27 C
Medan
Tuesday, January 13, 2026
Home Blog Page 5378

Wagubsu Optimis Kesehatan Masyarakat Meningkat

ist SAMBUT: Wagubsu Musa Rajekshah sambut Menteri Kesehatan RI, Prof Dr dr Nila Djuwita Faried anfasa Moeloek pada acara Rapat Kerja Kesehatan Daerah Provinsi Sumatera Utara, di Hotel Grand Mercure Medan Angkasa, Selasa (26/3).
ist
SAMBUT: Wagubsu Musa Rajekshah sambut Menteri Kesehatan RI, Prof Dr dr Nila Djuwita Faried anfasa Moeloek pada acara Rapat Kerja Kesehatan Daerah Provinsi Sumatera Utara, di Hotel Grand Mercure Medan Angkasa, Selasa (26/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu), Musa Rajekshah optimis tingkat kesehatan masyarakat Sumut akan meningkat. Hal ini dapat dilakukan, jika terwujud sinkronisasi program peningkatan kesehatan antara Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat secara strategis.

Hal itu diungkapkan Wagubsu saat membuka acara Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Provinsi Sumatera Utara, di Hotel Grand Mercure Medan Angkasa, Selasa (26/3). “Dengan berkolaborasinya semua unsur ini akan dihasilkan penguatan pelaksanaan kesehatan menuju cakupan kesehatan semesta di Sumut,” ujar Wagub Sumut.

Lebih lanjut dikatakan Wagubsu, cakupan kesehatan semesta ini menjamin seluruh masyarakat mempunyai akses untuk kebutuhan pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yang berkualitas dan efektif.

Begitupun, Wagubsu memaparkan saat ini Sumatera Utara tengah dihadapkan dengan berbagai tantangan dan isu-isu yang kritis yang perlu dijawab dengan peningkatan cakupan dan mutu imunisasi, percepatan eliminasi tuberculosis, percepatan penurunan stunting, percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Neonatal (AKN) serta peningkatan pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular.

Oleh karena itulah, sambung Wagubsu, untuk penguatan pelayanan kesehatan melalui 5 isu dimaksud, dibutuhkan rencana aksi di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota.

“Kami minta agar rencana aksi yang disusun dapat dilaksanakan secara konsisten dan berkesinambungan. Sebab tantangan ke depan pembangunan kesehatan akan semakin berat, terutama dalam menghadapi era globalisasi yang menuntut kita dapat berkompetisi dengan daerah-daerah bahkan negara-negara yang sudah lebih maju,”ujarnya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Prof Dr dr Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek, SpM, memberi apresiasi terhadap semangat Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk melakukan peningkatan kesehatan di Sumut. “Saya pribadi memberi apresiasi kepada Pemprov Sumut atas pembangunan kesehatan di Sumut untuk meningkatkan kesehatan masyarakat,”katanya.

Menurut Menkes, peningkatan kesehatan dapat dilakukan dengan mulai melakukan pembenahan rumah sakit yakni Rumah Sakit Haji Medan, sebab RS ini melayani masyarakat dalam dan luar kota Medan

Di tempat yang sama Kadis Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Drs Agustama, Apt, Mkes menginformasikan bahwa sebelum Rakerkesda dimulai pihaknya telah mengadakan Pra Rakerkesda dengan agenda diskusi Kabupaten/Kota dan Provinsi terkait dengan 5 aksi program prioritas kesehatan yang harus dicapai tahun 2019-2020.

Berdasarkan analisis data pada diskusi tersebut, lanjut Agustama, ada beberapa masalah yang perlu ditindaklanjuti untuk diatasi, di antaranya prioritas penurunan stunting.

Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil Rikesda 2018, stunting masih relatif tinggi yakni 32,3 persen. Dibanding angka nasional, walaupun presentasinya menurun bila dibandingkan hasil riset yang sama pada tahun 2013 yakni sebesar 43,5 persen.

Selain itu, prioritas eliminasi TBS dimana angka CDR masih relatif rendah 53,7 persen, kendati angka kesembuhan penderita (succes rate) mencapai lebih besar yakni 90 persen. Pada prioritas mutu dan cakupan imunisasi diketahui presentasi anak usia 0-11 bulan yang mendapatkan imunisasi dasar lengkap sebesar 86,9 persen, sedangkan hasil cakupan kampanye Measles Rubella (MR) 58,4 persen.

Sedangkan prioritas Angka Kematian Ibu (AKI) diperoleh angka 60,80 per 100.000 kelahiran hidup dan Angka Kematian Bayi (AKB) 2,84 per 1000 kelahiran hidup, serta gizi buruk sebesar 19,7 persen, hal ini diyakini diperlukan response surveilans yang lebih baik. Begitu juga penurunan penyakit seperti hipertensi sebesar 29,2 persen, kasus DM 1,5 persen dan angka obesitas mencapai 25,8 persen.(prn/han)

19 Persen Wisman Inggris Ingin Kunjungi Indonesia, Versi Twetter

no picture
no picture

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kekayaan alam hingga budaya Indonesia menjadi salah satu daya tarik wisata terutama kunjungan dari wisatawan mancanegara. Baru-baru ini Twitter pun mengumumkan hasil risetnya, di mana Indonesia merupakan salah satu negara yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan Asia Pasifik.

“Indonesia masuk ke dalam daftar 10 besar destinasi wisata yang paling banyak dikunjungi oleh para wisatawan pengguna Twitter dari Asia Pasifik,” begitu dalam hasil riset Twitter dalam rilisnya, seperti dikutip dari KompasTraveln

Dalam riset tersebut dinyatakan pula bahwa Indonesia memiliki peluang untuk menarik wisatawan dari Wilayah Barat.

Negara-negara wilayah barat yang dimaksudkan antara lain seperti Inggris, Amerika Serikat, dan Eropa.

“Dengan 19 persen wisatawan pengguna Twitter di Inggris menyatakan, bahwa mereka berkeinginan mengunjungi Indonesia di masa mendatang, diikuti oleh 18 persen dari Eropa, dan 14 persen dari Amerika Serikat,” dalam riset Twitter.

Sejauh ini, seperti yang hasil riset Twitter, wisman yang paling banyak wisata ke Indonesia berasal dari lima negara. Diantaranya 60 persen wisatawan dari Singapura telah mengunjungi Indonesia, 51 persen dari Malaysia, diikuti oleh 21 persen dari Australia, 19 persen dari Jepang, dan 13 persen dari Korea Selatan. (kps)

Pemda Harus Terapkan SP4N-Lapor

TANDATANGANI: Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah menghadiri Penandatanganan Komitmen Pemerintah Daerah dalam Pemenuhan Standar Pelayanan Publik dan Penerapan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional - Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N-LAPOR) di Hotel Santika Dyandra, Jalan Kapten Maulana Lubis, Medan, Selasa (26/3).
TANDATANGANI: Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah menghadiri Penandatanganan Komitmen Pemerintah Daerah dalam Pemenuhan Standar Pelayanan Publik dan Penerapan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional – Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N-LAPOR) di Hotel Santika Dyandra, Jalan Kapten Maulana Lubis, Medan, Selasa (26/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah (Wagubsu) menandatangani komitmen pemerintah daerah dalam pemenuhan standar pelayanan publik dan penerapan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional- Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N-Lapor) di Hotel Santika Dyandra Medan, Selasa (26/3).

Pada kesempatan tersebut, Wagub Sumut mengharapkan semua pihak berkomitmen dengan penerapan SP4N-Lapor.

Sebagai operator dari sistem tersebut, Wagubsu mengharapkan pemerintah Kabupaten/Kota dan Provinsi aktif menjalankannya. Dikatakannya, sistem ini akan percuma jika semua pihak tidak berkomitmen. “Diharapkan program ini tidak hanya sebatas seremonial saja, tapi bisa dilaksanakan oleh Kabupaten/Kota dan Pemerintah Provinsi, serta sistem ini dapat terinformasikan kepada masyarakat agar masyarakat tahu kemana melaporkan pengaduan tentang pelayanan publik,” ujar Wagub Sumut.

Saat ini Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sedang menyempurnakan sistem e-government yang telah dibangun sebelumnya. Wagubsu menargetkan akhir tahun 2019 semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus terintegrasi secara keseluruhan. “Saya target 2019 akhir harus berjalan semua dengan sistem yang sudah sempurna,” tegasnya.

Wagubsu mencontohkan betapa pentingnya sistem pengaduan dan pelayanan publik tersebut. Dia menyebut, kasus perdagangan manusia yang saat ini berbahaya seharusnya dapat diantisipasi. Menurutnya, jika masyarakat mengetahui informasi mana perusahaan yang tidak baik, maka perdagangan manusia bisa diminimalisir.

“Harusnya pihak terkait menyampaikan informasi masalah-masalah tersebut, salah satunya masalah ketenagakerjaan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah 33 Kabupaten/Kota juga ikut menandatangani komitmen tersebut. Kegiatan ini dilanjutkan hingga Rabu (27/3) dengan pembekalan mengenai penggunaan sistem SP4N- Lapor kepada seluruh pemerintah Kabupaten/Kota agar diimplementasikan.

SP4N-Lapor merupakan layanan penyampaian semua aspirasi dan pengaduan rakyat secara online yang terintegrasi dalam pengelolaan pengaduan secara berjenjang pada setiap penyelenggara pelayanan publik.

Program Manager USAID-Cegah, Ahsanul Minan mengatakan SP4N- Lapor adalah kebijakan nasional. Dikatakannya dengan sistem tersebut pemerintah ingin menunjukan kehadirannya di hadapan masyarakat. “Sistem ini untuk memastikan seluruh pelayanan publik yang jadi hak masyarakat bisa diimplementasikan oleh seluruh instansi pemerintah, dan ini jadi sesuatu yang sangat penting,” jelasnya.

Ahsanul Minan menceritakan Semarang merupakan salah satu contoh daerah yang mengalami perubahan baik setelah menggunakan SP4N-Lapor. Dikatakannya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Semarang mengalami peningkatan yang siginifikan. “Ini ada kemungkinan disumbang faktor meningkatnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah daerah,” ujarnya.

Turut hadir dalam kesempatan itu, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sumut, Abyadi Siregar, Plt Kepala Inspektorat Sumut, Arsyad Lubis, Direktur FITRA Sumut, Rurita Ningrum, Walikota Padang Sidimpuan, Irsan Efendi Nasution, Bupati Karo, Terkelin Brahmana, Bupati Labuhan Batu Utara Khairuddin Syah, Bupati Serdang Bedagai, Soekirman, dan perwakilan pemerintah Kabupaten/Kota seluruh Sumatera Utara. (prn/han)

10 Desa di Karo Masuk Percontohan

SOLIDEO/SUMUT POS PERCONTOHAN: Bupati Karo Ir Terkelin Brahmana dan Ketua TP PKK Kabupaten Karo Ny Sariati Terkelin pada rapat koordinasi tim PKK dan OPD.
SOLIDEO/SUMUT POS
PERCONTOHAN: Bupati Karo Ir Terkelin Brahmana dan Ketua TP PKK Kabupaten Karo Ny Sariati Terkelin pada rapat koordinasi tim PKK dan OPD.

KARO, SUMUTPOS.CO – Ketua TP PKK Kabupaten Karo Ny Sariati Terkelin Brahmana menggelar rapat koordinasi antara tim PKK dan OPD Kabupaten Karo pada pelaksanaan dan fasilitasi pembinaan desa percontohan binaan PKK sesuai tugas pokok dan fungsi tim pembina tahun 2019.

Kegiatan ini dihadiri asisten 1 Pemerintahan, Drs Suang Karo Karo, asisten 3 , Mulianta Tarigan, Kepala DPMD Abel Tarawai Tarigan, dan OPD di jajaran Pemkab Karo dibuka oleh Bupati Karo Terkelin Brahmana SH, di aula Rapat lantai III Kantor Bupati, Selasa (26/3) sore.

Dalam sambutannya, Terkelin menyampaikan pentingnya keberadaan PKK sebagai bagian elemen bangsa dan sekaligus mitra pemerintah dalam mendukung pelaksanaan pembangunan bangsa, memiliki potensi dan posisi strategis, untuk berkontribusi terhadap Pemberdayaan Masyarakat khususnya keluarga,” ujarnya.

“Sangatlah wajar jika PKK diberikan dukungan dan difasilitasi oleh pemerintah maupun para pemangku kepentingan lainnya sesuai Peraturan Presiden nomor 99 tahun 2017 tentang gerakan pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga (PKK), ini merupakan bukti, pemerintah memberikan perhatian dan penghargaan yang tinggi terhadap kiprah dan sepak terjang PKK khususnya kabupaten Karo selama ini,” imbuhnya.

Saya selaku Pembina PKK kiranya OPD terkait dapat mengalokasikan anggarannya bagi kemajuan program dan kegiatan PKK Kabupaten/ Kecamatan maupun desa/ kelurahan, karena sesungguhnya PKK dan mitra kerja pemerintah yang potensial dalam pembangunan daerah mulai dari keluarga dengan program-program kerja yang selaras dengan program pemerintah, tandasnya.

Sementara ketua TP PKK Karo Ny Sariati Terkelin Brahmana mengucapkan terima kasih atas kepedulian pemerintah atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan dalam bekerja dan berkolaborasi bersama OPD terkait, dalam menggerakkan desa yang saat ini ada 10 binaan PKK desa masuk sebagai desa percontohan.

Kesepuluh desa ini sesuai yang telah di SK-kan Bupati karo meliputi desa Barung Kersap Kecamatan Munte , Suka Kecamatan Tiga Panah, Kacaribu Kecamatan Kabanjahe, Gongsol Kecamatan Merdeka, Solu Kecamatan Mardinding, Ujung Payung Kecamatan Payung, Persadanta Kecamatan Barusjahe. Pancurbatu Kecamatan Merek, Kemkem Kecamatan Tiga Binanga, Kabanjahe Kecamatan Kabanjahe,papar Sariati.

“Kedepan tim dari provinsi akan datang ke Tanah Karo untuk melakukan pembinaan ke desa desa yang sudah di SK-kan Bupati masuk kategori desa percontohan tersebut,” tuturnya.

Kedatangan tim propinsi tersebut kita harapkan dapat memberikan suport kepada peserta desa percontohan, agar saat tiba diperlombakan tingkat provinsi dapat meraih juara desa terbaik. “Ini yang harus kita perjuangkan, untuk itu bagi OPD terkait yang terlibat kiranya ikut bersinergitas mendukung program desa percontohan ini,”jelasnya. (deo/han)

1.400 Personel Kodim 0204 Siap Amankan Pemilu

batara/sumut pos BERSAMA: Dandim 0204/DS Letkol (Kav) Syamsul Arifin diabadikan bersama Ketua Legiun Veteran Deliserdang H Ngatiman dan Ketua FKPPI, dr Yerzi
batara/sumut pos
BERSAMA: Dandim 0204/DS Letkol (Kav) Syamsul Arifin diabadikan bersama Ketua Legiun Veteran Deliserdang H Ngatiman dan Ketua FKPPI, dr Yerzi

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Komandan Distrik Militer (Dandim) 0204/DS Letkol (Kav) Syamsul Arifin menyebutkan, sebanyak 1.400 personel disiapkan dalam mengamankan masa-masa kampanye Pemilu di wilayah Kabupaten Deliserdang, Serdangbedagai dan Kota Tebingtinggi.

“Kita sudah siapkan sebanyak 1.400 personel, baik dari jajaran Kodim, Armed dan Yonif 121 untuk melakukan pengamanan selama kampanye bersama dengan kepolisian. Akan kita bagi ke tiga wilayah personel itu, dan kita yakinkan pelaksanaan kampanye dan Pemilu aman,” kata Dandim usai penyelenggaraan komunikasi sosial keluarga besar TNI di Makodim, Lubukpakam, Selasa (26/3).

Hadir pada acara itu, para Ketua Legiun Veteran Deliserdang H Ngatiman dan para anggota, Ketua FKPPI dr Yerzi dan para jajaran, jajaran Himpakad dan para awak media dari 3 daerah.

Dandim menyebutkan, sikap TNI dalam Pemilu adalah menjaga netralitas. “TNI tetap netral, tugasnya jaga netralitas. Kalau terkotak-kotak nantinya pasti nasibnya kita tak tahu bagaimana. Bantu kami, jangan ditarik ke sana dan sini sesuai arahan Pangdam I/BB,” ucapnya. Syamsul juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada awak media, dimana selama ini telah bekerjasama dalam pemberitaan teritorial. “Rekan media saya mohon kalau sudah bagus, agar dilanjutkan, kalau ada yang salah jajaran saya supaya segera dilaporkan agar saya bina anggota,”pintanya.

Sementara Ngatiman dalam sambutan menyebutkan, bahwa pada 17 April nanti merupakan ajang mencurahkan hati. “Jangan ada hoax dan dusta di antara kita, pilih sesuai hati nurani masing-masing. Tumpahkanlah isi hati pada Pemilu dan pilih pemimpin yang wawasan luas dalam membangun bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Senada juga ditambahkan Yerzi bahwa pihaknya sesuai arahan pusat, FKPPI bersifat netral dalam Pilpres. Namun untuk legislatif, ia menyebut jajaran akan mendukung para kader yang ikut berkompetisi. Usai acara pembukaan, selanjutnya dilakukan pemberian bingkisan kepada Legiun Veteran.

Selanjutnya, dilakukan sesi tanya jawab tentang permasalahan sosial di wilayah teritorial Kodim 0204/DS.(btr/han)

Pimpin Apel 3 Pilar Plus, Bupati: Bangun Kebersamaan Menjaga Kamtibmas

BAMBAMG/SUMUT POS PIMPIN: Bupati Langkat saat memimpin apel 3 pilar plus, didampingi Kapolres Langkat dan Dandim 0203/Langkat, di lapangan Jananuraga Mapolres Langkat, Selasa (26/3).
BAMBAMG/SUMUT POS
PIMPIN: Bupati Langkat saat memimpin apel 3 pilar plus, didampingi Kapolres Langkat dan Dandim 0203/Langkat, di lapangan Jananuraga Mapolres Langkat, Selasa (26/3).

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Bupati Langkat Terbit Rencana PA memimpin apel tiga pilar plus di lapangan Jananuraga Mapolres Langkat, Selasa (26/3).

Bupati Langkat pada amanatnya menjelaskan, apel tiga pilar plus bertujuan untuk membangun kebersamaan, memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, serta memperkuat soliditas TNI, Polri dan Pemerintah Daerah dalam mendukung pembangunan pemerintah daerah. Termasuk untuk menciptakan kondisi Kamtibmas di seluruh wilayah Langkat, dalam menyambut pesta demokrasi Pilpres dan Pileg pada Pemilu 2019.

“Untuk itu saya berharap, agar tiga pilar plus ini, saling bekerjasama dan sama bekerja, untuk tercapainya kondusifitas daerah, khususnya berkenaan dengan kesiapan kita, dalam menyukseskan pesta demokrasi yang akan berlangsung 21 hari lagi,” sebutnya.

Bupati menerangkan, bahwa tiga pilar plus yang paling terdepan serta bersentuhan langsung dengan masyarakat, adalah Babin Kamtibmas, Babinsa dan Kepala Desa/Lurah.

Bupati juga berpesan, agar selalu melakukan pendekatan kepada seluruh elemen masyarakat dengan tetap menghormati adat budaya yang berlaku.

“Lakukanlah deteksi dini sebagai pencegahan terhadap masalah yang akan timbul, agar segera bisa ditemukan akar permasalahannya, sehingga tidak sampai mengganggu jalannya proses demokrasi.

Harus selalu bersikap pro aktif dan humanis, serta selalu melakukan komunikasi dan koordinasi kepada pimpinan, agar perkembangan lapangan dapat diketahui setiap saat,”pintanya.

Dikatakan Terbit Rencana, digelarnya apel tiga pilar plus ini, juga sebagai wujud pelaksanaan program nawacita Presiden RI poin ke 1, yaitu menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara.

Turut hadir pada apel tersebut, Kapolres Langkat, Dandim 0203/Langkat, ketua DPRD Langkat, Dan Yonif Marinir 8 Tangkahan Lagan, para komandan satuan TNI dan Polri, pimpinan OPD Pemkab Langkat, ketua MUI Langkat, Babin Kamtibmas dan Babinsa serta Kades/Lurah se Langkat, dan peserta apel lainnya. (bam/han)

Sisa Anggota Teroris Jaringan Sibolga Masih Berkeliaran

net/antara/jason GARIS POLISI: Garis polisi terpasang di lokasi penggerebekan terduga teroris di Sibolga, Sumatera Utara, Rabu (13/3). Dalam penggerebekan oleh Densus 88 Mabes Polri, istri terduga teroris Husain alias Abu Hamzah meledakkan bom yang mengakibatkan dirinya dan anaknya yang masih balita meninggal dunia.
net/antara/jason
GARIS POLISI: Garis polisi terpasang di lokasi penggerebekan terduga teroris di Sibolga, Sumatera Utara, Rabu (13/3). Dalam penggerebekan oleh Densus 88 Mabes Polri, istri terduga teroris Husain alias Abu Hamzah meledakkan bom yang mengakibatkan dirinya dan anaknya yang masih balita meninggal dunia.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Densus 88 Antiteror masih terus melakukan pengejaran terhadap sisa terduga teroris jaringan Husain alias Abu Hamzah yang ditangkap beberapa waktu lalu di Sibolga, Sumatera Utara.

Pasalnya, diduga masih ada sisa dari jaringan yang berencana menyerang aparat ini berkeliaran di luar. Terlebih sekarang semakin mendekati hari pencoblosan Pemilu 2019.

“Ada saatnya nanti bisa diungkap (hasil kerja) dan disampaikan juga (ke media). Densus tiap saat bekerja dan pasti bekerja dengan data yang ada. Penyelidikan lapangan itu pasti,” kata Kabagpenum Divhumas Polri Kombes Syahar Diantono, Selasa (26/3).

Menurut Syahar yang bakal segera naik menjadi jenderal bintang satu ini, Densus 88 bekerja sesuai dengan data yang dikumpulkan dengan akurat dari temuan di lokasi.

“Baik itu informasi di lapangan maupun digital. Itu dikembangkan makanya (dari Lampung) sampai ke Sibolga, Kaltim, dan Klaten,” sambung Syahar.

Diketahui sebelumnya sudah ada sepuluh orang ditangkap dan berasal dari jaringan Sibolga. Ada empat tersangka di Sibolga, dua tersangka di Tanjung Balai, satu tersangka di Klaten, lalu Abu Arkam di Kaltim serta P dan K di Lampung.

Kesepuluh pelaku ini merupakan jejaring yang berkomunikasi dengan JAD yang berafiliasi ISIS. (cuy/jpnn)

Tambang Emas Martabe Luncurkan Beasiswa Martabe Prestasi 2019/2020

Foto: Martabe  Sosialisasi Program Beasiswa Martabe Prestasi TA 2019/2020 di Sopo Daganak, Senin (25/3).
Foto: Martabe 
Sosialisasi Program Beasiswa Martabe Prestasi TA 2019/2020 di Sopo Daganak, Senin (25/3).

BATANGTORU,  SUMUTPOS.CO – PT Agincourt Resources kembali meluncurkan program beasiswa Martabe Prestasi untuk tahun ajaran 2019/2020. Sosialisasi Beasiswa Martabe Prestasi 2019 dilakukan di Sopo Daganak, Desa Napa Kecamatan Batangtoru yang dihadiri oleh ratusan perwakilan kepala sekolah, guru, kepala desa serta Muspika dari Kecamatan Batangtoru dan Muara Batangtoru, Senin (25/3).

Senior Manager Community Relations PT Agincourt Resources, Pramana Triwahjudi, menjelaskan bahwa Beasiswa Martabe Prestasi merupakan salah satu Program Pendidikan yang diselenggarakan oleh PT Agincourt Resources. Program itu menyediakan penghargaan berupa bantuan pendidikan dan beasiswa bagi putra-putri yang berasal dari Kecamatan Batangtoru dan Kecamatan Muara Batangtoru. Tidak hanya ditujukan untuk prestasi akademis, tetapi juga untuk prestasi non-akademis seperti olahraga, seni dan kreativitas lainnya.

“Tujuan dari program beasiswa Martabe Prestasi ini adalah dalam rangka meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak berprestasi. Dan memiliki komitmen tinggi untuk mencapai tingkat pendidikan yang lebih tinggi yang berasal dari keluarga pra-sejahtera di Kecamatan Batangtoru & Kecamatan Muara Batangtoru,” kata Pramana.

Pramana menjabarkan, jumlah penerima bantuan pendidikan dan beasiswa Martabe Prestasi TA 2017/2018 tingkat SD, SMP, SMA, D3, dan S1 tercatat sebanyak 185 siswa. Sedangkan jumlah penerima bantuan pendidikan dan beasiswa Martabe Prestasi TA 2018/2019 sebanyak 170 siswa, terdiri dari 145 penerima baru dan 25 penerima lanjutan.

“Untuk TA 2019/2020 kita menargetkan penerima manfaat sebanyak 242 siswa, dari tingkat SD, SMP, SMA, D3, dan S1,” kata Pramana.

Sekretaris Dinas Pendidikan Pemkab Tapanuli Selatan, Abinur Nasution menyatakan apresisasi yang setinggi-tingginya kepada PT Agincourt Resources atas pemberian beasiswa Martabe Prestasi dalam rangka peningkatan pendidikan di wilayah kabupaten Tapanuli Selatan, khususnya untuk siswa siswi di Kecamatan Batangtoru dan Muara Batangtoru.

“Kami sangat berterima kasih atas adanya perhatian yang diberikan oleh PT Agincourt Resources untuk peningkatan pendidikan di Batangtoru dan Muara Batangtoru ini,” kata Abinur.

Namun Abinur berharap bahwa pemberian beasiswa Martabe Prestasi tidak hanya diberikan bagi siswa di wilayah Batangtoru dan Muara Batangtoru saja, tetapi bisa juga diberikan untuk wilayah kecamatan lainnya.

Dalam sosialisasi tersebut dijelaskan, pemberian Beasiswa Martabe Prestasi dibagi menjadi beberapa kategori. Kategori pertama adalah Penghargaan Akademis. Beasiswa ini ditujukan bagi siswa SD/Sederajat & SMP/ Sederajat. Manfaat dari Beasiswa kategori ini berupa bantuan perlengkapan sekolah dan atau tunggakan pembayaran ke sekolah dengan nilai maksimal Rp500.000 bagi siswa SD/Sederajat dan Rp750.000 bagi siswa SMP/Sederajat. Bantuan ini diserahkan hanya satu kali pada tahun program berjalan.

Untuk kategori kedua adalah Penghargaan Non-Akademis. Penghargaan ini ditujukan bagi anak-anak muda yang telah mendapatkan prestasi bergengsi non-akademis, seperti di bidang olahraga, seni dan budaya di tingkat provinsi/nasional. Beasiswa yang diberikan berupa dana pelatihan dan pembinaan di mana bantuan ini diserahkan hanya satu kali pada tahun program berjalan.

Foto: Martabe
Salah seorang karyawan PT Agincourt Resources tengah memaparkan program Beasiswa Martabe Prestasi TA 2019/2020, Senin (25/3).

Sedangkan kategori yang ketiga adalah Beasiswa Berkelanjutan. Beasiswa ini ditujukan bagi siswa SMA/Sederajat, mahasiswa D3 dan S1. Beasiswa yang diberikan berupa tunjangan uang sekolah/kuliah dan tunjangan biaya hidup sebesar total nilai: Rp3 juta per tahun bagi siswa SMA/Sederajat sampai kelas XII (dua belas); Rp6 juta per tahun bagi mahasiswa D3 di lembaga pendidikan negeri & swasta di wilayah Tabagsel, sampai semester ke-6 (enam); Rp6 juta per tahun bagi mahasiswa S1 di Perguruan Tinggi negeri & swasta di wilayah Tabagsel, sampai semester ke-8 (delapan); Rp12 juta per tahun bagi mahasiswa D3 di lembaga pendidikan negeri di luar wilayah Tabagsel, sampai semester ke-6 (enam); Rp12 juta per tahun bagi mahasiswa S1 di Perguruan Tinggi negeri di luar wilayah Tabagsel, sampai semester ke-8 (delapan).

Sementara itu untuk Persyaratan Umum, calon penerima beasiswa harus berasal dari Kecamatan Batangtoru dan Kecamatan Muara Batangtoru yang dibuktikan dengan KTP/Kartu Keluarga, berasal dari keluarga pra-sejahtera dan memiliki komitmen yang tinggi untuk belajar dan melanjutkan pendidikan.

Sedangkan untuk persyaratan khusus bagi calon penerima Penghargaan Prestasi Akademis adalah Siswa Sekolah Dasar/Sederajat dan Sekolah Menengah Pertama/Sederajat yang bersekolah di Kecamatan Batangtoru dan Kecamatan Muara Batangtoru; Siswa berprestasi, berada dalam 10 peringkat teratas di kelas dengan nilai rata-rata rapor adalah 8,0 (skala 10,0) minimal pada 2 semester terakhir berturut-turut.

“Tentunya harus direkomendasikan dan diusulkan oleh pihak sekolah masing-masing,” kata Pramana.

Untuk calon penerima beasiswa Penghargaan Khusus (Non-Akademis) dikenai syarat usia maksimum 35 tahun di bulan Juli 2019 serta memiliki prestasi, minimal juara 3, dari ajang bergengsi di tingkat provinsi maupun nasional di bidang olahraga, seni, dan budaya pada tahun program berjalan. Pengajuan aplikasi untuk kategori ini dilakukan perorangan.

Sementara itu bagi calon penerima Penghargaan Prestasi Berkelanjutan Siswa Sekolah Menengah Atas/Sederajat, mahasiswa Diploma III (D3), dan mahasiswa Sarjana Strata I (S1), disyaratkan bahwa siswa tersebut berprestasi, berada dalam 10 peringkat teratas di kelas dengan nilai rata-rata rapor 8,0 (skala 10,0) minimal pada 2 semester terakhir berturut-turut. Bagi mereka yang duduk di tahun pertama SMA/Sederajat, minimum nilai rata-rata rapor kelas IX atau kelas 3 SMP/Sederajat adalah 8,0 (skala 10,0).

Sedangkan untuk mahasiswa berprestasi dengan minimum IPK terakhir adalah 3,25 (skala 4,0) dari perguruan tinggi/lembaga pendidikan negeri & swasta yang berakreditasi di wilayah Tapanuli Bagian Selatan. Syarat lainnya adalah mahasiswa berprestasi dengan minimum IPK terakhir 3,0 (skala 4,0) dari perguruan tinggi negeri di Indonesia. Sementara itu bagi mereka yang duduk di tahun pertama perguruan tinggi, minimum nilai rata-rata rapor kelas XII atau kelas 3 SMA/Sederajat adalah 8,0 (skala 10,0). (rel/mea)

Kondisi Pekerja Migran Indonesia asal Sumut Sudah Jauh Lebih Baik

Foto: Pran Hasibuan/Sumut Pos KUNKER: Staf Ahli Gubsu Bidang Ekbang, Elisa Marbun menyambut kunker Komite III DPD RI, di Kantor Gubsu Jl. Pangeran Diponegoro Medan, Selasa (26/3).
Foto: Pran Hasibuan/Sumut Pos
KUNKER: Staf Ahli Gubsu Bidang Ekbang, Elisa Marbun menyambut kunker Komite III DPD RI, di Kantor Gubsu Jl. Pangeran Diponegoro Medan, Selasa (26/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komite III DPD RI menjamin pekerja migran Indonesia di luar negeri mendapat perlindungan sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran. Terlebih untuk pekerja migran dari Sumatera Utara yang dinilai cukup banyak di luar negeri.

“Persoalan pekerja migran masih menjadi konsern Komite III. Apalagi Sumut selain sebagai provinsi terbanyak mengirimkan tenaga kerja keluar negeri, juga sebagai wilayah transit. Setiap problem pekerja migran unprosedural, itu pasti masuk pintu Sumut seperti dari Belawan, Kualanamu atau Tanjungbalai,” kata Ketua Komite III DPD RI, Dedi Iskandar Batubara,  Selasa (26/3) usai melakukan kunjungan kerja di Kantor Gubernur Sumut, Jl. P Diponegoro Medan.

Meski demikian, kata dia, kondisi pekerja migran Indonesia asal Sumut saat ini sudah jauh lebih baik. “Artinya pekerja migran kita sudah banyak sadar, bahwa ketika harus berangkat keluar menggunakan dokumen yang lengkap. Kemudian mereka juga punya skill yang cukup. Kami hanya ingin negara menjamin semua warga negaranya yang diluar negeri, mendapat perlindungan sesuai UU 18/2017 tersebut,” katanya.

Tujuan kunjungan ini juga dilakukan dalam rangka inventarisir materi penyusunan pengawasan atas pelaksanaan UU Nomor 18/2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia ke Provinsi Sumut, Jawa Timur dan NTT.

“Pemerintah Indonesia juga baru menjalin kerja sama bilateral dengan 13 negara, dari 179 negara tujuan pekerja migran Indonesia. Saya kira itu jumlah yang masih sangat sedikit. Kedua meskipun jumlah (kerja sama) masih dengan 13 negara, tapi perjanjian bilateral itu tidak diikuti dengan kebijakan lebih teknis mengenai soal perlindungan hak-hak mereka, seperti soal gaji, jaminan kesehatan, hak untuk ikut berorganisasi dan lainnya.

“Saya kira kalau ada pelarangan (berorganisasi) tersebut sudah mengangkangi hak azasi manusia. Begitupun dengan akses informasi yang pada beberapa tempat mereka masih dikekang. Saya kira hak-hak pekerja ini sama dengan hak-hak masyarakat sipil yang harus benar-benar bisa dipastikan negara. Itulah yang akan kami rumuskan,” ujarnya.

Kepala Seksi Pembinaan dan Penempatan Kerja Disnaker Sumut, Kayaman Manurung yang hadir dalam pertemuan itu mengatakan, dalam tiga tahun terakhir ini jumlah pekerja migran di Sumut terus mengalami peningkatan. Pada 2016, jumlah migran di Sumut sebanyak 14.914 orang, pada 2017 menjadi 17.816 orang dan di 2018 kembali meningkat menjadi 19.413 orang.

“Dari jumlah itu sendiri, pekerja migran terbanyak dari Sumut adalah bekerja di Malaysia. Sementara untuk saat ini sendiri P3MI di Sumut sendiri ada 6.610 dari perusahaan kantor pusat, dan 56 dari kantor cabang,” sebutnya. Pihaknya saat ini juga telah menjalin kerja sama dengan Kantor Imigrasi dalam hal pembuatan paspor untuk mengatasi terjadinya pekerja migran nonprosedural.

Acara sebelumnya dibuka Staf Ahli Gubsu Bidang Ekonomi, Keuangan, Pembangunan, Aset Sumber Daya Alam, Elisa Marbun. Turut hadir anggota Komite III DPD RI antara lain Abdul Jabar Toba, Suriati Armaiyn, Instiawati Ayus, Herry Erfian, Muhammad Rakhman, Oni Suwarman, Syarif, H Rafli dan Hendri Zainuddin. (prn)

Warga Mulai Rasakan Manfaatnya

Deputi Monetisasi dan Keuangan Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas Parulian Sihotang didampingi oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Medan Khoirul Syahnan, Plt. Kepala Badan Pengelola Migas Aceh Utara (BPMA) Azhari Idris, Sekretaris Direktorat Jenderal Migas Iwan Prasetya Adhi, Direktur Infrastruktur dan Teknologi PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk Dilo Seno Widagdo saat peresmian Jaringan Gas di Kota Medan, Selasa (26/3)(foto: Ist/SumutPos)
Deputi Monetisasi dan Keuangan Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas Parulian Sihotang didampingi oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Medan Khoirul Syahnan, Plt. Kepala Badan Pengelola Migas Aceh Utara (BPMA) Azhari Idris, Sekretaris Direktorat Jenderal Migas Iwan Prasetya Adhi, Direktur Infrastruktur dan Teknologi PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk Dilo Seno Widagdo saat peresmian Jaringan Gas di Kota Medan, Selasa (26/3)(foto: Ist/SumutPos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO– Pembangunan distribusi jaringan gas bumi untuk rumah tangga (jargas) Kota Medan telah rampung dan secara bertahap telah dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Infrastruktur yang dibangun menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2018 sebanyak 5.656 sambungan rumah (SR) ini tersebar di beberapa lokasi di Kota Medan.

Deputi Monetisasi dan Keuangan Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas Parulian Sihotang meresmikan pengoperasian jargas Kota Medan didampingi oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Medan Khoirul Syahnan, Plt. Kepala Badan Pengelola Migas Aceh Utara (BPMA) Azhari Idris, Sekretaris Direktorat Jenderal Migas Iwan Prasetya Adhi, Direktur Infrastruktur dan Teknologi PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk Dilo Seno Widagdo.

Setelah rampung dibangun menggunakan dana APBN, selanjutnya jargas Kota Medan ini akan dikelola oleh PT PGN. Pasokan gas jargas kota Medan berasal dari PT Triangle Pase Inc dengan volume sebesar 0,2 mmscfd.

Jargas Kota Medan tersebar di beberapa wilayah yakni Tegal Sari Mandala I, Tegal Sari Mandala II, Tegal Sari Mandala III, Tegal Sari I dan Tegal Sari III. Total investasi pembangunan jargas Kota Medan mencapai Rp 52 miliar.

Pemerintah terus berupaya mengoptimalkan pembangunan jargas melalui APBN untuk mewujudkan ketahanan energi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Beberapa tujuan program jargas ini adalah untuk memberikan dampak positif kepada masyarakat

melalui penghematan pengeluaran biaya bahan

bakar gas bumi, mekonomi masyarakat menuju ekonomi masyarakat mandiri dan ramah lingkungan serta mengurangi beban subsidi BBM dan/atau LPG pada sektor rumah tangga.” papar Parulian.

Pemerintah juga berkomitmen untuk mendukung seluruh aspek yang berkaitan dengan program pembangunan jargas ini. Diantaranya aspek regulasi yang menjamin kepastian alokasi gas bumi, mendorong BUMN dan swasta untuk dapat terlibat dalam penyediaan dan pendistribusian gas bumi melalui pipa untuk sektor rumah tangga yang optimal, menetapkan harga gas bumi khususnya untuk sektor rumah tangga yang optimum dan juga menyiapkan porsi subsidi yang tepat sasaran untuk mendukung program konversi.

“Jargas dibangun di daerah yang memiliki sumber gas atau dekat dengan sumber gas serta memiliki jaringan transmisi. Sehingga, masyarakat setempat dapat menikmati sumber daya alam yang ada di daerahnya.” tambah Parulian.

Direktur Infrastruktur dan Teknologi Dilo Seno Widagdo menilai keseriusan pemerintah dalam hal ini Kemen ESDM patut diapresiasi. Menurutnya, Kementerian ESDM secara terencana berupaya meningkatkan bauran energi serta menciptakan kedaulatan energi nasional. “Jargas banyak dibangun pemerintah, karena itu PGN selaku operator layanan, mempunyai komitmen tinggi untuk bersama merealisasikan visi nasional,” ungkap Dilo.

Dia menilai, penggunaan Jargas di Kota Medan akan signifikan meningkatkan taraf hidup perekonomian masyarakat. Kota Medan, singgungnya, merupakan salah satu pusat industri yang maju di Provinsi Sumatra Utara.

Total jargas yang dibangun tahun 2018 di Provinsi Sumatera Utara mencapai 11.216 SR yang tersebar di Kab Deli Serdang sebanyak 5.560 SR dan Kota Medan 5.656 SR.

Dilo juga mengutarakan, bahwa sinergi antara kebijakan pemerintah dan kompetensi PGN akan memberikan banyak manfaat. “Ke depan, kami harapkan pembangunan Jargas akan lebih massif, karena gas bumi yang merupakan energi baik ini sangat efisien dan aman bagi penggunaan sehari-hari,” simpul Dilo.

Sejak dibangun pertama kali tahun 2009, total SR jargas yang terbangun dengan dana APBN hingga saat ini sebanyak 325.773 SR yang terdistribusi di 16 provinsi, 40 kabupaten/kota. Pada tahun 2019 rencananya akan dibangun sebanyak 78.216  SR jargas di 18 lokasi. (rel/ram)