Home Blog Page 5353

PLN dan Universitas HKBP Nommensen Luncurkan Becak Motor Listrik Kapasitas 2.000 Watt, Kecepatannya hingga 60 Km

Istimewa/sumut pos BECAK LISTRIK: Becak listrik hasil kerja sama PLN UIW Sumut dan Universitas HKBP, mengaspal di Kota Medan.
Istimewa/sumut pos
BECAK LISTRIK: Becak listrik hasil kerja sama PLN UIW Sumut dan Universitas HKBP, mengaspal di Kota Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kerja sama inovasi becak motor listrik di Kota Medan antara PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Sumatera Utara dengan Universitas HKBP Nommmensen (UHN) Medan, terwujud. Becak motor listrik itu akhirnya diluncurkan kepada publik Medan.

Peluncuran bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional 2019 itu, dilakukan Rektor UHN, Haposan Siallagan, dan General Manager PT PLN UIW Sumut, Feby Joko Priharto, diwakili Senior Manager Keuangan, Jhon Horas Tobing, di halaman Kampus UHN, Jalan Sutomo Medan, Kamis (2/5/2019).

Ketua Tim Inovasi Becak Motor Listrik dari Fakuktas Teknik UHN, Parulian Siagian, mengatakan becak motor listrik berkapasitas 2000 watt itu memiliki kecepatan 50 km-60 km tanpa penumpang dan 30 km-40 km dengan penumpangn

Keunggulannya antara lain mendukung program green energi ergonomis desain dan inovatif desain. Becak itu akan mengurangi konsumsi BBM, karena lama kelamaan persediaan energi fossil akan habis.

Progres menuju becak motor listrik, yakni setelah diassembling di Laboratorium Proses Produksi Fakultas Teknik UHN dengan berat total Chasis terpasang seberat 20 kg, dan beban tambahan 100 Kg, mahasiswa mengoperasikan pada kecepatan rata rata 30 km-40 km/jam dengan posisi baterai penuh.

Pengujian dilakukan di lingkungan kampus pada malam hari karena mengingat sumber energi untuk lampu motor juga bersumber dari baterai sehingga bisa diketahui berapa lama bisa bertahan baterai dengan lampu menyala.

Posisi angka pada spedometer dicatat sebelum berjalan dan setelah stop di mana, dengan posisi baterai dari penuh hingga lemah jarak yang ditempuh mencapai 80 km/jam. “Dan setelah melalui proses pematangan pengembangan, akhirnya resmi dilucurkan Kamis hari ini,” kata Parulian.

Rektor UHN, Haposan Siallagan mengatakan sejak ditandatanganinya MoU bersama PLN UIW Sumut pada pertengahan Desember 2018, pihaknya langsung membentuk tim.

Fakultas Tekniknya membuat desain becak listrik yang lebih hemat energi yang bisa menggantikan becak motor yang ada saat ini tanpa menghilangkan ciri khas becak yang ada di Sumut.”Dan hasilnya seperti yang kita saksikan saat ini, dan ini sejarah baru bagi kita karena pertama kali di Sumatera dikembangkan perguruan tinggi,” kata Haposan.

Sementara itu, GM PLN UIW Sumut melalui SK Keuangan, Jhon Horas Tobing mengatakan, merupakan kebanggaan tersendiri bagi pihaknya bisa berinovasi becak motor listrik bersama UHN. Calon pengendaranya tidak perlu khawatir lagi akan ketersediaan listrik di Sumut.

Dikatakannya, PLN sudah memiliki Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) di 15 titik yang berada di beberapa kota di Sumut, yang selanjutnya setiap 20 Km di sepanjang jalan lintas utama Provinsi Sumut juga akan didirikan SPLU guna mendukung kebutuhan pengisian ulang kendaraan listrik.

Diharapkan subtitusi energi menggunakan listrik ini, bisa diterapkan di seluruh angkutan umum yang ada di Medan. Hal itu sejalan dengan dorongan pemerintah untuk meningkatkan produksi kendaraan listrik, sehingga memungkinkan dalam waktu dekat becak motor bertenaga listrik ini bisa terealisasikan. PLN siap mendukung dari segi infrastruktur dan suplai tenaga listrik.

PLN berharap ke depannya seluruh masyarakat akan menggunakan listrik sebagai energi utama, baik dalam berkendara maupun kegiatan lainnya seperti memasak dengan menggunakan kompor induksi/listrik.

“Hal ini guna mendukung lingkungan yang lebih hemat energi dan ramah sehingga mampu meningkatkan kualitas lingkungan yang lebih baik di Medan maupun di seluruh Sumut,” ujarnya. (ila)

Meriahkan HUT ke-71 Provinsi Sumatera Utara, Organisasi Masyarakat Tionghoa Sumut Bantu Panti Lansia

istimewa/sumut pos BANTUAN SOSIAL: Kadis Sosial Sumut H Rajali S Sos MAP, foto bersama Organisasi Sosial Masyarakat Tionghoa Sumatera Utara, usai menerima bantuan sosial. di halaman kantor tersebut Jalan Sampul Medan, Selasa (07/05/2019). (andalas/asril tanjung)
istimewa/sumut pos
BANTUAN SOSIAL: Kadis Sosial Sumut H Rajali S Sos MAP, foto bersama Organisasi Sosial Masyarakat Tionghoa Sumatera Utara, usai menerima bantuan sosial.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke -71 Provinsi Sumatera Utara, Organisasi Sosial Masyarakat Tionghoa Sumut menyalurkan bantuan untuk panti lanjut usia (Lansia). Bantuan itu diserahkan di kantor Dinsos Sumut Jalan Sampul Medan, Selasa (7/5/2019).

Sedangkan bantuan tersebut selanjutnya akan segera disalurkan kepada sejumlah panti sosial khususnya lansia di bawah binaan Dinas Sosial Sumut. Bantuan tersebut berupa kulkas, televisi, kursi roda, kipas angin, rice cooker, dispenser, kain sarung, baju koko dan kopiah.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara H Rajali S Sos MAP menyampaikan apresiasinya kepada Organisasi Sosial Masyarakat Tionghoa Sumatera Utara yang telah memberikan bantuan tersebut

Rajali berharap, bantuan tersebut berkah bagi Dinas Sosial Sumut dan bagi para donatur yakni Organisasi Sosial Masyarakat Tionghoa Sumut . “Kami juga akan mengundang para perwakilan Organisasi Sosial Masyarakat Tionghoa Sumut untuk menyalurkan bantuan itu ke sejumlah panti-panti binaan Dinas Sosial Sumut,” harap Rajali.

Sekretaris Umum Masyarakat Indonesia Tionghoa Sumatera Utara (MITSU) Ardjan Leo mewakili para perwakilan Organisasi Sosial Masyarakat Tionghoa Sumatera Utara menyebutkan, bantuan yang diberikan merupakan gerakan spontanitas dari para perwakilan Organisasi Sosial Masyarakat Tionghoa Sumut.

“Kita merasa turut berpartisipasi dalam mendukung program Pemprovsu dalam bidang sosial. Gagasan ini kami sebarkan hanya dalam tempo satu hari, kami sudah mendapatkan dukungan dari kurang lebih 24 yayasan sosial di Sumut. Dan kami siap menunggu bimbingan dan arahan Pak Kadis Sosial Sumut untuk bekerja sama dalam bidang sosial kemasyarakatan,” pung-kasArdjan Leo.

Hadir dalam kesempatan tersebut dari 24 Organisasi Sosial Masyarakat Tionghoa Sumut yaitu, Perhimpunan MITSU, INTI Sumut, PSMTI Sumut, ICBC Sumut, Yayasan Tio Ciu Sumut, Yayasan Sosial Angsapura Medan, Perkumpulan Hakka Indonesia Sumut, Yayasan Sosial Gemilang Sesama Sumut, Yayasan Sosial Tri Dharma Sejahtera, Perkumpulan Hin An Sumut, Perkumpulan Warga Hu Bei Sumut, Perkumpulan Keluarga Besar Wijaya, Yayasan Sosial Lautan Mulia, serta lainnya. (rel/ila)

Program CSR Baktiku Negeriku, Telkomsel Menangkan Dua Gelar Champion pada The World Summit on the Information Society Prizes di Swiss

Sekretaris Jenderal International Telecommunication Union (ITU), Houlin Zhao (tengah), Direktur Jenderal Pos dan Pemberdayaan Informatika (PPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Prof. Ahmad M. Ramli (tengah kiri), Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa Hasan Kleib (tengah kanan) bersama para Champion WSIS Prizes dari Indonesia saat acara The World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2019 di Jenewa – Swiss, (9/4). Baktiku Negeriku (BN) meraih gelar Champion bersama 72 karya pilihan lainnya dari seluruh dunia yang menyisihkan 1062 inisiatif pada The World Summit on the Information Society (WSIS) yang diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa – Swiss, 9 April 2019.
Sekretaris Jenderal International Telecommunication Union (ITU), Houlin Zhao (tengah), Direktur Jenderal Pos dan Pemberdayaan Informatika (PPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Prof. Ahmad M. Ramli (tengah kiri), Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa Hasan Kleib (tengah kanan) bersama para Champion WSIS Prizes dari Indonesia saat acara The World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2019 di Jenewa – Swiss, (9/4). Baktiku Negeriku (BN) meraih gelar Champion bersama 72 karya pilihan lainnya dari seluruh dunia yang menyisihkan 1062 inisiatif pada The World Summit on the Information Society (WSIS) yang diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa – Swiss, 9 April 2019.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Berkomitmen untuk mendukung pembangunan Indonesia melalui teknologi, Telkomsel konsisten menghadirkan program-program berbasis digital hingga ke wilayah pelosok. Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang diberi nama Baktiku Negeriku (BN).

 Program ini, berhasil mendapat pengakuan sebagai Champion bersama 72 karya pilihan lainnya dari seluruh dunia yang menyisihkan 1062 inisiatif dalam kompetisi ajang bertaraf internasional bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) The World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2019 yang diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa – Swiss, 9 April 2019.

Melalui tahapan seleksi secara ketat oleh International Telecommunication Union (ITU) sebagai badan tertinggi PBB pada bidang teknologi dan informasi, BN memenangi dua kategori sekaligus dari 18 kategori yang dikompetisikan. Yaitu kategori e-business dengan proyek Baktiku Untuk Petani dan kategori e-agricultureuntuk submisi kegiatan Baktiku Negeriku.

General Manager CSR Telkomsel, Tubagus Husniyullah mengatakan “Tahun lalu, pada fase pertama, Program BN telah berhasil meraih gelar Champion di ajang yang sama. Mendapatkan kembali dua penghargaan sekaligus, menjadi sebuah apresiasi bagi Telkomsel yang menegaskan bahwa inisiatif kami untuk mendukung terwujudnya ekosistem ‘Indonesia Digital’ melalui program edukasi teknologi kepada masyarakat hingga ke pelosok desa, telah diakui oleh dunia. Sebuah pengakuan yang juga menuntut kami untuk terus melakukan inovasi dalam bidang teknologi yang mampu memberi dampak besar terhadap peningkatan kehidupan masyarakat dan lingkungannya.”

Dalam kategori e-business, Telkomsel mengunggulkan inisiatif ‘Baktiku Untuk Petani’ sebagai bagian dari program Baktiku Negeriku yang mengenalkan platformdan aplikasi pemasaran melalui daring (e-commerce) sebagai solusi kepada petani untuk mengurangi ketergantungan pada perantara atau tengkulak yang biasanya bertindak sebagai jembatan antara petani dan konsumen. Dengan aplikasi ini, petani memiliki keleluasaan dalam bertransaksi jual-beli langsung dengan konsumennya.

Sementara itu, kategori e-agriculture mengusung karya pilihan program Baktiku Negeriku dengan menghadirkan platform serta aplikasi yang mendukung program edukasi kepada masyarakat desa. Edukasi yang diberikan meliputi kewirausahaan, literasi keuangan dan pemasaran secara digital melalui pemanfaatan platformaplikasi digital yang juga bernama Baktiku Negeriku.

Penganugerahan pemenang diberikan langsung oleh Sekretaris Jenderal International Telecommunication Union (ITU), Houlin Zhao. Para Champion WSIS Prizes tersebut didampingi khusus oleh Direktur Jenderal Pos dan Pemberdayaan Informatika (PPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Prof. Ahmad M. Ramli bersama dengan Hasan Kleib (Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa), WTO dan organisasi internasional lainnya bersama Delegasi RI.

“Dalam pelaksanaan dan eksekusi sosialisasi di lapangan, Telkomsel melibatkan para karyawan dari seluruh Indonesia untuk menjadi eksekutor melalui program kerja sukarela atau Employee Volunteer. Mereka berkolaborasi dengan organisasi Serikat Pekerja Telkomsel atau SEPAKAT dalam mewujudkan kontribusi secara langsung membangun masyarakat digital Indonesia. Aksi ini sekaligus bertujuan untuk membangun kedekatan antara institusi dengan masyarakat sekitar tempat mereka berkarya”, pungkas Tubagus.

Baktiku Negeriku sendiri memiliki tujuan pengembangan 4 aspek utama, yaitu stakeholder relationship, community development, employee involvement sertaindustrial relationship dengan mengkolaborasikan Corporate Management melalui keterlibatan Serikat Pekerja Telkomsel.  Kegiatan utama program ini  adalah memberikan edukasi kepada masyarakat desa yang dilakukan oleh para karyawan secara sukarela, dengan materi tentang kewirausahaan, literasi keuangan dan pemasaran secara digital melalui pemanfaatan platform aplikasi digital bernama Baktiku Negeriku. Telkomsel juga menyediakan fasilitas Pusat Digital (Digital Center) di desa yang dituju.

Baktiku Negeriku telah berjalan dalam dua periode. Fase pertama dilaksanakan pada tahun 2017-2018 dan digelar di 8 titik se-Indonesia. Sedangkan fase kedua sudah berjalan bulan Desember 2018 lalu di 7 titik yaitu di Desa Gambung – Ciwidey, Desa Salem – Purwakarta, Desa Simanindo – Samosir, Desa Kinali – Pasaman Barat, Desa Ponggok – Blitar, Desa Bontosunggu – Selayar dan Desa Labengki Kecil – Kendari. Sedangkan fase terakhir sudah teralksana di Kaimana, Papua Barat pada minggu terakhir April 2019. (*)

Antisipasi Banjir di Kota Medan, Sekda Minta Camat Kerahkan Petugas P3SU

PIMPIN RAPAT: Sekda Kota Medan, Ir Wiriya Alrahman, saat memimpin rapat pembahasan anomali cuaca, di Kantor Wali Kota Medan, Senin (6/5).
PIMPIN RAPAT: Sekda Kota Medan, Ir Wiriya Alrahman, saat memimpin rapat pembahasan anomali cuaca, di Kantor Wali Kota Medan, Senin (6/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Guna menghadapi anomali cuaca yang terjadi belakangan ini, Sekda meminta agar Camat mengkerahkan petugas Petugas penanganan Prasarana Umum (P3SU), guna mengantisipasi terjadinya banjir di Kota Medan.

Hal ini disampaikan Sekda Kota Medan, Ir Wiriya Alrahman, MM saat mewakili Wali Kota Medan, Drs HT Dzulmi Eldin, S, MSi,MH dalam rapat pembahasan anomali cuaca, di Kantor Wali Kota Medan, Senin (6/5).

Di hadapan para Camat yang hadir dalam rapat tersebut, Sekda mengatakan, saat ini cuaca sulit diprediksi sehingga kerap terjadi anomali cuaca. Artinya, seharusnya di Bulan Mei masuk musim panas, namun saat ini malah terjadi hujan lebat yang mengakibatkan banyak terjadi genangan air di ruas-ruas jalan Kota Medan.

“Banyak faktor yang mengakibatkan terjadinya banjir dimana-dimana, bisa karena sungai yang tidak mampu lagi menampung debit air. Sehingga, terjadi backwater ataupun karena kurangnya perawatan drainase kita,”kata Sekda.

Sekda menyayangkan pada saat terjadinya banjir tersebut tidak ada seorang petugas P3SU pun yang terlihat bertugas mengatasi banjir ini.”Harusnya petugas P3SU kita kerahkan untuk mengatasi ini, karena mereka merupakan tim reaksi cepat untuk di tingkat Kecamatan,” tegas Sekda.

Karena itu, Sekda meminta kepada seluruh Camat untuk betul-betul mengendalikan petugas P3SU ini agar dapat bekerja secara maksimal. “Bila petugas P3SU ini bekerja dengan sebenarnya, saya yakin Kota Medan ini akan lebih baik,” ungkap Sekda.

Selain itu, Sekda juga berpesan agar Camat segera membuat pemetaan daerah rawan banjir sekaligus jadwal tugas P3SU. “Secepatnya harus saya terima pemetaan dan jadwal petugas P3SU ini,” tegas Sekda kembali.

Selain Camat turut juga hadir dalam rapat ini Asisten Pemerintahan dan Sosial, Drs. Musaddad, M.Si, Inspektur, Ikhwan Habibi Daulay, SH.M.Hum, dan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan, M. Husni, SE,M,Si. (ris/ila)

Pemko Medan Bantu Masyarakat Belawan, Serahkan Bantuan 600 Paket Sembako

BANTUAN: Kepala Dinas Sosial Ir Endar Sutan Lubis, MSi menyerahkan sebanyak bantuan 600 paket sembako, kepada masyarakat yang berdomisili di Kecamatan Medan Belawan, di Wisma Marina Belawan, Jumat (3/5) lalu.
BANTUAN: Kepala Dinas Sosial Ir Endar Sutan Lubis, MSi menyerahkan sebanyak bantuan 600 paket sembako, kepada masyarakat yang berdomisili di Kecamatan Medan Belawan, di Wisma Marina Belawan, Jumat (3/5) lalu.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan, Drs HT Dzulmi Eldin, S,MSi,MH diwakili Kepala Dinas Sosial Ir Endar Sutan Lubis, MSi menyerahkan bantuan sebanyak 600 paket sembako kepada masyarakat yang berdomisili di Kecamatan Medan Belawan, di Wisma Marina Belawan, Jumat (3/5).

Bantuan yang berasal dari Pemko Medan, Karang Taruna Medan, Lantamal I, Ditpolair Poldasu dan Aliansi Nelayan Selat Malaka ini diserahkan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1440 H / 2019 M.

Dalam sambutannya Endar mengatakan, Karang Taruna merupakan pilar sosial yang sangat memberikan kontribusi besar kepada Pemko Medan dalam rangka mencari solusi terhadap masalah sosial yang dihadapi masyarakat. Untuk itu Endar memberikan apresiasi kepada Karang Taruna yang telah menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang kurang mampu.

“Saya sangat mengapresiasi atas kepedulian Karang Taruna terhadap masyarakat yang kurang mampu. Saya berharap ini rutin dilakukan secara berkesinambungan tidak hanya pada hari besar keagamaan saja tetapi juga hari-hari lainnya,” harap Endar.

Disamping itu, Endar juga menjelaskan bahwa Dinas Sosial memiliki program kelompok usaha bersama. Endar meminta agar masyarakat memanfaatkan program ini sehingga masyarakat lebih produktif.

“Kita tahu Ditpolair memiliki usaha pengelolaan sampah menjadi batako. Ini bisa kita manfaatkan untuk meningkatkan produktivitas masyarakat melalui program kelompok usaha bersama milik Dinas Sosial. Tentunya ini merupakan usaha yang sangat bagus. Sebab selain dapat meningkatkan produktivitas masyarakat juga dapat mengurangi sampah yang ada di Kota Medan,” jelas Endar.

Sebelumnya Wakil Ketua Karang Taruna Medan Zunaidi menyebutkan, bantuan yang diserahkan ini berjumlah 600 paket. Nantinya paket ini akan dibagikan kepada masyarakat Kecamatan Medan Belawan yang tersebar di enam Kelurahan. Diharapkan melalui penyerahan bantuan ini akan semakin meningkatkan tali silaturahmi diantara Pemerintah, karang taruna dan masyarakat. (ris/ila)

Penertiban Terminal Liar & Penataan PKL Berlanjut

foto-foto pemko medan for sumut pos RAPAT: Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution, MSi memimpin rapat Analisa dan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Penertiban Terminal Liar dan Penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kantor Wali Kota Medan, Jumat (3/5).
foto-foto pemko medan for sumut pos
RAPAT: Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution, MSi memimpin rapat Analisa dan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Penertiban Terminal Liar dan Penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kantor Wali Kota Medan, Jumat (3/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam rapat ini dibahas juga terkait pengoperasian Terminal Terpadu Amplas, Penertiban Bangunan di atas Trotoar, Penertiban Baliho dan Reklame serta Penertiban Pasar tumpah. Rapat ini dihadiri Asisten Ekbang Ir Khairul Syahnan, Pimpinan OPD di antaranya Kasat Pol PP M Sofyan, Kadis Perhubungan, Iswar Lubis, Dirut PD Pasar Rusdi Sinuraya, Perwakilan Polda Sumut dan Polrestabes Medan dan sejumlah Camat.

Dikatakan Wakil Wali Kota, rapat pelaksanaan kegiatan sejumlah pe-nertiban ini dilakukan untuk menganalisa dan mengevaluasi apa yang sudah dilakukan dan kendala di lapangan yang terjadi pada saat penertiban. Artinya, penertiban yang sempat terhenti karena menghadapi Pilpres dan Pileg ini, akan dilanjutkan untuk menciptakan Medan yang tertib teratur dan tertata. “Apalagi memasuki Bulan Ramadan, tentunya akan ada pasar tumpah dan PKL di sejumlah pasar yang tentunya ini akan menghambat arus lalu lintas dan kenyamanan masyarakat. Selain itu berdirinya PKL di sejumlah titik dapat memperlambat arus lalu lintas untuk itu Pol PP dan PD Pasar harus mengatasi permasalahan tersebut,” kata Wakil Wali Kota.

Selanjutnya untuk infrastruktur jalan, Wakil Wali Kota Medan me-minta kepada Dinas PU untuk dapat menambal jalan yang terdapat lubang. Artinya, jangan adanya lubang tersebut dapat membahayakan pengguna jalan dan memperlambat arus lalu lintas.

Sedangkan untuk Penertiban Baliho dan Reklame, Satpol PP Kota Medan diminta terus melakukan penertiban terhadap baliho dan reklame yang bermasalah dan tidak memiliki izin. “Dalam penertiban ini, Pemko Medan memerlukan dukungan dan bantuan dari pihak keamanan baik itu Kepolisian maupun TNI, hal ini dilakukan agar pelaksanaan penertiban dapat berjalan lancar,” kata Wakil Wali Kota. (ris/ila)

Sosialisasi Pencegahan Praktik Monopoli, KPPU Medan dan Pemko Padangsidimpuan Bersinergi

ist SOSIALISASI: Wakil Wali Kota Padangsidimpuan, Arwin Siregar bersama staf mendengarkan pemaparan Kepala Perwakilan KPPU Medan, Ramli Simanjuntak dalam sosialisasi Pencegahan Praktik Monopoli dan Proses pengadaan barang dan jasa, Selasa (7/5).
ist
SOSIALISASI: Wakil Wali Kota Padangsidimpuan, Arwin Siregar bersama staf mendengarkan pemaparan Kepala Perwakilan KPPU Medan, Ramli Simanjuntak dalam sosialisasi Pencegahan Praktik Monopoli dan Proses pengadaan barang dan jasa, Selasa (7/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Guna mencegah praktik monopoli dan persaingan usaha yang tidak sehat, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Medan melakukan advokasi dan sosialisasi di Pemerintah Kota (Pemko) Padangsidempuan, Selasa (7/5).

Hal ini ditujukan sebagai bentuk upaya pencegahan dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa, pengawasan kemitraan maupun penyelarasan yang melanggar kebijakan pemerintah daerah.

Kegiatan ini, dilaksanakan di Ruang Rapat Wali Kota Padangsidimpuan yang dihadiri oleh Wakil Wali Kota Padangsidempuan dan seluruh OPD Pemkot Padangsidimpuan.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Padangsidempuan, Arwin Siregar memberikan apresiasi kepada KPPU atas langkah preventif yang dilakukannya. Menurutnya, internalisasi adalah salah satu langkah tepat yang dilakukan KPPU kepada Pemko Padangsidimpuan.

“Pemerintah Kota Padangsidimpuan masih banyak yang kurang memahami UU No.5 Tahun 1999 maupun tugas dan wewenang KPPU,” ungkap Arwin.

Melalui kegiatan ini, Arwin Siregar mengimbau kepada seluruh jajarannya, informasi dan pemahaman terkait Peran KPPU dan UU No.5 Tahun 1999 dapat dipahami secara mendalam. Hal ini penting sebagai upaya pencegahan agar tidak ada pelanggaran persaingan usaha khususnya terkait dengan proses pengadaan barang/jasa.

Arwin Siregar menyampaikan, Pemerintah Kota Padangsidimpuan mendukung penuh tugas, fungsi dan kewenangan KPPU dalam dalam menjalankan amanat UU No. 5 /1999. Diharapkan KPPU dapat memberikan asistensi dan konsultasi terkait pengadaan barang dan jasa yang dilaksanakan di lingkungan Pemko Padangsidimpuan tidak menyalahi aturan.

“Selain itu, melalui advokasi ini KPPU dan Pemko Padangsidempuan dapat saling bersinergi khususnya dalam melakukan penyelarasan kebijakan sehingga tidak bersinggungan dengan UU No. 5/1999,” pungkasnya.

Dalam pemaparan Kepala Perwakilan KPPU Medan, Ramli Simanjuntak, menyampaikan tentang tugas pokok dan kewenangan KPPU dalam mengemban amanat UU No.5 Tahun 1999. Dalam melaksanakan kewenangannya, KPPU mempunyai tugas pokok Penegakan Hukum Persaingan Usaha dan Pemberian Saran dan Pertimbangan kepada Pemerintah berkaitan dengan Kebijakan yang mempengaruhi persaingan usaha dalam bentuk kajian proses pembentukan Peraturan, Evaluasi Kebijakan, atau Rekomendasi diberlakukannya Kebijakan.

“KPPU juga mengemban tugas sebagai Pengawas Pelaksanaan Kemitraan berdasarkan PP No.17 Tahun 2013 tentang Pelaksanaan Undang-Undang No.20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah,” ucap Ramli Simanjuntak.

Ramli Simanjuntak menegaskan, KPPU berwewenang melakukan investigasi dan pemeriksaan terhadap kasus dugaan yang dilaporkan oleh masyarakat, pelaku usaha maupun dari hasil temuan setelah dilakukannya penelitian.

“Persaingan usaha sehat itu dalam banyak hal, perjanjian yang dilarang, kegiatan yang dilarang, maupun penyalahgunaan posisi dominan. Dalam konteks pemerintahan salah satunya adalah persekongkolan tender dalam pengadaan barang dan jasa yang di lakukan oleh pemerintah,” ujarnya.

Untuk itu, dalam melaksanakan proses pengadaan barang dan jasa, pokja di Lingkungan Pemko Padangsidimpuan tetap memperhatikan aturan perundang-undangan yang berlaku, salah satunya adalah pada Pasal 22 UU No.5 Tahun 1999, mengingat hampir sebagian besar penanganan Perkara di KPPU berkaitan dengan pengadaan barang/jasa. (gus/han)

Tokoh Labusel Dorong Rivai jadi Bupati

ISTIMEWA SILATURAHIM: Ketua PB IKlas Rivai Nasution (4 kanan) dan tokoh masyarakat Kol TNI (Purn) Muchsin Siregar (4 kiri) bersilaturahim dengan masyarakat Labusel di Jalan Bukit, Kelurahan Kotapinang, Kecamatan Kotapinang, Sabtu (4/5).
ISTIMEWA
SILATURAHIM: Ketua PB IKlas Rivai Nasution (4 kanan) dan tokoh masyarakat Kol TNI (Purn) Muchsin Siregar (4 kiri) bersilaturahim dengan masyarakat Labusel di Jalan Bukit, Kelurahan Kotapinang, Kecamatan Kotapinang, Sabtu (4/5).

LABUSEL, SUMUTPOS.CO – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) memang masih sekitar satu tahun lagi, namun dinamikanya saat ini sudah mulai terasa. Sejumlah tokoh sudah mulai berani mempromosikan diri, maju dalam Pilkada Labusel untuk menggantikan Wildan Aswan Tanjung yang menjabat dua periode.

Sabtu (4/5) lalu, sejumlah tokoh masyarakat Labuhanbatu Selatan menggelar silaturahim di Jalan Bukit, Kelurahan Kotapinang, Kecamatan Kotapinang, Labuhanbatu Selatan. Dalam pertemuan itu, tokoh masyarakat Labusel yang kini menetap di Medan, Kol TNI (Purn) Muchsin Siregar secara terang-terangan mendorong Ketua Pengurus Besar Ikatan Keluarga Labuhanbatu Selatan (PB-Iklas), Drs Rivai Nasution MM mencalonkan diri menjadi Bupati Labusel periode berikutnya.

Menurut Muchsin, dorongan dan dukungan tersebut merupakan aspirasi masyarakat dan tokoh asal Kabupaten Labusel di Kota Medan yang disampaikan melalui dirinya.

“Saya diminta oleh sesepuh dan tokoh masyarakat asal Kabupaten Labusel di Medan untuk bersilaturahmi dengan masyarakat di daerah ini. Kita meminta saudara Rivai untuk maju menjadi bupati,” katanya.

Penasehat PB-Iklas itu mengaku sangat mengenal baik sosok Rivai Nasution, yang memulai karirnya dari bawah hingga menjadi seperti sekarang. Menurutnya, beragam pengalaman hidup sudah dijalani Rivai. Bahkan, Rivai pernah menjadi penarik becak. Justru pengalaman hidup itulah yang menjadikan Rivai sebagai sosok bersahaja, mandiri, dan berintegritas.

Dukungan Muchsin tersebut disambut setuju oleh puluhan masyarakat dari lima kecamatan se-Kabupaten Labusel yang hadir. Beragam tanggapan kemudian disampaikan untuk mendukung rencana tersebut.

“Berdasarkan pengalaman hidupnya, saya yakin Rivai memiliki karakter baik dan mampu menjadi pemimpin amanah,” kata Ahmad Bakti Ritonga, mewakili masyarakat Kecamatan Sungaikanan.

Menanggapi hal tersebut, Rivai mengaku siap menerima amanah tersebut. Dia mengaku sudah memiliki banyak konsep untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) sehingga pembangunan di Kabupaten Labusel ini dapat berkembang dan kesejahteraan masyarakat seperti yang dicita-citakan saat pemekaran Labuhanbatu beberapa tahun lalu dapat benar-benar tercapai.

“Saya siap mencurahkan berbagai pemikiran dan tenaga berbekal pengalaman untuk kemajuan daerah,” kata Rivai yang juga salah satu tokoh pemekaran Kabupaten Labuhanbatu menjadi tiga yakni Labuhanbatu Induk, Labuhanbatu Selatan, dan Labuhanbatu Utara.

Diapun berharap, masyarakat benar-benar berkomitmen mendukungnya menjadi Bupati Labusel. Rivai tidak ingin, masyarakat meninggalkannya ketika dirinya sudah mencalonkan diri. Karenanya, sebagai bentuk komitmen masyarakat, dalam kesempatan itu langsung dibentuk tim formatur untuk tim pemenangan Rivai Nasution pada Pilkada Labusel yang bakal digelar tahun 2020 mendatang.(adz)

Nama Bayi Pangeran Harry dan Meghan Masih Rahasia

ist Pangeran Harry dan Meghan
ist
Pangeran Harry dan Meghan

LONDON, SUMUTPOS.CO – Pangeran Harrry dan Meghan Markle begitu bahagia menyambut kehadiran putra pertama mereka pada Senin (6/5).

Meski telah diketahui jenis kelaminnya, namun Duke dan Duchess of Sussex belum mengumumkan nama dari anak mereka. Mengapa? Dikutip dari Town and Country, Meghan dan Harry tidak akan mengumumkan nama bayi itu dalam beberapa hari.

Hal tersebut karena sesuatu yang disebut sebagai tradisi kerajaan. “Alasannya mungkin ada dua sisi. Yang pertama, ada keinginan untuk memberi tahu keluarga dulu sebelum diumumkan ke publik,” ujar pengamat kerajaan Inggris, Victoria Arbiter.

“Setiap orangtua baru begitu menghargai sedikit waktu pribadi untuk mengenal anggota barunya,” imbuhnya. Reuters mewartakan, Harry dan Meghan memilih untuk mematahkan tradisi kerajaan yang berpose kepada awak media setelah kelahiran bayi.

Hal tersebut membuat penggemar kerajaan masih menantikan seperti apa bayi laki-laki yang kelak bakal memiliki kewarganegaraan ganda, AS dan Inggris.

“Kami akan menemui kalian kemungkinan dua hari lagi sebagai keluarga untuk berbagi dengan kalian dan semua orang bisa melihat bayinya,” kata Harry.

“Kami masih mempertimbangkan namanya,” imbuhnya. Sementara itu, beredar sejumlah nama yang kemungkinan akan diberikan kepada penerus ke-7 takhta kerajaan Inggris itu seperti James, Alexander, Albert, Philip, dan Arthur. Yang lainnya menyarankan agar nama putra pertama Meghan dan Harry juga disematkan Spencer, yang merupakan nama keluarga mendiang Putri Diana.

Cicit ke-8 Ratu Elizabeth II tersebut tidak akan secara otomatis menjadi pangeran atau putri atau yang dikenal dengan gelar “Yang Mulia”, kecuali ratu mengeluarkan dekrit. (bbs/azw)

Namun ketika Elizabeth digantikan oleh Pangeran Charles, aturan kerajaan menyebutkan bayi Pangeran Harry akan memiliki gelar seperti itu. (bbs/azw)

Erdogan: Pemilu Ulang Terbaik bagi Turki

ist SAMBUTAN: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan istri menyambut baik keputusan badan penyelenggara tertinggi pemilihan umum untuk Pemilu ulang di Turki.
ist
SAMBUTAN: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan istri menyambut baik keputusan badan penyelenggara tertinggi pemilihan umum untuk Pemilu ulang di Turki.

ISTANBUL, SUMUTPOS.CO – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyambut baik keputusan badan penyelenggara tertinggi pemilihan umum yang memerintahkan untuk dilakukannya pemilu ulang di Istanbul.

Perintah dilakukannya pemilu ulang tersebut diambil menyusul hasil pemilihan yang dimenangkan kandidat oposisi dari Partai Rakyat Republik (CHP) Ekrem Imamoglu.

Hasil tersebut memicu protes dari partai penguasa Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang dipimpin Erdogan. “Kami dengan tulis percaya adanya korupsi dan penyimpangan yang terorganisir dalam pemilu di Istanbul. Karenanya pemilihan ulang adalah langkah terbaik bagi negara,” ujar Erdogan di hadapan parlemen, pada Selasa (7/5).

Oposisi utama CHP telah mengecam keputusan badan penyelenggara pemilu yang memerintahkan pemilihan ulang dengan menyebutnya sebagai tindak pengkhianatan yang tidak demokratis dan tidak sah.

Imamoglu yang memenangkan pemungutan suara yang digelar pada 31 Maret lalu, berjanji jika pihaknya akan terus memberi perlawanan dan tidak menyerah dengan keputusan tersebut. “Mereka berusaha merampas kemenangan kami. Kami kecewa, tetapi kami tidak akan pernah menyerah,” ujarnya, dikutip AFP.

Hasil pemilu pada 31 Maret menjadi kekalahan yang mengejutkan bagi AKP yang menguasai Istanbul selama 25 tahun terakhir. Terutama karena Erdogan pernah menjadi wali kota di sana.

AKP menyatakan mereka menolak hasil pemilu dengan menuduh ada “kecurangan dan korupsi” di mana Imamoglu menang setelah meraup 13.000 suara setelah terjadi penghitungan ulang.

Kemenangan di Istanbul sangatlah penting karena kota berpopulasi 16 juta jiwa itu merupakan mesin ekonomi sekaligus mengontrol sebagian besar anggara publik di Turki.

Erdogan pernah mengatakan memenangkan Istanbul sama seperti menang di seluruh Turki. Kekalahan di sana termasuk di ibu kota Ankara merupakan imbas dari adanya penurunan ekonomi.

Sementara kandidat AKP yang kalah, mantan Perdana Menteri Binali Yildirim, mengatakan pelaksanaan pemilu ulang juga akan memberi keuntungan bagi Istanbul. Pemungutan suara ulang untuk pemilihan kepala daerah Istanbul akan dilakukan pada 23 Juni mendatang.

Keputusan untuk dilakukannya pemilu ulang juga mengundang tanda tanya dari pihak negara asing. Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas, pada Selasa, mengatakan jika keputusan pembatalan hasil pemilu 31 Maret sebagai tindakan yang tidak transparan dan tidak bisa dipahami. Uni Eropa menyerukan kepada badan penyelenggara pemilu Turki untuk segera memberikan alasan dilakukannya pemilihan ulang.

“Memastikan proses pemilihan yang bebas, adil, dan transparan sangat penting untuk demokrasi apa pun, dan menjadi jantung dari hubungan Uni Eropa dengan Turki,” kata ketua diplomatik Uni Eropa Federica Mogherini, dalam pernyataannya, Senin (6/5). (bbs/azw)