23 C
Medan
Sunday, January 11, 2026
Home Blog Page 5370

Pelindo 1 Raih Apresiasi CFO Award

ist/sumut pos PIAGAM: Direktur Keuangan Pelindo 1, M Nur Sodiq saat menerima piagam di acara CFO BUMN Award 2019.
ist/sumut pos
PIAGAM: Direktur Keuangan Pelindo 1, M Nur Sodiq saat menerima piagam di acara CFO BUMN Award 2019.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – PT Pelindo 1 meraih apresiasi Bisnis Indonesia CFO (Chief Financial Officer) BUMN Award 2019 yang diselenggarakan oleh Harian Bisnis Indonesia.

Penghargaan dengan kategori The Most Transformative CFO diserahkan langsung kepada Direktur Keuangan Pelindo 1, M Nur Sodiq oleh Pimpinan Redaksi Bisnis Indonesia, Hery Trianto.

Bisnis Indonesia CFO Award 2019 mengusung tema Komitmen Membangun Negeri merupakan bentuk apresiasi kepada pimpinan tertinggi di bidang keuangan Badan Usaha Milik Negara yang telah melakukan inovasi dan transformasi.

Penghargaan ini diberikan oleh Panel Redaksi Bisnis Indonesia kepada Direktur Keuangan Pelindo 1, M. Nur Sodiq karena dinilai mampu membuat transformasi dalam proses bisnis pada tahap front end, back end, dan lini penunjang bisnis yang sekaligus meningkatkan kinerja perseroan.

Sebagai BUMN yang bergerak di bidang jasa kepelabuhanan, kepemimpinan CFO ini dinilai dapat mendorong peningkatan kecepatan layanan, pegendalian biaya, penambahan investasi alat, digitalisasi, dan otomasi.

“Kami sangat bangga dengan penghargaan yang diberikan Harian Bisnis Indonesia kepada Pelindo 1. Penghargaan ini merupakan bagian dari kerja keras tim Pelindo 1 dalam membangun transformasi bisnis untuk mempercepat kinerja perseroan, sehingga bisa memberikan pelayanan terbaik kepada para pengguna jasa, efisiensi biaya operasional, dan efektivitas kegiatan operasional,” terang M Nur Sodiq, Kamis (28/3).

Penilaian yang diterapkan oleh Bisnis Indonesia CFO BUMN Award 2019 dengan melalui penilaian kualitatif dan kuantitatif yang melibatkan juri yang kompeten dan berpengalaman.

Adapun yang menjadi juri dalam ajang ini adalah Sigit Pramono (Chairman Indonesiaan Institute for Corporate Directorship), Mas Ahmad Daniri (Ketua Komite Nasional Kebijakan Governance), Martiono Hadianto (Ketua Yayasan Pendidikan Pembinaan Manjemen), Ito Warsito (Dewan Pengurus IAI) dan Arif Budisusilo ( Direktur Pemberitaan Harian Bisnis Indonesia).

M. Nur Sodiq menambahkan melalui penghargaan ini diharapkan mampu terus memotivasi Pelindo 1 untuk terus bertransformasi dalam mengelola finansial perusahaan dan mengoptimalkan keuangan perusahaan untuk kepentingan publik. (fac/ram)

Berbasis Teknologi Terdepan, OYO Transformasi Hotel Lokal Hanya dalam 14 Hari

ist/SUMUT POS TRANSFORMASI: OYO Transformasi hotel lokal dalam waktu hanya 14 hari. Biasanya, membutuhkan waktu 90 hari.
ist/SUMUT POS
TRANSFORMASI: OYO Transformasi hotel lokal dalam waktu hanya 14 hari. Biasanya, membutuhkan waktu 90 hari.

MEDAN– Jaringan hotel berbasis teknologi OYO Hotels telah menetapkan standar baru dalam mentransformasi dan merenovasi properti dalam waktu yang singkat, hanya 14 hari. Hal ini sangat kontras dengan standar industri yang membutuhkan waktu hingga 90 hari.

Country Head OYO Hotels & Homes , Rishabh Gupta mengatakan, dengan memiliki lebih dari 1.200 insinyur dan desainer di Indonesia, India, China, dan pasar internasional lainnya, OYO Hotels mampu melakukan transformasi ke lebih dari 360 properti di seluruh Indonesia dalam rentang waktu 4 bulan sembari mempraktikkan pembangunan infrastruktur berkelanjutan di sektor hospitality.

“OYO bertumbuh pesat menjadi mitra jaringan hotel pilihan di Indonesia dengan bermitra lebih dari 340 pemilik aset dan mengelola lebih dari 360 hotel serta 11.000 kamar di 40 kota. Pertumbuhan tersebut mencapai 10 kali lipatnya hanya dalam waktu 4 bulan,” katanya melalui siaran pers yang diterima Sumut Pos, Rabu (27/3).

Adapun dari 360 properti ini, lanjut dia, lebih dari 260 hotel beroperasi dan sisanya sedang dalam proses transformasi. Mitra yang telah bergabung dalam jaringan OYO rata-rata mengalami peningkatan okupansi hingga 75%. Untuk memonitor renovasi dan transformasi, OYO Hotels menggunakan teknologi aplikasi OYO Optimus, yang khusus yang membantu tim OYO dalam memahami kebutuhan transformasi sebuah properti sembari menghitung estimasi biaya dan memungkinkan seluruh pihak berkepentingan.

“Termasuk pemilik aset dan tim OYO, untuk memonitor proses transformasi yang berlangsung.

OYO Hotel juga menggunakan pendekatan desain berbasis kecerdasan buatan. Teknologi tersebut mampu mengevaluasi kritik dan saran dari tamu hotel sekaligus mengidentifikasi preferensi desain mereka,” katanya.

Selain itu, teknologi terdepan OYO juga memungkinkan perusahaan untuk melakukan transformasi dan renovasi menyeluruh selagi melakukan peningkatan terhadap infrastruktur yang telah ada, termasuk lantai, saluran air, AC, cat, serta listrik. Hal ini memungkinkan OYO untuk mengurangi biaya dan waktu yang dikeluarkan. (rel/prn/ram) 

HUT ke-21 Kementerian BUMN, INALUM Gelar Kelas Kreatif di Kabupaten Batu Bara

ist for Sumut Pos BERSAMA: Peserta Kelas Kreatif BUMN berfoto bersama dengan pemateri di Multi Purpose Hall (MPH) Kompleks Perumahan INALUM Tanjung Gading (23/3).
ist for Sumut Pos
BERSAMA: Peserta Kelas Kreatif BUMN berfoto bersama dengan pemateri di Multi Purpose Hall (MPH) Kompleks Perumahan INALUM Tanjung Gading (23/3).

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap pengembangan skill kewirausahaan di kalangan masyarakat sekitar perusahaan.

Hal itu dibuktikan melalui kelas kreatif BUMN yang diselenggarakan dalam rangka HUT ke-21 Kementerian BUMN di Multi Purpose Hall (MPH) Komplek Perumahan INALUM Tanjung Gading pada Sabtu (23/3), INALUM memberikan pelatihan terkait pengembangan usaha kuliner kepada 83 orang pengusaha kuliner yang berdomisili di sekitar Kabupaten Batu Bara dan Kompleks Perumahan INALUM Tanjung Gading.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Departemen CSR & PKBL INALUM Susyam Widodo menjelaskan maksud dilaksanakannya kegiatan kelas kreatif BUMN ini.

“Dalam rangka HUT ke-21 Kementerian BUMN, INALUM sebagai salah satu BUMN yang juga Induk Holding Industri Pertambangan diamanahkan untuk menyelenggarakan Kelas Kreatif BUMN yang salah satunya yaitu Kelas Kuliner yang dilaksanakan pada hari ini. Dengan adanya kelas yang mengajarkan tentang bagaimana memperbaiki cita rasa, penyajian makanan dan pengembangan usaha kuliner ini, diharapkan para peserta dapat mengembangkan usahanya,” ungkap Susyam.

Lebih lanjut, Bupati Batu Bara Ir. Zahir, M.AP dalam sambutannya mengungkapkan terima kasihnya kepada INALUM sekaligus secara resmi membuka kelas kreatif BUMN. “Terima kasih kepada INALUM telah menyelenggarakan kelas kreatif BUMN, INALUM telah mengadakan acara yang luar biasa konstruktif disini sehingga para Ibu dan Bapak dapat duduk bersama disini untuk belajar terkait usaha kuliner,” jelas Zahir.

Kelas Kreatif Kuliner ini berisi materi terkait motivasi usaha, manajemen bisnis, tips sukses usaha kuliner, model pemasaran bisnis kuliner, kuliner lokal Sumatera Utara, serta praktik pembuatan Jus Lemon dan Kue kering dengan pemateri yaitu Supriadi Adiguna dan Yuniarti yang merupakan pengusaha kuliner berpengalaman asal Medan.

Selain itu, pada kelas kreatif BUMN ini, INALUM akan membuka 4 kelas, kelas pertama yaitu kelas kuliner yang telah dilaksanakan pada tanggal 23 Maret 2019, dilanjutkan dengan kelas E-Commerce yang akan dilaksanakan pada 25 Maret 2019 dan kelas Make Up pada tanggal 27 Maret 2019 serta kelas difabel dengan total peserta sebanyak 332 orang.

Selain kegiatan kelas kreatif BUMN, INALUM juga melaksanakan kegiatan lain dalam rangka HUT ke-21 Kementerian BUMN yaitu program sembako murah, sunat massal dan padat karya tunai.

Pada kesempatan terpisah, Sekretaris Perusahaan INALUM Ricky Gunawan mengungkapkan bahwa kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan bentuk komitmen INALUM dalam rangka mengembangkan perekonomian masyarakat di sekitar perusahaan.

“INALUM pada HUT ke-21 Kementerian BUMN ini melaksanakan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan perekonomian masyarakat di sekitar perusahaan, hal ini juga selaras dengan program BUMN Hadir Untuk Negeri yang senantiasa dilaksanakan oleh setiap BUMN tak terkecuali oleh INALUM,” jelas Ricky. (rel/tri/ram)

Sakit Tak Menghalangi Rasa Syukur

no picture
no picture

Ubay tak sekadar meminta sakit sepanjang hayat, tapi disertai dengan ungkapan: sakit yang tidak menghalangiku berjuang di jalan Allah.

Nikmat sehat dan kesempatan merupakan dua nikmat yang sering kali dilalaikan oleh manusia. Banyak sekali di antara manusia yang lupa bersyukur ketika dia diberi nikmat sehat dan kesampatan oleh Allah subhanahu wata`ala. Baru setelah kedua nikmat itu dicabut, timbullah rasa penyesalan yang mendalam untuk mendambakan nikmat itu kembali, bahkan berjanji untuk bersyukur. Seandainya manusia benar-benar mensyukuri kedua nikmat tersebut, niscaya syukur dan sabar akan mampu dilakukan sebagai bekal untuk menghadapi kehidupan dunia menuju akhirat.

Orang yang tak pandai bersyukur, tidak akan mungkin pandai bersabar. Kalau manusia pada umumnya: mana yang anda pilih punya kesempatan dan sehat wal afiat apa tidak punya kesempatan dan sakit-sakitan? Bisa ditebak pasti jawabannya: ingin punya kesempatan sekaligus sehat. Tentu saja ini jawaban yang lumrah dan normal.

Jika kita mau jeli membaca sejarah emas sahabat Nabi Muhammad ternyata ada yang menyalahi jawaban tadi. Ada sahabat yang memiliki permohonan unik kepada Allah. Permohonannya menyalahi kebanyakan manusia. Ia malah ingin sakit sepanjang hayat. Ia tetap bersyukur meski dalam kondisi sakit. Siapakah gerangan sahabat yang unik itu? Berikut kisahnya:

“Bersumber dari Sa`id al-Khudri ia menceritakan bahwa ada salah seorang lelaki dari kalangan orang muslim bertanya: Ya Rasulallah apa pendapatmu tentang penyakit yang menimpa kami, kami dapat apa? Nabi menjawab: “Sebagai kaffarat (penebus dosa).” Lalu Ubay bin Ka`ab bertanya: “Ya Rasulallah meski penyakit itu ringan?” Rasul menjawab: “Meskipun hanya terkena duri, atau yang lebih kecil darinya.” Lalu Ubay berdoa agar tidak dipisahkan dari penyakit demam hingga meninggal dunia, dan meminta agar penyakit demam itu tidak menghalangi dirinya untuk haji, umrah, jihad dan shalat wajib secara berjama`ah.

Abi Sa`id al-Khudri berkata: “Tidak seorangpun yang menyentuh Ubay pasti merasakan panas padanya hingga ia meninggal dunia”. Di riwayat lain dijelaskan: Ubay berkata: “Ya Rasulallah apa ganjaran orang kena penyakit demam?” Rasulullah menjawab: “Kebaikan akan mengalir pada yang ditimpanya.” Lalu Ubay berdoa: Ya Allah sungguh aku meminta pada-Mu sakit demam yang tidak menghalangiku keluar di jalan-Mu. Maka (setelah itu) tidaklah Ubay disentuh, melainkan terkena penyakit demam(HR: Ahmad, Ibnu Hibban dan Thabrani)”.

Riwayat itu menjelaskan kepada kita keunikan sahabat yang bernama Ubay bin Ka`ab. Sahabat kawakan yang pakar dan piawai dalam bidang qira`ah. Ia sangat disiplin, zuhud, dan termasuk sahabat yang terdepan dalam masalah keilmuan. Ia juga merupakan satu-satunya sahabat yang Allah memerintahkan Nabi-Nya langsung membacakan ayat-ayat-Nya dari langit ke tujuh kepadanya langsung.

Perhatikan betapa aneh permintaannya!. Ia ingin diberikan sakit demam sepanjang hayatnya. Kalau kita amati benar-benar penggalan riwayat di atas kita akan menemukan pelajaran yang berharga. Sebagaimana manusia pada umumnya, sebenarnya ia juga menginginkan kondisi yang sehat. Tetapi pada umumnya kesehatan den kesempatan ternyata banyak yang membuat orang terlena.

Ia terkesima mendengar penjelasan Rasulullah bahwa sakit merupakan kaffarat bagi dosa. Sakit juga merupakan kebaikan yang mengalir pada yang ditimpanya, tentu saja kalau pasrah dan ikhlas karena-Nya. Tapi yang unik ialah Ubay tak sekadar meminta sakit sepanjang hayat, tapi disertai dengan ungkapan: sakit yang tidak menghalangiku berjuang di jalan Allah.

Ya Allah, Allahu Akbar. Siapa yang berani di antara kita yang bersikap seperti Ubay bin Ka`ab. Melalui media sakit, dia bisa selalu bersyukur dan ingat kepada Allah. Ia tahu betul bahwa kesempatan dan kesehatan justru banyak melenakan orang. Dengan meminta sakit sepanjang hayat yang tak menghalanginya berjuang di jalan Allah, dia memiliki dua keuntungan sekaligus: dosa-dosanya akan senantiasa terhapus, dan dia akan selalu dialiri kebaikan, karena sakit tak menghalanginya untuk berjuang di jalan Allah.

Inilah salah satu keunikan generasi sahabat, sakitpun bisa dihikmahi dan diarifi sedimikian rupa untuk mengharap ridha Allah subhanahu wata`ala. Lalu bagaimana dengan kita yang masih punya banyak kesempatan dan masi sehat bugar ini? Kebaikan apa yang bisa dilakukan di masa yang akan datang? Apakah kita bisa menjadi hamba yang bersyukur dengan kenikmatan yang diberi Allah, atau malah menjadi hamba yang kufur? (hidayatullah/ram)

50 Persen Calon Jamaah Haji sudah Berusia Lanjut

Dedi jaelani/sumut pos REKAM: Calon Jamaah Haji (CJH) di Mandailing Natal saat pembuatan paspor untuk berangkat haji. Usai pelunasan, CJH bersiap untuk melakukan rekam biometrik untuk keperluan pembuatan visa haji.
Dedi jaelani/sumut pos
REKAM: Calon Jamaah Haji (CJH) di Mandailing Natal saat pembuatan paspor untuk berangkat haji. Usai pelunasan, CJH bersiap untuk melakukan rekam biometrik untuk keperluan pembuatan visa haji.

MADINA, SUMUTPOS.CO – Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal H. Ikhwan Siddiqi mengharapkan rekam medik untuk Calon Jamaah Haji (CJH) asal Mandailingnatal dapat dilakukan di Panyabungan atau Padangsidimpuan. Hal ini karena jarak tempuh dari yang sangat jauh sehingga ditakutkan dapat menggaggu kesehatan CHJ yang pada umumnya berusia lanjut.

Menurut Ikhwan Siddiqi mulai tahun ini Pemerintah Arab Saudi memberlakukan ketentuan dan kebijakan baru pengajuan visa haji, para CJH terlebih dahulu melakukan perekaman biometrik. Dan CJH yang bisa melakukan perekaman biometrik adalah mereka yang sudah memiliki paspor.

“Seluruh CJH Kabupaten Mandailing Natal yang akan berangkat pada tahun 1440/2019 ini sudah memiliki paspor, dan kita hanya menunggu gilirian dan panggilan dari Kanwil Kementerian Agama Sumatera Utara kapan waktu pelaksanaan perekaman biometrik tersebut,” ujarnya.

Sebenarnya peekaman biometrik bagi para CJH telah diberlakukan sejak tahun yang lalu, hanya saja tahun yang lalu dilakukan di Asrama Haji, sehari sebelum berangkat ke Tanah Suci Arab Saudi.

“Serta tidak menjadi persyaratan dalam pengajuan visa haji, dan proses perekaman biometrik ini tidak berlangsung lama, hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit per CJH,” katanya.

Ikhwan berharap sangat kepada pihak Imigrasi untuk proses perekaman biometrik bagi para CJH Kabupaten Mandailing Natal yang berjumlah 477 orang ini dapat dilakukan di Panyabungan, dengan mengoperasional mobile paspor, atau paling tidak di kota Padangsidimpuan, jangan sampai ke Medan agar para CJH tidak mengalami kesulitan dalam perakaman nantinya.

“Medan sangat jauh dari sini, harus ditempuh sekitar 14 jam perjalanan darat, serta kondisi para CJH yang hampir 50 persen sudah berusia lanjut,” tutupnya.

Kepada para Calon Jemaah Haji (CJH) usai melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), maka para CJH bersiap siap untuk melakukan perekaman biometrik. Hal ini disampaikannya di ruang kerjanya, Kamis, 28 Maret 2019.(mag-6/ram)

Erdogan Kembalikan Fungsi Hagia Sophia

Hagia Sophia
Hagia Sophia

TURKI, SUMUTPOS.CO – Erdogan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, hari Rabu mengumumkan akan mengubah fungsi museum Hagia Sophia di Istanbul menjadi masjid.

“Ayasofya (Haghia Sophia) tidak akan lagi disebut museum. Statusnya akan berubah. Kami akan menyebutnya masjid,” kata Erdogan dalam program siaran langsung televise Turki, sebagaimana dikutip Anadolu Agency, Rabu (27/3).

“Kami pikir waktunya telah tiba mengambil langkah itu dengan mempertimbangkan permintaan dari warga Turki,” ucap Erdogan dikutip AFP.

Menurut Erdogan, status Hagia Sophia dikembalikan menjadi masjid setelah melalui pemilihan badan-badan lokal pada 31 Maret 2019 mendatang. Saat ini, tiket masuk museum Hagia Sophia berharga senilai 60 Lira atau setara 10 dolar AS.

Menjawab kritik kalangan asing keputusan ini, Erdogan justru mengingat kebisuan mereka atas serangan terhadap Masjid Al-Aqsha, tetapi justru sibuk mengurusi Hagia Sophia.

“Mereka yang tetap diam dalam serangan (Masjid al Aqsha) ini tidak berhak memberikan nasihat kepada kami apa yang harus dilakukan (mengenai status Hagia Sophia),” tegas Erdogan.

Hagia Sophia, dijuluki “Keajaiban Dunia ke-8 oleh para sejarawan, merupakan salah satu museum yang paling banyak dikunjungi di dunia dalam hal seni dan sejarah arsitektur. Hagia Sophia dibangun pada 537 Masehi di Abad Pertengahan, yang awalnya merupakan Gereja Kristen Ortodox Yunani di era Kaisar Byzantium, Justinian.

Pada tahun 1453, tempat ini diubah menjadi masjid oleh Sultan Mohammad al Fatih atau Sultan Mehmed Sang Penakluk ketika Kekhilafahan Utsmaniyah (Ottoman) menaklukkan Kristen Bzantium.

Bangunan yang dibangun pada abad keenam itu diubah menjadi museum saat Turki berada di bawah pemerintahan sekuler, menyusul pekerjaan restorasi selama era Utsmaniyah dan penambahan menara oleh arsitek Mimar Sinan, Hagia Sophia menjadi salah satu monumen terpenting arsitektur dunia.

Selama beberapa tahun pemerintahan Erdogan, ada peningkatan aktivitas Muslim di museum itu, termasuk pembacaan Al-Quran dilakukan pada waktu tertentu.

Bahkan pada tahun 2016, Pemerintah Yunani marah dan mengecam langkah pemerintah Erdogan yang telah membolehkan al-Quran dan suara adzan berkumandang dari Hagia Sophia. Yunani khawatir bahwa Pemerintah Presiden Tayyip Erdogan sedang berupaya mengubah situs Hagia Sophia kembali menjadi masjid.

Namun Departemen Luar Negeri Turki mengecam Yunani karena mengritik pembacaan al-Quran dan panggilan adzan saat Ramadhan diadakan di Ayasofya (Hagia Sophia) di Istanbul.

“Kementerian Luar Negeri Yunani, bukannya menyampaikan ucapan selamatnya kepada orang-orang Turki pada bulan suci Ramadan dan ‘Malam Kekuatan (Kadir Gecesi), memilih untuk mendistorsikan pembacaan Quran dan menyerukan shalat di Hagia Sophia,” kata Kementerian Luar Negeri Turki. (bbs/ram)

Kurir 20 Kilogram Sabu Sudah di DO dari UMN

DEDI MULIA PURBA/SUMUT POS Shita Tiara, SE. Ak, MSi
DEDI MULIA PURBA/SUMUT POS
Shita Tiara, SE. Ak, MSi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rektor Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah mengklarifikasi pemberitaan Sumut Pos edisi Rabu 28 Maret 2019. Dalam pemberitaan disebutkan, Bayu Sutawan alias Bayu (28), terdakwa kurir 20 kilogram sabu yang sedang disidang di Pengadilan Negeri Medan sebagai mahasiswa UMN Al-Washliyah.

Melalui Dekan Fakultas Ekonomi UMN Al-Washliyah Shita Tiara SE Ak Msi, rektor membantah bahwa Bayu merupakan mahasiswanya, Kamis (29/3).

Menurut Shita, Bayu pernah menjadi mahasiswa UMN Al-Washliyah hanya pada tahun 2012.

‘’BS (Bayu Sutawan) aktif hanya satu tahun saja. Sejak tahun 2013, ia tak lagi pernah masuk, tidak pernah membayar uang kuliah dan persyaratan administrasi dan tidak pernah kuliah hingga sekarang. Berarti sudah tujuh tahun tak lagi kuliah sehingga telah di DO,’’ kata dekan.

Karenanya, lanjut dia, Rektor UMN Al-Washliyah sudah mengeluarkan surat pemberhentian sebagai mahasiswa (drop out).

Mereka yang tak kuliah seperti Bayu ada 768 orang di Fakultas Ekonomi dan semua sudah di DO. Secara keseluruhan, lebih dua ribu mahasiswa yang tidak aktif dari tahun 2011 telah di DO.

SK DO berdasarkan surat keputusan Rektor UMN Al-Washliyah H Hardi Mulyono Surbakti SE MAP Nomor: 393/UMN AW/G.23/2019 tanggal 5 Maret 2019.

‘’Dari FE (Fakultas Ekonomi) UMN Al-Washliyah yang di DO berjumlah 768. Terdiri dari 584 mahasiswa Prodi Manajemen dan 184 mahasiswa Prodi Akuntansi,’’ imbuhnya.

SK DO didasarkan pada lima dasar hukum. Masing-masing, UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, PP Nomor 17 Tahun 2000 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.

Disamping itu, lanjut dekan, surat DO berdasarkan Statuta UMN Al-Washliyah, SK Majelis Pendidikan PB Al-Washliyah Nomor: MPT PB AW/E1/275/VI/2017 tentang Pengangkatan dan Penetapan Rektor serta Pedoman Akademik UMN Al-Washliyah Tahun 2017 Pasar 69 tentang Mahasiswa Gagal Studi.

SK DO bagi ratusan mahasiswa yang gagal studi ini termasuk BW, ditembuskan kepada Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikti) Sumut dan pihak terkait lainnya. Karenanya, Dekan FE UMN Al-Washliyah menegaskan Bayu bukan mahasiswa UMN Al-Washliyah.(rel/ala)

19 Kilogram Ganja Gagal Edar, Peredaran Disetir Napi Tanjunggusta

TEDDY/SUMUT POS PAPARKAN: Kapolres Binjai AKBP Nugroho Tri Nuryanto memaparkan tersangka beserta barang bukti di Mapolres Binjai, Kamis (29/3).
TEDDY/SUMUT POS
PAPARKAN: Kapolres Binjai AKBP Nugroho Tri Nuryanto memaparkan tersangka beserta barang bukti di Mapolres Binjai, Kamis (29/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Langkah Faisal (32) membawa narkotika jenis daun ganja kering dari Aceh menuju Medan kandas di Jalan T Amir Hamzah, Kelurahan Nangka, Binjai Utara, Rabu (27/3) pukul 05.30 WIB.

DARI sebuah goni yang dibawa warga Dusun Buket Jouk, Desa Panton Rayeuk, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur ini, petugas Unit I Satuan Reserse Narkoba Polres Binjai mengamankan 19 bal ganja dengan berat kotor 18 kilogram.

“Saya diupah Rp1 juta, sudah dikasih (upahnya). Dapat kerjaan ini (jadi kurir) dari kawan,” ujar Faisal kepada Sumut Pos sebelum paparan berlangsung di Mapolres Binjai, Kamis (28/3) siang.

Bapak anak 1 ini tahu bahwa goni yang dibawanya berisikan ganja. Untuk mengelabui polisi, ganja tersebut dicampur tanaman lengkuas.

Selain barang bukti ganja, polisi juga menyita 1 unit telepon genggam merek Oppo warna merah.

“Kawan saya ini disuruh kawannya yang di penjara. Bed dan Marzuki namanya yang di penjara. Orang Aceh (Bed dan Marzuki),” kata Faisal.

Dia nekat melakukan ini karena terlilit ekonomi. “Sudah kepepet, butuh duit untuk beli baju anak sekolah. Uangnya sudah dikasih. Saya tinggal pikul,” ujar pria yang bekerja sebagai petani.

“Aku pakai sabu, ya sudah positif,” sambung dia tanpa sungkan.

Sementara, Kapolres Binjai, AKBP Nugroho Tri Nuryanto mengatakan, pengungkapan ini atas informasi dari masyarakat. Oleh petugas yang menerima informasi, langsung melakukan penyelidikan.

Menurut Nugroho, Faisal membawa ganja tersebut dengan menumpangi Bus Atlas, Lintas Aceh-Medan.

“Petugas yang mendapatkan informasi kemudian melakukan penyelidikan selama sepekan. Saat bus melewati wilayah hukum Polres Binjai, petugas menuju ke jalan yang akan dilewati bus tersebut. Begitu melihat bus, laju bus dihentikan,” ujar mantan Danyon A Pelopor Satbrimobda Sumut ini.

Hasil interogasi sementara, sambung Nugroho, Faisal mau menyerahkannya kepada seseorang yang tak dikenal ketika sampai di Medan. Barang bukti ganja ini ditemukan polisi dari dalam bagasi bus tersebut. Kepada masyarakat Kota Rambutan, Nugroho mengingatkan untuk menjauhi narkoba.

“Jangan jadi bandar atau pengedar. Satres Narkoba Polres Binjai menindak dengan tegas aksi semuanya,” ujar Nugroho.

Terkait kurir yang dikendalikan dari dalam penjara, Kasat Res Narkoba Polres Binjai, AKP Aris Fianto menyatakan, penyidik masih mendalami keterangan tersebut.

“Dari Lapas Tanjunggusta,” jawab Aris ketika ditanya soal penjara asal pengendali tumbuhan jenis perdu itu.

“Keterangan dia masih kami dalami melalui handphone yang sudah kami sita,” pungkas mantan Kasat Reskrim Polres Binjai ini.

Faisal disangkakan Pasal 114 ayat (2) Subsider Pasal 111 ayat (2) Undang-Undang No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Faisal terancam penjara seumur hidup dan minimal 6 tahun. (ted/ala)

Poldasu Tangkap Pengedar Sabu hingga Bandarnya

IST/SUMUT POS LEMAS: Keempat tersangka lemas saat akan diperiksa penyidik Unit 4 Subdit I Ditresnarkoba Poldasu, Senin (25/3).
IST/SUMUT POS
LEMAS: Keempat tersangka lemas saat akan diperiksa penyidik Unit 4 Subdit I Ditresnarkoba Poldasu, Senin (25/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ditresnarkoba Polda Sumut menangkap 4 sindikat penjual sabu dalam penyergapan terpisah di Jalan Sunggal. Tepatnya di depan Supermarket 88 dan Jalan Medan Binjai, Km 14, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Sunggal.

Keempat pelaku masing-masing, Edy Suhery (45) warga Desa Lhoksukon, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara; Abdul Sadam Rangkuti alias Sadam (29) warga Jalan PAM Tirtanadi Gang Mesjid; Andre Prasetio (23) warga Jalan Dr Wahidin, Kelurahan Sumber Mulyorejo, Kecamatan Binjai Timur, Binjai dan Samsul Bahri alias Gondrong (38) warga Jalan Dr Wahidin, Kelurahan Sumber Mulyorejo, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai.

Kasubdit I Ditresnarkoba Poldasu AKBP Fadris membenarkan, ada 4 penjual sabu. Keemapatnya diamankan personel Unit 4 Subdit I Ditresnarkoba Poldasu di dua lokasi di Sunggal.

Dari tersangka, petugas mengamankan barang bukti 1 bungkus sabu seberat 100 gram dan 5 handphone, Senin (25/3).

“Kronologis penangkapan sekira pukul 20.00 WIB, personel melalui informan memesan 100 gram sabu kepada ES (Edy Suhaery) dengan harga Rp55 juta. Pada saat sabu akan diserahkan, petugas melakukan penangkapan,” kata Fadris, Kamis (29/3).

Hasil interogasi dan pengembangan terhadap Edy, polisi menangkap Abdul Salam Rangkuti selaku kurir. Selanjutnya, polisi melakukan pengembangan dan menangkap dua orang lagi.

“Polisi selanjutnya melakukan pengembangan dan menangkap AP (Andre Prasetio) yang bertugas menjemput uang bila barang berhasil dibeli. Kemudian dikembangkan lagi, ditangkap bandar SB (Samsul Bahri) alias Gondrong selaku pemilik sabu,” jelas Fadris.

Selanjutnya, para tersangka dibawa ke Ditresnarkoba Poldasu untuk dilakukan pemeriksaan. (dvs/ala)

Dua Pemerkosa dan Pembunuh Calon Pendeta Ditangkap, Tokoh Pemuda Nias Apresiasi Kinerja Polda Sumsel

ist/sumut pos BERBINCANG: Tokoh Pemuda Nias, Zaman K Mendrofa saat berbincang dengan wartawan.
ist/sumut pos
BERBINCANG: Tokoh Pemuda Nias, Zaman K Mendrofa saat berbincang dengan wartawan.

NIAS, SUMUTPOS.CO – Tokoh Pemuda Nias di Kota Medan, Zaman K Mendrofa mengapresiasi kinerja Kepolisian yang berhasil mengungkap kasus pembunuhan disertai pemerkosaan terhadap Calon Pendeta (Vikaris), Melinda Zidomi asal Nisel di Kabupaten Oki, Sumsel. Dua pelaku ditangkap di kawasan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Kamis (28/3).

“Ini merupakan perbuatan yang sangat keji dan biadab. Saya sangat mengapresiasi kinerja Polda Sumsel yang cepat mengungkap kasus ini dan kita harap pelakunya dihukum seberat-beratnya, jika perlu hukum mati,” kata Zaman kepada wartawan menanggapi kejadian kasus pembunuhan yang heboh diberitakan, beberapa hari lalu.

Menurut Zaman, pembunuhan yang disertai pemerkosaan yang menimpa Melinda Zidomi ini diduga dilakukan dengan terencana dan oleh orang yang dikenal korban.

“Hal ini dibuktikan, di mana pelaku menggunakan penutup wajah dan hanya korban yang diserang secara brutal,” katanya.

Selain itu, Zaman juga mengecam adanya beberapa akun FB yang membuat status atau komentar seakan-akan senang dengan kejadian yang menimpa korban. Untuk itu, dia meminta warga Nias yang ada di Sumsel untuk menahan diri.

“Kita minta warga Nias di sana untuk menahan diri, jangan emosional menyikapi status dan komentar yang tidak bersimpati, bahkan cenderung bersyukur atas kejadian ini. Yang jelas, saat ini pembunuhnya sudah tertangkap dan kita harap dihukum seberat-beratnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Polda Sumsel dan Polres OKI berhasil menangkap pelaku pemerkosaan dan pembunuhan vikaris atau calon pendeta, Melindawati Zidemi (24). Dua pelaku ditangkap di kawasan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Hingga kemarin, kedua pelaku masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik. Saat dikonfirmasi, Kapolres OKI, AKBP Donny Eka Saputra membenarkan penangkapan tersebut. “Ya benar, pelakunya sudah ditangkap,” katanya saat dihubungi, Kamis (28/3).

Penangkapan berawal dari informasi masyarakat di sekitar lokasi dan kemudian langsung mengejar pelaku. Saat diperiksa, kedua pelaku sempat tidak mau mengaku.

Namun, masyarakat memang melihat pelaku berada di lokasi pada saat kejadian. Dirinya pun enggan menjelaskan lebih detail terkait penangkapan tersebut. Karena masih dalam proses penyelidikian. “Besok (hari ini, Red) akan dirilis Kapolda di Palembang untuk lebih jelasnya,” tutupnya.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi mengatakan, kedua pelaku yang berhasil ditangkap berinisial H dan N. Keduanya yakni, buruh perkebunan sawit.

“Ya benar, keduanya berhasil ditangkap berkat tim di lapangan dan keterangan dari masyarakat,” katanya saat dihubungi, Kamis (28/3).

Ia mengaku berdasarkan pemeriksaan sementara motif pembunuhan karena pelaku menyimpan dendam pribadi terhadap korban. Meskipun begitu, polisi masih akan mendalami lagi dengan memeriksa kedua pelaku.

“Untuk motif sementara itu dendam. Tapi, besok akan disampaikan lebih jelas,” singkatnya. Seperti diketahui, Melindawati Zidemi (24) ditemukan warga tewas dalam kondisi telanjang di areal perkebunan sawit, OKI, Sumsel, Selasa (26/3). (adz/jpc)