Home Blog Page 5336

Viral di Medsos Lagi Dugem, Briptu Agung Reza Diamankan Propam

diva/sumut pos Agung Reza
diva/sumut pos
Agung Reza

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Briptu Agung Reza yang berdinas di Ditsabhara Polda Sumut diamankan oleh Ditpropam Polda Sumut. Gara-garanya, ada videonya viral di media sosial saat merayakan ulang tahun di Karoke Queen, Jalan Abdullah Lubis, Medan sekira beberapa hari lalu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, viralnya video tersebut saat di-upload ke Instagram dengan judul Happy Birthday@rezaagungxxx. Di video tersebutn

Agung bersama rekan-rekannya sedang merayakan ulang tahun dengan meniup lilin yang dipasang di kue tersebut. Namun setelah itu, terlihat Agung memasukkan sesuatu ke mulut wanita yang diduga sang pacar.

Kabid Propam Polda Sumut Kombes pol Yofie Girianto membenarkan Briptu Agung diamankan oleh anggota Ditpropam karena video saat merayakan ulang tahun yang juga diduga lagi dugem viral di medsos.

“Kita sudah amankan oknum anggota tersebut dan diperiksa. Dari hasil pemeriksaan urinnya positif mengandung ampethamin dan metaphitament,” katanya ketika dikonfirmasi wartawan Minggu (12/5)

Ia menjelaskan, setiap anggota polri yang melanggar aturan, Propam akan segera melakukan pengusutan dan penindakan. baik itu pelanggaran disiplin maupun kode etik. “jadi tidak ada pilih kasih dalam penegekan hukum, anggota saja kalau salah pasti ditindak,” tegas Yofie.

Dirinya meminta masyarakat untuk tidak segan dan melaporkan ke Propam atau polisi terdekat, apabila ada terlihat dan dipenuhi dengan bukti bila ada oknum anggota polri yang melanggar norma maupun hukum yang berlaku.

Namun, lanjut Yofie, dalam kasus Briptu Agung saat dilakukan penggeledahan tidak ditemukan barang bukti narkoba, sehingga saat ini karena positif urinenya yang bersangkutan sudah dihukum.”Oknum tersebut sudah dihukum dengan ditahan di Rumah Tahanan Khusus sambil menunggu putusan sidang pemeriksaan,” pungkasnya. (dvs)

Imigrasi Medan Mulai Berlakukan Aplikasi APAPO , Tak Perlu Antre, Pilih Hari dan Tanggal Sesuai Keinginan

file//SUMUT POS LAYANI: Petugas di Kantor Pelayanan Imigrasi Kota Medan, saat melayani masyarakat membuat paspor. Saat ini Kantor Pelayanan Imigrasi Kota Medan telah memberlakukan Aplikasi APAPO.
file//SUMUT POS
LAYANI: Petugas di Kantor Pelayanan Imigrasi Kota Medan, saat melayani masyarakat membuat paspor. Saat ini Kantor Pelayanan Imigrasi Kota Medan telah memberlakukan Aplikasi APAPO.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan mulai memberlakukan Antrean Pendaftaran Paspor Secara Online (APAPO) sejak Kamis (9/5) lalu.

APAPO merupakan aplikasi yang diberlakukan secara nasional diseluruh kantor imigrasi.

“Per tanggal 9 Mei 2019 Kanimsus Medan memberlakukan APAPO,” kata Kepala Kantor Imigrasi Klas I Khusus TPI Medan, Agato Simamora, Minggu (12/5).

Dijelaskannya, APAPO yang saat ini diberlakukan merupakan versi II dan sudah dilengkapi dengan Lock Device yaitu mengunci 1 nomor HP hanya dapat mendaftar untuk 5 anggota keluarga dalam 1 Kartu Keluarga (KK). Hal ini dimaksudkan agar nomor antrean hanya diberikan bagi masyarakat yang akan membuat paspor.

“Kanimsus Medan ingin mendorong masyarakat untuk mengurus sendiri dan menghilangkan peran calo atau oknum petugas yang bertindak sebagai calo,” ungkapnya.

Menurutnya, aplikasi ini sangat mudah. Di mana, pemilik handphone android cukup menginstal di play store layanan paspor online Ditjen Imigrasi. Kemudian, melalukan pendafataran memilih hari dan tanggal serta jam yang diinginkan dan datang 15 menit sebelum waktu yang ditentukan.”Adanya kepastian waktu menjadikan waktu tunggu semakin singkat,” ujarnya.

Dia menambahkan, kenyamanan meningkat karena tidak berdesakan. Sehingga di ruang tunggu menjadi lebih lega. Selain itu, area parkir yang terbatas dapat secara maksimal digunakan sehingga arus kedatangan dan kepulangan pemohon teratur perjamnya.

“Permasalahan yang muncul adalah apabila kuota yang tersedia telah penuh sehingga harus memilih hari lain. Oleh karena itu rencanakan penjalanan anda ke luar negeri jauh hari,” ucap Agato.

Sementara untuk layanan prioritas (lansia, balita, disabilitas, wanita hamil dan menyusui sakit) dan mendesak tidak memerlukan pendaftaran APAPO dan kuota, pemohon dapat langsung dilayani. Sedangkan bagi yang tidak memiliki handphone android, petugas Duta Layanan Kanimsus Medan akan membantu utk mendaftarkan melalui website.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal ImigrasiKementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia, merilis aplikasi Pendaftaran Antrean Paspor Online (APAPO), Senin (21/1/2019).

Aplikasi ini merupakan pembaruan dari aplikasi lama “Antrean Paspor” yang juga dikeluarkan oleh Dirjen Imigrasi RI. Bedanya, aplikasi ini dilengkapi dengan fitur baru yang lebih aman dan lebih baik. APAPO berguna untuk mempermudah publik yang ingin mendaftar permohonan pembuatan paspor secara online. Melalui aplikasi ini, pemohon bisa menentukan waktu datang ke kantor Imigrasi.

Direktur Sistem dan Teknologi Informasi Kemigrasian, Alif Suaidi mengungkapkan, aplikasi ini digunakan untuk memudahkan publik mendaftar permohonan paspor, sehingga dapat menentukan waktu datangnya ke Kantor Imigrasi.

Dengan menggunakan APAPO, para pemohon hanya tinggal datang sesuai dengan jam dan tanggal yang sudah ditentukan. Namun, saat ini APAPO hanya bisa diunduh oleh pengguna Android, karena belum tersedia pada ponsel berbasis iOS.

Untuk dapat melalukan pendaftaran antrean via aplikasi ini, pemohon diwajibkan harus memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK). Satu akun dapat mendaftarkan lima permohonan paspor. (man/ila)

Pemko Pertanyakan Pembayaran DBH 2019

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan memper-tanyakan Dana Bagi Hasil (DBH) pajak kendaraan bermotor dari Pemprovsu tahun anggaran 2019. Pasalnya, hingga triwulan I tahun ini, Pemprovsu belum melunasi kewajibannya alias masih terutang.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Medan, Irwan Ibrahim Ritonga mengatakan, hingga memasuki triwulan II-2019 Pemprovsu belum membayarkan DBH pajak kendaraan triwulan I. Padahal, tahun lalu DBH dibayarkan setiap triwulan. “Sampai sekarang belum ada kita terima penyaluran DBH (triwulan I-2019). Kalau tahun lalu setiap triwulan,” ujar Irwan akhir pekan lalu.

Dia mempertanyakan kepada Pemprovsu apakah pembayaran DBH tetap terhitung setiap triwulan, atau semester. “Kalau tahun ini belum tahu apakah masih triwulan atau semester, tergantung dari Pergubnya (Peraturan Gubernur). Makanya, Pemprovsu perlu juga menyampaikan,” tuturnya.

Irwan menyebutkan, perkiraan DBH tahun ini yang akan diterima Pemko Medan sebesar Rp700 miliar. Jumlah tersebut mengalami kenaikan dibanding tahun lalu sekitar Rp669 miliar. “Setiap tahun pasti naik besaran DBH yang diterima. Jadi, kalau dibayar triwulan maka paling tidak menerima Rp17 miliar lebih,” jelasnya.

Ia berharap pembayaran DBH tidak tersendat lagi. Sebab, DBH sudah dicatatkan dan dimasukkan ke dalam anggaran kegiatan.“Pada akhir tahun diharapkan penerimaan dibayar tidak dilakukan secara penuh. Misalnya, pada pertengahan Desember. Sedangkan sisanya dibayar pada periode pertama tahun berikutnya. Jika diterapkan pola pembayaran seperti itu, maka utang DBH ketika memasuki periode tahun berikutnya kecil. Artinya, tidak ditumpuk-tumpuk sehingga menjadi beban karena semakin besar lantaran bertambah,” cetusnya.

Irwan menambahkan, hasil kunjungan Pemko Medan ke beberapa provinsi seperti Banten dan Jawa Timur, utang DBH mereka hanya Rp3 miliar. Sebab, pembayaran pada triwulan keempat dibayar tidak menunggu waktu tahun berikutnya.“DBH ini merupakan hak kabupaten/kota, jadi provinsi lah yang berkewajiban membayarnya dan tidak menunggu ditagih,” tandasnya.

Ketua Komisi A DPRD Medan, Sabar Syamsurya Sitepu mengharapkan Pemprovsu tidak lagi menumpuk-numpuk utang DBH.

Sebab, apabila ditumpuk akan berat membayarnya. “DBH itu merupakan hak dari Pemko Medan. Pemprovsu berkewajiban memberikannya, bukan harus menunggu ditagih baru dibayar. Jadi, jangan lagi ditumpuk-tumpuk, kalau sudah waktunya langsung diberikan,” ujarnya. (ris/ila)

Pembangunan Ringroad Utara Medan Belum Ada Perkembangan

.
.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pembangunan Ringroad Utara Medan atau yang sering disebut dengan Rinroad 2 Medan, hingga kini belum ada kepastian kapan akan dilakukan. Pesolannyabukan karena tidak tersedianya dana untuk pembangunan jalan lingkar luar (ringroad) Utara Medan itu, melainkan karena terkendalanya dana untuk pembebasan lahan masyarakat yang harus ditanggung oleh pihak Pemko Medan dan Pemkab Deliserdang.

Menanggapi hal itu, anggota komisi D DPRD Sumut yang di antaranya mengawasi tentang Pekerjaan Umum, Penataan dan Pengawasan Wilayah serta Perhubungan, Baskami Ginting mengatakan, bahwa yang menjadi penyebab terkendalanya pembangunan jalan yang diharapkan akan menjadi salah satu solusi untuk mengurai kemacetan lalu lintas di jalan kota tersebut, adalah tidak adanya koordinasi di antaranya kedua pemerintah daerah tersebut.

“Inikan memang masalah koordinasi. Saya pikir apa-pun masalahnya kalau ada koordinasi pasti ada solusi, itu yang harus dilakukan. Saya lihat memang belum ada koordinasi antar Pemko Medan dan Pemkab Deliserdang ini,” ucap Baskami Ginting kepada Sumut Pos, Minggu (12/5) via selulernya.

Baskami menjelaskan, sejumlah pihak harus bisa memahami mana anggaran untuk pembangunan dan mana anggaran untuk pembebasan lahan. Untuk anggaran pembangunan adalah mutlak dari pemerintah pusat yang dalam hal ini diurus oleh Kementerian PUPR.

Sedangkan untuk penyediaan lahan dengan cara pembebasan lahan masyarakat untuk bisa dibangun proyek tersebut, merupakan tanggungjawab pemerintah daerah yang dalam hal ini adalah Pemko Medan dan Pemkab Deliserdang.

“Kalau anggaran untuk pembangunannya sudah ada dari pusat, itu dari APBN. Tapi kalau untuk pembebasan lahan masyarakatnya, itu tanggungjawab Pemko Medan dan Pemkab Deliserdang. Kalau tak ada lahan yang tersedia, lantas mau dimana dibangun jalan itu. Ini tanggungjawab pemerintah daerah dalam menyediakannya,” terangnya.

Alasan terkendalanya pembebasan lahan karena tidak tersedianya dana APBD dari kedua pemerintah daerah tersebut, kata Baskami, harusnya tidak dijadikan sebagai alasan mutlak. Menurutnya, masih banyak hal yang bisa dijadikan solusi dalam mengatasi permasalahan tersebut. ”Kalau dana APBD nya belum cukup untuk tahun 2019 ini, kan bisa dibuat untuk 2 atau 3 tahun, secara bertahap lah, atau kita cari solusi lain,” tuturnya.

Untuk itu, lanjut Baskami, pihaknya dan Gubernur Sumatera Utara akan segera memanggil kedua pemerintah daerah tersebut guna membicarakan hal ini.”Segera kami panggil, biar tahu kita apa sebenarnya masalahnya. Apapun itu masalahnya tetap harus ada koordinasi, libatkan pemerintah provinsi dan kami dalam mencari solusi pembangunan itu,” pungkasnya.

Seperti diketahui, rencana Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) membangun Jalan Lingkar Utara Medan, Provinsi Sumatera Utara, ternyata bukan isapan jempol. Hal itu dibuktikan dengan sudah tersedianya alokasi anggaran untuk pembangunan tersebut pada 2019. (mag-1/ila)

Sebelumnya, kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Sumut, Bakhtaruddin mengatakan, pemerintah telah menganggarkan sebesar Rp65,31 triliun untuk Provinsi Sumut melalui dana transfer daerah dalam APBN 2019. Alokasi itu disebut meningkat Rp2,85 triliun (4,16 persen) dari TA 2018 yang berjumlah Rp62,46 triliun.

Dari anggaran itu pemerintah menetapkan belanja satuan kerja kementerian/lembaga (K/L) sebanyak 939 DIPA sebesar Rp21,96 triliun, meningkat 2 persen dari anggaran tahun sebelumnya yakni Rp21,54 triliun. Sekaitan rencana pembangunan ringroad Utara Medan, alokasi dana tersebut sudah tertampung dalam 939 DIPA sebesar Rp21,96 triliun itu. Tinggal bagaimana komitmen dan kemauan stakeholder di Sumut mewujudkan wacana pembangunan tersebut. (mag-1/ila)

Retribusi Minim, Parkir Diusulkan Dikelola Pihak Ketiga

File/SUMUT POS Sejumlah pengendara mencari lokasi parkiran yang telah penuh di kawasan Pusat Pasar Medan, Rabu (17/6).
File/SUMUT POS
ilustrasi Parkir.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Realisasi pendapatan retribusi parkir oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan, beberapa tahun belakangan tak capai target dan minim. Bahkan, pada triwulan I-2019 juga minim. Tercatat, baru mencapai target 9,33 persen atau sebesar Rp5,7 miliar. Capaian itu sudah termasuk retribusi parkir pinggir jalan sebesar Rp4,2 miliar.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Medan, Salman Alfarisi mengatakan, permasalahan rendahnya capaian retribusi parkir ini sudah diusulkan solusinya untuk dikelola pihak ketiga atau swasta. Namun, usulan tersebut tak kunjung diterapkan Dishub Medan.

“Usulan kerja sama dengan pihak ketiga sudah digulirkan sejak akhir tahun 2016, sementara sekarang sudah memasuki 2019. Jadi, apakah membutuhkan waktu selama ini untuk merealisasikannya deng-an membuat sebuah peraturan wali kota (Perwal). Padahal, kebocoran dari retribusi parkir ini terus berlangsung,” ungkap Salman, akhir pekan lalu (12/5).

Diutarakan Salman, rendahnya capaian retribusi parkir yang jauh dari target perlu menjadi catatan untuk bahan evaluasi. Sebab, hal ini menunjukkan kelalaian untuk segera disikapi. “Makanya, kami berharap sesegera mungkin direalisasikan pengelolaan kepada pihak ketiga dan pa-ling tidak tahun ini. Jangan sampai tertunda lagi. Karena tujuannya tak lain untuk perbaikan pembangunan Kota Medan dan juga meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah),” kata Salman.

Menurutnya, untuk merealisasikan pe-ngelolaan parkir oleh pihak ketiga tidak perlu membutuhkan waktu lama. Bahkan, sebetulnya tahun 2017 sudah terwujud. Tapi, kenyataannya tidak demikian.

Hal berbeda disampaikan Anggota Komisi D, Parlaungan Simangunsong. Kata Parlaungan, untuk meminimalisir kebo-coran PAD dari sektor retribusi parkir tepi jalan diminta menggunakan parkir meter. Parkir meter adalah alat pengukur tarif parkir di beberapa ruas jalan.

“Selama ini target retribusi parkir tidak pernah tercapai. Padahal, kalau dilihat di lapangan begitu banyak kendaraan yang parkir. Belum lagi ada beberapa tempat yang tarifnya mahal,” ungkapnya.

Diutarakan dia, selama ini pengelola retribusi parkir tepi jalan umum secara manual berpotensi adanya penyeleweng-an. Untuk itu, dengan pemberlakukan parkir meter maka menutup celah penyalahgunaan.

“Usulan ini harus diberi tenggat waktu kepada Dishub untuk menerapkan parkir meter. Kalau tidak bisa tahun ini, tahun depan atau maksimal dua tahun lagi. Tidak masalah seperti itu, asalkan targetnya jelas,” ketusnya.

Dia melanjutkan, hal ini dilakukan untuk memutus mata rantai panjang penarikan retribusi parkir tepi jalan umum. Mengingat, selama ini banyak permasalahan yang terjadi terkait penarikan retribusi parkir tersebut. “Dengan alat parkir meter tersebut, pengguna jalan akan membayar parkir tidak kepada juru parkir. Tapi, langsung ke alat parkir meter dengan memakai kartu parkir,” paparnya.

Sebagainya contoh, uang parkir misal-nya Rp2.000 atau Rp3.000 akan masuk langsung ke bank yang ditunjuk dalam penerapan parkir meter ini. Alat parkir meter tersebut akan dipasang untuk mudah dijangkau semua orang dan tersedia di setiap ruas jalan.

Petugas Dishub nantinya juga tidak akan berhubungan soal uang pembayaran parkir tersebut. Sehingga, ketika alat parkir meter itu sudah dipasang dan difungsikan petugas akan lebih fokus pada penertiban parkir.

“Selama ini kan kita harus penertiban dan PAD juga harus baik. Tapi kalau sudah ada alat itu, nanti alat tersebut yang akan menjawab semua soal pendapatan,” bebernya.

Sementara, Kepala Dishub Medan, Iswar Lubis mengakui capaian retribusi parkir masih minim. Oleh karena itu, akan melakukan perubahan supaya bisa me-ningkat. “Memang begitu kondisinya, masih minim (retribusi parkir). Akan tetapi, saya sudah mencoba melakukan perbaikan-perbaikan,” akunya.

Disinggung ada kendala yang dihadapinya kenapa retribusi parkir masih minim, Iswar tak menampik. Tapi, dia tak menjelaskan secara gamblang kendala yang dimaksud. “Dalam hidup ini pasti ada kendala, termasuk dalam bekerja. Maka-nya, tugas kita mengatasi kendala itu. Kalau tidak ada kendala, untuk apa kita ada di dinas,” ucapnya.

Ditanya adanya dugaan oknum-oknum yang bermain sehingga mengakibatkan minimnya retribusi parkir, Iswar membantah. “Tidak ada itu, tidak ada back up-back up. Kalau ada informasinya sampaikan ke kita dan akan kita tindak lanjuti segera. Tugas kita yang penting ada retribusi dan setorkan, kita kacamata kuda saja,” tegasnya. (ris/ila)

Pembangunan Fasilitas dan Pendukung Danau Toba, Rakor Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan

Kemenpar For SUMUT POS RAKOR: Rapat Kordinasi Perencanaan Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan Danau Toba di Jakarta.
Kemenpar For SUMUT POS
RAKOR: Rapat Kordinasi Perencanaan Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan Danau Toba di Jakarta.

JAKARTA, SUMUTPOS.Co – Guna menggenjot perkembangan dan pertumbuhan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba, pemerintah pusat kembali menyiapkan perencanaan pembangunan infrastruktur berkelanjutan.

Hal itu diungkapkan Direktur Utama (Dirut) Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BPODT), Arie Prasetyo kepada Sumut Pos, Minggu (12/5).

Rencana pengembangan kawasan Danau Toba tersebut ditindaklanjuti dengan rapat yang digelar di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman di Jakarta, Kamis (9/5) pekan lalu.

“Groundbreaking kan penanda awal di mulainya (kembali pembangunan infrastruktur) pada bulan September 2019. Nah menjelang September akan diketok palunya, kita menyiapkan perizinan dan komitmen terhadap anggaran,” ucap Arie.

Pemerintah memastikan pengembangan fasilitas dan infrastruktur pendukung pariwisata di kawasan Danau Toba sebagai salah satu destinasi super prioritas untuk dikembangkan telah berjalan dengan lancar.

Rapat Rencana pengembangan kawasan Danau Toba tersebut dihadiri dan dipimpin langsung Menteri Kordintor (Menko) Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pariwisata, Arief Yahya, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Dadang Rizky Ratman.

Kemudian, Ketua Tim Percepatan Pengembangan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas Hiramsyah, Dirut BPODT, Arie Prasetyo, Bupati Toba Samosir, Rapidin Simbolon, serta Kadispar Provinsi Sumatera Utara, Hidayati. Tujuan rapat kordinasi, lanjut Arie, pemerintah memastikan pengembangan fasilitas dan infrastruktur pendukung pariwisata di kawasan Danau Toba sebagai salah satu destinasi super prioritas untuk dikembangkan, apakah telah berjalan dengan lancar.

Ia mengatakan pembangunan infrastruktur berkelanjutan, akan dilaksanakan di Kabupaten Samosir dan Kabupaten Toba Samosir (Tobasa).”Ini maksudnya fokus lahan zona Otoritas di Sibisa Kabupaten Tobasa,” tutur Arie.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata akan melanjutkan pembangunan fasilitas mewah merupakan Kaldera Toba di Sibisa Kabupaten Tobasa.”Kita siapkan dulu semua perizinan,” pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, melalui rapat tersebut telah disepakati beberapa hal di antaranya investasi yang telah ditandatangani pada 12 Oktober 2018 sudah ditindaklanjuti dengan pemetaan dan perencanaan implementasi di lapangan.

“Dengan adanya kerja sama ini, para investor akan mulai melakukan pengembangan dengan membangun fasilitas-fasilitas penunjang pariwisata,” ucap Arief dalam keterangan pers diterima Sumut Pos, kemarin.

Arief menjelaskan beberapa infrastruktur dan akomodasi yang dikembangkan antara lain hotel dan resort berstandar internasional, MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition), Agro-fFrestry, Pertanian Organik, Wisata Desa, Pendidikan Pariwisata, dan Pemberdayaan Sosial Ekonomi yang memungkinkan masyarakat di kawasan pariwisata Danau Toba dan sekitarnya menjadi lebih sejahtera.

“Ground breaking investasi tersebut rencananya akan dilaksanakan pada 28 September 2019, bertepatan sehari setelah hari Pariwisata Internasional,” ujar Menteri Pariwisata, Arief Yahya. (gus/han)

Stunting Bukan Hanya Masalah Gizi, BKKBN Edukasi Orangtua dalam Pengasuhan Anak

istimewa DIABADIKAN: Sekretaris Utama BKKBN, Nofrija dan Sekretaris Perwakilan BKKN Provinsi Sumut Yusrizal Batubara diabadikan bersama peserta kegiatan “Pembinaan Aparatur Sipil Negara Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, baru-baru ini.
istimewa
DIABADIKAN: Sekretaris Utama BKKBN, Nofrija dan Sekretaris Perwakilan BKKN Provinsi Sumut Yusrizal Batubara diabadikan bersama peserta kegiatan “Pembinaan Aparatur Sipil Negara Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, baru-baru ini.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dari hasil penelitian yang dilakukan, masalah Stunting atau kekurangan giizi, ternyata tak hanya dialami anak-anak dengan kondisi keluarga ekonomi lemah, tapi juga ada ditemukan di keluarga ekonomi mapan meski presentasenya sedikit.

Hal itu terjadi lantaran minimnya pendidikan dari orangtua dalam pengasuhan. Sehingga untuk mencegahnya Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengambil peran dalam memberikan penyuluhan, sosialisasi bagi orangtua untuk mengasuh dan membina tumbuh kembang balita.

Hal itu dikatakan Sekretaris Utama (Sektama) BKKBN, Nofrijal ketika menjadi pembicara dalam kegiatan “Pembinaan Aparatur Sipil Negara Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara didampingi Sekretaris Perwakilan BKKN Provinsi Sumut, Yusrizal Batubara, baru-baru ini.

Pria Kelahiran Tanah Datar 11 November 1960 menyebutkan, pada dasarnya BKKBN memiliki banyak agenda yang salah satu di dalamnya penurunan kasus stunting. Ia menampik kalau masalah penyelesaian stunting hanya menjadi kerjaan dinas kesehatan saja.

“Tugas BKKBN dalam penurunan balita stunting lebih kepada pengasuhan keluarga. Membuat program peningkatan keterampilan orangtua dalam mengasuh anaknya, terutama mengkampanyekan pendewasaan usia menikah, juga mengedukasi masyarakat terutama perempuan untuk perencanaan kehamilan. Jadi tidak dinas kesehatan dari segi gizinya, kami dari segi pemberian edukasi,” katanya kemarin.

Menurutnya, salah satu penyebab utama stunting karena ketidaktahuan orangtua terutama pada ibu hamil dan bersalin tentang pentingnya gizi untuk anak-anaknya. Terlalu dekatnya jarak kelahiran anak, juga menjadi salahsatu faktor penyebab stunting.

“Nah, ketidaktahuan inilah yang menjadi masalah. Sampai saat ini di Indonesia masih ada 1 dari 3 anak yang masih mengalami stunting, meskipun angka itu berubah dari 2016-2017. Melihat kondisi itu sehingga BKKBN ber komitmen menuntaskan stunting. Kita keroyokan dengan instansi-instansi lain dalam menyelesaikan masalah ini.,”pungkasnya. (dvs/han)

Safari Ramadan Pemko Gunungsitoli, Wali Kota: Jalin Silaturahim dengan Masyarakat

no picture
no picture

GUNUNGSITOLI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui Panitia Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Kota Gunungsitoli menggelar kunjungan tim Safari Ramadan di Masjid Taqwa, Desa Afia, Kecamatan Gunungsitoli Utara, Jumat (10/5).

Kunjungan itu dihadiri oleh Wali Kota Gunungsitoli yang diwakili asisten bidang perekonomian dan pembangunan Setda Kota Gunungsitoli, Arham Dusky Hia, para Kepala Perangkat Daerah dan Kapala Bagian lingkup Pemerintah Kota Gunungsitoli, beserta seluruh tim Safari Ramadan.

Lurah Ilir, Ahmad Irfan Zebua, S.Kom dalam sambutannya, menyampaikan bahwa kunjungan resmi Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui tim Safari Ramadan, merupakan kunjungan perdana dalam agenda tim Safari Ramadan tahun 1440 Hijriah 2019.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan atau silaturrahim antara Pemerintah dan masyarakat muslim di wilayah Kota Gunungsitoli,”ujarnya.

Kepala Desa Afia dalam sambutannya mengaku terharu melihat antusiasme dan perhatian Pemerintah terhadap masyarakat, khususnya kaum muslimin di Desa Afia.

“Kami berterimakasih kepada Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui tim Safari Ramadan, kami berharap agar silaturahim seperti ini tetap terjaga hingga di masa-masa yang akan datang,”ujarnya.

Wali Kota Gunungsitoli, dalam hal ini diwakili oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Gunungsitoli, Arham Dusky Hia menyampaikan rasa terimakasih mewakili Pemerintah atas partisipasi masyarakat Kota Gunungsitoli untuk mendukung program-program Pemerintah.

“Bapak Wali Kota berpesan agar tetap menjaga Ukhuwah Islamiyah antar sesama terlebih dalam menghadapi bulan suci Ramadhan yang mulia ini,”ujarnya.

Sementara Al-Ustadz Akmal Nas Hulu, S.Pd dalam tausiahnya mengupas tentang keutamaan bulan suci Ramadan,”kata . Selain itu tim juga, menyerahkan bingkisan ramadhan dari Pemerintah Kota Gunungsitoli yang diterima langsung oleh Ketua BKM Masjid Taqwa Desa Afia.

Acara berjalan dengan khidmat, yang dimulai setelah pelaksanaan salat taraweh dan wirit berjamaah.

Turut hadir pengurus BKM Masjid Taqwa Desa Afia, Imam Masjid Taqwa Desa Afia, para Tokoh Agama dan tokoh masyarakat, serta para kaum muslimin dan muslimat Jamaah Masjid Taqwa Desa Afia.(adl/han)

Safari Ramadan II Polres Tebingtinggi, Al-ustad Gazali: Perhatikan Perkembangan Jati Diri Anak

SOPIAN/SUMUT POS BERIKAN: Kasat Lantas Polres Tebingtinggi AKP Enda Iwan Iskandar memberikan bingkisan kepada pengurus BKM masjid.
SOPIAN/SUMUT POS
BERIKAN: Kasat Lantas Polres Tebingtinggi AKP Enda Iwan Iskandar memberikan bingkisan kepada pengurus BKM masjid.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Kasat Lantas Polres Tebingtinggi, AKP Enda Iwan Iskandar mengimbau kepada para orangtua agar tidak memberikan sepeda motor kepada anak untuk asmara subuh.

“Saya meminta kepada seluruh orangtua tidak memberikan Sepedamotor kepada anak-anaknya, karena nanti bisa digunakan untuk balapan pada asmara subuh. Orangtua harus peduli kepada anaknya,”ujar AKP Enda Iwan Iskandar dalam kegiatan Safari Ramadan II di Masjid Mutaqqin, Kelurahan Bandar Sono Kota Tebingtinggi, Sabtu (11/5) malam.

Sebab, lanjut AKP Enda, apabila diberikan kepada anak yang masih remaja akan sangat berbahaya dan menyebabkan kecelakaan dan kemacetan di jalan raya.

Menyikapi pelaksanaan Pemilu Serentak, AKP Enda menyayangkan masih banyak netizen memposting berita-berita hoaks di media sosial hingga berujung membuat suasana menjadi ribut. “Pandai-pandailah kita dalam menyikapi apa yang ada di media sosial, dan jangan terpancing berita hoaks, namun manfaatkan medsos untuk kebaikan,” pintanya.

Sementara itu, Al-Ustad Gazali Saragih dalam tausiahnya mengajak para orangtua untuk memperhatikan perkembangan jati diri seorang anak. “Di bulan suci Ramadan ini, ajaklah anak-anak ke masjid untuk melakukan kegiatan ibadah seperti tadarus dan salat terawih,” pintanya.

Kegiatan Safari Ramadan ini juga diwarnai pemberian santunan kepada 60 anak yatim dan 10 orang kaum duafa, serta bingkisan kain sarung serta voucer Rp5 juta kepada BKM masjid. (ian/han)

SMA Persiapan Stabat Terbakar

ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS TERBAKAR: Kobaran api melalap bangunan sekolah SMA Persiapan Stabat.
ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
TERBAKAR: Kobaran api melalap bangunan sekolah SMA Persiapan Stabat.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Sekolah Menengah Atas (SMA) Persiapan Stabat di Dusun Tebasan, Desa Pantai Gemi, Kecamatan Stabat Wilayah Hilir, Kabupaten Langkat, terbakar.

Peristiwa itu terjadi Jumat (10/5) sekira pukul 20.00 WIB. Menurut warga sekitar, Ade, Butet dan Khairul, api yang melalap SMA Persiapan saat warga sekitar tengah menunaikan ibadah salat Isya dan taraweh.

Kuat dugaan, kebakaran berasal dari sambaran petir pada bagian bangunan sekolah. Karena malamnya, Stabat diguyur hujan deras dan gemuruh petir bersahut sahutan.

Meskipun warga sekitar berupaya memadamkan kobaran api. Namun si jago merah berhasil dipadamkan setelah 2 unit mobil damkar Pemkab Langkat turun ke lokasi.

Pun begitu, api berhasil melalap ruang Kepala Sekolah, ruang Pengurus Yayasan, ruang Tata Usaha dan ruang penyimpanan tropy bersama isinya.

Kepala SMA Persiapan Stabat, Irwan Amri yang dikonfirmasi Sumut Pos, mengatakan sekolah yang dipimpinnya diketahui terbakar usai melaksanakan salat isya dan taraweh di Masjid Raya Stabat.

“Begitu saya datang ke lokasi api telah dipadamkan. Sedangkan ruang yang terbakar tersebut adalah bagian depan. Sementara ruang kelas tidak kena,” ucap Irwan Amri.

Irwan pun belum bisa memastikan kerugian akibat dari kebakaran tersebut. “Biar pengurus nanti yang menghitungnya,”imbuhnya.

Sementara Ketua MKKS SMK-SMA Negeri Swasta masing-masing H. Tri Wahyu Amami, M.Pd dan Drs.Sudiatmat,M.Pd saat dihubungi Sumut Pos mengatakan turut prihatin dengan musibah yang melanda SMA Persiapan Stabat.

“Kami berdoa kiranya kepala sekolah SMA Persiapan Stabat dan seluruh keluarga besarnya diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menerima musibah tersebut,”katanya. (mag-9/han)