27 C
Medan
Friday, January 2, 2026
Home Blog Page 5353

Tolak Perpanjangan HGU 01, Warga Tiga Desa Unjuk Rasa ke BPN

Bambang/Sumut Pos UNJUK RASA: Ratusan warga desa unjuk rasa menolak perpanjangan HGU 01 di lahan yang mereka tempati, ke BPN Langkat, Kamis (4/4).
Bambang/Sumut Pos
UNJUK RASA: Ratusan warga desa unjuk rasa menolak perpanjangan HGU 01 di lahan yang mereka tempati, ke BPN Langkat, Kamis (4/4).

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Ratusan warga tiga desa, yakni Desa Nambiki, Desa Beruam, dan Desa Merahe, Kabupaten Langkat, menduduki kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Langkat, Kamis (4/4). Aksi dilakukan terkait permasalahan sengketa lahan di desa mereka.

Massa membawa puluhan spanduk bertuliskan sejumlah tuntutan dan protes. Mereka menuntut para pemangku kekuasaan agar mempertimbangkan atau mengkaji ulang Hak Guna Usaha (HGU) lahan 01 Padang Brahrang yang diperpanjang tahun 1991 dan bakalan mati 2020.

“Kami juga mempertanyakan soal HGU 09 tahun 2015 tentang kepemilikan yang dilimpahkan ke PT LNK,” teriak massa.

Setelah beberapa menit melakukan orasi dikawal kepolisian, beberapa pengunjuk rasa diterima pihak BPN untuk mediasi. Sementara warga lain menunggu di luar gedung BPN.

Kepada Kepala BPN, massa meminta agar lahan yang mereka tempati, HGU-nya tidak diperpanjang lagi ke PTPN II. Alasannya, PTPN II telah bertindak tidak sesuai dengan kesepakatan dan perundangan-undangan yang ada.

Perwakilan warga Desa Nambiki, Gema Tarigan, meminta BPN agar membatalkan dan tidak memperpanjang HGU 01, dan ke DPRD Langkat meminta merespon surat untuk diadakan Rapat Dengar Pendapat.

“Ke dewan kami mendesak agar menanggapi surat permintaan RDP yang masuk pada 25 Januari 2019 silam. Ini ‘kan sudah terlalu lama nggak ada respon mereka. Makanya kami desak,” katanya.

“Hasil pertemuan 9 April 2019 akan RDP di DPRD. Tadi kami bertemu dengan Sekwan Langkat. Kalau nggak jadi RDP, kami akan aksi lagi dengan massa yang lebih besar,” tegasnya. (bam)

Tiga Rumah Terbakar di Lahan Garapan, Diduga Akibat Arus Pendek

Istimewa/sumut pos TERBAKAR: Warga melihat kondisi rumah terbakar di Lahan Garapan, Jalan Ampera, Desa Manunggal, Labuhandeli, Kamis (4/4).
Istimewa/sumut pos
TERBAKAR: Warga melihat kondisi rumah terbakar di Lahan Garapan, Jalan Ampera, Desa Manunggal, Labuhandeli, Kamis (4/4).

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 3 unit rumah semi permanen terbakar di Lahan Garapan, Jalan Ampera, Pasar 6, Gang Sawit, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhandeli, Kamis (4/4) pukul 08.30 WIB.

Tidak ada korban jiwa dari musibah kebakaran tersebut. Api diduga berasal dari arus pendek mengakibatkan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Informasi diperoleh, masing-masing rumah yang terbakar adalah milik Arifin Siregar (55), Hendro (36) dan Sukono (38).

Awalnya api muncul berasal dari atap rumah milik Arifin. Warga sekitar yang mengetahui kobaran api, heboh melakukan penyiraman dengan alat seadanya.

Namun api terus merambat ke dinding rumah lainnya dan menghanguskan dinding 3 unit rumah.

“Karena angin kencang, makanya api itu nyambar ke rumah lain,” kata warga di lokasi.

Lebih dari 4 unit mobil pemadam kebakaran datang ke lolasi dan melakukan penyiraman. Dalam tempo sekitar 1 jam, api dapat dijinakkan. Namun kondisi 3 unit semi permanen itu telah rata dengan tanah.

Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Iptu Bonar Pohan mengatakan, pihaknya sudah melakukan olah TKP. “Keterangan warga, api dari arus pendek. Untuk lebih pasti masih kita lidik dan menunggu hasil labfor. Atas musibah itu, tidak ada korban jiwa,” katanya. (fac)

‎Surya Paloh Apresiasi Etnis Tionghoa Peduli Politik

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh Saat Menghadiri Pelantikan SETIA di Medan.
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh saat menghadiri pelantikan SETIA di Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Nasionalisme Partai NasDem tidak hanya dalam retorika, tetapi selalu diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Salah satunya ditunjukkan dengan sikap mendukung kalangan minoritas dan memberi tempat kepada masyarakat etnis Tionghoa untuk turut terlibat aktif dalam dunia politik.

Konsistensi NasDem tersebut terlihat dalam acara pelantikan pengurus Solidaritas Tionghoa Indonesia (SETIA) di Tiara Convention Center (TCC), Medan, Sumatera Utara (Sumut), Rabu (3/4) malam. Acara yang diikuti sekitar 1.500 kader SETIA tersebut dihadiri Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.
Surya Paloh dalam sambutannya mengatakan pembentukan Ormas SETIA merupakan sejarah bagi perjalanan demokrasi di Indonesia. Dia mengapresiasi keinginan masyarakat Tionghoa yang mau aktif dan peduli terhadap dunia politik.
“Saya merasa terharu atas inisiatif yang diambil oleh saudara-saudara Tionghoa yang berinisiatif mendirikan ormas SETIA. Keberadaan SETIA dapat menepis pikiran, persepsi, anggapan negatif atas kehadiran masyarakat Tionghoa di Indonesia,” ujar Surya.
SETIA diproyeksikan menjadi bagian organisasi sayap Partai NasDem. Surya menegaskan bahwa kehadiran SETIA mampu memberikan semangat baru pada semangat persatuan dan kesatuan.
“Nilai dasar ideologis bangsa ini jelas bahwa kita memiliki komitmen mengikat penghargaan setulus-tulusnya untuk menjaga masyarakat majemuk dalam pluralisme negeri ini. Itulah Bhineka Tunggal Ika,” ungkapnya.
Pelantikan SETIA di Tiara Convention Center (TCC), Medan, Rabu (3/4) malam diikuti sekitar 1.500 kader SETIA.

NasDem dan SETIA, kata Surya Paloh, bisa berdiri berdampingan menjaga Ideologi Pancasila. Ideologi Pancasila terancam hilang jika bangsa ini tidak menempatkan Pancasila sebagai hal yang utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.

“Pancasila harus tetap menjadi alat pemersatu. Jangan sampai kita tidak menempatkan lagi Pancasila di tubuh kita,” ujarnya.
Pendiri sekaligus Ketua SETIA, Anthony mengatakan alasan masyarakat Tionghoa mendirikan ormas SETIA adalah untuk berdiri di samping NasDem membawa gerakan perubahan. Konsistensi NasDem dalam mengusung 19 caleg dari etnis Tionghoa telah menyadarkan Anthony bahwa masih ada parpol yang peduli dengan minoritas.
“NasDem paling banyak mencalonkan caleg dari etnis Tionghoa. Kami berjanji akan berdiri bersama NasDem untuk membawa gerakan perubahan dan juga memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin,” paparnya. (gus)

Virus Trojan Serang Server, Penyebab Ratusan Siswa SMAN 4 Gagal Ujian

BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos NORMAL: Pelaksanaan UNBK hari kedua di SMA Negeri 4 Medan kembali normal, Selasa (2/4).
BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos
NORMAL: Pelaksanaan UNBK hari kedua di SMA Negeri 4 Medan kembali normal, Selasa (2/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Serangan virus terhadap server dan jaringan komputer di SMA Negeri 4 Medan, Senin (1/4) lalu, memaksa tim Help Desk UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) Disdik Provinsi Sumut bekerja ekstra. Dari identifikasi Tim Help Dask, virus yang menyerang server di sekolah itu adalah virus trojan. Virus inilah yang membuat 331 siswa di sekolah itu harus mengikuti ujian susulan.

TIM Help Dask Disdik Sumut baru dapat mengembalikan kondisi fasilitas UNBK di SMAN 4 Medan pada Selasa (2/4) dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB. Anggota Tim Help Dask UNBK Disdik Sumut, Duta Salendra menjelaskan, virus trojan menyerang server karena hard disk kurang steril. “Jadi dari hasil identifikasi, virus yang menyerang server di SMA Negeri 4 Medan itu adalah virus trojan. Virus ini menyerang karena hard disk kurang steril,” ungkap Duta kepada wartawan, kemarin.

Duta menjelaskan, hal serupa pernah terjadi pada pelaksanaan UNBK di Sumut. Namun, virus menyerang saat simulasi UNBK, bukan pas hari pelaksanaan ujian yang digelar setiap tahun itu.

Ia mengungkapkan virus yang berasal dari hard disk tidak steril itu, menyebar kejaringan seluruh server di sekolah yang beralamat di Jalan Gelas Medan itu. Namun kondisinya kini sudah bisa terkendalikan. “Saat menginstalnya, dicolokan saat hard disknya sudah terjangkit. Satu jaringan, jadi kena yang lainnya,” ungkap Duta.

Duta juga memastikan virus tersebut, bukan ulah dari hacker. Karena, aksi hacker bisa dilakukan bila terkoneksi dengan jaringan internet. Namun, UNBK semi online. Karena, terkoneksi ke jaringan saat mengupload hasil jawaban ujian dari peserta ke server milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta. “Tidak ada hacker, koneksi ke pusat atau ke internet saat upload saja.Masukan passwordnya kita dapat secara offline pada pagi hari. Istilahnya, token. Kita minta baru muncul, semi online. Tipe onlie, ada offline,” tandas Duta.

Kepala SMA Negeri 4 Medan, Ramli mengaku gembira karena fasilitas UNBK di sekolahnya telah normal kembali. “Alhamdullilah sudah normal kembali, pelaksanaan UNBK di hari kedua Selasa kemarin, sudah berjalan normal,” ungkap Ramli kepada Sumut Pos, Rabu (3/4) siang.

Akibat serang virus tersebut, Ramli menyebutkan, peserta yang gagal mengikuti UNBK sebanyak 331 siswa. Ratusan siswa tersebut, akan mengikuti ujian susulan akan dilaksanakan pada 15 April 2019, mendatang dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia. “Sudah kita kumpul anak-anak itu. Kita berikan arahan, berupaya permohonan perpanjang waktu. Namun waktu tidak memungkinkan, jadi kita lakukan ujian susulan saja,” ucap Ramli.

Ramli mengungkapkan, baru pertama kali hal tersebut terjadi di sekolah mereka. Dengan kejadian itu, dia langsung berkordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumut. “Kita langsung menghubungi mereka (Disdik Sumut) dan mereka terjun ke lapangan. Sudah kita selesaikan sampai jam 3 pagi,” tutur Ramli.

Sekolah Pinjam Laptop Siswa

Sementara di SMA Negeri 1 Gido, Kabupaten Nias, jumlah peserta yang mengikuti UNBK mengalami peningkatan dari tahun lalu. Jika tahun lalu yang mengikuti UNBK di sekolah itu sebanyak 262 siswa, tahun ini meningkat menjadi 364 siswa. “Kita terpaksa minjam laptop siswa, karena fasilitas yang kita punya tidak mencukupi. Kejadian ini hanya tahun ini saja, kalau tahun depan jumlah siswa tidak sebanyak ini,” ujar kepala SMAN 1 Gido, Buala’atulo Zebua SPd kepada Sumut Pos, di ruang kerjanya, Jalan Karya Nomor 3, Hiliweto-Gido, Kabupaten Nias, Senin (1/4) lalu.

Selain itu, disekolah itu juga ada sekolah lain yang menumpang ujian karena failitas di sekolah mereka tidak memadai. Ada pun sekolah yang menumpang UNBK di SMAN 1 Gido yakni SMA Negeri 2 Bawolato sebanyak 52 siswa, SMA Negeri 1 Ulugawo sebanyak 47 siswa, dan SMA Negeri 1 Ma’u 32 siswa.

“Fasilitas di tiga sekolah itu, tidak memadai, juga di lokasinya tidak terjangkau jaringan internet. Mereka hanya meminjam tempat, kalau peralatan mereka siapkan sendiri,” ungkapnya.

Menurut Zebua, di Kecamatan Gido sering terjadi pemadaman arus listrik secara mendadak, sehingga untuk antisipasi selama pelaksanaan UNBK, pihak sekolah menggunakan genset yang kapasitasnya sebesar 30.000 KVA. Diakuinya hari pertama pelasanaan UNBK disekolahnya cukup berjalan lancar. “Selama pelaksanaan UNBK ini kita tidak menggunakan arus PLN, selain dayanya yang tidak mencukupi, juga sering padam secara mendadak. Tidak ada kendala, seluruh siswa-siswi sudah mengikuti ujian,” bebernya.

Dia juga mengungkapkan, persiapan seluruh siswa juga sudah maksimal, sehingga dia berharap para siswa dapat memperoleh nilai maksimal dalam UNBK ini. “”Sekalipun nilai UNBK ini tidak menjadi dasar kelulusan siswa, namun kita berharap seluruh siswa memperoleh nilai yang memuaskan,” harapnya.

Diakuinya, kualitas pendidikan di Nias saat ini masih rendah jika dibandingkan dengan 33 kabupaten kota lainnya di Sumut. Menurutnya, hal itu disebabkan minimnya tenaga guru PNS dan juga prasarana sekolah. “Di daerah kita masih banyak gedung sekolah yang tidak layak, juga masih banyak sekolah, guru PNSnya hanya dua orang yakni kepala sekolah dan satu orang guru, lainnya honor semua,” tandasnya.

Meski begitu, menurutnya, kualitas pendidikan di SMAN 1 Gido setiap tahun terus meningkat, bahkan tingat kelulusan di SMAN 1 Gido tergolong tertinggi se-Kepulauan Nias. “Pengumuman kelulusan siswa kemungkinan antara tanggal 6 sampai 9 Mei 2019. Kita di SMAN 1 Gido, tergolong tertinggi di Kepulauan Nias tingkat kelulusannya. Tahun ini saja siswa kita lulus SMPTN 9 orang, ada peningkatan dari tahun lalu yang hanya 7 orang,” tandasnya. (gus/adl)

BPJS Kesehatan Lambat Bayar Klaim, Sejumlah RS Swasta Terancam Lumpuh

dr. Wijaya Juwarna, SpTHT (KL) Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Medan
dr. Wijaya Juwarna, SpTHT (KL)
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rumah sakit swasta yang tidak memiliki cadangan dana minimal tiga bulan ke depan, terancam lumpuh. Pasalnya, BPJS Kesehatan terlambat membayar klaim kepada rumah-rumah sakit itu.

“Jika rumah sakit lumpuh, maka yang merasakan akibat paling buruk adalah para pasien dan masyarakat. Jika ini terjadi maka kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan jadi problem baru,” kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Medan dr Wijaya Juwarna SpTHT (KL), Senin (1/4)n

Menurutnya, saat ini pemilik rumah sakit swasta yang menjadi provider BPJS Kesehatan berpikir keras mengelola cadangan dana yang mereka miliki untuk menjalankan operasional rumah sakit. Sebab, pelayanan kesehatan harus tetap lanjut, karena itu amanah undang-undang.

Bahkan ia mengatakan, problem ini dirasakan seluruh rumah sakit di Indonesia yang menjalankan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS). “Problem defisit harus diselesaikan secara nasional. Peranan pemerintah sangat penting dalam hal ini,” ungkapnya.

Dia juga mengakui, di Kota Medan sendiri ada beberapa dokter di rumah sakit swasta belum mendapatkan jasa medis. “Di sisi lain, secara manusiawi para dokter dan tenaga kesehatan lainnya juga membutuhkan jaminan secara ekonomi untuk melangsungkan kehidupan mereka,” sebutnya.

Jika tidak segera diselesaikan, bisa diprediksi kelumpuhan akan meluas dan pelayanan kesehatan juga menjadi problem besar. “Kita berharap segera direalisasikan minimal seminggu sebelum Pilpres demi kebaikan bangsa dan negara,” tambahnya.

Sebelumnya, Wijaya mengatakan, dari debat Capres-Cawapres kemarin, kedua kandidat punya komitmen untuk memperbaiki jaminan kesehatan nasional (JKN) BPJS Kesehatan. “Karena semua itu tergantung niat untuk menyelesaikannya. Mudah-mudahan komitmen beliau-beliau itu tetap dan segera diselesaikan,” katanya.

Ia yakin, permasalahan defisit BPJS Kesehatan dan persoalan kesehatan lainnya sudah diketahui oleh kedua Capres-Cawapres. Sebab, permasalahan itu sudah sering dibahas. “Semua itu tergantung niat untuk menyelesaikannya. Sebab, dokumen tentang pembahasan itu sudah ada, sudah sering dilakukan,” imbuhnya lagi.

Terpisah, Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (Persi) Sumut dr Azwan Hakmi Lubis SpA MKes berharap pembayaran tunggakan BPJS Kesehatan kepada rumah sakit segera dilakukan, karena sudah kesulitan menjalankan operasionalnya. “Rumah sakit sudah tak bisa ngomong lagi, harap maklum sajalah kita. Tapi informasinya akan dibayar sebelum Hari Kartini, itu isunya,” kata Azwan kepada wartawan secara terpisah.

Diakuinya, rumah sakit kesulitan menjalankan operasionalnya karena 80 sampai 90 persen pendapatan rumah sakit dari BPJS Kesehatan. “Sementara pembayaran yang dilakukan bervariasi. Ada yang baru sampai Desember 2018, Januari 2019,” ujarnya sembari menambahkan belum ada rumah sakit yang tutup karena tunggakan BPJS Kesehatan.

DPRD Desak BPJS Membayar

Menanggapi itu, anggota Komisi E DPRD Sumut yang membidangi tentang Kesehatan, Zulfikar mendesak BPJS Kesehatan agar segera membayarkan klaim-klaim tersebut kepada semua rumah sakit yang masih tertunggak pembayarannya. “Rumah sakit itu sangat vital, salah satu fasilitas pelayanan publik yang sangat penting. Dari tahun ke tahun kebutuhan masyarakat akan pelayanan rumah sakit terus bertambah. Seharusnya rumah sakit juga ikut tumbuh berkembang dan bertambah, bukannya malah terancam tutup dan berkurang seperti ini,” kata Zulfikar kepada Sumut Pos, Rabu (3/4).

Namun, kata Zulfikar, pihaknya juga menyadari keterlambatan itu bukanlah tanpa alasan. Adanya defisit yang dialami BPJS Kesehatan menjadi salah satu penyebab utama mengapa tagihan klaim rumah sakit terhadap BPJS belum juga terbayarkan. “Tapi kami juga tidak menutup mata, kami tahu betul alasan BPJS Kesehatan belum membayarkan ataupun sering terlambat dalam membayar tagihan-tagihan rumah sakit. Defisit, itu alasan utamanya. Kami memaklumi hal itu, tapi apapun alasannya jangan sampai pihak rumah sakit sebagai pelayan publik yang harus dirugikan. Kalau rumah sakit rugi dan berhenti beroperasi, maka masyarakat sebagai pengguna layanan kesehatan pun akan dirugikan. Jangan sampai masyarakat yang rugi,” kata politisi PKS ini.

Maka dari itu, kepada Sumut Pos Zulfikar menyebutkan, pihaknya akan terus mendukung pemerintah dalam memberikan kebijakan-kebijakan yang prorakyat. Menurutnya, rumah sakit dan BPJS Kesehatan adalah fasilitas publik yang harus diutamakan. “Kemarin ada beberapa kebijakan pemerintah dalam menutupi angka kerugian yang dialami BPJS, semua kita dukung. Selama itu untuk kepentingan rakyat tentu kita dukung. Maka kami juga menekankan kepada pemerintah, agar anggaran untuk BPJS Kesehatan bisa ditingkatkan, bantulah BPJS, maka dengan itu mereka bisa membayarkan tagihannya ke rumah sakit, agar semua rumah sakit itu bisa tetap beroperasi,” ujarnya.

Namun Zulfikar menekankan, BPJS Kesehatan juga harus terus membenahi diri. Banyaknya keluhan masyarakat atas pelayanan yang diberikan BPJS Kesehatan, harusnya menjadi koreksi penting bagi BPJS Kesehatan. Menurutnya, bila pelayanan kesehatan yang diberikan BPJS Kesehatan dapat memuaskan masyarakat, maka masyarakat pun akan menilai penting BPJS Kesehatan.

Di satu sisi, pemerintah mengharapkan agar masyarakat punya kesadaran yang tinggi untuk membayarkan iurannya tepat waktu. Namun disisi lain, bagaimana masyarakat mau membayar tepat waktu apabila pelayanan yang diberikan kepada mereka juga tidak memadai. “Berilah masyarakat pelayanan kesehatan yang memadai, tentu masyarakat akan menilai pentingnya BPJS Kesehatan itu sendiri. Kalau mereka sudah menilai itu penting, kesadaran untuk membayar tepat waktu pasti akan meningkat,” tutupnya. (dvs/mag-1)

Hari Ini, NasDem Gelar Kampanye Akbar

Ayo memilih
Ayo memilih

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masa kampanye terbuka atau rapat umum tinggal 9 hari lagi, namun hingga kemarin, baru satu partai politik peserta Pemilu yang mengajukan jadwal kampanye rapat umum, yakni Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Rencananya, partai besutan Surya Paloh ini akan menggelar kampanye akbar di Lapangan Gajah Mada, Krakatau, Medan, Kamis (4/4) hari ini.

Ketua Bawaslu Medan, Payung Harahap ketika dikonfirmasi Sumut Pos mengakui, baru mendapat satu surat pengajuan jadwal kampanye rapat umum dari Partai Nasdem. Sementara parpol lainnya belum ada yang menyampaikan. “Sama halnya dengan KPU, Bawaslu juga baru mendapatkan surat tembusan pengajuan jadwal kampanye parpol. Tapi sebenarnya, surat pengajuan itu bukan ditujukan ke Bawaslu atau KPU, tetapi diajukan kepada pihak kepolisian,” kata Payung Harahap, Rabu (3/4) siang.

Disebut Payung, batas waktu untuk pemberitahuan jadwal kampanye ke Bawaslu adalah satu hari sebelum hari berkampanye. Sedangkan pemberitahuan ke pihak Kepolisian secara tertulis, paling lambat 7 hari kerjan

sebelum kegiatan politik dilaksanakan. Kemudian Kepolisian akan menerbitkan STTP terhadap pemberitahuan yang telah memenuhi ketentuan.

“Karena tanggal 14, 15 dan 16 April sudah masuk kedalam hari tenang, maka tanggal 13 April adalah hari terakhir untuk melakukan kampanye. Dan pemberitahuan kepada pihak kami adalah satu hari sebelumnya, yaitu ditanggal 12,” ungkap Payung.

Bila ada yang melakukan kampanye di tiga hari tenang tersebut, maka Bawaslu Medan siap untuk segera menindak pelanggaran itu. “Sekaranglah waktunya berkampanye, sampaikanlah visi dan misi beserta program-program yang mau disampaikan dalam kampanye ini. Karena kampanye ini akan berakhir dalam beberapa hari lagi. Manfaatkanlah waktu itu,” tandasnya.

Surya Paloh Jadi Jurkam, Hadirkan 7 Artis

Ketua DPW Partai Nasdem Sumut, Iskandar ST mengatakan, partainya akan melaksanakan kampanye akbar di Lapangan Gajah Mada, Jalan Krakatau Medan, hari ini pukul 15.00 WIB. “Pak Surya Paloh nantinya akan menyampaikan orasi politiknya di hadapan ribuan kader dan simpatisan,” ujarnya kepada wartawan, di Kantor Partai NasDem Sumut, Jalan Mongonsidi Medan, Senin (1/4) sore.

Provinsi Sumut, kata dia, mendapat perhatian khusus dari Ketua Umum Surya Paloh. Hal itu dibuktikan dengan dipilihnya Sumut menjadi lokasi kampanye akbar Partai NasDem. “Hanya akan ada dua lokasi kampanye akbar di Pulau Sumatera. Provinsi Sumut salah satunya,” sebut Iskandar.

Guna menarik minat masyarakat dan menghibur yang hadir pada kampanye akbar itu, pihaknya mengatakan akan ada 7 artis ibukota yang akan memberikan hiburan, salah satunya penyanyi dangdut Kristina. “Enam artis ibu kota kita undang termasuk Kristina, yang juga merupakan kader Partai NasDem. Dan kita tentunya juga berharap, semua caleg Partai Nasdem di Sumut hadir untuk memeriahkan kampanye akbar tersebut,” terangnya.

Masih menurut Iskandar, ada beberapa jadwal Surya Paloh di Sumut selain menghadiri kampanye akbar. Antara lain melantik pengurus DPD Partai NasDem Deliserdang, dan melantik kepengurusan Soliditas Pengurus Tionghoa (SETIA). “Pak Surya Paloh tiba di Medan Rabu (3/4) pagi, siangnya melantik pengurus DPD Deliserdang dan malamnya melantik pengurus SETIA,” paparnya.

Setelah kampanye akbar itu, Iskandar yakin elektabilitas Partai NasDem akan naik. Sehingga, target perolehan kursi yang dicanangkan bisa tercapai. “Kami sudah survey, dan survey berdasarkan daerah pemilihan (dapil). Di Dapil Sumut III hasilnya bisa dapat 2 kursi. Untuk Sumut I dan II, kami juga optimis masing-masing sumbangkan 2 kursi. Jadi total 6 kursi untuk DPR RI bisa tercapai,” ungkapnya.

Sekretaris Partai Nasdem Sumut, Syarwani dalam kesempatan itu mengucapkan maaf kepada masyarakat apabila pelaksanaan kampanye akbar mengganggu kenyamanan masyarakat, terutama pengguna jalan. “Kalau nanti terjadi kemacetan kami mohon maaf kepada masyarakat,” tuturnya.

Turut hadir dalam temu pers tersebut, Wakil Sekretaris NasDem Sumut Ganda Manurung, Ketua Bappilu Salman Ginting, Ketua OKK Sudarto Sitepu dan Humas Mita Triana. (prn)

Heli Prabowo Tak Dapat Izin Mendarat, Prabowo Batal Hadiri Isra Mikraj di Istana Maimun dan Silaturahim ke Babusalam

ISRA MIKRAJ: Ribuan umat muslim di Medan dan sekitarnya menghadiri peringatan Isra Mikraj di halaman Istana Maimun Medan, Rabu (3/4).
ISRA MIKRAJ: Ribuan umat muslim di Medan dan sekitarnya menghadiri peringatan Isra Mikraj di halaman Istana Maimun Medan, Rabu (3/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Calon presiden (Capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto batal menghadiri peringatan Isra Mikraj di halaman Istana Maimun, Rabu (3/4). Batalnya kehadiran Prabowo ini disebabkan helicopter yang akan membawanya ke Medan tak mendapat izin mendarat di Lapangan Merdeka Medan maupun Stadion Teladan dari Pemko Medan.

Padahal agenda Prabowo di Medan, selain menghadiri peringatan isra mikraj, dia juga berencana bersilaturahim dengan Tuan Guru Babusalam Syekh H Hasyim Al Syarwani di Kabupaten Langkat. Ketua Badan Pemenangan Prabowo-Sandi Provinsi Sumatera Utara, Gus Irawan Pasaribu mengakui, pihaknya sulit mendapatkan izin untuk mendarat helikopter yang akan digunakan Prabowo selama di Sumut.

“Karena ada beberapa agenda kunjungan. Harusnya dari bandara ke sini (Istana Maimun) dilanjutkan ke Langkat, terus balik ke bandara,” ujarnya kepada wartawan di Istana Maimun.

Sulitnya memperoleh izin pendaratan helikopter, kata Gus, sejak hari Minggu (31/3) yang lalu. “Stadion Teladan, Lapangan Merdeka tidak mendapatkan izin. Sampai tadi (kemarin) malam tidak mendapatkan izin mendarat, akhirnya memang berupaya, hampir berganti hari dan tanggal,” jelasnya.

Selain tak mendapat izin, lanjut Gus, Prabowo juga taat aturan. Dia tak ingin melanggar aturan kampanye. “Beliau itu sangat taat azas, taat aturan. Beliau mendengar nasehat dari tim, memang betul hari inikan hari yang diliburkan untuk kampanye, karena hari besar keagamaan. Meskipun kami sudah meyakinkan bahwa (acara ini) bukan kampanye dan tidak ada atribut kampanye, tapi beliau sadar betul kondisinya dan menyadari bahwa saat ini berada di luar pemerintahan,” ungkapnya.

Meski begitu, kata Gus, Prabowo berpesan agar jangan sampai membuka pintu sekecil apapun terhadap potensi pelanggaran. Atas dasar itu, Prabowo memutuskan tidak jadi datang ke Sumut untuk mengikuti Isra Mikraj dan bersilaturahmi dengan Tuan Guru Babussalam. “Karena memang untuk mendapatkan landasan heli pun semua fasilitas negara baik Lapangan Merdeka, Stadion Teladan tidak mendapatkan izin. Bahkan sampai tadi malam (Selasa, Red), tidak mendapat izin pendaratan heli,” katanya lagi.

Tak hanya itu, pihaknya juga sudah berupaya untuk bisa memfasilitasi kunjungan Prabowo kembali ke Sumut. Bahkan sudah sampai ingin mengganti tanggal kedatangan Prabowo. “Kami juga sudah mendapatkan lapangan milik swasta, tapi melihat keamanan pendaratan tidak memadai akhirnya kami batalkan,” katanya seraya menyebut izin tersebut tidak diberikan oleh Pemko Medan. “Lapangan Merdeka itukan Pemko Medan, Stadion Teladan juga Pemko Medan punya, kami tidak dapat izin,” imbuh dia.

Lantas bagaimana dengan kedatangan Sandiaga Uno ke Medan pada 7 April nanti? Gus bilang, masih menunggu konfirmasi lanjutan dari BPN. Begitupun dia menambahkan, jika Prabowo-Sandi diberi mandat sebagai presiden dan wakil presiden Indonesia periode 2019-2024, pihaknya siap mengagendakan kedatangan keduanya dan membuat acara syukuran bersama rakyat Sumut. “Untuk itu kami mohon doa semua rakyat Sumut, agar kiranya Pak Prabowo dan Pak Sandi bisa menjadi presiden dan wakil presiden Indonesia mendatang. Kami juga mohon maaf atas ketidakhadiran Pak Prabowo kali ini, karena banyak sekali memang halangannya,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertamanan dan Kebersihan (DKP) Kota Medan, Muhammad Husni menanggapi tudingan Gus Irawan soal izin mendarat helikopter di Lapangan Merdeka dan Stadion Teladan. Husni menjelaskan, ada dua lokasi yang dipersiapkan untuk lokasi pendaratan helikopter apabila Prabowo tiba di Medan. “Lapangan Taman Cadika di Jalan Karya Wisata diizinkan, karena ada di situ helipad (landasan untuk helikopter). Sudah disampaikan ke mereka, karena memang ada lapangannya,” ujar Husni.

Selain itu, Husni menyebut, ia juga menawarkan lapangan Sejati yang berada di Jalan Abdul Haris Nasition sebagai lokasi pendaratan. Sedangkan untuk Lapangan Merdeka dan Stadion Teladan, ia mengaku belum bisa memberikan izin. “Lapangan Merdeka dalam kondisi perbaikan, Stadion Teladan dipakai untuk kegiatan olahraga. Makanya ditawarkan dua lapangan itu sebagai opsi,” jelasnya.

Lapangan Taman Cadika, lanjut dia, memang sudah biasa dipergunakan untuk pendaratan helikopter. Di mana, Bupati Simalungun, JR Saragih yang sering menggunakannya. “Pak JR sudah biasa mendarat di sana (Taman Cadika). Tidak ada dipersulit, dua hari lalu sudah diberikan. Saya sudah sampaikan ke Ihwan Ritonga (Wakil Ketua DPRD Medan Fraksi Gerindra),” ungkapnya.

Doakan Jokowi

Dari acara peringatan Isra Mikraj di Istana Maimun kemarin, Ustaz Haikal Hasan dalam tausiahnya mengajak ribuan jamaah yang hadir dari berbagai daerah di Sumut, untuk mendoakan Jokowi menjadi pengusaha meubel atau pengusaha kayu se-Indonesia. “Sekarang kita doain Pak Jokowi, semoga Allah memberikan kesadaran bahwa beliau kurang mampu mengelola Indonesia. Kita doain Pak Jokowi sebagai bapak pengusaha meubel seluruh Indonesia. Bapak pengusaha kayu seluruh Indonesia. Doa gue bagus gak? Doa gue baik gak?” ungkap Babe Haikal, sapaan akrab Ustaz Haikal Hasan.

Dirinya juga mengingatkan kepada jamaah bahwa sesuai peraturan Bawaslu, dirinya tidak boleh berkampanye. Untuk itu ia mengajak ribuan warga melakukan doa bersama agar Bawaslu dan KPU mampu berlaku netral. “Kita doain, semoga anggota KPU dan Bawaslu, Allah bikin mereka kaya raya, Allah bikin mereka netral, Allah bikin mereka adil, jujur dan muttaqin, Alfatihah..,” ujarnya.

Sebelumnya saat membuka ceramahnya, Babe Haikal mengungkapkan kekagumannya kepada warga Sumut yang memutihkan lapangan Istana Maimun, Medan. “Lihat aroma perubahan itu, lihat aroma kekalahan itu, lihat aroma pulang kampung itu. Kenapa gak sadar? Udah kalah, kalah aje. Saya gak bisa bicara Israk Miraj, kalau tanda-tanda (kekalahan) Jokowi di Pilpres sudah kelihatan,” katanya.

Haikal juga mengkritik cara-cara yang tidak sehat yang dilakukan untuk kepentingan salah satu pasangan calon presiden dalam Pilpres 2019. Bahkan menurutnya intimidasi dan intervensi hingga menabrak aturanpun dilakukan. “Hei pegawai negeri, jangan takut kepada yang mengintimidasi kalian, jangan takut. Pak polisi dan TNI jangan takut untuk netral, kami rakyat ada di belakang kalian,” ujarnya seraya berharap, jika Pemilu 2019 dapat berjalan secara netral tanpa campur tangan dan intimidasi serta melibatkan TNI dan Polri dalam kancah politik. “Kalau tidak pakai campur tangan, intimidasi dan pelibatan TNI dan Polri, bakal jungkir balik dah, takbirr..,” pungkasnya.

Ansufri Idrus Sambo atau akrab dipanggil Ustaz Sambo, dalam kesempatan itu turut menyampaikan permintaan maaf kepada warga Sumut atas ketidakhadiran Prabowo. “Pesan Pak Prabowo jaga TPS agar suara rakyat tetap terjaga. Kita harus doakan agar Prabowo tetap sehat karena akan menyalamatkan negeri ini. Dia sangat menyayangi kita semua, semoga ketidakhadirannya tidak mengurangi niat kita untuk menyelamatkan negeri ini,” ucap guru ngaji Prabowo Subianto ini.

Sementara Ustaz Zulkarnain dalam ceramahnya menilai, ada banyak upaya mengadu domba antara agama dengan budaya. Hal itu menurutnya banyak disampaikan oleh para ulama-ulama. “Jangan mencampur adukkan agama dengan budaya. Mereka anggap cadar itu budaya, padahal itu syari’at,” katanya.

Dirinya menilai, para ulama itu tidak memahami mana yang syariat dan mana yang budaya. Padahal, lanjutnya, dalam Alquran telah menjelaskan bagaimana hukum menutup aurat dengan memakai cadar. “Malah lebih senang orang itu sama puisi Konde Nusantara. Hati kita jangan sampai dibutakan oleh para ulama yang mengadu domba agama dengan agama. Jangankan agama dengan budaya, budaya dengan budaya saja kalau di adu domba akan terjadi perang. Apalagi agama,” pungkasnya.

Acara yang digagas Gerakan Muslimah Aliansi Nasional Anti Syiah (GEMA ANAS) itu, berlangsung lancar dan tertib. Selain dikawal ketat aparat kepolisian, terlihat di kawasan sekitaran Istana Maimun ada terparkir mobil penjinak bom. (prn)

100 Perusahaan Tunggak PBB

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sedikitnya 100 perusahaan di Kota Medan menunggak Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Tak tanggung-tanggung, total tunggakan keseluruhan mencapai Rp25 miliar lebih.

Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Medan, Suherman mengatakan, sebenarnya lebih dari 100 perusahaan yang menunggak PBB sampai saat ini. Mereka menunggak PBB mulai dari satu hingga tiga tahun belakangan.

“Ada lebih dari 100 perusahaan yang menunggak PBB, cuma kami membuat daftarnya hanya 100 perusahaan dengan tunggakan paling besar. Mulai dari miliaran hingga ratusan juta rupiah,” ungkapnya, kemarin.

Disebutkan dia, dari 100 perusahaan penunggak terbesar PBB bergerak di bidang industri, pusat perbelanjaan dan lainnya. Namun, disinggung nama perusahaan tersebut, Suherman enggan membeberkannya dengan alasan mereka masih memiliki itikad baik dan berjanji akan melunasinya.”Perusahaan penunggak PBB diharapkan melunasi tunggakannya. Sebab, tahun ini tagihan baru akan segera keluar dan tentunya semakin menambah jumlah utang yang harus dibayar,” imbaunya.

Jika tak kunjung dibayar, lanjut Suherman, tim penagih dari BPPRD Kota Medan akan terus mendatangi para wajib pajak penunggak PBB. Tim itu akan berhenti menagih ketika tunggakan sudah dibayarkan.

Suherman menduga, perusahaan terkesan enggan membayar tunggakan PBB karena keuangan mereka sedang tidak sehat. Atau, kemungkinan sanksi atau hukumannya tidak terlalu kuat. “Tidak tertutup kemungkinan akan ada tindakan tegas kepada wajib pajak penunggak PBB. Hal itu untuk memberi pelajaran kepada mereka agar taat pajak,” tegasnya.

Dia menambahkan, sebagai warga negara yang baik, hendaknya membayar PBB tepat waktu. Sebab, seluruh pajak yang dibayarkan digunakan untuk membangun kota. “Pajak yang dibayarkan, dipastikan untuk membangun kota. Jadi mari kita sama-sama membangun kota ini dengan taat membayar pajak,” ujarnya.

Sementara, Ketua Komisi C DPRD Medan, Boydo HK Panjaitan mengatakan, pihak BPPRD harus tegas terhadap para penunggak PBB. Hal itu agar ada efek jera. “Bagi mereka yang menunggak, ditempel stiker saja dan biar malu mereka belum bayar pajak. Mudah-mudahan, kalau sudah malu ada timbul niat untuk membayar,” katanya. (ris/ila)

Lelang Jabatan 7 Kadis, Empat Dilantik, Tiga Menunggu

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Lelang jabatan 7 kepala dinas (kadis) di lingkungan Pemko Medan, ternyata diam-diam sudah keluar hasilnya. Bahkan, sudah ada yang dilantik oleh Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin.

Dari 7 jabatan kadis yang dilelang itu, empat di antaranya yang sudah keluar hasilnya dan dilantik di Balai Kota Medan, Selasa (2/4). Pelantikan dilakukan secara tertutup di lantai 4.

Antara lain Kadis Perkim-PR (Benny Iskandar), Kadis Koperasi-UMKM (Edliaty), Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (Khairunisa), serta Kadis Perhubungan (Iswar). Sedangkan, 3 jabatan kadis lainnya belum diketahui hasilnya, yaitu, Kadispora, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan serta, Kadis Pencegahan dan Pemadam Kebakaran.

Kadis Perkim-PR Benny Iskandar diketahui merupakan sekretaris yang merangkap menjadi pelaksana tugas Kadis Perkim-PR. Begitu juga Edliaty sebagai Sekretaris Dinas Koperasi-UMKM. Sementara Khairunisa, adalah Kabid Keuangan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Pemko Medan. Lalu, Iswar ialah Kabid di Dishub Sumut.

Kepala BKDPSDM Medan, Muslim Harahap yang dikonfirmasi terkait hal ini belum berhasil. Berkali-kali dihubungi nomor selulernya tak bersedia mengangkat, Rabu (3/4).

Sebelumnya, Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin mengaku, empat jabatan kadis yang dilantik tersebut sebagai bentuk regenerasi. Pelantikan itu juga diharapkan dapat menjadi titik lanjut guna menjadikan dan meningkatkan mutu pelayanan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemko Medan kepada masyarakat.

Apalagi tantangan penyelenggaraan pemerintahan daerah ke depan semakin kompleks, terlebih di era digital saat ini. Oleh karenanya, dia mengingatkan kepada pimpinan OPD yang baru dilantik untuk lebih inovatif dan kreatif dalam rangka mendukung pembangunan kota.

Di samping itu juga, untuk menunjukkan kapasitas diri seorang abdi negara yang melayani masyarakat dan mendukung percepatan pembangunan kota. ia menekankan, kepada pejabat yang baru dilantik untuk meningkatkan kinerja dan prestasinya.

“Bagi saudara yang baru saja dilantik, saya mengingatkan bahwa kini saudara adalah garda terdepan di OPD masing-masing. Apalagi jabatan yang saudara emban, menyangkut hajat hidup orang banyak yang butuh pelayanan dari OPD yang saudara pimpin. Untuk itu, saya berharap saudara bekerja dengan penuh dedikasi dan loyalitas,’’ katanya.

Eldin berpesan, kepada keempat pejabat yang baru dilantik agar bekerja dengan sungguh-sungguh dan penuh dedikasi untuk kemajuan Kota Medan. Salah satunya dengan menjalin dan membangun sinergitas serta kerjasama antar OPD. Dengan begitu, cita-cita pembangunan kota dapat terwujud.

“Tidak kalah pentingnya lagi, agar pejabat yang baru dilantik mampu menciptakan iklim kerja yang nyaman di OPD masing-masing. Jika suasana dan kondisi nyaman, para line staf di jajaran saudara akan semangat dan giat untuk bekerja. Selain itu saudara juga harus mampu melihat dan merasakan dinamika yang terjadi serta sigap mencari solusi agar tidak mengganggu profesionalitas dalam menjalankan tanggung jawab pekerjaan,” harapnya.

Dia berharap agar para pejabat baru ini dapat menjalankan tugasnya dengan penuh loyalitas dan dedikasi. “Jalankanlah amanat yang saat ini saudara emban dengan penuh amanah. Terus tingkatkan motivasi dan prestasi kerja, sehingga kita mampu mewujudkan Kota Medan menjadi kota masa depan yang multikultural, berdaya saing, humanis, sejahtera dan religius,’’ pungkasnya. (ris/ila)

Tengku Eswin ST: Jangan Ada Lagi Rumah Sakit Tolak Pasien

istimewa/sumut pos SOSIALISASI: Anggota DPRD Medan Tengku Eswin ST saat sosialisasi Perda Kota Medan tentang Sistem Kesehatan Kota di Labuhan Deli.
istimewa/sumut pos
SOSIALISASI: Anggota DPRD Medan Tengku Eswin ST saat sosialisasi Perda Kota Medan tentang Sistem Kesehatan Kota di Labuhan Deli.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Medan Tengku Eswin ST mendesak Pemko Medan segera menerapkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota dengan mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwal)n

sebagai implementasi dari Perda tersebut. Sebab jika Perda ini sudah berjalan, rumah sakit tidak akan pernah berlaku sembarangan terhadap pasien miskin terutama pasien gawat darurat.

“Sanksi akan menanti rumah sakit jika menolak memberi pelayanan kepada pasien gawat darurat. Seperti pencabutan izin pendirian sarana kesehatan, dan penutupan sarana kesehatan,” kata Tengku Eswin saat sosialisasi VI tahun 2019 Perda Kota Medan Nomor 4 tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota (SKK) di Jalan Young Panah Hijau, Gang Masjid, Kelurahan Labuhan Deli, Medan Marelan, Minggu (24/3).

Disebutnya, sanksi ini tertuang dalam BAB XV pasal 87 Ayat (1) yang berbunyi; Setiap orang yang dengan sengaja melanggar Perda No 4 tahun 2012 ini dikenakan sanksi administratif dan atau sanksi pidana sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Kemudian Ayat (2) disebutkan, penerapan sanksi administratif berupa peringatan tertulis, pembatalan atau pembentukan izin dari sarana kesehatan maupun tenaga kesehatan, pencabutan izin pendirian sarana kesehatan dan penutupan sarana kesehatan.

Terbukti, lanjut Eswin, sampai hari ini masih banyak rumah sakit yang belum menaati perda tersebut. Padahal sesuai Perda tanpa menanyakan status, rumah sakit langsung menangani pasien gawat darurat. Sebab biaya pengobatan akan ditanggung oleh Pemko Medan.

“Namun faktanya, masih banyak RS swasta yang tidak langsung memberikan pertolongan kepada pasien gawat darurat karena ketiadaan biaya, dan inilah yang harus menjadi perhatian Pemko Medan,” jelas politisi Partai Golkar ini.

Dengan disahkannya Perda SKK ini, tatanan kesehatan di Kota Medan akan terwujud, demikian juga terhadap pembanguna kota berwawasan kesehatan, meningkatkan kemandirian, mutu, untuk memperoleh pelayanan kesehatan. “Saya yakin, jika Perda ini dijalankan sesuai dengan kebutuhannya, tidak ada lagi daerah yang mengalami gizi buruk, rawan penyakit menular dan terciptanya pelayanan kesehatan yang baik,” katanya.

Dia berharap, dengan penerapan perda ini tidak adalagi permasalahan di lapangan seperti abainya petugas kesehatan dalam melayani masyarakat. Seperti diketahui Perda nomor 4 Tahun 2012 tentang SKK yang terdiri dari XVI dan 92 pasal ini mengatur soal sistem kesehatan masyarakat Kota Medan. (adz/ila)