “Salah satu kendalanya memang masalah waktu, dimana saksi korban yang umumnya ABK sulit hadir di persidangan karena sudah kembali berlayar,” ucap sumber.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Otoritas Pelabuhan (OP) Belawan Jece J Piris melalui Kabid Lala P Jonson Pangaribuan mengatakan, semua masalah di atas kapal adalah wewenang petugas Syahbandar untuk melakukan penyidikan dan penyelidikan. “Selama ini kalau ada yang melapor selalu saya arahkan ke Syahbandar,” katanya.

Sementara itu, saat dihubungi melalui telepon Kepala Syahbandar Pelabuhan Belawan Sugeng tidak bersedia menjawab.

Sementara, Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (Alfi) Sumut, Surianto menilai kondisi keamanan Pelabuhan Belawan saat ini tidak nyaman karena rawan pencurian. “Saat ini banyak pencurian di pelabuhan khususnya terhadap barang curah dan bag di dermaga domistik,” katanya

Menurut pria akrab disapa Butong menduga pelaku pencurian tersebut adalah orang- orang masuk ke dalam pelabuhan tanpa izin atau tanpa pas masuk, sebagaimana mestinya. Pelaku atau yang umum disebut labi labi itu, masuk ke pelabuhan melalui pintu atau gerbang resmi pelabuhan yang ditunggui Satpam Pelindo namuna kurang ketat melakukan pengawasan.

Tidak maksimalnya pelaksanaan tugas Satpam Pelindo, menjadi salah satu penyebab biaya berusaha di Pelabuhan Belawan, mahal. Padahal biaya pengaman telah dibayar pengusaha secara bersamaan dengan semua biaya lainnya.

“Ada indikasi oknum yang sengaja membiarkan hal ini untuk kepentingan tertentu terbukti jika pelaku ketangkap tidak penah diproses dan barang buktinya tidak dikembalikan ke pemilik barang,” kata Butong. (fac/ila)

Jabatan Kepala BPKAD Dilelang, Irwan Ritonga Dikabarkan Jadi Kepala Bappeda

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemko Medan kembali membuka lelang jabatan atau seleksi terbuka untuk pejabat setingkat eselon II. Kali ini, jabatan yang dilelang adalah Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Medan, Muslim Harahap mengatakan, dilelangnya jabatan Kepala BPKAD Medan tersebut berdasarkan hasil penilaian atau asesment terhadap pejabat eselon II yang ada saat ini. Dari hasil assesment tersebut, jabatan Kepala BPKAD yang saat ini dipegang oleh Irwan Ibrahim Ritonga kurang cocok.

“Berdasarkan hasil asesment, Irwan Ritonga yang merupakan Kepala BPKAD saat ini lebih cocok di jabatan yang lain. Maka dari itu, diputuskan jabatan dia dilelang,” ujar Muslim kepada wartawan, Jumat (24/5).

Kata Muslim, jabatan Kepala BPKAD yang dilelang tersebut sudah dibuka sejak 16 Mei lalu. Informasi pengumuman lelang disampaikan melalui mading yang ada di Balai Kota dan website BKD Pemko Medan. “Bisa dilihat pengumuman lelangnya di website BKD Pemko Medan, segala persyaratan dan tahapan waktunya ada diinformasikan. Lelangnya sudah dibuka sejak 16 Mei lalu, dan 29 Mei jadwal pengumuman seleksi administrasi,” sebutnya.

Sementara, informasi yang diperoleh di Pemko Medan, Irwan Ritonga yang meninggalkan jabatannya sebagai Kepala BPKAD disebut-sebut akan menjadi Kepala Bappeda yang sudah cukup lama kosong. Jabatan Kepala Bappeda ditinggalkan oleh Dirinya Alrahman yang kini menjadi Sekda Kota Medan.

Terkait informasi itu, Muslim tak menampik kemungkinan Irwan menjadi Kepala Bappeda. Alasannya, jabatan Irwan sebagai Kepala BPKAD yang dilelang karena berdasarkan keputusan hasil asesment atau penilaian. “Semua eselon II dilakukan asesment, hasil penilaian ternyata dia (Irwan) lebih cocok di tempat lain. Oleh karenanya, bisa saja dia menjadi Kepala Bappeda,” tandasnya.

Sementara, Irwan Ritonga masih enggan berkomentar lebih jauh. Dia memilih no comment. “No comment dulu, nanti salah bicara kan enggak enak. Lebih baik tunggu ada yang dilantik saja Kepala Bappeda yang baru,” ujarnya. (ris/ila)

1.604 Mustahik Terima Zakat dari Baznas Asahan

no picture
no picture

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 1.604 Mustahik (orang penerima zakat) yang ada di Kabupaten Asahan menerima zakat dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Asahan di Aula Kantor Bupati Asahan, Jalan Lintas Sumatera, Jumat (24/5).

Kepala Baznas Asahan, H Ansyari Margolang didampingi Wakil Ketua, Aswan Daulay mengatakan, pihaknya telah menyalurkan dana Baznas untuk fakir miskin ke-201 desa dan kelurahan.

“Artinya hari ini terakhir penyaluran di Kecamatan Kisaran Barat dan Kisaran Timur sebanyak 200 mustahik,”kata Ansyari. Untuk itu, dirinya berharap kiranya zakat yang diterima Mustahik dari Baznas Asahan dapat bermanfaat.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Asahan, H Surya menyebutkan kiranya dana yang diterima dapat dijadikan pengembangan modal, sehingga tahun depan bisa menjadi pemberi zakat.

“Tentulah mari kita tingkatkan amal ibadah di bulan suci Ramadan ini,”bilang Surya. (omi/han)