27 C
Medan
Thursday, January 1, 2026
Home Blog Page 5336

Perda Pengelolaan Persampahan, Pemko Ditantang Kampanye Kesadaran

M Idris/Sumut Pos SOSIALISASI: Anggota DPRD Kota Medan, Herri Zulkarnain melakukan sosialisasi Perda tentang Pengelolaan Persampahan, di Sei Agul, Selasa (9/4).
M Idris/Sumut Pos
SOSIALISASI: Anggota DPRD Kota Medan, Herri Zulkarnain melakukan sosialisasi Perda tentang Pengelolaan Persampahan, di Sei Agul, Selasa (9/4).

MEDAN, SUMTPOS.CO – Sampah di Kota Medan belakangan ini menjadi sorotan. Disadari dari tahun ke tahun, pengelolaan sampah di Kota Medan belum menemukan formasi yang baikn

Meski sudah didukung oleh aturan berupa Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan Nomor 6 Tahun 2015 Tentang Pengelolahan Persampahan, ternyata permasalahan sampah di kota ini belum bisa dituntaskan.

Anggota DPRD Medan, Herri Zulkarnain mengharapkan, Perda Pengelolaan Persampahan bisa menjadi sarana yang baik dalam menciptakan kesadaran kolektif atau masyarakat. Kesadaran itu adalah membuang sampah pada tempatnya.

“Tujuan perda ini yang sesungguhnya adalah harus mampu menciptakan, menghadirkan kesadaran kolektif. Dengan itu, maka persoalan sampah di Medan bisa dituntaskan,” ungkap Herri Zulkarnain saat sosialisasi Perda Pengelolaan Persampahan di Jalan Suka Damai Ujung, Sei Agul, Medan Barat, Selasa (9/4).

Menurut Herri, masyarakat belum memahami perda tersebut sepenuhnya sehingga belum tumbuh kesadaran mereka. Oleh karena itu, hal ini menjadi tantangan bagi Pemko Medan untuk menumbuhkan kesadaran tersebut.

“Membudayakan bersih dan tidak membuang sampah sembarangan bukan perkara mudah seperti membalikkan telapak tangan, tapi butuh komitmen Pemko Medan. Selain itu, partisipasi masyarakat juga dibutuhkan,” ujarnya anggota dewan Komisi B ini.

Diutarakan dia, Pemko Medan harus menghadirkan suasana berbeda dalam kampanye tentang sampah ini di masyarakat. Salah satunya, adalah soal pemanfaatan dan potensi sampah di tengah-tengah masyarakat. Sebab, ketika terbangun kesadaran di masyarakat maka solusi untuk permasalahan persampahan bisa dituntaskan.

“Masalah persampahan ini adalah masalah kesadaran. Kita juga mengharapkan Pemko dan masyarakat untuk terus bersinergi dalam menuntaskan permasalahan ini,” tegasnya.

Herri menyebutkan, dalam perda persampahan tersebut mengatur sanksi atau hukum terhadap mereka yang melanggar baik perorangan maupun badan atau lembaga. Apabila perorangan atau masyarakat kedapatan membuang sampah sembarangan, maka sanksinya kurungan penjaran 3 bulan dan denda Rp10 juta. Sedangkan lembaga atau perusahaan yang buat kesalahan itu, kurungan penjara 6 bulan dan denda Rp50 juta.

“Ada yang mau dikenakan sanksi itu? Jawabannya pasti tentu tidak. Makanya, perlu komitmen dalam penerapan perda itu agar berjalan maksimal,” tuturnya.

Dia mengimbau, kepada masyarakat mari sama-sama menjadikan Medan Bersih dengan tidak membuang sampah sembarangan. Sebab, kalau tidak siapa lagi yang melakukannya. Minimal, jaga lingkungan rumah tangga agar tetap bersih dari sampah.

Lurah Sei Agul, Erfin mengatakan, pihaknya tidak henti-hentinya mengingatkan kepada warga agar mencintai lingkungan sekitarnya untuk tidak membuang sampah sembarang, baik itu ke parit, drainase dan sebagainya.

“Kami imbau kepada warga untuk mengetuk hatinya supaya tidak membuang sampah sembarangan lagi, terutama dalam parit. Apabila parit bersih, debit air pun berjalan lancar sehingga air tidak keluar hingga ke bahu jalan maupun rumah warga,” ujarnya. (ris)

16 Bulan Hanya Bisa Tergolek Lemas, Bayi Penderita Hidrosefalus Ini Butuh Bantuan Dermawan

HIDROSEFALUS: Sofyan, bayi penderita hidrosefalus, butuh bantuan dermawan.
HIDROSEFALUS: Sofyan, bayi penderita hidrosefalus, butuh bantuan dermawan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang bayi penderita penyakit hidrosefalus, sudah 16 bulan hanya bisa tergolek lemas di tempat tidur. Bayi itu diberi nama Sofyan. Untuk membiayai pengobatan penumpukan cairan di rongga otaknya, ia membutuhkan bantuan dermawan.

SAAT DITEMUI, bayi dengan kondisi kepala membesar itu tampak dibaringkan ibunya di sebuah troli plastik berwarna orange, Selasa (8/4). Bayi itu menangis dan kemudian mengulum jemari tangannya saat kompeng yang dihisapnya terjatuh. Ia tinggal di rumah orangtuanya di Jalan Ampera, Pasar IV, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhandeli, Kabupaten Deli Serdang.

Anak pasangan Rika Liawati (30) dan Suherman (33) ini, sesekali terkejut saat mendengar suara orang di sekitarnya.

“Kata dokter, kepalanya membesar karena ada penumpukan cairan di rongga otaknyan

Cairan itu mengakibatkan ventrikel membesar dan menekan rongga, sehingga melemahkan dan merusak jaringan otak,” sebut Riska Liawati, menirukan ucapan dokter di RS Putri Hijau Medan.

Rika Liawati hanya seorang ibu rumah tangga dengan ekonomi pas-pasan. Ia dan suaminya, Suherman yang bekerja sebagai penjual es tebu, tinggal di rumah kontrakan. Pasangan ini mengaku, tidak memiliki biaya untuk merawat bayinya berlama-lama di rumah sakit.

“Hasil berjualan es tebu hanya cukup untuk makan bersama empat orang anak. Sementara untuk untuk memenuhi biaya pengobatan Sofyan, kami sangat kesulitan,” ucap Rika Liawati dan Suherman.

Karena itulah, mereka sangat mengharapkan bantuan para dermawan untuk membiayai pengobatan anaknya. “Kata dokter, cairan ini akan terus bertambah. Nantinya, ventrikal di dalam otak semakin membesar dan menekan struktur dan jaringan otak di seliternya. Jika tidak segera ditangani, tekanan ini dapat merusak jaringan dan melemahnya fungsi otak,” kata mereka sembari menatap anaknya dengan sendu. (fac)

Diminta Masyarakat untuk Kembali Maju

ist PENUHI JANJI: Caleg DPRD Sumut dari PKB, Dapil Sumut 6 nomor urut 2, Zeira Salim Ritonga saat berada dijalan lintas Labura-Tobasa yang telah dibangun sepanjang 25 km. Pengaspalan jalur tersebut merupakan janji kampanye Zeira pada tahun 2014 lalu yang saat ini telah terealisasi.
ist
PENUHI JANJI: Caleg DPRD Sumut dari PKB, Dapil Sumut 6 nomor urut 2, Zeira Salim Ritonga saat berada dijalan lintas Labura-Tobasa yang telah dibangun sepanjang 25 km. Pengaspalan jalur tersebut merupakan janji kampanye Zeira pada tahun 2014 lalu yang saat ini telah terealisasi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Caleg DPRD Sumut Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut 6 (Labuhanbatu, Labusel, dan Labura) nomor urut 2, Zeira Salim Ritonga SE merasa terpanggil kembali untuk menjadi wakil rakyat di DPRD Provinsi Sumut. Pasalnya, masyarakat di dapilnya, khususnya di daerah Labuhanbatu Utara telah memintanya kembali untuk maju dan membangun Labura dan wilayah di sekitarnya untuk lima tahun ke depan.

Hal itu disebutnya sungguh beralasan. Karena saat ini, belum genap satu periode dirinya menjabat sebagai anggota legislatif dengan jabatan selaku Sekretaris Komisi C DPRD Sumut, Zeira telah berhasil merealisasikan janji kampanye yang dicetuskannya lima tahun yang lalu, yakni untuk membangun dan mengaspal jalan lintas Labura-Tobasa.

“Itulah janji saya dulu ketika saya berkampanye di Tahun 2014. Saya bilang, saya akan bangun jalur lintas Labura menuju Tobasa yang panjangnya sekitar 32 km menuju ke perbatasan Tobasa. Dan sekarang, belum genap lima tahun saya bertugas sebagai wakil rakyat, sudah 21 km jalur Labura – Tobasa berhasil saya perjuangkan untuk diaspal,” terang Zeira kepada Sumut Pos saat disambangi di ruang kerjanya di Kantor DPRD Sumut, Selasa (9/4) sore.

Untuk tahun ini, kata Zeira, dirinya sedang memperjuangkan agar jalur itu dilanjutkan lagi setidaknya sepanjang 4 km. Perjuangan Zeira pun berhasil, dana sebesar Rp22 miliar telah dianggarkan untuk melanjutkan pengaspalan jalan tersebut pada tahun ini.

“Jadi dengan diaspalnya 4 km lagi di tahun ini, maka kita telah berhasil mengaspal 25 km jalan Labura menuju Tobasa. Target saya, apabila saya terpilih kembali sebagai wakil rakyat, maka selambat-lambatnya tahun 2021 total jalur Labura – Tobasa itu sudah rampung dan bisa dinikmati oleh masyarakat luas,” ungkapnya.

Menurut Zeira, jalan Labura-Tobasa adalah akses untuk mengembangkan wisata Danau Toba yang akan menghidupkan ekonomi masyarakat di Labura dan Tobasa. Selain itu, dengan adanya jalur tersebut, maka masyarakat Labura yang disebutnya selama ini sulit untuk mendistribusikan hasil perkebunannya, akan dapat menikmati fasilitas jalan tersebut sebagai pendongkrak perekonomian masyarakat.

“Di Labura itu rata-rata berkebun sawit dan karet, dulu untuk mendistribusikannya mereka butuh waktu hingga 5 jam perjalanan, tapi sekarang hanya satu setengah jam perjalanan. Selain itu mereka juga bisa menghemat ongkos dalam mendistribusikannya,” terang Zeira. Untuk itu, ujar Zeira, dirinya siap untuk mengemban kembali amanah yang diberikan masyarakat di Dapilnya untuk bisa melanjutkan kinerja yang telah dilakukannya dalam periode pertamanya di DPRD Sumut.

“Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat dan kalau saya bisa bermanfaat bagi masyarakat dan memperjuangkan nasib mereka, maka itulah kebahagiaan saya. Saya sudah buktikan dan saya siap untuk kembali melanjutkan amanah itu,” tutupnya. (mag-1/azw)

FPI: Kita Wajib Pilih Partai Hasil Ijtima Ulama

IST SILATURAHIM: Suasana silaturahim FPI Sumut dan DPW PKS Sumut, di Markas FPI Sumut Jalan Rantang Medan, belum lama ini.
IST
SILATURAHIM: Suasana silaturahim FPI Sumut dan DPW PKS Sumut, di Markas FPI Sumut Jalan Rantang Medan, belum lama ini.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Front Pembela Islam (FPI) Sumatera Utara, Habib Hud Al Attas menegaskan, bahwa masyarakat terkhusus umat Islam wajib memilih partai politik hasil ijtima ulama dalam edisi Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Hal ini disampaikannya ketika menerima silaturahmi pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumut, di Markas PFI Sumut Jalan Rantang Medan, belum lama ini.

“Kita wajib memilih partai yang didukung hasil ijtima ulama pada Pemilu 17 April 2019 nanti,” katanya didampingi Ketua Dewan Syuro FPI Sumut, Zulkifli Usman.

Pada kesempatan tersebut Habib Hud juga mengungkapkan dukungannya terhadap PKS. Menurutnya PKS merupakan salah satu parpol yang direkomendasikan untuk dipilih melalui hasil ijtima ulama.

Ketua Umum DPW PKS Sumut, Hariyanto sebelumnya menceritakan pertemuannya dengan Ketua FPI Pusat H Sobri Lubis, belum lama ini. Dalam pertemuan tersebut Sobri Lubis juga menyampaikan bahwa umat berharap besar kepada PKS yang direkomendasikan ijtima ulama untuk dicoblos pada pemilu mendatang.

“Alhamdulillah beberapa pekan lalu, saya bertemu dengan Ustaz Sobri Lubis dan beliau menyampaikan langsung dukungannya kepada PKS dan meminta PKS untuk bersiap menerima amanah kepercayaan umat ini,” papar Hariyanto.

Sementara Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Sumut, Salman Alfarisi

mengharapkan momentum persatuan umat Islam saat ini agar dirawat dengan baik demi kejayaan Islam. “Kerjasama PKS dan FPI harus terus dijaga dan dirawat bersama untuk memperjuangkan aspirasi umat Islam yang harus lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya.

Turut hadir pengurus PKS Sumut dalam silaturrahim tersebut antara lain, Ketua Dewan Syariah Usman Jakfar, Sekretariat MPW Cecep Wiwaha, Sekretaris Umum DPW Irvantra Padang, dan Bendahara PKS Sumut Herwan Nafil. (prn/azw)

Disinyalir Dikerjakan Asal Jadi Jalan Pasar VII Marendal Kupak-Kapik Lagi

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jalan Kebun Kopi Pasar VII Marendal kupak-kapik lagi. Saat ini kondisinya mirip kubangan kerbau. Padahal jalan yang berada di perbatasan Kota Medan dan Deliserdang itu, baru saja diaspal hotmix pada Desember 2018.

Warga setempat, Boru Nainggolan menuturkan, sudah tiga minggu belakangan ini jalan tersebut rusak parah. Selain berlobang sangat dalam, aspal jalan sudah dalam kondisi menganga. “Padahal baru diaspal lagi Desember tahun lalu. Belum sampai enam bulan jalan sudah rusak lagi,” katanya kepada Sumut Pos, Selasa (9/4).

Diungkapkannya meski berada di wilayah perbatasan, pengaspalan jalan waktu itu dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan. Sayangnya, perbaikan jalan tersebut tidak diikuti dengan pembenahan drainase di sisi kanan dan kiri jalan.

“Ini ‘kan wilayah perbatasan ya. Tapi Pemko Medan yang mengerjakan tempo hari. Di sisi kanan ini masuk Kota Medan, sedangkan sisi kiri itu Deliserdang. Sampai persimpangan Jalan Kongsi Marendal, masih wilayah Kota Medan. Itulah batasnya,” katanya.

Camat Medan Amplas, Edi Mulia Matondang mengaku tidak mengetahui persis titik kerusakan jalan yang terjadi. Dia mengatakan, akan memastikan dulu kepada lurah Harjosari II, apakah jalan tersebut waktu itu yang mengerjakan adalah Dinas PU Medan.

“Aku nggak gitu tahu kali jalan itu. Pasar-pasar berapanya juga aku kurang tahu. Karena setahuku itu ‘kan perbatasan. Coba nanti kutanya dulu sama lurahnya ya,” ungkapnya saat dikonfirmasi, kemarin.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PU Medan, Mukhyar yang dikonfirmasi mengatakan, akan segera mengecek kondisi jalan tersebut melalui unit pelaksana teknis (UPT) setempat. “Saya juga akan berkoordinasi dengan lurah setempat, memastikan wilayah tersebut memang masuk Kota Medan. Karena ada informasi bahwa itu masuk wilayah Delisersang,” katanya. (prn)

OlympiaGrab 2019, Kompetisi Futsal & Debat Siswa SMK se-Kota Medan

Logo Grab
Logo Grab

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Memperingati Hari Kesehatan Dunia yang jatuh pada tanggal 7 April setiap tahunnya, Grab menyelenggarakan OlympiaGrab 2019 di Kota Medan. Kegiatan OlympiaGrab 2019 merupakan ajang kompetisi bagi siswa SMA se-Kota Medan, yang terdiri dari turnamen futsal dan debat bahasa Inggris.

“Kegiatan ini sengaja kami gelar dan bertepatan dengan Hari Kesehatan Sedunia 7 April. Dengan mengambil tema Semua Bisa Sehat, Semua Bisa Jadi Juara, kami berharap kontribusi kali ini dapat dirasakan manfaatnya bagi para peserta dan sekaligus memotivasi masyarakat untuk menjalankan gaya hidup sehat,” ung-kap City Manager Grab Medan, Valenciah Dwitahlie, Selasa (9/4).

Dalam OlympiaGrab 2019, ada 5 kegiatan yang diselenggarakan. Antara lain, kompetisi futsal, debat bahasa Inggris, penjelajah kota, penjelajah rasa dan juara top up. “Pesertanya berasal dari kalangan anak SMA negeri dan swasta di Medan untuk semua kategori kompetisi. Khusus futsal dan debat bahasa Inggris, ada 16 sekolah yang menjadi peserta,” terang Valenciah.

Asisten Manager Marketing Grab Medan, Amelia Liem menambahkan, untuk kegiatan penjelajah kota adalah kompetisi pemesan layanan terbanyak di aplikasi Grab Car dan Grab Bike. Sedangkan, penjelajah rasa merupakan kompetisi pemesan terbanyak di Grab Food. Sementara juara top up ialah paling banyak yang melakukan top up.

Kompetisi futsal OlympiaGrab 2019 dibuka secara resmi oleh Kadispora Kota Medan, Marah Husin di The Kop Futsal Jalan Krakatau. “Turnamen futsal berlangsung hingga 10 April 2019 dengan partai final sebagai penutup. Sedangkan debat berlangsung dari tanggal 11-12 April 2019 dan bertempat di kampus IB IT&B yang memperebutkan hadiah uang tunai dan piala,” imbuhnya. (ris)

Pengurus PCNU Medan Dilantik, Burhanudin: Keuntungan Film untuk Nahdliyin

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Warga Nahdliyin di Kota Medan, resmi memiliki pengurus cabang yang baru untuk periode 2019-2024. Burhanuddin Siregar beserta jajaran pengurusnya resmi dilantik, Selasa (9/4).

Usai dilantik, Burhanuddin mengatakan, menjadi pelayan warga Nahdliyin merupakan amanah berat yang diembannya. “Namun saya berjanji akan mengemban amanah ini dengan baik. Bersama seluruh pengurus, kami berkomitmen untuk selalu berada di bawah naungan kyai, karena NU didirikan oleh para kiai,” sebutnya.

Dalam kesempatan itu ia mengatakan, sejak masih menjadi aktivis ketika muda, dirinya dituding mendaftar menjadi kader HTI. “Saya sempat difitnah sebagai warga HTI. Luar biasa. Hari ini saya katakan, saya adalah warga Nahdliyin tulen,” tegasnya.

Sambil menahan tangis, dia berterima kasih kepada istri dan keluarganya yang telah mendukungnya selama ini menghadapi fitnah tersebut. HTI yang dimaksud adalah Hizbut Tahrir Indonesia. Hizbut Tahrir adalah organisasi politik pan-Islamis, yang mengusung ideologi dengan tujuan membentuk Khilafah Islam atau negara Islam.

Pada 19 Juli 2017 pemerintah Indonesia resmi membubarkan HTI melalui pencabutan status badan hukum oleh Kementerian Hukum dan HAM.

Burhanuddin yang juga pengusaha entertaint ini mengatakan, saat ini ia sedang memproduksi sebuah film. Film dimaksud akan tayang dalam waktu dekat di bioskop. “Keuntungan penjualan nantinya bakal disumbangkan untuk warga Nahdliyin dan kaum dhuafa. Ini merupakan salah satu upaya mendukung pengembangan ekonomi keummatan warga Nahdliyin, khususnya di Kota Medan,” cetusnya.

Dia juga berjanji akan mendorong pengurus NU di tingkat kecamatan sampai ranting, untuk meningkatkan kerja organisasi. “Jangan sampai NU bukan saja kehilangan sendal, tapi juga kehilangan masjid,” ujarnya beranalogi.

Salahsatu program sosial yang akan dikembangkannya adalah Laskar Kain Kafan. Dengan program ini, PCNU akan menyiapkan ambulans, kain kafan, dan berbagai kebutuhan lain untuk seluruh umat Islam di Medan yang tertimpa kemalangan. “Untuk ekonomi keummatan, kami akan membangun Baitul Mal dan UMKM. Baitul Mal ini akan dikhususkan bagi kalangan pekerja,” tegasnya.

Terkait dengan sikap politik, ia mengatakan Pengurus Cabang NU Kota Medan mendukung pasangan calon Joko Widodo dan Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019. Dukungan itu sudah menjadi sikap organisasi dari tingkat pusat karena merupakan amanah dari para kyiai.

NU, katanya, selalu berada di barisan para kyai sehingga akan selalu siap mendukung kyai, termasuk Kyiai Ma’ruf Amin. Terlebih Ma’ruf Amin adalah warga Nahdliyin dan menjabat sebagai Mustasyar PBNU.

PCNU dan warga Nahdliyin di Medan juga katanya meyakini negara akan lebih baik jika dipimpin oleh kyai. PCNU Kota Medan akan langsung bekerja mulai hari ini menggalang dukungan untuk kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Usai dilantik, dia bersama dengan para pengurus cabang akan mengajak Pengurus Wilayah NU Sumut dan para kyiai untuk menggalang dukungan. Mereka akan menggalang dukungan salah satunya lewat aktivitas diskusi dengan para jamaah majelis taklim secara langsung. “Perolehan suara pasangan nomor urut 01 di Kita Medan harus di atas 60 persen,” ujarnya. (dvs)

Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Pariwisata Nias, DPPU Bandara Binaka Dioperasikan

ist DIRESMIKAN: Pengoperasian DPPU di Bandara Binaka, Gunung Sitoli diresmikan.
ist
DIRESMIKAN: Pengoperasian DPPU di Bandara Binaka, Gunung Sitoli diresmikan.

NIAS, SUMUTPOS.CO – Guna meningkatkan perekonomian dan pariwisata di Kabupaten Nias, PT Pertamina (Persero) meresmikan pengoperasian Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) di Bandara Binaka, Gunung Sitoli, Selasa (9/4) pagi.

Meski pada Januari hingga Maret 2019, konsumsi avtur di wilayah Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I menurun sebesar 21,4 persen, dibandingkan periode tahun lalu. Tidak mengurungkan niat Pertamina MOR I mengoperasikan DPPU Binaka.

Senior Vice President Corporate Marketing Bussiness Pertamina, Kusnendar mengungkapkan, pengoperasian DPPU Binaka merupakan bagian dari proyek pembangunan dan pengembangan DPPU tersebar di Indonesia.

“Sebagai perusahaan energi milik bangsa, Pertamina melayani avtur di 67 bandara di Indonesia. Termasuk bandara di daerah-daerah terluar, terdepan dan tertinggal (3T) seperti Nias,” ucap Kusnendar dalam sambutan pada peresmian pengoperasi DPPU Binaka.

Dijelaskan Kusnendar, DPPU Binaka memiliki kontribusi penjualan rata-rata 1.000 liter per hari. DPPU Binaka memiliki tangki modular dengan total kapasitas 53.000 Liter. DPPU ke-12 di wilayah Pertamina MOR I ini mendapat pasokan avtur dari DPPU Kualanamu Medan.

“Pertamina tak sekedar berhitung rupiah dalam menjalankan bisnis avtur. Itu sebabnya, Pertamina mengoperasikan DPPU di wilayah-wilayah 3T yang jarang dilirik badan usaha lain. Beroperasinya DPPU Binaka, Kepulauan Nias menjadi bukti nyata kehadiran Pertamina dalam rangka mendorong percepatan pembangunan di wilayah itu,” pungkasnya.

Sementara Wakil Bupati Nias, Arosokhi Waruwu menyambut baik dan mengapresiasi dukungan Pertamina pada pertumbuhan ekonomi di Nias melalui akses energi khususnya Avtur. Dengan begitu, mendorong transportasi udara dari berbagai daerah Indonesia lebih muda di akses.

“Harapan saya dengan beroperasinya DPPU, pasokan avtur dapat terus terjaga. Sehingga berdampak positif pada kemajuan ekonomi di Kepulauan Nias,” tutur Arosokhi.

Untuk diketahui, Tahun lalu bandara Binaka melayani sekitar lebih dari 300.000 penumpang. Adapun maskapai yang beroperasi di bandara Binaka yaitu Garuda Indonesia, Citilink, Wings Air dan Aviastar Mandiri.

Nias memang terus menggenjot pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah. Tahun 2017, jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Nias tercatat 40.000 wisatawan. Tahun ini, target kunjungan wisatawan ke Nias sekitar 100.000 orang.(gus/han)

Masyarakat Ramaikan Pawai Takruf STQH 2019

no picture
no picture

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Ribuan masyarakat Kota Tebingtinggi dan Khalifah, ramaikan pelaksanaan Seleksi Tilawatil Quran dan Hadist (STQH) ke-6 tingkat Provinsi Sumatera Utara di Lapangan Merdeka, Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Selasa (9/4).

Pawai Takruf tersebut langsung dilepas oleh Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi dan Wali Kota Ir Umar Zunaidi Hasibuan, Ketua LPTQ Sumatera Utara Fuad Helmi Lubis, di depan Rumah Dinas Wali Kota Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Selasa (9/4).

Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi berpesan untuk selalu menjaga ketertiban selama pawai takruf.

AKBP Sunadi juga berharap kepada khalifah dan masyarakat untuk sama-sama menjaga kekondusifan di Kota Tebingtinggi dan pelaksanaan STQH bisa berjalan aman, tertib dan damai hingga sampai selesai.

Peserta khafilah yang mengikuti pawai takruf, khususnya dari luar daerah saling berjalan mengikuti asal daerah yang dipimpin oleh Paskibraka Kota Tebingtinggi. Sesekali mereka melempar senyum kepada masyarakat.

Usai pelaksanaan pawai takruf, Wali Kota Umar Zunaidi dan Staf Ahli Kantor Gubernur Provinsi Sumatera Utara yang juga Pj Bupati Pakpak Barat, Asren Nasution dan Ketua LPTQ Sumatera Utara Fuad Helmi Lubis bersama Forkompinda Kota Tebingtinggi membuka bazar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Umar Zunaidi Hasibuan Mengatakan, bahwa STQH merupakan langkah awal menuju pelaksanaan MTQ ke-30 tingkat Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2020 di Kota Tebingtinggi.

“Kita akan menyempurnakan kekurangan-kekurangan dalam STQH, kita berterima kasih Tebingtinggi mendapat kepercayaan dalam melaksanakan kegiatan ini,”jelasnya.

Menurutnya, pelaksanaan STQH ke-6 tingkat Provinsi Sumatera Utara dibuat bazar, karena menginginkan UMKM meningkat dan nantinya harus mengikuti setiap event-event.

Tentunya produk produk hasil kreavitas dan hasil perkebunan bisa di lihat di STQH dan bazar ini tidak boleh kita tutup sebelum tanggal 14 April 2019, jika pembukaan meriah, maka penutupan diharapkan ramai.

“Kepada para pengusaha UMKM untuk mematuhi peraturan, jangan manipulasi barang dimana barang yang murah dijual menjadi mahal dan buatlah perdangan secara syariah,”jelas Umar Zunaidi.

Umar juga meminta kepada seluruh pengusaha UMKM dan masyarakat untuk menjaga kebersihan lokasi kegiatan, masalah sampah harus dijaga. Sebab, untuk menghormati Kota Tebingtinggi sebagai Kota Adipura, maka semuanya harus peduli dengan kebersihan.

Ketua Panitia Bazar UMKM, Kadis Perdagangan Gul Bahri Siregar mengungkapkan bahwa kegiatan bazar diikuti oleh UMKM dengan 35 stan yang berasal dari Kota Tebingtinggi dan tiga kabupaten lainnya seperti Sergai, Pakpak Barat dan Tapsel. (ian/han)

2019, Padangsidimpuan Bebas Sampah

no picture
no picture

PADANGSIDIMPUAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengharapkan tahun 2019 Kota Padangsidimpuan bebas sampah.

“Sehingga terasa kenyamanan dan lingkungannya menjadi sehat, serta masyarakatnya juga sehat. Ini PR (pekerjaan rumah) Pak Wali kota, tahun 2019 ini, kota ini, Padangsidimpuan, bebas sampah,” ujar Gubernur Edy Rahmayadi ketika bertemu Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, Lurah dan Tokoh Masyarakat, Selasa (9/4) di Gedung Adam Malik, Kota Padangsidimpuan.

Untuk mewujudkan Kota Padangsidimpuan bebas sampah, harus didukung oleh seluruh komponen masyarakat. “Di sini ada Pemuda Pancasila (PP), FKPPI dan organisasi kemasyarakatan lainnya. Jumlah kita tidak sedikit, mari kita bantu Pak Walikota bebaskan Kota Padangsidimpuan ini dari sampah,” kata Gubernur yang hadir bersama Ketua TP PKK Provinsi Sumut Nawal Lubis Edy Rahmayadi.

Gubernur juga menyampaikan, Kota Padangsidimpuan adalah kota yang sangat penting di Sumut, khususnya di bagian selatan. Karena letaknya di tengah, yang bisa menghidupkan kabupaten-kabupaten di sekitarnya. Sebagai kota jasa, Sidimpuan juga harus bisa membuat orang yang hadir merasa nyaman.

Edy Rahmayadi juga mengingatkan, menjelang pemilu yang tinggal beberapa hari lagi, masyarakat harus tetap menjaga kondusifitas. Yang dipilih merupakan pilihan hati. “Jadikan pemilu ini sebagai pesta demokrasi yang kondusif,” katanya.

Menanggapi hal itu, Wali kota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution mengatakan, akan segera menindaklanjuti harapan Gubernur Edy Rahmayadi. Diakuinya, jumlah sampah yang ada di Kota Padangsidimpuan lebih banyak dibandingkan kabupaten lain di sekitarnya. “Karena lebih banyak kegiatan ekonomi di kota ini,” ujarnya.

Meski begitu, kata Irsan, di masa kepemimpinannya masalah penanganan sampah sudah lebih baik dibandingkan sebelumnya. Namun dengan imbauan Gubernur tersebut, pemerintah kota akan menata lebih baik lagi masalah penanganan sampah.

Dikatakannya, selama ini masih banyak masyarakat yang membuang ke sungai. Karena belum ada tempat pembuangan akhir sampah. “Pemko telah menyediakan lahan di Kecamatan Batu Nadua. Pemerintah nantinya akan segera merumuskan untuk penanganan sampah di Kota Padangsidimpuan lebih baik ke depan,” ujarnya. (prn/han)