Foto: Istimewa
CALEG PDIP: Caleg DPRD Deliserdang nomor urut 4 dari PDI Perjuangan, Antony Napitupulu.
Foto: Istimewa CALEG PDIP: Caleg DPRD Deliserdang nomor urut 4 dari PDI Perjuangan, Antony Napitupulu.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Buruknya infrastruktur di Desa Tanjunggusta, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, mendapat perhatian serius dari Antony Napitupulu, Calon Legislatif (Caleg) DPRD Deliserdang.
Menurut caleg dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan nomor urut 4 ini, pembenahan infrastruktur seperti jalan dan drainase, perlu segera dilakukan di Desa Tanjunggusta khususnya, dan Kecamatan Sunggal pada umumnya.
“Coba lihat jalan-jalan di sini sangat jelek dan hampir tidak pernah mendapat perhatian Pemerintah Deliserdang. Belum lagi kondisi drainase yang dangkal, bahkan tidak ada. Menyebabkan ketiadaan saluran pembuangan air, yang pada akhirnya membuat jalan menjadi rusak,” katanya kepada wartawan, Rabu (3/4).
Caleg dari Daerah Pemilihan (Dapil) 4 yakni Kecamatan Sunggal, Kutalimbaru dan Pancur Batu ini mengungkapkan, selain pemkab setempat, keterwakilan legislatif dari dapil tersebut belum begitu nyata dirasakan masyarakat. “Saya akan berjuang bagaimana supaya keberadaan seorang legislatif benar-benar nyata telah berbuat dan bekerja untuk kepentingan rakyat,” ujarnya.
Bahwa legislatif itu, sambungnya, adalah perwakilan masyarakat serta harus berfungsi sebagai tempat masyarakat untuk mengadu, berdiskusi dan melakukan berbagai terobosan, dalam upaya mensejahterakan rakyat. “Oleh karena itu bila saya dipercaya dan dipilih oleh rakyat, saya akan membuat rumah aspirasi rakyat sebagai tempat untuk menampung aspirasi rakyat,” kata pria kelahiran Ambarita, 23 September 1970 ini.
“Namun perlu dipahami, kalau legislatif bukan eksekutor. Melainkan penyambung lidah rakyat. Saya akan berjuang membangun daerah saya, minimal tempat tinggal sekitar saya dengan melobi anggaran supaya masuk APBD Deliserdang,” imbuh dia.
Peduli Lapangan Kerja Kaum Marjinal
Tak hanya masalah infrastruktur, Antony mengaku juga akan berjuang untuk aspek pemberdayaan masyarakat. Salah satunya mengupayakan ketersediaan lapangan kerja dan peningkatan soft skill terutama bagi kaum marjinal, seperti pemulung.
“Total pemulung lebih dari 1.000 orang yang bekerja secara serabutan karena tidak memiliki keahlian. Profesi mereka akan kita kelola dengan lebih profesional dan memiliki nilai ekonomis, supaya benar-benar dapat menyejahterakan mereka,” katanya.
Begitupun soal bidang tenaga kerja, Antony sudah memetakan sebenarnya di Kecamatan Sunggal dan Pancur Batu, banyak pabrik yang beroperasi. Namun sayang, serapan sumber daya manusia (SDM) yang bekerja bukan dari masyarakat sekitar. Padahal idealnya, dia bilang, kesempatan dan peluang tersebut dapat dimanfaatkan penduduk setempat untuk memiliki pekerjaan.
“Ke depan jika saya diberi kesempatan oleh Tuhan sebagai anggota dewan, saya akan mendorong tenaga kerja atau SDM setempat menjadi pekerja di pabrik-pabrik tersebut. Selain itu tentunya, sedari awal perlu kita tingkatkan keahlian mereka supaya punya daya saing untuk mendapat tempat di pasar kerja. Minimal dengan keahlian yang sudah ada itu nantinya, mereka punya visi menjadi seorang wirausaha,” ungkap Antony sembari mengajak masyarakat di dapilnya untuk datang ke TPS, serta jangan lupa memilih caleg yang peduli kesejahteraan masyarakat. (prn)
Wiwin dan Wahid raih 3 medali emas dan 1 piala award dari Pemerintah Rusia di ajang 22nd Moscow International Salon of Inventions and Innovative Technologies (ARCHIMEDES) di Moscow, Rusia pada 26-29 Maret 2019.
Wiwin dan Wahid raih 3 medali emas dan 1 piala award dari Pemerintah Rusia di ajang 22nd Moscow International Salon of Inventions and Innovative Technologies (ARCHIMEDES) di Moscow, Rusia pada 26-29 Maret 2019.
SUMUTPOS.CO – Dua mahasiswa dari Universitas Sumatera Utara ( USU), Winelda Mahfud Zaidan Haris (22) dan Wahid Nurhidayat (22) meraih tiga medali emas dalam ajang”22nd Moscow International Salon of Inventions and Innovative Technologies (Archimedes)” di Moscow, Rusia pada 26-29 Maret 2019.
Ajang ini bertujuan untuk menemukan inovasi baru dalam dunia industri yang potensial untuk dipatenkan dan dikembangkan secara komersial.
Dalam kompetisi ini, mereka membuat inovasi teknologi dari produk kampas rem organik yang terbuat dari kulit kemiri yang tidak terpakai. “Pada awalnya saya, Wahid, dan beberapa teman kami lainnya membuat startup Scandlenut yang bergerak di bidang teknologi maju dan menghasilkan salah satu produknya, yakni kampas rem organik,” ujar Winelda yang akrab disapa Wiwin, seperti dikutip dari kompas.com, Selasa (2/4/2019).
Wiwin mengatakan bahwa dalam startup ini, ia sebagai chief executive officer (CEO) dan founder, sementara Wahid sebagai chief technical officer (CTO). “Kami berharap dengan hadirnya kampas rem organik ini dapat mengurangi dampak dan pemakaian asbestos yang sama-sama kita tahu sangat berbahaya untuk kesehatan,” ujar Wiwin.
Asbestos merupakan serat atau fiber yang tahan api dan telah banyak digunakan di berbagai industri properti. Namun, asbestos ini bisa menyebabkan penyakit, termasuk kanker. Menurut Wiwin, di ajang inovasi teknologi ini, ia merasa lebih susah bersaing karena peserta yang berpartisipasi di tahun ini lebih banyak daripada jumlah peserta pada 2018.
“Tentunya kami merasakan susah dalam bersaing, karena memang dari negara lain jumlah dana riset yang digelontorkan sangat banyak. Tapi hal itu tidak menyurutkan optimisme kami untuk bisa menang,” ujar Wiwin, yang berkuliah di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) USU.
Ia juga mengungkapkan sebelum tampil di Rusia, mereka melakukan banyak persiapan, seperti proses pencetakan, produksi quality control, persiapan alat-alat, dan bahan untuk presentasi. Kompetisi 22nd Moscow International Salon of Inventions and Innovative Technologies (Archimedes) menyatukan 300 organisasi, peserta dari 52 wilayah federasi Rusia, dan 22 negara bagian yang berbeda yang nantinya akan mempresentasikan 1.100 penemuan dan proyek inovatif.
Dalam ajang ini, tentunya Wiwin dan Wahid mengalami kesulitan yang dihadapi ketika mempresentasikan kampas rem organik. “Salah satu lawan paling susah dari Rusia yang menciptakan teknologi pengolahan limbah pabrik yang kondisinya sangat siap untuk diimplementasi,” ujar Wiwin.
“Lawan paling susah juga dari Thailand yang produknya memang sudah siap pakai,” kata dia.
Tak hanya itu, ajang inovasi teknologi ini juga memberlakukan sistem perlombaan menggunakan scoring berdasarkan presentasi yang dipaparkan. Menurut Wiwin, proses uji coba sudah dilakukan terlebih dahulu sebelum ditampilkan atau dipresentasikan dalam ajang tersebut.
Atas pemaparan ini, Wiwin dan Wahid menerima tiga medali emas dan satu piala spesial dari Pemerintah Rusia. “Tiga medali emas itu dari Pemerintah Thailand, Pemerintah Arab Saudi, dan Pemerintah Rusia,” kata Wiwin.
Selain itu, Wiwin juga mengungkapkan bahwa dirinya dan Wahid mengikuti ajang inovasi teknologi ini atas anjuran pihak rektorat. “Pihak rektorat sangat mendukung kami baik dari segi finansial secara keseluruhan dan juga moral,” ujar Wiwin.
Sebelumnya, Wiwin dan Wahid pernah mewakili Indonesia dalam festival inovasi “Silicon Valley International Invention Festival (SVIIF)” yang diselenggarakan di Santa Clara Convention Center, San Fransisco, California, AS pada 2-4 Juli 2018. Kemudian, mereka juga menjadi urutan kedua dalam ajang inovasi “Swiss Innovation 2018” yang dihelat di Padma Resot Legian, Kuta, Bali pada 9-10 Agustus 2018. (retia/kps)
Foto: BADMINTON INDONESIA
Kabid Binpres PP PBSI Susy Susanti berbicara dalam konferensi pers jelang Indonesia Open 2018 di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (2/7/2018).
Foto: BADMINTON INDONESIA Kabid Binpres PP PBSI Susy Susanti berbicara dalam konferensi pers jelang Indonesia Open 2018 di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (2/7/2018).
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kejadian berbau mistis rupanya juga bisa terjadi dalam dunia olahraga. Hal itu dialami langsung oleh legenda bulu tangkis tunggal putri Indonesia yang kini menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti.
Pada beberapa waktu lalu, Susy bercerita bahwa ia mengalami sejumlah kejadian aneh kala bertandang ke negeri jiran tersebut. Bahkan, insidennya tergolong fatal dan membahayakan.
“Saya cuma bilang ke anak-anak, banyak doa saja. Kami semua kan punya iman,” kata Susy saat menceritakan pengalaman mistisnya di Malaysia, seperti dikutip dari kompas.com.
“Bagi atlet yang muslim, mungkin bisa membawa kitab Alquran atau tasbih. Kalau yang bergama Kristen bisa bawa rosario, dan kuat dalam berdoa,” ucap dia.
Secara kebetulan, pada pekan ini, sedang berlangsung turnamen bulu tangkis Malaysia Open 2019 di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia. Beberapa pebulu tangkis Indonesia turut berpartisipasi dalam ajang tersebut. Berikut ini tiga hal mistis yang terjadi di Malaysia berdasarkan cerita Susy Susanti:
Tertahan di lift
Susy Susanti pernah mengalami insiden mendebarkan di Malaysia, yakni tertahan di sebuah lift selama sekitar 45 menit. Kala itu, Susy sedang mengikuti ajang Piala Thomas dan Uber 1988 di Kuala Lumpur.
Satu hal yang dinilai janggal oleh Susy tentang kejadian tersebut adalah angka-angka yang saling berkaitan. Saat itu, jumlah orang yang terjebak di dalam lift mencapai 13 orang, termasuk Susy. Saat mereka terjebak, lift pun sedang berada di lantai 13 dan insiden itu terjadi pada tanggal 13.
Kaca kantor terjatuh ke kolam renang
Kejadian aneh tak berhenti sampai di situ. Setelah terjebak di lift bersama 12 orang lain di lantai 13 pada tanggal 13, Susy kembali mengalami hal membahayakan. Masih dalam turnamen yang sama, Susy dan para pebulu tangkis Indonesia sedang berenang. Kemudian, tiba-tiba ada kaca dari sebuah ruangan kantor yang besar menimpa mereka.
“Waktu itu kacanya besar, jatuh ke bawah dan akhirnya kena kami semua. Saya mengalami itu hanya di Malaysia,” kata Susy.
Foto: BADMINTON INDONESIA Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Edi Subaktiar, saat mengalami cedera pada SEA Games Kuala Lumpur 2017.
Ada telapak kaki besar usai cederanya dua pemain Indonesia
Pada ajang SEA Games 2017 di Malaysia, insiden cedera serius dialami dua pemain Indonesia, Edi Subaktiar (ganda campuran) dan Rosyita Eka Putri (ganda putri) yang membuat mereka tak bisa melanjutkan pertandingan. Saat itu, Edi yang berpasangan dengan Gloria Emanuelle Widjaja sedang menghadapi pasangan Malaysia, Chan Peng Soon/Cheah Yee See. Adapun Rosyita yang berduet dengan Ni Ketut Mahadewi Istarani sedang melawan Vivian Hoo/Woon Khe Wei, pasangan ganda putri Malaysia.
Bagi Susy, cedera kedua pemain itu tergolong aneh karena mereka cedera saat skor laga menunjukkan angka 5-7 (saat wakil Malaysia unggul). “Waktu itu sih di lapangan 1 tidak ada apa-apa. Tetapi saat saya melihat fotonya, entah benar atau bagaimana, saya melihat dua telapak kaki besar,” kata Susy.
Foto: BADMINTON INDONESIA Pebulu tangkis ganda putri Indonesia, Rosyita Eka Putri.
Dari tiga kejadian tersebut, Susy tidak bermaksud membuat orang-orang takut. Menurut dia, semuanya kembali lagi ke setiap individu. Terbukti, selama mengikuti turnamen di Malaysia, Susy berhasil mengoleksi enam gelar juara. “Balik lagi saja ke kita. Di mana-mana mungkin ada juga (hal-hal mistis). Kalau kitanya kuat, tidak apa-apa. Kan masih ada Tuhan,” ujar dia. (kps)
Ketua Umum DPP SAMADE (Sawitku Masa Depanku) Tolen Ketaren.
Ketua Umum DPP SAMADE (Sawitku Masa Depanku) Tolen Ketaren.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sekitar dua ribuan petani sawit dari seluruh Indonesia memeriahkan Jambore Petani Sawit Nasional yang diadakna di Gedung MICC Jakan Gagak Hitam Nomor 1, Medan, Kamis (4/4/2019).
Ketua Umum DPP SAMADE (Sawitku Masa Depanku) Tolen Ketaren saat ditanya wartawan, Selasa (2/4/2019), menegaskan bahwa baik SAMADE maupun APKASINDO telah memastikan, tidak ada deklarasi dukung pasangam calon (paslon) capres-cawapres atau caleg tertentu dapam acara jambore tersebut.
“Ini murni jambore. Tidak ada unsurdeklarasi politis di dalamnya. Tidak ada deklarasi apapun di acara jambore ini,” ujar Tolen.
Kata dia, jambore ini sudah direncanakan jauh-jauh hari, tepatnya di semester pertama tahun 2018. Karena itu, ia sangat heran jika ada sejumlah pihak yang mencoba menghembuskan isu atau menggiring opini kalau jambore ini untuk dukung pasangan capres capres-cawapres tertentu, parpol atau atau caleg tertentu.
Pihaknya sangat selektif, bahkan mewantau dan mengawasi kemungkinan adanya bendera parpol, caleg, atau capres tertentu di dalam dan sekita pelaksanaan acara jambore.
Ia menegaskan bahwa jambore petani sawit tersebut untuk menyatukan para petani sawit di seluruh Indonesia sekaligus menyemangati mereka walau saat ini harha tandan biah segar (TBS) kembali fluktuatif.
“Kami, melalui acara jambore ini, ingin menegaskan bahwa kami bersatu memperjuangkan nasib kami selaku petani sawit. Dan jangan coba-coba menggiring kami para petani sawit ini ke dalam politik praktis,” tegas Tolen Ketaren. (rel/mea)
fachril/sumut pos
JUARA: Tim Belawan City memamerkan trofi juara.
fachril/sumut pos JUARA: Tim Belawan City memamerkan trofi juara.
BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Belawan City berhasil menjuarai Turnamen Sepak Bola U-15 Piala Al Aqobah 2019, setelah mengalahkan Imelda FC dengan skor 5-3, yang berlangsung di Lapangan Gudang Arang, Belawan, Minggu (31/3) lalu. Selain itu, Belawan City juga menasbihkan M Rifal sebagai pemain terbaik pada turnamen tersebut.
Sejak awal pertandingan, tim asuhan Mahfud itu, sudah menujukkan permainan apiknya di tengah lapangan. Di babak pertama, Belawan City sudah unggul 2-1. Babak kedua, pertandingan semakin ketat, hingga menghasilkan skor akhir 5-3.
Dengan hasil ini, Belawan City pun dinobatkan sebagai juara Turnamen Sepak Bola U-15 Piala Al Aqobah 2019. Dan Imelda FC harus mengakui keunggulan lawannya, serta menjadi runer up turnamen tersebut.
Manajer Belawan City Mahfud, sangat bangga atas hasil yang diraih tim binaannya. Menurutnya, semua itu diperoleh berkat kerja keras dan semangat tim dalam mengikuti turnamen tersebut.
“Kami berjuang dengan rasa kebersamaan, kini kami bisa memperoleh hasilnya. Harapannya, ini menjadi motivasi dan semangat generasi sepak bola untuk Belawan di masa depan,” harap Mahfud. (fac/saz)
TENGGARONG, SUMUTPOS.CO – Dedi Gusmawan dan Aldino Herdianto kemungkinan besar batal memperkuat PSMS Medan. Hal ini diketahui setelah klub berjuluk Ayam Kinantan itu, tak kunjung memberikan kejelasan. Untuk itu, keduanya sedang berupaya menemukan pelabuhan baru di musim 2019.
“Sepertinya ada masalah internal di manajemen, sehingga kami tidak diberi kepastian,” ungkap eks striker Mitra Kukar Aldino Herdianto.
Seperti diketahui, Dedi dan Aldino memilih mundur dari Mitra Kukar saat Naga Mekes sedang berjuang di Piala Presiden. Keputusan mereka cukup mengejutkan semua pihak. Tak terkecuali para petinggi klub. Apalagi keduanya sempat mengatakan ingin bertahan.
Keduanya mengatakan memilih mundur, karena ingin dekat dengan keluarga. PSMS Medan dikabarkan ingin merekrut kedua pemain tersebut. Sayang, kini Aldino dan Dedi harus kembali mencari pelabuhan baru, lantaran nasibnya di PSMS menggantung. Dedi baru-baru ini dikabarkan sedang menjadi incaran Persija Jakarta. Bahkan PSM Makassar turut memburu eks bek timnas tersebut. “Bermain di mana pun bagi saya sama saja. Yang penting niatnya kerja dan ibadah,” jelas Dedi.
Dikonfirmasi keinginan kembali ke Mitra Kukar, Dedi memilih irit bicara. Dia menyadari, untuk kembali ke Kota Raja tidaklah mudah. Sebab mereka sudah lebih dulu mundur dari tim. “Mungkin saya sudah tidak ada jodoh dengan Mitra. Saya coba cari rezeki di tempat lain,” pungkasnya. (don/riz/k18/jpnn/saz)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Manajemen PSMS Medan resmi mengontrak sejumlah pemain dan pelatih untuk mengarungi Liga 2 musim 2019 ini, Senin (1/4) sore.
Adapun tim pelatih yang dikontrak yakni Abdul Rahman Gurning (Pelatih Kepala), Edy Syahputra (Asisten Pelatih), dan Sugiar (Pelatih Kiper). Untuk pemain, manajemen belum melakukan penandatanganan kontrak secara keseluruhan. Saat ini, dari 22 pemain yang telah mengikuti seleksi, baru sekitar 6 orang yang dikontrak. Yakni Legimin Raharjo, Doni Dio, Syaiful Ramadhan, Aidun Sastra, Bayu Tri Sanjaya, serta Tambun Naibaho.
Penanggung Jawab Tim Mulyadi, didampingi Sekretaris Umum Julius Raja, mengungkapkan, untuk tahap awal, manajemen memang tidak langsung mengontrak seluruh pemain. Menurutnya, yang dikontrak saat ini, merupakan pemain prioritas pilihan tim pelatih, yang dinilai pantas masuk dalam skuad Ayam Kinantan, julukan PSMS Medan. Putusan ini juga sudah melalui rapat besar manajemen bersama Pembina PSMS Kodrat Shah, serta CEO Dody Taher.
“Hari ini (kemarin, red) kami mulai penandatangan kontrak pelatih, mulai dari Pelatih Kepala Abdul Rahman Gurning, Asisten Edy Syahputra, dan Pelatih Kiper Sugiar. Selain itu, beberapa pemain juga sudah menandatangani kontrak, di antaranya Legimin, Doni, dan beberapa pemain lainnya, seperti Aidun, Bayu, Tambun, dan Syaiful. Menyusul besok (hari ini, red) kami juga akan negosiasi dengan beberapa pemain,” beber Mulyadi.
Lebih lanjut Mulyadi menjelaskan, pemain incaran yang akan dipanggil untuk memperkuat tim, juga masih dalam tahap negosiasi. Menurutnya, penandatanganan kontrak pemain merupakan bukti kesiapan PSMS mengarungi kompetisi Liga 2 musim ini. “Persiapan tinggal 2 bulan lagi. Dengan sudah melakukan tanda tangan kontrak, baik pelatih maupun pemain, hal ini menunjukkan kesiapan PSMS untuk berlaga di Liga 2. Target utamanya, tentu kembali masuk ke Liga 1,” katanya.
Terkait kontrak pemain, Mulyadi mengatakan, nilainya tentu bervariasi dan relatif, tergantung kualitas pemain. Nilai kontraknya berkisar di atas Rp10 juta hingga Rp20 juta. “Dengan kondisi PSMS saat ini, kami bercermin kepada pengalaman yang sudah-sudah. Artinya, kontrak ini disesuaikan dengan kondisi keuangan dan faktor profesional juga. Jadi, pemain yang dianggap berkualitas, mungkin bisa di atas itu. Jadi, apa yang kami lakukan ini sudah pada track-nya,” jelasnya.
Di satu sisi, Mulyadi mengaku, sampai saat ini PSMS belum juga mendapat suplai dana dari sponsor. Termasuk rumor Northcliff yang sebelumnya digadang-gadang bakal menjadi sponsor utama, belum juga ada kejelasan. “Untuk sponsor, sampai saat ini belum ada kerja sama, maupun dengan Northcliff. Tapi, ada atau tidak ada sponsor, kami yakin PSMS tetap jalan. Tentunya kami yakin, masih bisa cari sponsor lain,” ujarnya.
Sementara itu, Pelatih PSMS Medan, Abdul Rahman Gurning mengatakan, usai penandatanganan kontrak, tim pelatih telah mempersiapkan program latihan khusus, yang harus dijalani seluruh skuadnya jelang kompetisi bergulir. “Alhamdulillah, yang lama ditunggu, terutama pelatih dan pemain, sudah resmi jadi bagian dari PSMS. Beberapa pemain telah menandatangani kontrak. Jadi, mulai besok atau paling lambat Rabu, program latihan untuk menghadapi Liga 2 sudah dijalankan,” harapnya.
Pelatih berlisensi A AFC ini, juga mengungkapkan, sampai saat ini tim pelatih masih terus mengincar sejumlah pemain untuk segera didatangkan. Gurning mengaku, sudah berkomunikasi dengan sejumlah pemain, namun masih dalam tahap negosiasi. “Sesuai kebutuhan PSMS untuk mengarungi Liga 2. Saya rasa, walaupun waktunya sudah mepet, persiapannya masih bisa digenjot sampai hari H nanti,” katanya.
Sementara seorang pemain, Bayu Tri Sanjaya mengaku, sudah resmi melakukan tanda tangan kontrak untuk bersama PSMS selama satu musim. “Alhamdulillah, untuk nilainya sudah sepakat untuk satu musim. Dengan adanya kontrak ini, pemain sudah lega, berarti sudah ada kepastian. Kalau saya bekisar di atas Rp10 juta. Sudah layaklah bagi saya,” ucapnya.
Bagi Bayu, tidak ada kata lain, selain berusaha semaksimal mungkin membawa PSMS kembali promosi dan berlaga di Liga 1. “Kalau sudah dikontrak, pasti sepenuhnya untuk PSMS. Minimal bisa memenuhi target manajemen agar bisa lolos kembali ke Liga 1,” pungkasnya. (saz)
MENUNGGU: Sejumlah siswa SMA Negeri 4 Medan, Jalan Gelas Medan Petisah, menunggu perbaikan server yang diduga terserang virus sehingga UNBK sesi pertama gagal terlaksana, Senin
(1/4) pagi.
MENUNGGU: Sejumlah siswa SMA Negeri 4 Medan, Jalan Gelas Medan Petisah, menunggu perbaikan server yang diduga terserang virus sehingga UNBK sesi pertama gagal terlaksana, Senin (1/4) pagi.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepanikan siswa SMA Negeri 4 Medan mewarnai Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di hari pertama, Senin (1/4). Pasalnya, sistem di laptop yang digunakan para siswa di sekolah tersebut tiba-tiba error. Padahal, ujian sesi pertama dengan mata ujian Bahasa Indonesia baru saja dimulai. Akibatnya, ratusan siswa kelas XII SMAN 4 Medan gagal mengikuti ujian sesi pertama.
“Jadi tadi saya ujian gelombang pertama pukul 08.00 WIB, yaitu ujian Bahasa Indonesia, tapi baru menjawab lima soal tiba-tiba error,” kata Fauzi, siswa Kelas XII IPA 9.
Menurutnya, yang membuatnya semakin panik karena ternyata error tersebut berlangsung cukup lama dan terus menerus mengalami error. “Beberapa kali dicoba dan error terus. Kami satu kelas sudah panik karena takut waktu habis, sementara kami belum menjawab semua soal,” tuturnya.
Kepala SMA Negeri 4 Medan, Ramli membenarkan terjadi masalah pada UNBK hari pertama, kemarin. “Ya, saat ujian berlangsung pada sesi pertama tadin
Tiba-tiba kena virus, jadi kena masalah. Ya istilahnya belum selesai semua begitu,” ungkap Ramli kepada wartawan.
Ramli menjelaskan, awalnya pelaksanaan UNBK di SMA Negeri 4 Medan, tidak ada kendala dan siap menjalani ujian. Namun, setengah perjalanan tiba-tiba komputer mendadak log out dan tidak bisa di log in untuk melanjutnya kembali.
“Tampaknya begitu (semua kena virus), servernya yang kena. Jadi ya kita panggil teknisi dari provinsi (Disdik Sumut). Kemudian, tim Disdik Sumut turun,” jelas Ramli.
Proses perbaikan server yang diduga terserang virus belum bisa diselesaikan dengan cepat. Tapi, memerlukan waktu beberapa jam. Pada sesi tiga juga sebagian gagal menjalani UNBK di sekolah tersebut. “Inilah sedang sambil berjalan sebagian sudah sesi kedua. Sesi ini sesi ketiga sebagian sudah jalan begitu. Yang terkendala sesi pertama,” tutur Ramli.
Disebutnya, di SMA Negeri 4 Medan berjumlah 535 siswa menjalani UNBK dan per kelasnya diisi 36 siswa. Jadinya, ada sekitar 200 siswa atau sebagian besar siswa di sekolah itu, gagal melaksanakan UNBK di hari pertama dengan pelajaran Bahasa Indonesia. “Kita sudah kumpulkan anak-anak kita panggil kita beri pengertianlah, sabar. Karena cemana Pak, ini ‘kan masalah. Ini beda dengan UNKP (Ujian Nasional Kerta Pensil). Kalau UNKP kalau ada masalah kita fotokopi kita cetak begitu. Kalau ini ‘kan server ada ahlinya untuk itu,” jelas Ramli.
Ia memastikan seluruh siswa yang gagal mengikuti UNBK akibat serangan virus itu, akan menjalani ujian susulan pada 15 April 2019, mendatang. “Sudah kita jelaskan untuk itu. Ini kita kerja sampai malam, biar besok (hari ini,red) tidak ada kendala lagi UNBK ini,” tandasnya.
Kepala Dinas Cabang (Kadiscab) Medan Selatan, Zuhri Bintang ketika dikonfirmasi mengaku tidak tahu ada permasalahan di SMA Negeri 4 Medan meski itu wilayah kerjanya.”Tidak tahu, silakan langsung ke SMA Negeri 4 Medan saja,” ucap Zuhri saat dikonfirmasi Sumut Pos, kemarin.
Di sisi lain, di SMA Negeri 14 Medan mengalami kekurangan fasilitas komputer untuk melaksanakan UNBK. Dengan itu, siswa membawa sendiri laptop dari rumah. Pihak sekolah pun memberikan penghargaan kepada siswa membawa fasilitas sendiri itu. “Kita beri penghargaan berupa sertifikat kepada anak-anak yang membantu kelancaraan UN dengan membawa laptop sendiri. Sama seperti tahun lalu dan itu diteken kepala sekolah Sofyan Purba,” kata Salamuddin Panitia UNBK 2019 di SMAN 14.
Ia menuturkan, di tahun ini sebanyak 286 jumlah peserta yang melaksanakan UN dengan jumlah 3 ruangan dan jadwal 3 sesi ujian. “Tersedia 96 komputer dan 13 laptop yang dipinjam dari siswa. Kami harap mereka lulus semua,” tandasnya.
Gubernur Motivasi Siswa
Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Ramahyadi memantau pelaksanaan UNBK di SMAN 1 Medan dan SMA swasta St Thomas Medan, Senin ( 1/4). Gubernur memotivasi siswa agar semangat mengikuti ujian nasional tersebut dan berhasil meraih prestasi.
Gubernur juga meminta kepada para siswa untuk menunjukkan prestasi, agar di dalam UN ini bisa diketahui standard atau peringkat berapa Sumut. Sebab UN juga sebagai evaluasi siswa ke depan.
“Saya yakin siswa punya kemampuan untuk bersaing dan berbuat, dari UN ini bisa kita melihat hasil dari penyerapan pelajaran siswa yang disampaikan para guru, juga dengan dilakukannya ujian berbasis komputer nilai para siswa kita akan diadu di tingkat nasional, hingga bisa diketahui peringkat berapakah prestasi untuk Sumut,” katanya.
Kendati pelaksanaan UNBK ini baru terlaksana 97,8 persen untuk sekolah SMA sederajat dan 98,74 persen, gubernur yakin di Sumut tahun depan akan terlaksana UNBK 100 persen. “Untuk mendukung terlaksananya UNBK 100 persen, Pemprov Sumut akan membantu memfasilitasi kepada sekolah agar bisa terlaksananya UNBK, baik di negeri maupun swasta di seluruh Sumut,” jelasnya.
Lebih lanjut Gubsu juga menjelaskan, keberhasilan siswa dalam menjawab soal tidak terlepas dari guru yang mampu mentransfer ilmu kepada para siswa, hingga sebatas mana bisa mengetahui ilmu yang disampaikan oleh guru. “Untuk itu saya akan melakukan evaluasi kepada para guru negeri maupun swasta dalam mentransfer ilmu kepada siswa, karena keberhasilan siswa tidak bisa dilepaskan dari keberhasilan para guru, di Jepang itu gaji guru sangat besar karena terkait dengan ilmu yang diajarkan kepada prestasi para siswanya,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut itu, gubernur juga menjelaskan ke depan (tahun ajaran baru) mendatang akan siswa yang berprestasi dari daerah bisa mencoba sekolah dianggap unggulan di Medan. “Keputusan Menteri Pendidikan RI tentang rayonisasi juga diharapkan tidak menutup kemungkinan siswa dari daerah untuk mencoba ke SMA favorit seperti SMA 1 Medan, kami nanti akan menurunkan tim untuk melihat siswa-siswi di daerah yang berprestasi untuk mengikuti pendidikan di Medan, ditambah akan diberikan beasiswa, sebab tidak tertutup kemungkinan siswa yang berprestasi itu ada di luar kota Medan,” paparnya
Sementara itu, Kadis Pendidikan Sumut Arsyad Lubis mengatakan, jumlah siswa SMA sederajat sebanyak 146.888, melaksanakan UNBK berjumlah 116.466 peserta dan UNKP sebanyak 1.488 peserta. Untuk MA jumlah sekolah menggelar UNBK 476 sekolah dan UNKP tidak ada. Untuk peserta melaksanakan UNBK berjumlah 28.641 sekolah. Sedangkan, jumlah SMA Luar Biasa mengikuti UN tahun ini, sebanyak 13 sekolah dan jumlah peserta berjumlah 71 siswa. SMA Luar Biasa ini, seluruhnya menggelar Ujian Nasional Berbasis Kertas Pensil.
Jangan Ada yang Tak Ikut UNBK
Sementara di Kota Tebingtinggi, tidak ada kendala yang berarti dalam pelaksanaan UNBK, kemarin.
Kepala SMAN 2 Tebingtinggi yang juga Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) untuk SMA, Paino SPd mengatakan, sejauh ini pelaksanaan UNBK di Tebingtinggi berjalan lancar. Jaringan internet berjalan lancar dan aliran listrik juga tidak padam.
“Kita harapkan hal ini bisa berjalan lancar dan tidak ada gangguan hingga hari terakhir ujian,” katanya kepada wartawan, Senin (1/4).
Jelas Paino kembali, untuk peserta UNBK di Kota Tebingtinggi SMA sederajat tahun 2018/2019 sebanyak 2.371 pelajar, di mana jumlah peserta untuk SMA Negeri dan swasta sebanyak 2.022 pelajar dan Madrasah Aliyah (MA) baik negeri dan swasta sebanyak 349 pelajar. Sedangkan untuk sesi waktu ujian terbagi tiga, sesi pagi pukul 07.30 hingga 10.30, sedangkan sesi kedua pukul 10.30 WIB sampai 12.30 dan sesi ketiga pukul 14.00 hingga pukul 16.00 WIB.
“Dalam kegiatan UNBK ini, saya meminta laporan dari seluruh kepala SMA negeri dan swasta serta MA negeri dan swasta, apakah semuanya sudah mengikuti UNBK. Apabila tidak hadir, pihak sekolah harus menjemput ke rumahnya dan menelpon pihak keluarga, apa alasannya tidak ikut ujian,” tegas Paino.
Sedangkan sarana dan prasarana seperti komputer diakuinya belum bisa memenuhi kuota dengan jumlah siswa yaitu dengan perbandingan satu banding tiga, Paino menjelaskan, pihak sekolah meminjam komputer milik SMP yang belum melaksanakan UNBK. “Untuk memenuhi kuota, kita harus memiliki 131 komputer,”jelasnya.
UNBK di Langkat Lancar
Sama seperti Kota Tebingtinggi, pelaksanaan UNBK hari pertama di Langkat berjalan lancar tanpa kendala. Sebanyak 8.652 pelajar yang tergabung dalam SMA dan MA negeri dan swasta di Langkat secara serentak mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer ( UNBK ) di sekolahnya masing-masing.
Menurut Ketua MKKS SMA-MA Negeri Swasta Drs Sudiatman MPd, peserta yang mengikuti UNBK pada tahun 2018-2019 ini berjumlah 8.652 berasal dari SMA Negeri dan Swasta termasuk Madrasah Aliah Negeri (MAN) dan Swasta masing-masing 18 sekolah dari SMA negeri dan 48 sekolah berasal dari SMA swasta.
“Sedangkan 3 sekolah dari MA Negeri dan 47 sekolah berasal dari MA Swasta. dengan total peserta UNBK dari SMA Negeri dan Swasta sebanyak 6.153 orang dengan total 66 sekolah . dan 3 sekolah dari MA.Negeri dan Swasta 47 sekolah, sehingga total 50 sekolah dengan .jumlah peserta UNBK pada tahun pelajaran 2019-2020 SMA dan MA se-Langkat Negeri swasta sebanyak 8.652 siswa,’ kata Sudiatman yang juga Kepala SMAN 1 Babalan kepada Sumut Pos di Pangkalan Brandan Wilayah III Teluk Aru, Langkat, Senin ( 1/4 )
Dikatakannya, meskipun di beberapa wilayah seperti Langkat Hulu, terjadi hujan gerimis, namun secara keseluruhan dapat dikatakan lancar. “Semua yang diprediksi akan mengganggu pelaksanaan UNBK, telah diantisipasi semaksimal mungkin dari jauh-jauh hari, seperti kerjasama dengan PT PLN dan telah dihimbau untuk menyediakan mesin genset sebagai antisipasi, jika mati lampu,” katanya.
Wakil Bupati Madina dan Kemenag Motivasi Siswa
Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jakfar Sukhairi Nasution bersama Plt Kepala Kemenag Kabupaten Madina Dra Hj Masrawati Sipahutar MA dan Kepala Sub Bagian Tata Usaha H Irfansyah Nasution SAg MM melakukan monitoring dan evaluasi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Madina. Kunjangan ini disambut Kepala MAN 1 Madina Dra Hj Marliana MA didampingi Kaur TU Zakiah Nur Pulungan S PdI beserta panitia lainnya.
Wakil Bupati mengucapkan rasa syukurnya karena pelaksanaan UNBK hari pertama berjalan lancer, tidak menemui kendala dan permasalah yang berarti. “Kita berharap seluruh siswa dapat mengerjakan paket soal UNBK ini dengan baik dan benar. Sungguh ruangannya sangan baik dan representatif, sehingga para siswa yang lagi ujian merasa nyaman dan adem menjawab soal-soal tersebut,” ujar Sukhairi.
Wakil Bupati juga menyampaikan kepada para peserta UNBK untuk fokus dan berkonsentrasi dalam menghadapi UNBK ini. “Teruslah belajar dengan baik, jaga kesehatan dan keselamatan, serta jangan lupa berdoa dan minta doa restu kepada kedua orangtua,” katanya.
Saat meninjau pelaksanaan UNBK ini, wakil bupati beserta rombongan tidak diperkenankan memasuk ruang ujian sesuai SOP UNBK yang di keluarkan BSNP. Mereka hanya memantau dan melihat penyelenggaraan UNBK dari luar. (gus/prn/ian/mag-9/mag-6)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rencana pembangunan jalan tol Medan-Berastagi tampaknya sulit terealisasi. Bahkan, Komisi D DPRD Sumut yang begitu getol memperjuangkan pembangunan infrastruktur ini ke Pemerintah pusat bersama Pemkab Karo, mulai berpikir realistis. Pasalnya, anggaran untuk pembangunan Tol Medan-Berastagi membutuhkan biaya yang sangat besar. Apalagi pembangunannya belum dianggap urgen oleh pemerintah pusat.
Sebagai gantinya, pemerintah akan membangun jalan layang yang menghubungkan Sembahe-Tahura dengan dua seksi yakni Sembahe-Sibolangit dan Sibolangit-Tahura. “Kita pasti akan terus mendesak pemerintah untuk bangun jalan tol ke sana (Berastagi)n
Tapi kita juga sadar kalau biayanya memang sangat besar, triliunan rupiah. Maka ada solusi lain, jalan layang. Biaya jauh lebih murah, tidak sampai Rp1 triliun, hanya berkisar Rp600 miliar sampai Rp700 miliar. Kemarin kita sudah bicarakan hal ini dengan masyarakat Karo melalui ormas-ormas karo dan mereka pun setuju,” ucap anggota Komisi D DPRD Sumut, Baskami Ginting kepada Sumut Pos, Senin (1/4) siang.
Menurut Baskami, hal ini sudah disampaikan kepada pemerintah pusat. “Kalau jalan tol dan jalan layang itu sudah pernah kita sampaikan kepada Bapenas, PUPR dan Komisi V DPR RI terkait masalah anggaran dan prinsipnya, mereka masih menampung usulan itu karena biayanya yang sangat besar,” ungkap Baskami.
Maka dari itu, sebut Baskami, alternatif jalan layang yang biayanya jauh lebih murah tersebut diharapkan bisa terlaksana di tahun depan. “Kita akan desak pemerintah pusat supaya bisa terlaksana di tahun depan. Karena jujur saja, ini sifatnya juga mendesak, masyarakat sudah sangat membutuhkan jalan itu,” tegasnya.
Ditambah lagi, lanjut politisi PDIP ini, kawasan Sembahe dan Sibolangit yang memang menjadi titik parah kemacetan. “Kalau di situ ada kecelakaan, bisa sampai 10 jam kita stagnan di situ, benar-benar parah. Maka jelas kita butuh jalan layang itu sesegera mungkin. Tapi satu hal lagi yang harus diingat, jalan layang ini bukan sebagai pengganti jalan tol, tapi sebagai alternatif lain untuk mengurai kepadatan lalu lintas”, jelasnya.
Pelebaran Jalan Medan-Berastagi Belum Masuk Perencanaan
Sementara, pelebaran untuk jalan lintas Medan-Berastagi sepertinya belum masuk perencanaan pembangunan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) II tahun ini. Melihat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sumatera Utara 2018-2023, jalur alternatif Medan-Berastagi justru lebih prioritas untuk dilaksanakan.
“Setau saya tidak ada pelebaran (jalan Medan-Berastagi). Begitupun, karena Jalan Medan-Berastagi adalah jalan nasional, tentu domainnya ada pada BBPJN II. Mungkin bisa ditanyakan ke mereka,” kata Kepala Bidang Perencanaan dan Evaluasi Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sumut, Iswahyudi menjawab Sumut Pos, Senin (1/4).
Dia hanya mengatakan, pihaknya memang sudah melakukan perencanaan buat pembangunan pelebaran jalan provinsi pada tahun ini. Namun sayang, Iswahyudi tak ingat persis detil daerah-daerah mana saja yang akan dikerjakan tersebut. “Saya gak ingat, detilnya harus saya cek dimana saja,” katanya.
Kepala Satuan Kerja (Kasatker) BBPJN II, Zamzami, juga mengaku belum mengetahui kabar tersebut. Secara detil ia menyarankan agar hal ini ditanyakan ke bagian perencanaan BBPJN II, sehingga informasi yang diperoleh tidak mengambang. “Saya belum ada info tentang itu, dan tidak ingat. Coba ke (bagian) perencanaan. Beliau kebetulan orang baru dan pindahan dari Jakarta,” katanya.
Meski begitu, ia mengakui, pihaknya memang fokus menangani semua jalan nasional yang ada di Sumut terutama atas kondisi kerusakan jalan yang sudah parah. Namun sekali lagi Zamzami menuturkan, kalau rencana seputar pelebaran jalan atau yang terkhusus ruas Medan-Berastagi, belum mengetahuinya.
Seperti diketahui, visi-misi Gubsu dan Wagubsu, Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah sudah dituangkan dalam bentuk RPJMD Sumut periode 2018-2023.
Dalam RPJMD juga dimasukkan pengembangan wilayah pada 14 kawasan strategis provinsi, yakni melalui pembangunan kawasan Sport Center berstandar internasional, pembangunan jalan alternatif Medan Berastagi, akses Jalan Lingkar Pulau Nias. Adapun nawacitanya, guna mewujudkan peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan antarwilayah akan membangun berbagai infrastruktur di Sumut.
Pembangunan infrastruktur dimaksud, juga diarahkan kepada peningkatan konektivitas antarwilayah melalui pembangunan dan peningkatan jalan jembatan dengan target terwujudnya jalan mantap 90% di Sumut. (prn/mag-1)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Terdakwa kasus suap Direktur PT Tombang Mitra Utama (TMU), Rijal Efendi Padang tak kuasa menahan tangis di persidangan. Kepada majelis hakim, terdakwa mengaku awal mula mendapatkan proyek pengaspalan Jalan Simpang Kerajaan-Mbinanga Sitellu senilai Rp4.544.280.000 tahun 2018, setelah menghubungi Yansen Sianturi, teman dekat Plt Kadis PUPR, David Anderson.
Hal tersebut dilakukan, sebab Remigo Yolanda Berutu saat sudah menjabat sebagai Bupati Papak Bharat sulit untuk ditemui. Berbeda saat masa kampanye, mudah ditemui.
“Benar yang mulia. Saya adalah tim sukses (TS) yang terdaftar pada saat kampanye pemenangan bupati. Tapi mau jumpa pun susah sama Pak Bupati. Setiap mau bilang bertamu, enggak bisa. Waktu belum duduk, ya kami bisa bertamu. Waktu sudah duduk, enggak bisa. Jadi saya menemui Yansen Sianturi yang kerja di BKD,” ungkapnya di hadapan majelis hakim yang diketuai Irwan Effendi di ruang Utama Pengadilan Tipikor Medan, Senin (1/4).
Dia mengatakan, Yansen menyebutkan akan ada proyek di Pakpak Bharat pada pertengahan tahun dan diminta mempersiapkan dana yang disebut uang KW. “Jadi dibilang Yansen, ini kalau bulan 6 ada proyek siapkanlah modalmu. Enggak dibilang proyek apa. Siapkanlah sebanyak-banyaknya uang mu. Jadi di situ aku jawab belum ada uang. Ini aku juga mau jual sawah. Setelah itu laku baru ada uangnya,” terangnya yang diikuti tangisan yang cukup keras hingga suaranya tak jelas terdengar lagi.
Terdakwa membeberkan, uang KW tersebut diberikan Rijal sebelum dimulainya pelelangan proyek pengaspalan Jalan Simpang Kerajaan-Mbinanga Sitellu senilai Rp4.544.280.000 tahun 2018, untuk memuluskan jalan.
“Pertama Rp100 juta baru kedua Rp100 juta itu saya kasih pertama sama Yansen dan yang ketiga itu Rp180 juta melalui David untuk diberikan pada Bupati Rp380 juta,” sebutnya.
Selanjutnya, dijelaskan Rijal, dirinya mendapatkan proyek pengaspalan senilai Rp4,5 miliar tersebut. Namun, berikutnya ternyata dirinya diminta untuk membayar uang KW tambahan 25 persen senilai Rp500 juta.
Namun, terdakwa menyebutkan tak menyanggupi dan meminta kembali uang yang sudah diberikan di awal. “Setelah kami jumpa sama David, dibilangnya harus 25 persen. Baru aku bilang sudah kembalikan uangku, aku enggak mampu. Padahal, pertama jumpa sama Yansen dibilang 10 persen tapi setelah jumpa David jadi 25 persen. Tapi karena sudah dikasih, enggak bisa dikembalikan,” tuturnya.
Setelah itu, Rijal hanya menyanggupi Rp250 juta untuk membayarkan uang KW 25 persen tersebut.
Sebagaimana diketahui, Rijal Effendi Padang merupakan Direktur PT TMU yang diduga telah menyuap Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu bersama Plt Kepala Dinas PUPR Pakpak Bharat David Anderson Karosekali dan pihak swasta Hendriko Sembiring. Ketiganya telah berstatus tersangka lebih dulu.
Atas perbuatannya Rizal disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau b pasal 13 UU No 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.
Sebelumnya, KPK juga menahan Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolanda Berutu, Plt Kadis PUPR Pakpak Bharat David Anderson Karosekali dan pihak swasta Hendriko Sembiring. Ketiganya ditahan usai ditetapkan sebagai tersangka setelah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT).
Remigo diduga menerima Rp550 juta yang diberikan pada 16 November 2018 sebesar Rp150 juta dan pada 17 November 2018 sebesar Rp400 juta. (man)