Foto: AKHDI MARTIN/kps
Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi saat diwawancarai di kantornya, Jakarta, Selasa (19/3/2019).
Foto: AKHDI MARTIN/kps Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi saat diwawancarai di kantornya, Jakarta, Selasa (19/3/2019).
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kementerian Perhubungan hingga kini belum mematok besaran tarif ojek online. Sebab, belum ada titik temu antara aplikator dan pengemudi mengenai besaran tarif tersebut. Namun, Kemenhub telah menentukan besaran tarif yang sama untuk jarak tertentu atau flag fall.
“Jadi jauh dekat (meskipun) di bawah 5 kilometer Rp. 10.000,” ujar Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi di kantornya, Jakarta, Kamis (21/3/2019).
Budi menambahkan, tarif tersebut sudah disetujui oleh pengemudi dan aplikator. Namun, untuk tarif di atas 5 kilometer belum ditentukan. “Flag fall rata-rata menerima. 5 kilometer sekitar Rp 10.000,” kata Budi.
Sebelumnya, Budi menyatakan besaran tarif ojek online akan ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Perhubungan. Hingga saat ini belum tercapai angka yang disepakati oleh pihak-pihak terkait untuk tarif ojek online.
“Ada beberapa masukan, Rp 2.400 per km kurang lebih itulah dari pengemudi sudah nett,” ujar Budi di kantornya, Jakarta, Selasa (19/3/2019). Namun, lanjut Budi, angka tersebut tak disetujui oleh pihak aplikator. Pihak aplikator merasa angka itu terlalu tinggi. “Kalau Rp 2.400 per km kemahalan nanti masyarakatnya meninggalkan. Rp 1.600 per km itu nett kali ya, kalau aplikator itu mintanya antara Rp 2.100 sampai Rp 2.000 per km. Kalau pengemudi Rp 2.400/km sudah nett,” kata Budi. (kps)
Foto: AFP/ADRIEN BARBIER
Warga terpaksa berjalan di jalanan kota Buzi, wilayah tengah Mozambik yang masih digenangi banjir usai dihantam badai tropis Idai.
Foto: AFP/ADRIEN BARBIER Warga terpaksa berjalan di jalanan kota Buzi, wilayah tengah Mozambik yang masih digenangi banjir usai dihantam badai tropis Idai.
MAPUTO, SUMUTPOS.CO – Badai tropis Idai yang melanda sejumlah kawasan di Afrika pekan lalu, menyebabkan ribuan orang dalam kondisi amat buruk. Sekitar 15.000 orang masih menunggu diselamatkan dari banjir yang melanda wilayah tengah Mozambik.
“Kemarin kami menghitung ada 15.000 orang yang harus ditolong, kondisi mereka amat buruk,” kata Menteri Pertanahan dan Lingkungan Celso Correia, Kamis (21/3/2019). “Mereka masih hidup, kami berkomunikasi dengan mereka, mengirim makanan tetapi kami harus mengeluarkan mereka,” tambah Correia.
Dia menambahkan sekitar 3.000 orang sudah diselamatkan sejauh ini sejak negeri miskin itu dihantap badai tropis Idai. “Kabar buruknya sebanyak 217 orang meninggal dunia. Masih banyak orang harus ditolong. Kami bekerja dengan para spesialis dan banyak tim penyelamat,” tambah Correia.
Prioritas pemerintah saat ini, lanjut Correia, adalah memastikan makanan, obat-obatan, dan tempat berteduh bisa diperoleh warga yang terisolasi. “Kami bekerja 24 jam untuk memastikan bisa mengantar obat dan makanan untuk warga yang membutuhkan agar tak ada nyawa melayang karena sakit,” ujar Correia.
Sementara itu, di negeri tetangga Mozambik, Zimbabwe sediktnya 200.000 orang terdampak banjir pasca-hantaman badai tropis Idai. Kerusakan terparah terjadi di wilayah yang berbatasan dengan Mozambik. Demikian disampaikan Badan Pangan Dunia (WFP).
“Situasi di distrik Chimanimani, di wilayah timur Zimbabwe amat buruk,” kata juru bicara WFP Herve Verhoosel.
“Sekitar 90 persen distrik itu hancur akibat diterjang badai,” tambah Verhoosel.
Sementara itu, lembaga penyiaran publik ZBC mengabarkan korban tewas akibat badai mencapai 139 orang. Angka ini meningkat dari 100 korban tewas pada Rabu (20/3/2019). Lima hari setelah badai tropis Idai menghantam Mozambik, Zimbabwe, dan Malawi kondisi kerusakan yang diderita tiga negara itu belum jelas. Menurut PBB, di Mozambik yang paling terdampak sedikitnya 400.000 orang kehilangan tempat tinggal.
Hingga kini, korban terdampak badai di Mozambik sudah mencapai 600.000 orang, sesuai dengan data pemerintah. WFP meyakini, kemungkinan besar sebanyak 1,7 juta orang di Mozambik membutuhkan bantuan pasca-bencana. (kps)
Foto: Istimewa
KUNJUNGAN: Wagubsu, Musa Rajekshah menerima kunjungan Wakil Duta Besar lnggris dan Timor Leste, Rob Fenn, di ruang kerja Wagub Sumut, Kantor Gubsu, Medan, Kamis (21/3).
Foto: Istimewa KUNJUNGAN: Wagubsu, Musa Rajekshah menerima kunjungan Wakil Duta Besar lnggris dan Timor Leste, Rob Fenn, di ruang kerja Wagub Sumut, Kantor Gubsu, Medan, Kamis (21/3).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah menerima kunjungan Wakil Duta Besar lnggris dan Timor Leste, Rob Fenn, di ruang kerja Wagub Sumut, Kantor Gubsu, Lt. IX Jalan Diponegoro No 30 Medan, Kamis (21/3). Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat hubungan kerja sama Pemerintah Inggris dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terutama dalam bidang pendidikan dan riset. Termasuk juga menjajaki bidang investasi, teknologi dan lingkungan.
“Apa yang bisa kita bantu tentu akan dibantu. Apalagi bila berhubungan dengan industri, pariwisata dan pendidikan, yang merupakan fokus utama saya dan Pak Edy,” ujar Wagub Sumut.
Wagub Sumut yang akrab disapa Ijeck ini berharap melalui kerjasama bidang pendidikan, ke depannya akan banyak mahasiswa Indonesia khususnya Sumatera Utara (Sumut) yang bisa mengecap pendidikan di Inggris,
“Karena selama ini banyak minat warga kita untuk sekolah di Inggris. Tapi kebanyakan dari golongan ekonomi menengah ke atas. Makanya, Pemerintah Provinsi Sumut berkeinginan agar pelajar yang terkendala soal biaya bisa dibantu untuk bisa memperoleh pendidikan terbaik,” harapnya.
Dalam kesempatan itu, Ijeck juga menyambut baik kerjasama yang telah dilakukan selama ini di bidang pendidikan dan riset melalui program Newton Fund. Newton Fund adalah dana bantuan pemerintah lnggris untuk kemitraan UK-Indonesia Science & Technology Partnership, yang diharapkan dapat memberikan dampak nyata dalam perekonomian dan sosial. Diharapkan, kerja sama ini bisa mempererat hubungan bilateral di antara Inggris dan Indonesia, terutama pada bidang riset dan inovasi.
Melalui kerja sama Newton Fund ini, lnggris bekerjasama dengan beberapa lembaga pendanaan riset seperti Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Dana llmu Pengetahuan lndonesia (DlPl) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Saat ini sedang dilakukan dua penelitian yang dibiayai Pemerintah Inggris, yakni Riset Peningkatan Produksi Padi di bawah Kemitraan Kemenristekdikti dan British Council, penelitinya adalah Dr Irda Safni yang merupakan dosen di Universitas Sumatera Utara (USU). Satu lagi penelitian tentang Riset Ekosistem Hutan Bakau di Bawah Kemitraan DIPI/LPDP dan UK Research and Innovation yang diteliti oleh Dr Mohammad Basyuni yang juga dosen USU bersama Dr Peter Bunting dari Aberystwyth University yang mendapatkan dana riset sebesar Rp11,5 miliar.
“Bila penelitiannya sudah selesai, nantinya saya juga berencana untuk menjadikan hutan mangrove yang di Langkat menjadi ekowisata, untuk meningkatkan kunjungan wisata ke Sumut. Sebab, untuk mencapai target satu juta kunjungan, diperlukan peningkatan penunjang objek wisata. Selain itu, pelayanan yang baik, dan kita harus mampu melahirkan objek wisata baru,” tambah Ijeck.
Foto: Istimewa CINDERAMATA: Wakil Duta Besar lnggris dan Timor Leste, Rob Fenn, menerima cinderamata dari Wagubsu, Musa Rajekshah, di ruang kerja Wagub Sumut, Kantor Gubsu, Medan, Kamis (21/3).
Wakil Duta Besar lnggris dan Timor Leste, Rob Fenn menyanjung ragam potensi yang selama ini dimiliki oleh Sumatera Utara. Dia meyakini melalui potensi yang gemilang, tentu banyak kesempatan kerjasama yang dapat digali.
“Dengan potensi yang gemilang dari Sumatera Utara, banyak kesempatan yang bisa kita gali untuk kerja sama yang lebih erat. Saya berharap Inggris dapat membangun lebih banyak kolaborasi dengan Sumut, dan berkontribusi untuk pembangunan ekonomi dan kemakmuran masyarakat,” ujar Rob.
Saat ini Inggris sudah menanamkan investasi di Indonesia sebesar Rp1,7 triliun untuk mendukung iklim bisnis dan mengembangkan teknologi digital. Selanjutnya melalui program Second Cities, kata Rob, pihaknya ingin memastikan bahwa dampak dari dukungan yang diberikan pihaknya dapat juga dirasakan oleh wilayah luar di Jakarta.
Dalam kunjungan itu, Wagub Sumut turut didampingi Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PMPPTSP) Sumut, Arief S Trinugroho, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Sumut, Hidayati, Kadis Kehutanan Sumut, Harlen Purba, Kepala Badan Litbang Sumut, Effendy Pohan dan Kepala Biro Otonomi Daerah dan Kerjasama Setda Prov Sumut, Basarin Yunus Tanjung. (rel/mea)
Menteri ESDM, Ignasius Jonan saat membantu warga masak ( Foto : Ist/sumutpos)
Menteri ESDM, Ignasius Jonan saat membantu warga masak ( Foto : Ist/sumutpos)
CIREBON, SUMUTPOS.CO – Pemerintah terus mengoptimalkan anggaran dengan program-program untuk mewujudkan ketahanan energi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya adalah pembangunan jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga (jargas).
Bertempat di Kantor Kelurahan Kalijaga, Harjamukti, Kota Cirebon, Kamis (21/3), Menteri ESDM Ignasius Jonan didampingi Dirjen Migas Djoko Siswanto, Walikota Cirebon Nashrudin Azis serta Dirut PT PGN Gigih Prakoso, meresmikan beroperasinya jargas di Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Sebanyak 3.503 SR telah rampung dibangun Pemerintah dengan dana APBN tahun 2018.
Ini merupakan kedua kalinya masyarakat Kota Cirebon mendapat fasilitas jargas secara gratis. Pembangunan jargas pertama kali tahun 2012 sebanyak 4.000 SR. Dengan demikian , total terpasang jargas Kota Cirebon sebanyak 7.503 SR. Sedangkan total pembangunan jargas di Provinsi Jawa Barat sebanyak 33.200 SR.
“Jargas Kota Cirebon dibangun di Kelurahan Suket Duwur, Surapandan, Kedung Kersik, serta penetrasi di Kelurahan Argasunya, Kalijaga, dan Harjamukti,” kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Djoko Siswanto dalam laporannya pada acara tersebut.
Setelah rampung dibangun, jargas Kota Cirebon dikelola oleh PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk. Gas dipasok dari PT Pertamina EP sebesar 0,2 mmscfd dengan tapping di jaringan pipa eksisting Pgasol.
Pemerintah berkomitmen akan terus mendorong dan mempercepat program jargas sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat besar penggunaan gas bumi. “Ini sesuai dengan arahan Bapak Presiden Jokowi bahwa sumber daya alam harus dinikmati masyarakat setempat,” ujar Menteri ESDM Ignasius Jonan.
Dengan menggunakan jargas, banyak keuntungan yang diperoleh yaitu harga gas bumi lebih murah dari LPG, menekan subsidi dan impor LPG. Dari segi lingkungan adalah emisi jauh lebih bersih dibanding BBM dan kayu Bakar serta available setiap saat sehingga tidak perlu keluar rumah mencari LPG/minyak tanah/kayu bakar jika sewaktu-waktu kehabisan.
Direktur Utama PGN Gigih Prakoso menambahkan, penggunaan jargas di Kota Cirebon akan signifikan meningkatkan taraf hidup perekonomian masyarakat. Kota Cirebon, singgungnya, merupakan salah satu pusat industri yang maju di Provinsi Jawa Barat. “Lewat energi baik yang murah dan stabil, masyarakat akan mendapatkan nilai lebih,” tukas Gigih.
Walikota Cirebon Nashrudin Azis menambahkan, pembangunan jargas membuktikan adanya perhatian Pemerintah kepada masyarakat Kota Cirebon. “Periode dulu kita dikasih 4.000 SR, sekarang 3.503 SR yang difokuskan di Harjamukti karena saat ini mereka yang paling membutuhkan,” ucapnya.
Mengingat masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan infrastruktur ini, Pemerintah Kota Cirebon dalam waktu dekat akan menyampaikan permintaan penambahan jargas. “Dalam perbincangan, Pak Menteri membuka kesempatan kalau kami mau meminta tambahan jargas, tinggal diajukan,” tambahnya.
Lantaran keterbatasan anggaran Pemerintah, pembangunan jargas dilaksanakan secara bertahap. Persyaratan pembangunan jargas, antara lain wilayah tersebut dekat dengankaidah sumber gas/pipa gas, spesifikasi gas bumi terpenuhi (tidak membahayakan masyarakat), terdapat potensi pasar pengguna, komitmen Pemerintah Daerah serta memenuhi kaidah keselamatan dan keteknikan.
Sejak dibangun pertama kali tahun 2009, total SR jargas yang terbangun dengan dana APBN hingga saat ini sebanyak 325.773 SR yang terdistribusi di 16 provinsi, 40 kabupaten/kota.
Untuk tahun 2019, direncanakan akan dibangun sebanyak 78.216 SR jargas di 18 lokasi yaitu Kabupaten Aceh Utara (5.000 SR), Kota Dumai (4.300 SR), Kota Jambi (2.000), Kota Palembang (6.000 SR), Kota Depok (6.230 SR), Kota Bekasi (6.720 SR), Kabupaten Karawang (2.681 SR), Kabupaten Purwakarta (3.765 SR), Kabupaten Cirebon, (6.520 SR), Kabupaten Lamongan (4.000 SR), Kota Mojokerto (4.000 SR), Kabupaten Mojokerto (4.000 SR), Kabupaten Pasuruan (4.000 SR), Kabupaten Probolinggo (4.000 SR), Kabupaten Banggai (4.000 SR), Kabupaten Wajo (2.000 SR) dan Kutai Kartanegara (5.000 SR). (rel/ram)
Foto: Dame/Sumut Pos
Senior Manager Community PT Agincourt Resources, Pramana Triwahjudi, saat memaparkan program CSR Tambang Emas Martabe, dalam orientasi lanjutan bagi media tentang pertambangan Indonesia dan dunia di Parapat, Senin (11/3/2019).
Foto: Istimewa Senior Manager Community PT Agincourt Resources, Pramana Triwahjudi, saat memaparkan program CSR Tambang Emas Martabe, dalam orientasi lanjutan bagi media tentang pertambangan Indonesia dan dunia di Parapat, Senin (11/3/2019).
PARAPAT, SUMUTPOS.CO – Beberapa tahun terakhir ini, anak-anak Batangtoru khususnya dan Tapsel umumnya, makin berani tampil di depan publik. Jika sebelumnya mereka nangis jika disuruh tampil di depan publik, sekarang justru nangis jika tidak mendapat kesempatan.
“PT Agincourt Resources yang mengelola Tambang Emas Martabe awal-awal mendirikan pusat edukasi dan budaya Sopo Daganak di Batangtoru, kesulitan menyuruh anak-anak tampil di depan publik. Banyak yang nangis. Tapi setelah melakukan berbagai program, anak-anak justru berebut untuk tampil,” kata Senior Manager Community PT Agincourt Resources, Pramana Triwahjudi, dalam orientasi lanjutan bagi media tentang pertambangan Indonesia dan dunia di Parapat, Senin (11/3/2019) lalu.
Salahsatu program andalan CSR Tambang Emas Martabe bidang pendidikan adalah Taman Baca Anak. Meski namanya TBA, anak-anak tak hanya membaca di sana. Tetapi juga bermain, pelatihan karakter, bakat seni, dan sebagainya. “Saat ini, ada 14 TBA yang dibangun di 15 desa lingkar tambang di Kecamatan Batangtoru dan Kecamatan Muara Batangtoru Tapsel. Total kunjungan rata-rata 4.000 anak per bulan,” kata Pramana, dengan nada semringah.
Di TBA, anak-anak diberi kesempatan mengembangkan bakat seni lewat Sanggar Tari TBA, yang saat ini diikuti sekitar 180 anak. Untuk melatih bakat-bakat seni itu, Tambang Emas Martabe menggelar Pentas Seni 3 kali setahun. Dalam Pentas Seni itu, anak-anak boleh tampil menari, menyanyi, bercerita, dan sebagainya.
Masih dalam rangka membangun komunitas cerdas dan berkarakter, selain TBA, Tambang Emas Martabe juga mendirikan 3 sekolah model, melatih 108 tenaga guru, melatih kepala sekolah dalam hal kompetensi dan ilmu manajemen, pelatihan guru bahasa Inggris bekerja sama dengan British Council, dan sejumlah pelatihan lainnya.
Untuk pelajar, Tambang Emas Martabe rutin menggelar festival pelajar lewat tryout gratis bagi 200 siswa dan uji kompetensi siswa.
“Kemudian, Tambang Emas Martabe juga memberikan beasiswa Martabe Prestasi kepada 196 siswa, dan 78 beasiswa berkelanjutan hingga perguruan tinggi. Plus satu beasiswa Non Akademis. Apa untung program ini bagi Tambang Emas Martabe? Untung secara langsung ya tidak ada. Tapi Tambang Emas Martabe telah turut serta mencerdaskan generasi bangsa,” cetusnya.
Adapun bantuan lainnya untuk fasilitas dan infrastruktur pendidikan, antara lain perbaikan gedung dan fasilitas penunjang di 39 sekolah, pembangunan lapangan olahraga di 5 sekolah, menyumbangkan 500 set meja dan kursi sekolah, serta bantuan komputer dan server sebanyak 49 unit ke sejumlah sekolah.
“Tujuan program CSR bidang pendidikan ini adalah meningkatkan akses terhadap pendidikan berkelanjutan dan bermutu, untuk membangun komunitas yang cerdas dan berkarakter,” pungkas Pramana. (mea)
SUMUTPOS.CO – Belanda mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan setelah gagal lolos ke Piala Dunia. Kini mereka menatap ujian perdana mereka pada Grup C kualifikasi EURO 2020, Jumat (22/3).
Belanda bersama Ronald Koeman sangat mentereng. Mereka berhasil lolos ke semifinal UEFA Nations League. Empat laga terakhir De Oranje juga cukup gemilang.Mereka menumbangkan Jerman 3-0, imbang lawan Belgia, menumbangkan Prancis 2-0 dan menahan imbang Jerman 2-2 di kandangnyan
Selain itu superioritas Belanda atas Belarusia juga menjadi jaminan. Mereka punya rekor kandang 100% melawan Belarusia. Dalam delapan pertemuan sebelumnya, Belanda menang enam kali dan kalah dua kali. Belanda belum pernah gagal mengalahkan Belarusia di negeri sendiri. Rekor itu sepertinya belum akan patah. Belanda juga tak pernah absen mencetak gol dalam sembilan laga terakhirnya.
Laga ini harus dimanfaatkan Belanda dengan baik. Pasalnya mereka masih harus menghadapi Jerman sebagai pesaing terberat di grup C. Awal yang sempurna pun akan sangat berguna dalam perjuangan panjang mereka untuk menuju putaran final.
Koeman sempat mengeluhkan jadwal kualifikasi Euro di tengah musim yang sibuk. “Kualifikasi untuk EURO dimulai sekarang. Mungkin aneh bahwa kualifikasi dimulai pada bulan Maret dan bukan bulan September. Para pemain kami berada dalam jadwal sibuk di klub mereka, berjuang untuk kejuaraan dan sebagainya,” dikutip dari foxsportasia.com.
Belanda juga sudah banyak melakukan perubahan. Banyak pemain muda di skuad asuhan Ronald Koeman. Hanya Ryan Babel yang berusisa di atas 30 tahun. Pilar-pilar penting mereka, seperti kiper Jasper Cillessen, bek dan kapten Virgil van Dijk, gelandang Frenkie de Jong maupun striker Memphis Depay, semuanya masih di bawah 30 tahun. Meskipun Depay tengah meredup.
“Dia menunjukkan kepada kita bahwa dia senang berada di sini di pasukan nasional. Selalu ada ruang untuk perbaikan dan mungkin kini saatnya menunjukkan saat membela timnas,” tambahnya.
Namun skuad muda Belanda ini tak bisa diremehkan. Memenangi persaingan di grup berat UEFA Nations League melawan sang rival Jerman dan juara dunia Prancis adalah buktinya.
Di kubu lawan, Belarusia masih mencoba mengandalkan pemain-pemain senior mereka yang kaya pengalaman. Seperti kiper Andrey Harbunow, bek dan kapten Alyaksandr Martynovich, serta gelandang Alexander Hleb. Tumpuan utamanya di barisan depan adalah striker 27 tahun Anton Saroka, yang sejauh ini sudah mencetak tujuh gol di pentas internasional. (bbs/don)
SUMUTPOS.CO – Selisih elektabilitas antara paslon nomor urut 01 Joko Widodo – Ma’ruf Amin tampaknya semakin menipis dengan Prabowo – Sandiaga. Hasil survei terbaru dari Litbang Kompas menunjukkan, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf berada di angka 49,2 persen. Sementara Prabowo-Sandiaga 37,4 persen. Adapun 13,4 persen responden menyatakan rahasia. Swing voter atau pemilih mengambang ini bakal menjadi rebutan kedua paslon jelang Pilpres April mendatang.
POLITIKUS PDI Perjuangan, Eva Kusuma Sundari, menyebut hasil survei terbaru Litbang Kompas yang memperlihatkan elektabilitas Jokowi – Ma’ruf turun hingga di bawah 50 persen, merupakan sebuah anomali. Legislator PDIP itu bahkan kaget karena penurunan elektabilitas Jokowi – Ma’ruf dibarengi kenaikan tingkat keterpilihan Prabowo Subianto – Sandiaga S Uno.
“Ya kaget juga sih, karena di tujuh atau delapan survei lain yang kredibel-kredibel itu hasilnya mirip ya. Nah tiba-tiba Litbang Kompas pada hari ini launching yang hasilnya sangat tidak sama, dengan (elektabilitas) Pak Jokowi turun,” ucap Eva seperti dikutip dari JPNN, Rabu (20/3).
Survei Litbang Kompas menggunakan metode pengumpulan pendapat melalui wawancara tatap muka terhadap 2.000 respondenn
pada periode 22 Februari – 5 Maret. Margin of error survei di 34 provinsi itu kurang lebih 2,2 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
“Saya melihatnya anomali dibanding riset-riset yang lain, tetapi ya semuanya tergantung metodologi kan. Kalau metodologinya Litbang Kompas memang agak berbeda, saya enggak tahu berbedanya di mana, dan hasilnya seperti itu. Apalagi kenyataannya undecited voters-nya juga tinggi,” tutur mantan dosen itu.
Sekretaris Sekolah PDIP itu menambahkan, tingkat kepuasan warga terhadap kinerja Jokowi di atas 60 persen. Anehnya, hasil survei memperlihatkan elektabilitas Jokowi tergerus, padahal Presiden Ketujuh RI itu tak membuat kontroversi sebagaimana Basuki T Purnama alias Ahok.
“Kan aneh kalau incumbent dengan hasil di mana 60 persen penduduknya sangat puas atau puas (dengan kinerjanya), kok hasilnya seperti ini,” jelasnya.
Meski demikian Eva meyakini Jokowi akan menang. Bahkan, sekretaris Sekolah PDIP itu mengaku optimistis raihan suara Jokowi akan melebihi Pilpres 2014. “Sekali lagi ini (hasil survei Litbang Kompas, red) untuk introspeksi dan direspons secara produktif, sehingga menambah peluang Pak Jokowi untuk menang,” kata anak buah Megawati Soekarnoputri di PDIP itu.
Politikus Golkar Ace Hasan Syadzily yang juga juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – Ma’ruf menyatakan, ada penurunan tingkat kepuasan publik atas kinerja pemerintahan saat ini. Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Jokowi yang pada Oktober 2018 masih di angka 71 persen, belakangan turun menjadi 58 persen.
Penurunan tingkat kepuasan publik itu, menurut Ace, karena Jokowi terus digempur hoaks sehingga TKN pun bekerja ekstra. “Kami gencarkan kembali prestasi dan capaian keberhasilan pemerintahan Jokowi yang dilakukan para kader partai koalisi dan para relawan,” kata Ace.
Ketua DPP Partai Golkar ini mengatakan, undecided voters dalam survei Litbang Kompas masih sebesar 13,4 persen. Karena itu dalam sisa waktu satu bulan ini, katanya, TKN akan menggenjot upaya mengampanyekan keberhasilan pemerintahan Presiden Jokowi.
“Para pendukung yang militan itu kami instruksikan supaya melakukan kampanye dari pintu ke pintu dan meyakinkan para pemilih yang belum menentukan pilihannya ,” ungkap Ace.
Sementara itu, Sekretaris Tim Kampanye Nasional Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin Hasto Kristiyanto menilai hasil survei sejumlah lembaga yang kredibel seperti Indikator Indonesia, SMRC, LSI, Populi, Charta Politika, Polmark, Litbang Kompas, Roy Morgan, dan lain-lain menggambarkan tercapainya situasi steady state cenderung flat.
“Kampanye yang panjang menjadikan die hard paslon 01 dan 02 mencapai kondisi maksimum. Dinamika politik ditentukan gerak pemilih mengambang dan pemilih yang belum mengambil keputusan dengan jumlah yang kian mengecil dan sulit mengejar selisih Jokowi – KH Maruf Amin yang berada antara 13,5 persen hingga 26 persen di atas Prabowo-Sandi,” kata Hasto, Rabu (20/3).
Hasil survei terakhir Litbang Kompas juga menunjukkan hal yang tidak jauh berbeda. Dia memperkirakan hasil mencapai 56,8 persen untuk Jokowi – KH Ma’ruf dibandingkan Prabowo – Sandi 43,2 persen sebagai gambaran pematangan maksimum pendukung die hard masing-masing paslon.
“Seluruh parpol Koalisi Indonesia Kerja pascakonsolidasi dengan para kepala daerah, wakil kepala daerah, dan pimpinan DPRD, semakin memerkuat gerak teritorial guna memertebal selisih kemenangan bagi Jokowi – KH Maruf Amin,” jelas Hasto.
Oleh karena itu, sekretaris jenderal PDI Perjuangan ini menyatakan, ke depan, pihaknya akan bergerak secara masif dan melalui pendekatan multidimensional. “Seluruh parpol pendukung Pak Jokowi akan kedepankan langkah rekonsiliasi akibat ketegangan politik selama pemilu,” tandas dia.
Juru Bicara TKN, Garda Maharsi menyebut, turun karena hoaks dan fitnah yang belakangan makin masif menjelang pemungutan suara. “Ketertinggalan kami di beberapa titik, itu terjadi karena upaya hoaks, upaya politik identitas yang dilakukan secara masif,” kata Garda dalam diskusi ‘mengukur berbagai hasil survei’ di Jakarta, Rabu (20/3/2019).
Garda mengatakan, dengan hasil survei tersebut pihaknya tetap optimistis bahwa Jokowi-Ma’ruf akan tetap meraih kemenangan di Pilpres 2019 nanti. Menurut dia, Jokowi-Ma’ruf juga mempunyai pendukung militan yang siap mengklarifikasi hoaks di masyarakat.
“Kami punya pasukan darat yang berputar dari pintu ke pintu menjelaskan,” kata politisi PDI-P ini.
Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Johnny G Plate, menilai tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari survei Litbang Kompas. “Kami tetap optimis karena perbedaannya masih dua digit. Yang penting (beda) satu suara sekalipun tetapi menang kan,” ujar Johnny.
Menurut Johnny, elektabilitas Prabowo-Sandiaga sangat sulit menembus 45 persen. Di sejumlah survei, tren kenaikan elektabilitas Prabowo-Sandiaga hanya sekitar 4 persen saja. “Ini tinggal 1 bulan lho, enggak bisa itu untuk melewati batas psikologis di 45 persen, untuk menyentuh 40 persen pun sulit,” ujar Johnny.
Kampanyekan Program Rasional
Menyikapi menipisnya perbedaan elektabilitas kedua paslon, koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, pihaknya berusaha untuk bisa meraup suara dari swing voters atau masyarakat yang belum menentukan pilihan dalam sisa waktu menuju Pilpres 2019.
“Sekarang fokus upaya menggaet swing voters melalui program-program yang rasional dengan perspektif jangka panjang,” kata Dahnil kepada wartawan, Rabu (20/3).
Eks Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini menambahkan, setelah melihat survei terbaru, mereka semakin yakin pasangan Prabowo – Sandiaga dapat memenangkan Pilpres 2019. “Dari BPN telah melihat gelombang perubahan sulit dibendung. Rakyat menginginkan ada pergantian kepemimpinan,” kata Dahnil.
Senada, politikus Partai Demokrat (PD) Ferdinand Hutahaean yang juga juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandi mengatakan, makin yakin jagonya bakal memenangi Pilpres 2019. Menurutnya, survei Litbang Kompas menjadi sinyal positif bagi Prabowo – Sandi, sekaligus warning bagi Jokowi – Ma’ruf.
“Hari ini (Jokowi – Ma’ruf) tercatat di bawah 50 persen,dan memiliki tren elektabilitas terus menurun. Ini jelas angka yang membahayakan bagi petahana,” ujar Ferdinand, Rabu (20/3).
Ferdinand menambahkan, dalam survei Litbang Kompas ada undecided voters 13,4 persen. Angka itu lebih besar dari selisih elektabilitas Jokowi – Ma’ruf dengan Prabowo – Sandi.
“Jadi responden yang belum memilih masih sangat besar tentu jadi peluang Prabowo masih sangat besar,” tuturnya. “Ini tanda sinyal darurat bagi Jokowi, karena pada 17 April nanti Indonesia punya presiden baru ,” katanya.
Sementara Wakil Sekjen Partai Gerindra Andre Rosiade mengungkap tanda-tanda akan berakhirnya era Jokowi semakin terlihat.
Namun, angka bulan Maret ini menunjukkan adanya penurunan signifikan paslon 01 sementara paslon 02 cenderung naik dari Oktober 2018. Hal ini pun menjadi sinyal buruk bagi petahana yang angka surveinya di bawah 50 persen.
“Litbang Kompas sudah berikan sinyal kepada rakyat Indonesia kekalahan Jokowi. Ini sinyal kalah 01 dan Jokowi sudah game over,” ujar Andre seperti dikutip dari RMOL.
Menurut dia, seharusnya petahana itu di atas 50 persen, seperti SBY saat maju di 2009. Andre bahkan mengklaim dalam survei internalnya, pasangan 02 sudah unggul dengan emperoleh angka 48 persen, sementara 01 hanya 46 persen.
“Kami membaca survei Litbang Kompas itu dengan cara kami membaca survei internal kami, jadi ada kesesuaian,” pungkasnya. (cuy/fat/ tan/boy/jpnn/bbs)
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
APLIKASI ANGKUTAN ONLINE_Seorang pengguna jasa angkutan online menunjukan aplikasi Grab di Jalan Sisingamangaraja Medan, Minggu (12/3)
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS APLIKASI ANGKUTAN ONLINE_Seorang pengguna jasa angkutan online menunjukan aplikasi Grab di Jalan Sisingamangaraja Medan, Minggu (12/3)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rencana operasional angkutan dalam jaringan (daring) di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba sudah dipublikasikan. Terkait hal itu, Dinas Perhubungan Sumatera Utara meminta vendor atau penyedia layanan taksi online agar mengurus semua perizinan.
“Hal terpenting sebelum transportasi daring mulai beroperasi adalah mengurus segala bentuk perizinan. Kita ingin semuanya taat aturan. Karena pemerintah juga turut hadir untuk kelangsungan pelaku usaha transportasi di kawasan Danau Toba,” kata Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub Sumut, Iswar, kepada Sumut Pos, Rabu (20/3).
Sekarang ini, semua urusan perizinan melalui Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Satu Pintu Sumut. Meski begitu pihaknya tetap akan memberikan rekomendasi teknis sebelum perizinan tersebut diterbitkan. Misalnya izin trayek. “Tapi jangankan urusan rekom teknis izin. Soalnya sosialisasi tentang wacana ini saja kami belum mendengar langsung,” katanya.
Mengenai batasan tarif bagi transportasi daring di KSPN Danau Toba, pihaknya menekankan agar penyedia layanan memahami ketentuan baru yang berlaku dalam PM 118/2018 tentang transportasi online. “Di aturan itu sangat jelas aturan mainnya. Kita harapkan ketentuan yang berlaku dapat dipatuhi,” katanya.
Iswar sebelumnya menyatakan, Pemprovsu menyambut baik rencana taksi online melayani kawasan Danau Toba. Namun tetap mengultimatum penyedia aplikasi agar tetap taat dengan aturan yang berlaku. Sehingga tidak ada gesekan maupun konflik yang terjadi.
“Pada prinsipnya pengembangan Danau Toba ini kan kita sangat serius. Kita mendukung semua multi moda yang ada di sana. Hal kedua tentang keberadaan taksi online, pada prinsipnya untuk memudahkan masyarakat. Kita sangat support untuk itu tetapi dengan catatan harus taat aturan,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, wisatawan dipastikan akan semakin mudah menjajal kawasan Danau Toba. Itu dikarenakan taksi online sudah mulai menggarap KSPN tersebut.
Executive Director Grab Indonesia, Ongki Kurniawan mengatakan, saat ini pihaknya sedang uji coba di Bandara Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara. “Karena flight-nya belum banyak, yang penting sudah kita sediakan suplai. Bahkan kita sediakan di bandaranya dulu dari pada di kotanya,” ungkap Ongki Kurniawan saat ditemui di Medan, Senin (18/3).
Menurut dia, beroperasinya taksi online di kawasan danau terbesar se-Asia Tenggara itu akan meningkatkan kunjungan pariwisata. Dan akan menambah aksesibilitas yang menjadi syarat penting dari pariwisata. “Dengan adanya bandara, akan membangun demand untuk kotanya sendiri. Sangat positif untuk mendukung pariwisata Indonesia,” ungkapnya.
Terkait seringnya konflik horizontal menyusul kemunculan taksi online di daerah, khususnya dengan taksi-taksi konvensional atau milik pribadi, ia mengatakan akan bersifat merangkul. “Justru kita merangkul. Kami sadar bahwa ini semua bagaimana menciptakan ekosistem yang sehat,” tegasnya.
Sebelumnya, Kementerian Pariwisata telah merangkul vendor taksi online dengan co-branding Wonderful Indonesia. Danau Toba termasuk yang terus mengalami pengembangan.
Kementerian melalui Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) baru membangun nomadic tourism di kawasan Sibisa, Kabupaten Toba Samosir. Pembangunan Danau Toba dilakukan untuk mencapai target satu juta wisatawan. Masuknya transportasi online ke kawasan Danau Toba ini disambut baik oleh BPODT. Menurut Direktur Utama BPODT, Arie Prasetyo hadirnya transportasi online itu memecahkan masalah transportasi di sana.
“Kita menyambut rencana itu dengan baik. Karena memang salah satu kendala yang dirasakan saat ini adalah kurangnya transport last miles yang mengantarkan wisatawan ke tujuan mereka. Baik itu ke atraksi-atraksi maupun amenitas,” ujar Dirut BPODT Arie Prasetyo.
Selain taksol, saat ini Danau Toba juga memiliki Damri. Angkutan Damri menjadi shuttle bus yang melayani penumpang dari Bandara Silangit menuju sejumlah rute. “Seiring peningkatan jumlah wisatawan yang datang ke Danau Toba, maka hal ini akan sangat membantu,” pungkasnya. (prn)
JUARA:
Zahra Annisa Fitri dan Nadya Khairussyfa, siswi SMA Negeri I yang meraih juara juara pada Indonesian Fun Science Award, belum lama ini.
JUARA: Zahra Annisa Fitri dan Nadya Khairussyfa, siswi SMA Negeri I yang meraih juara juara pada Indonesian Fun Science Award, belum lama ini.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – SMA Negeri 1 Medan sedang berbangga atas prestasi yang diraih oleh dua siswanya, yakni Zahra Annisa Fitri dan Nadya Khairussyfa. Kedua siswi tersebut menjadi juara pada ajang Indonesian Fun Science Award (IFSA), baru-baru ini. Kedua siswi berprestasi itu melakukan penelitian dengan judul: “Pengujian Kesetiaan Semut dan Makanan”.
Zahra masih duduk di kelas 12. Sementara Nadya duduk di kelas 10 SMA Negeri 1 Medan. Mereka berdua melakukan penelitian yang simpel dan tidak memakan biaya besar. Temanya unik. Tentang kesetiakawanan semut hitam terhadap temannya.
Awalnya, mereka mengambil semut hitam kayu dari perkarangan depan sekolah di mana kedua siswa tersebut belajar. Yakni di Jalan T Cik Ditiro, Medan.
“Kami hanya mengambil dan menangkap semut di depan sekolah saja,” ucap Zahra kepada wartawan di SMA Negeri 1 Medan, Rabu (20/3).
Penelitian dilakukan saat libur sekolah pada 24 Februari 2019, lalu. Mereka mengamati tingkah laku 30 ekor semut yang dilepas pada wadah kertas. Di dalamnya dibuat perangkap lem. Di sisi yang lain ditempatkan makanan berupa gula pasir dan nasi.
Dengan penelitian tersebut, Zahra dan Nadya menyimpulkan semut sebagai makhluk setia kawan. Kesimpulan ini diambil setelah mereka mendapati 60 persen semut itu memilih menolong temannya yang terperangkap.
Semakin banyak semut yang terperangkap lem, semakin banyak rekannya yang datang menolong. Mereka mengabaikan makanan yang ditabur di sekitar mereka demi menolong teman.
“Dari tiga percobaan yang kami lakukan, kami menyimpulkan bahwa semut adalah hewan yang setia kawan. Oleh karena itu amanat yang bisa kita ambil adalah: kalau semut saja bisa setia, kenapa manusia tidak?” tutur Zahra.
Nadya menjelaskan, penelitian dilakukan dilatarbelakangi asumsi umum tentang semut sebagai makhluk setia kawan. “Kami ingin membuktikan apakah kesetiakawanan semut ini memang benar, seperti dikatakan orang atau sebaliknya,” kata Nadya.
Berangkat dari ide itu, proses penelitian terus dikembangkan menjadi tulisan penelitian dan ikut diperlombakan pada IFSA.
Yang menggembirakan, penelitian yang dilakukan Zahra dan Nadya ini dinobatkan sebagai juara pertama lomba karya tulis ilmiah tingkat nasional ini. Dewan juri memberi nilai tinggi pada poster hasil penelitian yang menarik dan presentasi yang mantap di babak grand final.
Zahra dan Nadya mengalahkan ratusan peserta lain, termasuk 20 finalis. Para peserta datang dari provinsi-provinsi yang ada di Indonesia. Berkat keberhasilannya menjadi juara 1, Zahra dan Nadya memperoleh trofi dan piagam.
Selain itu, kedua siswi cantik itu berhak mengikuti IFSA yang digelar Swiss German University di Tangerang, Banten pada 9 Maret 2019, lalu. Hasilnya, Zahra dan Nadya mendapatkan hadiah jalan-jalan seminggu ke Jerman. Mereka juga memperoleh beasiswa kuliah di Jerman. Kedua siswa ini rencananya akan terbang ke Jerman pada Juli mendatang.
“Kami berterima kasih kepada kepala sekolah, guru pembimbing atas bimbingan kepada kami. Sehingga kami mampu meraih prestasi ini,” ucap Zahra.
Prestasi terbaik diukir oleh Zahra dan Nadya mendapatkan apresiasi dan pujian dari Kepala Sekolah (Kasek) SMA Negeri 1 Medan, Drs. Suheri M,PD. Ia merasakan bangga atas juara 1 diperoleh anak didiknya tersebut.
“Penelitian mereka memberikan kebanggaan tersendiri bagi kita selaku gurunya. Karena mereka menang tingkat nasional. Mereka akan diberangkatkan jalan-jalan ke Jerman bulan Juli ini,” ucap Suheri kepada Sumut Pos.
Suheri mengatakan banyak penelitian dilakukan SMAN 1 Medan dengan melalui program Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dengan bimbingan guru. Termasuk Zahra dan Nadya. “Penelitian, banyak sekali ikut serta. Alhamdullilah mereka juara,” ucap Suheri dengan bahagia.
Dengan juara ini, menurut Suheri kontribusi dilakukan guru dan siswa di SMA Negeri 1 Medan membuahkan hasil yang baik. Ia akan mendorong dan mendukung siswanya untuk terus belajar dan melakukan penelitian, untuk mengikuti kejuaraan ditingkat nasional maupun internasional.
“Harapkan kita, penelitian oleh anak-anak semakin baik. Peran anak anak didik ini, menjadi penelitian dan berkontribusi menjadi prestasi. Sudah kami genjot beberapa waktu. Ini hasilnya. Hal ini merupakan jerih payah yang dilakukan SMAN 1 Medan,” tandasnya. (gus)
net/antara/jason
GARIS POLISI: Garis polisi terpasang di lokasi penggerebekan terduga teroris di Sibolga, Sumatera Utara, Rabu (13/3). Dalam penggerebekan oleh Densus 88 Mabes Polri, istri terduga teroris Husain alias Abu Hamzah meledakkan bom yang mengakibatkan dirinya dan anaknya yang masih balita meninggal dunia.
net/antara/jason GARIS POLISI: Garis polisi terpasang di lokasi penggerebekan terduga teroris di Sibolga, Sumatera Utara, Rabu (13/3). Dalam penggerebekan oleh Densus 88 Mabes Polri, istri terduga teroris Husain alias Abu Hamzah meledakkan bom yang mengakibatkan dirinya dan anaknya yang masih balita meninggal dunia.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menyusul penemuan 300 kilogram (kg) bahan peledak di rumah terduga teroris asal Sibolga, Sumut, 12 Maret baru lalu, Mabes Polri membuat surat edaran ke seluruh Polda di Indonesia, untuk memantau pembelian bahan peledak di toko kimia. Pemilik toko bahan kimia diminta melaporkan ke aparat, apabila ada pihak yang membeli bahan peledak dalam jumlah banyak.
Menyikapi surat edaran itu, Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, akan menjalin terjalin kerjasama yang baik dengan sejumlah toko kimia yang menjual bahan peledak di Sumut.
“Sesuai arahan dari Mabes, kita harapkan pemilik toko-toko kimia itu agar berkoordinasin
dengan baik melaporkan bahan-bahan peledak yang mereka jual,” ungkap Tatan ketika diwawancarai Sumut Pos Rabu (20/3).
Pada dasarnya, kata Tatan, Polda Sumut melalui intelijennya terus melakukan pemantauan akan hal itu. “Intelijen terus bekerja mengumpulkan informasi soal pergerakan mencurigakan kelompok-kelompok radikal di Sumut,” ungkap Tatan.
Namun terduga teroris, menurut Tatan, punya trik tersendiri dalam mengumpulkan bahan-bahan peledak tersebut. Untuk itu, ia juga meminta masyarakat ikut membantu melaporkan, bila menemukan pembelian bahan peledak yang di luar batas wajar. “Intinya informasi sekecil apapun tetap akan berguna bagi kita. Laporkan jika ada yang mengetahui pembelian bahan-bahan peledak dalam jumlah tak wajar,” ungkapnya.
Menurut polisi, bahan peledak yang biasanya digunakan untuk membuat bom, antara lain potasium dan black powder, yang banyak dijual di toko kimia.
Data dihimpun Mabes Polri, kelompok teroris tak membeli bahan peledak dalam jumlah banyak sekaligus, namun membelinya sesuai kebutuhan dan dana yang dimiliki.
Sebelumnya, polisi menangkap sejumlah terduga teroris di Sibolga, Sumatra Utara, dan menemukan bahan peledak hingga 300 kg. Bahan peledak itu disimpan di rumah salah satu terduga teroris berinisial AK di Jalan Sisingamangaraja, Sibolga. Sebagian disimpan di tempat khusus yang disemen. Sebagian bahan peledak itu sudah dirakit menjadi bom lontong.
Sebanyak lima peti sudah dipasang dalam rompi.
Tim Densus 88 juga sempat meledakkan 3 kg bom yang ditemukan di rumah Abu Hamzah, terduga teroris dari Sibolga. Sisanya diamankan Densus.
Surat Edaran hingga Pelosok
Komisi A DPRD Sumut yang mengawasi tentang keamanan dan ketertiban serta komisi B DPRD Sumut yang mengawasi tentang perdagangan, mendukung isi surat edaran kepolisian yang meminta penjual atau pemilik toko bahan-bahan kimia, agar melaporkan pembelian bahan peledak ke pihak berwajib.
“Untuk surat edaran itu, kami dari komisi A tentu sangat mendukung. Menjaga keamanan dan ketertiban itu paling utama karena masyarakat butuh rasa aman. Langkah-langkah seperti ini harusnya dilakukan jauh-jauh hari, sejak awal, bukan setelah ada kejadian. Tapi begitupun kami mendukung penuh dan mengapresiasi langkah kepolisian untuk hal ini”, ucap Ketua Komisi A DPRD Sumut, Muhri Fauzi Hafiz kepada Sumut Pos, Rabu (20/3).
Muhri mengatakan, upaya surat edaran itu haruslah dilakukan seserius mungkin. Surat edaran tersebut bukan hanya diberikan kepada setiap pertokoan di perkotaan. Namun harus sampai ke daerah terpencil.
“Surat edaran ini harus melibatkan banyak pihak. Bahkan sampai ke perangkat desa. Karena yang namanya toko bahan kimia itu bukan hanya ada di kota. Di perkampungan juga banyak. Maka tantangannya, surat edaran itu harus dipastikan sampai hingga kepelosok desa. Agar aturan itu jelas, berlaku untuk semua pedagang bahan kimia diseluruh wilayah, agar keamanan pun bisa dirasakan hingga seluruh wilayah. Ini butuh koordinasi,” ungkap Muhri.
Namun Muhri juga menekankan, surat edaran tidaklah cukup untuk dijadikan sebagai sebuah tindakan pencegahan terorisme. Menurutnya, banyak hal lagi yang harus dilakukan pihak kepolisian dalam mencegah terorisme.
“Surat edaran saja tidak bisa menjamin keamanan. Masih banyak hal yang merupakan tindakan pencegahan terorisme yang harus dilakukan kepolisian. Salah satunya dengan menguatkan seluruh informasi intelijen kepolisian, baik yang ada di masyarakat maupun di kelompok-kelompok”, terang Muhri.
Dari sektor perdagangan, Ketua komisi B DPRD Sumut, Robby Anggana mengatakan, surat edaran itu tidak akan berdampak besar dalam mempengaruhi penjualan bahan-bahan kimia.
“Baguslah kalau kepolisian mau membuat surat edaran itu untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Apalagi menjelang pemilu seperti sekarang ini. Namun surat edaran itu saya nilai tidak akan terlalu berpengaruh terhadap penjualan bahan-bahan kimia,” kata Robby.
“Kalau pedagang niatnya mau menjual bahan kimia untuk peruntukan yang benar, tak perlu keberatan dengan surat edaran itu. Saya pikir masih wajarlah. Ini ‘kan persoalan keamanan masyarakat. Tentu harus kita utamakan,” tutupnya. (dvs/mag-1)