TERBAIK:
Yamaha Nio S terpilih sebagai ‘Best of Low Skutik’ karena memiliki desain, fitur, harga yang lebih baik.
TERBAIK: Yamaha Nio S terpilih sebagai ‘Best of Low Skutik’ karena memiliki desain, fitur, harga yang lebih baik.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Salah satu varian motor andalan Yamaha Indonesia yang menjadi pelopor ketenaran motor skutik di Indonesia, Yamaha Mio S resmi mendapatkan predikat “Best of Low Skutik” dalam ajang penghargaan Otomotif Award 2019 yang diselenggarakan pada Kamis (28/3) di Hotel Sultan, Jakarta. Penghargaan ini merupakan pembuktian bahwa Yamaha Mio S telah memenuhi kebutuhan masyarakat dengan menyesuaikan karakter anak muda yang kreatif, ekspresif, dan ingin tampil beda.
Yamaha Mio S mendapatkan penghargaan sebagai low skutik terbaik berdasarkan hasil penilaian dari segi harga, desain, fitur, teknologi, performa, dan konsumsi bahan bakar. Yamaha Mio S sebagai satu-satunya produk di kategori skutik entry level yang telah memiliki lampu LED sehingga lebih tahan lama dan lebih terang saat berkendara pada malam hari dan telah memiliki lampu hazard yang biasanya hanya terdapat pada motor premium.
Dari segi tampilan Mio S memiliki desain yang elegan, fitur yang futuristik, teknologi Blue Core yang telah teruji sehingga memiliki performa yang handal dan konsumsi bahan bakar yang irit.
Deputy GM Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Yordan Satriadi mengatakan penghargaan ini merupakan apresiasi yang luar biasa, terlebih lagi pihaknya baru saja melakukan penyegaran warna baru Mio S guna menjawab keinginan dan meningkatkan kepuasan para penggunanya.
“Terima kasih atas kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap produk Yamaha,” ujarnya.
Prestasi Yamaha Mio S dengan konsep Smart & Sophisticated patut dibanggakan, karena selama 2 (dua) tahun berturut-turut (2018-2019) Yamaha Mio S berhasil menarik perhatian masyarakat Indonesia dengan memenangkan predikat “Best of Low Skutik”. Bukti apresiasi Yamaha terhadap masyarakat Indonesia khususnya para pengguna Yamaha Mio S, tepat pada bulan lalu, Yamaha melakukan penyegaran warna Yamaha Mio S dengan lima pilihan warna baru yang unik dan menarik, antara lain Magnificent Cyan, Mesmerize Pink, Mighty Black, Mysterious Red, dan Marvelous Blue sehingga menunjang penampilan berkendara semakin stylish.
Dan kabar baik untuk masyarakat Indonesia bahwa Yamaha Mio S sang “Best of Low Skutik” akan hadir untuk meramaikan acara Blue Core Yamaha Motor Show 2019 di 10 kota Indonesia. Rasakan sensasi berkendara bersama Yamaha Mio S warna baru dan bawa pulang Yamaha Mio S pilihanmu dengan harga spesial! (rel/ram)
SAMBUTAN:
Managing Director Epson Indonesia, Shimizu Tomoya saat memberikan kata sambutan pada acara Epson Projector Solution Showcase, belum lama ini.
SAMBUTAN: Managing Director Epson Indonesia, Shimizu Tomoya saat memberikan kata sambutan pada acara Epson Projector Solution Showcase, belum lama ini.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Epson optimis menghadapi tahun 2019 untuk menaikkan kembali pasar proyektor dan menguasai market share. Karena, teknologi yang terus meningkat, membuat permintaan proyektor terus bertambah. Bahkan kini, hampir semua segmen menggunakan proyektor untuk mempermudah pekerjaan dan rapat.
Managing Director Epson Indonesia, Shimizu Tomoya mengatakan, fiskal year 2018 yang berakhir Maret lalu, Epson menguasai pasar dengan market share 37,3 persen. Termasuk untuk pasar global dengan meraih market share 37,4 persen.
“Secara total market, Epson Indonesia mampu tumbuh 15 persen dan ini melebihi target yang kami harapkan,” ujarnya dalam Epson Projector Solution Showcase, kemarin.
Sementara itu, Zanipar Siadari, Product Marketing Visual and Printer Dept Head Epson Indonesia menambahkan, pertumbuhan tahun lalu diharapkan berlanjut di fiskal year ini. Dan dirinya optimis untuk memenuhi target tersebut.
“Tahun fiskal ini kami berharap bisa menaikkan market shate 2-3 persen atau menjadi 40 persen,” ujarnya.
Di Indonesia, pasar proyektor Epson tahun lalu mencatat penjualan 200 ribuan unit. Jumlah tersebut menjadi yang terbesar kelima dunia di bawah India. Pasar terbesar masih di Tiongkok yang mencatat penjualan satu jutaan unit.
Kontribusi pasar proyektor terbesar dari segmen edukasi yang mencapai 63 persen. Disusul segmen perkantoran, signage dan industri kreatif. Riswin Li, Sales and Marketing Division Head Epson Indonesia menambahkan, posisi market leader dengan pangsa pasar 37 persen, besarnya tiga kali lipat dari raihan peringkt dua yang hanya 12 persen.
Dalam kegiatan Epson Projector Solution Showcase, Epson menunjukkan berbagai solusi penggunaan proyektor 3LCD untuk berbagai segmen. Epson memberikan wawasan mengenai penerapan teknologinya yang menghadirkan proyeksi gambar lebih hidup dan kecerahan warna tiga kali lebih tinggi dibandingkan proyektor 1-chip DLP yang ada di pasaran, serta tak menimbulkan efek pelangi yang bisa merusak mata. (rel/ram)
Foto: Istimewa
Ketum NasDem, Surya Paloh Saat Menghadiri Kampanye Akbar di Kaltim.
Foto: Istimewa Ketum NasDem, Surya Paloh Saat Menghadiri Kampanye Akbar di Kaltim.
KALTIM, SUMUTPOS.CO – Sepekan menjelang pelaksanaan Pemilu serentak 2019, Ketua Umum (Ketum) Partai NasDem Surya Paloh menutup rangkaian safari kampanye akbar tahap kedua Partai NasDem di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim). Dalam kesempatan tersebut, Surya berpesan agar para elite bangsa dapat sportif menghargai nilai-nilai pertandingan dalam Pemilu.
“Mari kita bersama-sama membangun persaingan yang sehat maju bertanding dengan sportif menghargai hasil pertandingan,” ujar Surya di hadapan ribuan kader dan simpatisan NasDem yang memenuhi Dome Balikpapan Sport and Convention Center, Rabu (10/4).
Surya melanjutkan, tidak ada gunanya Indonesia mengadakan Pemilu jika hanya menimbulkan pertikaian dan sikap saling benci satu sama lain. Perbedaan pilihan dalam Pemilu merupakan hal wajar yang harus saling dihormati.
“Untuk apa bertanding bila diawali dengan pikiran saling benci yang mengancam kesatuan. NasDem ingin mengajak kesadaran bersama berkompetisi bisa saling menghargai pihak yang menang dan kalah,” tuturnya.
Surya juga mengingatkan agar tidak perlu ada lagi elit bangsa yang melakukan provokasi negatif dengan tujuan mengejar ambisi kemenangan dalam Pemilu. Ia juga meminta semua pihak untuk bersama-sama menghormati keberadaan penyelenggara Pemilu dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
“Hentikan provokasi delegitimasi pada penyelenggara Pemilu. Provokasi tersebut merusak dan tidak membangkitkan semangat kita sebagai bangsa yang besar,” pungkasnya.
Ketum NasDem, Surya Paloh Saat Menghadiri Kampanye Akbar di Kaltim.
NasDem juga mengajak semua elite bangsa untuk mampu menjaga perkataan dengan perbuatan. Sama-sama terlibat menjaga kerukunan dan keberagaman sebagai anugerah terbesar yang telah diwarisi oleh para pendiri bangsa.
“Jangan menghasut dan coba-coba menganggu ketentrama kita sebagai satu bangsa yang telah diperjuangkan oleh para pejuang. Tugas kita ialah menjaga dan merawat kebhinekaan,” ungkapnya.
Di Provinsi Kaltim, NasDem menargetkan memperoleh minimal 7 kursi DPRD Kabupaten Kota, 3 kursi DPRD Provinsi, dan 2 kursi DPR-RI.
Sebelum menutup safari kampanye tahap keduanya di Balikpapan, Surya Paloh telah menyinggahi tiga provinsi yakni Sumatera Utara, Jawa Timur dan Bali.
Sementara pada safari kampanye tahap pertama, Surya Paloh menyambangi seluruh provinsi di Sulawesi mulai dari Sulawesi Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara dan Sulawesi Tenggara.(gus)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Relawan Indonesia Jokowi (Reliji) akan mensosialisasikan pasangan Jokowi-Maruf Amin dari rumah ke rumah alias door to door. Hal ini dilakukan untuk semakin mengokohkan elektabilitas Jokowi-Maruf Amin yang berdasarkan berbagai lembaga survei sudah unggul untuk memenangkan Pemilu Presiden 2019.
Koordinator Nasional Reliji, Bursah Zarnubi mengatakan sosialisasi door to door mereka pilih mengingat begitu banyaknya informasi tentang keberhasilan Jokowi yang harus diketahui masyarakat.
“Banyak sekali informasi tentang keberhasilan Jokowi yang harus disampaikan kepada masyarakat,” katanya didampingi koordinayor ti. Relawan TKD Jokowi-Maruf Amin Sumatera Utara, Agus Marwan, Minggu (7/4).
Zarnubi menjelaskan, relawan yang akan mereka turunkan di Sumatera Utara saat ini berjumlah sekitar 200 orang. Mereka dibekali berbagai teknik sosialisasi door to door guna menyampaikan informasi yang benar seputar Jokowi.
“Hari ini kita gelar workshop dan pembekalan terhadap mereka,” ujarnya.
Ada beberapa materi yang akan diberikan kepada para relawan yang akan turun langsung ke masyarakat. Materi tersebut yakni penyampaian berbagai keberhasilan Jokowi dalam membangun infrastruktur yang secara langsung meningkatkan perekonomian Indonesia. Berbagai kemudahan dalam mendapat layanan kesehatan atas kebijakan pemberian Kartu Indonesia Sehat dan juga mengenai bea siswa atas munculnya Kartu Indonesia Pintar (KIP).
“Artinya kita ingin memahamkan masyarakat bahwa Jokowi sudah banyak berbuat untuk kemajuan Indonesia. Namun banyak sekali informasi bohong yang dibuat untuk memojokkan beliau. Ini yang harus kita lawan bersama,” sebutnya.
Sebagai perlengkapan, para relawan ini menurutnya akan dilengkapi dengan berbagai brosur/poster dan leaflet Jokowi. Mereka juga akan membagikan majalah ‘Tabayyun’.
“Ada 120 ribu eksemplar yang akan kita bagi. Didalamnya tentang hal-hal yang benar soal Jokowi. Jadi itu akan menghempang hoax yang terus menyerang beliau,” pungkasnya.
Selain di Sumatera Utara hak yang sama juga digelar di Pekanbaru, Aceh, Sumatera Barat, NTB, Jawa Barat, dan provinsi lainnya.(gus/azw)
Sutan Siregar/Sumut Pos
TINJAU LOKASI: Petugas BNPB Medan meninjau lokasi bangunan yang roboh di Ringroad, Senin (8/4) malam. Polisi mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam peristiwa naas tersebut.
Sutan Siregar/Sumut Pos TINJAU LOKASI: Petugas BNPB Medan meninjau lokasi bangunan yang roboh di Ringroad, Senin (8/4) malam. Polisi mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam peristiwa naas tersebut.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sat Reskrim Polrestabes Medan terus mendalami adanya kemungkinan unsur kelalaian terkait rubuhnya bangunan ruko Cafe Big White Coffee Tea Tarik, Ayam Cabe Jogja dan Venezia Refleksi Family di Jalan Ringroad/Gagak Hitam, Medan Sunggal, Senin (8/4) malamn
Hingga kemarin, sudah tujuh saksi diperiksa, termasuk pemilik cafe.
“Kita melakukan pemeriksaan tujuh orang saksi termasuk pemilik, pengawas dan pekerja serta tetangga sekitar,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira kepada wartawan, Selasa (9/4).
Putu menjelaskan, hasil pemeriksaan dari saksi belum ada indikasi bangunan itu sengaja dirobohkan. “Pemeriksaan saksi-saksi rencana bangunan itu akan ditingkatkan menjadi lima lantai, IMB (Izin Mendirikan Bangunan) sudah keluar untuk lima lantai,” jelasnya.
Kendati begitu, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik (labfor) untuk memastikan penyebab runtuhnya bangunan dan juga memastikan tidak ada korban yang tertimbun material bangunan yang roboh. “Korban saat ini masih satu orang, luka-luka,” kata Putu.
Selain itu, pihaknya juga mendalami, apakah ada unsur kelalaian dalam peristiwa itu, sebab sebelum roboh pihak pengawas sudah mengetahui adanya tanda-tanda bangunan akan roboh. “Dari sore sudah retak-retak di lantai bawah tapi hanya diganjal kayu saja,” pungkasnya.
Sementara Togaraja Manurung (75), yang rumahnya persis berada di samping gedung Big White Coffee, mengaku belum ada rencana apapun untuk mengadu atau mengajukan gugatan terhadap pemilik cafe yang diketahui bernama Acai Gunaran, atas kerusakan rumahnya. Termasuk kerugian moril yang dialaminya bersama kekuarga. Dia memilih menunggu pihak kepolisian akan bertindak seperti apa. “Sekitar tiga perempat bangunan rumah ini rusak, saya tunggu dulu seperti apa langkah pihak berwajib,” tegasnya.
Togaraja mengaku, dirinya bersama istrinya R boru Sinurat serta ketujuh anaknya sudah menempati rumah itu selama 30 tahun. Menurutnya, sejak Big White Coffee beroperasi sekira 5 tahun lalu, pemiliknya Acai tak sekalipun berjumpa serta berbicara dengannya. Kalaupun tahu dan mengenal Acai, hanya dari warga sekitar saja.
Saat hendak merenovasi Big White Coffee yang berlantai 3 menjadi 5 lantai, Togaraja mengaku, Acai tak pernah memberitahunya. Hingga peristiwa robohnya gedung tersebut terjadi dan mengakibatkan seorang putranya tertindih bongkahan batu gedung. “Tidak ada diberitahu apapun kami tentang renovasi yang akan mereka lakukan. Sejak dulu waktu pertama membangun juga begitu, kami tidak diberitahu sebagai tetangga,” ungkapnya.
Dari amatan di lokasi, dua kamar keluarga, satu kamar mandi, dapur berikut garasi rumah Togaraja rusak parah akibat runtuhan gedung Big White Coffee. Peralatan keluarga yang ada didalamnya ikut hancur berantakan.
Komisi D Panggil Dinas Perkim-PR
Menyikapi peristiwa robohnya bangunan Big White coffee, Komisi D DPRD Medan segera memanggil Dinas Perkim-PR Medan dan beberapa intansi terkait. Ketua Komisi D DPRD Medan, Abdul Rani mengaku heran, kenapa kondisi bangunan ruko yang runtuh tidak ada jarak dengan rumah milik warga lain bernama Togaraja Manurung. Hal itu diketahui setelah melakukan peninjauan ke lokasi bersama dua anggota Komisi D lainnya Parlaungan Simangunsong dan Ahmad Arif, Selasa (9/4) siang.
“Kok tidak ada jarak? Padahal sudah kita atur perdanya agar setiap bangunan itu punya jarak paling tidak 1,5 meter. Akan tetapi, pas dilihat hampir tidak ada jaraknya lagi,” ujarnya.
Ia menegaskan, kasus seperti ini jangan sampai terulang kembali. Untuk itu, Komisi D segera memanggil instansi yang layak bertanggung atas kasus tersebut. “Kita panggil Kadis Perkim-PR, Kadis Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), Camat Medan Sunggal dan Lurah Medan Sunggal untuk rapat dengar pendapat (RDP),” katanya.
Dikatakan politisi PPP ini, direncanakan rapat dengar pendapat dengan Perkim PR pada Selasa (16/4) depan. Rencananya, rapat itu akan dihadiri Togaraja Manurung sebagai pihak yang menjadi korban atas runtuhnya bangunan ruko itu. “Kasus seperti ini enggak boleh terjadi lagi, kita akan minta setiap proses konstruksi bangunan bertingkat di Medan ini diawasi, termasuk merobohkan sendiri dengan sengaja karena semua ada aturannya,” tegas dia.
Terpisah, hal senada disampaikan Sekretaris Komisi D, Ilhamsyah. Bahkan, menurut dia, jika melihat keadaan bangunannya sampai seperti ini, pasti ada yang salah dengan konstruksinya. Sebab, setiap bangunan tidak tahan terhadap tekanan dari atas. “Nanti kita di DPRD Medan akan merapatkan masalah ini agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” ujar Ilhamsyah yang sebelumnya sempat meninjau langsung ke lokasi. (ris/bbs)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sosialisasi dengan cara door to door yang dilakukan para caleg, dinilai membuka peluang terjadinya politik uang (money politics). Sebab, para caleg bisa dengan leluasa melakukan ‘transaksi’ dengan konstituen yang ditemuinya. Untuk mengelabui pengawas Pemilu, banyak istilah yang digunakan para caleg dan konstituennya untuk mengaburkan kata money politics. Salahsatunya dengan istilah ‘buah tangan’.
SAAT-SAAT menjelang hari pencoblosan dianggap menjadi kondisi yang paling rawan dalam menjaga nilai-nilai demokrasi. Pasalnya, di saat inilah banyak caleg yang ‘tebar uang’ untuk membeli suara. Namun di sebaliknya, masyarakat juga butuh dan rela ‘menjual’ suaranya demi mendapatkan sejumlah uang.
Pengamat politik dari Universitas Sumatera Utara (USU) Agus Suriadi menilai, money politics kian marak saat tahapan Pemilu tinggal menunggu hari pencoblosann
Bahkan menurutnya, cukup banyak istilah yang digunakan para caleg dan konstituennya untuk mengaburkan kata money politics ini untuk mengelabui pengawas Pemilu.
“Caleg datang menghampiri masyarakat di dapilnya. Lalu mereka bertanya dan membawa apa yang dibutuhkan masyarakat. Dengan dalih itu bukan sogokan, masyarakat dengan senang hati menerima ‘buah tangan’ yang dibawa caleg tersebut. Ini yang sering terjadi, dan seolah semua menutup mata bahwa ini bukan money politics,” kata Agus Suriadi kepada Sumut Pos, Selasa (9/4).
Menurut Agus, kondisi ini semakin mudah dan sering terjadi. Hal itu disebabkan, para caleg saat ini sudah tidak lagi melakukan kampanye terbuka tapi melakukan sosialisasi door to door, mendatangi masyarakat orang per orang serta kelompok per kelompok. “Nah, saat ketemu orang per orang itulah para caleg bisa dengan leluasa memberikan apa yang diinginkan masyarakat yang ditemuinya. Masyarakat membutuhkan, caleg pun memberi. Ini yang membuat para caleg sulit tersentuh dan ditindak saat melakukan money politics,” terangnya.
Bahkan saat ini, lanjut Agus, tidak sedikit juga yang melakukan politik uang secara vulgar. Memberikan uang dengan nominal yang sudah diatur dan disepakati kedua belah pihak, yakni caleg dan penerima. “Misalnya sudah mematokkan harga per suara, baik itu yang memberikan harganya adalah si caleg ataupun si pemilih. Tentu itu sudah sangat vulgar. Heran juga kita kalau yang seperti ini tidak tersentuh. Pihak berwenang dalam mengawasi pelanggaran seperti ini tentu tidak boleh menutup mata,” tegasnya.
Maka dari itu, sebut Agus, pihak berwenang harus terus melakukan antisipasi terkait money politics yang secara vulgar beredar di masyarakat yang mampu merusak nilai-nilai demokrasi ini. “Kalau pihak berwenang yang mengawasi dan menindak hal ini diam saja, itu sudah bahaya. Harus ada antisipasi, seperti sosialisasi kepada masyarakat bahwa tindakan hukum bila mereka terbukti menerima money politicss, walaupun mungkin praktik ini sudah mengakar di masyarakat kota sejak dulu,” tutupnya.
Senada, pengamat politik dari UMSU Sohibul Ansor Siregar menilai, politik uang tidak terlepas dari tingkat perekonomian dan pendidikan masyarakat. Menurutnya, semakin rendah tingkat pendidikan dan perekonomian masyarakat, maka semakin tinggi pula tingkat kemungkinan terjadinya serangan fajar menjelang pemilu. “Masyarakat yang berpendidikan dan memiliki tingkat ekonomi yang lebih tinggi, tentu akan lebih sulit diiming-imingi dengan uang,” katanya.
Namun kata Sohibul, ada pengecualian antara Pilpres dengan Pileg terkait serangan fajar. Menurutnya, kemungkinan terjadinya serangan fajar dalam pilpres tidak sebesar kemungkinan serangan fajar pada Pileg.
“Calon legislatif itu ada ribuan jumlahnya di seluruh Indonesia. Semua bersaing mendapatkan suara di dapilnya masing-masing. Banyak masyarakat yang bahkan tidak mengenal calegnya, namun mau memilih karena serangan fajar. Sedangkan calon Presiden hanya ada dua paslon dan tentu sangat familiar dikalangan masyarakat. Pilihannya hanya dua, itu bedanya,” ujarnya.
Menyikapi praktek kotor seperti politik uang yang terus terjadi, Juru Bicara TKD Sumut Jokowi-Ma’ruf, Sutrisno Pangaribuan menegaskan, partai politik sebagai leading sector dan peserta pemilu sangat lemah memberikan pemahaman ke arah tersebut pada masyarakat.
“Sebenarnya kalau parpol atau bagian dari parpol sendiri mau jujur, tidak akan ada masalah. Kalaupun ada masalah yang terjadi (politik uang), itu masalahnya ada di kami (parpol) bukan masyarakat. Harusnya parpol selalu memberi edukasi kepada masyarakat tentang tidak baiknya politik uang ini,” katanya.
Ia menganggap, dalam konteks ini masyarakat tidak sepenuhnya salah walau tak dapat dipungkiri cerita soal politik uang frekuensinya makin kencang jelang hari pencoblosan. “Begitupun kondisi masyarakat kita hari ini, kita harus percaya penyelenggara pemilu tetap berjalan pada rel yang mengaturnya. Dan ini tidak terjadi pada even pemilu seperti pileg dan pilpres saja, pilkada wali kota, bupati ataupun gubernur juga tetap saja ada permainan politik uang,” katanya.
Pihaknya juga enggan melihat potensi kecurangan kompetitor dalam hal bermain politik uang, dan lebih memilih fokus pada diri sendiri. Lebih terpenting lagi, menurut dia, pemahaman seperti ini harus dilakukan oleh personal kontestan itu sendiri. “Bagi saya, lebih baik tidak terpilih lagi sebagai anggota dewan daripada harus main uang. Saya sudah buktikan hal itu pada saat duduk sebagai dewan periode 2014-2019,” kata politisi PDI Perjuangan itu.
Senada, Wakil Ketua Badan Pemenangan Provinsi Sumut Prabowo-Sandi, Robert Lumban Tobing mengatakan pihaknya sangat mengecam keras praktek politik uang yang dilakukan semua caleg mereka. Termasuk dalam kaitan pilpres atau tim kampanye capres, edukasi pentingnya pemilu dilaksanakan secara langsung, bersih, jujur dan adil kepada masyarakat supaya mampu menciptakan iklim demokrasi yang baik di Indonesia.
“Kalaupun ada yang kedapatan melakukan hal seperti itu, kami sangat mendukung supaya diproses oleh hukum. Karena bagi kita kemenangan yang diraih secara jujur jauh lebih penting dibanding harus tercederai dengan kecurangan seperti politik uang,” katanya.
Zeira Salin Ritonga, caleg DPRD Sumut dari PKB menilai, money politics bukanlah cerminan demokrasi, melainkan gambaran sempitnya pikiran masyarakat yang menerima ataupun meminta money politics. “Kalau masyarakat sudah memilih caleg karena uang, jangan masyarakat itu menuntut perubahan. Mengorbankan nasibnya lima tahun ke depan demi uang yang tidak seberapa adalah cerminan betapa sempitnya pikiran masyarakat itu,” kata Zeira.
Begitu sebaliknya, tindakan money politics yang dilakukan seorang caleg juga merupakan cerminan dari ketidakmampuan caleg tersebut dalam meyakinkan masyarakat bahwa dirinya adalah seorang yang amanah dan mampu mewakili serta memperjuangkan kepentingan rakyat. “Bagi para caleg incumbent justru lebih parah lagi. Kalau caleg incumbent masih juga memakai cara-cara kotor seperti money politics untuk bisa meraih suara, itu artinya caleg tersebut tidak yakin dengan kinerja dan prestasi yang telah dilakukannya selama menjabat sebagai wakil rakyat. Atau mungkin juga caleg tersebut memang tidak punya prestasi selama bekerja,” terangnya.
Caleg Bisa Dicoret
Komisioner Divisi Hukum KPU Sumut, Ira Wirtati mengatakan, pemberian uang secara langsung oleh peserta pemilu kepada masyarakat tidak dibenarkan berdasarkan ketentuan hukum yang ada. Jika kedapatan melanggar melakukan politik uang ini, kontestan pemilu bakal dicoret dalam kepesertaan bahkan setelah ia dinyatakan terpilih.
Disebut Ira, ketentuan sanksi bagi peserta pemilu yang melakukan politik uang ada diatur dalam UU No 7/2017 tentang Pemilu, dan turunannya PKPU 23/2018 tentang Pemilu. “Yang penting nggak uang tunai. Dalam ketentuan diatur maksimal jika diuangkan itu Rp60 ribu. Dan yang dibolehkan untuk diberikan itu sudah ditentukan, seperti topi, alat tulis, baju, jadi tidak sembarangan juga,” ujarnya menjawab Sumut Pos, Selasa (9/4).
Bahkan ia mencontohkan, saking tidak dibenarkannya permainan politik uang dalam pemilu, misalkan ada pengusaha yang punya pekerja namun dihalangi untuk menggunakan hak pilih, juga bisa dikenakan sanksi. “Jadi sudah jelas semua itu ada aturan main dan sanksinya,” katanya.
Ira menambahkan, khusus politik uang yang menjadi hal klasik setiap kali even pemilu, para kontestan pemilu menjadi sektor terdepan dalam memberikan pemahaman tersebut. Artinya, melalui aturan main yang sudah disusun sebelumnya tersebut, peserta pemilu tidak dibenarkan melakukan praktek kotor macam itu.
“Bagi oknum caleg maupun peserta pemilu lainnya jika kedapatan dan terbukti melakukan money politics, maka dia bisa dicoret dari kepesertaan dalam Daftar Calon Tetap (DPT) meski sudah terpilih nantinya dan meraih suara terbanyak,” katanya.
Pembatalan sebagai kontestan pemilu, imbuh dia, jika yang bersangkutan melakukan praktek politik uang secara terstruktur, sistematis dan masif (TSM). “Dalam UU No.7 itu ada disebutkan pada salah satu pasal soal pembatalan calon sebagai peserta pemilu, namun saya gak ingat persis bunyinya apakah untuk capres ataupun calon DPD atau caleg. Yang jelas praktek politik uang sangat tidak dibenarkan,” tegasnya.
Butuhkan Peranan Masyarakat
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Deliserdang mengaku butuh peran serta masyarakat dalam mengawasi praktik money politics. Menurut Ketua Bawaslu Deliserdang, M Ali Sitorus sesuai undang-undang tentang pengawsan pemilu, Bawaslu memiliki kewenangan menerima dan menindaklanjuti laporan yang berkaitan dengan dugaan adanya pelanggaran terhadap pelaksanaan peraturan perundang-undangan yang mengahrr mengenai Pemilu. Kemudian memeriksa, mengkaji, dan memutus pelanggaran, administrasi Pemilu. Memeriksa, mengkaji, dan memutus pelanggaran politik uang.
“Bawaslu beberapa kali menggelar rapat koordinasi dengan partai politik peserta Pemilu. Agar mereka selalu taat dengan aturan perundang-undangan Pemilu. Sejak awal, Bawaslu melakukan upaya prepentif agar tidak terjadi pelanggaran kalau secara umumnya,” terang Ali.
Diterangkanya, secara khusus Bawaslu juga sudah mengingatkan kepada pengurus partai politik agar kader mereka yang ikut bertarung menuju kursi legislatif jangan menggunakan money politics atau tindakan serangan fajar. Diakui Ali, Bawaslu mengalami kendala karena kekurangan sumber daya manusia apabila melakukan pengawasan terhadap 686 Caleg yang ada. “Personel kami tentu tak cukup bila melalukan pengawasan terhadap caleg yang ada. Namun, kami melakukan pemetaan terhadap potensi yang ada,” ungkapnya.
Pemetaan potensi terjadinya serangan fajar atau aksi money politics bertujuan untuk mempermudah pengawasan. Pasalnya, Bawaslu berpendapat upaya atau tindakan menjanjikan sesuatu agar orang lain mengikuti apa yang diinginkan orang tersebut itu adalah money politics.
Sedangkan aksi serangan fajar yang dilakukan para Caleg secara sembunyi sembunyi menjadi tantangan bagi Bawaslu. Oleh itu dibutuhkan peran aktif masyarakat untuk melaporkan setiap adanya dugaan money politics atau serangan fajar. “Setiap laporan masyarakat akan diterima.Laporan itu akan diproses segerah, dimulai dari penyidikan. Bahkan sampai melakukan pemanggilan terhadap yang dituduhkan,” pungkasnya. (prn/mag-1/btr)
istimewa
MACET: Polisi mengatur lalu lintas di Jalan Medan-Berastagi yang sempat mengalami kemacetan karena pohon tumbang, Selasa (9/4).
istimewa MACET: Polisi mengatur lalu lintas di Jalan Medan-Berastagi yang sempat mengalami kemacetan karena pohon tumbang, Selasa (9/4).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Lalu lintas di Jalan Medan-Berastagi yang sempat mengalami kemacetan panjang akibat pohon tumbang, Senin (8/4) sore, sudah kembali normal. Menurut Dinas Perhubungan (Dishub) Sumut, penyebab kemacetan terjadi lantaran ada pohon tumbang yang jatuh ke badan jalan.
“Iya benar (karena ada pohon tumbang), sekarang sudah lancar dan normal lagi,” kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Sumut, Darwin Purba menjawab Sumut Pos, Selasa (9/4)n Tumbangnya pohon tersebut, selain membuat Jalan Jamin Ginting Kilometer 37 macet total, juga menimpa satu unit mobil Toyota Innova. Diduga pohon tumbang terjadi lantaran diterpa angin kencang. “Lebih pada peristiwa alam akibat angin kencang dan tidak ada korban jiwa,” imbuhnya.
Berdasarkan informasi yang pihaknya peroleh, evakuasi pohon tumbang dan mobil yang terkena reruntuhan pohon, dilakukan oleh Babinsa Koramil 03 Sibolangit dibantu warga setempat. “Kayu-kayu pohon dipotong dengan sinsau dan akhirnya berhasil diangkat dari badan jalan,” katanya.
Kepala Bidang Perencanaan dan Evaluasi Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sumut, Iswahyudi, justru tidak mengetahui kejadian tersebut. Pihaknya menyarankan untuk menanyakan hal tersebut kepada Dishub Sumut. “Coba tanya ke Dishub provinsi. Kami tidak punya info valid karena status ruas jalan adalah jalan nasional,” katanya.
Diketahui, sebatang pohon yang tumbuh di pinggir Jalan Jamin Ginting Km 35-36, atau tepatnya di Dusun I, Desa Sibolangit, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang mendadak tumbang karena diterpa angin kencang, Senin (8/4) sore. Akibatnya, satu unit mobil Toyota Innova Hitam BK 197 BW yang dikemudikan Berlin Sagala (47) warga Jalan SMA Negeri Seribudolok, Kecamatan Silima Kuta, Kabupaten Simalungun rengsek tertimpa pohon tersebut, sehingga menyebabkan dirinya dan empat penumpangnya luka-luka.
Kapolsek Pancurbatu Kompol Faidir Chan melalui Kanit Lantas Iptu Sehat Sinulingga mengatakan, dalam peristiwa ini tidak ada memakan korban jiwa. Ia menyebutkan, supir dan empat orang penumpangnya hanya mengalami luka ringan akibat terkena pecahan kaca dan kayu. “Warga sekitar yang melihat peristiwa tersebut langsung mengevakuasi supir dan empat orang penumpangnya ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan,” ungkapnya kepada wartawan.
Jalan Layang Kian Mendesak
Terkait kondisi jalan Medan-Berastagi yang kerap mengalami kemacetan, masyarakat Karo pun terus mendesak agar segera dibangun jalan tol ataupun jalan layang yang telah dijanjikan sebagai solusi alternatif pada jalur yang berstatus sebagai jalan nasional tersebut.
Ketua Komisi D DPRD Sumut, Sutrisno Pangaribuan mengamini desakan masyarakat Karo itu. Menurutnya, jalan tol atau jalan layang menuju Karo adalah nadi perekonomian bagi masyarakat Karo. “Jalur lintas Medan-Karo itu jelas menjadi nadi perekonomian masyarakat Karo. Kita sama-sama tahu masyarakat Karo itu mayoritas mata pencahariannya adalah dari pertanian, jalur Medan-Karo pun sudah menjadi akses utama mereka dalam mendistribusikan hasil pertaniannya ke Kota Medan,” ucap Sutrisno kepada Sumut Pos, Selasa (9/4).
Untuk itu, kata Sutrisno, pihaknya telah melakukan kunjungan ke kementerian PUPR untuk segera dibangunkannya jalan alternatif tersebut. Adapun jalan layang yang dimaksud itu adalah jalan layang yang menghubungkan Sembahe hingga Tahura Sibolangit. “Nanti akan terdiri dari dua sesi. Sesi pertama dari Sembahe menuju Sibolangit, tepatnya tikungan PDAM Tirtanadi Sibolangit. Lalu sesi kedua dari Sibolangit ke Tahura,” kata Sutrisno.
Saat ditanyakan kapan pastinya pemerintah akan membangun jalan layang yang disebut sebagai alternatif jalan tol Medan-Karo tersebut, Sutrisno belum dapat menjawabnya. Namun dia menegaskan, Komisi D DPRD Sumut akan terus mendesak agar permintaan itu dapat ditampung dalam APBN perubahan 2019. “Kami terus mendesak supaya permintaan kita ini ditampung di APBN Perubahan 2019, agar pembangunan jalan layang itu bisa segera terlaksana,” jelasnya.
Seperti diketahui, jalur tol Medan – Karo sudah diajukan pembangunannya oleh Komisi D DPRD Sumut kepada Komisi V DPR RI dan Kementrian PUPR. Namun, pembangunan jalan tol tersebut harus memakan dana yang sangat besar, yakni hingga triliunan rupiah. Untuk itu, sebagai solusi alternatif tambahan, jalur Medan-Karo akan dihubungkan dengan jalan layang yang terdiri dari dua sesi, yaitu sesi Sembahe – Sibolangit dan sesi Sibolangit-Tahura.
Jalan layang ini disebut lebih realistis karena dana yang dibutuhkan untuk pembangunannya jauh lebih murah, yakni berkisar Rp600 Miliar hingga Rp700 Miliar. Selain kota Berastagi yang merupakan salah satu objek yang dijadikan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), masyarakat tanah karo juga sangat membutuhkan jalan tol tersebut sebagai nadi perekonomian masyarakat. (prn/mag-1)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan surat edaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI tentang syarat bagi masyarakat yang hendak pindah memilih (melalui kepemilikan formulir A5), mengakibatkan ratusan mahasiswa di Kota Medan terancam kehilangan hak suaranya pada 17 April mendatang. Pasalnya, mereka dianggap tidak memenuhi kriteria seperti yang disyaratkan dalam keputusan MK.
Tak sedikit mahasiswa yang hendak mengurus formulir A5 di KPU Medan menelan kecewa. Bersama pegiat Pemilu berkwalitas dari Jokowi Center (JC) Sumut para mahasiswa sempat ngotot agar formulir yang diinginkan bisa didapatkan. Namun oleh komisioner KPU Medan Divisi Hukum dan Pengawasan Jefrizal, hal itu tidak diberikan. Keributan pun sempat terjadi di kantor KPU Medan, Selasa (9/4).
Kata Jefrizal, syarat untuk mendapatkan formulir A5 berdasarkan keputusan MK ada empat. Yakni, berstatus tahanan, tengah terjadi bencana alam, sakit (dibuktikan dengan surat keterangan sakit dari dokter) dan pindah bekerja (dibuktikan dengan surat dari perusahaan). “Di luar empat syarat tersebut kami tidak penuhi permintaan formulir A5,” ujarnya.
Terkait Peraturan KPU No. 9/2019 yang baru diterbitkan pada 2 April lalu, Jefrizal dan komisioner lainnya menyatakan tidak bisa melaksanakan karena belum ada petunjuk teknisnya. Karenanya, mereka masih mengacu pada keputusan MK dan surat edaran KPU No. 577.
Guna mengakomodir desakan mahasiswa, oleh komisioner Reynaldi Chair mencatat nama seluruh mahasiswa berikut nomor teleponnya. Tujuannya mereka akan dihubungi jika dalam waktu yang tersisa (satu hari lagi sampai Rabu besok, 10/4/2019), KPU RI menerbitkan juknis PKPU No. 9/2019.
“Jadi kalau nanti juknis PKPU keluar, kepada mereka akan diberikan formulir A5,” tutur Reynaldi.
Terdapat 210 mahasiswa yang ada dalam catatan Reynaldi yang menunggu diberikan formulir A5 agar dapat pindah memilih dari domisili asal ke Kota Medan. Mereka didampingi oleh JC Sumut.
“Besok (Rabu) bersama mahasiswa kami akan datang lagi ke KPU Medan mempertanyakan formulir A5 itu,” tegas salah seorang anggota JC Sumut, Indah Tobing.
Ketua Jokowi Center (JC) Sumut, Arnold Lumbangaol meminta agar KPU RI segera menerbitkan petunjuk teknis (Juknis) sebagai pelaksanaan operasional Peraturan KPU No. 9/2019 tentang Pindah Memilih. PKPU tersebut dikeluarkan pada 2 April 2019.
Sebelumnya, menyusul keputusan Mahkamah Agung No. 20/PUU-XVII/2019, KPU menerbitkan Surat Edaran No 577. Disebutkan yang boleh mendapat formulir A5 pindah memilih haruslah; terkena bencana alam, sakit (dibuktikannya dengan surat sakit dari dokter), berstatus tahanan dan menjalankan tugas pada saat pencoblosan 17 April.
Menurut Arnold, Surat Edaran KPU tidak sesuai dengan PKPU No. 9 yang lebih memberi kelonggaran bagi warga yang mengurus formulir A5. Berisi sembilan keadaan, bukan hanya empat selerti di surat edaran tersebut. Khususnya para pelajar atau mahasiswa, yang tengah bekerja serta pindah domisili. “Itu sebabnya kita meminta agar KPU RI segera menerbitkan petunjuk teknis PKPU No. 9 agar orang berhak memilih sesuai konstitusi tidak kehilangan halnya,” tegas Arnold.(bbs/adz)
FACHRIL/SUMUT POS
CEK: Pihak Bea Cukai Belawan dan TNI AL mengecek bawang merah ilegal asal Malaysia yang gagal edar, Selasa (9/4).
FACHRIL/SUMUT POS CEK: Pihak Bea Cukai Belawan dan TNI AL mengecek bawang merah ilegal asal Malaysia yang gagal edar, Selasa (9/4).
BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Petugas TNI AL melalui KRI Lepu-861 menggagalkan penyelundupan bawang merah ilegal yang dimuat dalam KM Sinar di perairan Sumatera Utara dan Aceh Tamiang, Selasa (9/4). Bawang merah ilegal dengan jumlah 4080 karung dengan berat total 38,76 ton itu, telah diboyong ke Mako Lantamal I, Belawan.
Penangkapan kapal tersebut berawal dari patroli yang dilakukan KRI Lepu-861 di sekitar perairan Sumatera Utara dan Aceh Tamiang. Petugas mencurigai kapal yang melintas dari perairan Malaysia menuju ke Aceh.
Komandan KRI Lepu-861 Mayor Laut (P) Martensyah kemudian memerintahkan pengejaran terhadap kapal itu. Sekoci KRI Lepu-861 pun dilibatkan.
Kapal bermuatan barang ilegal itu berhasil dicegah dan dihentikan. Petugas kemudian melakulan pemeriksaan dan penggeledahan terhadap dokumen.
Ternyata, para awak kapal tidak bisa menunjukkan dokumen resmi dari muatan bawang tersebut. KM Sinar yang bertonase 26 GT milik Saiful itu, dinakhodai Rahmad bersama tiga ABK warga Seruway, Aceh Tamiang.
Mereka langsung diamankan. Kemudian, barang bukti beserta awak kapal diboyong ke Mako Lantamal I.
Komandan Lantamal I, Laksma TNI Ali Triswanto, S.E, M.Si mengatakan, keberhasilan KRI Lepu-861 menggagalkan penyelundupan bawang merah ilegal dari Malaysia merupakan bentuk komitmen TNI AL dalam hal ini Koarmada I.
“Ini merupakan tugas dan tanggung jawab kita sebagai TNI AL. Dengan menindak tegas segala bentuk aktivitas ilegal melalui laut. Hal ini dilaksanakan dalam rangka Penegakkan hukum dan kedaulatan NKRI di laut,” kata Danlantamal didampingi Kepala Kanwil DJBC Sumut, Oza Olavia.
Kasus itu telah melanggar tindak pidana kepabeanan membawa barang Lartas (impor) dari Malaysia ke Indonesia.
“Melanggar UU Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan serta UU Nomor 17 tentang Pelayaran,” jelas Ali.
“Ini akan segera kita limpahkan ke Bea Cukai, karena menyangkut undang – undang kepabeanan,” pungkasnya.(fac/ala)
PADAMKAN: Warga sekitar lokasi kebakaran memadamkan api yang membakar rumah Sudarmi, Senin (8/4) malam.
PADAMKAN: Warga sekitar lokasi kebakaran memadamkan api yang membakar rumah Sudarmi, Senin (8/4) malam.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Satu unit rumah milik Sudarmi (86) di Jalan Titi Pahlawan Gang Sekolah, Martubung, Medan, terbakar Senin (8/4) malam. Seorang penghuninya ditemukan tewas kehabisan napas di dalam sumur.
“OBJEK yang terbakar 1 unit rumah semipermanen dengan persentase terbakar 95 persen. Peristiwa terjadi sekira pukul 23.45 WIB,” ujar Manajer Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Medan, Muhammad Yunus, Senin 9 April 2019.
Awalnya api muncul dari belakang rumahnya. Warga sekitar yang mengetahui itu langsung berteriak kebakaran.
Posisi pemilik rumah sedang istirahat tidur, terkejut berusaha menyelamatkan diri keluar dari rumah.
Ternyata, api terus menjilat ke seluruh dinding rumah. Api yang terus marak sempat dilakukan penyiraman dengan air seadanya.
Sejumlah mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi untuk membantu pemadaman. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 00.30 WIB.
Setelah api berhasil dijinakkan, petugas menemukan seorang penghuni rumah di dalam sumur. Suherman (55), sudah tak bernyawa.
“Tadi dia (korban) di kamar. Mungkin dia mau menyelamatkan diri lompat ke sumur. Kami tidak sempat menyelamatkannya,” teriak histeris keluarga.
Polisi menyarankan agar jenazah korban dioutopsi, namun pihak keluarga menolak untuk divisum. Akhirnya, keluarga membuat pernyataan tidak keberatan untuk dibawa otopsi ke rumah sakit.
“Tidak ada luka bakar di tubuh, jadi diduga kehabisan napas di dalam sumur,” kata Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Rosyid Hartanto, Selasa 9 April 2019.
Dugaan sementara, Suherman berupaya menyelamatkan diri ke dalam sumur sedalam 3 meter itu.
“Mungkin karena panas, untuk menghindar dari kobaran api dia masuk ke dalam sumur,” sambungnya.
Rosyid belum bisa memastikan penyebab pasti kebakaran. Pihak keluarga menduga kejadian itu dipicu korsleting.
“Tetapi kami masih menunggu hasil penyelidikan Laboratorium Forensik,” tutup Rosyid.(fac/ala)