30 C
Medan
Friday, April 17, 2026
Home Blog Page 5315

Jelang Pilkada Labusel, Rivai Nasution Paling Diperhitungkan

.
.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) diperkirakan bakal diramaikan sejumlah pasangan calon. Hal ini diyakini, karena bupati petahana Wildan Aswan Tanjung tidak bisa mencalonkan lagi sebab sudah dua periode menjabat.

Pengamat sosial politik dari UMSU, Shohibul Anshor Siregar memprediksi Pilkada Labusel yang diperkirakan bakal digelar pada 2020 ini, bakal diikuti minimal tiga pasang calon dari koalisi partai politik.

Pilkada Labusel menurutnya akan semakin ramai karena bakal muncul pula calon dari jalur independen.

“Saat ini sudah terlihat ada pergerakan di arus bawah yang menginginkan dan mendorong salah seorang figur yang dikenal sangat dekat dengan masyarakat agar ikut maju di Pilkada Labusel lewat jalur independen. Ini fenomena menarik yang bisa menjadi kejutan ke depannya,” kata Shohibul ketika berdialog dengan lintas pemuda dan mahasiswa Labuhanbatu Raya di Medan, akhir pekan lalu.

Shohibul menyebut, figur yang dipantaunya diinginkan masyarakat untuk maju lewat jalur independen itu adalah Ketua Pengurus Besar Ikatan Keluarga Labuhanbatu Selatan (PB-IKLAS) Drs Rivai Nasution MM yang saat ini menjadi pejabat di Pemko Medan. Disebutnya, kemunculan nama Rivai Nasution sangat diperhitungkan oleh calon lainnya dari parpol, karena figur ini memiliki latar belakang kedekatan yang sangat panjang dengan daerah asalnya ini.

“Soalnya Rivai sejak aktif sebagai PNS di Kota Medan, ia tidak pernah lupa untuk kembali ke kampung halamannya dan selalu melibatkan diri dengan setiap event yang ada di Labusel. Bahkan saat masih belum dimekarkan dari kabupaten induk Labuhanbatu, dia sudah aktif disejumlah organisasi kedaerahan seperti Ikatan Keluarga Labuhanbatu (IKLAB). Rivai bahkan menjadi motor ketika pemekaran Labuhanbatu Selatan diperjuangkan.

“Modal sosial Rivai ini sangat besar. Ia putra daerah yang aktif mengikuti kegiatan di Labusel. Ia punya kedekatan dengan kalangan pemuda dan mahasiswa. Ia sangat dekat dengan tokoh-tokoh agama, dan tokoh kharismatik seperti Pak Abdul Wahab Dalimunthe dan Pak Amarullah. Begitu juga dengan Pak Kol (Purn) Mukhsin Siregar, Amansyah Nasution, H Mukhyir Hasan Hasibuan dan tokoh lainnya. Ia juga punya komunikasi yang bagus dengan politisi lintas partai di Labusel. Ini modal besar baginya,” papar Shohibul.

Ia menyebut Rivai juga sangat mengenal karakter dan budaya serta sumber daya alam Labusel. Yang artinya, dia bakal mampu mengembangkan potensi pertanian, ekonomi dan wisata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Apalagi selama ini Rivai Nasution hampir 10 tahun mengurusi hubungan kerjasama antar kota Medan dengan kota-kota luar negeri maupun dengan kota-kota di dalam negeri.

“Tentu pengalamannya ini akan sangat berguna baginya untuk menarik investor masuk ke daerah ini. Potensi diri seperti ini tentu menjadi nilai jual yang tidak bisa dianggap sebelah mata bagi calon lainnya,” tegasnya. (adz)

NasDem Dukung Bupati Dairi Rampingkan OPD

no picture
no picture

SIDIKALANG, SUMUTPOS.CO – Fraksi Nasional Demokrat (Nasdem) DPRD Kabupaten Dairi mendukung Bupati dan Wabup Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu – Jimmy Andrea Lukita Sihombing untuk merampingkan organisasi perangkat daerah (OPD) sebagai efisiensi anggaran.

Hal itu disampaikan Ketua Fraksi NasDem, Nasib Marudur Sihombing di gedung DPRD, Jalan Sisingamangaraja Sidikalang, Senin (20/5).

Disebutkan Nasib, dengan perampingan OPD akan menghemat anggaran pendapatan belanja daerah (APBD).

Selain penghematan anggaran, kinerja dan pertanggungjawaban keuangan OPD akan lebih mudah dikontrol dan dievaluasi. Nasib menegaskan, OPD gemuk (banyak-red) akan menyedot anggaran yang lebih besar, misalnya untuk tunjangan jabatan, biaya operasioanl serta pengadaan mobil Dinas.

Padahal, sambung Nasib, pos-pos anggaran itu bisa dialihkan ke pembangunan lainnya.

Nasib mengatakan, sekitar 65-70 persen dana APBD Dairi tersedot untuk belanja pegawai. Artinya, hanya 30 persen saja yang bisa dipakai untuk pembangunan. Dengan demikian, perampingan OPD sangat mendesak untuk dilakukan.

Menurut pengamatan fraksi NasDem, OPD yang bisa dirampingkan, seperti Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana digabung dengan Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak. Dinas Ketahanan Pangan digabung dengan Dinas Pertanian. Dinas Perpustakaan digabung ke Dinas Infokom.

Selanjutnya, Dinas Perumahan dan Permukiman digabung ke Dinas PU Penataan Ruang (PUPR) serta Badan Penelitian dan Pembangunan digabung ke Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda), ucap Nasib.

Ketua DPD NasDem Dairi itu menyebut, dalam visi misi Bupati/Wabup Eddy-Jimmy ada terdapat reformasi birokrasi.

“Kami menantang Eddy-Jimmy apakah mau melakukan itu untuk mendukung program Dairi Unggul seperti mereka canangkan demi penghematan anggaran supaya benar-benar pengalokasian APBD seuai kebutuhan masyarakat. Kita berharap APBD yang pro rakyat,” pungkasnya. (mag-10/han)

7 Rumah Terbakar di Berastagi

OLIDEO/SUMUT POS SELAMATKAN: Warga dan penghuni rumah kontrakan menyelamatkan harta benda mereka dari amukan si jago merah.
OLIDEO/SUMUT POS
SELAMATKAN: Warga dan penghuni rumah kontrakan menyelamatkan harta benda mereka dari amukan si jago merah.

BERASTAGI, SUMUTPOS.CO – Warga Simpang Ujung Aji Berastagi dihebohkan dengan kobaran api yang meludeskan 7 unit rumah kontrakan semi permanen berdinding papan.

Peristiwa ini terjadi Senin (20/5) sekira pukul 10.00 WIB, di Dusun XI Gang Monika, Desa Rumah Berastagi, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, tak jauh dari sekolah SMA Bersama.

Info yang dihimpun, pemilik rumah kontrakan tersebut, Monika Br Ginting Manik (60) warga Desa Rumah Berastagi, Kecamatan Berastagi. Sementara warga penghuni kontrakan masing-masing, Nd. Rudi Br Ginting (60), Nd. Ucok Br Tarigan (50), Bapak Riski (35) Petani, Nd. Fitri Br Simamora (35), Nd. Petrus (55), Naslan Br Silitonga (52) dan Nd. Della Br Sihombing (30) yang masing-masing bekerja sebagai petani.

Sementara rumah Perwira Sukatendel (40) terpaksa dirusak, agar api tak merambes. Menurut saksi mata Simon Surbakti (51) warga sekitar, siang itu dia terkejut saat melihat kepulan asap beserta api keluar dari rumah kontrakan Monika.

Simon langsung berteriak, hingga warga lain berduyun-duyun membantu memadamkan api.

Tak lama setelah dihubungi, personel Polsek Berastagi beserta 4 unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan memadamkan api. Setengah jam berselang api berhasil dijinakkan. Dugaan sementara api berasal dari korsleting listrik atau arus pendek.

Setelah api padam, personel Polsek Berastagi memasang garis polisi (police line) dan mengambil 1 lembar seng bekas terbakar, kayu bekas terbakar sebagai barang bukti guna penyelidikan lebih lanjut. Meski tak ada korban jiwa dan luka, namun peristiwa ini menimbulkan kerugian ditaksir mencapai Rp200 juta rupiah. (deo/han)

Pemko Binjai Peringati Harkitnas ke-111 Tahun

no picture
no picture

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Binjai menggelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-111 tahun 2019 di Lapangan Merdeka Binjai, Senin (20/5).

Wali Kota Binjai, HM Idaham bertindak sebagai inspektur upacara, juga dihadiri seluruh ASN di jajaran Pemko Binjai, personel TNI, Polri dan Forkopimda. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke – 111 kali ini mengangkat tema Bangkit Untuk Bersatu.

Menkominfo Rudiantara dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Wali Kota mengatakan, bangsa ini adalah bangsa yang besar yang telah mampu terus menghidupi semangat persatuannya selama berabad-abad.

Kuncinya ada dalam dwilingga salin suara, yaitu gotong royong. Semangat persatuan dan gotong-royong telah mengakar dan menyebar di seluruh Nusantara.

“Saya mengajak kita semua sebagai sesama anak bangsa secara sadar memaknai peringatan kali ini dengan memperbarui semangat gotong-royong dan kolaborasi, sebagai warisan kearifan lokal yang akan membawa kita menuju kejayaan di pentas glogal,” jelas Rudiantara.

“Sejatinya jiwa gotong-royong bukanlah semangat yang sudah renta. Sampai kapan pun semangat ini akan senantiasa relevan. Bahkan semakin mendesak sebagai sebuah tuntutan zaman yang sarat dengan berbagai perubahan,l sambungnya.

Usai upacara, dilanjutkan dengan upacara ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Suhada Binjai. Peringatan yang sama juga dilaksanakan oleh Pemkab Deliserdang, dan Pemkab Langkat dengan inspektur upacara Bupati Langkat, Terbit Rencana PA.(ted/btr/bam)

Tenaga Honorer Pemkab DS Tak Terima THR

no picture
no picture

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang mengganggarkan Rp75 miliar untuk Tunjangan Hari Raya (THR) dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), dan tidak menampung THR tenaga honorer.

Demikian disampaikan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (PKAD) Pemkab Deliserdang, Agus Ginting kepada Sumut Pos, saat dihubungi, Senin (20/5). Disebutkan Agus, pembayaran gaji, THR dan TPP hanya bagi ASN, hal itu sesuai dengan PP dan Permenkeu. “Kalau tak ada kendala, Jumat (24/5) pembayaran THR dilakukan,” bilangnya. Ditambahkannya, Pemkab Deliserdang anggarkan untuk uang THR dan gaji Rp60 miliar ditambah TPP Rp15 miliar.

Karena itu, kata Agus, pihaknya mendorong OPD masing-masing untuk segera melengkapi berkas pegawai yang diajukan untuk mendapatkan THR.

Menurut Agus, perhitungan THR berdasarkan dari gaji dan tunjangan kinerja. Dimana gaji ASN sesuai Permenkeu sudah mengalami kenaikan 5 persen sejak April lalu.

Ditanya mengapa gaji ke-13 tidak sekaligus diberikan, Agus Ginting menjawab masih menunggu PP dan Permenkeu. Ia memperkirakan gaji ke-13 akan cair pada Juni mendatang, dengan prediksi untuk kesiapan biaya pendidikan anak (biaya anak masuk sekolah.(btr/han)

KPRI Babalan Bagikan THR Senilai Rp600 Juta

ILYAS EFFENDY/SUMUT POS SERAHKAN:Ketua KPRI Babalan Umar Sitepu didampingi sejumlah pengurus menyerahkan THR kepada anggota KPRI Babalan.
ILYAS EFFENDY/SUMUT POS
SERAHKAN:Ketua KPRI Babalan Umar Sitepu didampingi sejumlah pengurus menyerahkan THR kepada anggota KPRI Babalan.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Babalan yang berkantor di Jalan Kartini Pangkalan Brandan menggelontorkan dana senilai Rp 600 juta, untuk keperluan Tunjangan Hari Raya (THR) dan paket Idul Fitri 1440 Hijriah.

Hal tersebut disampaikan Ketua KPRI Babalan Umar Sitepu, SPd, didampingi para pengurus masing-masing Ketua I Gustama Tarigan, A.ma Pd. Sekretaris I Jhoni Duiman, Naenggolan, S.Pd. Sekretaris 2. H Sandi Sunardi, S.Pd dan Bendahara H Rusli kepada Sumut Pos di sela-sela penyaluran THR, Senin (20/5).

Dikatakannya, dana THR dan Paket Lebaran sudah diprogramkan sedemikian rupa dan telah dialokasikan pada saat rapat anggota koperasi (RAT).

Menurut Umar Sitepu dan jajaran pengurus KPRI Babalan, dana sebesar Rp 600 juta tersebut diperuntukkan untuk THR dan paket lebaran kepada 508 anggota koperasi di 3 wilayah Kecamatan masing-masing Babalan, Sei Lepan dan Kecamatan Berandan Barat.

Disebutkan Umar, untuk THR masing-masing anggota menerima dari mulai Rp800 ribu hingga Rp1,2 juta.

“Sedangkan untuk paket lebaran masing-masing anggota KPRI menerima 1 paket lebaran yang terdiri dari: Gula pasir, tepung terigu, minyak goreng dan syrup yang untuk pendistribusiannya dilakukan Rama Swalayan Pangkalan Berandan.”sebutnya.

Dijelaskan Umar, tujuan pemberian dan penyaluran THR dan Paket lebaran, tiada lain adalah untuk meringankan beban ekonomi anggota koperasi terutama dalam menghadapi lebaran

Dengan dikucurkannya THR dan Paket lebaran, lanjut Umar, diharapkan semua anggota koperasi di 3 kecamatan wilayah Teluk Aru dapat bergembira menjalankan Idul Fitri 1440 Hijriah.

“Sehingga kehadiran dan manfaat berkoperasi itu dapat benar-benar dirasakan semua anggota dan kitapun tidak lagi mendengar adanya keluhan dan jeritan dari anak dan keluarga anggota koperasi khususnya Babalan,Sei Lepan dan Berandan Barat pada hari raya idhul fitri.,” harap Umar Sitepu. (mag-9/han)

Puas Dapat Layanan Terbaik, Nasabah Ini Miliki 29 Polis Manulife

‎Foto: Istimewa BERBINCANG: (Dari kiri) Direktur & Chief Marketing Officer Manulife Indonesia Novita J Rumngangun, & Chief Operanting Hans De Waal, Presdir & CEO Jonathan Hekster, dan Direktur & Chier Legal & Complience Officer Apriliani Siregar (kanan) berbincang-bincang seusai memberikan bunga apresiasi kepada dua nasabah istimewa yaitu  Yovita Gunawan dan Emiryzard Shah Khaled Hilman.
‎Foto: Istimewa
BERBINCANG: (Dari kiri) Direktur & Chief Marketing Officer Manulife Indonesia Novita J Rumngangun, & Chief Operanting Hans De Waal, Presdir & CEO Jonathan Hekster, dan Direktur & Chier Legal & Complience Officer Apriliani Siregar (kanan) berbincang-bincang seusai memberikan bunga apresiasi kepada dua nasabah istimewa yaitu  Yovita Gunawan dan Emiryzard Shah Khaled Hilman.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Menjaga kepercayaan nasabah bisa menjadi kunci sukses sebuah perusahaan. Hal itu jugalah yang terjadi pada perusahaan asuransi jiwa PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia). Kinerja positif yang diraih tiap tahunnya, tidak lepas dari keberhasilan perusahaan menjaga kepercayaan nasabah.

“Nasabah harus menjadi yang terutama. Jangan lihat dari hasil laba dulu, tetapi pikirkan dulu apa yang diperlukan nasabah,” ujar Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Manulife Indonesia, Jonathan Hekster, saat memberikan apresiasi kepada dua nasabah Manulife Indonesia di Jakarta, baru-baru ini.

Hekster yang didampingi jajaran direksi Manulife Indonesia lainnya memberikan tanda apresiasi kepada Yovita Gunawan (41) dan Emiryzard Shah Khaled Hilman (18 tahun). Kedua nasabah itu merupakan nasabah unik Manulife Indonesia. Yovita merupakan nasabah yang memiliki polis Manulife terbanyak, yakni 29 polis. Sedangkan Emir, sapaan akrab Emiryzard, adalah pemegang polis termuda di Manulife Indonesia.

Hekster menjelaskan, kekuatan bisnis Manulife Indonesia adalah untuk memastikan kapabilitas pembayaran klaim kepada nasabah. Sepanjang 2018, Manulife Indonesia membayar klaim ke nasabah sebesar Rp 5,5 triliun. “Jangan sampai saat nasabah mengalami bencana, kita tambah lagi dengan ketidakpastian,” tutur Hekster.

Ternyata, apa yang disampaikan Hekster, diamini baik oleh Yovita dan Emir. Keduanya mengaku puas dengan layanan yang diberikan Manulife Indonesia, terutama dalam kepastian klaim. Bahkan, saking puasnya, Yovita membeli 29 produk proteksi Manulife untuk ia dan keluarganya. Tak hanya soal klaim, tetapi layanan dan kejujuran Manulife Indonesia yang membuatnya puas.

Yovita mengisahkan, ia memiliki polis pertamanya tahun 1998 yakni produk Darma Prodana. Produk proteksi kesehatan dan investasi itu ternyata sangat menguntungkan, hanya beberapa kali bayar, imbal hasilnya cukup besar. Setelah itu ia mengambil produk lainnya. Pernah suatu ketika ia harus menjalani operasi, ternyata tidak sampai 12 hari, klaimnya cair. Begitu juga ketika saya masuk rumah sakit, tetapi tidak memiliki waktu klaim dan mengurus administrasi klaim di rumah sakit, ternyata dibantu agen asuransi Manulife hingga seluruhnya selesai dan klaim dibayar dalam dua pekan.

“Saya bilang ke agen, Manulife bagus, kalau ada produk bagus lainnya beritahu ke saya, ternyata memang produk-produknya bagus. Sekarang ini, mungkin saya sudah punya semua produk Manulife,” ujarnya sambil tertawa.

Yovita mengaku beberapa kali ditawari rekannya untuk membeli produk asuransi dari perusahaan lain. Namun, karena ia sudah mengalami pengalaman yang baik dengan Manulife, ia sulit pindah ke yang lainnya. “Pernah ada kawan saya yang ikut asuransi lain, mengalami kecelakaan. Ia kehilangan satu jari tangannya. Ternyata klaimnya ditolak. Asuransinya itu hanya mengcover untuk kehilangan satu tangan. Saya dengar yang seperti itu membuat saya takut,” keluh Yovita sedih.

Makanya, saat mendapat kemudahan klaim di Manulife, Yovita semakin memiliki ketetapan hati. Malah, ia terus menambah kepesertaannya di Manulife. Produk terakhir yang ia beli adalah produk Manulife Prime Assurance (MPA), produk proteksi premium untuk individu high net-worth (HNW) atau kalangan menengah atas. Hanya membayar Rp 150 juta per tahun selama 10 tahun, ia mendapat perlindungan senilai Rp 25 miliar. Bahkan, ia dengan mudah klaim saat melakukan rawat jalan.

Honorer Dipastikan Tidak Mendapat THR

istimewa AKSI: Ratusan guru honorer ketika melakukan aksi menuntut dinaikkan statusnya menjadi PNS di Jakarta, beberapa waktu lalu.
istimewa
AKSI: Ratusan guru honorer ketika melakukan aksi menuntut dinaikkan statusnya menjadi PNS di Jakarta, beberapa waktu lalu.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Guru honorer tidak termasuk yang mendapatkan tunjangan hari raya (THR) dari pemerintah. THR hanya diberikan kepada pekerja yang memiliki status Pegawai Negeri Sipil (PNS)..

“YANG dapat dari negara, hanya pegawai negeri. Untuk libur masih diputuskan besok (20 Mei 2019),” ucap Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi atau Menpan RB, Syafruddin di Kawasan Duri Kepa, Jakarta Barat, Minggu 19 Mei 2019.

Syafruddin juga mengatakan, THR yang didanai dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) akan dicairkan tepat waktu.

Ia pun mengimbau kepada para PNS, untuk tidak merasa gelisah karena isu THR yang telat dicairkan. “Enggak (telat cair), ada kan aturannya sudah ada. Semua kan sudah,” ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo mengajukan surat revisi kepada Menteri PAN RB dengan nomor surat 188.31/3746/SJ 13 Mei 2019.

Dalam surat tersebut, Tjahjo meminta pemerintah merevisi Pasal 10 ayat 2 Peraturan Pemerintah No 35 dan 36 tahun 2019, tentang teknis pembagian gaji, pensiunan, dan tunjangan ketiga belas, THR yang bersumber pada APBD telah diatur oleh pemerintah daerah.

Sebelumnya diberitakan, para PNS bakal mendapat tunjangan hari raya alias THR sebesar take home pay dan gaji ke-13. Sementara untuk pegawai honorer masih belum jelas.

Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Hadi Prabowo mengatakan, peraturan selama ini hanya mengatur THR yang diterima oleh PNS, TNI/Polri dan pensiunannya. Sementara untuk para pegawai honorer tidak diatur.

“Tidak mengatur sampai ke sana karena yang diatur adalah ASN,” ujarnya di Kantor Kemendagri, Jakarta, Rabu (15/5).

Oleh karenanya, untuk masalah tunjangan THR bagi pegawai honorer, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada setiap instansi. Baik di Kementerian/lembaga maupun instansi daerah. Sebab, harus disesuaikan dengan kemampuan anggarannya. “Itu masing-masing daerah,” imbuhnya.

Hadi menjelaskan, dari kerangka aturan, memang tidak dikenal istilah pegawai honorer di lingkup pemerintah.

Dalam UU, selain PNS, kelompok pegawai lain yang dikenal adalah PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjiaan Kerja). Sementara honorer muncul saat terjadi moratorium pengangkatan pegawai. (bbs/ala)

Hari Ini, Empat PPK Medan Jalani Pemeriksaan

Ayo memilih
Ayo memilih

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dugaan penggelembungan suara yang diduga melibatkan sejumlah oknum petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di empat kecamatan di Kota Medan terus diselidiki. Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Medan menyebutkan bahwa pihaknya telah melayangkan surat panggilan resmi terhadap PPK di Kecamatan Medan Helvetia, Medan Polonia, Medan Belawan, dan Medan Marelan.

“Kemarin itu sudah kita surati mereka, PPK di empat kecamatan itu. Dalam surat resmi itu kita minta mereka untuk hadir di Kantor KPU Medan untuk menjalankan pemeriksaan di Kejaksaan Medan, Senin (20/5) (hari ini),” beber Ketua KPU Medan, Agussyah Ramadani Damanik kepada Sumut Pos, Minggu (19/5) via selulernya.

Surat panggilan itu disebut Agussyah telah sampai kepada masing-masing pihak dan KPU Medan telah bersiap untuk menanti kehadiran datangnya para PPK tersebut untuk dimintai klarifikasi atas dugaan-dugaan kecurangan yang terjadi di masing-masing kecamatan tersebut.

“Kemarin itu memang sulit dihubungi via telepon. Sekarang sudah kita layangkan surat resmi dan sudah sampai. Kalau sudah disurati seperti itu, mereka harus datang dan harus memberikan klarifikasi ke KPU Medan atas dugaan itu,” tutur Agussyah.

Namun, apabila para PPK tersebut tidak juga hadir ke kantor KPU Medan setelah menerima surat panggilan tersebut. Maka, KPU Medan menyatakan siap untuk melayangkan surat panggilan berikutnya.

“Kalau besok tidak datang juga, tentu akan kami layangkan surat panggilan kedua atau mungkin sampai ketiga. Kalau su dah dilayangkan surat panggilan berulang kali tapi tidak juga hadir, maka kami akan mengambil kesimpulan. Tapi saya fikir besok mereka akan datang, keterlaluan lah mereka kalau misalnya besok tidak datang juga,” terangnya.

Dari hasil klarifikasi itu, sebut Agussyah, pihaknya akan mengumpulkannya dengan informasi-informasi yang sebelumnya telah dikumpulkan oleh KPU Medan.

“Sejauh inikan kita juga sudah punya informasi, tinggal kita lihat apakah klarifikasi mereka sesuai atau tidak dengan informasi yang kita peroleh. Hasil klarifikasi merekalah yang akan kita buat menjadi kesimpulan, apakah ada pelanggaran atau tidak. Bila terbukti ada, apakah pelanggaran itu merupakan pelanggaran pidana atau tidak. Tapi kalau mereka tak kunjung datang untuk memberikan klarifikasi, kami bisa langsung ambil kesimpulan dan melanjutkan prosesnya sesuai dengan koordinasi kami dengan pihak-pihak terkait,” terangnya. (mag-1/azw)

Tak Ada Perkembangan, Gurning Bakal Coret Pemain

PSMS
PSMS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hingga kini, PSMS Medan sudah merekrut 21 pemain, ditandai dengan penandatanganan kontrak yang telah dilakukan. Namun, nasib para pemain ternyata masih belum aman.

Pelatih PSMS Medan Abdul Rahman Gurning, kembali mengeluarkan pernyataan, tentang evaluasi pemain yang dianggap tidak menunjukan perkembangan. Yang akhirnya bakal mengurangi jumlah pemain yang kini sudah ada, dan akan mendatangkan pemain-pemain baru lebih berkualitas.

Menurut Gurning, untuk melengkapi tim Ayam Kinantan, dia masih butuh 4 pemain lagi, termasuk kiper. “Mungkin sekitar 4 pemain baru lagi yang bakal dicari, tentunya yang lebih siap. Termasuk seorang playmaker, karena saat ini cuma ada Legimin. Setidaknya harus ada tambahan seorang playmaker lagi,” harapnya.

“Kalau gambaran siapa pemainnya belum dapat. Masih cari-cari juga, siapa yang mau dan cocok ke sini,” imbuh Gurning.

Gurning juga mengatakan, masih membutuhkan seorang kiper lagi. “Kemudian untuk posisi kiper juga masih butuh, yang siap dan berpengalaman. Katanya sih ada yang mau datang, tapi belum pasti. Sugiar (Pelatih Kiper) yang tahu orangnya siapa,” pungkasnya. (bbs/saz)