Home Blog Page 534

Warga Antusias Serbu Pasar Murah di Kantor Lurah Indra Kasih Medan

ANTUSIAS: Masyarakat antusias mendatngi pasar murah di Kantor Kelurahan Indra Kasih, Kecamatan Medan Tembung. Dewi Syahruni Lubis/Sumut Pos

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Kelurahan Indra Kasih, Kecamatan Medan Tembung bekerja sama dengan Perusahsan Daerah (PD) Pasar Medan menggelar pasar murah, di Kantor Lurah Indra Kasih, Jalan Bhayangkara, Kelurahan Indra Kasih, Kecamatan Medan Tembung, Rabu (9/10).

Dari amatan, sebanyak puluhan warga mendatangi Kantor Lurah Indra Kasih tersebut dengan penuh antusias, sebab dapat membeli sembako dengan harga yang murah.

Lurah Indra Kasih, Morrid Manik mengatakan, pasar murah sudah dilaksanakan selama empat kali di Kelurahan Indra Kasih, Kecamatan Medan Tembung ini.

Sesuai informasi yang menggelar pasar murah, lanjutnya, di wilayah ini penjualannya paling banyak. Dari sisi itu, berarti pembelinya sangat banyak, dan digelarnya selama dua hari.

“Dari sisi kelurahannya sendiri, kita apresiasi kepada yang menggelar, yakni PD Pasar Medan, yang mau mengadakan pasar keliling dengan menjual sembako, seperti beras, minyak goreng dan gula. Nah itu sangat dibutuhkan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari mereka. Namun jika boleh menyarankan, bolehlah harganya diturunkan lagi sedikit,” katanya kepada Sumut Pos saat ditemui usai menggelar pasar murah.

Menurutnya, harga yang dijual sudah murah, yakni untuk beras dijual dengan harga Rp62.500 per 5Kg, lebih murah berkisar Rp7.000-Rp8.000 dibandingkan harga grosir. Kemudian, minyak goreng Rp31.000 per 2 liter dan gula Rp17.000 per Kg.

“Memang harga ini sudah murah dibandingkan harga di grosir, tetapi jika bisa dikurangi lagi harganya,” harapnya.

Ia juga berharap, agar pasar murah ini dapat dilaksanakan secara rutin hadir setiap bulannya di Kantor Lurah ini. “Sebab masyarakat inikan membutuhkan beras itu secara perbulan. Sehingga dapat belanja bulanan juga secara rutin,” tukasnya. (dwi/han)

Polrestabes Tembak 2 Sindikat Curanmor di Medan

DITEMBAK: Kedua pelaku sindikat curanmor di Medan ditembak kakinya saat ditangkap petugas, Rabu (9/10). AGUSMAN/SUMUT POS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Polrestabes Medan menangkap dua pelaku sindikat pencurian kendaran bermotor (curanmor) yang masuk target operasi (TO). Tak hanya itu, polisi juga menghadiahi kaki tersangka dengan timah panas.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Jama K Purba mengatakan, kedua tersangka diantaranya, Gusti Prantika (26) warga Jalan Ampera Medan dan Putra Ananda (24) warga Jalan Kusuma IV Medan.

“Keduanya masuk TO polisi yang melakukan perlawanan saat ditangkap dan kedua kaki pelaku ditembak anggota,” ujarnya, Rabu (9/10).

Saat penangkapan itu, kata dia, pihaknya mendapatkan informasi bahwa pelaku berada di Jalan PDAM Tirtanadi/Jalan Pantai Harapan, Asam Kumbang, Kecamatan Medan Sunggal.

“Kemudian tim menuju ke TKP, dimana pelaku berinisial GP alias G. hendak melarikan diri dari halaman rumah, namun tim berhasil mengamankan pelaku berikut barang bukti. Dilakukan interogasi pelaku mengakui perbuatannya melakukan pencurian bersama dengan Reza alias PA,” jelasnya.

Lebih lanjut, terangnya, pihaknya kembali menangkap Reza alias PA setelah melakukan pengembangan kepada pelaku PA di Jalan Kusuma IV, Kelurahan Sunggal Kecamatan Medan Sunggal. Setelah dilakukan interogasi pelaku akhirnya mengakui perbuatannya.

“Namun saat itu pelaku berusaha melawan petugas dengan cara mendorong dan kemudian melarikan diri, sehingga diberikan tindakan tegas dan terukur,” bebernya.

Selanjutnya, kata dia, pelaku dibawa ke RS Bhayangkara Medan guna dilakukan perawatan. Kemudian pelaku dan barang bukti seperti jaket hitam, celana panjang dan CCTV dibawa ke Unit Pidum Sat Reskrim Polrestabes Medan guna dilakukan penyidikan lebih lanjut.

“Pelaku melanggar Pasal 363 ayat 1 KUHPidana dengan ancaman 7 tahun penjara,” pungkas Jama. (man/han)

Tim PKM Polmed Latih Pengelolaan Berbagai Bisnis Usaha Berbasis Syariah di Yayasan AN-Nahlu Kisaran

ASAHAN, SUMUT POS.CO – Para dosen Politeknik Negeri Medan (Polmed) yang tergabung dalam Tim Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM), melakukan pengabdian di Yayasan An-Nahlu Kisaran, Kabupaten Asahan, 30 September lalu.

Pada kegiatan ini, Tim PKM yang diketuai Muhammad Zuardi, S.E, M.M ini, memberikan pelatihan mengenai pengelolaan unit usaha sekolah dan berbagai bisnis usaha berbasis syariah yang bisa diterapkan di lembaga pendidikan, untuk membantu meningkatkan perekonomian dan kemandirian. Dalam kesempatan itu, Tim PKM juga memberikan bantuan berupa printer dalam rangka membantu operasional koperasi nantinya.

“Selanjutnya, kami akan terus melakukan pembinaan pengelolaan unit usaha dan pemberdayaan ekonomi di dalam yayasan pendidikan ini yang akan diselenggarakan berkesinambungan, sehingga dapat lebih meningkatkan pemahaman usaha bisnis intra sekolah,” kata Zuardi.

Menurut Zuardi, pengabdian ini merupakan bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi yang digelar Polmed. “Polmed sangat intens melakukan berbagai bentuk kegiatan pengabdian masyarakat melalui para dosennya di berbagai kalangan masyarakat,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, pihak Yayasan An-Nahlu Kisaran mengucapkan terima kasih atas ilmu dan bimbingan yang dilakukan, sembari berharap kerjasama ini akan terus berlanjut ke depan. (adz)

Tim PKM Polmed Beri Pelatihan Kontrak Bisnis Syariah dalam Pengelolaan Ziswaf di Pesantren Darul Mukhlisin Sergai

SERDANGBEDAGAI, SUMUTPOS.CO – Politeknik Negeri Medan (Polmed) senantiasa terus bergerak melakukan Tridharma perguruan tinggi, yang salah satunya adalah melakukan kegiatan pengabdian masyarakat melalui para dosennya. Seperti yang dilakukan para dosen yang tergabung dalam Tim Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) Polmed di Pesantren Darul Mukhlisin, Kabupaten Serdang Bedagai, baru-baru ini (31/8).

Pada kegiatan ini, tim pengabdian memberikan pelatihan mengenai kontrak bisnis syariah dalam pengelolaan Zakat, Infaq, Shodaqah dan Wakaf (ZISWAF) intra pesantren dalam rangka membantu meningkatkan perekonomian pesantren. Kegiatan ini diikuti para guru dan santri/santriwati pesantren yang berjumlah sekitar 30 orang.

Pimpinan Pesantren Ustad Salim Fahri, S.Pd.I diwakili Wakil Pimpinan Zulkarnain, S.Pd.I mengucapkan terima kasih kepada Tim PKM sembari berharap ilmu yang telah disampaikan dapat diterapkan secara berkesinambungan oleh pihak pesantren. Sehingga dalam pengelolaan pesantren khususnya dalam upaya mengelola ZISWAF intra pesantren bisa terwujud dengan semakin baik, termasuk semua bisnis bernuansa ekonomi syariah yang bisa dilakukan di dalam pesantren.

Pada pertemuan ini, tim PKM yang diketeui Dr. Muhammad Zuhirsyan, Lc, MA memberikan paparan edukasi tentang dunia pendidikan tinggi dan pengelolaan ZISWAF intra pesantren. “Pesantren ini memiliki potensi besar untuk penerapan kontrak bisnis syariah dalam berbagai usaha di dalamnya termasuk pengelolaan ZISWAF,” tutur Zuhirsyan. (adz)

Prof Saiful Anwar Matondang MA PhD: APT Unggul yang Diraih Unpab Bawa Dampak Positif pada Masyarakat

KOMPAK: Rektor Unpab yang juga Ketua Aptisi Sumut Dr H Muhammad Isa Indrawan MM (kanan) bersama Prof Saiful Anwar Matondang MA PhD di kantor LLDikti Wilayah I.(ISTIMEWA)

LEMBAGA Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I memberi apresiasi terhadap rektor beserta sivitas akademika Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab) yang berhasil meraih Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) unggul.

”Saya mengucapkan selamat kepada Universitas Panca Budi yang telah meraih AIPT unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT),” kata Kepala LLDikti Wilayah I Prof Saiful Anwar Matondang MA PhD kepada Sumut Pos di Medan, Rabu (9/10).

Prof Saiful Anwar Matondang MA PhD mengutarakan bahwa akreditasi unggul yang diraih Unpab tersebut adalah hasil kerja keras seluruh sivitas akademi dan alumni Unpab serta LLDikti Wilayah I untuk pengisian borang.

Kepala LLDikti Wilayah I menegaskan bahwa pendidikan tinggi yang unggul akan membawa dampak positif pada masyarakat. ”Dampak positif antara lain menghasilkan riset inovasi unggul dan manfaat teknologi tepat guna,” urainya.

Secara khusus, Prof Saiful Anwar Matondang MA PhD berharap prestasi capaian APT unggul yang diraih Unpab dapat meningkat jumlah mahasiswa baru. ”Termasuk semakin banyak calon mahasiswa baru yang kuliah di Unpab yang berasal dari provinsi diluar Sumatera Utara,” harapnya.

Perlu diketahui bahwa Unpab yang dipimpin Dr H Muhammad Isa Indrawan MM sebagai rektor menjadi salah satu dari tiga Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Sumut yang meraih akreditasi unggul. Unpab meraih APT unggul dari BAN-PT berdasarkan surat keputusan BAN-PT nomor: 1865/SK/BAN-PT/Ak/PT/X/2024 pada 8 Oktober 2024.

Selain dari LLDikti Wilayah I, Unpab juga mendapatkan apresiasi dari
Sekretaris Aptisi Sumut Supriyanto SP MSi, Ketua ABPPTSI Sumut Prof Dr H Bahdin Nur Tanjung MM dan Ketua Umum Apperti Sumut Ir Indra Gunawan MP.

Pimpinan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia, Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia dan Aliansi Penyelenggara Perguruan Tinggi Indonesia di tingkat Provinsi Sumatera Utara mengungkapkan kebanggaan atas capaian akreditasi unggul yang diraih Unpab.

Tiga tokoh pendidikan Sumut menyebutkan bahwa prestasi yang diraih Unpab mendorong perguruan tinggi lainnya untuk menjadi lebih baik dan maju sehingga generasi Indonesia Emas yang dihasilkan dari lulusan PTS di Sumut. Prestasi ini juga diharapkan menjadi contoh bagi PTS yang ada di lingkungan LLDikti Wilayah I. (dmp)

Ratusan Perempuan Dairi Turun ke Jalan, Tolak Aksi Pelecehan dan Kekerasan Seksual

SERAHKAN MAWAR HITAM: Perwakilan perempuan pengunjukrasa menyerahkan mawar hitam kepada Penjabat Sekda Dairi, Jonny Hutasoit saat gelar aksi menyuarakan menolak aksi pelecehan dan kekerasan seksual terhadap perempuan di Kantor Bupati Dairi, Rabu (9/10/2024).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Ratusan perempuan yang tergabung dalam Gerakan Solidaritas Dairi Anti Kekerasan (Gertak), turun ke jalan untuk menolak dan menyuarakan aksi pelecehan dan kekerasan seksual terhadap perempuan di Kabupaten Dairi.

Aksi unjukrasa ratusan perempuan dari sejumlah organisasi masyarakat, lembaga dan mahasiswa itu berlangsung di Kantor DPRD, Bupati dan Polres Dairi, Rabu (9/10/2024).

Massa berasal dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Yayasan Diakonia Pelangi Kasih (YPDK), Petrasa dan Aliansi Petani Untuk Keadilan Dairi (APUK).

Di Kantor DPRD, Bupati dan Polres Dairi, sejumlah orator aksi, Dormaida boru Sihotang, Rohani boru Manalu, Basaria boru Situmorang serta koordinator aksi Duat Sihombing dan perwakilan mahasiswa, secara bergantian menyampaikan aspirasi.

Dalam orasi disampaikan, mereka menyebut bahwa Dairi saat ini sedang tidak baik baik saja. Pasalnya, dalam 1 bulan terakhir, ada terjadi 3 kasus dan Dairi darurat pelecehan dan kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan.

Di Kantor DPRD, massa diterima Ketua DPRD, Sabam Sibarani. Massa mendorong DPRD, untuk membuat adanya regulasi yang efektif yang menghentikan segala bentuk kekerasan, seksual, fisik dan psikologis kepada anak dan perempuan.

Mendorong seluruh kebijakan Pemkab Dairi, berbasis gender dan tidak diskriminasi terhadap perempuan serta mendorong apara penegak hukum memproses semua kasus pelecehan seksual dan kekerasan terhadap perempuan dilakukan secara baik sesuai aturan berlaku.

Sabam menerima aspirasi perempuan Dairi, dan berjanji akan meneruskan aspirasi itu ke penegak hukum. Supaya proses hukum terhadap para pelaku dilakukan sesuai aturan.

Setelah selesai di Kantor DPRD, massa melanjutkan aksi di Kantor Bupati Dairi. Disana, massa kembali menyuarakan pelecehan dan kekerasan terhadap perempuan di Dairi sudah sangat mengerikan.

Pemkab Dairi, diminta peka terhadap kondisi yang terjadi terhadap anak dan perempuan saat ini. Massa menyebut, dari salahsatu kasus yang terjadi di Kecamatan Lae Parira, korban adalah penyandang disabilitas.

Dari 3 pelaku, satu adalah anak Kepala Desa. Begitu juga dengan kasus lainya, terhadap korban anak dibawah umur di Kecamatan Sitinjo, para pelaku ditangguhkan.

Di Kantor Bupati Dairi, Rohani Manalu menyatakan, pelecehan dan kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan di Dairi dari tahun ke tahun terus meningkat.

Rohani meminta para pejabat di Dairi, peka dan mau peduli terhadap kasus yang terjadi. Sekarang terjadi bagi orang lain, tidak tertutup kemungkinan hal sama terjadi bagi keluarga kalian, katanya.

Menempuh perdamaian bahkan menikahkan korban, bulan solusi. Proses perdamaian, tidak menghentikan perkara, tandasnya.

Kordinator aksi, Duat Sihombing menegaskan, bahwa tahun 2022 lalu, Pemkab Dairi menerima penghargaan dari pemerintah pusat terkait Dairi ramah anak.

Menurutnya, penghargaan itu tidak relevan dengan kondisi sekarang. Karena sebagian besar, para pelaku pelecehan dan kekerasan seksual, adalah anak dibawah umur, ungkapnya.

Aksi di Kantor Bupati diterima Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah, Jonny Hutasoit. Kepada pengunjukrasa, Jonny Hutasoit menyampaikan, secara fungsi kepada kejadian pelecehan maupun kekerasan seksual.

Pemkab Dairi melalui Dinas Keluarga Berencana Perlindungan Perempuan dan Anak, melakulan pendampingan terapi psikologi serta berusaha apa yang bisa dilakukan pemerintah, ucapnya.

“Kekerasan perempuan, tugas kita bersama. Tugas bersama ini kita tindaklanjuti melalui sosialisasi, baik dlingkungan keluarga, sekolah dan rumah ibadah. Karena ini masalah mental,”pungkasnya.

Begitu juga saat aksi di Polres Dairi, massa menyampaikan aspirasi atau pernyataan sikap bahwa kasus pelecehan dan kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan, jadi atensi publik yang dapat memicu keresahan bagi masyarakat khususnya korban dan keluarga.

Mereka minta penyidik Polres Dairi, kembali menahan para tersangka yang sudah sempat ditangguhkan dan saat ini berkeliaran.

Penangguhan penahan dilakukan penyidik Polres Dairi, sangat bertentangan dengan komitmen Kepolisian Republik Indonesia saat ini, menjadikan isu perlindungan perempuan dan anak sebagai perhatian dan prioritas dalam upaya repormasi Polri.

Aksi massa berjalan damai dan mendapat pengawalan dari personil Polres Dairi. (rud/han)