Home Blog Page 5469

Keramba Jaring Apung Cemari Danau Toba, Rektor USU: Wisatawan juga Mau Berenang di Sana

file/SUMUT POS PENCEMARAN: Keramba jaring apung memenuhi perairan Danau Toba. Keramba-keramba ini dinilai salah satu penyebab tercemarnya air Danau Toba.
file/SUMUT POS
PENCEMARAN: Keramba jaring apung memenuhi perairan Danau Toba. Keramba-keramba ini dinilai salah satu penyebab tercemarnya air Danau Toba.

MEDAN, SUMUTPOS.CO –Universitas Sumatera Utara (USU) menyebutkan Keramba Jaring Apung (KJA) menimbulkan pencemaran air Danau Toba, Sumatera Utara. Kesimpulan itu sesuai kajian dampak lingkungan yang dilakukan Kelompak Kerja (Pokja) Pengembangan Pariwisata Danau Toba USU. Karena itu, aparat terkait didesak segera melakukan penertiban KJA.

“Soal keindahan, Danau Toba termasuk danau terindah dipandang di dunia. Tapi orang ‘kan datang bukan hanya untuk memandang keindahannya saja. Tapi juga mau berenang di situ,” ungkap Rektor USU, Prof. Runtung Sitepu, kepada Sumut Pos, Senin (25/3)n

Namun bagaimana wisatawan mau berenang, jika air danau tidak segar lagi? Padahal wisatawan terutama wisatawan mancanegara (wisman), biasanya datang karena melihat keasrian lingkungan objek wisata yang akan didatangi.

Untuk mendukung pariwisata Danau Toba, USU membentuk Pokja Pengembangan Pariwisata Danau Toba, yang diketuai oleh Dr. Nurlisa Ginting. Pokja ini akan segera mengeluarkan rekomendasi untuk ditertibkan berdasarkan kajian dan penelitian dilakukan.

“Hasil riset menunjukkan, keasrian Danau Toba sudah tidak terpelihara lagi. Airnya juga sudah tidak segar lagi. Salahsatu penyebabnya, ya keberadaan KJA. KJA membuat pariwisata Danau Toba tidak berjalan maksimal. Nah… rekomendasi yang diberikan Pokja USU adalah penertiban KJA demi menjaga keasrian Danau Toba. Tujuannya untuk mendukung pengembangan pariwisata Danau Toba,” tutur Runtung.

Meski menyebut isu pencemaran lingkungan bukan bidangnya, Runtung secara pribadi menilai, KJA harus ditertibkan karena sudah mengganggu mulai pemandangan hingga kebersihan air danau vulkanik terbesar di dunia itu. Bila tidak ditertibkan, akan berdampak pada pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba.

“Saya bukan ahlinya. Tapi menurut saya KJA itu sudah mengganggu. Kalau mau danau asri dan dirindukan semua orang wisatawan asing, harus ada tindakan tegas. Tapi biar ahli dari USU yang nanti bicara mengenai sejauhmana keberadaan KJA berdampak pada pengembangan pariwisata, tindakan apa yang harus diambil,” pungkas orang nomor satu di USU itu.

DPRD Sumut Tunggu Kajian Ilmiah

Masih terkait dengan isu pencemaran Danau Toba, komisi B DPRD Sumut yang mengawasi masalah perikanan menyebutkan, pihaknya tetap berkomitmen untuk membentuk Pansus masalah pencemaran Danau Toba.

“Pembentukan pansus nggak mungkin ditunda-tunda, karena sifatnya mendesak. Tapi kita nggak bisa juga tergesa-gesa. Pansus harus dibentuk dengan proses yang matang dan mungkin cukup panjang supaya benar-benar mampu menuntaskan masalah,” ucap Robby Anggana, ketua Komisi B DPRD Sumut kepada Sumut Pos, Senin (25/3).

Menurut Robby, ada beberapa kendala yang membuat Pansus tidak bisa dibentuk dalam waktu cepat. “Membentuk Pansus harus berdasarkan kajian ilmiah. Dari kajian itulah kita bisa menentukan Pansus itu terdiri dari apa, fungsinya apa, dan apa fokusnya,” ujar Robby.

Saat ini, DPRD masih menunggu kajian ilmiah dari para ahli di beberapa universitas. “Setelah kajiannya kita terima, akan kita gelar rapat pimpinan untuk segera membentuk Pansus. Kapan itu? Ya segera,” ujarnya.

Senada dengan Robby, Ketua komisi D DPRD Sumut yang mengawasi tentang Lingkungan Hidup, Sutrisno Pangaribuan, juga mengatakan hal senada. “Kita tunggulah hasil kajian dari para ahli. Kita tidak mau mendesak-desak para ahli supaya mereka bisa dengan fokus dan serius dalam memberikan hasil kajian ilmiah yang akurat,” kata Sutrisno.

Pansus itu nantinya bertugas menginvestigasi pencemaran air Danau Toba yang salahsatunya diduga disumbangkan olehy sejumlah perusahaan, termasuk PT Aquafarm Nusantara, perusahaan budi daya ikan nila dengan menggunakan keramba jaring apung (KJA) di Danau Toba.

PT. Aquafarm pada Juli 2017 dilaporkan Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) ke Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, atas dugaan tindak pidana pengelolaan lingkungan hidup dan pengairan. Laporan ini sebagaimana dimaksud dalam pasal 98 dan/atau Pasal 99 UU No. 32 tahun 2009 tentang pengelolaan lingkungan hidup dan pasal 15 ayat [1] huruf C UU No. 11 tahun 1974 tentang pengairan.

Pihak YPDT mengatakan, hampir dua tahun sejak laporan pidana dicatat, penyidikan belum menbuahkan hasil. Pada 24 Januari, perusahaan diduga kembali melakukan pencemaran Danau Toba. Sebagai bukti, bangkai ikan mati yang diangkat dari dasar Danau Toba tersebut, disaksikan langsung Bupati Toba Samosir dan wakilnya, beserta Kasat Reskrim Polres Toba Samosir saat itu.

Selain itu, perusahaan asal Swiss yang bergerak dalam budidaya perikanan tersebut juga dilaporkan masyarakat Desa Sirukkung ke Pemerintah Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) karena diduga membuang ikan busuk sebanyak empat karung besar ke Danau Toba.

Aquafarm Respon Teguran Gubsu

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumatera Utara, Binsar Situmorang, mengatakan, surat teguran Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi atas sejumlah pelanggaran yang dilakukan PT Aquafarm Nusantara, sudah direspon manajemen perusahaan asal Swiss tersebut.

Pemprovsu sendiri saat ini masih menunggu perbaikan dokumen maupun laporan yang sedang disusun oleh perusahaan modal asing (PMA) tersebut.

“Sedang dalam proses perbaikan (dokumen/laporan). Kita tunggu perkembangannya ya. Kami lagi ada rakor di luar kota,” ujar Binsar menjawab Sumut Pos melalui pesan singkat, Senin (25/3).

Teguran tertulis Gubsu pada 1 Februari 2019 dikeluarkan sehubungan dengan pelanggaran Aquafarm atas ketentuan yang ada. Antara lain produksi ikan yang melampaui batas dan tidak dikelolanya limbah. Namun belakangan publik meragukan sikap tegas gubernur. Mengapa hanya sanksi teguran tertulis saja yang dijatuhkan? Mengapa izin lingkungan Aquafarm tidak langsung dicabut?

Binsar sebelumnya menerangkan, pihaknya menjatuhkan sanksi ke Aquafarm bukan asal-asalan. Tetapi melalui ketentuan yang berlaku. “Mekanismenya ada, yaitu sesuai UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH), pada Pasal 76 ayat 1 ayat 2,” ujarnya.

Pada pasal 76 UU 32 tersebut, gubernur tidak boleh langsung mencabut izin lingkungan. Tetapi harus melalui 4 tahapan mekanisme sanksi administratif, yaitu teguran tertulis, pemaksaan, pembekuan izin lingkungan, dan pencabutan izin lingkungan.

“ Aquafarm dalam konteks ini, jika semua mekanisme sanksi tidak dijalankan, barulah operasionalnya berhenti total,” tegasnya.

Oleh karena mekanisme sanksi sesuai Pasal 76 UU Nomor 32 itulah, tambah Binsar, Gubsu tidak mau mengambil risiko hukum. “Kita sadar, Aquafarm adalah perusahaan raksasa. Mereka juga punya kuasa hukum yang hebat, Pak Hotman Paris. Tentu kami sangat hati-hati dalam hal ini,” sambungnya.

Sekdaprovsu R Sabrina sebelumnya mengatakan, UU tentang Lingkungan Hidup memberi kewenangan kepada kepala daerah, dalam hal ini Gubsu Edy Rahmayadi, menjatuhkan sanksi manakala terjadi pelanggaran. Akan tetapi lebih dulu sanksi administrasi dari 4 kategori sanksi yang ada.

Jika sanksi tidak diindahkan, barulah akan ada pencabutan izin oleh pemerintah. “Itu ada tingkatan-tingkatannya. Tidak boleh langsung melakukan tindakan. Tapi teguran dulu,” katanya.

Investigasi DLH Sumut terhadap bangkai ikan yang dibuang ke danau, sebut Sabrina menemukan sejumlah pelanggaran oleh Aquafarm. Yaitu pertama, kelebihan kapasitas produksi. Kata dia, berdasarkan SK Gubernur Sumut Nomor 660/4223/Tahun 2009 tentang Daya Dukung atau Daya Tampung Danau Toba, kepada Aquafarm sudah diminta melakukan revisi terhadap dokumen pengelolaan lingkungan hidup. “Akan tetapi oleh Aquafarm belum dilakukan,” katanya.

Kedua, Aquafarm tidak melakukan pengolahan limbah cair pada unit produksinya di Kabupaten Serdangbedagai. Sabrina bilang hal ini merupakan pelanggaran. Selanjutnya terhadap hasil investigasi pihaknya sejauh ini telah digabungkan dengan yang dilakukan pihak kepolisian. Karena kasusnya sudah ditangani institusi penegak hukum.

“Bersalah atau tidaknya Aquafarm, penyidikan pihak kepolisan ditunggu,” ujarnya.

Tentang skema pengurangan produksi, Aquafarm telah diminta merevisi dokumen pengelolaan limbahnya. “Skema pengurangan produksi tergantung daya dukung dan daya tampung Danau Toba. Bukan hanya mereka yang berusaha di sana, ada juga masyarakat lain,” pungkasnya. (gus/mag-1/prn)

Millenium ICT Sukses Gelar Fun Walk

ist/SUMUT POS LEPAS: Loyalty Program Manager Millennium ICT, Daniel Hutajulu saat melepas para peserta Mille Card Millenium Fun Walk, Minggu (24/3).
ist/SUMUT POS
LEPAS: Loyalty Program Manager Millennium ICT, Daniel Hutajulu saat melepas para peserta Mille Card Millenium Fun Walk, Minggu (24/3).

Millennium ICT Center sukses menggelar fun walk yang bertajuk, Mille Card-Millennium Fun Walk 2019. Event yang dilaksanakan pada hari Minggu, 24 Maret 2019 tersebut, diikuti oleh 500 Peserta dari berbagai kalangan, mulai dari member Mille Card, Karyawan Millennium ICT Center, Tenant (Penyewa Kios Millennium ICT Center) dan Masyarakat umum.

Acara yang disponsori oleh 22 produk ini dibuka oleh Regional Business Manager Millennium ICT, Herri Zulkarnain, didampingi oleh Loyalty Program Manager Millennium ICT, Daniel Hutajulu dan perwakilan dari Kelurahan Dwikora dan Kecamatan Medan Helvetia.

Selain Fun Walk dengan Rute Jalan Kapten Muslim-Griya, juga ada senam bersama, lomba Zumba, donor darah dan lucky draw ratusan hadiah menarik dan Grand Prize TV LED 42 Inchi serta Sepeda Gunung. Seluruh peserta juga dihibur oleh Bintang Tamu Trio Libas dan dipandu oleh MC Kocak Dodo.

Sepanjang acara berlangsung, peserta juga bebas menikmati produk yang ditawarkan oleh sponsor secara gratis, yaitu, energen sereal dan sirup kurnia.

Pimpinan Millennium ICT Center, Herri Zulkarnain yang diwakili oleh Loyalty Program Manager, Daniel Hutajulu dalam sambutannya menyebutkan bahwa even ini diadakan untuk meningkatkan rasa kebersamaan antara Member Mille Card, Karyawan Millennium ICT dan Masyarakat yang merupakan target market pengunjung Millennium ICT Center.

“Kita sangat bersyukur, karena acara ini sukses terselenggara. Apalagi saat melihat para peserta sangat menikmati acara ini,” ujarnya.

Seluruh peserta yang belum menjadi Member Mille Card, diberikan Kartu Mille Card, yaitu Kartu Keanggotaan Millennium ICT Family, dimana dengan bertransaksi di toko- toko Merchant dengan menggunakan Kartu Mille Card akan mendapatkan Discount atau Benefit lainnya.

Daftar merchant, alamat dan besaran diskon atau benefit yang didapatkan dapat dilihat dalam App Millennium ICT, ketik ICT MILLENNIUM di Play Store untuk Download App Millennium ICT.

Disamping informasi tentang merchant, dalam App Millennium ICT juga dapat dilihat info promo terbaru Millennium ICT, jadwal pemutaran Film di Millennium XXI dan info menarik lainnya.

Event Mille Card-Millennium Fun Walk 2019 berakhir pada Pkl.12.00, seluruh peserta meninggalkan lokasi acara dengan senyum puas penuh kegembiraan. (rel/ram)

Klinik Pratama RBG Rumah Zakat Jadi Klinik Pratama Rumah Zakat Al Ummah, Siap Membantu dan Melayani Masyarakat Medan

ist/Sumut Pos RESMI: Perwakilan dari Rumah Zakat dan Pengurus Masjid Raya Pusat Pasar dan para undangan saat peresmian Klinik Rumah Zakat Al Ummah di Medan, Sabtu (3/3).
ist/Sumut Pos
RESMI: Perwakilan dari Rumah Zakat dan Pengurus Masjid Raya Pusat Pasar dan para undangan saat peresmian Klinik Rumah Zakat Al Ummah di Medan, Sabtu (3/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rumah Zakat Perwakilan Sumatera Utara mengubah nama Klinik Pratama RBG Rumah Zakat menjadi Klinik Pratama Rumah Zakat Al Ummah. Karena kini, Klinik Pratama Rumah Zakat Al Ummah bekerja sama dengan Yayasan Masjid Raya Pusat Pasar. Klinik ini terletak di Jalan Utama No. 211 simpang Jalan Ismailiyah Kelurahan Kota Matsum II Kecamatan Medan Area dengan kondisi gedung 4 lantai.

Kepala Perwakilan Rumah Zakat Sumatera Utara, M Yunus menyatakan ada berbagai program yang dimiliki Rumah Zkat perwakilan Sumatera Utara, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan, kemanusiaan Internasional dan kebencanaan.

Dalam program kesehatan, Rumah Zakat Perwakilan Sumatera Utara telah membuka layanan Klinik Pratama RBG Rumah Zakat sejak Februari 2008 berlokasi di Jalan Setiabudi No 46 Pasar 2 Tanjung Sari.

“Tahun 2019 untuk menguatkan kiprahnya membantu Masyarakat yang membutuhkan di bidang kesehatan, Rumah Zakat mengubah nama Klinik Pratama RBG Rumah Zakat menjadi Klinik Pratama Rumah Zakat Al Ummah,”ujarnya.

Dijelaskannya, Klinik Pratama Rumah Zakat Al Ummah mulai diresmikan pada 21 Maret 2019 lalu ini merupakan program kesehatan yang digulirkan oleh Rumah Zakat, mulai Tahun ini Rumah Zakat dan Masjid Raya Pusat Pasar bersinergi untuk melakukan layanan kesehatan agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas, karena Klinik ini bisa dimanfaatkan siapa saja baik yang tidak mampu dan mampu dengan skema yang tidak mampu bisa menjadi member agar gratis dan yang mampu bisa bayar sesuai dengan tarif klinik.

Klinik Pratama Rumah Zakat Al Ummah Melayani beberapa layanan diantaranya, layanan kesehatan umum, layanan kebidanan, Ambulance Gratis dan Lainnya. Dengan jadwal layanan Hari Senin – Kamis jam 08.00 – 21.00, Hari Jumat – Sabtu Jam 08.00 – 20.00 sedangkan hari Minggu dan libur nasional tidak melayani.

Ketua Yayasan Masjid Raya Pusat Pasar, H Bey As Cholid mengatakan kerja sama ini hasil dari infak, sedekah, dan wakaf masyarakat yang ada di masjid raya pusat pasar dan juga masyarakat umum.

“Semoga dengan hadirnya klinik ini bisa membantu dan melayani kesehatan masyarakat sekitar maupun para pedagang di Masjid Raya Pusat Pasar,”ujarnya.

Kepala Bagian Agama Pemko Medan, Adlan mengharapkan agar klinik ini partisipasi membantu pemerintah untuk menyelesaikan masalah kesehatan yang ada di Kota Medan.

“Saya mewakili Bapak Wali Kota Medan, menyampaikan salam dari bapak wali kota, karena ada beberapa kegiatan sehingga belum bisa hadir di acara ini, semoga dengan hadirnya Klinik yang dibangun Rumah Zakat dan Yayasan Masjid Raya Pusat Pasar dapat membantu dan melayani kesehatan masyarakat Kota Medan, semoga antara Rumah Zakat dan Pemerintah Kota Medan bisa terus berperan aktif dan bersinergi dalam menyelesaikan permasalahan yang ada di Kota Medan, baik itu kesehatan dan permasalahan lainnya,”ujarnya.

Acara Peresmian Klinik Pratama Rumah Zakat Al Ummah diisi dengan berbagai kegiatan diantaranya, penampilan siswa SD Juara Medan dan Bakti Sosial, penyuluhan kesehatan, pemeriksaan umum, cek metabolik, cek golongan darah, USG, konsultasi ASI dan donor darah.

Acara ini juga dihadiri oleh Direktur Kesehatan Rumah Zakat, Arif Taat Ujiyanto, Ketua dan Pengurus Yayasan Masjid Raya Pusat Pasar, H Bey As Cholid, Wakil Ketua MUI Kota Medan, H. Hasan Matsum, Baznas Kota Medan dan Propinsi Sumatera Utara, dan mitra yang menjadi donatur Rumah Zakat dan Masjid Raya Pusat Pasar. (rel/ram)

Brunei U-23 vs Indonesia U-23, Jangan Sampai Nihil

ist LESU: Ekspresi Timnas U-23 setelah dipastikan gagal tampil pada putaran final Piala Asia U-23. Timnas U-23 harus membawa pulang kemenangan meski tersingkir.
ist
LESU: Ekspresi Timnas U-23 setelah dipastikan gagal tampil pada putaran final Piala Asia U-23. Timnas U-23 harus membawa pulang kemenangan meski tersingkir.

SUMUTPOS.CO – Timnas U-23 sudah dipastikan gagal tampil pada putaran final Piala Asia U-23 setelah takluk pada dua laga perdana. Namun Garuda Muda masih menyisakan satu laga kontra Brunei Darussalam, Selasa (26/3) sore.

Skuat asuhan Indra Sjafri takluk 0-4 dari Thailand dan pada laga kedua kalah 0-1 dari Vietnam. Praktis laga kontra Brunei ini tak berpengaruh apapun.

Dengan hasil tersebut, Garuda Muda tertahan di peringkat ketiga tanpa nilai setara dengan Brunei Darussalam di dasar klasemen namun unggul selisih gol. Timnas U-23 tertinggal enam poin dari Vietnam dan Thailand di tangga kedua dan puncak klasemen.

Namun akan sangat memalukan bagi Timnas U-23 jika sampai kalah lagi di laga ini. Pasalnya Brunei termasuk tim terlemah di grup. Dari dua laga mereka menjadi lumbung gol Vietnam (0-8) dan Thailand (0-8).

Pada laga lawan Brunei, Indra Sjafri memastikan akan memberikan peluang para pemain yang belum tampil untuk berlaga. “Ya, pasti banyak rotasi besok,” ujar Indra Sjafri.

Pada latihan terakhir, Indra Sjafri sempat menggelar mini game. Mereka siap membongkar pertahanan Brunei.

“Ini persiapan kemungkinan yang akan dilakukan Brunei besok dan kita antisipasi dari dua pertandingan mereka sebelumnya,” ujar Indra Sjafri.

“Mereka melakukan deep defending dan kita tadi bagaimana cara membongkar deep defending. Karena sudah dua kali kita main, kita sudah melihat dan mudah-mudahan besok bisa berjalan sesuai rencana,” kata Indra.

Bek timnas U-23 Nurhidayat Haji Harris mengatakan akan tetap menjaga profesionalitas dengan bermain sebaik mungkin. “Lawan Brunei kami wajib tetap bermain maksimal. Kami sudah berjuang sekuat tenaga namun hasil belum berpihak kepada tim ini. Kami sebenarnya sudah bermain baik lawan Vietnam namun kurang sedikit keberuntungan,” kata Nurhidayat.

Setelah gagal lolos ke Piala Asia U-23, pasukan Coach Indra kini mulai mengalihkan fokus ke ajang SEA Games 2019 di Filipina, November mendatang. Pada ajang tersebut, Garuda Muda ditargetkan meraih medali emas. (bbs/don)

0 Myanmar vs Indonesia 2, Debut Manis McMenemy

net GOL: Ilija Spasojevic mencetak satu gol untuk Timnas Indonesia lewat titik penalti.
net
GOL: Ilija Spasojevic mencetak satu gol untuk Timnas Indonesia lewat titik penalti.

SUMUTPOS.CO – Simon McMenemy memberi kemenangan perdana untuk Indonesia di ajang uji coba resmi matchday FIFA kontra Myanmar di Stadion Mandalar Thiri, Senin (25/3) malam. Garuda menumbangkan Myanmar 2-0.

Simon membawa perubahan berarti untuk timnas. Formasi 3-4-3 yang diterapkannya merupakan skema yang asing diterapkan beberapa pelatih sebelumnya.

Hasilnya memang cukup baik. Trio Greg Nwokolo, Stefano Lilipaly dan Riko Simanjuntak menjadi tumpuan di lini depan. Pasukan Simon menghasilkan beberapa peluang emas di paruh pertama.

Namun gol akhirnya baru tercipta menit ke-41. Tendangan Greg Nwokolo tak mampu dihalau kiper lawan. Namun Indonesia nyaris kebobolan.

Penalti yang diberikan kepada Myanmar harusnya menjadi kans tuan rumah menyamakan skor. Namun Andritany Ardhiyasa jadi pahlawan Indonesia pada pengujung babak pertama dengan menepis penalti dari Nyein Chan Aung.

Di paruh kedua, McMenemy melakukan perubahan. Seperti memasukkan Rahmat dan Novri Setiawan. Myanmar kembali nyaris membobol gawang Indonesia menit ke-82. Tendangan Mg Mg Lwin dari dalam kotak penalti berhasil ditepis Andritany.

Malah Indonesia yang menambah gol. Aksi Novri membuat Indonesia mendapat penalti. Ilija Spasojevic sebagai eksekutor melancarkan tugasnya dengan baik. 2-0.

Empat menit waktu tambahan telah ditentukan, tempo sedang coba dijaga Indonesia. Para pemain lebih fokus menjaga pertahanan, sementara Myanmar juga sudah tidak begitu ngotot mencari gol. Laga berakhir dengan skor 2-0. (bbs/don)

Latihan Mulai Intensif, Hanya Diikuti 12 Pemain

sutan siregar/sumut pos MINIM: Para pemain seleksi PSMS saat mengikuti latihan perdana PSMS pasca vakum sebulan di Stadion Mini Kebun Bunga, Senin (25/3) sore.
sutan siregar/sumut pos
MINIM: Para pemain seleksi PSMS saat mengikuti latihan perdana PSMS pasca vakum sebulan di Stadion Mini Kebun Bunga, Senin (25/3) sore.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Latihan perdana PSMS pasca vakum sebulan di Stadion Kebun Bunga, Senin (25/3) sore tetap digelar. Meskipun hanya 12 pemain yang mengikuti.

Pelatih Abdul Rahman Gurning didampingi dua asistennya, Edy Syahputra dan pelatih kiper Sugiar pun awalnya sempat pesimis latihan akan digelar. Namun akhirnya beberapa pemain muncul. Namun tak terlihat pemain senior seperti Legimin Raharjo, Hardiantono, Jecky Pasarella dan lainnya.

Padahal dari pemain tersisa pasca seleksi terdapat 21 nama yang tinggal setelah beberapa pemain menyatakan mundur dari tim seperti Saktiawan Sinaga dan Ahmad Fauzi. Ada kendala informasi yang tak menyeluruh kepada 21 pemain tersebut. Hal itu diakui Gurning.

“Banyak yang belum hadir mungkin karena pemberitahuan. Intinya 21 nama tersisa dari seleksi kemarin semua dipanggil untuk latihan setiap sore. Full nya nanti kalau sudah teken kontrak. Mereka bertahap lah dulu dikontrak. Misalnya pemain senior dulu dan berdasarkan posisi. Baru menyusul yang lain,” kata Gurning.

Sebelumnya Tri Handoko dari Persis Solo dan Danie Pratama yang merupakan pemain PSMS musim lalu sempat hadir di Mess Kebun Bunga selama sepekan. Selain itu ada Yohanis Nabar, Choiril Hidayat dan Taufiq Kasrun. Namun tak ada aktivitas dan kejelasan membuat mereka tak terlihat lagi di Mess Kebun Bunga.

“Dari lima pemain luar yang ada di Mess kemarin, hanya dua nama yang dari saya yakni Tri Handoko, dan Danie Pratama. Yang lain bukan dari saya. Mereka kan tinggal saya lihat kondisinya. Kalau memungkinkan saya harap sih mereka bergabung,” harap Gurning.

Penanggung jawab tim PSMS, Mulyadi Simatupang mengakui latihan belum berjalan maksimal. Namun dia yakin latihan selanjutnya akan diikuti lebih banyak pemain.

Meski sampai saat ini belum ada kepastian rencana Northcliff untuk menjadi sponsor sekaligus manajemen PSMS musim ini, Mulyadi menegaskan tim tetap berjalan sesuai instruksi dari Pembina PSMS.

“Ya mungkin mulai besok (hari ini), mulai ada transport untuk pemain. Selain itu beberapa pemain yang dianggap pelatih sudah layak dikontrak mulai negosiasi. Seperti Legimin, Saiful Ramadan dan beberapa diajukan kepada kita sudah nego lah. Kami sudah mulai persiapan menuju liga 2,” kata Mulyadi.

Mulyadi juga mempersilahkan pelatih untuk mulai mencari pemain incaran. Soal harga menurutnya bisa dibicarakan dengan manajemen selama kualitasnya layak.

“Pelatih sudah bisa mengontak pemain yang akan didatangkan untuk menjalani latihan apabila memang dari segi harga negosiasi dan permainan oke. Kami dari manajemen akan melakukan kontrak,” tambahnya. (don)

Takut Dipecat Majikan, PRT Buang Bayi di Tong Sampah

IST/SUMUT POS INTEROGASI: Kapolsek Kompol Martuasah Tobing bersama Kanit Reskrim Polsek Medan Baru Iptu Philip Purba menginterogasi ibu kandung yang buang bayinya, Senin (25/5).
IST/SUMUT POS
INTEROGASI: Kapolsek Kompol Martuasah Tobing bersama Kanit Reskrim Polsek Medan Baru Iptu Philip Purba menginterogasi ibu kandung yang buang bayinya, Senin (25/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dewi Purnama Sari (28) tega membuang bayi yang baru saja dilahirkannya di Jalan Padang Golf, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia. Namun, aksinya diungkap personel Reskrim Polsek Medan Baru, setelah bayi malang tersebut ditemukan petugas kebersihan.

KAPOLSEK Medan Baru, Kompol Martuasah Tobing mengatakan, pelaku yang tega membuang anaknya sendiri itu merupakan warga Tulung Mili Indah, Kota Bumi Ilir, Kota Bumi, Lampung. Pelaku bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Komplek Malibu Indah di Jalan Malibu Indah Raya, Suka Damai, Medan Polonia.

Dijelaskan Martuasah, Dewi ditangkap 6 jam setelah sang bayi ditemukan di tong sampah, Selasa (19/3) sekira pukul 09.00 WIB. Saat itu, petugas Dinas Kebersihan menemukan bayi perempuan tersebut dalam keadaan meninggal dunia.

“Dari keterangan petugas dinas kebersihan, dirinya mengutip sampah di blok E, F dan H. Dari keterangan itu, kita lakukan penyelidikan dan menemukan pasien wanita atas nama DPS dirawat di rumah sakit Materna mengalami pendarahan,” jelas Martuasah, Senin (25/3).

Dewi yang bekerja di perumahan Malibu Indah, Blok H, No 27 mengaku khilaf saat membuang bayi tak berdosa yang merupakan darah dagingnya sendiri.

“Jadi, dari keterangan pelaku yang sudah bekerja selama 8 bulan di perumahan Malibu itu mengaku khilaf,” katanya, Senin (25/3).

Sementara itu, kepada petugas Dewi mengaku tega membuang bayinya karena takut akan dipecat dari tempatnya bekerja. Ia berdalih kalau bayi itu merupakan hasil hubungan antara dia dan suaminya di kampung.

“Sebelum saya kerja, saya udah isi. Tapi saya tidak tahu kalau saya udah isi. Kan tidak enak kalau saya bekerja dan punya bayi. Saya masih mau bekerja dan membantu suami saya di kampung,” dalihnya.

Dewi juga menuturkan, dirinya sudah mempunyai dua anak sebelum membuang bayi ketiganya tersebut.

“Sebenarnya saya tidak berniat untuk membuang bayi saya ini. Namun, karena takut akan dipecat oleh majikan, saya pun khilaf dan melakukannya. Sama sekali tidak ada niat saya. Saat itu saya bingung,” pungkasnya.

Atas perbuatannya tersebut, pelaku dijerat pasal 342 subs pasal 341 KUHPidana dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Diketahui, Selasa (19/3) pagi, petugas kebersihan dihebohkan dengan penemuan jasad bayi yang dibuang di tempat sampah di Jalan Padang Golf, Kelurahan Sari Rejo, Medan Polonia.

Saat itu, petugas kebersihan yang hendak membuka bungkusan plastik hitam di dalam becak sampah melihat ada jasad bayi yang sudah tidak bernyawa di dalamnya.(dvs/ala)

Jalan Licin, Truk Terguling di Tigapanah

ist/SUMUT POS LALIN TERSENDAT: Personel Satlantas Polres Tanah Karo, mengatur arus lalu lintas (Lalin) yang tersendat, Senin (25/3). 
ist/SUMUT POS
LALIN TERSENDAT: Personel Satlantas Polres Tanah Karo, mengatur arus lalu lintas (Lalin) yang tersendat, Senin (25/3).

KARO, SUMUTPOS.CO – Truk dengan nomor polisi BG 9242 SAG, terguling di Jalan Besar Kabanjahe Merek, Senin (25/3). Tepatnya di Desa Bunuraya, Kecamatan Tigapanah.

Kasat Lantas Polres Tanah Karo AKP Edward Simamora mengatakan, kecelakaan tunggal tersebut terjadi sekira pukul 14.00 WIB.

Dijelaskan Edward, truk yang dikemudikan oleh Darmono itu datang dari arah Merek menuju Berastagi. Kuat dugaan, truk tersebut terguling akibat kondisi jalan yang licin.

Kemungkinan lain adalah karena supir ngantuk saat mengemudi.

“Kejadiannya di depan pabrik STTC. Situasi waktu itu hujan gerimis. Karena jalan licin dan supirnya ngantuk, truknya terbalik,” kata Edward.

Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal tersebut. Saat itu, supir hanya trauma dan tidak harus mendapatkan perawatan medis.

“Tidak ada korban jiwa,” ucapnya.

Senada juga diungkap Kanit Laka Satlantas Polres Tanah Karo, Iptu Barus. Dirinya menyebutkan, supir baik-baik saja dan tidak mengalami luka.

“Iya, saat itu truk sedang tidak membawa muatan. Supir sama truknya sudah lanjut perjalanan ke gudangnya,” ucapnya.

Saat proses evakuasi, polisi dibantu oleh mobil derek untuk membalikkan truk ke posisi semula.(trm/ala)

Kasus Korupsi Dinas PUPR dan Dinas Kesehatan Pematangsiantar Dilimpahkan ke Polda Sumut, Kapolres Siantar Mengaku Kekurangan Anggaran

no picture
no picture

SIANTAR, SUMUTPOS.CO – Polres Siantar telah melimpahkan kasus dugaan korupsi Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Dinas Kesehatan ke Ditkrimsus Polda Sumut.

Kapolres Siantar AKBP Heribertus Ompusunggu mengatakan, kasus korupsi itu telah menemukan titik terang temuan korupsi. AKBP Heribertus menyebutkan sudah ada dugaan korupsi di Dinas PUPR dan Dinas Kesehatan.

“Dugaan korupsi sudah di PUPR. Dinkes ada juga dugaan korupsi,” ujar Heribertus di Mapolres Siantar, Senin (25/3). Heribertus mengaku sudah menyediakan beberapa dokumen kuat dugaan korupsi untuk ditangani Polda Sumut.

Sementara, untuk kasus dugaan korupsi di Badan Kepegawaian Daerah (BKD), AKBP Heribertus mengaku masih menggali data korupsi.

“Kita serahkan semua ke Polda. Sementara, dua SKPD sudah kita serahkan ke Polda. Sudah ada dugaan korupsinya,” ujarnya.

Mengapa kasus korupsi Pemko Siantar dilimpahkan ke Polda? Heribertus mengaku kekurangan anggaran untuk penyidikan.

Apalagi, untuk satu kasus membutuhkan anggaran yang besar. Heribertus juga mengungkapkan telah menyerahkan kasus itu ke Kompol Roman (bagian Ditkrimsus Polda Sumut).

“Cakupannya besar, masalah anggaran itu. Nanti merekalah (Polda) yang manggil-manggil itu,” katanya.

Diketahui, Polres Siantar telah menyelidiki kasus korupsi di tiga Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Siantar sejak 14 Januari 2019. Beberapa aparatus sipil negara (ASN) telah berulang kali diperiksa di Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Ada tiga dugaan korupsi Dinas PUPR yang akan diusut. Masing-masing, proyek fisik peningkatan saluran sekunder D.I Bah Kora II senilai Rp 3,2 miliar, sekunder D.I Simarimbun senilai Rp 1,4 miliar dan sekunder D.I Tambun Barat senilai Rp 984 juta.

Sedangkan korupsi di Dinas Kesehatan, ada terindikasi korupsi dana kapitasi jaminan kesehatan nasional tahun 2018. Terakhir, pada Dinas BKD terkait pelantikan eselon II, III, dan IV pada Januari 2019.(trm/ala)

Modus Ngaku Polisi, 5 Perampok Truk Ditembak

Istimewa /SUMUT POS PERLIHATKAN: Dirkrimum, Kombes Pol Andi Rian didampingi Kasubdit III Jatanras Polda Sumut AKBP Maringan Simanjuntak memperlihatkan senjata dan alat yang digunakan para pelaku beraksi.
Istimewa /SUMUT POS
PERLIHATKAN: Dirkrimum, Kombes Pol Andi Rian didampingi Kasubdit III Jatanras Polda Sumut AKBP Maringan Simanjuntak memperlihatkan senjata dan alat yang digunakan para pelaku beraksi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Lima orang spesialis perampok truk yang kerap berksi di Jalan Tol Medan-Tebingtinggi dibekuk polisi lalu ditembak karena melawan. Tujuh orang penadah hasil rampokan juga turut diamankan dalam pengembangan.

SEBANYAK 12 tersangka berhasil diamankan berkat kerjasama tim gabungan Personel gabungan Subdit III/Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) bersama Tim Resmob Polda Sumatera Utara (Sumut).

“Sebelum tertangkap, kelima pelaku ini diketahui telah 4 kali beraksi,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Kombes Pol Andi Rian di Mapolda Sumut, Senin (26/3).

Lokasinya antara lain di Jalinsum depan Tol Teluk Mengkudu Sergai (6 Maret 2019), Jalan Tol Firdaus Sergai (17 Maret 2019), Jalan Tol Percut Sei Tuan (14 Maret 2019), dan Jalan Tol Desa Medan Estate Patumbak (28 Februari 2019).

“Modus mereka menyamar sebagai polisi, khususnya dari Ditresnarkoba sambil mengacungkan pistol mancis kepada korban. Kemudian korban dibuang ke lokasi lain dengan mata dan tangan dilakban, lalu tersangka membawa kabur mobil korban,” ungkap Andi Rian didampingi Kasubdit III/Jatanras AKBP Maringan Simanjuntak dan Kanit Ranmor Kompol Anjasmara.

Andi Rian mengatakan, kelima pelaku ditangkap setelah ada 4 laporan korban. Setelah dilakukan penyelidikan, kelimanya dapat diamankan petugas dari kawasan Gerbang Tol Bandar Selamat, Percut Seituan, Minggu (23/3) sekitar pukul 00.30 WIB.

Kelima tersangka masing-masing, Deni Pasaribu alias Kumis, Dewi Br Sinaga, Perianto Siregar, Esron Tambunan dan juga Irwansyah alias Buyung. Mereka hanya menarget mobil pengangkut barang yang melintas di jalan tol.

“Kemudian, isi dari mobil pengangkut barang itu dijual kepada sejumlah penadah. Sedangkan mobil yang mereka rampok dijual dengan cara mencincang kemudian menimpa nomor rangka dan nomor mesin dengan nomor rangka mobil lain,” sebutnya.

Untuk tujuh orang penadah yang diamankan masing-masing, Baginda Simanjuntak, Indra Tarigan, Erik Estrada, Ahmad Nasir, Yusrita Br Pasaribu, Basdi Saragih dan Ricard Marpaung.

Dari para pelaku, polisi kemudian mengamankan 2 unit mobil L300 warna hitam. Kemudian,1 buah mancis berbentuk pistol, pisau lipat, celurit, pisau tactical, pisau bersarung, 2 gunting, lakban, tang kartu E Tol milik korban, surat jalan L 300 dan uang Rp5 juta.

Dari keterangan pelaku, uang hasil kejahatan yang mereka lakukan digunakan untuk berfoya-foya. Bahkan, sebelum melakukan aksinya, para pelaku terlebih dahulu mengkonsumsi sabu-sabu untuk menimbulkan keberanian dalam melakukan aksi kejahatan mereka.

Andi merinci peran dari kelima pelaku. Disebutnya, Deni Pasaribu alias Kumis merupakan otak pelaku. Kemudian Dewi Br Sinaga (pacar Deni) berperan sebagai orang yang menyediakan kendaraan.

Sedangkan Esron Tambunan, pelaku yang bertugas menyaru sebagai polisi dan menodong sopir truk sarat muatan yang mereka target.

Saat ini, pihaknya masih mengembangkan kasus tersebut mengingat pihaknya masih ada menerima laporan-laporan perampokan lain. “Dalam kasus ini bisa berkembang, kita masih melanjutkan penyelidikan tak hanya sampai di sini,” pungkasnya.

Untuk ke-5 tersangka komplotan utama perampok itu dijerat dengan Pasal 365 KUHPidana. Ancaman hukuman 15 tahun penjara. (dvs/ala)