24 C
Medan
Saturday, January 3, 2026
Home Blog Page 5358

Tari & Senandung Asahan Tampil di PRSU

ist TAMPIL: Tarian daerah khas Asahan ditampilkan di ajang PRSU tahun 2019, Jumat (29/4).
ist
TAMPIL: Tarian daerah khas Asahan ditampilkan di ajang PRSU tahun 2019, Jumat (29/4).

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Tarian daerah khas Asahan ditampilkan di ajang Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) tahun 2019. Tarian itu dipersembahkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan, yang mendapat jadwal menampilkan seni budaya daerah di ajang tahunan yang berlokasi di Komplek Tapian Daya, Jalan Gatot Subroto, Medan, Jumat (29/3) lalu.

“Di ajang PRSU tersebut, Kabupaten Asahan mempersembahkan kesenian-kesenian khasnya. Seperti tarian, nyanyian, senandung Asahan, dan kesenian lainnya. Semua dibawakan secara apik oleh siswa dan siswi SMA dari berbagai sekolah di Kabupaten Asahan,” kata Wakil Bupati Asahan, H. Surya, B.Sc melalui Kadis Kominfo Kabupaten Asahan, Dayat, di ruang kerjanya, Senin (1/4).

Melalui PRSU 2019, Pemkab Asahan berniat memperkenalkan seni budaya Kabupaten Asahan hingga ke seluruh dunia. “Pak Surya berharap kegiatan kesenian dapat terus ditingkatkan dan menjadi ajang pelestarian seni budaya khususnya Kabupaten Asahan. Sehingga ke depan generasi muda tidak melupakan seni dan budaya dari daerah asalnya,” kata Dayat.

Lewat penampilan mereka di PRSU, para siswa diyakini bertambah semangat untuk terus belajar tarian daerah. Acara Asahan di PRSU turut dihadiri Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan para Camat se Kabupaten Asahan. (omi)

Pelepasan 342 Lulusan Diwarnai Pentas Seni, Kasek: 49 Siswa SMAN 1 Pangururan Lulus SNMPTN

Edwin Simbolon/Sumut Pos PELEPASAN: Para siswa/i SMAN 1 Pangururan angkatan ke-59, yang baru lulus 2019, foto bersama Kasek, Drs Bilpon Simbolon, MM dan para guru.
Edwin Simbolon/Sumut Pos
PELEPASAN: Para siswa/i SMAN 1 Pangururan angkatan ke-59, yang baru lulus 2019, foto bersama Kasek, Drs Bilpon Simbolon, MM dan para guru.

SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Para guru dan komite sekolah SMAN 1 Pangururan menggelar pelepasan 343 siswa lulusan sekolah angkatan ke 49, di halaman sekolah, Jumat (29/3). Pelepasan siswa bertujuan untuk mengenang masa sekolah selama tiga tahun, berjibaku dalam suka dan duka bersama teman satu sekolah dan para guru. Acara diisi dengan berbagai kegiatan dan pentas seni dari para siswa/i sekolah.

“Anak didik kita tahun ini paling banyak mendapat prestasi di berbagai bidang baik pendidikan maupun olah raga. Terbukti, lulusan kelas XII tahun ini lulus ke SNMPTN sebanyak 49 orang. Adapun jumlah lulusan sebanyak 343 murid, terbagi dua jurusan yaitu 205 jurusan IPA dan 138 jurusan IPS,” kata Kepala Sekolah Drs Bilpon Simbolon, MM, kepada Sumut Pos.

SMAN 1 Pangururan adalah salah satu sekolah unggulan di kabupaten Samosir, dan banyak melahirkan murid berprestasi di berbagai kelembagaan, perguruan tinggi, serta pemerintahan.

Sekolah ini menampung jumlah murid sebanyak 1.051 orang. Sementara guru pendidik hanya 70 orang. “Tetapi atas keseriusan para pendidik, siswa/i telah berhasil masuk di berbagai perguruan tinggi terkenal di berbagai provinsi di Indonesia, yaitu melalui SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri),” jelasnya.

Selain itu, angkatan 59 ini juga pernah mengikuti olimpiade Festival Lomba Seni Nasional dan tingkat provinsi, dan mendapat juara 1. Juga mendapat prestasi olah raga lari dan meraih juara 1 tingkat provinsi.

“Prestasi SMAN 1 ini harus dipertahankan dan ditingkatkan. Mudah-mudahan siswa yang belum berhasil diterima masuk melalui SNMPTN, dapat masuk melalui SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) melalui UTBK (Ujian Test berbasis Komputer),” harap kasek.

Para lulusan SMA diimbau untuk menjadi alumni terbaik dari angkatan sebelumnya. “Alumni 82, 84, 89, dan 91 telah menyumbangkan sarana komputer dan fasilitas lainnya demi kemajuan SMAN 1 Pangururan,” kata Bilpon.

Di akhir acara, Kepala Sekolah dan para guru menyampaikan rasa haru mereka melalui nasehat dan doa, agar para siswa tetap berprestasi dan terus berjuang menggapai cita-cita.

Pada kesempatan itu, para siswa/i yang telah lulus memberikan cindera mata bagi para guru favoritnya.

Sebagai utusan orang tua dari Komite Sekolah SMAN 1 Pangururan, Obin Naibaho, berharap agar ilmu yang diserap para siswa/i dijadikan membangun mental yang positif, dan berguna untuk membangun bangsa dan negara.

“Jagalah Almamater kalian. Dan setelah kuliah nantinya, jaga nama baik SMAN I Pangururan. Sebagai orang tua, kami juga mengimbau sekaligus: jangan kawin dengan semarga. Bagi suku Batak, kawin semarga adalah aib bagi adat. Harapan kami juga sebagai pengganti orang tua, agar seluruh siswa yang yang telah menamatkan pelajarannya, agar dapat memotivasi adik kelasnya menjadi siswa yang terbaik juga” imbuh Obin.

Salah satu siswa kelas XII yang mempunyai prestasi gemilang, Danito Jonatan Manurung, saat menyampaikan suka dukanya, mengatakan senang karena telah lulus dengan prestasi yang baik. “Dukanya kami harus berpisah dengan adik adik kami demi mengejar prestasi ke jenjang yang lebih tinggi,” katanya.

Tahun 2018, Danito menjadi duta ke Surabaya mengikuti Festival Forum Anak tingkat Nasional dan meraih juara 1. Ia juga menjadi utusan dari Sumut bersama salah satu pendamping dari Padangsidimpuan, mengikuti perlombaan Indonesian Milenial Human. Terakhir ia dipercaya menjadi komandan pleton pada Paskibra 2018 di Kabupaten Samosir. (mag-8)

Dukung Pasokan Daging & Tingkatkan Produksi Pertanian, Kawasan Terpadu untuk Sapi & Pabrik Pupuk

Bambang/sumut pos PANEN RAYA: Gubsu Edy Rahmayadi menghadiri panen raya jagung dan pedet di Desa Purwobinangun, Kec. Sei Bingei, Kab.Langkat, Senin (1/4). Gubsu mengimbau agar segera disediakan lahan untuk kawasan terpadu, sebagai lahan peternakan sapi, pabrik pupuk hingga pakan ternak.
Bambang/sumut pos
PANEN RAYA: Gubsu Edy Rahmayadi menghadiri panen raya jagung dan pedet di Desa Purwobinangun, Kec. Sei Bingei, Kab.Langkat, Senin (1/4). Gubsu mengimbau agar segera disediakan lahan untuk kawasan terpadu, sebagai lahan peternakan sapi, pabrik pupuk hingga pakan ternak.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara H Edy Rahmayadi dan Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin, menghadiri acara panen raya jagung dan panen pedet (anak sapi), di Desa Purwobinangun Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat, Senin (1/4). Pada kesempatan itu, Gubsu menyampaikan rencananya untuk membuat kawasan terpadu untuk peternakan sapi, pabrik pupuk dan pakan di Langkat.

“SAYA AKAN bekerjasama dengan Bupati Langkat merencanakan penyiapan kawasan terpadu, untuk memacu perkembangbiakan peternakan sapi serta mendirikan pabrik pupuk organik dan pabrik pakan di Langkat. Jika ini terlaksana, pastinya pasokan daging akan selalu tercukupi, dan kotoran sapi yang digunakan untuk pupuk organik, akan menyuburkan tanaman petani dan meningkatkan produksi pertanian Langkat,” kata Gubsu.

Dengan demikian, kata Gubsu, masyarakat Langkat akan sejahtera dan makmur, serta kebutuhan gizinya terpenuhi secara baik. “Gizi yang cukup akan membuat generasi Langkat sehat dan cerdas, sehingga dipastikan dapat memajukan bangsa,” pungkasnya.

Panen jagung dan anak sapi digelar dengan tema membangun desa menata kota mewujudkan Sumut yang agraris dan bermartabat. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Pemprovsu melalui Dinas Pertanian dan Dinas Perternakan Provsu. Pada kesempatan itu, Gubsu juga memberikan bantuan benih jagung hibrida sebanyak 135 ton, benih padi inpari 134 ton, serta sarana produksi lainya untuk kelopok tani Kabupaten Langkat.

“Ke depan, petani Langkat diharapkan memiliki ekonomi yang mapan,” sebutnya.

Bupati Langkat pada kesempatan itu, mengatakan, kehadiran Gubsu menjadi motivasi bagi seluruh masyarakat Langkat, dalam memperkuat pembangnan pertanian. “Pemkab Langkat selama ini terus berupaya memacu pembangunan di sektor pertanian, dan meningkatkan pendapat para petani, guna mempertahankan swasembada pangan. Kepada para petani Langkat yang telah banyak berbuat bagi ketersediaan lumbung pangan untuk Langkat dan Sumut, kami ucapkan terima kasih,” katanya.

Sembari mengajak seluruh masyarakat Langkat untuk berpartisipasi menjaga Kamtibnas di Langkat pada Pemilu 17 April mendatang, Gubsu dan Bupati meninjau inseminasi buatan untuk 120 sapi. Selanjutnya melakukan penanaman benih jagung hibrida tahap I seluas 2 hektare, serta melakukan panen jagung hibrida tahap I seluas 3 hektare.

Selanjutnya, penyerahan penghargaan capaian siswa terbaik Sumut Diama sebagai juara I Langkat, penyerahan hadian kontes ternak terbaik, penyerahan polis asuransi ternak, dan claim asuransi ternak kepada 3 kelompok tani Langkat senilai Rp30 juta. Bantuan ini dari Pemprovsu yang diberikan melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Provsu.

Turut hadir Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, Ketua DPRD Langkat, Sekdakab Langkat, unsur Forkopimda Langkat, para pimpinan OPD Langkat salah satunya Kadis Pertanian Langkat Nasrudin SP, Camat beserta unsur Forkopim Sei Bingai, Kades dan tokoh agama/masyarakat/pemuda serta ketua kelompok tani se Langkat. (bam)

Pajak Restoran di Binjai Sulit Dikutip

Ilustrasi Pajak
Ilustrasi Pajak

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Sejumlah retail dari kelas teri sampai kakap tumbuh di Binjai, seperti makanan cepat saji McD Donald dan Pizza HUT Delivery, hingga usaha kopi-kopi dan warung rumah makan.

Sayangnya, Pemko Binjai belum mendapat untung dari pajak. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Affan Siregar, mengatakan masih banyak tempat usaha cafe maupun rumah makan di Binjai yang belum membebankan pajak kepada konsumen.

Salah satunya Warung Bambu I’am. Tahun 2017, tunggakan pajak restoran Rumah Makan I”am sebesar Rp4,2 juta. Pada 2018, tunggakannya sebesar Rp8,4 juta. Menurut dia, tahun 2018 pajak tertunggak hanya dibayar sampai bulan Mei. Selebihnya belum.

“Persoalan yang sulit, dia (Warung Bambu I’am) tidak mengutip pajak ke konsumennya,” kata Affan.

Di Binjai, bukan hanya Warung Bambu I’am saja yang tidak memungut pajak kepada konsumen “Di Kota Binjai banyak begitu,” kata-nya. (ted)

Sidang Pembunuhan SPG Popok Bayi, Ahli Foreksi Sebut Indri Ditusuk 18 Liang

Ilustrasi

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Terdakwa Sofyan Wahid (39) menghabisi nyawa korbannya Indri Lestari (40) dengan menikamnya hingga luka sebanyak 18 liang. Karena itu, penikaman diduga diwarnai unsur dendam.

Ini terungkap dari sidang lanjutan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Fauzul Hamdi Lubis didampingi anggota Dedy dan Muhammad Yusafrihardi Girsang di Ruang Sidang Cakra PN Binjai, Senin (1/4) siang. Sidang beragenda mendengar keterangan saksi ahli forensik USU sekaligus Kepala Forensik RSU Daerah Djoelham Binjai, dr Agustinus Sembiring.

“Selama saya bertugas, baru kali ini saya menemukan pembunuhan sesadis ini,” ujar Agustinus dalam persidangan.

Dia menguraikan, 18 liang tusukan yang bersarang di tubuh korban, tersebar di berbagai titi. Dua liang di leher, 10 kali di dada korban. Kemudian kemaluan korban juga ditusuk terdakwa sebanyak 3 liang. Terakhir perut korban ditusuk 3 liang.

Parahnya, terdakwa masih menganiaya korban meski telah tewas. Di mana setelah korban dipastikan tidak bernyawa, Sofyan masih mengantuk-antukkan kepala korban berulang kali ke dinding.

Namun keterangan ahli forensik ini dibantah terdakwa. Ia mengaku tidak melakukan hal itu. Tak ayal, keluarga korban yang turut menghadiri jalannya sidang, berteriak meluapkan emosinya.

Majelis Hakim PN Binjai mengakhiri sidang yang turut disaksikan Jaksa Penuntut Umum Nova Sebayang. Sidang dilanjutkan Selasa (2/4) dengan agenda masih mendengar keterangan saksi dari JPU.

Usai sidang, terdakwa jadi sasaran amuk massa keluarga korban. Meski mendapat pengawalan ketat, emosi keluarga yang sudah tersulut, diluapkan dengan memukul kepada terdakwa dengan sendal.

“Mati kau pembunuh! Mati kau binatang! Bukan manusia kau ya! Sudah hilang nyawanya, masih tega kau antukkan kepalanya ke dinding. Kejam kali!” teraik Jira, salah seorang keluarga korban.

“Dibilang pula pakai pisau dapur. Tak ada pisau dapur. Dibawanya pisau sendiri. Memang sudah disiapkannya. Pembunuhan berencana ini. Sampai ganti baju, merampok juga,” tambah Jira lagi dengan emosi.

dr Agustinus Sembiring juga mengatakan hal serupa. Yakni terdakwa menaruh rasa dendam terhadap korbannya. Buktinya, terdakwa juga menusuk kemaluan korban dengan sadis menggunakan benda tajam.

“Cara terdakwa menghabisi nyawa korbannya terlihat dendam. Ketika sekali atau dua kali tusuk, korban masih berusaha melawan. Hingga akhirnya pelaku menikam berkali-kali korbannya sampai meninggal. Sepertinya dendam kali pelaku ini sampai kemaluannya pun ditusuk,” tandas Agustinus usai sidang ketika diwawancarai wartawan. Sebelumnya, ibu korban, Zuraida berharap majelis hakim menghukum terdakwa dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup. Sang ibu merasa kehilangan buah hatinya yang selama ini jadi tulang punggung keluarga dengan menjadi SPG popok bayi. Korban juga meninggalkan seorang anak.

“Dia enggak suka kalau anak saya dekat sama orang lain. Sama kawan-kawan yang perempuannya saja dilaga-laga biar enggak dekat lagi. Kami berharap masih ada keadilan. Keluarga tidak terima kalau terdakwa dihukum ringan. Kami enggak tahu mau ke mana lagi cari keadilan kalau bukan di sini,” pungkas Zuraida.

Sebelumnya, korban yang berstatus janda itu ditemukan tewas bersimbah darah dalam keadaan bugil, di Perumahan Royal Wahidin Blok E, Jalan Danau Batur, Kelurahan Sumbermulyo Rejo, Binjai Timur, Minggu (21/10/2018) lalu. Hasil otopsi, jenazah korban yang merupakan Jalan T Amir Hamzah, Kelurahan Pahlawan, Binjai Utara ini ditemukan luka tusukan di sekujur tubuhnya. Polisi berhasil mengungkap kasus dengan menangkap Sofyan pada malam harinya. Sofyan berdalih melakukan pembunuhan sebagai aksi spontan, lantaran korban meminta uang Rp2 juta tidak dipenuhinya. (ted)

PLN Area Binjai Promo Tambah Daya untuk Pelanggan, Diskon Mulai 50-100 Persen, Berlaku hingga 30 April

PROMO: MAnAjer PLN Area Binjai, Dicky Hiwardi (dua dari kanan) mengenalkan program promo biaya penambahan daya menembus batas saat di stan MTQ Binjai.
PROMO: MAnAjer PLN Area Binjai, Dicky Hiwardi (dua dari kanan) mengenalkan program promo biaya penambahan daya menembus batas saat di stan MTQ Binjai.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Manajer PLN Area Binjai, Dicky Hiwardi, mengatakan program promo ini berlaku untuk seluruh warga Kota Rambutan hingga daerah di bawah naungan PLN Area Binjai. “Program berlaku untuk golongan tarif rumah tangga kapasitas daya 220 VA sampai 197 KVA. Promo ini berlaku hingga 30 April 2019,” kata Dicky, Senin (1/4).

Bagi pelanggan yang ingin melakukan penambahan daya untuk golongan tarif rumah tangga, diberikan potongan mulai dari 50 persen hingga 100 persen. “Artinya, setiap pelanggan yang melakukan penambahan daya diberikan diskon 50 persen,” ujar Dicky.

“Jika membeli kompor listrik, maka diskonnya menjadi 75 persen. Jika membeli kendaraan atau motor listik, bisa dapat diskon 100 persen,” tambahnya.

Dia menambahkan, sosialisasi terus gencar dilakukan perusahaan plat merah tersebut. Bahkan PLN Area Binjai juga mengenalkan program ini saat mendirikan stan di acara MTQ Binjai, beberapa waktu lalu.

“Ayo pelanggan PLN Area Binjai, tunggu apalagi. Segera manfaatkan kesempatan promo diskon penambahan daya ini,” tandasnya. (ted)

SK CASN 2018 Pemko Medan Belum Keluar, BKD Menunggu BKN

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) yang lolos seleksi akhir pada formasi di Pemerintah Kota (Pemko) Medan tahun 2018 masih harus bersabar. Sebab, hingga kini Surat Keputusan (SK) mereka belum keluar dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Medan, Muslim Harahap mengakui memang belum ada dikeluarkan satu pun SK mereka dari BKN. Meski begitu, sudah ada yang dikeluarkan Nomor Induk Pegawai (NIP) oleh BKN.”Kita masih menunggu SK mereka dari BKN. Tapi, ada sebagian yang sudah dikeluarkan NIP-nya dan sebagian lagi segera menyusul,” kata Muslim yang dihubungi, kemarin.

Menurut dia, meski sudah dikeluarkan NIP mereka namun belum bisa bekerja. “Untuk sementara ini mau tidak mau mereka menunggulah. Kalau belum dikeluarkan SK-nya, bagaimana mereka mau bekerja,” ucapnya.

Apabila sudah diserahkan SK-nya, sambung Muslim, maka mereka wajib bekerja. “Kalau sudah diterbitkan (SK) dari BKN, tentu langsung kita berikan terus kepada mereka. Nantinya, tetap terhitung pada 1 Maret 2019,” ujar dia.

Disinggung berapa banyak yang sudah dikeluarkan NIP, Muslim beralasan lupa jumlah pastinya. Dia berjanji akan memberikan informasi itu nantinya. “Saya tidak ingat berapa banyak yang sudah dikeluarkan NIP-nya, dan nanti diinformasikan datanya. Tapi, perkiraan sudah 50 persen lebih (dari 199 orang),” akunya.

Muslim berharap dalam bulan ini SK mereka keluar. Asalkan, BKN cepat menerbitkannya. “Semua tergantung dari BKN, dan kita tidak berhak mengeluarkannya. Jadi, nantinya akan dilakukan penyerahan secara simbolis,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua Komisi A DPRD Medan, Sabar Syamsurya Sitepu meminta BKDPSDM Medan mendesak BKN untuk segera menerbitkan SK CASN 2018 pada formasi di Pemko Medan. Dengan begitu, mereka bisa bekerja. “BKD harus terus mendesak, jangan hanya menunggu. Kalau bisa, seminggu sekali ditanyakan informasinya,” ujar dia.

Sabar menambahkan, ketika SK sudah diserahkan maka diharapkan kepada CASN yang baru harus bekerja dengan maksimal dalam mendukung pembangunan Kota Medan. “Jangan sia-siakan kesempatan, bekerjalah dengan maksimal,” kata Sabar.

Diketahui, hasil seleksi akhir hanya 199 pelamar yang lulus dari sekitar 300 orang yang mengikuti tahap akhir tersebut. Hal ini berarti kebutuhan atau kuota yang tersedia 247 formasi tak terpenuhi. Sebanyak 199 pelamar yang dinyatakan lulus itu, kemudian melengkapi berkas yang dibutuhkan. Pemberkasan dilakukan pada tanggal 22, 23 dan 24 Januari. (ris/ila)

Proyek Jembatan Sicanang, Desainnya Masih Dikaji

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS JEMBATAN: Warga melintasi jembatan darurat di Jalan Sicanang Medan Labuhan. Hingga kini jembatan ini belum juga dikerjakan.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
JEMBATAN: Warga melintasi jembatan darurat di Jalan Sicanang Medan Labuhan. Hingga kini jembatan ini belum juga dikerjakan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Proyek pembangunan Jembatan Sicanang hingga kini belum dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Medan melalui kontraktor. Bagaimana tidak, jembatan yang pernah beberapa kali ambruk tersebut belum juga ditenderkan atau dilelangn

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PU Medan, Mukhyar mengaku, masih membuat perencanaan atau desain jembatan yang diperkirakan selesai bulan ini. Setelah itu desain pembangunannya selesai, selanjutnya akan dilelang pada Juni nanti. “Masih buat perencanaan. Tapi, yang jelas dianggarkan tahun ini pembangunan jembatan itu untuk dikerjakan,” aku Muhkyar ditemui di kantornya, Senin (1/4).

Muhkyar juga mengaku, desainnya tidak sama dengan yang dibuat sebelumnya, karena lebih panjang jembatan yang akan dibangun. Sebab, tidak cocok lagi menggunakan desain yang lama. “Desainnya baru, enggak mungkin lagi desain yang lama kita gunakan. Panjangnya kalau dulu sekitar 26 meter, sedangkan sekarang kurang lebih 36 meter,” ujarnya.

Kata dia, dalam membuat desain Jembatan Sicanang harus ekstra hati-hati dan tidak mau terulang lagi sampai ambruk. Makanya, hal ini membuat sedikit desain selesai sedikit lama. Sebab, kondisi lahannya sulit diprediksi, karena pernah dihitung dan ditempatkan material bangunan seperti batu dan lainnya sekitar 40 meter. Ternyata, dalam hitungan 5 menit sudah hilang terbawa arus air. Bukannya pelan arus air, tetapi mendadak begitu saja.

“Jadi, gak bisa sembarangan dibuat begitu aja desainnya. Artinya, perhitungannya harus benar-benar dikaji mendalam. Oleh karena itu, kita melibatkan tim dari akademisi USU,” ungkapnya.

Dilanjutkan Mukhyar, proses membuat desain jembatan itu harus diukur ketahanan tanah di lokasi. “Jangan nanti ambruk lagi, kita yang disalahkan. Jadi, kita tunggulah hasil perhitungan dari timnya bagaimana,” ucapnya.

Kata dia, jembatan yang ada saat ini merupakan sementara dan masih bisa dipergunakan. Sedangkan jembatan yang akan dibangun, bukan di lokasi jembatan sementara namun tidak jauh. Dengan kata lain, ketika dibangun jembatan utama, maka jembatan sementara tidak dibongkar sehingga masyarakat bisa tetap beraktivitas. “Anggaran membangun proyek tersebut masih tetap sebesar Rp13 miliar. Anggaran ini masih perkiraan awal, kemungkinan nanti akan diusulkan penambahan pada Perubahan APBD 2019,” kata dia.

Sementara, Anggota DPRD Medan dari daerah pemilihan Medan Utara, Bahrumsyah mengatakan, pembangunan Jembatan Sicanang jangan sampai roboh lagi. Apabila roboh, patut dipertanyakan.

“Dinas PU (Medan) harus menjaga kualitas jembatan tersebut karena arus air sangat deras. Untuk itu, menempatkan rekanan (kontraktor) yang profesional untuk mengerjakan proyek itu. Jembatan Suramadu yang dibangun di atas laut saja bisa dilakukan, kok jembatan kecil gini tidak bisa,” ujarnya.

Diketahui, pembangunan jembatan tersebut sudah tiga kali roboh. Pertama, dikerjakan pada Oktober 2017 oleh PT Jaya Star Utama dengan anggaran Rp8 miliar lebih. Namun, belum selesai dikerjakan ternyata pada 6 November 2017 jembatan tersebut amblas.

Setelah terhenti beberapa bulan, maka pembangunan dilanjutkan dengan tender ulang dan dikerjakan PT Pillaren. Lantas, pada 29 Agustus 2018 jembatan amblas lagi yang dianggap human error bukan faktor alam.

Usai longsor berhasil diatasi, pengerjaan kembali diteruskan. Kontraktor yang mengerjakan berganti yakni PT Jaya Suskes Prima. Namun, pada 20 Oktober 2018 tanah di sekitar jembatan kembali amblas dengan diameter yang lebar. (ris/ila)

Gubsu Serahkan LKPJ 2018, DPRD Sumut Bentuk Pansus

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edi Rahmayadi menyerahkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) 2018 kepada DPRD Sumut, 2018 yang disampaikannya dalam rapat paripurna DPRD Sumut, Senin (1/4) pagi. Atas laporan ini, DPRD Sumut pun telah membentuk Pansus untuk meneliti LKPj 2018 tersebut.

Beberapa nama yang disebut sebagai anggota Pansus dalam hal ini yakni Kisharianto Pasaribu, Sarma Hutajulu, Brilian Mokhtar, Muhri Fauzi Hafiz, Ari Wibowo, Toni Togatorop dan sejumlah nama lainnya.

Sementara itu, Edy Rahmayadi dalam laporannya menyampaikan, pendapatan daerah ditargetkan Rp13,05 triliun mampu direalisasikan Rp12,9 triliun yang terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD) dari target sebesar Rp5,7 triliun, terealisasi sebesar Rp5,8 triliun atau tercapai 102,25 persen.

Kemudian, capaian PAD bersumber dari penerimaan pajak daerah dapat dicapai sebesar 100,09 persen, penerimaan retribusi daerah dapat dicapai sebesar 98,71 persen, penerimaan dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dapat direalisasikan sebesar 61,71 persen dan lain-lain PAD yang sah sebesar 252,77 persen.

Sedangkan untuk dana perimbangan, lanjut Gubsu, dari target Rp7,3 triliun terealisasi Rp7,05 triliun atau mencapai 96,54 persen. Dengan rincian penerimaan, dari dana bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak dapat direalisasikan sebesar 87,95 persen, dana alokasi umum sebesar 100 persen dan dana alokasi khusus sebesar 95,54 persen.”Lain-lain pendapatan daerah yang sah dari target Rp9,5 miliar, terealisasi Rp8,9 miliar atau sebesar 94,36 persen,” jelasnya.

Sedangkan belanja daerah dianggarkan Rp13,8 triliun, kata Edy, dengan rincian belanja tidak langsung dialokasikan sebesar Rp9,6 Triliun dan belanja langsung dialokasikan sebesar Rp4,2 triliun, terdiri dari belanja pegawai dialokasikan sebesar Rp147 miliar, belanja barang dan jasa dialokasikan sebesar Rp2,3 triliun belanja modal sebesar Rp1,7 triliun.

“Dari sisi pembiayaan daerah pada tahun anggaran 2018, berasal dari sisa lebih perhitungan anggaran daerah tahun sebelumnya adalah Rp841 miliar,” katanya lagi.

Terkait pembangunan infrastruktur, pada tahun 2017 panjang jaringan jalan provinsi dalam kondisi mantap sebesar Rp84,31 persen, dan diakhir tahun 2018 panjang jaringan jalan provinsi dalam kondisi mantap sebesar Rp88,09 persen.

“Panjang jaringan jalan di Provsu pada saat ini 38.751,04 Km, yang terdiri dari jalan nasional sepanjang 2.249,64 Km, jalan provinsi sepanjang 3.048,50 Km dan jalan kabupaten/kota sepanjang 33.452,90 Km,” papar Edy.

Pada tahun anggaran 2018, sambung Edy, sesuai dengan kewenangan Pemprovsu telah melaksanakan pembangunan/peningkatan jalan provinsi dengan realisasi sepanjang 137,20 Km, dari target 302,76 dalam RPJMD. “Pada tahun 2017 kondisi kemantapan jalan provinsi sebesar 105,92 Km mengalami peningkatan tahun 2018 sebesar 3,78 persen dari kondisi sebesar 115,30 Km,” ujarnya.(mag-1/ila)

Komisi D Kunker ke Kantor Dinas PU Medan, Kadis PU Dinilai Lamban

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS DINAS PU: Kantor Dinas PU Medan terlihat dari luar. Saat ini PHL di PU Medan sudah dua bulan belum gajian. hotmix, di Jalan Bunga Raya Medan, Kamis (3/9). Proyek peningkatan jalan tersebut guna memberikan pelayanan untuk kenyaman pengendara.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
DINAS PU: Kantor Dinas PU Medan terlihat dari luar. 

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi D DPRD Medan melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Medan, Senin (1/4). Dalam kunker tersebut, dilakukan pertemuan mendadak untuk mempertanyakan kinerja instansi itu yang dinilai tidak peka dan lambat dalam memperbaiki infrastruktur rusak.

Sekretaris Komisi D, Ilhamsyah menyatakan, di seputaran Kantor Dinas PU Medan terdapat jalan yang sudah rusak. Namun belum juga diperbaiki. “Jalan Pelangi (Medan Sunggal) kondisinya sudah rusak, tapi sampai sekarang belum juga diperbaiki. Padahal. jaraknya sekitar 100 meter (dari Kantor Dinas PU), ada apa ini,” ketusnya di hadapan Kepala Dinas (Kadis) PU Medan, Isa Ansari.

Menurut dia, permasalahan di Dinas PU Medan selalu sama setiap tahunnya, yaitu terlambat mengerjakan proyek fisik. Bahkan, pekerjaan infrastruktur sering dilakukan menjelang akhir tahun. Padahal, APBD sudah disahkan akhir tahun sebelumnya. “Kami minta Kadis PU tegas. Masyarakat sering melihat petugas Dinas PU tapi tidak merasakan manfaatnya,” sindir Ilhamsyah.

Tak jauh beda disampaikan Anggota Komisi D, Maruli Tua Tarigan. Maruli menilai banyak pekerjaan infrastruktur di Dinas PU yang tidak tepat sasaran. Salah satu contohnya, jalan yang sudah dalam kondisi baik malah diaspal ulang. “Tahun lalu banyak jalan bagus malah diaspal ulang. Apa kerja Dinas PU memperbaiki jalan yang masih baik,” cetus Maruli.

Hal senada diutarakan Anggota Komisi D lainnya, Hendra DS. Kata dia, diminta agar petugas Dinas PU sering-sering turun ke lapangan. “Jangan hanya mengecek kondisi jalan berdasarkan peta di-google. Kalau di-google tidak update, karena bisa saja itu gambar tahun lalu. Sedangkan tahun ini sudah rusak atau sebaliknya,” ujar Hendra.

Hendra meminta Dinas PU Medan memperhatikan daerah-daerah perbatasan kota Medan agar pembangunan kota tidak tertinggal dari daerah lain. Sebab, belum banyak yang tersentuh.

“Kawasan perbatasan Medan dengan Deli Serdang sering luput dari perhatian pembangunan di berbagai bidang, termasuk infrastruktur. Salah satunya, Kelurahan Harjosari II, Medan Amplas. Banyak warga mengeluh kerap kebanjiran ketika turun hujan deras, lantaran tidak ada drainase ataupun parit untuk mengalirkan air,” bebernya.

Menanggapi itu, Kepala Dinas PU Medan, Isa Ansari beralasan pihaknya mendapat pemangkasan anggaran yang cukup besar. Bahkan, pemotongan dilakukan hingga dua kali. “Awalnya anggaran kami Rp676 miliar. Tapi, ada pemotongan dua kali, pertama Rp125 miliar dan kedua Rp50 miliar. Oleh sebab itu, yang tersisa untuk kegiatan fisik hanya Rp420 miliar,” kilahnya.

Dia beralasan, pemangkasan anggaran itu dilakukan karena adanya dana kelurahan. Setiap daerah yang mendapat dana kelurahan harus mempersiapkan dana pendamping. “Setiap OPD mendapat pemangkasan anggaran, kalau Dinas PU Rp50 miliar,” pungkasnya. (ris/ila)