27 C
Medan
Thursday, January 1, 2026
Home Blog Page 5342

Bangunan Cafe Roboh di Ringroad Medan, Satu Orang Luka

Foto: Budi arsito/JawaPos.com Bangunan Cafe Big White Coffee Tea Tarik di Jalan Gagak Hitam , Medan, yang roboh pada Senin (8/4) malam.
Foto: Budi arsito/JawaPos.com
Bangunan Cafe Big White Coffee Tea Tarik di Jalan Gagak Hitam , Medan, yang roboh pada Senin (8/4) malam.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bangunan cafe Big White Coffee Tea Tarik yang berada di Jalan Gagak Hitam, Kecamatan Medan Sunggal, Medan, roboh, Senin (8/4) petang sekitar pukul 19.00 WIB. Seorang pemuda menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

Korban diketahui bernama Febri Manurung, 15. Korban mengalami luka karena terkena reruntuhan tembok bangunan tersebut.”Anak saya satu jadi korban. Dia di kamar tadi, kena kamarnya,” ungkap Toga Raja Manurung, Ayah Korban ketika ditemui di kediamannya, Senin (8/4) malam.

Korban terkena reruntuhan, karena rumahnya tepat bersebelahan dengan gedung cafe yang diketahui tengah direnovasi. “Luka di kepala, punggung dan kakinya yang kena runtuhan. Sudah dibawa ke Rumah Sakit Advent,” jelas Toga.

Jarak rumah korban dengan gedung cafe Big White Coffee Tea Tarik yang berlantai tiga itu memang cukup dekat. Diperkirakan, jaraknya tidak sampai satu meter setengah.

Bahkan, kursi dari cafe tersebut terlempar ke atap rumah korban dan pekarangan rumah korban. Situasi di lokasi kejadian mendadak ramai. Warga sekitar mendatangi cafe yang roboh tersebut. Situasi lalulintas di lokasi padat merayap.

Sementara itu seorang warga sekitar yang ditemui di lokasi mengungkapkan cafe tersebut beberapa hari belakangan memang tidak beroperasi karena tengah di renovasi.

“Nasib baeklah enggak ada orang di dalam. Biasanya rame ini yang minum disini kalau sore,” tandas laki-laki bertubuh tambun itu. (budi/jpc)

Kanvas Rem dari Kulit Kemiri, Tahan hingga 14 Bulan

BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos PRESTASI: Mahasiswa USU menunjukkan mendali emas setelah mengukir pretasi terbaik pada ajang internasional, yakni 22nd Moscow International Salon of Inventions and Innovative Technologies Archimedes yang digelar di Moscow, Rusia berlangsung, sejak 26-29 Maret 2019.
Bagus Syahputra/Sumut Pos
MAHASISWA PRESTASI: Juliaster Marbun (kanan), Winelda Mahfud Zaidan Haris (tengah) dan Wahid Nurhayat (kiri), ketiganya mahasiswa USU berprestasi di tingkat internasional.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sering membuang-buang kulit kemiri karena tak tahu mau diapakan? Di tangan tiga mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) ini, cangkang kemiri bisa disulap menjadi kanvas rem Bio Discbrake. Daya tahannya 12-14 bulan. Bandingkan dengan kanvas rem berbahan asbestos yang banyak digunakan di Indonesia saat ini, yang hanya tahan 3-4 bulan. Kanvas rem berbahan kulit kemiri ini telah meraih medali emas di berbagai negaran

Semua berawal dari kegelisahan seorang Juliaster Marbun, pemuda asal Siborong-borong penggemar sayur kol. Alumni Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) USU awalnya gelisah dan iri positif melihat siswa-siswa di Pulau Jawa, yang berlomba-lomba melakukan penelitian. Tak hanya mahasiswa, bahkan siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) pun rajin membuat penelitian.

“Sementara kami mahasiswa hanya gini-gini saja: kuliah pulang, kuliah pulang. Tak ada inisiatif,” ucap Juliaster, penemu kanvas rem Bio Discbrake kepada wartawan di Biro Rektor USU, Jumat (5/4) baru lalu.

Termotivasi untuk berubah, Juliaster mulai berinisiatif untuk melakukan penelitian. Persisnya tahun 2010 lalu. Mengapa memilih menciptakan inovasi dari cangkang kemiri? Ternyata terdorong arahan dari dosen pembimbingnya saat ia hendak mengerjakan tugas akhir saat itu.

“Dosen itu berkata: ‘buatlah inovasi yang dapat membantu masyarakat. Jangan seperti kawan-kawanmu berlomba-lomba kuliah negeri, berlisensi luar negeri, dan kerja di sana’,” tutur Juliaster.

Si dosen mendorong para mahasiswanya untuk membuat inovasi produk yang bermanfaat bagi orang banyak, dengan bahan baku dari limbah. “Dari arahan dosen itulah saya mulai bergerak melakukan penelitian,” ucap Juliaster.

Pikir punya pikir, Juliaster melihat potensi limbah cangkang kemiri di kampung halamannya di Kabupaten Taput. Di sana, banyak cangkang kemiri yang terbuang usai dipanen oleh petani. Cangkang itu berserakan sebagai limbah.

“Di Siborong-borong kampung saya, cangkang kemiri kalau tidak dibuang ya dibakar. Saya pikir, kenapa tidak bisa dimanfaatkan untuk hal lain? Kebetulan saya di bidang Fisika Material. Saya perhatikan cangkang kemiri itu bukan keras, tapi alot. Kayaknya bisa dijadikan ‘sesuatu’,” jelas Juliaster.

Ia pun mulai melakukan penelitian dan pengembangan kulit kemiri sebagai tugas akhir. Sambil meneliti, ia terus berkonsultasi dengan sang dosen. Kulit kemiri diteliti untuk melihat cocok dijadikan apa.

“Pertama-tama itu, saya dianggap orang gila dan kurang kerjaan. Saya mencari cara menghancurkan cangkang. Sampai tangan saya berdarah-darah dan dikira pekerja buruh kasar. Saya terus mencari alat yang bisa menghancurkan cangkang kemiri jadi partikel kecil. Kalau dibakar, cangkang hanya hangus menjadi karbon,” tutur Juliaster.

Selanjutnya, ia membentuk cangkang kemiri yang sudah hancur menjadi batangan. “Proses pembuatannya tidak terlalu lama. Yang lama itu proses penghancurannya. Setelah berhasil, kita uji kelenturannya,” katanya.

Berikutnya, mencari-cari ide pemanfaatan bahan tersebut. “Muncul ide bikin kanvas rem. Kalau bahasa di Medan disebut sepatu rem. ‘Coba kam buat sepatu rem dulu’,” ungkapnya.

Mengapa kanvas rem? Karena kanvas rem konvensional saat ini berbahan utama asbestos. Adapun asbestos – menurut hasil penelitian— menimbulkan dampak terhadap kesehatan manusia saat melakukan pengereman sepeda motor. Sementara batangan cangkang kemiri yang dibuatnya, memiliki kelenturan yang cocok dan kealotan yang pas untuk menggantikan asbestos.

Juliaster dengan ilmu yang diperolehnya selama kuliah, terus meneliti dan mengembangkan batangan cangkang kemiri menjadi Bio Discbrake.

Untuk membantunya, ia membentuk tim Schneider USU, komunitas mahasiswa berprestasi dari beberapa fakultas di USU. Ada dari Fakutas Teknik, Perawatan, Kedokteran Gigi, Pertanian, dan Ekonomi. Tim dibentuk pada Februari 2016 lalu. Tujuan tim, mengembangkan penelitian skala nasional maupun internasional, untuk membangun Sumatera Utara berbasis pendidikan yang diperoleh dari bangku perkuliahan di Kampus USU.

Khusus untuk inovasi cangkang kemiri, Juliaster fokus mengembangkannya bersama dua mahasiswa sebagai anggota tim, yakni Winelda Mahfud Zaidan Haris dari Fakultas Kedokteran Gigi angkatan 2015, dan Wahid Nurhayat dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam angkatan 2017. Juliaster menjadi pembimbing.

Hasilnya, inovasi kanvas rem berbahan kulit kemiri yang lebih tahan lama dalam penggunaan alat pengerem pada sepeda motor. Aman bagi pengendara maupun lingkungan.

Tim pun membawa hasil karya mereka ke berbagai ajang internasional. Di antaranya 22nd Moscow International Salon of Inventions and Innovative Technologies Archimedes yang digelar di Moscow, Rusia berlangsung, sejak 26-29 Maret 2019. Di sana, Tim USU ini berhasil menyabet 3 medali emas dan 1 piala khusus dari Pemerintah Rusia sendiri.

Sebelumnya, kanvas rem produk Bio Discbrake tersebut sudah mengikuti kompetisi di lima negara dan 18 kota. Hasilnya, di India mendapatkan medali emas, di Malaysia mendapatkan double gold, di Jepang mendapatkan runner up, di Amerika mendapatkan emas, dan terakhir di Rusia mendapatkan tiga emas dan satu piala.

Emas itu, menurut mereka bukan hanya dipersembahkan untuk USU, tapi juga untuk di Indonesia.

Akan Diproduksi Massal

Winelda Mahfud Zaidan Haris selaku Chief Executive Officer (CEO) dan Wahid Nurhayat selaku Chief Techinal Officer (CTO) startup ‘Scandlenut’, dengan pembimbing Juliaster Marbun, berencana memproduksi massal kanvas rem dari kulit kemiri ini.

“Lewat kompetisi itu, kami menerima investasi dengan dana besar untuk melanjutkan penelitian. Kanvas rem ini sudah kami patenkan dan patennya tidak akan dijual,” kata Haris.

Ia menyebutkan, ada sejumlah perusahaan ternama internasional yang bersedia membeli lisensi dan hak paten kanvas rem ini. Mereka mau menjadi investor dalam pengembangan kanvas ini secara komersil.

Tapi tim menolak. “Insyaallah, perusahaan pertama akan diproduksi oleh USU,” sebut Haris.

Keunggulan kanvas rem yang mereka ciptakan, kata dia, bisa bertahan dalam penggunaan dari 12-14 bulan. “Kanvas rem kulit kemiri ini memiliki daya pemakaian dua kali lipat dibandingkan dengan abestos yang dijual di pasaran saat ini. Ketika gaya gesek, suhu ‘kan semakin meningkat. Kalau kanvas rem berbahan asbestos tahan 3-4 bulan, cangkang kemiri tahan 12-14 bulan,” katanya.

Tapi ia mengingatkan kultur pengendara di Indonesia, di mana kalau rem belum bunyi, belum diganti. “Berbahaya itu. Di luar negeri ada regulasi. Dapat didenda jika tidak diganti secara berkala,” jelasnya.

Haris mengungkapkan, penggunaan kanvas rem berbahan asbestos sebenarnya sudah dilarang di puluhan negera di dunia. Karena dinilai berdampak bagi kesehatan pengguna kendaraan bermotor. “Asbestos sudah dilarang di 60 negera. Di Indonesia, kini kami akan menggalakkan pemakaian kanvas rem berbahan cangkang kemiri,” pungkasnya.

Tim mengucapkan banyak terima kasih kepada Rektor USU, Prof Runtung Sitepu, dan jajarannya, Pemerintah Indonesia, dan Keduataan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Rusia, dan seluruh masyarakat Indonesia, yang mendukung mereka melakukan penelitian dan pengembangan.

Di mana selama tim mengikuti ajang kompetisi tingkat internasional, mulai tingkat di Asean, Asia, hingga Eropa, seluruh biaya ditanggung pihak kampus. Juga mendapat support dari Rektor USU dan Wakil Rektor USU. “Baik transportasi, akomodasi, dan uang saku, semua ditanggung USU,” ucap Wahid.

Sebagai ungkapan terimakasih, mereka tidak akan pernah menjual hak paten dari kanvas rem karya tersebut ke perusahaan lain. Tapi akan dikembangkan sendiri dengan memproduksi secara massal di USU.

“Kami memiliki juang tinggi untuk mengharumkan nama USU. Karena yang diberikan USU sangat banyak, maka pengembangan karya kami ini akan dilakukan di USU,” kata Wahid Nurhayat,

Mereka berencana mengembangkan kanvas rem untuk berbagai jenis roda dua yang digunakan di Indonesia ini. “Pasar tanah air saat ini sangat potensial, karena banyak warga yang mengendarai sepeda motor,” katanya.

Untuk tahap awal, rencananya akan diproduksi sebanyak 2.000 batang kanvas pada empat bulan pertama. Sumber dana dari Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) Kemenristek.

“Untuk rencana pemasaran, akan menargetkan dari bussines to bussines. Oleh karena itu kami berharap kerjasama dengan perusahan-perusahaan yang bergerak di bidang sparepart,” ungkapnya.

Rencananya, kanvas ini akan dibandrol di pasar sebesar Rp35 ribu. Segmen pemasaran di Indonesia. “Arab Saudi dan Thailand juga tertarik dengan inovasi ini,” cetusnya bangga.

Mengenai bahan produksi, mereka tidak khawatir bakal kurang. Karena stok cangkang kemiri si Sumut banyak. Juliaster sendiri selaku pembimbing, telah melakukan pengecekan langsung ke 33 Kabupaten/Kota di Sumut. Hasilnya, ada 21 daerah yang memiliki perkebunan kemiri dan panen dilakukan secara bertahap. “Jadi, kanvas rem ini bisa diproduksi massal,” katanya.

Rektorat Ikut Bangga

Wakil Rektor (WR) I USU, Prof. Rosmayati, mengungkapkan rasa bangga atas prestasi yang diraih mahasiswanya di ajang internasional. “Bonus dalam waktu dekat akan diberikan pihak rektorat kepada mereka,” katanya.

Rosmayati mengatakan, USU juga tertarik dengan kanvas rem yang diciptakan para mahasiswa. Namun soal produksi massal, menurutnya, akan dibicarakan bersama rektorat USU. “Pada intinya, inovasi tersebut diminati banyak pihak. Namun jangan sampai patennya dijual,” ucap Rosmayati.

Ia menegaskan, akan terus mengembangkan penelitian dan riset sesuai kebutuhan masyarakat dan kebutuhan industri. Sedangkan mahasiswa berprestasi akan didukung dengan memberikan beasiswa untuk melanjutkan perkuliahan ke Strata 2.

“Untuk Juliaster Marbun, Pak Rektor sudah meminta dirinya menjadi dosen di USU. Saat ia sedang menyelesaikan S2. Bila dia di USU, tentu dapat membimbing adik-adiknya untuk terus melakukan penelitian,” kata Rosmayati. (gus/mea)

Jokowi Sapa Warga Medan dan Asahan, Sandi Bertemu Kaum Milenial, Sama-sama Yakin Menang Tebal

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS MOTIVASI: Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno memberikan motivasi saat menjadi pembicara di acara Young Enterpreuner Summit 2019 di Pardede Hall Medan, Minggu (7/4). Kehadiran Sandiaga Uno dan Joko Widodo di Sumut diyakini mampu mendongkrak perolehan suara mereka pada Pemilu 17 April mendatang.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
MOTIVASI: Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno memberikan motivasi saat menjadi pembicara di acara Young Enterpreuner Summit 2019 di Pardede Hall Medan, Minggu (7/4). Kehadiran Sandiaga Uno dan Joko Widodo di Sumut diyakini mampu mendongkrak perolehan suara mereka pada Pemilu 17 April mendatang.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno sama-sama melakukan kampanye tertutup di Sumatera Utara, akhir pekan kemarin. Kedua kubu pasangan calon sama-sama meyakini, kehadiran Jokowi dan Sandiaga Uno di Sumut mampu mempertebal kemenangan di Pilpres 2019 yang dilaksanakan 17 April mendatang.

Penasehat Tim Kampanye Daerah (TKD) Sumut Jokowi-Ma’ruf, Japorman Saragih mengatakan, antusias warga Medan dan Asahan begitu luar biasa dengan kedatangan Jokowi ke Sumut, Jumat (5/4) dan Sabtu (6/4). “Kami semakin yakin, Jokowi-Ma’ruf akan menang tebal di Sumut, melihat antusias warga yang hadir selama beliau di sini,” kata Japorman kepada Sumut Pos, Minggu (7/4).

Menurutnya, kehadiran Capres 01 tersebut memang untuk menyapa warga Medan dan Sumut, menyongsong kian dekatnya hari pencoblosan. Begitupun kehadiran Jokowi di Kisaran, meski juga digelar di ruang tertutup dalam kaitan memperkuat tim pemenangan mengawal suara Jokowi-Ma’ruf pada 17 April mendatang. “Tadinya yang di Kisaran memang (dijadwal) bertemu internal tim pemenangan dan parpol pendukung. Tapi melihat antusias warga yang datang untuk bertemu Pak Jokowi, kami tak bisa membendungnya,” ucapnya.

tomi sanjaya/SUMUT POS
SEMANGAT: Capres nomor urut 01 Joko Widodo bersemangat saat bersilaturahmi dengan pendukungnya di GOR Asahan, Sabtu (6/4).

Pihaknya semakin yakin elektabilitas Jokowi-Ma’ruf kian naik dengan kunjungan terakhir Jokowi tersebut, sebelum memasuki masa tenang mulai 14 sampai 16 April nanti. “Iya betul, yang jelas elektabilitas Jokowi akan naik lagi melihatn

ramainya warga yang ingin menemuinya selama dua hari kemarin. Dan tidak ada kunjungan lagi, karena minggu depan sudah fokus untuk debat capres terakhir, serta akan masuk masa tenang,” kata Ketua PDI Perjuangan Sumut itu.

Japorman mengungkapkan, kebanyakan warga Kisaran yang datang untuk menemui Jokowi, ingin menyampaikan terima kasih atas pembangunan jalan tol Medan-Kualanamu-Tebingtinggi. Karena menurut masyarakat, sambung dia, jarak tempuh menuju Siantar ataupun Kota Medan menjadi lebih dekat berkat kehadiran infrastruktur tersebut. “Oleh karena itu masyarakat ingin Jokowi untuk melanjutkan kepemimpinannya, melanjutkan pembangunan yang sudah direncanakan sebelumnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, kehadiran Jokowi di Kabupaten Asahan disambut Wakil Bupati Asahan H Surya dengan menyematkan ulos. Jokowi tiba di Asahan mengunakan helikopter yang mendarat di lapangan Stadion Mutiara Kisaran, sekitar pukul 09.00 WIB, Sabtu (6/4).

Sebelum menuju GOR Kisaran, Jokowi sempat menyapa masyarakat di sekitar stadion yang menunggunya sejak pagi. Jokowi terlihat membagi-bagikan kaos kepada masyarakat yang telah menunggu di pinggir jalan.

Dalam kampanye tertutup di GOR Kisaran, Capres nomor urut 01 ini yakin menang dengan suara 70 persen di Kabupaten Asahan. Sedangkan secara umum se-Sumatra Utara, minimal 65 persen suara. “Kemarin (Pemilu 2014) saya menang 53 persen dan melihat antusias hari ini, saya yakin Jokowi-Amin dapat 70 persen,” kata Jokowi.

Dilanjutkannya, kalau kemenangan tersebut, bila masyarakat tidak termakan dan tergoyang hoax, fitnah dan lainya. “Artinya, sore 17 April saya akan telepon ke Asahan, tentunya jawaban Asahan menang Jokowi,” kata mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut sembari menegaskan akan kembali datang ke Asahan jika menang.

Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 02 Sandiaga Uno dalam kunjungannya, bertemu anak-anak milenial Kota Medan dan sekitarnya di Pardede Hall, Minggu (7/4) sore. Wakil Ketua Badan Pemenangan Provinsi Sumut Prabowo-Sandi, Robert Lumban Tobing, kehadiran Sandiaga Uni ke Kota Medan untuk mengobati kerinduan masyarakat Sumut kepada Prabowo yang batal datang pada 3 April kemarin. “Kedatangan Bang Sandi kali ini setidak-tidaknya dapat mengobati kerinduan masyarakat Medan dan Sumut umumnya, atas ketidakhadiran Pak Prabowo 3 April lalu saat memperingati Isra Mikraj. Hendaknya kedatangan ini semakin menguatkan kemenangan Prabowo-Sandi di Kota Medan dan Sumut khususnya dan seluruh kota-kota di Pulau Sumatera,” ujarnya.

Diakuinya, mengingat jadwal rapat umum yang sudah tersusun oleh BPN, Prabowo-Sandi tidak akan lagi datang ke Sumut selama masa kampanye terbuka sampai 13 April nanti. “Ya, kegiatan Prabowo-Sandi sudah terjadwal di provinsi lain sehingga beliau tidak hadir lagi di Medan. Hari ini (Minggu, Red), Bang Sandi menyapa masyarakat Medan dengan acara bertemakan milenial di Gedung Pardede Hall,” katanya.

Acara tersebut, sambungnya, bertajuk Medan Youth Entrepreneur Summit atau YES Medan. Dimana bertujuan untuk memberi semangat bagi anak-anak muda Medan supaya berani dan berpikir out of box menjadi pengusaha muda. “Kegiatan ini sangat sejalan dengan program Prabowo-Sandi yang akan membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi generasi muda, melalui Rumah Siap Kerja yang digagas Bang Sandi, jika keduanya nanti diberi mandat menjadi presiden dan wakil presiden Indonesia,” ucapnya.

Sandi Motivasi Kaum Milenial

Sebelumnya, di hadapan ribuan millenial yang menghadiri kegiatan Young Entrepreneur Summit 2019 bertajuk “Arah Baru Ekonomi Indonesia” di Pardede Hall Medan, Sandiaga Uno mengatakan, generasi muda atau milenial harus menjadi motor pertumbuhan Indonesia dengan menjadi wirausahawan dan mampu membuka lowongan pekerjaan bagi banyak orang. “Kesempatan itu, harus dikejar, karena kesempatan itu tidak datang untuk kedua kalinya. Kita tidak tahu sebelum kita mencobanya,” ucap Sandi.

Sandi pun, memotivasi ribuan generasi muda itu untuk menciptakan kesempatan dengan melihat peluang usaha. Karena, semua itu mempunyai hasil baik. Bila dilakukan ?dengan sungguh-sungguh. Dia pun, berbagi pengalaman menjadi pengusaha muda ternama di Tanah Air ini. “Berawal dari perusahaan konsultan keuangan menjadi perusahaan investasi. Dari 3 karyawan menjadi 30 ribu karyawan, Alhamdullilah. Yang penting jangan pernah menyerah,” ungkapnya.

Sandi dalam kesempatan itu juga mengatakan, sosok pemimpin di Indonesia harus mampu menjembati keinginan generasi muda untuk mendorong perekonomian di Tanah Air. “Tapi, kita membangun untuk 20 tahun ke depan. Insya Allah bila kami mendapatkan amanah dari Allah SWT, kesempatan menjadi kata kunci pembangunan ekonomi kita. Kata sukses untuk siapa? Untuk semua anak bangsa,” tegas Sandi sembari disambutan dengan teriak 02.

Ia mengatakan, dirinya sudah membukti dengan usahnya membangun Oke Oce untuk membangun dan membantu petani, pedagang dan emak-emak. Kemudian, mendirikan rumah siap kerja dengan melibatkan generasi muda didalamnya. “Cara terbaik mensyukuri, memberikan kepada genarasi muda untuk berwirausawaan. Mau dapat kerja? Mau dapat kerja? 17 April pilih nomor 2. Ingat, 17 April bukan tentang Prabowo-Sandi saja. Tugas saya dan Pak Probowo menginspirasi generasi muda untuk menyelesaikan masalah bangsa,” tutur Sandi disambut riuh tepuk tangan.

Mantan Wakil Gubernur DKI itu berpesan, generasi harus berkontribusi memberikan solusi dalam mengatasi masalah ini, secara perbuatan dan pemikiran. Untuk itu, kaum muda merupakan aset yang sangat berharga untuk kemajuan bangsa Indonesia ini. “Kami siapkan rumah siap kerja di Medan.

Tempat bagi teman-teman kita yang belum dapat pekerjaan, akan mendapatkan bimbingan karir terpadu satu pintu. Siap dukung rumah siap kerja? Rumah siap kerja di Medan akan melibatkan mahasiswa dan alumni USU. Mana teman-teman USU?” kata Sandi kepada ribuan anak-anak muda yang hadir.

Kata Sandi, jiwa muda adalah jiwa pemenang dan jiwa memiliki tantangan untuk dilalui. Karena, kaum milenial mempunyai peran untuk memakmurkan negara ini. Untuk itu, terus bertarung. Karena, kegagalan tidak membunuh seorang pemenang. “Pilih nomor…pilih nomor 2. Oke oce dan rumah siap kerja komitmen kami. Peluang kerja bagus seluruh anak muda diplosok negeri ini,” pungkasnya.

Selain Sandi, acara ini menghadirkan deratan artis yang berhasil di dunia usaha seperti Dimas Seto, Irwansyah dan Zaskia Sungkar, dr Adtya dan dihibur oleh Nissa Sabyan. (prn/omi/gus)

Harus Ada Upaya Paksa

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kasus penangkapan seorang pengusaha Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang mengemplang pajak hingga senilai Rp450 miliar baru-baru ini, dinilai sebagai kelalaian pemerintah. Komisi C DPRD Sumut yang mengawasi masalah perpajakan menilai, Kanwil Dirjen Pajak Wilayah Sumut seharusnya tidak membiarkan para wajib pajak menunggak pembayarannya hingga nominal yang sangat besar.

“Perihal kasus itu, seharusnya Kanwil Pajak Sumut dapat bergerak cepat sejak awal untuk bisa mengantasipasi banyak para wajib pajak yang tertunggak atas kewajiban mereka yang tak kunjung diselesaikan, bukan membiarkannya menunggak sampai nominal yang sangat besar,” kata Sekretaris Komisi C DPRD Sumut, Zeira Salim Ritonga kepada Sumut Pos, Minggu (7/4) siang.

Menurut Zeira, kelalaian pihak petugas pajak yang membiarkan para wajib pajak menunggak pembayarannya hingga nominal yang sangat besar, membuat negara memiliki potensi kerugian yang besar. Kepada Sumut Pos, Zeira menjelaskan, seharusnya sejak awal Kanwil Pajak sudah bisa mendeteksi adanya potensi penggelapan pajak oleh para pengusaha nakal yang dengan sengaja menunggak pembayarannya.

“Sehingga jangan sampai pajak yang tertunggak menjadi begitu besar yang justru akan berpotensi merugikan Keuangan Negara dalam jumlah yang besar. Semakin cepat dideteksi potensi itu, semakin cepat ditindak maka akan semakin kecil potensi kerugian negara,” jelasnya.

Maka sebagai penanggulangan masalah seperti ini kedepannya, kata Zeira, maka petugas pajak harus dapat melakukan upaya paksa bagi pengusaha yang dengan sengaja mengemplang pajak. “Terkait hal tersebut, saya meminta kepada petugas pajak untuk benar-benar dapat melakukan upaya paksa bagi pengusaha nakal yang mengemplang pajak. Namun, semua harus tetap sesuai dengan Undang-Undang dan ketentuan yang berlaku,” kata Zeira.

Tindakan upaya paksa terhadap para pengusaha nakal yang mengemplang pajak itu disebut Zeira sebagai komitmen negara dalam menindak para wajib pajak yang tidak patuh terhadap hukum. “Dan supaya jangan sampai masyarakat sampai beranggapan bahwa lambatnya penanganan penggelapan pajak yang terjadi selama ini adalah indikasi adanya oknum-oknum petugas pajak yang ‘bermain mata’. Jangan sampai masyarakat menilai petugas pajak seperti itu,” ujarnya.

Namun demikian, Zeira tetap memberikan apresiasi kepada pihak kepolisian yang bekerjasama dengan petugas pajak atas penangkapan pengusaha CPO yang dengan sengaja mengemplang pajak sebesar Rp450 miliar tersebut. “Kita tetap apresiasi penangkapan ini. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Namun, mendeteksi dan menindak sejak awal akan jauh lebih baik,” tutupnya.

Seperti diketahui, seorang pengusaha Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dan eksportir CPO di Sumatera Utara, Husin (45) ditahan oleh penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) Ditreskrimsus Poldasu diruang tahanan Mapolda Sumut sejak Kamis (4/4) yang lalu. Husin yang merupakan pengusaha keturunan tionghoa itu disebut mengemplang pajak sebesar Rp450 miliar. (mag-1)

Hingga Agustus Tak Dibayar, Batal

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Angin segar dihembuskan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumut terkait proses penghapusbukuan 2.216 hektare aset eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN 2 khususnya di Deliserdang, Binjai, dan Langkat. Diperkirakan, dalam bulan ini proses penghutungan hak normatif oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) akan tuntas, sehingga pada Mei sudah dapat diketahui berapa biaya yang harus dibayarkan.

Kalau sudah diketahui berapa biayanya, maka PTPN 2 tinggal menyurati warga yang masuk daftar nominatif tahap dua yang telah mendapat izin dari komisaris PTPN 2 selaku pemegang saham, yaitu Menteri BUMN. “Dalam rangka penghapusbukuan, diwajibkan untuk membayar setiap bidang tanah yang besarnya sesuai dengan jumlah yang telah dinilai dan ditetapkan Kantor Penilai Independen KJPP,” kata Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) BPN Sumut, Bambang Priono kepada wartawan, akhir pekan kemarin.

Secara detil, Bambang tak mengingat persis di mana saja titik 2.216 hektare penghapusbukan tersebut. Dia menyebut, hanya sebagian besar berada di Kabupaten Deliserdang dan sisanya ada di Langkat dan Kota Binjai. Khusus di Deliserdang, sebut dia ada di Patumbak, Marendal, Selambo, Saentis, Sena, Helvetia, Sampali, Beringin, Tunggurono (Binjai) dan di beberapa desa di Kabupaten Langkat. “Kalau yang di Langkat ini saya lupa nama desanya,” aku dia.

Bambang juga menjelaskan, sebagian dari total penghapusbukuan itu yakni seluas 200 hektare, telah selesai proses KJPP, maka selanjutnya sudah dapat dilaksanakan proses pembayaran pada Maret lalu. “Jadi yang dibayarkan warga yang masuk daftar nominatif penghapusbukuan itu tergantung berapa besaran luas tanah yang dikuasi dikalikan nilai harga tanah yang dikeluarkan oleh KJPP,” terangnya.

Setelah warga mengetahui besaran kewajiban yang harus dibayarkan kepada negara dan telah memenuhi kewajiban sebagaimana isi izin penghapusbukuan, serta masyarakat telah membayar kepada PTPN II, maka imbuh Bambang selanjutnya pihak PTPN II akan mengeluarkan surat pelepasan hak dan penghapusbukuan aset secara resmi. “Dan warga selanjutnya sudah dapat mengajukan permohonan pembuatan sertifikat tanah ke kantor BPN,” ucapnya.

Bayar Kewajiban

Kesempatan itu ia mengingatkan kepada warga yang masuk daftar nominatif penghapusbukuan agar membayar kewajibannya untuk mendapatkan tanah dan bangunan bekas aset PTPN sesuai jumlah yang telah ditetapkan KJPP. Setelah proses penilaian tuntas, maka pada Mei KJPP akan mengirimkan surat resmi kepada yang bersangkutan untuk menyampaikan secara resmi berapa besaran jumlah biaya yang wajib dibayarkan untuk penghapusbukuannya.

“Kalau sejak Mei sampai Agustus nanti ternyata warga bersangkutan tidak juga membayarkan besaran biaya seperti yang disampaikan dan ditetapkan oleh KJPP tersebut, maka itu sama artinya proses penghapusbukuan aset PTPN II tersebut otomatis batal, sehingga status tanahnya akan kembali seperti sebelumnya, yakni tanpa status sama nasibnya dengan aset eks HGU yang 3.300 hektare yang masih tersisa belum diproses,” ungkap mantan Kakan BPN Surabaya itu.

Ia menambahkan SK izin penghapusbukuan yang dikeluarkan menteri BUMN ada jangka waktunya. Karenanya diminta kepada warga untuk memanfaatkan kesempatan emas yang tersedia tersebut. “Jadi warga membayarkan kepada negara sesuai jumlah yang disampaikan KJPP. Dan sekali lagi diingatkan bahwa untuk proses penghapusbukuan itu tidak ada yang gratis,” ungkapnya seraya menekankan penyerahan aset dan pensertifikatannya itu hanya kepada yang masuk daftar nominatif yang telah dikeluarkan Tim B-Plus sebelumnya. “Jadi tim tidak akan mencampuri kalau ternyata telah terjadi pemindahan hak atas tanah dimaksud,” sambungnya.

Pihaknya berharap agar masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut, sehingga proses penghapusbukuan dapat berjalan seperti yang diharapkan bersama. Sedangkan untuk luas lahan 3.300 hektar itu, ungkapnya sedang disusun dan diinventarisasi sesuai kebijakan yang diberikan gubernur Sumut.

Gubsu Edy Rahmayadi sebelumnya mengaku bahwa pihaknya sudah membentuk tim sekaitan lahan eks HGU PTPN II dengan luas 5.873 hektare. Dirinya pun menegaskan bukan mau menghapus usulan Pemprovsu sebelumnya atas laham eks HGU itu ke Kementerian BUMN. Begitu juga bukan mau menghapus daftar nominatif dari usulan gubernur sebelumnya, Tengku Erry Nuradi seluas 2.200 hektar

“Urusan tanah eks HGU akan segera diselesaikan apalagi HGU semuanya kan ada prosedurnya. Di Sumut ini harus jelas hukumnya, makanya segera diselesaikan, untuk siapa ya semuanya dibagikan untuk rakyat. Yang tak boleh itu memanfaatkan rakyat untuk memperoleh lahan eks HGU tersebut,” ucapnya.

Bersama Kanwil BPN Sumut dan stakeholder lainnya, ia mengakui sebelum usulan yang disampaikan pihaknya ke pusat terkait masalah ini, harus benar-benar ditelaah kepada siapa pemberian daftar nominatif akan diserahkan. “Lahan tersebut kan ada yang eks HGU dan masih HGU. Inilah yang dipilah-pilah agar nantinya Kementerian BUMN menghapusbukukan dan menyerahkannya kepada saya gubernur Sumut, selaku pemilik tanah perwakilan pemerintah pusat,” ucapnya. (prn)

Formulir C6 Dibagikan 3 Hari Sebelum Hari Pencoblosan, Tak Kebagian, Bisa Gunakan e-KTP atau Suket

Ayo memilih
Ayo memilih

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut mengklaim, persiapan Pemilu serentak 2019 sudah matang. Hampir semua tahapan tersosialisasi termasuk distribusi logistik, seperti surat dan kotak suara telah sampai ke 33 kabupaten dan kota.

“Dan sejauh ini tidak ada kendala yang terjadi di lapangan. Insyaallah persiapan kita sudah matang,” kata Ketua KPU Sumut, Yulhasni menjawab Sumut Pos, Minggu (7/4).

Mengenai formulir C6 atau formulir pemberitahuan untuk memilih dari negara kepada masyarakat yang masuk sebagai daftar pemilih tetap (DPT), ujar dia akan disampaikan 3 hari sebelum hari pencoblosan pada 17 April. “Kalau belum dapat, lapor ke KPPS (Ketua Panitia Pemilihan Suara) atau PPS setempat. Untuk e-KTP dan suket (surat keterangan) hanya bagi pemilih yang belum terdaftar di DPT. Mereka bisa memilih pukul 12.00 sampai 13.00 WIB,” katanya.

Pihaknya mengingatkan kepada seluruh masyarakat Sumut untuk memastikan lagi kalau namanya masuk dalam DPT. Selanjutnya, dia juga mengajak pemilih untuk menggunakan hak suaranya dengan datang ke TPS, sesuai alamat domisili yang tercantum pada kartu identitas. “Pemilih berdaulat negara kuat, mari ramai-ramai datang ke TPS pada 17 April 2019. Pertama pastikan Anda sudah terdaftar di DPT, lalu jangan percaya hoax, hindari politisasi suku, agama, ras dan antargolongan serta jauhi politik uang,” imbuh Yulhasni.

Terpisah, komisioner KPU Medan Nana Miranti juga mengakui, kalau pihaknya baru akan membagikan surat pemberitahuan memilih (C6) kepada masyarakat tiga hari sebelum hari pemcoblosan atau 14 April mendatang. Apabila sampai tanggal 14 April pemilih belum juga mendapatkan formulir C6, maka pemilih diberi kesempatan untuk mendapatkan formulir C6-KPU dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) paling lambat hingga tanggal 16 April 2019. “Karena tanggal 16 April, KPPS harus sudah menyerahkan rekap penyebaran C6 ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan mengembalikan C6 yang belum terdistribusi ke PPS,” terang Nana kepada Sumut Pos, Minggu (7/4).

Akan tetapi, bila sampai waktu pemungutan suara masyarakat pemilih belum juga mendapatkan formulir C6-nya, namun sudah terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), maka dianjurkan untuk mengecek pada aplikasi online yang telah disediakan pihak KPU. “Bagi yang tidak mendapatkan form C6 sampai saat pemungutan suara, namun sudah terdaftar di DPT bisa cek langsung di aplikasi online www.lindungihakpilihmu.kpu.go.id atau melalui google play KPU RI PEMILU 2019,” ungkapnya.

Menurutnya, dalam aplikasi tersebut akan tertera di TPS berapa pemilih bersangkutan terdata dan bisa melakukan pencoblosan. “Caranya dengan memasukkan nama dan Nomor Induk KTP pada aplikasi tersebut. Kalau sudah tahu di TPS berapa pemilih tersebut terdata, pemilih bisa langsung datang ke TPS tempat dia terdata dengan membawa KTP elektronik atau identitas lainnya berupa surat keterangan atau KK atau paspor atau SIM yang berlaku untuk bisa melakukan pencoblosan.” tutupnya.

Sementara Ketua KPUD Deliserdang Boby Indra Prayoga memastikan masyarakat yang terdaftar dalam DPT akan mendapat formulir C6 atau pemberitahuan untuk memilih. Menurutnya, DPT di Kabupaten Deliserdang sebanyak 1.375.253 orang dan KPU menyiapkan fomulir C6 sebanyak jumlah DPT tersebut. “Formulir belum datang dari KPUD Provinsi Sumatera Utara. Sampai kini belum distribusikan dan masih menunggu,” terang Boby didampinggi komisioner KPU Deliserdang lainnya Timo Dahlia Daulay di Kantor KPU Deliserdang, akhir pekan lalu.

Dirincikannya, formulir C6 diperkirakan tiba di KPU Deliserdang pada 8 April. Kemudian 10 April mulai distribusikan ke PPK di tingkat kecamatan. Selanjutnya PPK menyalurkan ke PPS di tingkat desa/kelurahan. Kemudian PPS memberikan kepada petugas KPPS untuk dibagikan kepada pemilih secara door to door. “Diperkirakan tanggal 13 hingga 16 April pendistribusian C6 tuntas dilakukan teman-teman KPPS.

Tapi perlu diingat, C6 ini bukan undangan tapi pemberitahuan. Jadi, masyarakat jangan takut dibayang-banyangi tapi bisa memilih kalau tak mendapat C6,” sebut Boby. Diakuinya, setiap perjalanan tahapan Pemilu, masalah klasik selalu terjadi. Dimana proses distribusi formulir C6 atau undangan memilih terkadang tak sampai secara keseluruhan di tangan warga pemilik hak pilih. “Ada kendala yang kami alami seperti itu. Misalnya orangnya tidak ada (ketika formulir C6 diantar), pergi pagi pulang pagi, pulang tengah malam, atau bahkan berhari-hari tidak pulang,” timpal Timo.

Karena itu, Timo mengajak masyarakat agar lebih proaktif, sehingga pada saat distribusi formulir C6 semuanya kebagian. “KPUD berharap masyarakat aktif. Misalnya sedang tidak ada pada saat distribusi itu ada keluargalah, karena memang kan saat distribusi itu kalau tidak ada orangnya bisa diterima keluarga, kan ada tanda terima,” tuturnya.

Oleh karenanya mengantisipasi hal itu tak terjadi, diminta agar masyarakat lebih proaktif. Sehingga, pada saat distribusi formulir C6 nantinya mereka berada di rumah masing-masing. Namun, hal lain diterangkan Timo. Bila ada masyarakat yang belum menerima formulir C6 saat distribusi atau bahkan sampai hari pemungutan suara. Maka dapat mengurusnya di TPS masing-masing. Dengan catatan, yang bersangkutan terdaftar dalam DPT.

Pemilu Run

Sebagai upaya menumbuhkan kesadaran menggunakan hak pilih masyarakat dalam pemilu kali ini, kemarin jajaran KPU tingkat Sumut menggelar acara Pemilu Run 2019 di Lapangan Merdeka Medan, Jalan Pulau Pinang Medan. Turut hadir mewakili Gubernur Sumut, Sekdaprovsu R Sabrina, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dan jajaran KPU Medan serta KPU Sumut.

Dalam sambutannya, Sabrina kembali mengajak supaya masyarakat Sumut untuk menggunakan hak pilih pada 17 April mendatang. Karena partisipasi masyarakat akan menentukan keberhasilan pemilu dan nasib bangsa ini lima tahun ke depan. “Berhasil tidaknya penyelenggaraan pemilu bukan hanya ditentukan oleh penyelenggara saja, melainkan keterlibatan masyarakat yang jadi penentu, untuk itu camkanlah jangan golput,” ucapnya sebelum melepas para pelari.

Pada kesempatan itu, Sabrina memuji kinerja jajaran KPU Sumut. “Pemerintah provinsi mengapresiasi kegiatan ini. Sebab, selain bisa meningkatkan jumlah partisipan generasi milenial, kegiatan lari ini juga bisa meningkatkan kebugaran tubuh. Melalui lomba lari juga memiliki arti bahwa kita harus bergegas mengikuti pemilu,” tambahnya.

Pihaknya berharap dengan kegiatan seperti ini bisa memberi warna dalam penyelenggaraan pemilu nantinya. “Harapannya penyelenggara sehat, peserta pemilu sehat, maka demokrasi akan sehat. Mari kita lari bersama-sama dengan masing-masing warna kita, namun tetap menjunjung sportivitas demi demokrasi yang transparan dan berintegritas,” tuturnya.

Pemilu Run 2019 merupakan ajang sosialisasi Pemilu yang diadakan serentak KPU se kabupaten/kota hingga provinsi seluruh Indonesia, guna untuk mengingatkan kembali pada masyarakat bahwa Melalui pemilu dapat menentukan nasib bangsa lima tahun ke depan. Acara juga turut dirangkai dengan simulasi penggunaan hak pilih di TPS dalam bentuk pencoblosan surat suara. Selain itu ada pengundian kupon berhadiah atau doorprize serta flashmob (menari bersama). Dalam acara yang dihadiri 2.000 peserta, turut hadir Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman, Wakil Kapolda Sumut Brigjen Mardiaz Kusin Dwihananto, dan jajaran Bawaslu Sumut. (prn/mag-1/btr)

Pemilik Akun Antonio Banerra Resmi Tersangka

Arif Kurniawan Radjasa
Arif Kurniawan Radjasa

SURABAYA, SUMUTPOS.CO – Polda Jatim menangkap seorang lelaki yang menyebarkan info meresahkan dan mencatut nama Jawa Pos National Network (JPNN) melalui akun Facebook, Sabtu malam (6/4). Dia ditangkap setelah menyampaikan ujaran kebencian dan rasialisme terhadap etnis tertentu yang viral pada Jumat malam (5/4). Pelaku bernama Arif Kurniawan Radjasa (36) itu ditangkap di Buncitan, Sedati, Sidoarjo.

Saat menyebarkan ujaran kebencian, AK menggunakan akun Facebook Antonio Banerra, mengaku bekerja di JPNN. Itu dituliskannya pada profil akun Facebooknya. Saat ditangkap di rumahnya, Dirreskrimsus Polda Jatim Kombespol Ahmad Yusep Gunawan menegaskan AK tidak memiliki korelasi dengan JPNN maupun Jawa Pos.

“Iya sudah (ditangkap, Red). Dia bukan wartawan Jawa Pos,” tegas Yusep.

Dari video penangkapan yang diperoleh JawaPos.com, AK mengakui bahwa dirinya sama sekali tidak pernah bekerja di Jawa Pos dan JPNN. Dia hanya iseng mengisi biodata pekerjaan di akun Facebooknya. “Ya kan kita tinggal pilih (data pekerjaan di Facebook, Red). Waktu itu yang kepikiran Jawa Pos. Saya nggak kerja di Jawa Pos,” aku AK saat ditanya polisi.

Seorang sumber internal di kepolisian menyebut, AK merupakan pecatan sales. AK pernah bekerja di perusahaan provider internet. “Kalau sekarang pengangguran. Dia pakai nama Jawa Pos karena iseng, Masih didalami lebih lanjut,” ungkapnya.

Secara terpisah, Direktur Bisnis dan IT JPNN, Auri Jaya mengapresiasi penangkapan pelaku. “Kami berterima kasih atas langkah sigap Polri yang telah menangkap pembuat akun Antonio Banerra,” terangnya.

Saat ini PT JPNN sedang mempersiapkan langkah-langkah hukum lanjutan. Bahan-bahan pendukung untuk laporan polisi sedang dikumpulkan. Sebab, JPNN memang tidak memiliki wartawan atau koresponden atas nama Antonio Banerra.

“Kami akan membuat laporan ke Bareskrim Mabes Polri. Perbuatan pelaku yang mengumbar ujaran kebencian dan mengaku sebagai pegawai JPNN telah mencemarkan nama baik kami,” tambah Auri.

Polisi mengenakan Arif pasal berlapis dengan ancaman diatas 5 tahun. Kini, polisi masih memeriksa warga Jalan Buncitan, Nomor 149, Sidoarjo itu untuk mengetahui motif tindakannya.

“Motif masih kami dalami. Kami gabungkan dengan barang bukti yang ada. Dari ponselnya, masih kami kloning,” kata Kasubdit V Siber Ditreskrimum Polda Jawa Timur (Jatim), AKBP Cecep Susatya di Mapolda Jatim, Minggu (7/4).

Cecep mengatakan, Arif telah membuat akun Facebook bernama Antonio Banerra sejak empat tahun lalu. Sedangkan postingan ujaran kebenciannya baru ia lakukan sejak bulan Maret lalu.

Selama itu, Arif sering memposting komentar atau status yang diduga berbau SARA. Yakni, dengan mengungkit tragedi kerusuhan tahun 1998 lalu.

Akibatnya, banyak pengguna atau akun Facebook lain yang membaca isi postingannya, melaporkan Arif kepada polisi. Semua pelapor merupakan pengguna Facebook.

“Ya, dia hanya punya akun Facebook saja. Dia Sempat mengganti nama akun jadi Gatot Kaca,” ungkap Cecep. (JPC/bbs)

Ingin Ekonomi Syariah di Sumut Lebih Maju

ist BERSAMA: Caleg DPRD Sumut Partai Demokrat nomor urut 4 Dapil Sumut 12, Muhri Fauzi Hafiz bersama pengurus MES Kota Binjai periode 2018-2020. Fauzi Berkeinginan Memajukan Ekonomi Syariah di Sumut sebagai solusi percepatan pembangunan.
ist
BERSAMA: Caleg DPRD Sumut Partai Demokrat nomor urut 4 Dapil Sumut 12, Muhri Fauzi Hafiz bersama pengurus MES Kota Binjai periode 2018-2020. Fauzi Berkeinginan Memajukan Ekonomi Syariah di Sumut sebagai solusi percepatan pembangunan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Calon Legeslatif (Caleg) DPRD Sumut dari Partai Demokrat nomor urut 4 Dapil Sumut 12 (Binjai, Langkat), Muhri Fauzi Hafiz SEMA atau yang kerap disapa dengan sebutan Bang Fauzi ingin mengaplikasikan ilmunya untuk kembali membangun Sumatera Utara (Sumut). Ilmu itu didapatnya di bidang ekonomi syariah yang diperolehnya saat masih duduk di bangku kuliah Pascasarjana di IAIN SU yang saat ini bernama Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU).

“Ekonomi Syariah merupakan solusi pembangunan suatu daerah. Maka, saya ingin memperjuangkan agar Ekonomi Syariah di Sumatera Utara bisa maju dan menjadi solusi bagi pembangunan Sumatera Utara”, ucap Fauzi kepada Sumut Pos, Minggu (7/4).

Untuk itu, Fauzi yang saat ini juga menjabat sebagai ketua Komisi A DPRD Sumatera Utara berkeinginan agar di Sumatera Utara bisa dilahirkan satu peraturan daerah (perda) yang berkaitan dengan ekonomi syariah.

“Gubsu dan Wagubsu yang sekarang pernah mengatakan bahwa mereka berkeinginan untuk memajukan perbankan syariah di Sumut. Tentu itu bagus dan saya akan memperjuangkan agar perda yang berkaitan dengan itu bisa segera dibuat dan diberlakukan”, kata Fauzi.

Menurut Fauzi, hal itu bisa dimulai dengan menjadikan unit usaha syariah PT Bank Sumut menjadi Bank Umum Syariah. Gubernur bisa segera mengusulkan rancangan peraturan daerah (Ranperda) proses spin-off unit usaha syariah menjadi Bank Umum Syariah PT. Bank Sumut. Dan saat terpilih kembali sebagai wakil rakyat di DPRD Sumut, Fauzi berjanji akan mendukung penuh Ranperda itu.

Kepada pembaca Sumut Pos, Fauzi ingin menekankan peran penting seorang anggota DPRD yang dapat membantu kepala daerah (gubernur/bupati/wali kota) untuk mengesahkan Ranperda yang diusulkan. Menurutnya, masyarakat harus jeli dalam memilih calon wakil rakyat agar bisa memperjuangkan Ranperda atau kebijakan-kebijakan yang prorakyat.

“Jadi kalau ada komunitas atau kelompok masyarakat yang punya keinginan agar program kerja dan visi misi komunitasnya bisa berjalan, maka inilah saatnya. Sodorkan program-program untuk diperjuangkan kepada caleg tersebut, jangan malah menyodorkan Caleg dengan tuntutan ‘serangan fajar’ atau money politics saat kampanye seperti ini,” tegasnya.

Sebagai contoh, ujar Fauzi, melalui kelompok Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kota Binjai, di mana Fauzi bertindak selaku ketua MES kota Binjai periode 2018-2020 menjelaskan, bahwa dia berkeinginan agar MES kota Binjai bisa mengusulkan Ranperda tentang ekonomi syariah di Sumatera Utara. “Jenisnya ada banyak, bisa tentang destinasi wisata halal, jaminan produk halal, atau bisa juga dengan Ranperda tentang badan wakaf daerah atau tentang koperasi syariah,” tuturnya.

Fauzi yang sekarang sedang menjadi mahasiswa Doktor (cand) Ekonomi Syariah dari Pascasarjana UIN Sumut ini juga mengatakan, dengan semangat yang dibangun ini, jika dikabarkan secara luas kepada masyarakat maka akan mampu menjadi cara jitu untuk melawan politik uang yang sangat jahat menjelang pemungutan suara pada 17 April mendatang.

“Saya ingin masyarakat juga diberikan pemahaman, bahwa momen pemilu ini bukan soal bagi-bagi uang tetapi soal bagi-bagi impian, cita-cita, harapan, dan tentunya komitmen untuk bersama-sama memajukan ekonomi syariah. Karena majunya ekonomi syariah di Sumut adalah solusi percepatan pembangunan,” pungkasnya. (mag-1/azw)

Anak Pedagang Sapi, Selalu Berpegang Janji

Kuat Surbakti
Kuat
Surbakti

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Merasakan hidup dari bawah, membuat Kuat Surbakti yang sekarang menjadi Calon Legislatif (Caleg) DPRD Sumatera Utara periode 2019-2024, tahu betul keterbatasan berada pada titik tersebut. Sejak itu pula, Kuat bertekad menjadi orang yang sukses dan bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya.

Bagi politisi Partai Amanat Nasional (PAN) yang sudah dua periode duduk sebagai Anggota DPRD Kota Medan, mulanya tidak ada cita-cita dan bermimpi sedikit pun menjadi seorang wakil rakyat. Sebab bila ditelisik dari keturunan keluarga, Kuat hanyalah seorang anak dari pedagang sapi. Tidak ada darah politisi yang mengalir dalam tubuh seorang Kuat Surbakti.

Namun dengan segala kepahitan dan keterbatasan hidup yang dijalani, itu pula yang memotivasinya punya mimpi menjadi orang sukses. Kuat Surbakti semasa muda, juga pernah menjalani pekerjaan sebagai satpam atau petugas keamanan di RSUP H Adam Malik Medan, selama sepuluh tahun. Berkat kesungguhan dan keuletannya bekerja, sembari memegang teguh serta berprinsip bahwa hidup harus bermanfaat bagi orang banyak, ia lantas dipercaya menjadi kepala lingkungan di Kelurahan Namo Gajah, Kecamatan Medan Tuntungan.

Sejak saat itu, suami Juita Hati Sembiring mulai memantapkan mimpi besarnya menjadi manusia yang bermanfaat untuk sesama dan lingkungan sekitarnya. Dimana dengan membantu masyarakat dari semua urusan saat mengemban amanah sebagai kepala lingkungan.

“Manusia itu diciptakan untuk memiliki manfaat bagi sesama. Prinsipnya kita berbahagia bila bermanfaat bagi orang lain. Kalau kita tidak bermanfaat bagi orang lain, hidup pun kita seribu tahun seperti tidak ada artinya,” ucap Kuat kepada Sumut Pos, Minggu (7/4).

Menurut dia manusia itu adalah makhluk sosial. Karenanya, wajib hukumnya untuk saling membantu dan tolong-menolong. Tak hanya itu, dirinya juga mengaku selalu proaktif ditengah-tengah masyarakat. “Dan kenapa saya punya keinginan yang kuat menjadi wakil rakyat, supaya bisa lebih bermanfaat bagi orang lain dan lingkungan saya,” ucapnya.

Diungkapkan dia, awal menjeburkan diri terjun ke politik pada zaman reformasi (1998). Dimana pada era tersebut, akses informasi mulai terbuka termasuk kebebasan berpendapat yang dijamin negara. “Saya masih semangat karena waktu itu orde baru. Saya lalu masuk ke PAN. Dari situ beranjak terus (ikut politik) sampai sekarang,” ujar caleg nomor 1 asal Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut 2 Medan B yang meliputi Kecamatan Medan Sunggal, Barat, Helvetia, Tuntungan, Johor, Maimun, Polonia, Baru, Petisah, dan Selayang ini. (prn/azw)

“Gak ada mengalir darah politik dari kedua orang tua dan keluarga saya. Ayah seorang pedagang sapi dan petani. Jadi tak bermimpi menjadi wakil rakyat pada saat itu. Saya pernah menjadi satpam RS Adam Malik 10 tahun, lalu Kepling Namo Gajah,” sambung dia.

Karena tahu betul susahnya hidup sebagai rakyat jelata, Kuat ingin membantu masyarakat di sekitar tempat tinggalnya dan warga Kota Medan pada umumnya. Ia juga punya prinsip, bahwa janji-janji politik saat kampanye maupun setelah duduk sebagai anggota dewan, wajib hukumnya untuk diwujudkan. Sebab menurut dia, janji seorang wakil rakyat bukan sebatas menyenangkan hati rakyat semata, melainkan harus direalisasikan dalam bentuk nyata yaitu perbuatan. “Karir saya betul-betul dari bawah. Makanya saya tahu betul kondisi di bawah itu sangat susah,” katanya.

Anak petani dan pedagang sapi ini memang selalu berpegang teguh akan janjinya, sebab jika pernah ingkar maka takkan mungkin Kuat dipilih dua kali oleh rakyat sebagai legislator Kota Medan. Sekarang waktunya Kuat merealisasikan mimpi warga Medan sebagai konstituennya, untuk ‘naik kelas’ menjadi Anggota DPRD Sumut periode 2019-2024. (prn/azw)

Peduli Pendidikan dan Fokus Advokasi Hukum

ist SOSIALISASI: Robi Anugrah Marpaung SH MH melakukan sosialisasi ke basis pemilihnya.
ist
SOSIALISASI: Robi Anugrah Marpaung SH MH melakukan sosialisasi ke basis pemilihnya.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Satu tekad Robi Anugrah Marpaung SH MH dalam ke ikut sertaannya menjadi Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR-RI periode 2019-2024, yakni keseriusannya di dunia pendidikan. Caleg Partai Golkar nomor urut 4 Dapil Sumut I ini, bahkan telah mendirikan Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD), RAM School di Patumbak, Deliserdang.

“Tanggal 23 Juli 2013 RAM School berdiri. Alhamdulilah, saat ini sudah ada 6 kelas yang dibangun untuk anak didik di sekolah yang saya dirikan tersebut,” ungkapnya kepada Sumut Pos, belum lama ini.

Kepeduliannya terhadap dunia pendidikan inilah yang kemudian mendorongnya untuk berbuat terhadap masyarakat sekitar. Apalagi menurutnya, di jaman milenial ini, dibutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk bisa bersekolah.

“Saya adalah anak tukang jahit, dulu bapak saya mengupayakan bagaimana supaya anak-anaknya bisa bersekolah. Karna saya yakin, dengan tekad dan kemauan orangtua, tidak ada yang tidak mungkin untuk anaknya mengenyam pendidikan,” kata Ketua Umum PP Bakumham DPP Partai Golkar ini.

Atas dasar itupula, dirinya sekarang berhasil mendirikan sekolah. Atas jerih payahnya itulah, Robi berkeinginan menjadi caleg yang memperjuangkan pendidikan murah tapi berkualitas di Sumatera Utara khususnya, dan Indonesia umumnya.

Selain itu, Robi menginginkan setiap siswanya memiliki ahklak mulia dan mengerti tentang agama. “Sasaran pembentukan sekolah, pertama untuk mengubah pola pikir masyarakat di sekitaran sekolah RAM School menuju yang lebih baik.

Kedua, untuk membentuk wadah kaderisasi pemimpin bangsa, dari tingkat paling bawah PAUD, TK, SD dan seterusnya yang berakhlak mulia, berkarakter dan mengerti agama,” terangnya.

Selain mendirikan sekolah, Robi juga mendirikan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum RAM Indonesia. Fokusnya, memberikan bantuan hukum yang tersebar di 5 provinsi, yakni Jakarta, Riau, Gorontalo, Jawa Barat, dan Sumatera Utara.

“Untuk Sumatera Utara, sejak setahun yang lalu saya sudah mendirikan Rumah Aspirasi yang khusus konsultasi hukum dan pengaduan masyarakat. Jadi bila ada masyarakat yang tersandung masalah hukum, bisa datang ke rumah aspirasi kita di Jalan Sakti Lubis, Medan,” tuturnya.

Suami Primahkota Handiska Harahap ini, enggan menyebut apa yang telah dibangunnya sebagai prestasi. Kata Ayah tiga anak ini, kesemuanya itu merupakan suatu bentuk panggilan dan pengabdian melayani masyarakat.

“Saya tidak butuh penghargaan, yang penting bagaimana bisa membangun Indonesia ini, dengan mengalokasikan dana yang ada di DPR, untuk kemaslahatan bersama,” tegasnya.

Tak lupa Robi mengingatkan kepada warga masyarakat Kota Medan, Kabupaten Deliserdang, Serdang Bedagai, dan kota Tebingtinggi untuk datang ke TPS pada tanggal 17 April 2019.

“Ayo bersama-sama datang ke TPS masing-masing pada tanggal 17 April 2019, khusus kertas warna kuning untuk DPR RI. Lihat partai nomor 4 Partai Golkar, coblos dan menangkan nomor urut 4 atas nama Robi Anugrah Marpaung SH MH,” serunya. (man/azw)