Home Blog Page 5479

Sinergi Berantas Korupsi, KPK dan Ombudsman RI Teken MoU

istimewa BERSAMA: Ketua KPK dan Ombudsman serta lainnya, foto bersama usai penandatanganan MoU. sela-sela Mou Jalin Kerjasama Pada Perkuat Pemberantasan Korupsi dan Pengawasan Pelayanan Publik.
istimewa
BERSAMA: Ketua KPK dan Ombudsman serta lainnya, foto bersama usai penandatanganan MoU.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Guna memperkuat Pemberantasan Korupsi dan Pengawasan Pelayanan Publik di Indonesia, termasuk di Sumatera Utara (Sumut), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Ombudsman RI jalin kerja sama perkuat kinerja kedua lembaga negara itun

Kerja sama tersebut tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) disertai menadatangani nota kesepahaman berlangsung di Kantor Ombudsman RI di Jakarta, Rabu (20/3) kemarin yang dihadiri langsung Ketua KPK, Agus Raharjo dan Ketua Ombudsman RI, Prof Amzulian Rifai

“Jadi, kerja sama ini untuk penguatan. Mungkin saja ada laporan di KPK terkait pelayanan publik dan maladministrasi, itu bisa diarahkan ke Ombudsman. Begitu juga sebaliknya, ketika ada laporan ke kita yang ternyata setelah kita tindaklanjuti, ada indikasi tindak pidana korupsi, itu akan dikoordinasikan dengan KPK,” ucap Kepala Obudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar kepada wartawan di Medan, Kamis (21/3) siang.

Abyadi Siregar mengatakan, dengan kerja sama tersebut, Ombudsman dan KPK dapat bersinergi dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan pengawasan penyelenggaraan pelayanan publik, terutama di Sumut.

Dengan kerjasama ini, Ombudsman dan KPK terbangun kinerja maksimal dalam mengatasi dan pemberantasan korupsi dan pengawasan pelayan publi di masing-masing daerah. Karena praktik korupsi dan penyelenggaraan pelayanan publik adalah dua hal yang saling berkaitan erat.

Abyadi Siregar menjelaskan, untuk menindaklanjuti nota kesepahaman itu, Ombudsman di Papua Sumut akan berkoordinasi dengan Bidang Pencegahan KPK, terutama dengan Tim Korsupgah. Karena tim Korsupgah KPK yang ada di provinsi.

“KPK ini kan ada tim pencegahannya. Jadi, kalau nanti ada laporan pungli secara masif dan terus menerus terjadi dan meresahkan masyarakat, maka bisa dikoordinasikan dengan tim pencegahan KPK,” paparnya.

KataAbyadi, kerja sama dalam penanganan laporan masyarakat seperti itu, sudah pernah dilakukan Ombudsman Sumut dan KPK di Sumut. Dengan ini, Sumut menjadi prioritas dalam menjalani tugas antara KPK dan Ombudsman.”Kita pernah menangani kasus permintaan sejumlah uang terhadap pengangkatan tenaga penyuluh di sebuah daerah. Ombudsman berkoordinasi dengan KPK, dan setelah ditindaklanjuti akhirnya SK pengangkatan para tenaga penyuluh itu akhirnya diterbitkan. Ini sangat membantu masyarakat luas,” ujarnya.

Selain itu, ia menambahkan Ombudsman Sumut juga pernah menangani laporan terkait penyalahgunaan dana desa di sebuah kabupaten di Sumut. Alokasi dana desa untuk sebuah desa, justru dipergunakan di desa lain. “Hal-hal seperti ini mungkin nanti bisa dikoordinasikan,” pungkas Abyadi Siregar.(gus/ila)

Pasar Kampunglalang Pekan Depan Beroperasi

markus pasaribu/sumutpos RAMPUNG: Pasar Kampunglalang yang telah rampung direvitalisasi. Hingga saat ini, Pasar ini belum juga diserahterimakan kepada para pedagang akibat berbagai persoalan.
markus pasaribu/sumutpos
RAMPUNG: Pasar Kampunglalang yang telah rampung direvitalisasi. Hingga saat ini, Pasar ini belum juga diserahterimakan kepada para pedagang akibat berbagai persoalan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Serah terima bangunan Pasar Kampunglalang dari kontraktor PT Budi Mangun KSO kepada Dinas Perkim-PR Medan dikabarkan dilakukan dalam pekan ini. Hal itu lantaran pihak kontraktor sudah mau menyerahkannya.

“Minggu ini kontraktor sudah mau menyerahkan kepada Dinas Perkim-PR Medan,” ujar Ketua Komisi C DPRD Medan Boydo HK Panjaitan kepada Sumut Pos, kemarin (21/3).

Menurut dia, apabila pekan ini diserahkan kontraktor, maka otomatis dalam pekan depan sudah bisa diserahterimakan kepada PD Pasar. Artinya, pasar tersebut sudah bisa beroperasi. “Kita berharap kontraktor benar-benar menyerahkannya, dan hal itu harus dilakukan. Kalau tidak mau, maka melanggar hukum. Apalagi, masa kontrak kerjanya sudah habis,” bilang Bodyo.

Diutarakannya, dengan mau diserahkannya Pasar Kampunglalang kepada Dinas Perkim-PR Medan berarti kontraktor telah menyelesaikan beberapa kekurangan pengerjaan. Seperti belum diselesaikan pengadaan genset yang sampai sekarang belum terpasang. Kemudian, sound system yang sudah dipasang namun belum sesuai spek-nya di dalam kontrak kerja.

Menurutnya, optimisme diserahkannya Pasar Kampunglalang ini diketahui dari hasil pertemuan tertutup dengan instansi terkait Pemko Medan baru-baru ini. Sebab kontraktor sudah memiliki itikad baik.”Mudah-mudahan sesuai janji kita kepada pedagang, tidak lewat bulan Maret ini bisa terpenuhi. Makanya, pihak kontraktor ditekankan harus melakukan penandatanganan terkait surat penyerahan fisik bangunan Pasar Kampung Lalang. Kita lihat saja itikad baik dan keinginan kontraktor untuk betul-betul merealisasikannya,” ungkap dia.

Anggota Komisi C DPRD Medan J Siregar menuturkan, dengan beroperasinya Pasar Kampung Lalang maka akan membantu nasib 732 pedagang di pasar tersebut. Selain itu, tentunya akan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan. “Pastinya begitu bisa diserahkan kontraktor pekan ini. Jadi, pedagang bisa segera berjualan di dalam pasar,” ujarnya.

Sementara, Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman mengatakan, diharapkan apa yang disampaikan Komisi C dapat terealisasi. Dengan begitu, pengelolaan pasar tersebut bisa dioperasikan. “Harapan kita tentu bisa diserahkan kontraktor dalam pekan ini. Kita tunggulah sama-sama, dan Pemko terus mendorong agar mereka mau menandatangani serah terima bangunan pasar,” katanya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perkim-PR Medan, Benny Iskandar yang dikonfirmasi belum berhasil. Sebab, berulang kali dihubungi nomor selulernya tetapi tak kunjung dijawab. (ris/ila)

Terkait Temuan Audit BPK di Pasar Peringgan Soal Bayar Sewa, Sekda Mengaku Keliru

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumut terkait pengelolaan Pasar Peringgan oleh PT Parbens soal kekurangan pendapatan bayar sewa, akan ditindaklanjuti Pemko Medan. Bahkan, pihak Pemko Medan mengaku salah dan keliru atas hitungan bayar sewa tersebut.

Yakni, nominal yang disepakati dalam perjanjian tersebut tidak sesuai dengan perda yang ada. Seharusnya, pihak ketiga membayarkan biaya sewa Rp4,8 miliar untuk 5 tahun, bukan Rp1,6 miliar.

“Kami keliru menetapkan perhitungan harga sewa pasar tersebut pada perjanjian. Makanya kami telah menyurati PT Parbens untuk merevisi perjanjian yang telah disepakati sebelumnya. Tapi mereka membalas surat bahwa penetapan harga sewa ditentukan Pemko Medan,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan Wiriya Alrahman, Kamis (21/3).

Wiriya mengatakan, dalam revisi perjanjian pengeloaan Pasar Peringgan selama 5 tahun tersebut tentunya harus ada kesepakatan antara kedua belah pihak. Dengan kata lain, PT Parbens harus mau menyetujui atau sepakat. “Kita jelaskan nanti kepada pihak ketiga bahwa hasil audit tersebut sudah final dan mengikat. Kita tidak mau menyalahi aturan nantinya,” tegas Wiriya.

Namun begitu, lanjut Sekda, Pemko Medan terus berusaha berkomunikasi dengan pihak PT Parbens untuk melakukan revisi perjanjian. “Bila tidak ada kesepakatan, maka akan menempuh upaya hukum. Bisa saja perjanjiannya batal, tapi itupun kita lihat respon mereka berikutnya. Kan gak mungkin pula Pemko Medan yang membayar sisa uang sewanya. Maka dari itu, dilakukan negosiasi untuk solusi terbaiknya,” ujar dia.

Sementara, kuasa hukum PT Parbens, Dwi Sinaga menegaskan pihaknya tidak akan mau atau menyepakati revisi kontrak kerja sama. Alasannya karena telah melanggar kesepakatan di awal.

Menurut Dwi, klausul perjanjian pengelolaan Pasar Peringgan yang membuat Pemko Medan. Mereka juga yang menetapkan perhitungan harga sewa pengelolaan Pasar Peringgan. “Kita bersifat pasif dalam perjanjian itu, dan bukan kita yang menentukan harga sewa pengelolaannya. Bahkan, bukan juga atas permintaan kita penetapan harga sewanya,” ujarnya.

Dwi mempertanyakan hasil audit BPK RI Perwakilan Sumut yang terkesan menyudutkan PT Parbens. Hasil audit itu juga sangat merugikan dan memberatkan PT Parbens, karena harus membayar sisa kekurangan sewa. Bahkan, seolah-olah pihaknya yang bermain.

“Seharusnya hasil audit tersebut pihak Pemko Medan lah yang bertanggung jawab, bukan PT Parbens. Kami merasa dibodoh-bodohi, di mana letak kesalahan kami, sedangkan perjanjian yang membuat Pemko Medan. Terkecuali, ada temuan kecurangan-kecurangan yang kita lakukan dalam mengelola pasar tersebut,” cetus Dwi kesal.

Dengan hasil audit tersebut, sambung Dwi, PT Parbens selaku pengelola merasa tidak nyaman. Sebab secara tidak langsung meragukan legalitas PT Parbens sebagai pengelola Pasar Peringgan.”Kita dengan tegas tidak akan mengikuti hasil audit itu dengan melunasi pembayaran sewa. Akan tetapi, pembayaran dilakukan sesuai perjanjian di awal. Sangat lucu hasil audit tersebut karena kita yang terkesan disalahkan,” ucapnya.

Menurut Dwi, Pemko jangan seenaknya merevisi perjanjian atau bahkan mencabut Surat Keputusan (SK). Revisi perjanjian berarti sudah melanggar kesepakatan atau proses hukum karena sepihak.

“Dengan merevisi sepihak berarti kami sudah dirugikan. Pemko jangan buang bola panas kepada PT Parbens. Kalau memang Pemko melakukan upaya hukum, kita siap. Jangan direvisi perjanjian, cabut SK kami biar kami melakukan upaya hukum. Jangan kami digantung-gantung dan disudutkan seperti ini,” tukas dia.

Sementara itu, Ketua Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Sumatera Utara (P3TSU), Rosdiana Nainggolan mengharapkan agar pihak PT. Parbens tetap sebagai pengelola Pasar Pringgan.

“Menurut kami kasihlah kesempatan untuk PT Parbens melanjutkan pekerjaannya yang sudah dimulai. Sejauh ini kami lihat ada perkembangan kok disini. Mulai dibenahi mereka pasar Pringgan ini. Dulu Basement kami ini banjir aja kalau udah hujan, tapi sekarang gak lagi, udah dibenahi mereka. Pak Dirut PD Pasar, Rusdi Sinuraya juga mengakui itu waktu datang kesini”, ujar Rosdiana Nainggolan saat disambangi di Pasar Pringgan, Kamis (21/3).

Seperti diketahui, persoalan ini mengemuka ketika BPK menemukan adanya masalah harga sewa yang diberikan oleh PT. Parbens. Harga sewa yang semestinya menurut BPK yakni Rp4,8 Miliar, akan tetapi PT. Parbens membayar sesuai dengan isi kontrak yang telah ditandatangani pihaknya dengan Pemko Medan, yakni seharga Rp1,6 miliar.

Atas hal itu, pihak Pemko Medan berniat ingin merevisi isi dari perjanjian kontrak tersebut. Sedangkan pihak PT. Parbens sendiri tidak bersedia untuk dilakukan revisi pada kontrak tersebut. Pihak PT. Parbens mengklaim bahwa isi perjanjian kontrak tersebut telah dibuat dan disepakati bersama oleh pihaknya dengan Pemko Medan dengan kesadaran penuh dan tanpa ada unsur paksaan.(ris/mag-1/ila)

Gedung BPSDM Sumut Diresmikan 5 Lantai, Dilengkapi Fasilitas Satara Hotel

PRAN HASIBUAN/SUMUT POS POSE BERSAMA: Kepala BPSDM Sumut, Bonar Sirait (tengah/pakai kaca mata) pose bersama Kepala BPSDM Kemendagri, Teguh Setyabudi, dan Staf Ahli Gubsu Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Nouval Mahyar, usai peresmian gedung baru BPSDM Sumut, Jl. Ngalengko Medan, Kamis (21/3).
PRAN HASIBUAN/SUMUT POS
POSE BERSAMA: Kepala BPSDM Sumut, Bonar Sirait (tengah/pakai kaca mata) pose bersama Kepala BPSDM Kemendagri, Teguh Setyabudi, dan Staf Ahli Gubsu Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Nouval Mahyar, usai peresmian gedung baru BPSDM Sumut, Jl. Ngalengko Medan, Kamis (21/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sumatera Utara di Jalan Ngalengko Medan akhirnya diresmikan, Kamis (21/3). Peresmian dilakukan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Nouval Mahyar. Turut hadir dan menyaksikan persemian, Kepala BPSDM Sumut Bonar Sirait dan Teguh Setyabudi selaku Kepala BPSDM Kementerian Dalam Negerin

Gubsu berharap pasca peresmian gedung baru BPSDM Sumut, kualitas SDM di Sumut, khususnya ASN dapat meningkat. Menurutnya sudah sewajarnya pembangunan gedung tersebut dilakukan sebab selama 48 tahun belum pernah ada perbaikan.

“Untuk pengembangan diklat aparatur harus didukung sarana dan prasarana. Dengan ada gedung ini kita juga mengharapkan adanya peningkatan kualitas SDM dan aparatur,” harapnya.

Bukan hanya itu, gedung ini juga diharapkan dapat meningkatkan status akreditasi BPSDM Sumut. Kemudian menjadi fasilitas pendukung kegiatan pemerintah, swasta dan masyarakat. “Ini kan pembangunannya bertahap, 2019 nanti kita usulkan agar ditampung di P-APBD,” katanya.

Teguh Setyabudi menambahkan, pihaknya sangat mengapresiasi Gubsu dan DPRD Sumut karena ikut mendorong pembangunan gedung tersebut. “Gedung ini cukup bagus. Dan tidak tutup mata bahwa di provinsi lain, banyak juga yang sudah bagus. Namun ada juga provinsi yang belum memiliki gedung untuk diklat seperti ini,” katanya.

Sesuai Permendagri Nomor 38/2018 tentang Pedoman Penyusunan RAPBD 2019, sambungnya, bahwa telah disebutkan anggaran untuk diklat aparatur adalah 0,34 persen dari total belanja provinsi. “Ini untuk provinsi ya. Sementara untuk tingkat kota yakni 0,16 persen dari belanja. Dan yang harus digarisbawahi bahwa ini untuk pengembangan diklat bukan untuk belanja modal,” ujarnya.

Kepala BPSDM Sumut, Bonar Sirait mengatakan, meskipun alokasi pembangunan diklat belum sesuai dengan Permendagri, namun dengan dana yang ada saat ini, pihaknya tetap dapat melaksanakan diklat dengan baik serta sasaran peserta yang lebih banyak. “Kita harapkan ke depan supaya ASN kita bisa mengikuti diklat yang lebih baik lagi. Kualitas dan kinerjanya juga bertambah,” katanya.

Pihaknya juga optimis, operasionalisasi ruang diklat yang ada dalam gedung tersebut mampu menjadi sumber pendapatan asli daerah baru bagi Pemprovsu. Sebab kualitas dan perangkat pendukung yang ada, diyakininya sudah setara dengan ruang diklat di kota-kota besar lain di Indonesia.

Perlu diketahui, gedung baru itu akan menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Sumut karena akan dilengkapi fasilitas setara dengan hotel bintang tiga.

Gedung BPSDM dulunya selalu digunakan untuk pendidikan dan pelatihan pimpinan (Diklatpim) tingkat dua. Pembangunan gedung ini dilakukan secara bertahap. Luas tanahnya 1,78 hektare dan akan dilakukan pembangunan gedung sekitar 10 ribu meter. Sementara sisanya untuk penghijauan. Gedung dibangun berlantai lima dengan daya tampung hingga 450 orang. Pembangunan gedung ini menghabiskan anggaran hingga Rp100 miliar. (prn/ila)

Rangsang Minat Pemuda Berwirausaha, Pemko Medan Gelar Pelatihan Kewirausahaan

ISTIMEWA/SUMUT POS BERSAMA: Kepala Dispora Kota Medan H Marah Husin Lubis didampingi Kabid Layanan Pemuda Dispora Kota Medan Suryadi, diabadikan bersama peserta Pelatihan Kewirausahaan Pemuda Medan 2019, baru-baru ini.
ISTIMEWA/SUMUT POS
BERSAMA: Kepala Dispora Kota Medan H Marah Husin Lubis didampingi Kabid Layanan Pemuda Dispora Kota Medan Suryadi, diabadikan bersama peserta Pelatihan Kewirausahaan Pemuda Medan 2019, baru-baru ini.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemko Medan terus mendorong generasi muda untuk menekuni dunia wirausaha. Sebab, wirausaha maju akan menunjang pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin, melalui Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Medan H Marah Husin Lubis, saat membuka pelatihan kewirausahaan bagi pemuda Kota Medan di Saka Hotel, baru-baru ini.

“Untuk itu, saya mengajak generasi muda melihat peluang sekitar,” tutur Marah.

Marah juga menjelaskan, persaingan di era globalisasi saat ini, semakin ketat. Kemajuan teknologi sangat pesat, membuat lapangan pekerjaan semakin sulit. “Karena itu, pemuda perlu mempersiapkan diri, agar tak tertinggal oleh kemajuan zaman,” kata Marah.

Marah juga mengatakan, generasi muda harus memiliki kesadaran akan bahaya pergaulan bebas dan narkoba. Pemuda harus menyadari, hidup harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, sehingga tidak menyesal kelak di hari tua. “Pemuda harus punya prinsip hidup dalam menghadapi kemajuan zaman,” harapnya.

Marah mengungkapkan, ada beberapa langkah yang harus dilakukan pemuda dalam berwira usaha. Pemuda harus rajin belajar dan menimba ilmu pengetahuan. Kemudian, jangan terpengaruh hal-hal bersifat negatif yang merugikan diri sendiri. “Yang paling penting, mampu mengelola keungan sendiri dan mencari teman yang positif, karena pergaluan akan membentuk karakter seseorang,” bebernya.

Diakui, tidak semua kewirausahaan berjalan lancar dan menguntungkan. Banyak usaha yang bangkrut. Untuk itu, bibutuhkan karakteristik khusus yang menopang keberhasikan wirausaha. “Wirausahawan harus punya visi, tidak kenal menyerah, kreatif, dan tidak memandang remeh hal kecil,” pesan Marah.

Sebagai generasi muda, harus mengembangkan sikap tersebut di kehidupan sehari-hari. “Untuk itu, melalui acara ini, saya mengajak generasi muda membuka cakrawala berpikir dan melihat peluang di sekitar. Sebab, generasi pandai berwirausaha adalah dasar dari ekonomi maju,” kata Marah.

Ketua Panitia, Alfiansyah Purba melaporlan, tujuan acara ini adalah melatih pemuda agar memiliki kompetensi dan menumbuhkembangkan minat pemuda dalam dunia kewirausahaan. Kemudian, meningkatkan daya saing bagi wirausaha muda yang baru merintis usaha. “Sebab, wirausaha yang berhasil akan berimbas kepada meningkatnya pertumbuhan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat serta meningkatkan pendapatan daerah,” jelasnya.

Acara ini digelar di Saka Hotel, Jalan Ringroad Medan pada 18-23 Maret, dengan diikuti 50 peserta. Para peserta berasal dari Kwarcab Pramuka Kota Medan, Duta Lingkungan Hidup Kota Medan, Rumah Jamur Saddam Medan, Rumah Belajar Medan, dan Palang Merah Remaja (PMR) Kota Medan. (dek/saz)

Khawatir Pemain Hengkang Manajemen Cari Solusi

Sutan Siregar/sumut pos CARI: Para pemain seleksi mulai mencari masa depan yang lebih pasti.
Sutan Siregar/sumut pos
CARI: Para pemain seleksi mulai mencari masa depan yang lebih pasti.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Belum jelasnya jadwal latihan PSMS harus segera diakhiri. Apalagi hal itu berpotensi membuat para pemain seleksi hengkang mencari kepastian di klub lain. Manajemen PSMS pun akan berusaha mencari solusi atas permasalahan ini.

Rencana kerjasama dengan NorthCliff selaku sponsorship PSMS yang tahun ini berencana terlibat lebih jauh dalam manajemen PSMS masih menggantung. Hingga saat ini belum ada kepastian kapan kerjasama ini diumumkan secara resmi.

Sejauh ini NorthCliff dan tim seolah berjalan sendiri-sendiri. NorthCliff terlihat aktif mendatangkan beberapa pemain incaran, termasuk kabarnya Aldino Herdianto dari Mitra Kukar dan Shohei Matsunaga yang akan dinaturalisasi. Namun tak ada juga kejelasan kapan latihan dimulai. Bahkan beberapa pemain dari luar Medan yang sudah tiba di Kebun Bunga sejak tiga pekan lalu saja masih menunggu.

Sekretaris Umum (Sekum PSMS), Julius Raja tak menampik soal ancaman pemain seleksi yang bakal meninggalkan tim. Namun, dia memastikan pihaknya sudah membuat rencana lain, jika kemungkinan terburuk tak sepakat MoU dengan NorthCliff.

“Ya betul (ancaman peluang hengkang). Sudah kami buat plan atau rencana lain. Karena kalau terlalu lama menunggu dari pihak manajemen yang baru takutnya yang lain ikut pamit,” ungkapnya, Selasa (19/3)

Raja mengatakan, pekan ini, harus ada jawaban pasti soal rencana pengambilalihan manajemen PSMS. Pekan depan, apapun yang terjadi, latihan harus dimulai.

“Jadi kami akan laporkan dalam minggu ini harus kelar semua. Kami akan melapor ke Ketua Kodrat (Penasehat PSMS). Untuk mohon petunjuk beliau. Secepat nya, mudah-mudahan minggu depan sudah bisa jalan,” jelasnya.

Raja mengakui pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan pelatih dan penanggung jawab tim. Setelah bertemu penasehat PSMS, latihan segera dipastikan jadwalnya. “Nanti akan langsung disampaikan kapan latihan setelah bertemu Ketua,” tambahnya.

Untuk memberi gambaran kepastian kepada pemain sebelum kontrak, mereka akan diberikan uang transport.

“Dari hasil rapat itu semua kita bahas baik kapan latihan kembali serta kejelasan kontrak pemain dan pelatih. Sudah ada lah gambarannya. Jadi nanti sembari latihan, kita akan berikan pemain uang transport dan sebagainya sambil menunggu teken kontrak,” ungkapnya. (don)

Pemko dan Kodam I/BB, Bersih-bersih Sungai Bedera

RAPAT: Wakil Wali Kota Medan H Akhyar Nasution saat memimpin Rapat Paparan Rencana Karya Bakti Normalisasi Sungai Bedera Medan bersama Kasdam I/BB Brigjen TNI Hasanuddi di Makodam I/BB, Selasa (19/3)
RAPAT: Wakil Wali Kota Medan H Akhyar Nasution saat memimpin Rapat Paparan Rencana Karya Bakti Normalisasi Sungai Bedera Medan bersama Kasdam I/BB Brigjen TNI Hasanuddi di Makodam I/BB, Selasa (19/3)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemko Medan bersama Kodam I/BB akan menggelar kegiatan bersih-bersih Sungai Bedera, hari ini (22/3). Selain itu, aksi bersih-bersih tersebut juga melibatkan unsur Polda Sumut, Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II, pihak kecamatan, organisasi kemasyarakatan (ormas), Pemkab Deliserdang, serta para pelajar dan warga yang tinggal di sekitar kawasan Sungai Bedera.

Aksi ini merupakan langkah awal upaya menormalisasi Sungai Bedera yang kondisinya semakin mengalami pendangkalan. Sebab, selama ini Sungai Bedera telah dipenuhi sampah yang ‘menghiasi’ sungai itu.

Rencana kegiatan tersebut terungkap dalam Rapat Paparan Rencana Karya Bakti Normalisasi Sungai Bedera Medan yang dipimpin langsung Wakil Wali Kota Medan H Akhyar Nasution bersama Kasdam I/BB Brigjen TNI Hasanuddi di Markas Komando Daerah Militer (Makodam) I/BB, Jalan Gatot Subroto Medan, Selasa (19/3) lalu.

Akhyar mengatakan, perlu penanganan serius dalam menghadapi persoalan Sungai Bedera. Artinya semua penyebab utama Sungai Bedera hingga mengalami pendangkalan dan penyumbatan harus segera diatasi. Untuk itu, perlu adanya sinergitas dari semua pihak untuk mewujudkannya.

“Persoalan Sungai Bedera ini harus ditangani serius. Mengingat pendangkalan yang terjadi di Sungai Bedera sudah sangat parah. Ditambah lagi masyarakat Medan kesadarannya masih minim untuk tidak membuang sampah rumah tangganya ke dalam sungai, sehingga semakin memperburuk kondisi Sungai Bedera saat ini,” ungkap Akhyar.

Selanjutnya, Akhyar menjelaskan, terdapat sejumlah pemukiman penduduk yang berada di bantaran Sungai Bedera. Setidaknya sebanyak 93 kepala keluarga mendirikan rumah permanen di bantaran sungai tersebut. Untuk itu, Pemko Medan harus melakukan sosialisasi secara persuasif agar masyarakat yang tinggal di bantaran sungai segera direlokasi ke tempat lain.

“Sejauh ini, Pemko Medan tetap berkoordinasi dengan pihak terkait untuk sama-sama mencari solusi mengenai keberadaan pemukiman warga yang berada di bantaran sungai tersebut. Pasalnya, warga telah melanggar aturan karena mendirikan bangunan secara permanen di bantaran Sungai Bedera,” katanya.

Rapat yang berlangsung pukul 10.00 WIB tersebut, turut dihadiri Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kota Medan Khairul Syahnan, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (DPKPPR) Benny Iskandar, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Isya Ansari, Sekretaris Dinas Kebersihan dan Pertamanan Zul Fakhri Achmady, Kepala Dinas PU Deliserdang Donal Tobing, Camat Medan Helvetia Parlindungan Nasution, BWSS II, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumut, serta jajaran Kodam I/BB.

Selanjutnya Kasdam I/BB, Brigjen TNI Hassanuddin mengungkapkan, pihaknya siap membantu Pemko Medan dan BWSS II dalam penanganan normalisasi Sungai Bedera. Sebab, sebagai seorang prajurit yang memiliki tugas menjaga kedaulatan NKRI, TNI juga memiliki tugas membantu pemerintah daerah (Pemda) sebagai Karya Bhakti TNI. “Karya Bhakti TNI merupakan satu tugas pokok TNI untuk membantu tugas pemerintah daerah. Hal tersebut diwujudkan lewat sinergitas yang dibangun antara Pemko Medan dan Kodam I/BB. Untuk itu, Kodam I/BB siap membantu, sehingga upaya normalisasi tersebut segera terealisasi,” pungkasnya. (ris/saz)

Dorong Investornya Berinvestasi di Medan, Wakil Dubes Inggris Temui Wali Kota

foto-foto pemko medan for sumut pos DIABADIKAN: Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin diabadikan bersama Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia Rob Fenn, saat berkunjung ke Balai Kota Medan, Kamis (21/3)
foto-foto pemko medan for sumut pos
DIABADIKAN: Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin diabadikan bersama Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia Rob Fenn, saat berkunjung ke Balai Kota Medan, Kamis (21/3)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Inggris menyatakan tengah mendorong para pengusaha atau investor untuk berinvestasi di Kota Medan. Sebab, Kota Medan menjadi satu kota di Indonesia yang terus berkembang dan memiliki potensi besar di berbagai sektor untuk dikerjasamakan. Karena itu, Pemerintah Inggris segera mempercepat hubungan kerja sama dengan Pemko Medan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia Rob Fenn, berkunjung ke Balai Kota Medan yang diterima langsung Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin, Kamis (21/3).

Dalam kunjungan tersebut, Fenn mengaku senang berkunjung ke Kota Medan, sekaligus dapat melihat progres pembangunan infrastruktur yang tengah berjalan. Menurutnya, Pemerintah Inggris telah memiliki kerja sama dengan pemerintah Indonesia di bidang pendidikan. Satu bentuk kerja sama tersebut telah terjalin dengan Universitas Sumatera Utara (USU) lewat program riset yang dilakukan dosen USU dengan para peneliti di Inggris, terkait budidaya mangrove.

“Selain jalinan kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Inggris, kami juga ingin punya kerja sama langsung dengan Pemko Medan. Dengan begitu, kami dapat memiliki peran untuk ikut serta membangun dan menjadikan Medan sebuah kota yang semakin maju dan berkembang, serta hubungan baik antar kedua belah pihak dapat terus terjalin,” harap Fenn.

Kepada Wali Kota Medan, Fenn juga meminta dukungan Pemko Medan agar mensosialisasikan pentingnya mempelajari dan menguasai Bahasa Inggris. Selain itu, dalam waktu dekat Pemerintah Inggris akan menggelar perayaan 70 tahun hubungan diplomatik dengan pemerintah Indonesia. “Semoga hubungan bilateral yang sudah terjalin selama ini dapat dipertahankan, sekaligus memberi manfaat bagi kedua negara,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Fenn mengungkapkan, ada sebuah kota di Inggris yang memiliki kesamaan dengan Kota Medan. Untuk itu, pihaknya segera melakukan koordinasi agar segera menjalin hubungan sebagai sister city. Sehingga semakin membuat hubungan Pemerintah Inggris dan Kota Medan kian dekat.

Sementara itu Eldin mengapresiasi kunjungan yang dilakukan Wakil Dubes Inggris tersebut. Kedatangan itu dinilainya menjadi momentum yang sangat baik bagi Pemko Medan. Apalagi selama ini belum ada hubungan kerja sama khusus antara Pemerintah Inggris dengan Pemko Medan.

Eldin memaparkan, Pemko Medan kini tengah fokus di sektor infrastruktur dengan rencana pembangunan light rail transit (LRT) dan bus rappid transit (BRT). Rencana proyek pembangunan tersebut dilakukan guna mengatasi kemacetan lalu lintas di Kota Medan. Terlebih rencana pembangunan tersebut telah mendapat dukungan dari pemerintah pusat.

Kemudian lanjutnya, Pemko Medan bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut akan membangun tol dalam kota, yang bertujuan mengurai masalah kemacetan yang semakin parah. Direncanakan pembangunan tol dalam kota nantinya dibangun dengan melintasi bantaran sungai, sehingga diharapkan dapat meminimalisir biaya pembangunan.

Selain LRT dan BRT, upaya lain yang dilakukan Pemko Medan dalam menata kota adalah dengan menjadikan water front city di kawasan Medan utara. Nantinya direncanakan akan dibangun rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) bagi warga. Dengan demikian warga dapat tinggal dengan lebih teratur dan tertata. “Berbagai upaya dilakukan untuk menata kota. Satu di antaranya, Pemko Medan berencana memindahkan seluruh industri ke kawasan Medan utara. Maka hanya perumahan dan perkantoran saja yang berada pusat kota. Langkah ini diambil sebagai upaya agar dapat mengurangi polusi udara yang berasal dari usaha industri,” papar Eldin.

Eldin berharap kepada Pemerintah Inggris agar mau bekerja sama dengan Pemko Medan. Sebab, melalui pemaparan yang disampaikan, kiranya mampu memberi gambaran terkait hal-hal mana saja yang bisa dikerjasamakan. “Semoga apa yang kami sampaikan mampu menarik investor Inggris untuk segera berinvestasi di Medan. Dengan begitu, upaya Pemko Medan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dapat terlihat jelas dan nyata,” pungkasnya. (ris/saz)

Jargas Kota Cirebon Rampung, 3.503 SR Siap Dialiri Gas Bumi Murah

MASAK: Menteri ESDM Ignasius Jonan didampingi Dirut PGN, Gigih Prakoso saat membantu warga masak di Kota Cirebon, Kamis (21/3).
MASAK:
Menteri ESDM Ignasius Jonan didampingi Dirut PGN, Gigih Prakoso saat membantu warga masak di Kota Cirebon, Kamis (21/3).

CIREBON, SUMUTPOS.CO – Pemerintah terus mengoptimalkan  anggaran  dengan program-program untuk mewujudkan ketahanan energi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya adalah pembangunan jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga (jargas).

Bertempat di Kantor Kelurahan Kalijaga, Harjamukti, Kota Cirebon, Kamis (21/3), Menteri ESDM Ignasius Jonan didampingi Dirjen Migas Djoko Siswanto, Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis serta Dirut PT PGN  Gigih Prakoso, meresmikan beroperasinya jargas di Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Sebanyak 3.503 SR telah rampung dibangun Pemerintah dengan dana APBN tahun 2018.

Ini merupakan kedua kalinya masyarakat Kota Cirebon mendapat fasilitas jargas secara gratis. Pembangunan jargas pertama kali tahun  2012 sebanyak 4.000 SR. Dengan demikian , total terpasang jargas Kota Cirebon sebanyak 7.503 SR. Sedangkan total pembangunan jargas di Provinsi Jawa Barat sebanyak 33.200 SR.

“Jargas Kota Cirebon dibangun di Kelurahan Suket Duwur,  Surapandan,  Kedung Kersik, serta penetrasi di Kelurahan Argasunya, Kalijaga, dan Harjamukti,”  kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Djoko Siswanto dalam laporannya pada acara tersebut.

Setelah rampung dibangun, jargas  Kota Cirebon dikelola oleh PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk. Gas dipasok dari PT Pertamina EP sebesar 0,2 mmscfd dengan tapping di jaringan pipa eksisting Pgasol.

Pemerintah berkomitmen akan terus mendorong dan mempercepat program jargas sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat besar penggunaan gas bumi. “Ini sesuai dengan arahan Bapak Presiden Jokowi bahwa sumber daya alam harus dinikmati masyarakat setempat,” ujar Menteri ESDM Ignasius Jonan.

Dengan menggunakan jargas, banyak keuntungan yang diperoleh yaitu harga gas bumi lebih murah dari LPG, menekan subsidi dan impor LPG. Dari segi lingkungan adalah emisi jauh lebih bersih dibanding BBM dan kayu Bakar serta available setiap saat sehingga tidak perlu keluar rumah mencari LPG/minyak tanah/kayu bakar jika sewaktu-waktu kehabisan.

Direktur Utama PGN Gigih Prakoso menambahkan,  penggunaan jargas di Kota Cirebon akan signifikan meningkatkan taraf hidup perekonomian masyarakat. Kota Cirebon, singgungnya, merupakan salah satu pusat industri yang maju di Provinsi Jawa Barat. “Lewat energi baik yang murah dan stabil, masyarakat akan mendapatkan nilai lebih,” tukas Gigih.

Walikota Cirebon Nashrudin Azis menambahkan, pembangunan jargas membuktikan adanya perhatian Pemerintah kepada masyarakat Kota Cirebon.  “Periode dulu kita dikasih 4.000 SR, sekarang 3.503 SR yang difokuskan di Harjamukti karena saat ini mereka yang paling membutuhkan,” ucapnya.

Mengingat masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan infrastruktur ini, Pemerintah Kota Cirebon dalam waktu dekat akan menyampaikan permintaan penambahan jargas. “Dalam perbincangan, Pak Menteri membuka kesempatan kalau kami mau meminta tambahan jargas, tinggal diajukan,” tambahnya.

Lantaran keterbatasan anggaran Pemerintah, pembangunan jargas dilaksanakan secara bertahap. Persyaratan pembangunan jargas, antara lain wilayah tersebut dekat dengankaidah sumber gas/pipa gas, spesifikasi gas bumi terpenuhi (tidak membahayakan masyarakat), terdapat potensi pasar pengguna, komitmen Pemerintah Daerah serta memenuhi kaidah keselamatan dan keteknikan.

Sejak dibangun pertama kali tahun 2009, total SR jargas yang terbangun dengan dana APBN hingga saat ini sebanyak 325.773 SR yang terdistribusi di 16 provinsi, 40 kabupaten/kota.

Untuk tahun 2019,  direncanakan akan dibangun sebanyak 78.216  SR jargas di yaitu Kabupaten Aceh Utara (5.000 SR),  Kota Dumai (4.300 SR), Kota Jambi (2.000), Kota Palembang (6.000 SR), Kota Depok (6.230 SR), Kota Bekasi (6.720 SR), Kabupaten Karawang (2.681 SR), Kabupaten Purwakarta (3.765 SR), dan berbagai daerah lainnya. (rel/ram)

Tingkatkan Ekonomi Warga Desa di Binjai, Kampung Ternak Mandiri Dompet Dhuafa

ist/SUMUT POS BERSAMA: Para penerima manfaat Program Kampung Ternak Mandiri di Desa Jati Utomo, Binjai Utara, Kamis (21/3).
ist/SUMUT POS
BERSAMA: Para penerima manfaat Program Kampung Ternak Mandiri di Desa Jati Utomo, Binjai Utara, Kamis (21/3).

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Program Kampung Ternak Mandiri (KTM) gawean Dompet Dhuafa Waspada sudah berhasil memberi banyak manfaat bagi puluhan kepala keluarga. Salah satunga di Desa Jati Utomo, Binjai Utara, yang menjadi salah satu tempat pemberdayaan KTM.

Hal itu diungkap saat Media Gathering Program KTM Dompet Dhuafa di Desa Jati Utomo, Kamis (21/3). Menurut Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Waspada, Sulaiman, program ini telah bergulir sejak 1 juni 2008 sebagai bentuk pendayagunaan dana zakat, sedekah, dan dana sosial lain para donatur. KTM Dompet Dhuafa mengembangkan program peternakan yang berbasis pada peternakan rakyat (peternak mustahik).

Awalnya KTM Dompet Dhuafa memberikan ternak kepada 10 kepala keluarga (KK) sebanyak 50 ekor kambing betina dan 5 ekor kambing jantan di Desa Sidomulyo, Kabupaten Langkat. Masing masing keluarga mendapatkan 5 ekor kambing betina dan 1 ekor kambing pejantan dibagi dua KK.

“Alhamdulillah, hingga tahun 2019  penerima manfaatnya bertambah menjadi 29 KK.

Sukses mengembangkan peternakan di Desa Sidomulyo, program KTM dikembangkan ke dua daerah lainnya yaitu Desa Jati Utomo Binjai Utara dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 10 KK Penerima Manfaat. Hingga Tahun 2019 penerima manfaatnya bertambah menjadi 22 KK,” kata Sulaiman.

Sebelum bergulirnya pemberdayaan peternak, THK untuk menyediakan hewan kurban harus membeli hewan ternak dari peternak luar. Setelah hadirnya pemberdayaan, aliran hewan kurban THK langsung dari para peternak pemberdayaan binaan KTM.

Sulaiman mengatakan, program ini mengoptimalkan program kapasitas peternak, modal, dan pemasaran. Ketiga hal tersebut sejatinya merupakan faktor yang dapat mewujudkan kemandirian dan kemajuan peternakan lokal.

“Selain itu juga program ini menerapkan sistem bergulir. Pola bergulir ini setiap penerima manfaat yang sudah mumpuni  wajib menyokong penerima manfaat lainya dalam rangka menstimulir pertumbuhan ekonomi daerah program tersebut. Jadi bisa dicicil saat sudah berkembangbiak ternaknya. Misalnya dua ekor kambing dulu bertahan. Kesepakatan di awal, mereka harus bisa minimal membantu satu KK,” tambahnya.

Salah satu upaya Dompet Dhuafa dalam memasarkan ternak dari peternak lokal adalah melalui program Tebar Hewan Kurban. THK merupakan program yang digagas menyebarkan hewan kurban ke berbagai pelosok wilayah di Sumatera Utara. “Jadi ketika sudah berkembang jangan khawatir karena lewat program THK kita tampung. Setidaknya dalam setahun kita butuh 300 ekor hewan kurban,” tambahnya.

Sulaiman bersyukur program ini cukup berhasil di wilayah tersebut. “Pakan dan iklim mendukung di sini. Tahum 2019 sudah mulai mengajukan proposal dk Deliserdang. Selain itu kami juga akan mengadakan pelatihan-pelatihan yang dibutuhkan,” bebernya.

Namun demikian, THK jelas bukan satu-satunya lahan pemasaran bagi para peternak lokal binaan KTM  tentu saja masih dapat berpenghasilan harian dan bulanan seperti akikah dan kebutuhan konsumsi harian lainnya.

Transformasi kondisi perekonomian jelas menjadi tujuan dari proses pemberdayaan para peternak lokal. Berdasarkan data, paling tidak hampir 80% dari jumlah peternak binaan mengalami peningkatan siginfikan.

“Semoga semakin banyak dhuafa yang terbantu melalui program KTM ini. Oleh karena itu, tentunya sokongan dari berbagai pihak baik individu, komunitas, media, pemerintah, maupun swasta akan sangat berarti. Yang pasti kami mengimbau kepada masyarakat untuk jangan takut berbagi,” bebernya.

Wanto dan Jumadi, dua contoh sukses penerima manfaat di Desa Jati Utomo mengakui banyak perubahan positif yang mereka dapat sejak mendapat kepercayaan di program KTM itu. “Dulu saya driver. Belum pernah beternak. Masa itu tidak bisa fokus. Awalnya sambilan. Alhamdulillah sekarang sudah 39,ekor sudah fokus. Manfaatnya sudah banyak termasuk biaya anak sekolah,” kata Jumadi.

Sementara Wanto bersyukur program KTM sampai di kampungnya.  “Mayoritas penduduk rata-rata di pertanian, pengrajin keranjang. Dengan adanya program ini sekarang sudah 15-17 kandang di sinI. Ada hasilnya dari beternak ini, juga ada efek untuk lingkungan sekitar karena ada teman yang juga ikut merasakan manfaatnya dengan membantu beternak,” pungkasnya. (don/ram)