Home Blog Page 5373

Puluhan Pengendara Sepeda Motor Ditilang

SOPIAN/SUMUT POS RAZIA: Kasat Lantas Polres Tebingtinggi AKP Enda Irwan mengencangkan helm yang dikenakan pengendara sepeda motor saat memimpin Razia Ops Keselamatan Toba tahun 2019 di Jalan Sudirman Kota Tebingtinggi.
SOPIAN/SUMUT POS
RAZIA: Kasat Lantas Polres Tebingtinggi AKP Enda Irwan mengencangkan helm yang dikenakan pengendara sepeda motor saat memimpin Razia Ops Keselamatan Toba tahun 2019 di Jalan Sudirman Kota Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Operasi Keselamatan Toba Tahun 2019 yang dilaksanakan Satlantas Polres Tebingtinggi di persimpangan empat Jalan Sudirman Kota Tebingtinggi, Rabu (1/5) siang, memberi sanksi tilang kepada puluhan pengendara sepeda motor yang tidak mengenakan helm dan tidak bisa menunjukkan surat-surat kendaraan.

Hasilnya, puluhan pengguna sepeda motor dan betor yang tidak memakai helm dan memiliki surat surat kenderaan dilakukan penilangan sedangkan ada beberapa pengendara yang berhenti di lampu merah memakai helm tetapi dikunci helmnya langsung dibenerin oleh Kasat Lantas Polres Tebingtinggi AKP Enda Irwan.

Kasat Lantas Polres Tebingtinggi, AKP Enda Irwan mengatakan, Operasi Keselamatan 2019 dilaksanakan serentak di Indonesia, mulai tanggal 29 April 2019 hingga 12 Mei 2019.

Selama operasi digelar, ada sembilan sasaran utama, meliputi penindakan pengemudi di bawah umur, pengemudi melawan arus, pengemudi motor berboncengan lebih dari satu, pengemudi dan penumpang motor tidak gunakan helm SNI.

Kemudian, pengemudi kendaraan bermotor mabuk karena penyalahgunaan narkoba miras, berkendara sambil menggunakan handphone, berkendara melebihi batas kecepatan yang ditentukan, kendaraan bermotor yang tidak dilengkapi kaca spion, knalpot dan TNKB non standart, kendaraan bermotor bak terbuka untuk angkut orang.

“Hari ini kita amankan puluhan kendaraan bermotor yang tidak dilengkapi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan. Mari kita tertib berlalu lintas demi keselamatan,” jelasnya. (ian/han)

Serangan Hama Tikus Masih Mengganas, Petani Minta Bupati Dairi Turun Tangan

RUDY SITANGGANG/SUMUT POS HABIS. Petani jagung, Estina boru Tampubolon (56) dan Redisma boru Nababan (54) menunjukkan komoditas jagung gundul diserang hama tikus di areal persawahan Desa Sumbul Kecamatan Lae Parira Dairi.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
HABIS. Petani jagung, Estina boru Tampubolon (56) dan Redisma boru Nababan (54) menunjukkan komoditas jagung gundul diserang hama tikus di areal persawahan Desa Sumbul Kecamatan Lae Parira Dairi.

SIDIKALANG, SUMUTPOS.CO – Serangan hama tikus masih terus menyerang tanaman jagung dan padi milik para petani di beberapa Kecamatan yang ada di Kabupaten Dairi. Akibatnya, para petani terus mengalami gagal panen.

Hal itu dialami Estina boru Tampubolon (56) serta Redisma boru Nababan (54), petani Desa Sumbul Kecamatan Lae Parira kepada wartawan mengatakan, pada musim panen padi serta jagung bulan Maret-April 2019 ini, petani rugi besar.

Sebab, kedua komoditas tersebut habis diserang hama tikus. Sehingga tidak sedikit para petani harus gagal panen dan takut untuk menanam jagung serta menyamaikan padi.

Dimana bibit jagung yang baru ditanam, ikut dimakan tikus. Artinya, bukan hanya yang mau panen diserang, tetapi bibit yang baru ditanam pun ikut jadi sasaran hewan pengerat tersebut.

Begitu juga dengan padi, sejak masih usia satu bulan sudah rusak diserang hama tikus sehingga walaupun sudah terlambat 2 minggu, tetapi petani belum menyamaikan bibit padi.

Estina dan Redisma mengaku, kini petani sudah kehilangan akal mengendalikan tikus, dan hanya bisa pasrah.

Sebab, pengendalian yang dilakukan Dinas Pertanian Dairi tidak dilakukan secara merata. Dan hanya berkonsetrasi di satu tempat, sehingga hasilnya kurang bermanfaat dan serangan hama tikus tetap mengganas.

Begitu juga dengan racun uncan yang diberikan Dinas Pertanian Dairi, kuantitasnya sangat sedikit. Dimana tiga bungkus racun dibagi kepada 2 petani, sehingga sangat kurang.

Oleh karena itu, para petani berharap kepada Bupati Dairi, Eddy KA Berutu untuk turun tangan kehamparan petani, sehingga mengetahui kondisi yang dialami para petani. (mag-10/han)

Karo Bangun Toilet Modern di Tongging

IST DIABADIKAN: Bupati Karo Terkelin Brahmana beserta jajaran diabadikan bersama Staf Balitbang Kementerian Pekerjaan Umum, Pekerjaan Rakyat (Kementerian PUPR) di jalur lintas menuju Tongging.
IST
DIABADIKAN: Bupati Karo Terkelin Brahmana beserta jajaran diabadikan bersama Staf Balitbang Kementerian Pekerjaan Umum, Pekerjaan Rakyat (Kementerian PUPR) di jalur lintas menuju Tongging.

KARO, SUMUTPOS.CO – Untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang menikmati objek wisata di Tongging, Pemerintah Kabupaten Karo bersama Kementerian Pekerjaan Umum, Pekerjaan Rakyat (Kementerian PUPR) akan membangun sarana toilet modern di jalur lintas menuju Tongging. Rencananya, pembangunan toilet berukuran 10 x 20 meter persegi dilaksanakan dalam tahun ini.

Bupati Karo Terkelin Brahmana mengemukakan, desain toilet yang akan dibangun berstandar internasional. “Sebab lokasinya berdekatan dengan objek pariwisata Tongging sekitarnya. Sehingga pemikiran kami layak diusulkan, sebagai lintasan pariwisata,” tutur Terkelin.

Dalam membangun toilet itu, sebut Terkelin, Pemkab Karo akan menggandeng Kementerian PUPR. “Pemkab Karo sangat setuju pembangunan toilet ini dan segera tindaklanjuti oleh Bappeda dan Dinas Pariwisata segera siapkan administrasi, syarat segala sesuatunya yang dibutuhkan oleh Balitbang Kementerian PUPR,” imbuh Terkelin.

Hal ini diungkapkan Bupati Karo Terkelin Brahmana saat meninjau lokasi lahan pembangunan toilet, di kawasan simpang puncak Sipiso-piso, Desa Pengamatan, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Selasa 30 April 2019. Dalam peninjauan itu, Bupati Karo didampingi Staf Balitbang Kementerian PUPR, MP. Diana Dewi, Kepala Bappeda Karo Nasib Sianturi, Kabid Pengembangan, Pemasaran Dinas Pariwisata Bartholomeus Barus, dan Camat Merek Tomi Heriko Sidabutar.

Kepala Bappeda Karo Nasib Sianturi mengatakan dalam rangka menarik para wisatawan berkunjung ke Karo, Pemkab Karo menggandeng Balitbang Kementerian PUPR dalam membangun prasarana penunjang objek wisata. “Kita menggandeng Balitbang Kementerian PUPR untuk meminta pembangunan prasarana dan prasarana penunjang objek wisata. Salah satunya adalah soal toilet yang baik,” kata Nasib.

Menindaklanjuti instruksi Bupati Karo, sebut Nasib, dalam waktu dekat kelengkapan surat untuk lahan yang diperuntukkan membangun toilet, disiapkan oleh kepala desa setempat. Kabid Pengembangan, Pemasaran Dinas Pariwisata Bartholomeus Ba rus menyatakan, pada pekan depan Dinas Pariwisata Karo akan mengajukan surat me lalui Bupati Karo kepada Balitbang Kementerian PUPR. “Untuk meminta prinsip-prinsip dasar pembangunan toilet, sudah terleng kapi administrasinya,” ujar Bartholomeus.

Sementara itu, Staf Balitbang Kementrian PUPR, MP. Diana Dewi menilai lokasi yang ditinjau bersama Bupati Karo, cocok dalam menunjang prasarana pariwisata kawasan Tongging. (deo/han)

Pemkab Karo Deklarasi Damai Pasca Pemilu 2019, Terkelin: Diperlukan Kedewasaan Politik

SOLIDEO/SUMUT POS DEKLARASI: Bupati Karo Terkelin Brahmana, Wakil Bupati Karo Cory S. Sebayang dan Ketua KPU Karo Gemar Tarigan serta Kapolres Tanah Karo menandatangani Deklarasi Damai Pasca Pemilu 2019.
SOLIDEO/SUMUT POS
DEKLARASI: Bupati Karo Terkelin Brahmana, Wakil Bupati Karo Cory S. Sebayang dan Ketua KPU Karo Gemar Tarigan serta Kapolres Tanah Karo menandatangani Deklarasi Damai Pasca Pemilu 2019.

KARO, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Karo menggelar acara Deklarasi Damai Pasca Pemilu 2019, yang digelar di Jambur Pemkab Karo, Senin (29/4). Deklarasi ditujukan untuk mengwujudkan kondisi keamanan Kabupaten Karo pasca pencoblosan Pemilu Serentak 2019.

Bupati Karo Terkelin Brahmana mengatakan, pemerintah sangat mengapresiasi KPUD Karo, Bawaslu, personel TNI, Polri yang terlibat dalam pelaksanaan Pemilu 2019 di Kabupaten Karo sehingga dapat berjalan aman, damai, dan lancar.

Terkelin mengingatkan, bahwa bukan hanya pada tahapan pelaksanaan yang berjalan lancar, namun juga pada tahapan penetapan hasil Pemilu, juga memerlukan perhatian agar keseluruhan pemilu ini berjalan lancar.

“Oleh karena itu diperlukan adanya kedewasaan politik dari partai politik dan seluruh elemen masyarakat Karo.” kata Terkelin.

Ketua KPUD Karo, Gemar Tarigan menyatakan, digelar deklarasi guna mempererat kembali persatuaan dan persaudaraan. “Dengan kegiatan ini diharapkan dapat mewujudkan Kabupaten Karo yang aman damai pasca Pemilu, karena Pemilu ini menentukan nasib bangsa Indonesia ke depan,” kata Gemar.

Dikatakannya, Pemilu 2019 ini adalah Pemilu yang paling rumit sedunia. Dalam pelaksanaan Pemilu 2019, penyelenggara Pemilu banyak yang meninggal dunia. “Ini menjadi bahan refleksi bagi penyelenggara Pemilu, dan KPUD Karo telah selesai melakukan rekapitulasi perhitungan suara Pemilu 2019, Sabtu (27 April 2019) ini berkat kerja sama semua pihak dan elemen masyarakat,” ujarnya.(deo/han)

Peringatan Hari Buruh di Deliserdang, Ashari: Momentum untuk Saling Membangun

BATARA/SUMUT POS BAGIKAN: Bupati Deliserdang H Ashari Tambunan membagikan paket sembako kepada para buruh di sela-sela peringatan Hari Buruh, Rabu (1/5).
BATARA/SUMUT POS
BAGIKAN: Bupati Deliserdang H Ashari Tambunan membagikan paket sembako kepada para buruh di sela-sela peringatan Hari Buruh, Rabu (1/5).

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Peringatan Hari Buruh di Kabupaten Deliserdang digelar di Lapangan Alun-Alun Pemkab Deliserdang, Rabu(1/5).

Pada perayaan May Day tersebut, Bupati Deli Serdang H Ashari Tambunan menyerahkan 1.300 paket sembako kepada para pekerja/buruh seraya berharap pelaksanaan Hari Buruh yang di laksanakan pada hari ini berjalan dengan baik, aman dan lancar.

Dalam sambutan Ashari, melalui peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) ini, dapat dijadikan sebagai momentum untuk mengingatkan akan pentingnya komitmen untuk membangun kembali hubungan industrial yang bermartabat, dan memupuk hubungan dunia ketenagakerjaan yang harmonis antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah, sekaligus untuk mengurai berbagai permasalahan dan problematika ketenagakerjaan yang dihadapi untuk mendapatkan win – win solution.

Ashari juga mengingatkan, bahwa antara pekerja dan pengusaha bukanlah pesaing, akan tetapi merupakan mitra yang berjalan seiring kondisi kesepahaman ini, yang akan mendorong tumbuhnya dunia usaha dan berdampak positif pada peningkatan kesejahteraaan seluruh pekerja. Disisi lain Bupati Deli Serdang H Ashari Tambunan juga meng ajak untuk meningkatkan kebersamaan dan sinergitas atara semua pihak.

Pada kesempatan itu, para buruh membacakan pernyataan sikap bersama dari 27 Serikat Pekerja, Serikat Buruh Kabupaten Deli Serdang yang di antaranya hapuskan sistem Out Shourcing, cabut Peraturan Pemerintah No 78 Tahun 2015, dan tentang pe ngupahan dan pemenaker No 15 tahun 2018 tentang upah minimum Hentikan, tolak revisi UU No.13 tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan yang merugikan kaum pekerja/buruh, serta tolak tenaga kerja asing (TKA) unskill di Indonesia dan mendukung kepemim pinan bapak Bupati dan Wakil Bupati Deli Serdang tahun 2019-2024.(btr/han)

Pemkab Langkat Peringati Isra Mikraj

IST DIABADIKAN: Bupati Langkat Terbit Rencana PA diabadikan bersama Yusuf Bukhori, pelajar yang mendapat Umroh Gratis dari bupati.
IST
DIABADIKAN: Bupati Langkat Terbit Rencana PA diabadikan bersama Yusuf Bukhori, pelajar yang mendapat Umroh Gratis dari bupati.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Ribuan masyarakat Langkat memadati peringatan Isra Mikraj yang digelar di Alun – Alun T Amir Hamzah Stabat, Selasa (30/4) siang.

Bupati Langkat Terbit Rencana PA pada sambutannya mengatakan, acara keagamaan ini sengaja dilaksanakan lebih meriah dan besar, dengan maksud agar semua mampunyai tangung jawab untuk menjaga Langkat, tetap menjadi bumi religius bagi masing-masing pemeluk agama.

“Serta untuk menguatkan tali silaturahim serta persatuan dan kesatuan dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika di negri bertuah ini,” pungkasnya.

Selain itu, Bupati Langkat mengimbau, agar seluruh masyarakat Langkat mendekati bulan suci Ramadan, agar saling memaafjan, sehingga ibadah pada ramadan lebih sempurna, lebih berprestasi dan semakin berkualitas dari tahun-tahun sebelumnya.

Selanjutnya, Bupati, selain mengucapkan terima kasih kepada ustad Das’ud Latif, yang telah bersedia datang untuk bertausiyah di Langkat, juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh komponen masyarakat Langkat, yang telah hadir untuk menyukseskan acara ini.

Ustad Das’ud Latif yang sengaja didatangkan dari Makasar dalam tausiyahnya, menerangkan bahwa generasi Langkat mampu menjadi generasi yang berkualitas dan cerdas, diberbagai disiplin ilmu manapun, baik ilmu agama maupun ilmu sains dan teknologi. Jika rajin membaca dan bertanya kepada orang yang lebih mengerti.

“Kalian para generasi bangsa, bisa dengan mudah menggapai cita-cita, bahkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas, bangsa dan agama. Jika mencontoh akhlak Rasullulah yaitu rajin belajar dengan keras, serta meninggalkan perbuatan yang dilarang agama dan hukum,” pesannya. (bam/han)

Bagi-bagi Sembako kepada Kaum Duafa

IST BANTUAN SEMBAKO: Ketua Satkom Sibhara KBPPP Sumut Asong membagi-bagikan sembako kepada masyarakat kurang mampu di Dusun IV Desa Helvetia Kecamatan Labuhan Deli, Deliserdang Rabu (1/5).
IST
BANTUAN SEMBAKO: Ketua Satkom Sibhara KBPPP Sumut Asong membagi-bagikan sembako kepada masyarakat kurang mampu di Dusun IV Desa Helvetia Kecamatan Labuhan Deli, Deliserdang Rabu (1/5).

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Satuan Komunikasi (Satkom) Sibhara Keluarg Besar Putra Putri Polri (KBPPP) Sumut  bersama Yayasan Vihara Yamaduta menggelar bakti sosial di Halaman Vihara Yamaduta di Dusun IV Desa Helvetia Kecamatan Labuhan Deli, Deliserdang, Rabu (1/5). Kegiatan bakti sosial dengan membagi-bagikan paket sembako beras, minyak goreng, telur, dan mie instan kepada masyarakat yang kurang mampu.

Ketua Satkom Sibhara KBPPP Sumut, Asong alias Indra Gunawan mengatakan, kegiatan bakti sosial yang mereka lakukan sebagai wujud kepedulian kepada masyarakat yang memiliki perekonomian yang kurang mampu terutama bagi kaum duafa.

Selain itu, kegiatan amal ini juga untuk berbagi kepada sesama sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Apalagi kaum muslimin dalam waktu dekat akan menyambut kedatangan bulan suci Ramadan. “ Kami tidak memandang suku, etnis, dan agama dalam berbagi rasa. Satkom Sibhara KBPP Polri Sumut tetap eksis melakukan bakti sosial,” kata Asong didampingi Wakil Ketua Anto Halim. Harapan kami ke depannya semoga Desa Helvetia semakin berkembang dan maju serta kehidupan masyarakatnya kian meningkat. Kami (Satkom KBPP Polri-red) juga ikut berperan aktif menjaga kerukunan antar umat beragama, sebutnya. “ Semoga bakti sosial ini berjalan sukses dan lancar, dan mungkin dalam waktu dekat atau ke depannya nanti, kami juga akan melakukan bakti sosial berupa pengobatan gratis,” tutur Asong.

Kepala Dusun IV, Risman Rizaldi mengucapkan sangat berterima kasih kepada Satkom Sibhara KBPPP Sumut dan Yayasan Vihara Yamaduta yang peduli terhadap masyarakat yang kurang mampu diwilayahnya.

“ Saya mewakili pemerintahan mengucapkan terima kasih kepada Satkom Sibhara KBPP Polri Sumut. Saya juga mendukung dan mengapresiasi kegiatan baksos ini. Kegiatan bakti sosial ini menjadi momen penting bagi kita khususnya masyarakat Dusun IV Desa Helvetia karena sebentar lagi umat islam akan menjalankan ibadah puasa,” jelas kades akrap dipanggil Pak Reg ini. (azw)

PGN Raih Laba Bersih Rp. 920 miliar di Kuartal I-2019

Teknisi PGN ceking area pipa gas
Teknisi PGN ceking area pipa gas
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang positif pada periode triwulan I tahun 2019. Pencapaian yang ini berhasil dipertahankan setelah sepanjang tahun 2018, PGN telah mencatatkan kinerja yang positif, baik dari sisi finansial dan operasional. Sepanjang tiga bulan pertama pada 2019 ini, PGN berhasil membukukan pendapatan sebesar US$ 860,5 juta.
Pendapatan emiten berkode PGAS ini, terutama diperoleh dari hasil penjualan gas sebesar US$ 661,5 juta dan penjualan minyak dan gas sebesar US$ 92,8 juta. Sedangkan laba operasi interim konsolidasian pada kuartal I-2019 sebesar US$ 162, 5 juta dan laba bersih sebesar US$ 65 juta atau setara Rp 920,2 Miliar(dengan rata-rata kurs Rp 14.136 ) dengan  EBITDA sebesar US$ 263 juta.
“Pencapaian ini diperoleh lantaran Perseroan melakukan berbagai upaya optimalisasi sehingga mampu mencetak laba di tengah kondisi perekonomian saat ini,” kata Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama, di Jakarta, Selasa (29/04/2019).
Selama periode Januari-Maret 2019, PGN menyalurkan gas bumi sebesar 2.904 BBTUD dengan rinciannya, sepanjang kuartal I-2019 volume gas niaga sebesar 919 BBTUD dan volume transportasi gas bumi sebesar 1.985 BBTUD.
PGN yang kini berstatus sebagai Sub Holding Gas dengan mengakuisisi PT Pertamina Gas (Pertagas) optimistis akan mampu menjaga kinerja positif pada masa mendatang. Menurut Rachmat, hal ini sejalan dengan upaya mendukung visi-misi pemerintah untuk meningkatkan perekonomian nasional, di mana PGN optimistis kinerja perusahaan akan semakin membaik dengan tetap mengembangkan infrastruktur gas bumi untuk memperluas pemanfaatan gas bumi bagi masyarakat.
Seperti diketahui, PGN mengakuisisi 51% kepemilikan saham pada Pertagas dari Pertamina tanggal 28 Desember 2018, transaksi akuisisi ini dibukukan dengan menggunakan metode penyatuan kepemilikan sesuai dengan PSAK 38 “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali” karena PGN dan Pertagas merupakan entitas sepengendali dibawah Pertamina.
“Dengan begitu, PGN sebagai Sub Holding Gas akan jauh lebih optimal serta terjadi penguatan pada rantai bisnis gas bumi,” ungkap Rachmat.
Pada Jumat (26/4/2019) lalu, PGN telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahun 2019, yang dalam RUPS tersebut, PGN mengumumkan pencapaian atas kinerja keuangan dan operasi sepanjang 2018.
PGN berhasil mencatatkan kinerja konsolidasi yang positif, mulai dari pendapatan mencapai US$ 3,87 miliar, dengan EBITDA sebesar US$ 1,20 miliar. Adapun total aset yang dikelola PGN mencapai US$ 7,94 miliar dengan laba bersih menembus US$ 305 juta.
Dalam RUPS tersebut, pemegang saham juga menyepakati pergantian pengurus perusahaan. Pergantian terjadi pada susunan direksi dan komisaris. Jajaran Direksi PGN saat ini bertambah dengan masuknya Syahrial Mukhtar sebagai Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis. Sementara itu, Komisaris Hambra digantikan oleh Lucky Alfirman dan penambahan Mas’Ud Khamid ke jajaran Dewan Komisaris PGN.
Dengan sejumlah pencapaian itu, menurut Rachmat, PGN akan semakin agresif membangun infrastruktur gas bumi nasional untuk meningkatkan pemanfaatan produksi gas nasional.
Pada 2018, infrastruktur pipa gas PGN bertambah sepanjang lebih dari 2.456 km dan saat ini mencapai lebih dari 9.909 km atau setara dengan 95%dari jaringan pipa gas bumi hilir nasional.
Dari infrastruktur tersebut, PGN telah menyalurkan gas bumi ke 1.739 pelanggan industri manufaktur dan pembangkit listrik,1.984 pelanggan komersial (hotel, restoran, rumah sakit) dan Usaha Kecil Menengah (UKM), serta 177.710 pelanggan rumah tanggayang dibangun dengan investasi PGN.
Pelanggan Gas Bumi PGN tersebar di berbagai wilayah mulai dari Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara dan Sorong, Papua Barat.
Saat ini, PGN juga telah mengelola dan menyalurkan gas bumi untuk sektor transportasi melalui 10 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) dan 4 Mobile Refueling Unit (MRU). Selain itu, untuk menunjang penyaluran serta kehandalan jaringan dan pasokan gas ke Pelanggan, PGN juga mengoperasikan 2 Floating Storage Regasification Unit (FSRU) yakni di Jawa Barat dan Lampung.
Pada tahun ini, PGN juga banyak melakukan terobosan seperti program 360 degree solution. Dalam program ini, PGN dapat menghadirkan gas bumi dari hulu hingga hilir sesuai kebutuhan masyarakat di berbagai segmen pengguna gas.
PGN memiliki Saka Energi Indonesia yang menyediakan gas bumi di sektor hulu, PGN juga mengembangkan produk gas bumi yakni Liquefied Natural Gas (LNG) yang dilakukan oleh PT PGN LNG Indonesia, penyaluran CNG melalui anak usaha PT Gagas Energi Indonesia, sampai melalui anak usaha PGN lainnya, PGN dapat menyediakan pasokan gas bumi, listrik, pasokan bahanbakar gas untuk transportasi hingga jasa Engineering, Procurement and Construction (EPC) hingga Informasi Tekonologi Komunikasi bagi para pengguna gas atau pelanggan PGN.
“Investasi infrastruktur pipa gas bumi yang dibangun PGN hampir seluruhnya tidak mengandalkan APBN, sehingga tidak membebani negara. Dan, PGN terus berkomitmen memperluas pemanfaatan gas bumi dengan membangun infrastruktur gas bumi di berbagai daerah,” ungkap Rachmat.
Sejumlah proyek infrastruktur sedang digarap PGN, mulai dari proyek pipa gas transmisi Duri-Dumai sepanjang 67 km termasuk pipa distribusi gas di Dumai sepanjang 56 km. Selain itu, PGN juga sedang menggarap proyek pipa di Purwakarta-Subang dan Jargas Kota di Dumai, Karawang, Purwakarta, Cirebon, Bojonegoro, Lamongan, Pasuruan, Probolinggo, Kutai Kartanegara, Banggai, Aceh Utara, Palembang, Jambi, Depok, Bekasi, Kabupaten Mojokerto, Kota Mijokerto dan Kabupaten Wajo.
“PGN terus berkomitmen membangun dan memperluas infrastruktur gas nasional, walau di tengah kondisi ekonomi yang belum membaik,” kata Rachmat.
Selain proyek infrastruktur pipa gas, PGN fokus mengembangkan infrastruktur jaringan gas rumah tangga (jargas), sesuai amanah Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2019 tentang Penyediaan dan Pendristribusian Gas Bumi melalui Jaringan Transmisi dan/atau Distribusi Gas Bumi Untuk Rumah Tangga dan Pelanggan Kecil.
Sejauh ini, PGN telah menyatakan kesiapannya mengemban tugas negara tersebut, terlebih kini berstatus sebagai Sub Holding Gas. PGN telah menyiapkan proposal untuk program pengembangan Jargas tersebut.Proposal itu, ungkap Rachmat, sesuai target tambahan sebanyak 4,7 juta sambungan baru sampai dengan tahun 2025. Dia menjelaskan hal tersebut telah disesuaikan dengan rencana Kementerian ESDM. (rel/ram)

Padi Organik, Ikan Jurung, plus Listrik Tenaga Kincir Air

Foto: Dame/Sumut Pos PADI ORGANIK: Darman Sinaga, petani padi organik di Aek Pahu, Batangtoru, Tapsel, sedang menjemur padi hitam yang paru dipanen.
Foto: Dame/Sumut Pos
PADI ORGANIK: Darman Sinaga, petani padi organik di Aek Pahu, Batangtoru, Tapsel, sedang menjemur padi hitam yang paru dipanen.

BATANGTORU, SUMUTPOS.CO – Konsep mina padi diterapkan kelompok petani binaan PT Agincourt Resources yang mengelola Tambang Emas Martabe, di Aek Pahu, Desa Napa, Kecamatan Batangtoru, Tapanuli Selatan. Di atas lahan seluas 4 hektare, petani menanam padi organik, beternak ikan dan ayam, serta memanfaatkan aliran air untuk menggerakkan kincir pembangkit listik.

“Ini konsep ecofarming. Pertanian terpadu ramah lingkungan. Padi yang ditanam di atas lahan 4 hektare ada tiga jenis, yakni varietas beras putih Cianjur di atas lahan 2 hektare sejak tahun 2016, beras merah seluas 1 hektare dikembangkan sejak akhir 2017, dan beras hitam seluas 1 hektare  sejak tahun 2018. Bibitnya dibawa dari Jawa,” kata Senior Manager Community PT Agincourt Resources, Pramana Triwahjudi, di lokasi Tambang Emas Martabe di Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, akhir pekan lalu.

Pupuk yang digunakan murni kompos, yang diproduksi sendiri oleh petani dengan pelatihan dari PT Agincourt Resources. Untuk mengontrol hama, petani dilatih menggunakan pestisida alami, yang diproduksi dari berbagai bahan alami.

“Di Aek Pahu kebetulan ada sumber air yang banyak. Karena itu, kita ajari mereka untuk memelihara ikan. Antara lain ikan nila dan ikan jurung. Ternak bibit ikan jurung sedang diujicoba sebanyak 5.000 ekor sejak dua bulan lalu. Bibitnya sebagian dibeli dari peternak ikan jurung di Desa Padang Lancat, Batangtoru. Sebagian lainnya hasil nangkap dari sungai di Desa Sipenggeng,” kata Pramana.

Foto: Dame/Sumut Pos
PADI ORGANIK: Staf PT Agincourt Resources (kiri) sedang memberi makan ikan jurung yang dipelihara dalam konsep mina padi, di Aek Pahu, Batangtoru, Tapsel.

Ikan jurung adalah ikan khas Batangtoru, banyak ditemukan di Sungai Batangtoru. Biasanya ditangkap dengan alat pancing. Saat ini harga ikan jurung mencapai Rp100 ribu per kg. Untuk mencapai ukuran itu, dibutuhkan waktu setahun. “Ikan ini banyak diburu sehingga sudah mulai langka,” kata Pramana.

Selain ikan jurung, petani juga memelihara ikan nila. Memelihara ikan di sela-sela tanaman padi, bermanfaat untuk mengurangi hama padi.

Foto: Dame/Sumut Pos
KINCIR AIR: Staf PT Agincourt Resources menunjuk kincir air yang membangkitkan listrik skala kecil, di Aek Pahu, Batangtoru, Tapsel.

Selanjutnya, stok air yang melimpah di parit dimanfaatkan untuk memutar kincir air yang mengerakkan generator pembangkit listrik. Kapasitas listrik yang diperoleh sebanyak 200 Watt, cukup untuk menyalakan sekitar 20 lampu LED yang dipasang di areal Aek Pahu.

Masih dalam konsep pertanian terpadu, petani juga diajari memelihara ternak ayam skala kecil di ecofarming Aek  Pahu. Ayam-ayam itu bisa mencari makan di sela-sela tanaman padi.

“Seluruh konsep mina padi ini dilakukan untuk mengoptimalisasi lahan dengan semua potensi yang ada, sehingga pendapatan petani meningkat,” kata Pramono.

Awalnya, kata Pramana, petani sulit dibujuk untuk beralih ke pertanian organik. Alasannya, pemakaian pupuk kimia hasilnya nyata. Apalagi saat berubah dari pupuk kimia ke pupuk organik, total produksi padi turun hingga 30 persen.

“Tapi setelah tanah terkondisikan menjadi organik, secara perlahan produksi padi akan naik. Butuh waktu sekitar tiga tahun. Dan produksi padi naik hingga hingga 30 persen dibanding produksi menggunakan pupuk kimia,” jelasnya.

Jika padi nonorganik rata-rata menghasilkan 5 ton gabah per hektare, padi organik bisa berproduksi 6 hingga 6,5 ton pe hektare. Selain kuantitas produksi, petani juga diuntungkan dengan biaya produksi yang turun hingga 70 persen dipadu harga beras yang lebih mahal. Beras putih organik misalnya, dihargai Rp15 ribu per kg, beras merah organik Rp20 ribu per kg, dan beras hitam Rp25 ribu per kg.

Beras merah dan hitam disukai konsumen tertentu, karena kandungan nutrisinya lebih baik, serat lebih tinggi, dan kandungan gula rendah. “Pasar beras organik terbatas, tapi ada konsumennya. Sementara ini pemasaran masih lokal karena produksinya masih kecil. Bahkan habis dibeli oleh karyawan PT AR sendiri,” cetusnya sembari tertawa.

Ke depan, Pramana berencana mengembangkan padi organik ke skala lebih luas di tempat berbeda. “Saat ini masih masih proses meyakinkan petani di tiga lokasi,” katanya. (mea)

Sementara, Jokowi -Ma’ruf Unggul 10.902.473 Suara

Antara Foto/Hafidz Mubarak A Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kanan) bersama Ketua KPU Arief Budiman (kedua kiri) sebelum mengikuti debat capres putaran keempat di Hotel Shangri La, Jakarta, Sabtu (30/3/2019).
Antara Foto/Hafidz Mubarak A
Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kanan) bersama Ketua KPU Arief Budiman (kedua kiri) sebelum mengikuti debat capres putaran keempat di Hotel Shangri La, Jakarta, Sabtu (30/3/2019).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Calon Presiden-Wakil Presiden Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin masih unggul atas Prabowo Subianto – Sandiaga Uno berdasarkan real count Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Berdasar data yang masuk ke Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU, Rabu (1/5) pukul 15:00 WIB, Jokowi – Ma’ruf sudah meraih 51.053.586 suara atau 55,98 persen.

Sementara itu, Prabowo – Sandi baru memperoleh 40.151.113 suara atau 44,02 persen.

Jokowi – Ma’ruf untuk sementara memimpin dengan keunggulan 10.902.473 suara.

Data Situng KPU itu baru 484.908 dari 813.315 tempat pemungutan suara (TPS).

Perolehan suara juga belum 100 persen di tiap provinsi, kecuali Bengkulu. Jokowi – Ma’ruf dan Prabowo – Sandi terus bersaing di tiap provinsi.

Di DKI Jakarta, misalnya, data yang masuk sudah 50,3 persen. Jokowi – Ma’ruf meraih 1.664.743 suara, sedangkan Prabowo – Sandi mengantongi 1.511.874.

Di Jawa Barat, berdasarkan data yang masuk 39,9 persen, Jokowi – Ma’ruf memperoleh 4.588.163 suara, sedangkan Prabowo – Sandi 6.074.882.

Untuk Jawa Tengah, data yang masuk sudah 70,2 persen. Jokowi – Ma’ruf 11.837.589 mendapatkan suara, sedangkan Prabowo – Sandi memperoleh 3.453.153.

Untuk Jawa Timur, data yang masuk baru 41,4 persen. Jokowi – Ma’ruf mengantongi 6.819.597 suara, sedangkan Prabowo – Sandi mendapatkan 3.395.937.

Sementara itu, data yang masuk untuk Banten mencapai 41,4 persen.

Jokowi – Ma’ruf mendapatkan 1.434.880 suara, sedagkan Prabowo – Sandi mengantongi 2.302.371. (boy/jpnn)