Home Blog Page 5420

PGN Dapat Pasokan dari Jambi Merang

Bagus/sumutpos KOMPAK: Petugas PGN tampak kompak foto bersama di antara jaringan pipa distribusi untuk pasokan gas Jambi Merang ke Sumatera.
Bagus/sumutpos
KOMPAK: Petugas PGN tampak kompak foto bersama di antara jaringan pipa distribusi untuk pasokan gas Jambi Merang ke Sumatera.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pasokan hulu PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) bertambah secara volume seiring kerjasama pasokan dari Blok Jambi Merang yang dikelola oleh PT Pertamina Hulu Energi (PHE). Realisasi penambahan pasokan itupun telah dilaksanakan sejalan dengan  pembangunan pipa sambungan (tie in).

Penyambungan pipa itu sepanjang 27 kilometer, dari Sungai Kenawang, Jambi hingga ke stasiun Grissik PGN. Rencana penyaluran gas dari PHE Jambi Merang untuk PGN melalui SSWJ sebesar 20-25 MMSCFD.

Skema transmisi dan distribusi gas akan dihilirisasi PGN untuk memperkuat layanan bagi masyarakat. “PGN akan mengambil gas tersebut dari Grissik untuk disalurkan ke daerah Sumatera,” kata Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama dalam keterangan tertulis, Kamis (11/4).

Dengan penambahan pasokan tersebut, PGN dapat memperkuat layanan bagi konsumen wilayah Sumatra dan Jawa. Menurut Rachmat, aliran gas tersebut akan dikelola terutama untuk ppenguatan industri di wilayah Sumatra Selatan dan Jawa Barat (SSWJ).

Penyaluran gas untuk pasokan dari PHE Jambi Merang ke PGN sudah dimulai sejak 10 Februari lalu untuk kebutuhan distribusi gas ke Batam dan Pekanbaru sebesar 10-15 MMSCFD. Sedangkan distribusi gas dari Jambi Merang untuk memperkuat layanan pipa SSWJ baru dilaksanakan hari ini, Kamis (11/4).

Rachmat mengatakan, masa kontrak pasokan gas dari Jambi Merang melalui pipa SSWJ ini akan berlangsung selama 2019 hingga 2025. Menurut Rachmat, pasokan dari Jambi Merang akan menjamin layanan yang lebih prima, terutama agar dapat menciptakan stabilitas pasokan yang sangat penting bagi pelanggan industri.

“Jawa Barat dan Sumatra merupakan pusat-pusat industri nasional. Harapannya dengan yang kami lakukan bisa berkontribusi terhadap kemajuan perekonomian nasional,” ujar Rachmat.

Rachmat mengatakan, sesuai kontrak dengan PHE Jambi Merang maka PGN akan mendapatkan pasokan gas harian sebesar 35 BBTUD. Pasokan gas baru dari Jambi Merang ini rencananya akan diperuntukkan bagi seluruh jaringan PGN di wilayah Batam, Pekanbaru, Dumai, dan Jawa Barat.

Rachmat mengatakan, penyaluran gas bumi dari Blok Jambi Merang melalui pipa SSWJ ini diharapkan dapat semakin menguatkan posisi PGN selalu Sub Holding Gas.

Di sisi lain PGN juga konsisten membangun infrastruktur gas bumi nasional untuk meningkatkan pemanfaatan produksi gas bumi. Sampai saat ini, PGN telah mengelola jaringan infrastruktur pipa gas sepanjang 7.453 Km.

Dari infrastruktur tersebut, PGN telah menyalurkan gas bumi sebagai energi baik ke 203.314 pelanggan dari berbagai segmen, seperti pelanggan industri manufaktur dan dan pembangkit listrik, pelanggan komersial (hotel, restoran, rumah sakit), dan usaha kecil menengah, serta pelanggan rumah tangga. (rel/ram)

Pertamina MOR I Apel Siaga dari Sabang Hingga Natuna, Bentuk Tim Satgas Jaga Pasokan dan Pendistribusian

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Pertamina (Persero) membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pemilu 2019 yang bertugas menjaga persediaan dan pendistribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG selama pelaksanaan Pemilu pada 17 April 2019 mendatang.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman mengatakan Pertamina telah membentuk Satgas Pemilu sejak 18 Februari 2019 yang bekerja 24 jam untuk memastikan keamanan stok dan suplai BBM serta LPG, sehingga mendukung kelancaran Pemilu yang aman dan damai.“Satgas Pemilu ini merupakan yang pertama kali, karena pelaksanaan Pemilu serentak dan gabungan juga baru pertama kali dalam sejarah Indonesia,” ucap Fajriyah kepada wartawan, Kamis (11/4).

Fajriyah mengungkapkan selain memastikan pasokan dan penyaluran BBM dan LPG, Pertamina telah berkoordinasi dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk memastikan keamanan di seluruh sarana dan fasilitas operasi Pertamina yang merupakan Objek Vital Nasional.“Kesiapan dan pasokan energi menjadi hal strategis yang harus tetap kita amankan. Pertamina akan didukung penuh penuh oleh Polri dan TNI,” tegas Fajriyah.

Satgas Pemilu, melibatkan Kantor Pusat, Unit Bisnis, Unit Operasi dan Anak Perusahaan di seluruh Indonesia. Satgas ini akan bekerja hingga akhir April 2019, untuk memastikan kebutuhan energi selama proses Pemilu hingga rekapitulasi penghitungan suara. (gus/ram)

PT KAI Siapkan 152.152 Tiket Angkutan Lebaran Tahun 2019

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PENUMPANG KA: Puluhan calon penumpang mengantre untuk membeli tiket di Stasiun Kereta Api Medan. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) I Sumut sudah menyiapkan 152.152 tiket untuk mudik Lebaran 2019.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PENUMPANG KA: Puluhan calon penumpang mengantre untuk membeli tiket di Stasiun Kereta Api Medan. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) I Sumut sudah menyiapkan 152.152 tiket untuk mudik Lebaran 2019.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) I Sumut sudah menyiapkan pelaksanaan pelayanan arus mudik dan arus balik pada angkutan Lebaran tahun 2019, dengan jumlah tiket yang disediakan sebanyak 152.152 tiket.

Manager Humas PT KAI Divre I SU, M Ilud Siregar mengatakan, pembelian tiket angkutan Idul Fitri tahun ini, sudah dapat dipesan sejak 25 Febuari 2019 melalui Website kai.id dan mitra penjualan tiket kereta api lainnya. Hal ini untuk mempermudah calon penumpang untuk mendapatkan tiket arus mudik.

“Untuk tiket sudah terjual sekitar 2 persen dari tiket yang tersedia itu. Dengan mulai melakukan penjualan tiket keberangkatan 26 Mei 2019 atau H-10 Lebaran,” ungkap Ilud kepada Sumut Pos, Kamis (11/4) siang.

Ilud menjelaskan, dengan memperhatikan hari libur nasional dan cuti bersama yang telah ditetapkan oleh pemerintah, KAI Divre I SU memperkirakan puncak Arus Mudik akan terjadi Rabu, 29 Mei 2019 atau H-7 dan puncak Arus Balik diperkirakan akan terjadi pada Minggu, 9 Juni 2019 atau H +3. “Selama Lebaran 2019, KAI Divre I SU mengoperasikan 40 Kereta api,” kata Ilud.

Ilud memaparkan, dalam rangka menghadapi peningkatan jumlah pengunjung channel penjualan atau pemesan tiket, KAI Divre I SU telah melakukan langkah antisipasi berupa tuning dan optimalisasi database sistem ticketing.

Kemudian, lanjut Ilud, dilakukan penambahan application server dan bandwidth internet sebanyak dua kali lipat dari hari biasa. Hal ini bertujuan agar proses pemesanan tiket dapat berjalan dengan lancar.

“KAI Divre I SU meminta agar masyarakat dapat merencanakan perjalanannya jauh-jauh hari untuk mendapatkan kepastian tiket perjalanan mudik dan balik Lebaran 2019,” imbau Ilud.

Ilud mengingatkan bagi penumpang yang telah mendapatkan kode bayar agar segera melakukan pembayaran dalam waktu 60 menit. Bila tidak, maka tiket yang dipesan akan terjual kembali.

“KAI Divre I SU juga mewanti-wanti kepada masyarakat agar membeli tiket Lebaran di channel resmi KAI atau mitra resmi yang telah bekerja sama dengan KAI. Tujuannya untuk menghindari penipuan atau biaya jasa yang tidak wajar,” tutur Ilud.

Ilud berharap masyarakat dapat menjadikan kereta api sebagai moda transportasi pilihannya pada angkutan Lebaran tahun ini.”Kami memberikan pelayanan terbaik dan maksimal selama angkutan lebaran,” pungkasnya.(gus/ila)

Besok USU Gelar UTBK SBMPTN 2019, 2 Gelombang Diikuti 54.360 Peserta

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS UJIAN: Sejumlah peserta mengerjakan soal ujian SBMPTN di Medan. Besok USU menggelar UTBK SBMPTN. , Selasa (8/5) Sumatera Utara kota ke dua terbanyak peserta yang mengikuti ujian SNMPTN setelah DKI Jakarta.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
UJIAN: Sejumlah peserta mengerjakan soal ujian SBMPTN di Medan. Besok USU menggelar UTBK SBMPTN.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Universitas Sumatera Utara (USU) akan menggelar Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019 yang diikuti sebanyak 54.360 peserta yang berlangsung secara dua gelombang.

SBMPTN tahun ini, akan digelar secara Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk menguji kemampuan akademiknya pada gelombang pertama digelar pada tanggal 13 April hingga 4 Mei 2019.

Sedangkan, gelombang II yang akan dilaksanakan pada tanggal 11 Mei – 26 Mei 2019. Pelaksanaan UTBK merupakan peserta yang terdaftar pada lokasi ujian di USU dan 18 mitra kerjasama.

UTBK merupakan tahapan yang harus dilalui oleh para calon mahasiswa sebelum menjajal kemampuan di Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019. Pada pelaksanaan UTBK kali ini USU menggandeng 18 mitra kerja sama, yang terdiri atas SMKN 7 Medan, SMKN 8 MEDAN.

Kemudian, SMKN 9 MEDAN, SMKN 10 Medan, SMKS Telkom Shandy Putra, SMAS Brigjen Katamso, SMAN 1 Medan, SMAN 2 Medan, SMAN 4 Medan, SMAN 15 Medan, SMAS Santo Thomas 1 Medan, SMKS Multi Karya, YPI Miftahussalam Medan, YP Sultan Iskandar Muda Medan, SMK Dwi Warna Medan, Universitas Prima Indonesia Medan, AMIK MBP Medan.

Wakil Rektor (WR) I USU Bidang Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kealumnian, Prof Dr Ir Rosmayati, MS, melalui Kepala Kantor Humas, Promosi dan Protokoler USU, Elvi Sumanti, ST, M Hum, mengungkapkan bahwa sesi pertama UTBK dimulai pada pukul 07.30 WIB dan sesi siang dimulai pada pukul 13.00 WIB.

“Para peserta diwajibkan hadir 30 menit sebelum jadwal yang telah ditetapkan dan harus sudah mengetahui lokasi dan ruang ujian sesuai dengan yang tertera pada kartu tanda peserta UTBK 2019,” ucap Elvi kepada wartawan di Kampus USU, Kamis (11/4) siang.

Para peserta juga diimbau sudah mengetahui dengan benar seluruh tata tertib ujian. Keterlambatan dan pelanggaran terhadap tata tertib UTBK dapat mengakibatkan peserta yang bersangkutan dapat dibatalkan ujiannya.

“Diimbau kepada para peserta UTBK untuk mempersiapkan diri dengan baik dalam menghadapi ujian nantinya. Menjaga asupan makanan dan beristirahat tepat waktu agar tidak terlambat tiba di lokasi ujian, adalah dua hal yang harus diperhatikan oleh para peserta selain kesiapan mental dan ilmu pengetahuan. Karena kalau sampai terlambat satu menit pun akan merugikan peserta, karena dilarang masuk ke ruang ujian,” kata Elvi.

Sementara itu, bagi penyandang tuna netra yang akan mengikuti UTBK 2019, untuk gelombang I akan dilaksanakan pada tanggal 4 Mei 2019, pukul 07.30 WIB sampai Pukul 11.45 WIB. Sementara gelombang II pada 25 Mei 2019, pada jam yang sama. Sedangkan pelaksanaan ujian akan dilakukan di ruangan khusus. Hasil UTBK akan diumumkan sepuluh hari dari tanggal pelaksanaan ujian.

“Jumlah peserta yang akan mengikuti UTBK gelombang I sebanyak 26.186 orang, yang terdiri atas 16.764 peserta dari kelompok ujian saintek dan 9.422 dari kelompok soshum. Sementara untuk gelombang II sebanyak 28.174 orang, yang terdiri atas 16.299 peserta dari kelompok saintek dan 11.875 peserta dari kelompok soshum,” sebut Elvi.

Elvi juga mengimbau kepada semua pihak yang terkait agar dapat berperan aktif dalam menjaga suasana pelaksanaan UTBK 2019 agar berlangsung aman, tertib dan nyaman. “Saya mengingatkan bahwa selama berlangsungnya UTBK 2019 pihak luar tidak diperbolehkan untuk memasuki ruangan ujian, kecuali panitia,” pungkasnya.(gus/ila)

Tiga Anggota DPRD Medan Belum Lapor LHKPN

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tingkat kepatuhan dalam melaporkan Laporan Harta dan Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tak 100 persen, ternyata bukan hanya di pejabat Pemko Medan saja. Namun, anggota DPRD Medan juga tak seluruhnya melaporkan LHKPN tersebut.

Berdasarkan data yang diperoleh di website elhkpn.kpk.go.id Kamis (11/4) pukul 18.30 WIB, dari 250 yang wajib melaporkan sebanyak 3 orang tercatat belum lapor LHKPN. Artinya, sebanyak 247 yang melaporkan dengan persentase 94 persen.

Adapun tiga anggota dewan yang belum tersebut dari Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN), Fraksi Partai Hanura dan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS). Fraksi PAN dan PKS hanya 4 yang lapor dari 5 yang diwajibkan. Sedangkan Fraksi Partai Hanura ada 3 yang lapor dari 4 yang diwajibkan.

Meski demikian, tingkat kepatuhannya merupakan salah satu yang tertinggi dengan persentase mencapai 94 persen. Namun, persentase itu masih kalah dibanding LHKPN DPRD Pakpak Bharat, DPRD Humbang Hasundutan, DPRD Tanjungbalai, DPRD Sibolga, DPRD Gunungsitoli dan DPRD Tapanuli Selatan. Keenam lembaga legislatif kabupaten/kota di Sumut itu mencapai 100 persen tingkat kepatuhannya.

Ketua Fraksi PKS DPRD Medan, Jumadi menyayangkan ada anggota dewan dari partainya tidak lapor LHKPN tepat waktu. Padahal, sudah diimbau jauh-jauh hari untuk melaporkannya. “Siapa dari PKS? Saya kurang tahu. Namun, kita imbau agar segera melaporkan LHKPN ke KPK meski tidak tepat waktu,” katanya yang dihubungi.

Diutarakan dia, dalam pelaporan harta dan kekayaan ini semestinya dilakukan di awal bukan menjelang atau akhir batas waktu. Sebab, jutaan orang yang mengakses website tersebut sehingga akan kesulitan.

“Pelaporan LHKPN kan bukan baru kali ini tapi sudah beberapa kali. Saya saja sampai dua kali gagal melaporkan karena banyak yang mengakses, sehingga saya memilih pada waktu dini hari. Oleh karenanya, kalau mau melaporkan pada awal waktu dan jangan di akhir-akhir,” sarannya.

Sementara, Ketua Komisi C DPRD Medan Boydo HK Panjaitan menyatakan, pelaporan LHKPN bukan lagi merupakan hal yang sulit. Alasannya, bukan baru pertama kali dilakukan.

“Gak ada yang sulit kok, karena yang dilaporkan hanya harta dan kekayaan, bukan rincian nilai-nilai dari harta tersebut. Lagian, sudah dilakukan dari tahun-tahun sebelumnya. Jadi, saya rasa enggak ada yang sulit,” katanya.

Diutarakan dia, sebagai pejabat publik pelaporan LHKPN merupakan bentuk transparansi diri. Selain itu, anggota dewan merupakan bagian dari pejabat publik yang harus menjadi contoh bagi masyarakat luas. “LHKPN ini menjadi salah satu bukti legislatif transparan. Di samping itu, tidak ketinggalan teknologi karena melaporkannya secara online,” pungkasnya. (ris/ila)

Bangunan Roboh di Ringroad, Kadis Perizinan Tunggu Hasil Polisi

Sutan Siregar/sumut pos EKSKAVATOR: Dua ekskavator berada di lokasi bangunan kafe yang rubuh di Jalan Ringroad.
Sutan Siregar/sumut pos
EKSKAVATOR: Dua ekskavator berada di lokasi bangunan kafe yang rubuh di Jalan Ringroad.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemko Medan melalui dinas terkait belum bisa berkomentar banyak mengenai robohnya bangunan ruko di Jalan Ringroad, tepatnya seberang Ringroad City Walk, Medan Sunggal.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Medan, Qamarul Fatah beralasan masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian terkait ambruknya bangunan tersebut.

Sebab, peristiwa tersebut sudah ditangani aparat hukum. “Untuk menindaklanjutinya, kita masih menunggu pihak berwajib soal kenapa bangunan ini roboh,” katanya kepada wartawan, kemarin.

Pun begitu, Qamarul mengaku telah melakukan peninjauan ke lokasi untuk melihat kondisi bangunan dan rumah warga yang terimbas. Dari peninjauan tersebut, akan menyiapkan analisis yang nantinya disampaikan dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi D DPRD Medan.

“Dinas TRTB (sekarang Dinas Perkim-PR, Red) sedang memverifikasi, dari awal proses pembangunan kita harus tahu semuanya. Nanti dapat kesimpulan apa penyebabnya dan hal itu akan kita sampaikan dalam RDP dengan Komisi D (DPRD Medan),” akunya.

Terkait adanya dugaan robohnya bangunan disebabkan karena unsur kesengajaan, Qamarul belum bisa memastikan. Hal itu lantaran pihaknya belum mengetahui sejauh itu. “Belum tahu kita apa memang ada unsur kesengajaan. Pengawasan ada di Dinas Perkim, dan kita juga menunggu hasil penyelidikan polisi,” katanya lagi.

Menurut dia, jika bangunan tersebut sengaja dirobohkan, maka pihak pekerja proyek bisa dikenakan sanksi karena mengancam keselamatan warga sekitar. Namun, tidak dijelaskan sanksi apa yang dimaksud.

“Bisa saja memang bangunan ruko berdiri dengan menyalahi administrasi perizinan, karena sejumlah persyaratan teknis diduga ada yang menyalahi ketentuan. Tapi, kalau dari prosedur perizinan enggak ada masalah karena sifatnya administrasi. Tapi di dalam perizinan itu kan ada persyaratan-persyaratan teknis dan ini perlu masih dikaji kembali,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Perkim-PR Medan, Benny Iskandar hingga kini belum memberikan keterangannya sedikitpun terkait hal ini.

Sebelumnya, Komisi D DPRD Medan segera menjadwalkan pemanggilan kepada Dinas Perkim-PR Medan dan beberapa intansi terkait, mengenai peristiwa runtuhnya bangunan ruko tersebut.

Ketua Komisi D DPRD Medan, Abdul Rani mengaku direncanakan RDP dilakukan pada Selasa (16/4) pekan depan. Dalam RDP itu, turut menghadirkan Torganda Manurung sebagai pihak yang menjadi korban atas runtuhnya bangunan ruko itu.

“Kasus seperti ini enggak boleh terjadi lagi, kita akan minta setiap proses konstruksi bangunan bertingkat di Medan ini diawasi, termasuk merobohkan sendiri dengan sengaja karena semua ada aturannya,” tegas dia. (ris/ila)

Pansel Sibuk, Seleksi Direksi BUMD Tertunda

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Panitia Seleksi Anggota Direksi BUMD/Dewan Pengawas Perusahaan Daerah Aneka Industri dan Jasa Sumatera Utara, belum dapat memastikan waktu pengumuman hasil ujian tertulis kepada publik. Padahal sesuai jadwal, semestinya pada 1 April lalu tahapan tersebut sudah dilakukan.

Penundaan pengumuman hasil ujian tertulis ini diketahui berdasarkan surat nomor: 20/Pansel-BUMD/2019 pada 1 April 2019, yang ditandatangani Ketua Pansel R Sabrina dengan dalih banyaknya peserta ujian yang mengikuti tahapan tersebut.

Sekretaris Pansel Ernita Bangun saat dikonfirmasi perihal masalah ini mengakui, penundaan pengumuman hasil ujian tertulis selain karena terlalu banyak peserta yang mengikuti tahapan ini, juga mengingat kesibukan dari anggota pansel untuk menyelesaikan tugas penilaian atas jawaban yang diujikan kepada peserta.

“Kami di pansel inikan ada tujuh orang. Masing-masing dari pansel belum menyelesaikan koreksinya. Sebab semua kan punya kesibukan masing-masing juga. Sementara yang harus dinilai itu per peserta ada dua, pertama jawaban dari bentuk beberapa daftar pertanyaan dan ada juga makalah. Jumlah peserta yang ikut ada sebanyak lebih dari 100 orang. Bayangkan saja dua dikali 100 berarti ada sekitar 200 lebih jawaban yang mesti dinilai oleh pansel,” katanya menjawab Sumut Pos, Kamis (11/4).

Meski begitu, Ernita berdalih, tinggal sedikit lagi koreksi dari tim pansel atas hasil ujian tertulis tersebut. Ia menekankan dalam waktu dekat ini pihaknya segera mengumumkan hasil peserta yang lulus pada tahapan ujian tertulis.

“Setelah inikan masuk fase wawancara. Namun bapak gubernur dan bapak wakil gubernur minta, sebelum masuk fase wawancara supaya bisa dilakukan tes psikologi dulu. Kami sekarang masih mencari psikolognya lalu mensikronkan waktu mereka, setelah itu baru sekaligus diumumkan dengan hasil tes tertulis,” ujar Kepala Biro Bina Perekonomian Setdaprovsu ini.

Kata dia, dalam menentukan berapa psikolog yang dibutuhkan tersebut, pihaknya mesti membicarakan lagi kepada gubernur selaku pemegang saham BUMD dan juga tim pansel, dengan melaksanakan rapat internal.

“Ini yang sedang kami matangkan. Berapa sebenarnya kebutuhan untuk itu, kapan waktu pelaksanaan tes tersebut dilakukan dan sembari menunggu koreksi hasil tes ujian tertulis dan tim pansel. Dengan demikian sekaligus nantinya pengumuman yang kami sampaikan, sudah mencantumkan tanggal dilakukan tes psikologi,” terangnya.

Dan, lanjutnya, April ini juga seluruh tahapan tes rekrutmen direksi BUMD Sumut, akan tuntas dilakukan. “Tak sampai akhir bulan ini kalau untuk pengumuman hasil ujian tertulis. Akan kami sampaikan dalam waktu dekat ini,” pungkasnya.

Ketua Tim Pansel R Sabrina sebelumnya membenarkan bahwa ada penundaan pengumuman hasil ujian tertulis untuk rekrutmen anggota direksi BUMD/Dewas PD AIJ Sumut.

Menurutnya sejauh ini tim pansel masih bekerja untuk melakukan penilaian pada tahapan rekrutmen dimaksud.

“Kan banyak yang mesti dinilai, jumlah pesertanya juga banyak. Soal waktunya coba ditanya ke Ernita ya, dia yang tahu selalu sekretaris pansel,” ujarnya seraya menegaskan bahwa penundaan yang terjadi tidak karena adanya intevensi pihak manapun, termasuk gubernur selaku pemegang saham. (prn/ila)

Sosialisasi Pengamanan dan Pengawalan Penggunaan Dana Kelurahan, Lurah se-Medan Utara Diberi Pembekalan

Fachril/sumut pos BERSAMA: Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution, Kajari Belawan Yusnani, serta lainnya, foto bersama di sela-sela acara pembekalan Lurah se-Medan Utara.
Fachril/sumut pos
BERSAMA: Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution, Kajari Belawan Yusnani, serta lainnya, foto bersama di sela-sela acara pembekalan Lurah se-Medan Utara.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 27 lurah se -Kecamatan Medan Utara menerima pembekalan sosialisasikan tentang pengamanan dan pengawalan penggunaan dana Kelurahan di Kejaksaan Negeri (Kajari) Belawan, Kamis (11/4).

Pembekalan berlangsung di Aula Kantor Kejari Belawan, dihadiri Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution, Kajari Belawan Yusnani, Kadis Tarukim Kota Medan, Kadis PUPR Kota Medan, serta camat dan Politeknik USU.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution menyampaikan, pengunaan dana Kelurahan telah disetujui oleh Presiden RI Ir Joko Widodo. Meski pengucuran dana Kelurahan tak sebesar dana Desa.

Mengenai penggunaan alokasi dana Kelurahan telah diatur di Permendagri no 30 tahun 2014 dan dasar hukum Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 2018. Oleh karena itu, para Lurah di harapkan tak melakukan hal yang di luar kemampuannya. Soal modal pengadaan, metode pengerjaannya nanti akan disempurnakan karena belum ada di Permendagri tersebut.

Para Camat selaku Kuasan

Penguna Anggaran ( KPA) dan Lurah selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) serta Seklur selaku PPTK diharapkan dapat berjalan sesuai rencana dana ini yang merupakan stimulus untuk quick respon bagi masyarakat. “Selama ini Lurah tidak hanya sebagai tukang lapor saja, melainkan juga sebagai pelaksana karena dana Kelurahan sudah ada,” ungkap Akhyar.

Akhyar mengucapkan terima kasih kepada Kejari Belawan yang telah memfasilitasi diadakannya kegiatan sosialisasi tersebut. “Semoga amanah yang diberikan kepada pihak Camat, Lurah dan Seklur dapat dilaksanakan sebaiknya,” pesan Wakil Wali Kota Medan.

Sementara, Kajari Belawan Yusnani mengatakan, kegiatan sosialisasi ini merupakan perpanjangan tangan dari Kejagung RI agar penggunaan dana desa bermanfaat sebaiknya menuju Kelurahan yang mandiri. Ke depannya, diharapkan penggunaan dana kelurahan dengan sebaik-baiknya, hendaknya pelaksanaannya berjalan baik tidak ada penyelewengan.

“Jangan segan untuk bekordinasi pada pihak Kejari Belawan. Sehingga, pada pelaksanaan kegiatan nantinya terhindar dari penyalahgunaan. Kita berharap dana kelurahan dapat dipergunakan dengan semestinya sehingga menjadi contoh baik dalam pengerjaannya,” harap Kajari Belawan. (fac/ila)

Proyek Penimbunan Cemarkan Lingkungan di Medan Labuhan

fachril/sumut pos ANGKUT: Truk mengangkut tanah untuk proyek penimbunan di Jalan KL Yos Sudarso, Pekan Labuhan.
fachril/sumut pos
ANGKUT: Truk mengangkut tanah untuk proyek penimbunan di Jalan KL Yos Sudarso, Pekan Labuhan.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Proyek penimbunan di Jalan KL Yos Sudarso, Km 16,5, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan menimbulkan pencemaran lingkungan. Pasalnya, proyek untuk pembangunan rumah sakit itu menimbulkan kotoran tanah, sehingga pada musim panas menimbulkan polusi debu dan pada musim hujan menimbulkan kotoran percikan tanah di sepanjang Jalan Medan Belawan.

Seorang warga, Samsul Lubis mengatakan, tumpahan tanah timbun dari sejumlah truk itu telah mengganggu kenyamanan mereka. Karena, tanah liat berwarna kuning tersebut mengotori badan jalan, ceceran tanah juga menimbulkan polusi debu dan mengancam kesehatan warga sekitar.

“Kami keberatan, apalagi pada musim panas pasti debunya berhamburan. Kalau hujan, jalan pasti kotor dan licin” keluhnya, Kamis (11/4). Selain menimbulkan polusi debu, kata pria berusia 43 tahun ini, penimbunan proyek pembangunan itu telah mengotori pekarangan sekitar rumah mereka. Selain itu, tanah berserakan membahayakan pengendara.

“Pokoknya siang malam kami makan debu. Seharusnya pemerintah menegur kontraktor dan diwajibkan membersihkan badan jalan dari ceceran tanah liat karena ini sangat menggangu,” beber Samsul.

Terpisah, Lurah Pekan Labuhan, Nasir mengatakan, proyek penimbunan untuk rumah sakit itu tidak diketahui pihaknya. Karena sejauh in, pihak pengembang tidak pernah memberitahukan terkait adanya pengerjaan pembangunan di lokasi tersebut. Ia juga menduga, proyek itu tidak memiliki dokumen izin Amdal dari Pemko Medan. “Tidak ada mereka (pengembang) melapor ke kita. Saya juga sudah menegur pihak pelaksananya agar ceceran tanah itu dibersihkan, karena warga sudah merasa resah dan terganggu,” kata ungkapnya. (fac/ila)

Mien Rachman Uno, Berbagi Tips untuk OK OCE Milenial

istimewa/sumut pos BERSAMA: Caleg DPR RI Partai Gerindra, Emil Malik Ibrahim (kiri), foto bersama Mien Rachman Uno, dan Rahmat Agustiar.
istimewa/sumut pos
BERSAMA: Caleg DPR RI Partai Gerindra, Emil Malik Ibrahim (kiri), foto bersama Mien Rachman Uno, dan Rahmat Agustiar.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mien Rachman Uno, bertemu dengan Ketua Umum OK OCE Milenial, Rahmat Agustiar, dan Bendahara Umum OK OCE Milenial, Emil Ibrahim, di Jakarta, kemarin. Dalam kesempatan itu, ibu dari Calon Wakil Presiden (Cawapres) Nomor Urut 02, Sandiaga Salahudin Uno, itu berbagi sejumlah tips. Mien yakin OK OCE merupakan bagian yang sangat baik untuk para kaum milenial bergabung. Sebab, akan mampu membuka lapangan pekerjaan untuk kaum milenial menjadi seseorang seperti Sandiaga Uno.

“Sedih melihat pengangguran yang didominasi para kaum milenial. Melalui OK OCE, kita harus membumihanguskan pengangguran agar Indonesia menjadi negara bermartabat dan terhormat,” katanya saat menerima kedatangan Rahmat Agustiar dan Emil Malik Ibrahim.

Ia juga berbagi tips bagaimana menjadi enterprenuer (pengusaha) yang sukses. Menurutnya kunci menjadi pengusaha yakni untuk tidak mudah menyerah.

“Sandi itu orangnya pantang menyerah, terus maju untuk memperkuat dan membuat dirinya menghadapi apapun. Selain itu juga harus kerja keras, kerja cerdas dan kerja tuntas dan selalu ikhlas,” pesannya.

Bendahara Umum OK OCE Milenial, Emil Ibrahim, dalam kesempatan itu mengungkapkan bahwa pengangguran didominasi oleh generasi milenial.

“Melalui Rumah Siap Kerja, kami juga ingin membantu para milenial mendapatkan pekerjaan. Fokusnya adalah bagaimana menciptakan menghasilkan pengusaha yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan,” ungkap Email kepada wartawan, Kamis (12/4).

Rumah Siap Kerja, kata Caleg Gerindra Nomor Urut 10 untuk DPR-RI dari Dapil I itu, merupakan solusi dari Prabowo-Sandi untuk mengurangi tingkat pengangguran kaum muda Indonesia terutama di Sumut.

Dijelaskan cucu mantan Ketua DPRD Sumatera Utara, Mayjend (Purn) Raja Syahnan, itu bahwa Rumah Siap Kerja adalah program dan fasilitas untuk mempermudah anak-anak muda mencari pekerjaan, memberikan bimbingan karir, minat dan bakat serta mempersiapkan mereka menjadi angkatan kerja yang inovatif, kreatif dan Tangguh untuk menghadapi tantangan dunia kerja.

“Dan, itu juga tertuang juga dalam visi misi saya dalam pencalegan, yakni akan berupaya menciptakan lapangan pekerjaan, pendidikan dan kesehatan, “ ungkap Emil, yang juga punya hubungan kekeluargaan dengan mantan Presiden BJ Habibie.

Ia juga mengungkapkan bahwa kedatangan atau pertemuannya dengan ibunda Sandiaga Uno tersebut adalah untuk sowan sekaligus minta nasehat perihal niat dirinya maju sebagai caleg DPR RI.

“Tentunya sebuah kehormatan dan kebanggaan tersendiri bagi kami bisa bertemu dan mendapat ‘wejangan’ dari Buk Mien Uno. Apalagi doa dan ridho seorang ibu itu juga ridhonya Allah,” pungkas pengusaha muda itu. (adz/ila)