29 C
Medan
Monday, January 5, 2026
Home Blog Page 5365

Pengurus Suara Usu Dipecat Gara-gara Cerpen, Rektor: Mereka Tidak Mau Mengakui Kekeliruannya

Bagus Syahputra/Sumut Pos REKTOR USU: Rektor USU, Prof Runtung Sitepu.
Bagus Syahputra/Sumut Pos
REKTOR USU: Rektor USU, Prof Runtung Sitepu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pascpemecatan Yael Stefani Sinaga CS sebagai pengurus Lembaga Pers Mahasiswa Suara USU, pihak Rektorat Universitas Sumatera Utara (USU) saat ini tengah melakukan rekrutmen kepengurusan baru Suara USU. Tujuannya, agar Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) itu tetap berjalan secara normal.

“Perekrutan sedang berjalan. Wakil Rektor I yang menjalaninya,” ungkap Rektor USU, Prof. Runtung Sitepu kepada wartawan di Medan, usai menghadiri Serah Terima Jabatan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Prov Sumut di Medan, Jumat (29/3).

Runtung mengatakan, ada tiga tulisan cerita pendek (cerpen) yang dinilai mengandung unsur pornografi di Suara USU. Ketiga cerpen itu dinilai jauh dari prinsip-prinsip moral yang dianut Perguruan Tinggi. Terakhir, adalah cerpen berjudul ‘Ketika Semua Menolak Kehadiran Diriku di Dekatnya’, yang menjadi perhatian publik .

“Mereka (pengurus Suara USU, Red) tidak mau mengakui keliruannya Kalau kita biarkan di situ, lebih menjadi-jadi lagi. Saya menjaga nama baik dia juga dan USU,” ungkap Runtung.

Runtung mengatakan, arahan dari pembina Suara USU saja tidak mereka dengar. Apa lagi arahan dari Rektor USU. Makanya daripada menimbulkan konflik, Rektorat pun mencabut SK kepengurusan Suara USU.

“Kelakuan dia sudah melanggar janji kita. Jangan membawa-bawa orang luar. Ini UKM. Ini satu unit kecil di USU. Kalau pihak luar ikut campur, mereka tidak pro dengan penegakan nilai-nilai moral. Ada kelompok masyarakat melaporkan dia (pengurus Suara USU). Lebih baik kita berhentikan, dan kita angkat yang baru. Kemudian belajar kembali,” sebut Rentung.

Isi cerpen yang menuai masalah itu, menurut Runtung, menuai protes dari Pemerintah Mahasiswa USU. Namun pengurus Suara USU tidak mau mendengar. Padahal sudah banyak pihak yang menolak.

“Pemerintah mahasiswa sudah mengajak mereka rapat 2 minggu sebelum saya ajak rapat. Sudah melakukan pendekatan agar tulisan seperti itu tidak dimuat. Tapi tidak didengarnya. Kalau terjadi konflik antar mereka, tanggung jawab siapa? Tanggung jawab rektor?” kata Runtung agak meninggi.

Dari hasil pertemuan beberapa kali, menurut Runtung, pengurus Suara USU menilai cerpen yang mereka hasilnya tidak ada unsur pornografi. “Menurut mereka, tulisan itu biasa-biasa saja. Sudah dilakukan mediasi, agar dicabut. Mereka mengiyakan waktu saya di Jakarta. Saya pulang, tidak juga dicabut. Karena itu, Rektorat sudah menerbitkan SK kepengurusan baru. Kita perkuat Suara USU. Tegakkan nilai-nilai moral,” pungkasnya.

Ratusan Mahasiswa Dukung Rektor

Mendukung SK Rektor, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Aliansi Anti Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT), menggelar aksi penolakan konten pornografi di depan Biro Rektor USU di Medan, Jumat (29/3) sore.

Aksi tersebut disertai dengan Salat Ashar Berjamaah. Massa menuntut Rektor USU, Prof. Runtung Sitepu untuk tegas mengambil sikap terhadap setiap oknum mahasiswa, yang membuat dan menyebarluaskan konten-konten yang dinilai mengandung unsur pornografi dan tidak sesuai dengan moral.

“Kami siap melakukan tatanan mahasiswa moral dan beretika. Kami siap di tengah-tengah masyarakat untuk melakukan tatanan sosial lebih baik,” teriak massa mahasiswa menggunakan toa.

Unjukrasa itu digelar sebagai buntut dimuatnya cerpen berjudul ‘ketika Semua Menolak Kehadiran Diriku Di Dekatnya’, tulisan (Pemred) Suara USU, Yael Stefani Sinaga, yang dinilai menyuarakan LBGT.

“Kami menuntut pihak rektorat untuk membina suadara kami (Yael Stefani Sinaga Cs), dan menyelesaikan masalah dengan baik,” ucap massa.

Pimpinan Aksi Mahasiswa Aliansi Anti LBGT, Surya Darma, mengatakan menolak keras paham LGBT. Dan menuntut rektor USU sebagai pimpinan tertinggi menjaga moral dan etika seluruh civitas USU.

“Menurut kita ini penting disuarakan sebagai upaya perbaikan etika dan moral,” ungkap Surya kepada wartawan di Kampus USU di Medan.

Menururt Surya, unjukrasa tersebut bukan hanya terfokus pada cerpen dimaksud. Tapi mengenai moral yang mengikuti paham LGBT yang dinilai bisa merusak masyarakat.

“Indonesia punya budaya timur. Dan paham ini tidak cocok berkembang di Indonesia,” tutur Surya.

Ia menambahkan mereka akan terus menentang segala bentuk konten-konten yang tidak menjunjung tinggi etika dan moral. “Orang yang terkena paham LGBT bukan untuk dijauhi, tapi kita advokasi dan perbaiki moralnya,” pungkasnya.

Aksi mereka disambut Rektor USU, Prof. Runtung Sitepu bersama jajaran.

Sehari sebelumnya, kalangan mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Bersuara (Somber) USU melakukan aksi demonstrasi, menolak SK Pencabutan Kepengurusan Lembaga Pers Mahasiswa Suara USU, oleh Rektor.

Unjukrasa digelar di depan Sekretariat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Suara USU di Kampus USU, Kamis (28/3) siang. (gus)

Terbengkalai Pascaambruk, Warga Minta Jembatan Sicanang Diperbaiki

no picture
no picture

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Sejak amblas beberapa waktu lalu, kondisi jembatan Titi Dua Sicanang kini terbengkalai. Padahal jembatan itu satu- atunya akses masyarakat menyeberan. Karena itu, masyarakat mendesak Pemko Medan agar segera menuntaskan perbaikan jembatan itu tahun ini. “Kondisi jembatan darurat tidak akan bertahan lama. Karena itu kami minta Pemko Medan segera menganggarkan dan membangun jembatan tersebut,” kata Ketua Karang Taruna Belawan, Abdul Rahman, Jumat (29/3).

Ia mengatakan, sebelumnya sudah ada kesepakatan agar pembangunan jembatan tuntas tahun ini. Pasalnya, jembatan darurat yang dibangun pascajembatan amblas, dikhawatirkan akan menyusul ambruk, mengingat banyaknya mobil truk kecil membawa muatan tanah melintas di atas jembatan.

“Harapannya, pembangunan dilakukan melalui proses lelang. Panitia harus terbuka dan melibatkan kontraktor yang berkompeten atau berkualitas. Kami tidak ingin pembangunan jembatan gagal lagi, sehingga masyarakat yang dirugikan,” katanya.

Menurut Abdul, pembangunan jembatan terbengkalai karena pemenang tender adalah orang yang sama, yang untuk ketiga kalinya menangani proyek jembatan itu. “Kami tidak ingin ini terulang kembali. Masyarakat siap ikut mengontrol proses tender hingga pembangunan selesai,” beber pria yang akrab disapa Atan ini.

Camat Medan Belawan, Ahmad SP dikonfirmasi menjelaskan, pembangunan jembatan akan dilaksanakan tahun . Tapi pelaksanaan ditender usai Pemilu. (fac)

Iklan Kampanye di Media Massa Dijatah, KIP Minta KPU Buka Hasil Pleno

KPU
KPU

MEDAN – Komisi Informasi Publik (KIP) Sumatera Utara meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut untuk membuka secara transparan ke publik hasil pleno mereka mengenai pengelolaan anggaran iklan kampanye media massa Pemilu 2019. Transparansi itu untuk menjawab keberatan dari sejumlah awak media.

“Jika memang mekanisme dalam menetapkan media yang mendapat jatah iklan kampanye dilakukan melalui hasil pleno sebagaimana pernyataan pihak KPU Sumut, buka saja ke publik bagaimana mekanismenya,” kata Wakil Ketua KIP Sumut, Robinson Simbolon, menjawab peserta dalam Diskusi Publik Kerjasama Kelembagaan bertema “Peran Sentral Komisi Informasi dalam Penyelesaian Sengketa Informasi Pemilu dan Pemilihan di Hotel Madani Medan, Jumat (29/3).

Robinson menegaskan, masyarakat punya hak untuk mendapatkan informasi tentang mekanisme tersebut. Dan itu diatur oleh Undang-Undang keterbukaan informasi publik. “Pihak KPU Sumut juga wajib menjelaskan secara transparan ke publik,” ujarnya.

Didampingi Meysallina MI Aruan selaku Kepala Bidang Kelembagaan KIP Sumut, ia menyatakan siap memfasilitasi perusahaan media, dan mengimbau pihak yang keberatan terhadap kebijakan KPU itu untuk membuat permohonan secara tertulis.

“Dalam hal ini mari kita uji sikap terbuka KPU Sumut dalam melaksanakan anggaran iklan kampanye Pemilu 2019, apakah benar-benar sesuai prosedur,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah wartawan Kota Medan memprotes keputusan KPU Sumut yang terkesan tidak transparan dalam menetapkan nama-nama media yang berhak menayangkan iklan kampanye Pemilu 2019, dengan pagu anggaran senilai Rp3,5 miliar.

Ketua KPU Sumut Yulhasni dinilai telah melanggar Keputusan Presiden (Kepres) No 16 Tahun 2018 tentang Barang dan Jasa, karena telah menetapkan 10 nama media yang terpilih untuk penayangan iklan kampanye tanpa proses lelang atau tender secara terbuka.

Seperti diketahui, KPU Sumut mendapat anggaran penayangan iklan ke media untuk 21 hari, dimulai 24 Maret-13 April 2019, sebesar Rp3,5 M. Dari angka tersebut besaran biaya iklan untuk dua media elektronik (radio dan televisi) senilai Rp2,7 miliar, tiga media cetak Rp630 juta, dan lima media daring (online) Rp154 juta.

Kebijakan KPU Sumut itu juga sempat membuat kegaduhan di kalangan perusahaan media. Hingga KPU didemo oleh puluhan pekerja pers, karena dianggap diskriminasi dalam menetapkan media yang mendapat jatah iklan kampanye Pemilu 2019. (prn)

Terdampak Pembangunan Bendungan Lau Simeme, Masyarakat Dapat Ganti Rugi

no picture
no picture

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Status tanah hutan produksi yang berpuluh tahun didiami masyarakat dari lima desa di Kecamatan Sibiru-biru, akhirnya akan segera dicabut. Hal itu dibenarkan salah satu anggota Komisi A DPRD Sumut, Hj. Jamilah.

“Iya benar, kelima desa itu namanya desa Sibiru-biru, STM Hilir, STM Hulu, Sibolangit dan Desa Mardinding. Prosesnya akan selesai sekitar tiga bulan mendatang, kita doakan saja supaya cepat selesai”, ucap Jamilah kepada Sumut Pos, Jumat (29/3)

Jamilah menyebutkan, saat ini masyarakat dari lima desa di kecamatan Biru-biru yang terkena dampak bendungan Lau Simeme diminta mempersiapkan surat-surat kepemilikan tanah mereka.

“Jika tidak ada suratnya, mereka harus meminta kepada Kades untuk membuat surat menguasai fisik. Dan hasil kunjungan kami kelahan yang kena Bendungan Lau Simemei yang dinyatakan Hutan Produksi, ter maka Dinas kehutanan siap akan mengeluarkan TORA, yang mana atas hal itu masyarakat akan mendapatkan surat sertifikat tanah mereka. Dengan sertifikat itu nantinya, masyarakat yang kena dampak bendungan Lau Simeme akan mendapat ganti rugi sesuai harga tanah di sana dari pemerintah. Ini janji dari Kades dan Camat serta Dinas Kehutanan dan BPN. Katanya proses ini akan makan waktu sekitar 3 bulan 2 minggu”, terangnya.

Menurut Jamilah, dirinya telah berkali-kali melakukan kunjungan ke lokasi tersebut. Dan benar, bahwa wilayah itu telah lama menjadi pemukiman warga.

“Kami sudah kunjungan, terakhir pada Senin (25/3) kemarin. Dalam kunjungan itu, kami melihat lokasi yang dikatakan hutan produksi adalah pemukiman, ladang bahkan ada kantor pemerintahan desa. Masak ada kantor pemerintahan di hutan produksi. Selain itu, hasil pihak pemerintah yakni Camat, Dinas Kehutanan Provinsi Sumut dan BPN pun menyanggupi untuk mengeluarkan lahan masyarakat dari hutan produksi dan memberi ganti rugi kepada masyarakat,” katanya.

“Rinciannya, waktu tiga bulan dua minggu tersebut akan digunakan oleh Camat Biru-biru selama satu bulan, Dinas Kehutanan selama dua bulan dan BPN selama dua minggu”,sambungnya.

Seperti diketahui, kasus lahan dilima desa pada kecamatan Biru-biru yang lahannya terkena dampak proyek nasional berupa bendungan lau Simeme telah lama menjadi perhatian. Masing-masing masyarakat yang mengaku sebagai pemilik lahan, menolak bila harus digusur tanpa ganti rugi dengan alasan lahannya merupakan bagian dari hutan produksi. Untuk itu, masyarakat setempat pun telah menempuh beberapa upaya dalam menyelamatkan lahan mereka tersebut, salah satunya dengan mendatangi serta mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) pada komisi A DPRD Sumut untuk menyelesaikan masalah ini. (mag-1/han)

Terbit Rencana Hadiri Syukuran Laut, Delapan Warga Jaring Halus Dapat Umroh Gratis

:BAMBANG/SUMUT POS DIABADIKAN: Bupati Langkat Terbit Rencana PA diabadikan bersama 8 warga Desa Jaring Halus yang mendapat umroh gratis.
BAMBANG/SUMUT POS
DIABADIKAN: Bupati Langkat Terbit Rencana PA diabadikan bersama 8 warga Desa Jaring Halus yang mendapat umroh gratis.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Bupati Langkat Terbit Rencana PA hadiri syukuran laut (Jamu Laut) yang diselenggarakan warga di bibir pantai Desa Jaring Halus, Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat, Kamis (28/3).

Syukuran dirangkai dzikir dan doa bersama, dipimpin oleh sesepuh dan pawang laut setempat.

Pada kesempatan itu, Bupati Langkat memberikan hadiah umroh gratis, kepada delapan orang warga setempat, yaitu kepada tiga orang bilal mayit, tiga orang penggali kubur, 1 orang nazir masjid dan 1 orang keturunan sesepu (pawang laut).

Dalam sambutannya, Terbit Rencana mengapresiasi tradisi budaya jamu laut oleh warga, sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT, sehingga selalu diberikan keamanan serta peningkatan ekonomi bagi warga pesisir. “Serta menambah nilai persaudaraan, kepedulian dan persatuan dalam menjaga dan melestarikan kawasan ini, baik menjaga ekosistem laut, maupun hutan mangrovenya,” ujarnya.

Selain itu, Bupati Langkat juga berharap, agar para orangtua yang tinggal di pesisir, tetap memperhatikan pendidikan anak sebagai generasi bangsa, agar dimasa depan memilki kehidupan yang baik dan bermanfaat bagi keluarga, bangsa dan agama.

Terbit Rencana juga mengimbau, agar warga Secanggang memberikan hak suaranya pada Pemilu, tepatnya 17 april 2019 mendatang. Serta mengajak untuk bersama -sama menjaga keamanan dan ketentraman Kamtibmas kabupaten Langkat, baik menjelang dan hari H pesta demokrasi.

Kades Jaring Halus, Muktamar Laiyia, selain mengucapkan terima kasih atas kedatangan Bupati Langkat beserta rombongan, juga memohon kepada Bupati Langkat untuk membenahi infrastuktur akses jalan dari Secanggang, menuju Desa Jaring Halus.

“Kami sangat berharap pembenahan infrastruktur jalan tersebut,” sampainya, sembari mengimbau kepada seluruh masyarakat Desa Jaring Halus dan sekitarnya, untuk bersama menjaga pelestarian laut dan hutan mangrove.

Ketua Panitia Dilit Kumar mengatakan kegiatan jamu laut dilaksanakan 3 tahun sekali. Bahkan dahulu, budaya ini sudah sempat dipromosikan sebagai icon wisata budaya di Kabupaten Langkat. “Tujuanya bukan saja sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah, namun juga sebagai event untuk mengkampanyekan pelestarian laut dan hutan mangrove,” terangnya.

Selanjutnya, Dilit menjelaskan, pasca acara jamu laut, biasanya masyarakat sekitar akan mengosongkan desa ini dengan meninggalkan rumahnya. “Ini bukan himbaun dari sesepu setempat, tapi kebiasan masyarakat dari dahulu kala. Sebab selama, dua hari dua malam , setelah terlaksananya jamu laut, tidak dibolehkan barang apapun yang telah jatuh ke tanah atau lantai untuk diambil lagi. Jika hal ini dilanggar, maka jamu laut harus diulang kembali, maka masyarakat sekitar selama dua hari mengosongkan kampung,” paparnya. (bam/han)

Gepeng Membusuk di Parit

FACRIL/SUMUT POS DIEVAKUASI: Petugas saat mengevakuasi jasad korban ke RS Bhayangkara Medan.
FACRIL/SUMUT POS
DIEVAKUASI: Petugas saat mengevakuasi jasad korban ke RS Bhayangkara Medan.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Warga seputaran Jalan Kapten Sumarsono, Dusun II, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhandeli, dihebohkan dengan sesosok mayat pria di dalam parit, Kamis (28/3) sore.

Saat ditemukan, kondisi tubuh mayat pria yang diperkirakan berusia 45 tersebut sudah mengeluarkan aroma tak sedap. Dan mengenakan baju kaos hitam dipadu jeans panjang abu-abu.

Petugas yang mendapat kabar, turun ke lokasi temuan. Dari hasil olah TKP, ditubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Dan jasad korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan.

“Bapak itu memang sudah lama mangkal di pinggir ruko. Bapak itu pengemis, kami juga terkejut tiba-tiba bapak itu ditemukan sudah meninggal,” kata warga sekitar.

Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Iptu Bonar Pohan mengatakan, jenazah korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk divisum. “Sudah kita cek, tidak ada tanda kekerasan di tubuh korban” katanya. (fac/han)

Hari Ini, Gebyar Dikbud Digelar di Deliserdang dan Langkat

Diabadikan: Mendikbud RI, Prof Dr Muhadjir Effendy MAP diabadikan bersama pelajar di sela-sela acara di Kemendikbud Pusat.
Diabadikan: Mendikbud RI, Prof Dr Muhadjir Effendy MAP diabadikan bersama pelajar di sela-sela acara di Kemendikbud Pusat.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) hari ini, Sabtu (30/3) akan menggelar even Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan (Gebyar Dikbud) 2019 di Deliserdang dan Langkat.

Untuk Deliserdang dipilih Gor Serbaguna Lubukpakam, sebagai lokasi acara dan akan dimulai pukul 08.00 WIB – selesai. Dan rencananya, akan dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Prof Dr Muhadjir Effendy, MAP.

Gebyar Dikbud ditujukan untuk mensosialisasikan program pendidikan 2019 sebagai bentuk pertanggung jawaban Kemendikbud pada publik terkait apa saja yang telah dicapai, dan apa saja program unggulan yang disiapkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Sosialisasi program ini dilakukan, agar seluruh elemen pendidikan mulai dari guru, dinas terkait, pemerintah daerah hingga pelajar mengetahui program yang dicanangkan sehingga program tersebut bisa terserap, khususnya di daerah.

Di Deliserdang, berbagai rangkaian acara akan digelar. Mulai dari pameran, aneka lomba dan juga hiburan. Untuk acara seremonial diisi dengan atraksi pencak silat dan tari Sidalu Dendang yang diikuti 1.000 orang pelajar SD dan SMP. Sementara bagi pengunjung yang ingin mengenal lebih dekat sekolah sekolah dan dinas/lembaga pendidikan di Deliserdang bisa mengunjungi stand pameran yang telah disiapkan. Di antaranya stan dari PNF PAUD Dan Dikmas, SD, SMP, SMA, Sekolah Adiwiyata, Pariwisata, Perpustakaan dan Balai Arkeologi. Acara juga akan diisi dengan testimoni Warga Belajar Siswa Penerima KIP dan Anugrah Bunda PAUD Kab Deliserdang.

Untuk kegiatan lomba, akan diramaikan dengan lomba melukis, mendongeng massal guru PAUD, mewarnai, lomba berbalas pantun, senam lansia, senam massal dan rekontruksi gerabah.

Pada kesempatan ini, Mendikbud juga akan memandatangani prasasti Peresmian Taman Literasi Deliserdang. Sementara itu, di hari yang sama, Gebyar Dikbud 2019 juga digelar di Langkat bertempat di Lapangan Tengku Amir Hamzah Stabat, Jalan Proklamasi Kuala Bingai Stabat. Acara digelar mulai pukul 11.00 WIB hingga selesai.

Acara akan dimeriahkan dengan pameran pendidikan, lomba dan pertunjukan seni (balas pantun dan tari),testimoni peserta didik berjenjang, testimoni tenaga pendidik berjenjang, testimoni orang tua siswa, testimoni atlit Asean Games dan pertunjukan permainan tradisional.

Diperkirakan, baik di Deliserdang maupun di Langkat, lebih 2.000 massa akan menghadiri acara Gebyar Dikbud ini. Mulai dari masyarakat umum, siswa siswi seluruh jenjang pendidikan di Deliserdang dan Langkat serta elemen pendidikan Deliserdang dan Langkat.

Besok, Minggu (31/3) Gebyar Dikbud 2019 akan digelar di Medan, mengambil lokasi Lapangan Benteng Medan yang dimulai pada pukul 06.30 WIB. (sih/han)

Tamu dari Luar Negeri pun Datang Belajar Eukaliptus

Foto: Diva Suwanda/Sumut Pos KUNJUNGAN: Manager Corporate Communication PT TPL, Norma Hutajulu, menyerahkan plakat kepada Pemred Harian Sumut Pos, Dame Ambarita, saat berkunjung ke kantor redaksi Sumut Pos, di Gedung Graha Pena Jalan SM Raja, Medan, Jumat (29/3). Dari kiri ke kanan: staf Corcom TPL, Dedy Armaya, Juliandri Hutabarat. Dari kanan: Nita Febrianty dan Asih Astuti dari Sumut Pos.
Foto: Diva Suwanda/Sumut Pos
KUNJUNGAN: Manager Corporate Communication PT TPL, Norma Hutajulu, menyerahkan plakat kepada Pemred Harian Sumut Pos, Dame Ambarita, saat berkunjung ke kantor redaksi Sumut Pos, di Gedung Graha Pena Jalan SM Raja, Medan, Jumat (29/3). Dari kiri ke kanan: staf Corcom TPL, Dedy Armaya, Juliandri Hutabarat. Dari kanan: Nita Febrianty dan Asih Astuti dari Sumut Pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Toba Pulp Lestari (TPL), siap bersikap lebih friendly kepada masyarakat. Ribuan tamu silih berganti diterima berkunjung ke lokasi pabrik. Selaku tuan rumah, perusahaan yang memproduksi bubur kertas (pulp) ini memperkenalkan eukaliptus sebagai tanaman utama sumber kertas, yang bisa dipanen dalam usia 5 tahun. Tak hanya lokal, tamu dari luar negeri pun datang mempelajarinya.

“Saat ini PT TPL terbuka dengan semua pihak yang memerlukan informasi, sekaitan kinerja perusahaan. Ribuan tamu dari berbagaia datang ke lokasi pabrik. Siswa SMA pun kita terima. Bahkan kita banyak menerima tamu dari eksternal yang ingin melihat bagaimana soal penanaman pohon eukaliptus yang kami lakukan. Seperti dari mahasiswa dari luar negeri, Ceko. Mereka datang untuk melihat bagaimana pohon eukaliptus sudah siap ditebang pada usia 5 tahun si areal HTI kita,” kata Manager Corporate Communication (Corcom) PT TPL, Norma Hutajulu, saat berkunjung ke kantor redaksi Sumut Pos, gedung Graha Pena Jalan SM Raja, Medan, Jumat (29/3). Norma didampingi staf Corcom, Dedy Armaya, Juliandri Hutabarat, dan Natalia Pangaribuan.

Menurut Norma, bersikap friendly menjadi roadmap kerja PT TPL tahun 2019. “Perusahaan siap lebih terbuka untuk diskusi dengan semua pihak. Kini tagline nya TPL itu friendly dengan lingkungan, masyarakat dan pemerintah,” kata Norma. Sikap friendly itu juga untuk mengubah stigma yang berkembang di masyarakat, bahwa pemilik konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI) seluas 185.016 hektar di Sumut itu telah melakukan pembalakan hutan di kawasan Tapanuli.

“Padahal, kita hanya panen kayu di lokasi HTI dan Perkebunan Kayu Rakyat (PKR). Dari 185.016 hektare areal konsesi yang ijinnya diberikan oleh Pemerintah melalui SK Menteri Kehutanan no 179 tahun 2017 (Nomor SK.179/Menlhk/Setjen/HPL.0/4/2017, TPL saat ini hanya menggunakan sekira 40 persen saja. Atau sekitar 0,03 persen dari seluruh lahan hutan di Sumatera Utara,” kata Juliandri Hutabarat menambahkan.

Dan dalam mendukung program pemerintah mengembangkan kawasan wisata Danau Toba, TPL siap melepas sebagian lahan konsesi bila diminta. Itu untuk membuktikan bahwa perusahaan global penghasil pulp dengan kapasitas produksi 240 ribu ton per tahun tersebut, bekerja sesuai koridor dan mementingkan lingkungan.

“TPL sangat komit menjaga kelestarian lingkungan. Di areal HTI kita, selalu ada green belt yang dibangun berbatasan dengan hutan alam. Kita uga selalu menjaga areal konservasi di hutan yang menjadi lahan konsesi kita. Bahkan, ada areal yang sempat dijadikan objek destinasi wisata pada 2 tahun lalu. Di lokasi air terjun di kawasan Aek Nauli. Tapi karena penjaga hutan jadi kerepotan menjaga tamu, akhirnya sekarang hanya dibuka untuk tamu khusus saja,” kata Dedy Armaya, staf Corcom.

Sebagai perusahaan yang memiliki visi menjadi salahsatu perusahaan yang berbasis sumber daya yang berkelanjutan terbesar, TPL memberikan nilai lebih kepada masyarakat dengan memberdayakan masyarakat lokal.

“Di operasional TPL, kita memberdayakan masyarakat lokal. Karyawan PT TPL itu hanya 1.050 orang. Namun karyawan mitra dan badan usaha yang bekerja sama dengan TPL mencapai 7.700 orang,” katanya.

Selain itu, TPL juga membina Perkebunan Kayu Rakyat (PKR), dengan target tahun ini mencapai 100 ribu hektare. Untuk menjadi mitra TPL, teknisnya warga yang memiliki lahan minimal 2 hektare, mengajukan kerjasama ke TPL. Nantinya, TPL yang memberi bibit, pupuk, dan penyemprotan. “Tapi pekerjanya pihak petani, dengan perjanjian bagi hasil yang sudah ditetapkan,” sebutnya.

Ditanya mengenai penyebab longsor di Jembatan Siduadua, Parapat, Simalungun, Sumut yang terjadi berulang-ulang pada akhir tahun 2018 hingga awal tahun 2019, Juliandri Hutabarat menjelaskan, informasinya tahun 1990 lalu hutan di atas jembatan telah ditanami pihak Dinas PU yang membangun jembatan, dengan tanaman pinus. Alasannya, pihak dinas PU paham bahwa kawasan tersebut rawan longsor. Terutama karena ada mata air di lokasi tersebut.

“Hutan itu dikenal sebagai hutan PU. Namun seiring perjalanan waktu, terjadi perubahan status tanah dengan keluarnya berbagai peraturan soal areal hutan. Akhirnya kawasan itu menjadi status quo. Mulailah masyarakat setempat melakukan pembalakan liar. Hingga terjadilah longsor. Sekarang, TPL termasuk salahsatu yang peduli untuk melakukan penanaman kembali areal itu,” ungkapnya.

Kunjungan pihak TPL diterima pemimpin redaksi harian Sumut Pos, Dame Ambarita, didampingi Manager Iklan Asih Astuti dan staf Iklan Nita Febrianty. Kunjungan diakhiri dengan foto bersama. (dvs)

Perkuat Infrastruktur Gas Bumi

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN melalui anak usaha PT PGN LNG Indonesia (PLI) bekerjasama dengan PT Pelindo III (Persero) atau Pelindo III mengembangkan Terminal LNG Teluk Lamong, Jawa Timur.
Pembangunan Terminal LNG Jawa Timur ditargetkan akan beroperasi pada QIV 2019. Setelah perampungan, PLI selaku anak usaha PGN, siap mengoperasikan terminal itu untuk melayani kebutuhan energi di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan sekitarnya.
Dalam proses pembangunan Terminal LNG dan seluruh fasilitasnya, PT Pelindo Energi Logistik beserta PLI menggarap pengerjaan. Kerjasama inipun sejalan dengan optimalisasi sinergi antar perusahaan pelat merah.
Terminal LNG Teluk Lamong pun menjadi obyek vital bagi pembangunan ekonomi dan mobilitas transportasi di Pulau Jawa.
Pada fase pertama,  Terminal LNG Jawa Timur akan memiliki kapasitas regasifikasi sebesar 30 BBTUD, yang nantinya akan dikembangkan sesuai dengan pertumbuhan kebutuhan energi di Jawa Timur dan sekitarnya.
Sejalan dengan maksud, maka Terminal LNG juga menjadi solusi untuk menyediakan tambahan pasokan gas hasil regasifikasi LNG untuk pelanggan PGN group yang telah menerima  penyaluran gas melalui jaringan pipa,  Terminal LNG Jawa Timur, baik pelanggan industri, ritel, maupun kelistrikan, khususnya untuk wilayah-wilayah yang tidak dapat dijangkau dengan jaringan pipa PGN.
Selain itu, Terminal LNG Jawa Timur pada pengembangannya juga diharapkan dapat menyediakan fasilitas pengisian LNG dengan moda LNG trucking yang memanfaatkan ISO tank,  dengan kapasitas pengisian ±10 BBTUD. Pengembangan fasilitas dengan moda LNG trucking tersebut diharapkan dapat memberikan solusi energi dan membuka pasar-pasar ritel baru di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan juga Jawa Barat.
Selanjutnya, dengan moda LNG trucking, kerjasama ini juga akan mengusahakan pemanfaatan pasokan LNG untuk kapal-kapal yang berbahan bakar berbasis LNG (truck to ship LNG bunkering) di terminal-terminal milik Pelindo III.
Pemanfaatan itu membantu pemerintah memenuhi regulasi dari International Maritime Organization (“IMO”), yang berlaku mulai 1 Januari 2020, untuk menurunkan kadar Sulphur dari fuel menjadi maksimum 0.5% (dari limit eksisting 3.5%) untuk kepentingan lingkungan, dengan mengurangi emisi berbahaya dari kapal-kapal.
Dari sisi PGN, sebagaimana dikatakan Direktur Utama Gigih Prakoso, poin penting pembangunan infrastruktur LNG di Teluk Lamong yaitu penguatan sistem distribusi dan regasifikasi LNG. Hal ini, tambahnya, kian mengokohkan layanan terintegrasi dari PGN.
“Dengan tersedianya tambahan pasokan gas yang dimaksud, PGN dapat meningkatkan ketahanan dan keberlangsungan pasokan gas untuk sistem distribusi Jawa Timur dengan sasaran industri, ritel, dan kelistrikan. Saat ini pasokan gas untuk sistem distribusi Jawa Timur hanya mengandalkan sumur-sumur gas berdasarkan Kontrak Kerja Sama minyak dan gas bumi yang berada di sekitar Jawa Timur,” tutup Gigih. (rel/ram)

Pemerintahan Jokowi di Jalur yang Benar

Foto Istimewa ‎Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh.
Foto Istimewa
‎Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, di Manado, Jumat (29/3).

MANADO, SUMUTPOS.CO – Pemilihan Umum (Pemilu) di Indonesia menunjukkan demokrasi yang cukup baik. Dengan itu, ‎Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh mengajak seluruh masyarakat tetap menjaga persatuan dan kesatuan meski berbeda pilihan. Karena persatuanlah yang yang dimiliki tanah air ini.

“Suasana kompetisi pemilu saat ini agak keras. Jika salah-salah langkah, bisa beresiko terhadap stabilitas negara,” ucap Surya Paloh di Manado, Jumat (29/3).

Semua pihak, kata politisi kawakan itu, baik pemerintah, partai politik, termasuk media massa, memiliki tanggung jawab atas kemajuan pembangunan yang ada di Indonesia. Surya menilai, Indonesia di bawah Pemerintahan Joko Widodo telah berada di jalur yang benar dalam membangun bangsa.

“Kita semua mempunyai PR (Pekerjaan Rumah) untuk membangun negara ini. Pemerintahan yang sekarang sudah berjalan sesuai dengan jalur yang benar. Jangan sampai bangsa ini ke luar jalur kembali,” sebutnya.

Surya juga mengatakan dia tidak ingin kehilangan keberagaman yang seutuhnya dalam bingkai NKRI. Keberagaman tersebut berpotensi menghilang, jika kemenangan salah satu calon pemimpin bangsa sarat dengan politik aliran.

“Biarlah mereka melihat kita sebagai suatu kesatuan bangsa yang beragam. NasDem memiliki prinsip untuk menghilangkan tirani mayoritas terhadap minoritas. Di situlah prinsip demokrasi yang baik,” katanya. (gus)