27 C
Medan
Friday, January 9, 2026
Home Blog Page 5368

Dua Pria Bersenjata Laras Panjang Rampok Indomaret Brayan, Gagal Bongkar Brankas, Uang Rp500 Ribu Digasak

Indomaret yang ini
Indomaret yang ini

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua pria bersenjata laras panjang merampok minimarket Indomaret di Jalan Yos Sudarso, Pulo Brayan, Medan Barat, Kamis (28/3) dini hari. Dalam aksinya, kedua perampok gagal membongkar brankas, akhirnya menggasak uang di laci kasir sebesar Rp500 ribu dan puluhan bungkus rokok di rak minimarket tersebut Informasi dihimpun, perampokan tersebut terjadi sekira pukul 04.00 WIB.

Kebetulan, minimarket itu buka 24 jam dan hanya dijaga dua orang karyawan, Dimer Padang (28) dan Fahmi (29) tanpa didampingi sekuriti.

Menurut keterangan Dimer, para pelaku perampokan itu berperawakan tinggi kurus dengan menggunakan helem dan masker penutup wajah. Keduanya datang menggunakan sepedamotor matic dan menenteng senjata laras panjang yang dibungkus goni putih.

Ketika masuk ke Indomaret, kedua pelaku langsung menodongkan senjata laras panjang yang terbungkus goni tadi dan meminta mereka untuk mengeluarkan uang dari brankas. “Mulanya kami tidak percaya kalau itu senjata api, sempat kami bilang kalau uang tidak ada,” kata Dimer.

Mendengar jawaban itu, pelaku kesal dan memukul gagang senjata itu ke kepala Dimer. Saat itulah dia meyakini kalau di dalam goni itu adalah senjata laras panjang. Kemudian seorang pelaku memaksa Dimer dan Fahmi menunjukkan brankas. Merasa terancam, keduanya pun menunjukkan keberadaan berankas di lantai 2.

Bersama seorang pelaku, mereka naik ke lantai dua untuk membuka brankas uang. Namun meski sudah berulang kali dicoba, brankas tak berhasil dibuka meski sudah dipukul-pukul oleh kedua karyawan tersebut.

Karena tak berhasil membongkar brankas, mereka kembali turun. Akhirnya kedua pelaku menggasak uang yang tersimpan di dalam laci meja kasir berikut puluhan bungkus rokok. “Karena tak bisa buka brankas, kami turun lagi. Uang yang ada di meja kasir itulah yang dibawa, kuranglebih Rp 500 ribuan sama belasan rokok kurang,” ungkap Dimer.

Ketika kedua pelaku hendak kabur, Dimer dan Fahmi meneriakinya. Teriakan mereka ternyata mengundang perhatian warga sekitar. Tak mau jadi bulan-bulanan warga, seorang pelaku yang dibonceng kemudian meletuskan senjata api itu ke udara untuk menakuti-nakuti. “Satu kali diletuskan bang, waktu warga mau mengejar mereka. Tapi karena tahu pelaku pegang senjata, tak ada yang berani,” ungkapnya.

Terpisah, Kapolsek Medan Barat, Kompol Choky S Meliala, mengatakan, menyikapi laporan perampokan ini pihaknya langsung membentuk tim khusus (timsus) untuk melakukan pengungkapan dan mengejar pelaku. “Saat ini kita sedang mengumpulkan barang bukti termasuk rekaman CCTV beserta keterangan saksi dengan di back up personel Polrestabes dan Polda,” ujarnya.

Ketika disinggung mengenai apakah ada ditemukan selongsong peluru dari letusan senjata pelaku, Choky mengaku pihaknya tidak ada menemukannya di TKP. Namun ia berpendapat, bahwa selongsong tak ditemukan, karena diduga senjata yang dibawa pelaku diselimuti oleh karung goni. “Tidak ada selonsong peluru yang ditemukan di TKP. Menurut saksi, memang pelaku sempat meletuskan senjatanya,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, perampokan serupa, menggunakan senjata laras panjang juga pernah terjadi di Simpang Kantor, Kecamatan Medan Labuhan pada Sabtu 7 April 2018 lalu sekitar pukul 23.45 WIB lalu. Menurut informasi dari CCTV, pria tersebut memiliki ciri-ciri tingi badan 170 cm, menggunakan celana loreng, jaket hitam merek Adidas, helm corong warna hitam dan sepatu cat warna hitam tapak putih.

Dalam kejadian tersebut, pelaku memaksa kasir untuk memasukkan seluruh uang dalam kasir dan brankas senilai Rp 150 Juta. Setelah pelaku memaksa kasir memasukkan uang ke dalam kantongan plastik, selanjutnya pelaku dengan santai meninggalkan TKP. (dvs)

Kaji Ciri Khas Toba & Konsep Sadar Wisata

Triadi Wibowo/Sumut pos HOTEL: Bangunan hotel di sekitar Danau Toba tepatnya di Parapat, Simalungun. USU serius membantu mengembangkan Danau Toba dengan membentuk Pokja.
Triadi Wibowo/Sumut pos
HOTEL: Bangunan hotel di sekitar Danau Toba tepatnya di Parapat, Simalungun. USU serius membantu mengembangkan Danau Toba dengan membentuk Pokja.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Universitas Sumatera Utara (USU) serius membantu Kementerian Pariwisata, Badan Pelaksanaan Otoritas Danau Toba (BPODT), Pemerintah Provinsi Sumut, dan pemerintah 8 Kabupaten Kawasan Danau Toba, untuk pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba. Untuk menunjukkan keseriusannya, USU telah membentuk Kelompak Kerja (Pokja) Pengembangan Pariwisata Danau Toba.

“DALAM pembentukan Unit Pokja ini, kita percayakan kepada ahli-ahli dalam bidangnya. Pokja diketuai oleh Dr Nurlisa Ginting (mantan Kadis Pariwisata Sumut, Red),” sebut Rektor USU, Prof. Runtung Sitepu kepada Sumut Pos, Kamis (28/3).

Pokja tersebut bertugas menyusun pandangan-pandangan tentang konsep pengembangan pariwisata Danau Toba dari sudut pandang akademisi USU. “Pokja akan mengidentifikasi berbagai faktor yang mendukung kemajuan pariwisata danau vulkanik terbesar di dunia itu. Juga faktor-faktor yang tidak mendukung. Misalnya, akan diidentifikasi mengenai ciri khas daerah setempat yang perlu diperkuat, seperti makanan tradisional, buah-buah ciri khas Danau Toba, dan sebagainya. Jika mendukung pariwisata, akan disarankan untuk dikembangkan,” jelas Runtung.

Sedangkan identifikasi mengenai faktor-faktor yang tidak mendukung pariwisata, akan disusun daftarnya dan disarankan untuk dicari solusinya.

Selain ciri khas daerah, Pokja juga melihat aspek Sumber Daya Manusia (SDM), yang dinilai sangat mempengaruhi perkembangan sebuah objek wisata. “Contohnya, kita melihat aspek keramah-tamahan warga Bali terhadap wisatawan, yang mendukung pengembangan wisata Bali hingga mancanegara. Nah.. Pokja juga mengidentifikasi dan melahirkan konsep untuk menciptakan sadar wisata, bagi saudara-saudara kita di sekitar Danau Toba,” cetusnya.

Pandangan-pandangan yang disusun Pokja ini, nantinya akan disampaikan ke pemerintah. Diharapkan, semua pihak bersinergi membangun Danau Toba lebih baik lagi, untuk menarik kunjungan wisatawan yang lebih besar. Yang pada akhirnya menyejahterakan masyarakat.

Pansus Pencemaran Danau Toba

Masih terkait pengembangan KSPN Danau Toba, isu pencemaran air Danau Toba menjadi isu hangat yang dibahas berbagai kalangan. Sejumlah pihak menduding Keramba Jaring Apung (KJA) sebagai penyumbang pencemaran terbesar. Tetapi kemarin, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumut, Mulyadi, mengatakan bahwa kontribusi pencemaran air Danau Toba oleh KJA hanya 10 persen. Lebih kecil dibanding limbah-limbah lainnya, seperti limbah dari usaha perhotelan dan peternakan yang ada di sekitar Danau Toba.

Menanggapi pernyataan Mulyadi, Ketua komisi D DPRD Sumut yang mengawasi tentang Lingkungan Hidup, Sutrisno Pangaribuan, mengatakan bahwa yang menjadi ukuran permasalahan bukanlah nilai persentase pencemarannya. Tetapi lebih kepada keaktifan dan kontribusinya dalam merusak Danau Toba.

“Jangan bicara soal jumlah dong. Masalah 10 persen atau 100 persen sekalipun, bukan itu yang jadi ukuran. Yang pasti, KJA di Danau Toba menjadi salah satu penyebab tercemarnya Danau Toba. Dan ini harus menjadi perhatian serius. Sama halnya seperti koruptor, mau korupsi Rp1 juta atau korupsi Rp1 miliar, ‘kan sama-sama koruptor namanya. Dan yang namanya koruptor harus ditindak sesuai undang-undang. Jangan sepelekan nilai yang 10 persen itu,” ucap Sutrisno kepada Sumut Pos, Kamis (28/3).

Terkait benar atau tidaknya KJA memberikan kontribusi pencemaran sebesar 10 persen terhadap Danau Toba, Sutrisno mengaku tidak mengetahui pasti. “Kita juga tidak tahu dari mana Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi bisa bicara angka (10%) itu. Apakah sebelumnya sudah melakukan penelitian atau tidak? Yang pasti, KJA berkontribusi dalam membuang limbah ke Danau Toba setiap hari. Dan itu berlangsung cukup lama”, kata Sutrisno.

Sutrisno juga menyebutkan, nilai persentase yang disebutkan oleh Mulyadi tidak akan berpengaruh bagi pihaknya untuk tetap membentuk Pansus terkait pencemaran Danau Toba. “Kita tidak mau Danau Toba tercemar oleh apapun. Termasuk oleh KJA. Jadi tak peduli berapapun angkanya, Pansus tetap akan dibentuk,” tegasnya.

Ditambahkan Sutrisno, kawasan Danau Toba yang saat ini sudah difokuskan pemerintah menjadi salah satu destinasi wisata utama di Indonesia. Sudah barang tentu, yang harus diperhatikan adalah kelestariannya.

“Pemerintah sudah membangun jalan tol, bandara dan prasarana lainnya untuk memudahkan wisatawan domestik maupun mancanegara mengakses Danau Toba. Ini bukti nyata bahwa pemerintah serius ingin menjadikan Danau Toba sebagai salah satu Destinasi Wisata Utama di Indonesia. Lantas, apakah kita mau menyuguhkan Danau Toba yang tercemar kepada para wisatawan yang datang? Kalau pemerintah ingin mewujudkan KSPN, maka pastikan air Danau Toba menjadi hamparan air tawar yang indah. Bukan hamparan keramba,” cetusnya.

Sebelumnya diberitakan, kondisi air Danau Toba dinilai tercemar oleh limbah KJA, salahsatunya dituding limbah milik PT. Aquafarm Nusantara. Di hadapan Komisi B DPRD Sumut beberapa waktu lalu, Mulyadi sempat menyebutkan akan melakukan pembersihan KJA di perairan Danau Toba mulai 2019. Namun janji itu belum terealisasi hingga saat ini. (gus/mag-1)

Wabup Lantik Baznas Asahan

no picture
no picture

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati (Wabup) Asahan H Surya BSc melantik pengurus Badan Amil Zakat (Baznas) Kabupaten Asahan di Aula Kabupaten Asahan, Kamis (28/3). Wakil Bupati Asahan, H. Surya BSc mengatakan, meminta pengurus baru Baznas untuk meningkatkan kinerja, sehingga keberadaan Baznas senantiasa dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

“Baznas sebagai lembaga pemerintah non struktural merupakan instrumen untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan dalam pengelolaan zakat,”kata Surya. Dijelaskannya, yang dikeluarkan masyarakat khususnya umat Islam serta meningkatkan manfaat zakat untuk mewujudkan kesejahteraan sekaligus penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Asahan.

“Kepada pengurus Baznas yang baru dilantik, zakat merupakan salah satu instrumen kunci dalam menumbuhkan dan meningkatkan perekonomian zakat,”bilangnya. Selain dapat membantu beban pemerintah dalam menangani masalah masalah sosial. zakat juga dapat bermanfaat.

“Zakat ini secara tidak langsung dapat membantu pemerintah,” ungkap Surya, Untuk itulah, dirinya berharap kepada pengurus Baznas harus memperhatikan faktor regulator, motivator, koordinator dan fasilitator demi keberhasilan pengumpulan zakat.

Sesuai keputusan Bupati Asahan nomor 112 -Bagkesra Tahun 2019 Periode 2018-2023, Ir H Ansa’ari Margolang sebagai Ketua Baznas, Drs H Ruslan Sirat sebagai Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan Pendistribusian dan Penyalahgunaan.

Aswan Daulay Sag MM sebagai Wakil Ketua II Bidang Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan, dan Drs Raja Dedi Hermansyah MM sebagai Wakil Ketua III Bidang Administrasi Sumber Daya Manusia dan Umum. (omi/han)

KPU Tebingtinggi Terima 300 Kotak Surat Suara

SOPIAN/SUMUT POS TERIMA: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tebingtinggi menerima surat suara untuk Pilpres dan DPD.
SOPIAN/SUMUT POS
TERIMA: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tebingtinggi menerima surat suara untuk Pilpres dan DPD.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tebingtinggi menerima surat suara sebanyak 300 kotak, terdiri 240 kotak surat suara DPD dan 50 kotak surat suara Pilihan Presiden dan Wakil Presiden (PPWP) pada Kamis (28/3) dini hari. Kedatangan 300 kotak surat suara itu diterima langsung oleh Plt Ketua KPU Tebingtinggi Emil Sofyan, Kordiv Data dan Informasi Rudi Herwin, Kasubbag Keuangan, Umum dan Logistik Mufti Ardian, serta Anggota Bawaslu Kota Tebingtinggi Harirayani SE.

Menurut Emil Sofyan, surat suara tersebut langsung akan diproses sortir lipat pada Kamis (28/3) pukul 09.00 WIB. Proses sortir lipat tersebut akan melibatkan masyarakat umum. Dimana sebelumnya, mereka juga pernah melakukan proses sortir lipat pada surat suara DPR RI, DPRD Propinsi dan DPRD Kabupaten Kota.

“Pelipatan dan sortir kertas surat suara di laksanakan di Gudang KPU Jalan KF Tandean Kota Tebingtinggi besok pagi,”jelas Emil. (ian/han)

PPK Lantik 513 Ketua Kelompok Panitia Pemungutan Suara

SOPIAN/SUMUT POS DILANTIK: PPK melantik 513 Ketua KPPS di lima Kecamatan di Kota Tebingtinggi.
SOPIAN/SUMUT POS
DILANTIK: PPK melantik 513 Ketua KPPS di lima Kecamatan di Kota Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Panitia Pemilu Kecamatan (PPK) di lima kecamatan yang ada di Kota Tebingtinggi, melantik 513 orang Ketua Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) di lima lokasi berbeda, Rabu (27/3).

Kecamatan Rambutan menggelar pelantikan Ketua KPPS di Aula Dinas Kesehatan, Kecamatan Padanghilir, Padanghulu serta Bajenis di Aula Kantor Camat masing-masing. Sedangkan Kecamatan Tebingtinggi Kota melantik Ketua KPPS di Aula Kantor Camat.

Usai dilantik, 513 Ketua KPPS tersebut akan diberikan muatan pengetahuan dalam mengelola TPS. Selanjutnya, mendapat bimbingan teknis (Bimtek) terpadu oleh KPU Kota Tebingtinggi. “Kemudian, mendapat bimtek tambahan dari PPK sekawasan Kota Tebingtinggi,”ujar Anggota Komisioner KPU Kota Tebingtinggi Kordiv Parmas dan SDM, Emil Sofyan. “Saya berharap agar Ketua dan anggota KPPS dapat menjaga kesehatan sampai hari pemungutan nanti tetap segar bugar, pahami tupoksi sebagai penyelenggara Pemilu pada level paling bawah,”sambung Emil.

Dikatakan Emil, dengan memahami tupoksi secara paripurna akan meminimalisir kesalahan, terlebih dalam pengisian formulir C.

Emil juga mengingatkan kepada Ketua KPPS untuk menjaga soliditas di antara sesama anggota.”Janya dengan soliditas, lembaga menjadi kuat dan berwibawa,”tandasnya. (ian/han)

Pemkab Asahan Kembali Terima WTP

no picture
no picture

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Untuk keduakalinya secara berturut-turut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan menerima penghargaan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumatera Utara.

Penghargaan serupa juga diterima Kabupaten Tapanuli Utara, bersama pemerintah Kabupaten Asahan pertama se-Sumatera Utara menerima WTP.

Wakil Bupati Asahan H. Surya, BSc didampingi Ketua DPRD Kabupaten Asahan menerima langsung predikat WTP tersebut di Aula BPK Perwakilan Sumut, Kamis (28/3) 2019.

Kepala BPK Perwakilan Sumut Dra V.M. Ambar Wahyuni, MM, Ak, CA memberikan apresiasi atas kerja keras Pemerintah Kabupaten Asahan dalam mengelola dan mempertanggungjawabkan keuangan daerah tahun anggaran 2018. Ambar Wahyuni juga menyampaikan, bahwa pemberian opini WTP tersebut merupakan hasil dari pemeriksaan BPK atas laporan keuangan yang diserahkan Pemkab Asahan pada 18 Februari 2019, dan telah sesuai dengan Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN).

“WTP yang diberikan BPK atas laporan keuangan yang cukup baik,”bilangnya. Ambar Wahyuni juga berpesan, agar DPRD Kabupaten/Kota wajib menerima laporan pertanggungjawaban bupati atas Laporan Keuangan Daerah sebelum masa laporan berakhir, terlebih apabila Pemerintah Kab/Kota tersebut mendapat predikat WTP dari BPK.

“Sesuai dengan amanat UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, sebelum laporan keuangan diserahkan kepada DPRD wajib diaudit oleh BPK,”bilangnya.

Sehingga, lanjut Ambar Wahyuni, apapun hasil nantinya, apakah Pemkab mendapat predikat WTP, WDP maupun tidak wajar (Disclaimer), pertanggungjawabah Kepala Daerah diterima oleh DPRD Kabupaten/Kota.

Dijelaskannya, sesuai amanat Undang – Undang, BPK merupakan satu – satunya lembaga eksternal auditor yang sejajar dengan Pemerintah, DPR, MPR, MK dan KY. Apa yang sudah merupakan hasil audit BPK terhadap pertanggungjawaban dari Pemerintah Kabupaten/Kota tidak perlu dikritisi.

Sementara itu, Bupati Asahan Drs H Taufan Gama Simatupang, MAP dalam sambutannya yang bacakan Wakil Bupati Asahan H. Surya, BSc mengucapkan terima kasih atas pemberian laporan hasil pemeriksaan yang diperoleh dari BPK Perwakilan Sumut.

Bupati juga memberikan apresiasi kepada seluruh instansi terkait karena tahun ini Pemkab Asahan kembali menerima predikat WTP dari BPK Perwakilan Sumatera Utara. Hal tersebut menandai prestasi Pemkab Asahan memperoleh predikat WTP selama 2 tahun berturut – turut.

“Predikat WTP yang didapat ini merupakan hasil usaha yang maksimal dari seluruh instansi terkait yang harus dipertahankan di tahun – tahun berikutnya,”bilangya.

Taufan Gama berharap kepada DPRD Kabupaten Asahan, agar tetap membina hubungan kerja sama dengan Pemkab Asahan untuk menindaklanjuti temuan BPK sekecil apapun.

Turut hadir dalam acara penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas laporan keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2019, Sekda Asahan, Asisten III, Ka. BPKAD, Inspektorat, Ka. Bappeda, Sekwan serta Bupati / Wali Kota dan Ketua DPRD se-Sumatera Utara. (omi/han)

Karo Krisis Air Bersih, Dirut PDAM Tirta Malem Dicopot

SOLIDEO/SUMUT POS. DICOPOT: Sekda Karo membaca surat pencopotan Dirut PDAM Tirta Malem.
SOLIDEO/SUMUT POS.
DICOPOT: Sekda Karo membaca surat pencopotan Dirut PDAM Tirta Malem.

KARO, SUMUTPOS.CO – Pengangkatan ini tertuang dalam Keputusan Bupati Karo nomor : 500/086/EK/2019 Tentang Penetapan Pelaksana Tugas Pengurusan Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Malem tertanggal 27 Maret 2019.

Keputusan Bupati tersebut diserahkan langsung oleh Kabag Perekonomian Setda Kabupaten Karo Rismawati, SE yang juga selaku Sekretaris Koordinator Pembinaan dan Pengawasan BUMD kepada Arvino Hamsyari, ST di Kantor PDAM Tirta Malem, Kamis (28/3).

Pemberhentian Direktur PDAM Tirta Malem ini mengacu pada PP No 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah, dan Perda Kabupaten Karo Nomor 02 Tahun 2017 tentang Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Malem.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karo, Drs Kamperas Terkelin Purba, MSi yang juga sebagai Ketua Tim Koordinator Pembinaan dan Pengawasan BUMD menjelaskan, Bupati Karo Terkelin Brahmana telah mengeluarkan keputusan bahwa Dewan pengawas PDAM Tirta Malem sebagai Plt Direktur PDAM Tirta Malem.

“Pemberhentian Direktur PDAM Tirta Malem sudah dilakukan sesuai dengan ketentuan aturan/undang undang yang berlaku, PP No 54 Tahun 2017 dan Perda Kabupaten Karo Nomor 02 Tahun 2017,”ungkap Kampreas.

Selanjutnya, Plt agar menginventarisir segala permasalahan yang ada di PDAM Tirta Malem dan berkoordinasi dengan Pemkab Karo untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. “Harapan kita semua agar permasalahan air di Kabupaten Karo dapat lancar dan teratasi dengan baik, sehingga masyarakat Kabupaten Karo dapat menikmati air bersih dengan baik,” ungkap Sekda. (deo/han)

Bisnis Start Up tanpa Bantuan Investor, Mungkinkah?

ist/sumut pos Co-Founder Dusdusan.com Christian Kustedi.
ist/sumut pos
Co-Founder Dusdusan.com Christian Kustedi.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Segudang pertanyaan terbersit oleh para Founder start up saat membangun bisnis mereka dari nol. Apakah produk atau jasa yang ditawarkan benar-benar dibutuhkan? Apakah platform yang sudah dikembangkan dan menelan biaya tidak sedikit bisa bertahan? Apakah pasar sudah cukup loyal atau hanya dengan sejentik “iming-iming” langsung pindah ke lain hati? Apakah tim bekerja menuju visi yang sama? Lalu, bagaimana mengembangkan bisnis dengan modal minim atau tanpa bantuan investor?

Co-Founder Dusdusan.com Christian Kustedi membagikan poin-poin penting mengenai efisiensi budget dalam membangun start up. Poin pertama yaitu menunda reward. Menunda reward disini dalam arti menunda mengeluarkan budget yang tidak berdampak langsung bagi percepatan pertumbuhan bisnis.

“Saat pertumbuhan perusahaan cukup signifikan, seringkali Founder merasa cukup puas dan mulai masuk mode comfort zone. Mulai tercetus ide pindah ke gedung perkantoran elit atau renovasi kantor, dll. Saya menganjurkan sebaliknya. Ketika bisnis sudah bertumbuh, lihat kembali peta bisnis dan market size yang dituju. Tunda dulu hal-hal yang tidak mempercepat bisnis mencapai visi utamanya. Yang perlu diingat adalah setiap rupiah yang dikeluarkan harus berkontribusi pada pertumbuhan bisnis,” ujar Christian

Poin kedua yang diperhatikan adalah segi pemasaran. Di era digitalisasi ini semakin banyak marketing tools yang tersedia, salah satunya media sosial. Dibanding dengan metode pemasaran konvensional, pemasaran digital relatif memiliki keunggulan lebih cepat, efisien, mempunyai target yang jelas dan dapat dipantau secara real time.

“Setiap rupiah yang kita punya sangat berarti untuk bertahan di era digitalisasi ini. Dalam segi pemasaran, gunakan plaform-platform beriklan yang bisa diawasi dengan mudah dan jelas, misal Facebook dan Google Ads,” tambah Christian.

Poin ketiga adalah zero strategy. Yang dimaksud zero strategy dalam hal ini adalah strategi untuk memperbesar kapasitas bisnis dengan zero budget. Yang pertama dibentuk adalah mindset apa yang bisa dilakukan untuk membesarkan bisnis, baik secara awareness maupun revenue, tanpa menggunakan budget sama sekali, alias nol rupiah. (rel/ram)

Pelindo 1 Raih Apresiasi CFO Award

ist/sumut pos PIAGAM: Direktur Keuangan Pelindo 1, M Nur Sodiq saat menerima piagam di acara CFO BUMN Award 2019.
ist/sumut pos
PIAGAM: Direktur Keuangan Pelindo 1, M Nur Sodiq saat menerima piagam di acara CFO BUMN Award 2019.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – PT Pelindo 1 meraih apresiasi Bisnis Indonesia CFO (Chief Financial Officer) BUMN Award 2019 yang diselenggarakan oleh Harian Bisnis Indonesia.

Penghargaan dengan kategori The Most Transformative CFO diserahkan langsung kepada Direktur Keuangan Pelindo 1, M Nur Sodiq oleh Pimpinan Redaksi Bisnis Indonesia, Hery Trianto.

Bisnis Indonesia CFO Award 2019 mengusung tema Komitmen Membangun Negeri merupakan bentuk apresiasi kepada pimpinan tertinggi di bidang keuangan Badan Usaha Milik Negara yang telah melakukan inovasi dan transformasi.

Penghargaan ini diberikan oleh Panel Redaksi Bisnis Indonesia kepada Direktur Keuangan Pelindo 1, M. Nur Sodiq karena dinilai mampu membuat transformasi dalam proses bisnis pada tahap front end, back end, dan lini penunjang bisnis yang sekaligus meningkatkan kinerja perseroan.

Sebagai BUMN yang bergerak di bidang jasa kepelabuhanan, kepemimpinan CFO ini dinilai dapat mendorong peningkatan kecepatan layanan, pegendalian biaya, penambahan investasi alat, digitalisasi, dan otomasi.

“Kami sangat bangga dengan penghargaan yang diberikan Harian Bisnis Indonesia kepada Pelindo 1. Penghargaan ini merupakan bagian dari kerja keras tim Pelindo 1 dalam membangun transformasi bisnis untuk mempercepat kinerja perseroan, sehingga bisa memberikan pelayanan terbaik kepada para pengguna jasa, efisiensi biaya operasional, dan efektivitas kegiatan operasional,” terang M Nur Sodiq, Kamis (28/3).

Penilaian yang diterapkan oleh Bisnis Indonesia CFO BUMN Award 2019 dengan melalui penilaian kualitatif dan kuantitatif yang melibatkan juri yang kompeten dan berpengalaman.

Adapun yang menjadi juri dalam ajang ini adalah Sigit Pramono (Chairman Indonesiaan Institute for Corporate Directorship), Mas Ahmad Daniri (Ketua Komite Nasional Kebijakan Governance), Martiono Hadianto (Ketua Yayasan Pendidikan Pembinaan Manjemen), Ito Warsito (Dewan Pengurus IAI) dan Arif Budisusilo ( Direktur Pemberitaan Harian Bisnis Indonesia).

M. Nur Sodiq menambahkan melalui penghargaan ini diharapkan mampu terus memotivasi Pelindo 1 untuk terus bertransformasi dalam mengelola finansial perusahaan dan mengoptimalkan keuangan perusahaan untuk kepentingan publik. (fac/ram)

Berbasis Teknologi Terdepan, OYO Transformasi Hotel Lokal Hanya dalam 14 Hari

ist/SUMUT POS TRANSFORMASI: OYO Transformasi hotel lokal dalam waktu hanya 14 hari. Biasanya, membutuhkan waktu 90 hari.
ist/SUMUT POS
TRANSFORMASI: OYO Transformasi hotel lokal dalam waktu hanya 14 hari. Biasanya, membutuhkan waktu 90 hari.

MEDAN– Jaringan hotel berbasis teknologi OYO Hotels telah menetapkan standar baru dalam mentransformasi dan merenovasi properti dalam waktu yang singkat, hanya 14 hari. Hal ini sangat kontras dengan standar industri yang membutuhkan waktu hingga 90 hari.

Country Head OYO Hotels & Homes , Rishabh Gupta mengatakan, dengan memiliki lebih dari 1.200 insinyur dan desainer di Indonesia, India, China, dan pasar internasional lainnya, OYO Hotels mampu melakukan transformasi ke lebih dari 360 properti di seluruh Indonesia dalam rentang waktu 4 bulan sembari mempraktikkan pembangunan infrastruktur berkelanjutan di sektor hospitality.

“OYO bertumbuh pesat menjadi mitra jaringan hotel pilihan di Indonesia dengan bermitra lebih dari 340 pemilik aset dan mengelola lebih dari 360 hotel serta 11.000 kamar di 40 kota. Pertumbuhan tersebut mencapai 10 kali lipatnya hanya dalam waktu 4 bulan,” katanya melalui siaran pers yang diterima Sumut Pos, Rabu (27/3).

Adapun dari 360 properti ini, lanjut dia, lebih dari 260 hotel beroperasi dan sisanya sedang dalam proses transformasi. Mitra yang telah bergabung dalam jaringan OYO rata-rata mengalami peningkatan okupansi hingga 75%. Untuk memonitor renovasi dan transformasi, OYO Hotels menggunakan teknologi aplikasi OYO Optimus, yang khusus yang membantu tim OYO dalam memahami kebutuhan transformasi sebuah properti sembari menghitung estimasi biaya dan memungkinkan seluruh pihak berkepentingan.

“Termasuk pemilik aset dan tim OYO, untuk memonitor proses transformasi yang berlangsung.

OYO Hotel juga menggunakan pendekatan desain berbasis kecerdasan buatan. Teknologi tersebut mampu mengevaluasi kritik dan saran dari tamu hotel sekaligus mengidentifikasi preferensi desain mereka,” katanya.

Selain itu, teknologi terdepan OYO juga memungkinkan perusahaan untuk melakukan transformasi dan renovasi menyeluruh selagi melakukan peningkatan terhadap infrastruktur yang telah ada, termasuk lantai, saluran air, AC, cat, serta listrik. Hal ini memungkinkan OYO untuk mengurangi biaya dan waktu yang dikeluarkan. (rel/prn/ram)