Home Blog Page 5450

Usai Bercinta, PSK Curi Tiga Motor ‘Pasien’

tEDDY/SUMUT POS INTEROGASI: Petugas Polsek Medan Baru menginterogasi PSK yang doyang ‘ngembat’ motor ‘pasiennya’.
tEDDY/SUMUT POS
INTEROGASI: Petugas Polsek Medan Baru menginterogasi PSK yang doyang ‘ngembat’ motor ‘pasiennya’.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketagihan mencuri, wanita pekerja seks komersial (PSK) ditangkap polisi. Tika warga Jalan Setia Budi, Medan ini ditangkap petugas Polsek Medan Baru karena beberapa kali mencuri sepedamotor dari pria hidung belang usai menikmati tubuhnya.

Kapolsek Medan Baru, Kompol Martuasah Tobing yang dikonfirmasi mengatakan, tersangka diringkus Tim Pegasus Polsek Medan Baru atas laporan kehilangan salah satu pelanggannya.

Diterangkan Martuasah, tersangka mencuri sepeda motor usai melakukan kencan dengan pelanggannya. Kemudian, Tika menyuruh ‘pasiennya’ itu pergi ke kamar mandi untuk bersih-bersih.

“Selanjutnya, pelaku mengambil kunci kendaraan milik korban dan melarikan sepedamotor yang diparkirkan di hotel tempat mereka berada,” ujar Martuasah, Selasa (2/4)

Kata Martuasah, Tika ditangkap atas laporan dari korban SY (24) warga Jalan Pintu Air 1 No. 118-B Medan Johor. Saat itu, korban berjumpa dengan pelaku pada Jumat 25 April 2019 malam di Jalan Sei Wampu Medan.

“Usai nego harga, korban dan pelaku kemudian menuju hotel Citra Sari. Usai bersetubuh, pelaku kemudian meminta korban mandi. Saat itu lah pelaku menjalankan aksinya,” urai Kapolsek.

Tika sendiri ditangkap petugas Minggu (31/3) lalu. Polisi berhasil mengetahui keberadaan pelaku di daerah Pajak USU saat sedang berbelanja.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik, Tika mengakui kalau dirinya sudah tiga kali melakukan pencurian sepedamotor dengan modus yang sama.

Aksi itu dilakukannya mulai dari 22 Januari, 28 Januari dan 22 Februari 2019. Ketiga korbannya pun juga ternyata telah membuat laporan ke polisi. “Untuk aksi yang pada tanggal 28 Januari 2019 atas nama korban inisial SAI. Lokasinya di Hotel Citra Jalan Wahid Hasyim. Kerugian sepeda motor jenis Yamaha Lexi dijual seharga Rp3 juta kepada penadah di Delitua,” urai Martuasah.

“Kemudian tanggal 22 Januari 2019 korban AAS, lokasi di Hotel Menara Jalan Gatot Subroto. Kerugian 1 unit Yamaha N Max juga dijualnya di Delitua seharga Rp3 Juta,” urai Martuasah.

Terakhir tanggal 23 Febuari 2019 atas nama korban MI. Lokasi di Hotel Sianjur Jalan Wahid Hasyim, kerugian Honda Beat dijual seharga Rp 2 Juta di Deli Tua.(dvs/ala)

Robi Anugrah Marpaung: Anak Tukang Jahit Merajut Impian

Foto: Istimewa Robi Anugrah Marpaung SH MH
Foto: Istimewa
Robi Anugrah Marpaung SH MH

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Calon Anggota Legislatif (caleg) DPR-RI, Robi Anugrah Marpaung SH MH merupakan anak pasangan dari keluarga Alm Hasmin Marpaung dan Farida Ariani Lubis.

Berlatar belakang dari keluarga yang memiliki usaha menjahit, tidak menyurutkan usaha orang tuanya untuk menyekolahkannya ke pendidikan yang lebih tinggi.

Berkat usaha dan kerja keras sang ayah, anak kedua dari enam bersaudara ini, kini telah menjadi pengacara sukses. Iapun telah memiliki kantor sendiri, RAM Law Office yang berkedudukan di Jakarta.

“Saya ini anak tukang jahit. Bapak saya ini meninggalkan harta warisan itu, lima mesin jahit. Selain dia memberikan cara berpikir dan ilmu pengetahuan dia meninggalkan warisan mesin jahit. Dia bilang, kalian ini saya ajarkan menjahit tapi bukan untuk menjadi tukang jahit, siapa tau aja. Jadi kami semuanya bisa menjahit,” ungkapnya saat ditemui Sumut Pos, beberapa waktu lalu.

Robi bercerita, setiap kali pulang ke rumah, dirinya selalu sedih melihat mesin jahit. Ia terkenang dengan perjuangan ayahnya yang mampu membesarkan dan menyekolahkannya bermodal mesin jahit tersebut.

“Karena saya melihat orang tua saya, berusaha mencari nafkah terus memberikan fasilitas pendidikan bagi anaknya,” kata pria tamatan Fakultas Hukum Universitas Islam Sumatera Utara (FH UISU) ini.

Caleg Partai Golkar nomor urut 4, Dapil Sumut I ini menyampaikan kepada pendukungnya, bersedia memberikan fasilitas mesin jahit bagi yang berminat menekuninya.

“Syaratnya nggak boleh main-main, saya akan siapkan guru menjahit, saya siapkan tempat, gratis. Kalau sudah bisa menjahit, dengan catatan dia sudah bisa mengukur, memotong, saya akan siapkan tempat beserta alat kelengkapannya,” ucap Robi.

Bagi pria lulusan Magister ilmu hukum Universitas Jayabaya Jakarta ini, ucapan ini bukan sekadar janji manis belaka. Selain 4 program miliknya, di antaranya memberikan jaminan perlindungan hukum, jaminan kesehatan, beasiswa dan modal kerja, berjalan dengan syarat dirinya terpilih menjadi anggota DPR-RI periode 2019-2024.

“Insya Allah saya lakukan. Kalau perlu bukti, sampai detik ini saya melakukan itu. Pertama jaminan perlindungan hukum, saya baru menangani 62 karyawan pabrik kayu di Patumbak, di PHK sepihak. Sampai detik ini saya belum merasakan uang karyawan itu, karena saya tulus membantu,” pungkasnya. (man/azw)

Profil:

Nama: Robi Anugrah Marpaung SH MH

Istri: Primahkota Handiska Harahap

Anak: Raihana Anugrah Marpaung, Rolando Anugrah Marpaung dan Reihana Anugrah Marpaung

Pendidikan:

  1. SD Taman Pendidikan Islam (TPI) Medan
  2. MTS Nurhasanah Medan
  3. MAN 3 Medan
  4. Sarjana (S1) FH UISU Medan
  5. Sarjana (S2) FH Universitas Jayabaya Jakarta

Pekerjaan:

  1. Lembaga Bantua Hukum (LBH) Medan
  2. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Jakarta
  3. Munarman Doak Law Firm Jakarta
  4. Owner RAM Law Office Jakarta
  5. Owner RAM School Patumbak, Deliserdang
  6. Dewan Pembina Yayasan Lembaga Bantuan Hukum RAM Indonesia (YLBH-RAM) Jakarta.

PAD Pajak Progresif Menuju Sumut Bermartabat

PAJAK KENDARAAN: Sejumlah warga mengantre untuk memperpanjang STNK di Samsat Polda Sumut, Medan, Sumatera Utara, Rabu (4/1).
PAJAK KENDARAAN: Sejumlah warga mengantre untuk memperpanjang STNK di Samsat Polda Sumut, Medan, Sumatera Utara, Rabu (4/1).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pajak kendaraan bermotor (PKB) merupakan salah satu sektor primadona bagi pendapatan asli daerah (PAD) Pemerintah Provinsi Suma­tera Utara. Tak bisa dipungkiri, bahwa setiap tahun, sektor PKB menjadi penyumbang terbesar pembangunan baik aspek infrastruktur, kesejahteraan sosial dan ekonomi untuk provinsi terbesar di luar Pulau Jawa ini.

Di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur, Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah, Pemprovsu ingin menggenjot peningkatan proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) senilai Rp18 triliun pada 2023 mendatang. Salah satu sektor yang akan dimaksimalkan yaitu, PAD dari PKB dan juga Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Jika diakumulasi selama lima tahun, minimal Pemprovsu mesti menghimpun Rp600 miliar per tahun guna merealisasikan target dimaksud.

Memang, tak hanya dari sektor itu saja PAD Pemprovsu baru mampu terhimpun setiap tahun sebesar Rp600 miliar. Sebab masih ada lagi sektor lain dari Pajak Air Permukaan (PAP) yang bernilai fantastis, Rp1,1 triliun lebih (sesuai target BPPRD TA 2018). Itu pun jika PT Indonesia Aluminium (Inalum) legowo membayar kewajibannya pada Pemprovsu, setelah dinyatakan kalah oleh Pengadilan Pajak Jakarta.

Terobosan baru yang dalam waktu dekat bakal Pemprovsu lakukan adalah mengoptimalkan pajak progresif kendaraan bermotor melalui kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP. Pemanfaatan nomor induk kependudukan (NIK) sebagai upaya mendeteksi setiap wajib pajak ini, hampir rampung digagas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dengan Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD). Nantinya, dalam implementasi atas program baru ini, BPPRD sebagai salah satu unsur Tim Pembina Samsat akan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman bersama Disdukcapil.

Kepala BPPRD Sumut Sarmadan Hasibuan melalui Kabid PKB, Victor Lumbanraja mengakui, MoU yang akan pihaknya jalin dengan Disdukcapil Sumut bertujuan agar ke depan PAD sektor PKB progresif ini mampu dioptimalkan. Di samping itu, pihaknya juga ingin meminimalisir BBNKB kedua atau tembak KTP, sehingga upaya si wajib pajak untuk menghindar dari pajak progresif sudah terkunci.

“Sebab sudah by NIK semua. Jadi tembak KTP dalam pembayaran pajak ke depan bisa kita kurangi. Kalau dia coba ganti alamat dan sebagainya, NIK-nya ‘kan tetap. NIK tersebut pun jika diinput, langsung keluar identitas diri si pemilik kendaraan bermotor. Keluar langsung berapa banyak jumlah kendaraan bermotor yang dia miliki. Semangatnya adalah bagaimana meng-update identitas kendaraan bermotor melalui NIK atau e-KTP sebagai potensi penerimaan daerah,” katanya kepada Sumut Pos, Senin (25/3) lalu.

Selama ini, ungkap Victor, nomor polisi sebagai basis data kepemilikan kendaraan bermotor hanya dibarengi nama dan alamat. Dengan adanya kerja sama dengan Disdukcapil, identitas kepemilikan kendaraan itu sudah terdeteksi melalui NIK. Dalam NIK sendiri, sudah memuat identitas diri seperti nama, alamat, tanggal lahir dan keterangan lainnya. “Identitas yang selama ini terdeteksi kalau dari regiden kepolisian ada nomor polisi, nomor casis dan rangka mesin kendaraan. Tapi kalau dari sisi pajak kita lihat dari NIK-nya. Sehingga dengan NIK pajak progresif tidak bisa terhindarkan lagi, akan kena. Itu sih semangatnya,” ujarnya.

Pihaknya mengharapkan metode ini bisa diterapkan dengan objek pajak lainnya. Sehingga melalui satu kartu sudah bisa mengakomodir semua data potensi pajak yang ada. Selain itu ke depan, BPPRD sudah mendorong Bank Sumut supaya bisa menerapkan aplikasi e-Commerce lainnya sebagai transaksi pembayaran pajak. “Jadi kita permudah semuanya. Sekarang kan sudah enggak zaman lagi bawa uang banyak-banyak. Kalau pajak kendaraan kita cuma Rp200 ribu atau Rp300 ribu masih bisalah diletak di dompet. Tapi kalau sudah sampai Rp10 juta bahkan Rp20 juta, ‘kan lebih aman debit. Jadi berbarengan dengan e-KTP, kita akan lanjut ke transaksi nontunai,” katanya.

Program NIK dalam optimalisasi PKB progresif akan mulai dijalankan tahun ini juga. Saat ini, draf MoU sedang dipelajari lebih komprehensif oleh kedua instansi, sebelum ditandatangani bersama April ini. Setelah sistem antara BPPRD dan Disdukcapil cocok, maka akan digabungkan dengan data kepemilikan kendaraan bermotor. “Rencana kita awal April sudah teken MoU antara Tim Pembina Samsat yakni Ditlantas Polda Sumut, kepala BPPRD dan PT Jasa Raharja dengan kepala Disdukcapil. Setelah itu sudah bisa jalan sembari evaluasi kelemahan sistemnya di mana. Tahun ini juga kami optimis sudah berjalan,” katanya.

Optimisme mendulang PAD lebih maksimal dari sektor tersebut, mengingat target PKB dan BBNKB BPPRD Sumut meningkat pada tahun ini, yakni Rp 1,9 triliun dari tahun sebelumnya Rp 1,7 triliun. Sedangkan target BBNKB sebesar Rp 1,3 triliun dari sebelumnya Rp 1,1 triliun. “Artinya ada kenaikan (target) Rp 200 miliar dari 2018. Ini yang perlu kami amankan dan harus dikawal dengan berbagai upaya,” katanya.

Big Data

Kadisdukcapil Sumut Ismael Sinaga mengungkapkan, secara petunjuk teknis, data mereka dan BPPRD Sumut sudah siap alias tidak ada kendala. Selanjutnya tinggal disinkronisasi ke operator atau ahli informasi teknologi (IT) Kementerian Dalam Negeri, variabel-variabel apa saja yang mau dimasukkan.

“April ini kami akan ke Kemendagri untuk menyinkronkan data-data yang dibutuhkan. Harus ketemu dengan orang IT di sana untuk menyikronkan pada Sistem Informasi Administrasi Penduduk (SIAP),” katanya, Minggu (31/3).

Dijelaskan dia, gagasan ini semangatnya untuk pemanfaatan big data melalui e-KTP. Khususnya dalam pemanfaatan data SIAP. Terobosan seperti ini menurut dia bukan cuma dikerjasamakan kepada BPPRD Sumut saja. Melainkan seperti dengan organisasi perangkat daerah (OPD) lain, yakni Dinas Pendidikan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online.

“PPDB online juga akan berbasis NIK. Ini akan secara paralel kita laksanakan. Begitupun dengan Dinas Sosial yang juga sudah kita dorong membuat aplikasi sesuai fungsi mereka. Setelah itu kita sinkronkan dengan aplikasi SIAP. Kalau nanti berbasis NIK akan kelihatan semua, juga sebenarnya tidak harus untuk pembayaran pajak progresif. Selain OPD pelayanan bisa juga pada OPD teknis ataupun terkait kebijakan,” katanya.

Program SIAP ini sudah pihaknya kampanyekan mulai tingkat nasional hingga kabupaten/kota di Sumut. Diharapkan masing-masing OPD terkait dengan pelayanan ataupun menyangkut kebijakan membuat kanal/aplikasi untuk menyedot atau ekspor data dari SIAP.

“Kanal ini bermaksud sebagai pintu masuk data. Misalkan kita ingin mengecek melalui aplikasi Sidalih (Sistem Informasi Data Pemilih) KPU, kan di situ ada tertera NIK. Jika dimasukkan NIK kita tentu akan keluar kita terdaftar apa enggak sebagai pemilih. Nantinya (kerja sama bayar pajak progresif, Red) ini, terlebih dahulu kita yang tanamkan data kependudukan dalam kanal atau aplikasi tersebut. Jadi kita tidak bisa baca punya orang lain atau main tembak (KTP) lagi. Disitu akan keluar si A punya berapa kendaraan. Hal ini berlaku sama dengan kanal lain yang mau dirancang OPD. Kami siap fasilitasi ke pusat sebab pengelola data inikan adanya di Kemendagri,” katanya.

Manfaat e-KTP

Seperti dikutip dari situs Kemendagri dan Wikipedia, e-KTP adalah dokumen kependudukan yang memuat sistem keamanan/pengendalian baik dari sisi administrasi ataupun teknologi informasi dengan berbasis pada basis data kependudukan nasional. UU Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, yang diubah ke UU Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan, dijelaskan bahwa penduduk hanya diperbolehkan memiliki satu KTP yang tercantum NIK. NIK merupakan identitas tunggal setiap penduduk dan berlaku seumur hidup untuk warga negara Indonesia dan untuk warga asing disesuaikan dengan dengan masa berlaku izin tinggal tetap. NIK yang ada di e-KTP nantinya akan dijadikan dasar dalam penerbitan paspor, Surat Izin Mengemudi (SIM), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), polis asuransi, Sertifikat atas Hak Tanah dan penerbitan dokumen identitas lainnya.

Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2009 tentang Penerapan KTP berbasis Nomor Induk Kependudukan berbunyi: KTP berbasis NIK memuat kode keamanan dan rekaman elektronik sebagai alat verifikasi dan validasi data jati diri pendudukRekaman elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berisi biodata, tanda tangan, pas foto, dan sidik jari tangan penduduk yang bersangkutan. Rekaman seluruh sidik jari tangan penduduk disimpan dalam basis data kependudukan. Pengambilan seluruh sidik jari tangan penduduk sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan pada saat pengajuan permohonan KTP berbasis NIK, dengan ketentuan; untuk WNI dilakukan di kecamatan; dan untuk orang asing yang memiliki izin tinggal tetap dilakukan di instansi pelaksana. Rekaman sidik jari tangan penduduk yang dimuat dalam KTP berbasis NIK sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berisi sidik jari telunjuk tangan kiri dan jari telunjuk tangan kanan penduduk yang bersangkutan; rekaman seluruh sidik jari tangan penduduk sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat diakses oleh pihak-pihak yang berkepentingan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Struktur e-KTP terdiri dari sembilan layer yang akan meningkatkan pengamanan dari KTP konvensional. Chip ditanam di antara plastik putih dan transparan pada dua layer teratas. Chip ini memiliki antena didalamnya yang akan mengeluarkan gelombang jika digesek. Gelombang inilah yang akan dikenali oleh alat pendeteksi e-KTP sehingga dapat diketahui apakah KTP tersebut berada di tangan orang yang benar atau tidak. e-KTP juga dilindungi dengan keamanan pencetakan seperti relief text, microtext, filter image, invisible ink dan warna yang berpendar di bawah sinar ultra violet serta anti copy design. Penyimpanan data didalam chip sesuai dengan standar internasional NISTIR 7123 dan Machine Readable Travel Documents ICAO 9303 serta EU Passport Specification 2006. Bentuk KTP elektronik sesuai dengan ISO 7810 dengan format seukuran kartu kredit yaitu 53,98 mm x 85,60 mm.

e-KTP mempunyai keunggulan dibandingkan dengan KTP biasa/KTP nasional, antara lain identitas jati diri tunggal, tidak dapat dipalsukan, tidak dapat digandakan dan dapat dipakai sebagai kartu suara dalam Pemilu atau Pilkada (E-voting). Selain itu, sidik jari yang direkam dari setiap wajib e-KTP adalah seluruh jari (berjumlah sepuluh), tetapi yang dimasukkan datanya dalam chip hanya dua jari, yaitu jempol dan telunjuk kanan. Sidik jari dipilih sebagai autentikasi untuk e-KTP karena memiliki kelebihan-kelebihan seperti; biaya paling murah, lebih ekonomis daripada biometrik yang lain, bentuk dapat dijaga tidak berubah karena gurat-gurat sidik jari akan kembali ke bentuk semula walaupun kulit tergores, dan unik tidak ada kemungkinan sama walaupun orang kembar.

Tutup Kebocoran

Pengamat Ekonomi Gunawan Benjamin mendukung penuh kebijakan Pemprovsu ini. Menurutnya, kebijakan big data dengan menggunakan e-KTP ini akan menutup sejumlah peluang kebocoran dari sisi anggaran.

“Ini kalau kita bicara dari sisi anggaran. Akan tetapi dari sisi sosial, pemerintah akan lebih mudah untuk melakukan kontrol terhadap masyarakat. Data elektronik akan memudahkan pemerintah dalam mengevaluasi kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajibannya,” katanya.

Dengan adanya program seperti ini, imbuh dia, jelas sekali Sumut ke depan akan diarahkan menjadi wilayah yang maju dengan penerapan teknologi tinggi. Layanan transaksi keuangan masyarakat dan pemerintah menjadi lebih transparan dan akuntabel.

“Kita berharap penerapan teknologi bisa menjangkau semua kebutuhan layanan yang dibutuhkan masyarakat. Jadi semuanya akan lebih mudah diawasi. Masyarakat juga bisa melihat kinerja pemerintah secara lebih gamblang. Celah-celah penyelewengan ataupun korupsi bisa ditekan dengan penerapan teknologi seperti ini,” pungkasnya.

Kesimpulan

Negara yang mempunyai pendataan penduduk secara akurat merupakan langkah dalam pembangunan yang semakin maju. Sebagai warga negara yang baik, tentunya kita akan berpartisipasi dalam pembangunan yang diprogram oleh pemerintah. Salah satu bukti pembangunan saat ini adalah pajak dan NPWP. Manfaat pajak sebagai hal utama dalam pembangunan karena uang yang didapatkan dari masyarakat diputar dan diolah kembali untuk masyarakat dalam bentuk pengembangan pembangunan dan program-program negara lain. Sedangkan manfaat NPWP juga berguna untuk sarana dan fasilitas bersama bagi masyarakat, akan tetapi dana yang ditarik dari memiliki nilai yang berbeda tergantung dari tingkatan setrata masing-masing orang.

Seperti diketahui, adapun realisasi PKB Pemprovsu TA 2018 sebesar Rp2.018.510.162.292 atau 115,29 persen, over target dengan selisih Rp267 miliar. Sedangkan perolehan BBNKB sebesar Rp1.422.636.847.725 atau 120 persen, over target dengan selisih Rp273 miliar. Over target pada dua sektor pajak daerah tahun lalu itu, tak terlepas atas pelaksanaan program keringanan denda PKB dan BBNKB alias pemutihan oleh BPPRD. Selama program tersebut berlangsung sejak 28 November-28 Desember 2018, tercatat sebanyak 265.959 unit kendaraan bermotor yang melakukan pembayaran PKB dan BBNKB, dimana meliputi kendaraan plat hitam, kuning dan merah.

Dengan demikian, bukan hal mustahil sebenarnya bagi Pemprovsu merealisasikan target PAD sektor PKB dan BBNKB tahun ini. Apalagi melalui pemanfaatan big data e-KTP yang dikerjasamakan dengan Disdukcapil, rasanya optimalisasi khusus pajak progresif akan mampu digali. (Pran Hasibuan, Sumut Pos)

*Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba karya tulis Hari Ulang Tahun ke-71 Pemerintah Provinsi Sumatera Utara 2019.

Aldino Tinggal Selangkah, Incar Pemain PraPON

PSMS
PSMS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Selain membidik sejumlah pemain profesional, PSMS Medan juga mencari beberapa pemain muda berbakat dari Sumatera Utara. Seorang pemain yang diminati adalah gelandang Tim PraPON Sumatera Utara, Dedi Rahmad Zebua.

Dedi Rahmad Zebua merupakan pemain asal Nias Utara. Dia merupakan seorang dari 20 pemain yang sedang dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Sumatera di Bengkulu, November 2019 mendatang.

“Ya, selain beberapa pemain profesional, kami juga tertarik dengan Dedi Zebua. Pelatih sudah memberikan namanya kepada manajemen. Tinggal bagaimana melakukan negoisasi. Apakah Suharto (Pelatih PraPON Sumut) setuju dia digodok di PSMS,” ungkap Sekum PSMS Medan Julius Raja, kepada Sumut Pos, Rabu (3/4) malam.

Pria yang karib disapa King ini, menambahkan, sejauh ini baru 3 pelatih dan 6 pemain yang sudah resmi berseragam Ayam Kinantan, julukan PSMS. Selanjutnya, mereka membidik pemain lainnya, seperti Aldino Herdianto, Dede Gusmawan, Dani Pratama, Tri Handoko, dan lainnya.

King mengakui, negoisasi dengan Aldino Herdianto sudah dilakukan kemarin. Namun, belum tercapai kata sepakat. Soal harga, masih terjadi perbedaan meski sedikit. “Tawaran kami dengan kemauan dia (Aldino) masih berbeda sedikit,” bebernya.

Selain itu, Aldino masih ragu dengan isu dualisme di PSMS Medan. King menegaskan, PSMS Medan yang resmi adalah di bawah naungan PT Kinantan. “Kami sudah jelaskan, tidak ada dualisme di PSMS. Yang diakui PSSI adalah kami. Jadi pemain tidak perlu ragu. Mudah-mudahan kesepakatan dengan Aldino cepat tercapai,” harapnya.

Sementara Pelatih PSMS Medan, Abdul Rahman Gurning juga mengaku tertarik, dengan Dedi Rahmad Zebua. Dia mengatakan, sudah mengajukan nama Dedi Rahmad Zebua ke manajemen. “Sebenarnya ada 4 pemain PON yang kami minati. Selain Zebua itu, sudah duluan M Rohid, Nathanail, dan Yudha Risky, ikut seleksi bersama PSMS,” paparnya.

Meski begitu, Gurning tidak bisa memaksa jika Zebua memilih ikut PraPON daripada PSMS Medan. Apalagi dia belum mengetahui apakah pemain yang sudah memperkuat tim profesional dibolehkan tampil di PON. “Semua tergantung pemain PON itu,” katanya.

Selain Zebua, Gurning mengaku, sudah memberikan nama-nama pemain bidikan kepada manajemen. Di antara nama itu, terdapat Aldino, Dede Gusmawan, Dani Pratama, dan Tri Handoko. “Semua pemain itu sedang dalam tahap negoisasi. Mudah-mudahan cepat setuju, sehingga persiapan bisa maksimal,” harapnya.

Sementara itu, Aldino terlihat sudah di Kebun Bunga, Selasa (2/4). Ditemani istri dan anaknya, mantan pemain Mitra Kukar itu bertemu dengan beberapa pemain yang sudah resmi berkostum PSMS Medan, seperti Legimin, Syaiful Ramadhan, dan lainnya. (dek/saz)

Libatkan 35 Pelaku UMKM, Jogja Mandiri Expo 2019 Digelar di Kota Medan

Pelaku UMKM sedang melayani pengunjung yang di stand pada acara Jogja Mandiri Expo 2019 di Medan.
Pelaku UMKM sedang melayani pengunjung yang di stand pada acara Jogja Mandiri Expo 2019 di Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Jogjakarta menggelar Jogja Mandiri Expo 2019 di Atrium Manhattan Times Square, Jalan Gatot Subroto, Medan. Pameran yang berlangsung selama 5 hari (3 hingga 7 April) ini melibatkan 35 UMKM dari berbagai jenis produk.

Kepala Bidang (Kabid) Usaha Mikro Dinas Koperasi, UKM, Nakertrans Kota Jogjakarta, Rihari Wulandari mengatakan pameran ini bertajuk ‘Jogja Penuh Pesona’ sebagai sarana Pemko Jogjakarta mengambil andil untuk meningkatkan kualitas produksi UMKM Binaan.

“Kegiatan ini merupakan program Pemerintah Kota Jogjakarta. Di Medan, kegiatan ini dilaksanakan selama 5 hari, dengan melibatkan 35 UMKM. Harapan kita dapat menembus pasar tingkat nasional,” ujarnya.

Dijelaskannya, selain menghadirkan para pelaku UMKM dari Kota Jogjakarta, pihaknya juga menyediakan 5 stand untuk pelaku UMKM Kota Medan. Karena hal ini sesuai dengan tujuan dilaksanakannya kegiatan Jogja Mandiri Expo tidak hanya promosi saja, tetapi akan ada kerja sama di antara pelaku-pelaku UMKM Kota Jogjakarta dan Kota Medan.

“Alasan kita pilih Medan karena kita sudah survey, Kota Medan memang layak menjadi ajang tempat kami berpromosi, dan kita bisa menjalin kerja sama lebih baik lagi,” ungkapnya.

Untuk tahun ini, event ini diselenggarakan di dua kota, yaitu Medan dana Banjarmasin.

“Untuk Banjarmasin kita laksanakan bulan September. Hal ini dikarenakan keterbatasan waktu, jadi hanya dua kota yang kita laksanakan kegiatan ini,” ungkapnya.

Dalam pameran tersebut, Pemko Jogjakarta menghadirkan berbagai produk, seperti kuliner, fashion, dan handy craft (kerajinan tangan). Rihari menyebutkan mendapatkan atusias dari masyarakat Kota Medan membeli produk mereka.

Ia mengungkapkan pada puncak acara nantinya akan dihadiri langsung oleh Wali Kota Jokjakarta, Hariyadi Suyuti. Kemudian akan disambut selaku tuan rumah oleh Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin.

“Nantinya di acara penutupan juga akan ada fashion show. Kemungkinan nanti Ibu Wali Kota Medan, Rita Maharani, bakal ikut fashion show,” tambahnya. (gus/ram)

Printing untuk Semua Jenis Kain, Epson Perkenalkan Monna Lissa Evo Tre

ist/SUMUT POS LUNCUR: Country Manager Epson Indonesia,Shimizu Tomoya dan Manajer Regional Senior, Printer Komersial dan industri Epson Singapura, James Lim bersama rekan saat peluncuran Printing Mona Lissa Evo Tre.
ist/SUMUT POS
LUNCUR: Country Manager Epson Indonesia,Shimizu Tomoya dan Manajer Regional Senior, Printer Komersial dan industri Epson Singapura, James Lim bersama rekan saat peluncuran Printing Mona Lissa Evo Tre.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Epson Indonesia mengenalkan produk printer tekstil digital printing paling serbaguna di industrinya ke pasar Indonesia. Monna Lissa Evo Tre yang dikenalkan ini mampu meningkatkan produktivitas, presisi dan keandalan dengan cetakan berkualitas tinggi. Bisa untuk semua jenis kain dengan kualitas dan pengulangan tertinggi.

Country Manager Epson Indonesia,Shimizu Tomoya mengatakan pengenalan produk ini karena market industri ini cukup potensial unuk digarap.

“Market Indonesia di masa mendatang akan potensial dalam industri tekstil,” ujarnya.

Produk yang dijual dengan kisaran harga Rp4 M ini hadir dengan tinta Genesta berbasis air 8 warna yang dioptimalkan untuk model ini, dikembangkan Epson bekerjasama dengan For.Tex.

Tinta ramah lingkungan ditawarkan dalam formulasi dalam formulasi tinta asam, reaktif, dispersi dan pigmen, memenuhi standar kualitas tertinggi untuk keandalan dan kecepatan cetak pada semua jenja kain. Printer ini dilengkapi sistem manajemen tinta vacummed degassed untuk efisiensi maksimum untuk memastikan bahwa tak ada tinta terbuang.

James Lim, Manajer Regional Senior, Printer Komersial dan industri Epson Singapura menambahkan, kekuatan utama produk ini adalah kemampuannya mencetak pada semua jenis kain dengan kualitas terbaik. “Produk ini bisa merevolusi industri percetakan. Memberikan alternatif yang layak untuk sablon tradisional dengan mengurangi waktu produksi dan proses ramah lingkungan,” ujarnya.

Selain waktu, produk ini juga mampu memangkas biaya produksi secara drastis. Keunggulan lainnya adalah pemrosesan kain dan sistem efisien untuk memastikan kecepatan dan kualitas pencetakan yang presisi, memiliki kompatibilitas perangkat lunak yang luas dan bisa terhubung dengan semua CAD tekstil.(rel/ram)

Wujudkan Kesejahteraan Karyawan, PTPN IV Bangun 540 Rumah Dinas

ISTIMEWA BERSAMA: Dirut PTPN IV berfoto bersama tamu undangan peletakkan batu pertama pembangunan rumah dinas karyawan PTPN IV yang masih nonpermanen dan semipermanen di kebun yang terletak di Kabupaten Serdangbedagai.
ISTIMEWA
BERSAMA: Dirut PTPN IV berfoto bersama tamu undangan peletakkan batu pertama pembangunan rumah dinas karyawan PTPN IV yang masih nonpermanen dan semipermanen di kebun yang terletak di Kabupaten Serdangbedagai.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Program kerja PTPN IV tahun ini di antaranya pembangunan rumah dinas karyawan untuk menggantikan rumah dinas yang nonpermanen dan semi permanen di kebun/ pabrik.

Pembangunan ini akan dilakukan secara serentak di seluruh kebun/ pabrik di lingkungan PTPN IV dan direncanakan akan dibangun sekitar 540 rumah dinas karyawan pada tahun 2019.

“Program ini kita harapkan dapat terus berkesinambungan,” ujar Direktur Utama PTPN IV Siwi Peni seusai melakukan groundbreaking di Afdeling II Kebun Adolina Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara, Jumat (29/3) siang.

Hadir dalam acara Bupati Serdangbedagai H. Soekirman, Ketua PWI Sumatera Utara H. Hermansyah, Kajari Serdangbedagai Jabal Nur, Komandan Kodim 0204 Deli Serdang Letkol Kav. Syamsul Arifin, dan Wakapolres Serdangbedagai Kompol Henri Riston Sibarani, dan Camat Perbaungan GJW Gunawan Hasibuan, dan undangan lainnya.

Sedangkan dari PTPN IV hadir selain Siwi Peni, juga Direktur Komersil Umar Affandi, Direktur Operasional Rediman Silalahi, Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum Rizal H. Damanik, Ketua Umum SP-Bun PTPN IV Wispramono Budiman, Kepala Bagian/ Project Manajer/ General Manajer Distrik/ Pengurus IKBI PTPN IV Kebun Adolina/ Karyawan Pimpinan Kandir, Distrik, Kebun Adolina dan Calon Karyawan Pimpinan/ Karyawan-Karyawati Kebun Adolina.

Lebih jauh Siwi Peni mengatakan, bahwa pembangunan ini memang sudah direncanakan sejak Direksi menjabat.

Program tahun pertama yaitu tahun 2018 adalah perbaikan infrastruktur, tanaman, PKS dan sarana prasarana yang menunjang produksi.

Pembangunan sektor produksi diutamakan, lanjutnya, karena keuangan perusahaan didukung oleh produksi dan produktivitas yang baik. Program tahun kedua (2019) selain melanjutkan program tahun lalu juga pembangunan rumah karyawan. Saat ini masih ada sekitar 20% rumah karyawan yang masih non permanen dan semi permanen.

“Kita harus memberikan rumah yang layak kepada karyawan PTPN IV. Sebab, karyawanlah yang memberikan konstribusi kinerja pada perusahaan dan ini juga sesuai arahan dari Menteri BUMN Rini M Soemarno kepada direksi, bahwa sebagian dana perusahaan digunakan untuk membangun rumah yang layak huni kepada karyawan,” ujarnya.

Tujuan ini juga, menurutnya, agar karyawan nyaman bekerja sehingga dapat berkontribusi maksimal kepada perusahaan. Di sisi lain, dengan kinerja perusahaan yang baik maka juga akan lebih berperan kepada masyarakat.

“Kepada seluruh karyawan, mari kita awasi dan monitor bersama-sama pembangunan rumah yang akan dilakukan oleh vendor ini, agar kualitas rumah seperti yang kita harapkan atau sesuai biaya dan kualitasnya. Ini rumah kita semua, rumah perusahaan yang nantinya akan diwariskan pada generasi penerus. Tugas kita semua untuk saling mengawasi,” ajak Siwi Peni.

Sementara itu, Bupati Serdang Bedagai H. Soekirman mengapresiasi pembangunan rumah karyawan yang dilakukan PTPN IV. Alasan dia, perkebunan khususnya PTPN IV Kebun Adolina karena menjadi etalase perkebunan di Serdang Bedagai.

Pada kesempatan tersebut Soekirman juga menceritakan tentang perkembangan kebun-kebun di Kabupaten Serdang Bedagai dan dilanjutkan dengan pemberian dua buku karangan beliau. (ila/ram)

Sorot Infrastruktur Tanjunggusta, Peduli Lapangan Kerja Kaum Marjinal

Foto: Istimewa CALEG PDIP: Caleg DPRD Deliserdang nomor urut 4 dari PDI Perjuangan, Antony Napitupulu.
Foto: Istimewa
CALEG PDIP: Caleg DPRD Deliserdang nomor urut 4 dari PDI Perjuangan, Antony Napitupulu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Buruknya infrastruktur di Desa Tanjunggusta, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, mendapat perhatian serius dari Antony Napitupulu, Calon Legislatif (Caleg) DPRD Deliserdang.

Menurut caleg dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan nomor urut 4 ini, pembenahan infrastruktur seperti jalan dan drainase, perlu segera dilakukan di Desa Tanjunggusta khususnya, dan Kecamatan Sunggal pada umumnya.

“Coba lihat jalan-jalan di sini sangat jelek dan hampir tidak pernah mendapat perhatian Pemerintah Deliserdang. Belum lagi kondisi drainase yang dangkal, bahkan tidak ada. Menyebabkan ketiadaan saluran pembuangan air, yang pada akhirnya membuat jalan menjadi rusak,” katanya kepada wartawan, Rabu (3/4).

Caleg dari Daerah Pemilihan (Dapil) 4 yakni Kecamatan Sunggal, Kutalimbaru dan Pancur Batu ini mengungkapkan, selain pemkab setempat, keterwakilan legislatif dari dapil tersebut belum begitu nyata dirasakan masyarakat. “Saya akan berjuang bagaimana supaya keberadaan seorang legislatif benar-benar nyata telah berbuat dan bekerja untuk kepentingan rakyat,” ujarnya.

Bahwa legislatif itu, sambungnya, adalah perwakilan masyarakat serta harus berfungsi sebagai tempat masyarakat untuk mengadu, berdiskusi dan melakukan berbagai terobosan, dalam upaya mensejahterakan rakyat. “Oleh karena itu bila saya dipercaya dan dipilih oleh rakyat, saya akan membuat rumah aspirasi rakyat sebagai tempat untuk menampung aspirasi rakyat,” kata pria kelahiran Ambarita, 23 September 1970 ini.

“Namun perlu dipahami, kalau legislatif bukan eksekutor. Melainkan penyambung lidah rakyat. Saya akan berjuang membangun daerah saya, minimal tempat tinggal sekitar saya dengan melobi anggaran supaya masuk APBD Deliserdang,” imbuh dia.

 

Peduli Lapangan Kerja Kaum Marjinal

Tak hanya masalah infrastruktur, Antony mengaku juga akan berjuang untuk aspek pemberdayaan masyarakat. Salah satunya mengupayakan ketersediaan lapangan kerja dan peningkatan soft skill terutama bagi kaum marjinal, seperti pemulung.

“Total pemulung lebih dari 1.000 orang yang bekerja secara serabutan karena tidak memiliki keahlian. Profesi mereka akan kita kelola dengan lebih profesional dan memiliki nilai ekonomis, supaya benar-benar dapat menyejahterakan mereka,” katanya.

Begitupun soal bidang tenaga kerja, Antony sudah memetakan sebenarnya di Kecamatan Sunggal dan Pancur Batu, banyak pabrik yang beroperasi. Namun sayang, serapan sumber daya manusia (SDM) yang bekerja bukan dari masyarakat sekitar. Padahal idealnya, dia bilang, kesempatan dan peluang tersebut dapat dimanfaatkan penduduk setempat untuk memiliki pekerjaan.

“Ke depan jika saya diberi kesempatan oleh Tuhan sebagai anggota dewan, saya akan mendorong tenaga kerja atau SDM setempat menjadi pekerja di pabrik-pabrik tersebut. Selain itu tentunya, sedari awal perlu kita tingkatkan keahlian mereka supaya punya daya saing untuk mendapat tempat di pasar kerja. Minimal dengan keahlian yang sudah ada itu nantinya, mereka punya visi menjadi seorang wirausaha,” ungkap Antony sembari mengajak masyarakat di dapilnya untuk datang ke TPS, serta jangan lupa memilih caleg yang peduli kesejahteraan masyarakat. (prn)

Kampas Rem dari Kulit Kemiri, Dua Mahasiswa USU Raih Medali Emas

Wiwin dan Wahid raih 3 medali emas dan 1 piala award dari Pemerintah Rusia di ajang 22nd Moscow International Salon of Inventions and Innovative Technologies (ARCHIMEDES) di Moscow, Rusia pada 26-29 Maret 2019.
Wiwin dan Wahid raih 3 medali emas dan 1 piala award dari Pemerintah Rusia di ajang 22nd Moscow International Salon of Inventions and Innovative Technologies (ARCHIMEDES) di Moscow, Rusia pada 26-29 Maret 2019.

SUMUTPOS.CO – Dua mahasiswa dari Universitas Sumatera Utara ( USU), Winelda Mahfud Zaidan Haris (22) dan Wahid Nurhidayat (22) meraih tiga medali emas dalam ajang”22nd Moscow International Salon of Inventions and Innovative Technologies (Archimedes)” di Moscow, Rusia pada 26-29 Maret 2019.

Ajang ini bertujuan untuk menemukan inovasi baru dalam dunia industri yang potensial untuk dipatenkan dan dikembangkan secara komersial.

Dalam kompetisi ini, mereka membuat inovasi teknologi dari produk kampas rem organik yang terbuat dari kulit kemiri yang tidak terpakai. “Pada awalnya saya, Wahid, dan beberapa teman kami lainnya membuat startup Scandlenut yang bergerak di bidang teknologi maju dan menghasilkan salah satu produknya, yakni kampas rem organik,” ujar Winelda yang akrab disapa Wiwin, seperti dikutip dari kompas.com, Selasa (2/4/2019).

Wiwin mengatakan bahwa dalam startup ini, ia sebagai chief executive officer (CEO) dan founder, sementara Wahid sebagai chief technical officer (CTO). “Kami berharap dengan hadirnya kampas rem organik ini dapat mengurangi dampak dan pemakaian asbestos yang sama-sama kita tahu sangat berbahaya untuk kesehatan,” ujar Wiwin.

Asbestos merupakan serat atau fiber yang tahan api dan telah banyak digunakan di berbagai industri properti. Namun, asbestos ini bisa menyebabkan penyakit, termasuk kanker. Menurut Wiwin, di ajang inovasi teknologi ini, ia merasa lebih susah bersaing karena peserta yang berpartisipasi di tahun ini lebih banyak daripada jumlah peserta pada 2018.

“Tentunya kami merasakan susah dalam bersaing, karena memang dari negara lain jumlah dana riset yang digelontorkan sangat banyak. Tapi hal itu tidak menyurutkan optimisme kami untuk bisa menang,” ujar Wiwin, yang berkuliah di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) USU.

Ia juga mengungkapkan sebelum tampil di Rusia, mereka melakukan banyak persiapan, seperti proses pencetakan, produksi quality control, persiapan alat-alat, dan bahan untuk presentasi. Kompetisi 22nd Moscow International Salon of Inventions and Innovative Technologies (Archimedes) menyatukan 300 organisasi, peserta dari 52 wilayah federasi Rusia, dan 22 negara bagian yang berbeda yang nantinya akan mempresentasikan 1.100 penemuan dan proyek inovatif.

Dalam ajang ini, tentunya Wiwin dan Wahid mengalami kesulitan yang dihadapi ketika mempresentasikan kampas rem organik. “Salah satu lawan paling susah dari Rusia yang menciptakan teknologi pengolahan limbah pabrik yang kondisinya sangat siap untuk diimplementasi,” ujar Wiwin.

“Lawan paling susah juga dari Thailand yang produknya memang sudah siap pakai,” kata dia.

Tak hanya itu, ajang inovasi teknologi ini juga memberlakukan sistem perlombaan menggunakan scoring berdasarkan presentasi yang dipaparkan. Menurut Wiwin, proses uji coba sudah dilakukan terlebih dahulu sebelum ditampilkan atau dipresentasikan dalam ajang tersebut.

Atas pemaparan ini, Wiwin dan Wahid menerima tiga medali emas dan satu piala spesial dari Pemerintah Rusia. “Tiga medali emas itu dari Pemerintah Thailand, Pemerintah Arab Saudi, dan Pemerintah Rusia,” kata Wiwin.

Selain itu, Wiwin juga mengungkapkan bahwa dirinya dan Wahid mengikuti ajang inovasi teknologi ini atas anjuran pihak rektorat. “Pihak rektorat sangat mendukung kami baik dari segi finansial secara keseluruhan dan juga moral,” ujar Wiwin.

Sebelumnya, Wiwin dan Wahid pernah mewakili Indonesia dalam festival inovasi “Silicon Valley International Invention Festival (SVIIF)” yang diselenggarakan di Santa Clara Convention Center, San Fransisco, California, AS pada 2-4 Juli 2018. Kemudian, mereka juga menjadi urutan kedua dalam ajang inovasi “Swiss Innovation 2018” yang dihelat di Padma Resot Legian, Kuta, Bali pada 9-10 Agustus 2018. (retia/kps)

3 Hal Mistis Dialami Susy Susanti & Rekannya di Malaysia

Foto: BADMINTON INDONESIA Kabid Binpres PP PBSI Susy Susanti berbicara dalam konferensi pers jelang Indonesia Open 2018 di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (2/7/2018).
Foto: BADMINTON INDONESIA
Kabid Binpres PP PBSI Susy Susanti berbicara dalam konferensi pers jelang Indonesia Open 2018 di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (2/7/2018).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kejadian berbau mistis rupanya juga bisa terjadi dalam dunia olahraga. Hal itu dialami langsung oleh legenda bulu tangkis tunggal putri Indonesia yang kini menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti.

Pada beberapa waktu lalu, Susy bercerita bahwa ia mengalami sejumlah kejadian aneh kala bertandang ke negeri jiran tersebut. Bahkan, insidennya tergolong fatal dan membahayakan.

“Saya cuma bilang ke anak-anak, banyak doa saja. Kami semua kan punya iman,” kata Susy saat menceritakan pengalaman mistisnya di Malaysia, seperti dikutip dari kompas.com.

“Bagi atlet yang muslim, mungkin bisa membawa kitab Alquran atau tasbih. Kalau yang bergama Kristen bisa bawa rosario, dan kuat dalam berdoa,” ucap dia.

Secara kebetulan, pada pekan ini, sedang berlangsung turnamen bulu tangkis Malaysia Open 2019 di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia. Beberapa pebulu tangkis Indonesia turut berpartisipasi dalam ajang tersebut. Berikut ini tiga hal mistis yang terjadi di Malaysia berdasarkan cerita Susy Susanti:

  1. Tertahan di lift

Susy Susanti pernah mengalami insiden mendebarkan di Malaysia, yakni tertahan di sebuah lift selama sekitar 45 menit. Kala itu, Susy sedang mengikuti ajang Piala Thomas dan Uber 1988 di Kuala Lumpur.

Satu hal yang dinilai janggal oleh Susy tentang kejadian tersebut adalah angka-angka yang saling berkaitan. Saat itu, jumlah orang yang terjebak di dalam lift mencapai 13 orang, termasuk Susy. Saat mereka terjebak, lift pun sedang berada di lantai 13 dan insiden itu terjadi pada tanggal 13.

  1. Kaca kantor terjatuh ke kolam renang

Kejadian aneh tak berhenti sampai di situ. Setelah terjebak di lift bersama 12 orang lain di lantai 13 pada tanggal 13, Susy kembali mengalami hal membahayakan. Masih dalam turnamen yang sama, Susy dan para pebulu tangkis Indonesia sedang berenang. Kemudian, tiba-tiba ada kaca dari sebuah ruangan kantor yang besar menimpa mereka.

“Waktu itu kacanya besar, jatuh ke bawah dan akhirnya kena kami semua. Saya mengalami itu hanya di Malaysia,” kata Susy.

Foto: BADMINTON INDONESIA
Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Edi Subaktiar, saat mengalami cedera pada SEA Games Kuala Lumpur 2017.
  1. Ada telapak kaki besar usai cederanya dua pemain Indonesia

Pada ajang SEA Games 2017 di Malaysia, insiden cedera serius dialami dua pemain Indonesia, Edi Subaktiar (ganda campuran) dan Rosyita Eka Putri (ganda putri) yang membuat mereka tak bisa melanjutkan pertandingan. Saat itu, Edi yang berpasangan dengan Gloria Emanuelle Widjaja sedang menghadapi pasangan Malaysia, Chan Peng Soon/Cheah Yee See. Adapun Rosyita yang berduet dengan Ni Ketut Mahadewi Istarani sedang melawan Vivian Hoo/Woon Khe Wei, pasangan ganda putri Malaysia.

Bagi Susy, cedera kedua pemain itu tergolong aneh karena mereka cedera saat skor laga menunjukkan angka 5-7 (saat wakil Malaysia unggul). “Waktu itu sih di lapangan 1 tidak ada apa-apa. Tetapi saat saya melihat fotonya, entah benar atau bagaimana, saya melihat dua telapak kaki besar,” kata Susy.

Foto: BADMINTON INDONESIA
Pebulu tangkis ganda putri Indonesia, Rosyita Eka Putri.

Dari tiga kejadian tersebut, Susy tidak bermaksud membuat orang-orang takut. Menurut dia, semuanya kembali lagi ke setiap individu. Terbukti, selama mengikuti turnamen di Malaysia, Susy berhasil mengoleksi enam gelar juara. “Balik lagi saja ke kita. Di mana-mana mungkin ada juga (hal-hal mistis). Kalau kitanya kuat, tidak apa-apa. Kan masih ada Tuhan,” ujar dia. (kps)