Home Blog Page 5464

Karyawan RS Sari Mutiara Demo di Depan Rumah Sakit, Tolong Bayarlah Upah Kami….

Markus/SUMUT POS UNJUKRASA: Perawat, bidan dan pekerja di RS Sari Mutiara berunjukrasa di depan Rumah Sakit Sari Mutiara, di Jalan Kapten Muslim Medan, Rabu (27/3).
Markus/SUMUT POS
UNJUKRASA:
Perawat, bidan dan pekerja di RS Sari Mutiara berunjukrasa di depan Rumah Sakit Sari Mutiara, di Jalan Kapten Muslim Medan, Rabu (27/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Puluhan perawat, bidan dan pekerja di Rumah Sakit Sari Mutiara kembali berunjukrasa di depan Rumah Sakit Sari Mutiara, di Jalan Kapten Muslim Medan, Rabu (27/3).

Tak hanya melakukan unjukrasa, mereka juga turun ke jalan untuk me-minta sumbangan dari para pengguna jalan yang melintas karena kondisi mereka yang saat ini kesulitan ekonomi.

“Kami memohon kepada pihak rumah sakit Sari Mutiara, tolong segara beri kami kejelasan tentang nasib kami. Kalau kami masih bekerja, maka bayarlah upah kami, bayar dengan upah yang layak. Tapi apabila memang kami diberhentikan, maka tolong beri apa yang menjadi hak kami sesuai undang-undang yang berlaku,” teriak Koordinator Aksi, Suaidah di depan RS Sari Mutiara.

Menurut Suaedah, mereka geram atas tindakan pengawas ketenagakerjaan yang mereka anggap berkonspirasi dengan pihak rumah sakit dan perwakilan pemerintah provinsi (Gubsu) pada tanggal 26 Maret 2019 kemarinn

Sebab, saat diundang untuk pertemuan di Disnaker Sumut pukul 10.00 WIB, mereka mendapat informasi bahwa pihak perusahaan tidak hadir. Namun, Pengawas Ketenagakerjaan menjelaskan bahwa perkara akan terus dilanjutkan sekalipun pihak perusahaan tidak hadir. Sehingga, di akhir penjelasan tersebut ditutuplah pertemuan dengan rekomendasi akan dikeluarkannya LK oleh Pengawas Ketenagakerjaan.

“Tapi rasa curiga kami muncul seketika. Kami pun meninggalkan dua orang teman di kantor dinas tenaga kerja Sumut untuk melihat hal apa yang terjadi setelah kami yang berjumlah 100an orang meninggalkan disnaker sumut tersebut,” aku Suaidah.

Ternyata, lanjut Suaidah, 15 menit setelah mereka keluar dari Kantor Disnaker Sumut, kedua orang perwakilan mereka tersebut melihat pihak perusahaan hadir di Dinas Tenaga Kerja Sumut beserta dengan perwakilan Kantor Gubsu yang pada aksi mereka tanggal 13 Maret 2019 sebelumnya, menerima perwakilan massa aksi di kantor gubsu.

“Langsung tinggi emosi kami begitu tahu ternyata mereka semua hadir setelah kami bubar, apa maksud mereka sebenarnya? Kejadian itupun langsung membuat 100-an orang pekerja segera kembali ke Dinas Tenaga Kerja Sumut dan memergoki kehadiran orang orang-orang yang tidak hadir pada pukul 10.00 WIB dalam pertemuan resmi, namun malah hadir dan berkumpul tanpa buruh setelah masa buruh bubar dari lokasi pertemuan sekitar pukul 11.00 WIB,” teriak Suaidah.

Atas kejadian itu keributan pun tak terelakkan. Keributan terjadi antara 100-an pekerja dengan Pengawas ketenagakerjaan Sumut, Perwakilan Gubsu dan juga Perwakilan Rumah Sakit sari Mutiara.

“Maka kami minta, tolong buka pintu hati kalian wahai pihak rumah sakit. Tolong tunaikan kewajiban kalian kepada kami. Tolong beri apa yang menjadi hak kami. Kami hidup susah saat ini, kami tak punya pekerjaan dan penghasilan. Kepada bapak-bapak di pihak pemerintah, tolong bantu kami, tolong berdiri dipihak yang benar, bukan dipihak mereka yang zalim,” pinta Suaidah.

Seperti diketahui, pihak rumah sakit Sari Mutiara telah berhenti beroperasi dan belum memberikan upah para karyawannya. Selain itu, pihak rumah sakit Sari Mutiara selama ini juga disebut tidak membayarkan upah para karyawannya sesuai Upah Minimum yang berlaku.

Maka sejak saat itu, ratusan karyawan rumah sakit Sari Mutiara telah melakukan beberapa upaya untuk menyelesaikan masalah ini, termasuk melakukan Long March ke kantor Gubsu dan DPRD Sumut baru-baru ini untuk mengadukan nasib mereka. (mag-1/ila)

323 CJH Madina Lunasi BPIH

ist MANASIK HAJI: Sejumlah calon jemaah haji (CHJ) Kabupaten Mandailing Natal melakukan manasik haji sebelum diberangkatkan naik haji ke tanah suci, Rabu (27/3).
ist
MANASIK HAJI: Sejumlah calon jemaah haji (CHJ) Kabupaten Mandailing Natal melakukan manasik haji sebelum diberangkatkan naik haji ke tanah suci, Rabu (27/3).

MADINA, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 323 Calon Jemaah Haji (CHJ) sudah melunasi biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) di BPS BPIH Panyabungan.

Demikian disampaikan Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Mandailing Natal H. Ikhwan Siddiqi, SAg, MA, Rabu (27/3).

Dikatakannya, pelunasan BPIH tahap pertama sudah 67,71 persen dari 477 orang yang berhak melunasi di tahun 2019. Dan akhir pelunasan tahap pertama ini pada tanggal 15 April 2019.

Ikhwan Siddiqi berharap agar para CJH Kabupaten Mandailing Natal yang berhak melunasi ditahap pertama untuk segera melunasinya, dan tidak menunggu dihari hari terakhir dari waktu pelunasan.

Seorang Calon Jemaah yang berprofesi sebagai petani dari Kecamatan Batang Natal mengatakan, dirinya sudah menyerahkan berkas pelunasan BPIH, berkat menabung lebih kurang 15 tahun.

Dikatakan perempuan berusia 70 tahun ini, meskipun kondisi fisiknya sudah mulai menurun, tetap optimis dan bersemangat, bahwa dirinya akan mampu melaksanakan rangkaian ibadah haji.

“Karena ada Allah SWT yang akan menolong hambanya yang sedang beribadah kepada-Nya,”ujarnya optimis. (mag-6/han)

Pasar Baru Panyabungan akan Dibangun

Ismed/sumut pos TINJAU: Direktur Sarana Perasarana Logistik Kementerian Perdagangan RI, Sihar Harjopan bersama Bupati, H Dahlan Hasan Nasution.
Ismed/sumut pos
TINJAU: Direktur Sarana Perasarana Logistik Kementerian Perdagangan RI, Sihar Harjopan bersama Bupati, H Dahlan Hasan Nasution.

MADINA, SUMUTPOS.CO – Pasca dilanda kebakaran, Pembangunan Pasar Baru Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, secepatnya akan dibangun kembali.

Hal itu disampaikan Direktur Sarana Perasarana Logistik Kementerian Perdagangan RI, Sihar Harjopan Pohan pada pertemuan bersama ratusan pedagang Pasar Baru, Rabu (27/03).

Pun begitu, lanjut Sihar, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah, perihal konstruksi bangunan sesuai konsep Presiden RI Joko Widodo, yang bisa mengakomodir semua pedagang.

Dijelaskannya, pembangunan Pasar Baru harus betul-betul terkonsep dengan bagus, karena merupakan urat nadi perekonomian Kabupaten Madina. Maka dari itu, lanjut Sihar, pihaknya juga berkoordinasi dengan Kementerian PU bagaimana konstruksi yang tepat untuk bangunan Pasar yang standar Pasar Raya.

“Yakinlah, Pemerintah melalui Menteri Perdagangan sangat serius membangun pasar yang mengalami bencana. Pembangunan Pasar Baru diperjuangkan dengan konsep yang bisa mengakomodir semua pedagang sesuai dengan konsep revitalisasi pembangunan pasar,” tegas Sihar.

Bupati Mandailing Natal Drs H Dahlan Hasan Nasution berharap segera direalisasikan, sehingga urat nadi perekonomian masyarakat kembali menggeliat.

”Jangan biarkan kami dihantui ketakutan, karena kondisi pasar sementara ini hanya terbuat dari papan, ketika api menyulut, maka kami akan ketimpa musibah ke dua kali, rasa trauma itu belum lagi hilang pak”ujar Nurhalimah curhat kepada Direktur Sarana Prasarana Logistik Kementerian Perdagangan, Sihar Arjopan mengaku siap membantu pembangunan pasar baru, agar tahun ini secepatnya diselesaikan.

Perihal relokasi pedagang, Bupati Madina akan melihat situasi pasar dengan bangunan, akan direalisasikan setelah lebaran.

“Sesuai permintaan pedagang, pemindahan mereka setelah lebaran, mengingat omset pedagang akan meningkat. Kita tak mau ada menyusahkan,”ujarNYA. (mag-7)

Tanggulangi Kemiskinan Penduduk Pedesaan di Sumut, PUPR Gelontorkan Rp32,4 Miliar

no picture
no picture

SUMUTPOS.CO – Guna menanggulangi pengurangan kemiskinan penduduk pedesaan di Provinsi Sumatera Utara, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menganggarkan Rp32,4 miliar.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sumber Daya Alam, Cipta Karya dan Tata Ruang Sumut Zonni Waldi mengatakan, dalam pengembangan infrastruktur sosial ekonomi wilayah (PISEW) pada 2019 sudah tersebar di 22 provinsi, 206 kabupaten, dan 900 kecamatan, dengan total anggaran Rp540 miliar. Sementara untuk Provinsi Sumut tersebar di 10 kabupaten, 54 kecamatan dan 120 desa dengan total anggaran Rp32,4 miliar.

“Hal ini dalam rangka mendukung program padat karya. Tujuan kegiatan PISEW adalah menyediakan atau meningkatkan infrastruktur dengan pendekatan masyarakat dalam skala kawasan untuk meningkatkan sosial ekonomi wilayah,” katanya dalam acara Rapat Koordinasi Awal Serta Pelatihan Fasilitator Masyarakat pada Program PISEW Sumut 2019, di Raz Hotel Medan, Rabu (27/3).

Didampingi Tim Pelaksana Pusat PISEW Posma Partogi H Simanjuntak, Tim Pelaksana Provinsi Nazaruddin, Tim Pelaksana Kabupaten, Trainer PISEW Pusat Suharyanto, Yon Sugiono, dan Suyanto, ia mengatakan pengembangan kawasan pedesaan dalam rangka ekonomi wilayah merupakan terjemahan dari nawacita Presiden Joko Widodo.

“Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa, meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, sehingga Indonesia dapat maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa lain, dan mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik,” jelasnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Syech Suhaimi yang juga hadir di acara itu mengungkapkan, jumlah penduduk miskin di Sumut posisi September 2018 turun 0,28% dari Maret menjadi 1,291 juta jiwa. “Kalau di Maret 2018 angka kemiskinan masih 1,324 juta jiwa, maka di September tinggal 1,291 juta jiwa,” ujarnya.

Penurunan angka kemiskinan terjadi di perkotaan dan pedesaan yang didorong banyaknya proyek infrastruktur termasuk terkendalinya inflasi. Di perkotaan, angka kemiskinan posisi September tinggal 8,84 persen dari Maret 2019 yang 9,15 persen. Sedangkan di pedesaan turun menjadi 9,05 persen dari 9,30 persen di Maret 2019. “Dengan menurunnya jumlah penduduk miskin, maka persentase angka kemisikinan di Sumut menjadi 8,94 persen dari 9,22 persen sebelumnya,” ujarnya. (prn/han)

AKP Hendro Jabat Kasatreskrim Polres Sergai

SURYA/SUMUT POS SERTIJAB: Kapolres Sergai AKBP H Juliarman Eka Putra S.Sos, SIK, MSi saat menyematkan pin Kasatreskrim Polres Sergai, Rabu (27/3).
SURYA/SUMUT POS
SERTIJAB: Kapolres Sergai AKBP H Juliarman Eka Putra S.Sos, SIK, MSi saat menyematkan pin Kasatreskrim Polres Sergai, Rabu (27/3).

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Kapolres Sergai AKBP H Juliarman Eka Putra Pasaribu, menyerahterimakan jabatan Kasat Reskrim dari AKP Sisworo SH kepada AKP Hendro Sutarno.

Serah Terima Jabatan (Sertijab) itu ditandai dengan pemasangan tanda jabatan kepada AKP Hendro Sutarno sebagai Kasatreskrim Polres Sergai, yang digelar di ruang Patriatama Mapolres Sergai, Rabu (27/3).

Dalam sertijab tersebut, Kapolres meminta agar AKP Hendro Sutarno, memperhatikan kasus-kasus yang paling menonjol dan meresahkan masyarakat di wilayah hukum Polres Sergai.

Seperti Pencurian secara kekerasan (Curas), Pencurian secara pemberatan (Curat), Pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dan bajing loncat. Dan kasus sengketa tanah.

“Kasus-kasus seperti itu, kalau tidak ditangani dengan serius akan dapat menimbulkan gejolak sosial yang akhirnya menjadi gangguan nyata, “tegas Kapolres Juliarman

Kapolres AKBP Juliarman Pasaribu mengucapkan terima kasih kepada AKP Sisworo atas kinerja selama bertugas di Polres Sergai.

Sebelumnya, AKP Hendro Sutarno menjabat Kasatreskrim Polres Tapanuli Utara (Taput), sedangkan AKP Sisworo mendapat jabatan baru sebagai perwira Direktorat Sabhara Polda Sumut. (sur/han)

Sembilan Desa Terisolir di Nias Berhasil Dibuka

ADILAOLI/SUMUT POS SERAHKAN:Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli MM menyerahkan LKPJ Tahun Anggaran 2018 untuk dilakukan pembahasan, yang diterima anggota DPRD Nias, Amran Abas Zai.
ADILAOLI/SUMUT POS
SERAHKAN:Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli MM menyerahkan LKPJ Tahun Anggaran 2018 untuk dilakukan pembahasan, yang diterima anggota DPRD Nias, Amran Abas Zai.

NIAS, SUMUTPOS.CO – Pendapatan Daerah Kabupaten Nias pada tahun 2018 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya hingga 3,62 persen. Dari target Rp927.437.420.336, yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), dana perimbangan dan lain-lain pendapatan daerah yang sah dapat direalisasikan sebesar Rp 902.366.668.837 atau 97,30 persen.

Demikian disampaikan oleh Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli MM, saat membacakan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran (TA) 2018, melalui sidang paripurna dipimpin oleh ketua DPRD Nias, Yaredi laoli SPd, digelar di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nias, Jalan Pelud Binaka , Gunungsitoli Selatan, Senin(25/3).

Lanjut Sokhiatylo, pada kebijakan umum belanjar daerah tahun 2018 dari yang ditargetkan Rp1.048.914.536.226, dapat direalisasikan sebesar Rp 930.751.744.878 atau mencapai 88,73 persen.

“Anggaran belanja ini digunakan untuk belanja tidak langsung yakni gaji pegawai, hibah, bantuan sosial, bantuan keuangan kepada provinsi, kabupaten/kota, pemerintah desa, bantauan untuk partai politik dan belanja tak terduga. Dan untuk belanja langsung terdiri atas belanja pegawai, barang dan jasa serta belanja modal,”ungkapnya.

Pada pemaparan pencapaian kinerja kegiatan pembangunan khususnya dibidang infrastruktur, Bupati Nias mengklaim telah berhasil mem buka jalan di 9 desa terisolir, hingga dapat dilalui kendaraan roda empat.

Namun dia mengakui hingga saat ini jalan kabupaten masih didominasi jalan tanah atau belum diaspal sepanjang 381,355 kilometer atau 53,81 persen dari panjang jalan di kabupaten Nias, yakni 708,674 kilometer.

“Sepanjang tahun 2018, kita telah berhasil menekan keterisoliran desa, dari tahun 2017 masih terdapat 39 desa terisolir, kini tinggal 30 desa. Pembangunan irigasi dari target 400 meter, pada tahun 2018 sudah mencapai 3.401 meter. Begitu juga pengadaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ke desa-desa yang belum terjangkau jaringan listrik PLN, dari target 515 pada tahun 2018, telah berhasil disediakan sebanyak 1.109 unit.”ujar Sokhiatulo.

Dibidang pendidikan, Sokhiatulo mengklaim mengalami kemajuan ditandai dengan peningkatan beberapa capaian kinerja diantaranya, terbangunnya ruang kelas baru sebanyak 26 lokal untuk SD, 10 lokal untuk SMP serta jumlah perpustakaan meningkat menjadi 148 unit. Selain itu pada program pendidikan dasar (SD dan SMP), Angka Partisipasi Kasar (APK) tingkat SD mengalami peningkatan hingga 121 persen dan 55 persen APK meningkat tingkat SMP.

“Pemerintah Kabupaten Nias juga telah memprogramkan pemberian beasiswa berprestasi kepada para mahasiswa-mahasiswi, baik di Perguruan Tinggi Negeri maupun swasta, dan hingga 2018 telah disalurkan kepada 65 orang mahasiswa,”kata Sokhiatulo.

Bupati Nias juga menyampaikan ke berhasilan pemerintahannya dibidang kesehatan, mampu menurunkan angka kematian ibu hamil, balita penderita gizi buruk dan angka kematian bayi juga menurun. Kemudian pada pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) khususnya kinerja pelayanan dan keuangan Rumah Sakit Umum Daerah Gunungsitoli (RSUD) meningkat.

“Pada tahun 2018 RSUD Gunungsitoli mencatat PAD sebesar Rp 51 miliar, sedangkan indeks kepuasan masyarakat mencapai 82 persen. Ini menunjukkan kualitas pelayanan yang diberikan sudah memenuhi harapan masyarakat,”tandasnya.

Kemudian kinerja pada bidang lainnya yang menurut Sokhiatulo mengalami kemajuan di antaranya, bidang ekonomi, penanggulangan kemiskinan serta bidang pemerintahan dan aparatur.

“Atas nama pemerintah Kabupaten Nias, kami menyampaikan terimakasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah berpatisipasi dalam pelaklsanaan pembangunan di Kabupaten Nias, termasuk pimpinan dan segenap anggota dewan yang terhormat atas dukungan, motivasi, pemikiran, saran maupun koreksi yang telah disampaikan selama ini,’ucapnya. (mag-5/han)

Tirta Malem Suplai Air Bersih Gratis

SOLIDEO/SUMUT POS AIR BERSIH: PDAM Tirta Malem menurunkan mobil tangki bermuatan 4.000 liter air bersih untuk warga yang membutuhkan.
SOLIDEO/SUMUT POS
AIR BERSIH: PDAM Tirta Malem menurunkan mobil tangki bermuatan 4.000 liter air bersih untuk warga yang membutuhkan.

KARO, SUMUTPOS.CO – Derasnya gelombang protes atas buruknya pelayanan, hingga merembes desakan pencopotan jabatan Dirut PDAM Tirta Malem. Selasa (25/3) siang, PDAM Tirta Malem melakukan gebrakan dengan mensuplai air bersih kepada pelanggan secara cuma-cuma alias gratis kepada warga yang membutuhkan.

“Sejak semalam, kita telah lakukan penyuplaian air bersih ke wilayah pelanggan PDAM Tirta Malem yang merasa kurang pasokan debit air yang masuk ke rumah warga. Antisipasi ini kita lakukan, agar warga tidak lagi kecewa dengan instansi PDAM Tirta Malem yang kami kelola,” ucap Direktur Utama PDAM Tirta Malem, Arvino Hamsyari, Rabu (27/3) siang.

Dijelaskannya, untuk saat ini pihaknya menyuplai air bersih dengan mengunakan mobil tangki air milik PDAM Tirta Malem. Dengan debit air mencapai 4.000 liter, seperti di Jalan Selamat Ketaren, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo.

“Untuk debit air yang kita suplai kepada warga mencapai 4.000 liter per hari, yang kita bagikan kepada warga guna meningkat kan upaya dari pihak kita demi kesenjangan pelanggan PDAM Tirta Malem. Suplai air tersebut diperuntukan bukan untuk satu kepala rumah tangga saja, tetapi kita upayakan untuk menutupi berapa pihak keluarga atau dalam satu gang pelanggan,” ucapnya.

Penyuplaian air bersih ini kata Arvino, akan terus diupayakan. Bila warga meminta penyuplaian air bersih, baik secara via telepon, dan datang ke kantor, akan terus diupayakan. (deo/han)

DPK KNPI Gelar Pesta Rakyat, Bazar dan Pelantikan, PB IKLAS Sumbang Dua Set Gendang Rebana

no picture
no picture

LABUSEL, SUMUTPOS.CO – Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Keluarga Labuhanbatu Selatan (PB-Iklas) Rivai Nasution mengapresiasi Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Kampung Rakyat dibawah kepemimpinan Andi Syahputra Nasution. Pasalnya, DPK KNPI Kampung Rakyat sukses mengemas acara pesta rakyat, bazaar dan pelantikan di Lapangan Teladan, Tanjung Medan, Kecamatan Kampung Rakyat, Labusel, sejak Kamis (21/3) hingga Minggu (24/3).

Kegiatan yang disambut antusias masyarakat, khususnya di Kecamatan Kampung Rakyat ini, diisi dengan berbagai kegiatan seperti festival dangdut, festival nasyid gendang rebana dan bazaar. Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan ini, PB Iklas menyerahkan bantuan dua set gendang nasyid rebana sebagai hadiah bagi juara Festival Nasyid Rebana.

“Saya bangga atas apa yang telah dibuat DPK KNPI Kampung Rakyat ini dan harus menjadi contoh di Labusel. Tak lupa, ini juga berkat support dari tokoh masyarakat kita H Edimin yang juga ketua MPÌ KNPI Kampung Rakyat , Labusel yang punya peranan penting dalam memfasilitasi dan menggagas kegiatan akbar ini,” kata Rivai dalam sambutannya.

Rivai juga mengharapkan kepada seluruh pengurus DPK KNPI Kampung Rakyat periode 2018-2021 yang baru dilantik, agar mampu melakukan konsolidasi secara internal dan ekternal serta mampu bekerjasama dengan para tokoh dan elemen masyarakat.  “Karena organisasi ini harus mampu mengayomi dari berbagai organisasi kepemudaan yang ada untuk menyatukan pandangan dalam membangun hati nurani pemuda yang bermartabat sesuai tema acara ini,” pungkas Rivai. (adz)

Wali Kota Binjai Tutup Pekan Minat Baca

TEDDY AKBARI/SUMUT POS SERAHKAN: Wali Kota Binjai Idaham menyerahkan piala kepada pemenang Pekan Minat Baca.
TEDDY AKBARI/SUMUT POS
SERAHKAN: Wali Kota Binjai Idaham menyerahkan piala kepada pemenang Pekan Minat Baca.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Binjai, H Muhammad Idaham menutup Pekan Minat Baca se-Kota Binjai tahun 2019 yang digelar Dinas Perpustakaan Kota Binjai, Jalan Bandung, Binjai Selatan, Rabu (27/3). Sebanyak 160 siswa memeriahkan acara tersebut. Di antaranya 31 peserta ikut lomba nulis artikel untuk pelajar tingkat SMP, 32 peserta ikut lomba pidato bahasa inggris tingkat SMP, 40 peserta ikut lomba mewarnai tingkat taman kanak-kanan dan 29 peserta ikut lomba bercerita tingkat SD.

Pekan minat baca merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan minat budaya baca, menumbuh kembangkan pengetahuan anak serta meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) guna memajukan bangsa. “Kepada para pemenang kami ucapkan selamat. Jangan berpuas diri karena masih banyak tantangan yang akan di hadapi pada masa yang akan datang. Dan kepada yang belum beruntung, jangan kecewa karena masih ada kesempatan untuk waktu yang akan datang,” ucap Sri Rahmawati. Pekan Minat Baca ini mendapat apresiasi dari Wali Kota Idaham. Menurut dia, ini salah satu bagian dari program literasi yang dilakukan.

“Membaca adalah jendela dunia, menulis itu adalah untuk mengurai dunia. Jadi tanpa membaca, kita tidak akan memiliki pengetahuan. Tanpa menulis kita tidak bisa mengapresiasikan diri kita”, ucapnya. Kedepannya, Idaham juga berniat melakukan perubahan. “Kita menyalurkan bakat dan minat mereka. Karena jikalau anak-anak kita mulai kecil kita bangun berkompetisi, kita cari menang sampai kalah, sampai kapanpun teman di sebelahnya adalah saingannya”, tambahnya.

Idaham menambahkan, semua peserta yang hadir adalah penerus bangsa. Saat ini, mereka mengukir ingin menjadi apa. Seorang kompetitor yang paling baik yang merasa semua adalah kompetisi atau dibuat mereka saling menyayangi dan saling membantu. “Mari bapak ibu guru dan orangtua yang hadir, mari kita bangun. Kita rubah agar kedepannya anak-anak kita menjadi anak-anak yang sangat memiliki akhlak, menyayangi dan tidak merasa orang lain adalah saingannya,” ujar mantan Kadis Pertamanan Kota Medan ini.

Sementara, Olga Olivina dari MTsN Binjai merupakan juara 1 lomba pidato bahasa inggris tingkat SMP. Dalam menghadapi lomba ini, Olivina sudah menyiapkan dengan matang. “Memang niat kali ikut lomba. Karena, dengan ikut lomba ini jadi bisa menambah pengalaman,” ujar dia.

M Yuluz Causa, pelajar dari SDN 028226 Binjai Timur juga meraih juara 1 lomba bercerita tingkat SD. “Persiapannya itu sering dan banyak latihan sama ibu kepala sekolah dan guru pembimbing lainnya di sekolah. Akhirnya bisa dapat juara 1 ini, pokoknya senang dan bahagia banget. Harapan kedepannya semoga bisa lebih baik lagi dari yang ini,” tandasnya. (ted/han)

Narkoba Marak Beredar, Warga Stungkit Sering Kemalingan

BAMBANG/SUMUT POS BERANTAS NARKOBA: Ratusan warga Desa Stungkit, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, turun ke jalan sembari mendirikan spanduk bertuliskan desakan berantas narkoba di lingkungan mereka, Selasa, (26/3) sore.
BAMBANG/SUMUT POS
BERANTAS NARKOBA: Ratusan warga Desa Stungkit, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, turun ke jalan sembari mendirikan spanduk bertuliskan desakan berantas narkoba di lingkungan mereka, Selasa, (26/3) sore.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Ratusan masyarakat Desa Stungkit, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, kembali turun ke jalan dan mendirikan spanduk bertuliskan desakan, agar narkoba di lingkungan mereka dibasmi, Selasa (26/3) sore.

Tulisan itu mereka torehkan karena sudah merasa gerah dengan maraknya peredaran narkoba di lingkungan mereka. “Jangan ditanya kalau peredaran narkoba di sini bang,”ujar Sulastri, salah satu masyarakat di sana, Rabu (27/3).

Warga menilai, jika peredaran narkoba di lingkungan mereka seakan sudah tak asing lagi. Sebab, tidak hanya orang dewasa, para pelajar juga sudah ikut mengkonsumsi narkoba. Sehingga para orangtua menjadi resah dan khawatir dengan nasib anak-anak mereka.

“Kami tidak terima, kalau kampung kami dijadikan sarang narkoba. Aksi ini kami lakukan untuk menyelamatkan anak cucu kami. Tidak ada tempat buat narkoba di sini,” ucapnya, disambut teriak warga lainnya.

Untuk itu, besar harapan mereka agar aparat penegak hukum (Polisi dan BNN) dan pemerintah setempat (Pemkab Langkat), sama-sama memerangi narkoba.

“Jika boleh, presiden turun tangan bang. Kami menggantungkan harapan besar agar narkoba benar-benar musnah dari desa kami khususnya Kabupaten Langkat serta Indonesia umumnya. Karena dengan maraknya narkoba, kampung kami tidak aman bang, ada saja aksi pencurian terjadi,” seru masyarakat. Namun sayang, sejauh ini para bandar besar seolah tidak tersentuh. Ironisnya, beberapa intimidasi mulai dirasakan masyarakat khususnya mereka yang vokal. Baik dari oknum aparat, maupun dari sang bandar itu sendiri.

“Kalau intimidasi jangan tanya lagi bang, bahkan semalam sebelum masyarakat ingin mendirikan spanduk. Ada oknum petugas yang minta kami tidak menakikan spanduk ini. Katanya, biar mereka saja yang akan bergerak mengamankan bandar. Tapi, selama ini bandarnya kok malah gak ketangkap,” tanya salah satu masyarakat yang namanya enggan dicantumkan.

Menyikapi keluhan masyarakat ini, Kasat Narkoba AKP Yunus Tarigan saat dikonfirmasi mengakui, kalau dilihat dari spanduknya itu masalah presiden. “Kayaknya isi spanduk masalah presiden,” kata Kasat Narkoba AKP M Yunus, melalui pesan WhatsApp

Bahkan melalui pesan singkat, Kasat Narkoba AKP M Yunus, juga melayangkan hasil tangkapan Sat Reskrim Narkoba. Yunus merilis selama kurun waktu bulan Januari sampai dengan Maret 2019, telah melakukan penindakan hukum kasus Narkotika di wilkum Polres Langkat khususnya di Kecamatan Wampu yaitu 7 kasus.

Untuk diketahui, aksi masyarakat ini bukan hanya sekali ini saja. Sehari sebelumnya, aksi ratusan masyarakat Desa Stungkit, Kecamatan Wampu, Langkat sudah dilakukan. Mereka memasang spanduk agar peredaran narkoba diberantas sampai akar-akarnya. (bam/han)