Home Blog Page 5486

Lima Pengedar Pil Ekstasi Divonis 4 Tahun, Terdakwa Mengaku Barbut dari Karaoke New D’Blues

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Lima terdakwa kasus kepemilikan narkotika jenis esktasi seberat puluhan gram, pasrah saat Majelis hakim menghukum kelimanya dengan vonis masing-masing 4 tahun penjara di Ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (19/3).

Kelimanya masing-masing, Fernando Sitohang, Doni Satria, Doni Saputra, Dedi Handoko dan Prananda Pandia. Hakim ketua Riana Pohan menyatakan kelima terdakwa terbukti memiliki narkotika golongan I bukan tanaman.

“Menjatuhkan hukuman 4 tahun pidana penjara,” tandas hakim Riana Pohan.

Dalam amar putusan, majelis hakim juga membebankan denda kepada masing-masing terdakwa sebesar Rp800 juta dan subsider dua bulan kurungan. Kelima terdakwa dinyatakan bersalah sebagaimana diatur dan diancam Pidana pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Atas putusan yang dijatuhkan, apakah kalian menerimanya,” tanya majelis hakim.

Terdakwa kemudian berkonsultasi dengan penasehat hukummya dan menyatakan kompak menerima putusan itu.

“Terima yang mulia,” kata para terdakwa kompak.

Dalam perkara ini, jaksa Randi Tambunan dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara sudah menuntut para terdakwa dengan hukuman masing-masing selama 5 tahun penjara.

Jaksa dalam berkas dakwaan menyebutkan, awal mula kasus ini, diketahui berdasarkan laporan warga yang merasa resah tentang adanya informasi pengedar pil Ekstasi di sebuah rumah kos di Jalan Kuali, Kelurahan Seiputih Timur, Kecamatan Medan Petisah. Kemudian, petugas dari Dit Resnarkoba Polda Sumut datang melakukan penyidikan.

“Selanjutnya, Kamis tanggal 30 Agustus 2018 sekira pukul 19.00 WIB, saksi-saksi (polisi) langsung memasuki rumah kost tersebut dan bertemu dengan terdakwa Fernando Sitohang. Lalu saksi-saksi memperkenalkan diri yang merupakan Petugas Polisi dari Ditresnrkoba Polda Sumut, kemudian langsung melakukan penggeledahan,” beber jaksa.

Dari dalam rumah itu, saksi-saksi menemukan pil ekstasi dan pil yang diduga Happy Five (H5). Saat itu juga, saksi-saksi langsung melakukan penangkapan terhadap terdakwa.

Dari lokasi, petugas menyita barang bukti (Baebut) berupa 14 butir pil ekstasi berwarna biru tua dengan Logo huruf S seberat 3,92 gram.

Selain itu, juga diamankan satu butir pil ekstasi berwarna merah jambu berbentuk pinguin seberat 0,27gram dari bawah tempat tidur kamar terdakwa, 111 butir pil H5 berwarna orange yang dibungkus dengan plastik klip bening tembus pandang seberat 23 gram. Diakui terdakwa, sebagian barang haram itu ia dapat dari dalam salah satu ruangan Karaoke New D’Blues Komplek Ruko Millenium Medan.

Barang haram itu ditemukan dekat speaker pada saat terdakwa bekerja memperbaiki pengeras suara. Fernando menyebutkan, barang bukti tersebut merupakan milik Doni Satria.

Selanjutnya, polisi mengamankan Doni Satria. Saat diinterogasi, ternyata ekstasi itu juga diperolehnya dari Doni Saputra. Jumlah ekstasi milik Doni Saputra sebanyak 111 butir.

Dari pengakuan tersangka, kemudian polisi terus melakuan pendalaman. Setelah ditindaklanjuti, ternyata ekstasi milik Doni Saputra didapat dari Dedi Handoko dan Prananda Pandia (berkas terpisah). Kelima terdakwa diamankan dari beberapa tempat berbeda. Selanjutnya, para pelaku dibawa untuk pengusutan lebih lanjut. (man/ala)

Dua Balita Terpanggang di Dalam Mobil

DISEMAYAMKAN: Dua balita yang terbakar disemayamkan di rumah duka, Selasa (19/3). Ibu korban tak henti menangis melihat dua anaknya sudah tidak bernyawa.
DISEMAYAMKAN: Dua balita yang terbakar disemayamkan di rumah duka, Selasa (19/3). Ibu korban tak henti menangis melihat dua anaknya sudah tidak bernyawa.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Dua balita kakak beradik tewas terpanggang dalam mobil rongsokan yang terparkir di garasi tetangganya, Selasa (19/3). Peristiwa itu terjadi di Dusun VII, Desa Silau Barat, Kecamatan Setia Janji, Kabupaten Asahan.

KEDUA balita malang itu adalah Melia Paramita (2) dan Dwi Anisa Putri (5). Keduanya merupakan buah hati pasangan Suwarno (29) dan Dwi Sartika Situmorang (29).

Arifin, salah seorang warga setempat menyebutkan, awalnya kedua korban sedang bermain di dalam mobil rongsokan milik P Bangun.

“Tiba-tiba, saya melihat ada kepulan asap hitam. Kemudian saya melihat sumber asap yang berasal dari mobil sedan BK 1059 LB yang terparkir di garasi mobil. Melihat api tersebut, saya bersama ibu korban dibantu warga sekitar langsung memadamkan api dengan alat seadanya,” kata Arifin.

Ibu korban sontak histeris. Ia melihat dua buah hatinya sudah tewas terpanggang dengan kondisi mengenaskan di dalam mobil.

“Kita menduga kedua kakak beradik itu sedang bermain api di dalam mobil. Api kemudian langsung menyambar benda yang mudah terbakar di dalam mobil,” tutur Arifin.

“Api langsung menyala dan membesar. Akibatnya, kedua korban diduga panik dan terjebak di dalam mobil rongsokan hingga akhirnya tewas,” sambungnya.

Terpisah, Kapolsek Prapat Janji, AKP Nasib Manurung membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan guna mencari penyebab kejadian itu.

“Penyebabnya saat ini masih dalam penyelidkan. Tapi, didalam mobil ditemukan sebuah mancis. Saat kejadian, pemilik rumah sedang tidak berada di rumah,” kata Nasib.

Kedua jenazah langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Djasamen Saragih untuk diotopsi. Sementara, ibu korban tidak menyangka kejadian tersebut.

“Tentulah sedih dan sangat tidak menyangka terhadap kejadian yang merenggut kedua anak saya itu bang,” singkat Dewi.(omi/ala)

Penyebar Hoax Surat Suara Tercoblos Warga Jawa Barat

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penyebar video hoax soal kecurangan KPU Sumut dan Medan yang mencoblos surat suara kepada pasangan calon (Paslon) 01, ditangkap. Petugas Subdit V/Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut meringkus seorang tersangka penyebar video hoax itu.

Informasi dihimpun, pelaku merupakan warga Pulau Jawa. Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan membenarkan hal itu.

“Sudah diamankan, inisialnya UR. Ini yang berdasarkan laporan KPU Sumut. Sementara untuk penyebar hoax KPU Medan belum,” kata Nainggolan, Selasa (19/3).

Dijelaskan Nainggolan, pelaku ditangkap di Jawa Barat, Kamis (14/3).

“Domisili pelaku di Jawa Barat. Untuk lebih jelasnya nanti akan diinfokan lagi. Saat ini kita masih dalami perkaranya,” sebut Nainggolan.

Akun yang dipakai tersangka untuk menyebar video tersebut adalah palsu. Selama ini, lokasi akunnya selalu berubah-ubah.

Pelaku berhasil ditangkap setelah berhasil meminta pertemanan di akun facebook pelaku. Selanjutnya, polisi menjebak pelaku dengan mengajak bertemu.

“Jadi untuk menangkap tersangka yang kasusnya seperti ini itu tidak mudah. Perlu ketelitian dan keseriusan,” sebutnya.

Dikatakan Nainggolan, tersangka kini sudah berada di Polda Sumut dan telah dilakukan penahanan.

Penyidik pun masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mengetahui motif tersangka menyebarkan video hoax yang menuding KPU Sumut curang tersebut.

“Kalau motifnya masih diselidiki. Dia (tersangka) sudah ditahan,” pungkas Nainggolan.

Sebelumnya, KPU Sumut dan KPU Kota Medan secara resmi melaporkan video hoax surat suara tercoblos 01 ke Mapolda Sumut, Minggu (3/3) lalu.

Laporan dibuat karena video tersebut dianggap berpotensi memprovokasi dan menjelekkan nama baik KPU sebagai penyelenggara Pemilu.

Komisioner Divisi Advokasi dan Hukum KPU Sumut, Ira Wartati mengatakan, peristiwa ini merupakan hoax pertama yang menyerang KPU Sumut dan Kota Medan.

Ia menjelaskan, pelaporan yang dilakukan ke polisi sebagai bentuk pembelajaran kepada masyarakat agar tidak sembarangan menyebarkan informasi yang belum teruji kebenarannya.

“Laporan kita adalah dugaan pencemaran nama baik. Karena dalam video itu kita merasa KPU Sumut telah diciderai oleh oknum yang tidak bertanggungjawab,” ujarnya.

Ira menerangkan, informasi soal video itu pertama kali diketahui pada Sabtu (2/3) malam. Atas dasar itu, pihaknya merasa perlu untuk membuat laporan.

Menurutnya, jika dibiarkan video itu akan semakin melebar dan memberikan persepsi publik.

“Itu bisa membahayakan KPU sebagai penyelenggara. Harapan kita masyarakat melakukan kroscek terlebih dahulu sebelum menyebarkan informasi. Kita pastikan video itu hoax,” tegasnya.

Seperti diketahui, video hoax itu diketahui diunggah oleh akun Facebook Muhammad Adrian dan Kusmana. Dalam postingannya, Adrian menambahi keterangan yang bernada provokatif.

“Memang keparat kau KPU di Sumatera Utara, surat suara sudah tercoblos 01 semua,” tulis Adrian dalam postingannya. (dvs/ala)

GNPF Ulama Binjai Desak Tutup Diskotik Titanic Frog

no picture
no picture

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Dugaan perkosaan terhadap gadis belia berusia 15 tahun yang sebelumnya dicekoki pil ekstasi di Dikotik Titanic Frog (TF), membuat GNPF Ulama di Kota Binjai bereaksi.

“Kami memandang bahwa wajib sudah hukumnya Titanic Frog itu ditutup habis,” ujar Ketua GNPF Ulama Kota Binjai, Ustadz Sani Abdul Fattah kepada Sumut Pos, Minggu (17/3) lalu.

Pendapat ini diutarakan Ustadz Sani karena Diskotik TF diduga menjadi sarang maksiat.

“Selain dijadikan tempat berbuat maksiat, juga sarang beredarnya narkoba,” tegas Sani.

Dugaan sarang peredaran narkotika di Diskotik TF ini bukan hanya isapan jempol belaka. Santer kabar berhembus bahwa, korban overdosis banyak terjadi di Diskotik TF.

“Banyak terjadi orang-orang yang overdosis akibat barang-barang haram di sana. Bahkan, ada anak wanita yang masih di bawah umur yang diperkosa di sana baru-baru ini,” ujar dia.

Karenanya, Ustadz Sani mengajak kepada seluruh umat Islam dan tokoh-tokoh masyarakat di Kota Rambutan untuk dapat mengetuk hati para pejabat pemerintahan terkait agar segera menutup Diskotik TF yang ilegal tersebut.

Disebut ilegal, karena berdiri di atas lahan eks HGU. Parahnya lagi, Diskotik TF tidak dipungut pajak.

Minuman keras yang dijual di Diskotik TF yang sejatinya dikenakan pajak, tidak ada dipungut.

“Apalagi yang ditunggu. Kami lihat bahwa tempat itu sudah menjadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat, khususnya Kota Binjai dan sekitarnya tentang hal-hal yang berbau kemungkaran. Apa para pejabat pemerintahan terkait ini menunggu umat Islam bergerak langsung untuk menutupnya,” seru Ustadz Sani.

“Apa nunggu anak-anak kita, istri-istri kita, suami-suami kita atau karib kerabat kita maupun keluarga kita yang menjadi korban dulu baru kita bergerak,” seru dia.

Keberadaan Diskotik TF cukup disesalkan. Mengingat Kota Binjai adalah Kota Religus.

“ Kota yang bernuansa agamis. Banyak para ulama yang lahir dan terkenal yang berasal dari Kota Binjai ini. Jangan sampai kita malu akibat tempat-tempat maksiat yang merusak nama baik Kota Binjai tercinta ini,” tandas Sani.

Bupati Langkat Buka Kegiatan Karya Bakti TNI

BERSAMA: Bupati Langkat, kepala OPD Langkat, TNI, dan masyarakat foto bersama di sela-sela kegiatan.
BERSAMA: Bupati Langkat, kepala OPD Langkat, TNI, dan masyarakat foto bersama di sela-sela kegiatan.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Bupati Langkat Terbit Rencana PA membuka sekaligus memimpin upacara pembukaan Karya Bakti TNI 2019, yang diselenggarakan oleh Kodim 0203/Langkat di Desa Pangkalansiata Kecamatan Pangkalansusu Kabupaten Langkat, Senin (18/3).

Pembukaan ditandai dengan penandatanganan penyerahan pekerjaan Karya Bakti TNI oleh Bupati Langkat dan Dandim 0203/Langkat, Letkol Infantri Syamsul Alam SE. Serta penyerahan alat kerja secara simbolis oleh Bupati Langkat kepada personel TNI dan dua masyarakat desa.

Bupati Langkat pada amanatnya menilai kegiatan ini sangat membantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat dalam memajukan negri bertuah, serta sebagai bukti kepedulian TNI kepada rakyat. Hal ini sesuai dengan selogan TNI lahir dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat. Karena dalam menjaga keutuhan NKRI, TNI dan rakyat senantiasa saling melengkapi dan saling menguatkan.

“Atas terlaksananya kegitan ini, saya secara peribadi dan kedinasan mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan yang setinggi tingginya kepada satuan Kodim 0203/Langkat serta kepada pihak terkait,” sebut bupati yang akrab disapa Cana ini.

Bupati Langkat kembali menerangkan bahwa kegiatan karya bakti ini telah memprogramkan pembangunan sasaran fisik maupun nonfisik. Hal ini dinilai memberikan manfaat dan akses yang maksimal bagi kemajuan desa. Apalagi sebelumnya kawasan Desa Pangkalan Siata dalam kategori desa terisolir.

“Untuk itu marilah kita semua memberikan dukungan atas kegiatan karya bakti TNI Kodim 0203/Langkat dengan melibatkan diri untuk berpartisipasi sebagai wujud tanggung jawab kepada bangsa dan negara,” serunya.

Bupati Langkat pada kesempatan itu memberikan 3 pesan. Pertama, jadikan kerja bersama dalam karya bakti TNI sebagai dasar pemersatu di antara kita dari berbagai komponen kekuatan dengan melestarikan nilai semangat kegotongroyongan. Kedua, bangkitkan semangat kemanunggalan TNI dan rakyat, selalu berbuat dan memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara. Ketiga, tumbuh kembangkan sikap nasionalisme dan semangat bela negara di jiwa setiap kita rakyat Indonesia.

Dandim 0203/Langkat, Letkol Infantri Syamsul Alam SE pada kesempat itu mengucapkan terima kasih kepada Bupati Langkat serta pihak terkait lainnya atas bantuannya, sehingga karya bakti TNI ini bisa berjalan dengan mestinya.

Selanjutnya Kodim menjelaskan, kegiatan Karya Bakti TNI ini juga untuk membangun fisik dan nonfisik. Untuk fisik pekerjaan pembantukan, pelebaran, dan pengerasan badan jalan sepanjang 9.500 meter x 6 meter di Desa Pangkalan Siata, serta perehapan Masjid Nurul Iman, Masjid Al-Ihklas, Masjid Nurul Hidayah, Gereja HKBP, Gereja GKPI, Gereja GPP, Musala Nurul Huda.

“Kemudian pembuatan jembatan sebanyak 7 unit ukuran 6 meter x 4,5 meter, rehab lantai jembatan sebanyak 2 unit ukuran 5 meter x 3 meter, pembuatan gorong–gorong sebanyak 9 unit ukuran 5 meter x 2 meter, pembuatan pos kamling sebanyak 3 unit ukuran 3 meter x 2 meter,” paparnya.

Sedangkan nonfisik, sambung Kodim, penyuluhan bela negara, wawasan kebangsaan, penyuluan hukum, narkoba dan Kamtibmas, pelayanan KB, dan pengobatan umum gratis.

Sedangkan personel yang terlibat, kata Kodim, panita 9 orang, pelaku/peserta 83 orang, pendukung 8 orang, Pemda 20 orang, aparat Polri 3 orang, masyarakat 150 orang, jumlah 273 orang. “Untuk sumber dana berasal dari swakelola dengan Pemkab Langkat sebesar Rp2.545.000.000,” terangnya.

Untuk dasar kegiatan ini, sebut Kodim, surat telegram Danrem 022/PT No ST/708/2014 tanggal 20 agustus 2014 tentang perintah merencanakan kegiatan karya bakti TNI skala besar Tahun Anggaran 2015 sampai 2019, serta program kerja Kodim 0203/Lkt Tahun Anggaran 2019 bidang teritorial. Khususnya karya bakti TNI pelaksanaan kegiatan ini dari 18 maret sampai 30 april 2019.

Pada kegiatan itu, Bupati Langkat bersama Wakil Bupati Langkat H Syah Afandin SH, Sekdakab Langkat dr H Indra Salahudin MKes MM, Dandim 0203/Langkat, para Asisten, dan Staf Ahli Bupati, sejumlah anggota DPRD Langkat, para Komandan Satuan dan pejabat sipil, TNI/POLRI, tokoh masyarakat, tokoh adat dan pemuka agama, serta para kepala Organisasi Pimpinan Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Langkat, Camat Pangkalansusu, pelajar, serta seluruh peserta upacara dan masyarakat lainnya.(bam/azw)

Demi Redam Gejolak Pedagang, Komisi C Rekomondasi Pembangunan Food Court Pusat Pasar Ditunda

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi C DPRD Medan mengeluarkan rekomendasi terhadap pembangunan food court di lantai 4 Pusat Pasar untuk ditunda. Penundaan dilakukan atas pertimbangan situasi politik yang kian memanas menjelang Pemilu 2019.

Rekomendasi tersebut disampaikan Ketua Komisi C DPRD Medan Boydo HK Panjaitan saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama perwakilan Aliansi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSINDO) Kota Medan, Selasa (19/3). Turut hadir Direktur Utama PD Pasar Rusdi Sinuraya, mewakili Badan Pengawas BUMD Kota Medan M Nasib serta beberapa anggota dewan dari Komisi C.

Menurut Boydo, dalam pembangunan food court di lantai 4 ini mengganggu aktivitas 75 pedagang karena akan direlokasi. Hal ini pasti menimbulkan gejolak karena pedagang merasa terganggu mata pencahariannya untuk berjualan. Apalagi, saat ini memasuki masa Pemilu 2019 dimana situasi politik kian memanas. Ditambah, tak lama lagi masuk bulan puasa dan lebaran.

“Pembangunan food court harus ditunda, karena sama-sama kita ketahui saat ini memasuki masa Pemilu 2019. Tak hanya itu, bulan puasa dan lebaran juga akan masuk. Makanya, jangan memicu konflik ditengah suasana politik yang kian memanas dan puasa serta lebaran,” tegas Boydo.

Diutarakan dia, ketika memasuki puasa dan lebaran merupakan momen yang ditunggu-tunggu pedagang setiap tahunnya. Sebab pada momen tersebut selalu ramai aktivitas jual beli. “Kalau buat kebijakan, ya dilihat dulu situasinya. Di situ mau puasa dan lebaran, di situ pula pedagang direlokasi. Makanya, pembangunan food court harus ditunda dan dilakukan setelah lebaran,” ujarnya.

Boydo menyebutkan, pihaknya bukan tidak mendukung pembangunan yang bertujuan untuk penataan Pusat Pasar. Namun, harus mempertimbangkan bagaimana mendukung situasi yang kondusif.

“Pembangunan food court di lantai 4 ini merupakan perpindahan dari lantai 3. Meski begitu, di lapangan ternyata yang akan membangun belum diketahui siapa pelaksananya. Artinya, belum selesai tender. Maka dari itu, sebaiknya selesai tender dan cocok momennya barulah pedagang direlokasi,” paparnya.

Disinggung apakah Pemko Medan setuju dengan rekomendasi yang disampaikan, Bodyo menyatakan itu hak mereka. Dengan kata lain, dijalankan atau tidak dikembalikan kepada Pemko Medan. “Kita sudah rapatkan dan buat rekomendasi, kalau melaksanakan atau tidak tergantung mereka sebagai pelaksana. Tapi yang penting, kita sudah memberi rekomendasikan dan hal itu demi kepentingan masyarakat khususnya pedagang,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Anggota Komisi C DPRD Medan Asmui Lubis. Kata Asmui, pembangunan harus dibatalkan sementara demi menghindari konflik pada masa Pemilu 2019 dan puasa serta lebaran. “Harus di-pending dulu, jangan dipaksakan dibangun. Hal ini mengingat kondisi Pemilu 2019, puasa dan lebaran. Jangan sampai ada gejolak hingga timbul konflik,” ujarnya.

Sebelumnya, pedagang Pusat Pasar bermohon untuk tetap bertahan berjualan seperti biasa. Keberadaan mereka sudah nyaman selama ini dan menjalankan kewajiban membayar pajak dan iuran. “Kenapa saat ini tiba-tiba mau dipindahkan. Padahal, kami sudah nyaman dan mentaati segala ketentuan. Makanya, kami melaporkan kepada anggota dewan dan bermohon ada solusi terbaik,” ujar Adi Warman Lubis selaku Ketua APPSINDO Medan.

Dia menyatakan, seluruh pedagang di Pusat Pasar yang akan direlokasi keberatan akibat pembangunan food court tersebut. “Kami tidak setuju jika kios kami dibongkar. Kami memiliki izin dan membayar kewaijiban. Tapi kenapa tiba-tiba disuruh pindah, ada apa ini sebenarnya,” kata dia lagi.

Terpisah, Direktur Utama PD Pasar Medan Rusdi Sinuraya yang diwawancarai usai rapat enggan berkomentar. Rusdi mengaku buru-buru karena sudah ditunggu Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumut dalam pertemuan membahas persoalan Pasar Peringgan. (ris/ila)

Renovasi Rumah Dinas Gubsu Telan Biaya Rp3,9 Miliar

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rumah dinas Gubernur Sumatera Utara mulai direnovasi tahun ini. Adapun anggaran yang sudah disiapkan untuk pembangunan tersebut senilai Rp3,9 miliar.

Menurut Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Setdaprovsu, Faisal Hasrimy, renovasi rumah dinas Gubsu ini sudah mendapat persetujuan atau rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya Kota Medan. “Bang-unan tersebut merupakan heritagen

makanya perlu mendapat izin (rekomendasi) dari ahli Cagar Budaya. Makanya kita sudah berani menganggarkan dan mengerjakannya tahun ini,” katanya kepada Sumut Pos, Selasa (19/3).

Faisal menerangkan, anggaran yang dibutuhkan sebegitu besar lantaran atap yang mirip sirip kayu mesti diganti seluruhnya. Dan harga bahan bakunya juga mahal yang mesti dipesan dari Kalimantan. “Selain itu, kan ada ruangan di bagian samping atau belakang dari rumah, tepatnya untuk para pembantu (pekerja) di sana, juga akan direnovasi total atapnya. Sebab sudah pada bocor-bocor semua kondisi atapnya,” katanya.

Renovasi rumah dinas Gubsu yang terletak di Jalan Sudirman No.41 Medan ini, berbeda dengan pengerjaan pendopo dan rehab kolam di komplek rumah dinas Gubsu tersebut. Khusus pekerjaan pendopo dan kolam, sudah dialokasikan pada tahun anggaran 2018 dan pembangunannya sudah rampung.

“Kalau pengerjaan sudah selesai. Tinggal yang bagian kolam itu saja menunggu kering setelah dicor. Setelah itu baru kita masukkan ikan koi di situ. Untuk anggaran pembangunan kolam senilai Rp4 miliar dan pendopo senilai Rp6 miliar. Kalau untuk renovasi rumah dinas sudah kita alokasikan senilai Rp3,9 miliar dan sedang dalam proses tender proyek melalui ULP (Unit Layanan Pengadaan),” ujarnya.

Perbaikan secara menyeluruh atap rumah dinas Gubsu ini, lanjut dia, karena Gubernur Edy Rahmayadi ingin menempati rumah tersebut. Gubernur juga meminta agar kerusakan yang ada supaya diperbaiki semua.

“Sebenarnya wacana renovasi rumah dinas Gubsu ini sudah lama, sejak 2009. Tapi baru dapat kita realisasikan (pembangunannya) pada tahun ini. Dan yang saya ingat, setelah Gubsu Tengku Rizal Nurdin, tidak ada gubernur yang mau stay di rumah dinas. Mayoritas rumah dinas hanya dipakai untuk kegiatan-kegiatan tertentu saja,” katanya.

Faisal menambahkan, pembangunan pendopo di komplek rumah dinas Gubsu juga penting mengingat intensnya kegiatan di lokasi tersebut. Terlebih saat bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

“Selama bulan Ramadan itu kita mesti sewa tenda satu bulan penuh, dan itu biayanya tidak sedikit. Kalau kita kalkulasi biaya yang dikeluarkan tiap tahun, sudah bisa kita bangun tempat pertemuan sendiri yang bersifat permanen. Namun karena rumah dinas adalah bangunan heritage, tidak boleh lebih rendah dari bangunan pendoponya. Dan itu sudah mendapat koreksi serta masukan juga dari tim Cagar Budaya,” katanya.

Anggota DPRD Sumut Robert Lumban Tobing mendukung pembangunan renovasi rumah dinas Gubsu, sembari mengingatkan agar pengerjaannya dilakukan sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan.

“Kalau memang alasan Gubsu ingin menempati dan stay di rumah dinas, tentu perlu kenyamanan bangunan tersebut diperhatikan. Kami hanya ingatkan supaya pembangunannya dapat diawasi sehingga tidak ada masalah di kemudian hari,” ujarnya. (prn/ila)

Inggris Minati Kerjasama Bidang Riset & Teknologi dengan Sumut

Wakil Dubes Inggris dan Timor Leste, Rob Fenn (kanan).
Wakil Dubes Inggris dan Timor Leste, Rob Fenn (kanan).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Negara Inggris berminat menjalin kerjasama dengan Sumatera Utara, di bidang pendidikan, investasi, teknologi dan lingkungan.

Untuk membicarakan hal itu, Wakil Dubes Inggris dan Timor Leste, Rob Fenn, berkunjung ke Medan pada hari ini dan besok, Rabu-Kamis (20-21/3/2019). Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat hubungan kerjasama pemerintah Inggris dan pemerintah provinsi Sumatera Utara.

Rob Fenn dijadwalkan bertemu dengan Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah untuk berdiskusi aspek-aspek kerjasama di bidang pendidikan, investasi, teknologi dan lingkungan.

Rob Fenn juga akan bertemu dengan dua peneliti Indonesia di Universitas Sumatera Utara
(USU) yang berkolaborasi dengan para peneliti Inggris dalam skema kerjasama Newton Fund. Newton Fund adalah dana bantuan pemerintah Inggris untuk kemitraan UK-Indonesia Science & Technology Partnership, yang diharapkan dapat memberikan dampak nyata dalam perekonomian dan sosial.

Melalui kerjasama Newton Fund ini, Inggris bekerjasama dengan beberapa lembaga pendanaan riset seperti Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Dana Ilmu Pengetahuan Indonesia (DIPI) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Kedua peneliti tersebut adalah Dr Irda Safni (mengerjakan riset peningkatan produksi padi di bawah kemitraan Kemenristekdikti dan British Council) dan Dr Muhammad Basyuni (mengerjakan riset ekosistem hutan bakau di bawah kemitraan DIPI/LPDP dan UK Research and Innovation). Penelitian hutan bakau di Sumatera Utara yang dilakukan oleh Dr Mohammad Basyuni dari USU dan Dr Peter Bunting dari Aberystwyth University mendapatkan dana riset sebesar 11,5 miliar rupiah.

Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Rob Fenn mengatakan: “Dengan potensi yang gemilang dari Sumatera Utara, banyak kesempatan dapat kita gali untuk kerjasama yang lebih erat. Melalui kerjasama di bidang riset, saya berharap Inggris dapat
membangun lebih banyak kolaborasi dengan Sumatera Utara dan berkontribusi untuk pembangunan ekonomi dan kemakmuran masyarakatnya. Inggris menanam investasi di
Indonesia sebesar 1,7 triliun rupiah untuk mendukung iklim bisnis dan mengembangkan
teknologi digital. Melalui program second cities, kami ingin memastikan bahwa dampak dari
dukungan yang kami berikan dapat juga dirasakan oleh wilayah-wilayah di luar Jakarta.”

Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah, mengatakan: “Sebuah kebanggaan bagi kami bahwa para peneliti Sumatera Utara berhasil mendapatkan pendanaan dari kemitraan riset dan inovasi pemerintah Inggris dan Indonesia. Kesempatan ini tidak hanya akan membantu mengembangkan potensi dan kapasitas para periset, tapi juga berdampak nyata – baik dalam peningkatan produksi padi dan perlindungan hutan bakau, hingga ke pengembangan ekowisata yang memacu perekonomian daerah Sumatera Utara.” (rel)

Wali Kota Marah-marah saat Tinjau RS Pirngadi, Pengamat: Kuncinya Revitalisasi

no picture
TINJAU: Wali Kota Medan Drs HT Dzulmi Eldin S, MSi MH saat meninjau RS Pirngadi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sikap Wali Kota Medan Drs HT Dzulmi Eldin S, MSi MH yang marah-marah saat meninjau RSUD Dr Pirngadi Medan, Senin (18/3), bukan menjadi solusi atas sarana dan prasana yang tidak memadai di rumah sakit tersebut. Kuncinya, Pemko Medan harus melakukan revitalisasi pembangunan rumah sakit tersebut. Pendapat ini disampaikan Pengamat Kesehatan Sumut Destanul Aulia SKM MBA Mec PhD, Selasa (19/3).

Menurutnya, masalah tersebut merupakan dampak dari kebijakan yang dibuat oleh Pemko Medan sendiri. “Artinya, dana investasi berupa anggaran yang diberikan untuk RS Pirngadi dalam bentuk berbagai kegiatan dan pembelian barang-barang tidak mampu menciptakan RS itu menjadi pilihan masyarakat Kota Medan,” kata Destanul.

Selain itu, karyawan baik medis dan non medis mengalami demotivasi akibat sistem jasa medis yang tidak jelas, atau kata lain tidak transparan. “Kemudian peraturan yang dianggap tidak adil bagi sebahagian karyawan dan selama ini RS Pirngadi dijadikan sebagai sumber pendapatan (PAD) daripada pelayanan yang diberikan. Dan belum lagi, kabar-kabarnya banyak karyawan titipan sehingga rasio pendapatan tidak sebanding dengan pengeluaran,” ketusnya.

Dikatakannya, daya saing RS Pirngadi lemah. Terbukti dalam era BPJS ini jumlah kunjungan semakin menurun sehingga menjadi beban yang besar bagi Pemko Medan untuk membiayainya terus menerus. Konsep Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang dibuat dan diterapkan juga tidak berhasil menjadikan RS ini mandiri dari sisi pembiayaan.

“Perlu usaha yang lebih besar lagi seperti re-enginering dalam manajemen pelayanan tanpa intervensi dari pihak manapun sehingga ada keleluasaan dalam mengaturnya,” ujarnya.

Ia berharap, Eldin segera menyelematkan RS Pirngadi dengan kewenangan yang dimilikinya dengan melakukan revitalisasi. Itu kunci menuju keberhasilan sembari diiringi penguatan sumber daya manusianya (SDM). Semua stakeholder harus dikumpulkan dan komitmen bersama harus ditumbuhkan.

“Apalagi RS Pirngadi sekarang menjadi UPT di bawah Dinas Kesehatan Medan secara konsep ini terjadi degradasi dalam pengelolaan RS. Jadi segerakanlah dibuat kebijakan yang mendukung revitalisasi rumah sakit milik Pemko Medan itu,” ungkapnya.

Seperti diketahui Dzulmi Eldin marah saat meninjau RSUD Dr Pirngadi Medan, Senin (18/3). Selain menindaklanjuti keluhan masyarakat terhadap RS Pirngadi, peninjauan pelayanan serta sarana dan prasarana di RS milik Pemko Medan itu dilakukan Eldin untuk mengetahui kesiapan RS menjadi tempat digelarnya bakti sosial operasi hernia massal yang akan dilaksanakan Kejagung RI.

Dalam peninjauannya, Eldin didampingi Kepala Inspektorat Kota Medan Ikhwan Habibi Daulay, Kadis Kesehatan Edwin Effendi dan sejumlah pejabat RSUD Dr Pirngadi. Mereka melihat ruang operasi dan peralatan medis yang dimiliki, karena nantinya akan digunakan untuk tempat bakti sosial.

Pengecekan selanjutnya dilakukan di ruang pra-operasi yang dinilai vital mendukung proses operasi, Eldin terlihat marah mendapati kondisi satu dari empat tempat tidur pasien sangat memprihatinkan, karena penyangga kiri dan kanan tempat tidur rusak dan tidak dapat difungsikan. Kemarahan mantan Sekda Kota Medan itu berlanjut saat melihat sprei keempat tempat tidur dalam ruang operasi terlihat lusuh, kotor dan bau. “Saya tidak mau lagi melihat kondisi seperti ini, segera ganti tempat tidur dan sprei tak layak pakai itu,” perintahnya kala itu. (dvs/ila)

Mutasi Eselon II Pemprovsu Dilakukan Setelah Pemilu

no picture
no picture

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Meski sudah dapat melakukan mutasi pejabat eselon II terhitung 5 Maret lalu, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi diyakini baru akan menggunakan otoritasnya setelah tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 berlangsungn

Hal tersebut dilakukan mengingat Gubsu tak ingin terjadi konflik diinternal Pemprovsu karena ini merupakan tahun politik.

“Jadi kemarin itu waktu ada acara di Belawan, Gubsu kan memberi motivasi kepada para pengusaha-pengusaha. Disitu dia mengungkapkan bahwa akan mengambil kebijakan (mutasi pejabat) setelah pemilu. Beliau tidak mau ada konflik karena ini tahun politik, jadi lebih baik ditunda dulu saat ini. Tapi soal waktunya dia tidak ada ungkapkan,” ujar sumber Sumut Pos di Kantor Gubsu.

Sebelumnya, kata sumber, Gubsu Edy Rahmayadi memang akan melakukan mutasi pejabat eselon II Pemprovsu secepatnya, mengingat wewenang tersebut sudah bisa ia lakukan bersama Wagubsu Musa Rajekshah (Ijeck). “Ya, masih simpang siur. Ada yang bilang awal April akan dilakukan (mutasi pejabat). Tapi yang saya dengar informasinya setelah pemilu selesai (17 April),” katanya.

Gubsu sendiri belum dapat dikonfirmasi lagi terkait informasi ini. Usai melantik Bunda PAUD Sumut dan Bunda PAUD tujuh kabupaten/kota di Aula Raja Inal Siregar, Gubsu tampak buru-buru meninggalkan tempat acara. Awak media yang coba mewawancarainya, hanya disambutnya dengan senyum yang kemudian berlalu meninggalkan kerumunan wartawan. Kabarnya, Gubsu mau menuju Bandara Internasional Kualanamu untuk menjemput Ustaz Abdul Somad (UAS), untuk selanjutnya sama-sama ke Kabupaten Batubara melayat ibunda UAS yang meninggal dunia kemarin pagi.

Meski begitu, ia sebelumnya mengakui, akan segera melakukan mutasi pejabat enam bulan setelah dilantik. Dalam rangka menyusul kabinet baru dijajaran OPD Pemprovsu, ia juga ingin orang yang ditempatkan memang memiliki rekam jejak yang sesuai dengan dasar keilmuan dan pengalaman. “Sudah pasti yang pertama soal track record orangnya. Makanya sudah kita lakukan asesmen (penilaian eselon II). Harus sesuai nanti orang yang mau ditempatkan untuk memimpin OPD, saya tak mau coba-coba,” katanya.

Pejabat yang selama ini tidak sesuai membidangi OPD, kata dia, akan diganti paskapenilaian yang sudah dilakukan selama dua hari tersebut. “Tapi kalau sesuai buat apa diganti, carinya saja susah,” katanya. Begitupun untuk posisi pejabat yang lowong karena memasuki masa purnabakti atau pensiun, dirinya menyebut pasti akan dibuka proses lelang jabatan atau open bidding.

Sebelumnya BKD Setdaprovsu mengungkapkan, tahapan lelang jabatan eselon II Pemprovsu menunggu arahan Gubernur Edy Rahmayadi. Pasalnya hingga kini, Gubsu belum menyampaikan kebutuhan lelang jabatan sesuai hasil asesmen eselon II yang sudah diterimanya.

Sekretaris BKD Setdaprovsu, Syahruddin Lubis mengakui, memang sampai Maret 2019 ini sudah ada lima jabatan eselon II lowong di lingkungan Pemprovsu karena pejabatnya pensiun atau masuk purna bakti. “Seperti Dinas Perhubungan sudah diisi Pak Jumsadi sebagai pelaksana tugas kepala dinas, lalu Biro Hukum juga sekarang kosong, Inspektorat dirangkap Pak Arsyad Lubis, Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang (SDACKTR) dirangkap Pak Zonny Waldi, serta posisi Asisten Perekonomian dan Pembangunan dirangkap Pak Elisa Marbun,” katanya menjawab Sumut Pos, Rabu (13/3).

Meski terhitung sudah ada lima jabatan pimpinan eselon II yang lowong saat ini, kata dia, itu masih terlalu sedikit bila harus dibuka open bidding atau lelang jabatan.

“Soal waktunya kapan inilah, semua keputusan ada di pimpinan. Kalau kami mengikuti arahan saja. Dan sejauh ini memang belum ada arahan apapun,” katanya.

Ia menyebutkan, dalam tahun ini terdapat sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah Pemprovsu yang juga menyusul pensiun. Antara lain Amran Uthe, Kadiskop dan UMKM, Kadinkes Agustama dan Kadis Perpustakaan dan Arsip Daerah, Ferlin Nainggolan, serta Asisten Pemerintahan Jumsadi Damanik.

“Hasil asesmem yang sudah sama beliau (Gubsu, Red), tentu akan dikombinasikan atau dianalisis sesuai kebutuhan pejabat yang sudah ataupun mau pensiun nantinya. Dengan demikian setelah itu baru dapat dibuka open bidding. Tapi untuk pergantian atau mutasi jabatan, kami juga belum tahu informasinya kapan,” ujarnya. (prn/ila)