24 C
Medan
Saturday, January 3, 2026
Home Blog Page 5356

Aldino Tinggal Selangkah, Incar Pemain PraPON

PSMS
PSMS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Selain membidik sejumlah pemain profesional, PSMS Medan juga mencari beberapa pemain muda berbakat dari Sumatera Utara. Seorang pemain yang diminati adalah gelandang Tim PraPON Sumatera Utara, Dedi Rahmad Zebua.

Dedi Rahmad Zebua merupakan pemain asal Nias Utara. Dia merupakan seorang dari 20 pemain yang sedang dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Sumatera di Bengkulu, November 2019 mendatang.

“Ya, selain beberapa pemain profesional, kami juga tertarik dengan Dedi Zebua. Pelatih sudah memberikan namanya kepada manajemen. Tinggal bagaimana melakukan negoisasi. Apakah Suharto (Pelatih PraPON Sumut) setuju dia digodok di PSMS,” ungkap Sekum PSMS Medan Julius Raja, kepada Sumut Pos, Rabu (3/4) malam.

Pria yang karib disapa King ini, menambahkan, sejauh ini baru 3 pelatih dan 6 pemain yang sudah resmi berseragam Ayam Kinantan, julukan PSMS. Selanjutnya, mereka membidik pemain lainnya, seperti Aldino Herdianto, Dede Gusmawan, Dani Pratama, Tri Handoko, dan lainnya.

King mengakui, negoisasi dengan Aldino Herdianto sudah dilakukan kemarin. Namun, belum tercapai kata sepakat. Soal harga, masih terjadi perbedaan meski sedikit. “Tawaran kami dengan kemauan dia (Aldino) masih berbeda sedikit,” bebernya.

Selain itu, Aldino masih ragu dengan isu dualisme di PSMS Medan. King menegaskan, PSMS Medan yang resmi adalah di bawah naungan PT Kinantan. “Kami sudah jelaskan, tidak ada dualisme di PSMS. Yang diakui PSSI adalah kami. Jadi pemain tidak perlu ragu. Mudah-mudahan kesepakatan dengan Aldino cepat tercapai,” harapnya.

Sementara Pelatih PSMS Medan, Abdul Rahman Gurning juga mengaku tertarik, dengan Dedi Rahmad Zebua. Dia mengatakan, sudah mengajukan nama Dedi Rahmad Zebua ke manajemen. “Sebenarnya ada 4 pemain PON yang kami minati. Selain Zebua itu, sudah duluan M Rohid, Nathanail, dan Yudha Risky, ikut seleksi bersama PSMS,” paparnya.

Meski begitu, Gurning tidak bisa memaksa jika Zebua memilih ikut PraPON daripada PSMS Medan. Apalagi dia belum mengetahui apakah pemain yang sudah memperkuat tim profesional dibolehkan tampil di PON. “Semua tergantung pemain PON itu,” katanya.

Selain Zebua, Gurning mengaku, sudah memberikan nama-nama pemain bidikan kepada manajemen. Di antara nama itu, terdapat Aldino, Dede Gusmawan, Dani Pratama, dan Tri Handoko. “Semua pemain itu sedang dalam tahap negoisasi. Mudah-mudahan cepat setuju, sehingga persiapan bisa maksimal,” harapnya.

Sementara itu, Aldino terlihat sudah di Kebun Bunga, Selasa (2/4). Ditemani istri dan anaknya, mantan pemain Mitra Kukar itu bertemu dengan beberapa pemain yang sudah resmi berkostum PSMS Medan, seperti Legimin, Syaiful Ramadhan, dan lainnya. (dek/saz)

Libatkan 35 Pelaku UMKM, Jogja Mandiri Expo 2019 Digelar di Kota Medan

Pelaku UMKM sedang melayani pengunjung yang di stand pada acara Jogja Mandiri Expo 2019 di Medan.
Pelaku UMKM sedang melayani pengunjung yang di stand pada acara Jogja Mandiri Expo 2019 di Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Jogjakarta menggelar Jogja Mandiri Expo 2019 di Atrium Manhattan Times Square, Jalan Gatot Subroto, Medan. Pameran yang berlangsung selama 5 hari (3 hingga 7 April) ini melibatkan 35 UMKM dari berbagai jenis produk.

Kepala Bidang (Kabid) Usaha Mikro Dinas Koperasi, UKM, Nakertrans Kota Jogjakarta, Rihari Wulandari mengatakan pameran ini bertajuk ‘Jogja Penuh Pesona’ sebagai sarana Pemko Jogjakarta mengambil andil untuk meningkatkan kualitas produksi UMKM Binaan.

“Kegiatan ini merupakan program Pemerintah Kota Jogjakarta. Di Medan, kegiatan ini dilaksanakan selama 5 hari, dengan melibatkan 35 UMKM. Harapan kita dapat menembus pasar tingkat nasional,” ujarnya.

Dijelaskannya, selain menghadirkan para pelaku UMKM dari Kota Jogjakarta, pihaknya juga menyediakan 5 stand untuk pelaku UMKM Kota Medan. Karena hal ini sesuai dengan tujuan dilaksanakannya kegiatan Jogja Mandiri Expo tidak hanya promosi saja, tetapi akan ada kerja sama di antara pelaku-pelaku UMKM Kota Jogjakarta dan Kota Medan.

“Alasan kita pilih Medan karena kita sudah survey, Kota Medan memang layak menjadi ajang tempat kami berpromosi, dan kita bisa menjalin kerja sama lebih baik lagi,” ungkapnya.

Untuk tahun ini, event ini diselenggarakan di dua kota, yaitu Medan dana Banjarmasin.

“Untuk Banjarmasin kita laksanakan bulan September. Hal ini dikarenakan keterbatasan waktu, jadi hanya dua kota yang kita laksanakan kegiatan ini,” ungkapnya.

Dalam pameran tersebut, Pemko Jogjakarta menghadirkan berbagai produk, seperti kuliner, fashion, dan handy craft (kerajinan tangan). Rihari menyebutkan mendapatkan atusias dari masyarakat Kota Medan membeli produk mereka.

Ia mengungkapkan pada puncak acara nantinya akan dihadiri langsung oleh Wali Kota Jokjakarta, Hariyadi Suyuti. Kemudian akan disambut selaku tuan rumah oleh Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin.

“Nantinya di acara penutupan juga akan ada fashion show. Kemungkinan nanti Ibu Wali Kota Medan, Rita Maharani, bakal ikut fashion show,” tambahnya. (gus/ram)

Printing untuk Semua Jenis Kain, Epson Perkenalkan Monna Lissa Evo Tre

ist/SUMUT POS LUNCUR: Country Manager Epson Indonesia,Shimizu Tomoya dan Manajer Regional Senior, Printer Komersial dan industri Epson Singapura, James Lim bersama rekan saat peluncuran Printing Mona Lissa Evo Tre.
ist/SUMUT POS
LUNCUR: Country Manager Epson Indonesia,Shimizu Tomoya dan Manajer Regional Senior, Printer Komersial dan industri Epson Singapura, James Lim bersama rekan saat peluncuran Printing Mona Lissa Evo Tre.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Epson Indonesia mengenalkan produk printer tekstil digital printing paling serbaguna di industrinya ke pasar Indonesia. Monna Lissa Evo Tre yang dikenalkan ini mampu meningkatkan produktivitas, presisi dan keandalan dengan cetakan berkualitas tinggi. Bisa untuk semua jenis kain dengan kualitas dan pengulangan tertinggi.

Country Manager Epson Indonesia,Shimizu Tomoya mengatakan pengenalan produk ini karena market industri ini cukup potensial unuk digarap.

“Market Indonesia di masa mendatang akan potensial dalam industri tekstil,” ujarnya.

Produk yang dijual dengan kisaran harga Rp4 M ini hadir dengan tinta Genesta berbasis air 8 warna yang dioptimalkan untuk model ini, dikembangkan Epson bekerjasama dengan For.Tex.

Tinta ramah lingkungan ditawarkan dalam formulasi dalam formulasi tinta asam, reaktif, dispersi dan pigmen, memenuhi standar kualitas tertinggi untuk keandalan dan kecepatan cetak pada semua jenja kain. Printer ini dilengkapi sistem manajemen tinta vacummed degassed untuk efisiensi maksimum untuk memastikan bahwa tak ada tinta terbuang.

James Lim, Manajer Regional Senior, Printer Komersial dan industri Epson Singapura menambahkan, kekuatan utama produk ini adalah kemampuannya mencetak pada semua jenis kain dengan kualitas terbaik. “Produk ini bisa merevolusi industri percetakan. Memberikan alternatif yang layak untuk sablon tradisional dengan mengurangi waktu produksi dan proses ramah lingkungan,” ujarnya.

Selain waktu, produk ini juga mampu memangkas biaya produksi secara drastis. Keunggulan lainnya adalah pemrosesan kain dan sistem efisien untuk memastikan kecepatan dan kualitas pencetakan yang presisi, memiliki kompatibilitas perangkat lunak yang luas dan bisa terhubung dengan semua CAD tekstil.(rel/ram)

Wujudkan Kesejahteraan Karyawan, PTPN IV Bangun 540 Rumah Dinas

ISTIMEWA BERSAMA: Dirut PTPN IV berfoto bersama tamu undangan peletakkan batu pertama pembangunan rumah dinas karyawan PTPN IV yang masih nonpermanen dan semipermanen di kebun yang terletak di Kabupaten Serdangbedagai.
ISTIMEWA
BERSAMA: Dirut PTPN IV berfoto bersama tamu undangan peletakkan batu pertama pembangunan rumah dinas karyawan PTPN IV yang masih nonpermanen dan semipermanen di kebun yang terletak di Kabupaten Serdangbedagai.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Program kerja PTPN IV tahun ini di antaranya pembangunan rumah dinas karyawan untuk menggantikan rumah dinas yang nonpermanen dan semi permanen di kebun/ pabrik.

Pembangunan ini akan dilakukan secara serentak di seluruh kebun/ pabrik di lingkungan PTPN IV dan direncanakan akan dibangun sekitar 540 rumah dinas karyawan pada tahun 2019.

“Program ini kita harapkan dapat terus berkesinambungan,” ujar Direktur Utama PTPN IV Siwi Peni seusai melakukan groundbreaking di Afdeling II Kebun Adolina Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara, Jumat (29/3) siang.

Hadir dalam acara Bupati Serdangbedagai H. Soekirman, Ketua PWI Sumatera Utara H. Hermansyah, Kajari Serdangbedagai Jabal Nur, Komandan Kodim 0204 Deli Serdang Letkol Kav. Syamsul Arifin, dan Wakapolres Serdangbedagai Kompol Henri Riston Sibarani, dan Camat Perbaungan GJW Gunawan Hasibuan, dan undangan lainnya.

Sedangkan dari PTPN IV hadir selain Siwi Peni, juga Direktur Komersil Umar Affandi, Direktur Operasional Rediman Silalahi, Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum Rizal H. Damanik, Ketua Umum SP-Bun PTPN IV Wispramono Budiman, Kepala Bagian/ Project Manajer/ General Manajer Distrik/ Pengurus IKBI PTPN IV Kebun Adolina/ Karyawan Pimpinan Kandir, Distrik, Kebun Adolina dan Calon Karyawan Pimpinan/ Karyawan-Karyawati Kebun Adolina.

Lebih jauh Siwi Peni mengatakan, bahwa pembangunan ini memang sudah direncanakan sejak Direksi menjabat.

Program tahun pertama yaitu tahun 2018 adalah perbaikan infrastruktur, tanaman, PKS dan sarana prasarana yang menunjang produksi.

Pembangunan sektor produksi diutamakan, lanjutnya, karena keuangan perusahaan didukung oleh produksi dan produktivitas yang baik. Program tahun kedua (2019) selain melanjutkan program tahun lalu juga pembangunan rumah karyawan. Saat ini masih ada sekitar 20% rumah karyawan yang masih non permanen dan semi permanen.

“Kita harus memberikan rumah yang layak kepada karyawan PTPN IV. Sebab, karyawanlah yang memberikan konstribusi kinerja pada perusahaan dan ini juga sesuai arahan dari Menteri BUMN Rini M Soemarno kepada direksi, bahwa sebagian dana perusahaan digunakan untuk membangun rumah yang layak huni kepada karyawan,” ujarnya.

Tujuan ini juga, menurutnya, agar karyawan nyaman bekerja sehingga dapat berkontribusi maksimal kepada perusahaan. Di sisi lain, dengan kinerja perusahaan yang baik maka juga akan lebih berperan kepada masyarakat.

“Kepada seluruh karyawan, mari kita awasi dan monitor bersama-sama pembangunan rumah yang akan dilakukan oleh vendor ini, agar kualitas rumah seperti yang kita harapkan atau sesuai biaya dan kualitasnya. Ini rumah kita semua, rumah perusahaan yang nantinya akan diwariskan pada generasi penerus. Tugas kita semua untuk saling mengawasi,” ajak Siwi Peni.

Sementara itu, Bupati Serdang Bedagai H. Soekirman mengapresiasi pembangunan rumah karyawan yang dilakukan PTPN IV. Alasan dia, perkebunan khususnya PTPN IV Kebun Adolina karena menjadi etalase perkebunan di Serdang Bedagai.

Pada kesempatan tersebut Soekirman juga menceritakan tentang perkembangan kebun-kebun di Kabupaten Serdang Bedagai dan dilanjutkan dengan pemberian dua buku karangan beliau. (ila/ram)

Sorot Infrastruktur Tanjunggusta, Peduli Lapangan Kerja Kaum Marjinal

Foto: Istimewa CALEG PDIP: Caleg DPRD Deliserdang nomor urut 4 dari PDI Perjuangan, Antony Napitupulu.
Foto: Istimewa
CALEG PDIP: Caleg DPRD Deliserdang nomor urut 4 dari PDI Perjuangan, Antony Napitupulu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Buruknya infrastruktur di Desa Tanjunggusta, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, mendapat perhatian serius dari Antony Napitupulu, Calon Legislatif (Caleg) DPRD Deliserdang.

Menurut caleg dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan nomor urut 4 ini, pembenahan infrastruktur seperti jalan dan drainase, perlu segera dilakukan di Desa Tanjunggusta khususnya, dan Kecamatan Sunggal pada umumnya.

“Coba lihat jalan-jalan di sini sangat jelek dan hampir tidak pernah mendapat perhatian Pemerintah Deliserdang. Belum lagi kondisi drainase yang dangkal, bahkan tidak ada. Menyebabkan ketiadaan saluran pembuangan air, yang pada akhirnya membuat jalan menjadi rusak,” katanya kepada wartawan, Rabu (3/4).

Caleg dari Daerah Pemilihan (Dapil) 4 yakni Kecamatan Sunggal, Kutalimbaru dan Pancur Batu ini mengungkapkan, selain pemkab setempat, keterwakilan legislatif dari dapil tersebut belum begitu nyata dirasakan masyarakat. “Saya akan berjuang bagaimana supaya keberadaan seorang legislatif benar-benar nyata telah berbuat dan bekerja untuk kepentingan rakyat,” ujarnya.

Bahwa legislatif itu, sambungnya, adalah perwakilan masyarakat serta harus berfungsi sebagai tempat masyarakat untuk mengadu, berdiskusi dan melakukan berbagai terobosan, dalam upaya mensejahterakan rakyat. “Oleh karena itu bila saya dipercaya dan dipilih oleh rakyat, saya akan membuat rumah aspirasi rakyat sebagai tempat untuk menampung aspirasi rakyat,” kata pria kelahiran Ambarita, 23 September 1970 ini.

“Namun perlu dipahami, kalau legislatif bukan eksekutor. Melainkan penyambung lidah rakyat. Saya akan berjuang membangun daerah saya, minimal tempat tinggal sekitar saya dengan melobi anggaran supaya masuk APBD Deliserdang,” imbuh dia.

 

Peduli Lapangan Kerja Kaum Marjinal

Tak hanya masalah infrastruktur, Antony mengaku juga akan berjuang untuk aspek pemberdayaan masyarakat. Salah satunya mengupayakan ketersediaan lapangan kerja dan peningkatan soft skill terutama bagi kaum marjinal, seperti pemulung.

“Total pemulung lebih dari 1.000 orang yang bekerja secara serabutan karena tidak memiliki keahlian. Profesi mereka akan kita kelola dengan lebih profesional dan memiliki nilai ekonomis, supaya benar-benar dapat menyejahterakan mereka,” katanya.

Begitupun soal bidang tenaga kerja, Antony sudah memetakan sebenarnya di Kecamatan Sunggal dan Pancur Batu, banyak pabrik yang beroperasi. Namun sayang, serapan sumber daya manusia (SDM) yang bekerja bukan dari masyarakat sekitar. Padahal idealnya, dia bilang, kesempatan dan peluang tersebut dapat dimanfaatkan penduduk setempat untuk memiliki pekerjaan.

“Ke depan jika saya diberi kesempatan oleh Tuhan sebagai anggota dewan, saya akan mendorong tenaga kerja atau SDM setempat menjadi pekerja di pabrik-pabrik tersebut. Selain itu tentunya, sedari awal perlu kita tingkatkan keahlian mereka supaya punya daya saing untuk mendapat tempat di pasar kerja. Minimal dengan keahlian yang sudah ada itu nantinya, mereka punya visi menjadi seorang wirausaha,” ungkap Antony sembari mengajak masyarakat di dapilnya untuk datang ke TPS, serta jangan lupa memilih caleg yang peduli kesejahteraan masyarakat. (prn)

Kampas Rem dari Kulit Kemiri, Dua Mahasiswa USU Raih Medali Emas

Wiwin dan Wahid raih 3 medali emas dan 1 piala award dari Pemerintah Rusia di ajang 22nd Moscow International Salon of Inventions and Innovative Technologies (ARCHIMEDES) di Moscow, Rusia pada 26-29 Maret 2019.
Wiwin dan Wahid raih 3 medali emas dan 1 piala award dari Pemerintah Rusia di ajang 22nd Moscow International Salon of Inventions and Innovative Technologies (ARCHIMEDES) di Moscow, Rusia pada 26-29 Maret 2019.

SUMUTPOS.CO – Dua mahasiswa dari Universitas Sumatera Utara ( USU), Winelda Mahfud Zaidan Haris (22) dan Wahid Nurhidayat (22) meraih tiga medali emas dalam ajang”22nd Moscow International Salon of Inventions and Innovative Technologies (Archimedes)” di Moscow, Rusia pada 26-29 Maret 2019.

Ajang ini bertujuan untuk menemukan inovasi baru dalam dunia industri yang potensial untuk dipatenkan dan dikembangkan secara komersial.

Dalam kompetisi ini, mereka membuat inovasi teknologi dari produk kampas rem organik yang terbuat dari kulit kemiri yang tidak terpakai. “Pada awalnya saya, Wahid, dan beberapa teman kami lainnya membuat startup Scandlenut yang bergerak di bidang teknologi maju dan menghasilkan salah satu produknya, yakni kampas rem organik,” ujar Winelda yang akrab disapa Wiwin, seperti dikutip dari kompas.com, Selasa (2/4/2019).

Wiwin mengatakan bahwa dalam startup ini, ia sebagai chief executive officer (CEO) dan founder, sementara Wahid sebagai chief technical officer (CTO). “Kami berharap dengan hadirnya kampas rem organik ini dapat mengurangi dampak dan pemakaian asbestos yang sama-sama kita tahu sangat berbahaya untuk kesehatan,” ujar Wiwin.

Asbestos merupakan serat atau fiber yang tahan api dan telah banyak digunakan di berbagai industri properti. Namun, asbestos ini bisa menyebabkan penyakit, termasuk kanker. Menurut Wiwin, di ajang inovasi teknologi ini, ia merasa lebih susah bersaing karena peserta yang berpartisipasi di tahun ini lebih banyak daripada jumlah peserta pada 2018.

“Tentunya kami merasakan susah dalam bersaing, karena memang dari negara lain jumlah dana riset yang digelontorkan sangat banyak. Tapi hal itu tidak menyurutkan optimisme kami untuk bisa menang,” ujar Wiwin, yang berkuliah di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) USU.

Ia juga mengungkapkan sebelum tampil di Rusia, mereka melakukan banyak persiapan, seperti proses pencetakan, produksi quality control, persiapan alat-alat, dan bahan untuk presentasi. Kompetisi 22nd Moscow International Salon of Inventions and Innovative Technologies (Archimedes) menyatukan 300 organisasi, peserta dari 52 wilayah federasi Rusia, dan 22 negara bagian yang berbeda yang nantinya akan mempresentasikan 1.100 penemuan dan proyek inovatif.

Dalam ajang ini, tentunya Wiwin dan Wahid mengalami kesulitan yang dihadapi ketika mempresentasikan kampas rem organik. “Salah satu lawan paling susah dari Rusia yang menciptakan teknologi pengolahan limbah pabrik yang kondisinya sangat siap untuk diimplementasi,” ujar Wiwin.

“Lawan paling susah juga dari Thailand yang produknya memang sudah siap pakai,” kata dia.

Tak hanya itu, ajang inovasi teknologi ini juga memberlakukan sistem perlombaan menggunakan scoring berdasarkan presentasi yang dipaparkan. Menurut Wiwin, proses uji coba sudah dilakukan terlebih dahulu sebelum ditampilkan atau dipresentasikan dalam ajang tersebut.

Atas pemaparan ini, Wiwin dan Wahid menerima tiga medali emas dan satu piala spesial dari Pemerintah Rusia. “Tiga medali emas itu dari Pemerintah Thailand, Pemerintah Arab Saudi, dan Pemerintah Rusia,” kata Wiwin.

Selain itu, Wiwin juga mengungkapkan bahwa dirinya dan Wahid mengikuti ajang inovasi teknologi ini atas anjuran pihak rektorat. “Pihak rektorat sangat mendukung kami baik dari segi finansial secara keseluruhan dan juga moral,” ujar Wiwin.

Sebelumnya, Wiwin dan Wahid pernah mewakili Indonesia dalam festival inovasi “Silicon Valley International Invention Festival (SVIIF)” yang diselenggarakan di Santa Clara Convention Center, San Fransisco, California, AS pada 2-4 Juli 2018. Kemudian, mereka juga menjadi urutan kedua dalam ajang inovasi “Swiss Innovation 2018” yang dihelat di Padma Resot Legian, Kuta, Bali pada 9-10 Agustus 2018. (retia/kps)

3 Hal Mistis Dialami Susy Susanti & Rekannya di Malaysia

Foto: BADMINTON INDONESIA Kabid Binpres PP PBSI Susy Susanti berbicara dalam konferensi pers jelang Indonesia Open 2018 di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (2/7/2018).
Foto: BADMINTON INDONESIA
Kabid Binpres PP PBSI Susy Susanti berbicara dalam konferensi pers jelang Indonesia Open 2018 di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (2/7/2018).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kejadian berbau mistis rupanya juga bisa terjadi dalam dunia olahraga. Hal itu dialami langsung oleh legenda bulu tangkis tunggal putri Indonesia yang kini menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti.

Pada beberapa waktu lalu, Susy bercerita bahwa ia mengalami sejumlah kejadian aneh kala bertandang ke negeri jiran tersebut. Bahkan, insidennya tergolong fatal dan membahayakan.

“Saya cuma bilang ke anak-anak, banyak doa saja. Kami semua kan punya iman,” kata Susy saat menceritakan pengalaman mistisnya di Malaysia, seperti dikutip dari kompas.com.

“Bagi atlet yang muslim, mungkin bisa membawa kitab Alquran atau tasbih. Kalau yang bergama Kristen bisa bawa rosario, dan kuat dalam berdoa,” ucap dia.

Secara kebetulan, pada pekan ini, sedang berlangsung turnamen bulu tangkis Malaysia Open 2019 di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia. Beberapa pebulu tangkis Indonesia turut berpartisipasi dalam ajang tersebut. Berikut ini tiga hal mistis yang terjadi di Malaysia berdasarkan cerita Susy Susanti:

  1. Tertahan di lift

Susy Susanti pernah mengalami insiden mendebarkan di Malaysia, yakni tertahan di sebuah lift selama sekitar 45 menit. Kala itu, Susy sedang mengikuti ajang Piala Thomas dan Uber 1988 di Kuala Lumpur.

Satu hal yang dinilai janggal oleh Susy tentang kejadian tersebut adalah angka-angka yang saling berkaitan. Saat itu, jumlah orang yang terjebak di dalam lift mencapai 13 orang, termasuk Susy. Saat mereka terjebak, lift pun sedang berada di lantai 13 dan insiden itu terjadi pada tanggal 13.

  1. Kaca kantor terjatuh ke kolam renang

Kejadian aneh tak berhenti sampai di situ. Setelah terjebak di lift bersama 12 orang lain di lantai 13 pada tanggal 13, Susy kembali mengalami hal membahayakan. Masih dalam turnamen yang sama, Susy dan para pebulu tangkis Indonesia sedang berenang. Kemudian, tiba-tiba ada kaca dari sebuah ruangan kantor yang besar menimpa mereka.

“Waktu itu kacanya besar, jatuh ke bawah dan akhirnya kena kami semua. Saya mengalami itu hanya di Malaysia,” kata Susy.

Foto: BADMINTON INDONESIA
Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Edi Subaktiar, saat mengalami cedera pada SEA Games Kuala Lumpur 2017.
  1. Ada telapak kaki besar usai cederanya dua pemain Indonesia

Pada ajang SEA Games 2017 di Malaysia, insiden cedera serius dialami dua pemain Indonesia, Edi Subaktiar (ganda campuran) dan Rosyita Eka Putri (ganda putri) yang membuat mereka tak bisa melanjutkan pertandingan. Saat itu, Edi yang berpasangan dengan Gloria Emanuelle Widjaja sedang menghadapi pasangan Malaysia, Chan Peng Soon/Cheah Yee See. Adapun Rosyita yang berduet dengan Ni Ketut Mahadewi Istarani sedang melawan Vivian Hoo/Woon Khe Wei, pasangan ganda putri Malaysia.

Bagi Susy, cedera kedua pemain itu tergolong aneh karena mereka cedera saat skor laga menunjukkan angka 5-7 (saat wakil Malaysia unggul). “Waktu itu sih di lapangan 1 tidak ada apa-apa. Tetapi saat saya melihat fotonya, entah benar atau bagaimana, saya melihat dua telapak kaki besar,” kata Susy.

Foto: BADMINTON INDONESIA
Pebulu tangkis ganda putri Indonesia, Rosyita Eka Putri.

Dari tiga kejadian tersebut, Susy tidak bermaksud membuat orang-orang takut. Menurut dia, semuanya kembali lagi ke setiap individu. Terbukti, selama mengikuti turnamen di Malaysia, Susy berhasil mengoleksi enam gelar juara. “Balik lagi saja ke kita. Di mana-mana mungkin ada juga (hal-hal mistis). Kalau kitanya kuat, tidak apa-apa. Kan masih ada Tuhan,” ujar dia. (kps)

SAMADE dan APKASINDO Pastikan Tak Ada Deklarasi Capres

Ketua Umum DPP SAMADE (Sawitku Masa Depanku) Tolen Ketaren.
Ketua Umum DPP SAMADE (Sawitku Masa Depanku) Tolen Ketaren.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sekitar dua ribuan petani sawit dari seluruh Indonesia memeriahkan Jambore Petani Sawit Nasional yang diadakna di Gedung MICC Jakan Gagak Hitam Nomor 1, Medan, Kamis (4/4/2019).

Ketua Umum DPP SAMADE (Sawitku Masa Depanku) Tolen Ketaren saat ditanya wartawan, Selasa (2/4/2019), menegaskan bahwa baik SAMADE maupun APKASINDO telah memastikan, tidak ada deklarasi dukung pasangam calon (paslon) capres-cawapres atau caleg tertentu dapam acara jambore tersebut.

“Ini murni jambore. Tidak ada unsurdeklarasi politis di dalamnya. Tidak ada deklarasi apapun di acara jambore ini,” ujar Tolen.

Kata dia, jambore ini sudah direncanakan jauh-jauh hari, tepatnya di semester pertama tahun 2018. Karena itu, ia sangat heran jika ada sejumlah pihak yang mencoba menghembuskan isu atau menggiring opini kalau jambore ini untuk dukung pasangan capres capres-cawapres tertentu, parpol atau atau caleg tertentu.

Pihaknya sangat selektif, bahkan mewantau dan mengawasi kemungkinan adanya bendera parpol, caleg, atau capres tertentu di dalam dan sekita pelaksanaan acara jambore.

Ia menegaskan bahwa jambore petani sawit tersebut untuk menyatukan para petani sawit di seluruh Indonesia sekaligus menyemangati mereka walau saat ini harha tandan biah segar (TBS) kembali fluktuatif.

“Kami, melalui acara jambore ini, ingin menegaskan bahwa kami bersatu memperjuangkan nasib kami selaku petani sawit. Dan jangan coba-coba menggiring kami para petani sawit ini ke dalam politik praktis,” tegas Tolen Ketaren. (rel/mea)

Turnamen Sepak Bola U-15 Piala Al Aqobah 2019, Belawan City Juara

fachril/sumut pos JUARA: Tim Belawan City memamerkan trofi juara.
fachril/sumut pos
JUARA: Tim Belawan City memamerkan trofi juara.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Belawan City berhasil menjuarai Turnamen Sepak Bola U-15 Piala Al Aqobah 2019, setelah mengalahkan Imelda FC dengan skor 5-3, yang berlangsung di Lapangan Gudang Arang, Belawan, Minggu (31/3) lalu. Selain itu, Belawan City juga menasbihkan M Rifal sebagai pemain terbaik pada turnamen tersebut.

Sejak awal pertandingan, tim asuhan Mahfud itu, sudah menujukkan permainan apiknya di tengah lapangan. Di babak pertama, Belawan City sudah unggul 2-1. Babak kedua, pertandingan semakin ketat, hingga menghasilkan skor akhir 5-3.

Dengan hasil ini, Belawan City pun dinobatkan sebagai juara Turnamen Sepak Bola U-15 Piala Al Aqobah 2019. Dan Imelda FC harus mengakui keunggulan lawannya, serta menjadi runer up turnamen tersebut.

Manajer Belawan City Mahfud, sangat bangga atas hasil yang diraih tim binaannya. Menurutnya, semua itu diperoleh berkat kerja keras dan semangat tim dalam mengikuti turnamen tersebut.

“Kami berjuang dengan rasa kebersamaan, kini kami bisa memperoleh hasilnya. Harapannya, ini menjadi motivasi dan semangat generasi sepak bola untuk Belawan di masa depan,” harap Mahfud. (fac/saz)

PSMS Tak Jelas, Dua Eks Mitra Kukar Batal Bergabung

PSMS
PSMS

TENGGARONG, SUMUTPOS.CO – Dedi Gusmawan dan Aldino Herdianto kemungkinan besar batal memperkuat PSMS Medan. Hal ini diketahui setelah klub berjuluk Ayam Kinantan itu, tak kunjung memberikan kejelasan. Untuk itu, keduanya sedang berupaya menemukan pelabuhan baru di musim 2019.

“Sepertinya ada masalah internal di manajemen, sehingga kami tidak diberi kepastian,” ungkap eks striker Mitra Kukar Aldino Herdianto.

Seperti diketahui, Dedi dan Aldino memilih mundur dari Mitra Kukar saat Naga Mekes sedang berjuang di Piala Presiden. Keputusan mereka cukup mengejutkan semua pihak. Tak terkecuali para petinggi klub. Apalagi keduanya sempat mengatakan ingin bertahan.

Keduanya mengatakan memilih mundur, karena ingin dekat dengan keluarga. PSMS Medan dikabarkan ingin merekrut kedua pemain tersebut. Sayang, kini Aldino dan Dedi harus kembali mencari pelabuhan baru, lantaran nasibnya di PSMS menggantung. Dedi baru-baru ini dikabarkan sedang menjadi incaran Persija Jakarta. Bahkan PSM Makassar turut memburu eks bek timnas tersebut. “Bermain di mana pun bagi saya sama saja. Yang penting niatnya kerja dan ibadah,” jelas Dedi.

Dikonfirmasi keinginan kembali ke Mitra Kukar, Dedi memilih irit bicara. Dia menyadari, untuk kembali ke Kota Raja tidaklah mudah. Sebab mereka sudah lebih dulu mundur dari tim. “Mungkin saya sudah tidak ada jodoh dengan Mitra. Saya coba cari rezeki di tempat lain,” pungkasnya. (don/riz/k18/jpnn/saz)