SOLIDEO/SUMUT POS
PERCONTOHAN: Bupati Karo Ir Terkelin Brahmana dan Ketua TP PKK Kabupaten Karo Ny Sariati Terkelin pada rapat koordinasi tim PKK dan OPD.
SOLIDEO/SUMUT POS PERCONTOHAN: Bupati Karo Ir Terkelin Brahmana dan Ketua TP PKK Kabupaten Karo Ny Sariati Terkelin pada rapat koordinasi tim PKK dan OPD.
KARO, SUMUTPOS.CO – Ketua TP PKK Kabupaten Karo Ny Sariati Terkelin Brahmana menggelar rapat koordinasi antara tim PKK dan OPD Kabupaten Karo pada pelaksanaan dan fasilitasi pembinaan desa percontohan binaan PKK sesuai tugas pokok dan fungsi tim pembina tahun 2019.
Kegiatan ini dihadiri asisten 1 Pemerintahan, Drs Suang Karo Karo, asisten 3 , Mulianta Tarigan, Kepala DPMD Abel Tarawai Tarigan, dan OPD di jajaran Pemkab Karo dibuka oleh Bupati Karo Terkelin Brahmana SH, di aula Rapat lantai III Kantor Bupati, Selasa (26/3) sore.
Dalam sambutannya, Terkelin menyampaikan pentingnya keberadaan PKK sebagai bagian elemen bangsa dan sekaligus mitra pemerintah dalam mendukung pelaksanaan pembangunan bangsa, memiliki potensi dan posisi strategis, untuk berkontribusi terhadap Pemberdayaan Masyarakat khususnya keluarga,” ujarnya.
“Sangatlah wajar jika PKK diberikan dukungan dan difasilitasi oleh pemerintah maupun para pemangku kepentingan lainnya sesuai Peraturan Presiden nomor 99 tahun 2017 tentang gerakan pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga (PKK), ini merupakan bukti, pemerintah memberikan perhatian dan penghargaan yang tinggi terhadap kiprah dan sepak terjang PKK khususnya kabupaten Karo selama ini,” imbuhnya.
Saya selaku Pembina PKK kiranya OPD terkait dapat mengalokasikan anggarannya bagi kemajuan program dan kegiatan PKK Kabupaten/ Kecamatan maupun desa/ kelurahan, karena sesungguhnya PKK dan mitra kerja pemerintah yang potensial dalam pembangunan daerah mulai dari keluarga dengan program-program kerja yang selaras dengan program pemerintah, tandasnya.
Sementara ketua TP PKK Karo Ny Sariati Terkelin Brahmana mengucapkan terima kasih atas kepedulian pemerintah atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan dalam bekerja dan berkolaborasi bersama OPD terkait, dalam menggerakkan desa yang saat ini ada 10 binaan PKK desa masuk sebagai desa percontohan.
Kesepuluh desa ini sesuai yang telah di SK-kan Bupati karo meliputi desa Barung Kersap Kecamatan Munte , Suka Kecamatan Tiga Panah, Kacaribu Kecamatan Kabanjahe, Gongsol Kecamatan Merdeka, Solu Kecamatan Mardinding, Ujung Payung Kecamatan Payung, Persadanta Kecamatan Barusjahe. Pancurbatu Kecamatan Merek, Kemkem Kecamatan Tiga Binanga, Kabanjahe Kecamatan Kabanjahe,papar Sariati.
“Kedepan tim dari provinsi akan datang ke Tanah Karo untuk melakukan pembinaan ke desa desa yang sudah di SK-kan Bupati masuk kategori desa percontohan tersebut,” tuturnya.
Kedatangan tim propinsi tersebut kita harapkan dapat memberikan suport kepada peserta desa percontohan, agar saat tiba diperlombakan tingkat provinsi dapat meraih juara desa terbaik. “Ini yang harus kita perjuangkan, untuk itu bagi OPD terkait yang terlibat kiranya ikut bersinergitas mendukung program desa percontohan ini,”jelasnya. (deo/han)
batara/sumut pos
BERSAMA: Dandim 0204/DS Letkol (Kav) Syamsul Arifin diabadikan bersama Ketua Legiun Veteran Deliserdang H Ngatiman dan Ketua FKPPI, dr Yerzi
batara/sumut pos BERSAMA: Dandim 0204/DS Letkol (Kav) Syamsul Arifin diabadikan bersama Ketua Legiun Veteran Deliserdang H Ngatiman dan Ketua FKPPI, dr Yerzi
LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Komandan Distrik Militer (Dandim) 0204/DS Letkol (Kav) Syamsul Arifin menyebutkan, sebanyak 1.400 personel disiapkan dalam mengamankan masa-masa kampanye Pemilu di wilayah Kabupaten Deliserdang, Serdangbedagai dan Kota Tebingtinggi.
“Kita sudah siapkan sebanyak 1.400 personel, baik dari jajaran Kodim, Armed dan Yonif 121 untuk melakukan pengamanan selama kampanye bersama dengan kepolisian. Akan kita bagi ke tiga wilayah personel itu, dan kita yakinkan pelaksanaan kampanye dan Pemilu aman,” kata Dandim usai penyelenggaraan komunikasi sosial keluarga besar TNI di Makodim, Lubukpakam, Selasa (26/3).
Hadir pada acara itu, para Ketua Legiun Veteran Deliserdang H Ngatiman dan para anggota, Ketua FKPPI dr Yerzi dan para jajaran, jajaran Himpakad dan para awak media dari 3 daerah.
Dandim menyebutkan, sikap TNI dalam Pemilu adalah menjaga netralitas. “TNI tetap netral, tugasnya jaga netralitas. Kalau terkotak-kotak nantinya pasti nasibnya kita tak tahu bagaimana. Bantu kami, jangan ditarik ke sana dan sini sesuai arahan Pangdam I/BB,” ucapnya. Syamsul juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada awak media, dimana selama ini telah bekerjasama dalam pemberitaan teritorial. “Rekan media saya mohon kalau sudah bagus, agar dilanjutkan, kalau ada yang salah jajaran saya supaya segera dilaporkan agar saya bina anggota,”pintanya.
Sementara Ngatiman dalam sambutan menyebutkan, bahwa pada 17 April nanti merupakan ajang mencurahkan hati. “Jangan ada hoax dan dusta di antara kita, pilih sesuai hati nurani masing-masing. Tumpahkanlah isi hati pada Pemilu dan pilih pemimpin yang wawasan luas dalam membangun bangsa Indonesia,” ungkapnya.
Senada juga ditambahkan Yerzi bahwa pihaknya sesuai arahan pusat, FKPPI bersifat netral dalam Pilpres. Namun untuk legislatif, ia menyebut jajaran akan mendukung para kader yang ikut berkompetisi. Usai acara pembukaan, selanjutnya dilakukan pemberian bingkisan kepada Legiun Veteran.
Selanjutnya, dilakukan sesi tanya jawab tentang permasalahan sosial di wilayah teritorial Kodim 0204/DS.(btr/han)
BAMBAMG/SUMUT POS
PIMPIN: Bupati Langkat saat memimpin apel 3 pilar plus, didampingi Kapolres Langkat dan Dandim 0203/Langkat, di lapangan Jananuraga Mapolres Langkat, Selasa (26/3).
BAMBAMG/SUMUT POS PIMPIN: Bupati Langkat saat memimpin apel 3 pilar plus, didampingi Kapolres Langkat dan Dandim 0203/Langkat, di lapangan Jananuraga Mapolres Langkat, Selasa (26/3).
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Bupati Langkat Terbit Rencana PA memimpin apel tiga pilar plus di lapangan Jananuraga Mapolres Langkat, Selasa (26/3).
Bupati Langkat pada amanatnya menjelaskan, apel tiga pilar plus bertujuan untuk membangun kebersamaan, memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, serta memperkuat soliditas TNI, Polri dan Pemerintah Daerah dalam mendukung pembangunan pemerintah daerah. Termasuk untuk menciptakan kondisi Kamtibmas di seluruh wilayah Langkat, dalam menyambut pesta demokrasi Pilpres dan Pileg pada Pemilu 2019.
“Untuk itu saya berharap, agar tiga pilar plus ini, saling bekerjasama dan sama bekerja, untuk tercapainya kondusifitas daerah, khususnya berkenaan dengan kesiapan kita, dalam menyukseskan pesta demokrasi yang akan berlangsung 21 hari lagi,” sebutnya.
Bupati menerangkan, bahwa tiga pilar plus yang paling terdepan serta bersentuhan langsung dengan masyarakat, adalah Babin Kamtibmas, Babinsa dan Kepala Desa/Lurah.
Bupati juga berpesan, agar selalu melakukan pendekatan kepada seluruh elemen masyarakat dengan tetap menghormati adat budaya yang berlaku.
“Lakukanlah deteksi dini sebagai pencegahan terhadap masalah yang akan timbul, agar segera bisa ditemukan akar permasalahannya, sehingga tidak sampai mengganggu jalannya proses demokrasi.
Harus selalu bersikap pro aktif dan humanis, serta selalu melakukan komunikasi dan koordinasi kepada pimpinan, agar perkembangan lapangan dapat diketahui setiap saat,”pintanya.
Dikatakan Terbit Rencana, digelarnya apel tiga pilar plus ini, juga sebagai wujud pelaksanaan program nawacita Presiden RI poin ke 1, yaitu menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara.
Turut hadir pada apel tersebut, Kapolres Langkat, Dandim 0203/Langkat, ketua DPRD Langkat, Dan Yonif Marinir 8 Tangkahan Lagan, para komandan satuan TNI dan Polri, pimpinan OPD Pemkab Langkat, ketua MUI Langkat, Babin Kamtibmas dan Babinsa serta Kades/Lurah se Langkat, dan peserta apel lainnya. (bam/han)
net/antara/jason
GARIS POLISI: Garis polisi terpasang di lokasi penggerebekan terduga teroris di Sibolga, Sumatera Utara, Rabu (13/3). Dalam penggerebekan oleh Densus 88 Mabes Polri, istri terduga teroris Husain alias Abu Hamzah meledakkan bom yang mengakibatkan dirinya dan anaknya yang masih balita meninggal dunia.
net/antara/jason GARIS POLISI: Garis polisi terpasang di lokasi penggerebekan terduga teroris di Sibolga, Sumatera Utara, Rabu (13/3). Dalam penggerebekan oleh Densus 88 Mabes Polri, istri terduga teroris Husain alias Abu Hamzah meledakkan bom yang mengakibatkan dirinya dan anaknya yang masih balita meninggal dunia.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Densus 88 Antiteror masih terus melakukan pengejaran terhadap sisa terduga teroris jaringan Husain alias Abu Hamzah yang ditangkap beberapa waktu lalu di Sibolga, Sumatera Utara.
Pasalnya, diduga masih ada sisa dari jaringan yang berencana menyerang aparat ini berkeliaran di luar. Terlebih sekarang semakin mendekati hari pencoblosan Pemilu 2019.
“Ada saatnya nanti bisa diungkap (hasil kerja) dan disampaikan juga (ke media). Densus tiap saat bekerja dan pasti bekerja dengan data yang ada. Penyelidikan lapangan itu pasti,” kata Kabagpenum Divhumas Polri Kombes Syahar Diantono, Selasa (26/3).
Menurut Syahar yang bakal segera naik menjadi jenderal bintang satu ini, Densus 88 bekerja sesuai dengan data yang dikumpulkan dengan akurat dari temuan di lokasi.
“Baik itu informasi di lapangan maupun digital. Itu dikembangkan makanya (dari Lampung) sampai ke Sibolga, Kaltim, dan Klaten,” sambung Syahar.
Diketahui sebelumnya sudah ada sepuluh orang ditangkap dan berasal dari jaringan Sibolga. Ada empat tersangka di Sibolga, dua tersangka di Tanjung Balai, satu tersangka di Klaten, lalu Abu Arkam di Kaltim serta P dan K di Lampung.
Kesepuluh pelaku ini merupakan jejaring yang berkomunikasi dengan JAD yang berafiliasi ISIS. (cuy/jpnn)
Foto: Martabe
Sosialisasi Program Beasiswa Martabe Prestasi TA 2019/2020 di Sopo Daganak, Senin (25/3).
Foto: Martabe Sosialisasi Program Beasiswa Martabe Prestasi TA 2019/2020 di Sopo Daganak, Senin (25/3).
BATANGTORU, SUMUTPOS.CO – PT Agincourt Resources kembali meluncurkan program beasiswa Martabe Prestasi untuk tahun ajaran 2019/2020. Sosialisasi Beasiswa Martabe Prestasi 2019 dilakukan di Sopo Daganak, Desa Napa Kecamatan Batangtoru yang dihadiri oleh ratusan perwakilan kepala sekolah, guru, kepala desa serta Muspika dari Kecamatan Batangtoru dan Muara Batangtoru, Senin (25/3).
Senior Manager Community Relations PT Agincourt Resources, Pramana Triwahjudi, menjelaskan bahwa Beasiswa Martabe Prestasi merupakan salah satu Program Pendidikan yang diselenggarakan oleh PT Agincourt Resources. Program itu menyediakan penghargaan berupa bantuan pendidikan dan beasiswa bagi putra-putri yang berasal dari Kecamatan Batangtoru dan Kecamatan Muara Batangtoru. Tidak hanya ditujukan untuk prestasi akademis, tetapi juga untuk prestasi non-akademis seperti olahraga, seni dan kreativitas lainnya.
“Tujuan dari program beasiswa Martabe Prestasi ini adalah dalam rangka meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak berprestasi. Dan memiliki komitmen tinggi untuk mencapai tingkat pendidikan yang lebih tinggi yang berasal dari keluarga pra-sejahtera di Kecamatan Batangtoru & Kecamatan Muara Batangtoru,” kata Pramana.
Pramana menjabarkan, jumlah penerima bantuan pendidikan dan beasiswa Martabe Prestasi TA 2017/2018 tingkat SD, SMP, SMA, D3, dan S1 tercatat sebanyak 185 siswa. Sedangkan jumlah penerima bantuan pendidikan dan beasiswa Martabe Prestasi TA 2018/2019 sebanyak 170 siswa, terdiri dari 145 penerima baru dan 25 penerima lanjutan.
“Untuk TA 2019/2020 kita menargetkan penerima manfaat sebanyak 242 siswa, dari tingkat SD, SMP, SMA, D3, dan S1,” kata Pramana.
Sekretaris Dinas Pendidikan Pemkab Tapanuli Selatan, Abinur Nasution menyatakan apresisasi yang setinggi-tingginya kepada PT Agincourt Resources atas pemberian beasiswa Martabe Prestasi dalam rangka peningkatan pendidikan di wilayah kabupaten Tapanuli Selatan, khususnya untuk siswa siswi di Kecamatan Batangtoru dan Muara Batangtoru.
“Kami sangat berterima kasih atas adanya perhatian yang diberikan oleh PT Agincourt Resources untuk peningkatan pendidikan di Batangtoru dan Muara Batangtoru ini,” kata Abinur.
Namun Abinur berharap bahwa pemberian beasiswa Martabe Prestasi tidak hanya diberikan bagi siswa di wilayah Batangtoru dan Muara Batangtoru saja, tetapi bisa juga diberikan untuk wilayah kecamatan lainnya.
Dalam sosialisasi tersebut dijelaskan, pemberian Beasiswa Martabe Prestasi dibagi menjadi beberapa kategori. Kategori pertama adalah Penghargaan Akademis. Beasiswa ini ditujukan bagi siswa SD/Sederajat & SMP/ Sederajat. Manfaat dari Beasiswa kategori ini berupa bantuan perlengkapan sekolah dan atau tunggakan pembayaran ke sekolah dengan nilai maksimal Rp500.000 bagi siswa SD/Sederajat dan Rp750.000 bagi siswa SMP/Sederajat. Bantuan ini diserahkan hanya satu kali pada tahun program berjalan.
Untuk kategori kedua adalah Penghargaan Non-Akademis. Penghargaan ini ditujukan bagi anak-anak muda yang telah mendapatkan prestasi bergengsi non-akademis, seperti di bidang olahraga, seni dan budaya di tingkat provinsi/nasional. Beasiswa yang diberikan berupa dana pelatihan dan pembinaan di mana bantuan ini diserahkan hanya satu kali pada tahun program berjalan.
Foto: Martabe Salah seorang karyawan PT Agincourt Resources tengah memaparkan program Beasiswa Martabe Prestasi TA 2019/2020, Senin (25/3).
Sedangkan kategori yang ketiga adalah Beasiswa Berkelanjutan. Beasiswa ini ditujukan bagi siswa SMA/Sederajat, mahasiswa D3 dan S1. Beasiswa yang diberikan berupa tunjangan uang sekolah/kuliah dan tunjangan biaya hidup sebesar total nilai: Rp3 juta per tahun bagi siswa SMA/Sederajat sampai kelas XII (dua belas); Rp6 juta per tahun bagi mahasiswa D3 di lembaga pendidikan negeri & swasta di wilayah Tabagsel, sampai semester ke-6 (enam); Rp6 juta per tahun bagi mahasiswa S1 di Perguruan Tinggi negeri & swasta di wilayah Tabagsel, sampai semester ke-8 (delapan); Rp12 juta per tahun bagi mahasiswa D3 di lembaga pendidikan negeri di luar wilayah Tabagsel, sampai semester ke-6 (enam); Rp12 juta per tahun bagi mahasiswa S1 di Perguruan Tinggi negeri di luar wilayah Tabagsel, sampai semester ke-8 (delapan).
Sementara itu untuk Persyaratan Umum, calon penerima beasiswa harus berasal dari Kecamatan Batangtoru dan Kecamatan Muara Batangtoru yang dibuktikan dengan KTP/Kartu Keluarga, berasal dari keluarga pra-sejahtera dan memiliki komitmen yang tinggi untuk belajar dan melanjutkan pendidikan.
Sedangkan untuk persyaratan khusus bagi calon penerima Penghargaan Prestasi Akademis adalah Siswa Sekolah Dasar/Sederajat dan Sekolah Menengah Pertama/Sederajat yang bersekolah di Kecamatan Batangtoru dan Kecamatan Muara Batangtoru; Siswa berprestasi, berada dalam 10 peringkat teratas di kelas dengan nilai rata-rata rapor adalah 8,0 (skala 10,0) minimal pada 2 semester terakhir berturut-turut.
“Tentunya harus direkomendasikan dan diusulkan oleh pihak sekolah masing-masing,” kata Pramana.
Untuk calon penerima beasiswa Penghargaan Khusus (Non-Akademis) dikenai syarat usia maksimum 35 tahun di bulan Juli 2019 serta memiliki prestasi, minimal juara 3, dari ajang bergengsi di tingkat provinsi maupun nasional di bidang olahraga, seni, dan budaya pada tahun program berjalan. Pengajuan aplikasi untuk kategori ini dilakukan perorangan.
Sementara itu bagi calon penerima Penghargaan Prestasi Berkelanjutan Siswa Sekolah Menengah Atas/Sederajat, mahasiswa Diploma III (D3), dan mahasiswa Sarjana Strata I (S1), disyaratkan bahwa siswa tersebut berprestasi, berada dalam 10 peringkat teratas di kelas dengan nilai rata-rata rapor 8,0 (skala 10,0) minimal pada 2 semester terakhir berturut-turut. Bagi mereka yang duduk di tahun pertama SMA/Sederajat, minimum nilai rata-rata rapor kelas IX atau kelas 3 SMP/Sederajat adalah 8,0 (skala 10,0).
Sedangkan untuk mahasiswa berprestasi dengan minimum IPK terakhir adalah 3,25 (skala 4,0) dari perguruan tinggi/lembaga pendidikan negeri & swasta yang berakreditasi di wilayah Tapanuli Bagian Selatan. Syarat lainnya adalah mahasiswa berprestasi dengan minimum IPK terakhir 3,0 (skala 4,0) dari perguruan tinggi negeri di Indonesia. Sementara itu bagi mereka yang duduk di tahun pertama perguruan tinggi, minimum nilai rata-rata rapor kelas XII atau kelas 3 SMA/Sederajat adalah 8,0 (skala 10,0). (rel/mea)
Foto: Pran Hasibuan/Sumut Pos
KUNKER: Staf Ahli Gubsu Bidang Ekbang, Elisa Marbun menyambut kunker Komite III DPD RI, di Kantor Gubsu Jl. Pangeran Diponegoro Medan, Selasa (26/3).
Foto: Pran Hasibuan/Sumut Pos KUNKER: Staf Ahli Gubsu Bidang Ekbang, Elisa Marbun menyambut kunker Komite III DPD RI, di Kantor Gubsu Jl. Pangeran Diponegoro Medan, Selasa (26/3).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komite III DPD RI menjamin pekerja migran Indonesia di luar negeri mendapat perlindungan sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran. Terlebih untuk pekerja migran dari Sumatera Utara yang dinilai cukup banyak di luar negeri.
“Persoalan pekerja migran masih menjadi konsern Komite III. Apalagi Sumut selain sebagai provinsi terbanyak mengirimkan tenaga kerja keluar negeri, juga sebagai wilayah transit. Setiap problem pekerja migran unprosedural, itu pasti masuk pintu Sumut seperti dari Belawan, Kualanamu atau Tanjungbalai,” kata Ketua Komite III DPD RI, Dedi Iskandar Batubara, Selasa (26/3) usai melakukan kunjungan kerja di Kantor Gubernur Sumut, Jl. P Diponegoro Medan.
Meski demikian, kata dia, kondisi pekerja migran Indonesia asal Sumut saat ini sudah jauh lebih baik. “Artinya pekerja migran kita sudah banyak sadar, bahwa ketika harus berangkat keluar menggunakan dokumen yang lengkap. Kemudian mereka juga punya skill yang cukup. Kami hanya ingin negara menjamin semua warga negaranya yang diluar negeri, mendapat perlindungan sesuai UU 18/2017 tersebut,” katanya.
Tujuan kunjungan ini juga dilakukan dalam rangka inventarisir materi penyusunan pengawasan atas pelaksanaan UU Nomor 18/2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia ke Provinsi Sumut, Jawa Timur dan NTT.
“Pemerintah Indonesia juga baru menjalin kerja sama bilateral dengan 13 negara, dari 179 negara tujuan pekerja migran Indonesia. Saya kira itu jumlah yang masih sangat sedikit. Kedua meskipun jumlah (kerja sama) masih dengan 13 negara, tapi perjanjian bilateral itu tidak diikuti dengan kebijakan lebih teknis mengenai soal perlindungan hak-hak mereka, seperti soal gaji, jaminan kesehatan, hak untuk ikut berorganisasi dan lainnya.
“Saya kira kalau ada pelarangan (berorganisasi) tersebut sudah mengangkangi hak azasi manusia. Begitupun dengan akses informasi yang pada beberapa tempat mereka masih dikekang. Saya kira hak-hak pekerja ini sama dengan hak-hak masyarakat sipil yang harus benar-benar bisa dipastikan negara. Itulah yang akan kami rumuskan,” ujarnya.
Kepala Seksi Pembinaan dan Penempatan Kerja Disnaker Sumut, Kayaman Manurung yang hadir dalam pertemuan itu mengatakan, dalam tiga tahun terakhir ini jumlah pekerja migran di Sumut terus mengalami peningkatan. Pada 2016, jumlah migran di Sumut sebanyak 14.914 orang, pada 2017 menjadi 17.816 orang dan di 2018 kembali meningkat menjadi 19.413 orang.
“Dari jumlah itu sendiri, pekerja migran terbanyak dari Sumut adalah bekerja di Malaysia. Sementara untuk saat ini sendiri P3MI di Sumut sendiri ada 6.610 dari perusahaan kantor pusat, dan 56 dari kantor cabang,” sebutnya. Pihaknya saat ini juga telah menjalin kerja sama dengan Kantor Imigrasi dalam hal pembuatan paspor untuk mengatasi terjadinya pekerja migran nonprosedural.
Acara sebelumnya dibuka Staf Ahli Gubsu Bidang Ekonomi, Keuangan, Pembangunan, Aset Sumber Daya Alam, Elisa Marbun. Turut hadir anggota Komite III DPD RI antara lain Abdul Jabar Toba, Suriati Armaiyn, Instiawati Ayus, Herry Erfian, Muhammad Rakhman, Oni Suwarman, Syarif, H Rafli dan Hendri Zainuddin. (prn)
Deputi Monetisasi dan Keuangan Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas Parulian Sihotang didampingi oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Medan Khoirul Syahnan, Plt. Kepala Badan Pengelola Migas Aceh Utara (BPMA) Azhari Idris, Sekretaris Direktorat Jenderal Migas Iwan Prasetya Adhi, Direktur Infrastruktur dan Teknologi PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk Dilo Seno Widagdo saat peresmian Jaringan Gas di Kota Medan, Selasa (26/3)(foto: Ist/SumutPos)
Deputi Monetisasi dan Keuangan Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas Parulian Sihotang didampingi oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Medan Khoirul Syahnan, Plt. Kepala Badan Pengelola Migas Aceh Utara (BPMA) Azhari Idris, Sekretaris Direktorat Jenderal Migas Iwan Prasetya Adhi, Direktur Infrastruktur dan Teknologi PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk Dilo Seno Widagdo saat peresmian Jaringan Gas di Kota Medan, Selasa (26/3)(foto: Ist/SumutPos)
MEDAN, SUMUTPOS.CO– Pembangunan distribusi jaringan gas bumi untuk rumah tangga (jargas) Kota Medan telah rampung dan secara bertahap telah dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Infrastruktur yang dibangun menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2018 sebanyak 5.656 sambungan rumah (SR) ini tersebar di beberapa lokasi di Kota Medan.
Deputi Monetisasi dan Keuangan Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas Parulian Sihotang meresmikan pengoperasian jargas Kota Medan didampingi oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Medan Khoirul Syahnan, Plt. Kepala Badan Pengelola Migas Aceh Utara (BPMA) Azhari Idris, Sekretaris Direktorat Jenderal Migas Iwan Prasetya Adhi, Direktur Infrastruktur dan Teknologi PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk Dilo Seno Widagdo.
Setelah rampung dibangun menggunakan dana APBN, selanjutnya jargas Kota Medan ini akan dikelola oleh PT PGN. Pasokan gas jargas kota Medan berasal dari PT Triangle Pase Inc dengan volume sebesar 0,2 mmscfd.
Jargas Kota Medan tersebar di beberapa wilayah yakni Tegal Sari Mandala I, Tegal Sari Mandala II, Tegal Sari Mandala III, Tegal Sari I dan Tegal Sari III. Total investasi pembangunan jargas Kota Medan mencapai Rp 52 miliar.
Pemerintah terus berupaya mengoptimalkan pembangunan jargas melalui APBN untuk mewujudkan ketahanan energi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Beberapa tujuan program jargas ini adalah untuk memberikan dampak positif kepada masyarakat
melalui penghematan pengeluaran biaya bahan
bakar gas bumi, mekonomi masyarakat menuju ekonomi masyarakat mandiri dan ramah lingkungan serta mengurangi beban subsidi BBM dan/atau LPG pada sektor rumah tangga.” papar Parulian.
Pemerintah juga berkomitmen untuk mendukung seluruh aspek yang berkaitan dengan program pembangunan jargas ini. Diantaranya aspek regulasi yang menjamin kepastian alokasi gas bumi, mendorong BUMN dan swasta untuk dapat terlibat dalam penyediaan dan pendistribusian gas bumi melalui pipa untuk sektor rumah tangga yang optimal, menetapkan harga gas bumi khususnya untuk sektor rumah tangga yang optimum dan juga menyiapkan porsi subsidi yang tepat sasaran untuk mendukung program konversi.
“Jargas dibangun di daerah yang memiliki sumber gas atau dekat dengan sumber gas serta memiliki jaringan transmisi. Sehingga, masyarakat setempat dapat menikmati sumber daya alam yang ada di daerahnya.” tambah Parulian.
Direktur Infrastruktur dan Teknologi Dilo Seno Widagdo menilai keseriusan pemerintah dalam hal ini Kemen ESDM patut diapresiasi. Menurutnya, Kementerian ESDM secara terencana berupaya meningkatkan bauran energi serta menciptakan kedaulatan energi nasional. “Jargas banyak dibangun pemerintah, karena itu PGN selaku operator layanan, mempunyai komitmen tinggi untuk bersama merealisasikan visi nasional,” ungkap Dilo.
Dia menilai, penggunaan Jargas di Kota Medan akan signifikan meningkatkan taraf hidup perekonomian masyarakat. Kota Medan, singgungnya, merupakan salah satu pusat industri yang maju di Provinsi Sumatra Utara.
Total jargas yang dibangun tahun 2018 di Provinsi Sumatera Utara mencapai 11.216 SR yang tersebar di Kab Deli Serdang sebanyak 5.560 SR dan Kota Medan 5.656 SR.
Dilo juga mengutarakan, bahwa sinergi antara kebijakan pemerintah dan kompetensi PGN akan memberikan banyak manfaat. “Ke depan, kami harapkan pembangunan Jargas akan lebih massif, karena gas bumi yang merupakan energi baik ini sangat efisien dan aman bagi penggunaan sehari-hari,” simpul Dilo.
Sejak dibangun pertama kali tahun 2009, total SR jargas yang terbangun dengan dana APBN hingga saat ini sebanyak 325.773 SR yang terdistribusi di 16 provinsi, 40 kabupaten/kota. Pada tahun 2019 rencananya akan dibangun sebanyak 78.216 SR jargas di 18 lokasi. (rel/ram)
Ira Wirtati
Komisioner KPU Sumut
Divisi Advokasi dan Hukum
Ira Wirtati Komisioner KPU Sumut Divisi Advokasi dan Hukum
SUMUTPOS.CO – Sebanyak 9 partai politik (Parpol) dicoret keikutsertaannya pada Pemilu 2019 di sejumlah kabupaten/kota se-Sumatera Utara. Pasalnya, kesembilan parpol tersebut tidak memiliki calon anggota legislatif (Caleg) di 33 kabupaten/kota di Sumut dan tidak melaporkan dana awal kampanye (LADK) ke KPU setempat.
KOMISIONER KPU Sumut Divisi Advokasi dan Hukum, Ira Wirtati mengatakan, di Sumut hanya tujuh parpol yang lengkap menjadi peserta Pemilu 2019 di 33 kabupaten/kota. Mereka adalah Gerindra, PDI Perjuangan, Golkar, NasDem, PKS, PAN dan Partai Demokrat. “Ya, dari 16 partai politik peserta pemilu, hanya 7 itulah yang komplit ada di 33 kabupaten/kota di Sumut,” katanya.
Sedangkan partai lain, seperti PKB hanya ikut Pemilu di 32 kabupaten/kota minus Kota Medan. Partai Perindo juga hanya ikut Pemilu di 32 kabupaten/kota kecuali di Kabupaten Labuhanbatu Utara. Demikian juga dengan Partai Hanura yang memiliki caleg di 32 kabupaten/kota di Sumut kecuali di Kabupaten Pakpak Bharat.
Parpol lain seperti Partai Garuda, tercatat hanya memiliki caleg di 22 kabupaten/kota. Sedangkan 11 kabupaten/kota mereka dinyatakan tidak menjadi peserta pemilu karena tak memiliki caleg yakni di Kabupaten Dairi, Langkat, Nias, Nias Barat, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Pakpak Bharat, Tapanuli Selatan, Binjai, Padang Sidimpuan dan Kota Tanjung Balain
Kemudian PPP, hanya memiliki caleg di 27 kabupaten/kota. Partai berlambang Kakbah ini tidak ikut Pemilu di 6 kabupaten/kota karena tidak memiliki caleg yakni di Nias, Nias Barat, Nias Utara, Samosir, Tapanuli Utara dan Gunung Sitoli. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) hanya memiliki caleg di 25 kabupaten/kota, sedangkan di 8 kabupaten/kota mereka tidak memiliki caleg yakni di Mandailing Natal, Nias, Nias Barat, Nias Utara, Tapanuli Utara, Gunung Sitoli, Sibolga dan Tebingtinggi.
Kemudian PBB, hanya memiliki caleg di 23 kabupaten/kota, sedangkan di 10 kabupaten/kota lain tidak memiliki caleg yakni di Dairi, Humbang Hasundutan, Nias, Nias Barat,Nias Utara, Pakpak Bharat, Samosir, Tapanuli Utara, Toba Samosir, dan Gunung Sitoli.
Terakhir PKPI hanya memiliki caleg di 30 kabupaten/kota, sedangkan 3 kabupaten/kota lain mereka tidak memiliki caleg yakni di Samosir, Serdang Bedagai, dan Kota Tanjung Balai. “Jadi mereka dibatalkan di daerah-daerah tersebut karena tidak memiliki caleg dan tidak melaporkan LADK,” paparnya.
Pengamat Politik dari Universitas Sumatera Utara (USU), Agus Suriadi mengungkapkan, sistem parliamentary threshold (PT) bagi parpol di tingkat nasional minimal 4 persen, sangat memberatkan parpol-parpol baru untuk mendapat perwakilan kursi di parlemen nantinya. Sebab skalanya akan bermuara pada jumlah suara parpol itu sendiri. “Makanya banyak orang kemudian berprediksi, parpol-parpol baru bakal tak lolos PT, yang otomatis caleg-caleg mereka juga tak dapat kursi. Ditambah lagi pakai sistem hitungan kursi saint league 1, 3, 5 dan 7, tentu sangat sulit,” katanya.
Terlebih kata Agus, KPU Sumut sudah menyebut, hanya tujuh parpol yang dinyatakan lengkap sebagai peserta Pemilu 2019 di Sumut, karena seluruh caleg mereka terisi di 33 kabupaten/kota serta menyerahkan laporan awal dana kampanye (LADK). “Dari sini tentu menjadi tolok ukur kemapanan parpol-parpol yang sudah berpengalaman mengikuti pemilu, dibanding parpol baru yang notabene kesulitan mencari kader untuk dijadikan sebagai caleg. Belum lagi untuk memenuhi kuota caleg perempuan sebesar 30 persen,” katanya.
Menurut Agus, kondisi ini sebenarnya tidak hanya terjadi di Sumut. Di daerah lain, sebagian besar dari sembilan parpol itu juga tidak memiliki caleg lengkap. “Ini menunjukkan ketidak seriusan mereka dalam menuyusun caleg,” ujarnya.
Selain itu, rasa pesimis untuk terpilih menjadi salah satu penyebab partai kesulitan untuk menyusun caleg. Apalagi, partai baru, yang belum teruji elektabilitasnya. “Orang takut tidak bisa duduk di Senayan, karena partai tidak memenuhi ambang batas parlemen (parliamentary threshold),” sebut akademisi dari USU tersebut.
Situasi ini tentu merugikan bagi parpol sendiri dan para caleg. Parpol diprediksi sulit untuk menembus ambang batas parlemen. “Dan, imbasnya tentu caleg sendiri. Bisa saja seorang caleg gagal duduk di Senayan, meski memiliki suara banyak. Sebab partainya tidak memenuhi ambang batas parlemen,” tegasnya.
Pada bagian lain dia menilai, waktu yang bersamaan antara pileg dan pilpres dalam pesta demokrasi kali ini, menjadi salah satu faktor kurang maksimalnya sosialisasi yang dilakukan para caleg. “Memang kalau dari segi gaung, pilpres dengan pemberitaan media mainstream lebih dominan ketimbang pileg. Konsekuensi lainnya dari pemilu serentak ini juga, para caleg itu kemudian ‘tidak bisa berbuat banyak’ melakukan kegiatan kampanye. Jadi mereka saya pikir lebih memanfaatkan jejaring,” katanya.
Alhasil, konsekuensi politik dari kurang maksimalnya sosialisasi yang dilakukan para caleg, masyarakat jadi tidak mengetahui apa saja program kerja dan visi calon wakil rakyat. “Apalagi tuntutan masyarakat ketika dia memilih caleg A, karena si caleg itu punya visi dan program yang bagus. Tapi kemudian kalau dia terpilih, tidak ada tanggung jawab yang dituntut masyarakat ke si caleg. Sebab memang tidak kedengaran gaung program caleg sejauh ini,” katanya.
Kondisi serupa sambung Agus, juga terlihat dari kurangnya sosialisasi calon DPD RI. Dimana sampai sejauh ini masyarakat belum mendengar visi misi mereka untuk mewakili aspirasi daerahnya. Atas kondisi ini hemat dia sebenarnya yang diuntungkan adalah para caleg petahana. “Sebab jaringannya sudah terbangun dengan baik. Basis massanya juga sudah jelas. Yang susah ini adalah caleg baru. Apalagi konsekuensi dari rivalitas capres dan cawapres ini, tergerus juga dengan persoalan partai di beberapa daerah tertentu,” pungkasnya.
Terpisah, Ketua DPW Partai Berkarya Sumut Rajamin Sirait mengaku optimis partainya lolos dari syarat ambang batas 4 persen secara nasional meski tidak memiliki caleg di beberapa kabupaten/kota di Sumut. “Untuk kabupaten/kota tidak ada parliamentary threshold. Itu hanya ada di pusat. Di pusat kita butuh empat persen dari total 600 kursi, itu artinya kita butuh sekitar 25 kursi di parlemen,” kata Rajamin Sirait kepada Sumut Pos, Senin (25/3) sore.
Karenanya, dia sangat yakin kalau partai besutan Tommy Soeharto ini bisa lolos di Pemilu 2019 ini. “Kita tetap optimis. Dan satu hal yang harus kita ketahui bersama, bukan hanya Partai Berkarya tapi banyak partai-partai yang lain juga mengalami hal yang sama dengan yang kita alami. Hanya ada beberapa partai saja yang bisa memenuhi kuota calegnya di seluruh Kabupaten/Kota di Sumut, sisanya tidak. Termasuk ada beberapa partai yang bukan baru kali ini ikut Pemilu, tapi mereka juga tidak punya Caleg di semua kabupaten/kota”, ujarnya.
Menurut Rajamin, ada beberapa hal yang membuat partainya mengalami kesulitan untuk memiliki Caleg di semua Kabupaten/kota di Sumatera Utara, salah satunya adalah adanya aturan kuota untuk Caleg perempuan sebesar 30 persen. “Artinya kalau ada 10 Caleg, 3 diantaranya harus perempuan, ini sulit untuk memenuhinya. Tidak banyak perempuan yang aktif dalam berpolitik, tapi kebutuhan partai atas Caleg perempuan itu banyak. Ini yang banyak dialami oleh partai-partai saat ini, termasuk partai kami”, katanya.
Rajamin mengatakan, pihaknya lebih baik tidak memenuhi kuota Caleg perempuan dari pada harus sembarangan merekrut Caleg. “Cari Caleg itu tak mudah, kalau ‘asal ada’ ya gampang, rekrut saja sembarangan. Tapi kita tak mau itu terjadi di partai kita. Caleg kita harus punya kualitas, minimal punya pengalaman berpolitik di partai atau setidaknya pengalaman berorganisasi yang baik. Kalau tidak ada yang seperti itu, ya lebih baik memang tidak terpenuhi kuotanya, dari pada partai kita dinilai sebagai Partai yang tidak punya kader berkompeten, itu lebih bahaya”, tutupnya.
NasDem Mulai 4 April, PAN Tunggu DPP
Meski gaung Pemilihan Presiden (Pilpres) lebih tinggi dibanding Pileg, peserta pemilu 2019 dari partai politik di Sumatera Utara akan tetap melaksanakan kampanye rapat umum dalam kurun waktu 21 hari ke depan. Ketua DPW Partai Nasional Demokrat (NasDem) Sumut, Iskandar ST mengatakan, pihaknya berencana menggelar kampanye akbar tingkat provinsi pada 4 April mendatang bertempat di Lapangan Gajah Mada Medan, atau tiga hari sebelum kedatangan paslon capres yang mereka usung datang ke Sumut, 9 April nanti.
“Jadi sekarang ini kami sedang persiapkan dan koordinasikan semuanya. Sebab nantinya ketua umum kita Bapak Surya Paloh bakal hadir langsung sebagai juru kampanye,” katanya menjawab Sumut Pos, Senin (24/3).
Pihaknya juga meminta agar seluruh DPD Partai NasDem di Sumut melaksanakan kampanye akbar terbuka sesuai jadwal yang telah ditetapkan KPU Sumut. “Kabupaten/kota juga sudah kami minta membuat (kampanye akbar). Dan nanti ditingkat Sumut, DPW akan mulai kampanye 4 April. Kebetulan baru saja kami mendapat surat keputusan KPU tentang zonasi kampanye di Sumut. Dan di Medan itu kebetulan cuma lima tempat saja,” ujarnya.
Tak hanya itu, sebagai parpol pengusung capres dan cawapres nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf, pada 9 April dijadwalkan Jokowi akan kembali turun ke Sumut, DPW NasDem juga akan ikut meramaikan kampanye akbar tersebut. “Sudah barang tentu kami selaku parpol pengusung capres 01, akan terlibat selain mengajak masyarakat memilih Jokowi-Ma’ruf juga mengajak untuk memenangkan Partai NasDem di Pemilu 2019,” katanya.
Pernyataan berbeda disampaikan Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sumut, Yahdi Khair. Menurut dia pihaknya belum tentu melaksanakan kampanye akbar atau rapat umum yang berlangsung sampai 13 April mendatang. “Kami masih akan melihat dan mempertimbangkan apa keuntungan melakukan kampanye akbar. Sebab kondisi sekarang berbeda dengan lima tahun lalu. Selain itu, kami juga masih menunggu hasil konsolidasi dengan DPP nantinya, apakah perlu melaksanakan kampanye atau tidak,” katanya.
Pihaknya pun akan menunggu paslon capres nomor 02 menggelar kampanye akbar di Sumut, yang direncanakan pada 4 April mendatang. “Bisa saja setelah Pak Prabowo turun berkampanye di Sumut, setelah itu kami akan melakukan hal serupa. Tetapi sejauh ini memang kita menunggu rapat konsolidasi dengan DPP dulu, apa yang nanti jadi keputusannya tentu kami ikuti,” pungkasnya. (prn/mag-1)
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
UJIAN: Sejumlah siswa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMK Negeri 10 Medan, Jalan Cik Ditiro, Senin (25/3). Tahun ini, 97,3 persen sekolah di Sumut sudah menerapkan UNBK.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS UJIAN: Sejumlah siswa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMK Negeri 10 Medan, Jalan Cik Ditiro, Senin (25/3). Tahun ini, 97,3 persen sekolah di Sumut sudah menerapkan UNBK.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) hari pertama di Sumut secara umum berjalan lancar, Senin (25/3). Tercatat, sebanyak 90.226 siswa mengikuti UN yang tersebar di 965 sekolah di Sumut. Dari jumlah itu, 940 sekolah (97,3 persen) terdiri dari 89.490 siswa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Sedangkan sisanya, 25 sekolah terdiri dari 736 siswa masih mengikuti Ujian Nasional Kertas Pinsil (UNKP).
Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah meyakini, dengan penerapan UNBK tingkat terjadinya kecurangan akan semakin kecil. Pasalnya, dalam pelaksanaan UNBK ini, tidak ada lagi campur tangan guru, pihak sekolah, maupun dinas terkait. Karena semua sudah terkoneksi ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta. “Saya sudah memberikan arahan.
Agar UNBK ini dicermati dengan yang baik. Cara pengisian dan memahami apa yang mau dijawab,” kata Musa Rajekshah kepada wartawan usai melakukan peninjuan pelaksaan UN di Sekolah SMK Negeri 10 Medan, Jalan Cik Ditiro, Senin (25/3) pagi.
Wagubsu yang karib disapa Ijeck ini mengharapkan, seluruh peserta UN SMK ini melaksanakan ujian dengan baik dan benar dan memperoleh nilai standrisasi yang bagus. Ia pun, memberikan arahkan kepada peserta UN sebelum ujian dilaksanakan. “Mudah-mudahan kelulusan SMK yang berlangsung menjalani UN bisa diatas 97 persen. Kita harapkan 100 persen,” harapnya.
Ijeck juga menargetkan, seluruh SMK di Sumut sudah melaksanaan UNBK pada tahun ajaran 2019/2020. Peningkatan sarana dan prasarana akan terus dilakukan Pemprov Sumut. “Semuanya bertahap. Tahun ini sudah 97 persen, kita harapkan tahun depan 100 persen,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Sumut Arsyad Lubis menambahkan, masih ada 25 SMK yang melaksanakan UNKP. Seluruhnya berada di Kabupaten Nias Selatan. Rinciannya, 15 sekolah negeri dan 10 sekolah swasta. “Daerahnya banyak di Nias Selatan. Karena jaringan internet tidak ada,” ungkap Aryad.
Dia berharap para pelajar bisa membuat hasil UN yang maksimal. “Dari tujuan UN ini adalah pemetaaný. Mutu pendidikan ditingkatkan dan sudah baik nanti hasil UN,” imbuh Arsyad.
Meski pelaksanaan UN tingkat SMK di hari pertama berjalan lancar, namun sejumlah siswa mengaku sedikit kesulitan, karena soal yang disajikan terlalu panjang-panjang sehingga membuat mereka sempat hilang fokus membaca soal tersebut. Seperti disampaikan siswi Kelas XII SMK Negeri 7 Medan, Assyfa Humairah. Menurutnya, naskah soal yang terlalu panjang membuat waktu banyak terbuang. “Kalimat-kalimat pertanyaannya banyak yang terlalu panjang. Jadi pening ngerjainnya, itu saja,” kata Assyfa kepada wartawan usai melaksanakan UN.
Akibat naskah soal terlalu panjang, Assyfa mengaku sempat hilang fokus dan merasa letih membaca kalimat-kalimat pertanyaan soal tersebut. Hal itupun, dirasakan siswi SMK Negeri 7 yang lain, Fanny Ramadhany. Dia juga mengaku sempat merasa bosan membaca soal-soal ujian yang disajikan.
Sementara Kepala SMK Negeri 7 Medan, Asri Sembiring mengungkapkan, di sekolahnya ada 582 siswa mengikuti UNBK 2019. Terdiri dari siswa jurusan Usaha Perjalanan Wisata sebanyak 51 orang, Akomodasi Perhotelan 53, Akutansi 211, Administrasi Perkantoran 206 dan jurusan Pemasaran sebanyak 61 orang. “Pada hari pertama ujian ini semuanya lancar dan terkendali. Tidak ada masalah. Peserta ujian di dalam data itu ikut semua,” tutur Asri.
Dia juga mengatakan, aliran listrik dan internet tidak ada mengalami gangguan selama ujian berlangsung. Secara keseluruhan, dia melihat para siswa tidak mengalami kesulitan yang berarti saat mengerjakan soal. “Kalau konsentrasi mereka penuh, saya kira tidak ada masalah. Namanya remaja, mungkin ada yang grogi atau belum sarapan,” jelas Asri.
Dia menambahkan, hingga kini ujian nasional masih seperti menjadi beban psikologis bagi siswa meski penilaian kelulusan sudah ditentukan oleh sekolah. “Sehingga, ketika menemukan kalimat pertanyaan agak panjang, banyak dari mereka sudah merasa gugup,” tandasnya.
Listrik Padam
Di Kabupaten Nias, pelaksanaan UNBK di SMK Negeri 2 Kecamatan Sogaeadu, sempat diwarnai pemadaman listrik. Meski begitu, pelaksanaan UNBK tetap berjalan sesuai harapan. “Tadi memang sempat padam listrik, namun tidak lama hanya berkisar 45 menit. Tidak sampai mengganggu pelaksanaan ujian, karena sekolah kita memiliki dua genset berkapasitas masing-masing 5500 watt,” kata Kepala SMK Negeri 2 Sogaeadu, Tehego Ndraha SPd kepada Sumut Pos di kantornya, (Senin, 25/3).
Ndraha mengungkapkan di sekolahnya ada 2 sekolah lain yang gabung melaksanakan UNBK tahun ini, yakni SMK Negeri 1 Mau sebanyak 53 siswa, SMK Negeri 1 Ulugawo 59 siswa dan SMK Negeri 1 Sogaeadu sebanyak 159 siswa, dengan jumlah keseluruhan 267 siswa.
“Mereka gabung di sekolah kita, disebabkan di lokasi kedua sekolah itu belum bisa dijangkau jaringan internet. Kalau pelaksanaan UNBK selama 4 hari berturut-turut, mulai tanggal 25 hingga 28 Maret 2019, menguji empat mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan mata pelajaran Teori Kejuruan. Hari ini mata pelajaran yang diuji adalah bahasa Indonesia,” ungkapnya.
Menurut Ndraha, kekurangan tenaga guru dan fasilitas yang memadai masih menjadi faktor utama rendahnya kualitas pendidikan khusunya di Kabupaten Nias dan Kepuluan Nias pada umumnya. Dia membeberkan, di SMK Negeri 1 Sogaeadu memiliki 16 rombel, sementara guru PNS hanya 15 orang. Bahkan di SMK Negeri 1 Sogaeadu saat ini, hanya memiliki 8 unit komputer.
“Kita sangat kekurangan tenaga pendidik, idealnya sekolah kita harus memili guru PNS minimal 34 orang, tahun lalu kita telah merekrut 16 orang GTT yang pembiayaannya dari APBD Provinsi Sumut, dan 5 orang guru honor dibiayai dari sumbangan orang tua siswa melalui Komite Sekolah. Akibat kekurangan komputer, ujian kita bagi dalam 3 sif, dan juga para siswa yang memiliki laptop kita suruh dibawa ke sekolah,” bebernya.
Pemkab Sergai Beri Dukungan Moral
Bupati Sedang Bedagai (Sergai) Soekirman kemarin meninjau pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) di SMP Negeri 1 Perbaungan dan UNBK di SMK Negeri 1 Perbaungan, Senin (25/3). Untuk pelaksanaan USBN, sebanyak 8.953 siswa SMP/MTs negeri dan swasta mengikutinya. Sedangkan untuk UNBK, diikuti sebanyak 5.205 siswa SMK Negeri/Swasta.
Saat meninjau UNBK di SMK Negeri 1 Perbaungan, Soekirman menyampaikan, meskipun berdasarkan peraturan bahwa SMA/SMK sederajat sudah menjadi wewenang provinsi, bukan berarti Pemkab tidak peduli lagi dengan siswa SMA/SMK. “Para siswa ini adalah putra-putri Sergai yang juga anak-anak kita semua, dimana pemerintah daerah wajib bertanggung jawab secara moral untuk memantau dan menfasilitasi ujian ini jika ada kekurangan,” kata Soekirman.
Lebih lanjut dikatakannnya, kehadiran dirinya di SMK Negeri 1 Perbaungan ini untuk memberikan semangat dan motivasi kepada para siswa, agar tetap berkonsentrasi karena masih ada 3 hari lagi ujian yang akan dijalani. Soekirman juga mengapresiasi kesiapan SMK dan SMP guna melaksankan ujian ini, mulai dari perangkat dan piranti pendukung ujian ini. “Harapan kita tidak ada kendala apapun dalam pelaksanaannya, di samping berharap seluruh siswa dapat mengerjakan soal dengan baik dan lulus 100 persen,” harapnya. (gus/mag-5/sur)
OJOL:
Dua pengemudi ojek online (Ojol) berhenti di sebuah persimpangan, belum lama ini. Mulai 1 Mei 2019, tarif Ojol bakal naik.
OJOL: Dua pengemudi ojek online (Ojol) berhenti di sebuah persimpangan, belum lama ini. Mulai 1 Mei 2019, tarif Ojol bakal naik.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Setelah polemik berpanjangan, pemerintah akhirnya mengumumkan penentuan tarif ojek online. Aturan tarif ini sudah terangkum dalam Peraturan Menteri (PM) Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019. Untuk Sumatera, tarif batas bawah ojol per km sebesar Rp1.850, sementara batas atasnya Rp2.300.
Dalam ketentuan tarif ini, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membaginya dalam tiga zona.
Adapun zona 1 meliputi wilayah Jawa non-Jabodetabek, Sumatera, dan Bali. Zona 2 meliputi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Terakhir, zona 3 meliputi Kalimantan, Papua, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara Timur (NTT). Beleid ini bakal resmi diberlakukan pada 1 Mei 2019 mendatang.
“Tarif ini sudah memperhitungkan biaya langsung dan tidak langsung. Biaya yang diperhitungkan adalah biaya langsung saja. Sedangkan biaya tidak langsung itun
yang ada di pihak aplikator sebesar 20 persen,” kata Dirjen Perhubungan Darat Budi Setyadi dalam konferensi pers di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (25/3).
Berikut rincian tarifnya:
Zona 1: Biaya jasa batas bawah sebesar Rp1.850 per km dan tarif batas atas sebesar Rp2.300 per km. Sementara itu biaya jasa minimal sebesar Rp7 ribu – Rp10 ribu.
Zona 2: Biaya jasa batas bawah sebesar Rp2 ribu per km dan tarif batas atas sebesar Rp2.500 per km. Sementara itu biaya jasa minimal sebesar Rp8 ribu – Rp10 ribu.
Zona 3: Biaya jasa batas bawah sebesar Rp2.100 per km dan tarif batas atas sebesar Rp2.600 per km. Sementara itu biaya jasa minimal sebesar Rp7 ribu – Rp10 ribu.
Dari tarif tersebut, biaya jasa minimal merupakan biaya jasa yang dibayarkan oleh penumpang untuk jarak tempuh paling jauh 4 kilometer (km). Adapun tarif yang berlaku itu bersifat nett atau bersih diterima pengemudi.
Budi menjelaskan, khusus Jabodetabek memiliki besaran biaya jasa yang berbeda. Alasannya, penggunaan ojol pada wilayah tersebut sudah menjadi kebutuhan primer.
“Karena pola perjalanan untuk ojol di jakarta sudah kebutuhan primer. Hasil riset mengatakan itu. Artinya ada aspek plus mile dan last mile, ojol ini sekarang sudah jadi kebutuhan untuk terhubung ke kendaraan lain (transportasi massa lain),” tuturnya.
Selain itu, Dirjen Budi menyampaikan permohonan maaf mewakili Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Dia meminta maaf apabila masih ada yang belum sesuai dari penentuan biaya jasa tersebut. Meski begitu, pemerintah terus membuka ruang diskusi kepada semua pihak.
“Dalam kesempatan yang baik ini, seperti yang disampaikan bahwa biayanya diumumkan hari ini. Jadi yang pertama kami ingin sampaikan permohonan maaf kepada semua pihak terkait biaya jasa ini. Tapi kalau kemudian tarif belum sesuai kita masih membuka diskusi,” pungkasnya.
Asosiasi Sambut Baik
Gabungan Aksi Roda Dua Indonesia (Garda) menyambut baik keputusan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang telah mengumumkan besaran biaya jasa ojek online (ojol). Mereka menilai sebagai keputusan yang baik.
Ketua Garda, Igun Wicaksono mengatakan, penerapan biaya jasa ojol ini bakal membuat aplikator tidak bisa lagi semena-mena menurunkan tarif batas untuk pengemudi, dan tiba-tiba harga tinggi bagi konsumen.
Aturan tarif melindungi semua pihak dari praktik monopoli yang dilakukan oleh aplikator. Kontrol dari tarif sekarang ada di pemerintah, dan lebih baik dari nilai yang di berlakukan sebelumnya oleh aplikator.
“Namun kita belum tentukan sikap secara nasional, besok kita mau komunikasi dengan teman-teman se-Indonesia,” ujarnya, di Jakarta, Senin (25/3).
Dia berharap dengan tarif baru ini akan berdampak kepada peningkatan pendapatan dan keutungan yang didapat pengemudi. Sebelumnya, tarif yang diberlakukan adalah sebesar Rp1.600 per Km.
“Semoga bisa memberi dampak yang positif,” katanya.
Sementara VP Corporate Affairs GOJEK, Michael Say, mengatakan akan mempelajari terlebih dahulu dampak kenaikan tarif tersebut. “Yakni dampak kepada permintaan konsumen, pendapatan para mitra yang sejatinya bergantung pada kesediaan konsumen, dan juga para mitra UMKM di dalam ekosistem GOJEK yang menggunakan layanan antar ojek online,” katanya.
Kemehub: Ada Suka dan Tidak
Pemerintah menyadari, keputusan ini tak akan menyenangkan semua pihak. Menurutnya, ada yang senang, ada juga yang tidak senang dengan keputusan ini.
“Saya kira, tadi saya sampaikan sebuah keputusan ada suka, ada tidak suka,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi di kantornya, Senin (25/3/2019).
Meski demikian, Budi menerangkan, regulasi ojol termasuk tarif di dalamnya tak lepas dari usulan pengemudi atau driver ojol. Sebab itu, dia berharap driver mau menerima keputusan ini.
“Ini adalah regulasi mengikuti tuntutan pengemudi PM (Peraturan Menteri Perhubungan) 12,” ujarnya. “Kalau misalnya ada yang tidak puas, harapan saya tidak sampai demikian,” sambungnya.
Lanjut Budi, jika aturan ojol digugat maka aturannya turunnya juga berpengaruh. Dia menuturkan, aturan ojol merupakan keputusan terbaik yang bisa diberikan pemerintah.
“Kalau sampai digugat PM 12 kemudian tidak menjadi kuat, dan dampaknya juga surat keputusan Menteri terkait masalah tarif. Harapan kami jangka pendek ya inilah yang terbaik kita berikan,” ujarnya. (JPC/kps/dtc)