Home Blog Page 5393

Smartfren Community Gathering, Satukan Blogger dan Youtuber Medan

Dame/Sumut Pos GATHERING: Smartfren Community Gathering Medan di Radisson Hotel Medan, Sekip, Medan, Sabtu (13/4). Peserta adalah blogger dan komunitas Youtuber Kota Medan.
Dame/Sumut Pos
GATHERING: Smartfren Community Gathering Medan di Radisson Hotel Medan, Sekip, Medan, Sabtu (13/4). Peserta adalah blogger dan komunitas Youtuber Kota Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT. Smartfren Telecom, Tbk, meresmikan Smartfren Community area Medan. Sebanyak 50 orang blogger, komunitas, dan content creator hadir pada Smartfren Community Gathering Medan ini. Acara berlangsung di Radisson Hotel Medan, Jalan H. Adam Malik No.5, Sekip, Medan, Sabtu (13/4). Peserta adalah pelanggan setia Smartfren dan komunitas Youtube Kota Medan.

Para Youtuber Kota Medan merupakan ajakan bagi generasi milenial. Smartfren dalam hal ini ikut mendukung kebutuhan internet masyarakat untuk membuat konten positif dengan mengeluarkan produk kuota Rp 2 ribu per GB.

Ikut hadir dalam acara ini adalah Linda Octaviana Community Development Smartfren, Dian Alfonsa Yosephina Community Development Smartfren, Atika Soebarjo Smartfren Club dan Heppy Zai selaku digital Smartfren.

Community Development Smartfren, Dian Alfonsa Yosephina mengungkapkan bahwa sebenarnya Smartfren Community berawal dari pelanggan-pelanggan setia Smartfren. “Melihat keseriusan mereka, PT Smartfren Telecom mengukuhkan komunitas ini pada 15 Oktober 2015. Smartfren memberikan wadah untuk komunitas ini bisa mengekspresikan diri, dengan nama Smartfren Community. Kita bimbing agar kegiatan-kegiatan komunitas ini lebih terarah,” kata Dian.

Untuk mengingatkan kembali bahwa di Medan ada Smartfren Community, Smartfren menggelar gathering sekaligus menunjuk pimpinan yang baru Smartfren Community Medan. Yaitu M Aditya Putra Fuzaista, biasa disapa Aditya Gumay. Aditya sekaligus sebagai Founder Touko Tembung.

Di setiap daerah, Smartfren Community ini memiliki leadernya masing-masing, yang berperan penting untuk membuat suatu kegiatan-kegiatan yang positif dan bermanfaat.

Aditya selaku Leader Smartfren Community Kota Medan, pada kesempatan tersebut berbagi pemikirannya mengenai komunitas. Menurut Adit, Smartfren Community Gathering ini merupakan kesempatan yang baik untuk menyatukan para influencer, blogger, dan media untuk kemajuan Kota Medan.

‘Di Medan ini komunitas begitu banyak. Komunitas offline dan komunitas digital. Beberapa komunitas kumpul berpisah-pisah. Tapi karena Smartfren kita bisa disatukan di sini,” kata Adit. (rel)

12 Caleg dari Dapil II Diharap Mampu Prioritaskan Medan Utara

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemilihan Umum (Pemilu) serentak telah selesai. Sebanyak 12 calon legislatif (Caleg) berasal dari daerah pemilihan (Dapil) II atau Medan Utara akan duduk di kursi DPRD Medan.

Harapannya, 12 caleg yang memenangkan pesta demokrasi harus mampu duduk bersama membangun dan mensejahterakan masyarakat asal pemilihan mereka. Selain itu, calon dewan yang duduk di legislatif harus mampu tampil menjadi Wali Kota Medan. Demikianlah dikatakan Tokoh Masyarakat Medan Utara, Saharudin, Selasa (23/4).

Saharudin mengatakan, dengan adanya caleg dari Dapil yang meliputi Kecamatan Medan Deli, Medan Labuhan, Medan Marelan dan Medan Belawan mampu memprioritaskan pembangunan di Medan Utara. “Kita ingin, perubahan ini segera dirasakan oleh masyarakat. Kalau bisa, ada dari caleg itu untuk menjadi calon Wali Kota Medan, agar percepatan pembangunan di Medan Utara lebih di prioritaskan,” ungkap Saharudin.

Selain itu, kata pemerhati kebijakan pembangunan Medan Utara ini, wakil rakyat yang duduk diantarnya calon baru dan petahana harus bisa duduk bersama dengan membangun rumah aspirasi bersama, sehingga setiap permasalahan yang ada di Medan Utara dapat diserap untuk dievaluasi. “Selama ini, anggota dewan kita jalan – jalan sendiri, sehingga banyak pembangunan tidak diprioritaskan. Kalau ini terus dilakukan, maka kepercayaan masyarakat akan minim untuk dipercaya menyampaikan keluhan masyarakat,” cetus Saharudin.

Sementara, Ketua Karang Taruna Belawan, Abdul Rahman juga berharap, wakil rakyat terpilih jangan lupa dengan janji – janjinya semasa kampanye.

Pembangunan, pendidikan dan kesehatan untuk kepentingan masyarakat harus diprioritaskan, sehingga apa yang menjadi keluhan masyarakat dapat terealisasi.

“Banyak janji caleg yang terpilih, jangan janji itu dilupakan. Kesejahteraan perlu diutamakan, jangan melupakan janjinya. Kalau itu terjadi, berarti wakil rakyat kita hanya duduk untuk kepentingan pribadi bukan kepentingan rakyat,” beber pria akrab disapa Atan. (fac/ila)

Pohon Harapan untuk Kesembuhan Bunda Jenny

ADE ZULFI AS/SUMUT POS POHON HARAPA: Ketua Ibu Profesional Sumut Ratna Zahara menyerahkan Pohon Harapan kepada Ketua Pembina Irwanto Phen SpOG. di RAS, Minggu (21/4).
ADE ZULFI AS/SUMUT POS
POHON HARAPA: Ketua Ibu Profesional Sumut Ratna Zahara menyerahkan Pohon Harapan kepada Ketua Pembina Irwanto Phen SpOG. di RAS, Minggu (21/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Institut Ibu Profesional Sumut bersilaturahim dengan anak-anak penderita kanker asuhan Smilingkids Fountadion di Rumah Anak Sehat (RAS), Jalan HM Jhoni, Komplek Perumahan Puri Teladan Blok Catelia Nomor 8, Medan, Minggu (21/4). Kehadiran Ibu Profesional Sumut ini, selain untuk menghibur anak-anak penderita kanker, juga ingin menambah pengetahuan dalam mengenal gejala kanker yang dapat menyerang siapa saja, termasuk anak-anak.

Kehadiran Ibu Profesional Sumut yang dipimpin Ratna Zahara, mampu menghibur anak-anak penderita kanker. Anak-anak itu dihibur dengan dongeng, bernyanyi, dan tak lupa mereka juga diberi bingkisan.

Menurut Ratna Zahara, Ibu Profesional Sumut ini merupakan komunitas para ibu yang ingin meningkatkan kualitas dirinya. Termasuk dalam hal pengenalan dan deteksi dini gejala kanker terhadap anak-anak.

Diakuinya, silaturahim ke RAS ini merupakan yang pertama kalinya bagi Ibu Profesional Sumut. “Kami ingin bersilaturahim dan berinteraksi langsung dengan anak-anak penderita kanker, terkhusus dengan para orangtuanya yang menurut kami orang-orang yang tangguh dan hebat,” ungkap Ratna.

Ketua Pembina Smiling Kids Foundation, dr Irwanto Phen SpOG menyambut gembira kehadiran ibu-ibu dari Ibu Profesional Sumut di RAS. Disebutnya, Smilingkids Foundation bersifat sosial dan kemanusiaan di bidang kesehatan, khususnya membantu anak-anak penderita kanker, kelainan darah, dan penyakit non-infeksi lainnya.

Disebut Irwanto, Rumah Anak Sehat ini merupakan rumah singgah bagi anak-anak dari luar Kota Medan yang sedang menjalani perobatan di Kota Medan. “Jadi, mereka tidak perlu mencari tempat menginap lagi di Medan, cukup di sini saja. Jadi RAS ini adalah rumah singgah bagi mereka,” jelasnya.

Irwanto juga mengungkapkan, saat ini Ketua Smilingkids Foundation Jenny Ong sedang dalam keadaan sakit dan sedang menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Malaysia. Ibu Profesional Sumut juga membawa “Pohon Harapan”, di mana anak-anak Smilingkids diminta untuk menuliskan harapan mereka dalam secarik kertas, kemudian digantung di ranting-rantingnya. Tak disangka, hampir semua anak-anak itu menuliskan harapan dan doa mereka untuk kesembuhan Bunda Jenny di Pohon Harapan.

Irwanto juga mengungkapkan, saat ini Ketua Smilingkids Foundation Jenny Ong sedang dalam keadaan sakit dan sedang menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Malaysia. “Kami sampaikan permohonan maaf karena Ketua Smilingkids Foundation Bunda Jenny tidak bisa hadir di tengah-tengah kita. Kami juga memohon doa untuk kesembuhan beliau,” pinta Irwanto.

Dalam kesempatan itu, Ibu Profesional Sumut juga membawa “Pohon Harapan”, di mana anak-anak Smilingkids diminta untuk menuliskan harapan mereka dalam secarik kertas, kemudian digantung di ranting-rantingnya. Tak disangka, saat dibaca satu per satu, ternyata hampir semua anak-anak itu menuliskan harapan dan doa mereka untuk kesembuhan Bunda Jenny di “Pohon Harapan”. Kemudian, “Pohon Harapan” itu diserahkan kepada dr Irwanto sebagai kenangan dari Ibu Profesional Sumut.(adz/ila)

Pemkab Karo Normalisasi Dampak Banjir Bandang

SOLIDEO/SUMUT POS NORMALISASI: Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama jajarannya melakukan peninjauan ke lokasi banjir bandang di Desa Semangat untuk dilakukan normalisasi.
SOLIDEO/SUMUT POS
NORMALISASI: Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama jajarannya melakukan peninjauan ke lokasi banjir bandang di Desa Semangat untuk dilakukan normalisasi.

KARO, SUMUTPOS.CO – Bencana banjir bandang yang melanda Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, juga menyebabkan kerusakan terjadinya longsor di Gunung Sibayak, dan kerusakan di lokasi PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Sibayak.

Bupati Karo Terkelin Brahmana pun menginstruksi jajarannya untuk melakukan pembersihan material yang terbawa dalam bencana banjir bandang tersebut.

“Kita sudah instruksikan tadi kepada Di nas PUPR Kabupaten Karo menurunkan satu alat berat guna menormalisasi material lumpur dan bebatuan pasca ban jir bandang,” kata Terkelin Brahmana saat meninjau langsung lokasi banjir bandang di Desa Semangat Gunung, Senin (22/4).

Dalam peninjauan lokasi banjir di Desa Semangat Gunung, Terkelin Brahmana membawa sejumlah pejabat Pemkab Karo, Kepala Bappeda Nasib Sianturi, Kepala Dinas Pertanian Sarjana Purba, Kalak BPBD Karo Martin Sitepu, Kabid Bina Marga PUPR Mitcon Purba, Camat Merdeka Oberlin Sembiring, Danramil 04/SE Kapten Kav J. Surbakti, Senior Supervisor Operation (HSE) PT. PGE Area Sibayak, Ryan Dwi Gustriandha, dan Kasi UPTD Tahura Provsu Fendi P. Sadari.

Bupati menegaskan, tinjauan ke lokasi bencana untuk melihat secara dekat lokasi titik longsoran. Lokasi longsoran dekat dengan PT. PGE Area Sibayak. “Oleh sebab itu, kita akan diskusikan bersama pihak Pertamina, langkah selanjutnya. Pengalaman dari Gunung Sinabung terjadi bencana, ini yang harus kita diskusikan agar masyarakat, TNI dan pihak PT. PGE Area Sibayak, untuk bekerjasama. Apa yang terbaik nanti kita rapatkan, hasilnya kita jalankan,” kata Terkelin.

Camat Merdeka Oberlin Sembiring menyebutkan sudah dilakukannya rapat bersama Muspika Kecamatan Merdeka, Kepala Desa Semangat Gunung dan PT Pertamina Geothermal Energy Area Sibayak diwakili Wilmar.

“Hasil rapat menghasilkan kesepakatan pihak Pertamina menyiapkan 2 unit dump truck untuk pembersihan lokasi sampai selesai. Pertamina turut membantu dan memberi dukungan untuk kegiatan pembersihan sampai selesai, diperkirakan sekitar satu minggu,” kata Oberlin.

Selain itu, kata Camat Merdeka, PT. PGE Area Sibayak akan membuat bak penampungan air, mengurangi debit air turun, dan air disalurkan lewat pipa dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Selain itu, sebut Oberlin, PT. PGE Area Sibayak mem bangun buffer zone.

Senior Supervisor Operation (HSE) PT. PGE Area Sibayak, Ryan Dwi Gustriandha menjelaskan, berdasarkan analisis dan monitoring melalui hasil tangkapan drone, terjadi longsoran di empat jalur.

“Dapat kita lihat ada alur longsoran terjadi empat jalur. Sesuai pengamatan ka mi, longsoran ada dari Gunung Sibayak terlihat ada empat alur jalur akses dari hilir, namun sampai ke hulu. Hanya tiga titik akses alur longsoran, akibat curah hujan deras dan sangat tinggi menyebabkan timbulnya banjir bandang ke arah cluster A, cluster B dan cluster C,” ujar Ryan.

Ryan belum bisa pastikan titik awal sum ber banjir bandang. “Karena lewat drone belum terlihat akibat rimbunnya pohon sampai ke titik atas Gunung Sibayak. Sehingga kesimpulan, pusat titik longsoran belum teridentifikasi. Selain itu ada tanda-tanda terlihat pohon sebagian gundul. Untuk itu sulit melakukan reboisasi karena lokasi agak terjal,” tutur Ryan.

Kasi UPTD Tahura, Dinas Kehutanan Pemprov Sumut, Fendi P. Siadari menyatakan, pasca banjir bandang, pihaknya sudah menyampaikan ke Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara. “Kedepan kami akan membangun penahan penampungan debit air, sesuai anggaran yang sudah ada. Tahun 2019 ini semuanya akan clear. Sebab anggaran sebelumnya sudah ada. Akibat adanya bencana alam ini, maka kita usulkan ke Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, agar dana ini dialihkan ke lokasi longsoran, pembuatan penahan debit air,” imbuh Fendi. (deo/han)

IBI-KB Kesehatan Siapkan Anak Berkualitas

SOPIAN/SUMUT POS TINJAU: Wali Kota Tebingtinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Kadis Kesehatan dr Nanang Fitra Aulia saat meninjau Pencanangan Bhakti Sosial IBI-KB kesehatan.
SOPIAN/SUMUT POS
TINJAU: Wali Kota Tebingtinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Kadis Kesehatan dr Nanang Fitra Aulia saat meninjau Pencanangan Bhakti Sosial IBI-KB kesehatan.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan mengungkapkan, untuk menghadapi tantangan 4.0, diperlukan generasi yang cerdas, berkualitas, berakhlak dan berkarakter. Untuk itu, anak harus disiapkan sejak dalam kandungan.

“Kita harus menyiapkan generasi cerdas dan berkualitas. Dengan begitu, negara akan semakin maju,”ujar Umar Zunaidi Hasibuan pada pembukaan Pencanangan Bakti Sosial IBI-KB Kesehatan Tebingtinggi yang digelar di RSUD Dr Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi, Selasa (23/4).

Dikatakan Wali Kota, saat ini Pemko Tebingtinggi masih mencemaskan tingkat kematian ibu hamil yang akarnya masih di atas nasional. Beberapa penyebabnya antara lain, tidak adanya pemeriksaan terhadap ibu ibu hamil karena tidak termonitor, atau keracunan pada kehamilan (eklamsi).

Maka dari itu, lanjut Umar Zunaidi, kejadian seperti hal tersebut tidak boleh terjadi lagi, dan diperlukan aksi jemput bola.

“Saat ini Dinas Kesehatan Kota Tebingtinggi telah membentuk Tim Pemburu Ibu Hamil (TPH). Tugasnya mencari ibu hamil dan sosialisasikan untuk memeriksakan kehamilan ke Puskesmas,”ujarnya.

Menurut Wali Kota, ada beberapa hal yang dilakukan untuk segera menuntaskan 37 anak penderita stun ting. Terkait Keluarga Berencana, lanjut Umar Zunaidi, diharapkan 2.280 orang aseptor KB baru menjadi agen perubahan kepada masyarakat lainnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kadis Kesehatan dr Nanang Fitra Aulia, Kadis PPA dan KB, Nina Zahara, Direktur RSUD Dr Kumpulan Pane dr Yohnly B Dachban dan Danramil 13 Tebingtinggi, Kaften PM Simanjuntak. (ian/han)

Ratusan Pelayat Antar Taufan Gama ke Pemakaman

Palayat Pemakaman Almarhum Taufan Gama Simatupang, Bupati Asahan.
Palayat Pemakaman Almarhum Taufan Gama Simatupang, Bupati Asahan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Taufan Gama Simatupang, orang nomor satu di Kabupaten Asahan, kini tinggal kenangan. Setelah tutup usia Senin (22/4) kemarin, jenazahnya pun dimakamkan di TPU Muslim Kayu Besar, Jalan Thamrin, Medan, Selasa (23/4).

Pemakaman jenazah Taufan Gama pun diantarkan ratusan pelayat, di antaranya Gubsu Edy Rahmayadi dan Wagubsu Musa Rajeckshah, serta Wali Kota Medan T Dzulmi Eldin dan Wakilnya Akhyar Nasution. Sejumlah pejabat Pemprov Sumut dan Pemko Medan pun hadir untuk memberi bela sungkawa.

Di antara keluarga yang hadir, tampak putra bungsu almarhum, Imam Akbar Abdulmanan Simatupang. Dia salah satu orang yang masuk ke liang lahat, untuk memakamkan ayahnya. Sementara istri almarhum, Winda Fitrika dan empat putrinya mengambil tempat di samping makam.

Usai proses pemakaman, Edy dan Musa pun menaburkan bunga di makam Taufan. “Setiap manusia cepat atau lambat akan kembali ke sisi Allah SWT. Innalilahi wainnailaihi rajiun. Kita yang hidup mendoakan semoga Allah mengampuni segala dosanya dan jadikan Husnul Khatimah,” kata Edy.

ist
DIKEBUMIKAN: Istri dan anak-anak terlihat sedih saat almarhum Taufan Gama Simatupang dikebumikan di TPU Muslim Kayu Besar, Jalan Thamrin Medan.

Mengenang almarhum, Edy Ramahyadi mengaku sangat mengenal sosok Taufan Gama. “Beliau itu adik kelas saya di SMA Negeri 1 Medan. Almarhum adalah orang yang baik,” ucapnya.

Sementara Musa menjelaskan, Taufan sudah cukup lama dalam keadaan sakit. Mereka sempat beberapa kali bertemu. Meskipun dalam keadaan sakit, semangatnya tidak kendur. “Hari ini almarhum kembali dan ini mungkin yang terbaik dari Allah SWT,” ucapnya.

Taufan, lahir di Medan 28 Agustus 1963. Dia menjadi sosok kesohor di Kabupaten Asahan. Dirinya nyaris hampir 2 periode menjabat sebagai bupati, antara 2010-2015 dan periode 2016-2021. Bahkan sebelumnya, pria yang juga Pimpinan Umum Pondok Pesantren Daar Al Uluum (PPDU) Asahan ini menjabat Wakil Bupati. Taufan tutup usia di RS Columbia Asia, Jalan Listrik, Medan, Senin sekitar pukul 18.50 WIB. Setelah menderita penyakit cukup lama, dia meninggal pada usia 55 tahun.

Jenazah Taufan sempat disemayamkan di rumahnya di Jalan Mahoni, Kota Kisaran, Asahan. Untuk menghormatinya, bendera setengah tiang dikibarkan di kantor-kantor yang ada di Asahan. Ribuan orang melepas keberangkatan jenazah untuk dimakamkan di Medan.

“Ini merupakan permintaan keluarga. Karena yang dimakamkan di sini ada ibunya, kakaknya, abangnya dan adiknya. Dia dimakamkan satu liang dengan makam ibunya,” kata Wakil Bupati Asahan, Surya. (dvs/prn/omi)

Kasus Kredit Fiktif di Bank Sumut KCP Tanjungmorawa, Kejari DS Tetapkan 3 Tersangka

BATARA/SUMUT POS PENETAPAN: Kajari Deliserdang Harli Siregar bersama staf saat melakukan siaran pers penetapan 3 tersangka kasus kredit fiktif di Bank Sumut KCP Tamora.
BATARA/SUMUT POS
PENETAPAN: Kajari Deliserdang Harli Siregar bersama staf saat melakukan siaran pers penetapan 3 tersangka kasus kredit fiktif di Bank Sumut KCP Tamora.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Negeri Deliserdang menetapkan 3 tersangka kasus kredit fiktif di Bank Sumut KCP Tanjungmorawa, yang merugikan uang negara sebesar Rp2,8 miliar.

Kajari Deliserdang Harli Siregar dalam siaran persnya mengatakan, kasus dugaan korupsi pejabat Kantor Cabang Pembantu Bank Sumut Tanjung Morawa ini berlangsung pada tahun 2013 lalu, dengan modus permohonan kredit uang tanpa ada agunan jaminan alias agunan fiktif.

Disebutkan Harli, berdasar surat perintah penyidikan 9 Januari 2019, pihak KCP Bank Sumut Tanjungmorawa pada tahun 2013 menyalurkan kredit KPR rumah pada 7 debitur dan merupakan rekanan seorang bernama Ciu Rp 2,8 miliar dengan plafon kredit masing-masing Rp400 juta. Ketika kredit diajukan, Ciu melampirkan agunan tujuh buah ruko termasuk salah satunya surat agunan ruko yang sudah dimasukkan ke bank syariah Tebingtinggi.

Supaya kredit bisa dicairkan, Ciu memberikan jaminan yang sudah dijaminkan pada bank lain. Oleh Bank Sumut Tamora, uang dicairkan kepada 7 debitur.

Seharusnya, lanjut Harli, Bank Sumut KCP Tanjungmorawa tidak boleh menyalurkan kredit tersebut karena tanpa agunan. “Setelah melakukan pemeriksaan terhadap 16 orang saksi-saksi, ditetapkan tiga orang tersangka,”kata Harli.

Ketiga tersangka itu adalah Mantan KCP Bank Sumut Tanjungmorawa berinisial HMH, mantan Pimpinan Seksi Pemasaran KCP Bank Sumut Tanjungmorawa berinisial AS, dan Debitur pemohon kredit atas nama Ciu.

Tersangka HMH hingga kini masih aktif bekerja di Bank Sumut, sementara tersangka AS sudah tidak aktif. “Untuk dua tersangka AS dan Ciu sudah dipanggil sebanyak 3 kali, namun tidak mengindahkan. Kalau kedua tersangka tidak mau mengindahkannya akan diterbitkan DPO,”tegas Harli. (btr/han)

Babinsa Bantu Kelompok Tani

istimewa/sumut pos BERTANI: Serda Surianta bertani di area lahan seluas 4.000 meter persegi milik Berna br Bangun, Desa Batu Karang.
istimewa/sumut pos
BERTANI: Serda Surianta bertani di area lahan seluas 4.000 meter persegi milik Berna br Bangun, Desa Batu Karang.

KARO, SUMUTPOS.CO – Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Koramil 05/Payung, di bawah naungan Kodim 0205/Tanah Karo, mendampingi Kelompok Tani Lau Batu Desa Batu Karang, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo dalam persiapan bibit ciherang, Senin (22/4). Serda Surianta tampak larut beraktivitas tani di area lahan seluas 4.000 meter persegi milik Berna br Bangun, Desa Batu Karang.

Surianta menyebutkan, dirinya tengah mendamping warga petani Kelompok Tani (Poktan) Lau Batu dalam pembenihan.

“Kami sedang menyiapkan benih di lokasi pembibitan Berna br Bangun. Rencananya, besok akan mulai menanam padi di sawahnya,” tutur Serda Surianta. Ditegaskannya, keikut sertaannya mendampingi, membantu Poktan Lau Batu, merupakan inisiatif Danramil 05/Payung Kapten Arh E. Peranginangin dalam membantu para petani di Desa Batu Karang.

“Tergerak membantu petani agar pekerjaaan cepat selesai,” tutur Serda Surianta. Surianta menyarankan para petani sebaiknya tanam padi dengan menggunakan pengukur dan sistim tanam jajar legowo (Jarwo). Karena, kata Surianta, dengan sistim tanam Jarwo, perawatan padi lebih mudah dan perkembangan padi akan lebih baik.

“Begitu juga dengan, pemupukan hendaknya pakai pupuk organik. Sehingga tidak mengandung bahan kimia,” tutur Surianta. Berna br Bangun berterima kasih kepada Koramil 05/Payung yang turut membantu dalam pembenihan padi di area lahannya. “Terima kasih bapak Babinsa telah membantu kami. Kehadiran Babinsa selalu memberikan motivasi dan semangat bagi kami,” kata Berna. (deo/han)

Limbah Kulit Kopi Dibuat Pakan Ternak Ruminansia

Batara/sumut pos MERAH PUTIH: Tim Delegasi USU di antaranya Inomo Pratama (dua kanan) angkat bendera merah putih dan sertifikat bersama rekannya setelah mendapatkan Silver Medal pada kompetisi IFINOG.
Batara/sumut pos
MERAH PUTIH: Tim Delegasi USU di antaranya Inomo Pratama (dua kanan) angkat bendera merah putih dan sertifikat bersama rekannya setelah mendapatkan Silver Medal pada kompetisi IFINOG.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Delegasi Universitas Sumatera Utara (USU) berhasil mendapatkan Silver Medal pada kompetisi Internasional Festival Of Innovation On Green Technology 2019 (IFINOG) di Universiti Malaysia Pahang, Sabtu (19/4).

“Tim USU meraih penghargaan, setelah menciptakan inovasi dengan memanfaatkan limbah kulit kopi yang terdapat di Karo sebagai suplemen untuk pakan ternak ruminansia,” kata salah satu Delegasi USU bernama Inomo Pratama (Ilmu Administrasi Bisnis 2017) kepada Sumut Pos di Lubukpakam, Selasa (23/4).

Delegesai lainnya bernama Muheri Indra Aja Nasution (Peternakan 2016), Muhammad Dava Warsyahdhana (Agroteknologi 2017), Habib Al Kahfi Nasution (Pendidikan Dokter 2017) dan M Deni Kurniawan Pohan (Agroteknologi 2017).

Dengan Dosen Pembimbing Dr Ir Yunilas MP. Selain USU, penghargaan yang sama juga diberikan kepada Universitas Gajah Mada dan Universitas Ahmad Dahlan.

Dijelaskan Ating, ruminansia yaitu ternak atau hewan yang menyusuhi. Seperti sapi, kambing, kerbau, domba dan lain-lain. “Untuk proses pembuatan suplemen itu dengan cara mengepres dengan teknologi alat press dalam bentuk yang bulat,” terang Inomo.

Lebih lanjut dijelaskan Inomo, latar belakang menemukan inovasi itu karena daging asal ruminansia dipengaruhi faktor iklim. Iklim yang menyebabkan adanya beberapa wilayah Indonesia surplus bahan pakan hijauan dan ada kekurangan pakan hijauan. Hal ini berakibat terhadap populasi ternak yang ada di suatu daerah tidak merata.

Hal ini berakibat terhadap populasi ternak yang ada di suatu daerah terang Delegasi itu sehingga tidak merata. Kemudian berdampak pada pemenuhan kebutuhan daging pada suatu daerah, dimana daerah populasi ternak minus sangat tergantung pada daerah surplus ternak. Pemasalahan itu dapat diatasi dengan melakukan pemasaran ternak melalui pengiriman baik antar daerah antar provinsi bahkan antar pulau.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kekurangan pangan dan memastikan ternak rumanansia sehat dalam pengiriman kata Inomo, yaitu CSB (Coffee Skin Blok). CSB merupakan solusi untuk memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi ternak. Kandungan dalam kulit kopi memiliki kandungan nutrisi CP 9,94%, SK 18,17%, Lemak 1,97%, Abu 11,28%, Ca 0,68%, P 0,20%, GE 3306 Kkal dan TDN 50,6%.(btr/han)

Kejari Binjai Gelar Isra Mikraj

no picture
no picture

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Demi mempererat tali silaturahmi antar sesama dan lintas sektoral, Kejaksaan Negeri (Kejari) Binjai menggelar peringatan Isra Mikraj Nabi Besar Muhammad SAW 1440 H, di Aula Kejari Binjai, Selasa (23/4) pukul 10.00 WIB.

Diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Alquran dan dilanjutkan kata sambutan dari Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Binjai.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Binjai, Victor Antonius mengajak setiap orang untuk terus memperbaiki diri dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui momen Isra Mikraj ini, marilah kita tingkatkan keimanan serta ketaqwaan kita, serta menjadikannya sebagai sarana untuk evaluasi diri,” ujar Kajari.

Sementara Ustad Hendra Wibowo dalam ceramahnya memberikan 3 materi. Adalah, Isra Mikraj sebagai tolak ukur keimanan, meningkatkan dan menambah keimanan, serta cara mencintai negeri sendiri.

“Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW itu nyata dan sebuah kemukjizatan dari Allah SWT. Secara berpikir orang awam tidak mungkin Rasulullah itu mampu melakukan Isra Miraj atau berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain dalam waktu sekejab. Apalagi naik ke atas langit untuk bertemu dengan Allah. Namun di sana lah kadar keimanan kita dapat di ukur, apakah kita meyakini atau mengingkari,” Ucap Ustad Wibowo.

Ustad Wibowo juga menjelaskan bagaimana cara meningkatkan keimanan dan ketaqwaan seseorang serta cara mencintai negerinya sendiri, yaitu dengan selalu berfikir baik dan tidak mudah termakam isu yang tidak benar.

“Kita pasti bisa meningkatkan keimanan serta ketaqwaan kita dan sekaligus memcintai negara kita ini, yaitu dengan cara selalu bergikir positif dan tidak mudah termakan isu hoax yang saat ini sudah sangat mengkhawatirkan,” tandasnya.

Diakhir acara, pembagian tali asih kepada 30 orang anak yatim dan piatu dari Majelis Yatim Ibnu Jarot. (ted/han)