Home Blog Page 5485

Unpab Serahkan Bantuan untuk Korban Gempa Palu

Unpab Serahkan Bantuan untuk Korban Gempa Palu
Unpab Serahkan Bantuan untuk Korban Gempa Palu

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab) Medan menyerahkan bantuan senilai Rp36 juta untuk korban gempa dan tsunami Palu, Donggala, dan Sigi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Rektor Unpab Dr H Muhammad Isa Indrawan SE MM melalui relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Gedung M Ruang 102 Kampus Tamadun Mandiri Unpab Jalan Gatot Subroto Km 4,5 Sei Sikambing Medan, Jumat (15/3).

Penyerahan bantuan disaksikan Rektor I Unpab Ir Bhakti Alamsyah MT PhD, Rektor II Dra Hj Irma Fatmawati SH MHum, Rektor III Samrin SE MM, Dekan Fakultas Sosial Sains Dr Surya Nita SH MHum, Kepala Bidang Kemahasiswaan Adian Hakim Nasution SP, pengurus BEM dan perwakilan mahasiswa Unpab.

Rekor Unpab HM Isa Indrawan dalam sambutannya menyampaikan, sumbangan untuk korban gempa dan tsunami Sulteng ini merupakan bentuk tri dharma perguruan tinggi dalam bidang pengabdian masyarakat.

Bantuan yang diberikan, katanya, dihimpun oleh mahasiswa dari masyarakat dan keluarga besar Unpab. Penggalangan bantuan/donasi untuk korban gempa dan tsunami di Palu, Donggala dan Sigi Selteng dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan seluruh keluarga besar Unpab terhadap bencana alam tersebut.

“Terima kasih kepada para penyumbang dana, semoga menjadi amal baik dan selalu mendapat berokah dari Allah SWT. Walau tak seberapa, kami berharap bantuan ini dapat membantu meringankan para korban gempa dan tsunami di Sulteng,” ujarnya.

Ditambahkannya, penggalangan bantuan ini sejalan dengan visi Unpab, yakni Perguruan Tinggi Terkemuka Berbasis Religius Dalam Mengembangkan Iptek yang Bermanfaat bagi Kemaslahatan Umat.

“Dan bantuan ini merupakan bentuk empati keluarga besar Unpab terhadap saudara-saudara kita yang terkena musibah gempa dan tsunami di Sulteng. Rasa empati merupakan sifat yang harus terus digali dan dipraktikkan,” kata rektor.

Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan 7,4 SR telah mengguncang wilayah Kota Palu, Donggala, dan Sigi Sulteng pada Jumat (28/9). Gempa dan tsunami itu masih menyisakan duka yang mendalam bagi ribuan korban. (ris/azw)

Sudahkah Perguruan Tinggi di Sumut Bermartabat?

DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS PERGURUAN TINGGI: Menteri Ristek Dikti RI bersama pimpinan perguruan tinggi di Sumut pada pertemuan di Hotel Four Points Medan untuk mewujudkan pendidikan berkualitas.
DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS
PERGURUAN TINGGI: Menteri Ristek Dikti RI bersama pimpinan perguruan tinggi di Sumut pada pertemuan di Hotel Four Points Medan untuk mewujudkan pendidikan berkualitas.

Surat untuk gubernurku.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Semoga Allah SWT merahmati bapak dan menyehatkan bapak sehingga dapat melaksanakan tugas negara dengan baik. Amin.

SAYA adalah seorang pendidik di salah satu lembaga pendidikan di Kota Medan. Di sini saya ingin mencurahkan isi hati saya terkait dengan kalimat “Sumatera Utara yang Bermartabat”.

Bapak Gubernur. Sewaktu Pilkada 2018 saya memilih bapak sebagai gubernur, karena saya berharap banyak pada bapak. Saya yakin jika Sumut ini dipegang oleh mantan aparat.

Inilah sebait pesan yang dikirimkan Syaifah Ifah melalui surat elektronik melalui email syaifahifah69@gmail.com kepada penulis, Jumat (8/3) sore.

Sudahkah Sumut Bermartabat? Sudahkan perguruan tinggi di Sumut bermartabat? Pertanyaan sederhana ini penulis juga lontarkan pada pimpinan lembaga yang menakhodai pendidikan termasuk sejumlah perguruan tinggi di Sumut.

Sejumlah anggota legislatif baik di pusat dan daerah juga tak luput dari perhatian penulis. Pertanyaan serupa ditujukan pada pemerhati dan tokoh masyarakat Sumut.

Pertanyaan sederhana namun agaknya sulit menemukan jawaban yang pas. Ataukah takut apabila jawaban yang gamblang akan menyinggung perasaan seseorang?

Dalam kurun beberapa hari ini, penulis belum mendapatkan jawaban dari narasumber. Beberapa narasumber meminta waktu untuk menuangkan pemikirannya terkait sudahkah Sumut Bermartabat?

Namun ada sebait pesan disampaikan Endang, salah seorang pimpinan perguruan tinggi di Sumut. Ia memanjangkan akronim Sumut.

“Sumut. Sejahteralah provinsiku. Utamakanlah kepentingan rakyat. Majulah terus. Ukirlah prestasi. Teruslah berkarya,” katanya.

Hingga 9 Maret 2019, berarti telah 187 hari Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah telah menoreh perjalanan menjadi Gubsu dan Wagubsu periode 2018-2023. Perjalanan selama enam bulan tentu sudah dapat dievaluasi sudahkah Sumut Bermartabat terutama dalam bidang pendidikan tinggi sebagai wadah menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul di era Sumut Bermartabat.

Sebelum Pilgubsu, Edy Rahmayadi adalah seorang tokoh masyarakat Sumut yang paling banyak menyambangi perguruan tinggi, baik negeri dan swasta di Sumut.

Fenomena itu seakan surut pascadilantik. Kini amat jarang Edy Rahmayadi tampil memberi kuliah umum atau berorasi dalam sebuah wisuda.

Mahfud: Negara ini Jangan Tergadaikan

bagus syahputra/sumut pos DIALOG: Mahfud MD saat memberi pandangan dalam dialog publik di Kampus UINSU Medan, Selasa (19/3).
bagus syahputra/sumut pos
DIALOG: Mahfud MD saat memberi pandangan dalam dialog publik di Kampus UINSU Medan, Selasa (19/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Indonesia memiliki potensi besar menjadi negara maju di dunia, bila di tanah air ini benar-benar dipimpin dengan baik. Hal ini, menjadi pilihan diri sendiri dalam Pemilahan Umum (Pemilu) 2019. Baik di Pemilihan Legislatif (Pileg), dan Pemilihan Presiden (Pilpres).

Hal itu, katakan oleh Ketua Gerakan Sulung Kebangsaan, Prof Mahfud MD dengan menggelar dialog publik dengan tema ‘Merawat Bangsa, Menuju Indonesia Emas 2045’ di Aula Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) di Medan, Selasa (19/3) pagi.

“Ada kampanye atau tidak, ini cuma dialog umum, kalau kampanye itu hanya membicarakan 5 tahun ke depan, tapi ini bicara lebih panjang ke depannya,” ucap Mahfud MD.

Mahfud MD menjelaskan apa dilakukannya tersebut bukan kampanye Pemilu, tapi kampanye kebangsaan. Melalui kegiatan, ia mengatakan generasi muda atau mahasiswa memiliki hak negara untuk maju dan sejahtera.

“Kita mempunyai potensi besar untuk menjadi bangsa yang maju. Jangan dirusak dengan perbuatan kita sendiri. Kampanye kebangsaan bukan kampanye harus memilih nomor 1 atau nomor 2. Itu kampanye 2019, kalau kampanye kebangsaan seperti kami lakukan dengan menggelar dialog dengan keliling di Indonesia ini,” jelas Mafud MD.

Ia menjelaskan kampanye kebangsaan ini, bila dikaitan dengan Pemilu adalah untuk memilih wakil dan pemimpin yang benar di dalam pemilu.

“Siapa wakil yang benar itu, anda yang memilih itu,” ucap Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu di hadapan ratusan mahasiswa UINSU.

Mahfud MD mengungkapkan Pemilu untuk menyalamatkan bangsa dari pemimpin yang tidak benar dalam memimpin negara. Jangan sampai salah memilih akan mengakibatkan negara ini tergadai.

“Kalau anda keliru negara ini tergadaikan. Wakil-wakil anda di DPR RI dan DPRD bisa tidak memiliki Sains of Nasionalisme. Tidak punya rasa kebangsaan, negara bisa tergadai atau dijual. Apalagi bila anggota dewan tidak mempuni dalam mengurus negara,” tandas Mahfud MD.

Di sisi lain, Mahfud MD mengkritik soal penegak hukum di Indonesia dinilai belum maksimal. Termasuk kepada kejahatan luar biasa seperti pembakaran hutan. Yang mana saat ini Indonesia terus menjadi penyuplai asap setiap tahunnya.

“Saya cerita kembali, tanggal 4 Agustus 2015 Singapura mengeluarkan Undang-undang Nomor 4, yakni UU antiasap. Isinya, Otoritas penegak hukum di Singapura boleh menangkap dan mengadili pembakar hutan di mana pun, termasuk di Riau dan Indonesia. Seperti ini mana ada asap minta izin,” jelas Mahfud MD.

Jangkau Masyarakat Pedesaan, ZIS Indosat dan Rumah Zakat Kerja Sama

BERSAMA:  CEO Rumah Zakat, Nur Efendi bersalaman dengan Ketua ZIS Indosat, Wakhid saat tandatangan kerja sama di Jakarta, belum lama ini.
BERSAMA: 
CEO Rumah Zakat, Nur Efendi bersalaman dengan Ketua ZIS Indosat, Wakhid saat tandatangan kerja sama di Jakarta, belum lama ini.

SUMUTPOS.CO – Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) Indosat dan Rumah Zakat kembali menggelar kerja sama untuk memberdayakan masyarakan pedesaan melalui program Desa Berdaya. Tahun sebelumnya, kerja sama ini sudah terjalin untuk 15 desa, dan tahun ini bertambah 12 desa di 8 provinsi di Indonesia.

Ketua ZIS Indosat, Wakhid menyatakan memilih program Desa Berdaya Rumah Zakat adalah dengan manfaat jangkauan program ini bagi masyarakat pedesaan.

“Kerja sama program Desa Berdaya ini tetap kita lakukan karena nilai manfaatnya bagi masyarakat terutama di pedesaan sangat dirasakan,” ungkap Wakhid disela-sela penandatangan MoU dengan Rumah Zakat untuk program Desa Berdaya pada tahun 2019 ini di Jakarta.

Dijelaskannya, total program Desa Berjaya ini sebanyak 27 desa yang tersebar di 8 provinsi di Indonesia. Pogram Pemberdayaan di Desa Berdaya yang telah digulirkan ZIS Indosat sebelumnya adalah membangun Balai Inspirasi Pendampingan dan Bantuan Modal usaha, Pembinaan dan pemberian beasiswa anak kurang mampu, Support kegiatan masyarakat, pendirian Digital Corner dan Bantuan Hewan Ternak.

CEO Rumah Zakat, Nur Efendi menyambut hangat dan mengucapkan rasa terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada Rumah Zakat sebagai mitra social untuk terus bersinergi membangun pemberdayaan masyarakat.

“Mari menjadi bagian untuk menciptakan 1800 Desa Berdaya pada tahun 2019 bersama Rumah Zakat. Terima kasih sebesar-besarnya kepada ZIS Indosat atas kepercayaannya kepada Rumah Zakat. Atas Sinergi dan kolaborasi yang menurut kami membanggakan. Semoga dengan kolaborasi ini kita bias bersama membangun negeri dari desa,” ujarnya.

Dijelaskannya, kepercayaan yang kembali dibrikan kepada Indosat ini menunjukkan progresifitas kepercayaan ZIS Indosat kepada Rumah Zakat. Program Desa Berdaya menjadi tawaran utama pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah dari Rumah Zakat secara produktif. Sebaran Desa Berdaya ZIS Indosat diantaranya berada di Bandar Lampung, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Riau, dan Yogyakarta. (rel/ram)

Pelatihan Da’i Transformatif, Perkuat Kualitas Spiritual Da’i

ist BERSAMA: Para peserta pelatihan da’i dan pembicara berfoto bersama usai acara.
ist
BERSAMA: Para peserta pelatihan da’i dan pembicara berfoto bersama usai acara.

SUMUTPOS.CO – Sebanyak 14 peserta mengikuti Pelatihan Da’i Transformatif yang diselenggarakan atas kerjasama oleh Djalaludin Pane Foundation (DPF), Dompet Dhuafa Waspada (DDW) dan Lembaga Dakwah Thareqat Qodiriyah Naqsyabandiyyah (LDTQN) Jakarta.

Pelatihan digelar di Aula Bunda Siti Banun Jalan Lizardi Putra No. 1 Medan  ini dilakukan intensif selama empat hari tiga malam dan menginap mulai 19-22 Maret.

Peserta terdiri seluruh Da’i DDW dan Da’i umum yang berada di berbagai daerah di Sumatera Utara.

Tujuan pelatihan ini adalah untuk menambah bekal pengetahuan  dan komunikasi juga mental buat para da’i untuk menghadapi tantangan dakwah yang kian kompleks.

“ DPF bersyukur sekali bisa memfasilitasi kegiatan Pelatihan Dakwah Transformatif ini, tentu kita berharap para Dai lulusan pelatihan ini berharap mampu menjadi Mubaligh yang mampu berdakwah dan juga mencerdaskan umat di daerah  Dakwah mereka masing-masing yang rawan terhadap aqidah dan pengetahuan,” ujar Ketua Djalaluddin Pane Foundation, Ardian Ramadani Pulungan

DPF juga turut berbangga hati mampu berkolaborasi dengan DDW dan  LDTQN, tentu kolaborasi ini diharapkan mampu mengawali kolaborasi-kolaborasi lain yang bisa DPF lakukan , tidak hanya dengan Dompet Dhuafa  dan LDTQN saja, ke depan, ia uga berharap bisa berkolaborasi dengan lebih banyak lembaga-lembaga yang punya semangat yang sama dalam membangun dan mencerdaskan umat.

Sementara itu Sulaiman selaku Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa berharap, dengan pelatihan ini Dai lebih mampu mengembangkan kualitas spiritual ke arah yang lebih baik, sehingga dai tidak mengandalkan orang lain dan dapat mengeksplorasi lebih tajam kualitas dari diri pribadi seorang dai.

Hadir sebagai pembicara utama KH. Wahfiudin Sakam, SE, MBA yang sudah matang berdakwah di tingkat nasional dan internasional. Ia merupakan salah satu Dewan Syariah Dompet Dhuafa yang aktif dalam melatih dai menjadi dai yang kompeten dan bermanfaat bagi masyarakat umum. (don/ram)

Copita CoffeeShop, Kopi Sehat, Harga Merakyat 

ISTIMEWA/SUMUT POS SANTAI: Suasana di Copita Coffeshop sangat santai dan nyaman, sehingga cocok untuk nongkrong bersama teman dan keluarga.
ISTIMEWA/SUMUT POS
SANTAI: Suasana di Copita Coffeshop sangat santai dan nyaman, sehingga cocok untuk nongkrong bersama teman dan keluarga.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mengonsumsi kopi merupakan akar tradisi di seluruh dunia. Hampir setiap orang, ketika bangun pagi atau di sela-sela rutinitasnya mengonsumsi kopi sebagai penambah semangat saat bekerja.

Tidak heran, bila kini menikmati kopi sudah menjadi gaya hidup untuk masyarakat perkotaan. Terutama di Kota Medan. Di ibukota Sumatera Utara ini, coffe shop tumbuh menjamur, hamper setiap sudut kota ada kafe yang menawarkan berbagai jenis kopi.

Nah, berbeda dengan ‘Copita CoffeShop’ yang terletak di Green House Cak Adhim, depan gedung paviliun RSUP H Adam Malik Medan ini menyediakan kopi yang sehat dengan harga yang merakyat. Ya, coffe shop ini menyajikan kopi khas Sumatera Utara dan Aceh baik Robusta maupun Arabica pilihan.

Konsep kopi sehat ini sesuai dengan latar belakang sang pemilik, Martoni Calvein yang sehari-harinya bekerja sebagai perawat senior di rumah sakit milik pemerintah di Medan.

“Saya mengharapkan semua kalangan mampu membeli dan menikmati kopi sehat yang kita sajikan. Karena itu, selain menjaga rasa, kita juga jaga kualitas dan tentu saja memperhatikan harganya,” ujarnya.

Dijelaskannya, ada berbagai jenis kopi yang disajikan di Copita, mulai dari kopi tubruk, kopi saring, kopi latte, mocaninno, cappucino dan lain sebagainnya. Dan dipastikan dengan penyajian yang professional karena coffe shop ini telah mempekerjakan 3 orang barista. Dan coffe shop ini mulai operasional setiap hari, mulai pukul 08.00 – 24.00.

Dengan harga yang sangat murah, kualitas Copita CoffeeShop ini selalu dibandingkan pelanggan dengan gerai kopi modern berstandar internasional yang ada. Bahkan, menurut pelanggan tidak ada perbedaan terutama dalam rasa.

“Sehari bisa habis sekitar 50 cup,” ungkap pria asli Sangir, Sulawesi Utara ini.

Martoni menambahkan membangun bisnis CoffeeShop sebagai bentuk konsistensinya memberikan keteladanan bahwa perawat tak hanya harus bekerja di rumah sakit atau menjadi dosen. Tetapi bias juga menjadi Perawat enterpreneur atau Netspreneur ini.

“Silahkan Perawat bekerja sesuai hobi dan passionnya,” tambahnya.

Berbekal ilmu manajemen yang diperolehnya selama di bangku perkuliahan, alumni Fakultas Keperawatan USU ini mencoba mengaplikasikannya dalam dunia kewirausahaan.

Untuk mempermudah pemasaran dan komunikasi dengan pelanggan, beliau juga menggunakan media sosial sebagai media nya. Bagi yang ingin tahu lebih jauh tentang coffeeshop yang satu ini bisa mengunjungi akun facebook Copita CoffeeShop, atau akun instagram, @copita_coffeeshop. (rel/ram)

JD.ID Hadirkan Semangat ORI

no picture
no picture

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – JD.ID menghadirkan ‘semangat ori’ sebagai tema besar perusahaan sepanjang 2019 sekaligus merayakan hari jadinya yang ke-3 tahun ini.

Mengawali 2019, ‘semangat ori’ akan menjadi tema sentral perusahaan dan brand yang sarat pesan akan pentingnya orisinalitas dalam kehidupan sehari-hari kepada masyarakat Indonesia.

Tak hanya itu, JD.ID juga menggandeng Raffi Ahmad, Laudya Cynthia Bella, Chelsea Olivia, Ayushita, dan Dimas Beck sebagai agen ‘semangat Ori’.

Kelima sosok ini dipilih karena kepribadian mereka bisa merepresentasikan 9 kategori utama (Mobile Phone & Accessories, PC & Accessories, Groceries, Beauty, Fashion, Automotive, Home Living, dan Home Appliance) yang tersedia di JD.ID.

Melalui kampanye ‘semangat ori’ ini, JD.ID mengajak masyarakat Indonesia untuk menghargai dan menciptakan hal-hal orisinal dalam semangat untuk menjadi pribadi yang asli serta berani menampilkan karakter diri yang sesungguhnya.

“Kami sudah pernah populer dengan tagline #DijaminOri yang ingin menunjukkan quality control JD.ID yang sangat ketat dan prinsip zero tolerance untuk barang-barang palsu. Kami ingin membawa orisinalitas menjadi lebih dari sekadar membeli dan mengonsumsi produk-produk asli dan menularkan semangat autentisitas menjadi gaya hidup dan tidak hanya aktifitas jual beli,” kata JD.ID Marketing Chief Mia Fawzia.

“Kampanye ini sekaligus memacu kami agar terus menjaga kualitas promo serta meningkatkan layanan dan kualitas logistik kami. Kami harap kampanye ini juga bisa menjadi salah satu cara kami untuk berkontribusi ke masyarakat Indonesia, dan pesan akan pentingnya spirit orisinalitas dapat teresonansi secara luas,” imbuh Mia.

Tidak hanya itu, dalam menyambut hari jadi JD.ID yang ke-3 pada 28 Maret 2019 nanti, JD.ID membawa serangkaian promo bertajuk “Ditraktir JD”.

Melalui program ini, JD.ID mencoba mengadaptasi kebiasaan masyarakat Indonesia yang selalu mentraktir teman-temannya saar berulang tahun dengan memberikan beragam program dan promo.

Sebanyak lebih dari 100 brand baik lokal maupun internasional turut mendukung dan meramaikan ulang tahun ketiga ini dengan beragam promo menarik.

“JD.ID akan menyebar poster raksasa di ratusan titik yang tersebar di 6 kota di seluruh Indonesia, dimana poster raksasa tersebut akan menampilkan QR Code yang jika dipindai akan menuju ke Scan-Joy-Code; sebuah laman khusus yang berisi beragam voucher belanja dan juga hadiah menarik di JD.ID,” tandas dia. (jpnn/ram)

Gusti Randa Jabat Plt Ketum PSSI, Tugas Persiapkan KLB

net TUNJUK: Gusti Randa ditunjuk Joko Driyono jadi Plt Ketum PSSI.
net
TUNJUK: Gusti Randa ditunjuk Joko Driyono jadi Plt Ketum PSSI.

Gusti Randa baru saja diberi tugas memegang tongkat estafet dalam menjalankan roda organisasi PSSI. Meski statusnya masih jadi perdebatan, tetapi Gusti akan memimpin PSSI sampai Kongres Luar Biasa (KLB).

Penunjukkan Gusti sendiri dilakukan langsung oleh Joko Driyono. Pria yang karib disapa Jokdri itu sendiri yang menandatangani surat tugas tertanggal 19 Maret 2019.

Surat bernomor 1015/UDN/568/III-2019 itu berisi dua tugas. Pertama, Gusti Randa diberi tugas untuk dan atas nama Ketua Umum menjalankan roda organisasi harian PSSI dan mengambil langkah-langkah khusus yang diperlukan.

Tugas kedua untuk Gusti Randa yakni mempersiapkan pelaksanaan KLB PSSI sebagaimana hasil keputusan Rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI tanggal 19 Februari 2019.

Gusti Randa sendiri menegaskan statusnya masih sebagai Exco PSSI. Hanya saja, dia memang ditugaskan sementara untuk memimpin PSSI. “Terserah kalian mau menyebutnya Plt atu Plh. Intinya tugas saya seperti itu,” papar Gusti Randa.

Sebelumnya jabatan Plt Ketua Umum sempat disandang Iwan Budianto. Namun kini jabatan itu sudah berpindah tangan ke Gusti Randa.

Menurutnya hal itu diperbolehkan. Sebab saat ini Joko Driyono sedang sibuk memenuhi panggilan-panggilan dari pihak kepolisian.”Karena ini sifatnya penugasan, jadi itu diskresi dari kewenangan ketum. Ketum saat ini non aktif,” ungkap Gusti kepada wartawan. “Ya diperbolehkan, agar beliau (Joko Driyono) punya banyak waktu untuk penyelesaian perkara,” tambahnya.

Penunjukkan Gusti sebagai Plt Ketum PSSI mendapat tanggapan miring di medsos. Namun, dia ogah mengambil pusing soal hal tersebut. “Pasti ada pro dan kontra, apalagi bicara soal netizen. Saya kira itu konsekuensi dan risiko mengurus sepak bola Indonesia,” ungkap Gusti kepada wartawan.

Gusti sadar dengan hal tersebut dan siap menerimanya. Namun, tujuan utamanya adalah membawa sepak bola Indonesia ke arah lebih baik. Paling tidak sampai KLB PSSI. “Yang saya bisa pastikan, saya akan kelola ini sampai KLB dengan segala macam harapan dan tuntutan,” tandas dia. (bbs/jpc/don)

Ahmad Fauzi Hengkang

sutan siregar/sumut pos TAK PASTI: Ahmad Fauzi memilih pergi dari PSMS setelah tidak ada kepastian kelanjutkan skuad PSMS selama tiga pekan terakhir.
sutan siregar/sumut pos
TAK PASTI: Ahmad Fauzi memilih pergi dari PSMS setelah tidak ada kepastian kelanjutkan skuad PSMS selama tiga pekan terakhir.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Belum adanya aktivitas lanjutan pembentukan PSMS mulai membuat para pemain was-was. Mereka pun mulai mencari masa depan yang lebih jelas. Salah satunya Ahmad Fauzi.

Fauzi, termasuk dalam 24 pemain yang lolos seleksi skuad PSMS. Namun setelah tiga pekan tanpa ada aktivitas lanjutan, Fauzi akhirnya gerah dan memutuskan untuk hengkang.

Keputusan ini diumumkannya via akun Instagramnya, Senin (18/3). Fauzi mengaku berat untuk meninggalkan tim yang telah membesarkan namanya. Namun, menanti komunikasi yang tak terjalin hingga detik membuatnya harus mengambil keputusan realistis, yaitu melanjutkan karir di tim yang mungkin telah memberikannya tawaran lebih pasti. Ada kabar, Fauzi menuju klub merger Perseru dengan Lampung.

“Assalamualaikum wr wb. Suatu kebanggaan 2 musim yang luar biasa bersama tim besar, tim kebanggaan saya, tim tanah kelahiran saya. Semua rasa ada disana selama 2 musim. Tim ini juga yg membawa saya bermain di kasta tertinggi di liga 2 dan liga 1. Bermain di tim ini adalah cita cita tertinggi semua anak2 muda di Sumatera Utara saya termasuk salah satu anak yang beruntung pernah memperkuat tim sebesar ini,” tulis pemain kelahiran Stabat ini.

Fauzi memang sudah dua musim terakhir memperkuat PSMS. Namun dia jarang mendapat tempat di skuad

Selama membela PSMS, Fauzi memang berada dalam bayang-bayang Abdul Rohim yang kini telah hijrah ke Persebaya. Fauzi sulit mendapatkan tempat utama, karena juga ada Andika Bayangkara sebagai kiper kedua. Ketika, keduanya sudah pindah, sejatinya ini momen bagi Fauzi di PSMS, namun takdir berkata lain.

Dia memohon diri untuk pamit yang menurutnya sudah takdir dalam karir sepak bolanya. Bukan karena dia tidak setia, bukan juga tak mau membela tim kebanggaan tanah kelahirannya sendiri.

“Izinkan saya untk pamit. Ini bukan keinginan saya sendiri, mungkin sudah jalannya, bukannya saya tidak loyal, bukan pula saya tidak mau membantu tim tanah kelahiran saya untuk naik kembali ke kasta tertinggi liga Indonesia. Tapi setelah saya menunggu selama kontrak saya habis di sana, belum ada pembicaraan antara manajemen dan saya kedepannya, sebagai pemain saya jg butuh kepastian untk kelanjutan karir saya ke depannya,” jelasnya.

“Terima kasih untk ilmu, kesempatan, pengetahuan, waktu suka dan duka. Banyak hal yg saya dapat dari manajemen dan jajaran pelatih. Mohon maaf apabila saya ada salah kata maupun tingkah laku saya, dan belum bisa memberikan yg terbaik buat tim ini,” ucapnya.

Dia pun memastikan, kemanapun pergi, suatu hari pasti akan kembali. “Sejauh manapun kau melangkah pergi. Kau akan tetap pulang. Tentu saja ke rumah. Insya Allah jika Allah menghendaki di lain kesempatan pasti saya akan kembali pulang ke tanah kelahiran saya Sumatera Utara dan bermain untuk PSMS. Kebanggaan tetap lah kebanggaan tim besar tetap lah tim besar sampai berjumpa selain kesempatan,” pungkasnya.

Seperti diketahui saat ini PSMS dan NorthCliff belum tanda tangan tanda sepakat ambil alih tim. Dimana, NorthCliff ingin mengatur manajemen PSMS musim, dan susunan manajemenpun dari mereka. Ketidakjelasan ini, membuat tim pelatih dan pemain yang sudah lolos seleksi belum juga latihan untuk proses penciutan demi pembentukan skuad inti. (don)

Empat Warga Aceh Selundupkan 50 Kg Sabu Digagalkan Prajurit Lantamal I

FACHRIL/SUMUT POS PAPARKAN: Komandan Lantamal I, Laksma TNI Ali Triswanto memaparkan 5o kilogram sabu bersama empat tersangka, Selasa (19/3).
FACHRIL/SUMUT POS
PAPARKAN: Komandan Lantamal I, Laksma TNI Ali Triswanto memaparkan 5o kilogram sabu bersama empat tersangka, Selasa (19/3).

LHOKSEUMAWE, SUMUTPOS.CO – Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal- l) melalui Pangkalan TNI AL (Lanal) Lhokseumawe, mengamankan 50 kg sabu di perairan Ujong Blang, Lhokseumawe, Aceh.

PETUGAS TIM F1QR (Fleet One Quick Response) Lanal Lhokseumawe, mengamankan 2 boat (kapal) dan 4 orang ABK.

Keempat tersangka masing-masing,Ibnu Sahar Bin Ibnu Sakdan alias Jamen (34) warga Desa Ujung Blang, Dusun Kuala Mamplam, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe; Hamdan Syukranilillah Bin Ibnu Sakdan (26) warga Desa Ujung Blang, Dusun Kuala Mamplam, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe; Irwandi (25) warga Desa Ujong Blang, Dusun Masjid, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe dan Muhamad Arazi Bin Ibnu Sakdan (26) warga Ujong Blang, Desa Kuala Mamplam, Dusun Sangamara, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

Komandan Lantamal I, Laksma TNI Ali Triswanto dalam paparannya mengatakan, penyelundupan narkoba skala besar ini terungkap, Senin (18/3).

“Penangkapan berawal dari patroli rutin yang biasa dilaksanakan di perairan Lhokseumawe oleh petugas F1QR,” ujar Ali, Selasa (19/3).

Kapal yang mencurigakan langsung dilakukan pengejaran. Hasilnya, kedua kapal itu berhasil ditangkap.

“Setelah dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan muatan, ditemukan 5 karung yang terindikasi narkoba berjenis sabu sebanyak 50 kg,” beber Ali.

“Selain itu, ditemukan 1 pucuk senjata api laras pendek berjenis Baretta dengan 7 butir amunisi bersama 4 orang ABK,” sambungnya.

Tangkapan itu langsung dilaporkan petugas di lapangan kepada Danlanal (Komandan Pangkalan TNI AL) Lhokseumawe, Kolonel Laut (P) M Sjamsul Rizal.

Kemudian, kedua kapal itu diboyong ke Pelabuhan Asean Kreung Geukuh Lhokseumawe dengan pengawalan ketat untuk diamankan ke Mako Lanal Lhokseumawe.

“Saat ini, petugas kita masih lakukan pemeriksaan dan pengembangan. Para tersangka melanggar Undang Undang Narkotika,” jabar Ali.

“Tersangka terancam Pasal 114 ayat 2 Juncto Pasal 132 ayat (1) 112 ayat 2 Juncto Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009, dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati,” lanjutnya.

Untuk pengembangan, para tersangka dan barang bukti akan dilimpahkan kepada BNN untuk proses lanjut.

“Untuk kepemilikan senjata api, tersangka akan dikenai Pasal 1 ayat (1) Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 yang prosesnya akan dilakukan oleh pihak kepolisian,” terang Ali.

Dikatakannya, TNI AL khususnya Lantamal I yang berada di jajaran Koarmada I akan tetap berkomitmen untuk memberantas tindak pidana di laut. Terutama penyelundupan narkoba.

Pihaknya terus melakukan patroli. Baik melalui operasi intelijen, maupun operasi laut dengan menggunakan KRI ataupun Kapal Patroli.

Ditegaskan Ali, prajurit Lantamal I akan selalu melakukan pengawasan peredaran narkoba di wilayah Selat Malaka.

“Daerah perbatasan sangat rawan dari berbagai macam penyelundupan seperti penyelundupan narkoba, BBM, miras, rokok ilegal dan lainnya. Kita komitmen dan konsisten menjaga perairan wilayah Barat khususnya di wilayah kerja Lantamal I untuk penegakkan hukum di wilayah kedaulatan,” pungkasnya.(fac/ala)