27 C
Medan
Friday, January 2, 2026
Home Blog Page 5354

OP Belawan Bangun Rumah Dinas, Pekerjakan Masyarakat Sekitar

istimewa/sumut pos ALAT CANGKUL: Kepala OP Utama Belawan, Jece Julia Piris didampingi PPK, Yudi Caesario menyerahkan alat cangkul secara simbolis kepada pekerja.
istimewa/sumut pos
ALAT CANGKUL: Kepala OP Utama Belawan, Jece Julia Piris didampingi PPK, Yudi Caesario menyerahkan alat cangkul secara simbolis kepada pekerja.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 4 unit rumah dinas operasional untuk pejabat Otoritas Pelabuhan (OP) Utama Belawan dibangun di Lingkungan XI, Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan.

Pembangunan rumah dinas diperuntukan sebanyak 1 unit tipe 120 untuk eselon 2 dan 3 unit tipe 70 untuk eselon 3, memberdayakan masyarakat sekitar sebagai tenaga kerja guna mendukung program padat karya tahun 2019.

Pelaksanaan pembangunan rumah dinas ditandai dengan penyerahan alat kerja oleh Kepala OP Utama Belawan, Jece Julia Piris kepada pekerja dan masyarakat yang turut diberdayakan pembangunan rumah dinas tersebut, Selasa (2/4).

“Dengan penyerahan secara simbolis, para pekerja sudah bisa melaksanakan pembangunan rumah dinas ini, harapan kita pelaksanaan pembangunan ini memberikan lapangan kerja khususnya kepada masyarakat sekitar untuk mendukung program padat karya tahun 2019,” kata Kepala OP Utama Belawan.

Secara teknis, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Yudi Caesario menjelaskan, sebanyak 4 unit rumah yang dibangun berdiri di lahan 1229 m2, sejak terbentuknya OP Utama Belawan sejak tahun 2010, pejabat utama di OP Utama Belawan belum mempunyai rumah dinas.

Dengan upaya permohonan dan pengajuan yang telah dilakukan pada tahun 2018, kata Yudi, akhirnya Kementrian Perhubungan merealisasikan pelaksanaan pembangunan rumah dinas pejabat OP Utama Belawan. Pembangunan memyerap dana APBN senilai Rp 1.713.998.931 secara fisik dilakaanakan pada tahun 2019.

“Tahun ini mulai terlaksana pembangunanya, pelaksanaannya ini juga diawasi TP4D dari kejaksaan. Untuk mendukung program padat karya 2019, pengerjaan bangunan ini melibatkan masyarakat sekitar. Jadi, masyarakat kita pekerjakan sesuai dengan ahli dan kemapuannya sesuai dengan program yang diperintahkan Kementerian Perhubungan,” terang Yudi.

Pengerjaan yang akan berlangsung, lanjut Yudi, sesuai dengan kontrak yang dipercayakan kepada pelakaana proyek CV Santika Jaya Abdi memakan waktu selama 150 hari. Selain itu, pembangunan juga melibatkan konsultan pengawas dari CV Sindang Laya Consultan dan konsultan perencana dari CV Indah Pratama.

“Seluruh administrasi pembangunan ini sudah kita ajukan ke pemerintah darah. Bersyukur perizinan sudah tidak ada kenadala, harapannya pembangunan ini dapat selesai sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Selama ini rumah dinas untuk Kepala OP Utama Belawan dan pejabat utama lainnya tidak ada, dengan siapnya rumah ini agar dapat segera ditempati,” ujar Yudi.

Kepling setempat, Ferdy merasa berterima kasih dengan Kementerian Perhubungan melalui OP Utama Belawan telah melibatkan masyarakat sekitar sebagai pekerja. Sehingga, masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan dapat bekerja di lingkungan proyek pemerintah.

“Saya bersyukur juga, kami dari warga sekitar dilibatkan. Jarang – jarang ada proyek pemerintah memperdayakan masyarakat sekitar, dengan adanya proyek ini sangat membantu saya khususnya masyarakat untuk bekerja,” ucap Kepling. (fac/ila)

Poldasu Harus Usut PT Best Profit Futures, Penipuan Berkedok Investasi Emas

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) diminta segera memanggil dan memeriksa jajaran PT Best Profit Futures Cabang Medan, yang diduga telah melakukan tindakan penipuan bekedok investasi emas sistem onlinen

Dugaan penipuan itu, telah mengakibatkan kerugian sebesar Rp1 miliar lebih terhadap 3 nasabah PT Best Profit Futures, yang sebelumnya sudah melaporkan kasus ini ke Polda Sumut pada 26 Februari 2019. Korban yang ditipu di antaranya, Arni Sihotang mengalami kerugian sebesar Rp100 juta, Rio Ojak Pakpahan sebesar Rp840 juta dan Saut Yansen Manurung sebesar Rp100 juta.

Kuasa Hukum para korban, Jon Efendi SP, SH, MH meminta Kapoldasu agar segera menindaklanjuti laporan korban. “Kami minta Kapoldasu menangkap oknum yang terlibat dalam kegiatan berkedok investasi emas online PT Best Profit Futures. Mulai dari jabatan terendah sampai tertinggi agar segera diperiksa dan dilakukan penahanan,” pinta Jon Efendi saat memberikan keterangan kepada wartawan, Selasa (2/4).

Menurutnya, para korban sudah diperiksa penyidik polisi, beberapa bukti rekening uang ke PT Best Profit Futures juga sudah diserahkan. Namun, hingga kini belum ada pemanggilan terhadap PT Best Profit Futures. “Laporan ini sudah ada satu setengah bulan lamanya. Namun baru dari nasabah saja yang diperiksa. Mereka ingin ada kejelasan terhadap kasus ini, agar semuanya terungkap dugaan penipuan ini. Sebab sudah sangat meresahkan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Jon, bila kasus ini diusut tuntas, tidak menutup kemungkinan masih banyak korban dari kegiatan berkedok investasi emas online yang belum membuat laporan ke polisi.

“Korban masih banyak yang belum membuat laporan. Kalau semua melaporkannya ke polisi ini akan menjadikan efek jera bagi para pelaku usaha investasi berkedok penipuan,” ungkapnya.

Ia juga meminta kepada Gubernur Sumut, Bappebti dan OJK RI, untuk memeriksa dan menindak tegas dari segi administrasi terhadap kegiatan usaha PT Best Profit Futures. “Atas peristiwa yang dialami para korban agar izin usahanya dicabut, sehingga ke depan tidak ada lagi korban-korban seperti mereka ini,” tegasnya.

Diceritakannya, awalnya para korban diiming-imingi dengan berinvestasi emas sebesar Rp100 juta dan akan mendapat keuntungan Rp1 juta sampai Rp3 juta per hari nya. Keuntungan tersebut akan dikirim melalui rekening para korban setiap bulannya tanpa ada resiko.

“Sebelum mentransfer dana investasi tersebut ke rekening PT Best Profit Futures yang berpusat di Jakarta, para korban diajak beberapa kali ke kantor cabang Medan di Jalan Perintis Kemerdekaan Medan. Tujuannya untuk meyakinkan para korban akan investasi itu,” katanya.

Setelah para korban mentransfer dana investasi tersebut, ternyata hanya dalam hitungan satu bulan, justru mereka tidak ada menerima keuntungan sebagaimana yang dijanjikan.

“Jangankan keuntungan, modal saja tidak kembali. Para korban sudah berulang kali mendatangi kantornya di Jalan Perintis Kemerdekaan, untuk meminta pertanggungjawaban. Pihak perusahaan juga tidak mampu menjelaskan alur perjalanan untung ruginya, malah yang diterima para korban hanya hinaan. Dan ironisnya lagi, setiap korban dan keluarganya mendatangi kantornya, mereka selalu dihadapkan dengan aparat keamanan yang ikut menjaga kantornya,” bebernya.

Disebutkan Jon, dalam kasus ini, sudah ada nasabah yang melakukan perdamaian dengan PT Best Profit Futures atas kerugian yang dialami, meski tanpa ada laporan ke pihak kepolisian. Karenanya iya berkeyakinan, Polda Sumut, akan bekerja profesional mengungkap dugaan jaringan penipuan berkedok investasi online ini.”Para korban mendukung kinerja dari Bapak Kapoldasu, dalam menegakkan hukum mengusut kasus ini hingga tuntas,” pungkasnya.

Ketiga korban sebelumnya sudah membuat laporan Polisi dengan No: STTLP/279/ll/2019/SUMUT SPKT “ll”, STTLP/280/ll/2019/SUMUT SPKT “ll” dan STTLP/281/ll/2019/SUMUT SPKT “ll”, tertanggal 26 Februari 2019.

Jon menambahkan, para korban juga sebelumnya sudah mengajukan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) terhadap PT Best Profit Futures ke Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Gugatan terdaftar dengan Reg No: 41/Pdt.6/2019/PN Mdn. Gugatan itu diajukan karena para penggugat merasa dirugikan oleh PT Best Profit Futures selaku tergugat terkait investasi emas melalui perdagangan online. Para penggugat dijanjikan perusahaan tersebut dengan keuntungan Rp1 juta hingga Rp3 juta per hari. Namun kenyataannya, investasi para penggugat minimal Rp100 juta tak sesuai yang telah dijanjikan PT Best Profit Futures. (man/ila)

Perjuangkan Anggaran Infrastruktur Lebih Besar untuk Medan

prans/Sumut Pos BERDIALOG: Kuat Surbakti, Caleg DPRD Sumut dari PAN nomor urut 1, saat berdialog dengan masyarakat.
prans/Sumut Pos
BERDIALOG: Kuat Surbakti, Caleg DPRD Sumut dari PAN nomor urut 1, saat berdialog dengan masyarakat.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebagai kota jasa, Medan seharusnya sudah memiliki pembangunan mumpuni seperti Bandung dan Jakarta. Baik infrastruktur konektivitas jalan, drainase, jembatan sampai pembangunan tol dalam kota, Light Rapid Transit (LRT) bahkan Mass Rapid Transit (MRT).

Karenanya, dibutuhkan perjuangan yang tidak gampang untuk mewujudkan mimpi besar tersebut. Perlu adanya dorongan kuat dari kalangan legislatif, supaya anggaran pembangunan mampu dialokasikan baik dari APBD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) maupun APBN.

Keinginan ini akan coba diperjuangkan Calon Legislatif (Caleg) DPRD Provinsi Sumut periode 2019-2024 dari Partai Amanat Nasional (PAN), Kuat Surbakti. “Jika nanti saya terpilih, saya akan perjuangkan dana pembangunan lebih besar untuk Kota Medan,” katanya kepada Sumut Pos, Rabu (3/4).

Kata Kuat, sebagai ibukota provinsi, Medan harus didukung dengan infrastruktur lebih baikn

Untuk itu dibutuhkan anggaran yang bersumber baik dari pusat ataupun pemerintah provinsi. “Termasuk nanti saya akan ikut ke pusat untuk menarik (melobi) pemerintah pusat buat anggaran pembangunan ke Kota Medan. Selain itu juga kita perlu mendatangkan investor dari luar untuk membantu pembangunan Kota Medan. Dan semua mekanisme ini bisa dilakukan melalui DPRD Sumut,” kata caleg nomor urut 1 ini.

Bukan tanpa alasan seorang Kuat Surbakti berani mengeluarkan pernyataan memperjuangkan kucuran APBN untuk pembangunan di Kota Medan. Kuat merupakan Anggota DPRD Kota Medan dua periode dari daerah pemilihan (Dapil) II yang kini berubah jadi Dapil V, yang meliputi Kecamatan Medan Johor, Polonia, Tuntungan, Selayang dan Maimun. Dengan pengalaman sebagai wakil rakyat Kota Medan dua periode tersebut, Kuat Surbakti tahu betul apa yang sebenarnya paling dibutuhkan Medan menjadi kota yang maju dari aspek pembangunan.

“Medan ini adalah kota jasa yang harus kita kembangkan betul-betul. Sayalah wakil rakyat dari Medan yang nanti duduk di DPRD provinsi, memahami kondisi kota kita. Sehingga nanti aspirasi dan kebutuhan Kota Medan mampu maksimal untuk saya perjuangkan bersama rekan-rekan satu dapil lainnya,” katanya.

Pria yang murah senyum dan ramah itu juga mengaku mendukung penuh rencana Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi yang ingin membangun jalan tol dalam kota mulai tahun ini. Bahkan dia sendiri sudah mempunyai gagasan, disamping pembangunan infrastruktur tersebut perlu ditata wisata kota melalui jalur sungai yang ada. Sehingga menurutnya, Medan akan menjadi kota yang indah dan ramai dikunjungi wisatawan, serta dari sisi pendapatan asli daerah juga ikut meningkat.

“Ini sangat bagus (rencana pembangunan tol dalam kota). Dan nantinya jalur hijau di sepanjang sungai Deli maupun dari sungai Belawan sampai Sunggal, ikut ditata untuk objek wisata Kota Medan. Dengan demikian, ruang terbuka hijau 20 persen yang menjadi standar baku tersebut, dapat kita tingkatkan lagi. Disitu kan selain wisata air, dapat kita kembangkan lagi ke wisata kuliner,” ujar caleg asal Dapil Sumut 2 Medan B yang meliputi Kecamatan Medan Sunggal, Barat, Helvetia, Tuntungan, Johor, Maimun, Polonia, Baru, Petisah, dan Selayang ini.

“Melihat pembangunan ke depan, Medan ini bakal jadi kota transit saja. Bandara sekarang adanya di Deliserdang, infrastruktur tol akan terkoneksi semua sampai wilayah-wilayah perbatasan. Kalau tidak dari sekarang kita pikirkan dan benahi, orang tidak akan mau lagi datang ke Medan,” imbuh Kuat. (prn/ila)

Target PAD Deliserdang Rp940 M, Tiga Bulan Tercapai Rp78 M, Bakal Tempatkan Tapping Box di Kasir Restoran & Hotel

no picture
no picture

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Deliserdang sebesar Rp940 miliar, telah tercapai sebesar Rp78 miliar selama tiga bulan pertama 2019. Karena itu, Kepala Dinas Pendapatan (Kadispenda) Deliserdang, Mahruzar SH, optimis target PAD akan tercapai di akhir tahun nanti dengan melakukan berbagai upaya.

“Target pendapatan pajak retribusi tahun 2019 sebenarnya sebesar Rp1,1 triliun. Namun target khusus pendapatan sebesar Rp940 miliar. Selebihnya, retribusi dari dinas-dinas nantinya,” ungkap Mahruzar, akhir pekan kemarin.

Untuk mengoptimalisasi Penerimaan Asli Daerah (PAD) Deliserdang, dalam waktu dekat Dispenda akan menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), khususnya pada pajak restoran dan pajak hotel.

“Kerjasama untuk menempatkan peralatan tapping box (alat monitoring transaksi usaha secara online, Red) di kasir-kasir restoran dan hotel. Alat itu terkoneksi ke KPK dan Bank Sumut. Jadi tidak bisa bermain-main lagi dalam pencapaian pajak restoran dan hotel,” terang Mahruzar.

Untuk Sumut, setahu Mahruzar, baru ada 3 daerah yaitu Pemko Medan, Pemko Pemetangsiantar, dan Pemkab Deliserdang yang menerapkan sistem itu. “Sebelumnya kita sudah melaksanakan. Namun KPK ingin lebih masuk lagi ke restoran dan hotel, dalam pencegahan kebocoran untuk pencapaian PAD secara maksimal,” katanya.

Terkait keluhan warga mengenai lamanya verifikasi Pajak Bumi Bangunan (PBB), Mahruzar menyebut hal itu karena verifikasi butuh proses tinjauan ke lapangan. “Benar atau tidak, sesuai apa tidak objeknya. Kalau benar dan sesuai, hari itu juga selesai verifikasinya,” bebernya.

Bagi masyarakat yang menunggak pajak, pihaknya akan melakukan inovasi pembentukan satgas pajak. Tugasnya untuk menyosialisasi pembayaran pajak yang tertunggak.

“Jangan mau bayar pajak saat ada kepen-tingan. Dan saat pajak tertunggak ditotalkan, jumlahnya bengkak, wajib pajak terkejut. Semua piutang objek pajak tidak ada yang hilang, dan akan tetap akan ditagih,” jelas Mahruzar.

Saat ini untuk membayar dan verifikasi PBB boleh dilakukan di kecamatan dengan 17 UPT Dispenda yang disiapkan. “Jadi tidak harus datang ke kantor Dispenda di Lubukpakam untuk pembayaran dan memverifikasi PBB. Di kecamatan sudah ada UPT kita. Kalau tidak dilayani dengan baik, boleh melapor kepada kita agar ditindak tegas,” terang Mahruzar yang baru dilantik sebagai Kadispenda Deliserdang.

Terkait Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), pihaknya tidak menutup kemungkinan akan menaikkan nilainya dalam waktu dekat. “Pemerintah Daerah boleh menaikkannya dengan melihat potensi dan strategis objeknya. Saat ini sudah saya perintahkan anggota untuk mencek objek-objek strategis. Tidak sama NJOP di Kota Delitua dengam di salah satu pedesaan di Kecamatan Gunungmeriah. Jangan nanti setelah saat penjualan objek, warga komplain karena NJOP-nya terlalu murah, padahal sudah strategis. Jadi kita mau sesuaikan,” paparnya. (btr)

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Ali Umri Ingatkan Milenial Harus Mandiri

Istimewa/sumut pos BERSAMA: HM Ali Umri (duduk di kursi/kiri) didampingi caleg DPRD Binjai, H. Rizki Syahputra bersama kalangan milenial Kota Binjai.
Istimewa/sumut pos
BERSAMA: HM Ali Umri (duduk di kursi/kiri) didampingi caleg DPRD Binjai, H. Rizki Syahputra bersama kalangan milenial Kota Binjai.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Kaum milenial diharapkan bisa mandiri sehingga tidak gampang dirusak oleh berbagai hal negatif. Hal ini dikatakan Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, HM Ali Umri SH, M.Kn, pada acara sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Komplek Perumahan Taman Binjai Indah Tandem Binjai Utara, Selasa (2/4).

“Saya ingatkan kepada adik-adik yang saat ini adalah kalangan milenial, merupakan harapan orangtua untuk penerus cita-cita bangsa, jangan cengeng, jangan selalu berharap kepada orangtua. Tapi harus belajar mandiri, kerja keras dan optimis dalam segala hal agar tidak mudah dirusak dalam hal-hal negatif,” imbau Ali Umri yang ditemani HM. Rizki Suahputra SH, M.Kn dari Caleg DPRD Binjai Timur ini.

Di hadapan ratusan kalangan anak muda milenial komunitas 234 BC Kota Binjai ini, mantan Wali Kota Binjai dua priode ini mengatakan, saat ini kalangan milenial menjadi sasaran untuk dirusak narkoba. “Kaum milienial harus berani menolak narkoba dan harus menjahui pergaulan bebas yang mengarah kepada kehancuran masa depan,” ujar Ali Umri lagi.

Begitu juga menghadapi Pemilu serentak, lanjutnya, hendaknya kalangan milenial tidak golput. “Gunakan hak pilih dan dengan datang ke TPS untuk memilih pemimpin negara, memilih anggota dewan, anggota utusan daerah (DPD),” ajak Ali Umri.  (ila)

Tim Supervisi TP-PKK Sumut Kunjungi Karo

no picture
no picture

KARO, SUMUTPOS.CO – Tim Supervisi Desa Percontohan dan Desa Pelaksana Binaan PKK Provinsi Sumatera Utara, mengunjungi Kabupaten Karo, Senin (1/4). Kunjungan bertujuan untuk memberikan pembinaan dan masukan kepada TP PKK Kabupaten maupun Kecamatan, agar desa yang menjadi percontohan dan binaan dapat memahami dan mampu melaksanakan maksud dari 10 Program Pokok PKK.

Kunjungan diterima Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karo.

Ketua TP PKK Kabupaten Karo Ny. Sariati Terkelin Brahmana, dalam laporannya menyampaikan, TP-PKK Karo pada tahun 2019 telah membina 10 program pokok di 9 desa dan 1 kecamatan percontohan dalam 10 kategori.

“Ke 10 program ini meliputi Desa Barung Kersap Kec. Munte sebagai Desa Pelaksanaan Tertib Administrasi PKK, Desa Suka-Tiga Panah sebagai Pelaksana Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR), Desa Kacaribu-Kabanjahe sebagai Desa Pelaksana UP2K, Desa Gongsol-Merdeka sebagai Desa Pelaksana Hatinya PKK, Desa Ujung Payung-Payung sebagai desa Pelaksana KB-Kesehat, Desa Kemkem -Tigabinanga sebagai Desa Pelaksana Posyandu, Desa Persadanta-Barusjahe sebagai Desa Pelaksana Lingkungan Bersih Sehat (LBS), Desa Pancurbatu-Merek sebagai Desa PHBS, Kabanjahe sebagai Kecamatan Pelaksana Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA)Test dan Desa Lau Solu-Mardinding sebagai Desa Pelaksana PTP2WKSS,” katanya.

Wakil Sekretaris III TP-PKK Sumut, Ny. Mutiara Sari Harahap mengatakan, Tim PKK Sumut setiap tahun menjalankan supervisi ke 33 Kabupaten/Kota se-Sumut. (deo)

Warga vs PT Sri Timur Saling Klaim Lahan 89 HA, Anggota DPRD Langkat Minta Bukti Kepemilikan

no picture
no picture

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Langkat Komisi A Samsul Bahri bertekad akan menyelesaikan persoalan sengketa tanah, antara warga masyarakat yang berdomisili di Desa Sei Tualang Kecamatan Berandan Barat WIlayah III Teluk Aru Langkat dengan PT Sri Timur, seluas kurang lebih 89 hektar. Warga menuding pihak perkebunan telah merampas tanah mereka.

“Persoalan sengketa 89 hektar tanah yang hingga kini dikuasai PT Sri Timur tersebut, sebenarnya sudah terjadi cukup lama. Persisnya sejak tahun 1980 hingga tahun saat ini. Tanah warga yang dikuasai pihak Perkebunan Kelapa Sawit PT Sri Timur, berdasarkan pengakuan warga, berkisar 89 hektar. Sementara areal perkebunan seharusnya hanya 500 hektar,” ucap Samsul, kepada Sumut Pos, Rabu(3/4).

Menurut anggota DPRD Langkat dari Partai Nasdem ini, sebenarnya kasus sengketa tanah di Kecamatan Berandan Barat ini bukanlah barang baru. Warga masyarakat juga telah berulang-ulang menyampaikan keluhannya ke DPRD Langkat. Tetapi hasilnya hanya sampai pada tahap cakap-cakap tanpa tindak lanjut. Tanah milik warga tetap saja dikuasai perkebunan.

“Karena itu setelah saya dilantik menjadi anggota DPRD Langkat melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu ( PAW), saya berikrar akan berjuang sekuat tenaga untuk menuntaskan kasus sengketa tanah itu,” katanya.

Samsul mengakui, penyelesaian kasus sengketa tanah itu memang tidak semudah membalik telapak tangan. Untuk itu, pihaknya meminta sejumlah dokumen kepemilikan tanah yang sah berkekuatan hukum, baik dari masyarakat maupun dari pihak perkebunan. “Dari PT Sri Timur kita minta surat Hak Guna Usaha (HGU)-nya,” kata dia.

Sebelumnya, DPRD Langkat Komisi A yang membidangi sengketa tanah, telah menyelenggarakan Rapat Dengar Pendapat ( RDP ) pada Desember 2018 lalu, membahas kasus sengketa tanah tersebut. DPRD mengundang Asisten Bupati Langkat, Abdul Karim, Kades Sei Tualang, Nasrun, perwakilan warga Sei Tualang, perwakilan Sri Timur, termasuk Badan Pertahanan Nasional (BPN) Langkat.

“Setelah kita liat HGU PT Sri Timur yang masa berlakunya sampai tahun 2020, ternyata ada kelebihan lahan yang dikuasai PT Sri Timur. Dalam HGU tertulis hanya seluas 500 hektar. Ternyata di luar HGU, masih ada lahan yang mereka garap seluas 89 hektar lagi,” jelasnya.

Saat ditanya dalam RDP tersebut, pihak perkebunan mengatakan, akan memasukkan 89 hektar tersebut saat mengurus perpanjangan HGU dalam waktu dekat. “Jelas artinya, bahwa 89 hektar lahan yang dikuasai perkebunan adalah milik rakyat,” tegas Samsul saat RDP saat lalu.

Karena perkebunan dianggap telah merampas lahan rakyat, Samsul Bahri dalam RDP tersebut, meminta pihak perkebunan untuk mengembalikan 89 hektar dimaksud kepada masyarakat. Tapi dengan syarat, warga Sei Tualang dapat memberikan dokumen sah lahan kepemilikan lahan tersebut.

“Itulah yang sudah saya kerjakan untuk menjawab aspirasi rakyat. Karena yang milih saya ‘kan rakyat. Dan digaji juga dari uang rakyat. Mengenai sengketa tanah ini, kita tunggu saja hasilnya,” katanya.

Sejumlah warga Sei Tualang diwakili ibu Hj. Raihani Syamsuddin dan rekannya, saat ditemui Sumut Pos di kediamannya Sei Tualang, Rabu (3/4), membenarkan adanya upaya penyelesaian yang dilakukan anggota DPRD Langkat Komisi A Sammsul Bahri. “Kami punya bukti mengenai lahan kami yang dikuasai perkebunan tersebut. Semoga nanti perjuangan kami berhasil dan hak kami dikembalikan,”cetusnya. (mag-9)

NasDem Optimistis Raih Suara Melebihi Hasil Survei

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, saat Kampanye Akbar NasDem di Sulsel.
Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, saat Kampanye Akbar NasDem di Sulsel.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Partai NasDem optimistis akan memperoleh suara lebih tinggi dari hasil survei yang dirilis oleh beberapa lembaga survei. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya menanggapi survei Indikator yang mencatat elektabilitas NasDem sebesar 5,7 Persen.

“NasDem optimistis dengan hasil ini karena 5 tahun lalu jelang Pemilu 2014 lembaga survei Indikator merilis hasil elektabilitas NasDem di angka 2,7 persen dan dapat hasil akhir 6,7 persen,” tutur Willy di Medan, Rabu (3/4) kemarin.
Dikatakan oleh Willy, kekuatan NasDem terletak pada ketokohan para caleg yang maju melalaui NasDem. Bukan terletak pada identitas partai atau tingkat keterkenalan masyarakat terhadap nama, logo, dan namar urut partai.
“karena kekuatan NasDem itu seperti fenomena Gunung Es, dengan basis party id sudah 5,7 persen ditambah dengan kekuatan figuritas caleg, NasDem bisa memperoleh suara lebih tinggi,” tutur Willy.
Willy menuturkan, NasDem tidak mendapatkan cocktail effect yang besar dari dukungan partai kepada Jokowi. Itulah alasannya mengapa NasDem menggunakan seluruh kekuatan pada figuritas caleg untuk meraup suara.
“Kami sadar itu karena partai baru yang tidak bersandar pada efek ekor jas capres,” tuturnya.
Kendati demikian, NasDem mengapresiasi hasil survei elektabilitas yang dirilis oleh Indikator. Menurutnya hasil survei tersebut meripakan sebuah rapor bayangan jelang Pemilu yang akan dilaksanakan 14 hari mendatang.
“Tentu kami bersyukur dan optimis akan memberikan lompatan besar bila baseline partai sudah diangka 5,7 persen,” paparnya.
Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh melambaikan tangan saat Kampanye Akbar NasDem di Sulsel.

Hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan adanya tren kenaikan elektablitas Partai NasDem. Pada Oktober 2018, elektabilitas Partai NasDem hanya 3,2 persen, kemudian naik menjadi 4,2 persen pada Desember 2018 dan kini menjadi 5,7 persen.

Dengan perolehan ini, menjadikan NasDem sebagai partai ketujuh yang diprediksi lolos parliamentary threshold atau ambang batas parlemen. Di bawah NasDem, ada PPP dengan elektabilitas 4,9 persen.
Sementara itu, elektabilitas tertinggi masih dipegang PDI Perjuangan dengan 24,2 persen. Disusul Gerindra 11,7 persen, Golkar 11,5 persen, PKB 8,8 persen, Demokrat 8,7 persen dan PKS 6 persen.
Sebanyak delapan partai lainnya diprediksi tak lolos parliamentary threshold. Partai tersebut adalah Perindo yang hanya 2,6 persen, PAN 2,2 persen, Hanura 1,3 persen, PSI 1,3 persen, Berkarya 0,8 persen, PBB 0,6 persen, Garuda dan PKPI masing-masing 0,2 persen.
Perolehan elektabilitas partai-partai tersebut dinilai tak akan bergerak jauh hingga hari pencoblosan pada 17 April 2019. Sebab, pemilih yang belum menentukan pilihan tinggal 9,2 persen.
“Dalam dua minggu ke depan akan sedikit perubahan,” kata Direktur Eksekutif Indikator, Burhanuddin Muhtadi saat merilis hasil survei di Kantor Indikator Politik Indonesia, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat. (gus)

Bentuk Tim Telusuri Penyebab Longsor, Gubsu Tinjau Longsor di Tanah Jawa

Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu/Imam Syahputra LONGSOR: Gubsu, Edy Rahmayadi, meninjau lokasi longsor jalan provinsi di Nagori Marubun Jaya, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Selasa (2/4/).
Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu/Imam Syahputra
LONGSOR: Gubsu, Edy Rahmayadi, meninjau lokasi longsor jalan provinsi di Nagori Marubun Jaya, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Selasa (2/4/).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pada kesempatan itu, Gubernur Edy Rahmayadi mengatakan perlunya dibentuk tim untuk mengatasi masalah tersebut. “Kita akan segera membuat tim yang akan menelusuri (sungai), sampai dapat kenapa banjir. Karena banjir ini baru mulai terjadi 2012. Sebelumnya tidak pernah banjir. Sehingga kita bisa cari solusinya. Besok tim sudah bekerja,” ujar Edy.

Dikatakan Edy, tim koordinasi akan dibentuk diketuai oleh Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Abdul Haris Lubis, dengan anggota pihak terkait. “Nanti ada dari orang perkebunan (PTPN IV), perairan, dari kehutanan. Barangkali ada hutan yang ditebang. Kita harus tahu,” katanya.

Mengenai perbaikan jalan, Edy mengatakan harus menunggu tim yang mencari tahu akar masalah banjir tersebut. “Kalau sebelum tahu sudah diperbaiki, percuma. Begitu hujan, jebol lagi. Kasihan rakyat,” katanya.

Selain meninjau jalan yang terputus, Edy juga meninjau ke lokasi bendungan yang sudah jebol, yang berjarak sekitar 500 meter dari jalan umum yang putus. Hal tersebut dilakukannya guna mencari tahu dari mana air yang datang ke arah jalan umum.

Setelah itu, Edy membuka peta skala 50.000 Pematangsiantar dan sekitarnya. Hal tersebut dilakukan guna mencari tahu dimana letak penyempitan sungai atau air yang menyebabkan terjadinya amblasnya jalan.

Ke depan, Edy berpesan kepada pihak terkait agar jangan lagi membuat pekerjaan yang sifatnya hanya sementara saja. “Kalau kalian mengerjakan pekerjaan yang sementara saja, uang habis. Begitu terus,” pesannya.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut Abdul Haris Lubis, Kepala Dinas Pendidikan Sumut Arsyad Lubis, Danramil 10/Balimbingan Kodim 0207 Leo Sianturi, Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan dan Camat Tanah Jawa Parola Sidauruk. (rel/prn)

KPU Tebingtinggi, 1.416 Lembar Surat Suara DPD Rusak

no picture
no picture

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Ribuan kertas surat suara untuk DPD (Dewan Perwakilan Daerah) untuk pemilihan di Tebingtinggi, ditemukan dalam kondisi rusak. Sedangkan kertas surat suara untuk pilihan Presiden dan Wakil Presiden, ada puluhan lembar yang rusak.

“Dari 239.369 surat suara yang diterima KPU Tebingtinggi untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden dan DPD, setelah disortir dan dilipat, ditemukan total 1.844 lembar surat suara yang rusak,” kata anggota Komisioner KPU Kota Tebingtinggi Devisi Bidang Penpem dan Penmas, Emil Sofyan, di Media Center KPU Kota Tebingtinggi, Rabu (3/4) sore.

Dari 300 kotak yang diterima KPU Tebingtinggi berisikan 119.227 surat suara untuk Pilpres, sebanyak 119.162 lembar dalam kondisi baik. Sedangkan yang rusak 65 lembar. Kekurangan sebanyak 604 surat suara.

“Untuk surat suara DPD diterima 120.142 lembar. Kondisi baik 118.726 lembar, rusak 1.416 lembar dan kekurangan 1.240 lembar surat suara,” katanya.

Penyampaian surat suara ini dituangkan dalam Berita Acara KPU No.74/PP.01./1276/KPU-Ket/IV/2019 tentang hasil sortir dan pelipatan suara Pilpres dan DPD, ditandatangani komisioner KPU Mukhlis Muktar, Emil Sofyan, dan Rudi Herwin. (ian)