27 C
Medan
Tuesday, January 13, 2026
Home Blog Page 5379

7 Parpol Komplit, 9 Minus, Peserta Pileg di 33 Kabupaten/Kota di Sumatera Utara

Ira Wirtati Komisioner KPU Sumut Divisi Advokasi dan Hukum
Ira Wirtati
Komisioner KPU Sumut Divisi Advokasi dan Hukum

SUMUTPOS.CO – Sebanyak 9 partai politik (Parpol) dicoret keikutsertaannya pada Pemilu 2019 di sejumlah kabupaten/kota se-Sumatera Utara. Pasalnya, kesembilan parpol tersebut tidak memiliki calon anggota legislatif (Caleg) di 33 kabupaten/kota di Sumut dan tidak melaporkan dana awal kampanye (LADK) ke KPU setempat.

KOMISIONER KPU Sumut Divisi Advokasi dan Hukum, Ira Wirtati mengatakan, di Sumut hanya tujuh parpol yang lengkap menjadi peserta Pemilu 2019 di 33 kabupaten/kota. Mereka adalah Gerindra, PDI Perjuangan, Golkar, NasDem, PKS, PAN dan Partai Demokrat. “Ya, dari 16 partai politik peserta pemilu, hanya 7 itulah yang komplit ada di 33 kabupaten/kota di Sumut,” katanya.

Sedangkan partai lain, seperti PKB hanya ikut Pemilu di 32 kabupaten/kota minus Kota Medan. Partai Perindo juga hanya ikut Pemilu di 32 kabupaten/kota kecuali di Kabupaten Labuhanbatu Utara. Demikian juga dengan Partai Hanura yang memiliki caleg di 32 kabupaten/kota di Sumut kecuali di Kabupaten Pakpak Bharat.

Parpol lain seperti Partai Garuda, tercatat hanya memiliki caleg di 22 kabupaten/kota. Sedangkan 11 kabupaten/kota mereka dinyatakan tidak menjadi peserta pemilu karena tak memiliki caleg yakni di Kabupaten Dairi, Langkat, Nias, Nias Barat, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Pakpak Bharat, Tapanuli Selatan, Binjai, Padang Sidimpuan dan Kota Tanjung Balain

Kemudian PPP, hanya memiliki caleg di 27 kabupaten/kota. Partai berlambang Kakbah ini tidak ikut Pemilu di 6 kabupaten/kota karena tidak memiliki caleg yakni di Nias, Nias Barat, Nias Utara, Samosir, Tapanuli Utara dan Gunung Sitoli. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) hanya memiliki caleg di 25 kabupaten/kota, sedangkan di 8 kabupaten/kota mereka tidak memiliki caleg yakni di Mandailing Natal, Nias, Nias Barat, Nias Utara, Tapanuli Utara, Gunung Sitoli, Sibolga dan Tebingtinggi.

Kemudian PBB, hanya memiliki caleg di 23 kabupaten/kota, sedangkan di 10 kabupaten/kota lain tidak memiliki caleg yakni di Dairi, Humbang Hasundutan, Nias, Nias Barat,Nias Utara, Pakpak Bharat, Samosir, Tapanuli Utara, Toba Samosir, dan Gunung Sitoli.

Terakhir PKPI hanya memiliki caleg di 30 kabupaten/kota, sedangkan 3 kabupaten/kota lain mereka tidak memiliki caleg yakni di Samosir, Serdang Bedagai, dan Kota Tanjung Balai. “Jadi mereka dibatalkan di daerah-daerah tersebut karena tidak memiliki caleg dan tidak melaporkan LADK,” paparnya.

Pengamat Politik dari Universitas Sumatera Utara (USU), Agus Suriadi mengungkapkan, sistem parliamentary threshold (PT) bagi parpol di tingkat nasional minimal 4 persen, sangat memberatkan parpol-parpol baru untuk mendapat perwakilan kursi di parlemen nantinya. Sebab skalanya akan bermuara pada jumlah suara parpol itu sendiri. “Makanya banyak orang kemudian berprediksi, parpol-parpol baru bakal tak lolos PT, yang otomatis caleg-caleg mereka juga tak dapat kursi. Ditambah lagi pakai sistem hitungan kursi saint league 1, 3, 5 dan 7, tentu sangat sulit,” katanya.

Terlebih kata Agus, KPU Sumut sudah menyebut, hanya tujuh parpol yang dinyatakan lengkap sebagai peserta Pemilu 2019 di Sumut, karena seluruh caleg mereka terisi di 33 kabupaten/kota serta menyerahkan laporan awal dana kampanye (LADK). “Dari sini tentu menjadi tolok ukur kemapanan parpol-parpol yang sudah berpengalaman mengikuti pemilu, dibanding parpol baru yang notabene kesulitan mencari kader untuk dijadikan sebagai caleg. Belum lagi untuk memenuhi kuota caleg perempuan sebesar 30 persen,” katanya.

Menurut Agus, kondisi ini sebenarnya tidak hanya terjadi di Sumut. Di daerah lain, sebagian besar dari sembilan parpol itu juga tidak memiliki caleg lengkap. “Ini menunjukkan ketidak seriusan mereka dalam menuyusun caleg,” ujarnya.

Selain itu, rasa pesimis untuk terpilih menjadi salah satu penyebab partai kesulitan untuk menyusun caleg. Apalagi, partai baru, yang belum teruji elektabilitasnya. “Orang takut tidak bisa duduk di Senayan, karena partai tidak memenuhi ambang batas parlemen (parliamentary threshold),” sebut akademisi dari USU tersebut.

Situasi ini tentu merugikan bagi parpol sendiri dan para caleg. Parpol diprediksi sulit untuk menembus ambang batas parlemen. “Dan, imbasnya tentu caleg sendiri. Bisa saja seorang caleg gagal duduk di Senayan, meski memiliki suara banyak. Sebab partainya tidak memenuhi ambang batas parlemen,” tegasnya.

Pada bagian lain dia menilai, waktu yang bersamaan antara pileg dan pilpres dalam pesta demokrasi kali ini, menjadi salah satu faktor kurang maksimalnya sosialisasi yang dilakukan para caleg. “Memang kalau dari segi gaung, pilpres dengan pemberitaan media mainstream lebih dominan ketimbang pileg. Konsekuensi lainnya dari pemilu serentak ini juga, para caleg itu kemudian ‘tidak bisa berbuat banyak’ melakukan kegiatan kampanye. Jadi mereka saya pikir lebih memanfaatkan jejaring,” katanya.

Alhasil, konsekuensi politik dari kurang maksimalnya sosialisasi yang dilakukan para caleg, masyarakat jadi tidak mengetahui apa saja program kerja dan visi calon wakil rakyat. “Apalagi tuntutan masyarakat ketika dia memilih caleg A, karena si caleg itu punya visi dan program yang bagus. Tapi kemudian kalau dia terpilih, tidak ada tanggung jawab yang dituntut masyarakat ke si caleg. Sebab memang tidak kedengaran gaung program caleg sejauh ini,” katanya.

Kondisi serupa sambung Agus, juga terlihat dari kurangnya sosialisasi calon DPD RI. Dimana sampai sejauh ini masyarakat belum mendengar visi misi mereka untuk mewakili aspirasi daerahnya. Atas kondisi ini hemat dia sebenarnya yang diuntungkan adalah para caleg petahana. “Sebab jaringannya sudah terbangun dengan baik. Basis massanya juga sudah jelas. Yang susah ini adalah caleg baru. Apalagi konsekuensi dari rivalitas capres dan cawapres ini, tergerus juga dengan persoalan partai di beberapa daerah tertentu,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua DPW Partai Berkarya Sumut Rajamin Sirait mengaku optimis partainya lolos dari syarat ambang batas 4 persen secara nasional meski tidak memiliki caleg di beberapa kabupaten/kota di Sumut. “Untuk kabupaten/kota tidak ada parliamentary threshold. Itu hanya ada di pusat. Di pusat kita butuh empat persen dari total 600 kursi, itu artinya kita butuh sekitar 25 kursi di parlemen,” kata Rajamin Sirait kepada Sumut Pos, Senin (25/3) sore.

Karenanya, dia sangat yakin kalau partai besutan Tommy Soeharto ini bisa lolos di Pemilu 2019 ini. “Kita tetap optimis. Dan satu hal yang harus kita ketahui bersama, bukan hanya Partai Berkarya tapi banyak partai-partai yang lain juga mengalami hal yang sama dengan yang kita alami. Hanya ada beberapa partai saja yang bisa memenuhi kuota calegnya di seluruh Kabupaten/Kota di Sumut, sisanya tidak. Termasuk ada beberapa partai yang bukan baru kali ini ikut Pemilu, tapi mereka juga tidak punya Caleg di semua kabupaten/kota”, ujarnya.

Menurut Rajamin, ada beberapa hal yang membuat partainya mengalami kesulitan untuk memiliki Caleg di semua Kabupaten/kota di Sumatera Utara, salah satunya adalah adanya aturan kuota untuk Caleg perempuan sebesar 30 persen. “Artinya kalau ada 10 Caleg, 3 diantaranya harus perempuan, ini sulit untuk memenuhinya. Tidak banyak perempuan yang aktif dalam berpolitik, tapi kebutuhan partai atas Caleg perempuan itu banyak. Ini yang banyak dialami oleh partai-partai saat ini, termasuk partai kami”, katanya.

Rajamin mengatakan, pihaknya lebih baik tidak memenuhi kuota Caleg perempuan dari pada harus sembarangan merekrut Caleg. “Cari Caleg itu tak mudah, kalau ‘asal ada’ ya gampang, rekrut saja sembarangan. Tapi kita tak mau itu terjadi di partai kita. Caleg kita harus punya kualitas, minimal punya pengalaman berpolitik di partai atau setidaknya pengalaman berorganisasi yang baik. Kalau tidak ada yang seperti itu, ya lebih baik memang tidak terpenuhi kuotanya, dari pada partai kita dinilai sebagai Partai yang tidak punya kader berkompeten, itu lebih bahaya”, tutupnya.

NasDem Mulai 4 April, PAN Tunggu DPP

Meski gaung Pemilihan Presiden (Pilpres) lebih tinggi dibanding Pileg, peserta pemilu 2019 dari partai politik di Sumatera Utara akan tetap melaksanakan kampanye rapat umum dalam kurun waktu 21 hari ke depan. Ketua DPW Partai Nasional Demokrat (NasDem) Sumut, Iskandar ST mengatakan, pihaknya berencana menggelar kampanye akbar tingkat provinsi pada 4 April mendatang bertempat di Lapangan Gajah Mada Medan, atau tiga hari sebelum kedatangan paslon capres yang mereka usung datang ke Sumut, 9 April nanti.

“Jadi sekarang ini kami sedang persiapkan dan koordinasikan semuanya. Sebab nantinya ketua umum kita Bapak Surya Paloh bakal hadir langsung sebagai juru kampanye,” katanya menjawab Sumut Pos, Senin (24/3).

Pihaknya juga meminta agar seluruh DPD Partai NasDem di Sumut melaksanakan kampanye akbar terbuka sesuai jadwal yang telah ditetapkan KPU Sumut. “Kabupaten/kota juga sudah kami minta membuat (kampanye akbar). Dan nanti ditingkat Sumut, DPW akan mulai kampanye 4 April. Kebetulan baru saja kami mendapat surat keputusan KPU tentang zonasi kampanye di Sumut. Dan di Medan itu kebetulan cuma lima tempat saja,” ujarnya.

Tak hanya itu, sebagai parpol pengusung capres dan cawapres nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf, pada 9 April dijadwalkan Jokowi akan kembali turun ke Sumut, DPW NasDem juga akan ikut meramaikan kampanye akbar tersebut. “Sudah barang tentu kami selaku parpol pengusung capres 01, akan terlibat selain mengajak masyarakat memilih Jokowi-Ma’ruf juga mengajak untuk memenangkan Partai NasDem di Pemilu 2019,” katanya.

Pernyataan berbeda disampaikan Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sumut, Yahdi Khair. Menurut dia pihaknya belum tentu melaksanakan kampanye akbar atau rapat umum yang berlangsung sampai 13 April mendatang. “Kami masih akan melihat dan mempertimbangkan apa keuntungan melakukan kampanye akbar. Sebab kondisi sekarang berbeda dengan lima tahun lalu. Selain itu, kami juga masih menunggu hasil konsolidasi dengan DPP nantinya, apakah perlu melaksanakan kampanye atau tidak,” katanya.

Pihaknya pun akan menunggu paslon capres nomor 02 menggelar kampanye akbar di Sumut, yang direncanakan pada 4 April mendatang. “Bisa saja setelah Pak Prabowo turun berkampanye di Sumut, setelah itu kami akan melakukan hal serupa. Tetapi sejauh ini memang kita menunggu rapat konsolidasi dengan DPP dulu, apa yang nanti jadi keputusannya tentu kami ikuti,” pungkasnya. (prn/mag-1)

97 Persen Sekolah di Sumut Sudah Terapkan UNBK, Naskah Soal Panjang, Siswa Gagal Fokus

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS UJIAN: Sejumlah siswa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMK Negeri 10 Medan, Jalan Cik Ditiro, Senin (25/3). Tahun ini, 97,3 persen sekolah di Sumut sudah menerapkan UNBK.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
UJIAN: Sejumlah siswa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMK Negeri 10 Medan, Jalan Cik Ditiro, Senin (25/3). Tahun ini, 97,3 persen sekolah di Sumut sudah menerapkan UNBK.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) hari pertama di Sumut secara umum berjalan lancar, Senin (25/3). Tercatat, sebanyak 90.226 siswa mengikuti UN yang tersebar di 965 sekolah di Sumut. Dari jumlah itu, 940 sekolah (97,3 persen) terdiri dari 89.490 siswa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Sedangkan sisanya, 25 sekolah terdiri dari 736 siswa masih mengikuti Ujian Nasional Kertas Pinsil (UNKP).

Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah meyakini, dengan penerapan UNBK tingkat terjadinya kecurangan akan semakin kecil. Pasalnya, dalam pelaksanaan UNBK ini, tidak ada lagi campur tangan guru, pihak sekolah, maupun dinas terkait. Karena semua sudah terkoneksi ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta. “Saya sudah memberikan arahan.

Agar UNBK ini dicermati dengan yang baik. Cara pengisian dan memahami apa yang mau dijawab,” kata Musa Rajekshah kepada wartawan usai melakukan peninjuan pelaksaan UN di Sekolah SMK Negeri 10 Medan, Jalan Cik Ditiro, Senin (25/3) pagi.

Wagubsu yang karib disapa Ijeck ini mengharapkan, seluruh peserta UN SMK ini melaksanakan ujian dengan baik dan benar dan memperoleh nilai standrisasi yang bagus. Ia pun, memberikan arahkan kepada peserta UN sebelum ujian dilaksanakan. “Mudah-mudahan kelulusan SMK yang berlangsung menjalani UN bisa diatas 97 persen. Kita harapkan 100 persen,” harapnya.

Ijeck juga menargetkan, seluruh SMK di Sumut sudah melaksanaan UNBK pada tahun ajaran 2019/2020. Peningkatan sarana dan prasarana akan terus dilakukan Pemprov Sumut. “Semuanya bertahap. Tahun ini sudah 97 persen, kita harapkan tahun depan 100 persen,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Sumut Arsyad Lubis menambahkan, masih ada 25 SMK yang melaksanakan UNKP. Seluruhnya berada di Kabupaten Nias Selatan. Rinciannya, 15 sekolah negeri dan 10 sekolah swasta. “Daerahnya banyak di Nias Selatan. Karena jaringan internet tidak ada,” ungkap Aryad.

Dia berharap para pelajar bisa membuat hasil UN yang maksimal. “Dari tujuan UN ini adalah pemetaaný. Mutu pendidikan ditingkatkan dan sudah baik nanti hasil UN,” imbuh Arsyad.

Meski pelaksanaan UN tingkat SMK di hari pertama berjalan lancar, namun sejumlah siswa mengaku sedikit kesulitan, karena soal yang disajikan terlalu panjang-panjang sehingga membuat mereka sempat hilang fokus membaca soal tersebut. Seperti disampaikan siswi Kelas XII SMK Negeri 7 Medan, Assyfa Humairah. Menurutnya, naskah soal yang terlalu panjang membuat waktu banyak terbuang. “Kalimat-kalimat pertanyaannya banyak yang terlalu panjang. Jadi pening ngerjainnya, itu saja,” kata Assyfa kepada wartawan usai melaksanakan UN.

Akibat naskah soal terlalu panjang, Assyfa mengaku sempat hilang fokus dan merasa letih membaca kalimat-kalimat pertanyaan soal tersebut. Hal itupun, dirasakan siswi SMK Negeri 7 yang lain, Fanny Ramadhany. Dia juga mengaku sempat merasa bosan membaca soal-soal ujian yang disajikan.

Sementara Kepala SMK Negeri 7 Medan, Asri Sembiring mengungkapkan, di sekolahnya ada 582 siswa mengikuti UNBK 2019. Terdiri dari siswa jurusan Usaha Perjalanan Wisata sebanyak 51 orang, Akomodasi Perhotelan 53, Akutansi 211, Administrasi Perkantoran 206 dan jurusan Pemasaran sebanyak 61 orang. “Pada hari pertama ujian ini semuanya lancar dan terkendali. Tidak ada masalah. Peserta ujian di dalam data itu ikut semua,” tutur Asri.

Dia juga mengatakan, aliran listrik dan internet tidak ada mengalami gangguan selama ujian berlangsung. Secara keseluruhan, dia melihat para siswa tidak mengalami kesulitan yang berarti saat mengerjakan soal. “Kalau konsentrasi mereka penuh, saya kira tidak ada masalah. Namanya remaja, mungkin ada yang grogi atau belum sarapan,” jelas Asri.

Dia menambahkan, hingga kini ujian nasional masih seperti menjadi beban psikologis bagi siswa meski penilaian kelulusan sudah ditentukan oleh sekolah. “Sehingga, ketika menemukan kalimat pertanyaan agak panjang, banyak dari mereka sudah merasa gugup,” tandasnya.

Listrik Padam

Di Kabupaten Nias, pelaksanaan UNBK di SMK Negeri 2 Kecamatan Sogaeadu, sempat diwarnai pemadaman listrik. Meski begitu, pelaksanaan UNBK tetap berjalan sesuai harapan. “Tadi memang sempat padam listrik, namun tidak lama hanya berkisar 45 menit. Tidak sampai mengganggu pelaksanaan ujian, karena sekolah kita memiliki dua genset berkapasitas masing-masing 5500 watt,” kata Kepala SMK Negeri 2 Sogaeadu, Tehego Ndraha SPd kepada Sumut Pos di kantornya, (Senin, 25/3).

Ndraha mengungkapkan di sekolahnya ada 2 sekolah lain yang gabung melaksanakan UNBK tahun ini, yakni SMK Negeri 1 Mau sebanyak 53 siswa, SMK Negeri 1 Ulugawo 59 siswa dan SMK Negeri 1 Sogaeadu sebanyak 159 siswa, dengan jumlah keseluruhan 267 siswa.

“Mereka gabung di sekolah kita, disebabkan di lokasi kedua sekolah itu belum bisa dijangkau jaringan internet. Kalau pelaksanaan UNBK selama 4 hari berturut-turut, mulai tanggal 25 hingga 28 Maret 2019, menguji empat mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan mata pelajaran Teori Kejuruan. Hari ini mata pelajaran yang diuji adalah bahasa Indonesia,” ungkapnya.

Menurut Ndraha, kekurangan tenaga guru dan fasilitas yang memadai masih menjadi faktor utama rendahnya kualitas pendidikan khusunya di Kabupaten Nias dan Kepuluan Nias pada umumnya. Dia membeberkan, di SMK Negeri 1 Sogaeadu memiliki 16 rombel, sementara guru PNS hanya 15 orang. Bahkan di SMK Negeri 1 Sogaeadu saat ini, hanya memiliki 8 unit komputer.

“Kita sangat kekurangan tenaga pendidik, idealnya sekolah kita harus memili guru PNS minimal 34 orang, tahun lalu kita telah merekrut 16 orang GTT yang pembiayaannya dari APBD Provinsi Sumut, dan 5 orang guru honor dibiayai dari sumbangan orang tua siswa melalui Komite Sekolah. Akibat kekurangan komputer, ujian kita bagi dalam 3 sif, dan juga para siswa yang memiliki laptop kita suruh dibawa ke sekolah,” bebernya.

Pemkab Sergai Beri Dukungan Moral

Bupati Sedang Bedagai (Sergai) Soekirman kemarin meninjau pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) di SMP Negeri 1 Perbaungan dan UNBK di SMK Negeri 1 Perbaungan, Senin (25/3). Untuk pelaksanaan USBN, sebanyak 8.953 siswa SMP/MTs negeri dan swasta mengikutinya. Sedangkan untuk UNBK, diikuti sebanyak 5.205 siswa SMK Negeri/Swasta.

Saat meninjau UNBK di SMK Negeri 1 Perbaungan, Soekirman menyampaikan, meskipun berdasarkan peraturan bahwa SMA/SMK sederajat sudah menjadi wewenang provinsi, bukan berarti Pemkab tidak peduli lagi dengan siswa SMA/SMK. “Para siswa ini adalah putra-putri Sergai yang juga anak-anak kita semua, dimana pemerintah daerah wajib bertanggung jawab secara moral untuk memantau dan menfasilitasi ujian ini jika ada kekurangan,” kata Soekirman.

Lebih lanjut dikatakannnya, kehadiran dirinya di SMK Negeri 1 Perbaungan ini untuk memberikan semangat dan motivasi kepada para siswa, agar tetap berkonsentrasi karena masih ada 3 hari lagi ujian yang akan dijalani. Soekirman juga mengapresiasi kesiapan SMK dan SMP guna melaksankan ujian ini, mulai dari perangkat dan piranti pendukung ujian ini. “Harapan kita tidak ada kendala apapun dalam pelaksanaannya, di samping berharap seluruh siswa dapat mengerjakan soal dengan baik dan lulus 100 persen,” harapnya. (gus/mag-5/sur)

Tarif Baru Ojek Online, Rp1.850 per Km, Berlaku Mulai 1 Mei

OJOL: Dua pengemudi ojek online (Ojol) berhenti di sebuah persimpangan, belum lama ini. Mulai 1 Mei 2019, tarif Ojol bakal naik.
OJOL: Dua pengemudi ojek online (Ojol) berhenti di sebuah persimpangan, belum lama ini. Mulai 1 Mei 2019, tarif Ojol bakal naik.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Setelah polemik berpanjangan, pemerintah akhirnya mengumumkan penentuan tarif ojek online. Aturan tarif ini sudah terangkum dalam Peraturan Menteri (PM) Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019. Untuk Sumatera, tarif batas bawah ojol per km sebesar Rp1.850, sementara batas atasnya Rp2.300.

Dalam ketentuan tarif ini, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membaginya dalam tiga zona.

Adapun zona 1 meliputi wilayah Jawa non-Jabodetabek, Sumatera, dan Bali. Zona 2 meliputi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Terakhir, zona 3 meliputi Kalimantan, Papua, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara Timur (NTT). Beleid ini bakal resmi diberlakukan pada 1 Mei 2019 mendatang.

“Tarif ini sudah memperhitungkan biaya langsung dan tidak langsung. Biaya yang diperhitungkan adalah biaya langsung saja. Sedangkan biaya tidak langsung itun

yang ada di pihak aplikator sebesar 20 persen,” kata Dirjen Perhubungan Darat Budi Setyadi dalam konferensi pers di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (25/3).

Berikut rincian tarifnya:

Zona 1: Biaya jasa batas bawah sebesar Rp1.850 per km dan tarif batas atas sebesar Rp2.300 per km. Sementara itu biaya jasa minimal sebesar Rp7 ribu – Rp10 ribu.

Zona 2: Biaya jasa batas bawah sebesar Rp2 ribu per km dan tarif batas atas sebesar Rp2.500 per km. Sementara itu biaya jasa minimal sebesar Rp8 ribu – Rp10 ribu.

Zona 3: Biaya jasa batas bawah sebesar Rp2.100 per km dan tarif batas atas sebesar Rp2.600 per km. Sementara itu biaya jasa minimal sebesar Rp7 ribu – Rp10 ribu.

Dari tarif tersebut, biaya jasa minimal merupakan biaya jasa yang dibayarkan oleh penumpang untuk jarak tempuh paling jauh 4 kilometer (km). Adapun tarif yang berlaku itu bersifat nett atau bersih diterima pengemudi.

Budi menjelaskan, khusus Jabodetabek memiliki besaran biaya jasa yang berbeda. Alasannya, penggunaan ojol pada wilayah tersebut sudah menjadi kebutuhan primer.

“Karena pola perjalanan untuk ojol di jakarta sudah kebutuhan primer. Hasil riset mengatakan itu. Artinya ada aspek plus mile dan last mile, ojol ini sekarang sudah jadi kebutuhan untuk terhubung ke kendaraan lain (transportasi massa lain),” tuturnya.

Selain itu, Dirjen Budi menyampaikan permohonan maaf mewakili Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Dia meminta maaf apabila masih ada yang belum sesuai dari penentuan biaya jasa tersebut. Meski begitu, pemerintah terus membuka ruang diskusi kepada semua pihak.

“Dalam kesempatan yang baik ini, seperti yang disampaikan bahwa biayanya diumumkan hari ini. Jadi yang pertama kami ingin sampaikan permohonan maaf kepada semua pihak terkait biaya jasa ini. Tapi kalau kemudian tarif belum sesuai kita masih membuka diskusi,” pungkasnya.

Asosiasi Sambut Baik

Gabungan Aksi Roda Dua Indonesia (Garda) menyambut baik keputusan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang telah mengumumkan besaran biaya jasa ojek online (ojol). Mereka menilai sebagai keputusan yang baik.

Ketua Garda, Igun Wicaksono mengatakan, penerapan biaya jasa ojol ini bakal membuat aplikator tidak bisa lagi semena-mena menurunkan tarif batas untuk pengemudi, dan tiba-tiba harga tinggi bagi konsumen.

Aturan tarif melindungi semua pihak dari praktik monopoli yang dilakukan oleh aplikator. Kontrol dari tarif sekarang ada di pemerintah, dan lebih baik dari nilai yang di berlakukan sebelumnya oleh aplikator.

“Namun kita belum tentukan sikap secara nasional, besok kita mau komunikasi dengan teman-teman se-Indonesia,” ujarnya, di Jakarta, Senin (25/3).

Dia berharap dengan tarif baru ini akan berdampak kepada peningkatan pendapatan dan keutungan yang didapat pengemudi. Sebelumnya, tarif yang diberlakukan adalah sebesar Rp1.600 per Km.

“Semoga bisa memberi dampak yang positif,” katanya.

Sementara VP Corporate Affairs GOJEK, Michael Say, mengatakan akan mempelajari terlebih dahulu dampak kenaikan tarif tersebut. “Yakni dampak kepada permintaan konsumen, pendapatan para mitra yang sejatinya bergantung pada kesediaan konsumen, dan juga para mitra UMKM di dalam ekosistem GOJEK yang menggunakan layanan antar ojek online,” katanya.

Kemehub: Ada Suka dan Tidak

Pemerintah menyadari, keputusan ini tak akan menyenangkan semua pihak. Menurutnya, ada yang senang, ada juga yang tidak senang dengan keputusan ini.

“Saya kira, tadi saya sampaikan sebuah keputusan ada suka, ada tidak suka,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi di kantornya, Senin (25/3/2019).

Meski demikian, Budi menerangkan, regulasi ojol termasuk tarif di dalamnya tak lepas dari usulan pengemudi atau driver ojol. Sebab itu, dia berharap driver mau menerima keputusan ini.

“Ini adalah regulasi mengikuti tuntutan pengemudi PM (Peraturan Menteri Perhubungan) 12,” ujarnya. “Kalau misalnya ada yang tidak puas, harapan saya tidak sampai demikian,” sambungnya.

Lanjut Budi, jika aturan ojol digugat maka aturannya turunnya juga berpengaruh. Dia menuturkan, aturan ojol merupakan keputusan terbaik yang bisa diberikan pemerintah.

“Kalau sampai digugat PM 12 kemudian tidak menjadi kuat, dan dampaknya juga surat keputusan Menteri terkait masalah tarif. Harapan kami jangka pendek ya inilah yang terbaik kita berikan,” ujarnya. (JPC/kps/dtc)

Remigo Minta Fee 15 Persen per Proyek

Gusman/Sumut Pos SAKSI: Eks Plt Kadis PUPR Pakpak Bharat, David Anderson Karosekali, dan istrinya, Theresia, memberikan keterangan sebagai saksi, pada sidang kasus suap Bupati Pakpak Bharat, Senin (25/3).
Gusman/Sumut Pos
SAKSI: Eks Plt Kadis PUPR Pakpak Bharat, David Anderson Karosekali, dan istrinya, Theresia, memberikan keterangan sebagai saksi, pada sidang kasus suap Bupati Pakpak Bharat, Senin (25/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mantan Plt Kadis PUPR Pakpak Bharat, David Anderson Karosekali (DAK), menyebut Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu, selalu meminta fee 15 persen dari setiap proyek yang ada di Dinas PUPR.

“Kami punya kewajiban ke Bapak Bupati. Biasanya setiap proyek itu 15 persen diserahkan ke atas, yai itu Pak Bupati,” ungkap David di hadapan majelis hakim Pengadilan Tipikor Medan yang diketuai Irwan Effendi, Senin (25/3)n

David dan istrinya Theresia, hadir sebagai saksi dalam lanjutan sidang kasus suap Direktur PT Tombang Mitra Utama (TMU), Rijal Efendi Padang, terhadap Remigo. David sendiri juga menjadi terdakwa dalam kasus penyuapan Bupati Remigo.

David yang saat sidang mengenakan kemeja putih lengan pendek celana hitam ini menyebutkan, awal mulanya terdakwa Rijal yang meminta proyek kepada dirinya.

“Awalnya Pak Efendi datang minta pekerjaan. Tapi karena saya tahu Pak Efendi ini bisa berhubungan dekat dengan Pak Bupati, karena merupakan TS (tim sukses)nya, saya arahkan untuk berhubungan langsung dengan Pak Bupati. Karena tidak semua bisa berkontak langsung dengan Bupati,” terangnya.

Rijal pun berkomunikasi dengan Bupati Remigo. Usai komunikasi itu, Rijal pun memenangkan lelang paket proyek Pengaspalan Jalan Simpang Kerajaan-Mbinanga Sitellu senilai Rp4,5 miliar tahun 2018.

Setelah mendapatkan proyek, David ditagih oleh Bupati Remigo untuk meminta uang ‘KW’ kepada terdakwa Rijal sebesar 15 persen, yaitu Rp675 juta.

“Sebenarnya 15 persen dari proyek tersebut Rp675 juta. Namun Rijal minta dikurangi dan menyanggupi Rp500 juta saja, atau sekitar 10 persennya,” terangnya.

Selanjutnya, terdakwa mentransfer uang senilai Rp380 juta sebagai uang muka dari ‘uang KW’ yang diminta Bupati Remigo.

“Uang Rp380 juta itu terkumpul dalam dua tahap, pertama Rp180 juta dan kedua Rp200 juta. Selanjutnya, saya diperintahkan oleh keponakan Bupati Remigo bernama Agah, untuk memberikan uang tersebut kepada Nehboru. Itu Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) sebesar Rp300 juta. Yang saya dengar untuk penanganan kasus,” terang David.

Sisa uang Rp80 juta diperintahkan Bupati Remigo untuk membayar uang rental mobil yang digunakan di Pilkada di Kabupaten Dairi. “Rental mobil itu abangnya bupati Remigo,” sebutnya.

Berikutnya pada 17 November 2018, ajudan Bupati Remigo, Jufri Simanjuntak, memberitahu David agar meminta sisa ‘uang KW’. Uang itu harus diberikan kepada Bupati di rumahnya di Jalan Pasar Baru, Medan.

“Selanjutnya saya menghubungi Hendriko untuk menarik uang sebesar Rp50 juta dari uang sebesar Rp200 juta yang sebelumnya dikirim oleh Sukardi alias Tages, yang merupakan uang KW dari terdakwa Efendi,” bebernya.

Istri David Gugup

Theresia, istri David, yang juga hadir sebagai saksi, terlihat gugup saat ditanya hakim di persidangan. Ditanya tentang uang KW, Theresia mengaku hanya tahu sedikit.

“Memang sewaktu suami saya (David) kembali ke Medan, subuh ya Pak sekitar jam 3 pagi, memang ada hal yang nggak biasa saya lihat. Karena tasnya yang saya tau, bukan tasnya yang dia pakai. Karena saya lihat ada yang lain, saya tanya: ‘itu apa? Dia bilang itu KW. Itu saja pak,” tandasnya.

Usai mendengarkan keterangan saksi, majelis hakim menunda sidang hingga kamis (28/3) mendatang, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. (man)

Keramba Jaring Apung Cemari Danau Toba, Rektor USU: Wisatawan juga Mau Berenang di Sana

file/SUMUT POS PENCEMARAN: Keramba jaring apung memenuhi perairan Danau Toba. Keramba-keramba ini dinilai salah satu penyebab tercemarnya air Danau Toba.
file/SUMUT POS
PENCEMARAN: Keramba jaring apung memenuhi perairan Danau Toba. Keramba-keramba ini dinilai salah satu penyebab tercemarnya air Danau Toba.

MEDAN, SUMUTPOS.CO –Universitas Sumatera Utara (USU) menyebutkan Keramba Jaring Apung (KJA) menimbulkan pencemaran air Danau Toba, Sumatera Utara. Kesimpulan itu sesuai kajian dampak lingkungan yang dilakukan Kelompak Kerja (Pokja) Pengembangan Pariwisata Danau Toba USU. Karena itu, aparat terkait didesak segera melakukan penertiban KJA.

“Soal keindahan, Danau Toba termasuk danau terindah dipandang di dunia. Tapi orang ‘kan datang bukan hanya untuk memandang keindahannya saja. Tapi juga mau berenang di situ,” ungkap Rektor USU, Prof. Runtung Sitepu, kepada Sumut Pos, Senin (25/3)n

Namun bagaimana wisatawan mau berenang, jika air danau tidak segar lagi? Padahal wisatawan terutama wisatawan mancanegara (wisman), biasanya datang karena melihat keasrian lingkungan objek wisata yang akan didatangi.

Untuk mendukung pariwisata Danau Toba, USU membentuk Pokja Pengembangan Pariwisata Danau Toba, yang diketuai oleh Dr. Nurlisa Ginting. Pokja ini akan segera mengeluarkan rekomendasi untuk ditertibkan berdasarkan kajian dan penelitian dilakukan.

“Hasil riset menunjukkan, keasrian Danau Toba sudah tidak terpelihara lagi. Airnya juga sudah tidak segar lagi. Salahsatu penyebabnya, ya keberadaan KJA. KJA membuat pariwisata Danau Toba tidak berjalan maksimal. Nah… rekomendasi yang diberikan Pokja USU adalah penertiban KJA demi menjaga keasrian Danau Toba. Tujuannya untuk mendukung pengembangan pariwisata Danau Toba,” tutur Runtung.

Meski menyebut isu pencemaran lingkungan bukan bidangnya, Runtung secara pribadi menilai, KJA harus ditertibkan karena sudah mengganggu mulai pemandangan hingga kebersihan air danau vulkanik terbesar di dunia itu. Bila tidak ditertibkan, akan berdampak pada pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba.

“Saya bukan ahlinya. Tapi menurut saya KJA itu sudah mengganggu. Kalau mau danau asri dan dirindukan semua orang wisatawan asing, harus ada tindakan tegas. Tapi biar ahli dari USU yang nanti bicara mengenai sejauhmana keberadaan KJA berdampak pada pengembangan pariwisata, tindakan apa yang harus diambil,” pungkas orang nomor satu di USU itu.

DPRD Sumut Tunggu Kajian Ilmiah

Masih terkait dengan isu pencemaran Danau Toba, komisi B DPRD Sumut yang mengawasi masalah perikanan menyebutkan, pihaknya tetap berkomitmen untuk membentuk Pansus masalah pencemaran Danau Toba.

“Pembentukan pansus nggak mungkin ditunda-tunda, karena sifatnya mendesak. Tapi kita nggak bisa juga tergesa-gesa. Pansus harus dibentuk dengan proses yang matang dan mungkin cukup panjang supaya benar-benar mampu menuntaskan masalah,” ucap Robby Anggana, ketua Komisi B DPRD Sumut kepada Sumut Pos, Senin (25/3).

Menurut Robby, ada beberapa kendala yang membuat Pansus tidak bisa dibentuk dalam waktu cepat. “Membentuk Pansus harus berdasarkan kajian ilmiah. Dari kajian itulah kita bisa menentukan Pansus itu terdiri dari apa, fungsinya apa, dan apa fokusnya,” ujar Robby.

Saat ini, DPRD masih menunggu kajian ilmiah dari para ahli di beberapa universitas. “Setelah kajiannya kita terima, akan kita gelar rapat pimpinan untuk segera membentuk Pansus. Kapan itu? Ya segera,” ujarnya.

Senada dengan Robby, Ketua komisi D DPRD Sumut yang mengawasi tentang Lingkungan Hidup, Sutrisno Pangaribuan, juga mengatakan hal senada. “Kita tunggulah hasil kajian dari para ahli. Kita tidak mau mendesak-desak para ahli supaya mereka bisa dengan fokus dan serius dalam memberikan hasil kajian ilmiah yang akurat,” kata Sutrisno.

Pansus itu nantinya bertugas menginvestigasi pencemaran air Danau Toba yang salahsatunya diduga disumbangkan olehy sejumlah perusahaan, termasuk PT Aquafarm Nusantara, perusahaan budi daya ikan nila dengan menggunakan keramba jaring apung (KJA) di Danau Toba.

PT. Aquafarm pada Juli 2017 dilaporkan Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) ke Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, atas dugaan tindak pidana pengelolaan lingkungan hidup dan pengairan. Laporan ini sebagaimana dimaksud dalam pasal 98 dan/atau Pasal 99 UU No. 32 tahun 2009 tentang pengelolaan lingkungan hidup dan pasal 15 ayat [1] huruf C UU No. 11 tahun 1974 tentang pengairan.

Pihak YPDT mengatakan, hampir dua tahun sejak laporan pidana dicatat, penyidikan belum menbuahkan hasil. Pada 24 Januari, perusahaan diduga kembali melakukan pencemaran Danau Toba. Sebagai bukti, bangkai ikan mati yang diangkat dari dasar Danau Toba tersebut, disaksikan langsung Bupati Toba Samosir dan wakilnya, beserta Kasat Reskrim Polres Toba Samosir saat itu.

Selain itu, perusahaan asal Swiss yang bergerak dalam budidaya perikanan tersebut juga dilaporkan masyarakat Desa Sirukkung ke Pemerintah Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) karena diduga membuang ikan busuk sebanyak empat karung besar ke Danau Toba.

Aquafarm Respon Teguran Gubsu

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumatera Utara, Binsar Situmorang, mengatakan, surat teguran Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi atas sejumlah pelanggaran yang dilakukan PT Aquafarm Nusantara, sudah direspon manajemen perusahaan asal Swiss tersebut.

Pemprovsu sendiri saat ini masih menunggu perbaikan dokumen maupun laporan yang sedang disusun oleh perusahaan modal asing (PMA) tersebut.

“Sedang dalam proses perbaikan (dokumen/laporan). Kita tunggu perkembangannya ya. Kami lagi ada rakor di luar kota,” ujar Binsar menjawab Sumut Pos melalui pesan singkat, Senin (25/3).

Teguran tertulis Gubsu pada 1 Februari 2019 dikeluarkan sehubungan dengan pelanggaran Aquafarm atas ketentuan yang ada. Antara lain produksi ikan yang melampaui batas dan tidak dikelolanya limbah. Namun belakangan publik meragukan sikap tegas gubernur. Mengapa hanya sanksi teguran tertulis saja yang dijatuhkan? Mengapa izin lingkungan Aquafarm tidak langsung dicabut?

Binsar sebelumnya menerangkan, pihaknya menjatuhkan sanksi ke Aquafarm bukan asal-asalan. Tetapi melalui ketentuan yang berlaku. “Mekanismenya ada, yaitu sesuai UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH), pada Pasal 76 ayat 1 ayat 2,” ujarnya.

Pada pasal 76 UU 32 tersebut, gubernur tidak boleh langsung mencabut izin lingkungan. Tetapi harus melalui 4 tahapan mekanisme sanksi administratif, yaitu teguran tertulis, pemaksaan, pembekuan izin lingkungan, dan pencabutan izin lingkungan.

“ Aquafarm dalam konteks ini, jika semua mekanisme sanksi tidak dijalankan, barulah operasionalnya berhenti total,” tegasnya.

Oleh karena mekanisme sanksi sesuai Pasal 76 UU Nomor 32 itulah, tambah Binsar, Gubsu tidak mau mengambil risiko hukum. “Kita sadar, Aquafarm adalah perusahaan raksasa. Mereka juga punya kuasa hukum yang hebat, Pak Hotman Paris. Tentu kami sangat hati-hati dalam hal ini,” sambungnya.

Sekdaprovsu R Sabrina sebelumnya mengatakan, UU tentang Lingkungan Hidup memberi kewenangan kepada kepala daerah, dalam hal ini Gubsu Edy Rahmayadi, menjatuhkan sanksi manakala terjadi pelanggaran. Akan tetapi lebih dulu sanksi administrasi dari 4 kategori sanksi yang ada.

Jika sanksi tidak diindahkan, barulah akan ada pencabutan izin oleh pemerintah. “Itu ada tingkatan-tingkatannya. Tidak boleh langsung melakukan tindakan. Tapi teguran dulu,” katanya.

Investigasi DLH Sumut terhadap bangkai ikan yang dibuang ke danau, sebut Sabrina menemukan sejumlah pelanggaran oleh Aquafarm. Yaitu pertama, kelebihan kapasitas produksi. Kata dia, berdasarkan SK Gubernur Sumut Nomor 660/4223/Tahun 2009 tentang Daya Dukung atau Daya Tampung Danau Toba, kepada Aquafarm sudah diminta melakukan revisi terhadap dokumen pengelolaan lingkungan hidup. “Akan tetapi oleh Aquafarm belum dilakukan,” katanya.

Kedua, Aquafarm tidak melakukan pengolahan limbah cair pada unit produksinya di Kabupaten Serdangbedagai. Sabrina bilang hal ini merupakan pelanggaran. Selanjutnya terhadap hasil investigasi pihaknya sejauh ini telah digabungkan dengan yang dilakukan pihak kepolisian. Karena kasusnya sudah ditangani institusi penegak hukum.

“Bersalah atau tidaknya Aquafarm, penyidikan pihak kepolisan ditunggu,” ujarnya.

Tentang skema pengurangan produksi, Aquafarm telah diminta merevisi dokumen pengelolaan limbahnya. “Skema pengurangan produksi tergantung daya dukung dan daya tampung Danau Toba. Bukan hanya mereka yang berusaha di sana, ada juga masyarakat lain,” pungkasnya. (gus/mag-1/prn)

Millenium ICT Sukses Gelar Fun Walk

ist/SUMUT POS LEPAS: Loyalty Program Manager Millennium ICT, Daniel Hutajulu saat melepas para peserta Mille Card Millenium Fun Walk, Minggu (24/3).
ist/SUMUT POS
LEPAS: Loyalty Program Manager Millennium ICT, Daniel Hutajulu saat melepas para peserta Mille Card Millenium Fun Walk, Minggu (24/3).

Millennium ICT Center sukses menggelar fun walk yang bertajuk, Mille Card-Millennium Fun Walk 2019. Event yang dilaksanakan pada hari Minggu, 24 Maret 2019 tersebut, diikuti oleh 500 Peserta dari berbagai kalangan, mulai dari member Mille Card, Karyawan Millennium ICT Center, Tenant (Penyewa Kios Millennium ICT Center) dan Masyarakat umum.

Acara yang disponsori oleh 22 produk ini dibuka oleh Regional Business Manager Millennium ICT, Herri Zulkarnain, didampingi oleh Loyalty Program Manager Millennium ICT, Daniel Hutajulu dan perwakilan dari Kelurahan Dwikora dan Kecamatan Medan Helvetia.

Selain Fun Walk dengan Rute Jalan Kapten Muslim-Griya, juga ada senam bersama, lomba Zumba, donor darah dan lucky draw ratusan hadiah menarik dan Grand Prize TV LED 42 Inchi serta Sepeda Gunung. Seluruh peserta juga dihibur oleh Bintang Tamu Trio Libas dan dipandu oleh MC Kocak Dodo.

Sepanjang acara berlangsung, peserta juga bebas menikmati produk yang ditawarkan oleh sponsor secara gratis, yaitu, energen sereal dan sirup kurnia.

Pimpinan Millennium ICT Center, Herri Zulkarnain yang diwakili oleh Loyalty Program Manager, Daniel Hutajulu dalam sambutannya menyebutkan bahwa even ini diadakan untuk meningkatkan rasa kebersamaan antara Member Mille Card, Karyawan Millennium ICT dan Masyarakat yang merupakan target market pengunjung Millennium ICT Center.

“Kita sangat bersyukur, karena acara ini sukses terselenggara. Apalagi saat melihat para peserta sangat menikmati acara ini,” ujarnya.

Seluruh peserta yang belum menjadi Member Mille Card, diberikan Kartu Mille Card, yaitu Kartu Keanggotaan Millennium ICT Family, dimana dengan bertransaksi di toko- toko Merchant dengan menggunakan Kartu Mille Card akan mendapatkan Discount atau Benefit lainnya.

Daftar merchant, alamat dan besaran diskon atau benefit yang didapatkan dapat dilihat dalam App Millennium ICT, ketik ICT MILLENNIUM di Play Store untuk Download App Millennium ICT.

Disamping informasi tentang merchant, dalam App Millennium ICT juga dapat dilihat info promo terbaru Millennium ICT, jadwal pemutaran Film di Millennium XXI dan info menarik lainnya.

Event Mille Card-Millennium Fun Walk 2019 berakhir pada Pkl.12.00, seluruh peserta meninggalkan lokasi acara dengan senyum puas penuh kegembiraan. (rel/ram)

Klinik Pratama RBG Rumah Zakat Jadi Klinik Pratama Rumah Zakat Al Ummah, Siap Membantu dan Melayani Masyarakat Medan

ist/Sumut Pos RESMI: Perwakilan dari Rumah Zakat dan Pengurus Masjid Raya Pusat Pasar dan para undangan saat peresmian Klinik Rumah Zakat Al Ummah di Medan, Sabtu (3/3).
ist/Sumut Pos
RESMI: Perwakilan dari Rumah Zakat dan Pengurus Masjid Raya Pusat Pasar dan para undangan saat peresmian Klinik Rumah Zakat Al Ummah di Medan, Sabtu (3/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rumah Zakat Perwakilan Sumatera Utara mengubah nama Klinik Pratama RBG Rumah Zakat menjadi Klinik Pratama Rumah Zakat Al Ummah. Karena kini, Klinik Pratama Rumah Zakat Al Ummah bekerja sama dengan Yayasan Masjid Raya Pusat Pasar. Klinik ini terletak di Jalan Utama No. 211 simpang Jalan Ismailiyah Kelurahan Kota Matsum II Kecamatan Medan Area dengan kondisi gedung 4 lantai.

Kepala Perwakilan Rumah Zakat Sumatera Utara, M Yunus menyatakan ada berbagai program yang dimiliki Rumah Zkat perwakilan Sumatera Utara, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan, kemanusiaan Internasional dan kebencanaan.

Dalam program kesehatan, Rumah Zakat Perwakilan Sumatera Utara telah membuka layanan Klinik Pratama RBG Rumah Zakat sejak Februari 2008 berlokasi di Jalan Setiabudi No 46 Pasar 2 Tanjung Sari.

“Tahun 2019 untuk menguatkan kiprahnya membantu Masyarakat yang membutuhkan di bidang kesehatan, Rumah Zakat mengubah nama Klinik Pratama RBG Rumah Zakat menjadi Klinik Pratama Rumah Zakat Al Ummah,”ujarnya.

Dijelaskannya, Klinik Pratama Rumah Zakat Al Ummah mulai diresmikan pada 21 Maret 2019 lalu ini merupakan program kesehatan yang digulirkan oleh Rumah Zakat, mulai Tahun ini Rumah Zakat dan Masjid Raya Pusat Pasar bersinergi untuk melakukan layanan kesehatan agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas, karena Klinik ini bisa dimanfaatkan siapa saja baik yang tidak mampu dan mampu dengan skema yang tidak mampu bisa menjadi member agar gratis dan yang mampu bisa bayar sesuai dengan tarif klinik.

Klinik Pratama Rumah Zakat Al Ummah Melayani beberapa layanan diantaranya, layanan kesehatan umum, layanan kebidanan, Ambulance Gratis dan Lainnya. Dengan jadwal layanan Hari Senin – Kamis jam 08.00 – 21.00, Hari Jumat – Sabtu Jam 08.00 – 20.00 sedangkan hari Minggu dan libur nasional tidak melayani.

Ketua Yayasan Masjid Raya Pusat Pasar, H Bey As Cholid mengatakan kerja sama ini hasil dari infak, sedekah, dan wakaf masyarakat yang ada di masjid raya pusat pasar dan juga masyarakat umum.

“Semoga dengan hadirnya klinik ini bisa membantu dan melayani kesehatan masyarakat sekitar maupun para pedagang di Masjid Raya Pusat Pasar,”ujarnya.

Kepala Bagian Agama Pemko Medan, Adlan mengharapkan agar klinik ini partisipasi membantu pemerintah untuk menyelesaikan masalah kesehatan yang ada di Kota Medan.

“Saya mewakili Bapak Wali Kota Medan, menyampaikan salam dari bapak wali kota, karena ada beberapa kegiatan sehingga belum bisa hadir di acara ini, semoga dengan hadirnya Klinik yang dibangun Rumah Zakat dan Yayasan Masjid Raya Pusat Pasar dapat membantu dan melayani kesehatan masyarakat Kota Medan, semoga antara Rumah Zakat dan Pemerintah Kota Medan bisa terus berperan aktif dan bersinergi dalam menyelesaikan permasalahan yang ada di Kota Medan, baik itu kesehatan dan permasalahan lainnya,”ujarnya.

Acara Peresmian Klinik Pratama Rumah Zakat Al Ummah diisi dengan berbagai kegiatan diantaranya, penampilan siswa SD Juara Medan dan Bakti Sosial, penyuluhan kesehatan, pemeriksaan umum, cek metabolik, cek golongan darah, USG, konsultasi ASI dan donor darah.

Acara ini juga dihadiri oleh Direktur Kesehatan Rumah Zakat, Arif Taat Ujiyanto, Ketua dan Pengurus Yayasan Masjid Raya Pusat Pasar, H Bey As Cholid, Wakil Ketua MUI Kota Medan, H. Hasan Matsum, Baznas Kota Medan dan Propinsi Sumatera Utara, dan mitra yang menjadi donatur Rumah Zakat dan Masjid Raya Pusat Pasar. (rel/ram)

Brunei U-23 vs Indonesia U-23, Jangan Sampai Nihil

ist LESU: Ekspresi Timnas U-23 setelah dipastikan gagal tampil pada putaran final Piala Asia U-23. Timnas U-23 harus membawa pulang kemenangan meski tersingkir.
ist
LESU: Ekspresi Timnas U-23 setelah dipastikan gagal tampil pada putaran final Piala Asia U-23. Timnas U-23 harus membawa pulang kemenangan meski tersingkir.

SUMUTPOS.CO – Timnas U-23 sudah dipastikan gagal tampil pada putaran final Piala Asia U-23 setelah takluk pada dua laga perdana. Namun Garuda Muda masih menyisakan satu laga kontra Brunei Darussalam, Selasa (26/3) sore.

Skuat asuhan Indra Sjafri takluk 0-4 dari Thailand dan pada laga kedua kalah 0-1 dari Vietnam. Praktis laga kontra Brunei ini tak berpengaruh apapun.

Dengan hasil tersebut, Garuda Muda tertahan di peringkat ketiga tanpa nilai setara dengan Brunei Darussalam di dasar klasemen namun unggul selisih gol. Timnas U-23 tertinggal enam poin dari Vietnam dan Thailand di tangga kedua dan puncak klasemen.

Namun akan sangat memalukan bagi Timnas U-23 jika sampai kalah lagi di laga ini. Pasalnya Brunei termasuk tim terlemah di grup. Dari dua laga mereka menjadi lumbung gol Vietnam (0-8) dan Thailand (0-8).

Pada laga lawan Brunei, Indra Sjafri memastikan akan memberikan peluang para pemain yang belum tampil untuk berlaga. “Ya, pasti banyak rotasi besok,” ujar Indra Sjafri.

Pada latihan terakhir, Indra Sjafri sempat menggelar mini game. Mereka siap membongkar pertahanan Brunei.

“Ini persiapan kemungkinan yang akan dilakukan Brunei besok dan kita antisipasi dari dua pertandingan mereka sebelumnya,” ujar Indra Sjafri.

“Mereka melakukan deep defending dan kita tadi bagaimana cara membongkar deep defending. Karena sudah dua kali kita main, kita sudah melihat dan mudah-mudahan besok bisa berjalan sesuai rencana,” kata Indra.

Bek timnas U-23 Nurhidayat Haji Harris mengatakan akan tetap menjaga profesionalitas dengan bermain sebaik mungkin. “Lawan Brunei kami wajib tetap bermain maksimal. Kami sudah berjuang sekuat tenaga namun hasil belum berpihak kepada tim ini. Kami sebenarnya sudah bermain baik lawan Vietnam namun kurang sedikit keberuntungan,” kata Nurhidayat.

Setelah gagal lolos ke Piala Asia U-23, pasukan Coach Indra kini mulai mengalihkan fokus ke ajang SEA Games 2019 di Filipina, November mendatang. Pada ajang tersebut, Garuda Muda ditargetkan meraih medali emas. (bbs/don)

0 Myanmar vs Indonesia 2, Debut Manis McMenemy

net GOL: Ilija Spasojevic mencetak satu gol untuk Timnas Indonesia lewat titik penalti.
net
GOL: Ilija Spasojevic mencetak satu gol untuk Timnas Indonesia lewat titik penalti.

SUMUTPOS.CO – Simon McMenemy memberi kemenangan perdana untuk Indonesia di ajang uji coba resmi matchday FIFA kontra Myanmar di Stadion Mandalar Thiri, Senin (25/3) malam. Garuda menumbangkan Myanmar 2-0.

Simon membawa perubahan berarti untuk timnas. Formasi 3-4-3 yang diterapkannya merupakan skema yang asing diterapkan beberapa pelatih sebelumnya.

Hasilnya memang cukup baik. Trio Greg Nwokolo, Stefano Lilipaly dan Riko Simanjuntak menjadi tumpuan di lini depan. Pasukan Simon menghasilkan beberapa peluang emas di paruh pertama.

Namun gol akhirnya baru tercipta menit ke-41. Tendangan Greg Nwokolo tak mampu dihalau kiper lawan. Namun Indonesia nyaris kebobolan.

Penalti yang diberikan kepada Myanmar harusnya menjadi kans tuan rumah menyamakan skor. Namun Andritany Ardhiyasa jadi pahlawan Indonesia pada pengujung babak pertama dengan menepis penalti dari Nyein Chan Aung.

Di paruh kedua, McMenemy melakukan perubahan. Seperti memasukkan Rahmat dan Novri Setiawan. Myanmar kembali nyaris membobol gawang Indonesia menit ke-82. Tendangan Mg Mg Lwin dari dalam kotak penalti berhasil ditepis Andritany.

Malah Indonesia yang menambah gol. Aksi Novri membuat Indonesia mendapat penalti. Ilija Spasojevic sebagai eksekutor melancarkan tugasnya dengan baik. 2-0.

Empat menit waktu tambahan telah ditentukan, tempo sedang coba dijaga Indonesia. Para pemain lebih fokus menjaga pertahanan, sementara Myanmar juga sudah tidak begitu ngotot mencari gol. Laga berakhir dengan skor 2-0. (bbs/don)

Latihan Mulai Intensif, Hanya Diikuti 12 Pemain

sutan siregar/sumut pos MINIM: Para pemain seleksi PSMS saat mengikuti latihan perdana PSMS pasca vakum sebulan di Stadion Mini Kebun Bunga, Senin (25/3) sore.
sutan siregar/sumut pos
MINIM: Para pemain seleksi PSMS saat mengikuti latihan perdana PSMS pasca vakum sebulan di Stadion Mini Kebun Bunga, Senin (25/3) sore.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Latihan perdana PSMS pasca vakum sebulan di Stadion Kebun Bunga, Senin (25/3) sore tetap digelar. Meskipun hanya 12 pemain yang mengikuti.

Pelatih Abdul Rahman Gurning didampingi dua asistennya, Edy Syahputra dan pelatih kiper Sugiar pun awalnya sempat pesimis latihan akan digelar. Namun akhirnya beberapa pemain muncul. Namun tak terlihat pemain senior seperti Legimin Raharjo, Hardiantono, Jecky Pasarella dan lainnya.

Padahal dari pemain tersisa pasca seleksi terdapat 21 nama yang tinggal setelah beberapa pemain menyatakan mundur dari tim seperti Saktiawan Sinaga dan Ahmad Fauzi. Ada kendala informasi yang tak menyeluruh kepada 21 pemain tersebut. Hal itu diakui Gurning.

“Banyak yang belum hadir mungkin karena pemberitahuan. Intinya 21 nama tersisa dari seleksi kemarin semua dipanggil untuk latihan setiap sore. Full nya nanti kalau sudah teken kontrak. Mereka bertahap lah dulu dikontrak. Misalnya pemain senior dulu dan berdasarkan posisi. Baru menyusul yang lain,” kata Gurning.

Sebelumnya Tri Handoko dari Persis Solo dan Danie Pratama yang merupakan pemain PSMS musim lalu sempat hadir di Mess Kebun Bunga selama sepekan. Selain itu ada Yohanis Nabar, Choiril Hidayat dan Taufiq Kasrun. Namun tak ada aktivitas dan kejelasan membuat mereka tak terlihat lagi di Mess Kebun Bunga.

“Dari lima pemain luar yang ada di Mess kemarin, hanya dua nama yang dari saya yakni Tri Handoko, dan Danie Pratama. Yang lain bukan dari saya. Mereka kan tinggal saya lihat kondisinya. Kalau memungkinkan saya harap sih mereka bergabung,” harap Gurning.

Penanggung jawab tim PSMS, Mulyadi Simatupang mengakui latihan belum berjalan maksimal. Namun dia yakin latihan selanjutnya akan diikuti lebih banyak pemain.

Meski sampai saat ini belum ada kepastian rencana Northcliff untuk menjadi sponsor sekaligus manajemen PSMS musim ini, Mulyadi menegaskan tim tetap berjalan sesuai instruksi dari Pembina PSMS.

“Ya mungkin mulai besok (hari ini), mulai ada transport untuk pemain. Selain itu beberapa pemain yang dianggap pelatih sudah layak dikontrak mulai negosiasi. Seperti Legimin, Saiful Ramadan dan beberapa diajukan kepada kita sudah nego lah. Kami sudah mulai persiapan menuju liga 2,” kata Mulyadi.

Mulyadi juga mempersilahkan pelatih untuk mulai mencari pemain incaran. Soal harga menurutnya bisa dibicarakan dengan manajemen selama kualitasnya layak.

“Pelatih sudah bisa mengontak pemain yang akan didatangkan untuk menjalani latihan apabila memang dari segi harga negosiasi dan permainan oke. Kami dari manajemen akan melakukan kontrak,” tambahnya. (don)