27 C
Medan
Saturday, January 3, 2026
Home Blog Page 5361

Kapolda Bentuk Tim Buru Perampok Indomaret Brayan

Indomaret yang ini
Indomaret yang ini

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Polisi sudah memeriksa 4 orang saksi terkait perampokan di Indomaret Jalan Yos Sudarso, Medan, Kamis (28/3) lalu.Tepatnya di kawasan bisnis Pulo Brayan. Dalam kasus ini, Polsek Medan Barat dibantu Polrestabes Medan dan Polda Sumut.

Kanit Reskrim Polsek Medan Barat, Iptu Herison Manullang mengatakan, pihaknya masih dalam tahap penyelidikan. Setidaknya, ciri-ciri para pelaku sudah mereka kantongi.

“Sudah 4 orang kita periksa. CCTV juga sudah kita ambil untuk mengidentifikasi kedua pelaku,” ungkap Herison, Minggu (31/3).

Terkait kerjasama yang mereka lakukan dengan Polrestabes Medan dan Mapolda Sumut, mereka tengah mempelajari ciri-ciri fisik kedua pelaku.

“Dari hasil amatan CCTV, tampak tinggi badan pelaku kuranglebih 160 centimeter, badannya kurus. Untuk wajah kita tak bisa amati karena tertutup helm,” sebutnya.

Apakah pihak Polsek Medan Barat ada berkordinasi dengan Polres Pelabuhan Belawan dan Polsek Medan Labuhan? Iptu Herison menyatakan pihaknya hanya berkordinasi dengan Polda Sumut dan Polrestabes Medan.

“Kita belum bisa pastikan apakah pelaku perampokan di Brayan sama dengan yang di Simpang Kantor. Untuk saat ini, koordinasi kita cuma dengan Polrestabes Medan dan Polda Sumut, tidak ada dengan Polres Belawan,” sebutnya.

Sementara itu, Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto yang dikonfirmasi wartawan via pesan singkat WhatsApp membenarkan soal tim yang dibentuk untuk memburu dua pelaku perampokan Indomaret bersenjata laras panjang itu.

“Saat ini, kita tengah menganalisa kejadian itu. Tim gabungan sudah dibentuk untuk memburu pelaku. Kita belum bisa simpulkan ini oknum mana. Doakan mudah-mudahan para pelaku bisa segera ditangkap,” sebutnya.

Diberitakan sebelumnya, Indomaret yang berlokasi di kawasan Pulo Brayan, Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Medan Barat dirampok dua pria menggunakan senjata laras panjang, Kamis (28/3) dini hari.

Meski tak ada korban dalam insiden itu, pelaku menggondol sejumlah uang dan puluhan bungkus rokok dari gerai tersebut.

Perampokan tersebut terjadi sekira pukul 04.00 WIB. Kebetulan, minimarket itu buka 24 jam dan hanya dijaga dua orang karyawan. Mereka masing-masing, Dimer Padang (28) dan Fahmi (29) tanpa didampingi sekuriti.

Menurut keterangan Dimer, para pelaku berperawakan tinggi kurus menggunakan helm dan masker penutup wajah. Mereka datang dengan menggunakan sepedamotor matic. Anehnya, senjata laras panjang yang mereka pakai dibalut goni putih.

Ketika masuk ke dalam Indomaret tersebut, kedua pelaku langsung menodongkan senjata laras panjang yang terbungkus goni. Pelaku meminta korban untuk mengeluarkan uang dari brankas. Meski sudah berulang kali dicoba, brankas tak berhasil dibuka.

Karena tak berhasil membongkar brankas, kedua pelaku lalu menggasak uang senilai Rp500 ribu yang tersimpan di dalam laci meja kasir berikut belasan bungkus rokok.

Perampokan serupa juga pernah terjadi di Indomaret Simpang Kantor, Kecamatan Medan Labuhan, Sabtu (7/4/2018) sekira pukul 23.45 WIB.

Hasil rekaman CCTV, pria tersebut memiliki ciri-ciri tinggi badan 170 cm, menggunakan celana loreng TNI.

Dalam kejadian tersebut, pelaku sukses menggondol Rp150 juta dari kasir dan brangkas.(dvs/ala)

Kasus Perjalanan Fiktif Tahun 2016 dan 2017, Pekan Ini Empat Anggota DPRD Tapteng Disidang

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Empat anggota DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dipastikan pekan ini menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan. Wakil Ketua DPRD Tapteng Awaluddin Rao Cs, disidang atas kasus perjalanan fiktif anggota DPRD Tapteng tahun 2016 dan 2017.

“Berkasnya sudah masuk. Tidak lama lagi akan kita sidangkan,” ucap Humas PN Medan, Jamaluddin, Minggu, (1/4).

Namun, untuk menyidangkan Wakil Ketua DPRD Tapteng dan tiga anggota dewan lainnya yang jadi tersangka dalam kasus ini, Jamaluddin belum memastikan siapa yang akan menjadi tim majelis hakimnya.

“Kalau namanya sudah masuk dan terregsitrasi di sistem, itu tidak lama, paling dalam minggu ini,” ujar Jamaluddin.

Hasil penelusuran perkara PN Medan, berkas tersangka Awaluddin Rao sudah terdaftar sejak 25 Maret 2019, dengan nomor perkara 16/Pid. Sus/PK/2019/PN Mdn. Sidang perdana dijadwalkan pada Rabu 10 April minggu ini.

Jamaluddin juga membenarkan, berkas perkara ketiga anggota DPRD Tapteng lainnya dalam kasus ini, juga sudah diterima PN Medan. Ketiganya yakni, anggota dewan Hariono Nainggolan, Julianus Simanungkalit dan Jonias Silaban.

Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) melimpahkan berkas perkara keempat tersangka dugaan perjalanan fiktif anggota DPRD Kabupaten Tapteng ke PN Medan, Jumat (22/3).

Keempat anggota dewan disangkakan Pasal 2 atau Pasal 3 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) No 31 Tahun 1999. Sebagai ketua tim jaksa penuntut umum, Kejatisu menunjuk jaksa Jahoras Ritonga.

Dalam kasus ini diketahui, Ditreskrimsus Polda Sumut menetapkan lima orang tersangka. Satu tersangka bernama Sintong Gultom yang sempat buron.

Namun, dalam pelariannya selama 3 bulan, Sintong akhirnya berhasil ditangkap di kawasan Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Senin (25/3) lalu.

Ia ditangkap personel Reskrim Polsek Krayan Selatan. Tersangka dinyatakan DPO sejak 12 Desember 2018.

Kelima anggota Dewan ini ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan penyimpangan belanja perjalanan dinas luar daerah anggota DPRD Kabupaten Tapteng Tahun Anggran 2016 dan 2017. Perkara ini tertuang dalam laporan Polisi No:LP/766/VI/2018/SPKT III, 8 Juni 2018.

Mereka dinilai telah merugikan keuangan negara sebesar Rp655.924.350. Selain ada perjalanan fiktif, para tersangka diduga telah menggelembungkan biaya perjalanan dinas ke luar daerah pada 2016 dan 2017. (man/ala)

Kapolres Peduli Masyarakat Desa Bagan Asahan

SWA FOTO: Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu SIK MH berswafoto bersama ibu-ibu pengajian Kecamatan Pulo Bandring.
SWA FOTO: Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu SIK MH berswafoto bersama ibu-ibu pengajian Kecamatan Pulo Bandring.

KEGIATAN Polri untuk menyapa masyarakat di Kabupaten Asahan terus berlanjut. Polres Asahan menggelar Tabligh Akbar di Desa Bagan Asahan, Kecamatan Tanjungbalai Asahan, Kabupaten Asahan.

Tabligh Akbar yang menghadirkan penceramah Ustad Heri ini, dipadati oleh ratusan warga. Kegiatan Tabligh Akbar ini diawali acara silaturahmi Kapolres Asahan dengan masyarakat Kecamatan Tanjungbalai Asahan.

Heri, salah seorang tokoh masyarakat di Desa Bagan Asahan merasa sangat tersanjung dan terharu dengan kedatangan Kapolres, Camat dan para Kepala Desa.

Ditambahkannya, saat ini masyarakat sudah merasa semakin dekat dengan pihak Kepolisian. Terlebih karena Kapolres Asahan sekarang sangat sering bersilaturahmi dengan masyarakat.

Kata Heri, Warga Desa Bagan Asahan siap mendukung semua program kerja Kapolres Asahan untuk menciptakan suasana yang aman dan kondusif.

“Kami juga berharap kepada bapak Kepolisian agar membantu kami membersihkan narkoba di kampung kami ini, agar pemukiman kami ini bersih dari narkoba. Kami takut nantinya anak-anak kami terkena narkoba,” pinta Heri.

Kapolres Asahan AKBP Faisal F. Napitupulu, SIK, MH mengajak masyarakat Desa Bagan Asahan untuk bersama-sama memerangi narkoba. Kemudian, sekaligus memantau pergaulan anak-anak agar tidak terjerumus dalam bahaya narkoba.

“Segera laporkan jika mengetahui adanya bandar, pengedar dan transaksi narkoba, pasti akan kita tindak lanjuti laporan dari masyarakat. Jangan takut memberikan informasi kepada pihak Kepolisian, identitas pelapor akan dirahasiakan,” tegas Kapolres.

Orang nomor satu di Polres Asahan ini juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kekompakan dan keamanan menjelang Pemilu17 April 2019 mendatang.

“Meski berbeda etnis dan suku, saya berharap kita semua harus tetap kompak, saling bergotong royong sehingga tetap tercipta situasi yang aman dan kondusif. Jangan mau di adu domba dengan berita bohong (hoax) dan ujaran kebencian,” tegas Kapolres.

“Cari tahu dahulu kebenaran berita tersebut sebelum membagikan nya kepada orang lain. Dengan demikian, kita ikut menciptakan suasana yang damai. Mari sama-sama kita tolak hoax dan ujaran kebencian,” sambungnya.

Ditegaskan Kapolres, dia bersama jajaran akan terus menyapa masyarakat. “Kegiatan ini akan terus saya lakukan hingga nanti masa jabatan saya sebagai Kapolres Asahan selesai,” tegas Faisal.

Usai bersilaturahmi dengan masyarakat, Kapolres Asahan kemudian menyerahkan tali asih kepada puluhan anak-anak yatim. Kemudian, membagikan sembako kepada kaum duafa dan pemberian jilbab kepada ibu-ibu.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Tabligh Akbar dengan penceramah Ustad Heri yang berasal dari Desa Ambalutu Kabupaten Asahan.

Kegiatan juga dihadiri Waka Polres Asahan, Kabag Ops, Kasat Reskrim, Kasat Intelkam, Kapolsek Sei Kepayang, mewakili Camat Tanjung Balai Asahan, para Kepala Desa se-Kecamatan Tanjungbalai Asahan, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat serta ratusan warga yang didominasi oleh kaum ibu. (*)

Polres Asahan Gelar Nobar Film “Pohon Terkenal”, Polisi adalah Sahabat Masyarakat

DIABADIKAN: Kapolres Asahan AKBP Faisal F. Napitupulu SIK MH diabadikan bersama kepala sekolah beberapa SMA yang ikut nobar di Bioskop Irian Cinema, Jalan Imam Bonjol, Kisaran, Minggu (30/3).
DIABADIKAN: Kapolres Asahan AKBP Faisal F. Napitupulu SIK MH diabadikan bersama kepala sekolah beberapa SMA yang ikut nobar di Bioskop Irian Cinema, Jalan Imam Bonjol, Kisaran, Minggu (30/3).

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Polres Asahan menggelar nonton bareng (Nobar) Film Pohon Terkenal bersama ratusan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) dari beberapa sekolah di Kabupaten Asahan, Sabtu (30/3) sore. Kegiatan dilaksanakan di Bioskop Irian Cinema 1 – 5, Jalan Imam Bonjol Kisaran, Asahan.

“INI merupakan kegiatan Polri, khususnya Polres Asahan agar lebih dekat dengan masyarakat. Karena polisi adalah sahabat masyarakat,” ujar Kapolres Asahan, AKBP Faisal F. Napitupulu, SIK, MH kepada Sumut Pos usai nobar.

“Film ini menunjukkan bahwa menjadi Taruna Akpol (Akademi Kepolisian) tidak perlu menyogok (memberikan uang kepada panitia),” sambungnya.

Menurut Faisal, Film Pohon Terkenal dapat memberikan semangat bagi kaum milenial agar giat berprestasi di bangku SMA. Setelah menyelesaikan SMA, para siswa/siswi dapat melamar Taruna Akpol.

“Tidak ada sogok menyogok. Jangan percaya calo untuk masuk Polri, tidak ada itu. Polri bersih,” tutur mantan Kasubdit III Jahtanras Polda Sumut ini di hadapan ratusan siswa SMA.

Ada beberapa pelajar dari beberapa SMA yang turut nobar. Masing-masing, pelajar SMA Negeri 1 Kisaran, SMA Negeri 2 Kisaran , SMA Negeri 4 Kisaran dan SMA Negeri 1 Buntupane.

Turut hadir, Waka Polres Asahan Kompol M Taufik SE NH, Kabag Ops Kompol Marluddin Sag, Kasat Reskrim AKP Ricky Pripurna Atmaja SIK, Kasubbag Humas Iptu S Siahaan dan para Kepala Sekolah SMA.

Sebelumnya di tempat berbeda, Kapolres Asahan juga telah mengingatkan masyarakat agar jangan percaya kepada calo atau orang yang mengaku-ngaku bisa membantu dalam hal pengurusan masuk menjadi anggota Polri.

“Saat ini sedang ada penerimaan anggota Polri. Moment seperti ini biasanya dimanfaatkan oleh sejumlah orang yang mengaku bisa meloloskan peserta dari rangkaian seleksi dan ujian dengan meminta sejumlah uang,” ujar AKBP Faisal saat silaturahmi dengan seribuan masyarakat Kecamatan Pulo Bandring di lapangan bola Desa Suka Damai Barat, Kisaran, Sumatera Utara, Kamis (28/3) lalu.

“Jangan percaya kepada calo tersebut, karena untuk menjadi anggota Polri sama sekali tidak menggunakan uang,” sambungnya.

Diingatkan Faisal, jika orang yang mengaku bisa memuluskan proses ujian menjadi anggota Polri, itu bohong. Karena sistem ujian sekarang dilakukan secara ketat dengan menggunakan komputer dan sistem online. Hasilnya, langsung keluar beberapa saat setelah mengikuti ujian.

“Jadi…jika ada calo yang mengaku bisa meluluskan menjadi anggota Polri, dia itu ibaratkan seseorang yang menembak di atas kuda. Kalau calon nya lulus, ya dia dapat duit nya. Kalau calon nya nggak lulus, uang bisa tidak kembali sama sekali,” tegas mantan Kapolsek Sunggal ini.

Kata Faisal, kebanyakan kasus uang korban hanya dikembalikan setengah. Alasannya, sudah memberi kepada panitia.

“Itu tidak ada sama sekali. Jadi saya berharap masyarakat tidak percaya kepada calo agar tidak ada lagi korban-korban penipuan dari calo tersebut,” tegas Kapolres.

“Jika ada orang yang mengaku bisa meluluskan jadi anggota Polri, segera laporkan. Bekali anak-anak kita yang ikut seleksi penerimaan anggota Polri dengan ilmu pengetahuan, pelatihan-pelatihan, serta fisik juga sehat. Mudah-mudahan bisa lulus dengan hasil yang baik,” pungkasnya.

Dalam acara silaturahmi tersebut, Kapolres Asahan juga membagikan tali asih kepada anak-anak yatim, pemberian sembako kepada kaum duafa serta membagikan 500 jilbab buat kaum ibu.(*)

10.000 e-KTP Lagi Dicetak Pusat, Segera Didistribusikan ke Warga

File/SUMUT POS Warga memperlihatkan E-Ktp saat akan melakukan pengurusan pembuatan Akte Lahir di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di Jalan Iskandar Muda Medan, Senin (20/5).Pasca keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang pembebasan kepengurusan akta kelahiran yang tidak lagi melalui Pengadilan Negeri (PN) kini pengurusan akta sepenuhnya di tangan pemerintah lewat petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.
File/SUMUT POS
Warga memperlihatkan E-Ktp saat akan melakukan pengurusan pembuatan Akte Lahir di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di Jalan Iskandar Muda Medan, Senin (20/5).P

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Medan mengklaim, sebanyak 10.000 Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) akan didistribusikan kepada warga. Kabarnyasudah dicetak dari Dirjen Dukcapil Kemendagri.

“Jadi ada 10.000 lebih e-KTP sudah dicetak dari pusat dan sedang dikroscek atau diverifikasi. Dalam waktu dekat akan segera didistribusikan kepada warga,” ujar Kepala Disdukcapil Medan, Zulkarnain, baru-baru ini.

Dia mengaku, sebelum didistribusikan ke warga, 10.000 lebih e-KTP tersebut nantinya dikelompokkan dan diverifikasi sesuai data. Selanjutnya, diberikan kepada pihak kecamatan untuk diteruskan kepada kelurahan dan kepala lingkungan (kepling).

“Jadi, 10.000 lebih KTP-El tersebut dikirim dulu ke kecamatan setelah dikroscek. Lalu, kecamatan yang menyalurkan kepada kelurahan dan selanjutnya diberikan kepada kepling yang nantinya mengantar langsung. Artinya, kami sudah berkoordinasi pihak kecamatan dalam pendistribusiannya,” ungkap Zulkarnain.

Menurut dia, akan didistribusikannya 10.000 e-KTP tersebut mengingat tak lama lagi akan berlangsung Pemilu pada 17 April mendatang. Sebab, syarat untuk memilih, warga harus memiliki paling tidak e-KTP.

“Dengan kondisi ini, ketersediaan blanko KTP-El bisa dibilang cukup. Tidak ada lagi blanko kosong karena tersedia stoknya. Setiap perekaman baru langsung diupayakan bisa dicetak dengan cepat, masyarakat cukup datang mengurusnya di kantor kecamatan,” katanya.

Zulkarnain juga mengaku, seluruh tunggakan pencetakan e-KTP akan diselesaikan paling lambat minggu kedua April. Namun, tidak disebutkannya secara pasti berapa jumlah tunggakan e-KTP yang belum dicetak. “Setiap hari diupayakan mencetak 3.000 blanko. Selama saya menjabat, sudah hampir 100.000 KTP-El dicetak,” aku Zulkarnain yang baru menjabat sekitar 2 bulan.

Diutarakannya, masyarakat yang belum mengurus KTP-El baik itu membuat baru atau sekedar mengganti diminta menyempatkan waktu untuk mengurus langsung. Begitu juga dengan Kartu Keluarga, Akte Kelahiran dan lainnya.

“Masyarakat jangan lagi percaya pada komentar sejumlah orang yang mengatakan blanko e-KTP kosong atau terbatas. Sebab dengan kondisi itu dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk mengambil keuntungan pribadi. Oleh karenanya, hindari pengurusan dilakukan pihak ketiga,” ungkapnya.

Warga Kota Medan yang belum memiliki e-KTP diminta bersabar. Alasannya, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Medan masih memiliki daftar tunggu yang cukup banyak untuk proses pencetakan.

Kata dia, daftar antrean pencetakan e-KTP saat ini sudah berkurang drastis jumlahnya. Semula, harus menunggu 100.000 lebih tapi sekarang sudah menjadi 50.000 daftar tunggu. “Waktu saya awal masuk ke sini, daftar antre lebih dari 100.000. Perlahan dikerjakan dalam dua bulan, berkurang menjadi 50.000. Jadi daftar antre masih 50.000 lagi,” pungkasnya.

Sementara, Kepling 7 Kelurahan Kwala Bekala, Medan Johor, Ahmad mengakui mendapat arahan dari kelurahan dan kecamatan untuk mendistribusikan e-KTP warganya. “Saat ini sudah ada beberapa e-KTP warga yang dibagikan, tapi enggak ingat pula berapa jumlahnya. Pembagian KTP-El tersebut atas arahan dari kelurahan karena enggak lama lagi Pemilu akan tiba,” ujarnya. (ris/ila)

Tangkap Bos Judi Penganiaya Wartawan!

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Direktur Eksekutif Polri Watch, Abdul Salam Karim meminta agar bos judi yang menganiaya wartawan senior Pos Metro Medan, Budi Hariadi (38) yang terjadi saat sedang melakukan liputan lokasi judi di Kompleks Brayan Trade Center, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhandeli, Kamis (28/3) kemarin, segera ditangkap.

Sebab, lanjut Abdul Salam Karim, penganiayaan yang dilakukan oleh oknum pemilik lokasi judi tersebut tentunya menciderai nama baik aparat penegak hukum. “Pertama wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistiknya dilindungi UU, ada payung hukumnya. Kedua, kalau memang itu lokasi judi, kenapa bisa beroperasi seenaknya tak diberi tindakan tegas oleh aparat kepolisian,” kata pria yang akrab disapa Salum ini kepada Sumut Pos, Minggu (31/3).

Diketahui lokasi judi tersebut disamarkan pelaku dengan membuat permainan ketangkasan, mesin permainan tembak ikan. Kabarnya, hadiah dari pemenang yang bermain bisa ditukar dengan uang.

“Sebagaimana kita ketahui selama ini polisi intens dalam memberantas praktik perjudian, mau bagaimana itu modelnya. Sangat disayangkan kalau memang lokasi judi tembak ikan yang berada di Komplek Brayan Trade Center ini tak ditindak,” terangnya.

Kepada Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto, dirinya mengimbau agar memberikan penegasan kepada jajarannya. Aksi aniaya dan adanya lokasi judi yang terang-terangan beroperasi telah mencoreng kredibilitas korps yang dia pimpin.

“Kalau mau tegas ayo kita sama-sama berantas judi, jangan ada yang ditindak yang lainnya dibiarkan. Ya jangan ada tebang pilih, semuanya ditindak. Penganiayaan itu menjadi bukti kalau memang lokasi itu lokasi judi, kalau tidak kenapa pemiliknya takut ketika datang wartawan ke lokasi untuk melakukan tugas jurnalistiknya,” jelas Salum.

Sedangkan Komisi A DPRD Medan mendesak Polres Pelabuhan Belawan mengusut tuntas kasus penganiayaan ini hingga tuntas. Ketua Komisi A DPRD Medan, Sabar Syamsurya Sitepu menyayangkan adanya insiden kekerasan dan intimidasi yang terjadi terhadap wartawan. Untuk itu, Sabar meminta agar Polres Pelabuhan Belawan mengusut tuntas kasusnya dan menangkap pelaku yang melakukan tindakan kekerasan tersebut.

“Wartawan itu dilindungi Undang Undang Pers saat menjalankan tugas, tidak boleh ada ancaman atau tindakan kekerasan. Kapolres Pelabuhan Belawan harus cepat mengusut peristiwa itu dan menangkap para pelakunya,” ujar Sabar, kemarin (31/3).

Diutarakan dia, apabila pihak kepolisian tidak segera menuntaskan kasus ini, dikhawatir akan banyak wartawan lain yang mengalami perlakuan serupa.”Lokasi yang didatangi wartawan Posmetro diduga sebagai tempat judi tembak ikan. Kalau betul lokasinya memang tempat judi, kita minta segera ditutup dan jangan dibiarkan,” tegasnya.

Senada disampaikan Anggota Komisi A, Zulkarnain Yusuf Nasution. Dia mengecam aksi kekerasan terhadap wartawan yang diduga dilakukan oleh bandar judi bersama kelompoknya. “Harus diungkap dan ditangkap pelakunya. Tak hanya itu, tempat lokasi perjudian ditutup,” ujarnya.

Diketahui, Budi Hariadi (38) dianiaya dan diancam akan dibunuh di lokasi judi tembak ikan, Komplek Brayan Trade Center, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhandeli, Kamis (28/3) lalu sekitar pukul 14.00 WIB. Penganiayaan itu terjadi ketika Budi ingin mengkonfirmasi ke areal perjudian tersebut.

Setiba di lokasi, Budi masuk ke lokasi judi di areal pertokoan dua pintu. Di dalam, ia bertemu dengan pria turunan tionghoa diketahui bernama Ationg. Ia pun memperkenalkan diri sebagai wartawan ingin konfirmasi dengan pria tionghoa tersebut. “Aku jumpa sama si Ationg itu, ku bilang aku wartawan mau konfirmasi. Si Ationg membawa aku ke belakang arena judi,” kata Budi.

Di belakang itu, ia dipertemukan dengan pria berbadan tegap berambut cepak yang sedang duduk di kantin. Pria cepak sebagai pengawas judi di lokasi itu, menanyakan jati dirinya dengan meminta kartu pers dan KTP.

“Waktu KTP dan kartu pers aku diambil, mereka memfoto kartu aku itu sambil mengancam akan membunuh aku dan keluarga aku. Bahkan mereka bilang, jangan macam – macam kau, nanti bisa dipecat dari wartawan,” beber pria berusia 38 tahun menirukan ancaman pengawas lokasi judi tersebut.

Setelah itu, kartu pers dan KTP pun dipulangkan mereka. Ia beranjak dari belakang itu menuju keluar melewati arean perjudian ikan tersebut. Kesempatan itulah dimanfaatkannya untuk mengambil foto sambil berjalan keluar dari arena judi tersebut.

Tak disangka, Ationg dan pria berbadan tegap melihat pengambilan foto itu. Pria tegap itu langsung menarik Hp nya sambil membawa ia ke belakang arean lokasi judi tadi. Lantas, data di Hp itu dihapus oleh mereka, selanjutnya si Ationg tiba – tiba memulai memukulnya. Aksi brutal pria tegap lainnya diperkirakan berjumlah 8 orang pun ikut memukulinya hingga babak belur.

“Ketika Hp aku diambil, si Ationg itu mulai mukuli aku. Makanya yang lain ikut mukul, aku dihajar pakai bangku, gelas dan dipijak – pijak mereka. Ibu yang jaga kantin itu sampai menjerit melihat aku dipukuli,” cerita Budi saat membuat laporan di kantor polisi.

Setelah babak belur dianiaya, Hp nya yang telah dirusak dengan dicelupkan ke air, Hp nya dipulangkan dan diperintahkan pulang. “Pas aku pulang, sempat dibilang mereka jangan takut Hp kau rusak, nanti bisa diganti,” ungkap Budi menirukan ucapan mereka.

Pasca kejadian itu, Budi melaporkan penganiayaan terhadapnya ke Polsek Medan Labuhan jajaran Polres Pelabuhan Belawan. (dvs/ris/ila)

Camat dan Lurah Diskors karena Tak Dukung Capres, Sekda: Tak Benar itu..

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kabar tak sedap menerpa aparatur Pemko Medan yaitu camat dan lurah. Diduga tak mendukung pemenangan salah satu calon pasangan presiden (capres), camat dan lurah diskors. Namun hal itu dibantah Sekda Kota Medan, Wiriya Alrahman. “Tak ada itu, gak ah, tidak benar ya,” ujarnya.

Informasi diperoleh Sumut Pos Minggu (31/3), adalah Camat Medan Johor, Alinafiah dan Camat Medan Polonia, P Pasaribu. Sedangkan lurah ialah Lurah Petisah Tengah, Khairul Lubis. Selain itu, ada juga beberapa lurah lainnya. Kini, mereka dikabarkan diskors beberapa waktu dari jabatannya. Bahkan, disebut-sebut diminta mengundurkan diri dari jabatannya.

Salah seorang anggota DPRD Medan yang meminta namanya tak dikorankan, mengakui sudah mendengar kabar tersebut. Kata dia, ada beberapa lurah yang diskors. “Kabar-kabarnya begitu ada camat yang di-non-job-kan tiga bulan. Sebab, tidak memberikan data yang valid (untuk pemenangan salah satu capres),” ujarnya.

Disebutkan dia, selain camat ada juga lurah. Bahkan, lurah yang dibebastugaskan terdapat beberapa orang. Namun, tak dijelaskan secara detail berapa jumlahnya. “Kalau lurah ada beberapa yang dikenakan sanksi itu. Mereka dalam beberapa forum menyatakan dengan tegas tidak bisa diintervensi dan bekerja sesuai dengan keinginan rakyat, bukan kepentingan golongan,” bebernya.

Camat Medan Johor, Alinafiah yang dikonfirmasi membantah jika dirinya diskors tiga bulan dan diminta mengundurkan diri. “Enggak ah, saya cuma cuti. Tapi, sesekali mau datang ke kantor,” akunya saat dihubungi melalui sambung seluler.

Disinggung kenapa cuti, Ali mengaku sakit. Tetapi, tak dijelaskan berapa lama dia cuti. “Sebulan yang lalu sudah tiga kali masuk UGD (rumah sakit). Dulu kan saya sering latihan karate, ya begitu, vertigo,” tutupnya.

Hal senada disampaikan Lurah Petisah Tengah, Khairul Lubis. Khairul membantah dirinya diskors dan diminta mengundurkan diri karena disebut-sebut tak mendukung salah satu pasangan capres. “Enggak itu, enggak betul. Saya cuti karena sakit,” katanya singkat yang juga dihubungi. (ris/ila)

Sidang Gugatan Kampusi Promo, Event Ramadhan Itu Promosikan Paten

gusman/sumut pos SIDANG: Khairul Oyong, saat memberikan kesaksian dalam sidang yang berlangsung di ruang Cakra 2, PN Medan, Jumat (29/3).
gusman/sumut pos
SIDANG: Khairul Oyong, saat memberikan kesaksian dalam sidang yang berlangsung di ruang Cakra 2, PN Medan, Jumat (29/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sidang lanjutan gugatan pengusaha Event Organizer (EO) Kampusi Promo Herwin terhadap mantan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), T Erry Nuradi, dan mantan komisaris Bank Sumut, Hendra Arbie, menghadirkan saksi fakta dari pihak penggugat, di Ruang Cakra 2 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (28/3).

Saksi fakta yang dihadirkan, Khairul Oyong, selaku tim multimedia dalam event Ramadhan yang bertajuk Pondok Ramadhan dan Lintas Ramadhan menerangkan, pembayaran kedua kegiatan Ramadhan tersebut rencananya akan dibayarkan Erry Nuradi, melalui Hendra Arbie.”Itu Pak Herwin yang menyampaikan ke saya. Pembayarannya nanti dari pak Gubernur lewat Hendra Arbie,” ucap saksi di hadapan majelis hakim diketuai Djaniko Girsang.

Sebelum kegiatan dimulai, Herwin selaku pemilik EO Kampusi Promo mengatakan kepada saksi, acara akan berjalan selama 30 hari selama bulan Mei 2016. Namun dalam perjalanan kegiatan hingga berakhirn

ternyata saksi tidak sepenuhnya dibayar atas pekerjaannya sebagai bagian dokumentasi pada kegiatan itu.”Baru Rp15 juta yang dibayarkan sebelum acara. Sesudah acara tidak ada lagi. Untuk bagian yang saya tanggungjawabi itu, total keseluruhannya sampai Rp600 juta,” terang saksi.

Usai acara, saksi kemudian mempertanyakan sisa pembayaran kepada Herwin. Oleh Herwin, ia diminta menunggu, karena sisa uang akan dibayarkan oleh Hendra Arbie. “Sesudah acara itu, semua mendesak. Vendor ramai-ramai ke kantor Pak Herwin. Di situ dijelaskan, Pak Hendra akan datang. Namun ternyata yang datang kuasa hukumnya, yang mengatakan bahwa Pak Hendra akan menyelesaikannya,” kata saksi.

Tetapi setelah disepakati, justru yang dibayarkan lebih dulu adalah biaya untuk pengisi acara dalam kegiatan itu. Seperti biaya MC dan dancer. Sedangkan untuk saksi sebagai tim multimedia, belum dibayarkan.

Merasa belum mendapat bayaran, saksi pun meminta agar berjumpa langsung dengan Hendra Arbie. Namun ia hanya dipertemukan dengan teman dekat Hendra Arbie bernama Sadick.”Setelah pertemuan di rumah Pak Sadick, kami minta supaya dibilang ke Gubernur bahwa sisa uang kami belum dibayar juga,” terang saksi.

Kuasa hukum penggugat, Enny Martalena Pasaribu, kemudian bertanya apakah ada bukti-bukti pembicaraan atau rekaman atas informasi yang diberikan saksi dalam sidang. Saksi menyebutkan, ia menyimpannya dalam sebuah video yang sudah didokumentasikannya sebelumnya.”Saya punya rekaman waktu pertemuan. Isi cuplikan seputar acara, rekaman mediasi dengan vendor-vendor, dan waktu di rumah Sadick juga ada,” kata saksi.

Bahkan menurut saksi pada awal keterangannya, acara itu sebenarnya untuk sosialisasi Gubsu T Erry Nuradi dengan jargon Patennya. Hal itu terlihat dari wide screen yang ditampilkan di acara, dan beberapa kali jingle Paten diputar di acara itu.

Kuasa hukum tergugat Syahrizal Fahmi, dalam salah satu tanggapannya mempertegas saksi, bahwa kegiatan itu bukanlah bersumber dari APBD. Melainkan terselenggara karena relawan T Erry dan bantuan sejumlah pengusaha.

Hal itupun diakui saksi. Namun saksi menekankan, sesuai kesepakatan yang membayar pekerjaan mereka adalah T Erry Nuradi melalui Hendra Arbie.

Diketahui, dalam perkara ini pengusaha Event Organizer (EO) Kampusi Promo Herwin menggugat mantan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) T Erry Nuradi, terkait tidak dibayarkannya uang pelaksanaan kegiatan Pondok Ramadhan dan Lintas Ramadhan tahun 2016 sebesar Rp13 miliar. Selain T Erry Nuradi sebagai tergugat II, mantan Komisaris Bank Sumut Hendra Arbie sebagai tergugat I.

Menurut penggugat Herwin, sebelumnya telah ada kesepakatan dengan pihak tergugat bahwa kegiatan Pondok Ramadhan dan Lintas Ramadhan, menunjuk Herwin sebagai pelaksana kegiatan. Nilai anggarannya Rp13 miliar. Kegiatan berlangsung selama bulan puasa, satu bulan penuh.

Namun setelah selesai kegiatan, pembayarannya tidak dilakukan sesuai kesepakatan.

Pihaknya sudah pernah melakukan upaya mediasi dengan para tergugat. Namun pihak tergugat tetap belum bisa membayarkannya. Setelah beberapa kali sidang bergulir, diketahui bahwa pihak tergugat sudah ada membayarkan kepada vendor-vendor yang ikut kerja sama dengan EO Kampusi Promo. Namun nilainya belum sampai Rp13 miliar.

Penggugat juga mengaku, mengalami kerugian materiil sebesar Rp10 miliar dan kerugian immateriil sebesar Rp12 miliar.

Menurut kuasa hukum tergugat, persoalan ini pernah dibawa penggugat ke ranah pidana pada tahun 2017. Namun laporan mereka di-SP3-kan Polda Sumut. (man/ila)

Sungai Bederak Tercemar Limbah

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sungai Bederak kembali tercemar sampah dan limbah. Akibatnya aliran sungai berada di Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, tidak bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mencuci pakaian dan merusak mata pencaharian nelayan sekitar.

Amatan di lapangan, warna sungai telah digenangi sampah dan menghitam serta berbau tidak sedap. Warga mulai resah meminta pemerintah dari Pemkab Deliserdang dan Pemko Medan, untuk menertibkan industri dan warga yang membuang limbah ke sungai tersebut.

Anggota DPD RI Parlindungan Purba dan Plt Ketua HNSI Sumut, Zulfahri Siagian saat meninjau sungai yang membelah Kecamatan Medan Marelan dan Kecamatan Labuhandeli serta Kecamatan Hamparanperak, mengaku kecewa dengan kurangnya pengawasan instansi terkait terhadap sungai itu.

Dampak pencemaran itu mempengaruhi kondisi Paluh Belejang yang berada di Lingkungan 7, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan. Paluh itu, sekarang hitam dan bau. Sehingga tidak bisa lagi dijadikan tempat mencari ikan oleh nelayan sekitar sungai.

Menyikapi hal tersebut, Parlindungan Purba dan Zulfahri Siagian berjanji akan meneruskan ke instansi tekait dan bila perlu menempuh jalur hukum. “Saya dan DPD RI akan melakukan investigasi dan mencari tahu penyebab pastinya masalah ini dan kalau perlu akan kita tempuh jalur hukum terhadap perusahaan yang merugikan masyarakat,” kata zulfahri. (fac/ila)

“Jangankan dapat ikan, kena airnya saja sudah gatal-gatal akibat ulah industri yang tidak perduli lingkungan,” ungkap Burhan, salah satu warga nelayan berserita kepada Parlindungan Purba, Minggu (31/3). Selain itu, warga juga mengaku kalau kawasan tempat tinggalnya sekarang sering mengalami banjir rob akibat penimbunan paluh atau reklamasi. Selain itu pencemaran juga dampak dari beberapa perusahaan swasta membuang limbah ke sungai tersebut.

“Sekarang debit air yang masuk saat pasang sangat besar, sehingga benteng yang ada sudah tidak memadai. Apalagi benteng sungai ini sudah lama tidak diperbaiki pemerintah,”ujar Burhan.

Menyikapi hal tersebut, Parlindungan Purba dan Zulfahri Siagian berjanji akan meneruskan ke instansi tekait dan bila perlu menempuh jalur hukum. “Saya dan DPD RI akan melakukan investigasi dan mencari tahu tentang penyebab pastinya masalah ini dan kalau perlu akan kita tempuh jalur hukum terhadap perusahaan yang merugikan masyarakat,” kata zulfahri. (fac/ila)

15 Ribu Penonton Saksikan Armada di PRSU

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sedikitnya 15 ribu pasang mata menjadi saksi konser Armada di panggung utama Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) pada Sabtu malam, 30 Maret 2019. Band asal Palembang ini berhasil memagnet publik untuk datang berbondong-bondong ke pekan raya kebanggaan masyarakat Sumut itu.

Jumlah besarnya penonton itu disampaikan oleh Promotor Ferry Budiman Sumbayak  di sela pertunjukan berlangsung. “Sekitar limabelas ribu penonton malam ini. Sebagian besar mereka adalah anak muda, armada perang, penggemar Armada, ” katanya.

Kehadiran Armada ditunggu penonton sejak pukul 7 malam. Arus pengunjung PRSU terus berdatangan. Walaupun Armada sendiri baru muncul hampir pukul 10 malam, namun penonton tidak beranjak menanti artis kesayangannya muncul.

Sebelumnya panggung diisi oleh talent lokal. Meskipun band lokal namun  tetap disambut hangat dengan memberikan aplaus serta ikut menyanyikan lagu yang dibawakan sang penyanyi dari panggung.

Sambutan histeris penonton yang didominasi anak muda menyambut munculnya Rizal dan kawan-kawan dari Armada. Ia langsung menyapa penonton dengan membawakan lagu demi lagu hits Armada  seperti Haruskah Aku,Demi Tuhan Aku Ikhlas, Asalkan Kau Bahagia, Pergi Pagi Pulang Pagi yang menjadi lagu pamungkas dan dinyanyikan serentak oleh penonton dan lain-lain.Walau penonton berjubel tetapi pertunjukan berlangsung aman dan terkendali. Sesekali petugas Damkar menyemprotkan air kepada penonton untuk mengurangi rasa panas dan dehidrasi.

Sementara itu PIC Media Diurnanta menyampaikan bahwa pada Minggu (31/3/2019), panggung utama kembali akan diisi oleh artis ibu kota. Kali ini adalah musisi Viky Sianipar yang melesat lewat music projectnya Toba Dream.

Kehadiran Viky Sianipar semakin menambah kualitas hiburan di PRSU tahun ini karena Viky seorang artis besar yang jenius memainkan alat musik, menyanyi dan mencipta lagu.

“Viky akan naik panggung sekitar pukul 9 lewat malam nanti. Setelah itu pada hari Senin besok, 1 April kami akan menampilkan PADI Reborn dengan formasi lengkapnya,” ucapnya. (rel/ila)