Antara Foto/ Wahyu Putro A
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (3/5/2019).
Antara Foto/ Wahyu Putro A Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (3/5/2019).
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Presiden Joko Widodo menyebut sudah ada tiga daerah yang telah menyiapkan lahan untuk Ibu Kota baru. Hal itu disampaikan Jokowi saat membuka acara buka puasa bersama pejabat dan pimpinan lembaga negara di Istana Negara, Jakarta, Senin (6/5/2019).
“Kami siapkan tiga alternatif daerah yg jg menyiapkan lahannya. Ada 80.000 hektar, 120.000 hektar, dan 300.000 hektar,” kata Jokowi. Namun, Jokowi tidak menyebut nama tiga daerah yang dimaksud. Namun, ia memastikan lahan di tiga daerah tersebut lebih dari cukup untuk membangun sebuah ibu kota baru menggantikan DKI Jakarta.
Total kebutuhan lahan ibu kota berdasarkan hasil kajian Bappenas hanga sebesar 30.000-40.000 hektar dengan biaya mulai Rp 323 triliun hingga Rp 466 triliun. “Kita tahu di Jakarta ini ada 66.000 hektar, sehingga apa yang tersedia sudah cukup hanya untuk ibu kota pemerintahan,” kata dia.
Presiden Jokowi pun berjanji akan mengkonsultasikan lebih jauh mengenai pemindahan Ibu Kota ini kepada seluruh lembaga terkait, baik dari segi hukum atau pun politik.
Adapun pada Senin siang tadi, Bappenas sudah mengundang empat gubernur yang daerahnya potensial sebagai Ibu Kota baru. Kepala daerah yang hadir yakni Gubernur Kalimantan Tengah, Gubernur Kalimantan Barat, dan Gubernur Sulawesi Barat.
Sementara Gubernur Kalimantan Timur diwakilkan oleh Bappeda setempat karena berhalangan hadir. Keempat daerah menyatakan siap jika wilayahnya dipilih sebagai Ibu Kota baru. (kps)
Foto: Istimewa
HADIAH: Perwakilan BKKBN Sumut dan anggota DPR RI diabadikan bersama peserta dan pemenang hadiah, di Desa Ujung Bandar, Kabupaten Langkat, belum lama ini.
Foto: Istimewa HADIAH: Perwakilan BKKBN Sumut dan anggota DPR RI diabadikan bersama peserta dan pemenang hadiah, di Desa Ujung Bandar, Kabupaten Langkat, belum lama ini.
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Anggota DPR RI H Ansory Siregar LC, mengapresiasi BKKBN Sumut atas pelaksanaan sosialisasi Advokasi dan KIE Program KKBPK di Desa Ujung Bandar, Kabupaten Langkat, belum lama ini.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengingatkan pentingnya pengendalian jumlah penduduk untuk mencegah persoalan baru. Seperti angka pengangguran, pernikahan dini dan kemiskinan.
“Pengendalian jumlah penduduk ini bisa dilakukan dengan mengatur jarak melahirkan dan mengikuti program KB,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan BKKBN Sumut, M Yudi Mulyanto, dalam sambutannya menekankan pentingnya program KB bagi keluarga. Karena dengan ber-KB, akan melahirkan generasi yang berkualitas. Saat ini program KB tidak saja untuk perempuan melainkan juga pria, sehingga setiap kehamilan bisa direncanakan. Dengan perencanaan kehamilan maka setiap orang tua akan memberikan perawatan yang lebih sehingga melahirkan generasi yang diharapkan.
“Kehamilan ini harus direncanakan. Karena kalau direncanakan akan dirawat dengan baik. Suami yang mengelus perut istri saat hamil merupakan cara berkomunukasi dengan anak. Selain itu, gizi ibu yang sedang hamil juga harus diperhatikan,” kata Yusrizal.
Untuk memeriahkan kegiatan sosialisasi, panitia menyiapkan berbagai macam hadiah kepada para peserta. (rel)
General Manager Sales Region Sumbagut Ricky E Panggabean menyerahkan Bantuan Kurma sebanyak 2 Ton kepada Mesjid Imam masjid al mashun medan - Bapak Al ustadz Hafiz Zaini.
General Manager Sales Region Sumbagut Ricky E Panggabean menyerahkan Bantuan Kurma sebanyak 2 Ton kepada Mesjid Imam masjid al mashun medan – Bapak Al ustadz Hafiz Zaini.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setelah melakukan penyerahan Kurma sebanyak 24 Ton oleh Management Telkomsel secara simbolis di kantor pusat pada tanggal 30 April 2019, hari ini Telkomsel melakukan penyerahan Kurma kepada 2 Mesjid terpilih di kota Medan dan Aceh . Telkomsel berbagi takjil Ramadan berupa 4 ton kurma yang diserahkan kepada masjid di berbagai wilayah yang ada di Medan dan Aceh .
Bantuan kurma ini merupakan salah satu cara Telkomsel untuk menyebarkan kebahagiaan untuk masyarakat umum, khususnya umat muslim, untuk berbuka puasa di bulan Ramadhan. Dua masjid yang memperoleh bantuan kurma adalah Masjid Raya Baiturrahman Aceh, Masjid Al Mashun Medan yang di terima langsung oleh imam masjid al mashun medan Bapak Al ustadz Hafiz Zaini dan Imam masjid Baiturrahman Banda Aceh Bpk Prof. Ismail Azman Lc, Ma.
General Manager Sales Region Sumbagut Ricky E Panggabean mengatakan, “Sesuai dengan semangat Ramadhan dan Idul Fitri Telkomsel di tahun ini yaitu ‘Sebarkan Kebahagiaan, kami berharap bantuan kurma ini dapat memberikan manfaat yang mendatangkan kebahagiaan bagi masyarakat luas di berbagai wilayah di Indonesia, terutama bagi masyarakat yang dalam waktu dekat akan menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan.”
Pada bulan Ramadhan, masjid menjadi tempat yang paling sering dikunjungi masyarakat untuk beribadah, termasuk untuk berbuka puasa. Masjid yang dipilih Telkomsel untuk distribusi bantuan kurma merupakan masjid yang menjadi pusat kegiatan ibadah di wilayah tersebut.
Sejak tahun 2013, Telkomsel selalu menyerahkan bantuan kurma dengan jumlah yang disesuaikan dengan usia Telkomsel. Pada tahun ini, jumlah bantuan 24 ton kurma disesuaikan dengan 24 tahun Telkomsel yang jatuh pada bulan Mei 2019 ini.
POH VP Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin membawakan pidato sambutan di acara The NextDev Academy 2019 dan The NextDev Talent Scouting 2019 - Jakarta City Pitch. Denny membuka acara sekaligus mengumumkan kedua startup yang akan mewakili Telkomsel dan Indonesia di ajang Singtel Group Regional Future Makers 2019, FishGo dan DiffaGo.
POH VP Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin membawakan pidato sambutan di acara The NextDev Academy 2019 dan The NextDev Talent Scouting 2019 – Jakarta City Pitch. Denny membuka acara sekaligus mengumumkan kedua startup yang akan mewakili Telkomsel dan Indonesia di ajang Singtel Group Regional Future Makers 2019, FishGo dan DiffaGo.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Telkomsel mengumumkan dua start-up dari The NextDev Academy yang akan mewakili Indonesia di kompetisi prestisius level regional Asia-Pasifik yang diadakan oleh Singtel Group, yaitu Future Makers. Kedua start-up tersebut adalah FishGo dan DiffaGo, yang terpilih melalui tahapan assessment danbootcamp di program The NextDev Academy 2019.
FishGo berhasil mencuri perhatian dengan aplikasi yang mengkombinasikan teknologi penginderaan jauh dan sistem inovasi geografis sebagai penyedia sumber data bagi nelayan. Start-up ini membantu nelayan untuk mengetahui area mana yang memiliki lebih banyak ikan dan meningkatkan jumlah tangkapan mereka.
Sedangkan DiffaGo merupakan media crowdfunding yang dikembangkan untuk menjadi problem solver bagi masalah yang dialami penderita disabilitas, terutama dalam bidang mobilitas, pendidikan, dan kesempatan untuk bekerja. Melalui Diffago, siapa pun bisa mendonasikan uangnya untuk membantu kaum disabilitas dalam berbagai proyek sosial, mulai dari pengadaan kaki palsu, hingga mendirikan sekolah khusus untuk anak dengan autism.
GM External Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin mengatakan, “Selamat kepada FishGo dan DiffaGo yang terpilih sebagai wakil Indonesia di Future Makers 2019. Semoga pada perhelatan Future Makers nanti, start-up terpilih ini dapat membuktikan bahwa karya anak bangsa Indonesia memiliki potensi yang besar untuk memberikan kemanfaatan bahkan untuk masyarakat global, sekaligus semakin mengharumkan nama Indonesia di mata dunia.”
Denny kemudian menambahkan bahwa dengan terpilih menjadi wakil Indonesia di Future Makers, kedua start-up tersebut memiliki kesempatan sangat berharga karena kompetisi regional ini dapat menjadi ajang untuk memperluas network dan membuka peluang kolaborasi yang sangat luas. “Bukan tak mungkin, mereka juga bisa mendapatkan peluang kolaborasi dengan start-up lain serta operator-operator yang tergabung dalam aliansi Singtel Group di Asia Pasifik”, ujar Denny.
Singtel Group Future Makers 2019 akan dilaksanakan di Singapura pada 24-28 Juni 2019, bersamaan dengan Asian Venture Philanthropy Network (AVPN) Conference 2019. Kompetisi ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai negara, yang dipilih melalui kompetisi lokal yang diselenggarakan oleh seluruh operator telekomunikasi di bawah aliansi Singtel Group, yaitu Telkomsel (Indonesia), Optus (Australia), Singtel (Singapura), Globe (Filipina), AIS (Thailand), Airtel (India). Start-up terpilih akan mendapatkan dana pengembangan dengan nilai hingga SGD 1.000.000.
Future Makers merupakan program dari Singtel Group yang telah diadakan sejak tahun 2017 untuk mengembangkan inovasi teknologi yang lebih jauh ke depan serta dapat turut menyelesaikan masalah sosial dan lingkungan di Asia Pasifik. Dalam perhelatan Future Makers 2018 tahun lalu di Sydney-Australia, start-up Indonesia yaitu Habibi Garden berhasil meraih penghargaan sebagai “Best of The Best Regional Future Makers” dan “People Choice Award” dalam Impact Investment Summit 2018.
Telkomsel sejak tahun lalu telah mengirimkan perwakilan Indonesia melalui ajang lokal Indonesia, The NextDev Academy. Adapun kegiatan The NextDev Academy tahun ini mengangkat tema ‘Towards an Impactful Digital Startup Ecosystem’ yang dijalankan secara intensif selama 6 bulan.
Program The NextDev Academy memberikan materi terkait pengembangan kapasitas individu bagi para founders, peningkatan dinamika tim start-up, serta pengembangan ekosistem secara keseluruhan dengan membangun semangat berkolaborasi antar start-up agar lebih memberikan dampak sosial. Peserta The NextDev Academy merupakan 25 start-up yang terjaring melalui mekanisme The NextDev Talent Scouting yang dilakukan di berbagai daerah di Indonesia sepanjang tahun 2018.
Foto: Istimewa
DIABADIKAN: Perwakilan BKKBN Sumut dan mitra kerja diabadikan bersama warga peserta sosialisasi di Desa Tanjunglenggang, Langkat, belum lama ini.
Foto: Istimewa DIABADIKAN: Perwakilan BKKBN Sumut dan mitra kerja diabadikan bersama warga peserta sosialisasi di Desa Tanjunglenggang, Langkat, belum lama ini.
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menggelar kegiatan Sosialisasi Advoksi dan KIE program KKBPK bersama mitra Kerja tahun 2019 di Desa Tanjunglenggang, Langkat, belum lama ini.
Dalam paparannya, Perwakilan BKKBN Sumut, Yudi Mulyanto, menjelaskan KB tidak hanya mengatur jumlah kelahiran, namun program KKBPK mengarah kepada kesejahteraan keluarga. Dalam hal ini mengatur dan menjaga kelahiran anak dan kesehatan ibu dalam melahirkan.
Salah satu kebijakan yang dibuat adalah Advokasi dan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) program kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan komitmen dan keterpaduan mitra kerja dalam melakukan Advokasi dan KIE, meningkatkan dukungan dalam pergerakan Program KKBPK serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam ketahanan keluarga.
“Advokasi KIE yang dilakukan secara intensif, terarah dan tepat sasaran, merupakan salah satu kegiatan kunci guna merubah sikap, perilaku dan sistem nilai. Informasi selalu dibutuhkan dan erat hubungannya degan pelaksanaan program KB baik bagi masyarakat, pelaksana maupun para pengelola program,” tutur Yudi Mulyanto.
Oleh karena itu, lanjutnya, keterlibatan mitra seperti politisi, tokoh agama, akademisi, budayawan, PKK, LSM, maupun public figure seperti seniman dan olahragawan merupakan “singer” yang diharapkan dapat “menyanyikan” tentang pentingnya Program KKBPK.
Hadir sebagai mitra kerja BKKBN Sumut, Anggota DPR RI H Ansory Siregar LC.
Pelaksanaan sosialisasi dimeriahkan dengan sejumlah hadiah menarik yang disiapkan panitia bagi warga yang dapat menjawab pertanyaan seputar Advokasi dan KIE Program KKBPK. Selanjutnya dilaksanakan foto bersama. (rel)
Foto: iSTIMEWA
SOSIALISASI: Perwakilan BKKBN Sumut dan mitra kerja dari DPR RI diabadikan bersama peserta sosialisasi di Binjai.
Foto: iSTIMEWA SOSIALISASI: Perwakilan BKKBN Sumut dan mitra kerja dari DPR RI diabadikan bersama peserta sosialisasi di Binjai.
BINJAI, SUMUTPOS.CO – BKKBN menggelar kegiatan sosialisasi advokasi dan KIE program KKBPK bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI Tahun 2019, di Jala Letnan Umar Baki, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai, belum lama ini.
Dalam sambutannya Kabid Adpin BKKBN Sumut Dra Rabiatun Adawiyah menekankan, sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi pembentukan Kampung KB. Khususnya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang keluarga berencana serta mendorong masyarakat untuk mengikuti program KB.
“Dengan begitu, akan melahirkan generasi yang berkualitas. Karena saat ini program KB tidak saja untuk perempuan melainkan juga pria, sehingga setiap kehamilan bisa direncanakan. Dengan perencanaan kehamilan maka setiap orang tua akan memberikan perawatan yang lebih sehingga melahirkan generasi yang diharapkan,” jelas Rabiatun Adawiyah.
Pemahaman tersebut, lanjutnya, dapat disampaikan melalui komunikasi informasi dan edukasi. Sejauh ini pemerintah terus menyerukan pentingnya program KB ini lewat poster, factsheet, umbul-umbul dan stiker. Seiring perkembangan teknologi, pemerintah juga memanfaatkan fasilitas teknologi elektronik seperti mobil unit penerangan, radio, televisi, maupun internet yang memungkinkan diakses masyarakat secara lebih luas.
Pun begitu, perlu dukungan dari dinas-dinas lain, TNI/Polri, dunia pendidikan, dunia usaha, tokoh budaya, tokoh agama, tokoh perempuan, pemerintah desa, LSM, media massa dan pihak-pihak lainnya.
Turut hadir anggota Komisi IX DPR RI H Ansory Siregar LC, sebagai mitra kerja. Politisi PKS ini mengingatkan seluruh peserta, jika pengendalian penduduk akan mencegah timbulnya persoalan-persoalan baru. Seperti angka pengangguran, pernikahan dini dan kemiskinan.
Untuk memeriahkan kegiatan sosialisasi, panitia menyiapkan berbagai macam hadiah kepada para peserta. Salah satunya sepeda. (rel)
Foto Istimewa
PESERTA Perwakilan BKKBN Sumut dan Anggota DPR RI diabadikan bersama warga peserta sosialisasi di Pardamaian, Langkat.
Foto Istimewa PESERTA Perwakilan BKKBN Sumut dan Anggota DPR RI diabadikan bersama warga peserta sosialisasi di Pardamaian, Langkat.
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Ratusan masyarakat menyambut antusias sosialisasi Advokasi dan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Program KKBPK yang dilaksanakan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI di Kelurahan Pardamaian, Kecamatan, Stabat, Kabupaten Langkat, belum lama ini.
Hadir sebagai pembicara, Kabid Adpin BKKBN Sumut Dra Rabiatun Adawiyah MPHR, didampingi Anggota Komisi IX DPR RI H Ansory Siregar LC, sebagai mitra kerja.
Dalam sambutannya, Rabiatun Adawiyah menekankan pentingnya program KB bagi keluarga dalam menghadirkan generasi yang berkualitas. Karena saat ini program KB tidak saja untuk perempuan melainkan juga pria, sehingga setiap kehamilan bisa direncanakan. Dengan perencanaan kehamilan maka setiap orang tua akan memberikan perawatan yang lebih sehingga melahirkan generasi yang diharapkan.
“Kehamilan ini harus direncanakan. Karena kalau direncanakan akan dirawat dengan baik. Suami yang mengelus perut istri saat hamil merupakan cara berkomunukasi dengan anak. Selain itu, gizi ibu yang sedang hamil juga harus diperhatikan,” jelasnya.
Sementara itu, H Ansory Siregar LC, mengapresiasi BKKBN Sumut atas pelaksanaan sosialisasi Advokasi dan KIE di Kelurahan Pardamaian tersebut. Kepada seluruh peserta, Ansory mengingatkan pentingnya pengendalian jumlah penduduk untuk mencegah persoalan baru. Seperti angka pengangguran, pernikahan dini dan kemiskinan.
“Pengendalian jumlah penduduk ini bisa dilakukan dengan mengatur jarak melahirkan dan mengikuti program KB,” ujarnya.
Untuk memeriahkan kegiatan sosialisasi, panitia menyiapkan berbagai macam hadiah kepada para peserta. Salah satunya sepeda. (rel)
Foto: Istimewa
BERSAMA: Perwakilan BKKBN Sumut dan anggota DPR RI diabadikan bersama warga pemenang hadiah di Desa Sabungan Hilir, Labuhanbatu Selatan (Labusel), belum lama ini.
Foto: Istimewa BERSAMA: Perwakilan BKKBN Sumut dan anggota DPR RI diabadikan bersama warga pemenang hadiah di Desa Sabungan Hilir, Labuhanbatu Selatan (Labusel), belum lama ini.
LABUSEL, SUMUTPOS.CO – Program Keluarga Berencana (KB) Nasional telah menunjukkan keberhasilan yang diakui secara internasional. Terbukti dengan ditunjuknya Indonesia sebagai salah satu Central of Excelent (Pusat Unggulan) dalam bidang Kependudukan KB dan Kesehatan Reproduksi (KR).
Kepercayaan ini didapat karena program KB telah berhasil mengubah sistem nilai dan perubahan teknologi perilaku dalam penggunaan alat kontrasepsi, demi mewujudkan keluarga berkualitas.
“Salah satu media telah dilakukan dalam menyampaikan informasi program KB kepada masyarakat antara lain melalui Advokasi KIE Program Badan Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK),” jelas Kabid Adpin BKKBN Sumut Dra Rabiatun Adawiyah pada sosialisasi Advokasi dan KIE Program KKBPK di Desa Sabungan Hilir, Labuhanbatu Selatan (Labusel), belum lama ini.
Informasi, lanjut Rabiatun, selalu dibutuhkan dan erat hubungannya dengan pelaksanaan program KB, baik bagi masyarakat, pelaksana maupun para pengelola program. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, kegiatan Advokasi dan KIE dapat ditempuh melalui berbagai even kegiatan dengan memanfaatkan fasilitas teknologi elektronik. Seperti mobil unit penerangan, radio, televisi, maupun internet yang memungkinkan diakses masyarakat secara lebih luas.
Turut hadir Anggota DPR RI DR Saleh Partaonan Daulay MAg, MHum, MA, sebagai mitra kerja.
Dalam sambutannya, Saleh Partaonan menegaskan dukungan pemerintah terhadap program pengendalian penduduk.
Untuk memeriahkan kegiatan, Saleh mengajak warga peserta sosialisasi berdialog. Panitia juga menyiapkan sejumlah hadiah menarik untuk dibawa pulang. (rel)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Perolehan suara pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden di Kota Medan masih sangat ketat. Berdasarkan hasil rapat pleno terbuka KPU Medan, dari 4 kecamatan yang telah direkapitulasi suaranya, pasangan Joko Widodo-Ma’aruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uni masing-masing unggul di dua kecamatan. Joko Widodo-Ma’aruf Amin menang di Medan Baru dan Medan Kota, sedangkan Prabowo-Sandi unggul di Medan Perjuangan dan Medan Labuhan.
PADA hari pertama hingga hari ketiga rapat pleno terbuka yang digelar KPU Medan di Hotel Grand Inna Medan sejak 2 Mei lalu, pasangan nomor urut 1, Jokowi-Amin unggul di Kecamatan Medan Baru dan Medan Kota. Namun di hari keempat, pasangan nomor urut 2, Prabowo-Sandi mampu mengejar ketertinggalannya dengan unggul di dua kecamatan lainnya, yakni di Kecamatan Medan Perjuangan dan Medan Labuhan.
Di Kecamatan Medan Baru, Jokowi-Ma’aruf memperoleh suara 13.916 suara, sedangkan Prabowo-Sandi memperoleh suara 6.922. Kemenangan Jokowi-Ma’aruf berlanjut di Kecamatan Medan Kota dengan perolehan suara 27.948, mengalahkan suara Prabowo-Sandi yang mendapatkan 18.756 suara. “Untuk hasil rekap hari pertama di Kecamatan Medan Barun
dan hari kedua di Kecamatan Medan Kota, Capres 01 unggul dengan total perolehan suara 41.864 dari Capres 02 yang mendapatkan total perolehan sebesar 25.678. Angka itu total perolehan suara dari Kecamatan Medan Baru dan Medan Kota,” kata Komisioner KPU Medan, M Rinaldi Khair kepada Sumut Pos, Minggu (5/5)
Pada hari keempat rapat pleno terbuka KPU Medan, pasangan Prabowo-Sandi mampu mengungguli pasangan Jokowi-Ma’aruf di Kecamatan Medan Perjuangan. Prabowo-Sandi memperoleh 29.538 suara, sedangkan Jokowi-Ma’aruf memperoleh suara 26.361. Menurut Rinaldi, jumlah itu didapatkan dari total jumlah pemilih sebanyak 80.875 dengan rincian jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 70.892, Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) sebanyak 416 dan Daftar Pemilih Khusus (DPK) sebanyak 9.567.
“Dari total itu, jumlah pengguna hak pilih di Kecamatan Medan Perjuangan ada sebanyak 56.377 dengan jumlah suara yang tidak sah sebanyak 478,” terangnya.
Kepada SumutPos, Rinaldi menerangkan, bahwa tidaak hanya di Medan Perjuangan, tetapi Prabowo-Sandi juga juga unggul di Medan Labuhan. “Selain di Medan Perjuangan, hari ini Capres nomor urut 2 juga unggul di kecamatan Medan Labuhan dengan perolehan suara sebanyak 37.014 dan mengalahkan Capres nomor urut 1 yang memperoleh suara sebanyak 24.936,” terang Rinaldi.
Jumlah itu, kata Rinaldi, didapatkan dari total jumlah pemilih sebanyak 88.750 dengan rincian jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 79.990, Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) sebanyak 923 dan Daftar Pemilih Khusus (DPK) sebanyak 7.837. “Dari total itu, jumlah pengguna hak pilih dikecamatan Medan Labuhan ada sebanyak 62.568 dengan jumlah suara yang tidak sah sebanyak 618,” tutupnya.
Formulir DAA1 Plano Tak Ada Dalam Kotak Suara
Sementara menurut pantauan Sumut Pos, proses rekapitulasi suara untuk Kecamatan Medan Kota pada Jumat malam lalu berlangsung panas, berselang beberapa menit setelah pembukaan kotak suara Pilpres. Hal itu dikarenakan Formulir DAA1 plano tidak ada dalam kotak suara. Akibatnya, saksi dari parpol dan DPD tidak mampu menahan emosi atas kelalaian pihak PPK Medan Kota tersebut.
Namun dua saksi dari Partai Golkar dan PKB terlihat lebih diplomatis, mereka mengusulkan agar rapat pleno ditunda untuk kedua kalinya, sambil menunggu utusan PPK menjemput formulir dimaksud di Kantor Camat Medan Kota dengan pengawalan aparat kepolisian.
Sedangkan personel Bawaslu Kota Medan, sebelumnya mengusulkan agar pimpinan rapat Agussyah R Damanik yang juga Ketua KPU Kota Medan untuk tidak menskorsing rapat pleno sesuai dengan salinan hasil perolehan suara yang diterima masing-masing saksi parpol dan DPD di Kecamatan Medan Kota karena sebelumnya Rapat pleno terbuka sempat molor 1,5 jam dari jadwal yang telah ditentukan akibat keterlambatan pendistribusian kotak suara ke lokasi rapat pleno.
Saat mobil pickup putih pengangkut kotak suara tiba sekira pukul 20.50 WIB di Hotel Grand Inna Medan, Rapat pun diskors selama satu jam karena aksi parpol dari PSI yang mengaku belum mendapatkan salinan hasil perhitungan suara dari Kecamatan Medan Kota. Rekapitulasi kecamatan Medan Kota pun berlangsung sangat alot, hingga menjelang larut yang berimbas kepada penundaan rekapitulasi suara pada keesokan harinya.
Pada hari ketiga, KPU Medan pun tidak melakukan rekapitulasi suara untuk kecamatan lainnya. Selain memang belum ada kecamatan lainnya yang telah menyerahakan hasil rekapitulasinya, KPU Medan juga hanya melakukan rekapitulasi lanjutan dari hari sebelumnya untuk kelanjutan rekapitulasi suara kecamatan Medan Kota.
Di hari kelima rapat pleno terbuka KPU Medan, Minggu (5/5), KPU Medan pun melanjutkan rekapitulasi suara untuk kecamatan ketiga, yakni Medan Perjuangan. Berbeda dengan dua kecamatan sebelumnya, Ketua KPU Medan, Agussyah Ramadani Damanik saat dikonfirmasi oleh Sumut Pos mengatakan bahwa Capres nomor urut 02, Prabowo – Sandi unggul dari Capres Petahana, Joko Widodo.
Ditanya mengenai angka yang diperoleh, KPU Medan belum menyebutkan angka kemenangan Capres 02 tersebut. “Nanti akan kami bagikan datanya,” tutupnya.
Sofyan Tan Ungguli Yasona Laoli
PDI Perjuangan masih unggul dari partai lain dalam perolehan suara di Kecamatan Medan Kota dan Medan Baru, Sabtu (4/5) lalu. Secara berturut-turut, suara PDI Perjuangan dibuntuti Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Gerindra, dan Partai Nasdem.
“Total dari dua kecamatan itu, PDI Perjuangan menang dengan perolehan suara sebesar 23.490 suara. 15.912 suara dari kecamatan Medan Kota dan 7.578 suara dari Kecamatan Medan Baru. Diikuti oleh partai PKS dengan perolehan suara sebesar 8.070 suara. Rinciannya, 5.585 suara dari Kecamatan Medan Kota dan 2.485 dari Kecamatan Medan Baru” ucap Komisioner KPU Medan, M Rinaldi Khair kepada Sumut Pos, Minggu (5/5).
Urutan ketiga, lanjut Rinaldi ditempati Partai Gerindra dengan perolehan suara sebanyak 7.874 suara. Rinciannya, 5.987 suara dari Kecamatan Medan Kota dan 1.887 suara dari Kecamatan Medan Baru. Terakhir di urutan keempat, ada Partai Nasdem yang mendapatkan 7.229 suara. Rinciannya, 5356 suara dari Kecamatan Medan Kota dan 1.873 suara dari Medan Baru.
Untuk partai dengan lambang banteng moncong putih tersebut, tampak ada dua Caleg yang memperoleh suara terbesar yakni Sofyan Tan dengan total suara sebesar 9.283 suara, dengan rincian 6976 suara dari kecamatan Medan Kota dan 2307 suara dari Kecamatan Medan Baru. Sedangkan Menteri Hukum dan HAM RI, Yasona Laoli mendapatkan 6406 suara, 3.727 suara didapatkan dari Kecamatan Medan Kota dan 2679 didapatkan dari Kecamatan Medan Baru.
Untuk Partai PKS, lanjut Rinaldi, ada satu Caleg dengan suara terbanyak, yakni H. Tifatul Sembiring dengan perolehan suara sebanyak 3.986 suara. Rinciannya, 2970 suara dihasilkan dari Kecamatan Medan Kota dan 1016 suara didapatkan dari Kecamatan Medan Baru. “Untuk peringkat ketiga, partai Gerindra, Caleg yang dapat suara terbanyak juga ada 2, yakni Romo Muhammad Syafii yang mendapatkan total 7874 suara dari dua kecamatan itu, sedangkan M. Husni SE dari total dua kecamatan itu mendapatkan total suara 1197 suara” jelas Rinaldi.
Pada peringkat keempat, ditempati oleh partai NasDem. Ada beberapa hal menarik dari partai besutan Surya Paloh tersebut, yakni ada dua Caleg yang mendapatkan suara terbesar, yakni Prananda Surya Paloh (PSP) sebanyak 2906 suara dan Edwin Situmorang sebanyak 2168 suara.
Pantauan Sumut Pos, hal menarik lainnya adalah perolehan suara mantan Gubernur Sumatera Utara, T. Erry Nuradi yang tertinggal jauh dari suara PSP dan Edwin Situmorang, Erry Nuradi hanya memperoleh 835 suara dari dua kecamatan tersebut, yakni 727 suara dari Kecamatan Medan Kota dan 108 suara dari Kecamatan Medan Baru.
“Untuk di peringkat lima ada partai baru, yaitu Partai Solidaritas Indonesia (PSI), akan tetapi tidak ada Caleg dengan suara yang begitu besar, paling besar hanya Hotben Sinaga, suaranya ada 328 suara. Kebanyakan pemilih mencoblos partainya, pemilih yang mencoblos PSI tanpa mencoblos Caleg ada sebesar 1.983 suara dari total suara PSI sebesar 3.161 suara,” kata Rinaldi.
Untuk hari keempat, Minggu (5/5) kemarin, KPU menjadwalkan untuk merekapitulasi suara di dua kecamatan, yakni kecamatan Medan Perjuangan dan Kecamatan Medan Labuhan. “Medan Perjuangan lagi proses rekapitulasi, Medan Labuhan kalau tidak ada halangan akan diadakan sore ini,” tutupnya. (mag-1)
istimewa
LOLOS: Bedikenita Sitepu dan Dedi Iskandar Batubara diprediksi bakal kembali mewakili Sumut di DPD RI.
istimewa LOLOS: Badikenita Sitepu dan Dedi Iskandar Batubara diprediksi bakal kembali mewakili Sumut di DPD RI.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Perebutan empat kursi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia asal Sumatera Utara (Sumut) tak kalah sengit pada Pemilu serentak 2019. Dua calon petahana, diprediksi bakal melenggang mulus yakni Dedi Iskandar Batubara dan Beikenita Sitepu Sedangkan dua lainnya, Parlindungan Purba dan Damayanti Lubis kemungkinan bakal sulit mempertahankan kursinya.
Berdasarkan real count yang dilakukan DIB Center, posisi Dedi Iskandar Batubara sejauh ini masih di urutan pertama dari 18 calon lainnya. “Data yang sudah masuk sekitar 2 juta suara, namun untuk presentasenya saya tidak ingat berapa. Datanya ada di kantor sama operator kita,” kata Ketua Tim Pemenangan Dedi Iskandar Batubara, Rusli Damanik menjawab Sumut Pos, Minggu (5/5).
Rusli mengaku tidak berani lagi membagikan hasil real count dari DIB Centre, lantaran banyak calon lain komplain. Bahkan disebut Rusli, salah seorang calon DPD saat ini ada yang melakukan gugatan ke Bawaslu Sumut karena kompetitor mengklaim meraih perolehan suara tertinggi. “Cuma kami tidak tahu, apakah gugatan itu ada dimaksudkan kepada kami atau tidak. Namun data yang kami peroleh itu berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan suara di tingkat PPK sampai kabupaten/kota. Apalagi informasinya sudah 15 kabupaten/kota yang selesai. Dan besok (hari ini, Red) sudah rekap tingkat Sumut,” ungkapnya.
Dari informasi yang diperolehnya saat mengawal rekapitulasi suara mulai tingkat kelurahan sampai kabupaten/kota, Dedi Iskandar Batubara sedari awal sudah menempati posisi teratas. Kemudian disusul Pdt WTP Simarmata, Badikenita BR Sitepu, M Nuh, Faisal Amri, dan Abdul Hakim Siagian. “Pdt WTP masih ada di posisi dua. Termasuk safe posisinya bersama Dedi Iskandar. Badikenita juga besar suaranya.
Seperti di Karo, dia bisa dapat 100 ribu, Langkat 56 ribu, dan tempat lain ada yang 5 ribu. Jadi dia punya kans. Disusul tiga lainnya, M Nuh, Faisal Amri dan Abdul Hakim Siagian juga berpeluang mendapat tempat terakhir. Data tersebut dari real count kami sendiri ya, bukan berarti untuk diklaim pihak lain. Dan kami jugakan selalu tanyakan dengan PPK di lapangan, siapa-siapa saja yang berpotensi duduk dari DPD. Hasilnya banyak bilang begitu,” katanya.
Mendapat informasi dari Tim Pemenangan DIB ini, Sumut Pos lantas coba mengonfirmasi kans calon petahana lain, Darmayanti Lubis. Dalam sambungan telepon, Darmayanti tampak tak antusias mendapat pertanyaan tersebut. “Jangan sekarang ditanyakanlah soal hasil. Inikan masih rekapitulasi kabupaten/kota. Nanti saya klaim kalah nyatanya menang, sebaliknya kalau saya klaim menang terlalu percaya diri pula saya,” katanya.
Sementara calon petahana lain, Parlindungan Purba yang juga coba dikonfirmasi, tidak berkenan memberi keterangan hingga berita ini dikirimkan ke redaksi. Bahkan Sumut Pos coba menyambungkan konfirmasi via L/O atau narahubung Parlindungan, Silvester pun tidak menemui jawaban.
Seperti diketahui, terdapat 19 calon DPD RI asal Sumut yang bertarung di Pemilu 2019. Dari 19 orang tersebut, empat orang diantaranya merupakan calon petahana. Yakni, Darmayanti Lubis, Parlindungan Purba, Dedi Iskandar Batubara dan Badikenita BR Sitepu. Khusus nama terakhir, masuk sebagai anggota DPD RI asal Sumut periode 2014-2019 melalui pergantian antar waktu (PAW) Rijal Sirait, akibat tersandung kasus hukum. (prn)