Home Blog Page 5369

Rekannya Ikut Acara Hiburan, Aksi Buruh: May Day Bukan Fun Day

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS DEMO: Ribuan buruh berunjuk rasa di depan kantor Gubernur Jalan Diponegoro Medan, Rabu (1/5). Aksi tersebut memperingati Hari Buruh Sedunia atau May Day.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
DEMO: Ribuan buruh berunjuk rasa di depan kantor Gubernur Jalan Diponegoro Medan, Rabu (1/5). Aksi tersebut memperingati Hari Buruh Sedunia atau May Day.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ribuan massa buruh Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumut menggeruduk Kantor Gubsu di Jalan Diponegoro Medan, dalam aksi demo merayakan May Day, Rabu (1/5) siang. Dalam aksi itu, massa FSPMI menyampaikan kritik pedas terhadap aksi sejumlah kelompok buruh lainnya, yang memilih merayakan May Day dengan ikut dalam acara hiburan yang dibuat pemerintah.

“May Day bukan fun day atau holiday. Analogi May Day ibarat ayahmu meninggal, baru 40 hari Tahlilan. Tetapi istri atau kerabat kita bilang ‘jangan tahlilan’. Bagaimana perasaan kawan-kawan? Sakit ‘kan?” kata Willy Agus Utomo, Ketua FSPMI Sumut, dalam aksi tersebut.

Kritikan itu disampaikan FSPMI karena pada perayaan Hari Buruh kemarin, sebagian kelompok buruh mengikuti acara pemerintah di sejumlah titik. Di antaranya ada di Lapangan Merdeka dan Lapangan Benteng Kota Medan.

“Selama upah buruh masih murah, sistem kerja kontrak masih ada di Sumut, kita tidak akan bergandengan dengan pemerintah untuk merayakan May Day,” tandas Willy.

Dalam aksinya, FSPMI mendesak Gubsu Edy Rahmayadi menyelesaikan masalah perburuhan. Menurut mereka, saat ini kondisi buruh di Sumut masih jauh dari kata sejahtera. Masih banyak pelanggaran yang dilakukan perusahaan dan luput dari pengawasan pemerintah. “Pak Edy, buruh di Sumut belum bermartabat,” teriak seorang massa lewat pengeras suara.

Pernyataan ini terlontar menyusul janji Edy Rahmayadi mulai dari kampanye hingga menjabat sebagai gubernur yang ingin mewujudkan Sumut bermartabat. “Kami melihat masih banyak persoalan. Gubernur melalui Disnaker Sumut harus segera menyelesaikan kasus-kasus perburuhan di Sumut yang bertahun-tahun tidak terselesaikan. Antara lain, kasus buruh PT Perkebunan Sumut, PT Karya Delka Maritim (Belawan) dan banyak kasus buruh perkebunan di Kabupaten Labuhan Batu tak kunjung diselesaikan,” ujar Willy Agus Utomo.

Lomba Gerak Jalan

Di saat rekan mereka menggelar aksi demo di Kantor Gubsu, ribuan buruh lainnya mengikuti Lomba Gerak Jalan Santai Beregu dan Massal, yang diselenggarakan Dinas Ketenagakerjaan Sumut untuk memeringati May Day, di lapangan Pendidikan Perkebunan (LPP) Kampus Medan, Jalan Rumah Sakit Haji Medan, Rabu (1/5).

Kadisnaker Sumut Harianto Butarbutar menyampaikan, Lomba Gerak Jalan Santai Beregu dan Massal diikuti oleh 2.500 lebih peserta, terdiri dari para pengusaha dan serikat-serikat buruh di Sumut.

“Kita menyiapkan 2.000 sembako untuk dibagi-bagikan dan 254 paket lucky draw hari ini untuk para buruh. Hari ini adalah harinya para buruh, kita persiapkan dengan konsep santai, menghibur, dan banyak hadiah untuk mereka,” sebutnya.

Acara Lomba Gerak Jalan Santai Beregu dan Massal dimulai sejak pagi pukul 06.30 WIB. Peserta dilepas oleh Gubsu Edy didampingi Pangdam I/BB, Kadisnaker Sumut Harianto Butarbutar, dan panitia. Dimulai dari garis start di LPP Kampus Medan, peserta gerak jalan keluar menyusuri Jalan Rumah Sakit Haji Medan dan kembali memasuki LPP Kampus Medan. Dilanjutkan dengan acara hiburan dan pengundian lucky draw.

Gubsu Edy Rahmayadi, dalam sambutannya berharap peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) tidak lagi diwarnai dengan aksi-aksi demonstrasi. Jika ada yang memiliki aspirasi atau ingin menyampaikan sesuatu, dirinya mengaku terbuka untuk menerima para buruh berdialog di Kantor Gubernur Sumut.

“Kalau kalian punya ide yang lebih baik tentang kesejahteraan buruh, sampaikan baik-baik pada saya. Saya selalu terbuka, tidak usah lah lagi dengan cara-cara demo. Hari ini kita sama-sama memperingati sekaligus evaluasi. Perusahaan jangan macam-macam, tapi buruh juga harus betul. Biar sama-sama betul kita semua,” katanya.

Gubsu mengapresiasi pelaksanaan gerak jalan yang dilaksanakan bersama buruh tersebut. Menurutnya, acara ini merupakan salah satu bentuk silaturahmi yang bisa memupuk kebersamaan antar pemerintah, pengusaha, dan buruh. Ia juga berharap kegiatan May Day ke depan akan lebih beragam dan bermanfaat. Misalnya dengan melaksanakan kegiatan gotong royong.

Pangdam I/BB berpendapat serupa seperti Gubernur Edy. “Saya pada prinsipnya juga sangat mengapresiasi pelaksanaan ini, disalurkan melalui acara yang santai, ringan, dan membangun kebersamaan,” ujarnya.

Deputi Direktur BPJS Wilayah Sumbagut Umardin Lubis, yang turut hadir mengungkapkan bahwa partisipasi pihaknya dalam kegiatan itu sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran BPJS di tengah para buruh. Disampaikannya bahwa hampir seluruh buruh yang tergabung dalam serikat kerja sudah pasti menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. “Sudah menjadi tanggung jawab pemerintah untuk melindungi para buruh, dan BPJS hadir untuk itu,” tuturnya.

Buruh di KIM Tidak Peringati May Day

Terpisah, buruh di Kawasan Industri Medan (KIM) tidak menggelar perayaan May Day. Pantauan di lapangan, Rabu (5/1), suasana lenggang mewarnai KIM. Meski begitu, petugas kepolisian dari Polres Pelabuhan Belawan tetap melakukan pengamanan di kawasan pusat industri tersebut.

Salah satu pengurus buruh KIM, Zulham, mengatakan pihaknya sudah berkordinasi dengan para pengurus serikat buruh lain yang ada di perusahaan, untuk tidak melakukan kegiatan di KIM.

“Jauh hari kita sudah memberikan surat kepada para pengurus organisasi perserikatan buruh yang bekerja di setiap perusahaan agar tidak melakukan kegiatan. Agar suasana tetap kondusif pasca penyelengaraan pesta demokrasi,” ucapnya.

Untuk perayaan pesta buruh, sebut Zulham, mereka laksanakan terpusat di Medan. Di sana, para buruh merayakan pesta secara damai dan aman. “Ada sebagian buruh yang tergabung dalam organisasi merayakannya di Medan. Nanti, ada juga ada juga buruh yang bergabung dari luar daerah seperti Tanjungmorawa,” katanya.

Petugas kepolisian dari Polres Pel Belawan beserta jajarannya tetap melaksanakan pengamanan di seputaran KIM. “Memang sampai saat ini belum ada pergerakan dari buruh. Kita tetap menjaga situasi supaya kondusif dan aman. Kita tetap melakukan pengawalan kepada para buruh yang akan berangkat ke Medan,” kata Wakapolsek Medan Labuhan, AKP Ponijo. (prn/fac)

Sambal Andaliman Tembus Pasar Internasional, Koad Chamdi: UMKM di Sumut Kalah soal Kemasan

istimewa KHAS: Sambal Andaliman khas Tanah Batak.
istimewa
KHAS: Sambal Andaliman khas Tanah Batak.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Andaliman, kini menjadi usaha yang menjanjikan dalam bidang kuliner. Bumbu khas tanah Batak dari tanaman buah bermarga zanthoxylum atau jeruk-jerukan itu, sudah memiliki pasar tersendiri. Baik pasar domestyk maupun internasional.

Andaliman juga yang mengantar Koad Chamdi menjadi pelaku UMKM profesional dan mandiri. Sukses menjadi pengusaha kuliner suksesn

“Saat sudah 9 tahun terakhir menggeluti bisnis kuliner. Namun baru dua tahun terakhir fokus dengan produk kuliner ‘Sambal Andaliman’. Kini ‘Sambal Andaliman’sudah dipasok ke seantero nusantara hingga ekspor ke Taiwan,” katanya saat menjadi pembicara pada Fokus Grup Discussion (FGD) Hubungan Kelembagaan ‘Penyebarluasan Informasi Manfaat Kerjasama Pengembangan Ekspor Bagi Pemerintah Daerah dan Pelaku Usaha Di Provinsi Sumatera Utara’, di Hotel Le Polonia, Medan, Selasa (30/4).

Andaliman yang memiliki aroma menyerupai citrus yang kuat, biasa dijual dalam bentuk utuh maupun bubuk, bisa disesuaikan dengan kebutuhan. “Sambal banyak di Indonesia dan banyak ragamnya, terutama dari Jawa. Namun Sambal Andaliman memiliki cita rasa yang sangat berbeda dengan sambal-sambal mereka,” sebut Koad.

Ide mengembangkan andaliman sebagai salah satu bahan bisnis kuliner, diperoleh Koad saat dirinya berkeliling Sumatera Utara beberapa waktu lalu. Tanaman Andaliman menarik minatnya, setelah mencicipi bumbu khas Tanah Batak ini pada salah satu perjalanannya ke daerah Tobasa.

“Ada citarasa yang unik pada sambal yang menggunakan Andaliman sebagai salah satu bahan pembuatannya. Di Tobasa, pembuatannya sangat sederhana. Bumbu itu akhirnya saya pelajari, kemudian saya kembangkan,” sebutnya.

Dua tahun menekuni pembuatan Sambal Andaliman, Koad mengaku menerima permintaan dari berbagai daerah di Indonesia, mulai Sumatera hingga ke Papua. Bahkan belakangan, permintaan juga datang dari Taiwan, yakni dari warga Indonesia yang bekerja di sana. “Andaliman ini adalah bisnis yang sangat menjanjikan,” ungkapnya.

Saat ini yang menjadi kendala baginya mengembangkan pasar ke luar negeri adalah aturan yang sangat ketat. Salahsatunya adalah sertifikat organik, agar sambal miliknya bisa lolos aturan ekspor di luar negeri.

“Jujur saja ini berat. Karena pengurusan sertifikat organik saya belum sanggup. Untuk 1 jenis tanaman saja biayanya hampir Rp 100 juta. Kalau sambal saya komponennya 9 macam, semua harus dilengkapi sertifikat organik,” cetusnya.

Jika menggunaan 9 komponen, maka biaya yang harus dikeluarkan Koad untuk sambalnya agar lolos sertifikat organik, mencapai Rp 900 juta. Kondisi ini membuat Koad mengurungkan niat untuk ekspor Sambal Andaliman ke luar negeri. Sementara ini, ia mengalihkan fokusnya untuk pasar di dalam negeri saja.

“Toh permintaan Sambal Andaliman di dalam negeri juga sangat tinggi. Tinggal berinovasi untuk membuat produknya lebih menarik, seperti peningkatan kualitas kemasan,” katanya.

Ia menyebut, kekalahan UMKM di Sumatera Utara bukan dari kualitas produk, melainkan dari kemasan.

“Di Jawa itu ada rumah kemasan. Pelaku UKM tinggal bawa produknya ke sana, pihak rumah kemasan yang memikirkan kemasannya. Kalau cocok, dibayar. Begitulah mereka berinovasi,” pungkasnya.

Lewat FGD yang difasilitasi oleh pihak Kementerian Perdagangan RI tersebut, Koad berharap seluruh pelaku UMKM mendapatkan informasi yang lebih lengkap dan informatif, yang dapat digunakan untuk mengembangkan bisnis UKM di Sumatera Utara. (gus)

Telat, Parpol Disanksi Diskualifikasi

Markus/Sumut Pos SERAHKAN: Bendahara PKS Kota Medan, Dhiyaul Hayati menyerahkan laporan LPPDK kepada komisioner KPU kota Medan, Zefrizal di kantor KPU Medan, Selasa (30/4).
Markus/Sumut Pos
SERAHKAN: Bendahara PKS Kota Medan, Dhiyaul Hayati menyerahkan laporan LPPDK kepada komisioner KPU kota Medan, Zefrizal di kantor KPU Medan, Selasa (30/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tenggat penyerahan Laporan Penerimaan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) Pemilu 2019 ke KPU berakhir 1 Mei 2019. Untuk Sumut, seluruh partai politik (parpol) telah menyerahkan laporan. Namun di tingkat Kota/Kabupaten, masih ada sejumlah parpol yang telah menyerahkan laporan. Termasuk laporan calon DPD asal Sumut. Atas keterlambatan itu, parpol terancam sanksi diskualifikasi.

“Untuk parpol, semuanya sudah menyerahkan LPPDK, meski masih ada yang belum lengkap. Bagi peserta pemilu 2019 yang tidak menyerahkan LPPDK hingga batas waktun

yang telah ditentukan, akan ada sanksi, yakni peserta pemilu terpilih dalam pemilihan dapat dieliminasi sebagai calon terpilih,” kata Kasubbag Teknis dan Hukum KPU Sumut, Maruli Pasaribu ketika dikonfirmasi, Rabu (1/5).

Namun untuk eksekusinya, akan dilakukan sesuai peraturan kewenangan itu ada di KPU RI. “Kami hanya menyampaikan saja laporan yang ada. Dan kita buatkan berita acaranya. Sanksinya ada di KPU pusat,” katanya.

Untuk Sumut, keterlambatan hanya dari calon DPD asal Sumatera Utara, Dadang Dermawan. Hingga Rabu (1/5) pukul 20.22 WIB, Dadang belum juga melaporkan LPPDK. “Kami tinggal menunggu berkas LPPDK calon DPD Dadang Dermawan. Infonya sedang di jalan menuju KPU Sumut,” katanya seraya menyebut sudah 18 berkas calon DPD RI asal Sumut yang menyerahkan berkas hingga hari terakhir kemarin.

Medan Tinggal PKB

Jika seluruh parpol provinsi Sumut telah menyerahkan LPPDK, di Medan masih ada parpol yang belum menyerahkan laporan.

Hingga kemarin, dari total 16 partai yang menjadi peserta pemilu di Indonesia, 15 partai politik sudah menyerahkan LPPDK ke KPU Medan. “Ada empat partai yang telat melaporkan LPPDK. Yaikni PDIP, PBB, PKPI dan Demokrat. Keempatnya lewat dari pukul 18.00 WIB. Tapi masih kita beri toleransi. Yang paling belakang adalah Demokrat,” ungkap Zefrizal.

“Partai PKB belum menyerahkan LPPDK nya ke KPU Medan karena mereka tidak memiliki caleg tingkat Kota Medan. Pasalnya, PKB terlambat saat pendaftaran caleg, beberapa waktu lalu,” kata komisioner KPU Medan, Zefrizal kepada Sumut Pos, Rabu (1/5).

Parpol yang menyerahkan LPPDK diawali NasDem, Golkar, PKS, PAN, PPP, Perindo, Hanura, Garuda, Berkarya, Gerindra, PSI, PDIP, PBB, dan PKPI, dan diakhiri Demokrat.

Berdasarkan pasal 55 Ayat 1 PKPU Nomor 34 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas PKPU Nomor 24 Tahun 2018 Tentang Dana Kampanye, menerangkan bahwa partai politik peserta Pemilu, anggota DPRD tingkat Kabupaten/Kota menyampaikan LPPDK kepada KPU Kabupaten/Kota untuk disampaikan kepada KAP, paling lambat 14 hari setelah pemungutan suara atau tepatnya tanggal 1 Mei 2019.

Penyampaian LPPDK parpol yang difasilitasi oleh KPU Kabupaten/Kota kepada KAP paling lambat 15 hari setelah pemungutan suara atau tanggal 2 Mei pukul 18.00 waktu setempat.

Jika laporan tidak diserahkan sesuai tenggat waktu yang telah ditentukan, parpol peserta pemilu bisa dianggap tidak menyampaikan LPPDK Pemilu Tahun 2019. “Sanksinya tegas, bisa tidak ditetapkan calon terpilihnya nanti,” ujarnya.

Di Binjai, 8 Partai Serahkan LPPDK

Di Binjai, hingga jelang ditutupnya penerimaan LPPDK pada Rabu (1/5), baru 8 parpol dari 15 parpol peserta pemilu, yang menyerahkan laporan ke KPU Binjai hingga pukul 16.30 WIB.

PKS dilaporkan sebagai partai pertama yang menyerahkan LPPDK ke KPU Kota Binjai. Dilanjutkan PDIP Perjuangan, Partai NasDem, dan Partai Golkar. Hari berikutnya, PPP dan Gerindra. Sedangkan PSI yang datang hanya sekedar konsultasi, dan belum menyerahkan LPPDK.

“LPPDK hukumnya wajib diserahkan oleh peserta pemilu. Jika tidak menyerahkan, calon legislatif terpilih terancam tak dapat dilantik,” kata Koordinator Divisi Parmas dan SDM KPU Kota Binjai, Robby Effendi.

“Jika hari ini LPPDK tidak masuk juga, kami menyarankan kepada partai untuk menyerahkan ke KPU Provinsi,” katanya.

Di Tebingtinggi, dari 16 Parpol peserta Pemilu, yang sudah menyerahkan LPPDK ke KPU Kota baru 8 parpol. Yakni PKB, PDI Perjuangan, Golkar, PAN, PBB, PKPI, Gerinda, Nasdem. Sedangkan 8 parpol lainnya, yakni Partai Hanura, Berkarya, PPP, Demokrat, PSI, Partai Bekarya dan Perindo belum menyerahkan laporan hingga batas waktu yang ditentukan.

Di Dairi, 3 Parpol Bakal Didiskualifikasi

Sementara di Kabupaten Dairi, hingga batas akhir ditentukan yakni, Rabu (1/5) pukul 18.00 Wib, ada tiga parpol peserta pemilu 2019 yang tidak memyerahkan LPPDK.

“Dari total 14 parpol peserta Pemilu di Dairi, hanya 11 Parpol yang menyerahkan LPPDK. Sementara tiga parpol lainnya, yakni PKPI, PPP dan Partai Berkarya, belum menyerahkan LPPDK. Ketiga parpol yang tidak menyerahkan LPPDK akan dilaporkan ke KPU RI,” kata Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Dairi, Jenny Ester Pandiangan, didampingi Kasubbag hukum Sekretariat KPU Dairi, Bisler Padang dikonfirmasi wartawan, Rabu (1/5).

Ke 11 parpol yang sudah menerahkan LPPDK yakni Gerindra, PKB, Perindo, PKS, Demokrat, Hanura, Nasdem, Golkar, PDIP, PSI dan PAN. Semua data disampaikan ke 11 parpol dinyatakan lengkap.

Jenny dan Bisler menyebut, sebelumnya ada 16 parpol di Dairi. Tetapi pada bulan Maret 2019 lalu, KPU RI mendiskualifikasi dua parpol, yakni PBB dan Garuda, karena tidak menyerahkan laporan dana awal kampanye (LDAK) pemilu serentak tahun 2019. Karenanya, parpol peserta pemilu hanya 4 parpol.

Sementara di Asahan, hingga berakhirnya tenggat penyerahan LPPDK, baru tiga parpol yang menyerahkan laporan ke KPU Asahan. Ketiga parpol dimaksud adalah PKB, Gerindra, dan PKPI.

“Hingga pukul 17.00 WIB, baru tiga parpol yang melaporkan LPPDK,” kata Komisioner KPUD Asahan Divisi Hukum, Ali Sofyan Hasibuan kepada Sumut Pos, Rabu (1/5).

Menurutnya, KPU Asahan sudah menyurati langsung ke seluruh parpol peserta pemilu agar melaporkan LPPDK sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan. “Karena tidak diindahkan, maka KPU akan melakukan pembatalan terhadap caleg terpilih,” bilangnya. (mag-1/prn/ted/ian/mag-10/omi)

Lagi, Petugas KPPS Meninggal & Polisi Masuk RS

no picture
no picture

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Total petugas yang meninggal di Sumatera Utara pascapemilu serentak 2019, bertambah. Jika kemarin 9 petugas KPPS, PPK, dan 3 polisi dilaporkan meninggal, kini jumlah korban bertambah. Seorang petugas KPPS di TPS 23, Kelurahan Kwala Bingai, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Syaiful Azwan meninggal dunia Rabu (1/5), setelah kelelahan pascapenghitungan suara.

Ketua KPPS 23, Kwala Bingai Stabat, Kamal, menjelaskan korban mengaku letih usai melakukan perhitungan suara di TPS-nya pada 17 April lalu. “Ia letih dan lemas, sehingga langsung dibawa ke rumah sakit Bidadari Stabat untuk dirawat,” ujarnya.

Setelah dirawat beberapa hari, warga Komplek Pemda, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat itu akhirnya meninggal dunia pada Rabu (1/5) pukul 3 pagi, dengan diagnosa gejala stroke dan tensi tinggi. “Pagi tadi saya dengar kabar beliau meninggal. Saya langsung mendatangi rumah korban mengucapkan belasungkawa,” katanya.

Data KPU Langkat, sudah dua orang peyelenggara Pemilu di Langkat yang meninggal dunia. Sebelumnya pada 27 April lalu, Harmanus Mamat Siregar (41), petugas KPPS 3, Kelurahan Brandan Timur, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat juga meninggal dunia, diduga akibat kelelahan usai penghitungan suara di TPS.

Tiga orang petugas KPPS lainnya juga masih dirawat di rumah sakit Pertamina Pangkalan Brandan. Sedangkan satu orang petugas KPPS yang sedang hami l mengalami keguguran usai melakukan perhitungan suara di TPS.

AKP Suryanto Kelelahan Saat PAM Pemilu

Selain korban meninggal, petugas yang dirawat di rumah sakit karena kelelahan pascapemilu juga terus berjatuhan. Selasa malam kemarin, Kasubbag Kum Kepolisian Resor Dairi, AKP Suryanto Barus, jatuh sakit saat melaksanakan tugas pengamanan pemilu (PAM) Pemilu serentak, sejak 17 April 2019 lalu. Ia pun dirujuk ke rumah sakit Bhayangkara Medan.

“AKP Suryanto adalah perwira penanggungjawab seluruh TPS se-Kecamatan Lae Parira,” kata Kapolres Dairi, AKBP Erwin Wijaya Siahaan Sik, melalui Kasubbag Humas Polres Iptu Donny Saleh dalam pers rilis, Rabu (1/5).

Korban diduga kelelahan menjalankan tugas pengamanan pemilu. Selasa (30/4) malam, korban dilarikan ke RSUD Sidikalang. Namun karena kondisi perwira polisi itu tidak membaik, RSUD Sidikalang dan Polres Dairi merujuk AKP Suryanto Barus ke rumah sakit Bhayangkara Polda Sumut di Medan.

Proses pemberangkatan rujuk AKP Suryanto Barus dipimpin Kabag Ops Polres Dairi Kompol WH Pranggono dan Kasat Shabra AKP Lamhot Limbonng.

Sebelumnya, belasan petugas baik Panitia Pemungutan Suara, PPK, dan polisi, meninggal di seluruh wilayah di Sumatera Utara, sejak pemungutan suara Pemilu Serentak tanggal 17 April lalu. Petugas yang meninggal terdiri dari berbagi usia, mulai dari usia 28 tahun hingga 54 tahun.

Adapun nama-nama petugas PPS dan PPK di Sumut yang sebelumnya meninggal dunia yakni, 1. Zulkifli Salamuddin (45) dari TPS Medan Johor kota Medan, 2. Eva Arnaz (35) dari TPS Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu, 3. Jalakon Sinaga dari TPS Berampu kabupaten Dairi, 4. Zainuddin Keliat (52) dari TPS Pancur Batu kabupaten Deliserdang, 5. Putra Sipayung (28) dari TPS Purba kabupaten Simalungun, 6. Sutrisno dari TPS Medan Selayang kota Medan, 7. Uswatun Hasanah Harahap (30), 8. Sayur Nasution dari TPS di kabupaten Mandailing Natal, 9. Eri Syafrizal (57), petugas PPK Bajenis Kota Tebingtinggi.

Dari institusi kepolisian, korban meninggal yakni 1. Kanit Provos Polsek Bosar Maligas Polres Simalungun, Aiptu Tunggul Simbolon, gugur dalam kecelakaan tunggal usai mengawal kotak suara, 2. Kanit Diksaya Polres Padangsidimpuan, Iptu Partahian Dalimunthe meninggal kelelahan usai melaksanakan tugas pengamanan di PPK Hutaimbaru, Kamis (25/4). 3. Aiptu Jonter Siringo-Ringo (51), anggota Satuan Reserse dan Kriminal Polres Dairi, meninggal diduga karena kelelahan, saat mengamankan TPS di Tiga Baru, Kecamatan Pegagan Hilir Kabupaten Dairi.

Sedangkan polisi yang kritis bernama Aiptu Martin Sembiring (54), Bhabinkamtibmas di Desa Tarutung Baru Kecamatan PSP Tenggara, Kota Padangsidimpuan. Martin mengalami kecelakaan setelah merasa pusing saat Rapat Pleno Terbuka perhitungan suara di Kantor Camat Psp Tenggara, Kota Padang Sidimpuan. (bam/mag-10)

Real Count KPU Untuk Pileg DPR RI 2019 Dari Sumut, NasDem Geser Golkar di Posisi 2

.
.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Progres hasil hitung suara Legislatif DPR RI 2019 dari daerah pemilihan Provinsi Sumatera Utara versi website resmi Komisi Pemilihan Umum per tanggal 1 Mei pukul 21:45 WIB, memang baru 14.517 dari 42.668 TPS. Alias masih 34 persen. Artinya perolehan suara masih bisa berubah. Meski demikian, posisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) yang menggeser Partai Golkar dari posisi 2 di bawah Partai PDI Perjuangan, cukup mengejutkan. Parpol baru kalahkan parpol lama?

PANTAUAN di website https://pemilu2019.kpu.go.id/#/dprri/hitung-suara/, tadi malam, PDI Perjuangan masih berjaya di posisi puncak dengan perolehan suara sementara 22,42 persen. Posisi dua diduduki Partai NasDem dengan perolehan suara 15,34 persen. Disusul Partai Golkar yang sebelumnya di posisi dua, dengan perolehan 13,66 persenn

Posisi 4 dan 5 diduduki Gerindra dengan perolehan 10,56 persen dan PAN dengan perolehan 7,45 persen.

Atas tingginya perolehan suara DPR RI dari Dapil Sumut dalam Pemilu Serentak 17 April 2019 lalu, partai yang didirikan dan diketuai Surya Paloh tersebut NasDem Sumut sangat bangga. Tidak tangung-tanggung, Partai Nasdem menyatakan optimis akan memperoleh kursi 2 kali lipat lebih banyak dari periode sebelumnya, yang hanya memperoleh 3 kursi di senayan.

“Kami yakin akan meraih 6 kursi di DPR RI dari Dapil Sumut. Baik dari Dapil Sumut I, Sumut II, dan Sumut III. Dari masing-masing Dapil di Sumut itu, kami targetkan masing-masing dapat 2 kursi. Tahun 2014 lalu, kami berhasil memperoleh 3 kursi, yaitu 1 kursi di masing-masing dapil,” ucap Ketua DPD Partai NasDem Sumut, Iskandar, ST kepada Sumut Pos, Rabu (1/5) via selulernya.

Saat ditanya nama-nama Caleg NasDem Dapil Sumut yang diprediksi akan melenggang ke senayan, Iskandar mengatakan bahwa semua Caleg NasDem punya kesempatan yang sama besar dalam memenangkan persaingan. Namun ada beberapa nama yang diyakini akan berhasil duduk di kursi DPR RI.

“Kalau dari Dapil Sumut I, kami targetkan 2 kursi. Prananda Surya Paloh dipastikan akan duduk kembali di DPR RI. Untuk kursi kedua antara pak Tengku Erry Nuradi atau pak Edwin (Edwin Pamimpin Situmorang, Red). Dari Dapil Sumut II, kami juga targetkan 2 kursi. Di situ persaingannya ketat, antara Delmeria Sikumbang, Martin Manurung, dan Christian Zebua. Di Dapil Sumut III juga persaingannya sangat ketat, antara pak Ali Umri sebagai incumbent, Rudi Hartono Bangun, dan Hj. Nurhajizah Marpaung,” jelas Iskandar.

Disebutkan Iskandar, siapapun yang akan menduduki kursi DPR RI, pihaknya yakin dialah yang telah dipilih rakyat sebagai wakil rakyat yang berkompeten. “Karena pada dasarnya, semua kader NasDem memang berkompeten dan punya kualitas. Siapapun yang menang, kami yakini dialah yang terbaik sebagai pilihan rakyat. Dan yang pasti kami yakin akan memperoleh 6 kursi di tahun ini,” ungkapnya.

Terkait dugaan kecurangan yang dilakukan salah satu Caleg NasDem, yakni Delmeria Sikumbang di salah satu daerah pemilihannya di Tapanuli Tengah (Tapteng), Iskandar membantahnya.

“Partai NasDem sangat menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi. Kami sangat anti dengan yang namanya kecurangan. Tidak ada itu dan tidak terbukti,” bantahnya.

Dijelaskan Iskandar, sejak dugaan kecurangan yang dilakukan Delmeria dilaporkan, pihak KPU telah menyelenggarakan pemungutan suara ulang (PSU) di sejumlah TPS yang dilaporkan terjadi kecurangan. “Dan ternyata setelah pemungutan suara ulang dilakukan, hasilnya tetap sama. Delmeria unggul telak di sana. Perolehan suaranya pun tidak berbeda, hanya sedikit saja menurun. Itupun karena PSU-nya tidak dilakukan dihari libur. Jadi ada pemilih yang tidak bisa mencoblos karena harus bekerja pada hari itu,” tutupnya.

Ketua Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sumatera Utara, Syafrida Rahmawati Rasahan mengatakan, laporan soal dugaan kecurangan Delmeria tidak diproses oleh pihaknya. “Terkait Delmeria, saat ini laporannya sedang ditangani oleh Bawaslu Tapanuli Tengah. Bukan oleh Bawaslu Sumut,” ucap Syafrida kepada Sumut Pos, Rabu (1/5).

Karena itu, Bawaslu Sumut belum mengetahui sudah sejauh mana laporan tersebut diproses oleh Bawaslu kabupaten Tapteng. “Silakan tanyakan langsung ke Bawaslu Tapteng. Tapi setahu saya memang sudah dilakukan pemungutan suara ulang di sana,” ujarnya.

Demokrat Belum Tahu Potensi Kursi

Berbeda dengan partai politik lain, Partai Demokrat hingga kini belum mengetahui potensi raihan kursi DPR RI, dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara pada Pemilihan Umum 2019. “Belum ada kepastian (terkait peluang raih berapa kursi, Red),” ungkap Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon menjawab Sumut Pos, Rabu (1/5).

Dia mengatakan, rekapitulasi di seluruh kabupaten dan kota di Sumut hingga kini masih berlangsung. Aspek lain kenapa pihaknya belum menerima hasil soal kans keterwakilan calegnya di Senayan dari Dapil Sumut, mengingat luasnya dapil yang ada pada wilayah ini.

“Kan perhitungan di Sumut karena dapilnya luas-luas dan terdiri dari banyak kabupaten. Jadi masih berlangsung (rekapitulasi suara),” katanya.

Meski perkiraan suara partai berlambang mercy di Pileg 2019 jauh merosot dari 2014, Jansen menegaskan secara target minimal keterwakilan mereka bisa sama komposisinya dengan pemilu lima tahun silam.

“Targetnya minimal sama dengan hasil Pemilu 2014 yang lalu, tiap dapil minimal terisi satu kursi. Jadi minimal total tiga kursi. Karena Sumut kan terdiri dari 3 dapil,” pungkasnya.

Hal senada sebelumnya disampaikan Sekretaris Partai Demokrat Sumut, Meilizar Latif. Ia mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu penghitungan suara ditingkat kecamatan. Karena itu, ia belum bersedia membeberkan peluang partai mereka mendapat berapa kursi di DPRD Sumut.

“Sekarang ini tidak lagi pakai sistem suara terbanyak, tapi pembagi bilangan ganjil. Kita juga tergantung perolehan dari partai lain. Jadi kalau kita klaim menang, menang, entar dulu,” ucapnya.

Hingga kini, Demokrat Sumut masih menghimpun seluruh data dari para saksi. “Biarlah itu mereka, kami belum terkumpul (data C1). DPD saat ini sedang kumpulkan seluruh data dari cabang-cabang. Sabar dulu ya,” katanya.

Hingga kemarin malam, perolehan suara Demokrat masih 5,6 persen dari progres 14.517 dari 42.668 TPS (34 persen). Sementara, Demokrat hanya menempati posisi 7 dari 16 parpol peserta Pemilu 2019.

Meski demikian, untuk kursi DPRD Sumut, Demokrat optimis mampu memenuhi target. “Target kita 20 persen dari total kursi. Atau sekitar 18 kursilah,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pada periode 2014-2019, Demokrat Sumut memiliki keterwakilan sebanyak 16 kursi. (mag-01/prn)

Sinyal Pencoretan

istimewa GOCEK: Kapten PSMS Medan Legimih Raharjo menggocek bola kala berlaga kontra PSDS Deliserdang di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam, Rabu (1/5). Pada laga ini, Ayam Kinantan menang dengan skor 3-0.
istimewa
GOCEK: Kapten PSMS Medan Legimih Raharjo menggocek bola kala berlaga kontra PSDS Deliserdang di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam, Rabu (1/5). Pada laga ini, Ayam Kinantan menang dengan skor 3-0.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – PSMS Medan kembali mencatatkan kemenangan dalam laga ujicoba jelang Liga 2 dengan menaklukkan PSDS Deliserdang 3-0 di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam, Rabu (1/5) sore. Meski menang, Pelatih PSMS Medan Abdul Rahman Gurning, kurang puas dan memberikan sinyal pencoretan beberapa pemain.

Dalam pertandingan ini, Ayam Kinantan mendapat perlawanan sengit dari PSDS. Ketiga gol PSMS Medan dicetak oleh Bayu Tri Sanjaya, Eki Fauzi, dan Aldino Herdianto.

Sejak peluit babak pertama ditiupkan, kedua tim saling jual-beli serangan. PSMS Medan yang tampil sebagai tim tamu, mencoba mendominasi permainan. Legimin cs menggencarkan serangan dengan tempo sedang. Mereka terlihat lebih sabar mencari celah menusuk lini pertahanan tim berjuluk Traktor Kuning itu.

PSMS Medan butuh waktu setengah jam lebih untuk merobek gawang PSDS Deliserdang. Menit ke-30 Ayam Kinantan akhirnya memecah kebuntuan dari kaki Bayu Tri Sanjaya. Berawal dari kerja sama yang apik, Syaiful Ramadhan memberikan umpan mendatar dari sektor kanan pertahanan PSDS Deliserdang. Bayu yang sudah berdiri di depan gawang tanpa pengawalan, langsung menceploskan bola dengan tenang. Skor berubah 1-0.

Unggul satu gol, PSMS Medan menambah daya gedor. Terbukti, keunggulan bertambah jadi 2-0, pada 3 menit sebelum babak pertama berakhir. Kali ini, giliran Eki Fauzi mencatatkan namanya di papan skor. Memanfaatkan skill individualnya setelah melewati satu pemain belakang PSDS Deliserdang, Eki langsung melesakkan tendangan keras. Sepakannya pun tak mampu dibendung penjaga gawang.

Dan satu menit sebelum turun minum, PSMS Medan kembali menambah keunggulannya lewat Aldino Herdianto. Memanfaatkan bola pantulan, Aldino langsung me-rebound dan menceploskan bola ke gawang. Skor berubah 3-0, dan bertahan hingga babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, PSDS Deliserdang berusaha memperkecil ketinggalan. Serangan mereka ciptakan walaupun mendapat tekanan dari skuad Ayam Kinantan. Serangan demi serangan mereka bangun menusuk lini pertahanan lawan. Namun kuatnya barisan pertahanan PSMS Medan yang dikomandoi Andre Sitepu, masih menyulitkan Traktor Kuning menciptakan gol.

Sepanjang babak kedua, PSMS Medan pun mampu mempertahankan keunggulannya 3-0. Hingga peluit panjang ditiup wasit, skor tak berubah untuk keunggulan Ayam Kinantan.

Usai pertandingan, Gurning memberi sinyal pendepakan beberapa pemain. Ada 2 pemain yang saat ini masuk daftar lolos seleksi, namun belum dikontrak, dan harus menerima kenyataan tak akan teken kontrak.

“Dari pertandingan ini terlihat siapa yang akan dipulangkan, nanti diganti lagi. Nampak babak kedua tidak bisa berbuat. Ada yang belum dikontrak, seperti Ardi dan Rohit, ngapain dikontrak lagi,” ungkap Gurning.

Gurning menyebutkan, semuanya karena pertimbangan pada laga tadi, pemain cadangan tak bisa memanfaatkan babak kedua. “Pada babak pertama cukup bagus, babak kedua malah mereka (PSDS) yang bisa main. Jadi motivasi cadangan ini di mana? Saya lihatnya di situ. Padahal mereka enggak capek, babak pertama tim lawan sudah capek, panas. Malah mereka enggak bisa, bagaimana bermain di Liga 2 nanti?” keluhnya.

“Terlalu jauh jenjangnya (jarak) tim utama dengan cadangan. Kalau bisa yang cadangan lebih bagus, begitu diganti harusnya bisa menunjukkan yang lebih baik,” harap Gurning.

Selain itu, bakal ada 2 pemain dari daftar 17 pemain yang sudah dikontrak akan didepak. Dia menilai, di kontrak para pemain tertuang, jika tidak bisa meningkatkan kemampuan, bisa saja dicoret.

Namun, Gurning mengatakan, pencoretan akan dilakukan akhir pekan, setelah ujicoba kedelapan, sebelum Ramadan. “Lawannya belum tahu, nanti ada 5 pemain PSPS Selection yang akan ikut, dan kami akan lihat kemampuannya. Ancang-ancang pencoretannya sudah ada,” pungkasnya. (btr/saz)

Pelaku Penembakan Jalan Bambu II Ditangkap

IST/SUMUT POS Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Ryan
IST/SUMUT POS
Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Ryan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Polisi akhirnya menangkap salah seorang pelaku penembakan yang menewaskan Sutopo alias Komeng (42) di Jalan Bambu II, Kecamatan Medan Timur, beberapa waktu lalu.

Pelaku dibekuk personel Jatanras Polda Sumut di tempat persembunyiannya, Selasa (30/4) lalu.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Sumut, Kombes Pol Andi Riyan membenarkan hal itu.

“Benar sudah ada kita amankan satu orang. Ditangkap di luar kota, saat ini masih pengembangan,” ungkap Andi kepada Sumut Pos, Rabu (1/5).

Polisi masih urung berkomentar atau membocorkan informasi soal penangkapan karena masih dalam proses pengembangan. “Nanti, ya,” sebutnya.

Informasi yang berkembang, tersangka yang diamankan berinisial AN alias Bobo. Saat ditangkap, tersangka tidak melakukan perlawanan dan langsung diboyong ke Mapolda Sumut untuk pemeriksaan.

Diberitakan sebelumnya, Polsek Medan Timur sebelumnya sudah mengidentifikasi dua tersangka pelaku penembakan di Jalan Bambu II itu. Menurut kabar, pelaku penembakan tersebut berjumlah tiga orang.

Sekadar mengingatkan, Sutopo warga Jalan Gaharu II, Kecamatan Medan Timur ditembak, Jumat (6/4) lalu.

Korban ditembak di sekitaran rel Jalan Bambu II, Medan Timur saat pulang salat Jumat.

Para pelaku menembaki Komen yang kala itu sedang duduk bersama adik dan teman-temannya.

Korban tewas saat akan dilarikan ke rumahsakit guna mendapatkan pertolongan medis.(dvs/ala)

Cek TKP, Polisi Target Pelaku

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setelah sepekan dilaporkan, polisi melakukan penyelidikan soal 11 anak di bawah umur yang menjadi korban pedofilia. Penyidik Subdit IV Renakta Polda Sumut, mendatangi lokasi kejadian di kawasan Medan Tuntungan.

“PENYIDIK sudah cek TKP (Tempat Kejadian Perkara) kemarin dan melakukan pemeriksaan lagi terhadap korban serta saksi-saksi,” kata Kasubdit Renakta Poldasu, Kompol Reinhard Nainggolan, Rabu (1/5).

Mereka coba menggali keterangan dari warga sekitar dan korban-korban yang kabarnya siswa SD berjumlah 11 orang itu. Pelaku pun kini tengah ditarget.

“Kita pemeriksaan orangtua korban dan telah mengirimkan permintaan visum fisik dan psikis ke RS Bhayangkara. Tentunya akan kita usut tuntas kasus ini,” katanya.

Diketahui, 11 pelajar SD warga Kecamatan Medan Tuntungan menjadi korban pedofilia. Mereka mengadu ke Poldasu sesuai Surat Tanda Terima Lapor Polisi Nomor 594/IV/2019 tanggal 24 April 2019 diterima Brigadir Arfan Dilla.

Menurut Sulis Setriani Ketaren (37), orangtua korban yang membuat pengaduan ke Poldasu, peristiwa pedofilia ini diketahui, Senin (22/4). Salah seorang korban adalah anak laki-lakinya berusia 11 tahun yang masih duduk di kelas V SD.

“Ada 11 korban semuanya laki-laki yang masih sekolah kelas IV dan V SD dan peristiwa ini diduga terjadi sejak Maret 2019,” katanya kepada wartawan, Kamis (25/4).

Dijelaskannya, kasus ini mulai terbongkar ketika salah seorang pemuka agama Sofyan Sembiring curiga dengan pelaku JM alias Jimmy (34).

Pelaku yang tinggal di Jalan Bunga Turi II, Lingkungan IV, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Medan Tuntungan itu suka tidur bersama anak-anak dan memeluknya di warung yang ada ayunan. Tepatnya di pinggir sawah kawasan tersebut.

Salah seorang korban yang dekat dengan pelaku, F (10) sering diberi uang dan dipinjamkan handphone. Pemuka agama tersebut kemudian melaporkan kepada orangtuanya.

Ketika ditanya orangtuanya, korban mengaku hanya dipegang kemaluannya oleh pelaku. Tapi ketika ditanya pemuka agama itu, F mengaku sudah disodomi.

Alhasil, dari keterangan F ini terbongkar ternyata selain dia masih ada 10 bocah laki-laki lainnya yang menjadi korban sodomi pelaku.(dvs/ala)

Tabrak Papan Bunga, Pengemudi Ojol Tewas

IST/SUMUT POS TEWAS: Muhammad Syafii tewas setelah sepeda motor yang dikendarainya menabrak papan bunga.
IST/SUMUT POS
TEWAS: Muhammad Syafii tewas setelah sepeda motor yang dikendarainya menabrak papan bunga.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengemudi ojek online (Ojol) tewas setelah menabrak papan bunga di Jalan KL Yos Sudarso, Km 14,5, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan, Rabu (1/5) pukul 11.00 WIB.

KORBAN adalah Muhammad Syafii (39) warga Jalan Cingwan, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan.

Informasi diperoleh, korban mengendarai sepeda motor Honda BK 3529 AAM. Diduga lepas kendali, korban menabrak papan bunga di pinggir jalan.

Akibatnya, korban terjatuh dan mengalami luka robek di kepala dan mulut. Warga sekitar yang melihat kejadian itu memberikan pertolongan dengan membawa korban ke RSU Delima.

Beberapa jam dirawat, korban akhirnya tewas. Petugas Satlantas Polsek Medan Labuhan yang menerima informasi itu, langsung melakukan olah TKP.

Kanit Lantas Polsek Medan Labuhan, Iptu RP Manullang mengaku telah menangani kasus tersebut.

“Jenazah sudah disemayamkan ke rumah duka, beberapa saksi sudah kita mintai keterangan. Untuk penyebab kecelakaan itu masih kita selidiki,” katanya.(fac/ala)

Persandaran Kapal di Kualatanjung Mulai Berjalan

istimewa BONGKAR MUAT: Bongkar muat di Kualatanjung Multipurpose Terminal mulai sering dilakukan karena bertambahnya kapal yang bersandar.
istimewa
BONGKAR MUAT: Bongkar muat di Kualatanjung Multipurpose Terminal mulai sering dilakukan karena bertambahnya kapal yang bersandar.

BELAWAN, SUMUTPOS.Co – Aktivitas persandaran kapal di Pelabuhan Kualatanjung Multipurpose Terminal (KTMT), Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, mulai berjalan. Kapal MV Oriental Diamond milik pelayaran PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) dengan panjang 195,6 meter serta bobot 30.554 T kembali bersandar di pelabuhan tersebut, Rabu (1/5).

“MV Oriental Diamond milik SPIL yang sandar di KTMT membawa komoditi milik PT Sayap Mas Utama (Wings Group) dengan rute pelayaran Tanjung Priok – Kualatanjung – Belawan – Tanjung Priok. SPIL menjadi pelayaran domestik pertama yang membuka rute kunjungan kapal rutin ke Kualatanjung Multipurpose Terminal,” jelas Direktur Utama PT Prima Multi Terminal, Robert Sinaga.

Robert menerangkan bahwa komoditi yang dibawa MV Oriental Diamond tersebut didistribusikan ke berbagai wilayah di Sumatera Utara diantaranya, Pematangsiantar, Kisaran, Tanjungbalai Asahan, Rantauparapat hingga Kabanjahe.

“Kapal ini direncanakan akan bersandar kembali di KTMT pada 5 Mei 2019 dan secara rutin bersandar setiap dua minggu sekali,” terangnya.

Untuk mendukung kelancaran dan kecepatan kegiatan bongkar muat KTMT, Pelabuhan Kualatanjung telah dilengkapi dermaga 500×60 m, trestle sepanjang 2,8 km untuk empat jalur truk selebar 18,5 m serta dilengkapi rak pipa 4 line x 8 inch.

KTMT juga dilengkapi berbagai sarana dan prasarana infrastruktur bongkar muat modern dan canggih antara lain 3 unit Ship to Shore (STS) Crane, 8 unit Automated Rubber Tyred Gantry (ARTG) Crane, 21 unit truck terminal, dan 2 unit MHC serta Terminal Operating System (TOS) Peti Kemas maupun curah cair.

Sebelumnya, KTMT telah disandari kapal pesiar MV Superstar Libra yang memiliki panjang 216 meter dan draft 7,15 meter yang membawa wisatawan mancanegara.(fac/ram)