Home Blog Page 5371

Pemko Medan Gelar 151 Titik Pasar Murah

CEK BAHAN POKOK: Wali Kota Medan mengecek bahan pokok yang digelar di pasar murah.
CEK BAHAN POKOK: Wali Kota Medan mengecek bahan pokok yang digelar di pasar murah.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1440 H, Pemko Medan menggelar pasar murah di 151 titik di Kota Medan. Kehadiran pasar murah diharapkan, dapat membantu masyarakat kurang mampu untuk mendapatkan aneka bahan kebutuhan pokok dengan harga jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran.

PEMBUKAAN pasar murah dipusatkan di halaman Kampus Perguruan Tinggi Kimia Industri (PTKI) Jalan Menteng Medan, Selasa (30/4). Pembukaan langsung dipimpin Wali Kota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin Msi.

Pasar murah menyediakan sejumlah bahan kebutuhan pokok dengan harga yang telah disubsidi Pemko Medan melalui Dinas Perdagangan Kota Medan sebesar 20-30 persen.

Selain membantu warga kurang mampu untuk memenuhi kebutuhan selama bulan puasa hingga lebaran, Wali Kota juga berharap kehadiran pasar murah juga dapat menjadi salah satu upaya dalam menanggulangi inflasi.

Pasalnya, setiap kali jelang hari besar keagamaan tiba (salah satunya bulan puasa), harga bahan kebutuhan pokok cenderung merangkak naik.

Oleh karenanya, Wali Kota mengajak masyarakat, terutama warga kurang mampu agar dapat memanfaatkan kehadiran pasar murah dengan sebaik-baiknya.

“Selain harganya relatif jauh lebih murah, seluruh bahan pokok yang dijual pun berkualitas dan layak konsumsi,” kata Wali Kota dalam sambutannya.

“Dengan kehadiran pasar murah ini, warga kurang mampu dapat memenuhi kebutuhan pokoknya. Dengan demikian, mereka dapat lebih tenang dan khusuk dalam menjalani ibadah puasa,” sambungnya.

Agar tepat sasaran, Wali Kota selanjutnya menginstruksikan kepada seluruh camat, lurah dan panitia yang terlibat supaya berperan aktif untuk mengawasi dan mensukseskan pelaksanaan pasar murah tersebut.

“Ingat, tujuan pelaksanaan pasar murah untuk membantu meringankan beban warga kurang mampu dalam menyambut puasa dan lebaran. Di smaping itu yang lebih penting lagi, pastikan seluruh bahan kebutuhan pokok yang dijual di 151 titik di Kota Medan berkualitas dan layak konsumsi!” tegasnya.

Wali Kota kemudian berpesan kepada Kadis Perdagangan Kota Medan Damikrot, untuk terus melakukan pengawasan dan mengecek ketersediaan bahan kebutuhan pokok.

Eldin meminta Damikrot, untuk memastikan tidak ada distributor nakal yang melakukan penimbunan bahan-bahan kebutuhan pokok sehingga menyebabkan terjadinya kenaikan harga. Sebab, dapat memberatkan masyarakat terutama warga kurang mampu.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota tak lupa mengingatkan kepada seluruh warga agar tidak membeli bahan kebutuhan pokok di pasar murah secara berlebihan. Sebab, berdasarkan hasil laporan dari Tim Satgas Ketahanan Pangan yang telah diturunkan Pemko Medan, stok bahan kebutuhan pokok di Kota Medan masih aman dan mencukupi hingga tiga bulan mendatang.

Pembukaan pasar murah ditandai dengan pemukulan bedug yang dilakukan Wali Kota didampingi unsur Forkopimda Kota Medan.

Setelah itu, Wali Kota bersama unsur Forkopimda melakukan penurunan harga. Sehingga seluruh bahan kebutuan pokok yang dijual di 151 titik pasar murah jauh lebih murah.

Seperti beras IR-64 dijual Rp.8.400/kg, harga pasarannya Rp11.000/kg. Kemudian gula pasir, dijual Rp9.300/kg, harga pasarannya Rp12.000/kg.

Selanjutnya, tepung terigu dari harga Rp8.000/kg diturunkan menjadi Rp7.100/kg; telur dari harga Rp1.350/butir ditutunkan menjadi Rp1.005/butir; margarin Simas 200 gram dijual Rp3.334/sachet, pasarannya Rp5.500/sachet.

Lalu, minyak goreng Sania 1 Ltr dari harga Rp14.000/ltr dijual menjadi Rp10.500/ltr, minyak Fortune 1 ltr dari harga Rp13.500/ltr menjadi Rp.10.000/ltr, minyak Palmanco 1 ltr dari harga Rp13.000/ltr menjadi Rp9.500/ltr dan minyak Madina 1 ltr dari harga Rp.13.000/ltr menjadi Rp.8.984/ltr.

Kemudian, sirup Kurnia dari harga Rp17.800/botol menjadi Rp.16.688/botol, Pohon Pinang Super dari harga Rp19.850/botol menjadi Rp19.000/botol, Pohon Pinang Fresh Juice dari harga Rp17.000/botol menjadi Rp15.000/botol, Pohon Pinang Sirup Lychee dari harga Rp17.000/botol menjadi Rp15.000/botol, Pohon Pinang Sirup Melon dari harga Rp17.000/botol menjadi Rp15.000/botol Sb Pohon Pinang Syukur Rasberry dari harga Rp16.000/botol menjadi Rp14.500/botol.

Di samping itu, pasar murah juga menjual sirup Sarang Tawon Super Quality dari harga Rp.19.500/botol menjadi Rp18.750/botol, Sarang Tawon Standar Quality dari harga Rp16.000/botol menjadi Rp14.500/botol, Sarang Tawon Platinum dari harga Rp14.000/botol menjadi Rp12.834/botol serta Sarang Tawon Raspbery Limknade dari Rp16.000/botol menjadi Rp15.000/botol.

Sementara itu, Kadis Perdagangan Kota Medan Damikrot menjelaskan, 151 titik pasar murah ini tersebar di seluruh kelurahan di Kota Medan. Lokasinya diprioritaskan di wilayah yang dominan masyarakat berekonomi lemah, mayoritas beragama Islam dan jauh dari pasar medan.

“Pasar murah ini akan berlangsung mulai 30 April-29 Mei mendatang. Kita akan melakukan pengawasan secara ketat sehingga pasar murah tepat sasaran sehingga warga kurang mampu dapat langsung merasakan manfaatnya,” ungkap Damikrot.

Turut hadir, Wakil Ketua DPRD Medan H Iswanda Nanda Ramli SE, Dandim 0201/BS Kol Inf Yuda Rismansyah, Danyon Marinir Letkol Mar James Munthe serta perwakilan unsur Forkopimda Kota Medan lainnya. (*)

PTPN III Santuni 100 Anak Yatim Piatu

istimewa SANTUNAN: SEP SDM & Umum, Ahmad Gusmar Harahap, memberikan santunan kepada anak yatim dan piatu di acara Isra Mikraj di Masjid Nurul Hikmah Kantor Direksi Medan.
istimewa
SANTUNAN: SEP SDM & Umum, Ahmad Gusmar Harahap, memberikan santunan kepada anak yatim dan piatu di acara Isra Mikraj di Masjid Nurul Hikmah Kantor Direksi Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Perkebunan Nusantara III (Persero) menggelar Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW, sekaligus menyambut datangnya bulan Suci Ramadan 1440 Hijriah pada Selasa (23/4) di Masjid Nurul Hikmah Kantor Direksi Medan.

Isra Mikraj tahun ini bertemakan Dengan Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW dan Penyambutan Bulan Suci Ramadan 1440 Hijriah/2019 Masehi, Mari Kita Tingkatkan Iman, Taqwa Serta Silaturahmi Untuk Mewujudkan Perusahaan Yang Tangguh dan Karyawan Sejahtera, dihadiri SEP SDM & Umum, Ahmad Gusmar Harahap beserta istri, SEP Produksi Adi Fitria beserta istri, Kepala Biro/bagian dan seluruh karyawan/ti Kantor Direksi yang beragama islam.

Acara diawali dengan Salat Ashar berjamaah yang dilanjutkan dengan pembacaan Ayat Suci Alquran oleh Nurjannah dan saritilawah oleh Elsya Mawaddah. Selain siraman rohani, ke-giatan Isra Mikraj ini juga dirangkai deng-an pemberian santunan kepada anak-anak yatim piatu sebanyak 100 orang dengan nilai santunan sebesar Rp300.000, per orang.

Gusmar Harahap dalam sambutannya mengucapkan selamat menyambut Bulan Suci Ramadan 1440 Hijriah yang sebentar lagi akan tiba. Sesuai dengan tema peringatan Isra Mikraj dan menyambut Bulan Suci ini, Ahmad Gusmar menyampaikan kepada seluruh karyawan untuk terus meningkatkan Iman, taqwa serta silaturahim dalam rangka mewujudkan perusahaan yang tangguh dan karyawan sejahtera.

“Dengan peringatan Isra Mikraj ini, mudah-mudahan bisa memperkuat ketebalan iman seluruh karyawan dan karyawati yang beragama Islam sehingga meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT,” harapnya.

Dalam siraman rohani yang disampaikan oleh Ustad Drs Sudarso menitikberatkan kepada kepercayaan dan kepatuhan iman hanya kepada Allah SWT. Perjalanan rohani yang dipertunjukkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW adalah bukti kebesaran dan kekuasaan Allah SWT.

“Dengan begitu setiap umat Islam agar kiranya selalu menumbuhkan semangat dihatinya untuk memuji kebesaran Allah SWT dan selalu takut kepada-Nya sehingga manusia terhindar dari perbuatan dosa,” ujarnya. (ila)

Atasi Kebocoran PAD Parkir, Kadishub Medan Seriusi Parkir Tepi Jalan

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.Co – Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Iswar Lubis akan menggenjot parkir tepi jalan dan juga terminal Tipe C dengan sekuat tenaga untuk mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) sebagai sumbangsih pembangunan Kota Medan.

“Kita tinggal (kelola) parkir pinggir jalan. Untuk yang off street, kan dikelola Dispenda (kini Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah). Sektor ini yang akan saya seriusi dan genjot,” katanya, Senin (29/4).

Bahkan untuk meminimalisir permainan kotor oknum Dishub Medan yang kerap dituding sebagai penyebab PAD parkir selalu rendah tiap tahunnya, mantan Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub Sumut ini siap menindak tegas bilamana kedapatan.

“Selama ini kan hanya katanya-katanya saja. Si A itu katanya bermain, dan si B juga begitu katanya membackup parkir di lokasi tertentu. Ini yang sedang saya raba sekarang. Siapa sebenarnya oknum-oknum yang bermain tersebut. Bisa gak ada orang yang melapor bahwa si A itu benar membackup-nya, pasti langsung saya datangi,” ujarnya.

Seperti diketahui, capaian retribusi parkir Kota Medan pada triwulan I 2019 minim. Tercatat, baru mencapai target 9,33 persen atau sebesar Rp5,7 miliar. Capaian itu sudah termasuk retribusi parkir pinggir jalan sebesar Rp4,2 miliar.

Pengamat Anggaran, Elfenda Ananda menilai, banyak problem lainnya mengakibatkan minimnya retribusi parkir. Salah satunya persoalan tunggakan pihak ketiga terhadap target yang sudah dipatok. Di satu sisi, Dishub Medan diduga tak berani menagih setoran parkir. (prn/ila)

Gelar Pelatihan Budidaya Tanaman Kedelai

.
.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT PLN Unit Induk Pembangkitan Sumatera Bagian Utara (UIK SBU) melalui program PLN Peduli memberikan Pelatihan dan Budidaya Tanaman Kedelai kepada Kelompok Pertanian dan Peternakan Mandiri di Dusun III Desa Selemak Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (30/4/2019).

Hartanto, perwakilan dan juga penggerak Kelompok Pertanian dan Peternakan Mandiri Dusun III Desa Selemak, berupaya mengabdikan diri kepada masyarakat untuk membantu peningkatan ekonomi khususnya di bidang pertanian dan peternakan.

Konsep ilustrasi yang ditanamkan yaitu 1:3, yaitu dengan modal yang sedikit akan mendapatkan hasil yg memuaskan. Sehingga dalam pelatihan ini, peserta akan diajarkan cara membudidayakan kedelai secara organik dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang murah dan mudah ditemukan sebagai pengganti pupuk kimia.

Pelatihan ini sendiri akan belangsung selama 2 hari dengan praktik langsung di lapangan.

Untuk mendapatkan hasil panen kedelai yang maksimal, dibutuhkan waktu sekitar tiga bulan mulai dari pembibitan, penanaman dan panen dengan menggunakan varitas anjasmoro sesuai hasil riset pengembangan balai holtikultura.

Pada kesempatan ini Assistant Manager CSR & PKBL PLN UIK SBU, Waldy Gunawan menyampaikan harapannya agar bantuan ini dapat bermanfaat untuk peningkatan ekonomi masyarakat dalam jangka panjang. Adapun bantuan yang diberikan berupa alat-alat pertanian, seperti mesin bajak, rotari, pompa air, dan alat pembuat bedeng.

“Kita mengapresiasi kepedulian PLN kepada masyarakat Desa Slemak. Beliau berharap agar bantuan pemberdayaan masyarakat seperti ini juga dapat diterapkan pada kelompok-kelompok tani lainnya di Desa Selemak,” kata Kepala Desa Selemak, Rohmad.

Kelompok Pertanian dan Peternakan Mandiri di Dusun III ini didirikan pada tahun 2015 oleh Hartanto bersama beberapa tokoh penggerak lainnya yang berlatar belakang akademisi, anggota LSM, dan juga aparatur negara yang oeduli terhadap pengembangan pertanian masyarakat.

“Semoga bantuan ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Selemak, khususnya anggota kelompok tani,” harapnya.

Pertanian organik yang terapkan pada pelatihan ini menggunakan pupuk ‘Rotan’ (ramuan organik tanaman) yang menggunakan bahan-bahan alami yang berada di lingkungan sekitar. Tujuannya untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia yang ada di pasar. (ila/ram)

Reklamasi Belawan Sebabkan Banjir Rob Meluas, Pelindo I Didesak Buka Alur Resapan Air

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Reklamasi laut Belawan, untuk pengembangan dermaga yang dikerjakan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I, terus mendapat sorotan. Pasalnya, akibat kegiatan reklamasi, banjir rob yang dirasakan semakin meluas, bahkan sudah sangat meresahkan warga setempat.

Kali ini, sorotan tersebut datang dari Anggota DPRD Medan Dapil Medan Utara, Surianto. Pria yang akrab disapa Butong mendesak agar Pelindo I segera melakukan upaya pembukaan alur resapan air pascareklamasi. Sebab, setiap tahun sudah ada alokasi anggaran Pelindo yang tentunya dapat dipakai untuk melakukan hal tersebutn

“Setiap tahun mereka itu punya anggaran. Jangan satu sisi ingin mengembangkan dermaga supaya bagus, tapi sisi lain justru mengorbankan rakyat pesisir. Segeralah dikeruk secepat mungkin, buat alur untuk resapan air,” tegasnya menjawab Sumut Pos, Rabu (1/4).

Bukan hanya itu, sepengetahuan Butong, aktivitas penimbunan kerap dilakukan di kawasan Medan Utara seperti penempatan kontainer, bikin gudang dan lainnya. “Jadi masalah ini memang krusial. Dan banyaknya alur-alur ditutup ketika ada kegiatan penimbunan buat kontainer dan gudang itu,” ujar Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Medan ini.

Atas kondisi pascareklamasi tersebut, ia mengamini banyaknya daerah resapan air yang berkurang sehingga menyebabkan semakin meluas banjir rob yang menggenangi rumah masyarakat.

“Bukan hanya Pelindo sebenarnya, tapi banyak pihak swasta-swasta juga. Masalah ini sudah kompleks. Kami juga minta upaya pemerintah untuk meneliti izin-izin kegiatan penimbunan di Medan Utara ini, sebab itukan daerah resapan,” tegasnya.

Persoalan ini sebelumnya juga disikapi kritis oleh Pengamat Lingkungan, Mangunsadi. Menurutnya, hasil pengerukan laut Belawan sebagai pengembangan dermaga sebaiknya ditimbun dengan menggunakan bakau ringan. “Sehingga rawa bakau tidak dirusak dan dibiarkan alami tumbuhnya, jadi infrastruktur dan rawa tetap baik,” katanya.

Ia juga mengatakan, untuk menjaga keselamatan kawasan pesisir pantai secara jangka panjang, perlu dihijaukan dengan tanaman bakau secara simultan agar dapat mencegah intrusi air laut.

“Kronologi bakau secara spesifik, pertama bakau depan, bakau tengah dan bakau belakang. Bakau depan, pembatas hempasan air laut yang keras ditanam jenis bakau rhyzophora yang berakar tongkat berbatang keras ditanam berjajar. Bakau tengah berfungsi untuk pengaman pada area habitat alam jenis kepiting, udang, ikan dan jalur penduduk untuk melaut maka dibuatkan metode tanam koridor,” katanya.

Alur koridor ini, sambung dia, mengarah ke bakau belakang berhadapan dengan shelter/ perumahan penduduk. Bakau belakang ini ada beragam jenis bakau, seperti jenis palma, nipah pantai, rhyzophora, maka terbentuklah satu kesatuan ekosistem pesisir yang berkelanjutan.

“Pelindo perlu lakukan pendekatan serius kepada masyarakat termasuk kontraktor agar lebih berhati-hati dalam menjalankan metode kerja. Ini agar pelaksana dapat berkerja dengan baik, dan masyarakat tidak terganggu akibat dampak pascareklamasi. Jadi tidak sekadar ganti rugi semata yang diberikan, melainkan ada tanggung jawab dari Pelindo atas pembangunan yang sudah mereka kerjakan,” pungkasnya. (prn/ila)

Sebarkan Kebahagiaan di Bulan Ramadhan 1440 H, Telkomsel Serahkan Bantuan 24 Ton Kurma untuk 20 Masjid

Direktur Keuangan Telkomsel Heri Supriadi secara simbolis menyerahkan kurma untuk berbagi ta'jil Ramadan kepada imam masjid agung dari berbagai wilayah di Indonesia di Jakarta, (30/4). Menyambut bulan Ramadan 1440 Hijriyah, Telkomsel menyerahkan bantuan 24 ton kurma kepada 20 masjid di berbagai wilayah yang mewakili daerah dari ujung barat sampai ujung timur Indonesia agar dapat dinikmati oleh masyarakat umum saat berbuka puasa. Pada tahun ini, jumlah bantuan 24 ton kurma disesuaikan dengan 24 tahun Telkomsel yang jatuh pada bulan Mei 2019 ini.
Direktur Keuangan Telkomsel Heri Supriadi secara simbolis menyerahkan kurma untuk berbagi ta’jil Ramadan kepada imam masjid agung dari berbagai wilayah di Indonesia di Jakarta, (30/4). Menyambut bulan Ramadan 1440 Hijriyah, Telkomsel menyerahkan bantuan 24 ton kurma kepada 20 masjid di berbagai wilayah yang mewakili daerah dari ujung barat sampai ujung timur Indonesia agar dapat dinikmati oleh masyarakat umum saat berbuka puasa. Pada tahun ini, jumlah bantuan 24 ton kurma disesuaikan dengan 24 tahun Telkomsel yang jatuh pada bulan Mei 2019 ini.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Menyambut bulan Ramadan 1440 Hijriyah, Telkomsel berbagi takjil Ramadan berupa 24 ton kurma yang diserahkan kepada 20 masjid di berbagai wilayah yang mewakili daerah dari ujung barat sampai ujung timur Indonesia. Bantuan kurma ini merupakan salah satu cara Telkomsel untuk menyebarkan kebahagiaan untuk masyarakat umum, khususnya umat muslim, untuk berbuka puasa di bulan Ramadhan.

Dua puluh masjid yang memperoleh bantuan kurma adalah Masjid Raya Baiturrahman Aceh, Masjid Al Mashun Medan, Masjid Raya Padang, Masjid Istiqlal Jakarta, Masjid At Taqwa Cirebon, Masjid Agung Jawa Tengah Semarang, Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Masjid Agung Bangkalan Madura, Masjid At Taqwa Mataram, Masjid At Taqwa Balikpapan, Masjid Al Markas Al Islami Makassar, Masjid Al Munawar Ternate, Masjid Agung Nurul Yaqin Waisai Raja Ampat, Masjid Agung Babussalam Timika, Masjid Tarqiah Taqwa Jakarta, Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Masjid Raya di Banten, Masjid Raya di Jabar & Masjid Raya di Yogyakarta

Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah mengatakan, “Sesuai dengan semangat Ramadhan dan Idul Fitri Telkomsel di tahun ini yaitu ‘Sebarkan Kebahagiaan, kami berharap bantuan kurma ini dapat memberikan manfaat yang mendatangkan kebahagiaan bagi masyarakat luas di berbagai wilayah di Indonesia, terutama bagi masyarakat yang dalam waktu dekat akan menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan.”

Ririek kemudian juga menjelaskan bahwa melalui bantuan kurma ini, Telkomsel juga bermaksud untuk menjalin dan mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat .

Pada bulan Ramadhan, masjid menjadi tempat yang paling sering dikunjungi masyarakat untuk beribadah, termasuk untuk berbuka puasa. Masjid yang dipilih Telkomsel untuk distribusi bantuan kurma merupakan masjid yang menjadi pusat kegiatan ibadah di wilayah tersebut.

Sejak tahun 2013, Telkomsel selalu menyerahkan bantuan kurma dengan jumlah yang disesuaikan dengan usia Telkomsel. Pada tahun ini, jumlah bantuan 24 ton kurma disesuaikan dengan 24 tahun Telkomsel yang jatuh pada bulan Mei 2019 ini.(*)

Peresmian Kantor Unit Layanan Dompet Dhuafa Dukung Masyarakat Labuhanbatu 

istimewa GUNTING PITA: Plt Bupati Labuhanbatu Andi Suhaimi Dalimunthe, menggunting pita saat meresmikan Kantor Unit Layanan Dompet Dhuafa, Selasa (30/4).
istimewa
GUNTING PITA: Plt Bupati Labuhanbatu Andi Suhaimi Dalimunthe, menggunting pita saat meresmikan Kantor Unit Layanan Dompet Dhuafa, Selasa (30/4).

RANTAUPRAPAT, SUMUTPOS.CO —Tarhib Ramadan sekaligus Peresmian Kantor Layanan Dompet Dhuafa di Labuhanbatu dihadiri oleh Plt Bupati Labuhanbatu, Andi Suhaimi Dalimunthe dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Peduli Umat Waspada Hj Rayati Syafrin, Selasa (30/4). Acara pembukaan diawali dengan tari persembahan dari anak-anak SDN 115525 Sigambal yang kemudian dilanjutkan dengan Tarhib Ramadan yang disampaikan langsung oleh Ustadz Ahmad Azhari Siregar. Dalam tausiahnya ustadz Azhari mengajak masyarakat untuk siap-siap menyambut bulan Ramadan yang mana pada bulan ini adalah bulan tempat berlipat ganda pahala. Beliau mengajak masyarakat untuk berbagi, bersedekah dan mengingatkan kembali untuk berzakat.

Plt Bupati Labuhanbatu Andi Suhaimi Dalimunthe, mengucapkan terima kasih atas dipilihnya Labuhanbatu sebagai lokasi penempatan Kantor Layanan Dompet Dhuafa. Pihaknya mengaku akan terus mendukung  penuh gerakan Dompet Dhuafa dalam mendakwahkan zakat dan sedekah kepada masyarakat Labuhanbatu.

Ia juga berharap nantinya akan terjalin sinergi antara Dompet Dhuafa dengan pemerintah daerah untuk mengentaskan kemiskinan di Labuhanbatu. Pemkab bersedia jika dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang nantinya akan dijalankan oleh Dompet Dhuafa Waspada.

“Sudah waktunya kita berbuat untuk umat, kalau tidak sekarang kapan lagi. Saya berharap nantinya BAZNAS akan bersinergi dengan Dompet Dhuafa untuk program-program yang akan dilakukan di Labuhanbatu. Dan terimakasih atas bantuan-bantuan yang disalurkan kepada masyarakat Labuhanbatu,” ujar Andi Suhaimi dalam sambutannya.

Pimpinan cabang Dompet Dhuafa Waspada Sulaiman  menyampaikan, semoga dengan hadirnya kantor unit layanan Dompet Dhuafa Waspada ini akan memberikan dampak positif bagi masyarakat Labuhanbatu terkait sadar akan berzakat, berinfaq dan bersedekah. Dan dana yang dihimpun nantinya bisa disalurkan ke dalam beberapa program-program untuk wilayah Labuhanbatu ini sendiri.

Sulaiman juga mengharapkan dukungan pemerintah dan masyarakat Labuhanbatu terhadap kehadiran kantor layanan ini. Terutama kepada para dermawan untuk menyalurkan zakat dan infaqnya melalui kantor layanan ini. Sehingga nantinya akan membantu masyarakat yang kurang mampu di Labuhanbatu.

Selanjutnya acara pemotongan pita sebagai tanda peresmian Kantor Layanan Dompet Dhuafa dilakukan Plt Bupati Andi Suhaimi Dalimunthe. Dalam kegiatan ini turut dihadiri Doni Marlan selaku GM Pengembangan Jaringan Dompet Dhuafa Pusat, Ketua Yayasan Peduli Umat Waspada Armansyah, Kepala Kantor Kementrian Agama Labuhanbatu, dan tamu undangan lainnya. (rel/prn/ram) 

Ramadhan Fair XVI Digelar 5 Mei hingga 4 Juni

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS RAMADAN FAIR: Pengunjung memadati stand kuliner di Ramadan Fair, tahun lalu. Rencananya, Ramadan Fair tahun ini dibuka pada 5 Mei hingga 4 Juni 2019.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
RAMADAN FAIR: Pengunjung memadati stand kuliner di Ramadan Fair, tahun lalu. Rencananya, Ramadan Fair tahun ini dibuka pada 5 Mei hingga 4 Juni 2019.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Perhelatan Ramadhan Fair ke XVI akan digelar 5 Mei hingga 4 Juni 2019. Meskipun sudah dimulai sejak 5 Mei, namun pembukaan Ramadhan Fair secara resmi dilakukan, Rabu (8/5) malam.

Direncanakan, pembukaan event tahunan yang telah menjadi ikon Kota Medan itu akan dimeriahkan dengan penampilan salah satu band papan atas asal ibukota Jakarta yakni Wali Band. “Bapak Wali Kota menginginkan agar pelaksanaan Ramadhan Fair tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Jadi kita semua harus saling bekerja sama mensukseskannya,” ujar Asisten Pemerintahan dan Sosial Setdako Medan Musaddad Nasution, saat pemimpin rapat persiapan Ramadhan Fair ke XVI di Balai Wali Kota Medan, kemarin.

Kata dia, Ramadhan Fair tahun ini juga akan diisi dengan taushiah Ramadan, kuliner Ramadan, hiburan Islami, bazaar serta berbagai perlombaan seperti lomba sholawat, marhaban dan pildacil. Demi suksesnya perhelatan Ramadhan Fair, Musaddad berpesan agar seluruh OPD terkait dapat menjalankan tugas sesuai dengan tupoksinya masing-masing.

Terlebih, lanjutnya, melalui rapat ini, Aspem mengungkapkan bahwa perlunya penguatan koordinasi yang dilakukan antar OPD agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berakibat pada berkurangnya esensi dari Ramadhan Fair.

“Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menghadirkan yang terbaik bagi masyarakat. Untuk itu saya berharap agar semua pihak terkait, dapat memahami dan menyadari apa yang menjadi tanggung jawabnya. Dengan demikian pelaksanaan Ramdhan Fair dapat berjalan sesuai yang diinginkan,’’ harap Aspem.

Ramadhan Fair telah menjadi agenda rutin sekaligus event besar yang digelar Pemko Medan setiap kali bulan Ramadan tiba. Oleh karenanya, Aspem kembali mengingatkan kepada seluruh OPD dan pihak terkait agar benar-benar memikirkan, memperhatikan dan mempersiapkan segala keperluan dengan benar dan terperinci. ‘’Ini menyangkut nama baik Pemko Medan. Maka, sudah selayaknya kita memberikan dan melakukan yang terbaik,’’ tegasnya.

Dalam rapat tersebut turut dihadiri Kadis Kebudayaan OK Zulfi, Kasatpol H M Sofyan, perwakilan Kapolrestabes Medan, perwakilan Dandim 0201, perwakilan Kejari Medan serta para camat. (prn/ila)

DJBC Musnahkan Kosmetik dan Obat Ilegal

fachril/sumutpos PEMUSNAHAN:DJBC Sumut musnahkan puluhan ribu kemasan kosmetik dan obat ilegal dari luar negeri di Dermaga Jalan Karo, Belawan.
fachril/sumutpos
PEMUSNAHAN:DJBC Sumut musnahkan puluhan ribu kemasan kosmetik dan obat ilegal dari luar negeri di Dermaga Jalan Karo, Belawan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sumatera Utara, musnahkan puluhan ribu kemasan kosmetik dan obat ilegal berasal dari luar negeri di Dermaga Jalan Karo, Belawan, Selasa (30/4). Barang bukti hasil tangkapan itu merupakan tangkapan bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) TMP B Medan dan penegak hukum lain.

Kasi Pengawasan Pelayanan KPPBC Tipe Madya B Medan, Edy Syahputra mengatakan, sejumlah barang sitaan yang mereka amankan adalah hasil kejahatan tahun 2018. Adapun jenis barang yang diamankan adalah, 5.671 kemasan kosmetik, 11.895 kemasan obat – obatan, pakain, makanan ringan dan alat kesehatan serta aksesoris dengan jumlah mencapai 20.484 bungkus.

“Semuanya ini kita cegah, karena tidak memenuhi ketentuan perundang – undangan yang berlaku. Seperti obat-obatan harus ada rekomendasi dari Balai POM untuk melindungi masyarakat,” katanya.

Seluruh barang tersebut, lanjut Edy, berasal dari negara Malaysia, Singapore dan Thailand yang dikirim ke Indonesia melalui paket pengiriman. Oleh karena itu, pihaknya mencegah barang larangan atau dibatasi (Barang Laras) oleh kementerian atau lembaga terkait yang tidak diselesaikan oleh pemilik dalam jangka waktu yang ditentukan.

“Masuknya barang ke wilayah Indonesia wajib disertai dengan dokumen yang dipersaratkan oleh kementerian/Instansi terkait. Makanya, kita telah menertibkan Nota Permintaan Data ( NPD ) kepada pemilik barang agar melengkapi dokumen yang di persyaratkan, dengan jangka waktu 60 hari sejak ditimbun akan menjadi barang yang dinyatakan tidak dikuasai (BTD). Namun, tidak dapat dilakukan oleh pemilik barang,” ujar Edy.

Sementara, Kasi P2 DJBC Sumatera Utara, Eka Mustika Galih mengungkapkan, untuk penyelundupan pakaian bekas yang akan mereka musnahkan, berdampak kerugian negara secara materi (fiskal) tidak dapat dihitung. Mengingat, pakaian bekas merupakan komiditi yang dilarang untuk impor sesuai pasal 47 ayat (1) Undang undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan.

Itu diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor 51/M-DAG/PER/7/2015 tentang larangan Impor pakaian bekas, sehingga tidak dapat dikenakan bea masuk dan pajak dalam rangka Impor (PDRI), sehingga terdapat kerugian negara dalam bentuk immaterial.

“Dari sisi ekonomi, impor pakaian bekas sangat mengganggu pasar domestik. Seperti, industri kecil dan menengah tekstil (IKM) dan produk tekstil (TPT). Konvensi ini akan berakibat adanya beberapa IKM, TPT, dan konveksi yang tutup dan mati yang berimbas pada peningkatan jumlah pengangguran di dalam negeri,” ujar Eka. (fac/ila)

Terkait Sita Jaminan di Gugatan Food Court Pondok Mansyur, Kasatpol PP Serahkan ke Bagian Hukum

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Medan, M Sofyan akan mengikuti semua proses gugatan dari pemilik Food Court Pondok Mansyur, Kalam Liano dii di Pengadilan Negeri Medan.

“Ya, kita ikuti dulu proses yang sedang berlangsung di PN Medan saat ini,” katanya menjawab Sumut Pos, Rabu (1/4).

Sedangkan gugatan jaminan sita kantor Satpol PP dan kantor Wali Kota Medan seperti yang diungkap pengacara owner Pondok Mansyur dalam persidangan kemarin, menurutnya sudah ada pemberian kuasa kepada Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Medan, untuk menghadapi tahapan demi tahapan persidangan perdata tersebut.

Terlebih, Sofyan sempat dianggap tak kooperatif lantaran tak hadir dalam sidang gugatan lanjutan itu. “Dalam hal ini sudah kita beri kuasa kepada Bagian Hukum,” katanya.

Kabag Hukum Setdako Medan, Bambang, tak bersedia memberi penjelasan sekaitan sidang lanjutan dengan tuntutan penggugat tersebut. Berulangkali dihubungi ke nomor seluler dan dikirimkan pesan WhatsApp, ia tak menggubris.

Meski demikian, sebelumnya, Kuasa Hukum Pemko Medan, Rahma, dalam sidang tersebut mengatakan, mereka akan mempelajari dulu permohonan sita jaminan yang disampaikan pihak penggugat.

Sebagaimana diketahui, gugatan yang dilakukan Kalam Liano kepada Kasatpol PP Medan adalah atas kerugian materil dan immateril akibat kesewenangan Satpol PP membongkar sejumlah bagian bangunan Food Court Pondok Mansyur pada tahun lalu.

Dalam sidang perkara perdata Nomor 207/Pdt.G/2019/PN.Mdn yang diketuai Erintuah Damanik, di PN Medan, Senin (29/4), pihak tergugat melalui kuasa hukumnya menyerahkan jawaban atas gugatan dari penggugat.

Sementara penggugat melalui kuasa hukumnya, Parlindungan Nadeak, menyerahkan permohonan meletakkan sita jaminan atau cinservatoir beslag kepada majelis hakim.

Hakim Ketua Erintuah Damanik memberikan kesempatan kepada penggugat dan tergugat untuk membaca dan mempelajari jawaban yang diberikan tergugat dan permohonan meletakan sita jaminan yang diajukan penggugat.

Kuasa hukum Kalam Liano, Parlindungan Nadeak, kepada wartawan, membenarkan kliennya mengajukan permohonan sita jaminan kepada majelis hakim. Permohonan sita jaminan yang diajukan kliennya (penggugat).

Menurut Nadeak, adalah terhadap tanah berikut bangunan yang terletak di atasnya, milik tergugat I yang dikenal sebagai kantor Satpol PP Kota Medan yang terkatakan di Jalan Arief Lubis No 2 Medan dan, atau tanah berikut bangunan yang terletak di atasnya, milik tergugat II yang dikenal sebagai kantor Wali Kota Medan, terletak di Jalan Kapten Maulana Lubis No 3, Medan.

“Permohonan meletakan sita jaminan ini dibuat agar gugatan penggugat tidak sia-sia (illusioner). Karena itu, kami berharap klien kami mendapatkan perhatian dari mejelis hakim yang mulia,” kata Nadeak.

Kalam Liano mengajukan gugatan materil sebesar Rp3,10 miliar dan immateril Rp1 triliun. Parlindungan Nadeak beralasan, gugatan materil karena dampak tindakan kesewenangan Satpol PP, kliennya merasa dirugikan.

Sebab, sebagian tempat usahanya tidak beroperasi, pengunjung menjadi sepi dan berimbas ke pendapatan. Sedangkan nilai gugatan immateril yang diajukan, karena harga diri kliennya dipermalukan dari tindakan kesewenangan itu. (prn/ila)