Home Blog Page 5449

NasDem Optimistis Raih Suara Melebihi Hasil Survei

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, saat Kampanye Akbar NasDem di Sulsel.
Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, saat Kampanye Akbar NasDem di Sulsel.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Partai NasDem optimistis akan memperoleh suara lebih tinggi dari hasil survei yang dirilis oleh beberapa lembaga survei. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya menanggapi survei Indikator yang mencatat elektabilitas NasDem sebesar 5,7 Persen.

“NasDem optimistis dengan hasil ini karena 5 tahun lalu jelang Pemilu 2014 lembaga survei Indikator merilis hasil elektabilitas NasDem di angka 2,7 persen dan dapat hasil akhir 6,7 persen,” tutur Willy di Medan, Rabu (3/4) kemarin.
Dikatakan oleh Willy, kekuatan NasDem terletak pada ketokohan para caleg yang maju melalaui NasDem. Bukan terletak pada identitas partai atau tingkat keterkenalan masyarakat terhadap nama, logo, dan namar urut partai.
“karena kekuatan NasDem itu seperti fenomena Gunung Es, dengan basis party id sudah 5,7 persen ditambah dengan kekuatan figuritas caleg, NasDem bisa memperoleh suara lebih tinggi,” tutur Willy.
Willy menuturkan, NasDem tidak mendapatkan cocktail effect yang besar dari dukungan partai kepada Jokowi. Itulah alasannya mengapa NasDem menggunakan seluruh kekuatan pada figuritas caleg untuk meraup suara.
“Kami sadar itu karena partai baru yang tidak bersandar pada efek ekor jas capres,” tuturnya.
Kendati demikian, NasDem mengapresiasi hasil survei elektabilitas yang dirilis oleh Indikator. Menurutnya hasil survei tersebut meripakan sebuah rapor bayangan jelang Pemilu yang akan dilaksanakan 14 hari mendatang.
“Tentu kami bersyukur dan optimis akan memberikan lompatan besar bila baseline partai sudah diangka 5,7 persen,” paparnya.
Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh melambaikan tangan saat Kampanye Akbar NasDem di Sulsel.

Hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan adanya tren kenaikan elektablitas Partai NasDem. Pada Oktober 2018, elektabilitas Partai NasDem hanya 3,2 persen, kemudian naik menjadi 4,2 persen pada Desember 2018 dan kini menjadi 5,7 persen.

Dengan perolehan ini, menjadikan NasDem sebagai partai ketujuh yang diprediksi lolos parliamentary threshold atau ambang batas parlemen. Di bawah NasDem, ada PPP dengan elektabilitas 4,9 persen.
Sementara itu, elektabilitas tertinggi masih dipegang PDI Perjuangan dengan 24,2 persen. Disusul Gerindra 11,7 persen, Golkar 11,5 persen, PKB 8,8 persen, Demokrat 8,7 persen dan PKS 6 persen.
Sebanyak delapan partai lainnya diprediksi tak lolos parliamentary threshold. Partai tersebut adalah Perindo yang hanya 2,6 persen, PAN 2,2 persen, Hanura 1,3 persen, PSI 1,3 persen, Berkarya 0,8 persen, PBB 0,6 persen, Garuda dan PKPI masing-masing 0,2 persen.
Perolehan elektabilitas partai-partai tersebut dinilai tak akan bergerak jauh hingga hari pencoblosan pada 17 April 2019. Sebab, pemilih yang belum menentukan pilihan tinggal 9,2 persen.
“Dalam dua minggu ke depan akan sedikit perubahan,” kata Direktur Eksekutif Indikator, Burhanuddin Muhtadi saat merilis hasil survei di Kantor Indikator Politik Indonesia, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat. (gus)

Bentuk Tim Telusuri Penyebab Longsor, Gubsu Tinjau Longsor di Tanah Jawa

Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu/Imam Syahputra LONGSOR: Gubsu, Edy Rahmayadi, meninjau lokasi longsor jalan provinsi di Nagori Marubun Jaya, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Selasa (2/4/).
Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu/Imam Syahputra
LONGSOR: Gubsu, Edy Rahmayadi, meninjau lokasi longsor jalan provinsi di Nagori Marubun Jaya, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Selasa (2/4/).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pada kesempatan itu, Gubernur Edy Rahmayadi mengatakan perlunya dibentuk tim untuk mengatasi masalah tersebut. “Kita akan segera membuat tim yang akan menelusuri (sungai), sampai dapat kenapa banjir. Karena banjir ini baru mulai terjadi 2012. Sebelumnya tidak pernah banjir. Sehingga kita bisa cari solusinya. Besok tim sudah bekerja,” ujar Edy.

Dikatakan Edy, tim koordinasi akan dibentuk diketuai oleh Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Abdul Haris Lubis, dengan anggota pihak terkait. “Nanti ada dari orang perkebunan (PTPN IV), perairan, dari kehutanan. Barangkali ada hutan yang ditebang. Kita harus tahu,” katanya.

Mengenai perbaikan jalan, Edy mengatakan harus menunggu tim yang mencari tahu akar masalah banjir tersebut. “Kalau sebelum tahu sudah diperbaiki, percuma. Begitu hujan, jebol lagi. Kasihan rakyat,” katanya.

Selain meninjau jalan yang terputus, Edy juga meninjau ke lokasi bendungan yang sudah jebol, yang berjarak sekitar 500 meter dari jalan umum yang putus. Hal tersebut dilakukannya guna mencari tahu dari mana air yang datang ke arah jalan umum.

Setelah itu, Edy membuka peta skala 50.000 Pematangsiantar dan sekitarnya. Hal tersebut dilakukan guna mencari tahu dimana letak penyempitan sungai atau air yang menyebabkan terjadinya amblasnya jalan.

Ke depan, Edy berpesan kepada pihak terkait agar jangan lagi membuat pekerjaan yang sifatnya hanya sementara saja. “Kalau kalian mengerjakan pekerjaan yang sementara saja, uang habis. Begitu terus,” pesannya.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut Abdul Haris Lubis, Kepala Dinas Pendidikan Sumut Arsyad Lubis, Danramil 10/Balimbingan Kodim 0207 Leo Sianturi, Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan dan Camat Tanah Jawa Parola Sidauruk. (rel/prn)

KPU Tebingtinggi, 1.416 Lembar Surat Suara DPD Rusak

no picture
no picture

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Ribuan kertas surat suara untuk DPD (Dewan Perwakilan Daerah) untuk pemilihan di Tebingtinggi, ditemukan dalam kondisi rusak. Sedangkan kertas surat suara untuk pilihan Presiden dan Wakil Presiden, ada puluhan lembar yang rusak.

“Dari 239.369 surat suara yang diterima KPU Tebingtinggi untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden dan DPD, setelah disortir dan dilipat, ditemukan total 1.844 lembar surat suara yang rusak,” kata anggota Komisioner KPU Kota Tebingtinggi Devisi Bidang Penpem dan Penmas, Emil Sofyan, di Media Center KPU Kota Tebingtinggi, Rabu (3/4) sore.

Dari 300 kotak yang diterima KPU Tebingtinggi berisikan 119.227 surat suara untuk Pilpres, sebanyak 119.162 lembar dalam kondisi baik. Sedangkan yang rusak 65 lembar. Kekurangan sebanyak 604 surat suara.

“Untuk surat suara DPD diterima 120.142 lembar. Kondisi baik 118.726 lembar, rusak 1.416 lembar dan kekurangan 1.240 lembar surat suara,” katanya.

Penyampaian surat suara ini dituangkan dalam Berita Acara KPU No.74/PP.01./1276/KPU-Ket/IV/2019 tentang hasil sortir dan pelipatan suara Pilpres dan DPD, ditandatangani komisioner KPU Mukhlis Muktar, Emil Sofyan, dan Rudi Herwin. (ian)

Penyerapan Anggaran Rendah, Sekdako: Jangan Takut Jalankan Program

Sopian/Sumut Pos PERANAN TP4D: Sekdako Tebingtinggi, Marapusuk Siregar, memaparkan tentang peranan TP4D dalam program pembangunan di Tebingtinggi, Selasa (2/4).
Sopian/Sumut Pos
PERANAN TP4D: Sekdako Tebingtinggi, Marapusuk Siregar, memaparkan tentang peranan TP4D dalam program pembangunan di Tebingtinggi, Selasa (2/4).

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Salah satu penyebab kurang optimalnya penyerapan anggaran di daerah yang mengakibatkan terhambatnya pembangunan, adalah karena pihak yang terlibat dalam program pembangunan takut menjalankan program. Piak dimaksud yakni PA, KPA, PPK, PPTK dan Bendahara.

“Apabila kita takut melaksanakan program pembangunan, maka kita menjadi faktor penghambat dalam pembangunan, khususnya di Kota Tebingtinggi,” tegas Sekdako Tebingtinggi, Marapusuk Siregar, dalam penyuluhan hukum tentang Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) kepada para Kepala OPD, Camat dan Lurah se Kota Tebingtinggi di Balai Kota Tebingtinggi Jalan Gunung Lauser Kota Tebingtinggi, Selasa (2/4). Karena itu, Pemko Tebingtinggi menyambut baik lahirnya TP4D yang bertujuan mengawal, menjaga dan mengamankan proses penyeleng garaan pemerintahan dan pembangunan daerah.

“Hal ini dilakukan mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, pencegahan penyimpangan, pengadaan barang jasa, serta percepartan penyerapan anggaran,” kata Marapusuk. Kajari Tebingtinggi, Muhamad Novel, dalam kesempatan itu menyampaikan, sejak dibentuknya TP4D, sesuai hasil laporan Wali Kota Umar Zunaidi Hasibuan di Kantor Gubsu, tidak ada temuan BPK di Tebingtinggi. (ian)

Ciptakan Pemilu Damai, Polres Madina Gelar Tablig Akbar

ist TABLIG AKBAR: Tablig akbar yang diselenggarakan Polres bekerjasama dengan Pemkab Mandailing Natal, di Desa Mompang Julu Kecamatan Panyabungan Utara, Selasa (2/4), .
ist
TABLIG AKBAR: Tablig akbar yang diselenggarakan Polres bekerjasama dengan Pemkab Mandailing Natal, di Desa Mompang Julu Kecamatan Panyabungan Utara, Selasa (2/4).

MADINA, SUMUTPOS.CO – Meski di guyur hujan deras, ribuan umat antusias menyaksikan ceramah Ustadz Riza Muhammad, pada tablig akbar yang diselenggarakan Polres bekerjasama dengan Pemkab Mandailing Natal. Tablig Akbar digelar dalam rangka men ciptakan pemilu sejuk dan damai pada Pemilu serentak 17 April 2019 mendatang.

Tablig akbar yang diselenggarakan di Lapangan Sepakbola Desa Mompang Julu Kecamatan Panyabungan Utara, Selasa (2/4), dihadiri Wakil Bupati Madina H. Mhd. Jakfar Sukhairi Nasution, Kapolres Madina AKBP Irsan Sinuhaji, S. IK, Ketua DPRD Madina H. Marganti Batubara, SE Dandim 0212/TS, Ketua TP PKK Madina Ny Ika Desiska Dahlan Hasan, Ketua PN, Ketua NU Madina Zainal Arifin dan ribuan Masyarakat Madina.

Kapolres Madina, AKBP Irsan Sinuhaji, dalam pidatonya mengimbau masyarakat Madina agar 17 April 2019 mendatang memberikan hak suaranya dengan mendatangi Ke TPS. “Siapapun calon yang terpilih, kita akan tetap bersaudara. Jadi mari kita hindari perpecahan menjelang pemilu serentak ini,” ucapnya.

Bupati Madina Drs Dahlan Hasan melalui Wakil Bupati menyampaikan, pemilu yang damai adalah cita-cita kita bersama. “Kita tidak mau pemilu ini terjadi fitnah memitnah dan hujat menghujat,” ucapnya.

Pada acara itu, Polres Madina membagikan santunan untuk anak yatim, dan bantuan untuk pembangunan Masjid Desa Mompang Julu. Di sela-sela ceramah, Ustadz Riza Muhammad menunjuk tiga orang ibu untuk diberangkatkan ibadah umroh ke tanah suci Makkah. (mag-7)

Ribuan Jamaah Hadiri Tablig Akbar UAS

ist UAS: Al Ustaz H Abdul Somad (4 dari kiri) saat menghadiri Tablig Akbar di i Lapangan Merdeka Binjai, Selasa (2/4).
ist
UAS: Al Ustaz H Abdul Somad (4 dari kiri) saat menghadiri Tablig Akbar di i Lapangan Merdeka Binjai, Selasa (2/4).

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Ribuan masyarakat Binjai dan Langkat, menghadiri peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1440 Hijriah, di lokasi terpisah, Selasa (2/4). Di Binjai, ribuan masyarakat mengikuti tablig akbar bersama Al Ustaz H Abdul Somad (UAS) di Lapangan Merdeka Binjai. Sementara di Langkat, digelar di Masjid Raya Stabat.

Wali Kota Binjai, HM Idaham mengatakan, selama delapan tahun dirinya memimpin Kota Binjai, baru peringatan Isra Mikraj kali ini jemaah yang hadir sangat ramai. “Saya berpesan kepada masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban, agar tablig akbar ini berjalan dengan aman dan kondusif, “ pesan Walikota.

Dalam tausiahnya, Ustaz Abdul Somad menjelaskan, pelajaran dari peringatan Isra Mikraj ini adalah jangan pernah tinggalkan salat. Kota Binjai memiliki program yang luar biasa di antaranya, pengkaderan ulama, lubuk larangan, hutan larangan.

“Umat di Kota Binjai terjaga, terbukti Binjai memiliki kader ulama yang terjun ke masyarakat untuk mencerahkan umat. Saat ini kader ulama Binjai sudah masuk angkatan kedua,” ungkap Abdul Somad.

Ia juga berpesan, agar umat selalu menebar kebaikan demi mewujudkan kedamaian. “Jangan menebarkan ujaran kebencian, sebarkanlah kebaikan walaupun sebesar biji zarrah,” katanya.

Ribuan Hadir di Langkat

Sementara di Langkat, ribuan umat muslim tumpah ruah di Masjid Raya Stabat, menghadiri Tablig Akbar bersama UAS, Selasa (2/4) sekitar 10.00 WIB.

Dalam tausiahnya UAS mengambil tema tentang kesabaran. “Sabar yang paling rendah adalah ketawakalan saat ditimpa musibah. Seperti kehilangan, kebakaran, sakit, hingga kematian, yang kesemua itu merupakan takdir dari Allah Swt,” katanya.

Sabar yang lebih tinggi adalah sabar dalam melawan dosa dan sabar melawan maksiat. Seperti sabarnya seorang pemuda ganteng atas godaan wanita cantik. Atau sabarnya seorang pejabat atas ujian kedudukannya untuk menahan godaan korupsi.

Apabila kita mendapatkan musibah dalam bentuk apapun juga, maka hendaknya dihadapi dengan rasa sabar, sehingga nantinya akan memperoleh hidup yang bahagia dengan tujuan mendapatkan ridha dari Allah SWT. (ted/bam)

Muhri Fauzi Hafiz: Kontrak Politik, Cara Jitu Tolak Money Politics

Foto: Istimewa Muhri Fauzi Hafiz (kanan), Calon Legislatif DPRD Sumut dari partai Demokrat, Dapil Sumut 12 (Binjai, Langkat), nomor urut 4, usai menandatangani kontrak politik ‘tolak money politics’ dengan ibu-ibu perwiritan di kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat.
Foto: Istimewa
Muhri Fauzi Hafiz (kanan), Calon Legislatif DPRD Sumut dari partai Demokrat, Dapil Sumut 12 (Binjai, Langkat), nomor urut 4, usai menandatangani kontrak politik ‘tolak money politics’ dengan ibu-ibu perwiritan di kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Muhri Fauzi Hafiz SE MA menyebut ‘money politics’ merupakan suatu pembodohan terhadap masyarakat. Sebab, money politics adalah sebuah praktik yang menjadikan masyarakat memiliki jiwa transaksional dalam satu kepentingan bangsa ataupun kepentingan rakyat.

“Dalam urusan kepentingan bangsa ataupun kepentingan rakyat, masyarakat itu tidak boleh punya jiwa transaksional. Sedangkan money politics membuat masyarakat berjiwa transaksional. Hal itu membuat masyarakat tidak mau memilih secara objektif dan membuat masyarakat tidak melihat kualitas Caleg itu, tetapi lebih kepada apa untung atau ruginya memilih Caleg itu secara pribadi, bukan secara kepentingan bangsa,” ucap Calon Legislatif DPRD Sumut dari Partai Demokrat, Dapil 12 (Binjai, Langkat) dengan nomor urut 4, Muhri Fauzi Hafiz kepada Sumut Pos, Rabu (3/4).

Muhri mengungkapkan, hatinya sangat miris saat melihat masih ada masyarakat yang rela mengorbankan nasibnya dan nasib bangsanya selama lima tahun ke depan demi sejumlah uang yang nominalnya sangat tidak sebanding dengan kepentingan rakyat.

“Miris kita melihat fenomena ini, nasibnya selama lima tahun ke depan menjadi terabaikan hanya karena hal itu,” ujarnya.

Untuk itu, kata Muhri yang saat ini menjabat sebagai Ketua Komisi A DPRD Sumut dari Fraksi Demokrat, dirinya saat ini ingin maju kembali sebagai anggota legislatif di DPRD Sumut di bawah Partai Demokrat.

Muhri pun merasa terpanggil dan langsung melakukan kontrak politik sebagai bentuk perlawanannya terhadap ‘money politics’ di daerah pemilihannya.

“Saya melakukan kontrak politik ini justru agar saya tidak terjebak dalam praktik-praktik money politics. Kontrak politik adalah cara jitu untuk menolak praktik money politics. Karena, sebenarnya kehadiran calon anggota legislatif yang bertemu dengan masyarakat itu adalah untuk memberikan semangat dan motivasi, berikut juga pengetahuan kepada masyarakat bahwa lembaga DPRD itu bukan hanya urusan ‘serangan fajar’ ataupun berapa banyak uang yang mau dia berikan untuk bisa terpilih. Tetapi bagaimana dia bisa meyakinkan masyarakat bahwa dia adalah orang yang mampu dalam melakukan tugasnya untuk mengawasi jalannya pemerintahan. Membela kepentingan rakyatnya agar kebijakan pemerintah tetap menjadi kebijakan yang pro rakyat,” terang Muhri.

Hingga saat ini, Muhri pun telah melakukan kontrak politik dengan 35 perwiritan di belasan desa di Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat.

“Dalam kontrak politik itu saya tekankan empat poin. Pertama, saya mendukung dan mengawal program-program untuk kemaslahatan umat, mulai dari pendidikan agama melalui masjid, madrasah, dan pengajian di perwiritan ibu-ibu. Kedua, mengembangkan potensi perekonomian di Kecamatan Bahorok melalui sektor pariwisata, pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan. Ketiga, mendukung program perwiritan ibu-ibu yang ada di Kecamatan Bahorok. Dan terakhir, mendukung upaya-upaya dan program pemerintah dalam memberantas peredaran narkoba yang bisa mengakibatkan rusaknya generasi muda Islam di Kecamatan Bahorok,” pungkasnya. (mag-1/azw)

Isu Lingkungan jadi ‘Mainan’ LSM Asing

ist Raden Muhammad Syafii
ist
Raden Muhammad Syafii

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Isu-isu negatif tentang lingkungan, sering dimanfaatkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) asing untuk melemahkan posisi Indonesia di mata internasional. Beberapa isu lingkungan yang paling santer digunakan LSM asing menggunakan ‘tangan’ LSM lokal di antaranya, perusakan hutan dan terancamnya habitat orang utan di Indonesia, khususnya Sumut.

“Bahkan, kampanye negatif itu telah mengganggu proyek-proyek strategis pembangunan nasional seperti PLTA Batangtoru di Tapsel, Sumut dan PLTA Tempur di Gayo Luwes, Aceh. Ini harus menjadi perhatian serius dari pemerintah,” kata anggota DPR RI Raden Muhammad Syafii, yang akrab disapa Romo ini kepada Sumut Pos, Selasa (2/4).

Karenanya, politisi Gerindra ini meminta kepada pemerintah Indonesia untuk tidak memberi celah sedikitpun kepada LSM asing memainkan isu-isu lingkungan ini, demi kepentingan mereka.

“Harus diakui kalau LSM asing khususnya dari Eropa dan Amerika, mereka solid memperjuangkan kepentingan negaranya, meski harus mengorbankan negara lain,” katanya.

Umumnya, kata Romo, isu lingkungan yang ‘digoreng’ itu tentang perambahan hutan atau alih fungsi hutan menjadi perkebunan sawit.

“Yang jadi pertanyaan, apa mereka sudah benar-benar menjaga hutan mereka? Kita disuruh menjaga hutan karena sebagai paru-paru dunia, sementara hutan mereka saja belum tentu terjaga,” ketusnya.

Begitu juga dengan habitat orang utan. “Mereka sibuk ingin menyelamatkan orang utan, sementara ada pembantaian manusia tanpa perikemanusiaan, mereka diam saja,” tegasnya.

Menurut Romo, dalam membangun infrastruktur kelistrikan ini, tentunya pemerintah telah melakukan kajian yang matang dan mendalam serta sesuai dengan Standart Operasional Prosedur (SOP) yang ada. Sudah barang tentu, proyek nasional itu tidak boleh mengabaikan Amdal. Dan yang paling penting, jangan sampai mengabaikan hak-hak dan kepentingan masyarakat umum.

“Jika ini diabaikan, isu ini juga bisa dimanfaatkan asing untuk melemahkan Indonesia. Makanya terkadang, banyak amunisi asing untuk menyerang negara kita akibat ulah pemerintah kita sendiri,” tandasnya. (adz)

Dituding Remas Payudara, Sumardin Tewas Dimassa

IST/SUMUT POS LEBAM: Sumardin tewas dengan wajah lebam-lebam. Pria ini diamuk massa karena dituding meremas payudara seorang wanita.
IST/SUMUT POS
LEBAM: Sumardin tewas dengan wajah lebam-lebam. Pria ini diamuk massa karena dituding meremas payudara seorang wanita.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dituding meremas payudara seorang wanita, Sumardin (26) tewas diamuk massa. Warga Jalan Karya Karsa Dalam, Kelurahan Karang Berombak, Medan Barat tewas di rumah sakit karena luka pukulan benda tumpul.

Informasi di Mapolsek Medan Barat menyebut, Sumardin dianiaya oleh tiga orang pria. Para pelaku tak senang karena Sumardin dituduh meremas payudara perempuan yang diketahui saudara dua orang pelaku. Kapolsek Medan Barat, Kompol Choky S Meliala membenarkan informasi itu.

“Sudah kita amankan para pelaku. Modus pemukulan karena korban katanya meremas payudara adik pelaku berinisial EDS di kawasan Jalan Karya sambil mengendarai sepedamotor,” ungkap Choky didampingi Kanit Reskrim Iptu Herison Manullang.

Tak terima, ketiga pelaku lalu mendatangi korban di Jalan Sekata, Lorong 6, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat. Kemudian langsung melakukan penganiayaan sampai korban tak berdaya, sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Dalam kasus ini, polisi sudah mengamankan setidaknya dua pelaku. Di antaranya, Bahriansah (22) warga Tembung dan Deni Rahmadan (23) warga Jalan Karya Suka Dame, Medan Barat. Sementara seorang lagi Zulkifli (35) warga Pasar 8, Letda Sujono masih buron.

“Ketiga pelaku ini adalah keluarga EDS, Bahriansyah sepupu, sementara Zulkifli dan Deni abang dari EDS. Menurut kedua pelaku, korban memang terkenal nakal,” jelasnya.

Dalam kasus ini, Choky menyebutkan, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa sepasang sepatu hitam korban, helm milik korban, serta satu potong jeket coklat milik pelaku atas nama Bahriansyah saat melakukan penganiayaan.

Kepada polisi, kedua korban mengaku penganiayaan bermula, ketika korban, nekat meremas payudara EDS, Selasa (2/4) sekitar pukul 18.30 WIB.

“Terlepas benar tidaknya aksi korban, aksi kedua pelaku tidak bisa dibenarkan. Keluarga korban pun tak terima dan melaporkan ke kita. Sempat korban dirawat di Rumah Sakit Imelda. Tapi karena hantaman benda tumpul yang parah di kepalanya, korban tewas,” pungkas Choky.(dvs/ala)

Cinta Segitiga SPG Popok Bayi Berujung Maut, Tak Terima Diputuskan, Terdakwa Habisi Nyawa Korban

DIKAWAL: Sofyan Wahid, pembunuh Indri Lestari, dikawal jaksa setelah selesai menjalani persidangan.
DIKAWAL: Sofyan Wahid, pembunuh Indri Lestari, dikawal jaksa setelah selesai menjalani persidangan.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Indri Lestari (40) yang tewas mengenaskan dengan luka tusukan sebanyak 22 liang memiliki paras yang cantik. Namun sayang, hidupnya tidak seindah parahnya. Ia ditemukan tewas mengenaskan dalam keadaan bugil.

Indri menjadi korban pembunuhan dan pencurian. Pelakunya Sofyan Wahid. Ia sukses melarikan sepedamotor korban.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Binjai kembali menggelar sidang pembunuhan dengan Terdakwa Sofyan Wahid (39) di Ruang Cakra, kemarin (2/4). Sidang kali ini beragenda mendengar keterangan saksi dari adik sepupu korban, Markos Prastia warga Simpang Kramat, Binjai Selatan.

Ketua Majelis Hakim, Fauzul Hamdi Lubis memimpin jalannya sidang. “Korban kakak sepupu saya yang ditemukan tewas di Perumahan Wahidin. Itu rumah saya,” ujar Markos, saksi tambahan yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nova Sebayang dalam sidang usai diambil sumpahnya.

Secara pribadi, saksi tidak mengenal terdakwa. Markos sekarang menetap di Simpang Keramat, Binjai Selatan.

“Dari awal tahun 2016 sampai Agustus 2018 saya di rumah itu (TKP penemuan jasad korban). Lalu pindah,” ujar dia.

Selama rumah kosong, ujar Markos, korban yang selalu membersihkannya. Artinya, korban yang merawat rumah tersebut. “Semua barang dibawa. Kasur saja yang ditinggal di kamar belakang,” ujar saksi.

Dedy, hakim anggota I dipersilahkan Ketua Majelis Hakim bertanya kepada Markos. Sepengetahuan Markos, korban hanya berteman-teman saja dengan terdakwa.

“Saya nggak kenal sama dia (terdakwa). Setahu saya bekawan-bekawan saja. Kedekatannya dari kapan, saya juga enggak tahu,” kata Markos.

Mendengar itu, Hakim Dedy berusaha menggali lebih dalam keterangan saksi. “Ceritakan sesungguhnya, saudara sudah disumpah. Biar terang benderang kasus ini,” ujar Hakim Dedy.

Akhirnya Markos mengaku, korban dan terdakwa sudah berpacaran.

“Awalnya dia (terdakwa) mengaku lajang (kepada korban). Belakangan diketahui sudah ada bini (istri). Terus karena tahu, kakak sepupu (korban) saya meninggalkan dia,” ujar Markos.

“Sesudah itu, tidak ada cerita lagi kakak sepupu. Dia juga berusaha nelpon terus, tapi nggak dijawab kakak saya,” sambung Markos.

Korban tahu bahwa pelaku sudah memiliki istri saat akan bertunangan. “Untuk berfikir nikah, enggak pernah tahu saya. Karena ketahuan sudah ada istri, enggak jadi (bertunangan). Kakak saya yang memutuskan,” ujar saksi.

Karena ketahuan sudah berstatus sebagai kepala keluarga hingga ditinggalkan, kata Markos, terdakwa mengancam korban.

Terlebih lagi, korban juga merajut hubungan asmara dengan Roy yang tinggal di Tanahseribu, Binjai Selatan. Hubungan dengan Roy dirajut korban usai memilih putus dari terdakwa. Uniknya, Roy dan terdakwa bekerja di tempat yang sama sebagai Sekuriti PT Musimas. “Kalau kau sama orang lain, saya bunuh kau,” ujar Markos menirukan ucapan korban yang sedikit mencurahkan isi hatinya kepadanya.

Menurut saksi, Roy bermukim di Jalan Sei Batanghari, Lingkungan V, Kelurahan Tanahseribu, Binjai Selatan. Saksi menambahkan, awal mula korban kenal dengan Roy ketika terdakwa meminjam telepon genggam milik Roy.

Saat itu, terdakwa tidak memiliki pulsa untuk menghubungi korban. Uniknya lagi, Roy pernah merajut hubungan asmara sebelum korban berpacaran dengan terdakwa.

“Saya jarang jumpa sama Roy. Setelah kejadian, ada jumpa. Tapi enggak pernah (Roy) cerita tentang korban,” ujar Markos.

Bahkan, sambung Markos, Roy menyempatkan diri datang ke rumah duka saat malam tahlilan. Saat itu, menurut saksi, Roy terus menangis. “Tidak ada cerita tentang dia (korban) waktu tahlilan,” aku Markos.

Markos menyebut, korban berkepribadian baik. Menurut Markos, kakak sepupunya juga tidak cantik dan tidak jelek pula. Dia menduga, yang jatuh hati kepada kakaknya adalah Roy. Selain Roy, tidak ada.

Mendengar keterangan saksi, Hakim Dedy meminta agar JPU Pengganti Benny Surbakti dapat menghadirkan Roy sebagai saksi tambahan.

“Roy ada kemungkinan pemicu. Roy dapat dijadikan saksi tambahan. Tolong dihadirkan ya Pak Jaksa,” jelas Hakim Dedy dalam persidangan.

“Bisa jadi, episode macam film-film itu. Cinta segitiga. Roy kawan terdakwa bertugas di Musimas,” tambah Hakim Dedy.

Usai saksi mendengar keterangan, majelis hakim mempersilahkan terdakwa menanggapi. “Tidak benar pak. Saya sama dia kenal. Bahkan minta tolong sama saya waktu dia (saksi) enggak pulang-pulang,” ujar terdakwa berkilah.

Terdakwa Sofyan menjalani sidang pertama dari tahan lainnya. “Sidang ditutup yang dilanjutkan pada 9 April 2019 dengan agenda mendengarkan keterangan saksi Roy,” ujar Ketua Majelis Hakim sembari mengetuk palu tiga kali.

Dengan mendapat pengawalan ketat petugas kepolisian, Terdakwa Sofyan langsung dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Binjai usai sidang.

Diketahui, korban yang berstatus janda anak satu ditemukan tewas bersimbah darah dalam keadaan bugil di Perumahan Royal Wahidin Blok E, Jalan Danau Batur, Kelurahan Sumbermulyo Rejo, Binjai Timur, Minggu (21/10) lalu. (ted/ala)