Home Blog Page 5378

Dugaan Money Politics, Bawaslu: Banyak Laporan Tanpa Bukti

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Banyak dugaan pelanggaran pemilu yang dilaporkan kepada pihak Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) kota Medan, namun hanya sedikit yang merupakan pelanggaran tindak pidana pemilu. Kebanyakan laporan yang diterima oleh Bawaslu Medan, hanya pelanggaran administratif.

“Khusus tindak pidana pemilu yang berkaitan dengan money politics, Bawaslu Medan telah menerima lebih dari 10 laporan. Namun yang diregistrasi seingat saya kurang dari 5 laporan. Mengapa? Karena laporan itu kebanyakan tidak memenuhi prosedur,” kata Ketua Bawaslu kota Medan, Payung Harahap, kepada Sumut Pos, Minggu (28/4).

Ia mengungkapkan, banyak yang melaporkan hanya secara lisan. Ada yang hanya lewat telepon, lewat SMS, atau lewat WhatsApp. “Tapi tidak melaporkan secara langsung dan tertulis ke Bawaslu Medan. Tentu itu di luar prosedur dan tidak bisa diregister,” ujar Payung.

Meski demikian, lanjut Payung, bukan berarti pihaknya tidak tanggap terhadap laporan-laporan yang tidak diregistrasi tersebut. Untuk setiap laporan yang mereka terima, meski hanya lewat telepon, SMS, ataupun WhatsApp, pihaknya tetap turun ke lokasi yang dilaporkan, untuk membuktikan benar atau tidaknya terjadi pelanggaran-pelanggaran tersebut.

“Tapi seringkali di lokasi yang dilaporkan, kami tidak menemukan apa-apa. Entah memang kegiatannya yang sudah bubar, atau mungkin kejadian itu tidak terjadi, kita tidak tahu. Saat kami hubungi kembali yang melaporkan dugaan pelanggaran itu, banyak yang tidak bisa dihubungi kembali,” jelasnya.

Untuk itu, Bawaslu berharap agar setiap pihak tidak menjadikan Bawaslu sebagai lelucon ataupun pihak yang dipermainkan. Karena Bawaslu adalah sebuah badan yang dibentuk dan ditunjuk negara untuk mengawasi jalannya pemilu, sebagai wujud nyata dari demokrasi.

“Setiap pelanggaran harus dilaporkan oleh siapa saja yang mengetahuinya. Namun harus dilengkapi dengan bukti yang cukup. Bagi Bawaslu, setiap pelanggaran pemilu, khususnya money politics adalah perbuatan yang harus ditindak tegas. Maka kami terus meminta partisipasi masyarakat dalam membantu kami menemukan bukti dalam tindakan money politics atau pelanggaran pemilu lainnya” tutupnya.

OTT Caleg Gerindra Diinvestigasi

Terpisah, kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap tim sukses Calon Legislatif (Caleg) DPRD Medan dari Gerindra, Sahat Simbolon, sudah dilimpahkan Bawaslu Medan ke Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu), untuk diinvestigasi dan diproses lebih lanjut.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan saat ini menunggu hasil investigasi Gakkumdu, untuk memutuskan nasib Panitia Pemilihan Suara (PPS) Sidorejo Hilir berinisial MM, yang terlibat OTT.

Sebelumnya, pada Selasa malam (16/4), seorang PPS berinisial MM, dijemput empat orang aparat kepolisian, saat dirinya sedang menata pendistribusian kotak suara dan surat suara ke TPS-TPS di Kel Sidorejo Hilir. Penangkapan MM merupakan pengembangan dari dua orang lainnya yang terlebih dulu ditangkap, yakni ES dan JT.

Adapun barang bukti dari OTT tersebut di antaranya sejumlah uang yang bernilai Rp1,5 juta, uang pribadi Rp302 ribu, honor KPPS sebanyak enam orang Rp2.850 ribu, 25 helai amplop berisi uang dengan nilai total Rp2,5 juta, serta kartu nama atas nama caleg DPRD Medan Sahat Simbolon.

Ketua Bawaslu Medan, Payung Harahap, mengatakan kasus masih berjalan dan sudah diproses oleh Gakkumdu. “Baru semalam surat rekomendasi untuk dilanjutkan ke Gakkumdu saya tandatangani. Artinya kasus tersebut kita lanjutkan untuk dilakukan pendalaman,” katanya.

Menurut Payung, kasus ini nantinya akan diinvestigasi oleh pihak Kepolisian, Kejaksaan dan Bawaslu Medan yang tergabung di Sentra Gakkumdu. Butuh waktu beberapa hari ke depan untuk mengetahui hasil investigasi.

Payung mengatakan, ada sanksi pidana Pemilu yang menanti jika kemudian ditemukan bukti kuat money politics. “Bagi si caleg, apabila yang bersangkutan benar terlibat, maka status pencalegan nya akan dihapus atau didiskualifikasi kepesertaannya di Pemilu,” katanya.

Sementara itu, Komisioner KPU Medan Divisi Hukum, Zefrizal mengatakan, PPS Sidorejo Hilir telah memberikan klarifikasi terkait adanya OTT tersebut. Yang bersangkutan membantah keterlibatannya. “Yang bersangkutan bilang nama dia hanya dibawa-bawa saja, karena kebetulan lokasi OTT berdekatan sehingga dikait-kaitkanlah ke dia selaku PSS,” ungkapnya.

Zefrizal mengaku bahwa pihak KPU sejauh ini belum memberikan sanksi apapun terhadap PPS tersebut. KPU Medan masih menunggu kerja dari Gakkumdu Bawaslu Medan, karena informasi yang pihaknya terima saat ini kasus tersebut sudah dilimpahkan ke Gakkumdu.

“Kalau nanti Gakkumdu membuktikan yang bersangkutan bermasalah, baru nanti ada sanksi tegas dari KPU Medan,” pungkasnya. (mag-01/prn)

PGN Salurkan Dana CSR ke Unika Medan

Istimewa SIMBOLIS: Direktur SDM dan Umum PGN, Desima Siahaan menyerahkan dana CSR secara simbolis, diterima langsung oleh Rektor Universitas Katolik Santo Thomas Medan, Dr Frietz R. Tambunan.
Istimewa
SIMBOLIS: Direktur SDM dan Umum PGN, Desima Siahaan menyerahkan dana CSR secara simbolis, diterima langsung oleh Rektor Universitas Katolik Santo Thomas Medan, Dr Frietz R. Tambunan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Perusahaan Gas Negara (PGN) menyalurkan dana Corporate Sosial Responsibility (CSR) bidang pendidikan ke Universitas Katolik Santo Thomas Medan, pada acara BUMN Goes to Campus di Medan, Selasa (23/4).

Division Head CSR PGN, Anak Agung Raka Haryana mengatakan pemberian dana ini untuk perbaikan laboratorium dan pemberian beasiswa untuk 10 mahasiswa yang berprestasin

“Total dana yang kita salurkan untuk CSR kali ini sebesar Rp1,1 miliar. Dana tersebut digunakan untuk memperbaiki 3 laboratorium, pembelian laptop, AC, Server, dan infrastruktur lainnya,” ujarnya.

Dijelaskannya, pemberian dana CSR ini sesuai dengan instruksi dari kementerian BUMN, yang mengharapkan adanya perbaikan kampus saat acara BUMN Goes to Campus berlangsung. Hal ini sebagai dukungan BUMN pada dunia pendidikan di Indonesia.

Begitu juga dengan PGN yang peduli pada dunia pendidikan. Hal ini dapat dilihat melalui pemberian beasiswa untuk 10 mahasiswa dengan jumlah total Rp50 juta.

“Kita turun langsung dan melihat apa yang dibutuhkan oleh pihak kampus. Dan setelah kita lihat langsung, ternyata laboratorium memang membutuhkan perbaikan dan renovasi,” jelasnya.

Agung menyatakan saat ini PGN juga sedang menyalurkan CSR untuk wilayah Medan, melalui pembangunan rumah ibadah di kawasan Medan Utara.

“Biasanya, kita menyerahkan CSR sekitar wilayah yang ada lintasan pipa distribusi. Saat ini, ada renovasi rumah ibadah,” ungkapnya.

Selain rumah ibadah, penyaluran CSR sesuai dengan permintaan masyarakat, seperti perbaikan jalan, jembatan, dan lainnya. “Kita lihat dulu proposal yang diajukan. Setelah itu kita evaluasi, baru akan ditentukan apakah proposal itu bisa dilanjutkan atau tidak,” tambahnya.

Selain pendidikan, Divisi CSR PGN saat ini juga sedang fokus membangun desa binaan disekita stasiun PGN. Saat ini, desa binaan sudah ada di 4 provinsi yaitu Batam, Palembang, Lampung, dan Serang.

Adapun tujuan pendirian desa binaan ini untuk menghibdari gangguan-gangguan keamanan disekitar stasiun pembangkitan. “Di desa binaan ini, selain mengembangkan UMKM, kita juga memberikan edukasi kepada para penduduk tentang gas,” lanjutnya. (ram)

Lomba Karya Tulis HUT Pemprovsu, Wartawan Sumut Pos Sabet Juara II

UCAP SELAMAT: Gubsu Edy Rahmayadi mengucapkan selamat kepada wartawan Sumut Pos, Pran Hasibuan sebagai pemenang lomba karya tulis pada puncak perayaan HUT ke-71 Provinsi Sumut, di Lapangan Benteng Medan, Sabtu (27/4) malam.
UCAP SELAMAT: Gubsu Edy Rahmayadi mengucapkan selamat kepada wartawan Sumut Pos, Pran Hasibuan sebagai pemenang lomba karya tulis pada puncak perayaan HUT ke-71 Provinsi Sumut, di Lapangan Benteng Medan, Sabtu (27/4) malam.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wartawan Harian Sumut Pos, Pran Hasibuan, menyabet gelar Juara II Lomba Karya Tulis Bagi Jurnalis dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Provinsi Sumatera Utara. Adapun tulisan yang diulas berdasarkan tema lomba ‘Menuju Sumatera Utara Bermartabat’ yaitu ‘Optimalisasi Big Data e-KTP, PAD Pajak Progresif Menuju Sumut Bermartabat’.

Lomba Karya Tulis dan Lomba Foto Jurnalistik ini, diinisiasi Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumut.

Sementara Juara I diraih Wartawan Harian Sumut 24, Ismail Nasution. Untuk Juara III diraih Partono Budi dari Kilasberita.com. Juara Harapan I, Truly Okto Purba dari Tribun Medan, dan Juara Harapan II diraih Iwan Guntara dari medanbisnisdaily.com.

Pengumuman pemenang lomba karya tulis tersebut disampaikan pada puncak perayaan HUT ke-71 Provinsi Sumut, bertajuk Pagelaran Hiburan Rakyat di Lapangan Benteng Medan, Sabtu (27/4) malam. Mayoritas pemenang lomba karya tulis tahun ini, memang banyak mengulas tentang upaya peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, terutama dari sektor pajak daerah. Bagi semua pemenang lomba, berhak mendapatkan tropi, piagam penghargaan dan uang pembinaan.

Saat menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi tampak antusias dengan barisan pemenang lomba karya tulis dan juga foto. Selain memberikan selamat, Gubsu Edy menanyakan perihal tema dan isi tulisan yang diangkat para pemenang. “Nanti hasil karya tulis kalian kasihkan samaku semua ya, biar kubaca,” katanya didampingi Kadis Kominfo Sumut, HM Fitriyus.

Dalam sambutannya, Gubsu juga menekankan bagi semua pemenang lomba untuk dapat mempertanggungjawabkan hasil karya mereka. Terlebih harus mampu memberikan sumbangsih di segala sektor bagi kemajuan Sumut ke depan.

Amatan Sumut Pos, pagelaran Hiburan Rakyat berlangsung meriah. Sejumlah artis ibu kota dan lokal, serta berbagai pertunjukan tarian dan kesenian budaya lokal ditampilkan untuk menghibur masyarakat Sumut. Acara yang juga dirangkai dengan Festival Kuliner Sumut tersebut merupakan puncak perayaan HUT ke-71 Provinsi Sumut, yang jatuh pada 15 April 2019.

“Mari kita bersyukur kepada Tuhan, pada malam ini kita bisa berkumpul, bersilaturahmi, dalam rangka acara peringatan HUT ke 71 Provinsi Sumut. Seyogyanya kegiatan ini digelar tanggal 15 April, tetapi kita tunda, dari mulai kegiatan seremonialnya adalah mulai tadi pagi (Sabtu, 27/4) kita gerak jalan santai dan malam ini puncak kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujar Gubsu.

Edy juga mengatakan, akan berusaha dan bekerja lebih keras lagi untuk menjadikan Sumut lebih baik lagi ke depan. Jika saat ini sistem akuntabilitas kinerja instansi Pemprovsu masih rendah, akan diubah menjadi yang teratas. “Saya mohon maaf, dan saya akan berusaha, untuk bekerja sekeras-kerasnya, untuk mengubah dari posisi kita yang paling akhir menjadi posisi yang paling atas,” ujarnya.

Pagelaran Hiburan Rakyat dimeriahkan artis ibu kota Novita Dewi dan Alex Rudiart. Serta tarian Nias dan atraksi hombo batu (lompat batu) dan penampilan pasukan Infanteri Raider 100, Pasukan Setia dan Polres Binjai dan tarian Tor-Tor Sigale-gale dari Batalyon Infateri Simbisa. Selain itu, ada juga 24 stan kuliner yang bisa dinikmati pengunjung dari yang sudah terkenal di Sumut hingga kuliner yang unik seperti Ceker Mercon, food millennial, Kartika Bukit Barisan dan sebagainya. (prn)

Sambut Bulan Suci Ramadan dan Dukung Sumut Bermartabat, Bank Sumut Gelar Bersih Kantor Serentak

BERSIH: Sejumlah karyawan diabadikan bersama, usai menggelar kegiatan bersih kantor secara serentak, Sabtu (27/4).
BERSIH: Sejumlah karyawan diabadikan bersama, usai menggelar
kegiatan bersih kantor secara serentak, Sabtu (27/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seluruh pegawai dan tenaga kerja alih daya (TKAD) di seluruh unit kantor Bank Sumut, menggelar kegiatan bersih kantor secara serentak, Sabtu (27/4) lalu. Hal ini dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan 1440 Hijriah, dan mendukung misi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) untuk mewujudkan masyarakat yang bermartabat dalam lingkungan yang bersih dan indah.

Pembersihan kantor serentak tersebut tidak hanya kebersihan lingkungan, namun juga gerakan pembersihan ruangan kerja masing-masing pegawai Bank Sumut. Sekretaris Perusahaan Bank Sumut, Syahdan Ridwan Siregar menjelaskan, kegiatan bersih kantor serentak yang dilakukan di seluruh unit kantor di berbagai daerah, bahkan termasuk di Jakarta dan Batam tersebut, tidak hanya melibatkan petugas kebersihan Bank Sumut, namun juga seluruh pegawai, termasuk unsur pimpinan tersebut, merupakan pertama kalinya dilaksanakan Bank Sumut.

“Namun ke depan, kegiatan seperti ini akan dilaksanakan secara rutin di lingkungan Bank Sumut. Untuk menumbuhkembangkan budaya bersih dan rapi, serta mendukung visi misi Pemprov Sumut untuk mewujudkan Sumut Bermartabat,” jelas Syahdan.

Syahdan juga menjelaskan, dilibatkannya pegawai bahkan unsur pimpinan dalam kegiatan bersih kantor ini, juga untuk menegaskan, kebersihan dan keindahan lingkungan kerja tidak hanya tanggung jawab petugas kebersihan. Namun juga merupakan tanggung jawab bersama, mulai dari pimpinan sampai pegawai. “Dilibatkannya seluruh pegawai, untuk menumbuhkan kepedulian dan kekompakan seluruh pegawai Bank Sumut. Selain itu, Bank Sumut juga ingin menanamkan budaya, menjaga kebersihan tidak hanya bermanfaat untuk mewujudkan lingkungan kerja yang sehat, namun juga merupakan kewajiban bersama,” imbuhnya.

Kenyamanan dan kebersihan kantor tentu akan menimbulkan rasa nyaman bagi nasabah dalam bertransaksi. Apabila nasabah bank merasa nyaman, tentu akan menciptakan loyalitas dan engagement yang kuat dengan Bank Sumut. “Aspek kebersihan dan kenyamanan ruangan, seperti banking hall, juga selalu mendapat penilaian dari berbagai pihak, di antaranya Marketing Research Indonesia (MRI), untuk menentukan kepuasan nasabah. Karena itu, Bank Sumut akan terus fokus meningkatkan aspek layanan yang tidak hanya berorientasi pada servis, namun juga aspek fisik kantor, seperti kebersihan dan keindahan,” pungkas Syahdan. (rel/saz)

Gandeng ZTE Corporation, Smartfren Ujicoba 5G

istimewa Presiden Direktur Smartfren, Merza Fachys, Chairman Smartfren, Gandi Sulistyanto, Chairman ZTE Li Zixue, dan Presiden Direktur ZTE Corporation Liang Weiqi tandatangani kerjasama ujicoba 5G di Beijing, Jumat (26/4).
istimewa
Presiden Direktur Smartfren, Merza Fachys, Chairman Smartfren, Gandi Sulistyanto, Chairman ZTE Li Zixue, dan Presiden Direktur ZTE Corporation Liang Weiqi tandatangani kerjasama ujicoba 5G di Beijing, Jumat (26/4).

Smartfren akan melakukan uji coba jaringan 5G di Indonesia, sebagai upaya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para pelanggannya.

VP Technology Relations and Special Project Smartfren, Munir Syahda Prabowo kepada awak media disela kegiatan Smarfren Media Gathering 2019 di Bandung pada 24 hingga 26 April 2019.

Smartfren ungkapnya, akan mulai proses trial 5G di bulan Juni mendatang. “Tapi kita belum bisa sebutkan waktu pastinya. Apakah awal, pertengahan atau akhir bulan,” ungkap Munir Syahda Prabowo, (26/4).

Akan terlaksananya ujicoba 5G itu, ditandai dengan dilakukannya penandatanganan perjanjian kerja sama uji coba teknologi 5G  antara Smartfren dengan ZTE Corporation di Beijing, China, pada hari ini, Jumat (26/4).  Dalam kesempatan itu, hadir Presiden Direktur Smartfren Merza Fachys;  Chairman Smartfren Gandi Sulistyanto; Chairman ZTE Li Zixue; dan Presiden Direktur ZTE Corporation Liang Weiqi.

Penandatanganan tersebut, disaksikan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, serta beberapa Menteri dan pejabat pemerintahan RI lainnya. MoU yang dilakukan juga berbarengan dengan acara Business Forum RI – Tiongkok dan sebagai bagian dari rangkaian acara Belt and Road Forum.  Dimana dalam kesempatan itu, juga hadir sekitar 40 pemerintahan dari seluruh dunia di Beijing dari tanggal 25-27 April 2019.

Namun, masih belum diketahui secara pasti dimana uji coba jaringan 5G itu akan dilakukan.

Tetapi, Smartfren saat ini siap untuk mengupgrade menjadi jaringan 5G. Apalagi, jaringan 4G LTE Advanced saat ini telah dibekali sejumlah faktor yang dibutuhkan oleh jaringan 5G.

Jaringan 4G LTE Advanved saat ini, telah dilengkapi dengan, Carrier Aggregation (CA); Small Cell; teknologi MiMo dan QAM; teknologi Beam Forming; dan Full Duplex. Hal ini membuat jaringan Smartfren siap upgrade 5G.

Smartfren ungkap Munir, tengah menunggu keputusan pemerintah. Yaitu Kementerian Komunikasi dan Informatika, berkaitan dengan regulasi alokasi spektrum pendek bernama Milimeter Wave.

Regulasi tersebut, menjadi faktor penentu bagi Smartfren untuk tentukan  langkah memperoleh spektrum 5G. Munir menambahkan, komersialisasi jaringan 5G tercepat di dunia itu, baru akan terjadi pada tahun 2020 mendatang.

Selama proses pengujian, Smartfren akan menambahkan sejumlah fungsi lain. Sehingga para pengguna Smartfren dapat meningkatkan kecepatan jaringan dalam mengirimkan dan menerima data, secara lebih efisien.

Hadirnya jaringan 5G ini, dinilai akan berguna bagi perkembangan teknologi. Dalam pemanfaatannya, tentu berbeda dari jaringan 4G. Karena 5Gakan dapat digunakan secara lebih luas. Kata Munir, pemanfaatan jaringan 4G lebih cenderung dari perangkat pengguna ke mesin.

Sedangkan pemanfaatan jaringan 5G, dipercayall lebih lengkap. Sehingga tidak hanya dari perangkat pengguna secara langsung kepada mesin. Tetapi juga antar mesin tersebut.

Lebih lanjut Munir mengungkapkan, hal ini akan bermanfaat untuk pengembangan teknologi terkait, termasuk kendaraan otonom. (ram)

Telkom Dukung Industri Halal

istimewa DISKUSI: Deputy Executive GM Coherence and Innovatif Management Telkom, Ery Punta (tengah) saat berdiskusi di co working space Halal Park, Jakarta, Jumat (26/4).
istimewa
DISKUSI: Deputy Executive GM Coherence and Innovatif Management Telkom, Ery Punta (tengah) saat berdiskusi di co working space Halal Park, Jakarta, Jumat (26/4).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kementerian BUMN bersama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (Wika) mengadakan Media Gathering untuk meningkatkan ketertarikan masyarakat tentang keberadaan Halal Park.

Sebagai digital telco company, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) berkomitmen mendukung program yang dicanangkan Presiden RI untuk menjadikan wisata industri halal Indonesia mendunia.

Melalui program Indigo Creative Nation, Telkom siap menjadi inkubator, akselerator dan katalisator yang menumbuhkembangkan seluruh ide-ide anak bangsa.

Vice President Corporate Communication Telkom Arif Prabowo mengatakan, Telkom memiliki 4 Digital Valley dan 17 Digital Innovation Lounge yang tersebar di seluruh Indonesia serta co-working space yang ada di Halal Park, yang membuka kesempatan seluas-luasnya untuk menampung setiap kreativitas masyarakat dalam mengembangkan industri halal.

“Industri halal ini sangat potensial untuk menjadikan ekonomi bangsa lebih kuat dan membawa nama Indonesia mendunia. Telkom selama ini konsisten menjalankan budaya inovasi siap mewujudkan hal tersebut dengan menyediakan berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan para pelaku industri kreatif digital dan masyarakat umum untuk mengembangkan idenya menjadi produk yang bersaing di pasaran,“ jelas Arif.

Sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, industri halal di Indonesia berkembang sangat pesat.

Pada 2018 sebanyak 140 juta wisatawan muslim datang ke Indonesia dengan total spending online hingga USD 35 miliar.

Jumlah turis muslim dunia terus meningkat dari tahun ke tahun, dan pada 2020 diproyeksikan akan mencapai jumlah 158 juta orang.

Saat ini, Halal Park menyediakan beragam tenant fesyen serta makanan dan minuman yang dapat dinikmati oleh para pengunjung. Halal Park akan menjadi ekosistem dari ekonomi dari hulu ke hilir . (jpnn/ram)

Labanya Janggal, Laporan Keuangan Garuda Ditolak

TAKE OFF: Pesawat Garuda sedang take off dari bandara di London menuju Singapura.
TAKE OFF: Pesawat Garuda sedang take off dari bandara di London menuju Singapura.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Dua komisaris mempermasalahkan laporan keuangan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). Mereka menganggap janggal karena perolehan laba bersih Garuda berasal dari piutang yang dimasukkan ke pos pendapatan.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menilai bahwa hal itu sah-sah saja dilakukan. Jadi piutang itu berasal dari kontrak kerja sama dengan PT Mahata Aero Teknologi untuk pemasangan layanan konektivitas (on board WiFi) dan hiburan pesawat. Nilai kontrak yang ditandatangani Desember 2018 itu mencapai US$ 239,94 juta.

Rini menjelaskan bahwa yang dibukukan di laporan keuangan adalah nilai kontrak yang sudah jadi komitmen kedua belah pihak.

“Lah kan nggak apa-apa, sama saja kan seperti begini, kita kan bikin kontrak ini, orang ini yang punya Wi-Fi ini kan internasional. Jadi apa sih yang dibukukan, yang dibukukan itu kita punya kontrak,” kata Rini.

Dia menegas bahwa pendapatan piutang itu tidak dimasukkan ke dalam pendapatan operasional.

“Kan dikatakan betul-betul dan jelas dikatakan bahwa ini pendapatan lain-lain, jelas, bukan pendapatan operasional dari Garuda,” lanjutnya.

Dan lagi, dia mengatakan setelah pendapatan dari kontrak tersebut dimasukkan ke dalam laporan keuangan 2018 maka itu tidak akan dicatat lagi di laporan keuangan 2019 walaupun kontrak berjangka selama beberapa tahun.

Nantinya saat arus kas masuk dari kontrak yang dibayarkan ke Garuda tidak akan dicatat lagi ke laporan keuangan tahun-tahun berikutnya.

“Berarti kalau kita taruh di tahun 2018 kita nggak register lagi 2019 lho. Jadi (misalnya) yang 3 tahun ini sudah kita register di depan. Yang akan ada di 2019 adalah arus kasnya, nilainya,” tutup Rini.

Penolakan laporan keuangan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) oleh dua komisaris dianggap sebagai hal yang wajar, apalagi jika ditemukan ada yang tak beres dalam penyajiannya. Sebagai perwakilan pemegang saham keputusan itu dipandang lumrah.

Pengamat dari Institute for Development of Economics (INDEF) Bima Yudhistira Adhinegara menilai keputusan tersebut sebagai hal yang wajar. Dia tidak sependapat jika hal itu dikaitkan dengan hal lain bahkan terkait politik.

“Garuda yang mengalami kerugian kemudian di 2018 tiba-tiba mengalami keuntungan. Labanya itu cukup signifikan dan kalau didetilkan itu agak janggal. Kontrak yang belum ada cash-nya tapi sudah diakui sebagai pendapatan, dihitung sebagai laba. Maka wajar bagi komisaris untuk mempertanyakan,” ujarnya.

Menurut Bima, komisaris dengan perannya sebagai pengawas perusahaan tentunya harus mempertanyakan segala hal dibalik urusan keuangan. Dalam hal ini, Bima membenarkan tindakan kedua komisaris itu.

Bima mengatakan, laporan keuangan GIAA janggal karena laba yang diperoleh pada tahun 2018 cukup signifikan. Menurut laporan keuangan GIAA 2018, perusahaan mencatatkan laba bersih sebesar US$ 809,85 ribu atau setara Rp 11,33 miliar (kurs Rp 14.000). Padahal di kuartal III-2018 Garuda Indonesia masih mengalami kerugian sebesar US$ 114,08 juta atau atau Rp 1,66 triliun jika dikalikan kurs saat itu sekitar Rp 14.600.

“Kalau menurut saya isu politisnya itu pertama terletak pada signifikansi Garuda yg mengalami kerugian. Kemudian di tahun 2018 tiba-tiba mengalami keuntungan. Labanya itu cukup signifikan. Dan kalau dirincikan itu agak janggal,” tutur Bima.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) GIAA yang digelar pada 24 Januari 2019, manajemen Garuda Indonesia mengakui pendapatan dari Mahata sebesar US$ 239.940.000, yang diantaranya sebesar US$ 28.000.000 merupakan bagian dari bagi hasil yang didapat dari PT Sriwijaya Air. Padahal, uang itu masih dalam bentuk piutang, namun diakui perusahaan masuk dalam pendapatan.

Dalam artian, kontrak yang belum ada pemasukannya sudah diakui sebagai pendapatan atau laba.

Selain itu, Bima juga menuturkan bahwa keuntungan Garuda Indonesia tersebut tentunya mewajibkan perusahaan itu untuk membayar pajak lebih besar.

“Konsekuensi nya kan Garuda harus membayar pajak lebih mahal. Kalau rugi kan Garuda nggak bayar Pajak penghasilan (Pph),” tutupnya. (dtc/ram)

Penerimaan Pajak Lesu, Utang Pemerintah Berpotensi Meningkat

no picture
no picture

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Hingga akhir kuartal-I 2019, Kementerian Keuangan mencatat total nilai utang (outstanding) pemerintah pusat mencapai Rp 4.567,31 triliun.

Posisi utang pemerintah tersebut tumbuh 10,4 persen dibandingkan posisi Maret 2018 yang sebesar Rp 4.136,39 triliun.

Di periode yang sama, pendapatan pajak dalam negeri hanya tumbuh 1,8 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp 248,98 triliun. Padahal, periode yang sama tahun lalu, pertumbuhan pajak dalam negeri mencapai 9,9 persen yoy.

Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail khawatir risiko utang pemerintah akan meningkat. Apalagi di luar utang pemerintah, sejatinya masih terdapat utang badan usaha milik negara (BUMN), perusahaan yang menjadi milik pemerintah sepenuhnya, maupun utang perusahaan lainnya yang dijamin oleh pemerintah.

“Posisi utang pemerintah memang masih relatif rendah dengan rasio sekitar 30 persen terhadap PDB. Tapi, ini belum termasuk beban utang BUMN yang sebenarnya juga makin tinggi,” kata Mikail, Minggu (28/4).

Di sisi lain, pemerintah mesti mempertahankan bahkan menambah belanja untuk menjaga denyut perekonomian di tengah prospek pertumbuhan ekonomi global yang rendah.

Kemkeu melaporkan belanja negara per akhir Maret lalu mencapai Rp 452,1 triliun atau setara 18,37 persen dari pagu APBN 2019 yakni sebesar Rp 2.461,11 triliun. Secara tahunan, belanja negara sepanjang kuartal-I 2019 tumbuh 7,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan belanja negara ditopang oleh serapan belanja pemerintah pusat sebesar Rp 260,7 triliun atau tumbuh 11,4 persen (yoy).

“Belanja semakin besar tapi tidak diimbangi penerimaan, pemerintah mau tak mau akan menarik utang baru,” jelas Mikail.

Selain meningkatkan risiko utang, kondisi ini juga dikhawatirkan menjadi sorotan lembaga pemeringkat seperti Moody’s atau S&P yang cenderung konservatif. (bbs/ram)

Konferensi Tingkat Tinggi Belt and Road Initiative (BRI) di Beijing, China Tandatangani Proyek Rp908 Ribu Triliun

SALAMAN: Menko Bidang Kemaritiman, Luhut Pandjaitan salaman dari perwakilan Belt and Road Initiative (BRI) di Beijing.
SALAMAN: Menko Bidang Kemaritiman, Luhut Pandjaitan salaman dari perwakilan Belt and Road Initiative (BRI) di Beijing.

CHINA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah China menandatangani kontrak proyek-proyek baru senilai USD 64 miliar atau hampir senilai Rp908 ribu triliun, dalam skema Belt and Road Initiative (BRI) yang dulu dikenal sebagai One Belt One Road (OBOR). Kerja sama itu disepakati dalam Belt and Road Forum di Beijing, yang dihadiri 37 kepala negara dan berakhir Sabtu (27/4).

Dikutip dari South China Morning Post, Minggu (28/4), kesepakatan kerja sama itu diteken langsung oleh Presiden China, Xi Jinping, dengan negara-negara mitra dalam BRI. Kesepakatan ini merupakan proyek tahap lanjutan OBOR.

Dalam forum tersebut, kehadiran Indonesia diwakili oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). JK melawat ke Beijing, didampingi Menko Bidang Kemaritiman, Luhut Pandjaitan dan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi.

Luhut mengatakan Belt and Road Initiative telah menjadi alternatif untuk mendukung proyek-proyek pembangunan. Menurutnya ini menunjukkan bahwa China, sebagai aktor utama, mampu menanggapi kebutuhan masyarakat internasional.

“Indonesia mengalokasikan empat koridor untuk proyek BRI. Yakni di Sumatera Utara, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, dan Pulau Bali,” katanya seperti dikutip dari laman resmi Kemenko Maritim.

Menurut Luhut, jumlah total populasi keempat provinsi ini di atas 30 juta orang. Kecuali untuk Bali, ketiga provinsi tersebut memiliki angka kemiskinan sekitar 7-9 persen. Sehingga kata Luhut, proyek-proyek BRI harus berkontribusi dalam pengurangan tingkat kemiskinan di ketiga provinsi tersebut.

Tapi Luhut tak mengungkap nilai yang dikerjasamakan dengan China dalam kerangka BRI tersebut.

Salah satu proyek yang dikerjasamakan dalam skema BRI di Sumatera Utara, yakni Pelabuhan Kualatanjung. Hal ini dituangkan dalam kerja sama yang ditandatangani oleh Deputi Infrastruktur Kemenko Kemaritiman, Ridwan Djamaluddin dan Wakil Kepala Bappenas China (National Development and Reform Comission), Ning Jizhe. “Kita manfaatkan jaringan mereka,” tambahnya.

Pertama diluncurkan pada 2013, OBOR saat itu baru mengikat kerja sama China dengan 64 negara. Dalam forum kali ini, sudah 126 negara tergabung dalam BRI.

Bukan hanya itu, sejumlah pemimpin negara Asia dan Afrika yang hadir di Konferensi Tingkat Tinggi Belt and Road Initiative (BRI) di Beijing, yang telah mencuatkan isu soal perangkap utang China. Forum ekonomi itu juga sangat kental nuansa politik, karena BRI yang dulu bernama One Belt One Road atau OBOR, membangkitkan kecemasan Amerika Serikat (AS), Rusia, dan Jepang, atas pengaruh China di kawasan global. (bbs/ram)

Diduga Akibat Patah Hati, Pemuda 28 Tahun Gantung Diri

DIVA/SUMUT POS OLAH TKP: Petugas Reskrim Polsek Delitua melakukan pemeriksaan terhadap jenazah Hartama Purba di TKP, Minggu (28/4).
DIVA/SUMUT POS
OLAH TKP: Petugas Reskrim Polsek Delitua melakukan pemeriksaan terhadap jenazah Hartama Purba di TKP, Minggu (28/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hartama Purba (28) ditemukan tewas gantung diri di dalam rumahnya, Minggu (28/4). Usut punya usut, motif aksi nekat penduduk Perumahan Taman Angrek, Blok Catelia, No 34, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan itu karena patah hati.

HARTAMA ditemukan tergantung di lorong tangga menuju lantai dua. Ia mengenakan celana berwarna krem selutut dan kaos hitam. Saat itu, korban sedang berada sendirian di rumah.

Kanit Reskrim Polsek Delitua Iptu Idem Sitepu mengatakan, peristiwa itu pertama kali diketahui ibu kandung Hartama, Maria Sembiring (53) yang baru pulang dari rumah keluarga mereka.

“Hari Sabtu (27/4) sekira pukul 22.00 WIB, ibu dan pamannya Jati Bangun, pulang dari Delitua kebetulan sedang ada acara keluarga. Begitu sampai di TKP, Hartama yang tinggal di dalam rumah tidak menyahut saat dipanggil untuk membuka pintu,” jelas Idem.

Lantaran Hartama tidak kunjung menyahut, ibu korban memutuskan untuk menginap di rumah tetangga mereka, Roy Sembiring. Ponsel Hartama juga tidak kunjung diangkat.

Pagi harinya sekira pukul 09.00 WIB, ibu korban kembali ke rumah dan meminta anaknya untuk membukakan pintu.

“Namun, setelah berkali-kali dipanggil, pemuda itu tak juga menyahut. Ibunya kembali menelepon korban. Tapi, meski terdengar nada panggil, ponsel tersebut tak kunjung diangkat. Alhasil, ibu korban memanggil tukang grenda untuk membuka paksa pintu terali besi,” tutur Idem.

Begitu masuk ke dalam rumah, ibu korban mulai resah karena tidak ada aktivitas di rumah itu. Ia pun mengecek ke dalam kamar, namun anaknya itu tidak ada.

“Ketika menuju tangga, di sana ibu korban melihat anaknya sudah tergantung di tangga samping kamarnya,” jelas Idem.

Kontan saja Maria br Sembiring histeris. Teriakan ibu korban mengejutkan para tetangga lainnya.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polsek Delitua. Polisi yang tiba di lokasi segera melakukan olah TKP dan pemeriksaan awal.

Idem menyebut tidak ada tanda-tanda kekerasan di jasad Hartama setelah diturunkan. Menurutnya kejadian tersebut murni bunuh diri.

“Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban,” pungkas Idem.

Informasi yang dihimpun di sekitar lokasi menyebutkan, Hartama diduga patah hati sehingga nekat mengakhiri hidupnya.

Salah seorang warga sekitar yang enggan identitasnya disebutkan mengatakan, memang belakangan Hartama tampak murung, pendiam dan jarang keluar rumah. Padahal, diketahui pria ini baru lulus kuliah.

“Info-info dari warga sini kabarnya dia patah hati. Memang ia sudah jarang nampak. Sehari-harinya dia orangnya ramah kok,” sebut seorang warga di sana.

Untuk kepentingan autopsi, jasad Hartama kemudian dibawa aparat kepolisian ke Rumahsakit Bhayangkara Jalan Wahid Hasyim sebelum akhirnya diserahkan kepada keluarganya. (dvs/ala)