Home Blog Page 5335

Solar Impor Distop, Energi Terbarukan Bisa Hemat APBN Triliunan Rupiah

no picture
no picture

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah berencana menghentikan impor solar dalam waktu dekat. Ini adalah momen bagus untuk mengoptimalkan pemanfaatan energi terbarukan yang saat beroperasi akan menghemat belanja APBN untuk bahan bakar fosil hingga triliunan rupiah.

Organisasi lingkungan yang kerap bersuara keras menentang diharapkan memahami bahwa pembangunan energi terbarukan, seperti pembangkit listrik tenaga air, akan mengurangi konsumsi energi fosil yang boros dan polutif.

“(Stop impor solar) ide dan kebijakan yang cemerlang,” kata Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) dari unsur pemerhati lingkungan hidup Sonny Keraf kepada wartawan di Jakarta, Minggu (12/5/2019). Kebijakan menghentikan impor solar dinyatakan Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Jumat (10/5/2019). Penghentian impor solar dan avtur dikarenakan pemerintah ingin mengoptimalkan produksi dalam negeri sekaligus menyeimbangkan defisit neraca transaksi berjalan.

Langkah konkret menindaklanjuti rencana penghentian impor solar adalah segera membangun kilang pengolahan minyak mentah dalam negeri. Kemudian, pemerintah harus berani memberi insentif dalam pengembangan energi terbarukan, termasuk pembangkit listrik, untuk memenuhi kebutuhan mobil listrik.

Sonny mengingatkan faktor keseimbangan neraca perdagangan dan dampak lingkungan harus menjadi pertimbangan dalam menghitung risiko tersebut.

“Sudah tepat jika Menko (bidang Perekonomian Darmin Nasution) dengan pesetujuan Presiden mendorong kebjakan ini. Dalam jangka pendek memang ada risikonya, tapi lebih bagus dalam jangka panjang,” katanya.

Cari Jalan Tengah

Soal protes yang kerap dari organisasi yang mengatasnamakan lingkungan terhadap proyek pembangkit listrik energi terbarukan, Sonny menyayangkan hal itu. Menurut dia, LSM lingkungan sering melihat hanya pada satu aspek saja, misalnya konservasi ekosistem hutan dan keanekaragaman hayati.

“Padahal energi terbarukan, seperti PLTA dan geotermal, juga diperlukan untuk kepentingan lingkungan hidup, khususnya pengurangan emisi karbon dari bahan bakar fosil,” katanya.

Dia meminta agar mereka yang kerap protes pada pengembangan energi terbarukan untuk mau duduk bersama mencari jalan tengah. “Agar kedua-duanya (energi terbarukan dan konservasi ekosistem) bisa jalan tanpa saling menegasi,” katanya.

Saat ini sejumlah proyek PLTA sedang dibangun. Salah satunya adalah PLTA Batangtoru di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Proyek bertipe peaker itu bisa menghasilkan listrik hingga 510 MW dan menyangga hingga 15 persen saat beban puncak Sumatera Utara.

Saat beroperasi tahun 2022, PLTA Batang Toru akan menghemat solar pembangkit listrik tenaga diesel hingga 400 juta dollar AS atau Rp 5,6 triliun per tahun.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan menyatakan, pembangkit listrik tenaga air (PLTA) bersama pembangkit listrik geotermal sangat diandalkan untuk meningkatkan porsi energi terbarukan dalam produksi listrik nasional. Jonan berharap, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus memberikan dukungan bagi pengembangan PLTA dan geothermal agar penggunaan energi terbarukan bagi pengendalian perubahan iklim bisa semakin meningkat.

Menurut dia, PLTA dan geotermal menyumbang 10% untuk bauran energi terbarukan dalam produksi listrik nasional saat ini. (ila/ram)

Tampilkan Produk Produk UKM Binaan, Dinas Koperasi Medan Hadirkan UKM Center

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Koperasi UKM Kota Medan membuka UKM Center di lantai II Manhattan Mall Times Square, Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Sei Sikambing B, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan. Kehadiran UKM Center ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan sinergi pelaku UKM dan konsumen.

Kepala Dinas Koperasi UKM Kota Medan, Dra Edliaty MAP mengatakan UKM Center ini, dibuka dengan menghadirkan berbagai produk-produk UKM unggulan asal Kota Medan. Sehingga, masyarakat bisa mengenal lebih dekat atau membeli hasil produksi UKM tersebut.

“Ada sebanyak 30 produk UKM unggulan Kota Medan yang dihadirkan di tenant UKM Center Kota Medan, di antaranya Batik, Bordir, Kulit, makanan ringan, rotan, handycraft, dan lain sebagainya,” ungkap Edliaty kepada wartawan, Minggu (12/5).

Tidak hanya itu, Edliaty mengatakan masyarakat juga bisa membeli berbagai produk fashion mulai dari aksesori, tas, baju, kipas, anting, hingga sepatu. Juga ada berbagai jenis kerajinan tangan seperti lukisan dari sabut kelapa, miniatur dari sikat, bahkan ukiran kayu berbagai bentuk. Harga yang ditawarkan juga bervariasi, mulai dari Rp5.000 hingga Rp8.000.000.

“Ada 30 pelaku UKM di Kota Medan yang terlibat dalam UKM Center di Manhattan Mall ini, yang semuanya merupakan binaan Dinas Koperasi UKM Kota Medan,” jelasnya.

Edliaty menyebutkan, UKM Center Kota Medan di Manhattan Mall sudah hadir sejak Desember 2018 lalu. Hingga kini, banyak masyarakat datang untuk membeli produk-produuk di UKM Center Medan sebagai oleh-oleh.

“Dengan adanya UKM Center Kota Medan di sini juga memberikan pilihan tempat yang bisa dikunjungi bagi para pelancong yang ingin membawa oleh-oleh khas Medan,” ujarnya.

Selain itu, Dinas Koperasi UKM Kota Medan juga memiliki Galery UKM di Jalan Gatot Subroto Km 7,7 Medan yang juga menghadirkan berbagai produk-produk lokal Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kota Medan, seperti konveksi, sepatu, batik souvenir, panganan/kuliner, perabotan rotan dan sebagainya.

Edliaty mengatakan, untuk mendukung penguatan kapasitas dan daya saing sektor UKM di Kota Medan, pihaknya mengharapkan dukungan semua pihak termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemko Medan dan masyarakat untuk memprioritaskan penggunaan produk-produk UKM lokal.

Menurutnya, harga yang ditawarkan lebih murah dan terjangkau, serta kualitas yang tidak perlu diragukan lagi, karena berkualitas tinggi. “Di Galery UKM ini masyarakat bisa temukan songket Medan dengan ciri khasnya, dan masih banyak lagi yang bisa ditemukan,” ujarnya. (gus/ram)

Kadus Minta Rp5 Juta Urus Surat Tanah, Polres Asahan Paparkan Kasus Pungli

tOMI sANJAYA/sumut pos PUNGLI: Kapolres Asahan, AKBP Faisal Napitupulu (tengah), bersama Kasatreskrim Riky Pripurna Atmaja (kanan), memaparkan kasus pungli dan judi di Asahan.
tOMI sANJAYA/sumut pos
PUNGLI: Kapolres Asahan, AKBP Faisal Napitupulu (tengah), bersama Kasatreskrim Riky Pripurna Atmaja (kanan), memaparkan kasus pungli dan judi di Asahan.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Oknum Kepala Dusun XII, Desa Pematang Sei Baru, Kecamatan Tanjung Balai, Kabupaten Asahan, tertangkap tangan melakukan pungli (pungutan liar), terhadap warga dalam pengurusan surat tanah SK Camat.

“Kasus pungli itu dilakukan Suanto, oknum Kepala Dusun XII, Desa Pematang Sei Baru, meminta sejumlah uang kepada saksi Indra Susanto yang ingin mengurus surat tanah. Tersangka tertangkap tangan oleh Sat Reskrim Polres Asahan, ketika saksi korban menyerahkan uang sebesar Rp5 juta di rumah tersangka, Rabu (8/5/2019) sekitar pukul 19.30 Wib,” kata Kapolres Asahan, AKBP Faisal F Napitupulu, didampingi Kasat Reskrim AKP Ricky Paripurna Atmaja, dalam konferensi pers atas beberapa perkara yang berhasil diungkap jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Asahan, di Mapolres Asahan, Sabtu (11/5).

Dalam perkara ini, lanjut Faisal, Kepala Dusun mengakui kalau permintaan uang tersebut atas perintah Kepala Desa setempat. “Kasus ini menjadi warning bagi aparatur pemerintahan, agar tidak mengeluarkan kebijakan yang bertentangan dengan hukum,” bilang Faisal.

Judi KIM

Selain kasus pungli, Sat Reskrim Polres Asahan juga mengungkap kasus judi KIM, dan menangkap tersangka berinisial SS alias T (56), warga Jalan SM. Raja Gang Kurnia, Kelurahan Kisaran Timur, Kecamatan Kota Kisaran Timur.

Tersangka ditangkap pada Kamis (2/5/2019) sekitar pukul 21.30 di alamat yang sama dengan tempat tinggal tersangka. Atas perbuatannya, tersangka dikenai pasal 303 ayat (1) KUHPidana.

“Sedangkan untuk perkara judi leng, Sat Reskrim berhasil menangkap beberapa orang saat sedang bermain di Dusun II, Deda Suka Ramai, Kecamatan Setia Janji, pada 5 Mei 2019 sekitar pukul 00.30 wib,” kata Faisal.

Para tersangka masing-masing bernama M (39), SBM (49), S Alias O (51), J Alias M (31), H (36). Kelima tersangka seluruhnya warga Dusun IV, Desa Urung Pane, Kecamatan Setia Janji.

Satu lagi tersangka bernama YPP (29), warga Jalan Kartini, Gang Makmur, Kelurahan Sendang Sari, Kecamatan Kota Kisaran Barat. “Pasal yang dikenakan kepada para tersangka 303 KUHPidana,” bilangnya. Pada konferensi pers tersebut, beberapa tersangka ikut dihadirkan. (omi)

Curi Sepeda Motor di Sidikalang, lalu Kabur Empat ABG Ditangkap di Kabanjahe

Rudi Sitanggang/Sumut Pos DITANGKAP: Anggota Sat Reskrim Polres Dairi mengapit 4 orang anak di bawah umur, anggota komplotan pencuri sepeda motor, usai diamankan dari Kabanjahe, Tanah Karo.
Rudi Sitanggang/Sumut Pos
DITANGKAP: Anggota Sat Reskrim Polres Dairi mengapit 4 orang anak di bawah umur, anggota komplotan pencuri sepeda motor, usai diamankan dari Kabanjahe, Tanah Karo.

SIDIKALANG, SUMUTPOS.CO – Empat orang anak di bawah umur (anak baru gede) ditangkap Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Kepolisian Resor Dairi dari Kabanjahe, setelah mencuri sepeda motor dan telepon seluler dari rumah Imran Sihotang warga Kelurahan Kuta Gambir Kecamatan Sidikalang, 27 April 2019 lalu.

“Keempat anak itu masing-masing berinisial NP (16), AP (16), YP (16), serta MS (16). Semuanya belamat di Sidikalang,” kata Kapolres Dairi melalui Kasubbag Humas Polres, Iptu Donni Saleh, kepada wartawan, Sabtu (11/5). Donni menjelaskan, penangkapan keempatnya dipimpin Kasat Reskrim AKP Jenggel Nainggolan, Kamis (9/5) lalu, di seputaran kota Kabanjahe Tanah Karo.

Pengungkapan kasus itu atas laporan korban ke Polres Dairi dengan No : LP/121/IV/2019/SU/DR/SPK tertanggal 27 April 2019. Atas laporan Imran, tim operasional Sat Reskrim Polres Dairi kemudian melakukan penyelidikan. Diperoleh informasi, bahwa keempat pelaku di bawah umur itu kabur ke Kaban jahe. Tim pun melakukan perburuan.

Atas perbuatannya, keempat pelaku dikenakan pasal ’pencurian’, sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 ayat (1) ke 3e, 4e, 5e dari KUHPidana yo Undang-Undang Nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak.

Keempat pelaku berikut barangbukti 1 unit sepeda motor merek Honda Sonix, serta 1 unit telepon seluler merek Xiomi, sudah diamankan ke Mapolres Dairi. (mag-10)

Diduga Merampok & Membunuh Malu Sembiring, Ginting Ditangkap di Terminal Bus Pekanbaru

teddy akbari/sumut pos TERSANGKA: Wardan Ginting, tersangka perampok dan pembunuh Malu Sembiring.
teddy akbari/sumut pos
TERSANGKA: Wardan Ginting, tersangka perampok dan pembunuh Malu Sembiring.

SUMUTPOS.CO – Pelarian Wardan Ginting (25), warga Dusun Bangun Mulia, Desa Belinteng, Sei Bingai, Langkat kandas di tangan Petugas Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai. Tersangka perampok dan pembunuh Malu Sembiring (63) ini, ditangkap Sabtu (11/5) pukul 13.00 WIB.

“PELAKU ditangkap di Terminal Bus Pekanbaru, Riau,” ujar Kasubbag Humas Polres Binjai, Iptu Siswanto Ginting kepada wartawan, Minggu (12/5) siang.

Menurut Siswanto, pelaku tak kooperatif saat diajak petugas melakukan pengembangan. Bahkan pelaku berusaha melarikan diri.

“Karenanya petugas melakukan tembakan peringatan. Tapi tidak diindahkan,” kata mantan Kanit Intelkam Polres Binjai.

Sikap pelaku membuat petugas melakukan tindakan tegas dan terukur. Dua peluru bersarang pada betis kiri dan kanan pelaku.

“Selanjutnya tersangka dibawa ke Rumah Sakit Umum Djoelham Binjai untuk mendapat perawatan. Dan untuk kepentingan penyidikan, lebih lanjut dibawa ke Polres Binjai,” jelas Siswanto.

Dari tangan pelaku, petugas menyita uang tunai Rp1,1 juta dan 1 buah telepon genggam merek Blueberry.

Pelaku ditangkap usai sesosok mayat yang diduga korban perampokan dan pembunuhan ditemukan oleh warga di Dusun Bangun Mulia, Desa Belinteng, Sei Bingai, Langkat, Rabu (8/5) siang. Mayat tersebut dalam posisi telungkup.

Selain mayat, polisi juga menemukan 1 bungkus rokok merek Bintang Mas, 1 buah senter kepala, 1 buah celana pendek dan 1 buah baju kemeja lengan panjang warna biru.

“Hasil otopsi terhadap mayat oleh tim medis Puskesmas Namu Ukur, diketahui korban mengalami luka bagian kepala, leher, lengan tangan kiri dan bagian dada,” urai Siswanto.

Temuan mayat tersebut membuat polisi mengumpulkan bahan dan keterangan dari Pran Sembiring (32) dan Masrina Ginting (62) warga setempat. Diketahui, korban adalah Malu Sembiring, warga Dusun Simpang Burah, Desa Belinteng, Sei Bingai, Langkat.

Tim Inafis kemudian melakukan olah TKP di sekitaran 800 meter, persisnya pada sebuah pondok milik korban. Hasil olah TKP, didapat bercak darah dan barang bukti berupa sepotong kayu, sepasang sandal jepit warna kuning, hingga potongan sarung parang milik korban.

“Masih sekitar gubuk korban, dijumpai sebilah parang, sepasang baju kaos putih bercak darah, dan dua buah sebo warna merah serta hitam,” ujar Siswanto.

Polisi menduga, pelaku melakukan perampokan yang membuat nyawa korbannya melayang. Oleh polisi, pelaku disangkakan Pasal 365 Subsider 338 KUHPidana, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun kurungan penjara.

“Petugas Satreskrim Polres Binjai juga masih melakukan pengembangan mencari terduga pelaku lainnya. Terhadap pelaku, dilakukan penahanan,” tandas Siswanto. (ted)

Warga Lau Kawar Isap Sabu di Perladangan

Rudi Sitanggang/Sumut Pos DIAMANKAN: KBO Narkoba Polres Dairi Iptu Tombor Marbun saat memeriksa KP (42), dalam kasus narkoba, Minggu (12/5).
Rudi Sitanggang/Sumut Pos
DIAMANKAN: KBO Narkoba Polres Dairi Iptu Tombor Marbun saat memeriksa KP (42), dalam kasus narkoba, Minggu (12/5).

SIDIKALANG, SUMUTPOS.CO – Kasim Pinem (42), penduduk Desa Lau Tawar Kecamatan Tanah Pinem Kabupaten Dairi diamankan Satuan Narkoba Kepolisian Resor Dairi. Pria ini diamankan saat lagi asyik mengisap narkotika jenis sabu, di sebuah gubuk di perladangan milik warga setempat, Sabtu (11/5).

“Pengungkapan kasus itu bermula dari laporan warga setempat. Atas laporan itu, Kasat Narkoba AKP R Ginting memerintahkan KBO Sat Narkoba, Iptu Tombor Marbun, untuk menindaklanjuti laporan warga dimaksud,” kata Kapolres Dairi AKBP Erwin Wijaya Siahaan melalui Kasubbag Humas Polres Iptu Donni Saleh kepada wartawan, Minggu (12/5) di Mapolres Dairi.

Mendapat perintah itu, Tim Narkoba langsung bergerak ke lokasi dan berhasil menangkap Kasim Pinem di salahsatu gubuk di areal perladangan.

Dari tangan Kasim, polisi mengamankan barangbukti narkotika golongan 1 jenis sabu-sabu serta alat hisap sabu (bong), mancis, serta pipet. “Tersangka beserta barangbukti narkoba telah diamankan ke Mapolres Dairi,” ucap Donni. (mag-10)

Curi Ikan di Zona ZEEI, Tiga Kapal Asing Ditenggelamkan

fachril/sumu tpos SIAP DITENGGELAMKAN: Tiga kapal asing berbendera Malaysia, Thailand dan Myanmar, siap ditenggelamkan di Perairan Buoy 2, sekitar 11 mil dari Pelabuhan Belawan, Sabtu (11/5).
fachril/sumu tpos
SIAP DITENGGELAMKAN: Tiga kapal asing berbendera Malaysia, Thailand dan Myanmar, siap ditenggelamkan di Perairan Buoy 2, sekitar 11 mil dari Pelabuhan Belawan, Sabtu (11/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tiga kapal asing berbendera Malaysia, Thailand dan Myanmar ditenggelamkan di Perairan Buoy 2, sekitar 11 mil dari Pelabuhan Belawan, Sabtu (11/5). Penenggelaman 3 kapal karena terjerat illegal fishing (pencurian ikan) di Perairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) pada Oktober 2018 lalu.

Pemusnahan barang bukti itu turut dihadiri sejumlah pejabat dari Kejari Belawan, PSDKP, Polair Polda Sumut, Lantamal I serta beberapa pejabat dari instansi lain.

Proses penenggelaman terlebih dahulu dilakukan dengan cara menarik tiga unit kapal itu ke tengah laut, kemudian kapal itu diisi dengan air sambil ditarik untuk ditenggelamkan.

Staf Khusus Satgas 115 PSDKP, Yunus Husein mengatakan, pemusnahan kapal dengan cara ditenggelamkan merupakan perintah dari Menteri Perikanan dan Kelautan. Langkah itu dilakukan untuk memberikan efek jera bagi pelaku illegal fishing.

”Proses ini akan memberikan lahan baru bagi nelayan tradisional, sehingga tempat lokasi kapal yang ditenggelamkan akan menjadi sarasan penumpukan ikan, sehingga nelayan kita akan mudah mendapat ikan,” katanya.

Secara nasional, lanjut Yunus, kapal yang banyak ditenggelamkan adalah kapal berbendera Vietnam. Karena, negara Vietnam masih mengklaim kawasan perairan Indonesia adalah wilayah mereka. Sehingga, mereka masuk ke zona perairan Indonesia.

“Semua kapal yang kita musnahkan telah mendapat keputusan tetap dari pengadilan, untuk para tersangka telah menjalani persidangan di pengadilan,” ujar Yunus. (fac/ila)

Kontraktor Sewa Preman, Pembangunan Apartemen De Glass Terus Lanjut

Jika Proyek Apartemen De Glass Residence Tak Distanvaskan
Proyek Apartemen De Glass Residence 

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pembangunan Apartemen De Glass Residence di Jalan Gelas, Sei Putih Tengah, Medan Petisah, hingga kini masih terus berlanjut.

Padahal, pembangunan apartemen setinggi 26 lantai ini direkoomendasi dewan telah distanvaskan (dihentikan sementara). Ironinya, kontraktor menyewa jasa preman untuk menjaga proyek tersebut.

Fernando Sitompul selaku kuasa hukum warga yang keberatan dengan proyek apartemen itu mengatakan, akhir pekan lalu pihak kontraktor kepergok warga setempat memasukan alat baru. “Mereka (manajemen) memasukan alat lagi, dan kali ini dalam bentuk tabung berukuran besar pada Jumat (pekan lalu). Alasan mereka, alat itu untuk mengetes ketahanan. Namun, tidak dijelaskan ketahanan apa dimaksud,” ujarnya kepada Sumut Pos, kemarin.

Kata Fernando, sampai sekarang pihak kontraktor maupun manajemen apartemen tidak pernah mau menjelaskan prosedur mereka selama pembangunan. “Artinya, apa memang benar warga sekitar sepakat dengan berdirinya apartemen itu?” ujar Fernando.

Diutarakan dia, awalnya kontraktor sempat ‘kucing-kucingan’ untuk melanjutkan pengerjaan proyek. Namun, sekarang mereka sudah berani terang-terangan dan tidak peduli dengan penolakan warga. “Untuk menjaga kegiatan atau aktivitas proyek, mereka menyewa jasa preman dari salah satu ormas (organisasi masyarakat) atau OKP (organisasi kepemudaan) setempat (Medan Petisah),” kata Fernando.

Oleh karenanya, sambung dia, warga yang ingin menyampaikan aspirasi atas penolakan atau keberatan tidak berani. Warga takut mendapat intimidasi atau bahkan dianiaya oleh oknum preman yang berjaga di proyek apartemen tersebut. “Tahu sendirilah preman bagaimana, mereka bertindak tanpa pikir panjang. Kalau begini caranya, kami tidak akan tinggal diam dan pasti melakukan sesuatu,” ucapnya.

Menurut dia, pihak manajemen apartemen sengaja membayar preman sekitar untuk membenturkan dengan warga setempat. Pun begitu, dalam waktu dekat warga akan membuat aksi di lokasi proyek. Aksi dilakukan untuk meminta kegiatan proyek benar-benar dihentikan sementara waktu.

“Kita juga akan ke Polda Sumut untuk konsultasi dan membuat pengaduan. Hal ini terkait perizinan proyek apartemen itu yang diduga tak sesuai prosedur. Sebab, hingga kini banyak warga yang rumahnya berdekatan dengan lokasi proyek tidak setuju untuk tanda tangan. Namun ternyata, perizinan tetap keluar dan kegiatan proyek berjalan,” pungkasnya.

Sementara, Richard Silaen salah seorang warga yang keberatan mengatakan, pembangunan apartemen itu berdampak buruk terhadap rumahnya. Selain menggangu kenyamanan dan waktu istirahat, tembok rumahnya retak. “Sampai sekarang masih retak dan belum diganti rugi oleh pihak apartemen. Maka dari itu, saya jelas menolak adanya pembangunan apartemen tersebut,” ujarnya.

Kata Richard, pembangunan apartemen De Glass telah disepakati untuk distanvaskan sementara waktu karena menuai protes warga. Namun, pembangunan kembali dikerjakan sekitar akhir Februari lalu.

“Sewaktu kesepakatan pada pertemuan antara warga dengan pihak pengembang (PT Nusantara Makmur Indah) di Kantor Kelurahan Sei Putih Tengah 28 Januari 2019, disepakati pembangunan distanvaskan. Namun, kenyataannya proyek masih lanjut sampai sekarang,” bebernya.

Ia menyatakan, pada dasarnya masyarakat sekitar mendukung pembangunan apartemen tersebut. Akan tetapi, dipikirkan dampak negatifnya. “Jangan demi kepentingan bisnis, warga yang dikorbankan. Kalau seperti itu, maka jelas keberatan dan menolak,” tandasnya sembari menuturkan, apartemen itu dibangun informasinya 2 tower dengan ketinggian 26 lantai. (ris/ila)

Rotasi Esolon II Pemrovsu Berikutnya, BKD Membantah

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Setdaprovsu membantah kabar adanya gelombang kedua rotasi pejabat eselon II di lingkungan Pemprovsu dalam waktu dekat. Padahal sebelumnya, Gubernur Edy Rahmayadi mengisyaratkan akan ada rotasi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprovsu lagi.

“Dalam waktu dekat ini tidak ada (rotasi, Red). Kata gubernur yang belum terisi (pimpinan OPD paska rotasi), justru mau dilelang. Itukan banyak jumlahnya,” kata Pelaksana Tugas Kepala BKD Setdaprovsu, Abdullah Khair Harahap menjawab Sumut Pos, Minggu (12/5)n

Hal tersebut pihaknya tegaskan lantaran banyak isu beredar bahwa pada hari ini akan ada rotasi pejabat eselon II Pemprovsu gelombang berikutnya. “Sekarang inikan banyak kali isu-isu gak jelas, maklum aja kita. Mungkin maksud gubernur, paska rotasi dia mau nilai lagi lalu akan digeser lagi, bisa saja kalau itu. Tapi untuk (pelantikan gelombang kedua) memang belum ada,” katanya.

Khair menyebut pada sejumlah OPD yang masih lowong posisi pimpinannya, sudah diisi oleh pelaksana tugas kepala dinas/badan/biro. Penunjukkan itu berdasarkan surat keputusan (SK) yang ditandatangani langsung gubernur.

“Seperti saya, Raja Indra Saleh (Plt Kepala BPKAD), Pak Fitriyus Karo Humas dan Keprotokolan, Pak Zonny Waldi juga merangkap Plt Kadis PSDA dan Tata Ruang. Ada beberapa lagi itu cuma saya gak ingat siapa, dan ada SK gubernurnya untuk itu,” ungkap dia.

Mengenai waktu lelang jabatan atau open bidding untuk OPD-OPD yang masih lowong, diakui Khair sejauh ini pihaknya masih menunggu tim pansel dan juga instruksi gubernur.

“Kapan nanti pansel mengarahkan kapan diumumkan kita umumkan, itu aja. Karena ini memang mau buka lelang dulu. Belum ada setahu saya gelombang rotasi berikutnya,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Gubsu akan melakukan rotasi gelombang kedua. “Kan ada 49 OPD, tadi itu baru 14 yang kena. Berarti kan masih banyak lagi yang belum. Akan ada lagi gelombang berikutnya,” kata Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi kepada wartawan usai buka puasa bersama kaum dhuafa di Gubernuran, Jalan Sudirman No.41 Medan, Selasa (7/5) malam.

Seperti diketahui, Gubsu Edy Rahmayadi melantik 14 Pejabat Tinggi Pratama (Eselon II) Pemprovsu, di Aula Raja Inal Siregar Lantai 2 Kantor Gubsu, Jl. Diponegoro Medan, Selasa (7/5). Kesempatan itu Gubsu juga turut mengukuhkan Direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Sumut, Direksi dan Dewan Pengawas Perusahaan Daerah Aneka Industri dan Jasa Sumut (PD AIJ) periode 2019-2024.

Adapun pejabat yang dilantik yakni Anthony Siahaan sebagai Kepala Badan Kesbangpol, Suriadi Bahar sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Dahler Lubis sebagai Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, M Azhar Harahap sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, Kaiman Turnip sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Zonny Waldi sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Selanjutnya, Abdul Haris Lubis sebagai Kepala Dinas Perhubungan, Mhd Fitriyus sebagai Asisten Administrasi Umum dan Aset, Halen Purba sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, H Irman sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Muhammad Armand Effendy Pohan sebagai Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi, Agus Tripriyono sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, Pembangunan, Aset, dan SDA, M Faisal Hasrimy sebagai Kepala Biro Organisasi, dan Syafruddin sebagai Kepala Biro Administrasi Pembangunan. (prn/ila)

122 Calhaj Belum Lunasi BPIH

Info haji
Info haji

SUMUTPOS.CO – Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahap II berakhir yang berkahir pada Jumat (10/5) lalu. Namun tercatat 122 calon jamaah haji (calhaj) belum melunasi BPIH. Sedangkan 8.230 sudah melunasi.

“Untuk tahap tiga, menunggu informasi dari Jakarta,” kata Kepala Seksi Pendaftaran dan Dokumen Haji Kemenagsu, Eri Nofa kepada Sumut Pos, Minggu (12/5).

Sementara berdasarkan catatan dokumen haji, sebanyak 14 Kabupaten/kota di Sumatera Utara (Sumut) calon jamaahnya belum melunasi. Terbanyak dari Kota Medan, sebanyak 23 orang. Diikuti Kabupaten Madina 7 orang, Deliserdang 5 orang dan Padangsidempuan 4 orang. “Tanjungbalai, Simalungun serta Batubara masing-masing menyisakan 3 orang lagi,” papar Eri Nofa.

Sebagaimana diketahui, kuota haji Sumut yang semula berjumlah 8.292, mendapat tambahan sebanyak 175 kuota pada tahun 2019. Dengan demikian, total kuota haji Sumut untuk tahun ini berjumlah 8.467.

Penambahan kuota itu ditandatangani Menteri Agama RI, Lukman Hakim Syaifuddin, dalam Surat Keputusan Nomor 176 Tahun tentang Pembagian Alokasi Tambahan Kuota Haji untuk tiap Provinsi.”Kuota ini hanya untuk yang usia lanjut sebanyak 88 orang, sedangkan 87 untuk nomor porsi berikutnya,” tandasnya.

Sesuai Keppres No 8 Tahun 2019, tanggal 14 Maret 2019, biaya BPIH Embarkasi Medan, Calhaj Rp31.730.375 dan TPHD Rp67.363.504. (man/ila)